<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FFindo</title>
	<atom:link href="http://ffindo.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ffindo.wordpress.com</link>
	<description>FanFic For Friends</description>
	<lastBuildDate>Sun, 19 May 2013 08:32:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ffindo.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FFindo</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ffindo.wordpress.com/osd.xml" title="FFindo" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ffindo.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Autumn’s Twilight [3/?]</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/19/autumns-twilight-3/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/19/autumns-twilight-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 May 2013 03:53:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>missfishyjazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[@J_Jasmineee]]></category>
		<category><![CDATA[2NE1]]></category>
		<category><![CDATA[CL]]></category>
		<category><![CDATA[dara]]></category>
		<category><![CDATA[Kang Min Kyung]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Nam Gil]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Minho]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[Leeteuk]]></category>
		<category><![CDATA[Park Yoochun]]></category>
		<category><![CDATA[Taeyeon]]></category>
		<category><![CDATA[thunder]]></category>
		<category><![CDATA[Yoona]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78181</guid>
		<description><![CDATA[Autumn’s Twilight [3/?] By : MissFishyJazz Cast : Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona Sandara Park, Lee Chaerin, Kim Taeyeon, Park Jungsoo Chapter &#124; Saeguk, Romance, Action-est &#124; PG-17 Inspired by : P!NK – Try; 2AM – One Spring Day Poster thanks to : Yeonnia♥  - [Teaser] [1] [2] &#160; Where there [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78181&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center">Autumn’s Twilight [3/?]</p>
<p align="center"><b>By : </b>MissFishyJazz</p>
<p align="center"><b>Cast </b>: Park Yoochun, Kang Min Kyung, Kim Nam Gil, Im Yoona</p>
<p align="center">Sandara Park, Lee Chaerin, Kim Taeyeon, Park Jungsoo</p>
<p align="center">Chapter | Saeguk, Romance, Action-est | PG-17</p>
<p align="center"><b>Inspired by</b> : P!NK – Try; 2AM – One Spring Day</p>
<p align="center"><b>Poster thanks to : <a href="http://yeonnia.wordpress.com/" target="_blank">Yeonnia</a></b>♥</p>
<p align="center"> -</p>
<p align="center"><a href="http://myfishyworld.wordpress.com/2013/04/14/autumns-twilight-teaser/">[Teaser]</a> <a href="http://myfishyworld.wordpress.com/2013/04/25/autumns-twilight-1/">[1]</a> <a href="https://myfishyworld.wordpress.com/2013/05/11/autumns-twilight-2/">[2]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><i>Where there is desire</i></p>
<p align="center"><i>There is gonna be a flame</i></p>
<p align="center"><i>Where there is a flame</i></p>
<p align="center"><i>Someone’s bound to get burned</i></p>
<p align="center"><i>But just because it burns</i></p>
<p align="center"><i>Doesn’t mean you’re gonna die</i></p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><i>[o]Autumn’s Twilight[o]</i></p>
<p style="text-align:center;"> <a href="http://myfishyworld.files.wordpress.com/2012/07/autumns-twilight.png"><img class="aligncenter" alt="" src="http://myfishyworld.files.wordpress.com/2012/07/autumns-twilight.png?w=408&#038;h=496" width="408" height="496" /></a><span id="more-78181"></span></p>
<p>Chaerin tengah membagi semangkuk kue dengan bau bunga <i>lotus</i> dengan Taeyeon di depan Paviliun<i> Gyeonghoeru</i> ketika dilihatnya Sanghyun dan ayahnya berjalan dengan tergesa-gesa menuju balai perkumpulan.</p>
<p>“Chaerin mereka sedang melakukan apa?” Taeyeon masih menikmati kudapannya sembari melirik sekali-kali salah satu pelajar pintar Sunkyungkwan—Sanghyun—yang tampannya luar biasa itu.</p>
<p>“Entahlah, seingatku tidak ada perundingan apapun yang perlu Fraksi Barat lakukan.” Chaerin membelah rotinya menjadi dua bagian ketika tiba-tiba Taeyeon memuntahkan rotinya, “Taeyeon!” Chaerin menggeram tertahan. Antara kaget dan sebal karena ujung <i>Chima</i>—rok hanbok—nya terkena roti tak berbentuk yang baru dimuntahkan Taeyeon.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Astaga Chaerin! Ini pasti karena pernikahan besok!” Chaerin langsung mendelik. Kenapa ia tidak terpikir seperti itu?</p>
<p>“Menurutmu apa yang akan mereka bicarakan?” Taeyeon bersuara lagi. Chaerin masih berpikir kira-kira apa saja yang mungkin Sanghyun, Jungsoo dan seluruh aparat Fraksi Barat rundingkan. Ia sendiri terbilang cukup kaget kenapa tiba-tiba ada Sanghyun—adik Selir Gui-In yang terkenal enggan berhubungan dengan politik kronis kerajaan—di perundingan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku tidak tahu. Mungkin antisipasi mereka. Kurasa Park <i>Hojo</i> cukup cerdas untuk tidak berusaha menggagalkan rencana pernikahan besok dan aku yakin mereka tidak bisa melakukan langkah yang terlalu sistematis meingat Sanghyun<i>-ssi</i> berada di antara mereka.”</p>
<p>“Antisipasi seperti apa yang akan mereka lakukan? <i>Ehm</i>, bukan bermaksud menyinggungmu tapi kau tahu kan Fraksi Barat sering menggunakan cara kotor?” Taeyeon melirik ragu-ragu pada sahabatnya sementara Chaerin hanya menatapnya dalam diam.</p>
<p>“Dulu ayahku memutuskan berhenti menjadi salah satu antek Fraksi barat karena perilaku mereka yang seperti itu. Awalnya ayahku juga tidak setuju aku menjadi dayang Selir Gui-In tapi mengingat Selir Gui-In hanya boneka Fraksi Barat yang bahkan tidak mengerti peliknya politik kerajaan yang sebenarnya, ayahku membiarkan hal itu.”</p>
<p>“<i>Ahh..</i> Ya dulu <i>hwarang</i> Jang juga pernah berkata seperti itu padaku.” Taeyeon langsung menutup mulutnya begitu menyebut <i>hwarang</i> Jang. <i>Astaga! Astaga</i>. Sementara itu Chaerin hanya tersenyum menggoda.</p>
<p>“Wooyoung <i>oraboeni</i> memang pria yang baik, Taeyeon<i>­-aa</i>. Jonghyun <i>oraboeni</i> pernah mengajaknya makan di rumah keluargaku dan dia memang <i>hwarang</i> yang sangat sopan.” Chaerin mengingat bagaimana Taeyeon harus bergerak-gerak gelisah ketika menceritakan tentang Wooyoung padanya. Dayang memang tak seharusnya memiliki hubungan istimewa dengan seorang <i>hwarang</i>, tapi mengingat sebentar lagi Wooyoung akan mengalami kenaikan jabatan menjadi kepala pelatihan <i>hwarang</i> tingkat satu dan mengingat Taeyeon yang sangat terampil tidak menutup kemungkinan ia bisa menjadi kepala Dayang tingkat 4 yang diperbolehkan menikah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Taeyeon jadi malu sendiri begitu Chaerin menyindirnya. Selain dengan Selir Sookbin baru Chaerin lah yang tahu hubungan tersembunyinya dengan Wooyoung. Taeyeon ingin mengangkat wajahnya menatap Chaerin ketika melihat seseorang yang cukup familiar di matanya berjalan dari arah pintu gerbang kompleks paviliun utama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Chaerin, itu, kakakmu kan?” Taeyeon menunjuk seorang komandan perang berpangkat cukup tinggi dengan garis rahang tegas dan genggaman pedang erat yang nampak setengah emosi. Chaerin mengalihkan matanya. <i>Ah </i>itu memang kakaknya. Chaerin menarik tangan Taeyeon dan segera bergegas menuju kakaknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Minho <i>oraboeni</i>!” Komandan Perang Lee yang merasa terpanggil mengalihkan matanya dan memutar haluan. Ia mendapati adik perempuan satu-satunya dan seorang dayang lagi yang tengah ditarik paksa berjalan ke arahnya. Ia tersenyum sekilas. <i>Chaerin sudah bisa memiliki teman sekarang</i>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kenapa Chaerin?”</p>
<p>“Kenapa <i>Oraboeni</i> tergesa-gesa, apa terjadi sesuatu?” Taeyeon melongok dibalik tubuh Chaerin yang memang sedikit lebih tinggi darinya.</p>
<p>“Dua hari lalu, ada penyerangan pada pedagang lenan dan jerami di Bakgung, beberapa diantara mereka meninggal karena penyerangan itu termasuk penyerangan berdarah. Dan sialnya dua orang diantara mereka yang meninggal adalah pedagang Siam yang kebetulan memiliki koneksi baik dengan orang dalam kerajaan Siam.”</p>
<p>“Apa?!” Taeyeon dan Chaerin sama-sama mendelik.</p>
<p>“Sampai sekarang belum ada yang tahu siapa pelakunya dan kenapa ia melakukan hal itu. Kami para komandan perang tingkat dua dan tiga hanya diberi waktu satu minggu oleh <i>Janggun</i> Kim untuk menyelidiki pelakunya. Sial sekali karena komandan perang tingkat satu masih membantu Dinasti Han berperang.” Minho mendesah lelah. Waktunya dan rekan-rekannya semakin tipis dan masih belum ada petunjuk siapa pelakunya atau organisasi seperti apa yang merencanakannya. Semuanya tampak begitu rapi dan teroganisir. Chaerin yang tidak ingin mengganggu kakaknya hanya menepuk pundak pria itu perlahan dan membiarkannya kembali pergi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Taeyeon dan Chaerin tiba-tiba saling berhadapan dengan mata was-was, “apa kau berpikiran sama denganku, Chaerin<i>-aa</i>?” Chaerin hanya mengangguk. Sepertinya mereka tahu kenapa Sanghyun datang ke istana.</p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><i>[o]Autumn’s Twilight[o]</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pria itu tersenyum penuh intuisi di dalam sinar remang ruangannya. Tidak sia-sia ia meminta anaknya memiliki koneksi yang besar dengan gerakan bawah tanah di Bakgung. Sekalipun anaknya tidak tahu apa yang telah ia perbuat dengan pengalihan kuasa atas gerakan bawah tanah dari anaknya ke dirinya, tapi ia cukup puas dengan apa yang terjadi.</p>
<p>Muang Yern dan Thang Phai, dua orang pedagang yang merupakan teman seperguruan saudara Raja Siam itu telah ia ketahui berada di daerah Bakgung untuk perdagangan lenan. Jadi dengan membunuh dua orang yang ia rasa cukup penting itu pasti akan memberi tekanan pada militer dalam kerajaan. Anaknya tidak akan mengetahui hal ini karena setelah ini Sunkyungkwan akan mengadakan pembelajaran intensif dan anaknya yang gila belajar itu pasti akan tak acuh dengan perkembagnan gerakan bawah tanah dan peristiwa apa saja yang terjadi di Bakgung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia, sosok pria dengan senyum penuh intuisi itu tertawa puas. Ia tidak memerlukan bayaran tinggi untuk membayar gerakan bawah tanah itu karena sekotak emas milik Muang Yern dan Thang Phai yang pastinya masih berada di sekitar lokasi pembantaian akan menjadi milik mereka. Sementara Ia akan menikmati kekacauan dalam istana sampai nantinya sidang para menteri dilakukan, ia bisa menghasut menteri lain untuk meminta raja meninggalkan istana untuk penyelidikan intensif, dan ia diistana bisa melakukan apapun pada Ratu. Apapun.</p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><i>[o]Autumn’s Twilight[o]</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selir Gui-In luar biasa sibuk mondar mandir paviliunnya dan paviliun Selir Sookbin. Ia harus berulang kali memilih polesan riasan, gincu, bahkan minyak pengharum tubuh hanya untuk upacara pernikahan yang kurang dari 4 jam lagi akan terlaksana.</p>
<p>Min Kyung yang kemarin malam sengaja dipindahkan ke paviliun Selir Sookbin hanya menggumam bingung. Kakak perempuannya dan calon kakak perempuannya—Selir Sookbin—sedari tadi ribut sendiri. Tidak membiarkan dayang menyentuhnya dan membiarkan dua gadis anggun ini menggila dengan seluruh atribut polesan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Selir Sookbin tapi warna pipinya terlalu merah, ia akan terlihat seperti boneka salju berdarah jika seperti itu.” Selir Gui-In mencelupkan kain dalam air dan berusaha membersihkan pipi Min Kyung. Sementara Selir Sookbin hanya mendesah dan mengiyakan perkataan Selir Gui-In. Ia terlalu bersemangat menyolek adiknya hingga berlebihan hasilnya.</p>
<p>“Menurutmu warna gincu apa yang akan kita gunakan apa merah jambu bunga palm atau merah jambu bunga lotus.” Selir Gui-In mengangkat dua cekung lingkaran perunggu berisi gincu untuk Min Kyung. Selir Sookbin nampak menimbang-nimbang hingga akhirnya menunjuk cekung lingkaran dengan warna merah jambu yang lebih pekat namun tidak berbeda jauh dengan warna bibir Min Kyung yang sudah menggoda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<i>Eonnie..</i>” Min Kyung menarik salah satu pergelangan tangan Selir Sookbin hingga wanita itu menoleh.</p>
<p>“Ya?”</p>
<p>“Kenapa kalian meriasku seperti ini?” Selir Gui-In dan Selir Sookbin tertawa bersamaan. Mereka terlalu sibuk merias hingga tidak menyadari Min Kyung dengan keterbatasannya yang kebingungan.</p>
<p>“Untuk pernikahanmu sayang, sebentar lagi kau akan menikah.”</p>
<p>“Menikah?”</p>
<p>“Menikah dengan raja. Menjadi Ratunya dan menjadi saudara kami dalam patriat kerajaan.” Selir Gui-In berucap dengan penuh antusias. Apalagi ketika menyebutkan ‘saudara kami’. Ia akan memiliki saudara perempuan lagi dalam istana selain Selir Sookbin dan Chaerin.</p>
<p>“<i>Ahh</i>..” Min Kyung ingin bertanya lagi tapi sepertinya ia sendiri nampak bingung dengan apa yang akan ia alami. Selir Gui-In sempat berpikir mungkin Min Kyung sendiri bingung dengan arti ‘pernikahan’ sekalipun ia pernah melihat Min Kyung dan suaminya melakukan apa yang seharusnya terjadi dalam ‘pernikahan’.</p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><i>[o]Autumn’s Twilight[o]</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<i>Janggun</i> Kim!” Komandan Lee Sungmin dari tingkat tiga berjalan terburu-buru ke arah kepala kemiliteran di seluruh Joseon.</p>
<p>“Ada apa Komandan Lee?”</p>
<p>“Seluruh komandan tingkat empat, tingkat lima, beserta pasukkannya dan dua baliton pasukkan dari masing-masing tingkat dua dan tiga telah disiapkan untuk pernikahan agung.” <i>Janggun</i> Kim menelan ludah pahit begitu mendengar ‘pernikahan agung’, tapi ia buru-buru mengingat posisinya saat ini sebagai kepala kemiliteran yang tegas dan harus mengatur jalannya dua pertahanan bersamaan dalam sehari bukan sebagai laki-laki yang akan ditinggal gadisnya menikah… dengan raja.</p>
<p>“Bagaimana dengan garis pertahanan Bakgung?”</p>
<p>“Komandan Perang Lee tingkat dua telah mengerahkan tiga baliton pasukkan tingkat dua untuk mengawasi daerah Bakgung.”</p>
<p>“Dan..” <i>Janggun</i> Kim tajam mengatakan sepatah kata itu. Memberi kesan sarat misteri karena perkataannya mungkin hanya dimengerti Sungmin.</p>
<p>“Seluruh sisa pasukkan tingkat tiga telah disebar di Hangun dan Goengdam. Saya dan komandan tingkat tiga lainnya akan berjaga di pesisir laut Timur.”</p>
<p>“Apa kapal itu telah terlihat?”</p>
<p>“Ya, <i>Janggun</i>. Kami sudah memprediksi bahwa kapal itu bukan kapal dagang dari Siam, dataran tanah Matahari atau Dinasti Han.”</p>
<p>“Baiklah laksanakan tugasmu.” Sungmin memberi hormat dan segera berlalu. Tugas berat akan segera kembali ia emban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><i>Janggun</i> Kim menatap pelataran utama kerajaan yang telah dipenuhi pemain musik, penari, aparat kerajaan, serta tamu-tamu undangan. Ia melihat Im <i>manim </i>yang berjalan ke tempat kehormatan bagi calon mertua kerajaan. Sekali lagi ia melihat Im <i>manim</i> berada di sana lengkap dengan Kang <i>Byeongjo</i> di sampingnya. Ia melihat Sunye calon kepala dayang untuk Ratu telah bersiap di posisinya. Bersama Sohee dan Hyerim yang membawa keperluan Ratu lainnya. Ia dengar Sunye jugalah yang berusaha keras untuk melatih Min Kyung untuk upcara hari ini. Sunye sosok keibuan yang berasal dari Fraksi Utara seperti ayah Min Kyung seperti sangat mendukung posisi ratunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selama beberapa pekan ini ia dan beberapa orang pribadi yang diutus Raja harus menjaga kestabilan rakyat. Meminimalkan jumlah rakyat yang tahu tentang kondisi calon Ratu dan membujuk golongan rakyat yang tahu tentang kondisi calon Ratu untuk tidak mengamuk. Ia terus berusaha mengelukan nama Jin Shin<i> manim</i> yang memang memiliki nama baik di seantero Joseon, dan tentang pengobatan khusus yang akan segera didatangkan raja untuk calon Ratunya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia meratap pada hatinya. Ia tidak menyangka hati sedingin dirinya bisa luluh hanya karena gadis dengan mata polos dan senyum yang sejuntai benang tenunan. Tapi kini ia tak menyangka hatinya yang telah luluh itu justru hancur. Hancur karena mata polos dan senyum sejuntai yang sama.. Seperti hati dan hidupnya telah ditinggal harap.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“<i>Janggun</i> Kim..” Ia berbalik melihat Chaerin disana dengan senyum istimewa.</p>
<p>“Ada apa Dayang Lee?”</p>
<p>“Aku tidak ingin langsung mengiyakan kabar burung yang pernah aku dengar tapi Jonghyun <i>oraboeni </i>dulu pernah bilang bahwa sahabatnya, yaitu dirimu memiliki hubungan khusus dengan anak bungsu Kang <i>Byeongjo</i>. Tapi aku rasa kabar itu benar.” Pria itu termenung diam. Kim Nam Gil hanya tersenyum pahit setelahnya.</p>
<p>“Tolong jangan biarkan siapapun tahu tentang ini.”</p>
<p>“Ya aku mengerti. Aku tentu tidak ingin Joseon kehilangan salah satu aparat terbaiknya. Tapi <i>Janggun</i> Kim, kau harus bercerita sesuatu padaku..” Chaerin akhirnya berdiri sejajar dengan Kim Nam Gil yang masih mengernyit bingung.</p>
<p>“Apa?”</p>
<p>“Kau harus bercerita apa yang kau dan calon Ratu sembunyikan dari seluruh dunia.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Nam Gil memutar matanya pada pemain musik yang sudah bekerja. Chaerin termasuk anak pintar seperti yang ia dengar. Ia cerdas malah. Memang tidak salah ia berasal dari klan Lee yang terkenal kecapakannya. Tapi justru kecapakan inilah yang membuatnya bergetar sekarang. Bagaimana gadis ini bisa membaca semua yang ia tutupi dengan mudah?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>.TOBECONTINUE.</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Semua cast penting sudah keluar di cast ini sepertinya. XD jadi waktu untuk introduce sudah selesai dan mulai part berikutnya kita *terutama saya TT.TT* akan masuk pada babak konflik. Sesuai permintaan beberapa readers dimana ada Dara pasti ada Thunder jadi Thunder juga saya masukkan XD</p>
<p>Tapi seperti yang sudah saya katakana, thunder nggak akan banyak terlibat disana. Begitupun Kang sora nantinya XD</p>
<p>Konfliknya pun nggak akan muter muter di ahjussi tua itu, karena kan konsep utama Autumn’s Twilight ini The Greatest Love Story of Joseon <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kritik, saran dan komentar sangat ditunggu!</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78181&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/19/autumns-twilight-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/fc8fd31034ed0f83edcf5c342bf84b5f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">missfishyjazz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://myfishyworld.files.wordpress.com/2012/07/autumns-twilight.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Enter The Darkness [PART 10] Final</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/18/the-darkness-part-10-final/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/18/the-darkness-part-10-final/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 May 2013 12:48:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yanluwritinganything</dc:creator>
				<category><![CDATA[@yanlu_arron]]></category>
		<category><![CDATA[Baekhyun]]></category>
		<category><![CDATA[EXO]]></category>
		<category><![CDATA[Kai]]></category>
		<category><![CDATA[Kris]]></category>
		<category><![CDATA[Luhan]]></category>
		<category><![CDATA[Sehun]]></category>
		<category><![CDATA[Tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78165</guid>
		<description><![CDATA[Author         : Yanlu Length          : Chaptered Genre            : Dark, Fantasy, Romance, Mystery dll Main Cast    : Byun Baekhyun, Kai, Sehun, Luhan, Hwang Minyoung (OC), Kim Chanra (OC), Song Jisun (OC) Minor Cast  : find it by yourself Rating         [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78165&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" alt="Enter the darkness 3" src="http://yanlufiction.files.wordpress.com/2013/01/enter-the-darkness-3.jpg?w=489&#038;h=515" width="489" height="515" /></p>
<p>Author         : Yanlu</p>
<p>Length          : Chaptered</p>
<p>Genre            : Dark, Fantasy, Romance, Mystery dll</p>
<p>Main Cast    : Byun Baekhyun, Kai, Sehun, Luhan, Hwang Minyoung (OC), Kim Chanra (OC), Song Jisun (OC)</p>
<p>Minor Cast  : find it by yourself</p>
<p>Rating            : PG 16</p>
<p><a title="[TEASER]  Enter The Darkness" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/08/13/teaser-enter-the-darkness/">TEASER</a>, <a title="Enter The Darkness  [PART 1]" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/08/21/enter-the-darkness-part-1/">PART 1</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 2]" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/08/30/enter-the-darkness-part-2/">PART 2</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 3]" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/09/08/enter-the-darkness-part-3/">PART 3</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 4]" href="http://yanlufiction.wordpress.com/2012/09/15/enter-the-darkness-part-4/">PART 4</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 5]" href="http://yanlufiction.wordpress.com/2012/09/29/enter-the-darkness-part-5/">PART 5</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 6]" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/12/07/enter-the-darkness-part-6/">PART 6</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 7]" href="http://yanlufiction.wordpress.com/2013/01/01/enter-the-darkness-part-7/">PART 7</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 8]" href="http://ffindo.wordpress.com/2013/02/02/enter-the-darkness-part-8/">PART 8</a>, <a title="Enter The Darkness [PART 9]" href="http://ffindo.wordpress.com/2013/05/11/enter-the-darkness-part-9-2/">PART 9</a></p>
<p><span id="more-78165"></span></p>
<p><i>Sometime life is not fair</i></p>
<p><i>Because nothing perfect</i></p>
<p><i>Truly, there’s no eternity…</i></p>
<p>Baekhyun, Luhan, Sehun mengaga tak percaya terhadap ucapan yang baru saja dilontarkan oleh Chanra. Mereka ingin mencegah tapi bingung terhadap situasi ini. Luhan paling terlihat tidak tenang. Ia terus menatap punggung Chanra sampai ditelan gelapnya malam.</p>
<p>“Luhan-ah, ini tidak bisa dibiarkan. Jika itu terjadi kaum Quaoar akan berhasil menguasai alam ini! Apa kau tahu sesuatu?” Sehun terlihat cukup frustasi begitu juga dengan Baekhyun.</p>
<p>“Chanra punya seorang kakak tapi dia sudah meninggal”</p>
<p>“Kalau begitu mereka hanya ingin mengelabuhi dia. Luhan! Kita harus merebut dia dan batu itu kembali.” ujar Baekhyun. Luhan segera melesat cepat menyusul langkah Chanra Diikuti yang lain. Jisun dan Minyoung sementara itu tidak ikut. Mereka berdua meyakinkan Sehun dan Baekhyun bahwa mereka akan baik-baik saja.</p>
<p>“Sehun …” Ucap Baekhyun menggantung, membuat Luhan dan Sehun menoleh. Kemudian mengikuti pandangan Baekhyun. Dikejauhan, percikan api menyala berkali-kali memberi pertanda bahwa kaum Hemma terancam bahaya dan mereka harus cepat bertindak.</p>
<p>Kai terus mengawasi gerak-gerik Kris saat mereka sedang menyusuri puncak bukit tertinggi. Diam-diam Kris menyadari bahwa sedari tadi ia terus diawasi. Dengan senyum licik ia memasangkan batu itu pada tubuh Chanra dibagian lengan. Chanra terkejut karena tiba-tiba Kris menekan lengannya kuat dengan batu zamrud itu. Kai segera menyerang Kris dengan lasernya. Ia mulai tahu akal liciknya, kali ini ia tidak akan membiarkan Kris memiliki batu magis itu.</p>
<p>Chanra lemas, tubuhnya ambruk ke tanah. Kai tidak peduli dan terus menyerang Kris yang kini berubah menjadi serigala. Menunjukkan taringnya yang panjang dan tajam. Kai mundur sejenak memberi jarak.</p>
<p>Saat mereka bertarung hebat demi mendapatkan kalung itu diam-diam Chanra merayap menjauhi arena tersebut. Dari kejauhan sayup-sayup terdengar langkah mendekat yang sangat cepat. Ia bisa menebak itu siapa karena yang bisa berlari secepat itu hanyalah kaum Hemma.</p>
<p>“Chanra! Aku akan membawamu pergi, kemarilah, pegang tanganku.” Ujar Luhan seraya mengulurkan tangannya. Chanra diam, ia tidak bergerak dan hanya menatap Luhan dengan tatapan tajam dan sarat akan benci. Meski begitu masih tersirat sorot mata yang memelas disana. Tapi Luhan tak menyadari, yang ia tahu Chanra terlihat membencinya. Membencinya sebagai kaum Hemma.</p>
<p>“<i>Ka! </i>Aku tidak membutuhkan pertolongan seorang pembunuh dan kejam seperti kaum kalian! KAA!” serunya, ia merayap sendiri dengan susah payah. Luhan yang hendak berniat membantu kini sedikit takut untuk mendekat. Kalung yang sedari tadi bertengger dileher Chanra berpendar hijau dan itu berarti bahaya mengancam. Jika ia mendekat maka batu itu akan mengeluarkan kekuatannya karena pemiliknya merasa terancam.</p>
<p>Dengan mata tetap mengawasi ia mengikuti gerak-gerik Chanra. Membuntuti gadis itu kemanapun ia melangkah. Namja itu tak peduli jika dibelakang mereka sedang berlangsung pertarungan hebat demi merebut kalung tersebut.</p>
<p>Bruk…</p>
<p>Suara debuman itu menghentikan langkah Chanra, lantas ia menoleh ke belakang dan betapa terkejutnya ia saat melihat Luhan tengah ambruk akibat serangan Kai yang tiba-tiba menghantamnya.</p>
<p>“LUHAN!” pekik Chanra. Ia segera mendekati tubuh yang tergeletak itu dengan perasaan cemas. Meskipun ia membenci kaum Hemma tapi sesungguhnya ia tidak bisa membenci Luhan, sosok Luhan yang diluar identitasnya sebagai kaum Hemma.</p>
<p>“<i>Irona! </i>Luhan<i>-ah!</i> <i>Jebal, Irona!!</i>” serunya, masih bersimpuh dihadapan Luhan. Tak berapa lama Kris menghampiri Chanra sedangkan Kai malah mendapat serangan dari sosok lain, Baekhyun dan Sehun.</p>
<p>“Chanra, kita harus cepat pergi dari sini, manfaatkan kesempatan ini untuk kabur sebelum mereka menyadari keberadaan kita.” Tanpa mempedulikan ucapan Kris, Chanra justru sesenggukan dan mulai mengeluarkan air matanya. Kris berusaha menarik gadis itu tapi ia sama sekali tidak mau bergeming dari hadapan tubuh Luhan. Akhirnya Kris menarik Chanra paksa. Membuat tangisnya semakin pecah. Saat ia berteriak tidak mau meninggalkannya dan air matanya menetes di pipi Luhan tiba-tiba tangan Luhan menahannya. Kesempatan itu dimanfaatkan Chanra dengan semakin mengeratkan genggamannya berharap ia tidak dijauhkan darinya.</p>
<p>Kris semakin kesal, ia mencari akal untuk memisahkan mereka. Dengan sekuat tenaga ia menarik tangan Chanra yang sedang digenggam oleh Luhan. Tapi yang terjadi malah ia celaka. Tangan Chanra memberi efek sengatan bagi Kris. Ia bingung mengapa keadaan jadi seperti ini. Saat ditelisik lebih jauh ternyata kalung hijau itu berpendar membuat perlindungan terhadap serangan apapun yang mengancam tubuh gadis itu.</p>
<p>Dengan pertahanan yang masih lemah dan efek genggaman Chanra yang memberinya kekuatan Luhan bangun. Menatap Kris dengan garang berusaha menunjukkan jika namja itu tidak boleh menganggu keputusan Chanra. Kris semakin gondok dan berusaha memanggil Chanra dan mengucapkan sesuatu yang akhirnya berhasil membuat gadis itu ragu-ragu.</p>
<p>“Chanra, dengarkan aku! Kau ingin melihat penderitaan oppa untuk yang kedua kalinya? Jangan dengarkan dia! Mereka sama jahatnya, sekarang kau hanya akan selamat jika kau ikut oppa” Chanra menatap Luhan dengan tatapan bimbang, saat Kris mengulurkan tangan ia menatap sekali lagi pada namja itu yang sedang mati-matian berusaha menahan Chanra melalui sorotan matanya dan genggamannya yang kian erat. Tapi tak lama kemudian suara berdebam keras seperti tabrakan mengalihkan perhatian. Rupanya Baekhyun dan Kai mengalami pertarungan hebat. Cahaya putih Baekhyun melawan sinar elektrik Kai yang menyerupai petir.</p>
<p>Kedua elemen itu semakin membuat kekuatan berimbang. Semakin lama kapasitasnya semakin besar hingga membelah malam. Bukit pada malam itu menjadi terang dengan silaunya kedua elemen yang sama-sama bersinar tak mau mengalah.</p>
<p>Sehun dan Luhan hampir-hampir bingung dan putus asa. Mereka berdua mencoba memanggil Jisun dan Minyoung agar segera datang dan menyerahkan batu itu. Hanya dengan batu itu semua penderitaan dan perang ini berakhir.</p>
<p>Luhan berusaha mengoneksikan telepatinya, memerintah kedua gadis itu untuk cepat-cepat datang ke tempat itu. Kini cahaya yang semakin besar itu merambat membentuk gelombang dan melingkari Baekhyun dan Kai.</p>
<p>Bussh….api berkobar tiba-tiba. Kai menunjukkan sungutnya. Punggungnya mengeluarkan api sebagai puncaknya. Matanya berkilat kemerahan dan satu tangannya membentuk gulungan api yang menyala-nyala bersiap melemparkannya sewaktu-waktu.</p>
<p>Sehun mengerahkan kekuatan anginnya lebih dahsyat tapi tiba-tiba seekor serigala yang menjadi jelmaan Kris menyerang sehingga membuat kedua namja itu ikut bertarung. Luhan berusaha mengendalikan binatang itu dengan kekuatannya yang juga bisa mengendalikan segala sesuatu yang berada disekitarnya. Termasuk makhluk hidup.</p>
<p>Minyoung, Jisun dan Chanra berkumpul. Mereka melepas batu magis itu masing-masing lalu menyatukannya di bawah kaki mereka. Awalnya baru itu berpendar hijau seperti biasa tapi tak lama kemudian cahaya putih menyilaukan yang berwarna hijau itu semakin silau, membuat segala perhatian teralihkan. Batu itu menyatu tanpa mereka sadari dan membuat ketiga gadis itu berubah dratis. Perlahan-lahan cahaya yang menyilaukan itu redup. Belum cukup mereka dikejutkan oleh pertunjukkan tadi sekarang mereka semakin dikejutkan oleh hilangnya tiga gadis itu.</p>
<p>Kejadian itu mau tak mau menghentikan perhelaian dan sekarang semua mata hanya tertuju pada batu itu yang berpendar disana. Bentuknya menyerupai segitiga Krystal. Warnanya menjadi hijau kebiru-biruan karena terjadi perpaduan.</p>
<p>Detik-detik hening dan tegang itu mulai semakin mencekam. Semua mata saling melirik tajam saling mengawasi. Tidak ada satupun yang maju memulai, semua menahan diri dengan saling mengancam lewat sorotan mata. Padahal batu besar itu semakin berpendar menakjubkan dan sanggup menarik perhatian semua pasang mata bagaikan sebuah magnet.</p>
<p>Sebenarnya satu-satunya penghancur batu itu adalah pemilik asli yang dipilih oleh batu tersebut, tapi saat ketiga pemiliknya hilang Baekhyun jadi panik. Begitu juga dengan Luhan dan Sehun. Sedangkan Kai tak tahu apa-apa dan kini tertawa seakan ini hal yang ditunggu dan bakal mudah diatasi berhubung batu itu telah menyatu menjadi kesatuan yang utuh.</p>
<p>Kai mulai merangsek maju secara perlahan. Baekhyun semakin ketat mengawasi. Ia tahu beberapa menit kemudian mungkin akan terjadi perang kembali untuk memperebutkan batu itu. Matanya terus mengikuti gerak-gerik Kai.</p>
<p>Dengan gerakan secepat kedipan mata Kai meraih batu itu dengan kedua tangannya. Sehun, Luhan, Baekhyun maju berhadapan dengannya. Berusaha menghalangi dan memperebutkan batu itu. Sedangkan Kris berada dipihak Kai. Ia telah bertransformasi menjadi serigala. Setelah itu tidak ada yang terjadi, Kai terdiam sejenak sebelum akhirnya ia tertawa penuh kemenangan.</p>
<p>“<i>See</i>? Tidak terjadi apa-apa padaku. Batu ini resmi menjadi milik kaum kami, Q-u-a-o-a-r!” klaimnya. Baekhyun, Luhan, dan Sehun menganga tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Mengapa batu itu justru tidak menunjukkan reaksi apa-apa. Seharusnya batu itu menolak, karena memilih pemiliknya. Saat kecemasan bertubi melanda mereka tiba-tiba dunia berputar hebat. Disekeliling mereka sudah tidak tampak bukit-bukit dan barisan pepohonan. Mereka berbaur cepat menyatu membentuk putaran yang memusingkan. Kai terperangah dan ikut dipusingkan dengan keadaan. Batu itu juga perlahan-lahan terguncang membuatnya sedikit takut.</p>
<p>Seiring dunia berputar, batu itu tiba-tiba hancur berkeping-keping. Jatuh di dalam lembah kematian. Kai yang merasa pusing tidak terlalu menyadari hingga batu itu sudah tidak berada pada genggamannya.</p>
<p>“AKH….”</p>
<p>Semuanya terhempas termakan gelapnya malam.</p>
<p align="center">***</p>
<p>Berada diambang kematian, Tao mencoba merayap sebelum retakan itu berhasil terbentuk. Sarang semakin gencar hendak membuka lubang yang kini sedikit berhasil membentuk retakan kecil yang mulai menganga.</p>
<p>D.O, Suho, dan Lay mulai tegang, mereka terlihat akan maju tapi Tao memberi tanda melarangnya untuk maju.</p>
<p>Ditengah ketegangan dan keadaan cekam melanda, cahaya putih menyilaukan muncul. Sangat kontras dengan keadaan malam itu yang terhitung malam suram. Cahaya bulan saja tak mampu menandingi silaunya cahaya itu. Bagai lampu ribuan kilo watt yang berpendar, cahaya itu semakin terang. Membuat semua mata terarah pada cahaya itu meski sangat sulit ditangkap oleh mata telanjang.</p>
<p>Sarang menghentikan penyerangannya pada Tao, ikut teralih dan penasaran dengan cahaya putih yang muncul tiba-tiba.</p>
<p>Rasa penasarannya langsung terjawab dengan hantaman yang berasal dari cahaya putih itu berada. Disana telah berdiri makhluk dengan sayap putih besar dan tongkat putihnya yang berdiri megah. Sebanding dengan milik Sarang. Tao dibuat tercengang, “Hyungyoung…” ia berkata lirih.</p>
<p>Sarang yang belum siap menghadapi apa yang tiba-tiba menyerangnya tersentak. Ia berusaha menahan serangan itu. Mempertahankan jiwanya dengan menggerakkan kembali tongkat miliknya sehingga beradu kekuatan. Tak berapa lama ia kembali berduel. Kali ini Tao sudah pulih. Sehingga Sarang melawan dua orang.</p>
<p>“Hyunyong! Berhati-hatilah” Tao membisikki sebelum menghadap Sarang bersama-sama. Ratu Hemma berhadapan dengan Ratu Quaoar.</p>
<p>Setelah cukup lama bersitegang, peperangan kembali pecah. Semua pasukan saling serang menyerang, satu persatu jatuh korban. Korban yang memilukan pertama jatuh adalah Suho, pemimpin pasukan perang. Membeku oleh Xiumin yang tiba-tiba datang dibelakangnya. Dengan sekali cengkeraman ia berhasil membunuhnya. Gugurnya Suho menyebabkan kepanikan dan kesedihan mendalam bagi pasukan Hemma. Lay dan D.O hanya bisa menangis dalam hati. Rasa bencinya semakin dalam, sifat pemberontaknya kembali muncul. Sifat yang sudah lama tidak keluar kini tidak mampu mereka tahan lagi akibat terbunuhnya pemimpin pasukan.</p>
<p>Tao mencoba menghentikan waktu tapi tidak sempat ia lakukan karena serangan dan bahaya yang terus ia hadapi. Akhirnya ia hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik.</p>
<p>Tiba-tiba dari arah belakang Sarang mengambrukkan tubuh Tao. Tao tidak sempat melawan dan mengantisipasi karena ia tidak menyadari keberadaannya. Saat Tao hendak bangkit melawannya Sarang hampir saja menghunuskan tongkatnya ke dada Tao, kesalahan fatal. Posisi yang mengancam itu membuat Hyunyoung histeris. Ia melotot pada Sarang mencoba memperingati untuk tidak melakukan hal yang lebih dari itu. Tapi percuma karena Ratu Sarang memang berniat menghancurkan kaum Hemma dan menguasai dunia. Akhirnya dengan berani ia menarik tongkat Sarang dengan kekuatan tongkat miliknya sendiri.</p>
<p>“Hahaha…kau tidak bisa memilikinya, tongkat itu hanya bekerja padaku, cepat kembalikan!” teriaknya penuh penekanan.</p>
<p>“Tidak, sebelum kau hancur dan hilang dari dunia ini!” serunya tak kalah keras. Sarang melotot menatap Hyunyoung, lalu tiba-tiba tongkat Sarang terlepas dari tangan Hyungyoung dengan sendirinya. Seakan membuktikan ucapan Sarang bahwa tongkat itu adalah miliknya.</p>
<p>Tanpa perasaan Sarang segera menghunuskan pedangnya ke arah Tao tapi namja itu lebih gesit menghindar meski tenaganya sudah lemah. Sarang tidak menyerah, ia terus berusaha menancapkan tongkat itu ke arah Tao. Saat Tao lengah, tongkat itu berhasil menghunus bagian perutnya, Hyungyoung histeris. Teriakkan itu tidak menghentikan perang yang terjadi karena suaranya teredam. Pemimpin pasukan, seperti D.O, dan Lay semakin sengit melawan musuh mereka begitu melihat paman sekaligus raja mereka diserang.</p>
<p>Sarang tertawa puas melihat ia berhasil melumpuhkan sang kuasa kaum Hemma yang otomatis membuatnya lebih mudah menguasai batu itu. Sedangkan Hyunyoung bersimpuh dihadapan Tao sembari menempelkan telapak tangannya tepat pada luka yang terbentuk. Ia mengobati luka itu dan air matanya menetes membasahi wajah Tao. Hyunyoung memiliki kekuatan <i>healing</i> untuk luka, berbeda dengan milik keponakannya, Lay yang kekuatan <i>healing</i>nya untuk mengembalikan keadaan semula.</p>
<p>“Hyungyoung…jika aku tidak ada, tetaplah pertahankan kaum Hemma. Jangan…bi..biarkan me…mereka menguasai bu…mi” pintanya, matanya mulai berkaca-kaca. Dengan sisa-sisa tenaga ia mengusap air mata Hyunyoung yang jatuh ke pipinya lalu menghisapnya. Rasa nyeri itu semakin mendera tapi sudah lebih baik saat Hyunyoung mengobatinya.</p>
<p>Sarang yang masih berada dihadapan mereka tersenyum sinis, menatap kedua insan itu dengan tajam. Beberapa saat kemudian Sarang mengeluarkan kekuatan elektrik dengan tongkatnya, Hyunyoung segera menyambar tongkat miliknya dan berusaha melawan kekuatan milik Sarang. Terjadilah adu kekuatan yang sangat dashyat sehingga menimbulkan pasukan-pasukan berhenti melakukan penyerangan. Bumi berguncang hebat.</p>
<p>Emosi Hyunyoung meluap mendapati Tao memejamkan matanya, ia melawan Sarang dengan gigih tapi Sarang lebih cerdik, ia berganti haluan sehingga membuat Hyunyoung harus menahan diri untuk tidak terkena hantaman tiba-tiba yang mungkin terjadi.</p>
<p>Saat tenaga mereka semakin membesar perlahan-lahan kaum Quaoar lenyap. Awalnya hanya beberapa tapi ketika hampir semua musnah barulah Sarang menyadari bahwa sebagian tubuhnya terkikis, hancur pada bagian kaki, lalu lengan sehingga tidak ada perlawanan lagi. Hyunyoung juga terkejut dan menghentikan serangannya, ia mengamati kejadian itu. Kini tinggal kepala Sarang lalu ia hilang bercampur dengan debu hitam malam itu. Hyunyoung lemas, ia langsung tertunduk lemah. D.O dan Lay segera menompang tubuhnya. Dalam bayangan matanya yang terlihat terakhir kali adalah tubuh Tao yang tergeletak disampingnya sebelum matanya sendiri terpejam.</p>
<p>“RATU!!”</p>
<p>***</p>
<p>Keadaan hening pagi itu, matahari belum keluar dari tidur panjangnya. Awan masih gelap berwarna biru tua. Suara serigala maupun kepak kelelawar tidak terdengar lagi. Masih di atas bukit kematian, tiga orang tergeletak dalam keadaan tak sadarkan diri setelah kejadian beberapa yang lalu menimpa mereka.</p>
<p>Beberapa saat kemudian salah satu dari mereka mulai bergerak-gerak. Sedikit demi sedikit kelopak matanya berkedip. Nafasnya kembali teratur. Saat kesadarannya pulih, pertama kali yang membuatnya terperangah adalah dirinya sendiri. Ia meraba kedua pipinya lalu memperhatikan kaki dan tangannya yang masih utuh. Semuanya masih normal seperti sebelumnya. Hal yang membedakan hanyalah luka gores yang ada dibeberapa bagian tubuhnya. Lalu serta merta ia menemukan dua sosok lagi yang sama seperti dirinya tergolek lemas tak sadarkan diri. Ia mencermati kedua sosok itu yang ternyata masih utuh seperti dirinya. Detik berikutnya salah satu sosok yang dicermati itu membuka mata. Pandangannya menjelajahi hal pertama yang dilihat lalu memutar ke samping.</p>
<p>“Baekhyun­-<i>ah</i>! Benarkah itu kau? ujarnya, terdengar lemah. Namja yang dipanggil Baekhyun itu hanya mengangguk mengiyakan. Tatapannya masih tertuju pada Luhan, namja yang baru saja sadarkan diri tadi. Sedetik kemudian Sehun, namja yang ketiga akhirnya bangun. Ia sama terkejutnya dengan kedua orang tersebut.</p>
<p>“Dimana Kai? Dimana batu itu?”</p>
<p>Tidak ada yang menjawab pertanyaan Luhan, Baekhyun dan Sehun sibuk mengamati keadaan sekelilingnya yang masih tertutup kabut tebal. Terang saja karena mereka berada pada puncak bukit dan udara pagi hari dipenuhi embun serta kabut dingin. Menglaburkan pandangan.</p>
<p>“Kukira…kita sudah mati, aku masih tidak percaya” ujar Sehun. Baekhyun dan Luhan bangkit sama-sama berdiri. Pandangannya terarah jauh menatap kumpulan pepohonan dan bukit yang ada disekitarnya.</p>
<p>“Tapi ini sangat nyata? Apakah kita berada di dalam mimpi? Atau ditengah-tengah alam baka?”</p>
<p>“Hei, itu tidak mungkin. Kita makhluk abadi. Sekalipun mati, akan selamanya mati. Tidak akan pernah bangkit kembali. Kita bukan manusia” tandas Sehun.</p>
<p>Ketiga namja itu berdiri menghadap hamparan bukit dan jurang yang mengaga lebar dihadapan mereka. Pandangannya takjub sekaligus heran. Keadaan yang semula gelap, mencekam tergantikan cepat dengan kedamaian dan keheningan pagi itu. Kontras sekali. Udara pagi itu juga terasa sejuk, hiruk pikuk binatang melata mulai bergemerisik. Lalu pekikan burung-burung pipit menyadarkan mereka akan keadaan damai ini. Keadaan yang benar-benar nyata.</p>
<p>“Kita masih hidup” Luhan dan Sehun mengangguk membenarkan, senyum merekah terbentuk.</p>
<p>“Yeah…kita menang! Batu itu hancur!” sorak Baekhyun, ia berjingkrak kegirangan seperti anak kecil. Sedangkan Luhan mengekpresikannya melalui matanya yang berbinar-binar disertai senyuman lebar. Sehun juga tersenyum senang, senyum manis yang pasti sangat langka.</p>
<p>“<i>Chankaman!</i> Kenapa kita masih berada di bumi?” ucapan Sehun tidak langsung direspon. Semuanya sibuk dengan pikiran masing-masing begitu matahari terbit barulah mereka sadar bahwa mereka masih menginjakkan kaki di bumi.</p>
<p>Semakin tinggi matahari itu bergerak, tubuh mereka semakin hangat. Cahaya putih silau matahari yang memancar dihadapan mereka seolah membutakan mata mereka. Lalu mereka menghilang ditelan silaunya mentari.</p>
<p>***</p>
<p>“Annyeong, <i>haksaeng</i>!” suara sapaan Han <i>songsaeng</i> dibalas oleh murid-muridnya dengan serentak.</p>
<p>“Kita mulai pelajaran kembali melanjutkan bab kemarin─</p>
<p>Ketukan pintu di kelas membuat pembicaraan Han <i>songsaeng </i>terpotong begitu saja. Rupanya salah satu muridnya terlambat. Ia segera membungkuk meminta maaf.</p>
<p>“Ckck…sudah berapa kali kau terlambat Hwang Minyoung?” gadis itu menghentikan langkahnya yang setengah lagi mencapai bangku. Ia buru-buru memalingkan wajahnya, menyembunyikan ekspresi takutnya dengan senyum manis yang dibuat-buat.</p>
<p>“<i>Mianhamnida, songsaengnim</i>” ujarnya sekali lagi lalu duduk setelah Han <i>songsaeng </i>berbalik menghadap papan tulis.</p>
<p>Ia merasa aneh saat teman sebelah atau belakangnya yang biasa menganggu kini bersikap tak acuh. Bukannya ia senang diganggu oleh mereka tapi rasanya aneh saja. Diam-diam ia mendesah lega dengan keadaan ini.</p>
<p>Pintu kelas diketuk kembali. Membuat Han <i>songsaeng</i> sedikit jengkel dan mengira ada siswa yang terlambat masuk lagi tapi ternyata tidak. Siswa itu masuk bersama guru pendamping lalu membungkuk pada Han <i>songsaeng</i> selagi guru pendamping memberi tahu sesuatu pada Han <i>songsaeng</i>. Semua mata memandang satu arah pada namja asing yang berada didepan kelas. Dilihat dari pakaian sepertinya ia siswa baru dan akan masuk ke kelas tersebut.</p>
<p>“Ekhm..kita kedatangan murid baru, silahkan perkenalkan dirimu” seru Han <i>songsaeng </i>memecah keheningan yang terjadi. Namja itu berbalik, memesona beberapa pasang mata khususnya yeoja. Dengan suara beningnya ia berdeham lalu memperkenalkan diri.</p>
<p>“Baekhyun? hm…nama yang bagus, silahkan duduk di bangku&#8230; Hwang Minyoung?” Han <i>saem </i>secara tidak langsung telah mengejutkan Minyoung.</p>
<p>“N-ne?” jawabnya terbata karena Minyoung malah sibuk melamun dengan pura-pura membaca buku.</p>
<p>“Kursi sebelahmu kosong kan?”</p>
<p>“Ne.” ia terperanjat menatap namja yang tiba-tiba sudah berada didepannya. Namja itu tersenyum padanya dan membuat Minyoung mengernyit tapi entah mengapa mata bening namja itu terasa damai. Senyuman itu juga seakan tidak asing dan pernah ia lihat entah dimana.</p>
<p>“Bolehkah aku duduk disini?” ucapnya memecah lamunan Minyoung. Namja itu segera duduk meskipun Minyoung tidak menjawab pertanyaannya karena suara Han <i>songsaeng</i> terdengar kembali menyuruhnya duduk.</p>
<p>Diam-diam namja itu tersenyum tipis. Matanya berbinar senang mendapati dirinya menjadi siswa disekolah ini, sekelas pula dengan gadis ini.</p>
<p>***</p>
<p>Jam istirahat dimulai, Minyoung menuju meja kantin dimana Chanra─ temannya─ berada disana melambaikan tangan padanya.</p>
<p>“Hey, aku sudah menunggumu lima menit. Kenapa baru kesini?”</p>
<p>“Aish…kau tidak sabaran sekali! Aku ke toilet dulu tadi” ungkapnya, Chanra terkekeh kecil.</p>
<p>“Ekhm…apakah aku boleh duduk disini? Um…tidak ada meja tersisa” seorang yeoja menyela mereka seraya menatap meja-meja yang sudah terisi penuh. Chanra dan Minyoung mengangguk hampir bersamaan. Kemudian yeoja itu duduk meletakkan makannanya seraya melempar senyuman lega pada mereka berdua. Beberapa detik terjadi keheningan. Chanra dan Minyoung saling berbisik seraya menatap gadis didepan mereka ini. Karena sedari tadi gadis itu cuek saja dan terus melahap makannya setelah mendapat tempat.</p>
<p>“Ekhm…aku jarang melihatmu disekolah, apa kelasmu berada dilantai dua?” Chanra mulai membuka suara dengan ragu. Membuat gadis itu menghentikan makannya sejenak lalu menatap Chanra yang bermaksud berbicara dengannya.</p>
<p>“<i>Ne</i>” jawabnya singkat, lalu kembali sibuk dengan makannya.</p>
<p>“Perkenalkan, namaku Chanra.” Hening lagi sehingga ia menyikut lengan Minyoung untuk ikut andil mengisi percakapan. “E-e..<i>joneun </i>Minyoung<i> imnida</i>” tepat setelahnya, mangkuk gadis itu terkuras habis. Kemudian ia melirik ke arah Chanra dan Minyoung dengan ragu.</p>
<p>“Um…<i>mian</i>, <i>Joneun </i>Jisun <i>imnida</i>” serunya seraya tersenyum. Senyum paling dingin yang pernah mereka lihat. Chanra dan Minyoung menyunggingkan senyum dipaksakan untuk membalasnya lalu mereka kembali berkutat dengan makanan yang belum dihabiskan.</p>
<p>Jisun buru-buru pergi karena ia sudah menghabiskan makannya. Kemudian Chanra berbisik setelah dirasa yeoja itu sudah menjauh.</p>
<p>“Dia sangat cuek ya? Kau lihat tadi? Sepertinya ia bukan orang yang ramah”</p>
<p>“Kau itu, peduli amat dengan orang sepertinya. Um..tapi entah kenapa aku merasa kita akan menjadi teman dekat dengannya” sahut Minyoung enteng. Chanra menatapnya dengan sangsi seakan itu hal yang tidak mungkin.</p>
<p>“Jika itu benar maka aku pasti sudah pindah dari sini” serunya dibalas tawa oleh Minyoung disusul Chanra saat itu juga. Menertawakan gagasannya sendiri. Sedetik kemudian tawa mereka terhenti akibat suara teriakkan para yeoja yang tiba-tiba melengking ribut. Seseorang yang tampaknya baru saja masuk kantin dan memesan makanan itulah yang menjadi penyebabnya. Chanra dan Minyoung penasaran tapi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat betapa antusiasnya para yeoja.</p>
<p>“Ck…apa sih yang mereka ributkan? Ah…apa jangan-jangan namja baru itu?” celetuk Minyoung asal. Chanra mengernyit mendengarnya.</p>
<p>“<i>Nugu?</i>” belum sempat Chanra mendapat jawaban suara seorang namja menyela pembicaraan mereka.</p>
<p>“<i>Jogiyo</i>…” Chanra dan Minyoung bersamaan menoleh lalu terkejut dengan kedatangan namja itu. Menjadikan teriakkan para yeoja semakin riuh. “Boleh aku duduk disini? Disana sangat berisik” namja itu melirik para yeoja dengan pandangan terganggu.</p>
<p>“Silahkan…” jawab Minyoung. Gadis itu melirik sekilas dan mendapati Chanra terpesona dengan namja itu. Ia terus menatapnya. Dan begitu juga sebaliknya, ternyata namja itu juga memandangnya tanpa berkedip seolah mengenalnya.</p>
<p>“Ekhm…” Minyoung sengaja berdeham, mencairkan suasana. Chanra langsung menunduk dan berpura-pura sibuk makan sedangkan namja itu duduk dan langsung melahap santapannya. Keadaan canggung itu dirasakan oleh Minyoung. Ia sedikit jengah dan kemudian cepat-cepat menyeruput jus. Berharap bisa terlepas dari suasana itu.</p>
<p>“Minyoung-<i>ah</i>! <i>Chankaman</i>! Mau kemana?” Chanra segera menahan Minyoung yang tiba-tiba bangkit hendak pergi.</p>
<p>“Ke kelas, disini berisik” seru Minyoung, Chanra sedikit gelagapan karena ia belum menghabiskan makanannya sedari tadi. Apalagi dengan berada dihadapan namja yang bisa dibilang tampan terbukti semua yeoja meneriakkinya.</p>
<p>“Kalau kau merasa terganggu denganku, aku bisa pindah” celetuk namja itu membuat Chanra terbelalak dan kembali gelagapan.</p>
<p>Ia menggeleng-gelengkan kepalanya cepat. “<i>A-aniya</i>! Aku baik-baik saja.”</p>
<p>Namja itu menarik ujung bibirnya senang. Tanpa sadar wajah Chanra memanas melihat senyuman itu. Jantungnya berdebar-debar hebat. Akhirnya setelah bel berbunyi barulah ia merasa lega, tanpa berlama-lama gadis itu segera pergi meski belum sempat menghabiskan minumannya.</p>
<p>“Kim Chanra” ujarnya lirih, sesaat setelah melirik tag name gadis itu lalu tersenyum simpul.</p>
<p>***</p>
<p>Ditengah teriknya matahari, kepulan asap kendaraan terasa sangat menyiksa. Seorang gadis berkali-kali mengusap dahinya yang berkeringat. Meskipun begitu ekspresinya tidak menunjukkan kegelisahan sama sekali. Sangat berkebalikan dengan keadaan sebenarnya.</p>
<p>Dari arah kanan bus sudah datang. Ia menarik nafas lega sebelum naik bis tapi setelah melihat betapa penuhnya bus kala itu akan penumpang. Ia kembali menghela nafas berat. Rasa gerah itu kembali harus dirasakan dan semakin menyiksa tatkala tidak satupun orang yang mau bergantian untuk berdiri.</p>
<p>Di samping kiri tepatnya disamping jendela seorang namja dengan headset bertengger ditelinga dan mata terpejam, terlihat damai. Tidak merasa terusik sama sekali dengan kesesakan yang terjadi.</p>
<p>Tiba-tiba bus menyelip kencang membuat para penumpang kehilangan keseimbangan, begitupula dengan gadis itu. Ia terjatuh dan sialnya mendarat dipangkuan namja berheadset tersebut. Perlahan-lahan namja itu menggeliyat merasa tubuhnya tertindih. Membuat gadis itu buru-buru bangkit tapi ia malah kembali terhuyung dan terjatuh lagi saat bus kembali melewati tikungan tajam.</p>
<p>Kedua insan itu saling berpandangan. Menatap kaget satu sama lain, lalu si namja bergerak gelisah merasa keberatan ditindih seperti itu. Membuat gadis itu cepat-cepat berdiri. Mereka buru-buru membuang muka, menatap ke arah lain.</p>
<p>Setengah jam kemudian gadis itu tampak lelah, ia berdiri dengan mata terpejam dan terkadang terbuka berusaha menahan kantuk. Berkali-kali ia terhuyung ke samping kanan atau kiri. Pemandangan itu mengusik namja berheadset yang berada disampingnnya. Diam-diam ia melirik gadis itu dengan sebal namun sedetik kemudian tepat saat gadis itu memejamkan matanya cukup lama, ia kembali melirik. Kali ini ia tampak penasaran dan menatap wajah damainya itu ketika sedang terpejam.</p>
<p><i>Gadis berwajah dingin! Kenapa berbeda sekali dengan saat ini, wajahnya terlihat…damai</i> Batinnya, masih menatap detail wajah gadis itu. Beberapa saat kemudian mata gadis itu terbuka sedikit. Ia mengedarkan pandangan ke kaca bus dengan mata memincing.</p>
<p>“Aish…kenapa aku bisa tertidur begini!” gumamnya pada diri sendiri. Ia terlihat panik tapi menjaga tingkahnya agar tetap tenang. Setelah berhenti di halte, ia buru-buru berbenah. Untungnya, sudah banyak penumpang turun sehingga ia tidak perlu berdesak-desakan untuk turun.</p>
<p>Gadis itu berlari ke jalan yang lebih kecil dan terus berlari sampai bus berjalan. Namja berheadset menatapnya dari jendela dan menyeringai kecil.</p>
<p>“Song Jisun” gumamnya.</p>
<p>***</p>
<p><b>END</b></p>
<p><b>AKHHHH…. ENDING YANG ANCURR!! Mianhae… *dep bow.</b></p>
<p><b>Bagaimana? Apakah memuaskan endingnya? Kayaknya gak deh -_-‘. Tapi special thanks buat reader yang setia masih mengikuti cerita ini sampai akhir. Mungkin ini gak penting tapi sekadar kalian tahu. FF ini adalah FF fantasy pertama yang aku selesaikan dan sangat sangat menguras pikiran dan tenaga (?). Maka dari itu, author mohon dengan sangat, kommen dan like ya. Dan karena Hye seneng banget sama reader yang udah mau meluangkan waktu buat baca dan komen. Sekarang Hye pingin tahu siapa reader yang ngikuti FF ini dari pertama cung? Tulis di kotak komentar, namanya bakal jadi salah satu cast buat ff exo drabble, ficlet ataupun oneshoot yang belum aku genapin.</b></p>
<p><b>Baru ini :</b></p>
<p><b><a title="[DRABBLE] Auntumn Girl" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/10/13/drabble-auntumn-girl/">Auntumn Girl</a> - D.O</b></p>
<p><a title="The Reason is You" href="http://ffindo.wordpress.com/2012/12/03/the-reason-is-you/"><b>The Reason is You &#8211; Tao</b></a></p>
<p><b>Dan kalau banyak yang komen, Hye bikin sequel FF ini tapi beda genre, sesuai ending diatas otte?</b></p>
<p><b>Sekali lagi terima kasih, big kiss&amp;hug! Muah…</b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78165&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/18/the-darkness-part-10-final/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/4384065637a564700bd8533caa479234?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yanluwritinganything</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yanlufiction.files.wordpress.com/2013/01/enter-the-darkness-3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Enter the darkness 3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/78147/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/78147/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 15:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joo</dc:creator>
				<category><![CDATA[@indahberliana]]></category>
		<category><![CDATA[@_FFindo]]></category>
		<category><![CDATA[EXO]]></category>
		<category><![CDATA[EXO M]]></category>
		<category><![CDATA[Kris Wu]]></category>
		<category><![CDATA[OC]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[WU YI FAN]]></category>
		<category><![CDATA[YOU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78147</guid>
		<description><![CDATA[Title:  The First Spaghetti that Kris Made [Love Button's Special: Kris] Author: Joo Main Cast: Kris Wu (EXO-M) Rating: G Lenght: Drabble Thanks to Nanaaaaa buat posternya yang always adorable!!! XD Disclaimer: Drabble ini adalah sebuah cerita berisi pengalaman Kris dibalik cerita Love Button  part 9. Don’t Be Plagiator! Please RCL. A.N: Annyeooong!! Kali ini [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78147&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/the-first-spaghetti-that-kris-made-love-buttons-special-kris-by-joo-ver-3.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78146" alt="the-first-spaghetti-that-kris-made-love-buttons-special-kris-by-joo-ver-3" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/the-first-spaghetti-that-kris-made-love-buttons-special-kris-by-joo-ver-3.png?w=630"   /></a></p>
<p>Title:  The First Spaghetti that Kris Made [Love Button's Special: Kris]</p>
<p>Author: Joo</p>
<p>Main Cast: Kris Wu (EXO-M)</p>
<p>Rating: G</p>
<p>Lenght: Drabble</p>
<p>Thanks to Nanaaaaa buat posternya yang always adorable!!! XD</p>
<p>Disclaimer: Drabble ini adalah sebuah cerita berisi pengalaman Kris dibalik cerita Love Button  part 9. Don’t Be Plagiator! Please RCL.</p>
<p>A.N: Annyeooong!! Kali ini aku balik sama Love Button’s Special nih. Kris!! Sebelum part 10 di post, aku post ini dulu <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  hihi. Oke, selamat baca! Keep RCL yaa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Previous:</p>
<p><i>“Makanan favoritmu apa?”</i></p>
<p><i>“Ehmm, spaghetti?”</i></p>
<p><span id="more-78147"></span></p>
<p align="center">****</p>
<p>Author’s POV</p>
<p>Setelah mengantar Eunji ke rumahnya, Kris tersenyum-senyum sendiri sambil menyetir mobilnya. Sebelumnya, ia menyetel CD <i>Single </i>Bruno Mars, yaitu <i>Marry You</i>.</p>
<p>Ia menyetir sambil menyanyi sebagian lirik lagu <i>Marry You</i>. Kris tidak bisa mengekspresikan wajahnya selain: <i>bahagia</i>. Ya, ia sekarang bahagia. Ia akan membuat sesuatu yang spesial untuk wanita itu.</p>
<p>“Kau tak akan kecewa, Eunji.” Ucapnya dengan senyuman menawannya.</p>
<p align="center">****</p>
<p>Sebelum pulang ke apartemennya, ia mengunjungi sebuah supermarket. Ia mengambil sebuah <i>trolley</i> dan memasuki wilayah bagian rempah-rempah.</p>
<p>Sebelumnya, alasan ia menanyakan makanan favorit Eunji adalah ia ingin membuatkannya untuk Eunji. Dan sebelum ia memasuki supermarket ini, ia sudah lebih dulu mencari resep spaghetti dengan proseduralnya.</p>
<p>Kris tidak menyadari, bahwa ia telah menjadi pusat perhatian semua orang yang sedang berbelanja di sana. Terutama wanita.</p>
<p>“Astaga! Namja itu tampan sekali!! Apa dia membeli belanja bulanan menggantikan istrinya?” Bisik beberapa bibi yang melihat Kris dengan tatapan kagum mereka.</p>
<p>“Uwaaaa namja itu tingii dan tampan! Aku mau jadi pacarnya!!!” Teriak beberapa gadis mampu membuat Kris yang sedang memilih-milih bawang, menengok ke arah gadis-gadis itu.</p>
<p>Karena tak mendengar teriakan kagum si gadis itu dari awal, Kris hanya tersenyum simpul  sambil membungkukkan badannya pada gadis-gadis itu.</p>
<p align="center"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/1.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78148" alt="1" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/1.png?w=630"   /></a></p>
<p>Begitu melihat respon dari Kris, teriakan seluruh gadis itu semakin menjadi-jadi. Bayangkan, Kris yang berwajah tampan, bertubuh tinggi, dan sopan pasti semua wanita mengincarnya. Sayangnya, hati Kris kini telah terkunci oleh seorang muridnya. Yaitu, Byun Eunji.</p>
<p>Setelah memilih bahan rempah-rempahnya, Kris mengunjungi rak bagian mie. Ia mencari-cari mie spaghetti instan. Lalu ia mengambil satu daging kaleng.</p>
<p align="center">****</p>
<p>Sepulangnya dari supermarket, ia membuka bagasi mobilnya dan mengambil plastik belanjaannya. Lalu ia berjalan menuju depan pintu lift. Namun, ada perasaan aneh yang muncul tiba-tiba setelah melihat lift tersebut. Tetapi ia membuang semua perasaan anehnya jauh-jauh. Saat pintu lift terbuka, ia masuk dan menekan tombol 7.</p>
<p>“Apa perasaan ini ada hubungannya dengan, <i>lift</i>?”</p>
<p>(Bagian ini ada hubungannya dengan kejadian Eunji dan Kris di lift saat di Namsan Tower&#8211;Part 9)</p>
<p align="center">****</p>
<p>Kris mengambil <i>pass card</i>nya dari saku mantel putih yang sedang ia kenakan. Setelah terdengar bunyi <i>piip</i>, ia membuka pintu apartemennya.</p>
<p style="text-align:center;"> <a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/2.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78149" alt="2" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/2.png?w=630"   /></a></p>
<p>Nuansa yang terasa saat memasuki ruangan paling pribadi milik Kris ini—apartemennya, adalah nyaman, tenang, dan pastinya, bersih. Kris adalah pria yang sangat menjaga kebersihan. Apartemennya didominasi oleh warna putih dan hitam. Terkesan futuristik, memang. Ruangan yang dibilang luas untuk seukuran apartemen ini memiliki aroma yang sama dengan aroma pemiliknya, Kris.</p>
<p>Kris meletakkan kantong belanjaannya di meja dapurnya. Ya, dapurnya juga terbilang futuristik.</p>
<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/3.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78150" alt="3" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/3.png?w=630"   /></a></p>
<p>“Saatnya memasak!” Seru Kris sembari menyusun bahan-bahan untuk membuat <i>spaghetti</i>. Setelah itu, ia mengambil apron birunya yang sama sekali tak pernah ia pakai. Kalau ia lapar, ia bisa membelinya di restoran atau memakai jasa pesan-antar.</p>
<p>Kris tersenyum melihat dirinya yang kini memakai apron biru itu. “Haruskah aku ber<i>selca</i> lebih dulu?”</p>
<p>Kris terkikik sendiri mendengar perkataannya barusan. Ya, Byun Eunji benar-benar merombak total jati diri Kris.</p>
<p>Setelah memfoto dirinya sendiri, ia meletakkan ponselnya di meja dapur lalu mencuci semua bahan yang akan dibuat menjadi saus spaghetti.</p>
<p>Kris kembali mengambil ponselnya, dan membuka situs yang menyediakan prosedur membuat spaghetti.</p>
<p>Kris pertama-tama mengiris bawang bombay yang ia beli tipis-tipis. Kris berusaha menahan pedih di kedua matanya dari gas yang dikeluarkan bawang tersebut. Kris tidak tahan lagi, ia ingin berhenti sejenak mengiris bawang tersebut. Tetapi, ia malah tidak sengaja <i>mengiris</i> jarinya sendiri.</p>
<p>Kris mengaduh kecil ketika jarinya terluka. Ia berusaha menetralkan rasa perih di kedua matanya. Kedua matanya mengeluarkan air mata. Kris terkejut ketika merasakan air mata mengalir di wajahnya. Ia beralih ke kamar mandi yang terletak dekat dari dapur. Ia melihat wajahnya di depan cermin. Ia terkejut, karena ia melihat kedua matanya sangat merah. Kris mengusap kedua matanya dengan punggung tangannya untuk menghentikan air mata Kris yang tak kunjung berhenti.</p>
<p align="center">****</p>
<p>Kris memasukkan semua bahan: tomat, bawang bombay, dan daging kaleng ke dalam wajan yang terisi minyak panas. Kris menyalakan musik dari ponselnya. Ia mengaduk-aduk semua bahan itu sambil tersenyum.</p>
<p>“Apakah masakan pertamaku ini lezat?” batinnya.</p>
<p>Setelah tercium aroma sedap dari saus yang baru ia masak, ia sangat senang. Kelihatannya masakannya ini memang lezat. Ia menuangkan daun <i>oregano</i> ke saus yang sudah masak.</p>
<p>Lalu ia meletakkan sebuah wajan dengan air penuh untuk merebus mie <i>spaghetti</i> instan yang ia beli di supermarket tadi.</p>
<p align="center">****</p>
<p>“Semua sudah siap!” Seru Kris setelah menuangkan mie <i>spaghetti</i> dan sausnya ke kotak bekal <i>Lock&amp;Lock</i>nya. Ya, kotak bekal itu untuk Eunji. Sebelum ia menutup kotak bekal itu, ia memarut keju batang di atas sausnya. Dan itu terlihat sangat nikmat!</p>
<p>Kris mengambil ponselnya dan memfoto kotak bekal itu. Kris tersenyum melihat hasilnya. Ia melihat arlojinya. Menunjukkan pukul 21.30. Ia terpaku, durasi untuk membuat spaghetti cukup lama. Yaitu dua jam. Ya, membuat spaghetti secara tidak instan memang tidak sebentar. Yang memakan waktu lama itu adalah membuat sausnya.</p>
<p>Kris segera meletakkan kotak bekal itu ke dalam <i>backpack</i>nya. Tak lupa ia membersihkan dapurnya yang sangat berantakan karena memasak spaghetti. Lalu ia mengambil kunci mobilnya dan menutup apartemennya.</p>
<p align="center">****</p>
<p><b>Kris’ POV</b></p>
<p>Mobilku sudah berhenti di depan rumah Eunji. Aku mengambil ponselku untuk menghubunginya.</p>
<p>“<i>Yoboseyo</i>, Oppa.” Sapa Eunji.</p>
<p>“Eunji, aku sudah berada di depan rumahmu. Apakah kau sudah bersiap-siap?” Tanyaku.</p>
<p>“Sudah kok. Kau hanya perlu menungguku sebentar lagi. Aku akan keluar sebentar lagi.”</p>
<p>Tak lama kemudian, aku melihat Eunji dengan mantel merah dan topi rajut merahnya. “Hai, Oppa! Hmmm, woah, mobilmu kok wangi sekali sih? Aku jadi lapar haha.” Ujar Eunji yang sudah masuk ke dalam mobilku sambil tersenyum manis di hadapanku.</p>
<p>Aku mencoba untuk menahan perasaan ini. Kutahan kegugupanku dan berusaha untuk tertawa kecil.</p>
<p>“Haha kau ini. Jadi kau belum makan malam? Ini sudah jam 10 lewat, kan?”</p>
<p>Eunji menjawabku dengan terbata-bata. “Ah, itu&#8230; Aku belum makan malam.”</p>
<p>“Bagaimana kalau kita mengisi perut kita dulu? Yah, hitung-hitung mengisi waktu sebelum tahun baru.” Tawarku dengan senyumannya yang mampu membuat semua wanita meleleh. Haha. Eh, sejak kapan aku jadi kelewat percaya diri seperti ini?</p>
<p>Kulihat ia setuju dengan ajakanku. Tapi, ia terlihat menatapku begitu dalam.</p>
<p>“Oppa,” panggilnya saat aku hendak melajukan mobilku. Aku pun menoleh ke arah Eunji.</p>
<p>Spontan, Eunji meraih wajahku dan menatapku dalam. “Oppa! Kedua matamu kenapa merah seperti ini?”</p>
<p>Sungguh. Aku sangat terkejut dengan perbuatannya sekarang. Ia meraih wajahku dengan kedua tangannya. Wajah kami kini begitu dekat. Ya Tuhan, ku mohon, hilangkanlah kegugupanku saat bersama wanita ini.</p>
<p>Aku hanya bisa menatap wajahnya tanpa berkedip. Tapi tiba-tiba Eunji langsung sedikit menjauh dariku.</p>
<p>“Hmm, matamu, kenapa merah seperti itu?” Ulang Eunji yang masih menatapku.</p>
<p>Aku berusaha sadar kembali dan menjawab pertanyaan Eunji. “Eh? Mataku? Ah itu&#8230; Mungkin aku kurang tidur..”</p>
<p>Eunji terlihat kaget setelah mendengar kataku barusan. “Kalau kau kurang tidur, mengapa kau mengajakku jalan-jalan? Bukankah lebih baik kau istirahat saja?”</p>
<p>Astaga! Aku segera mengumpat perkataanku yang baru saja aku ucapkan. “Ah maksudku, mungkin bukan karena kurang tidur, hmm, ya. Aku tidak merasa kelelahan kok. Kau tenang saja. Kan di tangga sekolah tadi, aku sudah berjanji untuk membuatmu tidak menyesal mengisi tahun baru nanti bersamaku.” Jelasku tenang yang perlahan tersenyum.</p>
<p>Eunji juga ikut tersenyum. Tak lama kemudian, kulajukan mobil berwarna silverku dengan kecepatan normal.</p>
<p align="center">****</p>
<p> Aku melajukan mobilku ke arah Cheonggyecheon. Ketika mereka memasuki kawasan tersebut, Eunji mengagumi tata lampu yang berbaris di tiap pinggiran sungai Cheonggyecheon.</p>
<p>“Woah&#8230;” kagumnya. Aku ikut tersenyum mendapati Eunji yang begitu senang ku bawa ke sini. Ke tempat di mana aku memberikan hadiah ulang tahun Eunji yang ke 19 tahun, di Jembatan Cheonggyecheon.</p>
<p>“Kau senang?” tanyaku sambil tersenyum.</p>
<p>Eunji menjawab pertanyaanku tanpa melepaskan pandangannya dari jendela kaca mobil. Hihi, dia pasti sangat kagum dengan pemandangan di sini. “Tentu! Sangat senang. Pemandangan di sini sekarang begitu indah dibandingkan saat Natal. Suasana bertambah meriah karena suara kembang api yang terus memekarkan cahayanya di langit malam.”</p>
<p>Aku memarkirkan mobil di area parkir sekitar sungai itu, dan turun ke bawah untuk mendekati pinggiran sungai.</p>
<p><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/4.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78151" alt="4" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/4.png?w=630&#038;h=469" width="630" height="469" /></a></p>
<p>Kami berdua turun menuju bahu sungai. Dengan cekatan aku menyelipkan jari-jari tanganku ke tangan Eunji. Eunji terkejut dengan perbuatanku, namun aku hanya menjawab kebingungannya dengan senyumanku.</p>
<p>“Woah, Oppa, sungguh, aku sangat senang sekali kau membawaku ke sini!” Seru Eunji yang masih terpaku akan pemandangan sekitar sungai.</p>
<p>Aku tersenyum senang lalu mengajaknya untuk duduk di anak tangga yang terdapat di bahu sungai.</p>
<p>“Mengapa kita duduk di sini?” Tanya Eunji memulai percakapan setelah sekian detik mendudukkan diri di anak tangga bahu sungai.</p>
<p>“Aku punya kejutan untukmu.” Jawabku dengan senyuman menawannya sehingga membuat Eunji penasaran.</p>
<p>Kubuka <i>backpack</i> putihku lalu melihat kotak bekal itu dengan ragu.</p>
<p>Apa kuberikan saja padanya?<i> </i>Tapi, kalau tidak enak, bagaimana?</p>
<p>Ah sudahlah, aku sudah susah payah membuatnya. Aku harus memberikan ini untuknya.</p>
<p>Akhirnya kukeluarkan kotak bekal itu dan memberikannya ke hadapan Eunji sambil tersenyum menatapnya.</p>
<p>Eunji terpaku melihat satu kotak bekal itu diserahkan padanya. “Oppa&#8230;”</p>
<p>Aku mengukirkan senyuman hangatku padanya. “Ini, buatmu.”</p>
<p>“Inilah alasan kenapa aroma mobilku membuatmu lapar dan kenapa mataku menjadi merah seperti yang kau bilang tadi.” Lanjutku yang membuat Eunji membulatkan matanya.</p>
<p>“Kau, mengiris bawang bombay?” Tanyanya tak percaya.</p>
<p>Aku tersenyum simpul lalu mengangguk. Lalu pandangan Eunji beralih ke kedua telapak tanganku. Ia menggenggam kedua tanganku secara tiba-tiba. Kini, gantian aku yang jadi terkejut.</p>
<p>“Sudah kuduga akan begini. Oppa, kau membuatku cemas! Setidaknya kau bilang dulu kalau ingin membuat <i>spaghetti</i>. Aku akan membantumu di dapur. Lihat apa yang terjadi dengan jari-jarimu, pasti sakit.”</p>
<p>Aku menatap Eunji yang sedang fokus mengomeliku karena jari-jariku yang terluka akibat mengiris bawang. Sungguh, aku tak percaya, Eunji memperlakukanku benar-benar seperti orang yang sangat ia sayangi. Aku tersenyum simpul, aku senang berpikiran seperti itu.</p>
<p>“Ah! Tidak ada obat merah, bagaimana caranya menyembuhkan lukamu itu?” Kicau Eunji saat aku menatapnya sambil tersenyum tanpa sepengetahuannya.</p>
<p>“Kau tidak usah repot-repot begitu.” Kataku berusaha menenangkan Eunji.</p>
<p>“Tapi Oppa, aku jadi merasa bersalah. Aku harus bagaimana&#8230;” Ucapnya lirih.</p>
<p>Kugenggam salah satu tangan Eunji. “Kau bisa mencoba masakanku. Aku ingin tahu, masakanku di lidahmu seperti apa rasanya. Dari rumahpun, aku belum mencicipi spaghetti pertama yang kubuat dengan tanganku sendiri. Cobalah.”</p>
<p>Eunji bertanya untuk meyakinkanku. “Benarkah? Baiklah, akan kucoba spaghetti buatanmu. Ah, sudahlah, dari aromanya saja, sudah bisa kupastikan, kalau spaghetti ini pasti lezat!” Seruannya membuatku sangat senang!</p>
<p>Aku sangat bahagia, ketika Eunji melahap masakanku dengan lahap.</p>
<p>“Tuh kan, sudah kubilang, spaghetti ini lezat! Oppa—”</p>
<p>Sepertinya Eunji baru menyadari, bahwa dari ia melahap spaghettiku, aku memperhatikannya terus menerus.</p>
<p>Aku tertawa melihat tingkah Eunji yang malu-malu. Lalu tiba-tiba Eunji mengambil <i>backpack</i>nya dan mengambil sesuatu di dalamnya.</p>
<p>“Ini, makanlah bersama-sama. Jangan melihatku seperti itu. Ambillah. Aku sudah susah payah membuatnya. Anggap aja ini sebagai tanda terima kasihku padamu yang telah membuatku spaghetti sampai-sampai jari-jari tanganmu menjadi seperti itu.” Jelasnya sambil menyerahkan sebuah kotak bekal ke padaku.</p>
<p>Aku sangat terkejut saat ia memberiku sebuah kotak bekal juga. Aku tersenyum senang mendapatkannya.</p>
<p>“Ah.. itu.. kalau masakanku tidak enak, jangan dipaksakan ya. Aku mohon, aku tidak mau melihatmu mati keracunan karena kau terlalu memaksa dirimu untuk memakannya.” Kata Eunji tiba-tiba yang membuatku tersenyum padanya.</p>
<p>“Mana bisa begitu? Bukannya kau pandai memasak, hm?” Tanyaku seraya membuka kotak bekal dari Eunji dengan salah satu alis mataku yang terangkat.</p>
<p>“Biasanya aku selalu dibantu eommaku kalau memasak sendiri. Maklumlah, Eomma dan Appa sedang berlibur ke Jepang, meninggalkanku berdua di rumah dengan adikku. Huh.” Jelasnya gugup.</p>
<p>Aku tertawa kecil melihat Eunji yang sedang mengomel sendiri. “Justru aku senang, masakanmu ini murni dibuat olehmu. Tidak ada campur tangan orang lain. Ngomong-ngomong, apakah ini bulgogi? Tetapi kenapa sepertinya pedas sekali?”</p>
<p align="center"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/5.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78152" alt="5" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/5.png?w=630"   /></a></p>
<p>“Itu namanya Daeji Bulgogi, cara masaknya sama seperti bulgogi, bisa dipanggang maupun di masak di penggorengan. Bedanya, rasa masakan ini lebih menonjolkan pedasnya daging yang dimasak.” Jelas Eunji sambil tersenyum.</p>
<p>Aku terpana memperhatikan penjelasan Eunji. “Kau tampaknya sangat memahami seluk-beluk masakan. Kau hebat!”</p>
<p>Eunji tersipu malu mendengarnya. “Itu bukan hal yang hebat, setiap wanita perlu memahami masakan, bukan?”</p>
<p>Lalu aku mengambil sumpit dan mencicipinya. Astaga, pedas sekali! Aku merasakan wajahku yang sudah mengeluarkan bulir-bulir keringat.</p>
<p>“Tunggu, terlalu pedas ya?” Eunji mencegahku untuk memakannya lagi.</p>
<p>Kuusap dahiku dan menggeleng. “Seperti yang kau katakan, memang pedas. Tetapi aku suka, kok.” Jawabku sambil tersenyum.</p>
<p>“Terima kasih kau telah membuatkannya untukku. Aku senang sekali.” Ucapku lagi dengan senyumanku.</p>
<p align="center"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/6.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-78153" alt="6" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/6.png?w=630"   /></a></p>
<p align="center">****</p>
<p>Kris memasuki kamarnya dan melepas mantel dan kemeja yang ia pakai. Kini, ia hanya memakai kaos belel berwarna putih dan <i>jeans</i> yang sejak tadi ia kenakan.</p>
<p>Ia segera merebahkan tubuhnya ke atas kasur empuk miliknya. Lalu ia tersenyum melihat langit-langit kamarnya.</p>
<p>“Sepertinya, aku memang tidak bisa lepas darimu, Byun Eunji.”</p>
<p align="center">****</p>
<p align="center"><b><i>UWAAA ini drabble apa banget ya-___- kepanjangan kan? aku gatau drabble ini kependekan atau kepanjangan(?)</i></b></p>
<p align="center"><b><i>ANEH-__- semoga aja kalian dapet feelnya ya huwee T^T dan mian buat segala typosnya T^T</i></b></p>
<p align="center"><b><i>Keep RCL yaa. Kalau ini udah di post, pasti Love Button part 10 nyusul gabakalan lama lagi kok <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  so, don’t be worry laa <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </i></b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78147&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/78147/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c629e9b15d1f5c8358101edfe87f2776?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">chokyulate861015</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/the-first-spaghetti-that-kris-made-love-buttons-special-kris-by-joo-ver-3.png" medium="image">
			<media:title type="html">the-first-spaghetti-that-kris-made-love-buttons-special-kris-by-joo-ver-3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/1.png" medium="image">
			<media:title type="html">1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/2.png" medium="image">
			<media:title type="html">2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/3.png" medium="image">
			<media:title type="html">3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/4.png" medium="image">
			<media:title type="html">4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/5.png" medium="image">
			<media:title type="html">5</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/6.png" medium="image">
			<media:title type="html">6</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Darkness &#8211; Part 2 : FIRST VICTIM</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/the-darkness-part-2-first-victim/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/the-darkness-part-2-first-victim/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 11:26:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joonisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[@Joonisa]]></category>
		<category><![CDATA[Apink]]></category>
		<category><![CDATA[Inifinite]]></category>
		<category><![CDATA[L]]></category>
		<category><![CDATA[MyungEun]]></category>
		<category><![CDATA[Son Naeun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78137</guid>
		<description><![CDATA[ Part 1 AUTHOR : @afanya_ / Choi Hye Young GENRE : tiller , horror,action, friendship, little bit romance FOR : TEEN CAST : SON NAEUN (APINK) as Naeun KIM MYUNGSOO/L (INFINITE) as  L MINOR CAST : JUNG EUNJI (APINK) as Eunji LEE HYERI (GIRL’S DAY) as Hyeri LEE HOWON/ HOYA (INFINITE) as Hoya CHOI JUNHONG/ZELO [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78137&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/blog_thierrycohendarkenedcities012-e1356337272743.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-77927" alt="blog_thierrycohendarkenedcities012-e1356337272743" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/blog_thierrycohendarkenedcities012-e1356337272743.jpg?w=630"   /></a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/05/12/the-darkness-part-1-the-mysterious-yellow-raincoat/" target="_blank"><em><strong>Part 1</strong></em></a></p>
<p><strong>AUTHOR : @afanya_ / Choi Hye Young</strong></p>
<p><strong>GENRE : tiller , horror,action, friendship, little bit romance</strong></p>
<p><strong>FOR : TEEN</strong></p>
<p><strong>CAST :</strong></p>
<p><strong>SON NAEUN (APINK) as Naeun</strong></p>
<p><strong>KIM MYUNGSOO/L (INFINITE) as  L</strong></p>
<p><strong>MINOR CAST :</strong></p>
<p><strong>JUNG EUNJI (APINK) as Eunji</strong></p>
<p><strong>LEE HYERI (GIRL’S DAY) as Hyeri</strong></p>
<p><strong>LEE HOWON/ HOYA (INFINITE) as Hoya</strong></p>
<p><strong>CHOI JUNHONG/ZELO (B.A.P) as Zelo</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>YANG YOSEOB(B2ST) as Yoseob</strong></p>
<p style="text-align:left;">***</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-78137"></span></p>
<p><i>L PoV</i></p>
<p>Aku datang bersama Hoya—sahabat seperjuanganku—ke Villa ini bukan karena ingin berlibur bersama gadis-gadis SMA yang sedang mendapat jatah <i>summer break </i>mereka. Hal yang kami lakukan tentu saja akan lebih penting dan rahasia.</p>
<p>Dari dahulu, Villa ini terkenal dengan misteri-misterinya. Terutama misteri pembunuhan tiga tahun lalu yang sempat heboh hingga menjadi <i>headline news </i>di berbagai media lokal (aku cukup heran mengapa ketiga gadis SMA itu tidak mengetahui berita itu). Aku L, atau yang biasa dipanggil detective Myungsoo tengah menyelidiki setiap kejadian yang terjadi di Villa ini. Hingga Sabtu kemarin kesempatan menyeldiki Villa ini semakin besar, ini juga berkat seorang gadis SMA—yang baru ku ketahui bernama Eunji—yang mengajak Hoya berlibur dan menginap di Villa ini.</p>
<p>Aku datang tepat jam delapan malam di Villa. Sebenarnya sudah dari pagi aku dan Hoya memantau Villa. Tapi karena tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan kami memilih untuk beristirahat dan kembali ke Busan melalui jembatan penyebrangan.</p>
<p>Hal pertama kali yang membuatku cukup berkesan. Yaitu, seorang gadis yang hampir memukul Eunji dengan raket listriknya. Gadis itu memang cantik, tapi bukan hal itu yang membuatku semakin penasaran padanya. Yang membuatku penasaran padanya adalah, keberaniannya dan alasan mengapa ia hampir memukulkan raket listriknya pada Eunji. Meskipun, gadis itu telah mengatakan bahwa ia baik-baik saja…tetap saja, <i>feeling detective-</i>ku tidak pernah salah. Gadis ini pasti menyembunyikan sesuatu yang amat penting dariku. Sesuatu apa itu, aku tidak tahu pasti.</p>
<p><i>As I say</i>, <i>feeling detective</i>-ku tidak salah. Pagi harinya, kami dikejutkan dengan penemuan mantel kuning dengan bercak darah hampir di seluruh bagian mantel. Itu bukan pemandangan langka, bagi aku maupun Hoya. Kami terlalu sering melihat hal itu. Tapi, tetap saja. Ada semacam perasaan kaget, sedih, dan takut saat melihat sebuah barang bukti penuh darah. Atau, itu bukanlah barang bukti…melainkan…sebuah jebakan baru untuk mendapatkan korban baru..</p>
<p>Seseorang dibalik ini mestinya adalah pecundang!</p>
<p>-</p>
<p><i>NAEUN PoV</i></p>
<p>Tetap saja. Ada rasa ketakutan tersendiri saat melihat mantel kuning penuh bercak darah itu. Aku jadi mengingat lagi tatapan tajam dan mengintimidasi dari pembunuh x itu. Ya Tuhan… aku takut sekali.</p>
<p>Ku alihkan pandanganku ke arah lain asal bukan ke arah mantel tersebut. Sial.. tidak melihat mantel itu aku malah melihat si tua Yoseob dan si cowok ingusan Zelo mengendarai motor mereka. Jadi, Eunji benar-benar mengundang kedua orang itu juga? Tidak bisa dipercaya! Ini pasti akan menjadi liburan terburuk sepanjang sejarah hidupku! <i>Welcome My </i> <i>Nightmare!</i></p>
<p>“Eunji <i>ah</i>, kau mengundang Yoseob dan Zelo?”tanya Hyeri yang sedang terduduk lemah di sofa terdekat. Oh, ternyata Hyeri sudah melihat kedatangan dua <i>troublemaker</i> . Akan dipastikan terjadi adu mulut antara Hyeri dengan Eunji.</p>
<p>“Iya, aku yang mengajak mereka kemari.” Kata Eunji penuh penekanan.</p>
<p>Eunji tidak ingin dibantah. Itu terlihat jelas ketika ia menatap tajam ke arah Hyeri.</p>
<p>Setelah berfikir sejenak. Walaupun sepertinya itu kurang dari setengah menit. Ku putuskan untuk tidak memihak. Masalah akan semakin runyam apabila aku memihak salah satu dari keduanya. Dan liburan yang kita impikan tidak mungkin terwujud. Terlebih, aku secara tidak langsung telah terikat dengan kasus mantel kuning ini. Karena akulah, saksi mata pertama dari pembunuh keji ini. Atau bisa ku sebut sebagai, ‘biang keladi’ karena sampai saat ini aku belum bisa membuktikan jika orang itu membunuh orang lain. Atau mungkin…belum.</p>
<p>“Hai Naeun.” Sapaan pertama berasal dari Zelo. Kemudian disusul oleh sapaan Yoseob yang terdengar tidak sopan. Siapa yang ia panggil <i>ahjumma</i>? Bahkan umurku belum genap 20 tahun -_-. Dasar laki-laki tua yang sok muda.</p>
<p>“Terserah kau saja! Yang pasti aku tidak suka!”</p>
<p>Ku dengar teriakan Hyeri menggelegar. Tidak baik seperti ini, aku harus mendamaikan mereka secepatnya.</p>
<p>-</p>
<p>Siang hari yang begitu aneh. Hyeri tidak mau keluar dari kamarnya. Tadi pagi ia pindah ke kamar lain. Hal yang tidak jauh berbeda juga dilakukan Eunji. Heran, tidak si bungsu tidak si sulung semuanya hobi marah-marah. Untung kemarahan Eunji lebih bisa diredam daripada kemarahan Hyeri. Tapi sama saja, mereka berdua sama-sama tidak mau keluar kamar. Dan hal itu membuatku benar-benar bingung. Ku putuskan untuk menghampiri kamar Hyeri. Gadis itu lebih membutuhkan bantuanku ketimbang Eunji yang mulai berhasil meredam amarahnya.</p>
<p><i>Tok Tok Tok</i></p>
<p>“Hyeri <i>ah, </i>ini Naeun.”</p>
<p>Tidak ada jawaban. Saat aku menempelkan telinga ke pintu hanya terdengar isakan tangis Hyeri. Ya Tuhan.. aku benar-benar harus menghentikan perkelahian mereka. Tapi apa yang harus ku lakukan kalau tidak ada satupun dari mereka yang mau diajak bicara <i>face</i> <i>to face</i>?</p>
<p>-</p>
<p><i>AUTHOR PoV</i></p>
<p>“Hyeri…”</p>
<p>Masih tidak ada jawaban. Ini sudah menit kelima Naeun mengetuk pintu kamar Hyeri. Tapi tetap tidak ada perubahan. Hyeri tetap bertahan di kamarnya. Sedangkan Eunji sudah mau berjalan-jalan bahkan memberikan senyum saat bertemu dengan Naeun. Tidak salah banyak orang membicarakan sifat labil itu banyak dimiliki oleh para remaja. Buktinya, kalian bisa melihat dari tingkah laku Hyeri.</p>
<p>“Dia masih tidak mau membukakan pintu?” Tanya Hoya yang datang bersama L. Mereka sengaja menanyakan hal itu pada Naeun. Karena mereka merasa aneh, mengapa Hyeri marah dengan begitu lama. Hal yang sama juga dirasakan oleh Naeun, Hyeri memang cukup labil. Tapi, kalau dihitung-hitung ia tidak mungkin marah dan menangis lebih dari lima jam hanya untuk masalah sepele.</p>
<p>Naeun menepi saat Hoya dan L mengintip melalui celah pintu. Sepuluh detik berlalu, mimik wajah keduannya berubah mengeras dan kemudian entah atas inisiatif L atau Hoya ataupun keduanya. Mereka mendobrak pintu tersebut. Hal yang pertama Naeun lihat adalah siraman air berwarna merah yang berbau sangat amis dari arah atas. Tidak sulit untuk membuat hipotesa kalau itu merupakan darah ayam.</p>
<p>“Sial!” geram L.</p>
<p>“Darah ayam!” teriak Hoya.</p>
<p>Tapi, kedua orang itu tidak patah semangat. Mereka segera menghampiri seseorang bermantel kuning yang sedang mencekik leher Hyeri dengan tangan kanannya kuat-kuat. Sayangnya, seseorang dengan mantel kuning itu menutupi rambutnya dengan topi dan mengenakan masker yang berwarna hitam. Matanya tidak terlihat karena mengenakan <i>soft lens</i> berwarna putih yang sangat mengerikan. Kulit tangannya terlihat melepuh—entah efek <i>make up</i> atau bukan—yang pasti itu mengerikan. Persis seperti <i>zombie</i>.</p>
<p>Sementara itu Eunji berlari tergopoh-gopoh. Ia amat kaget dengan kegaduhan yang terjadi di kamar Hyeri yang baru. Sebenarnya, Eunji berniat meminta maaf pada Hyeri. Tapi melihat Naeun kesusahan membujuk Hyeri ia jadi berkecil hati. <i>Naeun saja tidak mampu, apalagi aku?</i></p>
<p>Langkahnya terhenti tepat di depan kamar Hyeri. Ia tidak mampu menahan tangisnya ketika melihat seseorang bermantel kuning tengah mencekik  leher Hyeri. Sementara L dan Hoya berusaha menghindari tusukan-tusukan pisau yang diarahkan ke bagian-bagian vital mereka.</p>
<p>Dilihat dari kemampuan seseorang bermantel itu memainkan pisau dengan tangan kirinya terdapat dua kemungkinan. Seseorang itu memang sangat mahir menggunakan pisau, atau seseorang itu kidal. Ada diantara dua itu. Dan itu merupakan fakta yang bisa mereka gunakan. Untuk menangkap seseorang dibalik semua ini. Seseorang yang pasti adalah pengecut!</p>
<p>Naeun memperhatikan Hyeri yang menangis dan meraung hebat. Tapi sayangnya tidak terdengar suara apapun karena keributan—entah apa—dari luar Villa. Karena kesal bercampur kesedihan, Eunji melirik ke arah jendela Villa terdekat.</p>
<p>Setelahnya terdengar teriakkan melengking yang keluar dari bibir Eunji. Eunji pasti melihat hal yang tidak baik. Akhirnya Naeun menghampiri Eunji dan ikut melihat apa yang terjadi di luar Villa. Taman porak poranda di lengkapi oleh guyuran darah. Sementara itu ada yang melempari jendela dengan balon air berisi darah. Itulah yang membuat Eunji berteriak karena kaget.</p>
<p>Naeun mengalihkan pandangannya ke arah L dan Hoya. Memastikan mereka masih baik-baik saja. Kemudian pandangan Naeun terarah pada Hyeri. Gadis itu sudah tidak tercekik. Tapi, ia tidak bisa berlari karena kedua kakinya mengalami luka berat. Saat tatapan keduanya bertemu timbul sesuatu menyakitkan di hati Naeun seperti tertusuk dan terobek. Hyeri tidak bisa menahan tangisnya. Sementara Naeun semakin sibuk mengerahkan kemampuan membaca pikirannya. Sial! Seseorang yang mengenakan mantel kuning itu tidak bisa ditembus pikirannya. Pasti, orang itu mempunyai kekuatan untuk membaca pikiran juga. Atau ia seseorang yang berasal dari marga yang sama dengan Naeun. Tapi bisa juga, orang itu merupakan orang terdekat Naeun, bisa keluarga, atau sahabat masa lalunya. Belakangan ini Naeun mempelajari buku dari mendiang ibunya. Sehingga ia bisa tahu lumayan banyak tentang urusan baca-membaca pikiran.</p>
<p>Naeun ingin segera menarik Hyeri menjauh dari seseorang bermantel kuning. Tapi di sebelahnya ada Eunji. Bukan tidak mungkin seseorang bermantel kuning itu meloncat ke arah Eunji dan mencekiknya sama seperti yang ia lakukan pada Hyeri. Ngomong-ngomong, ada yang aneh dengan hal ini. Seseorang itu tidak berani mendekati Eunji—apalagi menyakitinya. Meskipun gadis ini sedikit ketakutan dengan darah yang dilemparkan mengenai jendela. Tapi, sepertinya darah itu hanyalah media untuk menutupi apa yang terjadi di taman depan Villa. Bingo, sesuatu yang amat penting pasti terjadi di depan Villa.</p>
<p>Eunji melirik Naeun yang tiba-tiba memberikannya sebuah ikat rambut. Setelah memberikan tigapuluh detik untuk Eunji berpikir akhirnya Naeun berlari cepat menuju ruang tamu. Eunji mengenakan ikat rambutnya. Tapi kemudian gadis itu melepaskannya dan melemparkan ke arah Hyeri. Yang ada di depan Hyeri bukanlah ikat rambut biasa. Di dalam ikat rambut itu terdapat sebuah jarum akupuntur yang sudah karatan. Hyeri tahu banyak soal pembuluh darah maupun urat-urat syaraf. Dengan berat hati—karena Hyeri tidak punya rasa untuk menyakiti—gadis itu mensukkan jarum akupuntur karatan itu ke arah arteri yang terletak di leher seseorang bermantel tersebut. Sementara Hoya dan L bersikap biasa-biasa—sebelum Hyeri menusukkan jarum akupunturnya—(dalam hal ini berarti melakukan perlawanan dengan sungguh-sungguh) saja sehingga orang itu telihat lengah.</p>
<p>Teriakkan yang terdengar merupakan teriakkan seorang perempuan. Jadi orang yang hampir membunuh Hyeri itu seorang perempuan. Seorang pengecut itu adalah seorang perempuan. Seorang perempuan…atau seseorang yang menyerupai perempuan. Tiba-tiba akal Hyeri merespon. Suara ini..suara bohongan (seseorang bermantel kuning itu menggunakan alat perubah suara sehingga suaranya berubah) . Dia bukan perempuan!</p>
<p>-</p>
<p>Hyeri tidak akan membiarkan dirinya berlama-lama di tempat itu. Segera ia menendang seseorang bermantel itu. Sisanya tinggal L dan Hoya yang urus. Gadis ini harus segera menarik Eunji menolong Naeun yang pasti ada dalam bahaya besar.</p>
<p>Benar dugaan Hyeri. Sesampainya di ruang tamu. Ia melihat Naeun tengah meronta-ronta di dalam cengkeraman seseorang dengan pakaian hitam-hitam. Yang lebih membuatnya kaget adalah, Eunji yang tiba-tiba berteriak dan menangis sejadi-jadinya setelah melihat tatapan orang itu. Hyeri tahu Eunji bukan gadis yang mudah ketakutan. Dan melihat keadaan Eunji yang menangis sesenggukan begitu ada suatu hal yang membuat Hyeri penasaran.</p>
<p>Yoseob dan Zelo yang tadinya sedang sibuk bermain PSP di kamar mereka—kebetulan di lantai atas sedangkan kamar L, Hoya, Eunji, Hyeri, dan Naeun di lantai bawah— berlari kencang kearah Hyeri dan Eunji. Terlebih melihat keadaan Hyeri yang penuh dengan darah. Dan Eunji yang menangis hebat. Suara PSP ternyata mengalahkan suara ribut-ribut di bawah. Ataukah, memang itu kesengajaan seseorang yang membuat sekenario ini? Entahlah.</p>
<p>“Lepaskan!” Naeun memberikan pelototannya pada seseorang yang mengenakan pakaian hitam-hitam itu. percuma. Tidak ada respon dari laki-laki itu. Naeun tidak mau menyerah. Gadis itu menggigit lengan laki-laki itu. Refleks laki-laki itu melepaskan Naeun. <i>Akhirnya, victory!</i></p>
<p>“<i>Kamsahamnida ahjussi, </i>karena sekarang sudah malam, itu artinya <i>ahjussi</i> harus pulang.”</p>
<p><i>DUAK</i></p>
<p>Naeun menendang laki-laki berbaju hitam itu. Tidak bisa diduga laki-laki itu langsung jatuh terlentang. Memperlihatkan wajahnya. Seketika Naeun terperanjat. Orang ini kan <i>bodyguard</i>nya. Ah bodoh, seharusnya ia tidak usah melukai orang ini. Tapi bodoh sekali, <i>bodyguard</i>nya mudah dikalahkan. Kalau pulang nanti Naeun akan meminta <i>bodyguard</i> yang lebih <i>gantelman </i>dari PSY/hohoho/. Baru saja Naeun akan merayakan kemenangannya. Terdengar teriakan dari L dan Hoya. Intinya memperingatkan mereka kalau seseorang ini menggunakan pistol untuk melukai mereka.</p>
<p>Sementara itu Hyeri, Zelo, Yoseob, dan Eunji berlari menuju ruangan paling atas dari Villaa ini. Kata Eunji, di ruangan itulah terdapat tempat rahasia. Ia menemukannya kemarin lusa. Atau sehari sebelum terror menakutkan ini terjadi. Jadi ia rasa semua jawaban ada di dalam ruangan itu.</p>
<p>Tidak disangka-sangka. Di dalam ruangan itu terdapat sebuah peti emas yang seukuran dengan peti harta karun. Dilihat dari gaya arsitekturnya peti itu merupakan peti abad pertengahan.</p>
<p>Zelo melirik ke arah Eunji yang tersenyum misterius. Yoseob yang memperhatikan tingkah laku Zelo ikut meliriki Eunji. Ada yang aneh dengan Eunji. Dan mereka tidak menyadari hal itu. Karena sedari tadi gadis yang mereka kira Eunji itu sedang menyembunyikan sesuatu di balik punggungnya.</p>
<p>“Hyeri tolong tutup pintunya.” Kata Eunji sambil melirik ke arah Zelo dan Yeoseob yang berpura-pura memperhatikan peti itu. Zelo mengadah dan sesuatu yang aneh memasuki indra penciumannya. Sial, ada asap bius.</p>
<p>“Tutup hidung kalian, ada asap bius, Hyeri jangan tutup pintunya.” Teriak Zelo.</p>
<p>Laki-laki itu berlari keluar dengan menarik tangan Hyeri juga Yoseob. Tapi sebelum mereka sempat berlari menjauh pandangan tiba-tiba berubah gelap. Apa yang sebenarnya terjadi?</p>
<p style="text-align:center;"><em>To Be Continue…</em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:left;"><strong>Joonisa&#8217;s note: Ga banyak. Keep RCL aja yah&#8230; ini FF titipan temenku di twitter, namanya bisa dilihat di awal ff <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </strong></p>
<p style="text-align:left;">GoMaWo</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78137&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/the-darkness-part-2-first-victim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/140ca6f15c11772d87d8d44b101fae6b?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">joonisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/blog_thierrycohendarkenedcities012-e1356337272743.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">blog_thierrycohendarkenedcities012-e1356337272743</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Love Story of The Sleepaholic [ Part 8 : Unforgettable Things ]</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/love-story-of-the-sleepaholic-part-8-unforgettable-things/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/love-story-of-the-sleepaholic-part-8-unforgettable-things/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 07:21:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>citrapertiwtiw</dc:creator>
				<category><![CDATA[@CitraTiwie]]></category>
		<category><![CDATA[A Pink]]></category>
		<category><![CDATA[Apink]]></category>
		<category><![CDATA[Chorong]]></category>
		<category><![CDATA[Comedy]]></category>
		<category><![CDATA[fantasy]]></category>
		<category><![CDATA[Infinite]]></category>
		<category><![CDATA[Jaehyo]]></category>
		<category><![CDATA[kim myungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[Lim Hyunsik]]></category>
		<category><![CDATA[Myungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[Naeun]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[Son Naeun]]></category>
		<category><![CDATA[Suzy]]></category>
		<category><![CDATA[Yoo Ara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78130</guid>
		<description><![CDATA[Title : Love Story of The Sleepaholic   Author : Citra Pertiwi Putri / citrapertiwtiw   Genre : Romance, Fantasy, a little bit Comedy   Rating : PG15 &#8211; NC17   Main Casts : ‘A Pink’ Son Naeun ‘INFINITE’ L / Kim Myungsoo   Other Casts : ‘ BtoB’ Lim Hyunsik ‘ Hello Venus’ Yoo [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78130&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-75146" alt="Love Story Of The Sleepaholic" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/02/love-story-of-the-sleepaholic.jpg?w=630"   /></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Title :</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Love Story of The Sleepaholic</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Author : Citra Pertiwi Putri / citrapertiwtiw</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Genre : Romance, Fantasy, a little bit Comedy</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Rating : PG15 &#8211; NC17</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Main Casts : </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘A Pink’ Son Naeun</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘INFINITE’ L / Kim Myungsoo</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Other Casts :</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ BtoB’ Lim Hyunsik</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ Hello Venus’ Yoo Ara</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ Block B’ Ahn Jaehyo</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ A Pink’ Park Chorong</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ INFINITE’ Nam Woohyun</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ A Pink’ Yoon Bomi</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ A Pink’ Hong Yookyung</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ A Pink’ Kim Namjoo</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">‘ Miss A’ Suzy</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Type : Chaptered</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Cerita Sebelumnya :</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Masalah yang dihadapi oleh si gunung es ganteng Myungsoo rupanya semakin rumit saja, gara-gara Ara ia harus turun pangkat dari chef menjadi cleaning service di Infinite Café, yang artinya ia tak akan bisa lagi mendapatkan gaji yang lumayan lagi. Hal itu tentu bakalan mempengaruhi hidupnya nanti, apalagi saat ini Naeun benar-benar menjadi tanggung jawabnya. Akhirnya, namja itu terpaksa pindah dari apartemennya dan memutuskan untuk tinggal di tempat yang lebih murah.</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun, sang nyai kampus yang makin tersiksa oleh kutukannya itu mulai menyadari bahwa masalah-masalah yang dialami Myungsoo datang semenjak ia hidup bersama namja itu. Ia ingin balas budi pada Myungsoo dengan membantu Woohyun mengikuti pameran lukisan yang bisa membuatnya mendapatkan uang.</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sementara itu juga, masalah-masalah yang mau tak mau menjadi beban bersama membuat hubungan Myungsoo dan Naeun semakin intim (?) *hayo mikir apaan kalian._.*, meski Myungsoo biasanya malas berbicara dengan Naeun, namja itu sadar semakin hari rasa cintanya pada Naeun semakin besar. </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Hingga saat pertama kalinya mereka berkencan, Myungsoo menyatakan cintanya pada Naeun dan keduanya pun memulai lembaran baru sebagai pasangan kekasih yang tinggal bersama !</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Apa yang akan terjadi selanjutnya? Akankah Myungsoo dan Naeun sanggup melalui masalah-masalah yang menunggu mereka? Apakah mereka mampu bertahan dengan hidup mereka yang kini sedang sangat terbatas?</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Bagaimana juga dengan Ara dan Suzy yang mulai saling kenal sebagai sesama pacar Myungsoo setelah adu bacot super abstrak di sms itu? apakah cepat atau lambat mereka akan tahu tentang Naeun yang merupakan rahasia besar Myungsoo? </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Dan ngomong-ngomong.. bagaimana nasib Ara yang terpaksa nemenin Hyunsik nonton konser dangdut Sungyeol? Lagu apa sajakah yang akan dibawakan pangeran dangdut itu di konser perdananya?</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">*Sorry, ini diluar konteks. Tolong 4b4iK4nd..(?)*</span></i><i></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong>Selengkapnya :</strong></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/03/23/winner-ff-love-story-of-the-sleepaholic-part-1-bad-girl-side-mysterious-sunbae-and-an-unusual-drug/"><i><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 1 : Bad Girl Side, Mysterious Sunbae, and An Unusual Drug</span></i></a></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/03/29/love-story-of-the-sleepaholic-part-2-the-curse-is-beginning/"><i><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 2 : The Curse is Beginning</span></i></a></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/05/love-story-of-the-sleepaholic-part-3-stay-together/"><i><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 3 : Stay Together!?</span></i></a></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/12/love-story-of-the-sleepaholic-part-4-my-new-life-is-beginning/"><i><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 4 : My New Life is Beginning </span></i></a></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/19/love-story-of-the-sleepaholic-part-5-love-alert/"><em><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 5 : Love Alert !</span></em></a><strong></strong></p>
<p><a href="https://ffindo.wordpress.com/2013/04/26/love-story-of-the-sleepaholic-part-6a-insomnia/comment-page-12/"><i><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 6A : Insomnia</span></i></a></p>
<p><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/05/03/love-story-of-the-sleepaholic-part-6b-still-insomnia/comment-page-6/#comments"><i><span style="font-size:14pt;font-family:'Calibri', 'sans-serif';">Part 6B : Still Insomnia</span></i></a></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/05/10/love-story-of-the-sleepaholic-part-7-first-date/"><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Part 7 : First Date</span></i></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span id="more-78130"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">NB : Halo readers.. jumpa lagi dengan ff author. Author seneng ternyata minggu-minggu ini author masih punya kesempatan nulis dan belom resmi hiatus. Jadi hari ini bisa update lagi. Walaupun maaf, part ini kayaknya gak sepanjang part 7 kemarin. Tapi tetep panjang kok, semoga kalian puas yaa.. ^^</span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Satu lagi, karena author baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung (?), author kasih tau kalau part ini hampir sama dengan part 5, ratingnya sedikit NC. Sedikit aja ._.v</span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Okay, selamat membaca <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">***</span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></i></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Author POV</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sekiiiaan lamaaa~ akuuu menungguuu.. untuuuk kedatanganmuuu~</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Buka</span></i><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">ankah engkaauu, telah berjanjiii.. kitaa jumpa disiniii~</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Datanglaaah.. kedatanganmuuu kutunggu, tlah lamaaa.. telah lama ku menungguuu~</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Anjir, lagunya nyindir gua banget!!” Ara hampir ngelempar sendal nipponnya ke arah Sungyeol yang sedang berdendang ria (?) di atas panggung. Lagu dangdut yang sedang dibawakan Sungyeol ini bener-bener pas banget sama keadaannya sekarang yang sebenernya sedang menunggu kedatangan Myungsoo, namja itu sudah dua kali ingkar janji.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Yah, mungkin saat ini yang pasang tampang bete di konser perdana Sungyeol cuman Ara doang, penonton yang lain mah pada joget-joget aselole (?), termasuk Hyunsik, walaupun masih rada jaim pengen goyang karena Ara berdiri tak jauh darinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, tapi sang pangeran dangdut Lee Sungyeol sama sekali gak nunjukin tanda-tanda mau mengakhiri konsernya, ia malah makin semangat berdendang ria. Kalo dihitung-hitung, ia sudah menyanyikan sekitar 436362468432 lagu dengan 664132141 kali ganti kostum ._. #seketikareadersmabokmendadak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ H..Hyun..Hyunsik.. pulang y&#8230;.” ketika Ara baru saja hendak mengajak Hyunsik pulang, tiga orang cewek tiba-tiba ngedatengin Hyunsik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Huaaa.. gak nyangka oppa dateng!” tiga cewek itu hebring sendiri sembari nyubitin Hyunsik (?), bikin Ara makin bete aja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ah eh.. i..iya..”Hyunsik mehe-mehe karena salah tingkah, sesekali ia melirik Ara yang kini pura-pura sibuk makan kwaci disampingnya. Ia yakin sebentar lagi Bomi, Yookyung, dan Namjoo -tiga cewek itu- akan bertanya siapa yang sedang bersamanya itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ternyata oppa suka dangdut juga yah! Uyeeee… kita sama!! Berarti kita jodoh!! Nikahi aku oppa nikahi akuuu (?)”kata Namjoo heboh.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yee!! Sotoy lo! Hyunsik oppa gak suka dangdut kali, dia pasti terpaksa kesini karena kita undang!” Bomi menoyor Namjoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hehe, oppa suka dangdut kok.. dikit..”kata Hyunsik menengahi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tuh kan dia suka!! Berarti jodoh!”Namjoo merasa menang (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Cuma suka dikit woooo!!!”Bomi nyolot (?). Akhirnya mereka jambak-jambakan -_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Heh heh udah!!!” Yookyung langsung menengahi, “…kampret ya lo berdua, kalo mau ribut jangan di konser pacar gua dong! Malu-maluin aja.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iye iye maap ._.” Bomi dan Namjoo pun berhenti jambak-jambakan setelah rambut mereka udah sama-sama jembet (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Sorry ya oppa. Bomi ama Namjoo emang suka berantem.” Yookyung minta maaf pada Hyunsik, “…dan.. makasih ya udah dateng kesini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iya, gak apa-apa. ngomong-ngomong kenapa kalian pake ngundang oppa kesini? Apa Sungyeol mau ketemu sama oppa?” tanya Hyunsik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ng..nggak oppa. Jadi gini..” Yookyung sedikit bingung mau menjelaskan, “…gini oppa, kemarin kan oppa udah ngasih kita uang sepuluh juta buat bayar uang kekalahan Naeun untuk Suzy..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iya, terus?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah? Suzy???” Ara yang mendengar nama itu disebut langsung inget nama cewek yang sempat ‘4dU b4cOt’ sama dia di sms itu. Karena penasaran Ara mulai berniat buat nguping.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Nah.. kita kan gak mungkin gak ganti uang oppa.. jadi, aku minta Sungyeol buat ngadain konser biar bisa dapet uang untuk ngeganti uang oppa, gitu..”jelas Yookyung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ HAH!!?? Jadi konser ini buat ngegantiin uang oppa!!??” Hyunsik syok, “…duh, ini berlebihan. Kalian sebenernya gak perlu ganti uang oppa, oppa ikhlas kok. Lagian Naeun kan emang tanggung jawab oppa..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tapi tetep aja Suzy minta kita yang bayar uang kekalahan itu kan..” kata Bomi memelas, “…ck, coba aja Suzy gak jadian sama L sunbae, gak bakalan begini keadaannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Jadi mereka enelan jadian!!??? Ciyus??? Miapah!!?” Ara kaget dan langsung esmosi stadium 83 (?).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mi oyeng, mi yebus, mi kriting, mi bakso, mihun ._.” Namjoo malah ngelanjutin kata-kata Ara.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Elah, sotoy banget lo. Orang dia bilang demi apa, bukan mi apa.” Bomi menoyor Namjoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Oh, kirain ._.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Jadi L beneran pacaran sama Suzy!!???” Ara mengulang pertanyaannya. Hyunsik mulai gelagapan karena takut Ara ngamuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Dia siapa sih? Kagetnya alay amat, kayak ngerasa diduain L sunbae aja ._.”kata Yookyung bingung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Emang gua diduain!!!! Gua pacarnya!!! Gua pacarnyaaaaa!!!!” Ara langsung jerit-jerit gak jelas, semua pada kaget, termasuk Sungyeol, sang pangeran dangdut itu sampe batal memulai kolaborasinya dengan Trio Macan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Pacarnya?” Bomi, Yookyung, dan Namjoo ora mudeng (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Duh.. ntar deh ya oppa jelasin. Oppa pulang duluan! See you letter. Eh, later!” Hyunsik panik, ia langsung menarik Ara keluar dari lokasi konser, gadis itu udah nangis aja gara-gara tau L beneran pacar Suzy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Jangan lupa datang di konser hari kedua ya!!!!!” teriak Yookyung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah!? Konser hari kedua!? Kapan!?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Malem jum’at kliwon!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iye dah iye -__-“</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sekarang Hyunsik bingung bagaimana cara menenangkan Ara yang sudah kejer dan ingusan (?), dia sama sekali gak bakat nenangin cewek, dia cuman bakat nenangin anak-anak. Tapi masa’ iya Ara mau dikasih balon biar berhenti nangis? ._.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hei.. udah diem.. cup cup cup.. cap cip cup kembang kuncup (?)” Hyunsik mulai sok lawak buat ngehibur Ara, tapi gadis itu tetep aja mewek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kenapa dia tega bungudhzz ngeduain gueehhhh!!?? L jahatt!! Jahaattt!!!! Hiks.. hiks..” Ara ngamuk-ngamuk gajelas sekarang, “…kau juga!! Kenapa gak ngasih tau aku kalo L jadian sama Suzy hah!!?? Jahat!! Iih!!” Ara mukulin Hyunsik sekarang, walaupun pukulannya cemen tapi tetep aja bikin harga diri Hyunsik terinjak-injak (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku hanya gak mau kamu sedih..”jawab Hyunsik seadanya, “…udah dong.. jangan nangis terus..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Gimana gak nangis, L udah selingkuh!!!! Padahal aku cinta sama dia!!! Apa dia gak sadar dia udah bikin aku s&#8212;“</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Chu~</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Ini jalan satu-satunya bagi Hyunsik untuk meredam tangisan Ara. Mencium bibirnya. Entah ide konyol macam apa ini, namja itu hanya bisa pasrah jika setelah ini Ara akan menamparnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">PLAK!!!! PLAK!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Benar saja, sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Hyunsik kiri-kanan. Tanpa berkata apapun, Ara pergi meninggalkan namja itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Hyunsik hanya bisa diam, tidak berniat memanggil atau mengejar gadis itu. Namun ia bersumpah dalam hatinya, suatu saat, Ara akan jatuh cinta padanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">******</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Good Afternoon, Miss Son.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Afternoon? Afternoon mah siang, Morning kali.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Silahkan lihat jam.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ YA!!!!” Naeun terbangun dari tidurnya karena terkejut saat melihat jarum jam menunjuk ke angka satu lewat lima belas menit. Ini siang bolong, dan ia baru bangun tidur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Bener-bener jadi kebo betina kau hari ini.”Chorong geleng-geleng kepala, “…capek ya gara-gara kelamaan ciuman semalam?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Heh!! Apa kau bilang!?” Naeun melotot, “…kau melihat apa yang kami lakukan semalam?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Bukankah sudah kubilang aku selalu mengawasimu? Meski kita tidak bertemu, itu bukan berarti aku tidak melihatmu, nona Son.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun mehe-mehe, berarti semalam ia tidak benar-benar berduaan dengan Myungsoo, ada hantu di tengah-tengah mereka, siapa lagi kalau bukan Chorong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Gadis itu segera berdiri dan pergi mandi sebelum Myungsoo datang, badannya terasa sakit semua karena ini kedua kalinya ia harus tidur di atas tikar lagi, ia belum bisa tidur di kamar karena atapnya masih bocor.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau benar-benar jadian dengan gunung es itu?” tanya Chorong yang ikut Naeun masuk kamar mandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun mengangguk malu, “ Rasanya jadi aneh. Aku bahkan malu jika harus bertemu dengannya hari ini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku ikut senang. Tapi.. apa kau lupa sesuatu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hmm..apa itu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Sisa waktu hidupmu tinggal dua bulan lagi. Apa kau sudah punya cara untuk memancing Myungsoo agar ia mau mencium kelopak matamu saat kau tertidur?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun terhenyak mendengar perkataan Chorong. Makhluk itu benar, waktunya untuk membebaskan diri dari kutukan Victoria semakin sedikit, ia harus segera mencari cara agar Myungsoo mencium kelopak matanya saat ia tertidur.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau benar. Aku bahkan belum tahu dengan cara apa aku memancingnya.”ucap Naeun lemas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Pikirkan secepatnya. Jangan keasyikan ciuman bibir mulu. Napsu amat lo berdua, gue envy tau.” Chorong manyun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun tertawa kecil, “ Memangnya kau dan Woohyun belum ada kemajuan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yah, begitulah. Tapi secepatnya aku akan mengajaknya berkencan, atau mungkin ia yang akan mengajakku. Entahlah..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Dan setelah berkencan kau akan meninggalkannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mau bagaimana lagi? Dunia kami sudah berbeda, kau tahu itu kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau tidak pernah berpikir untuk mengajaknya ke duniamu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah? Apa katamu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ah, tidak..tidak.” Naeun tak mau mengulangnya, karena kalau dipikir-pikir idenya terlalu jahat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kurasa aku tahu apa maksudmu.” Chorong tersenyum, makhluk itu langsung menghilang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ya!!! Chorong-ah!!” Naeun panik, bagaimana jika Chorong benar-benar mengikuti idenya untuk ‘mengajak Woohyun ke dunianya?’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“…ah!! bodoh!! Bodoh!! Seharusnya aku tidak usah bilang begitu!!” Naeun langsung jedot-jedotin kepalanya sendiri ke shower (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun baru saja selesai mandi setelah hampir setengah jam berada di dalam. Gak cuma mandi, gadis itu sempat ketiduran di lantai -_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Namun ketika ia baru saja hendak keluar, suara ketukan pintu membuatnya sedikit takut. Tidak mungkin pengetuk pintu itu Myungsoo, kalau Myungsoo datang pasti namja itu langsung membuka pintu tanpa harus mengetuk dulu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Bagaimana ini? Tak seorangpun boleh tahu kalau dirinya ada di kost, tentu karena kost yang ia tempati sekarang adalah kost khusus namja. Naeun tak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang, ia khawatir yang mengetuk pintu itu Jaehyo. Bagaimana kalau pintu kostnya tiba-tiba dibuka oleh cowok absurd itu? tamatlah riwayatnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Annyeoooong..selamat siaaang~ tolong buka pintunyaaa.”terdengar suara dari luar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Bener, itu Jaehyo. Bagaimana ini? Untuk apa cowok absurd itu datang di saat-saat seperti ini? Naeun tidak bisa melarikan diri, ia hanya bisa ngumpet di dalam kamar mandi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tunggu..” terdengar suara seseorang dari dapur dan tak lama terdengar suara pintu kost dibuka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Myungsoo?” Naeun yang mengintip dari celah pintu terkejut bukan main. Myungsoo ada didalam kostnya? Sejak kapan namja itu datang?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Haha, jadi benar kau yang tinggal di kost milik keluargaku ini. Kemarin aku datang untuk memastikan tapi kau tidak ada.”terdengar suara Jaehyo menertawakan Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mau apa?” Myungsoo tak meladeni cingcongan Jaehyo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Minggir.”dengan tampang watadosnya Jaehyo menyingkirkan Myungsoo dari hadapannya lalu masuk ke dalam kost.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo mencoba sabar, namja itu langsung mengunci pintu kamar karena disana banyak barang-barang Naeun, kalau Jaehyo melihatnya bisa-bisa ia curiga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Lihat kan kost keluargaku ini? Beda dari kost-kost yang lain. Meja, kursi, dan lemarinya antik, harganya selangit meeenn..” Jaehyo mulai nyombong.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ape kate elu dah -_-“ucap Myungsoo dalam hatinya karena sudah malas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Heh, kenapa kau tidak tinggal di apartemen lagi?”tanya Jaehyo tiba-tiba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Apa urusanmu?” Myungsoo balik bertanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Urusanku? Hm.. kalau boleh jujur, semenjak Naeun hilang, orang yang paling aku curigai adalah kau, L.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo tersentak mendengarnya, Naeun yang mengawasi dari kamar mandi langsung tegang mendadak. Ia tidak menyangka Jaehyo sampai punya perasaan curiga pada Myungsoo. Ini gawat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Curiga padaku? Naeun hilang? Hei, aku bahkan baru tahu dia hilang. Kenapa dia hilang??” Myungsoo pura-pura bego, dan berharap Jaehyo bisa dibegoin (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku tidak bisa dibohongi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tapi aku benar-benar tidak tahu.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ah, ya sudahlah. Sekalipun sekarang kau tahu dimana nyai kampus yang sudah di D.O itu, aku tidak peduli.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kenapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Haha. Untuk apa aku peduli padanya? Masih banyak gadis lain yang mau denganku. Tak ada gunanya aku menunggu Naeun ditemukan, paling-paling dia sudah mati sekarang.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Tangan Myungsoo mengepal, ingin rasanya ia mendaratkan kepalan tangannya itu di wajah nyebelin Jaehyo. Namun yang lebih sakit hati tentu saja Naeun, gadis itu emosi, tidak menyangka Jaehyo sejahat itu padanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Dengan emosi tertahan Naeun menyambar sebotol shampoo dan dilemparnya shampoo tersebut kearah Jaehyo yang masih asyik cingcong ngatain dia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">PLETAK!!!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aw!!!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Pendaratan sempurna (?). Tapi bukan di kepala Jaehyo, malah di kepala Myungsoo -___-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">*</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Setelah lima belas menit mendengar bacotan gak penting Jaehyo, Myungsoo dan Naeun bisa bernafas lega karena akhirnya cowok absurd itu pergi juga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun segera keluar dari kamar mandi karena sudah bosan setengah mati, dan ketika ia baru saja keluar, gadis itu terkejut ketika melihat sosok tinggi Myungsoo kini berdiri di depan pintu kamar mandinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun segera merapatkan handuk yang ia pakai karena takut melorot, kalo melorot ntar kasusnya kayak di ff Two Handsome Thieves in Sundae part 6A (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aigoo. Kau benar-benar baru selesai mandi?” tanya Myungsoo, namja itu menatap jam dan Naeun bolak-balik, “…kau bangun jam berapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Jam.. 1.”jawab Naeun pelan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ck, pemalas.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun manyun, ia kira keadaan bisa sedikit berubah karena status mereka yang kini bukan lagi Tom and Jerry melainkan another Romeo and Juliet (?), tetapi ternyata itu hanya ada dalam khayalan Naeun. Kenyataannya Myungsoo masih saja bersikap dingin dan sinis seperti biasanya, padahal namja itu sempat membuat Naeun nyaris melayang karena perilaku romantisnya semalam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau yang melempar ini?” Myungsoo menunjukkan botol shampoonya. Naeun mehe-mehe.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Sorry, maksudnya pengen ngelempar Jaehyo..”gadis itu merasa bersalah, “…sakit ya? mana sini aku tiupin..” dengan watadosnya Naeun langsung megang-megang kepala Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yaaa!! Tidak usah!” Myungsoo langsung menyingkirkan tangan Naeun dari kepalanya, “…aku yang tahu caranya agar tidak sakit lagi.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Bagaimana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Dengan senyum nakal Myungsoo mendorong tubuh Naeun ke dinding, dan..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Cup~</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Namja</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">itu</span><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> menempelkan bibirnya selama beberapa detik di bibir cherry Naeun. Wajah gadis itu memerah mendadak. Ia langsung memukul pelan dada Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Morning kiss sudah lewat. Kau tidak lihat ini jam berapa?” Naeun pura-pura kesal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tapi kau selalu bangun siang. So, it’s afternoon kiss.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> Naeun tertawa kecil, “ Jadi kau datang kesini hanya untuk menciumku?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Haha. Kalau iya kenapa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ YA! dasar pervert!!” Naeun memukul namja itu sekali lagi, “…pulang sana!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Pulang kemana? Ini tempat tinggalku.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah?? Maksudmu!!??”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo hanya tersenyum misterius dengan ganteng sembari menatap sekelilingnya, Naeun ikut melihat dan ia baru sadar kalau kostnya kini dipenuhi dus-dus yang pernah ia lihat di apartemen Myungsoo itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau.. pindah kesini??”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yap. Surprise..~”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun masih setengah tidak percaya. Myungsoo akan tinggal bersamanya lagi. Ia kira namja itu akan mencari tempat tinggal lain. Ah, menyenangkan bisa satu atap lagi dengan orang ganteng satu ini, walaupun Naeun yakin ia akan jadi babu ._.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau pindah kesini karena tidak tahan jauh-jauh dariku kan?” Naeun mehe-mehe kegeeran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Geer banget. Aku pindah kesini untuk menghemat biaya, aku tidak punya uang untuk menyewa tempat tinggal baru.”jawab Myungsoo terang-terangan, bikin Naeun nyesek seketika.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau tidak kuliah atau kerja?” Naeun mengalihkan pembicaraan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hari ini aku libur kuliah. Soal kerja.. seharusnya aku akan ke Infinite Café sebentar lagi. Tapi aku harus membereskan semua barangku disini.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kerja saja. Soal barang-barangmu.. aku yang akan membereskannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau?? Hahahaha!” Myungsoo tertawa remeh, “…perempuan manja dan hanya bisa tidur sepertimu bisa menata dan membereskan barang-barang sebanyak itu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun manyun mendengarnya. Sudah jadi pacar saja Myungsoo masih meragukannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Lihat saja nanti. Kau berani melakukan apa kalau aku berhasil membereskan barang-barangmu ini?” tantang Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku akan membawamu pergi ke tempat apa saja yang kau mau.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah?? Beneran!? Horeeee!!!!” Naeun kegirangan, “…baiklah!! Aku akan membereskan semua barangmu, kau tenang saja. Ya sudah, kalau begitu aku pakai baju dulu.” Naeun melangkah menuju kamar, namun Myungsoo menarik tangannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tidak usah. Begitu saja, aku suka.”ucap Myungsoo jahil, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun langsung menginjak kakinya, “ Dasar pervert!!!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Cuit cuit..~”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Cowok ganteeeeng~”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Liat sini dong..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kasian, ganteng-ganteng ngelap kaca ._. sini sama kita aja~”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo hanya bisa menghela nafas, mencoba sabar meski ini bukan pertama kalinya ia digoda oleh yeoja-yeoja yang datang ke Infinite Café. Ia benci hal ini, seharusnya sekarang ia berada di dapur dan berkutat dengan peralatan memasaknya, bukan dengan lap kaca dan cling (?).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Tetapi sepertinya kesabaran namja itu sudah habis. Ia tidak mau lagi berkutat dengan pekerjaannya ini, ia sama sekali tidak bakat bersih-bersih. Ia juga sudah kesal melihat Hoya yang cuma bisa nyalain kompor doang di dapur, chef macem apa coba -_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Bilang pada manajer aku berhenti.” Myungsoo mendatangi Eunji yang lagi asik ngegosip sama kasir, lalu setelah itu ia pergi keluar dari café lewat pintu belakang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Heh? Berhenti!?” Eunji kaget, ia gelagapan. Bukannya ngasih tau manajer, ia malah lapor dulu ke Ara yang saat itu belum datang ke café.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ara!! buruan ke cafe! L berhenti kerja!!!”</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Tak lama Ara membalasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ HaH!!?? cIyuzz?? En3L4nn!!?? Mi4p44hh!!???”</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Duh gue serius! Buruan ke cafe!”</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Nt4r dULu!!! Gu3 beLom sEL3s4i nOnToN DahsYat!!”</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ -______-“</span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Bener aja, sejam kemudian Ara baru dateng ke café, kayaknya dia gak bisa banget ninggalin acara musik favoritnya itu. Ketika ia masuk ke dalam café, ternyata di dalem lagi ada ribut-ribut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mana!? Mana L gue!? Dia kerja disini kan!!??” seorang gadis nampak sedang menginterogasi semua pegawai café, ia juga celingukan mencari sosok yang ingin ia temui.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Siapa sih lo?” tanya Eunji tak mengerti, udah ancang-ancang pengen ngusir juga karena dateng-dateng gadis itu langsung bikin suasana café nggak tenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Gue??? Iyuh, lo gak tau siapa gue!? Kamseupay banget lo!!” kata gadis itu sinis, Eunji udah mulai naik darah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Emang lo siapa hah!!?? Sok terkenal banget!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Gue Suzy!!! Pacar L!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Pacar L??? elah, salah kali lo. L mah pacar Ara.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah!!? Jadi bener!?” Suzy melotot, ternyata orang yang sempat adu bacot dengannya di sms kemaren bener-bener pacar L juga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Oooh, jadi lo yang namanya Suzy!?” Ara nongol dan langsung pemanasan (?) karena ia yakin bakalan tampol-tampolan sama Suzy.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iye! Gue pacar L! Elo yang namanya Ara!!??” Suzy balik nanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iya!!!! Dan gue pacar L yang sebenernyaaaa!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Enak aja!! L itu punya gueeehhh!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Sorry ye, L cuma milik gueeee!!!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Heh..!! heh!! Udaah!! Malu ama pelanggan!” Eunji mencoba melerai, akhirnya kedua gadis itu diam dan saling pelotot-pelototan. Hingga..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ YAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” tanpa aba-aba dua yeoja yang sama-sama udah terobsesi dengan Myungsoo itu langsung jambak-jambakan ala geng nero, semua pelanggan Infinite Café langsung berhamburan keluar. Bukan karena jambak-jambakan Suzy vs Ara sih, tapi karena makanan mereka ada tomcatnya. Ulah siapa lagi kalo bukan ulah Hoya, si chef baru yang sayang binatang itu sampe tomcat aja dipelihara -_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Keadaan Infinite Café bener-bener kacau sekarang, pelanggan pada hilang, pelayan pada sibuk nangkepin tomcat yang keluyuran di lantai dan ngelerai Suzy yang masih jambak-jambakan dengan Ara, para chef juga sibuk madamin api di dapur gara-gara Hoya nyalain kompor kebesaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Namun sang manajer café, Kim Sunggyu, sama sekali tidak ngeh dengan kekacauan yang terjadi di cafenya. Ia masih santai dalam ruangannya dengan headset yang memutar lagu-lagu dangdut hits Sungyeol -_-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Apa yang akan terjadi di Infinite Café? Apakah café itu bisa diselamatkan? Tunggu setelah pesan-pesan berikut ini (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">****</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo memasuki kost dengan wajah muram, namun tidak berapa lama, wajahnya berubah berseri ketika melihat barang-barangnya kini sudah tertata rapi di kostnya, bahkan semua pakaiannya sudah tersusun rapi di dalam lemari. Naeun benar-benar membuktikan bahwa ia tidak pantas diragukan. Meski gadis itu cengeng dan manja, ternyata ia bisa juga apik seperti ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Gadis itu tertidur pulas di kursi dengan sebuah kanvas lengkap bersama peralatan lukis di depannya. Myungsoo mendekatinya dan ingin melihat apa yang dilukis oleh Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ya!! kau sudah pulang!?” Naeun terbangun karena menyadari kehadiran Myungsoo, dengan secepat kilat ia menutup kanvasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Heh, aku belum lihat!” Myungsoo mencoba membuka kembali kanvasnya, namun Naeun menahannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Andwae! Lukisannya jelek!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Emangnya ngelukis apaan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ngelukis gunung es.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah? Gunung..es?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iya! Sudahlah, jangan lihat!” Naeun segera mengamankan kanvasnya ke dalam kamar, membiarkan Myungsoo penasaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“…oh iya, aku sudah membereskannya. Bagaimana?” Naeun keluar dari kamar dan tersenyum bangga karena merasa berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo tersenyum tipis sembari mengelus rambut gadis itu, “ Gomawo.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Jadi kan kau mengajakku ke tempat yang aku mau?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Memangnya kau mau kemana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku ingin ke..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kemana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Duh, sebenernya aku malu bilangnya. Pasti kau akan menertawakan aku..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tidak, tidak akan kutertawakan. Memangnya mau kemana?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku ingin ke taman hiburan..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hahahahaha!!!!! Dasar anak kecil!!” Myungsoo tertawa, meski terkadang menyebalkan Naeun masih sering terlihat polos seperti ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tuh kan!!! Katanya gak ketawa!” Naeun manyun, Myungsoo langsung merangkulnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mianhae. Ya sudah, ayo.”Myungsoo pasrah. Sebenarnya namja itu tidak begitu suka jalan-jalan di taman hiburan. Tetapi demi Naeun, apa sih yang tidak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Wah, kalau nanti kita punya uang cukup aku mau kita naik itu yah!! Itu juga!!!” Naeun menunjuk beberapa arena bermain yang ada di taman hiburan, “&#8230;aku juga mau beli cincin di toko kecil itu, biar aja imitasi yang penting kita punya!!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo yang sejak tadi diam saja jadi sedih mendengarnya, namja itu merasa bersalah karena tidak bisa memberikan apa-apa pada Naeun selain membelikan gadis itu es krim. Mereka hanya berkeliling dan tidak bermain apa-apa. Tetapi sepertinya Naeun tetap terlihat senang. Maka itu, Myungsoo tak berniat memberi tahu Naeun kalau ia sudah berhenti kerja di Infinite Cafe, ia tak mau Naeun sedih dan mengasihaninya lagi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Setelah lelah berkeliling keduanya duduk di bangku taman. Myungsoo sibuk melihat-lihat foto Naeun yang ia tangkap dengan kameranya selama berjalan tadi, sementara Naeun.. gadis itu tertidur di bahu Myungsoo dengan eskrim yang meleleh di tangannya dan belepotan di mulutnya. Gadis itu benar-benar masih kekanak-kanakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hei, eskrimmu meleleh!” Myungsoo mencoba membangunkan Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Huh? Yah! Aduh bagaimana ini!” Naeun langsung terbangun dan panik melihat tangannya yang kini berlumuran eskrim. Myungsoo langsung membersihkan tangannya dengan saputangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Sekalian ini juga.” Naeun menunjuk mulutnya yang belepotan es krim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ye! Dikasih hati minta jantung! Lap sendiri! Kau sudah 20 tahun tapi makan es krim masih belepotan begitu!” Myungsoo gemas melihat bibir Naeun yang belepotan es krim, namja itu Myungsoo melempar saputangannya ke wajah cantik Naeun. Dasar menyebalkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Padahal bukan itu yang kumaksud..” ucap Naeun pelan. Siapa yang tahu bahwa yang ada di pikirannya sekarang adalah adegan romantis drama <i>Secret Garden</i>, ia ingin Myungsoo melakukannya, tetapi sepertinya namja itu tidak paham.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Oh, kurasa aku tahu apa maksudmu.”setelah hening beberapa saat Myungsoo langsung tersenyum ganteng ke arah Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau tahu??” Naeun jadi malu sekarang, “&#8230;menurutmu apa yang kumaksud?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Kau s</span><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">engaja mengotori mulutmu dengan es krim itu agar aku..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ A..apa??”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo tidak menjawab pertanyaannya, ia mendekat dan menghilangkan jarak di antara mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Bibir </span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">tipis </span><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo mulai menghisap bibir Naeun yang terkena es krim, bahkan menjilatinya. Ini cara membersihkan mulut belepotan yang paling gila yang pernah Naeun rasakan. <i>Foam kiss. </i>Ia tidak menyangka Myungsoo bisa melakukannya.</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Apa ini artinya Myungsoo juga menonton drama romantis itu? Entahlah ._.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yaaa.. lihat, apa yang dilakukan hyung dan noona itu???”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Iya, mengapa hyung itu menjilati bibir noona itu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Apa bibir itu rasanya manis?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aih, aku geli melihatnya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ YAAA!” Myungsoo dan Naeun terkejut setengah mati, keduanya langsung berhenti berciuman ketika mendengar suara beberapa anak kecil di dekat mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sial, mengapa mereka lupa kalau taman hiburan itu tempat umum yang banyak anak-anak? Anak-anak itu secara tidak langsung nyaris tercemari pikirannya gara-gara kelakuan Myungsoo dan Naeun yang mereka lihat barusan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yah.. kenapa berhenti, hyung? Apa bibir noona itu sudah tidak manis lagi?” tanya mereka polos, Myungsoo salah tingkah, sama halnya dengan Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ah.. eh.. ng.. s.. s.. sana beli permen dan eskrim..” Myungsoo mencoba mengusir mereka secara halus dengan mengeluarkan beberapa uang lusuh dari saku celananya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yah! Kok cuma dua ribu won??? Segini mah cuman dapet cilok empat biji.”anak-anak itu ngelunjak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kampret -_- kecil-kecil udah ngerti duit. nih nih beli helikopter sono!” akhirnya Myungsoo terpaksa mengeluarkan uang seratus ribu won yang tinggal satu-satunya bersisa di dompetnya, Naeun juga mengeluarkan uang lima puluh ribu won yang ada di saku roknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Horeeee!!!” anak-anak itu kegirangan. Hingga tak lama eomma mereka datang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Anak-anak, kenapa kalian disini? Itu uang dari siapa?”tanya eomma mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Dari hyung tampan dan noona cantik ini, eomma!!” jawab mereka kompak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Wah, terimakasih yaa.. kalian baik sekali.”ibu dari anak-anak itu tersenyum. Myungsoo dan Naeun mehe-mehe salting, mata mereka terus mengawasi anak-anak tersebut takut-takut mereka ngomong ke orangtuanya soal penemuan mereka barusan (?)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Eomma, apa bibir itu rasanya manis?”tanya anak-anak itu kemudian pada orangtua mereka.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mampus. Bego banget, udah disogok juga masih aja ngomong -___-“ Myungsoo dan Naeun makin gelisah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah? Maksud kalian?” sang eomma bingung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tadi kami melihat hyung tampan ini menjilat bibir noona cantik ini!!” jawab mereka dengan tampang innocent dan watados mereka. Tentu saja sang eomma terkejut dan langsung melempar laser glare (?) ke arah Myungsoo dan Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Dasar anak muda gak tau aturan!!!! Berani-beraninya ngotorin pikiran anak-anak sayaaaa!!!” wanita itu langsung memukuli Myungsoo dan Naeun bergantian dengan tasnya karena marah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ KYAAAA!!! KABUUUR!!!!!!!” Myungsoo dan Naeun langsung berlari dan kabur dari taman hiburan itu. Mereka berjanji tidak akan berbuat nista lagi di tempat umum, apalagi yang banyak anak-anaknya -___-</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">*****</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Yah, padahal aku masih ingin lihat-lihat disana.” Naeun kecewa karena ia dan Myungsoo harus enyah dari taman hiburan itu sebelum didemo oleh persatuan orang tua seisi taman hiburan (?).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mianhae, ini salahku.”ucap Myungsoo pelan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aniya. Ini salahku. Kalau aku tidak menginginkannya gak bakal kejadian kan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tapi kalau aku tidak melakukannya tidak akan seperti ini jadinya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ah, ya sudahlah. Kita sama-sama salah.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Semoga anak-anak tadi tidak mencontoh perbuatan kita.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Semoga mereka akan tetap polos dan tidak mengingat apa yang mereka lihat.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Semoga mereka tidak menceritakan apa yang mereka lihat pada teman-teman mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Semoga mereka menggunakan uang sogokan dari kita untuk membeli hal-hal yang baik ._.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Amin.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Amin.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Keduanya bertatapan sekarang, dan setelah itu tertawa karena malu sendiri mengingat kejadian yang mereka alami tadi. Mereka tidak tahu kapan bisa melupakan kejadian paling memalukan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sore itu hujan mengguyur Seoul. Myungsoo dan Naeun masih belum pulang ke kost mereka. Keduanya kini berada di sebuah kedai ramyun pinggir jalan. Mereka hanya bisa makan di tempat murah karena uang mereka sudah semakin menipis gara-gara memberi anak-anak itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kau masih mau kan membawaku ke tempat yang aku mau?” tanya Naeun tiba-tiba.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Memangnya kau mau kemana lagi?” tanya Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku ingin ke.. Ibu Hana.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah???” Myungsoo syok mendengarnya, “…kau tahu tentang….”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Bukankah kau yang menceritakannya?” Naeun tertawa kecil, membuat Myungsoo semakin bingung.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku menceritakannya?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ah.. ya sudahlah, kau pasti tidak ingat. Kau bilang itu hanya mimpi, kan? Kau salah. Saat kau mabuk itu kau benar-benar menceritakan tentang Ibu Hana padaku. Bahkan kau memberikan ini padaku..” Naeun menunjukkan gelang hitam yang ia pakai di pergelangan tangan kanannya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo terdiam sejenak, mencoba mempercayai kalau ia ternyata tidak bermimpi saat mabuk itu. Ia jadi malu sendiri, tentu saja karena saat mabuk itu untuk pertama kalinya ia berbuat kelewat kurang ajar pada Naeun. Tetapi untung saja gadis itu tidak dendam padanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kenapa diam? Ayo ajak aku ke Ibu Hana.. beliau tinggal di mana sekarang? Dan kenapa kau tidak tinggal lagi dengan…..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ibu Hana sudah tiada.”potong Myungsoo pelan, membuat Naeun terkejut mendengarnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Sudah.. meninggal?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">***</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><i><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></i></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun masih betah duduk di sebelah makam yang sudah ia taburi bunga beberapa kali. Ia tidak berniat untuk beranjak dari makam itu meski hujan semakin deras. Gadis itu menangis dan terus meminta maaf, ia juga berterimakasih karena Ibu Hana pernah merawat dan mengurusnya. </span><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Gadis itu benar-benar merasa kehilangan, ia kira Ibu Hana masih hidup, ternyata beliau sudah lama meninggal karena kebakaran yang terjadi di rumahnya. Pantas saja rumah tempat Myungsoo dan beliau tinggal dulu kini kosong dengan keadaan gosong. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Saat kebakaran itu.. aku masih ada di sekolah. Tidak ada yang tahu mengapa bisa terjadi kebakaran di rumah kami.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Myungsoo yang duduk di samping Naeun</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> dengan memegang payung hitam untuk melindungi mereka dari hujan itu</span><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;"> mulai bercerita tentang masa lalunya, namja itu hampir saja menangis, namun ia tahan karena ia tak mau dianggap cengeng oleh Naeun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“…aku sendiri menduga, pasti ada yang membakar rumah kami. Entah siapa, tetapi firasatku begitu kuat.”lanjut Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Mengapa bisa begitu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Karena aku tinggal dengan Ibu Hana tidak sejak kecil, beliau mengurusku saat usiaku enam tahun, setelah orangtuaku meninggal, aku sempat diurus oleh wanita bernama Victoria..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Victoria!!??” Naeun terkejut bukan main. Victoria.. penyihir itu?! Ia baru tahu saat masih menjadi manusia normal ternyata Myungsoolah anak lelaki yang dirawat oleh Victoria. Chorong sempat menceritakannya pada Naeun namun gadis itu tidak menyangka anak laki-laki itu adalah Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Kenapa?” Myungsoo heran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ T..tidak. lanjutkan saja!”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hmm… yah, begitulah. Karena dulu aku masih kecil, jadi aku menganggapnya sebagai wanita yang baik. Tetapi semua itu ternyata salah, Victoria mengurusku hanya untuk mencuri warisan yang kuterima secara perlahan. ibu Hana yang menceritakannya padaku.. Victoria melakukannya karena ingin menggunakan hartaku untuk perawatan wajahnya. Wanita itu tidak ingin tua, ia ingin muda selama-lamanya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun tercengang mendengarnya, seandainya saja Myungsoo tahu bahwa ia adalah korban dari wanita jahat itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Apa kau tahu dimana Victoria sekarang?” tanya Naeun pelan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tidak. Ibu Hana bilang wanita itu menghilang, ada kabar mati pun tidak. Ibu Hana juga bilang Victoria punya ilmu sihir, jadi bisa menghilang. Entahlah, aku tidak begitu percaya dengan hal-hal seperti itu. Tapi yang jelas, aku sedikit merasa sepertinya yang membakar rumah kami sampai Ibu Hana tewas itu Victoria, ia pasti tak ingin Ibu Hana menceritakan kejahatannya padaku. Tetapi terlambat, aku sudah tahu semuanya..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Lalu bagaimana hidupmu setelah Ibu Hana meninggal?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku tinggal di rumah keluarga Yoo. Keluarga Ara.. Ara adalah sahabatku sejak SMA, dan dia bersedia memberiku tumpangan.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Tapi bukankah semalam kau bilang padaku kalau keluarga Ara membencimu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Memang. Makanya aku hanya tinggal sebentar di rumah mereka. Keluarga itu mengira aku membawa pengaruh buruk untuk Ara dan mereka mengira aku mengejar-ngejar Ara. karena tak tahan dituduh begitu, aku memutuskan pergi dan menyewa tempat murah untuk tinggal lalu mencari pekerjaan. Sampai akhirnya, meski saat itu masih SMA, aku diterima menjadi chef di Infinite Café karena skill memasakku yang sempat diasah oleh Ibu Hana dulu. Gajiku sangat besar sampai aku bisa membiayai kuliahku sendiri, tinggal di apartemen, sampai membeli mobil itu..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun tercengang mendengarnya. Myungsoo benar-benar namja yang kuat dan pantang menyerah, ia semakin bangga dengan kekasihnya itu. sekaligus merasa malu, keadaan hidupnya sangat berbeda dengan Myungsoo, sejak berada di tengah keluarga Lim, ia selalu dimanja dan selalu mendapatkan segala sesuatu yang ia inginkan tanpa harus berusaha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku bangga padamu.” Naeun tersenyum dan memeluk Myungsoo, “…maafkan aku, gara-gara aku sekarang hidupmu mulai susah lagi. Aku tahu kau pasti menyesal mengizinkan aku untuk tinggal bersamamu, iya kan?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Menyesal? Tentu tidak. Justru ini yang aku inginkan, Son Naeun.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Ini yang kau inginkan? Maksudmu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Perasaanku pada gadis berusia empat tahun bernama Son Naeun itu sama sekali tidak pernah berubah meski aku terpisah dengannya dalam waktu yang cukup lama. Satu-satunya harapan terbesarku adalah bertemu lagi dengannya, dan bila Tuhan menakdirkan, aku ingin dia menjadi pendamping hidupku selama-lamanya. Senang maupun susah, aku rela menghadapinya asal ia ada bersamaku..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun kini menangis dalam pelukan Myungsoo. Bukan hanya karena terharu dengan perkataan kekasihnya yang biasanya cuek itu, tetapi juga karena sedih dan takut membayangkan apa yang terjadi jika ia benar-benar harus mati dua bulan lagi karena kutukan itu. Ia tidak siap meninggalkan Myungsoo, ia ingin bahagia bersama namja itu selama-lamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sepertinya Naeun harus benar-benar memikirkan cara agar Myungsoo segera mencium kedua kelopak matanya</span><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">. </span><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">Karena jika ia gagal, Myungsoo harus siap kehilangan dirinya untuk selama-lamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="EN-US" style="font-size:14pt;line-height:115%;">******</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Night, 08.00 PM</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Jika seorang namja mencium kelopak mata kekasihnya ketika tertidur seperti ini, pasti akan sangat romantis..”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Naeun yang masih menonton TV dan belum tertidur mencoba memancing Myungsoo dengan mengomentari salah satu adegan sinetron yang sedang ia tonton.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Tidak ada respon dari Myungsoo, namja itu tengah sibuk mengerjakan tugas kuliahnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Waaaah.. dicium kelopak matanya. Romantis bangeeett~” Naeun semakin mengeraskan suaranya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ YA! Berisik.”tegur Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Grr~” Naeun kesal, Myungsoo kembali membeku menjadi gunung es malam ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“&#8230;romantis banget aduh. Mau deh digituin.” Naeun masih saja memancing Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Diapain? Dicium kelopak matanya? Itu bodoh.”celetuk Myungsoo.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Hah?? Maksudmu?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ Aku tidak suka dengan ciuman di kelopak mata, itu ciuman paling aneh yang pernah aku tahu. Jadi aku tak akan pernah melakukannya.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">“ A..apa?”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Tubuh Naeun melemah seketika. Jika Myungsoo seperti ini, apa yang harus ia lakukan untuk melepas kutukannya?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">_To be Continued_</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Maaf readers, kepanjangan ._.</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sebenarnya part ini udah kelar beberapa hari yang lalu, tapi author edit lagi karena terlalu panjang. Segini cukup kan? Mohon maaf kalau ada typo dan tulisannya masih segede-gede melon ini ._. *digampar Hyorin &#8211;&#8221;*<br />
</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Soal hiatus author yang kagak konsisten ini, author mungkin akan hiatus selama dua minggu entah mulai minggu depan atau minggu ini, soalnya author ulangan kenaikan kelas mulai tanggal 27 ._. kalau minggu depan author gak update, itu artinya author udah beneran hiatus. Gak lama kok <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  semoga kalian tetep setia mantengin ff absurd ini yah, hehehe <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Sampai jumpa di dua part akhir! ^^<br />
Ayoo,, as usual, commentnya panjang dong readers, biar author semangat ! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><b><span style="font-size:14pt;line-height:115%;">Next &gt;&gt;&gt; Part 9 [PRE-FINAL] : Last Date</span></b></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:14pt;line-height:115%;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78130&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/love-story-of-the-sleepaholic-part-8-unforgettable-things/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>109</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/32ea62a36bfa728a465c13bf045c1daa?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">citrapertiwtiw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/02/love-story-of-the-sleepaholic.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Love Story Of The Sleepaholic</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>When Troublemaker Get Married (PART 5B)</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/when-troublemaker-get-married-part-5b/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/when-troublemaker-get-married-part-5b/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 06:45:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DelZeal</dc:creator>
				<category><![CDATA[@_FFindo]]></category>
		<category><![CDATA[Kai]]></category>
		<category><![CDATA[Krystal Jung]]></category>
		<category><![CDATA[Lay]]></category>
		<category><![CDATA[Luhan]]></category>
		<category><![CDATA[OC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78117</guid>
		<description><![CDATA[    DelZeal (@DZ4908) Storyline 2013       Main Cast : Oh Sera (OC), Xi Luhan, Krystal Jung, Kim Jong In &#124;&#124; Support Cast : Oh Sehun, Han Cheonsa (OC), Nenek Park, Bae Soo Ji &#124;&#124; Length : Chapter &#124;&#124; Credit cover thanks to Nana (myfishyworld.wordpress.com)     [PROLOG] [PART ONE] [PART TWO] [PART [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78117&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/04/when-troublemaker-get-married-by-delzeal3.png"><img class="aligncenter size-large wp-image-76386" alt="when-troublemaker-get-married-by-delzeal3" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/04/when-troublemaker-get-married-by-delzeal3.png?w=520&#038;h=780" width="520" height="780" /></a></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><b><a href="http://kingdomfanfiction.wordpress.com">DelZeal</a> (@DZ4908) Storyline 2013</b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><b>Main Cast : Oh Sera (OC), Xi Luhan, Krystal Jung, Kim Jong In || Support Cast : Oh Sehun, Han Cheonsa (OC), Nenek Park, Bae Soo Ji || Length : Chapter || Credit cover thanks to Nana (myfishyworld.wordpress.com)</b></p>
<p><b> </b></p>
<p><b> </b></p>
<p align="center"><b><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/03/30/when-troublemaker-get-married-part-one/">[PROLOG]</a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/03/30/when-troublemaker-get-married-part-one/">[PART ONE]</a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/05/when-troublemaker-get-married-story-2/">[PART TWO]</a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/11/when-troublemaker-get-married-part-3/">[PART THREE]</a> <a href="http://kingdomfanfiction.wordpress.com/2013/04/25/when-troublemaker-get-married-part-4/">[PART FOUR]</a> <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/05/09/when-troublemaker-get-married-part-4/">[PART FIVE A]</a> [PART FIVE B]</b></p>
<p align="center">
<p align="center">
<p align="center"><strong>Wanna read my new drabble? <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/05/11/confession-kris-wu-version/">Confession &#8211; Kris Wu Version </a>(klik the  title)</strong> <strong>Wanna know me? read my intro <a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/17/intro_delzeal/">DelZeal Intro</a></strong></p>
<p align="center"><b><a href="http://ffindo.wordpress.com/2013/04/17/intro_delzeal/"><br />
</a><span id="more-78117"></span></b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p><b> </b></p>
<p align="center"><b> </b></p>
<p align="center"><i>ㅡ Because Misunderstanding ㅡ</i></p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><i> </i></p>
<p align="center"><b><i> </i></b></p>
<p align="right"><i>I throw away, my pride and my ego, just for you</i></p>
<p align="right"><b><i> </i></b></p>
<p align="center"><b><i> </i></b></p>
<p align="center"><b><i> </i></b></p>
<p>Luhan ternganga, ia tak merasa bahagia sama sekali, melainkaN merasa terpuruk dan benar-benar gerah dengan semua ini. Ia tak mengerti apa maksud dari semua ucapan dan perlakuan Sera kepadanya, gadis itu berhasil membuatnya bingung,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Apa maumu Sera? Apa mau-mu sebenernya? Apakah kau suka mempermainkan hatiku?</b></p>
<p><b> </b></p>
<p>&#8220;Kau, sekarang kau nakal sekali Oh Sera. Kau mencuri ciumanku untuk pertama kalinya&#8221; ucap Luhan pada akhirnya untuk menghentikkan susana hening yang dibencinya. &#8220;Hanya satu kali, dan itu-pun khilaf. Oppa~~ Oppa~~ Oppaa~~ hahaha&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Berhenti memanggilku Oppa, saat kau yang memanggilnya benar-benar menjijikan ditelingaku&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kau bilang, kau ingin aku memanggilmu Oppa, kau tidak ingat Luhannie Oppa?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ssst, bisakah kau diam?&#8221; ucap Luhan pada akhirnya karena merasa kalah, ia berdiri dan berjalan menjauh dari Sera, melanglahkan kakinya menuju ranjang untuk melepaskan semua beban serta lelah dipundaknya dengan cara tidur. &#8220;Oppa~~ Oppa~~ jangan tidur~~ Temani aku mencari tugas BODOH!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Berisik. Bisakah kau diam? Aku lelah! Kau termakan ucapanmu Nona, kau telah kecanduan olehku kan? Hahaha, kau harus tahu, aku ini melebih zat psikotropika dan adiktif&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Luhan berbicara dengan matanya yang terpejam, membuat Sera berdiri dari duduknya dan berjalan mendekat kearah Luhan, ia duduk di tepi ranjang, menatap Luhan yang tengah terlentang dengan satu tangannya yang ditekuk menutupi matanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Opppaaa~~ Opppaaa~~ ayolah, temani aku mengerjakan tugas. Tuan Luhan, ayolah. Atau, bagaimana jika kita makan malam diluar? Kedai Coffee? Menarik bukan?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tidak, aku malas&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ayolah~~ Luhan-ssi, aku akan memberimu kompensasi jika kau mau&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sungguh, apa?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Terserah kau&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sungguh?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Jangan pernah tinggalkan aku&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sera terdiam, ia tampak menimang permintaan Luhan. &#8220;Mengapa? Kau keberatan?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sera masih diam, tak bergeming dari tempatnya. &#8220;Baiklah, aku akan tidur jika begitu&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya, aku tak akan meninggalkanmu. Janji&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><b>STARBUCK COFFEE, 8.10 PM</b></p>
<p align="center">
<p align="center">
<p>Sera dan Luhan telah sampai disebuah kedai coffee, dimana kedai coffee itu adalah kedai favorit Luhan, Sera masih diam dan duduk ditempatnya, tentunya dengan mengerjakan beberapa tugasnya dan diamati Luhan yang bagaikan terhipnotis oleh Sera.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Mau pesan apa?&#8221; tanya pelayan tiba-tiba yang tak diketahui kedatangannya, entah darimana. &#8220;Vanilla Late dan kau apa?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku sama seperti-mu saja&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ah, dua vanilla late&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ada yang lain?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tidak, sementara hanya itu saja&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelayan itu pergi, kembali menyisakan dua pasangan suami istri itu, &#8220;Oppa,&#8221; panggil Sera sembari memegang bolpoin-nya, memutarnya dan menggigit ujung-nya sesekali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Eum? Kau mulai memanggilku Oppa eoh?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya, karena menurutku itu terdengar lucu dan apa kau tidak menyadari sesuatu?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Luhan mengendikkan bahunya, lalu membuat Sera menggembungkan pipinya, &#8220;Ayolah ingat-ingat&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aku hanya ingat kau menciumku tadi, dan panggilan Oppa untukku darimu itu seperti nada mengejek&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Aish, aku hanya reflek menciummu tadi, tak usah bahas itu lagi&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Yaya,ㅡ&#8221; ucapan Luhan terhenti, saat mendengar sebuah suara yang amat begitu ia kenal dan sebuah tangan yang melingakr dilehernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p align="center">
<p>&#8220;Luhan Oppa~~~&#8221; teriak seseorang lalu berlari kearah Luhan, ia memeluk Luhan begitu saja membuat Luhan refleks melepaskannya, namun tidak bisa, karena gadis itu memeluknya dari belakang secara erat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Luhan Oppa, sudah lama kita tidak bertemu, aku merindukanmu~~&#8221; ucap gadis itu masih dengan memeluk Luhan, gadis itu tak sadar, bahwa didepannya ada seorang gadis yang memendam amarahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Lepaskan. . .&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Baiklah,&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oppa, kau takmerindukanku?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Krystal-ah, aku merindukanmu. Tetapi. . .&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Luhan melirik Sera, membuat Krystal ikut meliriknya, gadis itu hanya tersenyum, menatap kecut mereka berdua, &#8220;Dia siapamu? Pembantumu Oppa?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sera membelakkan matanya, lalu menggebrak meja itu dan berjalan mendekat kearah Krystal, ia menjambak rambut gadis bermuka dingin itu, membuat Krystal mengaduh kesakitan, &#8221;Apa kau bilang? Aku pembantu Luhan? Oh, aku istrinya bodoh!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Krystal terbelak, ia membalas perlakuan Sera, ikut menjambak rambut Sera. Eum. . . Ya, bisa kalian tahu, mereka saling jambak-menjambak dan bagaikan sebuah adegan di sebuah drama anak sekolah dan sangat persis, karena seorang pria.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya, kalian tak malu eoh? Ini tempat umum,&#8221; teriak Luhan pada akhirnya lalu melerai mereka berdua, Luhan mengajak kedua gadis labil itu berjalan keluar, sebelumnya, ia membayar bill terlebih dahulu dan berkata pada pelayan bahwa jangan ada yang menempatinya karena ia akan kembali lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sesampainya diluar kedai coffee, Luhan melepaskan gandengan tangannya, menatap tajam dua gadis labil itu, &#8220;Urat malu kalian kemana hah?&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ya! Luhan, dia yang memulai!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oppa, dia yang memulai, dia yang menjambakku!&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka berdua tak mau kalah, membuat Luhan mengacak rambutnya frustasi dan ya, dia memiliki inisiatif, &#8220;Dia istriku, pergilah Kryst. . .&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oppa, kau bohongkan? Oppa? Kau jahat Oppa, kau jahat. . . Kau tak memenuhi janjimu Oppa. . . .&#8221; teriak Krystal sembari meneteskan airmatanya, gadis itu berlari, membuat Luhan ingin mengejarnya, namun disisi lain, tangan Luhan digenggam oleh Sera, gadis itu menatap Luhan dengan tatapan yang berbeda, seperti meminta untuk tak mengejarnya, Luhan tidak peka, ia melepaskan genggaman tangan Sera, membuat gadis itu tesungkur, Luhan tidak peduli, ia berlari, berlari mengejar gadis masa kecilnya. Sera menangis, air matanya kembali keluar, ia masih tersungkur, terjatuh di aspal dan ya, begitu menyedihkan. . . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Perlu bantuan?&#8221; tanya seseorang sembari mengulurkan tangannya ㅡberniat membantu Seraㅡ Sera megadah, menatap seseorang yang berniat memberinya bantuan, matan Sera membulat dengan sempurna, ia menghapus air matanya, berdiri sendiri tanpa menerima uluran tangan itu, memeluk pria itu dengan erat, mengucapkan beribu kata maaf dan peia itu tersenyum, membalas pelukan Sera.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Lay-kun~&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p align="center">
<p>Luhan mengejar Krystal, ia tak menemukan gadis itu sama sekali, ia mengeluarkan ponselnya, mencoba menghubungi Krystal namun tak bisa, gadis itu mematikan ponselnya.</p>
<p align="center"><b><i> </i></b></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><b><i> </i></b></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><b><i>Beijing, China. 2000.</i></b></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><b><i> </i></b></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>Musim semi di kota Beijing begitu menyejukkan, seorang gadis kecil bernama Krystal berjalan menuju rumah tetangganya, ia menggunakan sebuah dress, dress berwarn soft pink dan rambut hitamnya yang terurai, jangan lupakan boneka beruang yang selalu ia bawa kemana-mana.</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>Gadis kecil itu terus tersenyum, senyumnya merekah sempurna saat ia sampai didepan rumah tetangganya. Ya, kediaman keluarga Xi. </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Luhan, Luhan, Luhan~~~&#8221; teriak Krystal kecil sembari menekan bel rumah Luhan, tak lama kemudian, pria kecil berumur sekitar 9 tahun keluar, ia menggunakan kaos bola dan celana pendek 3/4.</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Ada apa Krystal?&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Mau main bersama? Aku bosan Luhan,&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>Krystal merengek manja, Luhan tak tega melihatnya, ia mengangguk, dan bermain bersama dengan Krystal. Mereka bermain ditaman dekat komplek perumahan mereka.</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Luhan. . .&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Bisakah kau sopan kepadaku Krys? Aku lebih tua darimu. . .&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Tidak, aku lebih suka memanggilmu Luhan&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Baiklah terserahmu Krys&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Lu, aku akan pergi, orang tuaku kembali dipindahkan. . .&#8221; </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>Luhan menoleh. Sekarang mereka sedang duduk disebuah ayunan yang bersebelahan, Luhan menengok, ia menatap Krystal sendu.</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Kau akan pindah Krys?&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Ya, orang tuaku akan pindah ke Los. . . Aku lupa namanya Lu, yang pasti jauh darisini Lu, aku. . . Aku. . Tak mau meninggalkanmu Lu,&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Kau tak lelah Krys? Kau dari Amerika, Korea, lalu ke China, lalu ke negara jauh itu?&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Aku lelah Lu, aku tak mau meninggalkanmu, aku sudah lama disini dan kau adalah teman terbaikku Lu, aku pasti akan merindukanmu hiks. . . Hiks. . .&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>Krystal mulai menangis, air matanya mulai keluar dari mata indahnya, Luhan berdiri, ia berjalan kearah ayunan Krystal, memeluk Krystal dan menenagkan gadis itu.</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Aku berjanji Krys, kita pasti akan bertemu nanti, kita akan bertemu dan kita akan bersama di masa depan,&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Kau janji Lu?&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>&#8220;Ya, aku janji. Aku berjanji akan bersamamu dimasa depan Krys&#8221;</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i>Krystal tersenyum, Luhan menghapus airmata Krystal, mengajaknya berjalan, menuju sebuah pohon dan menuliskan sesuatu.</i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><i> </i></span></p>
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><b><i>Krys &amp; Lu akan selalu bersama ^^</i></b></span></p>
<p align="center">
<p align="center"><span style="color:#ff0000;"><b><i> </i></b></span></p>
<p>Luhan tersenyum, saat mengingat masa kecilnya dulu bersama Krystal.<b> Krys, maafkan aku. Kau dan Sera. . Sera? Sera? </b>Luhan tersadar, bahwa ia meninggalkan Sera, dan bodohnya lagi, iaㅡia mendorong Sera, membuat gadis itu terjatuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Sera, maafkan aku. Maafkan aku, Sera. </b>Batin Luhan dan berlari menuju tempat dimana ia meninggalkan Sera, Luhan menelan ludahnya, memegang dadanya saat merasakan sebuah sakit, dadanya kembali sakit, dadanya tak bergemuruh, melainkan sakit bagaikan dicabik saat melihat seorang gadis tengah duduk, menselonjorkan kakinya yang terluka, dan pria yang dikenal Luhan tengah membersihkan luka itu, mengobati luka itu dan ya, penuh kasih sayang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tak lama setelah itu, pemandangan lain dilihat oleh Luhan, pria itu memegang kedua pipi Sera, mendekatkan wajahnya kearah Sera, semakin dekat dan semakin dekat dan ya, Luhan semakin sakit, ia melihat Sera berciuman dengan Lay. Tangan Luhan terkepal, ia berjalan menuju kearah Sera dan Lay.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sera. . .&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Oppㅡ&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kau. . . aku, aku kecewa denganmu Sera, aku, aku benar-benar merasa kecewa denganmu Sera. . . Dan kau? Dasar pria bangsat, kau tahu bukan? Dia sudah memiliki suami. . . Aku, mau kita berpisah Sera. Aku mau kita berpisah. . .&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sera menangis, air matanya keluar, ia merangkak menuju kaki Luhan, memohon kepada pria itu agar tidak menceraikannya. . .</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Luhan, kumohon. . . hiks, kumohon, jangan berpisah, aku mohon Lu, aku tak mau kita berpisah, akuㅡakuㅡmencintaimu Lu. Aku mencintaimu. . .&#8221;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Luhan masih berdiri, tangannya bersedekap didepan dada, ia merasa senang, karena Sera mengucapkan kalimat itu, namun disisi lain, ia tak yakin bahwa ia menyukai Sera. Ia takut, bahwa rasa sukanya pada Sera karena gadis itu memiliki pribadi yang hampir sama dengan Krystal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b> </b></p>
<p align="right"><b>Aku takut Sera, aku takut saat menikahimu karena kau sama dengan Krystal dan kau tersakiti nantinya Sera, aku takut kau hanya pelampiasanku Sera. . .</b></p>
<p align="right">
<p align="right">
<p>Disisi lain, Lay hanya terpaku, Sera yang ia kenal sebagai troublemaker rela bersujud didepan suaminya dan mengatakan bahwa ia mencintai suaminya dan jujur, Lay tahu, itu bukan tipe Sera, namun demi suaminya Luhan? Sera rela, rela bersujud dan memohon seperti itu. Dan apakah itu kurang untuk Luhan? Kurang membuktikan bahwa Sera mencintainya? Well, jika pria itu tak percaya, pria itu benar-benar bodoh.</p>
<h2></h2>
<h2></h2>
<h2 align="center"><b><i>To Be Continue. . .</i></b></h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><span style="color:#800080;"><i>Hai *nyengir* Tolong jangan gebukin saya karena ini cerita semakin enggak jelas. HOREEE LAY KEMBALI *tiup lilin* Dan sekali lagi, saya sadar diri ini pendek pake banget (-____-) aku buat ini ndengerinnya lagu Juniel &#8211; Pretty Boy jadi jangan gebukin saya -lagi- kalo enggak dapet feel sadnya. -__-v</i></span></p>
<p align="center">
<p align="center"><span style="color:#800080;"><i>Silahkan tinggalkan komentar kalian~~ dan doakan semoga saya bisa publish asap yaw~~ part 6 lagi aku kerjain dan ya aku usahakan panjang untuk menebus dosa karena 2 part sebelumnya amat pendek .__.v dan entah kenapa saya menemukan ide baru dan sudah aku ketik part 1-nya. judulnya My Seducing Girl dan itu PG-17 castnya Kai. Dan aku mencoba merubah karakter Ka</i></span><span style="color:#800080;"><i>i dari FF biasanya, ya semoga masuk di iamjinasi kalian. Minggu depan, selasa mungkin aku publish ^^</i></span></p>
<p align="center">
<p align="center"><span style="color:#800080;"><i>Thanks.</i></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78117&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/when-troublemaker-get-married-part-5b/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/647f8d4cd5d6c8997133b6dd17a98951?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">kingdomfanfiction</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/04/when-troublemaker-get-married-by-delzeal3.png?w=520" medium="image">
			<media:title type="html">when-troublemaker-get-married-by-delzeal3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Just Give Me A Reason</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/just-give-me-a-reason/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/just-give-me-a-reason/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 06:08:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>missfishyjazz</dc:creator>
				<category><![CDATA[@J_Jasmineee]]></category>
		<category><![CDATA[2NE1]]></category>
		<category><![CDATA[Bigbang]]></category>
		<category><![CDATA[Ficlet]]></category>
		<category><![CDATA[Hurt]]></category>
		<category><![CDATA[park bom]]></category>
		<category><![CDATA[Romance]]></category>
		<category><![CDATA[TOP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78119</guid>
		<description><![CDATA[By : MissFishyJazz Cast : Choi Seunghyun (BIGBANG’s TOP) &#38; Park Bom (2NE1’s Bom) Ficlet &#124; Hurt, Romance &#124; PG-15 Inpired by : PINK Ft. Nate Ruess – Just Give Me A Reason I’m sorry I don’t understand. Where all of this is coming from, I thought that we were fine. “Seunghyun..” “Aku tidak bisa [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78119&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><b>By : </b>MissFishyJazz</p>
<p align="center"><b>Cast :</b> Choi Seunghyun (BIGBANG’s TOP) &amp; Park Bom (2NE1’s Bom)</p>
<p align="center">Ficlet | Hurt, Romance | PG-15</p>
<p align="center"><b>Inpired by </b>: <i>PINK Ft. Nate Ruess – Just Give Me A Reason</i></p>
<p align="center"><i>I’m sorry I don’t understand.</i></p>
<p align="center"><i>Where all of this is coming from,</i></p>
<p align="center"><i>I thought that we were fine.</i></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/just-give-me-a-reason1.png"><img class="aligncenter  wp-image-78123" alt="Just Give Me A Reason" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/just-give-me-a-reason1.png?w=364&#038;h=546" width="364" height="546" /></a></p>
<p>“Seunghyun..”</p>
<p>“Aku tidak bisa menerima semua ini, Bom.”</p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-78119"></span></p>
<p>Park Bom mendesah lelah. Bagaimana caranya lagi ia harus berucap, ia hanya lelah. Ia tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Tidak ada lagi yang bisa ia lanjutkan.</p>
<p>“Dari setahun lalu aku harusnya sudah berhenti berusaha, Seunghyun<i>-aa</i>. Hanya saja aku masih berharap kau mau mengerti arti hubungan ini.”</p>
<p>“Aku selalu mengerti Bom!” Seunghyun menggeram kasar. Ia membanting puntung rokoknya ke lantai, menginjak juluran tembakau itu dengan ujung fantovel nya.</p>
<p>“Kamu tidak mengerti!” Bom mengusap air matanya yang terlanjut menetes. Buat apa mengeluarkan air mata lagi untuk pria ini?</p>
<p>“Kalau begitu katakan apa yang tidak aku mengerti?!” Seunghyun  meraih kedua tangan kekasihnya, <i>ah</i>, calon mantan kekasihnya. Ia sangat mencintai wanita ini kenapa wanita ini ingin meninggalkannya begitu saja? Apa yang kurang darinya, ia ekspatriat Asia paling kaya di tanah gersang Darwin hingga bentangan Queensland dan wanita ini menyia-nyiakan kesempatan menjadi Nyonya Kaya begitu saja?</p>
<p>“Hubungan ini. Kamu tidak lagi mengerti hubungan ini.”</p>
<p>“Apa maksudmu? Hubungan ini apanya?! Aku mencintaimu Park Bom! Dan kau.. kau sudah tidak mencintaiku lagi?” Seunghyun rasanya ingin bersimpuh di bawah kaki wanita itu sekarang, hanya agar wanita ini yakin bahwa dirinyalah yang masih pantas untuk dicintai.</p>
<p>“Hubungan ini tidak lagi pada arah tujuannya. Hubungan ini hanya berisi aku, cintaku, cintamu dan tanpa kamu.”</p>
<p>Seunghyun terduduk bingung. Ia memegang keningnya yang ingin meledak dalam hitungan jari lagi. Apa yang salah darinya? Apa yang salah dengan semua yang ia lakukan untuk Park Bom selama ini? Orang tua wanita ini dulu menentang habis-habisan hubungan mereka hanya karena ayahnya tak lebih dari kuli panggul di kedai keluarga Park yang tersohor. Dan kini ia bukan lagi anak kuli panggul, ia bisa membeli ribuan kuli panggul dari uangnya yang selangit.</p>
<p>“Kamu tidak lagi pada tujuan awal kita. Kamu tidak lagi ada. Hanya ada cintamu. Itupun entah apa aku lagi yang memiliki. Mungkin harta atau pertambanganmu itu yang memiliki. Aku menentang orang tuaku agar kita bisa bersama seperti ini dan aku rasa tidak ada yang berarti lagi dari tentanganku.”</p>
<p>“Tapi aku melakukan ini untukmu Bom<i>-aa</i>.”</p>
<p>“Apanya yang untukku? Sejak awal aku hanya bilang bahwa aku hanya butuh kamu dan cintamu! Bukan semua harta ini! Sejak awal aku sudah mengatakan padamu bahwa KITA bisa membangun semuanya dengan tangan KITA, bukan tanganmu sendiri. Sekarang kau tak lebihnya adonis kaya yang kehilangan jati diri dan hati. Kau bahkan tak lagi peduli padaku.” Bom terjatuh terduduk mengusap linangan air mata yang menyungai di pipinya. Ia pikir dulu Seunghyun tidak akan membuatnya seperti ini.</p>
<p>“Aku peduli padamu.” Seunghyun menggumam perlahan. Membuat Bom mengalihkan pandangan matanya sinis, “<i>ahh</i>, peduli? Peduli kau bilang? Apa bentuk pedulimu itu seperti meninggalkanku demi proyek di Vietnam padahal kau tahu saat itu aku keguguran. AKU KEGUGURAN. Kau tidak pernah lebih dari mengirimkan pesan singkat, kan? Apa itu namanya peduli? Apa itu namanya peduli ketika kau tidak mau mengerti bagaimana hancurnya aku kehilangan calon bayiku?!”</p>
<p>Park Bom mengangkat tangannya tanda mencegah begitu Seunghyun kembali ingin memerangkap tangannya. Ia akan maju dalam keputusannya. Sekalipun meninggalkan Seunghyun sama sakitnya dengan kehilangan calon buah cintanya dulu, tapi bersama Seunghyun lebih lama lagi akan lebih sakit daripada itu.</p>
<p>“Park Bom.. Park Bom..” Seunghyun masih berusaha menghalangi Park Bom yang menarik ujung koper hitamnya paksa. Tidak peduli seberapa berat benda itu tapi wanita itu tetap berjalan meninggalkan Seunghyun yang merentangkan tangannya mencegah.</p>
<p>“Aku akan mengurus pembatalan pernikahan kita setelah tiba di Korea. Jangan pernah hubungi aku lagi.” Sekali lagi Bom menepis tangan dingin pria itu dan berlalu bersama angin. Seunghyun terbatu di tempatnya, bingung. Sedih. Yah, dia juga bingung dengan apa yang ia rasakan. Ia merasa selama ini baik-baik saja dengan semuanya. Ia dengan kekayaannya yang semakin melimpah dan bayangan pernikahan lengkap dengan kehidupan harmonis penuh romantika dengan Park Bom. Ia merasa semua baik-baik saja. Sangat baik-baik saja. Hingga salah satu dari kebaik-baikkan itu memotong tali hidupnya. <i>Ah</i> bukan salah satu, memang yang hanya ada hal itu, Park Bom. Ia mengorbankan banyak hal untuk Park Bom dan kini.. Kini ia justru kehilangannya karena pengorbanan yang salah.</p>
<p align="right"><b>.END.</b></p>
<p align="right"><b> </b></p>
<p><strong>authornotes:</strong></p>
<p>Ngueheheheheeheh.. Jarang sekali saya bikin ficlet dan alhasil kaya begini XD</p>
<p>Yah maafkan telah membuat kalian depresi dengan alurnya.-. saya juga depresi liat MV nya Pink yang ini XD</p>
<p>Anyway kalian harus dengerin lagu ini sebenernya sama baca ficlet ini, biar setidaknya keanehan yang terjadi di dalam cerita bisa teralihkan oleh backsound nya *krikk krikk*</p>
<p>Okey, sekian dulu. Kritik, komen, saran sangat diterima. Sampai berjumpa lain waktu!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78119&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/just-give-me-a-reason/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/fc8fd31034ed0f83edcf5c342bf84b5f?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">missfishyjazz</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/just-give-me-a-reason1.png" medium="image">
			<media:title type="html">Just Give Me A Reason</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Secret Bride -3rd Story-</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/secret-bride-3rd-story/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/secret-bride-3rd-story/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 17:52:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>autumnsnowers</dc:creator>
				<category><![CDATA[@ekasiheera]]></category>
		<category><![CDATA[Cho kyuhyun]]></category>
		<category><![CDATA[Kim HeeChul]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Kibum]]></category>
		<category><![CDATA[Lee Sungmin]]></category>
		<category><![CDATA[Super Junior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78110</guid>
		<description><![CDATA[Title            ::  Secret Bride Author       ::  autumnsnowers Genre        ::  Romance, Comedy Rate            ::  General Length       ::  3shot/4shot Cast            :: - Vincent Malkovich as Lee Sungmin - Claire Eisenberg as Shin Yoonji - Casey Eisenberg as Kim Heechul - Marcus Malkovich as Cho Kyuhyun - Bryan Traffor as Kim Kibum “SUJU” - Sunny Luxel as Sunny [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78110&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Title            ::  Secret Bride</b></p>
<p><b>Author       ::  autumnsnowers</b></p>
<p><b>Genre        ::  Romance, Comedy</b></p>
<p><b>Rate            ::  General</b></p>
<p><b>Length       ::  3shot/4shot</b></p>
<p><b>Cast            ::</b></p>
<p><b>- Vincent Malkovich as Lee Sungmin</b></p>
<p><b>- Claire Eisenberg as Shin Yoonji</b></p>
<p><b>- Casey Eisenberg as Kim Heechul</b></p>
<p><b>- Marcus Malkovich as Cho Kyuhyun</b></p>
<p><b>- Bryan Traffor as Kim Kibum “SUJU”</b></p>
<p><b>- Sunny Luxel as Sunny “SNSD”</b></p>
<p><b>- Someone</b></p>
<p><b>Disclaimer  :: ide cerita merupakan hasil dari pemikiran saya.</b></p>
<p><b>Note             :: Maaf, aku ga tau nama belakang western name kalian. Jadinya mengarang bebas deh, harap maklum.</b></p>
<p><b>Previous &gt;&gt; Part 1 || Part 2</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><b>~Story Begin~</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akhirnya mereka tiba, Vincent dengan ditemani kakaknya,Marcus, berjalan memasuki istana ini dan disambut oleh orang tua Claire sedangkan gadis itu hanya berdiri di belakang tubuh kakaknya, bersembunyi dan hanya menatap Vincent dari kejauhan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Degupan jantung Claire semakin menggila saat melihat Vincent yang melangkah semakin dekat ke arahnya, berwajah datar dan menatapnya intens lalu berkata, “Apa kabar Claire? Senang bertemu dengan mu lagi.”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-78110"></span>Gadis itu termangu untuk beberapa hal, pertama, dia terlalu bahagia saat Vincent menyapanya walaupun pria itu memasang wajah datarnya dan kedua dia terheran-heran dengan ucapan pria itu. Apakah Vincent sudah tahu sejak awal akan identitas dirinya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku sudah mengetahui identitas mu sejak hari ke empat kau berkerja di istana ku.” ucapnya datar seolah menjawab rasa heran yang mendera ku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Brak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setiap wajah menoleh pada sumber suara, seorang pelayan wanita membanting koper milik Marcus yang sedang dia bawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hei… apakah begitu cara mu memperlakukan tamu kehormatan?” ujar seorang pria tampan dengan wajah angkuh, Marcus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku lelah berpura-pura menjadi pelayan!!!” jawab pelayan wanita itu sambil memberengutkan wajahnya, membuat Marcus bermuka masam dan wajah terheran-heran dari mereka yang berada di sana.  Hanya Casey, hanya pria itu yang tersenyum senang.</p>
<p align="center">
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Waktu makan malam telah tiba, semua orang kini tengah berkumpul untuk menyantap hidangan yang telah tersedia. Mata Claire berbinar saat melihat Vincent  yang menghabiskan makanan yang berada di piringnya, tak seperti dulu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ Anda sekarang menyantap makanan tanpa menyisihkan sedikit pun,” ucap Claire dan sontak membuat beberapa orang yang berada di sana termenung untuk beberapa saat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak tadi tatapan mata Vincent tak pernah luput mengawasi Claire yang kini sedang tersenyum senang sambil memainkan piano bersama Bryan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent tidak tahu apa yang dia rasakan, tapi yang pasti dia takut dengan kedekatan Claire dengan Bryan. Mereka terlihat sangat dekat, Vincent tahu jika sebenarnya Bryan menaruh hati pada Claire dan dia yakin jika gadis itu tidak menyadarinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seseorang menepuk bahu Vincent dan membuat pria itu terlonjak kaget. Bryan kini tengah duduk di sampingnya tanpa dia sadari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perkenalkan, aku Bryan Traffor dari Ielts. Aku teman Claire sejak kecil, dan ku rasa kau tahu jika kau menyukainya. Tapi kau telah mencuri start ku dengan perjodohan ini, dan ku lihat kau menjadi seseorang yang penurut. Aku tahu kau bukan tipe orang yang akan menuruti perintah orang lain, tapi hanya karena Claire kau mau menyantap habis hidangan di piring mu,” papar Bryan panjang lebar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Berhati-hatilah. Cepat ikat dia atau akan ku rebut,” ujar Bryan sambil menyeringai dan membawa 2 gelas wine dan kembali menghampiri Claire dengan menyerahkan segelas wine yang tadi dia bawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent terdiam, mengulang setiap kata-kata yang baru saja dikatakan Bryan. <i>‘Jadi… kau berniat untuk merebutnya dari ku? Itu tidak akan.’</i> Ucap Vincent dalam hati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini mereka sedang menikmati waktu minum teh di taman belakang istana. Terlibat dalam perbincangan ringan hingga satu sosok mengalihkan perhatian mereka, pelayan wanita itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wanita itu menjatuhkan dirinya di samping Casey, membuat Claire tercengang dengan tingkah pelayan wanita itu, ya walaupun kini penampilannya terlihat berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Menyebalkan, aku tak mengira jadi pelayan seberat itu. Aku tak mau  berpura-pura menjadi pelayan lagi.” Sungut pelayan wanita itu, membuat Claire menatap penuh curiga terhadap Casey yang kini sedang mengulum senyum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perkenalkan, aku Krystal Lynn dari kerajaan Luvery.” Gadis itu tersenyum ramah memperkenalkan diri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kau menyamar jadi maid?” tanya Claire sekedar memastikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ya, atas usul Casey. Dia berkata jika adiknya menyamar menjadi pelayan dan berhasil mendekati juga membongkar rumor tentang pangeran Vincent,” papar Krystal dengan mata berbinar tertarik menatap Vincent yang sejak tadi hanya terdiam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku tak menyangka selera mu itu adalah pelayan,” lanjut Krystal dan sukses membuat Claire menunjukkan wajahnya karena malu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pantas saja, kau terlihat angkuh saat menjadi pelayan.” Ucap Marcus dengan tatapan tajam, masih kesal atas insiden kopernya yang dibanting oleh wanita itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bagaimana kalian bisa saling kenal? Luvery itu sangat jauh dari sini dan dia dengan sia-sia datang ke sini?” tanya Bryan mengalihkan topik pembicaraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kau lupa? Aku ini pengeran tampan… jadi tak heran jika aku mengenal banyak putri dari kerajaan lain,” ujar Casey narsis dan membuat dirinya dihujami pandangan mencibir dari berbagai pihak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku tahu dia sangat tertarik terhadap Vincent, pangeran yang belum pernah dia temui. Makanya aku mengabari dia dan menyuruhnya menyamar sebagai maid, berharap dia seberuntung Claire. Dekat dengan Vincent,” papar Casey dengan enteng seolah-olah itu merupakan hal yang biasa.</p>
<p align="center">
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sudah satu hari berlalu tapi hanya tegur sapa yang dilakuakan oleh Vincent dan Claire, keduanya tampak enggan. Mata almond milik Claire menatap dengan intens dari balkon kamarnya, memperhatikan Krystal yang kini sedang menggelayut manja pada lengan Vincent yang kini sedang duduk di taman. Ini semua seperti <i>de javu</i> bagi gadis itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasa penasaran menghujami perasaannya, dia penasaran entah sejak kapan Krystal dekat seperti itu dengan Vincent. Dirinya sibuk menerka-nerka apa yang telah terjadi diantara mereka berdua.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lagi-lagi fokus pandangan Vincent teralihkan sepenuhnya melihat pasangan yang kini meliuk dengan indah, Bryan dan Claire yang sedang berlatih dansa untuk mengajari anak-anak kecil di alun-alun kota.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pria itu hanya menggeratkan genggamannya pada gelas yang sedang dia pegang, berusaha menyalurkan kegundahan hatinya. Tak menyadari jika gerak-geriknya diamati oleh gadis yang duduk di sebelahnya dengan pandangan tertarik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Claire!!!” panggil gadis itu, menghentikan gerakan Claire yang sedang berputar-putar dan membuat Vincent mengalihkan pandangannya dari gadis yang berada di lantai dansa itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku tak bisa seperti mu. Ini hadiah untuk mu, sebagai tanda persetujuan ku dan tanda perpisahan karena saat ini aku harus segera kembali ke Luvery. Buka itu saat aku sudah meninggalkan istana ini, okay?” papar Krystal sambil menyerahkan sekotak hadiah berwarna biru muda, mengabaikan Claire yang hanya menatapnya heran.</p>
<p align="center">
<p align="center">***</p>
<p align="center">
<p>“Krystal Lynn!!!!” teriakan Claire membahana di seluruh ruangan saat melihat isi hadiah untuknya, hanya menatap geram dari jendela saat melihat mobil kerajaan Luvery yang kini telah keluar dari gerbang istana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bisakah kau tidak berteriak?” sahut Vincent yang duduk di salah satu sofa di ruangan itu, merasa terganggu dengan teriakan gadis itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Lihat, lagi lagi aku mendapatkan pakaian maid. Ini pasti karena ulah Casey” seru Claire sambil menunjukkan pakaian maid dan sepucuk surat yang diberikan Krystal yang membuat Claire salah tingkah antara senang, malu, dan marah.</p>
<p><i> Bagaimana? Kau menyukainya? Tak kalah indah dari pakian maid dari Bryan dan istana Sincerity kan? Casey memperlihatkan pakaian maid mu hahaha…</i></p>
<p><i>Aku tahu kau hebat Claire, aku merestui mu dengan Vincent. Jangan sia-sia kan dia atau aku akan kembali untuk merebutnya.</i></p>
<p><i>    Krystal Lynn</i></p>
<p align="center">
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent dan Claire kini sedang berjalan-jalan mengelilingi Eadrom di bawah matahari yang bersinar tidak terlalu panas. Suasana canggung diantara mereka sedikit berkurang walaupun belum sepenuhnya hilang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Selamat pagi putri Claire,”sapa seorang pria bertubuh gempal saat mereka melewati toko daging.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Selamat pagi paman Mathew,” sapa Claire sambil tersenyum senang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent menyembunyikan senyumnya, menyembunyikan rasa kagum yang menelusup memasuki hatinya akan sosok gadis yang berjalan di sampingnya, akan keramahan dan sifat supel yang melekat pada gadis itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kau menghafal nama mereka semua?” tanya Vincent datar, tak menunjukkan rasa tertariknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tentu saja, Eadrom hanya negri yang kecil.” Jawab Claire sambil membagikan roti buatannya pada anak-anak yang biasa dia temui.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yang mulia, selama ini anda ke mana?” tanya seorang anak laki-laki sambil enggan menatap Claire.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku ada urusan. Kau merindukan ku Sam?” tanya Claire sambil mengacak-ngacak rambut anak itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tidak.” jawab anak itu singkat dan langsung berlari menjauh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Hahahaha selalu saja memiliki gengsi yang tinggi ,” seloroh Claire sambil menatap Sam yang kini kian menjauh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka berdua berjalan beriringan, berjalan menuju air terjun yang sangat terkenal di Eadrom. Di sepanjang perjalanan hembusan angin menerpa wajah mereka dengan lembut, membuat Vincent terpaku saat hembusan angin menerpa dan mempermainkan rambut Claire yang tergerai indah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kini mereka berdua berdiri di tepi aliran sungai yang langsung berasal dari air terjun itu, merasakan dinginnya percikan air terjun yang menghantam bebatuan yang berada di bawahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kau sudah mengetahui identitas ku sejak hari ke empat ku berada di sana?” tanya Claire sambil menyilangkan ke dua tangannya, mendekap dirinya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sebenarnya sedikit terlambat mengetahui identitas mu. Sejak perjodohan itu aku sudah mencari tahu semua tentang mu, sangat mudah untuk mengetahui hal yang berkaitan dengan mu karena semua orang pasti mengenal mu,” jawab Vincent membelakangi Claire.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bagaimana kau yakin jika aku yang sedang menyamar di istana mu adalah Claire yang sebenarnya? Aku rasa aku sudah bersandiwara dengan baik.” Claire kembali bertanya, mencoba mencari tahu atas rasa penasaran yang melandanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kau pelayan pribadi ku, banyak waktu yang bisa ku gunakan untuk membandingkan tingkah mu dengan informasi akan putri kerajaan Eadrom yang ku miliki, dan itu benar 100%. Atas kepiawaian mu membuat roti dan membagikannya kepada anak-anak, kepandaian mu menilai sebuah lukisan dan ucapan-ucapan yang pernah kau katakan pada ku,” papar Vincent yang kini sedang memperhatikan Claire yang kini sedang bergerak lincah melompati bebatuan yang ada di pinggir sungai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Apakah kau memang seperti ini? maksud ku, berekspresi sesuai hati mu?” tanya Vincent sambil tetap berjaga-jaga jika Claire tergelincir karena batu yang dia pijak sangat licin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Eadrom merupakan kerajaan kecil, aku terbiasa berbaur dengan rakyat ku, menjadi bagian dari mereka. Dan bersyukur karena ke dua orang tua ku tidak mengekang ku dan Casey dengan berbagai peraturan peraturan. Mereka mengijinkan kami untuk mengeluarkan ekspresi kami tanpa merusak citra kerajaan ynag melekat pada diri kami,” jawab Claire sambil tersenyum senang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Lalu Sunny?” tanya Claire tiba-tiba dengan suara lirih, hampir tertutupi oleh gemerisik air terjun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku sudah menjelaskan dengan sejelas-jelasnya bahwa aku tak menaruh hati sedikit pun padanya. Butuh waktu lama untuk membuat gadis itu sadar bahwa aku tak mencintainya,” jawab Vincent singkat.</p>
<p align="center">
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent menghentikan langkahnya dan bersembunyi di balik pintu yang sedikit terbuka untuk mencuri dengar pembicaraan yang sedang terjadi diantara 2 orang itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bagaimana Marcus? kau kalah. Dugaan ku tepat karena mereka akhirnya saling mencintai,” ucap Casey sambil tersenyum penuh kemenangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku menyesal menyetujui taruhan ini. Aku ingin mundur, taruhan ini batal dan perjodohan tidak akan pernah terjadi,” ucap seorang pria yang sangat tampan, Marcus, kakak laki-laki Vincent.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Brak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pintu langsung menjeblak terbuka dan Vincent menerobos masuk, berdiri di hadapan ke dua orang itu dan menatap garang dengan tatapan yang sangat menghujat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Perjodohan ini akan tetap berlangsung. Dengan atau tanpa persetujuan kalian sekali pun.” ucap Vincent dengan penuh penekanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Nampaknya kau mendengar ini semua. Ini hanya taruhan dan sewaktu-waktu bisa dibatalkan,” ucap Marcus seakan tak peduli jika yang berdiri di hadapannya adalah adik kandungnya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tapi kami saling mencintai dan kalian tidak bisa berbuat apa-apa,” ucap Vincent tajam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Benarkah? Aku tahu saat ini suasana diantara kalian sedikit canggung. Nikahi adik ku secepatnya, ikat dia dalam sebuah pernikahan maka taruhan ini tidak akan batal. Dan ku rasa kau tahu bahwa Bryan mencintai adik ku,” ujar Casey sambil menautkan jari-jemari tangannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Baiklah. 4 hari, beri waktu aku 4 hari dan aku akan menikahinya,” jawab Vincent mantap dan langsung pergi meninggalkan mereka.</p>
<p align="center">
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Vincent’s POV</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku tak akan semudah itu mengikuti kemauan mereka berdua, tidak mau mengorbankan perasaan ku hanya untuk taruhan konyol mereka. Egois? Mungkin, tapi aku egois karena mempertahankan cinta ku. Tak peduli jika ini semua berasal dari taruhan konyol mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cukup gila karena aku berkata akan mempersiapkan segalanya dalam waktu 4 hari, tapi jangan panggil aku seorang Vincent Malkovich jika tidak bisa mengatasi ini semua. Dan yang paling aku syukuri adalah otak ku yang dapat berfungsi dengan baik untuk menangani hal-hal seperti ini. Hanya dalam waktu hitungan jam 98% ide sudah terkonsep dengan jelas di pikiran ku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi sebuah pernikahan tidak akan sempurna jika tanpa mempelai wanita bukan? Dan bahkan aku belum memberitahu Claire tentang ini semua, hari ini aku akan mengatakan padanya. Aku menuruni tangga dengan cepat, melewati setiap 2 anak tangga sekaligus saat melihat Claire dan Bryan tengah bercengkrama di taman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku berdiri di belakang mereka berdua dan tertegun dengan apa yang ku lihat. Claire tertawa dengan bahagia, tawa indah yang menghiasi wajah cantiknya tapi sayangnya bukan aku yang membuatnya seperti itu. Ya, dia selalu tertawa dengan lepas jika bersama Bryan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Claire” panggil ku dan membuat tawanya berhenti, memandang ku dengan tatapan heran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kau berjanji mengajak ku berkeliling Eadrom bukan?” tanya ku dan membuatnya terlihat semakin bingung, bingung karena beberapa hari yang lalu dia telah mengajak ku berkeliling.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku tak peduli dengan itu semua, yang ku ingin kan adalah Claire yang berada di sisi ku. Bukan Claire yang berdiri di samping pria lain walaupun pria itu adalah sahabat sejak masa kecilnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia menyambut uluran tangan ku dan berjalan meninggalkan Bryan dengan senyuman seolah-olah berkata <i>‘Aku pergi dulu Bryan.’</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku menuntunnya menuju air terjun yang pernah kami kunjungi, ku lihat matanya membelalak lebar saat melihat anak-anak kecil yang kini sedang berkumpul di tepi sungai yang mengalir. Aku menarik tangannya agar mendekat kepada mereka,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yang mulia, aku turut bahagia untuk mu,” ucap seorang gadis kecil yang bernama Belle.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku yakin yang mulia pasti menerimanya, iya kan?” tanya gadis kecil yang di kuncir satu, Agatha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mereka menghujani Claire dengan celotehan yang tiada henti, membuat ku tersenyum saat melihat raut bingung yang tergambar jelas di wajah Claire. Tersenyum melihat seorang Claire Eisenberg yang terkenal akan prediksi dan ketepatannya untuk menebak sesuatu kini sedang terlihat bingung dengan celotehan anak kecil yang terdengar seperti dengungan lebah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia menoleh saat aku semakin erat menggenggam tangannya dan berlutut di hadapannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mungkin ini tidak romantis, tidak seperti bayangan mu selama ini, tapi aku harus mengatakannya secepat nya. Aku mencintai mu Claire Eisenberg, mau kah menjadi pendamping hidup ku? Selamanya?” ucap ku tak bisa melepaskan tatapan ku dari mata almond miliknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia langsung menangkupkan tangannya di mulut saat melihat anak-anak itu mengacungkan papan berbentuk persegi panjang dengan bunga-bunga yang membentuk huruf di atas kepala mereka, dan jika semuanya dirangkai itu akan membentuk <i>‘Would you be my bride?’</i></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dengan senang hati yang mulia,” jawab Claire sambil tersenyum senang setelah terdiam untuk beberapa saat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><b>Vincent’s POV End</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center">***</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jangka waktu 4 hari itu bukan waktu yang lama, ini sudah hari ke 2 dan lusa merupakan hari penentuan bagi kerja keras Vincent dan Claire selama beberapa hari terakhir ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah memberitahu kedua orang tua Claire dan ke dua orang tuanya, dia langsung mempersiapkan seluruh persiapan pernikahan dengan bantuan Claire tentunya. Mempersiapkan pesta pernikahan yang tidak terlalu mewah mengingat tenggat waktu yang sangat singkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sedikit membuat orang tua mereka bertanya-tanya kenapa pernikahan diadakan begitu cepat walaupun pada akhirnya mereka menyetujuinya, sama seperti Claire yang tak percaya jika pernikahan mereka dipersiapkan hanya dalam jangka waktu 4 hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent sangat berterima kasih kepada Permaisuri Arnetta yang telah mempersiapkan gaun-gaun yang cantik untuk Claire.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tapi kali ini langkah pria itu berderap dengan cepat, berlari mengitari istana untuk menemukan Claire tapi tetap saja dia tidak menemukan gadis itu. Bahkan kesegala penjuru kota dan ke tempat air terjun telah diselusuri oleh Vincent tapi tetap saja semuanya berakhir sia-sia, dia tidak menemukan gadis itu di mana pun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hanya ada 1 pilihan yang di miliki Vincent, bertanya pada Casey. Dia yakin pasti pria itu mengetahui keberadaan Claire. Vincent berlari dengan tergesa, menerobos masuk ruang kerja Casey. Dia melihat sosok pria itu sedang menghadap kaca jendela besar, membelakangi pintu masuk ke ruangan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Katakan di mana Claire” ucap Vincent sambil mengatur nafasnya agar kembali normal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Apa?” ujar Casey sambil memutar kursinya menghadap Vincent, jari jemari lelaki itu saling menaut menyangga pada lengan kursi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Aku tahu kau mengetahui keberadaannya. Demi tuhan katakan sekarang juga, pernikahan kami tinggal 2 hari lagi.” Vincent berkata dengan sungguh-sungguh, berusaha meredam kegelisahan hatinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sudah aku katakan. Aku dan Marcus membatalkan taruhan kami dan itu artinya tidak ada perjodohan, atau bahkan&#8230; pernikahan. Kau tak akan menemukanya,” jawab Casey sambil menyeringai meremehkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Sialan. Kau yang menyuruhku menikahinya dengan segera agar perjodohan ini tidak dibatalkan tapi sekarang kau malah menyembunyikannya dari ku.” Rutuk Vincent dengan emosi yang meledak tapi dia masih menjaga nada suaranya agar tidak berteriak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Vincent langsung berbalik meninggalkan ruangan Casey dengan hati dongkol, bukan mendapatkan titik terang tapi sekarang dia malah seolah-olah memasuki palung yang terdalam. Sedangkan Casey hanya menyeringai memperhatikan punggung Vincent yang menghilang di balik pintu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p align="center"><b>~tbc~</b></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78110&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/secret-bride-3rd-story/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/03c578c48259ad6dd8737f148100bf15?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">autumnsnowers</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[Oneshot] Fallen Leaves</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/oneshot-fallen-leaves/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/oneshot-fallen-leaves/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 17:43:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chii_binusKDJ</dc:creator>
				<category><![CDATA[@hotachii]]></category>
		<category><![CDATA[EXO M]]></category>
		<category><![CDATA[Hwang Zi Tao]]></category>
		<category><![CDATA[Kris Wu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78108</guid>
		<description><![CDATA[&#160; AUTHOR     : AISHITA KIM &#160; GENRE        : Romance, Angst &#160; MAIN CAST : &#160; Kris Wu EXO-M Xaeshita Wu Hwang Zi Tao &#160; OTHER CAST : Tiffany Hwang Lee Howon / Hoya INFINITE &#160; &#160; RATING                  : PG 17 &#160; DISCLAIMER         : Kris Wu is [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78108&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/kris.jpg"><img class=" wp-image-78109 aligncenter" alt="krisAishita" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/kris.jpg?w=350&#038;h=526" width="350" height="526" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>AUTHOR     : AISHITA KIM</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>GENRE        : Romance, Angst</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>MAIN CAST :</p>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Kris Wu EXO-M</li>
<li>Xaeshita Wu</li>
<li>Hwang Zi Tao</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>OTHER CAST :</p>
<ul>
<li>Tiffany Hwang</li>
<li>Lee Howon / Hoya INFINITE</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>RATING                  : PG 17</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>DISCLAIMER         :</p>
<p>Kris Wu is mine in my imagine kekekekeke #dicerai Jongwoon. Only Xae that will be mine, Kris belongs to his parents, his family, and #sigh SME.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Recomended Song   :</p>
<p>Shinhwa – On the road (harus wajib denger  XD)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Authors talk                 :</p>
<p>lima menit bikin poster tiga puluh menit mikirin konsep cerita, karan EXO bakal comeback, saya lempar ini sebagai obat galau liat teaser kangmas Kris tadi pagi.. XD so.. buat para EXOTIC (bener ga? saya cuma fanatik sama KrisYeol Couple sih&#8230; jadi maaf ya kalo ada salah2 tulis disini XD #dirajam) have all of you enjoy it XD</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>PS : yang posting ini <a href="https://twitter.com/Aishita91">AISHITA KIM</a>, bukan yang punya account ASTI EONNI, jadi kalo mau kenalan sok atuh monggo maen ke dunia saya dan J- Lines member di <a href="http://aishitaworld.wordpress.com">aishitaworld</a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </h2>
<p>&nbsp;</p>
<p>yukkk RCL JUSEYOOOO XD</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Jalanan sepanjang Myeongdong masih senyap, hanya terdengar beberapa tapakan sepatu yang beradu dengan kerasnya paving trotoar, lelaki itu berjalan setengah sadar, bukan karena pengaruh alkohol. Tapi karena matanya memang enggan terpejam.</p>
<p>Kantung hitam tebal di matanya membuat tampilan pria itu tampak sangat tidak terurus. Sekalipun beberapa benda berlabel cartier maupun piaget, menghiasi pergelangan tangannya. ditambah setelan dari Armani yang melekat di raganya. Tidak membuat lelaki itu terlihat berkelas. Seperti kesehariannya.</p>
<p>Dia, si wajah dingin, Kris Wu.</p>
<p>Executive muda yang lahir dari tangan dingin Tiffany Hwang. Pengusaha golongan atas korea selatan. Kris menghela nafas lagi entah untuk keberapa kalinya, Tiffany,<span id="more-78108"></span> nama wanita yang telah memberinya kedudukan itu, terus terngiang di otaknya. Kris sangat tidak ingin mendengar nama apalagi melihat wanita itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kris, kau harus memilih, perceraian atau karier dan masa depan cerah”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ultimatum big boss Hwang beberapa hari lalu, membuatnya terhenyak. Saat itu pandangan kris kosong seketika. Bagaimana bisa, wanita yang sudah dianggapnya kakak kandung sendiri itu, meminta hal mustahil semacam perceraian?</p>
<p>“kau tentu mengerti, posisimu sekarang sebagai CEO, berkat tangan dinginku bukan?”</p>
<p>“ne.. Noona”</p>
<p>“aku tidak menyukai istrimu, aku menginginkan kau yang sendiri, tanpa ikatan, bebas, dan merdeka”</p>
<p>“maksud Noona? Perceraian?”</p>
<p>“kau yang mencernanya sendiri, jangan salahkan aku tentang keputusan yang kau ambil, aku menunggu kabar baik darimu, Wu Yifan”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lelaki itu menatap wanita di hadapannya. Lekat tanpa jarak. Senyum pahit menghiasi sudut bibir lelaki itu. Menggambarkan jelas kegamangan yang sedang dia rasakan. Suasana terbangun hening, sekalipun café tempat mereka bertemu dipenuhi suara alunan lembut raindrop gubahan choppin dari piano tua di sudut ruangan. Kepulan uap harum dari secangkir caramel machiatto tidak membuat lelaki itu tergoda untuk mencicipi kopi favoritnya itu. Lelaki itu sudah berjanji tidak lagi akan tergoda seperti hari – hari sebelumnya. Wanita dihadapannya kini menghela nafas berat, yah.. persis sepeti biasanya saat dia akan mulai berbicara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kris Wu-sshi, kau sudah tidak menyukai racikan kopiku ternyata”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lelaki bernama Kris itu hanya tersenyum. Pahit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“kau sebaiknya memberiku secangkir besar espresso, bukan machiatto manis yang kau peruntukkan untuk suamimu, Xaeshita Wu”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wanita itu tersenyum manis, meskipun hatinya bergejolak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“kau menemuiku disini tentu dengan tujuan yang jelas, aku tidak ingin menunggu lagi, kuharap semua sudah selesai”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“tidak dengan tujuan itu, aku kemari hanya untuk mengetahui kenyataan”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Xaeshita mengendikkan bahu, seolah berkata, terserah kau saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Arraseo, cha.. silahkan nikmati kopimu, aku harus kembali bekerja” pamit wanita itu datar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris kembali mengangguk singkat. Matanya tidak pernah rela melepas siluet wanita di retinanya itu. Mau tidak mau, menyerah adalah kunci terakhir dari segala keruwetan hidup yang dijalaninya. Kris segera menyeruput isi cangkir dihadapannya hingga kosong. Di pandangnya lekat lagi ibu dari anak semata wayangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Wo Ai Ni”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Desah lidah lelaki itu, dia mengeluarkan map coklat dari tas kerjanya. Membukanya, lalu menandatangani sesuatu , lalu meletakkan  begitu saja map tadi disamping cangkir kosongnya, lelaki itu mantap melangkah tanpa mau lagi berpaling. Hidupnya sebagai ayah dari Xiaoling Wu berakhir di atas kertas tadi, juga dengan akhir pernikahannya dengan Xaeshita Wu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Daddy, Xiao kangen”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belum genap sepuluh langkah lelaki itu berjalan, pekikan kecil putrinya terpaksa membuat Kris berhenti melangkah. Tangan mungil milik putrinya mengelayut manja di jas Kris, mau tidak mau Kris mengangakat tubuh mungil itu. Xiaoling tertawa kegirangan. Hati Kris kembali tersayat, mungkin dia bisa hidup tanpa ibu putrinya, tapi tidak untuk tawa manis renyah milik Xiaoling. Dia akan terasing tanpa ampun.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kehidupannya hanya berputar pada satu poros, karier dan keluarga Hwang. Menjadi pewaris perusahaan multi level sekelas Hwang Group mungkin mampu memenuhi ambisi mudanya. Kris akan mendapatkan kepuasan tersendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lalu bagaimana dengan hatinya? Apakah ambisi yang selama ini dia kejar mampu membuat hidupnya berwarna? Apa hidupnya akan semenarik senyum putri kecilnya ini?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dad.. Daddy sakit ya? Daddy dari tadi diem aja”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“oh.. tidak, Daddy baik – baik aja kok, bagaimana sekolahmu”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“menyenangkan, Mommy dan Uncle Lee selalu mengantar jemputku”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris tersenyum kecut. Lee Howon, lelaki itu telah berhasil mengajuk hati putrinya, jadi Kris tidak perlu lagi mengkhawatirkan keadaan dua perempuan yang paling berarti dihidupnya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Daddy kapan pulang? Kenapa Daddy ga mau pulang sih? Xiao ga mau tidur sama Mommy aja, maunya sama Daddy juga”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris tersenyum kecut lagi, dikecupnya singkat pipi putrinya. Menurunkannya dari gendongan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Daddy pergi dulu, berjanjilah jadi anak yang manis, turuti semua perkataan Mommy, dan jangan nakal”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ga.. ga mau.. Dad ga boleh pergi”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Xiaoling mulai terisak, tapi Kris tetap pada pendiriannya. Lelaki itu segera melangkah lebar, tak peduli tangisan putrinya yang mengeras di belakangnya, tak di pedulikannya teriakan sang istri, atau mantan istri, atau.. entahlah, belum ada kejelasan tentang status wanita itu. Dia segera memburu pintu keluar café impian dia dan Xaeshita. Tepat saat Howon membuka pintu hendak masuk ke dalam café itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Oh.. Hyung, kau datang..”</p>
<p>Kris hanya melempar senyum dingin, lalu segera mengukur trotoar dengan kaki panjangnya. Pikirannya pecah lagi, dia hanya bisa menghidupi putrinya dengan cara ini. Cara laknat yang disebut penyelamatan oleh Tiffany Hwang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>=========================================================================</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris berdiri gagah di depan altar gereja, jas putih keluaran vera wang melekat pas di badan 190 centinya. Lelaki itu terus menggulum senyum dingin. Hatinya kini tidak berbentuk,  tidak ada lagi debaran menegangkan seperti yang dia rasakan saat menikahi Xaeshita, lima tahun lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara Tiffany Hwang berdiri anggun dengan gaun putih mewah rancangan vera wang juga, mahkota kecil menghiasi rambut panjang wanita itu. Senyum bahagia tidak henti terukir di wajah sempurnanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walaupun pernikahan ini tidak seperti yang diharapkan. Hanya ada beberapa orang saja yang hadir di pemberkatan sakral seumur hidup itu. Tapi Tiffany sangat bahagia, baginya kehilangan harta lebih membahagiakan, daripada tidak mendapatkan Kris. Si pengantin Pria.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kidung pernikahan mulai dilantunkan. Pastur sudah berada di depan mimbar, dan kedua mempelai juga sudah hadir, siap menerima pemberkatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Wu Yifan”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Yes, Bapa”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pastur hanya mengangguk singkat. Lalu menatap lembut pria dihadapannya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Wu Yifan, bersediakah engkau menerima Hwang Zhi Tao sebagai pasangan hidupmu yang sesungguhnya? Mencintai dia meskipun sakit, susah dan lara menghampiri rumah tangga kalian, dan bersediakah engaku menjadi pasangan yang siap menjadi teman berbagi semua hal? Baik itu kegembiraan maupun kemalangan?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ne.. Bapa”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jawab Kris dengan lidah yang ingin dia potong sendiri. Sementara Tao melemparkan senyum penuh kemenangan, pendeta bertanya pertanyaan yang sama pada mempelai Kris itu, dan di jawab dengan sangat lancar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“selamat, mulai hari ini kalian resmi menjadi pasangan yang diberkati secara hukum dan sah menurut agama”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pastur mengakhiri pemberkatan nikahnya. Tiffany langsung memeluk adik tersayangnya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ah.. Uri Tao, sudah menikah.. Noona sangat gembira, hai Kris, kau sekarang wajib memanggilku Noona juga, jangan madam atau Sajangnim, Arra?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris hanya mengangguk singkat, seraya menggulum senyum pahit. Mungkin ini jalan yang tebaik, putrinya akan dapat tranplatasi jantung tepat saat dia mengucap sumpah hari ini. Putri yang tidak akan pernah dia temui lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>=========================================================================</p>
<p>Seoul, 17 Tahun Kemudian.</p>
<p>=========================================================================</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kris Gege, Xiaoling Kita akan menikah lusa”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lirih, perempuan itu berujar. Matanya menahan tetesan deras air dari pelupuknya. Dia tahu sangat tidak etis menemui mantan suaminya di jam sibuk kantor seperti ini, tapi anak mereka lebih penting dari segalanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“dengan siapa, Xae?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“dengan Jung Yun Jae, putri kolegamu itu”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Serak, Xaeshita berujar lirih, wanita itu tidak dapat lagi menahan perasaanya sendiri. Gurat – gurat penuaan semakin jelas tergambar di sudut pengelihatannya, sementara air matanya terus membanjir. Kris menarik perempuan yang telah memberinya satu putri paling cemerlang di dunia itu, kedalam pelukannya. Xaeshita tidak bisa mengendalikan diri lagi, Isakannya semakin memberat, sesak dan menyakitkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“aku gagal mendidiknya Oppa”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris menghela nafas singkat. Tangan keriput pria berusia 57 tahun itu membelai lembut punggung Xaeshita, mencoba memberinya kedamaian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“kau tidak gagal, anak kita dokter bedah jantung nomor satu di Korea, dia anak cerdas dan brilian yang pernah ku miliki”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“tapi luka hatinya yang menuntun dia membenci Pria, oh Tuhan.. aku sangat tidak rela dengan pernikahan ini”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“tolong berpikirlah lebih realistis, anak kita hebat, dan pandanglah sisi kurang anak kita menjadi sisi yang lebih menguatkan. Aku mohon tolong hargai keputusan Xiaoling, pandanglah secara bijak. Jika kau ingin menyalahakan seseorang, salahkanlah lelaki disampingmu ini, pernikahan tidak wajarku dengan Tao juga perceraian mendadak kita adalah sumber masalah dari disorientasi ketertarikannya pada lawan jenis”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“tapi kau melakukan semua ini untuk membeli jantungnya, obat – obatannya”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“sudahlah, jangan dibahas, kita harus menghormati keputusan Xiao, bagaimana kabar Howon? Dia baik padamu kan?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“dia tetap sendiri, hingga sekarang”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“maksudmu?”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“aku tidak bisa mencintai lelaki lain lagi, hanya Gege satu – satunya di hatiku, tidak akan terhapus, tidak akan tergerus, semua sudah membeku”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Xae..”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Bercerailah, Tiffany Hwang sudah lama meninggal, tidak ada lagi penghalangmu untuk kembali padaku, aku yakin Tao pasti juga tidak akan keberatan, dia memang mencintaimu, tapi dia tahu, kau kan lebih bahagia denganku”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“seberapa yakin kau bisa mengatakan hal itu”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tao menyesal, dia menemuiku tepat setahun pasca pernikahan kalian, dia juga menyesal telah memisahkanmu dengan Xiaoling, dan dia berjanji akan mengembalikanmu setelah Noonanya meninggal, dari aku baru mengetahui semuanya dari Tao langsung, termasuk perjanjian antara kau dan Miss Hwang, kau benar – benar suami hebat, kau rela menjadi tidak normal untuk anak kita, aku sangat mencintaimu Wu Yifan”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kris mengeratkan pelukannya, berusaha membuat wanitanya nyaman, tujuh belas tahun, dan kini dia bisa memeluk nyata belahan jiwanya itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“temui aku di katredral Gangnam, aku akan datang besok sore, dan kita akan menggulang pernikahan kita”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Xaeshita tidak dapat berkata lagi, dia hanya terdiam ketika bibir Kris menaut bibirnya singkat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Wo Ai Ni”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ucap Kris lamat, lalu bibir mereka menaut lagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara sepasang bola mata mengawasi mereka dari jarak pandang dekat, mata panda pria setengah baya itu menyiratkan hal tersembunyi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“ah.. liat saja besok pagi”</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>=========================================================================</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Xaeshita menatap cermin datar dihadapannya lagi. Ah.. dia sudah cantik untuk di lihat Kris sore ini. Dengan gaun ungu pastel dan shawl burgundy yang melingkari lehernya. Pasti Kris akan terpesona padanya lagi. Wanita itu bergegas menenteng Hermes dari meja riasnya. Lalu berjalan tergesa menuju taksinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sepanjang perjalanan dia tidak berhenti tersenyum. Mengulang pernikahan? Ah.. hal yang terlalu indah untuk di bayangkan, dia terus tersenyum sepanjang gilasan roda taksinya memotong jarak menuju katredal gangnam, tanpa tahu apa yang terjadi pagi tadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>BREAKING NEWS</p>
<p>PENGUSAHA PEWARIS GRUP HWANG, HWANG ZI TAO, DITANGKAP PIHAK KEPOLISIAN KARENA TERBUKTI MERACUNI PASANGAN HIDUPNYA KRIS WU, HINGGA MENINGGAL DUNIA.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Xaeshita dengan anggun turun dari taksinya, lalu duduk di bangku depan altar menunggu Kris dengan senyum yang terus terikat di bibirnya.</p>
<p>Otak wanita itu terus terisi penuh dengan rentetan sepuluh huruf yang teruntai menjadi satu kata, pernikahan. Berlatih dialog pemberkatan sendirian, tanpa mempelai prianya.</p>
<p>=========================================================================</p>
<p align="center">Kkeut</p>
<p>=========================================================================</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78108&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/17/oneshot-fallen-leaves/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/8272073e5e4f65b9df693fe5b31fb653?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">lopelopekjw</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/kris.jpg?w=584" medium="image">
			<media:title type="html">krisAishita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[TEASER] Bloody Camp</title>
		<link>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/16/teaser-bloody-camp/</link>
		<comments>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/16/teaser-bloody-camp/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 16:38:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>FruidSallad</dc:creator>
				<category><![CDATA[@dalmahamas]]></category>
		<category><![CDATA[@_FFindo]]></category>
		<category><![CDATA[Chen]]></category>
		<category><![CDATA[D.O.]]></category>
		<category><![CDATA[Do Kyungsoo]]></category>
		<category><![CDATA[EXO]]></category>
		<category><![CDATA[EXO K]]></category>
		<category><![CDATA[EXO M]]></category>
		<category><![CDATA[Kai]]></category>
		<category><![CDATA[Kim Jongin]]></category>
		<category><![CDATA[Kris Wufan]]></category>
		<category><![CDATA[Lay]]></category>
		<category><![CDATA[Lu Han]]></category>
		<category><![CDATA[Oh Sehun]]></category>
		<category><![CDATA[Park Chanyeol]]></category>
		<category><![CDATA[Sehun]]></category>
		<category><![CDATA[Suho]]></category>
		<category><![CDATA[Tao]]></category>
		<category><![CDATA[Xiumin]]></category>
		<category><![CDATA[zhang yixing]]></category>
		<category><![CDATA[Zi Tao]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ffindo.wordpress.com/?p=78099</guid>
		<description><![CDATA[“Mampukah kau membunuh sahabatmu sendiri ?” Title : Bloody Camp (Another Battle Royale Story) Genre : Adventure, Thriller, Friendship Rating : PG-13 Length : Series Casts : All of EXO Members  Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi belaka, ceritanya murni asli dari saya sendiri, castnya cuma pinjem dan milik penggemarnya masing-masing. Cerita ini terpikirkan setelah [&#8230;]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78099&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/20130516_exo_xoxo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-78101" alt="Xoxo" src="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/20130516_exo_xoxo.jpg?w=630"   /></a></p>
<p style="text-align:center;"><em><strong>“Mampukah kau membunuh sahabatmu sendiri ?”</strong></em></p>
<p style="text-align:center;"><span id="more-78099"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Title : Bloody Camp (Another Battle Royale Story)<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Genre : Adventure, Thriller, Friendship</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Rating : PG-13</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Length : Series<br />
</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Casts :</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>All of EXO Members</em></li>
</ul>
<p style="text-align:justify;"><em> Disclaimer :</em></p>
<ul style="text-align:justify;">
<li><em>Cerita ini hanya fiksi belaka, ceritanya murni asli dari saya sendiri, castnya cuma pinjem dan milik penggemarnya masing-masing.</em></li>
<li><em>Cerita ini terpikirkan setelah melihat teaser comeback EXO yang serupa dengan cover film Battle Royale ^^. Dengan kata lain, cerita ini terinspirasi dari Battle Royale maupun Hunger Game.</em><br />
<em> ^^</em></li>
<li><em>Typo masih banyak dimana-mana, mohon maaf karena hal itu ^^</em></li>
<li><em>Author adalah seorang namja (Diingatkan lagi!)</em></li>
</ul>
<p style="text-align:center;"><strong>[BLOODY CAMP]</strong></p>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Kalian hanyalah sekumpulan manusia tidak berguna. Akan lebih baik apabila kalian semua saling membunuh satu sama lain.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;">Korea Selatan &#8211; Sebuah negara yang dikenal dengan kehidupannya yang penuh gempita, berbudi luhur, dan selalu memegang teguh pendirian. Hal-hal tersebut telah  membuat negara ini menjadi kebanggaan bagi masyarakatnya sendiri. Dibalik semua itu, disebuah tempat di Jeonju &#8211; kota kecil di dekat Daejeon,  terdapat sebuah sekolah asrama laki-laki yang terkenal di seluruh penjuru Korea.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekolah asrama tersebut bernama<strong> &#8220;SM Academy&#8221;</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang tahu mengapa sekolah ini  begitu terkenal ?</p>
<p style="text-align:justify;">Prestasi yang melimpah ?</p>
<p style="text-align:justify;">Kualitas guru yang begitu tinggi ?</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan siswa yang begitu hebat ?</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Cih.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kau salah besar apabila berpikir seperti itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekolah tersebut hanyalah tempat perkumpulan siswa-siswa yang bermasalah.  Tidak ada satupun dari mereka yang normal. Di dalam artian, tingkah laku mereka tidak sesuai dengan wajah yang mereka miliki. Wajah mereka begitu tampan, bagaikan malaikat, namun hati mereka ?<em> Huh.</em> Tak usah ku  sebutkan. Kalian semua tahu kan,  apa kebalikan dari kata &#8220;<em>malaikat&#8221;</em> ?</p>
<p style="text-align:justify;">Walaupun ada juga  yang tidak begitu <em>&#8220;parah&#8221;</em>, tetapi sebagian besar dari mereka merupakan berandalan dan pemabuk. Untuk itulah, setiap ditemukan pelaku kejahatan di Korea Selatan yang masih di bawah  umur, mereka tidak ditempatkan di penjara kota, melainkan di sekolah ini.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mereka dibina, </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mereka dilatih, </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mereka diberikan pembelajaran,</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>secara gratis.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pihak sekolah mendapatkan bantuan dana dari pemerintah. Sehingga kebutuhan akan asrama, makan, dan fasilitas, tidak ada yang dibayar oleh seorang siswa sekalipun.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Menyenangkan ?</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Kau ingin sekolah disana ? </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Kau ingin bertemu dengan para namja tampan itu ?</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kalau kau menjawab dengan tegas dan mengatakan kata <em>&#8220;Ya&#8221;</em>,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Selamat!</em></p>
<p style="text-align:justify;">Kau telah terjebak dalam perlakuan manis pemerintah.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan tertipu dengan sekumpulan manusia yang berkuasa itu, <strong>setiap perbuatan pasti ada alasan</strong>.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang kau bisa tertawa dengan teman-teman yang dulu tidak kau kenal, bersahabat, dan saling menyayangi seperti keluarga sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Pemerintah melihat tingkahmu dengan senyum tipis.  Karena mereka ingin melihat tikus percobaan mereka setidaknya bahagia, sebelum <em>mati</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Mati ?</em> Ya. Mati.</p>
<p style="text-align:justify;">Tikus percobaan mendapatkan apa yang mereka inginkan, makanan yang mereka suka, sampai waktu yang telah ditentukan. Akhirnya, semua tikus percobaan akan dikumpulkan di suatu tempat untuk menderita, menangis, dan berteriak, hingga mereka menjadi <em>bangkai</em> yang membusuk.Setidaknya begitulah cara mereka mengurangi jumlah tikus yang hanya bisa mengganggu kehidupan tikus lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti tahun-tahun sebelumnya, kali ini tikus-tikus percobaan yang akan menjadi tontonan <em>mereka yang berkuasa,</em> adalah dua belas siswa tampan kelas akhir di SM Academy.</p>
<p style="text-align:center;">~~~</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mengapa kau menangis terisak seperti itu ? Kita pasti bisa bersama sampai akhir !&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ma&#8230; ma&#8230; maaf~ maafkan aku! Kau memang sahabat terbaikku.. Ta..tapi, aku harus menyelamatkan diriku sendiri~ Mianhae~&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Mwo?!</em>&#8220;</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>DORRR!!</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>[BLOODY CAMP]</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Halo semuanya!</p>
<p style="text-align:justify;">Oke, namja ganteng kembali lagi *bawa parang*! Dimohon atas partisipasinya dalam komen , saran, dan like. Karena fruidsallad ingin tahu pendapat kalian hehe.  Di FFindo sudah ada beberapa cerita yang bertema Battle Royale, bagi chingu chingu yang suka dengan cerita tersebut, semoga suka juga ya dengan yang ini. Tapi mian karena pemerannya namja semua -_-.</p>
<p style="text-align:justify;">Ada yang menanti comeback EXO selain fruidsallad? haha.</p>
<p style="text-align:center;"><em>~Cerita diatas hanya Fiktif belaka~</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ffindo.wordpress.com/78099/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ffindo.wordpress.com/78099/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ffindo.wordpress.com&#038;blog=9871143&#038;post=78099&#038;subd=ffindo&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ffindo.wordpress.com/2013/05/16/teaser-bloody-camp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>65</slash:comments>
	
		<media:content url="http://2.gravatar.com/avatar/ebd61a5590c0de6a2f9a35fe2fee6099?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dalmahamas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ffindo.files.wordpress.com/2013/05/20130516_exo_xoxo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Xoxo</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
