Juliette

Image and video hosting by TinyPic

Cast :
-Hwang Jung Eum (lint)
-Lee Taemin
-Kim Heechul

Disclaimer : The cast is not mine, but this fanfic is MINE!

Inspired by : Juliette by SHINee

Enjoy ^^

XxXxXxXx

Jung Eum POV

“Bagus! Tinggal bagian kalimat bawahnya saja lagi yang perlu kuingat!” kataku pelan.
Aku pun memperbaiki posisi dudukku yang sekarang ada di atas pohon ini, lalu menarik nafas dalam-dalam. “When then is the meaning of a name? Isn’t this rose will still smell…. Smell… smell… Aaaarggghh!!! Lupa lagi dialognya!!! Uaa… apa yang harus aku lakukan? Pentas tinggal 1 minggu lagi!!” teriakku pada diri sendiri dan menyandarkan kepalaku di batang pohon.
“Jung Eum!” aku mendengar seseorang memanggil namaku dari bawah. Aku pun dengan kesalnya mengambil buah mangga yang sedang menggantung tidak jauh dari kepalaku lalu melemparnya kearah suara itu.
“YAH!!!” teriak yang memanggilku tadi.
“Kau berisik, HEENIM!!!” balasku.
“Aku tidak salah apa-apa, pabbo!!!” bahasnya.
Tch! Sepertinya ia mengajak berkelahi lagi. Aku pun turun dari pohon tersebut dan mendekatinya.
“Kim Heechul! Sebelumnya kan sudah kubilang kalau aku mau menghapal dialog dulu! Kau tidak mendengar apa yang saat itu katakan ya?! Hah?!” semburku padanya.
Heechul hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil memasang tampang polosnya. Aku sudah tidak sabar lagi lalu menjambak poninya.
“Yah! Sakit!” teriaknya sambil memegang tanganku. Setelah puas aku menjambaknya, aku melepaskannya lalu kembali naik ke atas pohon. Heechul mengikutiku lalu duduk di sebelahku.
“Aku heran, kenapa mesti kau menjadi bagian Romeo sih? Sedangkan Taemin menjadi Juliette-nya dan aku menjadi Rosalind?! Apa kita akan membuat sebuah parody Romeo and Juliette?” tanyanya sambil mengambil naskahku. Aku pun merebutnya.
“Jangan salahkan aku! Ini semua salah dari undian bodoh itu!” sahutku sambil membaca naskah itu namun yang ada hanya membuat kepalaku pusing.
“Tapi kau senang kan bisa berpasangan dengan Taemin? Sang pangeranmu itu?” godanya padaku.
Ugh! Sial! umpatku sambil tersipu malu.
Annyeong… Namaku Jung Eum, saat ini aku sudah memasuki tahun ketiga di SMA-ku. Dan sebentar lagi kami akan melakukan kelulusan. Lalu, saat pesta kelulusan nanti, kelas kami terpilih untuk memberikan penampilan spesial karena salah satu murid di kelas kami berhasil masuk 3 lulusan terbaik. Siapa? Tentu saja yang dikatakan oleh Heechul tadi. Taemin, Lee Taemin, murid yang paling pintar, murid yang paling disayang sama guru, murid paling berbakat, murid multitalent, murid paling cute dan tampan, murid paling banyak fans-nya di sekolahku ini. Hhhh… Dia, sungguh bisa memikat siapapun! Termasuk diriku…
Kembali ke acara kelulusan, kelas kami nanti akan memberikan penampilan berupa pementasan drama. Sempat dipilih dengan tema musical dan naskah buatan dari salah satu teman kami. Tapi, teman kami itu katanya belum siap dengan naskahnya, tetapi ia mempunyai naskah yang benar-benar sudah siap. Yaitu… “Romeo and Juliette”.
Kisah cinta tragis menurutku, tapi mungkin akan menjadi bahan tertawaan. Tentu saja akan menjadi bahan tertawaan! Seseorang yang harus memerankan Romeo itu adalah laki-laki romantis dan tampan. Tapi yang menjadi Romeo adalah aku!!! Hwang Jung Eum! Seorang cewek yang tidak popular meskipun aku memasuki kelas yang sama dengan Taemin. Bahkan tidak ada yang percaya kalau aku bersahabat dengan Kim Heechul, murid yang terkenal pintar tetapi para preman mengenalnya! Pintar tapi nakalnya minta ampun! Hhhh…
“Heechul-ah… Aku tidak yakin aku bisa memerankan ini…” kataku sambil menyandarkan punggungku di batang pohon. “Kita bisa tukeran peran, gak? Kau jadi Romeo dan aku menjadi Rosalind…”
Heechul hanya menatap kearah lain, “Gak mau!”
“Eh? Kenapa? Kan enak bisa jadi Romeo!” protesku.
“Bukan begitu, masalahnya, masa aku harus mencium Taemin yang menjadi Juliette pada adegan akhir?!” teriaknya pelan.
Aku menganga, “Aisssh! Pabbo! Kau kan bisa meminta di adegan terakhir hanya menempelkan pipimu dengan pipinya Taemin?”
Ia menggeleng, “Kataku gak mau, ya gak! Lagipula, ini kesempatanmu untuk mendapatkan ciuman dari Taemin itu. Mungkin saja kau bisa mencuri hatinya dengan itu?”
Aku pun menghela nafas. Ada benarnya juga sih, kapan lagi aku bisa mendapatkan hati Taemin. Aissh… Wajahku memerah membayangkan adegan yang akan kami lakukan. Omona! Oetteohke?
“Yah! Kau melamun ya?” goda Heechul lagi. Aku mengalihkan pandanganku ke samping, wajahku benar-benar merah sekarang. “Aigo… Belum penampilan, kau sudah membayangkan yang tidak-tidak! Yah, Jung Eum! Pikiranmu kotor juga ya!” katanya sambil turun dari pohon. Aku yang mendengar perkataannya itu langsung menggerakkan tanganku mencoba memukulnya tapi terlambat.
“YAH!!!” teriakku. Aku pun turun sedangkan Heechul hanya bisa tertawa puas dan lari secepatnya sambil mengejekku.
“Jung Eum pabbo!!!” teriaknya. Aku pun semakin mengejarnya dan aku cukup berterima kasih kepada kakiku yang cepat ini. Aku pun segera memukul bahunya, tapi Heechul hanya tertawa puas lalu mengacak-acak rambutku. Aku pun protes sambil mengerucutkan bibirku.
“Aigo, so cute!!!” cubitnya pada pipiku. Aku sudah tidak peduli lagi, aku hanya bisa berpikir sekarang, kenapa aku bisa bersahabat dengan orang tidak jelas seperti ini?!
Aku pun mengalihkan pandanganku ke lain sambil menuju kelasku. Tiba-tiba aku merinding, aku merasa sedang di awasi seseorang. Aku pun menoleh kearah belakang. Heechul juga demikian.
“Kenapa?” tanya Heechul. Aku menggeleng.
“Aku merasa di awasi…” jawabku.
“Kau merasa juga ya?” Aku pun menatap Heechul dengan heran, lalu mengangguk.
“Kau juga?” tanyaku. Ia pun mengangguk. Tapi aku menghiraukannya saja dan melanjutkan jalanku, tapi langkah Heechul masih terhenti.
“Kenapa? Ayo!” ajakku. Heechul pun tersenyum.
“Kau duluan saja. Dompetku sepertinya jatuh saat aku menuruni pohon tadi,” katanya sambil mengecek kantongnya. Aku pun mengangguk.
“Oke! Aku akan mengambilkan tasmu juga. Ku tunggu di depan gerbang.” Heechul pun mengangguk lalu berlari menjauhiku. Dan aku bergegas mengambil tasku di dalam kelas.

Jung Eum POV End

XxXxXx

Heechul POV

Sejak aku mulai mendekati Jung Eum di pohon itu, aku merasakan ada yang mengawasi kami hingga kami hendak kembali ke kelas. Aku tidak yakin itu makhluk gaib atau semacamnya lah! Karena aku hanya percaya pada Tuhan… Hhhh… Kalau Jung Eum mendengar ini ia pasti sudah merinding dan mundur beberapa langkah dan menanyakan, “Sejak kapan kau mulai alim?” Cckckck.
Aku pun berniat memergoki penguntit itu. Aku merasa tidak nyaman kalau Jung Eum dan aku terus di awasi. Sebenarnya kejadian ini sudah beberapa kali, hanya saja kejadian ini semakin sering. Apa ia fans baruku? Hah! Itu bagus! Aku akan mendapatkan hadiah lagi dari fans, tapi aku tidak bisa meninggalkan Jung Eum… Hhhh… My bestfriend also my first love…
Aisshh!! Apa yang kupikirkan sekarang?! Sudah, pikirkan penguntit itu saja! Aku masih yakin kalau penguntit itu makhluk di sekolah ini dan masih tidak jauh dari tempat aku berdiri saat ini.

-SRRAAAKKK-

Aku mendengar suara semak-semak yang bergoyang dengan sendirinya. Aduh, apa itu? Jangan-jangan lagi…
Aku pun mengancang-ancang tubuhku bila itu adalah serangan dari makhluk apapun itu.
“Keluar KAU!!! Aku tahu, kau yang sebenarnya terus menguntit kami kan?!! Aku sudah merasakan tatapan membunuhmu itu mulai dari dulu!!! YAH!!! KELUAR!!!” teriakku di kesunyian taman sekolah.
Aku pun mendekati semak-semak itu, tapi saat aku mendekatinya aku mendengar suara langkah yang sedang berlari menjauh. Aku pun mengikuti langkah itu. Aku pun semakin mendekati langkah itu dan dari kejauhan aku bisa melihat seorang laki-laki yang memakai seragam sepertiku, aku pun semakin mengejarnya dengan berlari kencang. Tapi saat aku mendekatinya, aku tidak merasa kalau di depanku ada batang pohon, aku pun terjatuh.
“Aissh!!! Sial!” umpatku. Aku pun mencoba berdiri tapi daguku berdarah begitu juga bibirku. Aku pun merasakan lututku luka juga. Aku meringis kesakitan, tapi aku memaksakan diriku untuk berdiri dan mengejar penguntit itu lagi.
Dengan langkah terpicang-pincang, langkahku semakin melambat. Tapi saat aku melambatkan langkahku, aku melihat wajah penguntit itu. Aku pun memicingkan mataku. Dan sosok itu mirip dengan orang yang sangat aku kenal.
“Lee Taemin?”

Heechul POV End

XxXxXx

Jun Eum POV

Pentas drama tinggal 3 hari lagi. Aku semakin gugup dengan penampilanku nanti. Wajahku masih memerah ketika aku membayangkan adegan ciuman bersama Taemin. Syukurlah ini pesta kelulusan, kalau ini festival sekolah, mungkin aku sudah di jajah oleh fans-nya Taemin. Hhhh…
Naskah sudah mulai aku kuasai. Tapi masalahnya, aku masih kaku ketika adegan aku bersama Juliette atau lebih tepatnya Taemin. Padahal ketika aku melakukan adegan dengan Rosalind atau Heechul, aktingku tampak memuaskan sutradara. Apa karena aku terlalu nervous ya? Arrgghh!!!
Sutradara menyarankan aku untuk dekat dengan Taemin agar bisa lebih relax saat latihan. Dekat dengan Taemin? Bbo?!! Gak mungkin! Hanya dengan jarak 5 meter saja, dia sudah membuatku silau apalagi ketika aku dan dia jaraknya hanya 1 meter atau berapalah, dia bisa membuatku pingsan. Tapi, aku tidak punya pilihan lain, pentas ini harus sukses! Aku harus membuat ini sebagai momen terakhir yang paling berharga ketika bersama Taemin.
“Taemin-ssi, mohon bantuannya ya…” kataku sambil menundukkan badanku. Dasar! Sudah 3 tahun aku mengenalnya bahkan 3 tahun sekelas dengannya, aku baru kali ini bicara sedekat ini dengannya. Pabbo!
“Yup! Mohon kerja samanya juga ya, Jung Eum…” sahutnya. Aku pun terkejut ketika ia memanggil namaku dengan aksen seperti sudah kenal beberapa tahun. Oke! Kami memang sudah kenal selama 3 tahun, tapi kami kan tidak pernah bicara sedekat ini. Wajahku pun memerah lagi.
“Jung Eum-ah, aku rasa kita berdua perlu latihan langsung di aula sekolah saja. Jadi kau bisa konsentrasi dengan latihan,” senyumnya ramah padaku. Omo! Senyumnya membuatku silau… So shine!!!
Aku ingin menolaknya karena aku tidak enak dengan sutradara yang masih menyorocos karena akting pemain lain tidak maksimal, sedangkan hari pentas tinggal menghitung hari saja. Tapi, sebelum aku berkata apa-apa, Taemin sudah menarik tanganku menuju aula sekolah. Dan kali ini tampaknya aku kurang beruntung, saat Taemin menarik paksa diriku, fans-nya Taemin memberikan tatapan membunuh padaku. Sial! Heechul-ah, di mana kamu, aku butuh punggungmu untuk menghindari tatapan mereka.
Saat berada di aula sekolah, kami mulai melakukan latihan kami. Entah kenapa aku mulai menikmati latihanku ini. Dialog dengan mudahnya aku hapal, adegan bersama Juliette pun juga dengan mudahnya aku lakukan. Tapi saat adegan ciuman, aku menyuruh Taemin untuk istrahat saja, tapi Taemin menolaknya, ia tidak mau mengulur-ulur waktu. Aduh, aku masih belum siap dengan adegan itu.
“Mana dialognya? Biar aku ajarkan bagaimana cara mengucapkan dan gerakannya,” katanya sambil merebut naskahku. Ia pun membacanya sebentar lalu tersenyum penuh arti. Aku pun mengerutkan keningku. Tiba-tiba ia mulai mengucapkan dialog yang di ucapkan Romeo saat adegan ciuman itu tiba.
Aku terkejut dengan tingkah lakunya. Taemin mulai mendekat padaku, semakin dekat dengan tubuhku. Aku ingin memundurkan langkahku, tapi terlambat! Taemin sudah menarik tanganku. Aku pun panik setengah mati! Ini cuma adegan pipi saling menempal kan? Bukan ciuman secara langsung. Tapi Taemin semakin mendekatkan bibirnya padaku, dan tinggal beberapa centi saja lagi. Aku pun menutup mataku, pasrah dengan apa yang terjadi.

-BRAKKK-

“Jung Eum-ah!!! Kau di mana???!!!” teriak seseorang. Aku pun melepaskan diri dari Taemin, aku sedikit kecewa dengan ini. Sial!
Aku pun turun dari panggung lalu menuju suara yang memanggilku tadi. Aku tahu siapa yang memanggilku tadi.
“Apa, Heechul?” jawabku sambil berdiri di hadapannya. Ia pun menyengir tidak jelas padaku.
“Aigo… Wajahmu kecewa ya? Gara-gara momen kalian tadi terganggu?” godanya padaku sambil melirik Taemin yang sekarang di sampingku. Aku pun mengarahkan tendangan pada wajahnya dan mengenainya.
“Aissh! Sakit, Jung Eum!” ringisnya sambil berteriak. Aku hanya memasang wajah dingin padanya.
“Ada apa?” tanyaku dengan dingin. Heechul masih mengelus-elus pipinya.
“Kostum kita sudah siap! Kita harus siap-siap berlatih memakainya hari ini juga,”jawabnya. Aku pun mengangguk lalu pergi begitu saja. Aku masih terlalu malu untuk berhadapan dengan Taemin, tapi saat aku pergi aku memperhatikan wajah Heechul yang memandang Taemin dengan tatapan membunuh sedangkan Taemin hanya tersenyum puas. Entahlah apa yang sekarang ada di pikiran mereka…

XxXxXx

“Berhetilah mondar-mandir, Romeo!” teriak Heechul padaku dari kejauhan. Aku pun menghentikannya lalu melihat kearah Heechul, dan WOW!!! Dia tidak seperti laki-laki lagi. Dia cantik sekali memakai kostum Rosalind dengan gaun merah marun.
“Yah, kau cocok juga ya memakai jas seperti itu!” godanya padaku saat aku terpana pada penampilannya. Aku pun segera memundurkan langkahku.
“Apa maksudmu?!” kataku. Ia pun tertawa.
“Bagaimana denganku? Cocok kan?” katanya sambil mengedipkan-ngedipkan matanya padaku. Aku pun melayangkan tamparanku pada wajahnya yang penuh make-up. Tapi, ia menangkap kepalan tanganku lalu tersenyum penuh arti.
“Kau akan menjadi milikku, Romeo. Sampai kapanpun aku akan terus menunggu…” katanya sambil tersenyum licik.
“Maaf Rosalind, aku sudah mencintai Juliette. Dialah yang sudah merubah pandanganku pada dunia ini,” sahutku. Aku dan Heechul tertawa. Tapi kali ini aku merinding lagi, sepertinya penguntit itu masih belum puas dengan kelakuannya. Saat aku membalikkan badanku, yang terlihat justru Taemin dengan gaun biru langit dan mendekatiku. Ia pun tersenyum padaku, aku pun membalas senyumannya dengan ragu. Heechul menatap Taemin juga, dan saat itu juga senyuman ramah Taemin berubah menjadi senyuman jahil.
“Oi! Cepat! 5 menit lagi kita akan tampil!” teriak ketua kelas kami sekaligus sutradara drama ini. Aku pun mengangguk lalu berjalan menuju samping panggung bersama Heechul yang menjadi Rosalind.

XxXxXx

Pentas ini hampir berakhir, tinggal beberapa adegan saja lagi, batinku. Tapi adegan setelah ini sebenarnya adalah, di mana aku dan Taemin akan melakukan adegan ciuman.
Blush! Wajahku merah sekali! Aduh, aku pasti bisa melakukannya. Lagipula, sutradara bilang kami hanya menempelkan pipi kami sedekat mungkin agar terlihat sedang berciuman. Semoga, fans Taemin tidak membunuhku…
Setelah beberapa dialog antara aku dan Juliette atau Taemin, ini saatnya aku menciumnya. Aku pun mendekatkan tubuhku pada tubuh Taemin, dan menutup mataku. Saat aku hendak melakukannya, aku mendengar teriakan histeris dari fans-fans Taemin.
“Arrggghhh!!!! ANDWE!!!!” teriak mereka. Aku mulai ragu melakukannya, tapi apa salahnya sih hanya dengan menempelkan pipiku padanya. Aku pun melihat kearah panggung samping lalu menatap Heechul yang sedang menundukkan kepalanya.
Heechul, aku harus bagaimana? batinku.
Tapi Heechul terus menundukkan kepalanya sambil mengepalkan tangannya.
“Just relax, we can do it!” bisik Taemin padaku. Aku pun menunduk, selama 30 detik aku masih tidak bergerak. Aku terlalu malu untuk melakukannya, apalagi bersama orang yang selama ini aku suka.
Tiba-tiba Taemin mengangkat kepalaku dengan kedua tangannya dan meletakkannya di pipiku. Dan yang lebih membuatku kaget adalah, bibirnya yang lembut dan berwarna merah muda itu dan bibirku yang mungil ini bersentuhan! Omona!
Mataku membesar ketika itu adegan itu terjadi. Semua orang terkejut, ini di luar dari naskah. Tidak mungkin kan Juliette yang mencium Romeo? Fans-fans Taemin mulai menangisi Taemin karena bibir pangeran mereka sudah diambil olehku.
Aku semakin tidak kuat menahan beban tubuhku, pandanganku mulai buram, saat aku minta tolong pada Heechul, ia malah sudah pergi dari posisinya entah kemana ia pergi. Seketika pandanganku berubah menjadi hitam dan aku tidak ingat lagi setelah itu. Tapi samar-samar aku mendengar suara Taemin yang memanggil-manggil namaku dengan panik.

XxXxXx

Prom Night

Hhh… Kejadian tentang ciuman “kecelakaan” tadi membuatku terpojok di ujung ball room ini sekarang. Aku dikucilkan! Aku ditatap dengan sinis! Aku dibenci! ARGH! SIAL!
Semua orang sibuk mencari pasangan untuk berdansa di lantai dansa dimana para orchestra memainkan lagu Waltz sekarang. Aku sebenarnya tidak menunggu siapa-siapa untuk melangkah ke lantai dansa, tapi entah mengapa mataku terus mencari sosok yang seharian tadi sukses membuat hidupku berubah drastis. Ya, Lee Taemin…
Dimana dia? Tapi, aku rasa mataku tidak perlu lama mencari sosoknya. Dari kejauhan sudah terlihat kalau Taemin sedang dikelilingi oleh wanita-wanita cantik. Tampaknya mereka berusaha mendapatkan hati sang Romeo itu. Tapi, saat aku melihat kearahnya, ia juga melihat kearahku lalu ia melambaikan tangannya dan tersenyum ramah padaku. Tiba-tiba wajahku menjadi merah seperti tomat. Lagi-lagi, kejadian tadi siang kembali berputar di kepalaku! Argh! Apa yang harus aku lakukan?! Aku terlalu malu kalau berhadapan dengannya! Tenanglah, kau bisa mengendalikan dirimu… Di mana Jung Eum yang selalu cuek selama ini?! Tenang, tenang… batinku.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang, aku sedikit terkejut dengan hal itu. Aku pun membalikkan badanku, dan yang menepuk bahuku itu tersenyum jahil padaku.
“Heenim! Yah!” teriakku. Untung saja musik orchestra itu mengalahkan teriakanku itu. Heechul terus saja menyengir.
“Hehehe,” ketawanya. Aku sedikit terganggu dengan senyumnya itu, aku pun menutup mulutnya supaya berhenti tersenyum.
“Aish! Jangan menertawakanku, bodoh!” protesku. Tapi Heechul menghiraukan kata-kataku itu. Tiba-tiba ia berlutut dihadapanku. Aku kaget sekaligus malu. Beberapa pasang mata menatap kami dengan heran, tapi bagi fans-nya Heechul mereka harus menggigit jari dan menatapku dengan tatapan membunuh.
“Kau mau berdansa denganku kan?” ajak Heechul yang masih berlutut di hadapanku. Aku menggigit bibir bawahku lalu dengan perlahan aku menerima uluran tangan Heechul yang lumayan besar itu. Ia pun menarikku ke lantai dansa.
Kami berdansa agak kaku…
Entahlah! Mungkin aku yang kurang bisa menguasai dansa Waltz. Hhh…
“Jung Eum… Kau… Tidak bisa berdansa ya?” tanya Heechul tiba-tiba. Telingaku panas mendengarnya lalu saking marahnya aku pun menginjak kakinya. Ia merintih kesakitan di tengah lantai dansa itu. Sedangkan aku tersenyum puas dengan perbuatanku meskipun orang-orang kembali menatap kami.
“Sakit, bodoh!” rintih Heechul sambil memegangi kakinya. Aku hanya bisa tersenyum puas lalu menjauh dari lantai dansa dan menuju taman belakang sekolah.
Tapi, saat aku sendirian di taman belakang, aku merasakan seseorang sedang membuntutiku. Aku merinding. Aku menoleh kearah belakang, tapi tidak ada siapapun. Pikiranku kembali pada Heechul, mungkin ini adalah kejahilannya lagi.
Aku bisa mendengar dengan jelas suara langkah yang mengikutiku dari belakang, aku pun berpikir untuk berhenti dengan tiba-tiba tidak seperti sebelumnya.
Aku pun menghentikan langkahku lalu dengan dengan segera membalikkan tubuhku dan meneriakkan nama Heechul.
“YAH! HEENIM!” teriakku. Tapi, aku terkejut ketika berbalik dan yang aku lihat bukanlah Heechul dengan senyum jahilnya melainkan Taemin dengan senyum yang bisa membuat semua orang menjadi silau. Ugh!
“Taemin…” kataku pelan. Ia pun kembali tersenyum ramah padaku. Wajahku kembali tersipu malu.
“Hei,” sapanya padaku. Aku pun membalas sapaannya dengan mengangguk sekali dan tersenyum ramah padanya. Tapi, apa ini cuma perasaanku atau memang benar ya? Sekilas aku melihat wajah Taemin yang memerah hanya karena sapaanku. Argh! Itu tidak mungkin kan?!
“Ada apa?” tanyaku sambil memecah kesunyian di taman ini. Ia pun berjalan mendekatiku. Oh, no! Jangan terlalu mendekat padaku, kau hanya membuat diriku semakin tersiksa, Minnie, batinku.
Saat jaraknya dan aku hanya setengah meter, aku mundur beberapa langkah. “Haha, jangan terlalu dekat ya. Kalau tidak fans-mu akan membuatku semakin terkucil. Haha,” kataku sambil tertawa garing. Ia pun tertawa geli mendengar kata-kataku.
“Hahaha, tidak apa kok! Aku sudah bilang pada mereka kalau jangan ganggu aku lagi,” sahut Taemin.
Aku mengangkat sebelah alisku dengan wajah yang heran, “Eh? Kenapa? Kau tidak suka ya?”
Taemin pun mengajakku duduk di salah satu bangku di taman itu, aku pun duduk di sebelahnya dan masih berusaha menjaga jarak.
“Tidak, bukan itu. Hanya saja, sudah cukup bagiku untuk dikelilingi oleh mereka. Karena, aku takut kalau aku mempunyai seorang kekasih yang ada dia akan terus cemburu padaku,” jawab Taemin.
“Eh? Kau sudah punya kekasih ya?” tanyaku sakit hati. Hhh…. Aku harap ia belum mempunyainya.
“Belum…” jawabnya. Dalam hati aku berteriak girang, tapi tanpa kusangka ia meneruskan kata-katanya, “Tapi, sebentar lagi dia akan menjadi kekasihku…”
Mataku membesar mendengar pernyataannya. “Eh?”
“Kenapa? Kau cemburu ya, Jung Eum?” godanya padaku. Wajahku memerah dan aku mencoba mengelak.
“Tidak… Aku tidak cemburu, lagipula aku sudah menyukai seseorang kok!” kataku sambil mengalihkan pandanganku. Jujur, aku sakit hati sekali saat mendengarnya, aku tidak percaya pada perkataannya. Selama ini Taemin selalu netral pada gadis-gadis disekolah ini. Jadi, apa mungkin Taemin menyukai gadis selain dari sekolah ini. Duh, sakit sekali aku mendengarnya.
“Apa itu, seseorang yang selalu didekatmu itu? Kim Heechul, maksudku…” kata Taemin pelan. Aku menoleh padanya lalu menggeleng dengan cepat.
“Takkan pernah! Aku takkan pernah menyukai sahabatku sendiri! Argh! Sudahlah! Jangan bicarakan siapa yang aku sukai saat ini! Lagipula, gadis yang kau sukai itu siapa?” tanyaku sambil mengalihkan pembicaraan.
Taemin diam sebentar lalu aku mendengarnya menghembuskan nafas dengan terpaksa. Ia hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaanku. Saat aku menoleh padanya, ia malah duduk dengan gelisah, ia sesekali menggigit bibir bawahnya.
“Taemin, ada apa denganmu?” tanyaku heran. Ia tampak terkejut lalu mengalihkan pandangannya kearah lain. “Jadi, siapa gadis beruntung itu?” tanyaku lagi.
Ia kembali menghembuskan nafasnya dengan perlahan lalu menatapku serius dan aku agak terganggu dengan ini.
“Kau…” katanya akhirnya dengan pelan.
“Eh? Siapa?” tanyaku memastikan. Ia tidak menyebut nama siapapun, aku hanya samar-samar mendengar kata “kau” tapi aku tidak yakin dengan itu, ia mengatakannya dengan pelan sekali.
“Hwang Jung Eum… Dia gadis beruntung yang bisa merebut hatiku selama ini…” katanya lagi dengan jelas. Mataku membesar, besar sekali. Jantungku berdetak tidak karuan, nafasku terasa terhenti di tenggorokanku, lidahku susah sekali mengeluarkan sebuah kata, wajahku merah sekali, mulutku sedikit terbuka, aku sungguh tidak percaya dengan kata-katanya.
“Aku…?” tanyaku memastikan sambil menaruh jari telunjukku di depan hidungku. Ia menatapku dengan serius lalu mengangguk pasti.
Aku pun menutup mulutku tidak percaya, ia lalu tersenyum lembut padaku. Lalu Taemin berdiri dan berlutut di hadapanku, ia mengulurkan tangan kanannya.
“Juliette, please give a chance. I’ll give you my soul. I’ll give you my breath. Please, accept me. Please, open your heart. Please, be my Juliette, Hwang Jung Eum…” katanya dengan manis sekali. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Aku terlalu bahagia, dan dengan tangan yang bergetar aku menerima ulurannya dan Taemin pun berdiri. Ia lalu menarik tubuhku ke dalam tubuhnya. Tangannya melingkar di pinggangku. Ia meletakkan kepalaku di dadanya, lalu memelukku dengan erat. Aku sudah tidak kuat lagi, aku lalu mengeluarkan airmataku dan menangis di pelukannya.
“Romeo… Please, protect me…” jawabku sambil terisak-isak. Taemin pun semakin mengeratkan pelukannya padaku.

XxXxXx

Hari ini adalah hari pertama untuk masuk universitas. Aku memutuskan untuk memasuki jurusan seni di universitas Inha. Aku juga tidak tahu mengapa aku menjadi tertarik dengan seni. Mungkin, sejak pentas drama di sekolah itulah aku menjadi menyukai seni. Dan aku bertekad untuk menjadi salah satu aktris nanti. Hehehe, selain itu aku juga beruntung karena Taemin memasuki universitas yang sama denganku, ia juga mengambil jurusan seni. Katanya, jurusan seni sudah menjadi impiannya. Tapi yang membuatku heran kenapa ia tidak masuk Seoul University saja ya? Aku tidak pernah menanyainya seperti itu. Biarlah, yang penting kita bisa terus bersama.
Tapi, saat ini masih ada yang membuat hatiku ganjil. Sejak acara prom night itu, aku tidak pernah melihat Heechul lagi. Aku juga tidak tahu lagi kabarnya sekarang. Heenim… Di mana kamu? Aku ingin berbagi kebahagianku saat ini. Salah satu impianku sudah tercapai sekarang. Kamu pasti senang kan? Tapi, bagaimana aku ingin berbagi cerita kalau kau tidak ada sekarang?
“Jagiya, aku pergi ke perpustakaan dulu ya!” kata Taemin yang membuyarkan lamunanku.
“Eh?” tanyaku kaget. Ia tersenyum lalu mencium keningku, pergi meninggalkanku lalu melambaikan tangan padaku. Aku sedikit kecewa dengan ini. Aku pun membalas lambaiannya dan berjalan menuju papan pengumuman.
Di depan papan pengumuman itu cukup banyak dikerubungi oleh orang-orang karena masih ada yang tidak tahu dengan jadwal pelajaran mereka hari itu. Aku pun mencoba berdesak-desakan, saat aku hampir dekat dengan papan itu, aku malah di dorong keras oleh seseorang. Aku pun protes, tapi saat aku melihat kearah orang itu, seorang laki-laki yang memakai t-shirt biru dengan wajah cantik seperti perempuan itu asyik mengomeli yang mendorongnya dari belakang, sesekali ia menulis jadwal di papan pengumuman.
Mataku membesar lalu saat ia keluar dari desakan itu, ia tersenyum sendiri. Dan saat ia melangkah pergi aku malah menarik paksa dirinya menuju taman belakang universitas yang cukup sunyi itu. Saat sampai aku segera menampar wajah itu.
“YAH!!!” teriak laki-laki itu sambil protes.
“HEENIM!!!” balasku dengan teriakan juga. Heechul akhirnya sadar sekarang, aku melihat matanya membesar melihatku.
“Wow! Jung Eum!!!” teriaknya sambil memelukku tiba-tiba. Aku pun mencoba melepaskan diri darinya.
“Hei, lepaskan, bodoh!”
“Hehehe, apa kabar kamu?” tanyanya.
“Yah! Nanti saja bertanya seperti itu! Selama ini kau kemana saja?! Aku mencarimu bodoh! Ponselmu tidak aktif! Apartemenmu kosong! Kenapa kau menghilang begitu saja?! Aku mengkhawatirkanmu, bodoh!” teriakku sambil menarik nafas.
Ia lalu tersenyum pahit padaku dan memelukku lagi. “Maaf, aku hanya ingin mengasingkan diriku saja. Aku hanya stres…” katanya sambil melepaskan pelukannya. “Tapi sekarang aku baik-baik saja! Aku sudah meluapkan semua emosiku! YEAH!!!” teriaknya lagi. Aku menatapnya dengan tatapan jijik.
“Yeah… terserahlah! Yang penting kau sudah kembali seperti semula…” ujarku.
Heechul kembali memelukku, tapi kali ini aku merasakan pelukan Heechul bukanlah seperti pelukan sahabat, tapi lain dari yang lain.
“Jung Eum… Aku menyukaimu… Aku mencintaimu…” kata Heechul tiba-tiba. Aku yang terkejut dengan perkataannya, melepaskan pelukannya.
“Mwo?”
Heechul tersenyum pahit, “Aku tidak memintamu untuk menjadi kekasihku. Karena aku sudah bertekad untuk melupakanmu dan membiarkanmu bahagia dengan kekasihmu. Aku tahu semuanya, Jung Eum… Aku berjanji akan menganggapmu sebagai sahabatmu saja, mulai saat ini…” katanya lagi. Mataku membesar saat ia berkata seperti itu, tapi tiba-tiba seseorang memanggilku dari kejauhan.
“Jung Eum!” aku pun menoleh dan aku melihat Taemin memanggilku dari kejauhan. Aku tersenyum lebar padanya, tapi saat aku membalikkan badanku, aku melihat Heechul tertunduk.
“Pergilah… Bahagialah… Aku akan mendukungmu dari belakang, Jung Eum…” katanya pelan lalu mengangkat kepalanya dan tersenyum pahit padaku. Aku merasa tidak tega melihatnya aku ingin memeluknya sekali lagi, tapi saat aku ingin melakukannya Heechul malah mendorongku dari belakang.
“Pergilah… Rosalind ini sudah menyerah… Juliette-mu sudah menunggu, Romeo…” katanya lagi. Aku pun tidak bisa berkata apa-apa lagi, aku sedikit terharu dengan perkataannya. Aku pun memberikan senyuman lembut padanya.
“Terima kasih, Rosalind… Tidak, terima kasih, Kim Heechul, my bestfriend…” ujarku sambil berlari menuju Taemin yang sudah menungguku.
Hhhh… Ternyata, drama yang pernah aku pentaskan itu ternyata terjadi dalam hidupku. Aku menjadi Romeo, Heechul menjadi Rosalind dan Taemin menjadi Juliette-nya. Hidupku sangat unik ya…

Jung Eum POV End

Image and video hosting by TinyPic

THE END

Advertisements

9 responses to “Juliette

  1. Kasian hee chul -.-
    crita na bagus, keren, kyk crita komik, saia sambl ngebayangin pas ngebaca ne ff.. ^^
    buat crita yg laen n lebh seru gi aaah..

  2. Bagus ceritanya! d^^b
    terharu sama heechul.Huhuhu T.T
    tp kok ga di jelasin mksd taemin nguntit heechul sm jung eum?
    *aku lbh suka kalo jung eum jadian sm heechul.Cuma pendapat.Hehehe^^v*

  3. “ Juliette, please give a chance. I’ll
    give you my soul. I’ll give you my
    breath. Please, accept me. Please,
    open your heart. Please, be my
    Juliette,
    mauuuuu dbilangin kata2 ne! Tp ma onew! Hehe

    pasti d acara drama ntu heechul n taemin cuantik sangad!!!

    ♥ &hearts ♥

  4. ya.. makasih ya udh baca ^^
    Hahaha, km pengenny onew ya?
    Ak jg pengen onew ngomong kyk gitu. Hahaha, tp kasian key ntar *lah*

    Pasti, siapa yg g bs ngalahin kecantikan taemin dan heechul d sna klo jd cewe. hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s