I’ll Be There..[part.2] Last.part

Cast:

*Choikang Changmin

*Choi Hye Rim

-Minor cast:

* Choi Minho

* Park Yoochun

*Another DBSK’s member

Inspired by: “Unforgettable Love” DBSK’s drama..^^

+++++++++
sebelumnya~~~

Dengan bungkusan kimbap yg ada ditanganku,aku melangkah menuju lapangan basket yg hanya beberapa meter dari tempatku dan Yoochun tadi berdiri.Suara pantulan basket mulai terdengar jelas,entah kenapa aku malah penasaran dengan suara basket itu,malam-malam begini masih juga ada orang yg mau bermain basket.dengan langkah perlahan aku berdiri disisi lapangan tersebut,kulihat sesosok orang sedang mendribel bola basketnya di depan ring..saat sosok itu berbalik,aku hampir saja menjatuhkan bungkusan makananku…ternyata dia..

+++++

Part.2

Hye Rim terus mencoba memasukkan basketnya kedalam ring,tanpa menyadari bahwa ada seorang laki-laki yg dari tadi memperhatikannya dari jauh.

Beberapa menit kemudian Hye Rim yg merasa lelah duduk ditengah lapangan sambil mensolonjorkan kedua kakinya,ditegaknya air mineral dari botol yg diambilnya dari dalam tasnya tadi.

Hye Rim menengadahkan wajahnya tuk menatap langit malam,dan seperti biasa diatas sana bulan bersinar dengan terangnya bersama ratusan bintang-bintang malam yg bertebaran dilangit itu.Hye Rim melap keringat yg membasahi lehernya,lalu menghirup oksigen malam yg segar sebanyak yg ia bisa,dan mengehembuskannya dengan kencang.

Udara malam yg dingin rupanya tak sanggup membuat Hye Rim tuk beranjak pulang kerumahnya,dibiarkannya udara yg dingin itu menerpa tubuhnya,dibiarkannya tubuhnya yg lelah mengigil karena kedinginan,ditekuknya kedua lututnya kemudian dibenamkannya kepalanya dalam-dalam disana.

Tak ada yg bisa kulakukan sekarang ini..selain meringkuk kedinginan seperti biasanya..

“apa yg dilakukannya..?!”gumam Changmin keheranan melihat Hye Rim meringkuk ditengah lapangan.antara ragu dan bingung,Changmin ingin melangkah mendekati perempuan yg selama ini mengusik hatinya itu.

Selangkah..dua langkah…dan kini jarak Changmin sangat dekat dengan Hye Rim,Changmin berdiri dibelakang perempuan itu,jantungnya yg awalnya berdegup dengan normal,tiba-tiba berdegup kencang tak karuan,cepat..dan semakin cepat..

Hye Rim tak menyadari kehadiran Changmin tersebut..

“ya tuhan,apa yg harus  kulakukan sekarang..” batin Changmin kebingungan sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal.

Lama berdiri dibelakang Hye Rim,membuat Changmin jadi semakin sulit tuk bernafas..saking gugupnya.

Bibirnya terkatup rapat,tak dapat mengeluarkan sepatah katapun..

Detik berikutnya..dengan samar-samar Changmin mendengar isakan tangis dari perempuan yg meringkuk membelakanginya itu.

Jleebb..jantung Changmin seakan  berhenti berdetak,ketika mendengar isakan yg samar-samar tadi semakin jelas ditelinganya,perempuan yg ada didepannya itu menangis…menangis dalam ringkukan,menangis ditengah malam begini,ditengah-tengah lapangan seperti ini,ada apa dengan perempuan ini?! Seribu pertanyaan muncul dikepala Changmin..

Changmin maju beberapa langkah lagi hingga tepat dibelakang Hye Rim,tangannya sebenarnya ingin menyentuh bahu Hye Rim,tapi tidak jadi..ditahannya tangannya tuk menyentuh perempuan itu.Dibiarkannya perempuan tersebut menangis dalam keheningan malam,seandainya bisa ingin sekali ia merengkuh perempuan itu kedalam pelukannya untuk menenangkannya,tapi apa daya..mereka hanya sepasang orang asing yg tak saling mengenal..yg dipertemukan malam ini ditengah-tengah lapangan basket seperti ini.

+++++

Choi Hye Rim POV

Hhah..kenapa aku malah menangis seperti ini sih..seperti orang bodoh saja,walaupun tak ada orang lain yg melihatnya,tetap saja aku merasa diriku bodoh dihadapan langit malam,bulan dan juga bintang-bintang itu yg menyaksikan aku menangis malam-malam begini.

“arghh..pabbo kau Hye Rim..” aku mengejek diriku sendiri,dan segera menghapus sisa-sisa air mataku yg membasahi wajahku dengan tangan.

“ini…” tiba-tiba sebuah  tangan muncul dari belakangku dengan saputangan berwarna putih disodorkan padaku.membuatku terkejut dan spontan menoleh kebelakang. Kudapati seorang laki-laki dengan sedikit membungkuk sambil tersenyum dan menyodorkan saputangan kearahku.

“hapus air matamu dengan ini..” tawar laki-laki itu. Aku yg masih setengah terkejut tetap bergeming sambil menatap curiga pada laki-laki itu.

Kemudian laki-laki itu beralih tempat dan duduk disampingku.

“tenang saja..aku bukan orang jahat” laki-laki itu seperti bisa menebak isi pikiranku,dan dia masih menyodorkan saputangannya,dengan ragu aku ambil saputangan tersebut dari tangannya.

“g-gumawo..” ucapku setelah menerima saputangan tersebut.

“hmm..gwencana, sudah lebih tenang sekarang?!” Tanya laki-laki itu tanpa menoleh padaku.

“heh..”pertanyaannya membuatku kaget sekaligus malu,ternyata malam ini bukan hanya langit malam yg melihatku menangis,tapi juga laki-laki ini..ya tuhan..aku sungguh malu saat ini.

“k-kau mendengarku menangis..?!” tanyaku balik,cukup malu juga..menanyakan hal ini padanya.

“hmm..tidak sengaja mendengar, mian..”jawabnya sambil menoleh dan tersenyum lembut padaku.

DDEGG!!…jantungku hampir berhenti saat melihat senyum laki-laki ini,padahal aku tidak mengenalnya..

Aku membalasnya dengan senyuman juga..lalu cepat-cepat mengalihkan wajahku darinya.

“boleh aku menanyakan sesuatu..” ucapnya tiba-tiba.

“ehh..”

“kenapa kau menangis malam-malam begini?!”

“heh..err..” bagaimana aku harus menjawabnya,aku sendiri tidak tahu mengapa aku selalu menangis tiap malam disini?!!

“kalau kau keberatan,tidak dijawab juga tak apa-apa..”

“sorry..”sahutku pelan sambil menundukkan wajahku..dan tiba-tiba saja laki-laki itu mengusap-usap kepalaku,untuk kesekian kalinya membuatku kaget dan malu.

“kalau begitu satu pertanyaan terakhir..”

“heh..”

“siapa namamu?!”

“eh..aku..namaku Hye Rim”sahutku bingung,karena dia mendadak menanyakan namaku..

“nah Hye Rim..namaku Changmin..salam kenal” senyumnya sambil menjulurkan tangannya kearahku,aku menyambut dan menjabat tangannya.

“sekarang sudah larut malam,sebaiknya kau pulang …lagipula udaranya sangat dingin,nanti kau malah masuk angin” tawar laki-laki itu,dia terlebih dahulu berdiri lalu menyodorkan tangannya tuk membantuku berdiri.aku hanya tersenyum melihat tindakannya dan menyambut uluran tangannya.

“gumawo..” ucapku dengan sebuah senyum.

“hmm..nah kau lebih cantik sekarang jika tersenyum seperti itu” lagi-lagi dia membuatku malu,laki-laki ini bahkan selalu tersenyum setiap kali berbicara.

Aku meraih tasku dan bola basketku,lalu pamit pada laki-laki bernama Changmin itu dan sekali lagi berterimakasih padanya,dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku..

Ya tuhan..laki-laki ini….

+++++

Changmin POV

Ahh..aku tidak menyangka bisa bertemu dengan perempuan yg selama ini aku kagumi ditengah lapangan seperti ini,persis saat pertama kali aku melihatnya bermain basket bersama teman-temannya.

“Hye Rim..” akhirnya aku mengetahui nama perempuan itu,perasaanku senang sekarang…bahkan tadi aku sudah sempat mengobrol dengannya..oh..tuhan terimakasih..!!

Aku masih saja menatap jalanan ketika Hye Rim pulang tadi yg sekarang sudah kosong. Hanya satu yg sekarang kupertanyakan,mengapa tadi Hye Rim menangis..?! apa ada sesuatu yg terjadi padanya,setelah sekian lama tidak melihatnya bermain basket,dan malam ini untuk pertama kalinya aku melihatnya bermain basket lagi,tapi setelah itu..dia malah meringkuk dan menangis ditengah lapangan..membuatku mencemaskannya,ada apa dengan Hye Rim?!

+++++

“yaa..semuanya,aku pulang..”teriak Changmin pelan sambil memasuki ruang utama kos-kost..annya.

“ya-Changmin-ahh..kemana saja kau lama sekali” Yoochun langsung menyemprot Changmin yg baru saja datang.juga teman-teman kost Changmin yg lainnya,yg sudah terlihat seperti orang kelaparan,karena menunggu Changmin yg membawa sebagaian bungkusan makanan lainnya.

“ehh..mian..mian..semuanya aku terlambat pulang” ucap Changmin meminta maaf tidak lupa dengan senyum innocent-nya.

“kau ini..kami hampir ketiduran gara-gara menunggu makanan darimu” celoteh temannya yg lain.

“iya deh..iya,tadikan aku sudah minta maaf”

“ahh..sudahlah..sini cepat bungkusan kimbapnya” Yoochun mengambil bungkusan kimbap yg ada ditangan Changmin,kemudian berlalu membawa bungkusan itu keruang tengah,disana sudah menunggu anak-anak kost yg lain.

Sedangkan Changmin masih berdiri didepan pintu sambil senyum-senyum sendiri,karena memikirkan pertemuan tak sengaja-nya tadi dengan Hye Rim..

“hei..Changmin..kau mau makan apa tidak?!” teriak Yoochun dari ruang tengah.

“hah..heh..ya tentu saja aku mau makan”lamunan Changmin langsung dibuyarkan oleh panggilan Yoochun.dan dia berjalan menuju ruang tengah tuk makan bersama yg lain.

+++++

Hye Rim yg pagi-pagi tadi sudah bangun,selesai sarapan  paginya,sekarang tengah melamun didepan jendela kamarnya yg ada dilantai dua,dia hanya menatap kosong kearah jalanan depan rumahnya itu.

Matanya terasa hampa,hanya tersirat kesedihan disana..pikiran dan hatinya sekarang sama-sama mati rasa,Hye Rim merasa seakan-akan dia menjadi mayat hidup saat ini,seolah kehidupannya saat ini tidak berarti apa-apa lagi baginya.

Yahh..sekarang dia tahu,alasan kenapa orang tuanya memberhentikan sekolahnya,kenapa orangtuanya melarangnya bermain basket lagi,dan kenapa orang orangtuanya menyuruhnya untuk tetap berada dirumah saja,dan tidak melakukan hal-hal berat yg dapat membuatnya kelelahan..?!

Dan jawaban atas itu semua didapatkannya tadi pagi…ketika ia tak sengaja melewati kamar orang tuanya yg  sedikit terbuka,dan mendengarkan pembicaraan mereka..

“ayah..apakah kau yakin akan menyembunyikan hal ini terus-menerus dari Hye Rim”

“hmm..mungkin ini adalah satu-satunya jalan terbaik yg bisa kita lakukan sekarang,sayang!!..”

“tapi..aku takut sekali jika terjadi hal-hal yg buruk pada Hye Rim, kanker paru-paru yg dideritanya bisa menyerangnya kapan saja…aku takut jika..jika..”ibu Hye Rim tak sanggup meneruskan kata-katanya hanya mampu menutupi wajahnya.

“sudahlah bu,kau tidak usah berpikiran macam-macam..Hye Rim akan baik-baik saja,selama kita menjaga dan melindunginya”tuan Choi Bin merengkuh istrinya itu kedalam pelukannya dan mengusap rambutnya dengan pelan.

“kenapa..kenapa ini harus menimpa anak kita ayah?! aku tak tahuharus berbuat apalagi agar Hye Rim bisa sembuh dari penyakit itu..”terdengar isakan dari ibu Hye Rim

“tenanglah,kita harus terus berusaha mencari cara agar Hye Rim bisa sembuh..”

“aku takut jika Hye Rim mengetahui hal ini..aku takut dia akan marah pada kita..”

“sekarang bukan waktunya tuk bicara seperti itu,sekarang lebih baik kita cari jalan yg terbaik untuk kita dan juga Hye Rim”ayah Hye Rim mencoba menenangkan istrinya itu.

“tapi kau tahu sendiri kan,dokter Kim bilangkalau Hye Rim tak bisa bertahan lebih lama lagi,kalau hidupnya hanya menunggu hari saja..”suara nyonya Choi terdengar bergetar

“tidak ada yg dapat menentukan hidup seseorang selain tuhan,kita tidak dapat mengetahuinya begitu juga dengan dokter Kim..buktinya sampai sekarang Hye Rim masih bisa bertahan kan?!”

“hmm..kau benar,mungkin kita harus berusaha,siapa tahu ada keajaiban yg datang pada anak kita Hye Rim..”

Hye Rim mendengar semua percakapan orangtuanya itu,tubuhnya langsung menjadi lemas..Hye Rim menutup mulutnya dengan tangan dan bersandar pada tembok dibelakangnya,punggung merosot kebawah hingga dia jatuh terduduk.

Terlambat!!..Hye Rim sudah mengetahui semuanya..semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya yg bertahun-tahun ini telah disimpan didalam memori otaknya,pertanyaan2-pertanyaan yg selama ini terus menggerogotinya.perasaan Hye Rim saat ini sakit,terluka,perih..bergerumul disana menjadi satu,hingga membuatnya tak dapat bersuara,bahkan terlalu lemah saat ini baginya tuk berdiri.

Baru malam tadi dia menangis..sekarangpun dia tak kuasa menahan air matanya yg ingin bergulir keluar,ia biarkan tetesan-tetesan air mata itu membasahi pipinya,bajunya…dia sudah tidak peduli lagi dengan itu semua.

Bagi Hye Rim dunianya sekarang berubah menjadi gelap,kelam…dan hanya ada hitam pekat disana.

+++++

“AYAH….” ibu Hye Rim berteriak nyaring saat membuka kamar putrinya itu.tuan Choi berlari kelantai dua saat mendengar istrinya berteriak memanggilnya.bahkan Minho pun bergegas keluar kamarnya ketika mendengar ibunya itu berteriak

“ada apa..?!”Tanya Minho dan ayahnya berbarengan.

“H-Hye Rim..tidak ada dikamarnya..”ucap ibunya panik.

“hah..apa”tuan Choi yg belum percaya dengan ucapan dari sang istrinya,langsung menoleh kedalam kamar Hye Rim,dan mendapati kamar putrinya itu kosong dengan kaca jendela yg terbuka dan angin malam menerobos masuk meniup kain penutup jendela yg berwarna merah.

+++++

Satu persatu pegawai toko musik Jonghada keluar dari toko itu.sekarang memang sudah waktunya tuk tutup.

“ne..gamsahamnida..ne..”Changmin membungkuk dan mengucapkan terimakasih pada rekan-rekan kerjanya.

“hmm..terimakasih atas kerjanya hari ini”

“ne..annyeong Changmin-ssi..”

“ne..annyeong…hati-hati dijalan”

Setelah berpamitan,Changmin berbalik dan ingin melangkah..namun saait itu langkahnya langsung terhenti ketika dilihatnya sesosok perempuan yg dikenalnya berdiri menatap estalase kaca depan toko Jonghada,dimana disana terpampang dengan indah sebuah gitar berwarna merah.

“Hye Rim-ssi..”sapa Changmin pada perempuan tadi,Hye Rim yg merasa namanya dipanggil langsung menoleh dan tersenyum pada Changmin,lalu mengalihkan pandangannya pada gitar merah itu lagi.

Changmin berjalan meghampiri Hye Rim dan berdiri disampingnya,ikut memandang benda yg ditatap oleh Hye Rim sekarang.

“sejak kapan kau berdiri disini?? ” Tanya Changmin

“hmm..entahlah..aku tidak tahu berapa lama aku sudah berdiri disini” jawab Hye Rim tanpa menoleh,Changmin menoleh pada Hye Rim dan mengerutkan alisnya tanda heran. Changmin bermaksud angkat bicara,ingin bertanya lagi pada Hye Rim,namun diurungkannya niatnya itu..karena dapat dilihatnya Hye Rim sedang asik memandang gitar yg ada ditoko Jonghada,tempatnya bekerja itu.

“hmm..sebelumnya aku harus memanggilmu apa?!” Tanya Hye Rim tiba-tiba pada Changmin.membuat Changmin sontak menoleh padanya.

“ehmm..sepertinya aku lebih tua darimu,terserahmu saja mau memanggilku apa..” Changmin jadi salah tingkah sendiri dan menggaruk-garuk kepalanya malu,berharap kalau Hye Rim akan memanggilnya oppa.

“oppa..bolehkah aku memanggilmu begitu..?!” hampir saja Changmin terlonjak mendengar ucapan Hye Rim tadi,seakan-akan Hye Rim dapat membaca pikirannya.

“boleh saja jika kau mau” Changmin menjawab tanpa berani menatap Hye Rim,takut kalau ketahuan kalau dia cukup malu juga jika dipanggil oppa oleh Hye Rim,oleh perempuan yg selama ini disukainya.

Setelah itu suasana berubah jadi hening,tidak ada diantara mereka berdua yg ingin berbicara,hingga yg terdengar hanya hembusan angin malam dan suara-suara hewan malam.

Tiba-tiba Hye Rim menjatuhkan kepalanya kebahu Changmin yg ada disampingnya,Changmin yg kaget dan malu mencoba tuk bersikap biasa saja.

“mianhe..oppa,bolehkah aku menumpang bahumu tuk sementara waktu” pinta Hye Rim dengan suara yg pelan sekali.Changmin hanya bisa mengganguk saking tak dapat lagi dia bersuara.

“bahkan selama apapun yg kau mau,akan kupinjamkan bahuku untukmu”tambah Changmin dalam hatinya.

“err..Hye Rim,kenapa kau kesini malam-malam seperti ini?!”

“hmm..obssoyo..hanya ingin menatap gitar itu..mungkin..tuk yg terakhir kalinya”nada bicara Hye Rim yg aneh dan datar lagi-lagi membuat Changmin heran.

“maksudmu..apa?! menatap gitar itu tuk tekahir kalinya,memangnya kau ingin pergi?!”

“ne..pergi jauh,jadi mungkin aku tidak akan bisa melihat gitar itu lagi”

“jauh..k-kemana?! Apa keluar kota..atau keluar negeri?! Apa kau ingin pindah rumah Hye Rim?!” pertanyaan beruntun dari Changmin membuat Hye Rim tersenyum,senyum pahit..

“hmm..jauh..jauh sekali..bahkan aku tidak tahu sejauh apa nanti aku akan pergi..” jawaban menggantung dari Hye Rim menambah rasa penasaran Changmin,dan entah dapat kekuatan dari mana tiba-tiba Changmin merangkul pundak Hye Rim dan menggenggamnya denga erat,seakan-akan Hye Rim akan meninggalkannya kapan saja.

“padahal baru kemarin aku bertemu dengannya,tapi kenapa rasanya sudah seperti mengenalnya lama sekali?! Barada disisinya membuatku nyaman..” batin Hye Rim yg membiarkan Changmin merangkulnya pundaknya.

ya..tuhan aku tidak tahu apa yg ada dipikran Hye Rim,aku juga tidak terlalu mengerti dirinya,karena memang kami tidak dekat sebelumnya,tapi..aku tidak ingin dia pergi jauh,sebelum aku sempat mengutarakan perasaanku padanya..kumohon seandainya bisa hentikan waktu untuk malam ini saja” mohon Changmin dalam hatinya.

+++++

“uhukk..uhukk” tiba-tiba saja Hye Rim batuk.dia menutup mulutnya.dan mengangkat kepalanya dari bahu Changmin.

“kau tidak apa-apa..”Tanya Changmin cemas,melihat Hye Rim yg malam ini terlihat aneh dan kurang sehat.

“gwencana..”sahut Hye Rim dengan sebuah senyum lemah.Changmin menatap Hye Rim,wajah perempuan itu sangat pucat,kemudian Changmin melepaskan jaket kulit yg dikenakannya.

“ya..tuhan Hye Rim,kau bahkan tidak mengenakan jaket malam begini”ucap Changmin sambil menyampirkan jaketnya ketubuh Hye Rim,sebenarnya Hye Rim ingin menolak,tapi Changmin tetap memaksanya tuk memakai jaket itu.

“gumawo” ucap Hye Rim terakhir kalinya pada Changmin,sebelum akhirnya ia merasa kepalanya pusing dan pandangannya seketika menjadi kabur,lalu tubuhnya limbung kedepan.

“Hye Rim-ahh..”teriak Changmin sambil menangkap tubuh Hye Rim yg jatuh kearahnya.

+++++

“bagaimana dengan keadaannya dok?!” Changmin langsung berdiri ketika dokter yg memeriksa Hye Rim keluar dari ruang UGD.disampingnya sudah ada orangtua serta kakak Hye Rim..yg sudah datang karena dihubungi Changmin dari hp Hye Rim yg ada ditasnya.

“hmm..untuk sementara waktu,keadaannya baik..tapi tidak yakin dengan keadaan selanjutnya nanti” jawab sang dokter dengan gelengan kepala,Tuan Choi langsung memeluk istrinya,Minho memijat-mijat dahinya,sedangkan Changmin tak dapat bersuara,seketika ia jadi susah tuk bernafas.

“a-pa..saya boleh melihatnya..dok?!” setelah beberapa menit akhirnya Changmin dapat bersuara juga.

“hmm..boleh saja,tapi sekarang keadaan pasien masih belum sadarkan diri” sesudah mendapat izin dari dokter Changmin dan keluarga Hye Rim langsung memasuki ruangan UGD,dimana disana Hye Rim terbaring lemah dengan wajahnya yg putih pucat.

Ibu Hye Rim menceritakan segalanya pada Changmin tentang diri Hye Rim yg sebenarnya sudah menderita penyakit kanker paru—paru sejak kecil,tanpa sepengetahuan Hye Rim..namun Hye Rim dapat bertahan hidup sampai sekarang.

Juga semua tentang impian-impian Hye Rim yg diketahui ibunya,tentang dia yg ingin menjadi pemain basket internasional,tentang dia yg ingin menjadi seorang gitaris terkenal,dan impian-impian Hye Rim lainnya.

Semuanya diceritakan oleh nyonya Choi pada Changmin.

Changmin melangkah mendekati ranjang Hye Rim,digenggamnya tangan Hye Rim.

“Hye Rim..bangunlah..”bisik Changmin tepat ditelinga Hye Rim.

“kami semua ada disini,ayahmu..ibumu,bahkan kakakmu..kumohon bangunlah”Changmin menutup matanya karena tak tahan menahan tangis,sambil tetap mengelus-elus tangan Hye Rim,berharap perempuan itu mendengar kata-katanya dan mau membuka matanya.

“aku tahu..kau masih mau bermain basket dilapangan itu…aku juga tahu kalau kau menginginkan gitar merah itu,jika kau bangun..aku berjanji akan membelikan gitar itu untukmu”

Setetes air mata bergulir dari mata Hye Rim yg masih menutup rapat.

Namun perlahan-lahan mata itu membuka…

“o-oppa..” desah Hye Rim pelan.

“Hye Rim-ahh..”senyum Changmin langsung mengembang.

+++++

Changmin berlari setelah membungkus gitar merah yg ada ditoko Jonghada itu,dia langsung menuju rumah sakit tempat Hye Rim dirawat.

Changmin sengaja memakai uang tabungan dan saku yg ia miliki untuk membeli gitar tersebut,dia ingin memberikan hadiah itu untuk Hye Rim,setelah tahu dari ibu Hye Rim,bahwa hari ini bertepatan dengan ulangtahunnya Hye Rim.sekali saja Changmin ingin membahagiakan Hye Rim dengan hadiahnya ini.

kamar inap 505..

Changmin memegang handle pintu dan membukanya pelan,dilihatnya Hye Rim sedang bersandar diranjangnya.

“annyeong..” sapa Changmin,Hye Rim menoleh  setengah kaget lalu  tersenyum pada Changmin.

“ya..oppa..”

“Hye Rim-ahh..kau sudah merasa baikkan?!” Changmin melangkah mendekati Hye Rim dan mengusap kepalanya lembut

“yah..begitulah”sahut Hye Rim pasrah.

“hei..hei..jawaban macam apa itu” Changmin mencubit pipi Hye Rim saking gemasnya.

“hmm..seperti ada sesuatu yg kau lupakan hari ini Hye Rim-ssi..!!”

“heh..sesuatu?!”

“kau tahu tanggal berapa sekarang?!”

“ehh..entahlah..aku tak pernah memerhatikan tanggal..” Hye Rim hanya memberikan senyum polosnya pada Changmin.

“aishh..kau ini,dasar aneh..masa sama tanggal lahir sendiri lupa..ckckck..pabboya..” Changmin menggeleng-gelengkan kepalanya dan menjitak pelan kepala Hye Rim.

“hah..jeongmal..sekarang tanggal 15 kah?!” ekspresi Hye Rim terkejut,dan menepuk jidatnya sendiri.

“hmm..aku ada sesuatu untukmu..” bisik Changmin.

“mwo?!” Changmin langsung menuju pintu kamar,dimana tadi gitar yg dibelinya sengaja ditaruhnya didepan ruang kamar inap Hye Rim,agar perempuan itu tidak tahu.

Changmin kembali kehadapan Hye Rim dengan sebuah gitar ditangannya,mata Hye Rim langsung membulat antara percaya atau tidak,kalau gitar yg tadi malam ditatapnya sekarang berada dihadapannya.

“oppa..naega..”tunjuk Hye Rim kearah gitar yg ada ditangan Changmin.

“ne..this is for you..seangil chukahamnida..seangil chukahamnida..saranghae uri Hye Rim,seangil chukahamnida” setelah menyanyikan lagu ulangtahun,Changmin menyerahkan gitar itu kepangkuan Hye Rim.

“j-jeongmalyo?!” Hye Rim terkesima memandang gitar merah yg selama ini diinginkannya sekarang berada ditangannya.namun sedetik kemudian wajah berseri-seri Hye Rim berubah menjadi murung,Changmin yg memerhatikan itu langsung memasang wajah cemas.

“eh..apa kau tidak suka dengan hadiah itu..” Hye rim menggeleng.

“aniyo..aku suka sekali hadiahmu ini oppa,gumawo..hanya saja..”Hye Rim menatap wajah Changmin lekat-lekat kemudian mengangkat gitar yg ada dipangkuannya itu,dan menyerahkannya kembali pada Changmin

“rasanya aku takkan mungkin dapat memainkan gitar itu..”lanjut Hye Rim

“heh?!”

“mengingat umurku takkan lama lagi..”Hye Rim membuang wajahnya kearah jendela.

“hei-ya..apa yg barusan kau bilang?! Tarik ucapanmu tadi..seandainya kau tak dapat memainkannya pun,maka aku yg akan menggantikannya memainkan gitar ini untukmu..” Changmin pura-pura marah dan membentak Hye Rim..

“dengarkan lagu ini..”Changmin membuka pita yg melitit gitar tersebut lalu memposisikan gitar itu didepan dadanya.

“I love you When I saw you, when I touch you, when I feel you… When I fall in love ggeutee ubneun yuhljung geudael gahjeengul…” Changmin menutup kedua matanya kemudian sebuah lagu dilantunkan dengan sangat merdu oleh Changmin diiringi oleh petikan gitar darinya.Hye Rim yg mendengar nyanyian itu bahkan tak dapat mengalihkan pandangannya dari wajah Changmin.

Changmin membuka matanya,saat itulah mata mereka saling beradu..Changmin tersenyum,sedangkan Hye Rim hanya bisa terpana menatap Changmin,air mata tiba-tiba saja mengalir turun…

Changmin meletakkan gitar tersebut disampingnya,kemudian menghapus air mata Hye Rim dengan jari tangannya..

“kenapa kau malah menangis..?! jangan-jangan karena suaraku yg jelek yah?!” canda Changmin,Hye Rim menggeleng.

“tidak..suaramu bahkan merdu sekali..”

“ahh..kalau merdu,kenapa kau menangis?!”

“aku..hanya merasa terharu..,entahlah aku tak tahu harus berkata apalagi sekarang”Hye Rim menundukkan wajahnya,karena air matanya terus saja mengalir

“kalau begitu,bagaimana jawaban atas laguku tadi..”Tanya Changmin ragu-ragu.

“jawaban?!” Hye Rim mengangkat wajahnya dan menatap Changmin dengan bingung.

“err..itu jangan sampai,kau bilang tidak mengerti maksudku..”Changmin jadi serba salah bagaimana cara mengatakannya yg sebenarnya,padahal tadi dia secara tidak langsung sudah mengutarakan perasaannya pada Hye Rim.

Hye Rim masih menatap Changmin,menunggu laki-laki itu berbicara lagi,namun dilihatnya Changmin gelisah sendiri sambil menggaruk-garuk rambutnya yg acak-acakan.

“baiklah,kalau begitu nyanyikan lagu itu sekali lagi untukku..” pinta Hye Rim.

“heh?!”

+++++

Di Taman Rumah sakit…

Hye Rim menyandarkan kepalanya dibahu Changmin,persis yg dilakukannya saat bertemu Changmin didepan toko musik Jonghada.

Dan Changmin mengusap-usap kepala Hye Rim dengan lembut.

“Hye Rim..”

“heh..”

“hari ini adalah ulangtahunmu..make a wish”

“hmm..haruskah?!”

“tentu saja..permohonan  saat kau ulangtahun pasti akan dikabulkan”

“baiklah..akan kucoba..meminta satu permohonan” Hye Rim menutup kedua matanya dan mengucapkan satu permohonan didalam hatinya.

“tuhan..hanya satu pemohonanku,jika aku pergi tuk selamanya..maka bahagiakanlah..orang-orang yg berada disekitarku..”ucap Hye Rim dalam hati.

“Hye Rim-ah…saranghae..”ucap Changmin tiba-tiba,dan memeluk tubuh Hye Rim dengan erat.

“nado..saranghae”sahut Hye Rim pelan.

Ucapan terakhir yg didengar dan juga dibalas oleh Hye Rim sebelum dia menutup kedua matanya tuk selamanya.

THE END

nun matchuji motanun gudael ilgul su obtjyo

girul irhoborin ai gataso gidarigoman itjyo

oton marul halgonji sashil nan algo itjyo

jinshimi aningol nunchi chaengollyo nunmuri malhajanhayo

Don’t say goodbye

gu sonul nochi mallanun maumi dullyoyo

gudae mami dullyoyo ajik namanul wonhajyo

gudaen sumgil su obtjyo gudaen gojitmarul motajyo

horakhal su obsoyo heojijan gojitmal

nunul bogo malhaebwayo anijanhayo jinshim anijanhayo

Don’t say goodbye

gu sonul nochi mallanun maumi dullyoyo

gudae mami dullyoyo sesangi dung dollyodo himdun sarangirado

You are my love, you are my soul

Don’t say goodbye don’t leave me now oh~

hamke nanun yaksogi naegen jonbuingollyo

Don’t say goodbye You are my everything to me

jichin nae harunun hangsang gudael chatgetjyo

maruji annnun saemchorom gudael saranghalkeyo

You are my love, you are my soul

Don’t say goodbye you are the only one for me

obsotdon ilchorom onuri to jinamyon

soro mamul nochi anko modu igyonaegetjyo

Cause you are my everything to me

Cause you are my everything to me

Advertisements

7 responses to “I’ll Be There..[part.2] Last.part

    • hehe..nanti klo gak ditamatin..bkl pnjng lebar dah critanya..hehe..
      he..eh..sbara yah bang CM..huhu
      gumawo dah mau baca..^_^

  1. Huwaaaaaa~ merinding fie…
    sumpa bneran bdri smua ni bulu kuduk, mpe netesin air mata… :’)
    lagi n lagi.. speechless!!!
    dapet bgt feelny… ::^___^::
    especially feelny appa,eh changmin…
    hihi aneh jg yah,ntah knpa dr awal bc, onni mnempatkn dri sbg changminny.. jd onn ngrasain bgt ap yg drasain changmin… ^^
    uwaaah~ keren deh pkokna.. so sweeet…

    nuansa dlm ni ff adem2 sejuk gmanaaaa gt.. ^____^
    pkokny sukses bkin onn bkali2 merinding thanyut tbawa crita de…
    TOP!!! ^^

    Lnjutkn trus karya2 mu nak… umma akn sllu mnantiny.. ^.~

    • yas..ampun..bikin merinding unn…
      fie malah mrinding krn baca komen unn..
      saking terharunya..^_^

      jeongmal2..gumapta unn…
      komennya bikin aq speechless juga..
      sekali lagi..gumawo..^__^

  2. MEWEK GUE BACANYA!!!! TT_____TT

    Bneran nangis gw! Ampe terisak2 pula! ckckck, cm 5 ff yg berhasil bkin gw mewek termasuk punyamu ini T_T

    anyway, WHY U DIDNT TELL ME U’VE BEEN REALESE THIS FANFIC?! U JUST TOLD THAT “i have been wrote for part 2”?!!!
    Mwo ya ige?! aish ==

    another fanfic,please? kekeke

    • hehe..mian,sang author tak brmksud membuat pra readers menangis..*ngasih tissu*

      salahin aja sma cast yg main didlm crita nih..jdi bikin qm mewek..heheh..*brrti salahin author’x juga dong..lol pabbo*

      ya..sdh kuksh tau kali..lwt fb..distatusku jg sdh kutulis..=__=

      another FF..ada sih,tpi dikutulis dibuku..(ga prnh dibawa keskul sih..nunggu lembar trkhir habis..hehe~)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s