Unpredicteble Love (part 2 -end-)

Title: Unpredicteble Love

Author: Hyunvy

Rating: PG-13

Cast: Hyunwon a.k.a ivy (author), Jesang a.k.a keychand, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Nickhun

Genre: Romance, Friendship

part 1

***

preview…

Sudah jam 12 tengah hari, kelas ku sudah selesai untuk hari ini. Aku memasukan semua buku tebal genetika ku ke dalam tas. Aku berjalan menuju luar kelas dengan menggendong tas ransel penuh yang berwarna coklat. Aku harus segera membeli buku referensi anatomi untuk tugas praktek ku minggu depan. Terpaksa aku pergi ke took buku sendirian… huh! Andai Kibum oppa bisa menemaniku… atau Jesang… aku tidak akan merasa kesepian seperti ini.

‘cekiiiiittttt’ suara rem motor membangunkan lamunanku.

***

“hei, kau, berhati-hatilah kalau jalan!”ujar seorang lelaki yang sedang membuka penutup helmnya dengan motor besarnya

“mianhae…”ujarku membungkukan badan padanya

“Hyunwon-ah?”

“Jonghyun oppa?”

“naiklah…”ujarnya sambil memberikan helm yang waktu itu aku gunakan. Aku terpaku menatap bingung padanya. Dengan tangannya yang masih terulur memberikan sebuah helm, ia meyakinkan ku dengan pandangannya. Aku pun mengambil helm itu, memakainya dan menaiki motornya. Aksi kebut-kebutannya tak bisa aku hindari, aku menarik kecil jaket kulit hitamnya. Sampai di sebuah tempat, tepatnya di sebuah mall. Tunggu, mengapa aku bisa ada di sini? Mengapa pula dari tadi aku diam saja? Pabbo!!! Kau ini kenapa Hyunwon???

“sudah sampai, turunlah…”ujarnya yang untuk keduakalinya membangunkan lamunanku

“mwo?! Kenapa kita ada di mall?”ujarku terbingung sambil turun dari motor

“bukan kah kau mau ke toko buku? Disini kan ada toko buku…”ujarnya sambil melepas helmnya dan turun dari motor. Aku memberikan helm yang aku pakai padanya dan berjalan menuju pintu masuk mall.

“mengapa kau tau aku mau ke toko buku?”ujarku sambil tetap focus menuju toko buku, kebetulan aku tau betul letak seluruh toko yang ada di mall ini.

“Kibum bercerita padaku tadi, tadinya aku tidak berniat menemanimu, tapi melihat kau melamun dan hampir tertabrak tadi aku jadi khawatir, lebih baik aku menemanimu.”ujarnya yang ikut berjalan di sampingku, pandangannya tetap lurus kedepan.

‘dia mengkhawatirkanku?’ gumamku dalam hati

***

“jeongmal gomawo kau sudah menemaniku…”ujarku sambil melahap es krim strawberry kesukaanku

“cheonmaneyo…”ujarnya yang kini duduk dihadapanku dengan segelas eskrim vanilla

“oh ya, untuk es krim ini juga…”ujarku lagi dengan mulut yang penuh dengan es krim

“iya… tapi habiskan dulu es krim di mulutmu, baru bicara…haha”dia terkekeh, manis sekali, matanya seperti bulan sabit yang terbalik. Untuk memebara detik aku berhasil dibuat melting oleh tawanya itu.

“cepat habiskan es krim mu… kita masih harus pergi ke suatu tempat…”

“mwo?! Tempat apa?”

“sudahlah, kau pasti senang…”

Dengan cepat aku melahap es krim ku yang sekarang sisa setengahnya, ia terlihat tenang menyantap es krimnya, tapi mengapa es krimnya lebih dulu habis? Tentu saja, mulut laki-laki kan lebih besar dari mulut perempuan…haha.

Setelah es krim ku habis, kami segera meninggalkan kedai es krim dan menaiki tangga escalator menuju lantai paling atas. Lantai paling atas? Dia mengajakku ke bioskop? Tidak, taman bermain! Ya, ia mengajak ku ke taman bermain!

“kau pasti menyukai tempat ini, benar kan?”ujarnya yakin. Sekarang kami sedang berada di tengah taman bermain yang cukup besar.

“hhmmhh, tidak juga…”ujarku sedikit berbohong

“kau pasti berbohong!! Aku melihat wajah senang saat kau melihat tempat ini tadi…” seolah ia bisa membaca hatiku

“hehe”ujarku tertawa polos

“sudahlah, ayo kita main!!!”ujarnya menarik tanganku menuju tempat pembelian tiket

Tak sedikit permainan yang kami mainkan, mulai dari roller coaster mini, bombom car sampai komedi putar. Tawaku memecah saat melihat wajah pucatnya saat turun dari komedi putar.

“kau ini kenapa? Pucat sekali…”

“aku malu mengakuinya…”

“kau takut ketinggian?” ia tak menjawab pertanyaanku itu, ia hanya menunduk dan akhirnya mengangguk pelan

“wkwkwkwkwkwk” aku tertaawa lepas. Ia masih tertunduk aku berhenti tertawa. Mukanya yang pucat berubah menjadi meerah padam

“kalau benar kau takut ketinggian, mengapa saat naik roller coaster tadi mukamu tidak pucat?”

“jika naik roller coaster, kita berada di ketinggian cuma sebentar karena jalanya cepat, kalau naik komedi putar tadi, jalannya lambat sekali, dan juga berputar-putar, membuatku pusing. Makanya aku tidak suka membawa kendaraan secara perlahan.”

“hhmmhh, jadi itu yang membuatmu selalu ngebut saat mengendarai motor?”

“ne!”

“tapi kan bahaya… jangan keseringan gitu ah, oppa…”

“anni, tenang saja…”ujarnya dengan senyumnya yang bikin melting sambil mengacak rambutku lembut. Aku pun mencoba membalas senyumnya itu. Kami sempat terdiam untuk beberapa saat di bangku dekat komedi putar sampai aku melihat dua sosok yang sepertinya tidak asing bagiku. Tunggu, mereka menuju kemari, sepertinya mereka mau naik komedi putar.

“Kibum-ah…!”ujar Jonghyun yang ternyata menyadari kedatangan mereka

“Jonghyun-ah…!”ujarnya semangat menghampiri bangku kami, sepertinya ia belum menyadari kehadiranku

“annyong Kibum oppa…”ujarku setelah ia berada 10 meter di depan kami

“Hyunwon-ah?!”ujarnya kaget. Tunggu, orang yang bersamanya itu,, Jesang?

“Jesang-ah… kebetulan sekali, sedang apa kalian di sini?”ujarku sambil bangun dari posisi duduk ku

“hanya bermain saja…”ujar Kibum oppa kikuk

“kalian sudah lama disini?”ujar Jesang

“tentu saja… kami sudah memainkan banyak permainan di sini…hehe”ujar Jonghyun oppa yang sekarang merangku tubuhku. Suasana menjadi hening untuk beberapa saat. Sampai akhirnya,

“kalau begitu kami pulang duluan ya…”ujarku memecahkan keheningan

“begitu? Tidak mau bermain dulu bersama kami?”ujar Kibum polos. ‘tidak mungkin aku mau mengganggu kencan sahabatku dengan gebetanku’ batinku.

“tidak, sudah terlalu lama kami di sini… dadah…”ujarku melambaikan tangan dan menarik Jonghyun yang menampakan wajah bingungnya.

***

“kau tau kan kalau aku itu menyukai kibum?” ujarku sambil meneguk sloki bir, entah untuk yang keberapa kalinya

“aku tau, tapi kau jangan seperti ini…”ujarnya sambil menjauhkan sloki dan beberapa botol bir yang kebanyakan sudah kosong

“apa kau tidak melihatnya? Ia berjalan dengan sahabatku?!” nada bicara ku meninggi, mungkin karena pengaruh emosi dan minuman itu

“Hyunwon-ah, kau sudah terlalu banyak minum…”ujarnya lagi dengan nada khawatir

“hahahaha, pantas saja ia tidak mau mengantarku, ternyata dia ada kencan dengan Jesang…”ujarku lagi sambil meneguk lagi sloki bir

“Hyunwon-ah, sadarlah…”ujarnya sambil menguncangkan tubuhku

“Kibum oppa, aku membenci mu!!! Kau hanya memberikan harapan kosong padaku!!! Jesang, kau menusuk ku dari belakang!!!”ujarku lagi dengan nada dan ekspresi yang benar-benar marah. Wajahku memanas, tetes demi tetes air jatuh ke pipiku. Aku menangis sambil tertawa, seperti orang gila saja.

“Hyunwon-ah, dengarkan aku”ujarnya memegang bahuku. “kita tidak bisa memaksakan perasaan kita, apalagi perasaan orang lain. Kau tidak bisa melarang perasaan Kibum dan Jesang. Kau tidak boleh egois, dan kau tidak boleh menjadi penghambat perasaan cinta mereka berdua. Tenanglah, masih banyak orang yang mencintaimu…”ujarnya lagi, dan sekarang ia menyadarkan kepalaku di dalam dekapan tubuh hangatnya.

***

“emmhhh…”ujarku memegang kepalaku yang terasa sakit

“kau sudah bangun? Tadi malam kau mabuk berat, untung ada Jonghyun yang mengantarkan mu ke sini…”ujar Nickhun oppa yang sedari tadi duduk di samping tempat tidurku sambil memegang tanganku.

“aku,, aku di rumah?”ujarku sambil menerawang ke sekeliling

“tentu saja…”ujarnya sambil tersenyum

“aaaawww…”aku merintih kesakitan, aku mencoba bangun dari posisi tidurku, tapi kepalaku terasa sangat berat

“jangan bangun dulu, istirahatlah, aku ambilkan sarapan dulu untukmu…”ujarnya yang menghilang di balik pintu kamarku. Tak lama, sosok itu kembali lagi…

“ini… makanlah…”ujarnya membawakanku semangkuk bubur dan segelas susu putih hangat. Ia meninggikan bantalku sehingga posisi kepalaku lebih tinggi dan aku bisa lebihnyaman menelan makanan.

“kemarikan mangkuknya… kau lapar sekali”ujarku dengan tangan yang siap menerima mangkuk

“tak usah… biar aku suapi saja… aaaaa….”ujarnya dengan sesendok bubur yang siap aku santap

“ammmm… gomawo oppa…”aku tersenyum, oppa ku memang oppa terbaik sedunia

“aku bicara banyak dengan Jonghyun-ah kemarin malam, ia bilang kau hampir menghabiskan 7 botol bir, bagimana bisa? Bukannya kau dari dulu paling benci dengan yang namanya bir? Kalau oppa membeli satu botol bir saja pasti sudah kau marahi habis-habisan…”ujarnya sambil mengerucutkan bibirnya tetapi terus menyuapi ku

“hahahahaha, sebenarnya aku juga tidak sadar mengapa aku bisa minum sebanyak itu, aku pun tak tau bagaimana tiba-tiba aku ingin dan sudah ada di bar… tapi aku menyesal sudah minum banyak bir dan menghabiskan uang ku…hehe”ujarku terkekeh

“tunggu, apa kau bilang? Uangmu? Yang membayar semua bir itu Jonghyun, bukan kau!!!”

“mwo?! Iya juga yah? Pabbo yo…!!! Mana mungkin aku ingat untuk membayar sedangkan aku saja tidak ingat aku sedang dimana…”aku mengutuki diriku sendiri sambil memukul kepalaku pelan

“annyong…”ujar seseorang muncul di balik pintu kamarku

“Jonghyun-ah…”ujar Nickhun oppa sambil berdiri

“mianhae aku langsung masuk, tadi aku lihat pintunya tidak dikunci, jadi aku masuk saja…hehe”ujarnya sambil membungkukan badannya

“tak apa… kebetulan sekali kau datang, tolong jaga dia ya? Aku ada kuliah setengah jam lagi. Ini makanannya, suruh dia habiskan ya…”ujar Nickhun oppa memberikan mangkuk bubur pada Jonghyun dan mengambil handuk merahnya dan menuju kamar mandi

“bagaimana keadaanmu?”ujarnya sambil duduk di samping tempat tidurku dan siap menyuapiku

“lumayan… hanya sedikit pusing…”

“kau masih sedih?”

“hhmmhh..”aku bingung, tak bisa menjawab. “perasaanku tak karuan…”

“cepatlah sembuh, aku punya kejutan untukmu…”

“kejutan apa?”

“ada aja…”

“apa?”

“nanti saja kalau kau sudah sembuh…hehe”ujarnya dengan tawanya yang polos

‘ring ding dong ring ding dong’ handphone ku berbunya tepat saat suapan terakhir makanan ku. Kibum oppa meneleponku? Aku biarkan teleponnya sampai berakhir

“kenapa tidak di angkat?”tanya Jonghyun. Aku hanya menggeleng

“Kibum?”ujarnya sambil melihat nama kontak dari handphone ku…

“kalau dia telepon lagi, angkatlah… mungkin ada sesuatu yang penting yang ingin dia sampaikan.”

‘ring ding dong ring ding dong’ handphone ku berbunyi lagi dengan telepon dari orang yang sama. Sesuai instruksi Jonghyun, aku mengangkat telepon itu

“yoboseo…”ujarku malas

“yoboseo, Hyunwon-ah?!”

“waeyo?”

“aku rasa kau sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi… aku harap kau bisa mengerti…”

“apa maksudmu? Aku tak mengerti…”ujarku meminta penjelasan

“aku dan Jesang saling menyayangi, aku harap kau bisa menerima itu…”mendengar kata-katanya itu kupastikan wajahku memanas, kurasakan bola mataku makin basah

“hhmmhh, lalu dulu? Kau memberikan harapan kosong padaku? aku sudah menyangka itu…” ya Tuhan, air mataku…

“tidak, dulu aku memang menyukaimu, tetapi sekarang… ku harap kau bisa mengerti…”

“tapi mengapa harus dengan sahabatku?”

“perasaan itu datang tiba-tiba, mianhae…” aku masih terdiam mendengar kata-katanya. Ia memutuskan teleponnya. Handphone ku masih ku pegang di telingaku. Tanganku mulai melemas seakan tak bisa lagi menopang beban handphone yang terasa sangat berat. Air mataku sudah ada di ujung mataku, beberapa detik lagi akan jatuh. 1,, 2,, 3,, clak… air mataku terjatuh juga, tetapi bukan dipipiku, melainkan di telunjuk seseorang

“aku tak ingin air mata ini membasahi pipi mu yang merah itu…”ujarnya sambil tersenyum

“tidak, tidak akan…” aku menstabilkan emosiku, mencoba memasukan kembali air mata yang sudah ada di ujung mataku

***

“OPPA!!! AKU MAU DI BAWA KE MANA?”teriak ku pada Jonghyun yang tiba-tiba datang dan menutupi mataku dengan selembar kain

“tenang saja… ikuti saja kemana aku pergi…”ujarnya sambil menggandengku pergi, yang pasti keluar rumah

“Nickhun hyung, aku pinjam dongsaeng mu ini ya…”ujarnya lagi berteriak kedalam rumah

“ne! jaga dia baik-baik yah…haha”terdengar sahutan dari dalam rumah. Sepertinya mereka berdua bersekongkol.

Aku terus mengikuti arahan dari Jonghyun, aku berjalan sangat lambat dan ragu. Sebenarnya ia mau membawaku kemana sih?

“oppa, apa-apaan sih ini? Memangnya ada apa?”ujarku sambil mengerucutkan bibirku

“aku mau menepati janjiku…”ujarnya tenang

Janji? Janji apa? Janji yang mana?

“sudah sampai…”ujarnya sambil berhenti dan melepaskan gandengannya

“aku buka penutup mata ini ya?”ujarku sambil mencoba membuka ikatannya

“chankaman, aku akan hitung sampai 3 baru kau boleh membukanya… ara?”

“ara!”ujarku yakin dan bersiap membuka penutup mata ini

“hannnnaaaa….. tuuuullll….. sssssssseeeeeeeeetttttt…..”ia menghitung lama sekali. Pada hitungan 3 aku mulai membuka penutup mataku. Menyesuaikan mataku dengan cahaya mentari saat petang, melihat sekeliling. Ternyata kami ada di danau kecil, aku melihat cahaya diatas danau itu, cahaya lilin membentuk tulisan ‘saranghaeyo Hyunwon <3’. Aku tercengang, menutup mulutku yang ternganga dengan kedua tanganku. Sungguh sangat indah. Tapi, aku tidak menemukan sosok Jonghyun.

“Jonghyun oppa, kau dimana?”teriak ku sambil mencarinya

“aku di sini…”ujarnya yang muncul dari balik salah satu pohon besar. Pakaiannya rapi sekali, tidak seperti biasanya yang hanya menggunakan celana jeans dan t-shirt, tapi ia mengenakan kemeja putih dengan kaos dalam hitam, tampan sekali. Ia menghampiriku, tangannya seperti menyembunyikan sesuatu dibalik badannya.

“untuk mu…”ujarnya sambil menyodorkan sebuket bunga mawar putih, sungguh bersih. Aku menerimanya dan mencium bunga tersebut, wangi sekali…

“bunga itu menandakan tulusnya aku mencintai mu… aku tidak memaksamu untuk membalas cintaku ini, aku hanya ingin mengungkapkan semuanya padamu, aku mencintaimu… saranghaeyo Hyunwon-ah…”ujarnya yang sekarang telah berlutut dihadapanku. Aku terpaku, kaki ku tidak bisa digerakan, bibirku membisu. Keheningan melanda kami berdua dengan langit yang semakin gelap tetapi cahaya dari danau masih terpancar.

“bangunlah Jonghyun oppa…” akhirnya aku bisa mengucap kata. Ia pun berdiri, menatapku lembut dan dengan cepat ia memeluk ku erat. Aku membalas pelukannya dengan buket bunga yang masih ku pegang.

***

“jagiya, kajja!!! Nanti kita terlambat…”ujar Jonghyun padaku yang masih berrias di depan cermin

“chankaman!!! Udah mau beres koq…”ujarku merapikan poniku sekali lagi, membawa tas ku dan turun ke bawah menghampiri Jonghyun yang sedari tadi menunggu ku di ruang tengah

“mwo?!”ujarnya terkaget

“waeyo? Ada yang salah dengan diriku?”ujarku sambil memperhatikan sekujur tubuhku barangkali ada yang salah…

“anni, kau cantik sekali, aki tidak menyangka, dengan gaun putih itu kau terlihat sangaaaattt cantik…”

“aaaa, tidak juga…”ujarku tersipu

“ayo!!”ujarnya sambil menggandeng tanganku. Kami berjalan menuju pintu rumah, mengunci pintunya dan,

“oppa, kita pergi menggunakan motor?”ujarku kaget, aku baru ingat, aku menggunakan gaun, bagaimana ini?

“ne! tentu saja tidak, aku juga menyadari itu, tenang saja, aku membawa mobil…”ujarnya sambil tersenyum

“syukurlah…hehe”

“silakan naik tuan putri…”ujarnya sambil membukakan pintu mobil yang berwarna putih dengan beberapa motifikasi tattoo berwarna hitam

“gamsahamnida…”

***

Untunglah kami tidak terlambat datang ke acara pentas sekolah. Pentas berjalan mulus, kulihat Nickhun oppa berakting sangat baik dan Kibum, ia menari dengan sangat sempurna. Pentas pun berakhir, semua pemain pentas mengucapkan salam dan menghilang di balik tiraii merah besar. Kampus kami mempunyai kebiasaan yang berbeda. Setiap pentas berakhir, ada sesi penembakan yang ditujukan bagi para pemain pentas. Ternyata ajang ini menghasilkan banyak pasangan.

“sekarang waktunya acara tembak menambak…”bisik ku pada Jonghyun yang duduk di sampingku

“aku akan menembakmu…”ujarnya

“mwo?! Untuk apa?”

“agar orang-orang mengetahui kalau aku sangat mencintaimu…haha”

“dasar oppa!!!”ujarku sambil memukul pelan lengannya

***

“aku ingin mengawali acara ini…”ujar seorang lelaki dari atas panggung dan ia adalah pemain pentas

“aku ingin mengungkapkan perasaanku pada seseorang…”ujarnya lagi

“ternyata Kim Kibum dari kelas musik ingin menyatakan perasaannya pada seseorang, silakan Kibum…”ujar pembawa acara

“pada seseorang yang sedari tadi sibuk memegang kamera dan memotret kami selama pentas, Jesang-ah…”ujar Kibum menghampiri Jesang yang bingung dan membawanya ke atas panggung

“saranghaeyo, Jesang-ah…”ujarnya lagi sambil berlutut dihadapan Jesang dan memberikan sebuket mawar merah.

“aiigoo, sama sekali saat kau menembak ku…”bisikku pada Jonghyun

“tentu saja, aku yang mengajarinya seperti itu, aku hanya menyuruhnya membeli mawar merah…haha”bisiknya sambil terkekeh

“mwo?! Kau yang mengajarinya?”

“ne!”ujarnya sambil mengangguk

“tapi dia lebih romantis, dilihat banyak orang kan romantis…”

“tapi dia tidak menggunakan lilin dan menaruhnya di permukaan danau kan?”ujarnya membela diri

“tentu saja tidak, ini kan di gedung pertunjukan, bukan di danau…”

“jadi kau lebih menyukainya?!”

“anni, aku hanya bercanda… kau memang paliiinnggg romantis…haha”

“sungguh?”

“ne! setelah kau membuatkanku satu buah album lagu yang kau buat sendiri, kau aransemen sendiri, kau nyanyikan sendiri, kau mainkan alat musiknya sendiri dank au merekamnya sendiri…haha”

“kau ini, banyak maunya sekali ya!!!”ujarnya sambil memeluk ku gemas

(^^)The End(^^)

Advertisements

12 responses to “Unpredicteble Love (part 2 -end-)

  1. walaaahhh…
    oppa-ku gak usah so romantis deh.!
    pake beliin mawar segala,, *apaan sih?!

    nice ff,, setidak’a bersihkan namaku disana vy.. 😦
    aku bukan perusak hubungan orang..
    hiks.. *lebay.!

    • sebenernya maksudnya itu c jesang ngga merusak hubungn…
      cuma c kibumnya aja yang keganjenan…
      *ditabok istrinya key*

      gomawo udah baca…
      😀

  2. aaaaarrrgggghhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    aku ngiri aku ngiri aku ngiri!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    jonghyun oppa!!!!!!!!!!!
    saranghaeyo!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s