<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FFindo</title>
	<atom:link href="http://ffindo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ffindo.wordpress.com</link>
	<description>FanFic For Friends</description>
	<lastBuildDate>Sat, 28 Jan 2012 23:23:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ffindo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FFindo</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ffindo.wordpress.com/osd.xml" title="FFindo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ffindo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>The Baby is Mine (Chapter 3)</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/29/the-baby-is-mine-chapter-3-2/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/29/the-baby-is-mine-chapter-3-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 20:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kimraemi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kim_Raemi]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Ahra]]></category>
		<category><![CDATA[Cho kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Park Mirae]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49706</guid>
		<description><![CDATA[Title             : The Baby is Mine Author         : Serra Song &#38; Park Mita Main Cast    : Park Mirae, Cho Kyuhyun Rating         : PG 15 Genre         : Romance &#160; &#160; London University, &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/29/the-baby-is-mine-chapter-3-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49706&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/the-baby-is-mine-3.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-49704" title="the baby is mine 3" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/the-baby-is-mine-3.jpg?w=584&#038;h=438" alt="" width="584" height="438" /></a></p>
<p>Title             : The Baby is Mine</p>
<p>Author         : Serra Song &amp; Park Mita</p>
<p>Main Cast    : Park Mirae, Cho Kyuhyun</p>
<p>Rating         : PG 15</p>
<p>Genre         : Romance</p>
<p><span id="more-49706"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>London University, Islington London</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Kyuhyun pov</span></p>
<p><em>Time to choose&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Hyung&#8230;</em> tenanglah! <em>Everything’s gonna be fine</em>,” ucap Lee Jinki, salah satu juniorku di kampus.</p>
<p>“<em>I hope so&#8230;</em>,” ucapku tidak yakin.</p>
<p>Saat ini aku akan menghadapi ujian sidang kelulusanku di <em>London University</em> dan sidang kali ini terbuka untuk umum. Aku benar-benar tegang menghadapi sidang  nanti, di tambah lagi aku belum melihat Mirae yang berjanji akan datang untuk menyaksikan sidang kelulusanku hari ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Flashback</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Mirae-ya</em> apa hari kamis depan kau sibuk?” tanyaku pelan saat dia sedang berkutat dengan artikel keuangannya.</p>
<p>Mirae sedikit mendongakkan wajahnya dari <em>notebook</em> kemudian menatapku.</p>
<p>“<em>Wae</em>?”</p>
<p>“<em>Aniyo&#8230;</em> kalau kau tidak sibuk, maukah kau datang untuk melihat ujian sidang kelulusanku?” tanyaku penuh harap padanya.</p>
<p>“Bukankah kau baru akan lulus awal tahun depan?” tanyanya sedikit bingung.</p>
<p>“Seharusnya begitu, tapi karena nilaiku selama ini bagus, aku bisa menyelesaikan kuliahku beberapa bulan lebih cepat,” ucapku sedikit bangga.</p>
<p>“<em>Jinjja</em>? Aku tidak menyangka ternyata kau pintar juga, kau benar-benar penuh kejutan Cho Kyuhyun!” ucapnya takjub padaku.</p>
<p>“Tapi&#8230; untuk apa aku datang ke ujian sidang kelulusanmu?” tanyanya lagi.</p>
<p>“Itu&#8230; itu agar kau tau bahwa kau tidak akan merasa rugi karena telah membiayaiku, setidaknya ini sebagai ucapan terima kasihku padamu,” ucapku gelagapan.</p>
<p>Sebenarnya itu hanya alasan saja agar dia bersedia datang ke ujian sidang kelulusanku. Alasan sebenarnya adalah aku ingin Mirae menjadi bagian dari saat-saat penting dalam hidupku.</p>
<p>Aku ingin dia melihatku melewati hal penting ini dan menyadari bahwa aku bisa menjadi laki-laki yang pantas untuknya.</p>
<p>Mirae terllihat sedang mempertimbangkan sesuatu dan aku hanya bisa memandanginya dengan cemas. Jika dia menolak untuk datang, kurasa sidangku akan langsung tamat saat itu juga.</p>
<p>“Ok! Aku akan datang.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Flashback end</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Ya</em>! <em>Marcus Cho</em>!!” teriak seseorang menghampiriku dan Jinki.</p>
<p>“Kenapa kau datang terlambat?” ucapku lega melihat seseorang yang daritadi kutunggu telah tiba.</p>
<p>Mirae menjitak kepalaku.</p>
<p>‘<em>Aish! Kenapa dia suka sekali menjitakku? Kepalaku bisa botak nanti!</em>’</p>
<p>“Masih untung aku mau datang, apa kau tau di jalan macet sekali? Aku ini ibu hamil!” omelnya kencang padaku.</p>
<p>“<em>Arasseo&#8230;</em> maafkan aku, tapi aku senang sekali kau benar-benar datang,” ucapku tersenyum bahagia sambil mengelus rambutnya.</p>
<p>“<em>Hyung</em> sebaiknya kau masuk ke dalam, giliranmu sebentar lagi,” ucap Jinki.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu aku masuk dulu, <em>Jinki-ya</em> tolong jaga Mirae sampai aku selesai ujian,” ucapku pada Jinki.</p>
<p>Dan saat aku akan berbicara pada Mirae, tiba-tiba saja dia memelukku.</p>
<p>“<em>Kyuhyun-ah</em> berusahalah! Aku yakin kau pasti berhasil!” ucapnya sambil melepaskan pelukannya.</p>
<p>“Dan jangan membuatku malu karena memiliki kekasih yang gagal ujian, <em>arasseo</em>?!” ucapnya lagi sambil tersenyum padaku.</p>
<p>Aku membalas senyumnya dan menatap Mirae dengan penuh keyakinan.</p>
<p>“Aku tidak akan mengecewakanmu, <em>mam</em>!”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..2 hours later&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Hyung</em>, kau tadi hebat sekali, aku yakin kau akan mendapatkan <em>GPA</em> tertinggi semester ini,” ucap Jinki sambil memelukku sesaat setelah aku menyelesaikan ujianku.</p>
<p>“Kau terlalu berlebihan <em>Jinki-ya</em>, nilaiku baru akan keluar besok,” jawabku menanggapi ucapannya sambil mencari-cari seseorang.</p>
<p>Sebenarnya aku berharap Mirae lah orang pertama yang kutemui setelah aku menyelesaikan ujianku. Dampak kehadirannya benar-benar mempengaruhi jalannya ujian sidang kelulusanku. Aku bahkan tidak pernah merasa setenang dan se-<em>confident</em> ini dalam menghadapi sesuatu.</p>
<p>“Dimana Mirae?” tanyaku pada Jinki.</p>
<p>“Ah&#8230; Mirae <em>noona</em> sedang membeli minuman, dia menyuruh kita untuk menunggu disini,”</p>
<p>“Lalu, apa rencanamu selanjutnya <em>hyung</em>? Apakah kau akan kembali ke Korea dan menerima tawaran itu?” tanya Jinki tiba-tiba.</p>
<p>“Entahlah&#8230; aku juga tidak tau. Kandungan Mirae sudah memasuki usia tujuh bulan, aku tidak bisa meninggalkannya begitu saja. Lagipula aku juga tidak mau kembali ke Korea tanpa membawa Mirae bersamaku,” ucapku muram.</p>
<p>“Tapi bukankah perjanjian kalian akan berakhir saat <em>hyung</em> lulus kuliah dan saat Mirae <em>noona</em> melahirkan anaknya?”</p>
<p>Jinki merupakan satu-satunya orang yang mengetahui hubunganku yang sebenarnya dengan Mirae.</p>
<p>“Dan apakah hyung tidak merasa sayang menolak tawaran pekerjaan  di Korea itu? Bekerja di perusahaan itu adalah impian setiap arsitek muda seperti kita walaupun konsekuensinya kau harus meninggalkan London dan kembali ke Korea,” ujarnya panjang lebar.</p>
<p>“Aku tau Lee Jinki, tapi Mirae sedang mengandung anakku dan aku mencintainya. Walaupun dia menolakku dan tidak membutuhkanku tapi aku membutuhkan Mirae dan bayi kami, mereka sudah menjadi tanggung jawabku,” ucapku sedikit frustasi.</p>
<p>Jinki hanya menepuk-nepuk punggungku dengan raut wajah prihatin.</p>
<p>“Jadi, apakah <em>hyung</em> akan meminta hak sebagai ayah dari bayi yang di kandung Mirae <em>noona</em>?” tanyanya prihatin.</p>
<p>“Ya, aku akan melakukannya,” ucapku tidak yakin.</p>
<p>“Tapi bagaimana jika Mirae <em>noona</em> menolak?” tanya Jinki lagi.</p>
<p>“Aku akan melakukan segala cara.”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Privet Drive Apartement, Fulham London</strong></p>
<p><em>A Disapprove&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku berlari dengan terburu-buru dari halte bus Fulham menuju apartemen, setelah pergi membeli minuman Mirae tidak kembali lagi. Aku sudah berkali-kali menghubungi ponselnya tetapi tidak diangkat, aku mulai cemas terjadi sesuatu pada Mirae karena tidak biasanya dia pergi tanpa menghubungiku dulu.</p>
<p>Setelah sampai di depan pintu apartemen aku langsung memasukan <em>lock password</em> dengan tidak sabar, saat pintu terbuka aku segera masuk kedalam apartemen.</p>
<p>BUUGHH!!</p>
<p>Tiba-tiba ada seseorang yang melempar sebuah buku tebal tepat di depan wajahku.</p>
<p>“Aaww&#8230;,” ringisku kesakitan sambil memegang wajahku.</p>
<p>‘<em>Tunggu&#8230; ini kan buku kuliahku dan kenapa barang-barangku ada disini?</em>’ pikirku sambil melihat ke lantai.</p>
<p>“Pergi kau brengsek!!! Aku tidak sudi melihat wajahmu lagi!!!” teriak Mirae yang berdiri di depanku dengan wajah murka.</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> ada apa??” ucapku kaget melihatnya.</p>
<p>“Jangan bertanya padaku brengsek!! Pergi dari sini!! Perjanjian kita selesai detik ini juga!!!” teriakknya marah sambil melempar koperku.</p>
<p>Ini keadaan darurat! Selama tinggal bersama Mirae aku tidak pernah melihatnya semarah ini apalagi sampai melempar barang-barang. Ada apa sebenarnya???</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> kau tidak bisa memutuskan perjanjian kita seenaknya saja, sebernarnya apa yang terjadi?” ucapku berusaha menenangkannya.</p>
<p>“Aku tidak butuh izinmu untuk mengakhiri perjanjian kita dan aku juga tidak akan pernah menyerahkan diriku dan juga bayi ini padamu brengsek!!” teriaknya emosi.</p>
<p>“Kau&#8230; mendengar pembicaraanku dengan Jinki?” ucapku mulai takut.</p>
<p>“Dengan sangat jelas!!” teriak Mirae kencang.</p>
<p>“<em>Mirae-ya, please&#8230; listen to me</em>, kita bisa membicarakan ini baik-baik.”</p>
<p>“Aku tidak mau mendengar apapun lagi dari mu Cho Kyuhyun!! Aku membencimu!!!” ucapnya masih berteriak.</p>
<p>Emosi ku mulai tersulut saat mendengar kalimat terakhir Mirae, aku belum siap jika dia membenciku secepat ini.</p>
<p>“Park Mirae, bayi yang sedang kau kandung adalah anakku juga, aku juga punya hak terhadapnya!” ucapku sedikit keras pada Mirae.</p>
<p>“Ini bayiku!! Aku tidak pernah menganggap bahwa kau adalah ayah dari anakku. Pergi dari sini!!” ucapnya penuh emosi.</p>
<p>“Aku tidak bisa meninggalkanmu begitu saja, aku tidak mau!! Aku mohon biarkan aku hidup bersamamu,” ucapku melunak padanya.</p>
<p>“Aku membencimu Cho Kyuhyun! Pergi dari apartemenku!!!” ucapnya penuh penekanan.</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> ku mohon, aku&#8230; aku mencintaimu,” ucapku pada akhirnya.</p>
<p>Mirae menatapku dengan tatapan penuh kebencian.</p>
<p>“<em>Don’t ever say that f**kin’ words to me!</em>” ucapnya sambil menatapku tajam.</p>
<p>“Mirae&#8230; <em>please&#8230;</em>,”</p>
<p>“Pergi dari sini Cho Kyuhyun, aku muak melihatmu!” ucapnya sambil membanting pintu kamarnya.</p>
<p>Aku langsung berlari ke depan pintu kamar Mirae dan menggedornya sekencang-kencangnya.</p>
<p>“Park Mirae! Kumohon dengarkan penjelasanku dulu, kau tidak bisa mengusirku begitu saja!” teriakku frustasi sambil tetap menggedor pintu kamarnya.</p>
<p>Mirae marah besar padaku dan yang lebih menakutkan lagi dia membenciku. Dia sama sekali tidak menjawab panggilanku.</p>
<p>“<em>Mirae-ya</em>! Buka pintunya!” teriakku lagi.</p>
<p>Tapi tiba-tiba saja aku mendengar Mirae berteriak seperti orang kesakitan.</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230; gwaenchana?!</em>“ teriakku mulai panik.</p>
<p>Aku semakin panik saat mendengar teriakan Mirae yang semakin kencang. Seperti kerasukan setan aku mendobrak pintu kamarnya yang terkunci.</p>
<p>Aku melihat Mirae sedang terduduk di lantai sambil menahan sakit di perutnya dan aku juga melihat air ketubannya yang pecah sela-sela kakinya.</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> bukankah kau baru akan melahirkan dua bulan lagi? Kenapa air ketubanmu sudah pecah sekarang?” ucapku panik sambil berusaha mengangkat tubuhnya.</p>
<p>“Aku&#8230; tidak tau&#8230;,” ucapnya sambil menahan sakit.</p>
<p>“Cho Kyuhyun&#8230; pergi dari hadapanku, tapi sebelum itu antarkan aku dulu ke rumah sakit!” rintihnya sambil memegang kuat-kuat kemejaku.</p>
<p>“Tenanglah&#8230; aku akan membawamu ke rumah sakit sekarang juga.”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Charing Cross Hospital, Fulham London</strong></p>
<p><em>And the baby is coming&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku menunggu dengan perasaan takut dan cemas di depan ruang persalinan. Dokter mengatakan bahwa alasan Mirae melahirkan lebih cepat karena kandungannya lemah sehingga mereka  harus melakukan operasi untuk mengeluarkan bayinya.</p>
<p>“<em>Aish</em>! Kenapa semua hal terjadi dengan lebih cepat,” umpatku frustasi.</p>
<p>Sudah lima jam berlalu tapi belum ada tanda-tanda  operasi akan segera berakhir. Aku benar-benar takut sekarang. Aku belum siap jika harus kehilangan Mirae atau anakku.</p>
<p>‘<em>Ya Tuhan&#8230; selamatkan Mirae dan juga anakku</em>,’ doaku dalam hati</p>
<p>Beberapa jam setelahnya  dokter Parker yang menangani Mirae keluar dari ruang persalinan. Aku segera menghampiri dokter Parker dan langsung menyakan keadaan Mirae.</p>
<p>“<em>Mrs. Madeliene</em> menjalani operasi dengan lancar, <em>and congratulation Mr. Cho your baby is a boy</em>.”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###<br />
<strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mirae’s patient room, Charing Cross Hospital</strong></p>
<p><em>When we make a deal for a worth thing&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku baru bisa menemui Mirae tiga hari setelah dia melahirkan karena keadaan Mirae yang masih butuh perawatan pasca operasi.  Selama tiga hari ini juga aku sibuk menyelesaikan urusanku di kampus.  Ya&#8230; aku berhasil lulus dan menjadi salah satu mahasiswa yang meraih <em>GPA</em> tertinggi.</p>
<p>Aku membuka pintu kamar rawat pasien dengan perlahan, dan aku bisa melihat Mirae sedang memandangi bayi kami yang  tertidur di <em>baby box</em> dengan raut wajah bahagia.</p>
<p>Walaupun bayi kami terlahir prematur tapi dia termasuk bayi yang  kuat sehingga tidak butuh waktu lama untuknya berada di dalam inkubator. Itulah yang dikatakan dokter Parker kemarin.</p>
<p>Mungkin karena terlalu terpaku pada bayi kami Mirae sampai tidak menyadari kedatanganku yang sudah berdiri di depan pintu.</p>
<p>“<em>So, who is your baby’s name?</em>” ucap seorang perawat bernama  Emma Grint yang memang sudah berada di kamar rawat Mirae sambil memegang papan nama bayi.</p>
<p>“Jayden Park.”</p>
<p>“Cho Jaehwan,” ucapku dan Mirae bersamaan.</p>
<p>Mirae sepertinya sudah menyadari keberadaanku karena dia langsung memelototiku dengan ganas.</p>
<p>“<em>Pardon</em>?” ucap perawat itu sekali lagi.</p>
<p>“Jayden Park, <em>that’s my baby’s name</em>,” ucap Mirae pada Miss Grint.</p>
<p>“<em>Miss Grint,  I’m his father and can you write down Cho Jaehwan as his name</em>?” ucapku memberanikan diri.</p>
<p>“Kau tidak berhak memberikan nama mu pada anakku!” teriak Mirae padaku dengan bahasa Korea yang cukup kasar.</p>
<p><em>Miss Grint</em>  hanya bisa memandangi kami berdua dengan tatapan bingung dan tidak mengerti.</p>
<p>“<em>I am apologize Miss Grint, I think my wife got baby blues syndrome. And could you give us some space to talk about this matter</em>?” ucapku mencari alasan.</p>
<p>“<em>Yes, of course, it’s a usual thing for a new mother</em>,” ujarnya memaklumi sambil beranjak pergi dari ruang perawatan.</p>
<p>“Mirae kumohon jangan marah padaku, karena ada yang ingin kubicarakan dan ini menyangkut anak kita” ucapku memelas padanya.</p>
<p>“Jangan pernah mengatakan bahwa Jayden adalah anakmu! Dan cepat katakan apa yang ingin kau bicarakan lalu pergi dari sini,” ucapnya tajam padaku.</p>
<p>“Tadi aku baru saja berbicara dengan dokter Parker dan dia bilang bahwa Jaehwan mengalami sedikit kelainan pada motoriknya,” ucapku pelan.</p>
<p>“Apa maksudmu? Kau pasti berbohong padaku!” ucap Mirae setengah berteriak.</p>
<p>“Aku tidak akan bebohong untuk masalah seperti ini,” ucapku jujur.</p>
<p>“Jaehwan mengalami kelainan pada otot moriknya, tapi kau tenang  saja itu bukanlah kelainan yang parah. Kelainan itu bisa sembuh jika Jaehwan menjalani terapi beberapa kali dan ada seorang dokter di rumah sakit ini bernama Kim Young Min yang melakukan penelitian tentang kelainan itu, tapi sayanganya dia sudah kembali ke Korea dan menetap disana.”</p>
<p>“Aku juga sudah menerima tawaran pekerjaan di Seoul, jadi&#8230; ikutlah bersamaku ke Korea,” ucapku berharap padanya.</p>
<p>“Aku tidak mau ikut bersamamu, aku hanya akan memberikan terapi untuk Jayden di London,” ucapnya tajam tapi aku bisa melihat raut kecemasan di wajahnya.</p>
<p>“Park Mirae, ini bukan saatnya untuk egois! Di Korea Jaehwan bisa menjalani terapi dengan intensif  dan dia akan lebih cepat sembuh,” ucapku sedikit keras pada Mirae.</p>
<p>“Itu bukan urusanmu Cho Kyuhyun!” ucapnya sinis padaku.</p>
<p>“Ini demi Jaehwan! Aku juga akan membantumu selama disana dan setelah Jaehwan sembuh nanti jika kau ingin kembali ke London, aku tidak akan mencegahmu,” ucapku setengah berbohong.</p>
<p>Mirae hanya menatapku dengan tatapan tidak rela.</p>
<p>“<em>Please&#8230;</em> ikutlah bersamaku kembali ke Korea,” ucapku memohon padanya.</p>
<p>“Baik, tapi setelah Jayden sembuh, aku akan langsung  kembali ke London.”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hannam Apartement, Yongsan-gu Seoul</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">Mirae pov</span></p>
<p><em>Back to hometown&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah seminggu ini aku berada di Seoul, ternyata kota ini sudah banyak berubah di banding 12 tahun yang lalu. Selama di Seoul aku dan Jayden tinggal di sebuah apartemen yang disewa oleh pria yang saat ini ku benci dan tentu saja dia juga ikut tinggal bersama kami.</p>
<p>Sepertinya dia mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang cukup besar di Seoul, karena dia mampu menyewa apartemen yang bagus bahkan sekarang dia memiliki mobil entah darimana.</p>
<p>Dan selama seminggu tinggal di Seoul aku belum sekalipun mengeluarkan uangku untuk membiayai terapi Jayden ataupun membeli kebutuhan sehari-hari. Semua itu berasal dari uang Kyuhyun,  tapi meskipun begitu tidak membuat kemarahanku mereda padanya.</p>
<p>Aku marah pada Kyuhyun. Tentu saja!  Aku merasa dibohongi olehnya, selama ini aku menganggapnya sebagai teman yang telah mewujudkan impianku untuk memiliki seorang anak.</p>
<p>Tapi dengan seenaknya saja, pria yang saat ini kubenci itu mengatakan bahwa dia juga memiliki hak sebagai ayah dari anakku. Dan yang lebih mengerikan lagi Kyuhyun mengatakan bahwa dia mencintaiku!</p>
<p>Atas dasar apa dia mengatakan hal konyol itu? Aku tidak akan mengajaknya melakukan perjanjian jika pada akhirnya kami akan menjadi keluarga kecil yang bahagia. Yang benar saja!!!</p>
<p>Aku sama sekali tidak membutuhkan siapapun untuk membesarkan Jayden.</p>
<p>“<em>Go to sleep honey&#8230; mommy’s here</em>,” ucapku pada Jayden sambil menidurkannya di <em>babybox</em>-nya setelah lebih dulu memberikannya susu.</p>
<p>Setelah memastikan Jayden sudah tidur aku keluar dari kamar untuk sarapan, saat aku berjalan menuju dapur aku melihat seseorang yang sedang berdiri membelakangiku di meja makan.</p>
<p>‘<em>Siapa dia? Apa dia temannya Kyuhyun?</em>’ ucap ku dalam hati.</p>
<p>Orang itu terlihat seperti Kyuhyun tapi kurasa bukan karena penampilannya lebih rapi dan rambutnya cepak.</p>
<p>Sepertinya orang itu menyadari kedatanganku dan segera berbalik.</p>
<p>“Cho Kyuhyun&#8230;?!” ucapku kaget.</p>
<p>“<em>Mirae-ya</em> kau sudah bangun? Ini aku sudah membuatkan sarapan untukmu, duduklah,” ujarnya sambil menarik kursi untukku.</p>
<p>Saking kagetnya melihat Kyuhyun new version, aku tanpa sadar menuruti perkataanya dan melupakan kebiasaanku untuk bersikap acuh pada Kyuhyun.</p>
<p>“Ini makanlah, aku sudah membuatkan roti untukmu,” ujarnya lagi padaku sambil duduk di depanku.</p>
<p>Aku mengamati  Kyuhyun dengan lebih jelas, dia benar-benar berbeda dengan Kyuhyun yang kulihat dua hari yang lalu. Entah bagaimana dia menjadi sangat tampan walaupun kesan lugunya masih terlihat.</p>
<p>‘<em>Jangan-jangan kemarin dia pergi ke rumah sakit dan melakukan operasi plastik</em>’ pikirku menduga-duga, karena seharian kemarin dia memang berpamitan untuk pergi dari apartemen.</p>
<p>Tapi sepertinya itu tidak mungkin, karena bentuk wajahnya masih sama hanya penampilan dan model rambutnya saja yang berbeda. Bocah ini benar-benar terlihat tampan! Bahkan si Spencer Lee itu kalah jauh dengan Kyuhyun yang sekarang.</p>
<p>“Ada apa?” tanya Kyuhyun tiba-tiba, sepertinya dia sadar sedang kuperhatikan.</p>
<p>“Tidak ada apa-apa,” ucapku acuh sambil meminum tehku.</p>
<p>“Hari ini, hari pertamaku resmi bekerja di kantor jadi kemarin aku memotong rambutku di <em>barber shop</em> dan membeli beberapa pakaian kerja,” ucapnya bercerita tanpa di perintah.</p>
<p>Aku menatap Kyuhyun sekilas lalu melanjutkan makanku tanpa berkata sepatah kata pun.</p>
<p>‘<em>Damn! Dia benar-benar tampan. Barber shop sialan! Apa yang mereka lakukan sampai bisa membuatnya menjadi setampan ini?!</em>’ umpatku dalam hati.</p>
<p>“Apa aku terlihat aneh?” tanyanya bodoh tiba-tiba.</p>
<p>“Penampilanmu benar-benar seperti orang idiot,” ucapku dingin dan berbohong besar padanya.</p>
<p>“Benarkah?? Pantas saja sejak kemarin para <em>yeoja</em> melihatku dengan tatapan aneh,” ucapnya dengan polos.</p>
<p>‘<em>Itu karena kau terlihat tampan babo!!</em>’ jika tidak ingat bahwa aku sedang marah padanya aku ingin sekali meneriakinya.</p>
<p>“Kalau begitu lain kali aku akan meminta pendapatmu sebelum pergi ke <em>barber shop</em>,”ucapnya sambil tersenyum lugu padaku.</p>
<p>Aku mendengus mendengar ucapan Kyuhyun.</p>
<p>‘<em>Jika kau minta pendapatku, aku akan menyuruh mereka memotong seluruh rambutmu sampai botak dan membuatmu menjadi lebih jelek!</em>’ dengusku dalam hati.</p>
<p>“Baiklah&#8230; aku pergi kerja dulu, nanti siang aku akan kembali lagi untuk mengantarmu dan Jaehwan terapi,” ucapnya lembut sambil bangkit dari kursi.</p>
<p>“Aku bisa pergi sendiri,” ucapku sinis padanya.</p>
<p>Kyuhyun menatapku dalam sambil menghela napas panjang.</p>
<p>“<em>Mirae-ya</em>, di London kau bisa berkuasa, tapi di Seoul aku tidak akan membiarkanmu pergi kemana pun sendirian. Aku mohon tunggu aku pulang, kita akan pergi bersama ke rumah sakit,” bujuk Kyuhyun padaku.</p>
<p>Aku menatap Kyuhyun dengan kesal. Aku tau dia tidak akan mengalah padaku, bocah ini sudah berani melawanku.</p>
<p>“Terserah kau sajalah!” ucapku membentak padanya.</p>
<p>“<em>Gomawo Mirae-ya</em>, kalau begitu aku pergi dulu.”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>The pain and anger we felt inside&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> bisa kita bicara sebentar?” tanya Kyuhyun pelan saat kami sampai di apartemen setelah pulang dari rumah sakit.</p>
<p>Aku menatap Kyuhyun sekilas dengan pandangan malas.</p>
<p>“Kita bicara di luar,” ucapku dingin sambil berjalan masuk ke kamar untuk menidurkan Jayden.</p>
<p>Setelah menidurkan Jayden di <em>baby box</em>-nya aku kembali berjalan ke luar kamar untuk menemui Kyuhyun di ruang tamu.</p>
<p>“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku acuh seperti biasa.</p>
<p>“Ini tentang hubungan kita,” ujarnya ragu-ragu.</p>
<p>“Bukankah saat di London aku sudah mengatakannya dengan sangat jelas padamu, <em>Kyuhyun-ssi</em>?”</p>
<p>“Dan jangan membuatku mengulangi perkataanku sendiri!” ucapku tajam padanya.</p>
<p>“<em>Mirae-ya</em> kau tidak bisa membesarkan Jaehwan seorang diri, mungkin saja kau tidak membutuhkanku tapi suatu saat Jaehwan pasti akan membutuhkan ayahnya,” ucapnya meyakinkanku.</p>
<p>Aku mulai gerah dengan arah pembicaraan ini, emosiku naik sehingga aku lupa untuk mengontrol ucapanku sendiri.</p>
<p>“Cho Kyuhyun! Kau tidak lebih hanya seorang ayah biologis dari Jayden, kau hanyalah pria brengsek yang kubayar untuk memberikan anak padaku!”</p>
<p>“Aku sekalipun tidak pernah menganggapmu sebagai ayah dari anakku dan Jayden tidak butuh ayahnya!” ucapku tajam dan meninggi padanya.</p>
<p>Kyuhyun menatapku tidak percaya dan sepertinya dia sangat marah mendengar ucapanku, karena saat itu juga dia langsung berteriak padaku.</p>
<p>“PARK MIRAE!!! Kau keterlaluan! Bagaimana bisa seorang ibu sepertimu mengatakan hal sekasar itu?!!!!” teriaknya membentak padaku.</p>
<p>“Tidak seharusnya kau melibatkan Jaehwan pada trauma yang kau alami di masalalu! Kau egois Park Mirae!!” ucapnya membentak keras padaku.</p>
<p>Tiba-tiba tangan dan kakiku bergetar hebat saat Kyuhyun membentakkku. Aku takut menatap matanya yang melihatku seolah-olah aku ini orang jahat. Selama ini aku tidak pernah melihatnya marah atau membentak pada orang lain.</p>
<p>“Jangan bersikap seolah-olah kau tau segalanya Cho Kyuhyun!!” teriakku kencang padanya untuk  menutupi ketakutanku.</p>
<p>“Aku tau apa yang terbaik untuk Jayden!” ucapku berusaha terlihat marah padanya.</p>
<p>“Ibu macam apa yang tidak ingin memberikan keluarga yang utuh pada anaknya, kau tidak pantas menjadi seorang ibu Park Mirae! Aku salah menilaimu!” ucap Kyuhyun tajam sambil membanting pintu apartemen tepat di depan wajahku.</p>
<p>Aku masih terdiam ditempat setelah Kyuhyun meninggalkan apartemen, tak lama tubuhku merosot kelantai. Aku masih bisa merasakan tangan dan kakiku bergetar hebat karena ketakutan.</p>
<p>Dia bukan Kyuhyun, aku sama sekali tidak mengenali sosok itu. Dia bukan <em>Cho Kyuhyun-ku</em>.</p>
<p>Pria yang polos dan lugu seperti Cho Kyuhyun saja bisa semarah itu padaku. Itu artinya ucapanku benar-benar fatal.</p>
<p>“Kau benar <em>Kyuhyun-ah</em> aku memang egois, tapi aku hanya tidak ingin Jayden mengalami hal yang serupa denganku. Kau tidak akan pernah tau bagaimana rasanya di tolak dan ditinggalkan oleh ayahmu sendiri. Aku tidak ingin Jayden seumur hidup menderita sepertiku. Apa aku salah jika melalukan hal itu pada anakku?” bisikku lirih dan mulai menangis.</p>
<p>Aku menatap pintu apartemen di depanku dengan sedih sambil mengingat sosok Kyuhyun yang telah berlalu.</p>
<p>“Katakan padaku Cho Kyuhyun, apa aku salah??”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>The pain and anger we felt inside&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah hampir lewat tengah malam tapi aku masih belum bisa menutup mataku. Bayangan pertengkaranku dengan Kyuhyun terus-terusan berputar di dalam otakku. Di tambah lagi Kyuhyun belum pulang ke apartemen sejak sore hari saat kami bertengkar.</p>
<p>Jujur saja aku masih marah padanya tapi di lain pihak aku merasa bersalah padanya. Kyuhyun benar, tidak seharusnya aku egois di saat-saat seperti ini. Semua ini terlalu mendadak, Kyuhyun yang mengatakan bahwa dia mencintaiku, kelahiran Jayden yang diluar prediksi, dan kepindahan  kami ke Korea.</p>
<p>Itu semua terjadi secara tiba-tiba dan berurutan membuat kami berdua bingung. Seharusnya aku dan Kyuhyun bisa membicarakan ini secara baik-baik tidak saling berteriak seperti anjing dan kucing.</p>
<p>Tapi tetap saja aku tidak mau berdamai lebih dulu pada Kyuhyun, karena bagaimana pun dialah pelaku utama yang menyulut perang dingin diantara kami.</p>
<p>Tiba-tiba saja Jayden yang sedang tertidur di sebelahku menangis dengan keras.</p>
<p>Aku mengelus kening Jayden  dan merasakan suhu tubuhnya tinggi. Dengan panik aku menggendongnya dan merasakan tangan dan kaki Jayden mengejang.</p>
<p>Aku semakin panik saat tangisan Jayden mulai kencang. Aku takut terjadi sesuatu padanya dengan terburu-buru aku menanggalkan semua gengsiku dan menghubungi Kyuhyun memintanya untuk segera pulang.</p>
<p>Beberapa saat kemudian Kyuhyun datang dan berlari ke arahku yang sudah menunggu di depan jalan apartemen.</p>
<p>“Apa yang terjadi pada Jaehwan?” tanyanya cemas padaku.</p>
<p>“Aku tidak tau&#8230; tiba-tiba saja Jayden demam dan kaki serta tangannya mengejang,” ucapku panik padanya.</p>
<p>Aku bahkan hampir menangis lagi saat melihat tangisan Jayden yang tidak mau berhenti dan merasakan suhu tubuh Jayden yang semakin panas.</p>
<p>“Baiklah&#8230; sebaiknya kita segera ke rumah sakit,” ucap Kyuhyun sambil menarikku  ke dalam mobil.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Seoul University Hospital, Dongdaemun-gu Seoul</strong></p>
<p><em>An apology&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keheningan melanda diriku dan Kyuhyun yang terduduk di luar ruang perawatan pasien sambil menunggu pemeriksaan akhir yang dilakukan dokter Kim pada Jayden.</p>
<p>Jayden terkena step, baru saja dokter Kim menegurku yang kurang peka pada keadaan Jayden. Memang beberapa hari ini aku merasa suhu tubuh Jayden agak sedikit hangat, tapi aku tidak terlalu mempedulikannya karena memang biasanya suhu tubuh bayi cenderung hangat.</p>
<p>Aku tidak menyangka bahwa itu adalah gejala awal dari step. Sekali lagi aku membuktikan ucapan Kyuhyun bahwa aku lalai menjadi seorang ibu.</p>
<p>Aku terdiam dan menggigit  bibirku kuat-kuat menahan air mataku. Menatap tembok yang ada di depanku dengan tatapan kosong, seolah sedang merenungi kesalahanku yang telah lalai menjaga anakku sendiri.</p>
<p>Sampai aku merasakan seseorang menggenggam tangan kananku dengan hangat.</p>
<p>“Tenanglah&#8230; Jaehwan pasti akan baik-baik saja&#8230;,” ucap Kyuhyun dengan lembut sambil mengeratkan genggamannya padaku.</p>
<p>Kyuhyun menatapku dengan tatapannya yang lembut dan dia tersenyum padaku.</p>
<p>Dialah sosok yang aku kenal, <em>Cho Kyuhyun-ku</em> sudah kembali.</p>
<p>Tanpa bisa kucegah air mataku mengalir begitu saja meyalurkan kecemasan dan ketakutan yang sejak tadi kutahan.</p>
<p>Saat melihatku menangis Kyuhyun langsung merengkuh tubuhku dalam dekapannya.</p>
<p>Dia memelukku dengan hangat dan membelai punggunggku untuk memberiku ketenangan.</p>
<p>“<em>Mianhae Mirae-ya&#8230; jeongmal mianhae</em>,” ucapnya lembut sambil mengeratkan pelukannya padaku.</p>
<p>“Aku takut <em>Kyuhyun-ah&#8230;</em> aku takut&#8230;,” ucapku sesenggukan padanya.</p>
<p>Aku masih terisak pelan dalam dekapannya membanjiri dadanya dengan air mataku.</p>
<p>“<em>Mianhae Mirae-ya&#8230;</em> ini semua salahku, <em>mianhae&#8230;</em>”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Patient room, Seoul University Hospital</strong></p>
<p><em>A trace between us&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<em>Kyuhyun-ah&#8230; ireona</em>,” ucapku sambil membangunkan Kyuhyun yang tertidur di sofa.</p>
<p>“<em>Ya ireona</em>! Kau mau terlambat ke kantor?!” ucapku lagi lebih keras.</p>
<p>Kyuhyun menggeliat sebentar lalu membuka matanya yang masih mengantuk.</p>
<p>“Jam berapa sekarang?” tanyanya serak sambil mengucak-ngucak matanya.</p>
<p>“Jam setengah 7, sebaiknya kau pulang ke apartemen dan mandi, kau harus pergi bekerja kan,” ucapku padanya.</p>
<p>“Tidak perlu pulang, aku membawa pakaian kerja di mobil. Aku akan mandi di rumah sakit lalu berangkat ke kantor,” ucapnya sambil bangkit dari sofa.</p>
<p>“Baiklah kalau begitu, aku akan keluar sebentar untuk membeli sarapan, sebaiknya kau mandi sekarang,” ucapku lagi pada Kyuhyun sambil berjalan keluar dari kamar rawatJayden.</p>
<p>Semalam aku dan Kyuhyun menginap di rumah sakit untuk menjaga Jayden. Awalnya aku menawarkan diri untuk menjaga Jayden dan membiarkan Kyuhyun pulang tapi dia menolak dan bersikeras untuk menemaniku.</p>
<p>Setelah kejadian semalam secara tersirat aku dan Kyuhyun sepakat untuk berdamai demi Jayden. Aku memang sudah tidak marah lagi padanya tapi bukan berarti aku menerima kehadiran Kyuhyun dan menyetujui tawarannya untuk hidup bersamanya.</p>
<p>TIDAK!!! Aku masih memegang teguh pendirianku, tentu saja!</p>
<p>Aku hanya memilih untuk tidak memikirkan masalah itu dulu. Prioritasku sekarang adalah Jayden, dan setelah Jayden sembuh nanti dan bebas dari terapi baru aku akan memikirkan masalahku dan Kyuhyun.</p>
<p>Aku kembali ke kamar rawat Jayden dengan membawa sarapan. Sepertinya Kyuhyun sudah selesai mandi karena dia sudah memakai pakaian kerjanya dan terlihat sedang berusaha mengikat dasinya.</p>
<p>“Kau sudah kembali,” ucapnya sambil tersenyum polos padaku seperti biasa dan aku membalasnya dengan menganggukan kepalaku.</p>
<p>Aku mengecek keadaan Jayden yang masih tertidur pulas dan kembali menatap Kyuhyun yang masih berkutat dengan dasinya. Karena gemas melihatnya yang tidak bisa memakai dasi, aku pun menarik tubuhnya untuk menghadap padaku.</p>
<p>“Berikan padaku!” ucapku gemas sambil menarik dasi Kyuhyun.</p>
<p>“Bagaimana bisa kau setiap hari pergi ke kantor jika memakai dasi saja tidak becus”ucapku mengomel sambil memasangkan dasi pada Kyuhyun.</p>
<p>Kyuhyun hanya diam mendengar omelanku.</p>
<p>“Biasanya aku meminta teman di kantor untuk mengikatkan dasiku sehingga aku tinggal memakainya, tapi tadi ikatan dasiku terlepas,” ucapnya pelan menjelaskan.</p>
<p>“Merepotkan! Lain kali aku harus mengajarkanmu memakai dasi Cho Kyuhyun!” ucapku sedikit sebal padanya sambil menyelesaikan pekerjaanku.</p>
<p>Dan seperti biasa pria lugu ini hanya tersenyum bodoh menanggapi ucapanku.</p>
<p>“<em>Igeo&#8230;</em> makan sarapanmu,” ucapku memberikan roti pada Kyuhyun setelah memasangkan dasinya.</p>
<p>“<em>Gomawo&#8230;</em>,” balasnya padaku.</p>
<p>Hening diantara kami sampai Kyuhyun memecahkan keheningan itu.</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> aku  benar-benar minta maaf karena sudah membentakmu kemarin. Aku benar-benar menyesal telah melakukannya. Kemarin aku terbawa emosi dan tanpa sadar membentakmu,” ucapnya tiba-tiba.</p>
<p>“Kemarin aku juga tidak kembali ke apartemen karena aku takut kau akan mengusirku lagi dan kembali ke London. Sungguh, aku benar-benar menyesal telah melakukannya,” ucapnya meminta maaf padaku.</p>
<p>“<em>Kyuhyun-ah</em>, semalaman kau meminta maaf padaku, apa kau tidak bosan mengatakannya terus-terusan?” ucapku sambil menatapnya.</p>
<p>“Tapi aku&#8230;,” balasnya lagi tapi dengan cepat aku menyelanya.</p>
<p>“Sudahlah, kita lupakan saja kejadian kemarin. Kau benar, tidak seharusnya aku bersikap egois di saat seperti ini. Kita datang ke Seoul untuk kesembuhan Jayden bukan untuk bertengkar,” ucapku bijak padanya.</p>
<p>“Jadi&#8230; kau sudah tidak marah lagi padaku?” tanyanya penuh harap.</p>
<p>“Aku memang sudah tidak marah lagi padamu tapi bukan berarti aku menerimamu Cho Kyuhyun.”</p>
<p>“Untuk saat ini sebaiknya kau dan aku  melupakan dulu masalah buruk yang terjadi diantara kita. Dan setelah Jayden sembuh, mari kita bicarakan masalah ini secara baik-baik,” ucapku tegas pada Kyuhyun.</p>
<p>“Ya&#8230; kurasa itu lebih baik, tapi <em>Mirae-ya&#8230;</em> bisakah kau memberiku kesempatan?” tanya Kyuhyun sambil menatapku dalam.</p>
<p>“<em>Mwo</em>?” ucapku bingung padanya.</p>
<p>Kyuhyun kembali menatapku dengan dalam.</p>
<p>“Kau dan Jaehwan sangat berarti bagiku.”</p>
<p>“Setidaknya berikan aku kesempatan untuk membuktikan padamu bahwa aku pantas berada disisimu dan menjadi ayah bagi Jaehwan. Aku tidak akan mengecewakan kalian berdua,” ucap Kyuhyun meyakinkanku.</p>
<p>Aku menatap Kyuhyun dengan perasaan ragu, tapi aku tau Kyuhyun serius dengan ucapannya.</p>
<p>Sorot matanya seakan mengatakan bahwa itulah perasaan Kyuhyun yang sebenarnya.</p>
<p>Dia menyayangiku dan Jayden.</p>
<p>“Aku tidak mau berjanji padamu <em>Kyuhyun-ah</em>, dan jangan memaksaku,” ucapku pada akhirnya.</p>
<p>“Baiklah&#8230; tapi aku sangat berharap kau mau memikirkannya,” ucapnya pelan sambil tersenyum paksa padaku.</p>
<p>Setelah menyelesaikan sarapannya Kyuhyun berpamitan untuk pergi bekerja. Sebelum pergi dia mengecup pipi Jayden yang masih tertidur pulas dan kemudian mendatangiku yang berdiri di ujung tempat tidur.</p>
<p>Kyuhyun membelai kepalaku dengan lembut. Hal yang sudah lama tidak dilakukannya padaku akibat perang dingin yang terjadi diantara kami.</p>
<p>“Aku pergi dulu, setelah pulang kerja aku akan kembali lagi kesini,” ucapnya sambil tersenyum lembut padaku dan aku hanya menganggukan kepalaku untuk membalasnya.</p>
<p>Setelah berpamitan padaku Kyuhyun berjalan keluar dari ruang rawat Jayden, tapi saat sampai di depan pintu tiba-tiba saja dia membalikan tubuhnya dan menatapaku.</p>
<p>“Park Mirae&#8230; aku serius mengatakan bahwa aku mencintaimu.”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Itaewon shopping street, Yongsan-gu Seoul</strong></p>
<p><em>Unexpected guests&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah sebulan berlalu sejak kejadian dirumah sakit, hubunganku dengan Kyuhyun sudah kembali seperti dulu. Walaupun terasa ada jarak diantara kami tapi setidaknya hubungan kami yang sekarang masih jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Selama sebulan ini aku ataupun Kyuhyun tidak pernah lagi membahas masalah yang terjadi di antara kami. Kami berdua fokus untuk kesembuhan Jayden. Dan beruntung keadaan Jayden sudah mulai membaik, hanya tinggal menjalani beberapa terapi lagi sampai Jayden dinyatakan sembuh oleh dokter.</p>
<p>“<em>Aigoo-ya&#8230;</em> putramu benar-benar mirip ayahnya,” ujar seorang <em>ahjumma</em> pemilik kedai <em>ddeok-bokki</em> sambil menunjuk Kyuhyun yang sedang menggendong Jayden di sampingku.</p>
<p>Aku hanya menanggapi perkataan ahjumma itu dengan senyum kecut.</p>
<p>Saat ini kami bertiga memang sedang berjalan-jalan di daerah Itaewon dan sedang membeli <em>ddeok-bokki</em> di sebuah kedai.</p>
<p>Aku benci mengatakannya tapi Jayden memang mirip dengan Kyuhyun, hanya matanya saja yang mirip denganku. Dan pernyataan bahwa ‘<em>Jayden mirip Kyuhyun</em>’ tadi sudah sangat sering dilontarkan oleh orang-orang apabila melihat kami, membuat telingaku panas mendengarnya!</p>
<p>Jujur aku kesal dengan kenyataanya itu, aku tidak rela anakku di samakan dengan pria lugu seperti Cho Kyuhyun!</p>
<p>“Kau pasti benar-benar bahagia <em>agasshi</em>, memiliki suami yang tampan dan seorang putra yang lucu,” ucap <em>ahjumma</em> itu lagi.</p>
<p>Aku menatap <em>ahjumma</em> itu dengan tatapan sebal.</p>
<p>“<em>Ahjumma</em>, bayi yang digendongnya memang anakku, tapi dia bukan suamiku!” omelku sambil menunjuk Kyuhyun.</p>
<p>Kyuhyun meliriku dengan tatapan setengah sebal.</p>
<p>‘<em>Cih! Dia pasti senang mendengar ucapan ahjumma itu, tapi aku tidak tuan Cho!</em>’ dengusku dalam hati.</p>
<p>“<em>Aigoo&#8230; agasshi</em> jangan merendah begitu, kalian berdua ini suami-istri kan?” tanya <em>ahjumma</em> itu lagi sambil menunjukku dan Kyuhyun.</p>
<p>“<em>Ne&#8230;</em>,”</p>
<p>“<em>Ani&#8230;,</em>” jawabku bersamaan dengan Kyuhyun, dan ahjumma itu mulai menatap kami dengan bingung.</p>
<p>“Sudahlah, kita pergi saja,” ucapku mulai kesal sambil menarik Kyuhyun untuk pergi.</p>
<p>“Setelah ini, kita akan kemana lagi?” tanya Kyuhyun sambil membenarkan gendongannya pada Jayden.</p>
<p>“Pulang saja, aku sudah tidak <em>mood</em> lagi untuk berjalan-jalan,” jawabku sekenanya.</p>
<p>“<em>Mirae-ya&#8230;</em> kau marah karena semua orang menganggap kita suami-istri dan mengatakan bahwa Jaehwan mirip denganku?” tanyanya dengan polos.</p>
<p>“Apa aku harus menjawabnya?!” ucapku masih kesal padanya.</p>
<p>Jika sudah tau kenapa masih bertanya! Dasar <em>namja babo</em>!</p>
<p>“<em>Arasseo&#8230;</em> kau tidak menjawab pun, kenyataannya Jaehwan memang mirip denganku dan aku memang terlihat seperti suamimu,” ucapnya dengan polos dan enteng.</p>
<p>Aku memelototi Kyuhyun dengan kekesalan maksimum, bocah ini sudah berani menimpali ucapanku.</p>
<p>“Baiklah&#8230; aku tidak akan bicara lagi, ayo kita pulang saja&#8230;,” ucapnya kembali memelas.</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">###</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hannam Apartement, Yongsan-gu Seoul</strong></p>
<p><em>Unexpected guests&#8230;</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah berjalan kaki selama 15 menit akhirnya kami sampai di apartemen karena jarak dari Itaewon ke apartemen memang tidak jauh. Saat tiba di apatemen aku melihat seorang <em>ahjussi</em> dan seorang wanita muda sedang berdiri di depan pintu apartemen kami.</p>
<p>“Siapa mereka?” tanyaku pada Kyuhyun.</p>
<p>“<em>Molla</em>, mungkin tamu,” ucap Kyuhyun sambil menepuk-nepuk punggung Jayden yang tertidur.</p>
<p>Aku cukup heran dengan kehadiran dua orang tak dikenal itu kerena memang selama tinggal di Seoul kami tidak pernah kedatangan tamu.</p>
<p>Sepertinya dua orang itu menyadari kedatanganku dan Kyuhyun, kerena mereka berdua berbalik untuk melihat kami.</p>
<p>“<em>Appa&#8230;</em>,”</p>
<p>“Ahra <em>noona</em>!!” ucap Kyuhyun dengan kaget saat melihat mereka berdua dan tiba-tiba saja aku merasakan tubuh Kyuhyun membeku disebelahku.</p>
<p>Dua orang itupun berjalan mendekatiku dan Kyuhyun. Aku menatap pria tua yang merupakan ayah Kyuhyun dan dia balas menatapku dengan tatapan sengit yang sarat dengan perasaan tidak suka.</p>
<p>Aku menundukkan wajahku darinya tidak berani untuk menatapnya lebih jauh, tatapannya menakutkan, jauh lebih mengerikan saat Kyuhyun marah padaku beberapa waktu yang lalu.</p>
<p>Entah kenapa aku memiliki firasat sesuatu yang buruk akan terjadi.</p>
<p>Ayah Kyuhyun berdiri di depanku dan Kyuhyun, dia menatap kami bergantian dengan sengit seperti menatap dua orang penjahat yang baru saja terbukti bersalah.</p>
<p>Dan ucapannya pun terdengar seperti nyanyian kematian ditelingaku.</p>
<p>“Kalian berdua ikut aku ke Andong!”</p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">TBC</p>
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;">
<p style="text-align:left;"><span style="color:#0000ff;">Serra Song&#8217;s note : karena kepanjangan, jadi bakal tamatnya di part 4 and thanks for reading this ff <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#0000ff;">Park Mita&#8217;s note : jangan bash si Mirae ya, dia cuma tuntutan peran kok aslinya ga kayak gini sifatnya kekeke.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49706/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49706/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49706&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/29/the-baby-is-mine-chapter-3-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/35ea18df12491bcf2d4799ffecaeed82?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kimraemi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/the-baby-is-mine-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">the baby is mine 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love Is Punishment Part 3</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/love-is-punishment-part-3/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/love-is-punishment-part-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 13:26:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bebskey</dc:creator>
				<category><![CDATA[bebskey]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[SHINEE]]></category>
		<category><![CDATA[Sulli]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>
		<category><![CDATA[Taemin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49700</guid>
		<description><![CDATA[  Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo) Cast : Lee Taemin Choi Jinri Nam Hyen Hyo Cho Kyuhyun Title : Love Is Punishment (PART 3) Length : on going~ Genre : Romance, Angst Rating : PG-13 Disclaimer &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/love-is-punishment-part-3/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49700&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"> <a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/love-is-punishment-12.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-49701" title="Love Is Punishment 1" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/love-is-punishment-12.png?w=584" alt=""   /></a></p>
<p align="center">Author : Nisa Ayu Thayalisha Hadi (Nam Hyen Hyo)</p>
<p align="center">Cast :</p>
<p align="center">Lee Taemin</p>
<p align="center">Choi Jinri</p>
<p align="center">Nam Hyen Hyo</p>
<p align="center">Cho Kyuhyun</p>
<p align="center">Title : Love Is Punishment (PART 3)</p>
<p align="center">Length : on going~</p>
<p align="center">Genre : Romance, Angst</p>
<p align="center">Rating : PG-13</p>
<p align="center">Disclaimer : The casts are belong to God, and this Fan Fiction is belong to me kekekeke~ i own this plot ok?</p>
<p align="center">Note : This is pure my imagination.</p>
<p align="center">Credit Poster : cutepixie@darkreflection.so-pink.org</p>
<p align="center">NB : FF ini aku buat karna aku terinspirasi oleh lagu ‘Love is Punishment’ yang dibawakan oleh K. Will di OST Brilliant Legacy. Setiap kalimat yang bergaris miring, itu adalah translate-an dari lagunya. Semoga ceritanya menyenangkan^^ happy reading heheh~</p>
<p align="center">===============================================================</p>
<p> <span id="more-49700"></span></p>
<p style="text-align:justify;">TAEMIN POV</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em><span style="text-decoration:underline;">Preview</span></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“mau kemana kau?” saat ku dapati Jinri sudah berpakaian rapih dan sedang menuju pintu rumah.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“bertemu kyu oppa” jawabnya santai dan sambil tersenyum.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“mengapa kau jadi sering sekali bertemu dengannya diluar jadwal kita huh?” tanyaku terpancing emosi. Kenapa dia jadi sering bertemu Kyuhyun? Kenapa hatiku semakin hari semakin tidak rela?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“sebelumnya aku ucapkan terimakasih padamu Lee Taemin yang sudah mempertemukanku dengan seorang Cho Kyuhyun. Terima kasih padamu karna kau mempertemukanku dengan Cho Kyuhyun, aku jadi bisa merubah hidupku. Terima kasih. Kau memang baik sekali” katanya sambil tersenyum sinis dan menghilang dari pandanganku. Dia pergi. Dia bilang apa tadi? Kyuhyun sudah bisa merubah hidupnya? Jadi selama ini dia mendiamkanku itu karna Kyuhyun?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“kau&#8230;” aku mengepalkan kedua tanganku karna geram. Kenapa Kyuhyun bisa mendapatkan semua orang yang spesial bagiku?!</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Hyenhyo. Sekarang Jinri.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kenapa dia begitu sempurna?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>PRANG! Aku memukul meja tamu yang sekarang berada di hadapanku.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Darah terus menetes dari tanganku tapi semuanya tidak sesakit yang ada dihatiku. Kehilangan Jinri yang dulu ternyata sangat menyakitkan. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang?</em></p>
<p style="text-align:justify;">___________</p>
<p style="text-align:justify;">“itu kan mobilnya Kyuhyun” kataku saat mengintip dari jendela. Jadi benar apa yang baru saja Jinri katakan bahwa dia ingin pergi dengan Kyuhyun? Ternyata sekarang Kyuhyun sudah berani menjemput Jinri. Kenapa tidak dia urusi pacarnya itu? Kenapa dia sekarang malah lebih sering terlihat bersama Jinri dibandingkan Hyen Hyo?</p>
<p style="text-align:justify;">“bukan kah itu bagus untukmu Lee Taemin?” tanpa sadar senyum sinisku pun menghiasi wajah tampanku “satu langkah lagi untuk mendapatkan Hyen Hyo” lanjutku lagi yang masih saja berbicara pada diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">“lebih baik aku ke rumah Hyen Hyo” kataku. “tapi aku penasaran, sebenarnya apa sih yang mereka bicarakan dan lakukan jika sedang diluar akting seperti ini? Jangan-jangan mereka sudah dekat satu sama lain? Apa Jinri benar-benar menyukai Kyuhyun? Kenapa dia bisa menyukai cowok bejat seperti dia? Aish. Sepertinya kau telah salah jatuh cinta saengie. Aku ga akan membiarkan kau mencintai seorang namja yang tidak cocok untukmu” aku berjalan menuju dapur dan mencari kotak p3k untuk menyembuhkan luka di tanganku baru setelah itu aku akan pergi menemui Hyen-noona. Ah Jinri, kau membantu sekali ternyata saengie-ah~</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">HYEN HYO POV</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya aku sedang menunggu Kyuhyun, berharap dia datang dan mengajakku jalan-jalan atau hanya bersantai dirumahku. Tapi kenapa malah anak ini yang datang? Tapi apa boleh buat, daripada aku tidak ada kerjaan dirumah, lebih baik aku menerima tawarannya untuk jalan-jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya kyuhyun kemana sih? apa dia marah karna kemarin aku sempat mencuekkannya? Atau dia sedang asik dengan yeoja baru-nya itu? Huh, apa aku se-membosankan itu sampai-sampai Kyuhyun berselingkuh? Apa kyuhyun sudah tidak mencintaiku lagi? Kenapa dia begitu tega?</p>
<p style="text-align:justify;">“noona, jangan melamun. Kau ingin kemana sekarang?” tanya anak kecil yang sekarang sedang menyetir di sebelahku.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah, aku tidak melamun. Aku ingin kita ke daerah itaewon saja. Kau mau mengantarku? Aku ingin makan makanan yang banyak” jawabku asal. Jika lagi stress seperti ini pasti bawaanku inginnya makan terus. Jadi mungkin akan asik jika kita ke Itaewon, disana banyak yang berjualan, dan lagi sekarang sudah malam bukan? Pasti akan lebih asik.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah ne noona” kata Taemin lalu memutar balikkan mobilnya karna sekarang kita sedang berlawanan arah menuju Itaewon.</p>
<p style="text-align:justify;">“tanganmu kenapa?” tanyaku saat melihat tangan kanannya yang terbungkus perban. “terluka” jawabnya singkat. Ya iya lah terluka, kau pikir aku sebodoh apa? Maksudku kan kau terluka kenapa! Dasar. Aku akan jadi orang bodoh jika terus berbicara dengan orang bodoh seperti dia. Aish!</p>
<p style="text-align:justify;">“hm mashita Taemin-ah, kita kesana yuk” kataku setelah habis melahap makananku dan mengajak taemin ke stan yang lainnya. Aku senang jika ke Itaewon, banyak sekali stan stan yang berdiri dan menyediakan makanan yang lezat. Mashita. Dulu aku sering kesini bersama Kyuhyun, dan ini baru pertama kalinya aku kesini bersama namja lain selain Kyuhyun. Lee Taemin. Ne, sekarang aku sedang bersama dengan Taemin. Ternyata dia anaknya menyenangkan sekali. Aku baru menyadarinya. Dia bisa membuatku melupakan Kyuhyun seketika.</p>
<p style="text-align:justify;">Gomawo.</p>
<p style="text-align:justify;">Setidaknya luka dihatiku sudah sedikit reda.</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun hanya berlaku pada saat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau mau mencobanya?” aku berusaha menawarkannya pada Taemin dan mengacungkan sumpit di depannya. Dia membuka mulutnya dan memakan makanan yang aku sodorkan tadi. “hm, mashita noona” kekehnya. Tuhan, kenapa senyumnya begitu tampan? Aigo aku baru tau kalau dia mempunyai senyum yang bisa menambah dosis ketampanannya ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, memang ini enak sekali. Kau mau lagi?” aku mengacungkan ddeokbokki dengan sumpitku di depan wajahnya lagi. Tapi dia sedang tidak melihat ke arahku. Dan senyumannya pun sudah tidak menghiasi wajahnya lagi. Dia melihat siapa? Ke arah siapa? Aku mengikuti arah pandangannya dan membalikkan tubuhku, mencoba melihat apa yang dia lihat juga. “kyuhyun?” aku sontak kaget melihat kyuhyun yang sedang bersama dengan yeoja itu. Yeoja itu lagi. Mereka bersama lagi. Wae? Kenapa aku harus bertemu dia?</p>
<p style="text-align:justify;">“taemin-ah, ayo kita pergi. Cari makanan lain” ajakku pada Taemin agar mengalihkan pikiranku darinya. Sekarang Kyuhyun sudah lebih berani. Dia mengumbar kemesraannya di depan umum dengan selingkuhannya itu tanpa memikirkan aku lagi. Apa aku ini sudah cukup sabar untuk menghadapi hal seperti ini? Tapi aku tidak ingin kehilangan Kyuhyun. Aku tidak mau dia meninggalkanku dan berpaling dengan yeoja itu. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan?</p>
<p style="text-align:justify;">“itu.. namja-mu noona. Mengapa kau tidak kesana? Dia dengan siapa?” tanya Taemin yang sepertinya terkejut juga melihat Kyuhyun yang sedang menyuapi yeoja di depannya itu. Mereka terlihat sangat bahagia. Masih pantaskah aku tertawa tulus setelah melihat semua ini? Pantaskah?</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa&#8230; sini!” yeoja itu berjalan mendahului Kyuhyun dan dia membalikkan tubuhnya agar bisa melihat Kyuhyun dan menyuruhnya untuk menghampiri dia. Apakah ini yang dimanakan kutukan dari surga?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">TAEMIN POV</p>
<p style="text-align:justify;">Bisa melihat Hyen Hyo tertawa bahagia adalah mimpiku. Dan bisa memilikinya adalah kebahagiaanku. Aku senang hari ini dia bisa dekat denganku. Aku pikir dia sudah mulai melupakan Kyuhyun-nya itu. Dia sama sekali tidak membicarakan Kyuhyun hari ini. Dan kau tau? Aku cukup senang menerima kenyataan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sudah bisa membuktikannya sedikit demi sedikit janjiku bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sudah membuat Hyen Hyo lebih membutuhkanku daripada Kyuhyun-nya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Berkali-kali Hyen Hyo mencoba untuk menyuapi ku, dan aku terima. Tidak mungkin kan jika aku menolaknya? Kau pikir aku itu sebodoh apa menolak kesempatan berharga seperti ini?</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, memang ini enak sekali. Kau mau lagi?” tawarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, noona” aku menyunggingkan senyum tulusku dan sedetik kemudian pandanganku beralih pada sepasang namja dan yeoja yang sedang bersuap-suapan juga. Jinri? Bersama Kyuhyun? Mengapa Jinri terlihat sangat bahagia? Apakah dia memang benar-benar menyukai Kyuhyun?</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa&#8230; sini!” kata Jinri yang sudah berjalan mendahului kyuhyun.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Senyummu&#8230; kenapa kau menyunggingkan senyum tulusmu itu? Apakah kau sekarang begitu bahagia? Apakah kebahagiaanmu sekarang sama dengan kebahagiaan yang sedang aku rasakan? Apakah kau memang benar menyukai Kyuhyun saengie? Jika semuanya benar, aku hanya butuh kau jawab pertanyaanku yang satu ini. Mengapa aku tidak rela melihatmu sebahagia itu dengan Kyuhyun?</p>
<p style="text-align:justify;">Kau tau, aku tidak mau kau menunjukkan senyum manismu itu di depan orang lain. Senyummu itu hanya milikku. Kau adikku. Kau milikku. Tidak sepantasnya kau menunjukkan senyummu itu pada sembarang orang. Kau tau? Dengan senyummu itu saja, kau bisa meruntuhkan pertahanan para namja. Kau bisa membuat namja jatuh hati padamu dan aku tidak mau kau menjadi rebutan para namja itu. Kau sudah gila huh?</p>
<p style="text-align:justify;">“itu.. namja-mu noona. Mengapa kau tidak kesana? Dia dengan siapa?” tanyaku yang berpura-pura tidak tahu bahwa itu adalah Jinri.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau ingin membuatku membencimu huh? Ayo pergi dari sini!” Hyen-noona menarik tanganku paksa dan bayangan Jinri pun segera hilang di dalam kerumunan orang.</p>
<p style="text-align:justify;">Saengie kau&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku rasa kau terlalu indah.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka dari itu aku masih tidak rela melepasmu dengan namja lain. Ini kah alasan sebenarnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Kau kenal denganku sudah hampir 20 tahun, tapi kau jarang sekali menampakkan senyum tulusmu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa kau begitu mudah menunjukkan senyummu itu di depan namja yang baru saja kau kenal?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KYUHYUN POV</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa, kita ke Itaewo saja yuk! Aku lapar sekali, aku juga ingin masak makanan stan disana” rayu Jinri yang sekarang sudah tepat berada di sampingku.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne Jinri yang manis” aku mencubit pipinya pelan dan dia tertawa kecil.</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa&#8230; kalau aku ini jahat, kau masih mau menunjukkan senyummu itu di depanku?” tanyanya tiba-tiba yang membuatku bingung apa maksud dari perkataannya.</p>
<p style="text-align:justify;">“maksudmu?” tanyaku tidak mengerti yang masih fokus pada jalanan di depanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah tidak, lupakan saja. Pertanyaannya tidak penting” oh ya sudah. Tapi apa ya maksud dari perkataannya itu? Kenapa aku merasa ini semua berhubungan dengan hubunganku dengan Hyen Hyo?</p>
<p style="text-align:justify;">Aish! Hyen Hyo! Aku belum berbicara dengannya hari ini! Dia masih belum mau mengangkat telfon dan membalas pesanku. Sebenarnya dia kenapa sih? sepertinya marah sekali. Apa dia melihatku bersama Jinri lalu dia salah paham? Tapi aku tidak pernah melihat ada Hyen Hyo di sekitar kita selama aku sedang bersama dengan Jinri. Ah, mungkin anak itu mood-nya sedang tidak baik atau saja sedang datang bulan. Wanita kan memang sering berubah-ubah tidak jelas seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa&#8230; aku juga mau” rengek Jinri saat aku memakan makananku. “kau seperti adikku” kataku sambil menyuapinya lalu dia tersenyum padaku. Benar-benar senyuman yang manis. Lega sekali rasanya aku hari ini tidak melihatnya menangis. Dia sangat manis jika tidak ada air mata yang menyusuri wajahnya. Lugu sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa&#8230; sini!” katanya yang sudah berlari dan berada jauh di depanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Aish! Kau membuatku gila dengan senyumanmu itu Jinri-ah. kau semakin mengingatkanku dengan Kyu Ra. Ah, ngomong-ngomong apa yang sedang Kyu Ra lakukan di sana ya? Apa dia baik-baik saja disana?</p>
<p style="text-align:justify;">“kyu ra, bogoshippo” bisikku pada diri sendiri dan segera menyusul Jinri yang sudah berjalan didepanku.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau mau kemana lagi anak kecil? Hahaha” aku merangkul pundaknya dan mengikuti kemanapun dia mau. Yang aku harus lakukan sekarang adalah meyakininya bahwa namja yang dia cintai itu sudah tidak bersamanya dan dia harus melupakannya. Dia harus kembali ke kehidupannya yang normal tanpa ada bayangan namja-nya itu. Aku juga harus membuatnya yakin bahwa namja itu memang bukanlah seseorang yang di takdirkan untuk bersamanya. Misiku untuk saat ini hanyalah membuatnya terus tersenyum dan mengikis sedikit demi sedikit kenangan yang telah dia buat bersama namjanya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JINRI POV</p>
<p style="text-align:justify;">Terimakasih Kyu-oppa. Kau membuatku bahagia dan sedikit melupakan Taemin malam ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“oppa&#8230;. kamsha hamnida. Lain kali ajak aku pergi lagi ya^^” ucapku riang saat mobil Kyuhyun oppa sudah terparkir di depan rumahku. Ne, malam ini aku bisa pergi bersamanya karna Kyu-oppa mengajakku. Katanya dia sedang bosan. Tapi kenapa dia tidak mengajak Hyen-unnie? Apakah Hyen-unnie masih marah padanya? Aish! Kau terlalu jahat Jinri, kau sudah membuat orang yang baik dan berhati tulus seperti Kyu-oppa ini merasa sakit. Pasti sekarang Hyen-unnie sedang marah dengan Kyu-oppa. Memangnya tidak sakit apa ketika kita mengetahui bahwa orang yang kita cintai sedang marah dengan kita? Bukankah itu namanya sama saja seperti sedang dikutuk?</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, saengie-ah, masuklah. Orang tuamu pasti khawatir” katanya. Orang tua? Hahaha lucu sekali. Jadi selama ini Kyu-oppa mengira aku tinggal dengan orang tuaku? Kau tau Kyu-oppa? Sebenarnya aku ini tinggal dengan seorang namja yang setiap hari berhasil menancapkan pedangnya dihatiku. Orang yang bisa membuatku menangis karna tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang ada dihatiku. Orang yang aku cintai sekaligus aku benci untuk saat ini. Orang yang mempunyai senyum kedamaian. Orang yang sudah membuatku tergila-gila dengan senyumnya itu, bahkan diriku sendiri selalu mendesak untuk melihat senyumnya itu walaupun aku harus terbunuh ditangannya sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;">“pergilah oppa. Jangan sampai kau datang dirumahmu terlalu malam” kataku sambil tersenyum miris ke arah kyu oppa.</p>
<p style="text-align:justify;">“sudah puas kau pergi dengan Kyuhyun?” tanya Taemin sambil melipat tangannya di depan dadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“maksudmu?” tanyaku sambil mendongakkan wajahku.</p>
<p style="text-align:justify;">“tch! Kau suka dengan Cho Kyuhyun itu? Namja yang sudah berhasil merubah hidupmu menjadi lebih buruk ini?” hah? Merubah hidupku menjadi lebih buruk? Hey! Kau lah Lee Taemin yang selalu membuat hidupku semakin buruk setiap harinya. Bahkan Kyu-oppa lah yang sedikit demi sedikit menghilangkan sifat burukku itu. Kau iblis. Dan Kyu-oppa adalah penolongku. Penolongku dari siksaan iblis sepertimu Lee Taemin!</p>
<p style="text-align:justify;">“menjadi lebih buruk? Apa maksudmu? Tolong jaga ucapanmu itu Lee Taemin!” aku berbicara dengannya dengan nada yang lebih tinggi dari sebelumnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ah, arasseo. Kau memang akan selalu membela dia sepertinya” jawabnya enteng sambil terduduk di sofa ruang tv. Aku selalu membelamu taemin. Aku selalu memilihmu. Aku selalu mendukung keinginanmu apapun itu, dari yang membuatku senang sampai membuatku tersiksa sekalipun. Aku selalu mengutamakanmu. Aku selalu mencintaimu dan tidak akan pernah berhenti sekalipun kau berubah menjadi iblis sekalipun!</p>
<p style="text-align:justify;">“duduklah” suruhnya, lalu aku pun terduduk jauh dari tempat yang sekarang dia duduki. Entahlah, aku sedang tidak ingin dekat-dekat dengannya. Semakin aku dekat dengannya, semakin banyak pula pedang yang menancap di hatiku. Semuanya hanya akan membuatku semakin tersiksa.</p>
<p style="text-align:justify;">“ada apa?” tanyaku.</p>
<p style="text-align:justify;">“misi kita selanjutnya, besok kau&#8230;..” dia memberi tahu misi kita untuk selanjutnya. Hatiku semakin terbesit-besit saja rasanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga hatiku akan kuat untuk menghadapi semuanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga semuanya tidak akan berakhir seperti yang telah aku bayangkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga semuanya akan menjadi terbalik.</p>
<p style="text-align:justify;">Karna aku mencintaimu, melakukan hal paling menyakitkanpun aku mau.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku akan selalu mendukungmu, sekalipun itu akan membuatku mati hanya karna tersiksa.</p>
<p style="text-align:justify;">Kapanpun kau butuh aku, aku bertekad akan selalu membantumu walaupun kau memintaku untuk terjun ke dalam jurang sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">TAEMIN VERSION</p>
<p style="text-align:justify;">“i&#8230; itu.. itu kyuhyun kan noona?” kataku berpura-pura memergoki Kyuhyun dengan Jinri.</p>
<p style="text-align:justify;">“bukan. Ayo kita pulang saja taemin-ah, kepalaku pening sekali” katanya sambil memegang pergelangan tanganku “chakkaman noona, kau harus melihat dengan mata kepala mu sendiri. Kau harus menghadapi kenyataan ini dengan tegar, kau tidak boleh terus menghindar” ucapku meyakinkannya, dia menunduk.</p>
<p style="text-align:justify;">“baiklah jika itu maumu. Aku akan menguntit mereka. Melihat kenyataan bahwa Kyuhyun sedang selingkuh di depanku&#8230;.” air mata perlahan menetes dari matanya menyusuri pipinya yang halus “aku akan menghadapinya..” dia mengusap air mata dengan punggung tangannya dan berbicara lagi “walaupun ini menyakitkan. Kajja, kita dekati mereka biar kita bisa mendengar pembicaraan mereka” Hyen-noona menarik tanganku mendekati mereka berdua. Aku tau ini tarikan paksa, pasti hatinya sekarang sedang terpukul sekali. Lihatlah noona, kau hanya punya aku sekarang, bukan Kyuhyun. Kyuhyun telah menyakiti hatimu. Apakah kau masih akan memaafkannya? Kau terlalu baik noona jika melakukan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“hm, oppa&#8230;” panggil Jinri sambil menengok ke arah Kyu, dan karna Jinri memanggilnya, Kyu pun otomatis melihat ke arah Jinri dan terjadilah kecelakaan itu&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Chu~</p>
<p style="text-align:justify;">Jinri membelalakkan matanya begitupun dengan Kyuhyun. Mereka membuang muka satu sama lain dan jadi salah tingkah “ah mianhae” ucap Kyuhyun memecahkan atmosfir aneh diantara mereka berdua.</p>
<p style="text-align:justify;">Second kiss? Dengan Kyuhyun? Apakah semudah itu bagi Jinri mencium orang lain? Apakah karna dia sudah benar-benar mencintai Kyuhyun lalu dia dengan entengnya rela di apakan saja? Mengapa saengieku begitu bodoh?</p>
<p style="text-align:justify;">“aish!” kataku sambil berbisik “wae taemin-ah, aku lihat tadi tidak? Romantis sekali ya mereka sampai berciuman seperti itu. Bagaimana jika sekarang kita cari jajangmyeon? Pengincaran kali ini sepertinya sudah cukup” ucapnya lirih dan disusul dengan tetesan air matanya lagi “tch! Air mata bodoh, kenapa kau mengalir terus? Ah, maaf ya Taemin. Mereka memang selalu begini, jatuh menyusuri pipiku padahal aku sedang tidak bersedih ha ha ha hahaha” dia memaksakan tawanya itu dan sedetik kemudian tangisnya mulai pecah.</p>
<p style="text-align:justify;">“taemin-ah&#8230; susah sekali rasanya menyembunyikan rasa sakit yang ada dihatiku&#8230;” serunya ditengah-tengah tangisannya. Apa yang harus aku lakukan? Hatiku sakit. Bukan karna melihat Hyen Hyo menangis. Tapi karna kejadian barusan. Kenapa perasaanku semakin kacau saja setiap hari? Kenapa perasaanku meracau tidak jelas jika melihat Jinri berdekatan dengan Kyuhyun?</p>
<p style="text-align:justify;">Aish. Ini semua terlalu membingungkan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">HYEN HYO POV</p>
<p style="text-align:justify;">Chu~</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua kalinya? Kyu, kenapa begitu mudah kau mencium yeoja lain? Apa kah kau sudah melupakanku?</p>
<p style="text-align:justify;">Tes. Air mataku terjatuh dan dengan segera ku elap dengan punggung tanganku.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah berhubungan denganku membuatmu muak sampai-sampai kau berpikiran untuk mencari yeoja lain?</p>
<p style="text-align:justify;">Tes. Lagi-lagi air mataku jatuh dan dengan sigap ku elap lagi dengan punggung tanganku.</p>
<p style="text-align:justify;">Bibirmu sekarang sudah tersentuh dengan bibir yeoja lain. Apakah kau pikir tidak menyakitkan bagiku disini yang masih berstatus sebagai pacarmu?</p>
<p style="text-align:justify;">Tes. Air mataku terjatuh lagi. Tes. Dan lagi. Terus terjatuh.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tidak kuat lagi, sungguh. Taemin, bawa aku pergi dari sini. Ya Tuhan, kenapa kau membuat nasib-ku se-mengenaskan ini?</p>
<p style="text-align:justify;">“aish” aku mendengar taemin berdesis kesal, dia kesal? Dengan siapa? Kyuhyun? Kenapa dia kesal dengan Kyuhyun? Bukankah jika dia memang berniat untuk merusak hubunganku dengan Kyu ini adalah sebuah kesempatan yang bagus? Jika taemin memang kesal dengan Kyu, berarti tidak ada sedikitpun cara licik yang ada diotaknya dong? Apa dia sedang berakting? “wae taemin-ah, kau lihat tadi tidak? Romantis sekali ya mereka sampai berciuman seperti itu. Bagaimana jika sekarang kita cari jajangmyeon? Pengincaran kali ini sepertinya sudah cukup” aku tersenyum menatapnya dan lagi air mataku ini jatuh menyusuri pipiku.</p>
<p style="text-align:justify;">“tch! Air mata bodoh, kenapa kau mengalir terus? Ah, maaf ya Taemin. Mereka memang selalu begini, jatuh menyusuri pipiku padahal aku sedang tidak bersedih ha ha ha hahaha” aku memaksakan tertawa. Tapi ternyata aku tidak bisa. Aku tidak mampu. Hatiku terlalu sakit melihat namja yang kucintai sedang bermesraan dengan yeoja lain. Aku sudah tidak lagi ada di batas kesabaranku sekarang. Semuanya sudah cukup jelas untukku. Kyuhyun memang sudah tidak mencintaiku lagi. Apakah perlu aku melepaskannya sekarang juga. Yang akan menjadi pertanyaannya adalah, apakah aku sudah siap? Apakah aku mampu?</p>
<p style="text-align:justify;">Taemin menghapus air mataku dengan jempolnya dan mendorong kepalaku agar ada dalam pelukannya. Hangat. Tapi tidak sehangat pelukan Kyuhyun. Wae Kyuhyunnie, wae? Kenapa kau berani menyakitiku? Apa salahku sampai kau sebegini jahatnya padaku? Mengapa kau tega melakukan itu semua?</p>
<p style="text-align:justify;">“taemin-ah&#8230; susah sekali rasanya menyembunyikan rasa sakit yang ada dihatiku&#8230;” rintihku di sela tangisanku. Dia memelukku lebih erat ke dalam rengkuhannya dan dia menaruh dagunya di atas kepalaku “sudahlah noona, mungkin dia bukan orang yang baik untukmu” serunya. Bukan orang yang baik? Apakah ini masih masuk ke dalam aktingmu Lee Taemin? Atau Kyuhyun memang bukan orang yang baik untukku?</p>
<p style="text-align:justify;">“ingin sekali rasanya sekarang aku musnah dari bumi ini. Menerima kenyataan seperti ini ternyata lebih menyakitkan dari apapun&#8230; hiks” aku masih menangis, dan tentunya masih dalam pelukannya. Dia memelukku dengan erat. Seperti tidak ingin melepaskan. Tes. Aku merasa puncak kepalaku tertetesi air. Apakah hujan? Bukankah sekarang sedang musim panas? Dan lagi, sekarang cuaca sedang sangat cerah sekali. Air apa?</p>
<p style="text-align:justify;">“tenang noo..noona” sekarang aku dapat merasakan badan taemin juga bergetar, bukan hanya badanku. Menangiskah? Taemin menangis? Wae?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku mencoba untuk melepaskan pelukannya dan menatapnya, dia menunduk lalu mengalihkan pandangannya dariku. “kau&#8230; menangis?” tanyaku pada akhirnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“aniyo, wae?” tanyanya. Kau berbohong taemin-ah, ada bekas air mata di pipimu. Kau yakin tidak habis menangis?</p>
<p style="text-align:justify;">“kau yakin tidak habis menangis?” tanyaku lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, sudahlah. Noona jangan menangis ya. Tadi kau ingin apa? Jajangmyeon? Yuk, kita cari jajangmyeon^^” dia memegang telapak tanganku erat dan membawaku kemobilnya. Telapak tangannya&#8230; lebar sekali. Membuatku nyaman dan meyakinkanku bahwa aku aman dalam genggamannya. Tapi&#8230; Kyuhyun lebih meyakinkanku walaupun dia sudah berhasil membuat dinding yang kita bangun mati-matian itu dirombak hanya dengan kelakuannya itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">TAEMIN POV</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh. Kenapa tiba-tiba hatiku rasanya seperti sedang di remas-remas. Sakit sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Tes. Air mataku jatuh mengenai puncak kepala Hyen Hyo. Jinri-ah, kau sudah berhasil membuatku mengeluarkan air mata. Aku hanya takut kehilangan seseorang yang berharga bagiku. Aku tidak mau kehilangan seseorang yang selama ini selalu membuatku tenang. Kemana semua sikapmu yang dulu? Kenapa kau berubah? Baru dekat dengan Kyuhyun beberapa hari saja kau sudah merubah sikapmu. Apa yang telah Kyuhyun lakukan sampai kau bisa berubah secepat ini? Bukankah kamu bukan tipe orang yang selalu percaya pada orang yang baru saja kau kenal? Atau kau sudah merubah sifatmu itu? Mengapa begitu gampangnya bagimu mencium seseorang yang baru beberapa hari ini saja kau kenal? WAE?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tau aku yang menyuruhmu. Tapi aku tidak pernah menyuruhmu untuk bertingkah melebihi ini. Kau menciumnya. Itu semua tidak ada dalam permainan kita. Kenapa kau melakukannya?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p style="text-align:justify;">JINRI POV</p>
<p style="text-align:justify;">“hm.. oppa” aku menengok ke arahnya dan chu~</p>
<p style="text-align:justify;">Aigo! First kiss-ku! Omona&#8230; eotteoke? First kiss-ku&#8230;. kenapa first kiss ku terjadi karna kecelakaan seperti ini? Aish! Aku kan sudah membayangkan first kiss-ku ini akan aku lakukan dengan Taemin. Kenapa bisa&#8230; Kyu-oppa&#8230; kau mencuri semuanya. Kau mencuri first kiss-ku walaupun aku tau ini murni kecelakaan. Kau mencuri mimpiku. Ini mimpiku untuk bisa melakukan first kiss dengan Taemin, kenapa kau malah mengambilnya? Aish!!</p>
<p style="text-align:justify;">“ah mianhae” kata Kyu oppa meminta maaf “aniyo oppa, ini salahku” kataku menyalahkan diriku sendiri. Seandainya tadi aku tidak memanggilnya, mungkin ini tidak akan terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Aku tau, sekarang Taemin dan Hyen Hyo unnie sedang melihati kita kan? Ini kan misi yang Taemin bicarakan semalam. Tapi kejadian ini, semuanya diluar dugaan. Kenapa bisa terjadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Hyen-unnie, maafkan aku&#8230;. aku tidak bermaksud. Semuanya murni kecelakaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Hyen-unnie, maafkan aku&#8230;. aku mencuri bibirnya Kyu-oppa sesaat.</p>
<p style="text-align:justify;">Hyen-unnie, maafkan aku&#8230;. karna aku telah lancang mencium Kyu-oppa, tapi aku bersumpah, semua ini diluar dugaanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Taemin, bagaimana kau sekarang? Apakah kau sudah merasa menang huh?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku sedih harus tahu bahwa sekarang kau sedang melihatku, memperhatikanku. Aku tidak mau kau melihatku berciuman dengan Kyu-oppa. Aku tidak mau! Aku tidak mau kau berpikiran bahwa aku ini yeoja gampangan yang bisa mencium namja siapa saja kapan saja dan dimana saja. Aku tidak mau! Taemin, maafkan aku.. mungkin hari ini aku tidak akan menjalankan misiku dulu. Aku terlalu shock.</p>
<p style="text-align:justify;">“hm, oppa. Mianhae. aku rasa aku harus pulang. Annyeong” aku beranjak dari kursi Taman dan segera pergi “biar aku antar” kata Kyu oppa yang menyusul dan menarik tanganku.</p>
<p style="text-align:justify;">Maaf&#8230; memang tidak sepantasnya aku berciuman dengannya. Maaf.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">KYUHYUN POV</p>
<p style="text-align:justify;">“ah.. mianhae” ucapku memecahkan keheningan di antara aku dan dia. Kau bodoh Kyuhyun. Bagaimana bisa kau mencium bibir yeoja polos tadi? Kau pasti membuatnya sedih lagi karna dia pasti akan teringat dengan namja-nya lagi. Baboya kau Kyuhyun! Tidak seharusnya kau menengok saat dipanggil namanya tadi. Apa yang tengah kau pikirkan Kyuhyun sampai-sampai kau bisa mencium bibir Jinri? Aish!</p>
<p style="text-align:justify;">“biar aku antar” aku memutuskan untuk mengantar Jinri sampai rumahnya agar aku bisa melihatnya baik-baik saja sampai dia masuk ke dalam rumahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">“kenapa dari kemarin hyen hyo tidak mengangkat telfonku sih? bahkan aku mengiriminya pesan berpuluh-puluh kalipun tidak ada satupun yang dia balas. Kenapa sih dia? Dia juga tidak masuk kerja. Dan saat aku mengunjungi rumahnya, aku langsung di tolaknya mentah-mentah saat baru saja memasuki langkahku menuju halamannya. Memangnya kesalahan apa yang telah aku perbuat?” tanyaku pada diri sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sungguh 4 hari sudah Hyen Hyo mendiamkanku. Aku tidak bisa. Aku tidak kuat jika harus tetap seperti ini. Ini menyiksaku. Tolonglah, jangan membuatku merasakan bagaimana rasanya sakit saat mencintai. Jangan membuatku merasakan sakitnya tekanan cinta. Ku mohon. Angkat telfonku. Bicara padaku. Aku rindu suaramu.</p>
<p style="text-align:justify;">Tut tut tut</p>
<p style="text-align:justify;">Lagi-lagi dia mereject-nya. apa yang harus aku lakukan sekarang?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>To : HyenHyo</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kau marah padaku, akhir-akhir ini aku selalu berpikir begitu. Apa salahku? Kenapa kau tidak mau berhubungan denganku? Apa yang kau inginkan? Kau muak menjadi pacarku? Apakah kau ingin hubungan kita berakhir? Itu maksudmu? </em></p>
<p style="text-align:justify;">Send</p>
<p style="text-align:justify;">Kuatkan mentalmu Cho Kyuhyun. Siapa tau kau akan mendapatkan kabar buruk setelah handphone-mu bergetar lagi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>From : HyenHyo</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Semua pertanyaanmu hanya akan aku jawab dengan satu kata “aniyo”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Hah? Maksudmu? Kenapa kau semakin membuatku bingung? Jika kau memang tidak marah padaku, kenapa kau tidak ingin mengangkat telfonku? Jangan membuatku tersiksa seperti ini Hyen Hyo-ah, ku mohon&#8230;. aku mencintaimu.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>To : HyenHyo</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Maksudmu?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>From : HyenHyo</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Aku rasa kau mengerti. Pikirkanlah apa saja yang telah kau perbuat belakangan ini.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Belakangan ini? Dengan jinri. Ya, aku dengan Jinri. Apa jangan-jangan&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">HYEN HYO POV</p>
<p style="text-align:justify;">Kau tidak sadar dengan apa yang sudah kau perbuat selama ini Cho Kyuhyun-ssi? Hebat sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Prok prok prok.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahkan sekarang kau sedang selingkuhpun kau tidak mengakuinya. Bahkan tidak menyadarinya. Apakah selingkuh itu memang perbuatan biasa sampai-sampai kau tidak merasa bersalah padaku? Hebat sekali.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kau tidak sadar kalau kau telah menyakiti hatiku? Oh aku lupa, dipikiranmu sekarang kan hanya ada yeoja barumu itu. Mana mungkin aku akan dipikirkan lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Selamat berbahagialah.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi maaf, aku masih akan mempertahankan Kyuhyun untuk menjadi namja-ku sekalipun Kyuhyun mengajakku untuk berpisah.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">TAEMIN POV</p>
<p style="text-align:justify;">Cklek. Jinri datang.</p>
<p style="text-align:justify;">“apakah semudah itu bagimu mencium orang yang baru kau kenal?” tanyaku sinis sambil menatapnya tajam yang baru saja menutup pintu rumah.</p>
<p style="text-align:justify;">“maksudmu?” tanyanya sambil memicingkan matanya.</p>
<p style="text-align:justify;">“jadi ini yang sudah namja itu ajarkan padamu? Berkata ketus dan dingin padaku? Iya? Jadi ini yang kau maksud kyuhyun bisa merubah hidupmu?” tanyaku lagi dengan nada menyindir.</p>
<p style="text-align:justify;">“tch!” aku menyunggingkan senyum licikku.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau sedang berpikir apa sih? aku dekat dengan Kyu kan karna kau! karna kita sedang menjalankan misi kita! Karna aku ingin membantumu dekat dengan Hyen-unnie. Apa aku salah?” bentaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, kau salah. Karna kau berhubungan dengan kyuhyun melebihi batas dari kata ‘menggoda’ kau kan hanya aku suruh untuk menggodanya saja, bukan untuk dekat dengannya. Lagipula sepertinya kalian memang sudah benar-benar dekat” sindirku lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">“hah? Bukankah kau sempat bilang bahwa aku boleh dekat dengan kyuhyun? Itu kan akan memperlancar misimu” ucapnya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">“sudahlah. Aku tidak suka kau jadi cewe gampangan seperti ini” ucapku dingin dan tegas.</p>
<p style="text-align:justify;">“cewe gampangan? Maksudmu?” tanyanya sambil mengeluarkan air mata. Jangan tumpah kan air matamu bodoh. Itu jadi membuatku ingin memelukmu. Tapi aku tidak bisa. Memelukmu hanya akan membuat hatiku sakit. Sakit karna aku baru tahu bahwa kau tidak akan pernah memikirkanku lagi, sekarang yang kau pikirkan pasti hanyalah Kyuhyun-mu itu.</p>
<p style="text-align:justify;">“mencium namja yang baru saja di kenal. Dan menghamburkan first kiss-mu kepada orang yang baru dikenal. Bukankah itu namanya sama saja dengan cewe gampangan?” desakku terus. Air matanya semakin banyak mengalir. Dia masih berdiri terpaku di dekat pintu dan sekarang berjalan mendekatiku.</p>
<p style="text-align:justify;">“first kiss? APA PEDULIMU DENGAN FIRST KISS-KU LEE TAEMIN? HUH?” dia membentakku tepat di depan wajahku dan sambil menangis. Ku mohon Jinri, aku tidak sanggup melihatmu seperti ini. Bodoh! Kenapa mulut ini tidak bisa ditahan sekali?</p>
<p style="text-align:justify;">“mungkin ini gila, tapi kau harus tau. Aku hanya ingin kau melakukan first kiss-mu denganku! Puas kau?!” bentakku lalu jalan meninggalkannya dan memasuki kamarku.</p>
<p style="text-align:justify;">BRAK! Aku membanting pintunya dengan keras dan menyesali perbuatanku sejadi-jadinya di dalam kamar.</p>
<p style="text-align:justify;">PRANG! Lagi-lagi aku memecahkan kaca. Sekarang yang kupecahkan adalah kaca yang berada dilemariku. Dan lagi bukan tangan kananku yang melakukannya, tetapi tangan kiriku. Lengkap sudah luka ditanganku karna terlalu emosi kepadamu Choi Jinri. Kau membuatku gila. Apakah dengan melukai kedua tanganku seperti ini tidak cukup membuktikan bahwa aku cemburu?</p>
<p style="text-align:justify;">Apa?</p>
<p style="text-align:justify;">Cemburu?</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">JINRI POV</p>
<p style="text-align:justify;">“aku pulang” ucapku dengan malas lalu menutup pintu kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">“apakah semudah itu bagimu mencium orang yang baru kau kenal?” hah? Maksudmu? Kau bicara denganku? Apa yang baru saja kau katakan?</p>
<p style="text-align:justify;">“jadi ini yang sudah namja itu ajarkan padamu? Berkata ketus dan dingin padaku? Iya? Jadi ini yang kau maksud kyuhyun bisa merubah hidupmu?” taemin.. kenapa kau bisa berbicara seperti ini padaku? Kenapa kau tega membuat hatiku sakit lagi? Kenapa kau tega meruntuhkan pertahananku yang baru saja kukumpulkan hari ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah kau sudah membenciku sekarang karna ciuman tadi?</p>
<p style="text-align:justify;">Aish. Jangan salah paham. Semuanya murni kecelakaan. Aku juga tidak mau ciuman itu terjadi. Kau pikir aku menyukainya? Aku malah tersiksa Lee Taemin. Tersiksa!</p>
<p style="text-align:justify;">“kau sedang berpikir apa sih? aku dekat dengan Kyu kan karna kau! karna kita sedang menjalankan misi kita! Karna aku ingin membantumu dekat dengan Hyen-unnie. Apa aku salah?” kenapa aku jadi serba salah seperti ini? Kenapa akhir-akhir ini aku tidak pernah melihat senyum damai-nya itu? Telah kau buang kemana senyumanmu itu Lee Taemin? Senyum yang benar-benar bisa membuatku bangkit kembali. Jika kau tidak kunjung juga menunjukkan senyummu itu, bagaimana denganku? Senyummu itu bagaikan narkoba dalam hidupku. Aku kecanduan. Dan aku tidak bisa jika tidak melihatnya. Semuanya menyakitkan bagiku. Karna otak dan hatiku memaksaku untuk melihat senyummu itu, tapi kau tidak kunjung juga memperlihatkan senyumanmu itu. Bagaimana?</p>
<p style="text-align:justify;">“ne, kau salah. Karna kau berhubungan dengan kyuhyun melebihi batas dari kata ‘menggoda’ kau kan hanya aku suruh untuk menggodanya saja, bukan untuk dekat dengannya. Lagipula sepertinya kalian memang sudah benar-benar dekat” ya! Menggoda Kyuhyun saja aku tidak mau! Apalagi berhubungan lebih dengannya! Yang aku inginkah hanyalah kau Taemin. Hanya kau. satu-satunya sesuatu yang aku inginkan dihidupku. Kenapa kau tidak bisa menyadarinya?</p>
<p style="text-align:justify;">“mencium namja yang baru saja di kenal. Dan menghamburkan first kiss-mu kepada orang yang baru dikenal. Bukankah itu namanya sama saja dengan cewe gampangan?”</p>
<p style="text-align:justify;">DEG! Kau membuat hatiku hancur Lee Taemin. Dengan mudah kau mengatakanku cewe gampangan. Apakah itu kata-kata yang memang kau siapkan untukku untuk membalas semua perbuatanku selama ini padamu? Setelah aku melakukan apapun yang kau pinta, kau hanya membalasnya dengan kata-kata ‘cewe gampangan’?</p>
<p style="text-align:justify;">Kenapa kau selalu mempeributkan tentang ciuman ini sih?! waktu itu, di restoran. Dan sekarang juga. Memangnya apa pedulimu Lee Taemin? Kau pikir aku mau melakukan itu huh? Aku saja tidak tau ini akan terjadi! Kau pikir aku mau melakukan itu kalau bukan kau yang meminta huh?</p>
<p style="text-align:justify;">“first kiss? APA PEDULIMU DENGAN FIRST KISS-KU LEE TAEMIN? HUH?” bentakku di depan wajahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak salah bukan jika aku menangis sekarang? Aku cukup dibuat sakit hati dengan perkataannya yang mengatakan aku cewe gampangan. Semudah itu kah bagi dia untuk mengatakan hal itu?</p>
<p style="text-align:justify;">“mungkin ini gila, tapi kau harus tau. Aku hanya ingin kau melakukan first kiss-mu denganku! Puas kau?!” apa? Dia sudah gila? Dia ingin aku melakukan first kiss-ku dengan dia? Pikiran bodoh macam apa itu?</p>
<p style="text-align:justify;">BRAK!</p>
<p style="text-align:justify;">Taemin membanting pintu kamarnya dengan keras dan berhasil membuatku terjatuh ke lantai. Kakiku lemas. Sudah tidak bisa menopang tubuhku. Hatiku sakit. Sudah tidak bisa menahan semuanya. Umma.. appa.. mengapa mencintai seseorang membutuhkan pengorbanan yang begitu sulit bagaikan di jebloskan kedalam neraka? Umma.. appa.. apakah dulu kau juga seperti ini? Merasakan sakitnya jadi aku? Huh?</p>
<p style="text-align:justify;">Aku menangis sejadi-jadinya di ruang tamu dengan keadaan terduduk di lantai. Tidak peduli lagi taemin bisa mendengar tangisanku atau tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">“kau gila&#8230;” ucapku lirih di sela tangisanku.</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah ini adalah kutukan karna aku tidak pernah bisa menyatakan perasaanku yang sebenarnya?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah ini yang dinamakan orang hukuman dari surga? Inikah? Mengapa begitu menyakitkan?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah mencintai Taemin adalah sesuatu yang salah?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah hidup di dunia ini juga merupakan sesuatu yang salah?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah bertemu dengannya hanya akan membuat hidupku hancur berantakan seperti ini?</p>
<p style="text-align:justify;">Apakah dia memang sudah di takdirkan untuk menjadi pengacau di hatiku?</p>
<p style="text-align:justify;">Atau dia memang seseorang yang sudah di tuntut sebagai pembunuhku?</p>
<p style="text-align:justify;">Kau membunuhku perlahan dengan sikapmu Lee Taemin.</p>
<p style="text-align:justify;">You’re a murderer!</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Tbc—</p>
<p style="text-align:justify;">Nb : Halo^^ kali ini aku ga telat kan ngepublishnya??? wkwkwkk. Silahkan dibaca^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49700/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49700/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49700&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/love-is-punishment-part-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/be37e94c47270d95cc3feb4e0a349224?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bebskey</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/love-is-punishment-12.png" medium="image">
			<media:title type="html">Love Is Punishment 1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[FF/CHAPTERED/PG-13] Hope, Love, and Passion Chap 4</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-4/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-4/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 10:24:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>r13eonnie 강 하이에나</dc:creator>
				<category><![CDATA[FFindo]]></category>
		<category><![CDATA[Pinky_Girl]]></category>
		<category><![CDATA[Cho kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[hangeng]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Donghae]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49663</guid>
		<description><![CDATA[Title : Hope, Love, and Passion Author : Sarah Sucia Adler Rating : PG-13 Main Casts : Cho Kyuhyun, Hangeng, Lee Donghae, and  Oh Yang Guan Nan Other Casts : SM artist and other Genre : Romance Length : ? &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-4/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49663&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/469108910_large-copy2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-49664" title="469108910_large copy" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/469108910_large-copy2.jpg?w=584" alt=""   /></a></p>
<p>Title : Hope, Love, and Passion</p>
<p>Author : Sarah Sucia Adler</p>
<p>Rating : PG-13</p>
<p>Main Casts : Cho Kyuhyun, Hangeng, Lee Donghae, and  Oh Yang Guan Nan</p>
<p>Other Casts : SM artist and other</p>
<p>Genre : Romance</p>
<p>Length : ? shot</p>
<p>Part : 3 of ?</p>
<p>Previous Chap : <a title="Chap 1" href="../2012/01/14/2011/12/31/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-1/">Chap 1</a> | <a title="Chap 2" href="../2012/01/07/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-1-2/">Chap 2</a> | <a title="Chap 3" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/14/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-3/">Chap 3</a></p>
<p>Disclamer : I don’t own the Super Junior characters here. They belong to SM Entertaiment and themselves.  Oh Yang Guan Nan is belong to me. This story is only a fiction. So please don’t sue me<strong>.</strong></p>
<p>A/N : ini semua cuma fiction, kalo ada kesamaan cerita itu semua maunya saya haha. Diksi disini sengaja saya turunin agak jauh dari psycho dan irrational (jujur emang experimen, mencoba biar diksinya gak terlalu berat dan mudah dipahami).</p>
<p>Summary : cerita tentang seorang gadis bernama Oh Yang Guan Nan, asli China, yang menjadi trainee di SM entertaiment,</p>
<p>Happy Reading</p>
<p><span id="more-49663"></span></p>
<p>***</p>
<p>“Guan Nan!” aku berhenti menari dan menoleh pada sumber suara –pelatih kami. “Apa yang sebenarnya kau pikirkan? Dari tadi gerakanmu kacau semua, tumben sekali, ada apa?”</p>
<p>“<em>A.. anni gwenchana..</em>” jawabku singkat.</p>
<p>Masa iya aku harus bilang bahwa aku sedang memikirkan Kyuhyun <em>oppa</em>? Sudah tiga kali dalam seminggu ini aku memergokinya sedang bersama Song Qian <em>jie jie</em> dan mereka terlalu dekat. Aku cemburu? Seharusnya aku tidak boleh cemburu, aku ‘kan bukan siapa-siapa Kyuhyun <em>oppa,</em> aku sama sekali tidak ada hak untuk cemburu padanya. Tapi aku juga tidak bisa bohong kalau selama seminggu ini pula aku memikirkannya. Dan aku terlalu pengecut untuk bertanya padanya, dengan alasan apa? Aku bukan pacarnya! Sudah tiga hari belakangan aku tidak mengangkat telepon darinya. Aku marah? Tentu saja! tapi mau bagaimana? Kami tidak berpacaran.</p>
<p>“Kau sedang ada masalah?” tanya Ha Young tiba-tiba.</p>
<p>“<em>Anni.</em>”</p>
<p>“Oke mulai lagi dari awal. <em>Five six seven eig</em><em>h</em><em>t,</em>” kami menari dan lagi-lagi aku salah. “Guan Nan…”</p>
<p>“A.. aku izin ke toilet ya, cuci muka,” aku tersenyum canggung dan langsung keluar.</p>
<p>Ah Tuhan apa yang harus aku lakukan? aku benar-benar bingung. Aku terlalu bergengsi tinggi untuk meneleponnya duluan, dan terlalu pengecut untuk mengangkat teleponnya. Jadi apa yang sebenarnya aku mau? Aaaah aku juga tidak tahu.</p>
<p>Aku berjalan gontai dari ruang latihan. Oh Tuhan! Anak-anak Super Junior baru saja keluar ruangan. Apa yang harus aku lakukan? aku sama sekali tidak mau ditanya-tanya. aku mengeluarkan <em>handphone</em>-ku. Lalu berjalan mendekati mereka.</p>
<p>“Ah.. iya, Ibu aku juga kangen kalian, aku ingin pulang ke China deh…” aku pura-pura sedang menelepon aku membungkukkan badan ke arah mereka dan langsung meneruskan berjalan. “Iya tapi aku belum bisa pulang sekarang,” aku kembali berpura-pura. Tadi sempat kulihat Kyuhyun <em>oppa</em> mau bicara tapi aku langsung kabur.</p>
<p>Aku masuk ke kamar mandi dan mulai membasuh wajahku di westafel. Ya ampun Guan Nan kenapa kau jadi melankolis begini sih? Menyebalkan sekali. Eh ponselku berbunyi. Sms dari Kyuhyun <em>oppa.</em></p>
<p>‘Kau menghindariku, hah?’</p>
<p><em>Pabo-ya!</em> Dia itu tidak sadar apa kalau punya salah? Kenapa sih pria tuh gak pernah peka? Ingin kubanting <em>handphone</em> ini, kalau gak inget belinya mahal pasti sudah kulakukan. Gimana nih bales gak ya? tidak usah deh biarkan saja. aku kembali membasuh wajahku. <em>He’s frustrating me.</em> Tingkahnya tidak bisa ditebak, aku sama sekali tidak bisa tahu apa yang dia pikir, apa yang dia rasa, apa yang dia mau, aku tidak mengerti.</p>
<p>Aku melihat jam tangan, harusnya latihan sudah selesai, aku gak usah balik lagi ke tempat latihan deh, pasti pada nanya ada apa denganku. Aku ke atap saja, sedikit <em>refreshing.</em> Aku keluar dari toilet seperti agen FBI yang ketakutan bertemu Super Junior –Cho Kuuhyun mungkin lebih tepatnya. Dengan takut-takut aku berjalan dan dengan cepat menaiki tangga. Aku membuka pintu dan jantungku seolah berhenti. Kakiku melemas sepertinya aku akan jatuh. Aku berpegangan pada pintu besi agar keseimbanganku tidak hilang.</p>
<p>Aku melihat <em>Gege</em> berciuman dengan Ji Hyun.</p>
<p>Tanpa aku sadari air mataku turun, aku kalah. Aku memang bisa menyaingi Ji Hyun untuk soal menari dan menyanyi tapi untuk urusan ini aku kalah. <em>Gege</em> mencintainya dan <em>gege</em> hanya menganggapku adik kecil yang manis. Sekali lagi aku kalah. Aku turun dengan perlahan meninggalkan mereka yang masih bercinta. Aku keluar dari gedung SM dan mulai berjalan, berjalan lebih cepat, kemudian berlari. Aku berlari tanpa tujuan, tanpa arah, aku tidak tahu yang aku butuhkan hanya berlari. Aku terus saja berlari aku tidak tahu sudah berapa lama aku berlari yang jelas kini tungkai bawahku sudah sangat sakit, kakiku melemas dan kemudian aku terduduk. Aku menangis tersedu, dadaku sesak. Kenapa aku harus marah? Dari dulu hingga sekarang <em>gege</em> hanyalah seorang kakak yang menjagaku. Kenapa aku harus marah? Kenapa ku tidak bisa bahagia melihat dia menemukan wanita yang dia cintai? Kenapa aku sangat takut kehilangan dia?</p>
<p>Aku melihat sepasang sepatu <em>converse</em> di hadapanku, aku menengadah dan orang itu mengulurkan tangan memintaku berdiri. Aku tidak menyambutnya, aku malah tambah menangis tersedu. Dia mengelus kepalaku merangkul bahuku dan mengajakku berdiri. Kami berjalan ke sekitar sungai Han. Dia menyuruhku duduk dan dia pergi, tidak lama dia kembali sambil menyodorkan sebotol air mineral.</p>
<p>“<em>Kamsa,</em>” ujarku dengan isakan.</p>
<p>“<em>Gw</em><em>e</em><em>nchana?</em>” tanyanya. Aku tergelak.</p>
<p>“Orang yang menangis tidak ada yang baik-baik saja,<em> oppa,</em>” dia tersenyum manis.</p>
<p>“Siapa?<em> Gege</em> atau Kyuhyun yang membuatmu begini?”</p>
<p>“Donghae <em>oppa…</em>” aku memukul lengannya.</p>
<p>“Aku serius nanyanya tau, <em>gege</em> atau Kyuhyun?”</p>
<p>“<em>Molla,</em>”</p>
<p>“Em?”</p>
<p>“Tadinya aku memang sedang kesal dengan Kyuhyun <em>oppa,</em> dia membuatku tidak konsen latihan gara-gara aku melihatnya bersama Song Qian <em>jie jie,</em> makanya tadi aku cabut latihan <em>dance.</em> Niatnya sih mau <em>refreshing</em> ke atap, taunya malah liat <em>gege</em> sama Ji Hyun,” ucapku panjang lebar.</p>
<p>“Mereka…”</p>
<p>“Berciuman.” Aku sempat melihat bibirnya membertuk O.</p>
<p>“Lalu Kyuhyun? Dia  tidak menjelaskan apa-apa?”</p>
<p>“Sepertinya dia ingin, tapi aku yang sedang tidak ingin bicara padanya.” Air mataku jatuh lagi, Donghae <em>oppa</em> melihatnya dan menghapusnya.</p>
<p>“Sini…” dia menuntun kepalaku agar bersandar di bahunya. “Sebenarnya apa yang kau tangisi?”</p>
<p>“Entahlah… aku menghla napas panjang. “Aku bingung,.”</p>
<p>“Apa kau mencintainya? Hankyung hyung,”</p>
<p>“Cinta? Yang aku tahu aku hanya takut kehilangannya, ia selalu ada saat ayah ibuku tidak ada, dia selalu menjagaku kalau aku takut, kok kedengarannya dia seperti <em>baby sitter</em>-ku ya?”</p>
<p>“Kau telah menjawabnya sendiri, kau hanya takut kehilangan semua perhatiannya. Kau takut dia tidak bisa menjagamu, tidak lagi membuatkanmu makanan, tidak lagi memanjakanmu,” aku terdiam.</p>
<p>“Mungkin kau benar,”</p>
<p>“Sudah jangan menangis,” dia lalu memelukku tapi itu malah membuatku makin menangis.</p>
<p>“Susah payah aku ke sini untuk bertemu dengannya, harusnya aku senang melihat dia bahagia, aku egois ya <em>oppa?</em>”</p>
<p>“Kau manja bukan egois,” aku makin menangis di bahu Donghae <em>oppa.</em> Nyaman sekali dipeluk begini olehnya. “Sudah jangan menangis, mau ku belikan apa? Yoghurt strawberry atau es krim strawberry?” aku menggeleng. Aku benar-benar tidak bernafsu. Aku melepaskan pelukannya dan menatap lurus ke depan.</p>
<p>“<em>Kamsa… </em>“</p>
<p>“<em>Ne,</em>” dia menaruh telapak tangannya di kepalaku. “Jadi, Kyuhyun?”</p>
<p>“Kenapa?”</p>
<p>“Kalau dia, apa kau mencintainya?”</p>
<p>POV end</p>
<p>***</p>
<p>Donghae POV</p>
<p>Aku menggigit lidahku setelah mengatakan pertanyaan itu. Aku tidak tahu apa yang aku pikirkan, padahal aku sudah tahu jawabannya. Ya, tentu saja Guan Nan mencintai Kyuhyun.</p>
<p>“Aku senang berada di dekatnya, aku senang membuatnya tertawa aku cemburu melihatnya bersama wanita lain, apa itu bisa dibilang cinta?” dia malah balik bertanya padaku.</p>
<p>“Lalu apa bedanya dengan <em>gege?</em> Bukankah kau juga merasakan hal yang sama?”</p>
<p>“Itu berbeda…” jantungku berdegup kencang. “Ketika aku tau <em>gege</em> dengan Ji Hyun hatiku bilang ‘aku kalah’ tapi ketika aku melihat Kyu <em>oppa</em> dengan Song Qian <em>jie jie</em> hatiku bilang ‘biarkan aku sendiri dulu, aku ingin menjernihkan pikiran agar aku dapat bicara tenang denganmu’ aku takut salah ucap, aku takut dia salah paham dan akhirnya pergi.”</p>
<p>“Apa yang kau suka dari <em>gege?</em>” pabo kenapa aku bertanya hal-hal yang membuatku sakit hati.</p>
<p>“Caranya menjagaku,” jawabnya cepat.</p>
<p>“Apa yang kau suka dariku?” dia menatapku dengan tatapan bertanya namun sejurus kemudian tersenyum.</p>
<p>“Caramu memperlakukanku,” jawabnya lagi.</p>
<p>“Dan, apa yang kau suka dari Cho Kyuhyun?” dia menatap lurus ke depan dan tersenyum.</p>
<p>“Aku tidak tahu,” jawaban itu yang tidak ingin aku dengar. “Dia memang tidak bisa menjagaku seperti <em>gege,</em> atau memperlakukanku seperti yang kau lakukan, terkadang kata-katanya agak tajam, atau malah banyak diam, aku juga terkadang tidak mengerti apa yang dia pikir, tapi aku menyukainya. Meskipun tanpa alasan.” Aku terdiam, dia kembali menatapku. “<em>Oppa? Gwenchana?</em>”</p>
<p>“<em>Naneun gwaencanajyeo neul geuraewasseo hangsang gwiemanisseodo ireohge haengbokhande (I’ll be okay.. I’ve been like this even being behind you. I’m still happy lie this),</em>” aku menyanyiak sebait lagu .</p>
<p>“Angela,” ujarnya singkat.</p>
<p>“<em>Nega wiroul ddae hokeun seulp’eul ddaedo jik’yeojul sui ttneun namja naramyeon, Jigeum idaero saranghal su isseo yeongweonhi cheongmal yeongweonhi  (when you’re lonely, or even when you’re sad, if that man who can protect you is me, I can love you right now as you are.. Forever, really forever),</em>”  dia tidak sadar dan malah menikmati tiap bait yang au lantunkan, padahal ini pengakuan. Tapi benarkah aku akan baik-baik saja? dia menyandarkan kepalanya di bahuku.</p>
<p>“Kau tahu <em>oppa?</em> Terasa sangat mudah untuk sekedar menyandarkan kepala di bahumu atau <em>gege.</em> Tapi pada Kyuhyun? Untuk melakukan ini saja aku harus berpikir tiga kali. Sekedar menyentuhnya saja aku harus putar otak, aku benar-benar takut salah sikap padanya.” Aku hanya tersenyum. Padahal kau tidak perlu menegaskan rasa cintamu padanya lagi di hadapanku, Guan Nan.</p>
<p>Aku melihat ke sekeliling, untung sedang tidak banyak orang atau besok pagi akan ada <em>Headline</em> ”Donghae Super Junior bermesraan di sungai Han bersama seorang gadis’ bisa-bisa aku kena omel manajer.</p>
<p>“<em>Yobseyo?</em>” Guan Nan tiba-tiba mengangkat telepon, “Oh <em>miana,</em> taruh saja di sana, aku akan kembali ke sana sebentar lagi… Aku tidak tau kapan pulang… iya tidak sampai larut malam… mau pada keluar semua?&#8230; ah ya sudah… <em>Annyeong.</em>” Ditutup dan dia kemudian menghela napas.</p>
<p>“Siapa?”</p>
<p>“Ha Neul.”</p>
<p>“Em… <em>Feel better?</em>”</p>
<p>“Sedikit,<em> kamsa oppa.</em> Setidaknya aku merasa punya teman,” yah hanya teman.</p>
<p>“<em>Choenma,</em> aku lapar sekali nih ayo makan! Aku yang traktir deh,”</p>
<p>“Gak nafsu ah.” Ponselku bergetar dan segera kubaca. Dari Kyuhyun.</p>
<p>‘Jawab dengan jujur, kau bersama Guan Nan?’</p>
<p>Kutekan tombol <em>replay</em> dan kutulis ‘benar, dia sedang sedih.’ Tak lama Guan Nan melihat ponselnya.</p>
<p>“<em>Ottoke?</em>” gumamnya sendiri.</p>
<p>“Ada apa?” tanyaku.</p>
<p>“Kyuhyun <em>oppa</em> menelepon, bagaimana ini?”</p>
<p>“Angkat saja,”</p>
<p>“<em>Andwae,</em> aku takut…” getarannya berhenti. Sebuah pesan masuk lagi, suruh dia angkat teleponku! Kubalas ‘dia takut padamu, nanti saja kau temui dia,’</p>
<p>“Ahh untung saja dia tidak menelepon lagi, tumben sekali dia menyerah. Biasanya dia meneleponku lebih dari sepuluh kali.” Gumamnya lagi.</p>
<p>“Aku harus kembali ke <em>company,</em> ada yang mau dibicarakan katanya, kau bagaimana?”</p>
<p>“Aku juga mau ke sana, mengambil barang-barang,”</p>
<p>“Ya sudah , ayo…”</p>
<p>Kami mulai beranjak dan pergi ke gedung SM.</p>
<p>***</p>
<p>Guan Nan POV</p>
<p>“Jam segini ruang latihan gak ada yang pakai ‘kan?” tanyaku</p>
<p>“Biasanya sih tidak, mau apa?”</p>
<p>“Menari,” aku tersenyum sok kuat. Kami menaiki lift tanpa bicara, apa aku salah omong lagi ya pada Donghae <em>oppa?</em> Kenapa dia jadi diam begini? Keluar lift kami bertemu Super Junior. Mati. Bagaimana ini? Kyuhyun oppa menatapku seakan aku ini tahanan yang harus dibunuh sebentar lagi. Aku menunduk dan menggigit bibir bawahku –takut.</p>
<p>“<em>Gwenchana</em><em>?</em>” ujar Donghae <em>oppa</em> aku menatapnya. Dan melihat ke arah Super Junior. Kyuhyun <em>oppa</em> hendak mendekat. Tapi ditahan oleh Eeteuk <em>oppa.</em></p>
<p>“Setelah <em>meeting,</em>” ujar Eeteuk <em>oppa.</em></p>
<p>“Tapi <em>hyung,</em>” Kyuhyun <em>oppa</em> sangat kecewa.</p>
<p>“ Profesionallah, Kyu.”</p>
<p>“Aku ke sana ya, kalau butuh aku sms saja,” Donghae <em>oppa</em> mengacak rambutku, di hadapan Kyuhyun <em>oppa!</em> Mati. Dia pasti marah-marah. Sudah seminggu kami tidak komunikasi dan dia melihatku dengan Donghae <em>oppa.</em> Ah tapi  dia juga biar saja, biar dia merasakan apa yang aku rasakan ketika melihatnya dengan Song Qian <em>jie jie.</em></p>
<p>Donghae berjalan ke arah Super Junior dan sempat kulihat <em>gege</em> menatapiku. Dia pasti tahu aku habis menangis. Aku segera masuk ke dalam ruang latihan.</p>
<p>Yah di sinilah aku sekarang. Sendirian ditemani cermin besar yang memantulkan bayanganku. Aku menatapinya. Mataku sangat sembab, aku menyalakan ipod-ku dan menari. Freestyle, itu cukup membuatku merasa lebih baik. Tidak terasa sudah sejam aku menggila. Aku duduk membelakangi cermin sambil memeluk kedua lututku.</p>
<p>Apa sebuah kesalahan aku datang ke Korea? Apa benar aku datang kemari untuk Super Junior? Bukan untuk <em>gege?</em> Apa benar mimpi terbesarku debut di SM? apa benar hubunganku yang tanpa status dengan Kyuhyun <em>oppa </em>selama ini membuatku bahagia? Apa keinginan terbesarku adalah mengalahkan Ji Hyun? Ah aku tidak tahu. Semua pertanyaan-pertanyaan bodoh itu terlontar begitu saja dalam otakku. Aku takut salah langkah, aku takut aku menyakiti diriku sendiri. Aku tahu aku pengecut, aku bodoh, aku manja, tapi sudah sejauh ini, haruskah aku berhenti? Menghentikan semuanya dan kembali ke China? Entahlah.</p>
<p>Aku membenamkan wajahku di antara kedua lututku. Aku menangis lagi, kukira air mataku sudah habis. Tapi kini aku menangis, sendirian, terisak tanpa nada. Sampai ada yang membuka pintu. Aku tidak mau melihatnya memikirkan kemungkinan-kemungkinan siapa dia. Dia masuk dan menutup pintu, mendekatiku kemudian memelukku.</p>
<p>“Ada apa, Tuan putri?” tanya <em>gege,</em> ya dia <em>gege.</em> Aku makin terisak dan menangis sejadi-jadinya di pelukan <em>g</em><em>e</em><em>ge,</em> pangeranku.</p>
<p>“Aku mau pulang ke China, <em>Gege…</em> aku mau pulang…” masih dengan terisak aku bicara.</p>
<p>“Kenapa? Kau bertengkar dengan Kyuhyun? Jangan dipikirkan, anak itu memang begitu sifatnya,” ingin sekali aku berteriak aku menangis juga gara-gara kau bodoh!.</p>
<p>“Aku tahu…”</p>
<p>“Kalau dia membuatmu menangis begini, aku bisa saja memukulnya,” bisakah kau memukul dirimu sendiri?</p>
<p>“Jangan…” ujarku.</p>
<p>“Makanya jangan menangis,” <em>gege</em> mengelus keplaku. Apakah nanti aku tidak akan bisa merasakan pelukan ini lagi? Aku benar-benar takut kehilangannya.</p>
<p>“<em>Gege…</em>” aku membasahi kemejanya dengan air mataku.</p>
<p>“Kenapa, Tuan putri?” masih saja dia memanggilku begitu, aku memukul lengannya. Dan dia tergelak. “Sudah Guan Nan-ku jadi jelek kalau menangis,” bolehkah aku memanggilmu Hangeng-ku?</p>
<p>“Jangan tinggalkan aku,”</p>
<p>“Mana mungkin? Nanti siapa yang menjagamu? Kyuhyun? Dia saja membuatmu menangsi begini,” aku mempererat pelukanku pada <em>gege.</em></p>
<p>“Aku takut,”</p>
<p>“Apa yang kau takutkan?”</p>
<p>“Kehilanganmu.”</p>
<p>“Ya ampun, kau tidak akan kehilanganku, Guan Nan.” Aku melepaskan pelukannya dan menyeka air mataku. “Janji?” aku menyerahkan kelingking dan dia menyambutnya.</p>
<p>“Janji,”  dan aku memeluknya lagi.</p>
<p>“Sudah, nanti Kyuhyun biar aku yang urus,”</p>
<p>“Ini bukan sepenuhnya salah Kyuhyun <em>oppa,</em> biar masalahku dengannya aku saja yang mengatasi.”</p>
<p>“Apa kau yakin bisa meng-<em>handle</em>-nya?” aku mengangguk “Baiklah… mau sampai kapan kau memelukku, hah?”</p>
<p>“Sampai besok,”</p>
<p>“Ih, genit…” aku memukul lengannya lagi, “Kau tahu? Heechul ada di bawah, kalau dia tahu kau menangis gara-gara Kyuhyun, bisa-bisa dia menghajar Kyuhyun,”</p>
<p>“Apa kalau kau membuatku menangis dia akan memukulmu juga?”</p>
<p>“Tapi aku tidak akan membuatmu menangis, Guan Nan,” sayangnya kau sudah <em>gege,</em> “Sudah petang, ayo pulang, aku antar,”</p>
<p>“Belikan aku es krim,”</p>
<p>“Es krim strawberry? Iya aku belikan, hapus air matamu, nanti dipikir aku lagi yang membuatmu menangis,” memang.</p>
<p>Aku mengambil tasku dan merapikan penampilanku. <em>G</em><em>e</em><em>ge</em> hanya tersenyum saja. aku mendekap lengan <em>gege</em> seolah tak mau melepaskannya. Kami bertemu Heechul <em>oppa.</em></p>
<p>“Sudah? Kau kenapa Guan Nan?” tanya Heechul <em>oppa.</em></p>
<p>“<em>Anniyo, gwenchanayo,</em>” jawabku sambil tersenyum. “<em>Oppa, gege</em> aku pinjam untuk hai ini ya?”</p>
<p>“Tidak boleh!”</p>
<p>“<em>Oppa… please…</em> ya ya ya…”</p>
<p>“Iya tapi jangan bersedih lagi, oke?” dia mencubit pipiku.</p>
<p>“<em>Kamsa oppa…</em>” aku memeluk Heechul <em>oppa.</em></p>
<p>“Heh, jangan genit,” <em>gege</em> menarikku. Aku hanya dapat mengerucutkan bibir. “Kalian masih lama di sini?” tanya <em>gege</em> pada Heechul <em>oppa.</em></p>
<p>“Kami sudah selesai, kalau Kyuhyun,” Heechul <em>oppa</em> melirikku, “Mungkin masih lama ada tawaran apa gitu, aku tidak mendengarkan,”</p>
<p>“Ah, kalau begitu aku mengantar dia dulu, nanti aku langsung ke <em>dorm,</em>” papar <em>gege.</em></p>
<p>“Oke, bersenang-senanglah,” aku mendekap lengan <em>gege</em> lagi.</p>
<p>Kami naik bus, dan duduk di kursi untuk dua orang. Aku menyandarkan kepala di bahu <em>gege.</em></p>
<p>“<em>Gege…</em>” panggilku.</p>
<p>“Em?”</p>
<p>“Kita sudah sama-sama dewasa,”</p>
<p>“Oh?  Kau sudah dewasa?”</p>
<p>“Ah<em> gege</em> aku sedang tidak bercanda,”</p>
<p>“Ah oke,”</p>
<p>“Kita sudah sama-sama dewasa, kita bukan lagi bocah kecil yang bisa mandi bersama,” dia tergelak. “Lambat laun kau akan menemukan seseorang yang menarik bagimu…” ah sial tenggorokanku tercekat “Begitu pula aku, mungkin nanti kita tidak akan bisa seperti ini lagi,” aku memeluk pinggang <em>gege.</em></p>
<p>“Walaupun aku nanti punya seseorang yang spesial, aku akan tetap menjagamu Guan Nan,”</p>
<p>“Tidak mungkin, nanti pacarmu marah, atau cemburu padaku.”</p>
<p>“Apa maksud perkataanmu sih?”</p>
<p>“Aku hanya…”</p>
<p>“Takut kehilanganku?”</p>
<p>“Iya,” air mataku turun lagi.</p>
<p>“Tidak akan Guan Nan, aku janji,” aku tidak bisa memegang janjimu <em>gege,</em> tapi aku selalu coba percaya. Sama seperti janji Eeteuk <em>oppa</em> waktu itu.</p>
<p>“Iya,”</p>
<p>“Jangan menangis, aku lelah melihatmu menangis,” aku mengangguk dan menyeka air mataku.</p>
<p>“<em>Gege…</em> Guan Nan mau es krim…” <em>gege</em> tersenyum.</p>
<p>“Iya sayang, kita beli setelah ini,”</p>
<p>Aku memeluknya lagi. Biarlah begini, untuk saat ini. Cukup begini, dan semua akan baik-baik saja.</p>
<p>Ponselku bergetar –sms dari Kyuhyun <em>oppa.</em></p>
<p>Jebal jangan siksa aku begini, Guan Nan.</p>
<p>Aku membalasnya</p>
<p>Maaf. .</p>
<p style="text-align:center;"> <strong>TBC</strong></p>
<p style="text-align:left;">well&#8230; saya minta maaf karena minggu kmaren ga post, lagi sibuk banget sama lomba maaf ya&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49663/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49663/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49663&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/ffchapteredpg-13-hope-love-and-passion-chap-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95a35ddde9bc310ef88702b63ce33481?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rieriedestiny</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/469108910_large-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">469108910_large copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Foreigner Love Part 2 [END]</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/foreigner-love-part-2-end/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/foreigner-love-part-2-end/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 06:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sapphireskyblue</dc:creator>
				<category><![CDATA[reemaxy501]]></category>
		<category><![CDATA[henry lau]]></category>
		<category><![CDATA[key]]></category>
		<category><![CDATA[Seungri]]></category>
		<category><![CDATA[suju]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49693</guid>
		<description><![CDATA[Title  : Foreigner Love Cast  : Henry SJ, Hyun Neul (OC) Genre  : Romance, Comedy Author : reizky, @reizkycnb PART 1 Annyeong^^..maaf ya br bisa nerusin FF ini. Semoga reader suka ya.. RCL PLEASE!! “Henry-ya! Kenapa berlari seperti itu?” teriak &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/foreigner-love-part-2-end/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49693&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/some2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-49695" title="some" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/some2.jpg?w=584&#038;h=388" alt="" width="584" height="388" /></a></p>
<p>Title  : Foreigner Love</p>
<p>Cast  : Henry SJ, Hyun Neul (OC)</p>
<p>Genre  : Romance, Comedy</p>
<p>Author : reizky, @reizkycnb</p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/04/foreigner-love/">PART 1</a></p>
<p>Annyeong^^..maaf ya br bisa nerusin FF ini. Semoga reader suka ya..</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff0000;">RCL PLEASE</span>!!</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-49693"></span></p>
<p>“Henry-ya! Kenapa berlari seperti itu?” teriak seseorang yang sepertinya Sungmin. Hyun yang mendengar nama Henry dan suara Sungmin sontak berusaha menahan nafasnya yang berhembus tak teratur. Dia lagi-lagi bertemu dengan suju. Dan lagi-lagi Henry yang mengajaknya. Wajahnya sudah merah seperti kepiting rebus. Ia sangat maulu untuk berbalik.</p>
<p>“Hyun-ah! Kita bertemu lagi,” ujar Henry sambil membalikkan badan Hyun menghadap kearah member suju. “Eh, kenapa mukamu merah?” tanya Henry innoncent.</p>
<p>Henry benar-benar tak tahu perasaan seorang wanita. Tentu saja seorang wanita akan sangat malu jika diperlakukan seperti ini lalu tiba-tiba dalam keadaan yang tidak harusnya bertemu dengan idolanya. Tentu ia akan meras gugip dan grogi. Namun benar-benar Henry tak bisa memahaminya.</p>
<p>“Oh,Hyun-a. Henry, bagaimana kau bisa bertemu dengan Hyun?” tanya Donghae.</p>
<p>“Oh tadi aku sedang dikejar ELF. Lalu bertemu dengannya di depan. Sepertinya dia sedang mencariku,” jawab Henry santai. Sedangkan Hyun? Ia syok berat. Menoleh ke arah Henry dan&#8230;</p>
<p>“Hyaa!!! Kau menyebalkan! Dasar artis aneh! Konyol!” Hyun memukuli Henry dengan tasnya. Hae dan yang lain segera menghentikkan aksi penganiayaan yang memang patut diterima Henry*LOL*.</p>
<p>“Hey,kenapa kau memukulku? Apa salahku?” tanya Henry tak berdosa.</p>
<p>Hyun semakin naik darah, “Mwo?! Salahmu? Tentu saja banyak. Kenapa kau menyeretku kesini? Kenapa? Lalu kau membawaku masuk kesini. Setelah itu kau bilang aku mencarimu. Kau ini innoncent atau sok innoncent? Menyebalkan sekali!”</p>
<p>“Hah, Cuma seperti itu saja marah.”</p>
<p>“Hah? Kau&#8230;” Belum selesai Hyun mengomel lagi, Leeteuk segera melerai mereka.</p>
<p>“Sudahlah. Kalian ini seperti anak kecil saja. Henry, kenapa kau membawa Hun kemari padahal Hyun tidak menginginkannya?” tanya Leeteuk.</p>
<p>“Mmm..Aku hanya iseng saja,Hyung,” jawab Henry sambil nyengir.</p>
<p>“Selalu saja seperti itu. Selalu jahil kepada orang lain. Kalau kau mau jahil itu terhadapa Kyuhyun. Itu baru adil. Kau kan baru kenal Hyun, kenapa sudah merasa sok dekat seperti itu?”</p>
<p>“I..itu karena..A..a..aku..”</p>
<p>Lagi-lagi Henry belum selesai berbicara, Eunhyuk langsung berujar, “Kau menyukai Hyun ‘kan??”</p>
<p>“Mwo?! Aniya. Aku hanya senang mengerjainya saja. Sudahlah aku mau main dengan Amber saja.” Henry pergi meninggalkan Hyun. Sebenarnya wajah Henry sudah seperti kepiting rebus. Ia merasa jantungnya berdetak cepat saat Eunhyuk mengatakan kalimat itu. Hyun yang mendengar itu segera berlari keluar ruangan. Bukannya ia tersinggung, tapi ia malu jika sampai member Suju melihat wajahnya yang sudah berubah merah merona itu.</p>
<p>&#8211;HYUN POV—</p>
<p>Jinja. Mimpi apa aku tadi malam. Kenapa aku harus bertemu lagi dengan seorang Henry Lau yang ternyata menyebalkan itu? Aku benar-benar malu diperlakukan seperti itu di depan para member. Tapi, ada sesuatu yang berbeda. Kenapa jantungku berdetak cepat saat mendengar kalimat Hyuk Oppa? Tentu saja berdetak cepat. Namanya juga malu. Aku tidak boleh berpikir aneh-aneh.</p>
<p>Aku berjalan mencari toilet untuk menenangkan diri. Tentu saja aku tidak akan bisa bertemu dengan Henry jika aku masuk toilet wanita. Kecuali lelaki itu benar-benar nekat.</p>
<p>“Eh, kenapa aku jadi percaya diri sekali. Kenapa Henry harus mengikutiku? Kenapa aku ge-er ya? Aissh,” gumamku.</p>
<p>&#8211;ATUHOR POV—</p>
<p>Setelah selesai menenangkan diri di toilet, Hyun pergi mencari pintu keluar dari backstage. Karena sebenarnya tempat ini hanya untuk para artis saja. Tapi karena Henry tadi, Hyun diperbolehkan masuk oleh security. Hyun hampir putus asa mencari jalan keluar. Tapi saat ia berjalan, tak sengaja ia membaca kertas yang tertempel di sebuah pintu ruangan. “BIG BANG’s ROOM”. Matanya melotot. Bibirnya membuka lebar.</p>
<p>“Seungri Oppa,” gumamnya. ‘Ceklek’ Seseorang keluar dari ruangan tersebut. Gotcha! It’s Seungri. Seungri menatap aneh Hyun.</p>
<p>“Mmm..kau staff KBS baru ya?” tanya Seungri. Hyun hanya diam. “Kalau begitu aku duluan ya. Bye,” Seungri lalu pergi setelah menyapa Hyun.</p>
<p>“Aku baru saja bertemu dengan pangeran. Dia menyapaku. Dia sangat ramah,” kata Hyun pelan. Hyun lalu meneruskan perjalanannya. Namun sialnya, dia malah masuk ke backstage. Dilihatnya banyak sekali Kpop Idol disana. Ia benar-benar tak percaya dnegan semua ini. Ini semua gara-gara Henry juga. Karena Henry, ia bisa bertemu dengan para artis ini. Hyun hanya bisa berdiam diri. Diantara para artis yang sedang mempersiapkan penampilan mereka. Ia kini berdiri di backstage dekat panggung. Ia dapat menonton para artis tampil dengan sangat jelas. Ia samar-samar mendengar staff KBS berbicara. “Sekarang waktunya Suju. Ayo siap-siap dulu,”kata Staff tersebut.</p>
<p>Sontak Hyun membeku. Dia malu sekali jika bertemu dengan suju lagi. Ia berharap suju tidak melihatnya. Saat suju tampil di depan, ia merasa snagat senang dan beruntung sebagai seorang ELF. Melihat idolanya tampil live sedekat ini. Bahkan Hyun bisa saja mencium idolanya tiba-tiba jika ia mau dan tak punya malu, karena jarak mereka yang sangat dekat dan tanpa pengamanan security. Saat Suju menyanyikan lagu Mr.Simple bagian pertengahan, ada seseorang yang sepertinya berdiri di samping Hyun. Hyun ingin menoleh dan melihat siapa orang itu. Tapi, ia mengira bahwa orang itu pastinya staff.</p>
<p>“Eh, agasshi, Kau staff baru KBS ya?” tanya orang di samping Hyun yang ternyata laki-laki.</p>
<p>Hyun menjawab tanpa menoleh, “Aniyo. Aku hanya penonton yang nyasar karena seseorang yang menyebalkan.”</p>
<p>Henry yang mendengar suara itu serasa mengenalinya. Dan jawaban gadis di sampingnya itu juga membuatnya semakin curiga. Henry menoleh dan berkata pelan, “Hyun-ah.”</p>
<p>Hyun sontak menoleh ke sampingnya. Ia membelalakkan matanya. “Henry! Kenapa kau mengikutiku?” tanya Hyun percaya diri.</p>
<p>“Mengikutimu? Halo! Bukannya kau yang mengejar-ngejarku? Kau mau menonton penampilanku ‘kan? Tapi ternyata aku tak tampil. Kasihan sekali. Hahahaha,” Henry terus tertawa. Sedangkan Hyun hanya bisa memandangnya kesal.</p>
<p>“Hyung!” seseorang memanggil kearah Henry. Henry menoleh begitu juga Hyun Ternyata lelaki itu adalah Key, Kim Ki Bum SHINee. Lagi-lagi Hyun bertemu sang pangeran tampan lain. Benar-benar surga dunia, pikirnya.</p>
<p>“Oh, Key. Waeyo?” tanya Henry.</p>
<p>“Aku hanya heran melihat kalian yang sepertinya bertengkar. Hyung, gadis yang bertengkar denganmu ini siapa?”</p>
<p>“Oh ini wanita asing yang mengerjar-ngejarku.ckck,” kata Henry sambil cekikikan. Hyun melotot kearahnya.</p>
<p>Hyun menoleh kearah Key, lalu membungkuk dan menyapa dengan ramah, “<em>Annyeonghaseyo. Joneun </em>Kim Hyun Neul-imnida. Kau bisa memanggilku Hyun saja, Ki Bum-ssi.”</p>
<p>Henry mendengus, “Ck..Sok manis.”</p>
<p>“Ah kau terlalu formal. Kim Ki Bum-imnida. Kau bisa panggil aku Key, seperti orang-orang biasa memanggilku. <em>By the way</em> nama marga kita sama ya? Hahaha. Kebetulan sekali,” kata Key ramah.</p>
<p>“Tidak perlu ramah dengan wanita ini. Dia itu mengerikan,” ejek Henry.</p>
<p>“Henry-<em>ah</em>, dia cukup manis kok,” kata Key. Pernyataan Key itu membuat Hyun menjadi malu. Wajahnya kini sudah seperti kepiting rebus.</p>
<p>Henry, Key dan Hyun kemudian melihat penampilan super junior. Mereka terlihat sangat menikmati penampilan itu. Tak lama, Super Junior selesai <em>perform.</em> Jantung Hyun berdetak cepat. Selalu seperti itu jika bertemu dengan Super Junior. Para member Suju mendekati Hyun, Henry dan Key. Donghae yang ada di barisan depan. Ia melemparkan senyum menawannya kepada Hyun.</p>
<p>“Annyeong, Hyun-<em>ssi.</em> Kau, Key dan Henry terlihat seperti teman sebaya yang snagat akrab,” jelas Hae ramah.</p>
<p>“Andwae! Kajja kita pulang,” kata Henry seenaknya lalu berlalu dari hadapan Hyun dengan wajah sok cuek. Hyun mendengus kesal. Semua member suju satu per satu menyapanya lalu mengikuti si Henry pergi.</p>
<p>“Enak saja dia. Selalu menggangguku. Selalu menjahiliku. Padahal baru bertemu beberapa hari yang lalu. Artis seperti apa dia. Aku menyesal pernah menyukainya. Sangat menyesal,” gerutu Hyun panjang lebar. Tanpa disadarinya, Key sedari tadi mendengarkan gerutuan Hyun. Ia merasa bahwa Hyun ini snagat lucu.</p>
<p>“Hyun?”</p>
<p>Hyun membalikkan badannya. Ia kaget. Ia menutupi mulutnya yang menganga lebar. Tentu saja ia menjadi seperti itu. Apalagi ada seorang idola yang ada didepannya mendengarkan gerutuannya yang memalukan tadi.</p>
<p>Key tersenyum smabil berkata jahil, “<em>Gwenchana. </em>Aku tidak akan mengatakannya pada Henry. Kau tenang saja. Ngomong-ngomong kau sangat lucu dan <em>cute.</em>” Key lalu berlari meninggalkan Hyun yang masih terbengong-bengong.</p>
<p>[HYUN POV]</p>
<p>Hari i ini benar-benar hari yang sangat melelahkan. Hal-hal yang terjadi padaku hari ini benar-benar di luar dugaan. Bertemu Suju lagi, Seungri, Key itu sangat menyenangkan. Tapi ada satu yang membuat <em>mood</em>ku benar-benar rusak. Henry! Dia sangat <em>childish</em>, menyebalkan, jahil, nakal, usil, semuanya. Semua sifat evil yang seharusnya ada pada Kyuhyun tapi malah ada dalam diri si mochi itu.</p>
<p>Aku menyusuri jalanan malam Seoul. Kebetulan aku sudah hafal jalan menuju ke hotel tempatku menginap. Walaupun hari melelahkan, aku tetap bahagia. Akhirnya aku bisa juga berdiri di sini. Di Korea Selatan. Mulai besok aku sudah harus ke KBRI. Aku bisa ada di sini karena KBRI memberiku hadiah atas prestasiku dalam menulis naskah drama. Beruntungnya ayahku adalah asli Korea, jadi ya aku mudah sekali untuk hidup di sini. Bisa berbahasa Korea dan mengetahui segala budayanya. Walaupun aku ini keturunan Korea, tapi ayahku tidak pernah membawaku ke sini setelah kepindahanku 10 tahun lalu. Dan akhirnya kini aku bisa kembali ke tanah nenek moyangku dnegan jeripayahku sendiri. Menyenangkan sekali rasanya.</p>
<p align="center">~&lt;3333~</p>
<p>[AUTHOR POV]</p>
<p>DROM SUJU</p>
<p>Para member suju pagi-pagi sekali sudah bangun. Hari ini mereka sedang mendapatkan libur. Mereka bangun pagi khusus untuk <em>jogging</em> di taman dekat dorm mereka. Taman di dekat apartement suju sangat indah tetapi sangat sepi. Jadi mereka bisa tenang bermain-main di sana tanpa ada penguntit ataupun para fans-fans yang mengejar-ngejar mereka. Saat semua telah bangun, tinggal Henry yang masih tertidur pulas diatas kasur empuknya.</p>
<p>“<em>Hya!</em> Henry-<em>ya.</em> Cepat bangun!” teriak Eunhyuk.</p>
<p>“Malas. Duluan saja,” jawab Henry.</p>
<p>“Ya sudahlah kita tinggal saja. Anak ini benar-benar <em>childish</em>.”</p>
<p>Para member suju pergi ke taman. Mereka melakukan berbagai macam hal. Walaupun tidak semua ikut, karena ada beberapa member yang mempunyai urusan sendiri. Henry lalu datang dengan wajah yang sudah sangat tampan dan baju santai yang bersih. Ternyata ia sudah mandi.</p>
<p>Henry berjalan menuju taman. Ia melihat Hyung-hyungnya sedang bermain-main. Ia mengedarkan pandangannya di sekitar taman. Matanya tertuju pada seorang gadis yang sedang duduk sambil memainkan kamera SLR-nya. Gadis itu memfoto setiap sisi dari gedung apartement suju bukan si sujunya sendiri. Mungkin ia tidak melihat bahwa di taman itu juga ada Super Junior. Henry berjalan mendekati gadis itu. Gayanya santai mengingatkan Henry pada seseorang yang beberapa hari lalu ditemuinya.</p>
<p>“Annyeong,” sapa Henry ramah.</p>
<p>Gadis itu menjauhkan lensa SLR dari wajahnya. Ia menoleh ke asala sura yang menyapanya. Gadis itu melotot melihat Henry. Begitu juga Henry. Namun, bukannya Henry sebal, tapi dia malah senang harus bertemu dengan gadis ini lagi.</p>
<p>“Kau lagi kau lagi,” Hyun mendesah putus asa.</p>
<p>“Haha..Kau itu menguntitku ya?” tanya Henry yang duduk di samping Hyun.</p>
<p>“Enak saja. Aku ini sedang mencari tugas dari KBRI untuk mengikuti pameran fotografi. Jangan terlalu percaya diri, Henry-ssi,”</p>
<p>“Ah~ Begitu ternyata. Kalau dilihat-lihat kau itu cantik juga ya?” goda Henry.</p>
<p>“Jangan kurang ajar ya.”</p>
<p>“Aku hanya bilang sejujurnya. Masa kau tak percaya..ckck,” kata Henry dengan senyum evilnya. Hyun menahan senyumnya. Mukanya yang merah berusaha ditutupinya. Ia tak tahu mengapa, saat Henry mengatakan itu jantungnya serasa berlari estafet. Begitu juga Henry, walaupun ia memang sengaja menggoda Hyun tapi muncul suatu getaran dalam hatinya. Seketika suasana di sekitar mereka berdua menjadi hening. Tidak ada yang angkat bicara. Hanya ada diam.</p>
<p>“Hya! Lagi-lagi ketahuan berduaan. Kalian pacaran ya?” ucap seseorang yang membuat Hyun mengangkat wajahnya.</p>
<p>“Aniyo, Hyung. Aish kalian menyebalkan sekali,” seru Henry pada Leeteuk.</p>
<p>“Oh jadi kau sudah mandi karena akan bertemu dengan Hyun. Jadi magnae kita yang ini sudah dewasa ya. Kalau begitu nikmati kencan kalian ya..haha,” para member suju tertawa dan berlari meninggalkan Henry dan Hyun.</p>
<p>“Hyun-<em>ah,</em> kau mau kutemani mencari objek untuk fotografimu?” tanya Henry canggung.</p>
<p>“Untuk apa kau membantuku? Kau mau mengerjaiku lagi ya?”</p>
<p>“Ani, aku benar-benar ingin membantumu. Ya sudah kalau tak mau,” Henry beranjak dari duduknya lalu meninggalkan Hyun.</p>
<p>“Ah tunggu. Baiklah. Tapi kau nanti mentraktirku ya?” tawar Hyun.</p>
<p>Henry mendesah putus asa, “Baiklah.”</p>
<p>Mereka berjalan-jalan bersama seperti saat pertama kali mereka bertemu. Namun, kali ini berbeda. Mereka terlihat lebih akrab. Hyun tidak galak seperti biasanya. Ia malah menunjukkan sedikit perhatiannya pada Henry. Seperti saat baju Henry terkena noda es krim anak kecil yang berlari-lari dan menabraknya. Henry tetap saja jahil terhadap Hyun. Itu karena dirinya senang sekali melihat ekspresi Hyun saat sedang marah.</p>
<p align="center">~&lt;33333~</p>
<p>                Sudah 3 minggu Hyun dan Henry saling berhubungan. Hampir setiap hari Henry bertemu dengan Hyun dan meneleponnya. Sebenernya pertemuan mereka lebih banyak tidak disnegaja. Seperti takdir telah memepertemukan mereka. Henry mulai nyaman dnegan adanya Hyun disisinya. Walaupun setiap hari mereka selalu bertengkar, tetapi pertengkaran itu pertengkaran yang indah. Setiap ucapan yang keluar dari mulut maisng-masing adalah cacian. Tapi cacian yang membuat keduanya semakin terlihat hangat.</p>
<p>Hari ini Hyun benar-benar sibuk karena harus training membuat naskah drama bersama para penulis skenario drama korea. Henry terus mencoba menelepon Hyun. Namun HP Hyun ada di dalam tasnya. Hyun terlalu fokus dengan pekerjaannya. Henry sangat gelisah. Ia takut tidak bisa bertemu dengan Hyun lagi. Karena sewaktu-waktu dia bisa saja mendapat pekerjaan ke luar kota. Itulah yang terjadi saat ini. Manager suju menunjuk Henry untuk ikut member yang lain tampil di sebuah acara di Jeju. Awalnya Henry menolak. Tapi karena itu demi karirnya, ia merasa wajib menerimanya.</p>
<p>[HENRY POV]</p>
<p>DORM SUJU</p>
<p>“Aissh..Kemana anak itu? Kenapa tak mengangkat teleponku ya?” kata Henry gelisah.</p>
<p>“Mungkin dia sedang sibuk,Henry. Jangan terlalu dipikirkan. Kau malah akan mengganggunya nanti,” kata Sungmin menenangkan Henry.</p>
<p>Henry menaruh handphonenya dan duduk di sofa, “Ne. Tapi nanti kalau aku tak bisa bertemu dengannya lagi bagaimana? Kita kan belum tahu sampai kapan di Jeju. Hyun pulang seminggu lagi. Bagaimana bisa aku tenan?”</p>
<p>“Ah~ Kau menyukainya ya?” goda Eunhyuk.  Henry hanya diam.</p>
<p>“Mengaku sajalah. Kau itu kelihatan sekali menyukainya,” kata Kyuhyun ikut campur.</p>
<p>“Kelihatan? Benarkah? Berarti aku sangat bodoh. Belum pernah aku seperti ini. Apakah Hyun tahu aku suka dia? Apakah dia sadar? Apa dia suka juga denganku? Atau dia ingin menjauhiku makanya dia tidak mengangkat telepon? Bagaimana kalau itu terjadi? Dia akan pulang ke negaranya. Huwaaaaa!!” Henry frustasi seperti orang gila. Member suju yang lain menatapnya dengan aneh,kasihan, tapi juga menahan tawa.</p>
<p>Siwon maju dengan gagah ke hadapan Henry , “Nyatakan padanya secepatnya setelah dia mengangkat teleponmu. Jika tidak kau pasti akan menyesal.”</p>
<p>“Ah~ Baiklah. Aku harus segera meneleponnya ulang.”</p>
<p align="center">~&lt;33333~</p>
<p>                Hyun telah menyelesaikan trainingnya. Ia segera kembali ke hotel tempatnya menginap dengan bis. Kini dia sudah terbiasa naik bis, karena sudah kenal daerah di sekitar hotelnya dan KBRI. Ia mengambil <em>handphone</em>nya. Ia terperangah melihat 10 <em>misscall</em> dari Mochi. Ya Mochi adalah nama kontak Henry di HP Hyun. Dan ada lebih dari 10 sms yang dikirim oleh Henry.</p>
<p>“Aish. Anak itu kenapa sih?” gumamnya.</p>
<p>SMS 1</p>
<p>From: Mochi</p>
<p>Hyun~a, hari ini aku akan ke Jeju. Aku tidak tahu kapan akan kembali ke Seoul.Kapan kau akan pulang ke Indonesia? Bisakah kita bertemu sebelum aku berangkat pukul 19.00 malam nanti.</p>
<p>SMS 2</p>
<p>Hyun~a, kamu mau tidak bertemu denganku?</p>
<p>SMS 3</p>
<p>Hya! Kenapa tak membalas? Ayolah balas smsku. Sudah ku telepon berkali-kali tapi kenapa tak diangkat?</p>
<p>SMS 4</p>
<p>Hyun, jebal balas smsku. Aku benar-benar ingin bertemu denganmu.</p>
<p>(langsung sms yg akhir-akhir aja ya)</p>
<p>SMS 9</p>
<p>Aku lelah. Ini sudah setengah 7. Itu berarti kau tidak mau bertemu denganku? Apa kau sedang ada kerjaan, atau marah padaku?</p>
<p>SMS 10</p>
<p>Ya sudahlah..Aku sudah mau berangkat. Aku tak tahu kapan kembali. Kuharap saat aku kembali kau masih di Seoul. Annyeong, Hyun~a. Jangan lupa makan dan istirahat ya..</p>
<p>Seulas senyum tibul di bibir mungil Hyun. Matanya menerawang keluar menatap suasana malam kota Seoul. Dihapusnya embun pada jendela. Ia menghela nafas panjang berusaha menahan air mata yang akan menyeruak keluar dari pelupuknya.</p>
<p>“Henry~ya, mianhe,” gumamnya tepat saat butiran air jatuh mengalir pada pipinya.</p>
<p align="center">~&lt;33333~</p>
<p>                Henry berlari memasuki hotel.Ia menanyakan kepada resepsionist tentang penghuni kamar 1911. Namun nihil. Sang penghuni telah <em>check out.</em> Henry berjalan gontai keluar dari hotel. Garis mukanya yang gelisah tak mempedulikan pandangan orang-orang disekitarnya. Ia kini tak peduli orang-orang akan mengenali bahwa dirinya ini seorang Henry Lau Super Junior. Mungkin orang-orang malah akan menjauhi seorang lelaki yang bertampang resah, sedih, kacau sambil mengacak-acak rambutnya.</p>
<p>Henry mengunjungi taman dimana ia dan Hyun pertama kali berjalan-jalan bersama.</p>
<p>“Hyun~a. Tega sekali kau tak memberiku kabar,” ucap Henry frustasi sambil duduk di bangku taman.</p>
<p align="center">~&lt;3333~</p>
<p>[INCHEON INTERNATIONAL AIRPORT]</p>
<p>Seorang gadis memakai skinny jeans, kaos putih biru bertuliskan ‘I’M GENTLE GIRL’, sneaker biru muda dan tas ransel besar berjalan dengan sneyum mengembang di bandara. Langkahnya pasti. Tak seperti dulu saat pertama kali ia menginjakkan kaki di Korea. Fashion airport? Ah tak usah ditanya. Itu masalah gampang baginya. Ia bukan artis. Kenapa harus ada fashion airport.</p>
<p>Gadis itu menyusuri jalan pertama yang ia lalui saat pertama kali ke Korea Selatan. Langkahnya terhenti di depan sebuah kedai kopi. 1 tahun lalu. Tempat ini adalah tempat bersejarah dalam perjalanannya di Seoul. Kisah pertamanya di Seoul. Ia melangkah masuk ke kedai. Mengambil tempat duduk di dekat jendela. Sama. Sama seperti dulu. Lagi-lagi ia tersenyum mengenang masa-masa itu. Tak terasa butiran air menetes dari pelupuknya. Ya gadis itu merindukan Mochi. Sangat merindukannya.</p>
<p>“Henry~ya,” gumam si gadis.</p>
<p>“Ya?” jawab seseorang. Si gadis mengangkat wajahnya. Melihat siapa orang itu. Ia terbelalak melihat lelaki di depannya itu. Lelaki dengan topi khasnya itu sedang tersenyum kearahnya. Air mata Hyun semakin deras. Namun, dihiasi dengan senyum manisnya.</p>
<p>“Kau memanggilku?”</p>
<p>END</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49693/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49693&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/foreigner-love-part-2-end/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b858f87686fb3bd8d751d67573016a0a?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">sapphireskyblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/some2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">some</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cinderella boy [part 2]</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/cinderella-boy-part-2/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/cinderella-boy-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 04:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>richannyda</dc:creator>
				<category><![CDATA[richannyda]]></category>
		<category><![CDATA[choi siwon]]></category>
		<category><![CDATA[Im Yoona]]></category>
		<category><![CDATA[Jessica Jung]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Kibum]]></category>
		<category><![CDATA[Krystal Jung]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Donghae]]></category>
		<category><![CDATA[Tiffany Hwang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49683</guid>
		<description><![CDATA[author: richannyda @anidasri previous part : part 1 cast : Lee Donghae Jung Jessica Tiffany Hwang Im Yoona other cast : Choi Siwon Kim Ki Bum Krystal jung Donghae benar-benar berharap jika apa yang didengarnya salah, namun ini adalah kenyataan &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/cinderella-boy-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49683&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/ttttt1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-49685" title="ttttt" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/ttttt1.jpg?w=584&#038;h=292" alt="" width="584" height="292" /></a></p>
<p>author: richannyda <a href="https://twitter.com/#!/AnidaSri">@anidasri</a></p>
<p>previous part : <a href="http://ffindo.wordpress.com/2011/09/03/cinderella-boy-part-1/">part 1</a></p>
<p>cast : Lee Donghae</p>
<p>Jung Jessica</p>
<p>Tiffany Hwang</p>
<p>Im Yoona</p>
<p>other cast : Choi Siwon</p>
<p>Kim Ki Bum</p>
<p>Krystal jung</p>
<p><span id="more-49683"></span></p>
<p>Donghae benar-benar berharap jika apa yang didengarnya salah, namun ini adalah kenyataan yang harus dia terima.</p>
<p>Jessica melihat raut wajah kepuasan pada Jaejoong. Sudah satu jam mereka berbicara panjang lebar. Jessica berulang kali meyakinkan Jaejoong tentang hubungannya dengan Donghae namun Jejoong tidak percaya dan malah menekan Jessica untuk mengatakan hal yang sebenarnya, dan ketika Jessica mengatakannya tiba-tiba&#8230;</p>
<p>“ Aku tidak menyangka kau bisa melakukan ini semua “ suara itu, Jessica merasa sangat mengenalnya.</p>
<p>Jessica terkejut, sedangkan Jaejoong hanya memperlihatkan wajah datar. “ Hae, sejak kapan.. kau ada disini? “</p>
<p>Donghae memperlihatkan smirknya, meski hatinya teriris. “ Sudah cukup lama untuk mendengar semuanya “ Lalu pergi meninggalkan Jessica begitu saja.</p>
<p>Jessica bangkit dari kursinya, bermaksud untuk mengejar Donghae. Namun, Jaejoong menahan lengannya. “ Sudahlah, biarkan saja dia pergi “ Lalu memaksa Jessica untuk duduk kembali di kursinya, “ Kau tidak mencintainya, kan? Kau tidak perlu mengejarnya! Nanti aku akan membantumu untuk bicara dengan Tiffany “</p>
<p>Jessica hanya terdiam dan memilih untuk duduk kembali di kursinya. Benar apa yang dikatakan Jaejoong, lebih baik dia membiarkan Donghae sendiri dulu, tapi mengenai masalah perasaan. Apa dia benar-benar tidak mencintai Donghae? Dia akan mencoba menjelaskan semuanya pada Donghae, besok.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“ Jadi hubungan kalian&#8230; berakhir begitu saja? “ Tiffany terlihat kecewa, berulang kali dia menahan napasnya yang memburu. Namun, sedetik kemudian wajahnya berubah ceria, “ Tidak apa-apa, Sica! Aku mengerti, tentu saja kau akan memilih Jaejoong Oppa. Jaejoong Oppa kan jauuuuhhh lebih baik dari anak Mokpo itu “</p>
<p>Jessica hanya tersenyum tipis, membuat Tiffany merasa bersalah. “ Ya! Jangan begitu! Aku benar-benar tidak menyalahkanmu.” Lalu merangkul Jessica, “ Tidak apa-apa meski kau tidak membantuku! Asal kau bahagia, aku juga bahagia “</p>
<p>Bukan begitu, Tiffany. Hanya saja aku merasa takut ketika melihatnya perlahan pergi meninggalkanku.</p>
<p>Bunyi ketukan pintu diluar kamar membuat Tiffany meninggalkan Jessica dan membuka pintu kamarnya perlahan, “ Ayah, ada apa? “</p>
<p>Ayah Tiffany terlihat cemas daan khawatir, “ kau tahu nomor telepon temannya Donghae? “ ayahnya bertanya dengan wajah serius.</p>
<p>Tiffany malah tertawa meledek, “ Ayah pikir anak Mokpo itu memiliki teman? Aku tidak tahu dan tidak mau tahu.” Lalu segera meraih knop pintu kamarnya, “ Aku capek, dan aku ingin tidur! Selamat malam, Ayah ! “ dan segera menutup pintunya.</p>
<p>Ayah Tiffanny masih menggedor pintu kamarnya, “ Ya! Fanny-ah, ayo kita cari Donghae “ Namun, Tiffany malah menyambungkan headphone ditelinganya dan berjalan menuju Jessica yang masih setia duduk di ranjangnya.</p>
<p>Jessica bingung ketika Tiffany menghampirinya sambil tersenyum senang, “ Kenapa kau sesenang itu? “</p>
<p>Tiffany segera melepas headphone ditelinganya, “ Anak Mokpo itu hilang “</p>
<p>“ Hilang? “ Jessica nampak khawatir, “ Hilang bagaimana? “</p>
<p>Tiffany hanya mengangkat bahunya tak perduli, “ Aku tidak tahu, ah ya!” Tiba-tiba Tiffany menjentikan jarinya, mengingat sesuatu. lalu melanjutkan, “ Pasti dia patah hati lalu kabur dari rumah dan bunuh diri “</p>
<p>Jessica kaget mendengarnya, “ Bunuh diri? Dan kau sesenang itu? “</p>
<p>Tiffany mengangguk mantap, “ Yah, bukankah ini yang aku inginkan dari dulu? “ lalu menatap Jessica dengan ekor matanya, “ aku harap dia pergi selamanya dari hidupku “</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Jessica masuk ke gerbang kampusnya dengan mata setengah mengantuk. Semalaman dia tidak bisa tidur dan terus memikirkan Donghae. Jessica benar-benar menyesal dengan apa yang telah terjadi.</p>
<p>Andai saja dia tidak mengikuti keinginan Tiffany untuk menerima Donghae, andai saja dia tidak bertemu dengan Jaejoong, Andai saja Donghae tidak mendengar percakapan mereka.</p>
<p>Sesungguhnya Jessica bukanlah orang yang senang berandai-andai, namun kini keadaannya berbeda. Ini salahnya.</p>
<p>“ Jessica! “ Jessica berbalik ketika mendengar seseorang mendengarnya. Tiffany, dia dan Siwon terburu-buru mengejar Jessica, namun Jessica malah berlari menghindari mereka.</p>
<p>Siwon menatap Tiffany, “ Dia kenapa? “</p>
<p>“ entahlah, sejak Anak Mokpo itu hilang dia jadi seperti itu “ Tiffany menatap Siwon denggan tatapan manja, “ sepertinya hanya Oppa yang mengerti aku “</p>
<p>Siwon tersenyum lalu mengacak rambut Tiffany lembut, “ Itulah gunanya ada aku di sini “ Tiffany tersenyum dan memeluk Siwon erat, “ Tapi kau akan bernasib sama dengan mantan-mantan kekasihku yang lain “ lanjutnya dalam hati.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>Jessica masih mengaduk capuccinonya ketika beberapa orang mahasiswi berlari dengan histeris ke arah parkiran motor.</p>
<p>“ Aneh sekali “ Jessica bergumam pelan, terakhir kali mahasiswi heboh adalah beberapa bulan yang lalu ketika Siwon belum berpacaran dengan Tiffany. Apakah ada mahasiswa baru yang dapat menggantikan popularitas Siwon?</p>
<p>Jessica yang mulai penasaran langsung beranjak dari kursinya, berlari menuju ke arah kerumunan itu berada, “ Ah maaf, permisi “ Serunya sopan, ketika masuk ke dalam kerumuman. Semua mahasiswi itu memberi jalan pada sang – Princess kampus –</p>
<p>“ Dia&#8230; “ Gumam Jessica pelan, ketika dia berdiri dibarisan paling depan diantara kerumunan itu.</p>
<p>Pria itu turun dari motor sportnya, tersenyum pada gadis-gadis yang ada dihadapannya. Lalu mengedipkan sebelah matanya, membuat gadis-gadis itu semakin histeris dibuatnya.</p>
<p>Baru sehari Jessica tidak bertemu dengannya dan sekarang pria itu muncul dengan penampilan yang sangat berbeda. Apa maksudnya ini semua? Apa Donghae ingin menarik perhatiannya atau ingin balas dendam padanya?</p>
<p>“ Eh.. eh dia tampan sekali yah? “ Salah seorang mahasiswi berbisik pada teman disebelahnya, namun Jessica masih bisa mendengarnya. “ SStttt itu kan kakak tirinyaTiffany, wajar saja kalau dia setampan itu. Lihatlah, Princess kampus itu pasti akan menggaetnya “ jawab teman gadis itu.</p>
<p>Jessica sangat tahu bahwa dialah yang disebut Princess kampus itu. Donghae yang menyadari kehadiran Jessica langsung tersenyum dan berjalan ke arahnya.</p>
<p>Jessica masih bisa mendengar bisik-bisik dari mahasiswi itu, tapi dia tidak perduli. Jessica membalas senyuman Donghae.</p>
<p>Namun, Jessica salah. Donghae tidak menuju kearahnya. Donghae melewatinya begitu saja, seakan tidak pernah mengenalnya sama sekali dan menghampiri seorang gadis cantik yang berdiri dibelakang Jessica.</p>
<p>“ OOOMMOOO “ teriak mahasiswi-mahasiswi itu ketika Donghae merangkulkan tangannya dileher gadis itu.</p>
<p>Im Yoona, Jessica sangat tahu siapa gadis itu, mantan kekasih Siwon sebelum dia berpacaran dengan Tiffany. Gadis yang sederhana namun cantik dan tidak banyak tingkah.</p>
<p>“ Beruntung sekali ImYoona, selalu mendapatkan pria-pria populer di kampus “ ucap mahasiswi tadi. Jessica segera pergi meninggalkan kerumunan itu, menurutnya tidak ada gunanya dia tetap di sana.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Im Yoona berlari-lari kecil mencari-cari seseorang di danau belakang kampus sambil sesekali meneriakan namanya, “ Kibum-ah “ Panggilnya ketika dia berhasil menemukan orang yang dia cari.</p>
<p>Pria itu terlihat gugup lalu segera menyembunyikan sesuatu dibalik punggungnya, “ Annyeong Yoona “ serunya sambil tersenyum, namun raut wajahnya masih tetap tegang.</p>
<p>Yoona tersenyum lalu duduk disamping pria itu, “ Ada seseorang yang menyukaiku dan aku pun menyukainya “</p>
<p>Kibum – yang tadi berwajah tegang – kini tampak berseri-seri, “ Jadi.. kau sudah tahu? “</p>
<p>Yoona tersenyum malu dan mengangguk, “ Tentu saja aku tahu, bagaimana mungkin aku tidak tahu kalau Donghae Oppa juga menyukaiku? “</p>
<p>Tiba-tiba benda yang tadi disembunyikan KiBum terjatuh, membuat Yoona sedikit curiga, “ Ah, apa itu? “ Yoona menyipitkan matanya, “ Kau menyembunyikan sesuatu dariku, Kim Kibum? “</p>
<p>“ Bukan apa-apa “ Kibum berusaha membuat Yoona tidak curiga, “ Oya, kau belum mengatakan sesuatu tentang kau dan.. Dongho.. Dongmin.. Dong siapa namanya? “</p>
<p>“ Namanya Lee Donghae “ Ralat Yoona, “ Aku baru tadi bertemu dengannya, tapi dia langsung mengatakan kalau dia menyukaiku “</p>
<p>“ dan kau langsung percaya begitu saja? “ Kibum menyimpulkan.</p>
<p>“ Tentu saja karena aku juga menyukainya “ Yoona menjawab pendek, “ Ya! Kim Kibum, mengapa kau terlihat tidak senang? “</p>
<p>“ Bukan begitu “ Kibum mencari alasan , “ Hanya saja, kau baru pertama kali mengenalnya. Aku hanya takut kau akan terluka lagi “</p>
<p>“ Tidak akan “ ucap Yoona yakin. “ Donghae Oppa tidak sebejat Choi Siwon “ mata Yoona terlihat menerawang jauh, mengingat sesuatu.</p>
<p>Yoona kembali menatap Kibum, “ lagi pula aku memilikimu, sahabat yang selalu melindungiku “</p>
<p>Kibum tersenyum, menyembunyikan raut sedih diwajahnya, “ Tentu saja, aku menyayangimu Im Yoona “</p>
<p>Yoona langsung memeluk Kibum dan menepuk pundaknya lembut, “ Aku juga menyayangimu Kim Kibum, sebagai sahabatku “</p>
<p>Yah, tentu saja hanya sebatas sahabat. Jangan berharap lebih, Kim Ki Bum.</p>
<p>“ Ki Bum-ah “ Ucapnya tiba-tiba, membuat Ki Bum melepaskan pelukannya, “ Yah, kenapa? “</p>
<p>Yoona memanyunkan bibirnya, “ Menurutmu, mengapa Donghae Oppa menjadikanku kekasihnya? “</p>
<p>“ mmmm “ KiBum melihat keatas, berpura-pura mencari jawaban atas pertanyaan Yoona, “ Mungkin karena kau adalah gadis tercantik di kampus “</p>
<p>“ Benarkah? “ Yoona tampak tak percaya, “ Jangan membual hanya untuk membuatku senang, Kim Ki Bum “ ucapnya membuat Kibum tertawa geli. “ semua orang tahu kalau Jung Jessica yang paling cantik di kampus. Menurutmu, lebih cantik aku atau Jung Jessica? “</p>
<p>“ Kau dan dia sama-sama cantik dan manis, hanya saja kau sedikit lebih cantik karena kau selalu tersenyum “</p>
<p>Yoona memukul lengan Kibum pelan, “ Aaahh Kibum-ah, kau membuatku malu “ ucapnya sambil menutupi wajahnya yang memerah. “ Kau akan selalu menjadi yang paling cantik menurutku, Im Yoona karena kau adalah satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini “ ucapnya dalam hati.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>“ Sebenarnya, apa yang pernah dilakukan Siwon pada Im Yoona? Aku harus mencari tahu semua hal tentang Choi Siwon “ Gumam seseorang yang tengah menguping pembicaraan Yoona dan Kibum dibalik pohon.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>“ Boleh aku duduk di sini, Nona Jung? “ Donghae menyimpan nampan pesanan makanan miliknya tepat didepan Jessica.</p>
<p>Jessica menghentikan aktivitas mengaduk capuccinonya yang sudah mulai mendingin, “ Ini tempat umum, Tuan Lee “ Lalu menatap Donghae dingin, “ Kau bebas duduk dimanapun yang kau mau “</p>
<p>Donghae langsung menggeserkan kursi untuk tempat duduknya, “ Ku lihat kau sepertinya tidak suka dengan apa yang aku lakukan tadi pagi “ ucapnya dengan percaya diri.</p>
<p>Jessica tersenyum sinis, “ Aku tidak perduli dengan apapun yang kau lakukan “ Lalu menarik napas panjang sebelum melanjutkan kata-katanya, “ Tapi ku harap kau tidak akan menyakiti hati siapapun dengan rencanamu ini “</p>
<p>Donghae meremas tangan Jessica dan menatapnya tajam, “ Kau yang membuatku seperti ini, Jung Jessica “</p>
<p>Jessica seakan tak mengenal sosok dihadapannya ini, bukan Donghae yang dia kenal. Donghae telah berubah menjadi sosok yang mengerikan. “ Lepaskan aku, Lee Donghae “</p>
<p>“ Tidak akan “ kecamnya. “ Sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskanmu “</p>
<p>“ Donghae Oppa “ Donghae dan Jessica menoleh pada gadis itu. Dengan segera, Donghae melepaskan tangan Jessica. “ Chagi, ada apa kau di sini? “</p>
<p>Yoona menatap Donghae dan Jessica dengan tatapan curiga, “ Aku dari tadi mencarimu, Oppa.” Ucap gadis itu jujur, “ Mengapa kau dan Jessica Jung ada di sini? “</p>
<p>“ aahh itu “ Donghae tertawa bodoh, berusaha agar sosok didepannya tidak curiga. “ Aku tadi sedang memohon pada Jessica agar Tiffany memaafkanku. Aku melupakan hari ulang tahun Tiffany “</p>
<p>Jessica tersenyum sinis, “ Dasar pembual “ gumamnya pelan, “ Baiklah Donghae-ssi, akan aku sampaikan permintaan maafmu pada Tiffany. Yoona, aku pergi dulu.” Lalu berkemas merapikan buku-buku dimejanya. “ Annyeong “</p>
<p>Donghae memperhatikan sosok Jessica sampai gadis itu menghilang dari pandangannya, “ Oppa, kau mendengarku tidak? “ Yoona berucap dengan kesal.</p>
<p>“ ah yah, tentu saja aku mendengarmu “ ucapan Yoona seolah menyadarkannya. ImYoona, maafkan aku karena tidak bisa melupakan gadis yang menyakitiku.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“ Aku senang kau mau datang menemuiku “Jaejoong menatap hamparan bunga didepannya, tempat dia dan Jessica pertama kali bertemu. “ Apa kau sudah sadar bahwa akulah yang terbaik untukmu? “</p>
<p>Jessica masih diam, bingung menjawab pertanyaan Jaejoong. Tapi, Jaejoong benar. Hanya Jaejoong lelaki yang benar-benar mencintainya. Jaejoong memang meninggalkannya selama beberapa tahun, tapi setidaknya Jaejoong tidak pernah mencintai wanita lain selain dirinya.</p>
<p>“ Aku tahu mungkin ini salah “ Jaejoong kembali berucap, “ Tapi aku benar-benar senang ketika hubungan kau dan si bodoh itu berakhir “</p>
<p>Jessica tersenyum kecil, “ Dia sudah tidak bodoh lagi, Oppa “</p>
<p>“ Kau tersenyum? “ Jaejoong terlihat senang ketika melihat Jessica tersenyum. Senyum yang telah hilang sejak Jaejoong pergi meninggalkannya, “ Dulu aku menganggap bahwa orang di film itu terlalu berlebihan ketika mengatakan mereka rela melakukan apapun asal melihat orang yang dicintainya bisa tersenyum&#8230; “</p>
<p>“ Oppa.. “ Jessica memotong perkataan Jaejoong karena dia tahu apa yang akan dikatakan Jaejoong selanjutnya.</p>
<p>Jaejoong tersenyum, tampan sekali. “ Aku tidak berbohong Jessica. Aku rela melakukan apapun asal bisa melihatmu tersenyum seperti itu “</p>
<p>Jessica masih diam, namun Jaejoong segera mengalihkan pembicaraan. Jaejoong benar-benar takut perkataannya tadi membuat pikiran Jessica tidak tenang. “ Oya, bagaimana kabar si bodoh itu? “</p>
<p>“ sudah aku katakan, dia tidak bodoh lagi, Oppa “</p>
<p>Jaejoong menatap mata Jessica, “ Dia tetap bodoh menurutku, karena dia melepaskanmu “ Lalu membelai rambut Jessica lembut, “ Sica, Aku masih mencintaimu dan diantara kita tidak pernah ada kata putus “</p>
<p>“ Oppa.. aku&#8230; “ Belum selesai Jessica menyelesaikan ucapannya, namun Jaejoong segera menyimpan telunjuknya dibibir tipis Jessica, “ shhuuttt, aku tidak ingin mendengar penolakan darimu karena aku dapat melihat bahwa kau masih mencintaiku “</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>&#8230;</p>
<p>“ Anak Mokpo itu berubah dari Upik Abu menjadi Cinderella, tapi selamanya dia tetap akan menjadi Itik buruk rupa. Dia tidak akan berubah menjadi Angsa, Chagi “ Siwon masih menenangkan Tiffany yang shock dengan perubahan Donghae.</p>
<p>Kini mereka sedang duduk di sofa ruang tamu Tiffany, ayah Tiffany masih di kantor dan calon Ibu Tirinya tidak memiliki wewenang untuk mengusir Siwon dari rumah itu.</p>
<p>Tiffany mengangguk lalu menyenderkan kepalanya didada bidang milik Siwon, “ Gomawo Oppa “ ucapnya manja.</p>
<p>Siwon memegang dagu Tiffany dan mulai mendekatkan wajahnya, bermaksud  untuk mencium bibir mungil milik gadis itu.</p>
<p>Tiffany memejamkan kedua matanya, namun tiba-tiba</p>
<p>‘ brukk ‘ Siwon terjatuh setelah mendapatkan pukulan dari Donghae. “ Ya! Apa yang kau lakukan? “ Tiffany berteriak dan langsung menolong Siwon yang terjatuh.</p>
<p>“ Appa melarangmu berhubungan dengannya,Tiffany! “ Donghae berusaha menjelaskan semuanya pada Tiffany. “ Aku hanya tidak ingin kau salah melangkah,Tiffany “</p>
<p>“ Kau tidak berhak mencampuri urusanku, Lee Donghae! “ Tiffany berteriak sambil menunjuk-nunjuk jarinya didepan wajah Donghae. “ Aku tidak ingin melihatmu lagi “</p>
<p>‘ Plak! ‘ Tiffany menatap tak percaya ketika Ibu Donghae menampar Donghae tepat didepannya, “ Kau benar-benar anak yang tidak tahu diri, Lee Donghae “ Ibu Donghae menatap kecewa pada anak semata wayangnya, “ mengapa kau memukul teman Tiffany? Kau seharusnya sadar diri, Lee Donghae! Ini adalah rumah Tiffany “</p>
<p>“ Ibu, maafkan aku “ Donghae terlihat menyesal. “ Dia bukan pria baik-baik “</p>
<p>“ sudahlah, ibu tidak mau mendengar apapun lagi darimu. Ibu kecewa padamu “ Lalu beralih menuju Tiffany, “ Fany-ah, maafkan Donghae! Ibu yakin dia tidak sengaja melakukannya “</p>
<p>Tiffany menepis tangan Ibu Donghae yang berniat menolongnya, “ Jangan berpura-pura bersikap baik padaku karena aku tidak akan pernah berubah menjadi baik padamu dan anakmu “ lalu memapah Siwon, “ Oppa, lebih baik kita pergi dari sini “</p>
<p>“ Kau mau kemana, Tiffany ? “ Donghae tiba-tiba sudah ada didepannya, menghalangi langkah Tiffany, “ Apa yang harus aku katakan jika Ayah menanyakanmu? “</p>
<p>Tiffany tersenyum sinis, “ Ayah sudah tidak memperdulikanku sejak kehadiranmu dan Ibumu di sini “ lalu menatap Donghae tajam, “ bukankah ini yang kau dan ibumu inginkan? Kalian ingin aku pergi dari sini kan? Kalian pasti ingin menguasai rumahku “ lalu mendorong Donghae hingga tersungkur.</p>
<p>“ Jangan halangi aku dan jangan mencariku “</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>Jessica berkali-kali mencoba memejamkan kedua matanya, namun tidak berhasil. Ingatannya kembali pada kejadian tadi siang ketika Jaejoong memintanya untuk kembali. Apakah Keputusan yang diambilnya benar? Jessica hanya berharap Keputusan yang diambilnya tepat dan tidak akan menyakiti siapapun.</p>
<p>Jessica baru memutuskan untuk beranjak dari kamarnya ketika mendengar bel rumahnya berbunyi, “ Krystal.. krystal “ Serunya sambil menepuk-nepuk badan sang adik. “ Emmm.. eemm kenapa, Unni? “ Krystal bertanya setengah sadar.</p>
<p>Jessica dengan kesal menarik selimut milik Krystal, lalu berkata, “ Ada orang yang memencet bel. Ayo temani kakak membuka pintu “</p>
<p>Krystal merebut kembali selimut itu dan mengomel dengan kata-kata yang tidak jelas, “ Unni saja. Aku masih mengantuk “ Lalu menguap dan melanjutkan tidurnya.</p>
<p>Jessica juga merasa kasihan melihat adiknya yang tidur dengan pulas, sepertinya seharian ini Krystal sangat sibuk di sekolahnya. seandainya orang tua mereka ada di sini, pasti Jessica tidak akan serepot ini. “ Baiklah, kau tidur saja! “ kata Jessica, “ Kakak keluar sebentar. Tidak akan lama, Janji! “ ucapnya sambil membelai rambut Krystal lembut.</p>
<p>“ Unni “ Krystal menggenggam tangan Jessica, “ Hati-hati “</p>
<p>Jessica hanya mengangguk lalu keluar kamar dan menutup pintu kamar dengan hati-hati, takut membuat Krystal terjaga dari tidurnya. Jessica menelusuri setiap ruangan yang menghubungkannya dengan pintu utama.</p>
<p>“ Kau “ Jessica terkejut ketika melihat Donghae dibalik pintu rumahnya dan langsung berusaha untuk menutup kembali pintu itu.</p>
<p>Namun, Donghae lebih cekatan memasukan sebelah kakinya masuk ke dalam rumah dan dengan mudah mendorong Jessica hingga dia berhasil masuk ke dalam rumah itu, “ Kumohon, dengarkan aku sekali ini saja “ pinta Donghae dengan setengah memohon.</p>
<p>Jessica masih membatu di sana, ini adalah Donghae yang dia kenal. Bukan Donghae yang tadi siang bertemu dengannya, “ Kurasa aku tidak perlu mendengar apapun darimu “ Jessica berkata dengan dingin, tanpa melihat kearah Donghae, “ Lebih baik kau pergi sekarang juga! Atau kau ingin aku berteriak? “ Jessica mengancam dengan wajah serius.</p>
<p>“ Kumohon ini tentang Tiffany “ namun Jessica tidak mau mendengarnya. Jessica mendorong Donghae hingga keluar dari rumahnya dan segera mengunci pintu utama.</p>
<p>Donghae tidak menyerah, dia tetap mengetuk pintu rumah itu berharap Jessica mau menemuinya. “ Kumohon, Sicca! Tiffany sedang ada dalam bahaya. Aku takut terjadi sesuatu yang buruk padanya, kumohon beri tahu aku di mana dia berada “</p>
<p>Jessica masih diam, berharap Donghae mengira dia sudah pergi ke kamar, “ Maafkan aku, Tiffany pasti sedang ingin sendiri. Tiffany sangat membencimu dan percuma kau bertanya padaku karena aku juga tidak tahu di mana dia berada sekarang “ ucapnya dalam hati.</p>
<p>Donghae masih mengetuk pintu berulang kali, “ Sicca, aku tahu kau masih ada di sana! Aku mohon bantu aku. aku tahu kau memang membenciku, tapi aku yakin kau sangat perduli pada Tiffany. Hanya kau yang bisa membantu Tiffany saat ini “</p>
<p>Jessica terkejut mendengarnya. Mengapa Donghae seolah sangat mengerti isi hatinya? Jessica mengangkat ponselnya, menghubungi seseorang. “ Pak, ini saya Jung Jessica. Ada orang yang mengganggu ketenangan di rumah saya. Bisa anda ke sini dan mengurusnya? “ Jessica diam sejenak, membiarkan lawan bicaranya berbicara, lalu menjawab kembali. “ Ah, terima kasih banyak atas bantuannya. Selamat malam “</p>
<p>Jessica menyimpan kembali ponsel itu di saku piyamanya lalu meninggalkan pintu utama menuju kamarnya. “ Aku memang tidak tahu di mana Tiffany berada, tapi aku tahu siapa orang yang mengetahui keberadaan Tiffany.”</p>
<p>“ Donghae, lebih baik aku saja yang mencari Tiffany. Kau tidak perlu mencarinya karena Tiffany pasti tidak mengharapkan keberadaanmu. Biarkan saja para security itu mengantarmu pulang.” Jessica membatin.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>&#8230;.</p>
<p>maaf banget buat yang udah nunggu lanjutan ff ini dan maaf juga kalau ffnya gak sesuai dengan yang dibayangkan</p>
<p>buat selanjutnya pengen ff mana yang dilanjutkan?</p>
<p>a. cinderella boy [part 3]</p>
<p>b. minstal have a baby?? oh no~ [sequel] part 2</p>
<p>c. Gee~ into the new world [part 2]</p>
<p>d. chocolate strawberry [part 7]</p>
<p>tapi gak bisa janji bakal cepet-cepet publish soalnya lagi sibuk-sibuk kuliah tapi kalau komennya banyak, diusahakan publish cepet</p>
<p>gomawoo all</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49683/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49683/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49683&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/cinderella-boy-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f2cc0a161d8c7bdd3b70fe42ac981d3d?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chanminkyhanrichantaeminkyuhyun</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/ttttt1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ttttt</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memories</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/memories-2/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/memories-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 03:10:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>@Jo_twins</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enny_xie♥]]></category>
		<category><![CDATA[kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Victoria]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ffindo.wordpress.com/?p=49680</guid>
		<description><![CDATA[Title : Memories (un-lucky girl) Author : Enny_xie Main Cast : Victoria , Kyuhyun Lenght : [Drabble] 2,058 words Rating : [PG-13] + STRAIGHT A.N : GAK SUKA , JANGAN BACA – KLO UDAH BACA , JANGAN LUPA UNTUK RCL &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/memories-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49680&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ennys.files.wordpress.com/2011/12/memories.jpg"><img class="alignnone size-full" src="http://ennys.files.wordpress.com/2011/12/memories.jpg?w=584&#038;h=732" alt="" title="/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/d8b/11335143/files/2011/12/memories.jpg" width="584" height="732" /></a></p>
<p><b>Title : Memories (un-lucky girl)</p>
<p>Author : Enny_xie </p>
<p>Main Cast : Victoria , Kyuhyun </p>
<p>Lenght : [Drabble] 2,058 words</p>
<p>Rating : [PG-13] + STRAIGHT</p>
<p>A.N : GAK SUKA , JANGAN BACA – KLO UDAH BACA , JANGAN LUPA UNTUK RCL [Read,Like &amp; Comen]</b></p>
<p>^<span id="more-49680"></span>^ </p>
<p>Sebenarnya apa alasan Victoria berubah menjadi seperti ini , tentu saja ada alasannya bukan? tidak mungkin ada seorang yeoja yg tidak bisa mencintai seorang namja-pun dalam hidupnya  </p>
<p>^^</p>
<p>“siapa dia?” tanya Kyuhyun kepada namja disampingnya </p>
<p>“ah~ brokenheart girl” sindir namja yg bernama Eunhyuk tsb </p>
<p>“….”</p>
<p>“dia kehilangan pacarnya seminggu lalu , karna itu ia dipindahkan kesekolah ini”<br />
“wae? Jangan-jangan kamu… ada maksud dengannya?” Kyuhyun tidak menjawabnya “lebih baik jangan Kyu… , aku lihat sih~ dia bukanlah type yeoja yg kamu sukai , dia terlihat pemurung , ada saatnya terasa sangat mengerikan ,ck” jelas namja ini </p>
<p>Tanpa memperdulikan ucapan Eunhyuk , Kyuhyun tetap melirik yeoja tsb ‘sebegitu cintanyakah kamu kepada pacarmu itu , sampai-sampai berubah pemurung seperti ini??’<br />
‘aku juga- ingin dicintai seperti itu…’ ucapnya pula </p>
<p>,,,</p>
<p>“hi…” sapanya pada yeoja tsb , tapi sayang … tanpa menyapanya balik , yeoja tsb sudah buang muka dan pergi . Kyuhyun baru tau , ternyata begitu sulit untuk mendekatinya </p>
<p>Tapi namja tsb tidak putus asa dan selalu berusaha mendekatinya . Bagaimanapun reaksi yeoja tsb , Kyuhyun tidak peduli dan tetap melangkahkan kakinya untuk maju kedepan . awalnya jarak mereka terpaut sekitar 15M , tapi lama kelamaan yeoja tsb mulai malas untuk menghindarinya dan akhirnya jarak tsb hanya tersisa 5M saja </p>
<p>^^</p>
<p>Kyuhyun baru saja keluar dari kantor kepala sekolah , ia telah diterima oleh universitas Kirin yakni universitas yg akan menampung para idola baru ini . namja tsb sangat senang dan lupa sedang dimana ia sekarang ini , ia-pun menyanyi dan menari dihalaman sekolah itu . semua orang yg melihatnya langsung tertawa , begitu juga dengan Victoria –yeoja pemurung tsb . ia mempunyai piket hari ini dan sedang membersihkan kelas bersama ketiga teman lainnya , ketika ia ingin membersihkan kaca jendela kelasnya , pemandangan itupun terjadi didepannya </p>
<p>Setelah melihat senyuman Victoria , Kyuhyun sadar . ia tidak salah telah menyukai yeoja ini “VICTORIA SONG!!” teriaknya dari halaman sekolah </p>
<p>Yeoja tsb kelihatan tegang setelah mendengar teriakannya ‘apa-apaan sih??’ pikirnya juga dan langsung pindah dari posisinya didepan jendela , Kyuhyun bisa melihatnya dari jendela tsb </p>
<p>,,,</p>
<p>Seorang yeoja sedang membaca buku diperpustakaan sekolah , masalahnya adalah ia tidak terlihat sedang membacanya melainkan hanya membolak-balik halamannya saja . yeoja tsb tau bila ada seorang namja yg sudah sedaritadi berdiri dirak buku tsb , walaupun tangannya memegang sebuah buku tapi ia sama sekali tidak melihatnya , melainkan hanya melirik kepada yeoja ini saja . Victoria mulai tidak betah dipelototin seperti itu , akhirnya ia-pun berdiri dan sengaja berjalan sana-sini menjauhi namja itu . awalnya Kyuhyun mengejarnya , tapi tiba-tiba ia menghilang begitu saja dari belakang yeoja tsb . Victoria keheranan setelah mendapati hilangnya Kyuhyun , karna sudah terlalu sering diikuti seperti itu . begitu Kyuhyun tidak mengikutinya , rasanya ada yg aneh . dan karna itulah Victoria kembali mencarinya </p>
<p>Ternyata namja tsb sedang tiduran dipojok sebelah kanan perpus tsb , Victoria tersenyum manis setelah mendapati wajah mungilnya itu yg sedang disinari oleh teriknya matahari . karna tidak konsentrasi , kebanyakan melamun . Victoria tidak tau bila ada seseorang yg sedang berdiri dibelakangnya dan akhirnya ia-pun tanpa sengaja menabrak yeoja tsb . hal ini membuatnya cukup terkejut dan langsung kabur sebelum Kyuhyun memergoki dirinya yg sedang mengintip . tapi tetap saja Kyuhyun melihatnya , karna suara teriakan yeoja itu membangunkannya dan ia berhasil menangkap adegan itu </p>
<p>Kyuhyun mendatangi tempat itu dan mendapati ada sebuah gantungan kunci yg terjatuh disana “apakah ini milikmu?” tanyanya pada yeoja yg ditabrak oleh Victoria ini dan yeoja tsb mengeleng ‘tidak’</p>
<p>“mungkin milik yeoja tadi” ucapnya kemudian , Kyuhyun-pun yakin kalau ini milik Victoria </p>
<p>Ada sebuah nama terukir digantungannya “Khuntoria”<br />
“dugu??” herannya juga </p>
<p>Sehabis piket malam , Victoria-pun membersihkan dirinya didalam kamar mandi . begitu keluar dari kamar mandi tsb dan bersiap-siap untuk pulang , Victoria menemukan sebuah gantungan kunci disana . dengan memo yg mengatakan “dari : Kyu” , Victoria seharusnya bisa menebak siapa Kyu ini . pastinya namja yg sering mengikutinya itu </p>
<p>Victoria tersenyum manis membaca memo tsb </p>
<p>^^</p>
<p>Keesokan paginya sampai keesokan paginya lagi , Victoria tidak dapat menemukan bayangan namja itu . sepertinya Kyuhyun telah berhenti mengikutinya , pikir Victoria . dengan sangat tidak senang (bila seseorang sudah sering melakukan hal yg sama kepadamu dan tiba-tiba ia berhenti tidak melakukannya lagi , pasti kamu akan merasa tidak enak) , Victoria berjalan memasuki kelasnya . tapi sebelum ia sampai ketempat tsb , ia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan beberapa orang mengenai Kyuhyun </p>
<p>“anak itu membolos lagi ya hari ini?” ucap Boa sang ketua osis</p>
<p>“tidak , dia datang kok! Dia hanya tidur saja dan tidak masuk kekelas” jelas Seohyun sang ketua kelas </p>
<p>“…” Boa tidak begitu mengerti dengan maksudnya</p>
<p>“kalau tidak percaya , pergilah keatap sekolah . pasti ia sedang tidur disana” tambahnya lagi , akhirnya Boa mengangguk-anggukkan kepalanya </p>
<p>Mendengar hal ini , Victoria-pun bertekad bulat untuk pergi mencari Kyuhyun keatap sekolah . sesampainya disana , yeoja ini memang melihatnya sedang tiduran disana ‘memang tidak salah yg mereka katakan’ pikir Victoria </p>
<p>Angin yg terasa ringan itu bener-bener membuat orang yg berlama-lama disana akan mengantuk juga . Victoria duduk ditempat yg bisa ia duduki , kemudian menatap pada langit-langit . mulai memikirkan sesuatu… Tepat satu jam setelah itu , barulah Kyuhyun bangun . namja ini bangun dikarenakan telah mendengar bel tanda pulang sekolah telah berbunyi . setelah melihat Victoria , ia sangat terkejut dan sekaligus senang </p>
<p>“OI!! KENAPA KAMU ADA DISINI?” tanyanya </p>
<p>Victoria menoleh kearahnya tapi tidak mengatakan apapun , yeoja ini hanya menunjuk kedua headset yg sedang ia pakai ‘aku tidak bisa mendengarkanmu’ itulah maksudnya </p>
<p>Kyuhyun-pun mendatangi Victoria dan duduk disampingnya , yeoja itu menyadarinya tapi ia tidak menghindar sedikitpun . sepertinya ia telah menerima kehadiran Kyuhyun didunianya . Namja ini bercerita sangat banyak disamping Victoria , cerita itu tidak bisa berhenti sampai Victoria melepaskan salah satu headsetnya . Victoria meliriknya penuh keheranan , begitu juga Kyuhyun yg heran dipelototin seperti itu </p>
<p>“apa yg kamu katakan?” ucapnya tiba-tiba yg membuat Kyuhyun hampir pingsan ditempat ‘ternyata sedari tadi ia tidak mendengarkanku??’<br />
‘aku lupa ia belum melepas headsetnya!!’ teriaknya dalam hati </p>
<p>Victoria tersenyum kecil melihatnya seperti itu , tapi senyuman itu sengaja ia lakukan dibelakang Kyuhyun . Setelah hampir ½ jam mereka dalam posisi diam seperti ini , tiba-tiba Victoria angkat berbicara . tepatnya bukan berbicara tapi bercerita , akhirnya setelah sekian lama dipendam . yeoja ini ingin menceritakan masalahnya kepada orang lain juga </p>
<p>“aku adalah gadis yg sangat tidak beruntung , gadis pembawa sial . mungkin itulah namaku” ceritanya kemudian , Kyuhyun mendengar dengan seksama</p>
<p>Sejak kecil Victoria sudah sangat pendiam , karna appanya Victoria selalu memarahinya sebagai seorang anak pembawa sial . karna ummanya meninggal ketika melahirkannya . setelah itu appanya-pun mulai mabuk-mabuk-an dan akhirnya meninggal juga , Victoria-pun pindah ketempat bibinya . disana ia bertemu dengan Nickhun . anak dari tetangga bibinya tsb , mereka mulai berteman dekat dan akhirnya berjanji akan menikah setelah besar nanti , tapi suatu masalah terjadi . appa Nickhun meninggal dunia setelah mencoba menolongnya dari tabrakan sebuah truk besar . umma Nickhun sangat terpukul dan akhirnya dia-pun membawa Nickhun balik keThailand dan mereka terpaksa berpisah . tapi ternyata Nickhun tetap menepati janjinya dan setelah sekian lama berlalu . namja ini tetap datang mencari Victoria dan mulai membuatnya percaya bahwa ia bukanlah yeoja seperti yg mereka katakan . ketika keduanya berkeputusan untuk bertunangan , umma Nickhun sangat marah dan menyuruhnya untuk segera balik ke-Thailand . Nickhun-pun menurutinya hanya untuk menjelaskan hal tsb kepada ummanya , bahwa ia sangat mencintai Victoria . tapi tak disangka pesawat tsb malah meledak dipertengahan jalan dan Nickhun dinyatakan meninggal . mulai saat itu , Victoria selalu percaya bahwa dirinya memang seorang pembawa sial dan tidak akan pernah membiarkan seseorang mendekatinya lagi , termasuk cinta . tapi bagaimanapun seorang manusia tetap memerlukan yg namanya cinta kan? karna itu Victoria kali ini lagi-lagi membuka hatinya untuk hal tsb </p>
<p>Sambil bercerita yeoja tsb sambil mentitikkan airmatanya , tak kuasa melihatnya seperti itu . Kyuhyun-pun merebahkan kepala yeoja tsb ke-bahunya “menangislah … tapi berjanji setelah ini kamu harus melupakan semuanya”<br />
‘aku akan membuatmu percaya akan hal itu lagi’ ucap Kyuhyun dalam hati , namja ini ingin mencoba mengantikan posisi Nickhun dihatinya Victoria </p>
<p>Selama satu malam itu mereka sama sekali tidak pulang kerumah dan hanya bermalam disana , selama semalaman pula pundak Kyuhyun dijadiin bantal oleh Victoria </p>
<p>“hoam….” Akhirnya Kyuhyun bangun juga pagi ini dan sangat terkejut ketika menyadari langit-langit telah berganti pagi kembali<br />
Kyuhyun-pun mencoba untuk membangunkan Victoria dan setelah yeoja ini bangun , ia juga melakukan reaksi yg sama , terkejut “gawat , aku harus pulang!” seru Kyuhyun<br />
Ia masih mempunyai seorang umma dirumah , tentunya ummanya itu akan sangat khawatir “bagaimana denganmu? Apakah perlu kuantar pulang?” tanyanya </p>
<p>Victoria mengeleng pelan ‘tidak’ toh dia tinggal sendiri sekarang ini<br />
“lebih baik aku langsung sekolah saja” ucapnya dan Kyuhyun-pun mengangguk </p>
<p>Sebelum namja ini pergi meninggalkannya , Victoria kembali menahannya . Kyuhyun terlihat terkejut “waeyo?” tanyanya juga </p>
<p>Victoria tidak tau apa yg sedang ia pikirkan , ia hanya takut hal yg sama akan terjadi lagi . karna itu ia-pun mendekati Kyuhyun dan CUP memberikan sebuah ciuman kebibirnya sebagai tanda ‘kamu harus kembali!’</p>
<p>Kyuhyun sangat shock tapi juga senang “aku akan kembali secepatnya!!” teriaknya kemudian sambil melambai kearah Victoria </p>
<p>“aku akan menunggumu disini” balas Victoria juga </p>
<p>Rasanya tidak tega membiarkan Victoria menunggu lama , akhirnya Kyuhyun-pun ngebut dengan mengunakan kedua kakinya (?) . namja ini berlari sangat kencang , sampai-sampai lampu merah yg sudah berubah hijau didepannya itu-pun tidak ia hiraukan lagi . ketika Kyuhyun hendak menyebrang , sebuah mobil tiba-tiba melaju cepat ketempatnya dan SSSSRRRRREEEETTT BHAM BHAM BHAM!!! Kecelakaan-pun terjadi </p>
<p>“VICTORIA!!!!!” saat itu , Kyuhyun hanya sempat meneriaki nama yeoja ini</p>
<p>Zzzzzzzzzzssstttt telinga Victoria bagaikan kesentrum oleh headsetnya sendiri , ia juga merasa aneh . sepertinya ada seseorang yg sedang memanggilnya , tapi ia tidak tau siapa itu . saat itulah tiba-tiba airmata Victoria mengalir begitu saja dari matanya , padahal ia tidak merasa sedih maupun kesakitan </p>
<p>‘apakah sesuatu telah terjadi?’ paniknya</p>
<p>Victoria berharap semua baik-baik saja , tapi sepertinya keinginannya itu tidak dapat terkabul lagi sekarang ini . hari inilah terakhir kalinya ia bertemu dengan Kyuhyun , karna sejak hari itu , namja ini tidak dapat menemuinya lagi . karna ia telah pergi , pergi ketempat yg jauh . tidak ada lagi namja yg akan mengikutinya … </p>
<p>‘aku memang seorang pembawa sial!!’ tanggis Victoria sekuat-kuatnya </p>
<p>Mulai saat itu , ia tidak pernah lagi membuka hatinya untuk siapapun . dikarenakan hal inilah ia dikenal sebagai mahadewi disekolah barunya , karna kerjaannya hanyalah menolak dan menolak cinta namja saja . Victoria tidak memerlukan cinta baru lagi , karna ingatannya mengenai Nickhun dan Kyuhyun sudah cukup untuk menemaninya melewati seumur hidupnya ini </p>
<p>==== THE END ====</p>
<p>Dua namja yg sangat terkenal disekolah kirin ini kini akhirnya datang juga , begitu keduanya masuk kekelas . semua yeoja terus meneriaki nama mereka , sampai-sampai ada yg jatuh pingsan segala (parah!) </p>
<p>Begitu keduanya duduk dibangku masing-masing , seorang yeoja yg nampaknya terlambat itu-pun terburu-buru mengetok pintu kelasnya “mian sam , aku telat” ucapnya sambil membungkukkan badannya , rambutnya yg panjang dan terurai indah itu-pun jatuh menutupi wajahnya . karna itulah kedua namja ini tidak dapat melihatnya , sampai ia berdiri kembali dan mulai memperkenalkan diri<br />
“annyeong … Song qian imnida , kalian bisa memanggilku Victoria. Senang berkenalan dengan kalian semua” ucapnya sambil tersenyum manis </p>
<p>Yeoja maupun namja dikelas mereka mulai mengajaknya berbicara dan menanyakan beberapa pertanyaan yg tidak masuk diakal , tapi Song Qian tetap menjawabnya dengan ramah . melihat hal itu , kedua namja yg sangat populer ini ingin rasanya mencoba mendekati yeoja tsb </p>
<p>“tipe idealku!!” teriak Hangeng , salah satu dari kedua namja populer ini </p>
<p>“mwo?? Yach!! Apa kamu ingin rebutan denganku?? dia itu tipeku!!”<br />
“seingatku tipemu tidak seperti itu deh…” komat kamit Zhoumi , namja populer satunya lagi </p>
<p>“klo begitu , mulai sekarang… tipeku kuganti , hoho”</p>
<p>“mana boleh seperti itu?! pokoknya dia itu milikku!!”<br />
“apakah kamu ingin menjadi rivalku??” tanyanya kemudian dan Hangeng hanya menantangnya dengan senyum devil </p>
<p>“mari kita coba…” seru Hangeng kemudian </p>
<p>Kedua namja itupun mulai memperhatikan Victoria yg masih berdiri didepan kelas itu dan mulai menebak-nebak ‘siapa yg akan ia pilih diantara kami’ hoho , The end</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49680/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49680/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49680&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/memories-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9ef1957d4aa4e3fc613f68723e1e19ca?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jaenn</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ennys.files.wordpress.com/2011/12/memories.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">/home/wpcom/public_html/wp-content/blogs.dir/d8b/11335143/files/2011/12/memories.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[ Drabble Series ] Getting Your Love! ~ Ch II</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/drabble-series-getting-your-love-2/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/drabble-series-getting-your-love-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 02:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kyurielfsone88</dc:creator>
				<category><![CDATA[FFindo]]></category>
		<category><![CDATA[kyurielfsone88]]></category>
		<category><![CDATA[Cho Hanyoung]]></category>
		<category><![CDATA[kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Ocs]]></category>
		<category><![CDATA[Park Tae Jun]]></category>
		<category><![CDATA[SNSD]]></category>
		<category><![CDATA[suju]]></category>
		<category><![CDATA[Uljjang]]></category>
		<category><![CDATA[Yesung]]></category>
		<category><![CDATA[Yuri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49674</guid>
		<description><![CDATA[Title               : [ Drabble Series ] Getting Your Love! Author          : Kyurielfsone88 {@IcHa_KYURI88} Main Cast    : Kwon Yuri, SNSD Cho Kyuhyun, Super Junior Cho Hanyoung, (Hanie Onnie &#62;&#62; @hanieimnida) Kim Jongwoon, Super Junior Park Tae Jun, Uljjang Genre   &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/drabble-series-getting-your-love-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49674&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/gettingyourlove1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-49675" title="gettingyourlove" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/gettingyourlove1.jpg?w=584&#038;h=667" alt="" width="584" height="667" /></a></p>
<p>Title               : [ Drabble Series ] Getting Your Love!</p>
<p>Author          : Kyurielfsone88 {@IcHa_KYURI88}</p>
<p>Main Cast    :</p>
<p>Kwon Yuri, SNSD</p>
<p>Cho Kyuhyun, Super Junior</p>
<p>Cho Hanyoung, (Hanie Onnie &gt;&gt; @hanieimnida)</p>
<p>Kim Jongwoon, Super Junior</p>
<p>Park Tae Jun, Uljjang</p>
<p>Genre             : Family, Friendship</p>
<p>Length            : Drabble Series</p>
<p>Rate               : General</p>
<p>Disclaimer   : semua ide dariku!!! Special for Hanie Onnie, ya kalo jelek abaikan saja, kalo bagus syukur ^^. Special juga buat KYURI SHIPPER :*…The first FF of Full Romance..</p>
<p align="center">HAPPY READING</p>
<p><strong><em>Kamu percaya dengan keajaiban? Bahkan sekalipun keajaiban itu tidak akan mungkin pernah terjadi. Tapi, itulah takdir. Di tempat yang sama, waktu yang sama. Hanya ingin memberitahu bagaimana rasa awal yang sulit diungkapkan dan bagaimana sebuah hari baru dan awal yang baru membuat kamu merasa dunia ini hanya milikmu berdua.</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>4 Wonders</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>4 Colours</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>4 Seasons</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>1 Destiny</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>For</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em>L O V E</em></strong></p>
<p align="center"><span id="more-49674"></span></p>
<p style="text-align:justify;">“ Hei, Kyu. Sedang apa? Melamun saja kau ini! “ sapa seseorang yang sangat aku kenal dengan baik</p>
<p style="text-align:justify;">“ Ah, aku tidak apa-apa, Hyung. Hanya saja tidak pernah segugup ini “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Yeah, aku juga tidak pernah segugup ini dalam menghadapi situasi seperti ini “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Eh?? Maksud Hyung apa? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Lho??? Maksudmu apa? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Gugup karna bertemu wanita cantik “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Wahahahahahahaha “ Yesung Hyung ketawa ngakak</p>
<p style="text-align:justify;">“ Apa kau tidak salah bicara? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Memang aku salah bicara apa? “ ujarku tak mengerti</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kau ini, selalu sok polos begitu. Mana mungkin seorang evil maknae sepertimu bisa gugup dengan seorang wanita. Kau saja seperti itu, aneh!! Hahaha “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Sialan “ umpatku</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kajja! Rapat sebentar lagi dimulai “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Rapat apa? Kan Direktur enggak ada di tempat “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Memang tidak ada Mr. Kwon. Tapi, ada anaknya yang menggantikan posisi sementara, kau ini banyak tanya, Kyu!! Ayo!! Sebelum dia mengomel panjang lebar “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Iya, bawel. Kau ini mirip sekali dengan Noona ku “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Enak saja kau menyamakan ku dengan yeoja bawel seperti kakakmu “</p>
<p style="text-align:justify;">PLETAKKKK</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kyu!!! Kau ini dongsaeng paling kurang ajar sedunia ya. Awwww “ Yesung meringis</p>
<p style="text-align:justify;">“ Makanya, jangan suka mengatai Noona yang tidak-tidak “ aku mendahuluinya dan berjalan duluan</p>
<p style="text-align:justify;">TOK…TOK..TOK..</p>
<p style="text-align:justify;">“ Silakan masuk “ ucap seorang yeoja yang kuketahui sekretaris direksi</p>
<p style="text-align:justify;">“ Belum terlambatkan? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Tentu saja, silakan “ sekretaris tersebut mempersilahkan kami duduk</p>
<p style="text-align:justify;">“ Memang siapa sih anak Dirut itu? tanyaku penasaran, Yesung Hyung yang masih memegang kepalanya pun hanya bisa menjawab</p>
<p style="text-align:justify;">“ Yang pasti dia cantik “ tidak berapa lama datang seorang yeoja dan tersenyum pada semua orang yang ada di Meeting Hall</p>
<p style="text-align:justify;">“ M o r n i n g “ sapanya sembari memberikan senyuman yang terbaik, semua orang pun membalas dengan sangat ramah, yeoja ini kan &#8212; yang ada di lift tadi.</p>
<p style="text-align:justify;">“ Baiklah. Bisa kita mulai persentasinya sekarang, dimulai dari bagian Marketing. Apa saja yang sudah kalian lakukan terhadap pasar domestik. Dan keuntungan apa yang didapatkan perusahaan, kemudian secara ilmu ekonomi, publik merasa nyaman dan mempunyai manfaat setelah memakai produk kita. Baiklah, kira-kira siapa yang akan menjelaskan. Mr. Kim atau Mr. Cho?? “ tanyanya lugas, nama ku disebut? Kenapa dia bisa tau nama ku.</p>
<p style="text-align:justify;">“ Eheemmm, baik. Saya yang akan menjelaskan lebih detailnya. Saya dan team telah memberikan kontribusi yang baik buat perusahaan &#8212; baik yang sifatnya deadline maupun dalam team kita sama-sama memberikan sesuatu yang berbeda daripada perusahaan lain. Selain kontribusi tentunya, kami juga memulai promosi yang tentu saja dapat menguntungkan perusahaan. Dan dalam ekonomisnya masyarakat telah di survey merasa nyaman memakai produk kita dan memunyai manfaat yang sangat efisien. Apalagi produk kita tidak mengandung bahan-bahan yang bisa merusak kulit bahkan sangat menjaga kulit, tubuh dan pencernaan kita dengan baik. Jadi intinya, selama masa transisi step by step &#8212; kita sudah memiliki banyak keuntungan baik dari segi penjualan maupun financial “ jelasku secara lugas, wanita itu tetap memperhatikanku. Rasanya tenang dan apa dia tertarik denganku??</p>
<p style="text-align:justify;">“ Baiklah. Untuk rapat kali ini selesai, untuk bagian Finance dan Purchasing temui saya 20 menit kemudian. Ada pembahasan lebih lanjut “ semua mengangguk setuju terkecuali Mr. Kim Jong Woon</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kau kenapa, Hyung? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Aku rasa, aku menyukai Ms. Kwon “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Mwo?? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Ya, Kyu. Rasanya dia sangat berbeda “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Apa??? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Tidak ada wanita muda yang seperti dia “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Andwae!!! Tidak mungkin!! “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kau kenapa sih? Rese banget jadi dongsaeng, enggak bisa melihat Hyungnya seneng sedikit aja “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Bukan begitu. Masalahnya Ms. Kwon sudah punya pacar “ ucapku sok tau</p>
<p style="text-align:justify;">“ Heh? Namjachingu?? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Nae “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Tau dari mana kau, Kyu “ tanya Yesung tak percaya</p>
<p style="text-align:justify;">“ Aku pernah 1 lift dengan  namjachingu dan Ms. Kwon “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Hah?!! Kau tidak pernah cerita padaku “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Ya!! Ekspresi mu itu, Hyung &#8212; sangat menjijikkan!! Ngapain juga aku cerita. Siapa tau enggak penting“ jawabku asal</p>
<p style="text-align:justify;">“ Kau ini, kajja! Aku traktir kau makan, free eat!! “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Yeahhh, I love you, Hyung!!!</p>
<p style="text-align:justify;">“ Ya! Kau ini lebih menjijikan “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Wae? “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Menyatakan cinta padaku “</p>
<p style="text-align:justify;">“ Bawel ah, itu tandanya aku sangat berterima kasih padamu, hehehe “</p>
<p style="text-align:justify;">Kyuhyun End POV</p>
<p style="text-align:center;">TBC</p>
<p style="text-align:center;">RCL ya teman-teman, gumawo ^^</p>
<p style="text-align:center;">oia, untuk FF yang lain udah saya fikirin. Kemungkinan besar :</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk FF My Family, bakal saya remake dan akan dijadikan 1, tidak berchapter&#8221; lagi (dan beberapa cast akan saya ganti)</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk FF WGM KYURI (belum tau, saya masih ingin melanjutkan hanya saja, waktu untuk menulis sekarang sulit didapat) mian =.=</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk FF-FF yang sejenis twoshoot atau short story (saya ga bisa janji, jujur kemungkinan tidak akan dilanjutkan</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk FF The Bridemaids Story (FF penuh perjuangan dan masih saya kerjakan, special Part 11+Epilog) tidak ada side story, jadi nanti saya gabungin jd satu</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk FF 3 Author itu, entahlah, saya juga ga bs jawab, saya belum prepare untuk part saya, jadi kalo ada yang merasa kesel menunggunya, ga usah ditunggu, karna salah satu authornya sudah persiapan UN jadi ga mungkin buat ff toh dia udah mikir buat masa depan (sama seperti kalian <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), yang satu lagi meskipun menulis ff sama seperti saya tidak seproduktif dulu, ide buat ff pasti ada, tapi berbagai halangan seperti penulisan, mengonsep butuh waktu yg cukup banyak untuk memikirkan hal tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk FF=FF saya yang lain, yang belum saya janjikan, itu tidak bisa saya lanjutkan lagi, berhubung kegiatan saya yang semakin tidak memungkinkan lagi untuk membuat FF-FF yang maestro #halah #preettt</p>
<p style="text-align:justify;">- untuk Readers tercinta (Loyal, Good, Silent Readers) makasih buat dukungannya selama ini, tanpa kalian saya bukan siapa-siapa (termasuk yang suka bashing FF saya ya, makasih atas bashingannya LOL XD)</p>
<p style="text-align:center;">sekian kata yang terucap, i love you full readers :*</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49674/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49674/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49674&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/drabble-series-getting-your-love-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/98679e914a7bbfaf946d3707ab975824?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kyurielfsone88</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/gettingyourlove1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gettingyourlove</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Wanna love You &#8211; Part 2</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/i-wanna-love-you-part-2/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/i-wanna-love-you-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 01:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>r13eonnie 강 하이에나</dc:creator>
				<category><![CDATA[FFindo]]></category>
		<category><![CDATA[Pinky_Girl]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Jonghyun]]></category>
		<category><![CDATA[key]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Donghae]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Tae Min]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49622</guid>
		<description><![CDATA[I Wanna Love You Chapter 1 Title:I Wanna Love You Cast: Choi Minho Lee Insa Lee Hana Kim Jonghyun Kim Kibum Key Lee Donghae Lee Jinki Onew Lee Taemin Cha Raeyeon Oh Nana Jessica Jung Choi Sully Other cast: Kangin&#38;Tiffany(Minho &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/i-wanna-love-you-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49622&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/jong1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-49623" title="jong1" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/jong1.jpg?w=584" alt=""   /></a></p>
<div>I Wanna Love You Chapter 1</div>
<div id="yui_3_2_0_1_10136558483085624">Title:I Wanna Love You</div>
<div>Cast:</div>
<div>Choi Minho</div>
<div>Lee Insa</div>
<div>Lee Hana</div>
<div>Kim Jonghyun</div>
<div>Kim Kibum Key</div>
<div>Lee Donghae</div>
<div>Lee Jinki Onew</div>
<div>Lee Taemin</div>
<div>Cha Raeyeon</div>
<div>Oh Nana</div>
<div>Jessica Jung</div>
<div>Choi Sully</div>
<div>Other cast:</div>
<div>Kangin&amp;Tiffany(Minho parents)</div>
<div>Siwon&amp;Yuri(Onew&amp;Insa parents)</div>
<div>Shindong&amp;Sunny(Donghae&amp;Hana parents)</div>
<div>Genre:Romance,friendship,family,little sad</div>
<div>Rating:PG-15</div>
<div>Backsound:Eunhyuk-Donghae_I Wanna Love You</div>
<div><span style="font-family:'Times New Roman',serif;"><br />
</span></div>
<p><span id="more-49622"></span></p>
<div>Jam 5 sore. Hana datang ke rumah Insa</div>
<div>Tok…tok…tok…</div>
<div>“Nuguseyo?”tanya Onew sambil membuka pintu</div>
<div>“Annyeoghaseyo,Onew oppa”sapa Hana sambil membungkukan badan</div>
<div>“Hana?Annyeonghaseyo. Kamu kapan pulang?”tanya Onew yang sedikit terkejut bertemu Hana</div>
<div>“Baru tadi siang”Hana tersenyum</div>
<div>“Mau ketemu Insa ya?”</div>
<div>“Iya”</div>
<div>“Ya udah masuk. Aku panggilin Insa dulu”</div>
<div>Hana pun masuk ke rumah Insa lalu duduk di sofa. Tak lama kemudian Insa datang</div>
<div>“Hana!”panggil Insa</div>
<div>“Insa??!”</div>
<div>Mereka berdua pun berpelukan. Lalu Insa duduk di dekat Hana</div>
<div>“Kamu ga berubah yah!”ucap Insa</div>
<div>“Iya donk! Kamu juga…”balas Hana</div>
<div>“Rumah kamu di mana sekarang?”tanya Insa</div>
<div>“Deket koq! Di komplek ini,aku ke rumah kamu aja pakai sepatu roda.”jawab Hana</div>
<div>“Jinjja?Bagus donk!”Insa tersenyum</div>
<div>“Heoga(permisi)”ucap Taemin</div>
<div>“Annyeong…”sama Insa dan Hans bersamaan</div>
<div>“Hana?!”Taemin sedikit terkejut melihat Hana</div>
<div>Hana hanya tersenyum</div>
<div>“Aigo…! Kamu kapan pulang?”tanya Taemin sambil duduk di sebelah Hana</div>
<div>“Baru tadi siang”jawab Hana</div>
<div>“Kenapa kamu ga kasih tau aku?”protes Taemin</div>
<div>“Nomor hp kamu kan ganti.”</div>
<div>“Iya ya. Insa,kamu pasti udah tau kan kalo Hana mau pulang. Kamu kenapa ga kasih tau aku?”Taemin menatap Insa</div>
<div>“Aku mau kasih surprise buat kamu”Insa mengedipkan sebelah matanya</div>
<div>“Eh,kamu sekolah di mana?”tanya Insa kemudian</div>
<div>“Neulparan high school. Itu sekolah kalian kan?”tanya Hana memastikan</div>
<div>“Iya”jawab Taemin dan Insa bersamaan</div>
<div>“Aku sengaja pilih sekolah itu biar satu sekolah sama kalian”Hana tersenyum kepada dua sahabatnya itu</div>
<div>“Iya”Taemin dan Insa pun tersenyum</div>
<div>Mereka pun ngobrol-ngobrol.</div>
<div>Sementara itu di suatu jalan,di sebuah mobil mewah</div>
<div>“Pak,kim…”panggil Minho</div>
<div>“Ne,tuan muda?”tanya pelayan itu</div>
<div>“Kalau ada toko alat musik tolong beritahu aku”pinta Minho</div>
<div>“Baik,tuan muda”sahut pelayan itu</div>
<div>Tidak lama kemudian mobil itu melewati sebuah toko alat musik</div>
<div>“Tuan muda,ada sebuah toko alat musik di sebelah kiri jalan”pelayan itu memberitahu Minho</div>
<div>“Pak,tolong berhenti”kata Minho kepada supirnya</div>
<div>“Apa di toko itu ada piano nya?”tanya Minho</div>
<div>“Ada. Piano nya dekat kaca besar toko itu”jelas pelayan itu</div>
<div>“Ya sudah. Aku ingin ke toko itu”</div>
<div>“Mari,saya bantu”</div>
<div>Pelayan itu pun membantu Minho turun dari mobil. Dan mengantar Minho ke depan toko alat musik itu</div>
<div>“Pak Kim tunggu saja di mobil. Aku bisa sendiri”kata Minho</div>
<div>“Tapi,tuan muda-“</div>
<div>“Aku bisa sendiri pak”Minho memotong kalimat pelayan itu</div>
<div>“Silahkan”pelayan nya pun membiarkan Minho masuk ke toko alat musik itu sendiri.</div>
<div>Minho pun meraba-raba dan akhirnya dia menemuka pintu tokoi itu. Dia pun mendorongnya,lalu masuk ke toko itu</div>
<div>“Annyeonghaseyo,tuan. Ada yang bisa saya bantu?”sapa pelayan toko itu ramah</div>
<div>“Annyeonghaseyo. Bolehkah saya bermain piano di toko anda?”tanya Minho sopan</div>
<div>“Oooo…silahkan. Mari saya antar”pelayan itu mengantar Minho ke tempat piano</div>
<div>“Dia kan buta?Mana mungkin dia bisa main piano?”gumam pelayan itu dalam hati</div>
<div>Minho pun duduk di depan piano lalu membuka papan piano(maksudnya papan yang buat nutupin tombol piano,mianhae aku ga tau namanya apa ^^v) dan mulai memainkan lagu “My Everything”. Itu adalah lagu favoritnya Minho</div>
<div>“Wua,hebat! Dia buta tapi bisa bermain piano”pelayan itu memuji Minho di dalam hatinya</div>
<div id="yui_3_2_0_1_10136558483085620">Minho memainjkan lagu tersebut dengan penuh perasaan. Beberapa menit kemudian,Minho bangkit dari kursinya dan mengambil tongkatnya</div>
<div>“Permaina piano tuan bagus sekali”puji pelayan itu</div>
<div>“Ah…kamsahamnida. Lain kali apa boleh saya main di sini lagi?”tanya Minho</div>
<div>“Ne,silahkan”kata pelayan itu sambil tersenyum,walaupun dia tahu Minho tidak bisa melihat senyuman nya</div>
<div>“Kamsahamnida. Saya permisi dulu,annyeonghaseyo…”Minho pamit</div>
<div>“Annyeonghaseyo…”pelayan itu pun menatap punggung Minho sampai keluar dari toko.</div>
<div></div>
<div><strong>TBC</strong></div>
<div></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49622/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49622/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49622&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/28/i-wanna-love-you-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/95a35ddde9bc310ef88702b63ce33481?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rieriedestiny</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/jong1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jong1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Conspiracy &#8211; Chapter 2: Infelicity</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/the-conspiracy-chapter-2-infelicity/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/the-conspiracy-chapter-2-infelicity/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 16:13:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mmmpeb</dc:creator>
				<category><![CDATA[mmmpeb]]></category>
		<category><![CDATA[Choi Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Cn Blue]]></category>
		<category><![CDATA[Jung Yonghwa]]></category>
		<category><![CDATA[key]]></category>
		<category><![CDATA[kim jonghyun]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Jinki]]></category>
		<category><![CDATA[lee jungshin]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Taemin]]></category>
		<category><![CDATA[onew]]></category>
		<category><![CDATA[Park Jiyeon]]></category>
		<category><![CDATA[Shim Changmin]]></category>
		<category><![CDATA[SHINEE]]></category>
		<category><![CDATA[T-ARA]]></category>
		<category><![CDATA[TVXQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49671</guid>
		<description><![CDATA[Author: mmmpeb Rating: PG16 Genre: complicated Length: chaptered Cast: Lee Jinki SHINee Kim Jonghyun SHINee Shim Changmin TVXQ Park Jiyeon T-Ara Choi Minho SHINee Other cast: Jung Yonghwa CNBLUE Kim Kibum / Key SHINee Lee Taemin SHINee Lee Jungshin CNBLUE &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/the-conspiracy-chapter-2-infelicity/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49671&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2011/12/62.jpg"><img class="aligncenter" title="62" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2011/12/62.jpg?w=584" alt="" /></a></p>
<p>Author: mmmpeb</p>
<p>Rating: PG16</p>
<p>Genre: complicated</p>
<p>Length: chaptered</p>
<p>Cast:</p>
<ul>
<li>Lee Jinki SHINee</li>
<li>Kim Jonghyun SHINee</li>
<li>Shim Changmin TVXQ</li>
<li>Park Jiyeon T-Ara</li>
<li>Choi Minho SHINee</li>
</ul>
<div>Other cast:</div>
<div>
<ul>
<li>Jung Yonghwa CNBLUE</li>
<li>Kim Kibum / Key SHINee</li>
<li>Lee Taemin SHINee</li>
<li>Lee Jungshin CNBLUE</li>
</ul>
</div>
<p>Disclaimer: Murder At 1600 with many editings</p>
<p>Summary:</p>
<p><em>Seorang detektif muda dari kepolisian pusat Korea Selatan dengan kemampuannya tidak bisa dipandang sebelah mata, Lee Jinki (25 tahun), mencium kejanggalan atas kematian salah seorang sekretaris presiden bernama Han Hyunah (24 tahun) yang terjadi satu minggu yang lalu. Kecurigaannya bermula pada saat ia menemukan sebuah foto yang menampakkan anak semata wayang presiden sekaligus sahabatnya sendiri, Choi Minho (23 tahun), bersama dengan sang korban di hari yang sama, detik-detik menjelang kematian Hyunah. Kecurigaannya bertambah saat ia mendapati Minho sedang berinteraksi diam-diam dengan seorang pembunuh bayaran</em></p>
<p>Prev: <a href="http://ffindo.wordpress.com/2011/12/03/the-conspiracy-teaser/" target="_blank">teaser</a> | <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/12/the-conspiracy-chapter-1-minho/" target="_blank">Minho?</a></p>
<p>*******************************************************</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Author pov</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hingga pagi menjelang, Jinki belum bisa memejamkan matanya. Pikirannya kembali dibayang-bayangi oleh kasus yang sedang ditanganinya. Banyak kejanggalan yang ia rasakan. Dan anehnya selalu ada bukti yang bisa mematahkan rasa janggalnya itu.</p>
<p>Jinki menyingkirkan kaki Taemin yang bersarang di atas perutnya. Kemudian ia bangkit dari tidur bergegas ke dapur. Hanya sekedar membasahi tenggorokan.<span id="more-49671"></span></p>
<p>Ia berhenti sebentar di depan kamar Taemin. Menerka-nerka sedang apa orang asing itu di dalam sana. Tidur kah atau mungkin sedang merencanakan sesuatu? Namun tenggorokannya sungguh terasa kering, karena itulah ia segera pergi menuju dapur.</p>
<p>Setelah membasahi tenggorokannya dengan segalas air dingin, Jinki kembali ke kamar. Tepat saat ia membuka pintu kamarnya, telepon berdering. Mau tidak mau ia kembali menutup pintu dan bergegas menuju telepon yang terletak di dekat sofa.</p>
<p>“Yobosseyo?” katanya dengan suara pelan. Ia sengaja menyenderkan kepalanya begitu ia duduk di sofa.</p>
<p>“<em>Jinki-ya! Nyalakan televisimu. Channel B!”</em></p>
<p>“Mwo?”</p>
<p>“<em>Cepat!”</em></p>
<p>Jinki bahkan belum sempat bertanya siapa walaupun samar-samar ia mengenal suara itu. Diraihnya remot televisi di atas meja dan dinyalakannya televisi. Dengan segera ia menekan tombol nomor 3, acara hiburan pagipun terganti dengan sebuah acara berita pagi.</p>
<p>&#8230; <em>sudah terkumpulnya bukti-bukti yang kuat. Han Baekim ditangkap di kediamannya yang terletak di wilayah Seocho sekitar pukul dua pagi tadi dan ia ditangkap tanpa adanya perlawanan. Selanjutnya ia akan menjalani sidang&#8230;</em></p>
<p>Mulut Jinki melebar di saat telinganya masih menempel pada telepon sedangkan matanya tidak lepas memandangi televisi.</p>
<p>“<em>YA, PABO!”</em></p>
<p>Lamunannya buyar saat seseorang di seberang telepon sana berteriak.</p>
<p>“Kau tahu ini, Yong?”</p>
<p>“<em>Aku justru mengetahuinya gara-gara melihat berita itu. Cepat ke markas.”</em></p>
<p>“Aku akan ada di sana satu jam lagi!”</p>
<p>Jinki kembali meletakkan gagang telepon dengan asal ke tempat semula. Tanpa mematikan televisi, ia bangkit berdiri dan dengan langkah cepat ia berjalan ke kamarnya. Namun, ia dikejutkan oleh sosok Jonghyun yang sudah berdiri di ambang pintu kamar Taemin.</p>
<p>“<em>Something wrong?”</em></p>
<p>“Akan aku jelaskan nanti.”</p>
<p>Jinki berusaha menghiraukan orang asing itu. Ia sudah harus berada di tempat kerjanya dalam satu jam.</p>
<p>“Tidakkah kau merasa ada yang aneh dalam kasusmu?”</p>
<p>Langkah Jinki terhenti di ambang pintu kamarnya. Ia menoleh pada Jonghyun yang menyeringai padanya.</p>
<p>“Kau bukannya ikut menangani kasus itu? Kenapa kau tidak tahu apa-apa? <em>At least, </em>kau tahu kapan pihak kepolisian akan mengumumkan si pelaku melalui media. Aku tebak, kau tidak tahu itu, kan? Yah, kecuali kalau teman-teman polisimu itu tidak ingin memberitahumu. Hoamm! Aku masih mengantuk!”</p>
<p>BLAM!</p>
<p>Pintu kamar Taemin tertutup dan Jonghyunpun lenyap dari pandangannya. Jinki hanya berdiri mematung seraya memikirkan perkataan Jonghyun barusan.</p>
<p>Ia ikut menangani kasus itu tapi mengapa berita itu disiarkan tanpa sepengetahuannya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BRAK!</p>
<p>Jinki menggebrak meja di depannya dengan kasar. Jiyeon yang berdiri di belakang Changmin sontak terkejut. Tidak ada bedanya dengan Yonghwa dan salah seorang petugas ahli forensik bernama Lee Jungshin. Hanya Changmin yang berdiri dengan tenangnya, tetap dengan posisi tegak.</p>
<p>“Kenapa membuat keputusan seenaknya? Bukti belum cukup kuat! Ah, oke! Kancing itu bisa jadi alibi yang tepat. Tapi kenapa hanya dengan kancing seragam <em>cleaning service </em>bisa membuat berita bohong itu?”</p>
<p>“Berita itu tidak bohong. Masih ada pisau. Polisi menemukan pisau yang digunakan untuk membunuh Hyunah di laci nakas kamar Baekim. Masih ada noda darah di pisau itu. Sudah diselidiki dan hasilnya positif darah milih Hyunah. Sidik jari di gagang pisaupun pas dengan sidik jari milik Baekim. Kau bilang belum cukup kuat?”</p>
<p>“Mwo?”</p>
<p>Jinki dibuat terkejut oleh penjelasan Changmin. Pasalnya, ia sama sekali tidak tahu-menahu mengenai pisau itu karena anak buahnya sama sekali belum memberinya kabar mengenai kelanjutan kasus. Ia sungguh baru mendengarnya dari mulut Changmin sendiri.</p>
<p>“Kau bilang pisau?” tanya Jinki sekali lagi dan Changminpun mengangguk dengan angkuh. “Kenapa aku tidak diberitahu?”</p>
<p>“Aku sengaja memerintahkan anak buahmu untuk tidak memberitahumu. Kau tahu? Kau itu hanya akan memperlambat jalannya kasus ini. Dan aku jauh-jauh ke sini ingin mengatakan kasus sudah ditutup. Kau tidak perlu bersusah payah menyelidikinya lagi.”</p>
<p>Changmin hendak meninggalkan ruangan milik Jinki. Namun langkahnya terhenti dan berkata sesuatu saat melewatinya. “Aku heran! Kenapa Pak Sanghyun memilih amatiran sepertimu?” Dan setelah mengatakan itu, Changmin kembali berjalan meninggalkan ruangan itu, diikuti Jiyeon yang berjalan mengekornya.</p>
<p>Jinki tidak bisa menerima mendapat perlakuan remeh dari Changmin. Tapi mau bagaimanapun, ia harus bisa menahan diri. Ia bukan tipe orang yang mudah kelepasan begitu saja.</p>
<p>Jungshin yang sejak tadi diam menyaksikan kini membungkuk pada Jinki dan Yonghwa. Raut wajahnya sedikit bimbang dan itulah yang membuat Jinki mencegahnya pergi. Jungshin tidak berani menatap mata Jinki saat tubuhnya terhalangi.</p>
<p>“Aku belum mempersilahkanmu pergi!” kata Jinki.</p>
<p>“Kalau begitu tolong persilahkan aku untuk pergi. Masih ada yang harus kuperiksa.”</p>
<p>Jungshin masih tidak berani menatap wajah Jinki dan justru membuat Jinki berspekulasi ada yang disembunyikan oleh Jungshin.</p>
<p>“Katakan padaku yang sebenarnya!”</p>
<p>“Tidak ada!”</p>
<p>“Ada! Mulutmu bilang tidak, matamu bilang ada. Tatap mataku!”</p>
<p>Mau tidak mau Jungshin menatap Jinki. Tertangkap sorotan tegas dari mata sipit namja itu. Jungshin menyerah. Ia memang tidak begitu mengenal Lee Jinki, tapi ia pernah mendengar jika Jinki adalah orang yang paling tidak bisa dibohongi. Karena itulah ia memilih menyerah.</p>
<p>Jungshin menghela nafasnya sebelum ia bercerita tentang sesungguhnya.</p>
<p>“Yang dikatakan Shim Changmin 75% benar.”</p>
<p>“Lalu ke mana 25% lagi?” kali ini Yonghwa membuka suara. Ia jadi ikut penasaran.</p>
<p>“Aku menemukan cairan sperma pada pakaian dalam korban dan&#8230;”</p>
<p>Jinki dan Yonghwa menahan nafas mereka menunggu Jungshin yang menggantungkan pembicaraannya.</p>
<p>“&#8230;dan diduga pada hari di mana korban ditemukan, sang korban sehabis berhubungan badan dengan putra presiden.”</p>
<p>“MINHO?” pekik Yonghwa dan Jinki. Jungshinpun mengangguk membenarkan jawaban keduanya.</p>
<p>“Aku tidak tahu ini benar apa tidak. Aku mendengarnya samar-samar saat Changmin sedang berbicara di telepon dan mengungkit keberadaan korban dengan Choi Minho. Tapi ada kecocokan antara cairan sperma itu dengan data urine milik Minho yang aku minta dari pihak rumah sakit. Terus terang, aku belum mengatakan ini pada siapapun, makanya aku baru menduga.”</p>
<p>“<em>Oh-my-God!” </em>seru Jinki tanpa bersuara.</p>
<p>Telepon tiba-tiba berdering. Yonghwa yang mengerti situasipun mengangkat telepon tersebut tanpa dipinta Jinki.</p>
<p>“Ya?”</p>
<p>“<em>Who’s this?”</em></p>
<p>“Jung Yonghwa.”</p>
<p>“<em>Oh, hyungnim! Annyeong! Aku ada perlu pada Jinki hyung, bisa berikan teleponnya padanya? Ini penting?”</em></p>
<p>Yonghwa menatap sekilas pada Jinki yang sejak tadi juga menatapnya. Diberikannya gagang telepon itu pada Jinki.</p>
<p>“Halo?”</p>
<p>“<em>Hyung! I’ve got it!”</em></p>
<p>“Jeongmal? Ke ruanganku sekarang.”</p>
<p>TOK TOK TOK</p>
<p>“<em>May i come in?”</em></p>
<p>“Kau sudah di depan? Tunggulah sebentar!”</p>
<p>Jinki meletakkan kembali teleponnya ke tempat semula.</p>
<p>“Jungshin-ssi, apa ada lagi yang ingin kau katakan?”</p>
<p>“Tidak ada!”</p>
<p>Lama Jinki terdiam dan akhirnya ia kembali bicara.</p>
<p>“Baiklah! Kau boleh pergi!”</p>
<p>Jungshin membungkuk sekilas pada Jinki dan Yonghwa, kemudian pergi meninggalkan ruangan Jinki. Tepat saat Jungshin menghilang, Key datang.</p>
<p>“Apa yang kau temukan?” tanya Jinki begitu Key sudah mendudukkan dirinya di kursi.</p>
<p>“Setelah aku cek, pemilik tangan itu benar Minho. Guratan dan tekstur kulit tangan antara kedua foto itu cocok. Yang artinya si pemilik tangan itu adalah orang yang sama.”</p>
<p>Astaga! Pikiran Jinki kali ini benar-benar jengah. Sejak kemarin ia berusaha menangkis asumsi negatif itu, tapi justru semua informasi yang ia dapatkan mengarah pada sahabatnya itu.</p>
<p>Ia kembali teringat percakapannya kemarin dengan seseorang yang bekerja di dalam kediaman presiden. Orang itu mengatakan Hyunah ikut ke Jeju bersama Minho, ia melihat sendiri Hyunah masuk ke dalam mobil Minho dan kemudian kembali ke kediaman presiden pada malam hari seorang diri. Sangat berbeda dengan yang Changmin katakan padanya kalau Hyunah berada di rumahnya sendiri saat keluarga presiden pergi ke Jeju dan kembali ke kediaman presiden pada sore hari.</p>
<p>Benarkah Minho pelakunya?</p>
<p>Hanya pertanyaan itu yang berputar diotaknya kini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Jinki pov</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari ini Taemin memutuskan untuk sementara tinggal bersama umma dan appa walaupun mulai besok otomatis ia harus bangun lebih pagi agar tidak terlambat ke sekolah. Itulah alasan kenapa ia tinggal di apartemenku. Baru saja ia pergi lima belas menit yang lalu dengan kopernya. Ia membuat keputusan mendadak. Selain karena risih ada orang asing di rumahku, ia rindu sekali dengan orang tua kami. Ah, aku juga merindukan mereka.</p>
<p>Sebenarnya sifatku dan Taemin tidak jauh berbeda. Aku juga risih kalau ada orang asing tinggal di rumahku. Tapi entahlah, naluriku mengatakan Kim Jonghyun ini akan berguna. Yah, naluri yang kumiliki 99% tidak mudah untuk diragukan.</p>
<p>Manusia bernama Kim Jonghyun itu kini duduk di dekatku. Diam merenung setelah mendengarkan penjelasan panjang lebarku tadi seputar kasusku. Semua kuceritakan padanya, termasuk kejanggalan yang aku rasakan.</p>
<p>“Yang jelas, ada tiga fokus yang harus kita perhatikan. Minho, Changmin dan Jiyeon.”</p>
<p>“Jiyeon?” tanyaku. Kenapa wanita angkuh itu dibawa-bawa?</p>
<p>“Dia menutupi sesuatu darimu.”</p>
<p>“Kau yakin?”</p>
<p>“Aku tidak bilang Jiyeon itu terlibat. Hanya saja kita harus memperhatikan dia juga. <em>Well, he tried to hide something from you. And guess what? </em>Aku merasa ini ada hubungannya dengan Changmin.”</p>
<p>Kalau masalah Changmin, aku sudah merasa janggal dengan dirinya. Aku paling pandai membaca gerak-gerik orang. Jelas sekali ada yang aneh dengan si Changmin itu.</p>
<p>Tapi Jiyeon? Entahlah! Dia wanita yang cantik. Tipe idelku memang selalu berubah-ubah. Kadang aku suka wanita yang lembut, tahu-tahu berubah jadi suka yang agak tegas. Tapi begitu bertemu dengan Park Jiyeon, seperti ada yang menghipnotis diriku begitu aku melihatnya. Rambut pendek kehitamannya, raut wajahnya yang angkuh, dan&#8230;</p>
<p>YA!! Kenapa aku jadi memikirkannya?</p>
<p>“Jinki, sebaiknya kau menghadiri pesta ini.”</p>
<p>Dia melemparku dengan sebuah kertas undangan. Tsk! Selain hanya memanggilku dengan namaku saja, dia juga menganggapku layaknya orang yang pantas dilempari sesuatu. Apa semua orang Amerika seenak dia begini? Aku jadi ingat kenapa appa melarangku kuliah di Chicago. Beliau takut <em>manner</em>-ku bakal sejongkok si Jonghyun ini.</p>
<p>“Jamuan makan malam?” tanyaku seraya membaca satu persatu kata di undangan tersebut. Ini undangan khusus kepresidenan. Bagaimana bisa ia mendapatkannya?</p>
<p>“<em>Open house </em>kepresidenan<em>! </em>Hanya orang-orang yang mendapat undangan itu yang bisa masuk. Kau saja yang ke sana nanti malam. Jiyeon dan Changmin pasti ada di sana.”</p>
<p>“Dari mana kau mendapatkannya?”</p>
<p>“Tidak sulit untuk seorang agen FBI seperti! Koneksiku banyak.”</p>
<p>Cih! Dia juga sombong!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di sinilah aku sekarang. Di sebuah <em>ballroom </em>yang megah. Sungguh terlihat ekslusif, apalagi setelan resmi yang dikenakan para hadirin. Untungnya aku memiliki satu setelan <em>tuxedo.</em></p>
<p>Petugas di pintu depan sama sekali tidak mencurigaiku. Hanya meng-<em>scanning-</em>ku sebentar dari atas hingga bawah –yeah, aturan protokol- dan saat kuberikan kertas undangan dari Jonghyun, pria-pria kekar itu mengizinkanku masuk.</p>
<p>Banyak orang-orang penting yang hadir di sini. Tentu saja, ini kan jamuan kepresidenan.</p>
<p>Di antara ratusan orang yang hadir, mataku terus mencari sosok Jiyeon. Yeah, aku harus mengorek informasi darinya. Menurut penerkaan si Jonghyun, Jiyeon adalah tipe orang yang sulit untuk memendam rahasia yang tidak ingin ia jaga. Tebakan Jonghyun, Changmin memerintahkan Jiyeon untuk bungkam. Dan tugasku di sini adalah membuka mulutnya itu.</p>
<p>Aku melihat Minho di dekat podium. Sedang bercanda gurau <em>a la </em>kelas atas dengan beberapa anak pejabat pemerintahan. Ia tertawa tanpa beban. Aku semakin bingung, benarkah Minho yang kukenal membunuh Hyunah? Kalau iya, apa motifnya? Atau jangan-jangan Hyunah mengancam Minho akan membeberkan hubungan intim mereka?</p>
<p>Arrrg! Sekalipun aku sahabat Minho, aku tidak bisa terlalu masuk ke dalam kehidupannya lagi sejak ayahnya diangkat menjadi presiden tiga tahun yang lalu. Bahkan ia tidak tahu aku ada di sini. Kami jarang berkomunikasi. Terus terang, kemarin itu adalah hari pertamaku mengunjungi rumah presiden. Bukan untuk bermain <em>playstation </em>dengan Minho, melainkan menangani kasus pembunuhan. Miris.</p>
<p>Untuk kali ini mari lupakan Minho! Fokusku ke sini adalah mencari nona Park yang&#8230;</p>
<p>Ah, itu dia!</p>
<p>“Jiyeon-ssi?”</p>
<p>Wanita berambut pendek itu menengok ke belakang dan mata kamipun bertemu. Ia terkejut. Tapi sepertinya aku yang lebih terkejut. Melihatnya seanggun ini membuatku takjub. Wanita cantik memang tidak harus memiliki rambut yang panjang.</p>
<p>“Sedang apa kau di sini?” tanyanya dengan pandangan tajam terarah padaku. Dia masih saja ketus padaku. Apa semua pegawai kepresidenan didoktrin untuk sinis pada orang asing? “Bagaimana kau bisa masuk ke sini?”</p>
<p>“Aku punya undangan.”</p>
<p>“Kau mencurinya dari mana?”</p>
<p>“Hahaha! Aku bisa mendapatkannya dari Minho sebanyak yang aku mau.”</p>
<p>Dengan predikatku sebagai  sahabat Minho, aku sebenarnya bisa saja masuk tanpa undangan. Aku tinggal menelpon Minho untuk menjemputku di pintu dan penjaga di depan pasti hanya diam melihatku masuk tanpa undangan. Tapi yeah, untuk saat ini tidak mungkin dilakukan. Untung saja aku cepat menemukan alasan ini. Sepertinya Jiyeon tidak tahu kalau aku mendapatkan undangan itu bukan dari Minho.</p>
<p>“Jiyeon-ssi?”</p>
<p>Dia diam.</p>
<p>“Apa aku harus memanggilmu Agen Park? Kasusnya sudah selesai, bukan? Tidak ada alasan lagi aku memanggilmu Agen Park lagi. Ingat kata-katamu wak-”</p>
<p>“Pergi dari sini, Jinki-ssi! Kau tidak bisa mengorek informasi apapun dariku lagi!” katanya pelan tanpa menatap mataku barang sedikitpun. Kau tahu, dia bicara seperti itu justru membuatku makin curiga. Aku yakin sekali ada yang ditutupi dari dia.</p>
<p>“Yakin?” kataku menyeringai padanya. Ia kembali memandangiku. Pandangannya ragu.</p>
<p>Jiyeon terdiam. Ia seperti ingin berbicara tapi sesuatu menginterupsinya. Matanya beralih ke arah yang lain dan akupun mengikuti ke mana matanya memandang.</p>
<p>Ah, si Changmin! Tidak jauh dari posisi kami. Dia berdiri bersenderkan penyangga gedung sambil mengamati kami berdua dengan mata sipitnya.</p>
<p>“Pergi sekarang Lee Jinki! Atau jangan salahkan aku kalau kau mendapat malu di sini!”</p>
<p>“Oke, oke!” kataku menyerah. Aku melangkah mundur dengan perlahan dan tersenyum padanya. “Kita akan bicara lain waktu. Berdua!”</p>
<p>Ia membuang muka begitu aku mengedipkan sebelah mataku padanya.</p>
<p>Manis sekali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BLAM!</p>
<p>Aku langsung membuka jas hitamku dan meletakkannya di senderan sofa. Sudah ada Jonghyun duduk di sana sambil menyaksikan acara kartun dengan sebuah laptop di pangkuannya. Akupun mengambil posisi di sampingnya.</p>
<p>Segera kulepas dasi kupu-kupu pemberian Jonghyun dan kusembunyikan ke dalam kantung jas. Tahu-tahu layar laptop di pangkuan Jonghyun berubah gelap. Eh?</p>
<p>Tadi mataku menangkap siluet rumahku di layar laptopnya dan tiba-tiba menghilang. Atau&#8230;</p>
<p>Dengan cepat kuambil kembali dasi dari dalam saku.</p>
<p>“<em>Oh, shit! </em>Kau tidak bilang padaku kalau ada kamera di dasiku?” umpatku padanya. Dia hanya tersenyum padaku.</p>
<p>“Aku takut kau mengacaukannya. Makanya aku tidak bilang-bilang!”</p>
<p>“Sial!”</p>
<p>Si Kim Jonghyun ini hanya tertawa di saat aku menahan kekesalanku.</p>
<p>“Tapi melihat gerak-gerik Jiyeon, aku yakin sebenarnya ada sesuatu yang berusaha ia ingin katakan padamu tapi seperti ada yang menekannya untuk bungkam.”</p>
<p>“Changmin!” tebakku.</p>
<p>“Tepat! Lihat dia tadi begitu ia melihat Changmin?”</p>
<p>“Maksudmu Changmin menekan Jiyeon?”</p>
<p>“Begitulah!”</p>
<p>Ternyata si Jonghyun ini satu pemikiran denganku. Aku juga merasa aneh dengan Jiyeon. Dan ternyata bukan aku saja yang merasa begitu.</p>
<p>“Ngomong-ngomong sudah berapa wanita yang berhasil kau taklukan sejauh ini?”</p>
<p>Aku mendelik padanya.</p>
<p>“Kau bicara kaku sekali pada seorang wanita. Santai saja! Atau perlu aku gantikan posisi temanmu untuk mencarikanmu seorang jodoh? Siapa nama temanmu itu? Yonghwa? Tadi dia ke sini sebentar dan akhirnya kami ngobrol.”</p>
<p>YONGHWA SIALAN!!!!</p>
<p>Beraninya dia menceritakan masalah pribadiku pada orang asing ini!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p align="center">
<p align="center">
<p>Aku mendengar suara grasak-grusuk dari luar kamar. Jonghyunkah? Mwolla! Tapi apa yang dia lakukan di pagi-pagi buta begini? Suaranya seperti debaman kursi.</p>
<p>Dengan perlahan aku bangkit dari tempat tidur. Kubuka pintu kamarku tanpa menimbulkan suara decitan dan dari celah pintu aku melihat orang asing sedang mengotak-atik isi vas kaca yang umma belikan untukku dua tahun yang lalu.</p>
<p>“YA!”</p>
<p>Orang itu spontan pergi begitu aku berteriak. Tapi untunglah Jonghyun yang tiba-tiba muncul segera menangkapnya. Sempat terjadi baku hantam diantara mereka. Namun, belum sempat aku membantu, orang asing itu berhasil menjatuhkan Jonghyun dan iapun berhasil kabur.</p>
<p>“<em>DAMMIT!” </em>umpat Jonghyun.</p>
<p>Aku membantunya berdiri. Ia tampak kesakitan dengan wajahnya. Lebam.</p>
<p>“Aku akan mengambil es batu,” kataku.</p>
<p>“Tidak, tidak! Kau angkat saja telepon itu!”</p>
<p>Telepon? Tidak ada suara telepon berdering.</p>
<p>“Itu!” katanya seraya mengendikkan dagunya ke arah vas. Ada ponsel yang terjatuh di dekat sana, sepertinya milik orang asing tadi. Layarnya berkedap-kedip. Aku mengambilnya dan melihat sebuah nama yang muncul di layar ponsel asing tersebut. Baru saja aku mau mengangkatnya, tiba-tiba sudah mati.</p>
<p>Shim Changmin? Kenapa nama itu yang muncul?</p>
<p>Begitu menyadari sesuatu, aku langsung mengangkat vas kaca itu. Kubalikkan vas itu dan sebuah benda berbentuk kotak kecil keluar dari dalam sana.</p>
<p>“Sepertinya selama ini ada yang mendengar percakapan kita diam-diam,” kata Jonghyun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“PANGGILKAN SHIM CHANGMIN SEKARANG JUGA!” teriakku.</p>
<p>Para petugas berseragam safari tetap mencegahku masuk ke dalam kediaman presiden. Oke, aku memang terlihat seperti orang gila. Masuk menerobos tanpa mau diperiksa dan tahu-tahu aku teriak-teriak di depan gerbang kediaman presiden seperti orang demo.</p>
<p>“Ada apa ribut-ribut?”</p>
<p>Orang itu akhirnya datang. Dengan langkah angkuh dia mendatangiku. Para penjagapun melepas pegangan mereka.</p>
<p>“Biarkan aku bicara berdua dengannya!”</p>
<p>Mereka semua menurut. Membungkuk sekilas pada Changmin dan pergi meninggalkan kami berdua di depan gerbang.</p>
<p>“Ada yang bisa aku bantu lagi? Aku sudah mengatakan kasus sudah selesai!” kata Changmin dingin. Ia berdiri tegak dengan sebelah tangan masuk ke dalam kantung celana.</p>
<p>“Untuk apa kau menaruh perekam di rumahku?”</p>
<p>“Ah, kau sudah menyadarinya rupanya? <em>Well, </em>aku hanya penasaran apa kau masih saja rewel. Dan dugaanku terbukti. Kau bahkan mendatangi seseorang dari FBI. Kenapa kau sebegitu penasarannya dengan kasus ini?”</p>
<p>“Justru aku yang harusnya bertanya kenapa! Kenapa kau menutupi kenyataan yang seharusnya terungkap. Kenapa kau menjadikan Baekim yang tidak bersalah sebagai kambing hitam?”</p>
<p>“Kau memiliki bukti Baekim tidak bersalah?”</p>
<p>“Aku-“</p>
<p>“Tidak, kan? Aku memiliki bukti yang memberatkannya. Untuk itu lebih baik kau berhenti bertingkah sebelum kau mendapatkan masalah!”</p>
<p>Changmin memandangku tajam. Seolah melalui matanya ia berkata ‘<em>Kau akan mati ditanganku nanti!’</em> Sial! Belum selesai aku bicara, dia pergi meninggalkanku. Aku ingin mengejarnya tapi para penjaga itu kembali menghadangku.</p>
<p>Aku memang belum memiliki bukti yang sebenarnya. Tapi aku akan memilikinya. Tunggu saja, Shim Changmin!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sehabis menemui Changmin –sialan- itu, aku bergegas menuju tahanan di kantor pusat. Aku ingin mendengar sendiri Baekim yang bicara.</p>
<p>Dan sekarang dia ada di depanku. Seorang polisi yang baru saja mengawalnyapun pergi meninggalkan kami berdua di ruangan interogasi. <em>Well, </em>jabatanku yang cukup menjanjikan membuatku bisa mendapatkan privasi.</p>
<p>“Anda siapa?” tanyanya dengan memandangku sarkastik.</p>
<p>“Aku Lee Jinki! Aku yang menangani kasus pembunuhan nona Han Hyunah.”</p>
<p>“Oh! Untuk apa lagi kau bicara padaku? Aku bersalah dan aku mengakuinya.”</p>
<p>“Tidak! Tolong katakan padaku yang sejujurnya!”</p>
<p>“Aku sudah berkata yang sejujurnya! Aku yang membunuhnya.”</p>
<p>“Tidak! Dan kau menutupi sesuatu!”</p>
<p>“TOLONG JANGAN MEMPERSULITKU, TUAN! KELUARGAKU TERANCAM!”</p>
<p>Terancam?</p>
<p>“Maksudmu?”</p>
<p>“ARRRRRRRG!”</p>
<p>Baekim tiba-tiba mengamuk. Ia mengakat meja dan menimbulkan suara yang keras. Seorang polisipun masuk dan kembali memborgol tangan Baekim.</p>
<p>“JANGAN PERNAH MENEMUIKU LAGI!” teriaknya sebelum menghilang dari hadapanku.</p>
<p>Dia seperti orang gila. Tidak! Ia sengaja menghindar dariku. Ia sengaja membuat kegaduhan agar polisi kembali menyeretnya ke sel.</p>
<p>Baekim menyembunyikan sesuatu.</p>
<p>Keluarganya yang terancam?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Matahari berangsur bergerak ke arah barat. Langit sore berubah menjadi <em>orange </em>begitu cepat. Haaah! Aku merasa beberapa hari ini berjalan dengan cepat. Baru kali ini perhatianku benar-benar teralih pada satu pusat.</p>
<p>Jalanan sore ini tidak begitu ramai, tapi tidak sepi juga. Oleh karena itu kukendarai mobilku dengan kecepatan standar.</p>
<p>Ponselku berdering. Kupasang <em>headset </em>ke telinga kananku dan menekan tombol penjawab.</p>
<p>“Yobosseyo?”</p>
<p>“<em>Lee Jinki? Sudah kau ambil berkas-berkas yang kupinta tadi?”</em></p>
<p>Oh, dari Kim Sanghyun, atasanku.</p>
<p>“Sudah, Pak! Sekarang aku sedang dalam perjalanan kembali ke kantor. Dua puluh menit lagi.”</p>
<p>“<em>Cepat!”</em></p>
<p>“Baik!”</p>
<p>Saat aku masih berada ke tahanan pusat, Kim Sanghyun memintaku mengambil berkas-berkas di bagian administrasi tahanan pusat. Kebetulan sekali aku ada di sana tadi.</p>
<p>Terus terang, aku merasa ada orang dalam yang terlibat dalam kasus ini. Semua terasa janggal. Seperti merasa ada konspirasi di dalamnya.</p>
<p>Haaaah!</p>
<p>Biasanya kalau banyak pikiran seperti ini, aku akan membuka jendela mobilku, mematikan pendingin dan merokok. Tapi sejak Yonghwa menikah empat bulan yang lalu, ia melarangku untuk merokok. Haha, guru merokokku menyuruhku berhenti merokok. Itu karena istrinya tidak ingin Yonghwa menjadi perokok sampai mati dan akupun ikut keseret-seret.</p>
<p>Dulu, aku memang seorang perokok. Tidak terlalu aktif sih, setidaknya sehari satu batang. Aku masih cinta kesehatan. Aku mulai biasa merokok sejak mengenal Jung Yonghwa itu, semenjak kami menjadi teman sekelas sewaktu masuk universitas. Ayahnya perokok yang sangat aktif, tidak salah kalau menurun ke anaknya dan ikut menurun pula ke teman anaknya.</p>
<p>Tapi sungguh, sekarang ini aku ingin sekali merokok, tidak tahu kenapa. Karena itulah aku menepikan mobilku di depan mini market. Baru saja aku mengeluarkan kakiku dari mobil, aku dikejutkan oleh sosok namja bertubuh tinggi yang berlari menghindari kejaran tiga orang pria.</p>
<p>Minho? Kenapa dia dikejar-kejar begitu? Ke mana pengawal yang selalu mengikutinya? Atau yang tadi itu pengawal-pengawalnya?</p>
<p>Akhirnya kuurungkan niatku ke mini market. Minho lebih menarik perhatianku ketimbang sebatang rokok.</p>
<p>Mereka berbelok, akupun ikut berbelok. Tapi nyatanya Minho salah mengambil jalan. Ia tidak bisa ke mana-mana lagi karena jalanan buntu.</p>
<p>Aku bersembunyi di balik bilik. Mengintip mereka yang berjarak sekitar lima puluh meter dariku. Sial! Aku tidak bisa mendengar percakapan mereka sama sekali. Hanya kata ‘bunuh’ ‘Hyunah’ dan ‘bayar’ saja yang dapat aku tangkap dari teriakan mereka.</p>
<p>Tunggu!</p>
<p><em>Oh my God!</em></p>
<p>Minho tidak menyuruh orang-orang itu untuk membunuh Hyunah, kan?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-TBC-</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ada yang bilang bahasanya keberatan. Maaf ya, kalo genrenya begini, susah buatku untuk bikin kata-kata yang mudah dimengerti #authorgagal.</strong></p>
<p><strong>Dianjurkan untuk membaca fanfiction ini dengan sebenar-benarnya (?). Maklumin lah, genre begini butuh mikir #sotoy. Inilah kenapa aku males baca conan xD</strong></p>
<p><strong>Menerima segala masukan ^^</strong></p>
<p><strong>Ngomong-ngomong Jiyeon di sini pas era  Cry Cry. Aku suka banget sama rambut pendeknya. sayang cuma wig.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49671/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49671/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49671&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/the-conspiracy-chapter-2-infelicity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1c50ec71035cf8245b8ae2c9caee1f26?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ffcnblue</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2011/12/62.jpg?w=584" medium="image">
			<media:title type="html">62</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HARD &#8211; Part 2</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/hard-part-2/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/hard-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Jan 2012 14:11:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joonisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joonisa]]></category>
		<category><![CDATA[CNBLUE]]></category>
		<category><![CDATA[f(x)]]></category>
		<category><![CDATA[Krystal]]></category>
		<category><![CDATA[Miss A Suzy]]></category>
		<category><![CDATA[onew]]></category>
		<category><![CDATA[SHINEE]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=49651</guid>
		<description><![CDATA[ PROLOG &#8211; 1 Title :  HARD  [PART 2] Author : Joonisa Rating : PG 15 Genre             : Thriller, Action, Friendship,Romance, Angst,AU Length : Chaptered (Maybe 4 or 5 chapters) Cast    :           Kim Hye Ri (OC) / YOU Lee &#8230; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/hard-part-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49651&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/cnblue-1-copy2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-49667" title="cnblue-1 copy" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/cnblue-1-copy2.jpg?w=584&#038;h=454" alt="" width="584" height="454" /></a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/09/hard-prolog/comment-page-2/#comment-251353" target="_blank">PROLOG</a> &#8211; <a href="http://ffindo.wordpress.com/2012/01/11/hard-part-1/" target="_blank">1</a></p>
<p><strong>Title </strong>:  HARD  [PART 2]</p>
<p><strong>Author </strong>: Joonisa</p>
<p><strong>Rating </strong>: PG 15<strong></strong></p>
<p><strong>Genre             </strong>:<strong> </strong>Thriller, Action, Friendship,Romance, Angst,AU</p>
<p><strong>Length </strong>:<strong> </strong>Chaptered (Maybe 4 or 5 chapters)<strong></strong></p>
<p><strong>Cast    </strong>:<strong>           </strong></p>
<ul>
<li>Kim Hye Ri (OC) / YOU</li>
<li>Lee Jong Hyun (CN BLUE)</li>
<li>Kang Min Hyuk  (CN BLUE)</li>
<li>Jung Yong Hwa (CN BLUE)</li>
<li>Lee Jung Shin (CN BLUE)</li>
<li>Bae Su Ji / Suzy (Miss A)</li>
<li>Lee Jin Ki / Onew (SHINEE)</li>
<li>Jung Soo Jung / Krystal (Fx) &#8211; Cameo</li>
</ul>
<p><strong>Disclaimer  : The plot and the idea is mine. The cast is mine too *kidding* ^^. Got much influenced by JIU</strong></p>
<p><strong>Note    </strong>: Siapkan mental untuk membaca, karena penuh dengan adegan kekerasan .__.<span id="more-49651"></span></p>
<p>“Jung Shin, hentikan mobilnya..”</p>
<p>[CIIT!]</p>
<p>Jung Shin langsung menginjak rem setelah mendapat titah dari pria ber-hoodie hitam yang duduk di belakangnya. Jung Shin menatap ke jalan tanpa berkedip.</p>
<p>“Aku yang akan menjalankan rencana kedua dan membereskan semuanya. Kau langsung pulang ke rumah. Arasseo?”</p>
<p>Jung Shin mengangguk.</p>
<p>“Baik. Aku turun sekarang.”</p>
<p>Pria ber-hoodie hitam itu pun turun dari mobil dan mulai memicingkan matanya, menyesuaikan diri dengan cahaya temaram dari lampu jalan sambil melanjutkan langkahnya menuju ke arah mobil Suzy yang berasap.</p>
<p>Tidak membutuhkan waktu lama untuk sampai ke tempat yang ia tuju, karena mobil Suzy hanya berjarak 50 meter dari tempat di mana ia turun dari mobil yang disupiri Jung Shin. Pria itu membuka pintu mobil di bagian kemudi, tempat di mana Suzy tergeletak tak sadarkan diri dengan darah yang mengucur dari dahinya. Ia terdiam sejenak menatap wajah Suzy, kemudian mengeluarkan sebilah pisau lipat berukuran cukup panjang dari saku jaketnya.</p>
<p>“Kau hanya akan menjadi penghalang bagiku untuk mendapatkan temanmu yang brilian itu, Bae Suzy.”</p>
<p>[ZREEKKKKK!]</p>
<p>Satu sayatan pisau lipat itu membelah perut Suzy. Darah segar mengucur deras tanpa bisa dicegah.</p>
<p>“Pergilah ke tempat yang lebih tenang. Aku akan membantumu menyusul Krystal.”</p>
<p>[ZREEEKKKK!!!!]</p>
<p>Satu sayatan lagi dari pria itu, kali ini membelah leher Suzy. Senyum tipis terukir di bibirnya begitu melihat semakin banyak darah yang keluar dari tubuh Suzy.</p>
<p>“Annyeong, Bae Suzy.”</p>
<p>[ZEKKKK!!!]</p>
<p>[ZEEEKKKKK!!]</p>
<p><em>=============== </em></p>
<p><strong>@Seoul Hospital</strong></p>
<p><strong>Jong Hyun’s POV</strong></p>
<p>Aku berlari secepat mungkin di lorong rumah sakit ini sambil membetulkan jaketku. Saat dini hari seperti ini rumah sakit masih sepi, hampir tidak ada orang yang berlalu lalang. Hanya ada satu atau dua orang suster, karena itu aku bisa berlari dengan cepat.</p>
<p>Aku segera berbelok ketika melihat tulisan ‘kamar jenazah’ menunjukkan panah ke arah kanan. Dari kejauhan aku bisa melihat Min Hyuk yang berdiri tepat di samping pintu kamar jenazah dan sedang memegangi ponselnya. Aku semakin mempercepat lariku untuk menghampiri Min Hyuk.</p>
<p>“Min Hyuk-ah&#8230;”</p>
<p>Min Hyuk menoleh dan menatap sendu ke arahku. “Hyung..”</p>
<p>“Bagaimana keadaannya?”</p>
<p>Min Hyuk menunduk, kemudian menggeleng pelan. “Mengerikan, Hyung.”</p>
<p>“Mengerikan?” aku mengernyitkan alis.</p>
<p>“Terdapat sayatan yang panjang di tangan dan di leher. Selain itu, kedua bola mata Suzy juga ditusuk.”</p>
<p>Aku menelan ludah mendengar apa yang dikatakan Min Hyuk. Meskipun aku baru saja bertemu Suzy tadi siang dan tidak berkenalan secara langsung, tapi mendengar kematiannya yang begitu mengenaskan sedikit banyaknya membuat bulu kudukku berdiri.</p>
<p>“Kau sudah mengabari Yong Hwa?”</p>
<p>“Sudah. Sebentar lagi dia akan sampai ke sini.”</p>
<p>“Polisi?”</p>
<p>“Aku sudah menghubungi polisi sebelum menghubungi Yong Hwa Hyung dan kau. Sekarang polisi sedang melakukan olah TKP.”</p>
<p>“Lalu Hye Ri?”</p>
<p>Min Hyuk menatap ke arahku dengan raut wajah yang lebih sendu dari sebelumnya. “Sudah. Mungkin sebentar lagi dia juga sampai ke sini. Tapi aku tidak menceritakan keadaan Suzy secara detail.”</p>
<p>“Kenapa?” tanyaku, sedikit penasaran. Tidak biasanya Min Hyuk sendu seperti ini.</p>
<p>“Aku tidak sampai hati mengatakannya. Entahlah.. aku rasa lebih baik Hye Ri melihatnya sendiri.”</p>
<p>Aku mengangguk. Benar juga apa yang dikatakan Min Hyuk, Hye Ri pasti akan sangat sedih karena kudengar ia dan Suzy adalah sahabat yang sangat dekat. Mungkin lebih dekat daripada aku dan Min Hyuk. Apalagi Suzy meninggal dengan cara yang mengenaskan seperti ini, aku rasanya tidak sanggup membayangkan bagaimana perasaan Hye Ri. Semoga ia tabah dan kuat&#8230;</p>
<p>“Min Hyuk-ah, bagaimana kau bisa menemukan Suzy?”</p>
<p>Min Hyuk terlihat terkejut dengan pertanyaanku. Terlihat dari matanya yang sedikit membesar dan alisnya yang terangkat. Kenapa anak ini?</p>
<p>“Oh itu.. aku.. mengikuti Suzy dan Hye Ri seharian ini.”</p>
<p>Aku membelalakkan mata ke arah Min Hyuk. “Mwo? Kenapa tidak mengajakku?”</p>
<p>“Maaf Hyung. Tadinya aku mau mengajakmu, tapi kau sudah keburu pulang. Kalau menjemput atau menunggumu, aku bisa kehilangan jejak mereka.” Min Hyuk menggaruk-garuk kepalanya.</p>
<p>“Ck!”</p>
<p>Aku melipat tanganku di dada, aku tahu kepalamu itu tidak gatal, Min Hyuk-ah..</p>
<p>“Lalu, apa yang terjadi?”</p>
<p>“Aku berdiam sebentar di depan rumah Hye Ri sampai Suzy pulang, lalu 10 menit setelah itu aku pulang. Saat di perjalanan, aku melihat mobil dengan asap yang mengepul, ternyata itu adalah mobil Suzy. Aku segera menghampirinya dan menemukan Suzy dalam keadaan yang.. mengerikan.”</p>
<p>Aku terdiam setelah mendengar penjelasan panjang dari Min Hyuk. Ada satu pertanyaan yang hinggap di otakku&#8230;</p>
<p>“Apa di tempat kejadian tidak ada orang?”</p>
<p>“Tidak ada, Hyung. Saat itu tidak ada siapapun yang lewat karena sudah sangat malam.”</p>
<p>Aku mengusap daguku. “Cukup sulit menemukan pembunuhnya karena tidak ada saksi mata. Belum lagi di jalan itu tidak ada CCTV.”</p>
<p>“Benar.” Min Hyuk menimpali. “Pembunuh itu juga tidak meninggalkan jejak apapun.”</p>
<p>“Ya!”</p>
<p>Aku menoleh ke belakang dan mendapat Yong Hwa sedang berlari kecil ke arahku dan Min Hyuk. Aku sedikit tercengang dengan penampilan Yong Hwa yang menurutku sangat.. rapi. Mengenakan jas dan celana kain lengkap dengan sepatu kulit plus rambut yang tertata rapi. Ck! Kenapa orang ini sempat-sempatnya berdandan sebelum ke rumah sakit? Apa karena ingin bertemu dengan gadis pujaannya?</p>
<p>“Bagaimana keadaannya?” tanya Yong Hwa terburu-buru.</p>
<p>“Seperti yang kuceritakan di telepon, Hyung.” jawab Min Hyuk.</p>
<p>“Kalau begitu aku mau lihat dulu ke dalam.”</p>
<p>“Tunggu!” aku menahan tangan Yong Hwa. Ia terlihat bingung.</p>
<p>“Wae?”</p>
<p>“Kenapa kau berdandan rapi sekali pagi-pagi buta seperti ini? Apa karena ingin bertemu dengan Hye Ri?” tanyaku langsung pada intinya. Ekspresi Yong Hwa berubah menjadi suram.</p>
<p>“Itu salah satunya.”</p>
<p>“Salah satu?”</p>
<p>“Hari ini tepat satu tahun meninggalnya adikku, Jung Soo Jung. Aku ingin mengunjungi makamnya setelah dari sini. Dan karena Hye Ri juga akan ke sini, jadi aku berdandan rapi meskipun masih terlalu pagi.”</p>
<p>“Oh..” aku hanya bisa ber-oh setelah rasa penasaranku terjawab. Aku bingung harus mengatakan apa karena sepertinya aku sudah salah bertanya.</p>
<p>“Baiklah aku masuk dulu.”</p>
<p>Yong Hwa pun masuk ke kamar jenazah untuk melakukan beberapa pemeriksaan. Sementara aku duduk bersama dengan Min Hyuk di ruang tunggu.</p>
<p>“Min Hyuk-ah..”</p>
<p>“Hmm?” Min Hyuk menoleh ke arahku.</p>
<p>“Kira-kira bagaimana ya reaksi Yong Hwa ketika bertemu dengan gadis yang dicintainya secara langsung untuk pertama kali?”</p>
<p>Min Hyuk diam menatapku tanpa berkedip, kemudian ia mengangkat bahunya.</p>
<p>“Mungkin Yong Hwa hyung hanya bisa berdiri mematung tanpa berkata apa-apa.”</p>
<p>Aku mengangguk-angguk setuju. Pasti akan begitu. Aku pun mungkin juga akan begitu.</p>
<p>“Aku jadi penasaran. Kau penasaran tidak?” tanyaku pada Min Hyuk. Ia hanya tersenyum tipis, kemudian mengangguk. Anak ini.. kenapa begitu lemas?</p>
<p>“Min Hyuk-ssi!”</p>
<p>Aku dan Min Hyuk serempak menoleh ke kiri dan menemukan Hye Ri sedang berlari ke arah kami berdua. Wajahnya pucat dan rambutnya tampak sedikit berantakan karena tertiup angin. Ia mengerutkan alis ketika matanya melihat ke arahku.</p>
<p>“Jong Hyun-ssi? Kenapa kau bisa ada di sini?”</p>
<p>“Dia teman baikku.”</p>
<p>Baru saja aku ingin membuka mulut untuk menjawab, Min Hyuk sudah mendahuluiku. Aku mengangguk, membenarkan apa yang dikatakan Min Hyuk.</p>
<p>“Kalian berteman?”</p>
<p>Aku dan Min Hyuk serempak mengangguk. Hye Ri kemudian mengaduk-aduk isi tasnya, kemudian menyerahkan sebuah bungkusan padaku.</p>
<p>“Apa ini?” tanyaku heran.</p>
<p>“Kemejamu. Entah kenapa tadi aku ingin membawanya, rupanya kita akan bertemu di sini. Tapi maafkan aku, Jong Hyun-ssi, noda kopi di bajumu tidak bisa hilang karena tidak langsung dicuci, jadi aku membelikanmu kemeja baru yang sama persis dengan kemeja milikmu. Joesonghamnida.”</p>
<p>Hye Ri membungkuk 90 derajat ke arahku, membuatku tidak enak hati karena sikapnya yang terlalu formal. Gadis ini sungguh bertanggung jawab. Ah.. seandainya aku lebih dulu bertemu denganmu daripada Yong Hwa, mungkin aku akan&#8230;</p>
<p>Ya! Jong Hyun! Apa yang kau pikirkan! Ah aniya aniya aniya! Aku tidak boleh suka pada gadis ini.. andwae..!</p>
<p>“Jong Hyun-ssi?”</p>
<p>Aku tersentak ketika Hye Ri mengibaskan tangannya di depan wajahku. “N..ne?”</p>
<p>“Kau marah padaku?” tanyanya dengan wajah cemas.</p>
<p>“Oh aniya.. aku tidak marah. Ya sudah tidak apa-apa. Terima kasih sudah membelikan yang baru. Seharusnya kau tidak perlu repot seperti ini.”</p>
<p>“Tidak, sama sekali tidak repot. Aku yang salah. Maafkan aku.” Hye Ri masih meminta maaf padaku, tapi kemudian tatapannya beralih pada Min Hyuk. “Oh iya, Min Hyuk-ssi, di mana Suzy sekarang? Apakah di dalam kamar jenazah?”</p>
<p>Aku menoleh ke arah Min Hyuk. Ia terlihat ragu ketika menganggukkan kepalanya.</p>
<p>“Ne. Dia di dalam sana.” Min Hyuk menunjuk kamar jenazah. Hye Ri menutup mulutnya dan air matanya langsung mengalir dengan deras. Ia bersandar di dinding, berusaha menahan tubuhnya agar tidak merosot ke lantai. Kakinya pasti sangat lemas sekarang mendengar kalau sahabat baiknya sekarang sudah tiada.</p>
<p>“Suzyy.. Huuuu.. Suzyyy&#8230;”</p>
<p>Hye Ri menangis semakin keras. Aku ingin sekali menghampiri dan memeluk untuk menenangkannya. Tapi itu tidak mungkin&#8230;</p>
<p>Jong Hyun! Apa yang kau pikirkan! Ya! Babo! Bukan saatnya berpikir seperti itu!</p>
<p>Hye Ri mengangkat wajah dan menyapu air mata yang membasahi pipinya. Ia menatapku dan Min Hyuk bergantian.</p>
<p>“Bolehkan aku melihat jenazah Suzy?”</p>
<p>“Tentu saja.” jawabku.</p>
<p>“Kami berdua akan menemanimu.” Timpal Min Hyuk. Hye Ri mengangguk dan kami pun melangkah masuk ke dalam kamar jenazah.</p>
<p>Di dalam kamar jenazah terlihat Yong Hwa yang sedang mengamati jenazah Suzy. Bisa kutebak dia sedang melakukan pengecekan akhir seperti yang biasa dilakukannya. Ia terlihat sedikit terkejut melihat kedatangan kami bertiga yang melangkah mendekat ke arahnya. Begitu pula Hye Ri yang sama terkejutnya ketika melihat Yong Hwa berada di sebelah jenazah Suzy. Tapi Hye Ri lebih terkejut lagi ketika melihat jenazah Suzy dengan luka tusukan yang dalam di bagian mata dan beberapa sayatan panjang dan dalam di sekujur tubuhnya.</p>
<p>Jujur.. aku merinding melihat jenazah Suzy.. Gadis cantik itu benar-benar terlihat mengenaskan..</p>
<p>“Suzyy!!” Hye Ri memekik tertahan. Ia menutup mulutnya dan kembali menangis. Sebelah tangannya meraba rambut, kemudian wajah Suzy.</p>
<p>“Suzyyyy.. mengapa ini bisa terjadi padamu juga&#8230; huuuuu&#8230;”</p>
<p>Tubuh Hye Ri kembali akan merosot, tapi secepat kilat Yong Hwa menahan bahu Hye Ri agar ia tidak terjatuh ke lantai. Aku bisa melihat wajah Hye Ri yang berada sangat dekat dengan wajah Yong Hwa ketika Yong Hwa menangkap bahunya.</p>
<p>“Gwaenchana, Hye Ri-ssi?”</p>
<p>“Maaf, anda siapa?” tanya Hye Ri dengan suara pelan. Aku dan Min Hyuk saling berpandangan, kemudian pandangan kami beralih pada Yong Hwa. Wajah Yong Hwa terlihat kaku. Ia langsung melepaskan tangannya yang berada di bahu Hye Ri.</p>
<p>Oh.. begitukah reaksimu ketika berhadapan sedekat dengan wanita yang kau cintai tapi tidak pernah bertemu pandang secara langsung, Jung Yong Hwa? Aku.. iri&#8230;</p>
<p>“Jung Yong Hwa imnida. Aku ketua organisasi intel.”</p>
<p>Hye Ri melebarkan matanya ketika mendengar Yong Hwa menyebutkan namanya. “Jung.. Jung Yong Hwa?”</p>
<p>“Ne. Aku Jung Yong Hwa.”</p>
<p>Hye Ri diam. Ia menatap mata Yong Hwa begitu lekat dan tanpa berkedip. Begitu pula dengan Yong Hwa yang menatapnya tanpa bergerak. Kenapa mereka berdua sama-sama membeku seperti ini?</p>
<p>“Aku baru saja selesai melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Suzy. Kudengar kau adalah sahabat terdekat Suzy, benar begitu, Hye Ri-ssi?” tanya Yong Hwa formal.</p>
<p>“N.. ne. Aku sahabat terdekat Suzy.” Jawab Hye Ri sedikit terbata-bata. Matanya tidak lepas menatap mata Yong Hwa.</p>
<p>“Kau sudah menghubungi keluarga Suzy?” tanya Yong Hwa lagi. Ia pun tidak lepas menatap mata Hye Ri. Tatapannya begitu lekat. Ada apa sih dengan dua orang ini? Kenapa mereka aneh sekali? Seperti ada magnet yang melekat di dalam mata mereka..</p>
<p>“Mmmm..” Hye Ri mengangguk. “Keluarga Suzy sedang berada di Rusia. Mungkin siang nanti mereka baru sampai di Korea.”</p>
<p>“Baiklah. Kalau begitu aku permisi, Hye Ri-ssi.”</p>
<p>Yong Hwa membungkuk ke arah Hye Ri, kemudian melangkah meninggalkan Hye Ri di belakangnya. Yong Hwa menatapku dan Min Hyuk sekilas sambil melanjutkan langkahnya.</p>
<p>“Tunggu..”</p>
<p>Hye Ri menahan lengan Yong Hwa dengan tangannya. Aku, Min Hyuk, dan pastinya Yong Hwa sangat syok melihatnya.</p>
<p>“Ne? Ada apa, Hye Ri-ssi?”</p>
<p>Hye Ri menggigit bibirnya, seolah ada yang sangat ingin dikatakannya tapi sulit untuk diucapkan. Ia menatap Yong Hwa dalam. Sepertinya hari ini hari keberuntungan Yong Hwa.. sigh..</p>
<p>“Apa.. kau punya adik perempuan?”</p>
<p><em>============== </em></p>
<p><strong>Hye Ri’s POV</strong></p>
<p>Aku menatap dalam-dalam pria yang ada di depanku ini. Seorang pria yang menyebut dirinya Jung Yong Hwa. Bukan apa-apa, aku hanya merasa kalau dialah orangnya. Aku merasa yakin karena dua hal.</p>
<p>Pertama, marganya. Dia bermarga Jung, sama seperti Soo Jung.</p>
<p>Kedua, mata dan raut wajahnya. Aku tidak bisa memungkiri kalau dia mirip dengan Soo Jung meskipun dia adalah seorang pria.</p>
<p>Aku tahu, ini terdengar konyol kalau aku merasa yakin dia adalah orang yang kucari selama ini karena aku hanya mengandalkan <em>feeling</em> dan marganya saja. Ada ribuan bahkan mungkin jutaan orang Korea bermarga Jung bahkan beberapa ratus bernama asli Jung Yong Hwa. Tapi aku harus memberanikan diri untuk bertanya. Mungkin benar dia adalah orangnya.</p>
<p>“Apa.. kau punya adik perempuan?” tanyaku tanpa melepas peganganku pada lengannya. Ia terlihat agak terkejut mendengar pertanyaanku.</p>
<p>“Ne. Tapi dia sudah meninggal setahun yang lalu.”</p>
<p>DEG!</p>
<p>Meninggal setahun yang lalu? Kalau meninggalnya tepat hari ini.. berarti.. mungkinkah&#8230;</p>
<p>“Adikmu.. bernama.. Jung Soo Jung?”</p>
<p>Matanya semakin membulat mendengar pertanyaanku. Melihat reaksinya seperti ini, aku semakin yakin kalau ia akan menjawab ‘iya’.</p>
<p>“Iya benar, dia adikku.”</p>
<p>BINGO! Akhirnya aku bertemu dengannya..</p>
<p>“Memangnya ada apa, Hye Ri-ssi? Apa kau mengenal adikku?”</p>
<p>Aku menunduk, kemudian mengangguk lemah. Rasanya tenagaku terkuras habis karena menahan pahit melihat mayat Suzy yang begitu mengenaskan dan mengingat mendiang Soo Jung.</p>
<p>“Yong Hwa-ssi, apa kau punya waktu? Ada yang ingin kubicarakan.”</p>
<p>Ia menatapku diam, kemudian mengangguk.</p>
<p>“Tentu saja. Tapi apa kedua sahabatku boleh ikut?” tunjuknya pada Jong Hyun dan Min Hyuk. Aku mengerutkan alis.</p>
<p>“Sahabatmu? Mereka?”</p>
<p>“Mereka sahabat sekaligus anak buahku. Bolehkah mereka ikut? Atau kau ingin membicarakan hal ini berdua saja denganku?”</p>
<p>Aku menatap ke arah Jong Hyun dan Min Hyuk. “Sebenarnya aku ingin membicarakannya berdua saja, tapi karena mereka sahabatmu&#8230;Baiklah.”</p>
<p>Aku melepaskan pegangan tanganku pada tangan Yong Hwa. Aku baru sadar kalau aku memegang tangannya lama sekali. Apa-apaan aku ini? -___-</p>
<p>Aku melangkah keluar dari kamar jenazah setelah sebelumnya aku menutup jenazah Suzy dengan kain putih. Aku menahan tangisku agar tidak pecah ketika menatap wajah Suzy untuk terakhir kalinya.</p>
<p>Suzy-ah&#8230; selamat jalan.. semoga kau tenang di alam sana&#8230; terima kasih atas semuanya, dan terima kasih atas hadiah terakhirmu yang kau berikan tadi malam.</p>
<p>Sekali lagi..</p>
<p>Selamat jalan..</p>
<p>Suzy.. Soo Jung..</p>
<p><em>=============== </em></p>
<p>“Apa yang ingin kau bicarakan, Hye Ri-ssi?”</p>
<p>Aku duduk di sebelah Yong Hwa di kursi ruang tunggu rumah sakit. Di sebelah Yong Hwa ada Jong Hyun dan Min Hyuk. Aku menatap Yong Hwa takut-takut.</p>
<p>“Tentang.. Soo Jung..”</p>
<p>Yong Hwa tersenyum padaku. “Iya.. aku tahu ini menyangkut mendiang adikku. Lalu?”</p>
<p>Aku menelan ludah. Rasanya aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku sendiri, dan aku juga bingung harus memulai dari mana. Tapi bagaimana pun dia adalah kakaknya, keluarga yang paling dekat dengan sahabatku Soo Jung. Dia harus tahu kenyataan yang sebenarnya&#8230;</p>
<p>“Kau tahu.. Aku, Soo Jung, dan Suzy adalah sahabat yang sangat dekat. Dan Soo Jung selalu membanggakanmu di hadapanku dan Suzy. Dia bilang.. kakaknya memiliki pekerjaan yang sangat hebat.”</p>
<p>Aku bisa melihat mata Yong Hwa yang mulai berkaca-kaca. Ia membuang pandangannya ke arah lain, seolah tidak ingin aku melihat air matanya. Aku tidak tega melihatnya sedih seperti ini.. tapi bagaimana pun aku harus mengatakannya sekarang juga.</p>
<p>“Kurasa Soo Jung tidak berlebihan. Kakaknya memang memiliki pekerjaan yang hebat. Dia bilang dia sayang sekali padamu, Yong Hwa-ssi.”</p>
<p>Yong Hwa kembali menatapku, kali ini dengan matanya yang basah. “Gomawoyo. Soo Jung tidak pernah cerita padaku kalau ia memiliki dua orang sahabat seperti kau dan Suzy.”</p>
<p>“Dia juga bilang.. karena pekerjaanmu yang hebat, kesibukanmu juga hebat.”</p>
<p>Yong Hwa terkekeh pelan sambil mengusap air matanya. “Benar. Aku terlalu sibuk.”</p>
<p>Aku menunduk menatap lantai. Alur pembicaraan yang kubuat benar-benar terlalu berbelit-belit.</p>
<p>“Yong Hwa-ssi&#8230; mungkin apa yang akan kukatakan selanjutnya akan sangat mengejutkanmu. Dan kuharap kau mau memaafkanku.” Ucapku dengan suara bergetar. Perlahan aku mengangkat wajahku, memberanikan diri untuk menatap Yong Hwa.</p>
<p>“Katakan saja, Hye Ri-ssi.”</p>
<p>“Kau tau penyebab adikmu meninggal?”</p>
<p>Yong Hwa mengangguk. “Dia&#8230; dibunuh.”</p>
<p>“Be.. benar..” ucapku dengan suara yang lebih bergetar. Aku berusaha menahan tangisku agar tidak pecah lagi. “Tapi apa kau tahu.. bagaimana keadaan jenazah adikmu?”</p>
<p>“Aku tidak melihat mayatnya secara langsung karena saat adikku meninggal aku berada di Jepang untuk menyelesaikan suatu kasus, dan aku baru kembali ke Korea sore hari saat pemakaman adikku selesai. Tapi polisi bilang adikku ditusuk di pinggang dan di perut sebanyak 6 tusukan.”</p>
<p>“Tidak.. sebenarnya.. tidak begitu.”</p>
<p>Yong Hwa mengerutkan alisnya, “Tidak.. begitu? Maksudmu apa, Hye Ri-ssi? Aku tidak mengerti&#8230;”</p>
<p>Aku menarik nafasku dalam-dalam. Bersiap untuk mengatakan yang sebenarnya&#8230;</p>
<p>“Sebenarnya adikmu tidak ditusuk. Lebih tepatnya.. tidak hanya ditusuk.”</p>
<p>Yong Hwa diam, menunggu kata-kataku yang selanjutnya. Dari sorot matanya, kelihatannya dia akan marah padaku. Biar saja&#8230;</p>
<p>“Soo Jung.. dia&#8230; keadaannya hampir sama seperti Suzy, tapi Soo Jung lebih parah. Tubuhnya penuh luka sayatan, jari-jarinya terpotong, dan bola matanya juga ..ditusuk&#8230;”</p>
<p>“M..wo..?”</p>
<p>“Soo Jung menyuruhku untuk menginap di rumahnya malam itu. Dia ingin mengenalkanku padamu dan bilang esok harinya kau akan kembali dari Jepang.”</p>
<p>Lagi-lagi aku kehabisan nafas. Aku dua kali menarik nafas yang dalam sebelum melanjutkan kata-kataku.</p>
<p>“Saat aku sampai di rumahmu, aku menemukan mayat Soo Jung di tempat pembuangan sampah yang ada di depan rumahmu.. Aku yang menyuruh polisi untuk berbohong padamu&#8230; aku yang menyuruh polisi untuk mengatakan kalau adikmu ditusuk di bagian perut! Aku yang menutupi identitas jenazah adikmu! Aku&#8230; Aku&#8230; Maafkan aku&#8230; Maaf&#8230;”</p>
<p>Aku menutup wajahku dengan telapak tangan dan menangis sejadi-jadinya. Aku sudah menyapkan diri kalau seandainya Yong Hwa marah besar padakku, menamparku, atau membenturkan kepalaku ke dinding. Aku siap.. benar-benar siap&#8230;</p>
<p>“Kenapa kau.. melakukannya, Hye Ri-ssi?” tanya Yong Hwa dengan suara parau. Aku masih menutup wajahku. Aku takut menatapnya&#8230;</p>
<p>“Keadaan Soo Jung terlalu mengenaskan.. aku takut membuatmu sedih.. bahkan Suzy pun tidak kuberitahu.. Tapi aku sadar aku sudah melakukan kesalahan.. aku tidak berhak menyembunyikan hal ini darimu..a.. aku.. aku..”</p>
<p>Kalimatku terhenti ketika Yong Hwa merengkuh bahuku dan membawaku ke dalam pelukannya. Ke.. kenapa dia malah memelukku? Atau jangan-jangan sebentar lagi ia akan membantingku ke lantai?</p>
<p>“Yong Hwa-ssi..”</p>
<p>“Apa selama ini kau mencariku untuk mengatakan hal ini?” potongnya sambil terus memelukku dengan erat. Aku bisa melihat Jong Hyun dan Min Hyuk yang berada di belakang Yong Hwa sedang menatap kami dengan mulut menganga.</p>
<p>“Ne.. tapi aku tidak pernah bisa bertemu denganmu. Kau selalu tidak ada di rumah.” Jawabku pelan sambil terisak. Entah kenapa aku pasrah ketika dipeluk Yong Hwa seperti ini, padahal aku baru saja bertemu dengannya tadi. Biasanya aku tidak akan semudah ini..</p>
<p>“Benarkah kau melakukan ini karena takut membuatku sedih?” tanyanya dengan nada yang sangat lembut. Aku mengangguk pelan. Sekarang aku bisa merasakan jantungnya yang berdegup kencang.</p>
<p>“Terima kasih&#8230;”</p>
<p>“Mwo? Kau.. berterima kasih padaku? Kau tidak marah?”</p>
<p>Yong Hwa menggeleng, kemudian mengusap rambutku. Orang ini.. kenapa malah berterima kasih? Kenapa ia tidak marah? Kenapa malah memelukku?</p>
<p>“Aku sama sekali tidak marah. Aku berterima kasih karena kau sudah menyadari kesalahanmu, meminta maaf padaku, dan mengatakan yang sejujurnya padaku. Aku sangat menghargai itu, Hye Ri-ssi.”</p>
<p>Keheningan menyelimuti kami. Yang terdengar hanya suara isak tangisku. Jong Hyun dan Min Hyuk menatap kami berdua dengan tatapan iba. Aku ingin melepaskan diri dari pelukan Yong Hwa, tapi Yong Hwa malah mempererat pelukannya.</p>
<p>“Biarkan aku memelukmu&#8230; 10 detik lagi.”</p>
<p>Aku diam, bingung harus mengatakan apa. Yong Hwa masih terus memelukku, dan entah dorongan apa yang membuat tanganku menyentuh pundaknya untuk membalas pelukannya.</p>
<p>“Terima kasih, kau tidak marah padaku.”</p>
<p>Yong Hwa melepas pelukannya, menyisakan tangannya di atas bahuku. Ia tersenyum menatapku dengan matanya yang basah.</p>
<p>“Aku harus pergi. Aku masih ada urusan lain. Sekali lagi terima kasih atas kejujuranmu, Hye Ri-ssi.”</p>
<p>Aku mengangguk pelan. Yong Hwa menangkup wajahku dengan kedua telapak tangannya dan menghapus air mataku dengan ibu jarinya.</p>
<p>“Saranghae.. Hye Ri-ssi..”</p>
<p>Chu~</p>
<p>Yong Hwa mengecup keningku sekilas, lalu ia beranjak dari tempat duduknya dan pergi. Pergi meninggalkanku yang membeku dan mematung karena ulahnya&#8230;</p>
<p>Apa yang dia bilang barusan? Saranghae?</p>
<p><em>=============== </em></p>
<p><strong>Author’s POV</strong></p>
<p>Yong Hwa melenggang keluar dari rumah sakit itu dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuhnya. Wajahnya memerah dan urat-urat kepalanya menegang. Semua itu ia lakukan untuk menahan amarahnya yang sudah sampai ke ubun-ubun.</p>
<p>“Bangs*t kau, Lee Jung Shin!”</p>
<p><em>To Be Continue&#8230;</em></p>
<p><strong>Buat @mpebriar .. maaf kalo ff-nya kelarnya telat banget dari hari itu.. mianhaeyo T__T .. dan maaf jg kalo jelek -,-</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ffindo.wordpress.com/49651/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ffindo.wordpress.com/49651/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&amp;blog=9871143&amp;post=49651&amp;subd=ffindo&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2012/01/27/hard-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/140ca6f15c11772d87d8d44b101fae6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joonisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2012/01/cnblue-1-copy2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cnblue-1 copy</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
