5 Drabbles

Noona is So Pretty-SHINee

Pandangan Tae Min tidak pernah sekalipun lepas darinya. Kemanapun ia bergerak, pandangan mata remaja itu terus melekat kepadanya. Tapi kelihatannya ia sama sekali tidak menyadari tatapan penuh kekaguman yang diberikan oleh Tae Min padanya.
“Tae Min sshi, haseyo…” kata gadis manis itu, meletakkan parfait pesanan Tae Min ke mejanya.
Tae Min tercekat, kaget. Ia tahu gadis itu berjalan ke arahnya. Tapi ia sama sekali tidak menyadari gadis itu akan bicara sambil menyebut namanya.
Ia melihat gadis itu tersenyum manis padanya, kemudian berbalik dan berjalan kembali ke kounter kafe tempatnya bekerja. Ia mengambil sebuah note dan mencatat pesanan beberapa tamu yang baru datang.
Tae Min kembali bertopang dagu sambil mengaduk-aduk pesanannya, tanpa minat sama sekali. Sesekali ia menyuapkan parfait itu ke mulutnya, sambil membayangkan gadis yang kini sibuk di belakang kounter kafe tersebut.
Kalau saja usia mereka tidak terpaut jauh. Kalau saja Tae Min lahir di tahun yang sama dengannya, atau bahkan lebih tua darinya. Mungkin, gadis itu akan memandangnya bukan sebagai seorang adik kecil.

U-Super Junior

“Pembacaanmu bagus sekali, KiBum sshi…”
Key menatap gadis yang duduk di depannya dengan tatapan lurus. Gadis itu balas menatapnya dengan senyuman di wajahnya, yang juga tercermin di kedua matanya.
Saat itu keduanya duduk di salah satu meja di kafe tempat gadis itu bekerja. Kebetulan saat Key merupakan satu-satunya tamu yang datang. Ia memang sengaja datang pada jam-jam di mana kafe tersebut sedang sepi. Ia memang ingin memonopoli gadis itu sendiri. Tapi biasanya ia gagal karena ada tamu kafe yang datang, dan tentu saja gadis itu harus melayani tamu tersebut.
“Minggu ini adalah minggu keberuntunganku, kan?” tanya gadis itu.
Key tersenyum, dan mengangguk. Ia mengocok kartu tarot di tangannya beberapa kali dan kembali membaginya.
“Minggu ini juga minggu keberuntunganku…” kata Key, lebih kepada dirinya sendiri.
“Oya?” tanya gadis itu, kelihatan tertarik. Tapi suara dentingan lonceng lebih menarik perhatiannya. Itu pertanda ada tamu yang datang. Key memaki dalam hati.
Gadis itu beranjak dan menghampiri tamu yang baru datang, sementara Key membuka kartu tertutup terakhir miliknya. Ia melihat gambar pada kartu tersebut dan tersenyum.
“Permainanku baru saja akan di mulai…” batin Key, memandangi gadis itu yang kini tersenyum ramah. Diam-diam, Key berharap senyuman itu bisa dimilikinya sendiri.

Coward-SS501

Onew memegangi ponselnya erat-erat dalam posisi terbuka. Ia mengarahkan kameranya pada sosok yang saat itu sedang membersihkan salah satu meja kafe tempat ia duduk. Ibu jarinya menekan tombol shutter, dan foto gadis itu kini terpampang di layar ponselnya.
Itu sudah foto ke 20 yang ia ambil secara diam-diam. Dan ia masih merasa tidak puas.
Gadis itu bergerak ke meja yang ada di dekatnya. Onew buru-buru menyembunyikan ponselnya, dan duduk manis, berpura-pura menikmati makanan yang ia pesan-yang sejak awal ia pesan hanya sebagai alasan keberadaannya di kafe tersebut.
“Ada yang berbeda darinya hari ini…” batin Onew ketika ia melihat gadis itu dengan jarak yang lebih kecil.
Ia berusaha mengingat apa yang berbeda dari gadis itu. Onew terus berpikir hingga dahinya berkerut. Karena terlalu serius, ia tidak menyadari gadis itu memperhatikannya dengan bingung.
“Apa ada yang salah dengan makanannya?” tanya gadis itu, membuat Onew tersentak kaget dan gelagapan. Ia buru-buru menggeleng dan gadis itu tersenyum.
Lalu Onew mengerti apa yang berbeda dari gadis itu.
Hari ini ia mengenakan sedikit make up, tetap minimalis, namun semakin terlihat cantik. Ia juga tidak mengenakan jeans santai seperti biasanya, tapi rok mini yang memperlihatkan sepasang kakinya yang indah.
Wajah Onew memerah. Tapi kemudian ia bingung.
Apakah gadis itu berdandan untuknya? Ataukah untuk orang lain?

Girls Don’t Know-FT Islands

Hari itu ia juga ada di sana. Tapi kali ini ia tidak sendirian. Ia bersama salah satu hyung-nya, yang saat itu juga entah memikirkan apa.
MinHo bersandar di bangkunya, mencoba untuk tidak terus melemparkan pandangan pada sosok yang terus mengganggu tidurnya beberapa malam itu. Sejak magnae mereka mengajaknya ke kafe ini hanya untuk menikmati segelas parfait, MinHo sama sekali tidak bisa melupakan gadis itu.
Dan hari itu ia juga ada di sana, melayani para tamu dengan senyumannya yang simpatik.
MinHo menghela nafas.
Ia memang terlalu pendiam. Di dalam grupnya, dia memang yang paling tidak banyak bicara. Baik mengenai dirinya sendiri, maupun mengenai grupnya. Apalagi untuk masalah seperti ini.
Untuk kesekian kalinya, ia kembali mengerling ke arah gadis itu, yang kini duduk di kounter kafe sambil memainkan ponselnya. Ia kelihatan senang sekali. MinHo bertanya-tanya dalam hati, apa yang membuat gadis itu tersenyum begitu bahagia.
Lonceng kafe berbunyi.
Gadis itu melihat siapa yang datang, dan tersenyum, bahkan terlihat lebih bahagia dari sebelumnya.
“Oppa~” sapa gadis itu.
Seorang pemuda tampan mendatangi gadis itu dan menggenggam jari-jari lentiknya.
MinHo kembali menghela nafas. Hanya dengan memandangi gadis itu, tanpa berkata apa-apa, bahkan gadis itu tidak tahu apa-apa soal apa yang ia rasakan, MinHo sudah mengalami yang namanya kehilangan.
Ia hanya berharap hyung di sampingnya tidak mendengar bunyi hatinya yang patah.

Neorago-Super Junior

Padahal JongHyun sudah memutuskan untuk tidak lagi datang ke kafe itu. Tapi ia tidak bisa menolak perasaan yang menyeretnya untuk kembali mengunjungi kafe itu. Atau tepatnya, mengunjungi gadis itu.
Tapi kali ini ia datang lagi, bahkan tidak sendirian. Ia berhasil menyeret salah satu dongsaengnya untuk menemaninya, agar ia tidak perlu diam sendirian seperti orang bodoh. Tapi JongHyung salah memilih orang yang ia ajak, karena saat ini keduanya sama-sama terdiam, tenggelam dalam pikiran masing-masing.
JongHyun bersandar di meja dan memandangi gadis itu, yang duduk di balik kounter kafe sambil mengutak-atik ponselnya.
Ia sudah tahu apa akibatnya jika meletakkan harapannya mengenai gadis itu terlalu tinggi. Sudah banyak orang yang memperingatkannya soal perasaannya itu-tapi yang jelas bukan anggota grupnya, mereka tidak tahu apa-apa soal ini. Tapi JongHyun tetap tidak bisa mengubah perasaannya. Hatinya sudah tertangkap oleh gadis itu.
JongHyun masih memperhatikan gadis itu, dan berharap waktu berhenti agar ia bisa terus memandanginya. Ia sudah hampir tidak peduli pada apa yang dikatakan oleh orang lain. Ia bahkan bersumpah, apabila ia terlahir kembali, ia akan tetap memberikan hatinya untuk gadis itu.
Hampir saja JongHyun berpikir seperti itu.
“Oppa~”
Gadis itu menyapa pemuda yang baru saja datang dan membiarkan pemuda itu menggenggam tangannya.
JongHyun memejamkan matanya dan menghela nafas. Tapi ia tetap bersumpah, saat lahir kembali, hanya gadis itu yang akan ia cari.
Ia berharap dongsaeng di sampingnya tidak menyadari jeritan putus asa di dalam hatinya.

Advertisements

7 responses to “5 Drabbles

  1. mianhae~~

    yang ini emang ga ada sambungannya…
    noonanya sapa, pacarnya si noona sapa, endingnya gmana, aq serahin semuanya ama yg baca *ayo.. silakan di imajinasikan, hwehwe*

    tengkyu dah dibaca ^^

  2. ngebayangin,, ky di MV replay..yg jd cweknya vic onni,, trs pacar cwek yg dteng itu nickhun…cz jdul lgu yg pertamanya noona neomu yeppo sii…jd mlah otakku kburu ngebayangin MV replay..kekekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s