SHINee Dormy-Day 4-6

Cerita Sebelumnya…

“Lho? Mana Hye Sun? Tadi dia duduk di sampingmu, kan, Hee Jin?” tanya Onew, yang baru menyadari kalau Hye Sun sudah menghilang.

“Dia bilang mau ke kamar mandi…” jawab Hee Jin, memperhatikan gambar lain yang dtunjukkan oleh Tae Min padanya “Aish… aku juga tidak akan mau mengenakan yang satu itu!” serunya kemudian.

Onew membentuk huruf O dengan mulutnya dan kembali menekuni majalahnya. Kemudian ia teringat sesuatu.

“Bukannya Key sedang menggunakan kamar mandi, ya?” batin Onew sambil lalu.

Tepat pada saat itu, Hye Sun memutar kenop kamar mandi dan membuka pintunya…

“Hye Sun ah!!!!!!”

Hye Sun berhenti membuka pintu kamar mandi dan menoleh ke arah datangnya suara. Ternyata Hyun Ji sudah berdiri di sampingnya dengan menenteng sekantung penuh sabun mandi cair yang baru saja mereka beli.

“Ne?” tanya Hye Sun. Tangannya masih menempel di kenop pintu kamar mandi. Sementara di dalam kamar mandi, Key yang mendengar suara-suara di luar kamar mandi dan menyadari kebodohannya lupa mengunci pintu segera mengenakan wig dan pakaiannya.

“Kau salah mengambil sabun mandi…” kata Hyun Ji.

“Masa?” tangan Hye Sun menjauh dari kenop pintu dan mengambil kantung berisi sabun itu dari tangan Hyun Ji “.. ah iya!! Aku salah… Mianhae, unnie…”

“Sudahlah… sekalian taruh sabun itu di kamar mandi, ya? Lho?” gumam Hyun Ji, berhenti ketika melihat pintu kamar mandi setengah terbuka “Bukannya ada Gwi Boon di dalam??”

“Jongmal???” seru Hye Sun kaget. Ia buru-buru mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Key yang ada di dalam.

“Ne… aku sudah selesai kok…” teriak Key dari dalam kamar mandi.

“Oh, untunglah… Aku mau masuk…”

Key keluar sambil menenteng pakaian kotornya yang berlumuran tepung. Ia memegangi dadanya yang berdebar-debar dan menarik nafas panjang.

“Lho? Kenapa kau berlumuran tepung, Unnie?” tanya Hye Sun.

“Ah, ini… Tadi ada sedikit kecelakaan kecil…” jawab Key sambil tersenyum untuk menutupi kegelisahannya. Ia masih berdebar-debar karena kejadian barusan.

Hye Sun Cuma tersenyum kecil dan langsung masuk ke kamar mandi sementara Key buru-buru ke ruang cuci dan memasukkan seluruh pakaian kotornya asal saja ke dalam mesin cuci. Ia menyalakannya, dan duduk bersandar di mesin cuci sambil menunggu pakaiannya selesai.

“Ah… jin jja…. permainan ini sangat berbahaya….” gerutu Key, mengacak-acak rambutnya.

Malam harinya

Hee Jin melompat naik ke atas tempat tidur dan mengaduh saat ia merasa lututnya membentur sesuatu yang kecil dan keras. Ia mengutuk dan mencari-cari benda tersebut yang sepertinya terselip di balik selimutnya. Saat ia berhasil menyentuh benda tersebut, ia menariknya keluar dan terdiam.

“Ponsel milik Tae Yeon? Kenapa ada di sini?” batin gadis itu sambil membolak-balik ponsel tersebut.

Saat ia akan meletakkannya di meja, ponsel itu berdering-nyaris membuat Hee Jin menjatuhkannya karena kaget.

“Aigoo… Tae Yeon kan sedang keluar bersama kedua kakaknya… Ottoke…” gumam gadis itu sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menerima panggilan tersebut.

“Yoboseo?”

“Tae Min ah? Ne ga eodiseyo?” kata orang di seberang sana.

“Nuguseyo…??” tanya Hee Jin, mengerutkan dahinya.

Si penelpon berhenti bicara, dan tiba-tiba langsung memutuskan hubungan. Hee Jin memandangi layar ponsel dengan bingung dan melihat foto yang terpasang sebagai wallpaper di ponsel tersebut.

“Angurae…” gumam Hee Jin. Ia mengutak-atik ponsel tersebut dan menemukan foto-foto lain dengan objek yang sama di dalam folder ponsel tersebut.

Merasa kaget dan bingung, Hee Jin diam dan memikirkan pertemuannya dengan teman sekamarnya itu dari awal. Saat itulah ia teringat sesuatu yang selama ini memang mengganggu pikirannya, namun tidak begitu ia perdulikan.

Ia melompat turun dari kasurnya dan membongkar majalah yang tersusun rapi di mejanya. Ia menemukan majalah yang ia cari dan membuka halamannya dengan cepat. Pada satu halaman ia berhenti, dan jari telunjuknya menelusuri foto-foto di majalah tersebut. Tangan Hee Jin berhenti bergerak tepat di atas salah satu foto.

“Tidak mungkin! Ternyata dia…”

Tae Min masuk ke dalam kamarnya yang gelap gulita dan menyalakan lampunya. Hee Jin sedang tidak di kamarnya. Jadi ia masuk dan mengunci pintunya, kemudian mulai melepas kancing kemeja yang ia kenakan satu demi satu. Tepat pada saat ia melepas kemejanya, Hee Jin muncul entah dari mana.

“Tae Yeon ah… Kau sudah pulang?” sapa Hee Jin dengan suara pelan.

Tae Min yang terkejut secara reflek langsung berbalik dan menutupi tubuhnya dengan kemejanya.

“Kenapa kau tutupi? Kita kan, sama-sama perempuan…” kata Hee Jin sambil duduk di tepi kasurnya dan meraih majalah yang terbuka di sampingnya. Ia duduk santai sambil membolak-balik halaman majalah tersebut sementara Tae Min menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“H-Hee Jin ah… darimana kau muncul? Aku tidak melihatmu tadi…” tanya Tae Min seraya mengenakan kemejanya kembali.

“Kau tidak jadi ganti baju?” tanya Hee Jin, menolak menjawab pertanyaan Tae Min dan sekarang fokus memandangi anak itu.

“Aku ganti baju di kamar mandi saja…” kata Tae Min, memungut piyamanya dan mulai melangkah menuju pintu keluar.

“Ya!! Tae Yeon ah!!” seru Hee Jin, berdiri dan berjalan mendekati Tae Min.

Tae Min mematung di depan pintu. Ia menelan ludah saat Hee Jin menunjukkan foto yang terpampang di salah satu halaman majalah yang gadis itu pegang.

“Kau mirip sekali dengan orang ini, ya… Tae Yeon… eh, aniya… Tae Min sshi?”

Kali ini Tae Min sama sekali tidak bisa berkutik.

“Aku tidak percaya aku tidak mengenali siapa kalian!!!” seru Hee Jin.

Saat itu keduanya duduk di tengah kamar, mengenakan piyama, dan masing-masing memeluk sebuah boneka. Mereka sama-sama tidak ikut kakak-kakak mereka yang sedang asik menonton film horor yang mereka sewa.

Tae Min terpaksa menceritakan rencana mereka pada Hee Jin dan sudah mempersiapkan diri menerima amukan Hee Jin. Tapi, alih-alih mengamuk dan melempari Tae Min dengan kap lampu meja seperti pada saat Onew membangunkannya, Hee Jin malah berseru kegirangan dan hampir saja menubruk Tae Min saking senangnya.

“Aku bisa membayangkan wajah Hye Sun-unnie kalau ia tahu ia sekamar dengan idolanya!!!”

“Eh? Hye Sun-unnie itu fansnya Key-hyung?” tanya Tae Min, menatap Hee Jin dengan mata bulatnya yang polos. Hee Jin mengangguk.

“Malah sebenarnya kami bertiga adalah fans kalian… Kenapa Jong Hyun-oppa tidak ikut bersama kalian???”

“Dia dan Min Ho-hyung pulang karena urusan keluarga…”

“Ah… Berarti panggilan yang aku terima di ponselmu tadi… salah satu dari mereka berdua???”

“Ne. Itu Min Ho-hyung…” jawab Tae Min, memeriksa panggilan masuk ponselnya. Hee Jin meremas kedua tangannya saking bahagianya.

“Eh… Hee Jin ah… Jangan katakan pada siapapun soal ini, ya? Jangan katakan pada kedua kakakmu mengenai ini, dan jangan katakan pada Key-hyung dan Onew-hyung kalau kau sudah tahu siapa kami… Aku mohon…” pinta Tae Min.

“Tenang saja… Aku kan, tidak sejahat itu…”

Tae Min menghela nafas lega.

“Tapi… ngomong-ngomong… dari mana kau muncul Hee Jin? Bukannya pintu kamar sudah aku kunci, ya?” tanya Tae Min lagi.

“Aku bersembunyi di bawah kasur…” jawab Hee Jin sambil lalu. Ia sibuk mencari ponselnya “Lalu kenapa ponselmu bisa ada di kasurku? Apa yang kau lakukan di kasurku, Tae Min??” tanya Hee Jin lagi seraya mengacung-acungkan ponselnya ke arah Tae Min.

“Mianhae… Tadi siang aku mencoba menghubungi Min Ho-hyung, tapi tidak diangkat… Karena kesal, aku lempar ponselku sembarangan. Rupanya terlempar ke kasurmu…”

“Baiklah… Sebagai uang tutup mulut…” mendadak Tae Min merasa tidak enak “…Tae Min sshi…”

“N-Ne?”

Hee Jin membuka flap ponselnya.

“Ayo menari!! Aku ingin merekam tarian Julliette-mu secara langsung~~~”

Hyun Ji, Hye Sun, Onew dan Key yang sedang asik menonton DVD di ruang tv sama-sama berteriak kaget ketika si hantu menampakkan diri di depan mereka. Key, yang menyukai sekaligus membenci film horor mendadak bersikap bipolar. Saat keadaan tenang, ia diam membatu sementara tiga orang yang lain asik menerka-nerka jalan cerita. Dan pada saat keadaan mulai tegang, ia memukuli Onew yang terdiam karena ketakutan.

“Ah… jin jja… Aku mau berhenti saja….” seru Key saat si hantu lagi-lagi mengagetkan mereka berempat.

“Gwi Boon ee, andwe!!! Jangan tinggalkan kami!!!” seru tiga orang lainnya, menarik Key hingga terduduk lagi.

Key hanya bisa duduk lemas sambil menahan takut. Ia merebut bantal yang dipeluk oleh Hyun Ji dan menutupi wajahnya.

“Oh! Pasti hantunya akan muncul lagi!!” seru Onew, bersemangat.

Key mencelos dalam hati. Dia tidak pernah suka film horor dan tidak pernah berhasil menyelesaikan menonton film horor di bioskop. Yang sering terjadi adalah ia akan menyewa film itu lagi dan menyiksa diri dengan menontonnya di apartemen mereka.

“Ini menyenangkan!!!” seru Onew lagi.

Aish… Jongmal Jjang nanda!!!!” gerutu Key dalam hati.

Advertisements

8 responses to “SHINee Dormy-Day 4-6

  1. wah sru bgt nonto film horor bersma-sma, aduh ngeliat ftonya key yg di atas bkin aku mleleh aku tdak bsa bcra apa2 aahhh… key.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s