When They Come… (part 2)

Title: When They Come

Author: hyunvy

Main Cast: SHINee Member, Jeany

Other Cast: si Bos, Patrice, Pak Wasta, Park ahjushi

Rating: PG-13

Genre: Comedy, Romance, Friendship, Mystery

***

preview:

Lima langkah, empat langkah, tiga langkah, dua langkah, satu laaaaannnngggg……. Seseorang mencegatku dengan tangannya.

***

“Onew hyung?!”ujarku kaget

“mengapa kau mencegatku?”ujarku lagi sambil berusaha memindahkan lengannya itu yang menghalangiku selangkah lagi masuk ke dalam hotel.

“kau jangan masuk sendirian!!!”ujarnya sidekit berbisik

“memangnnya kenapa?”ujarku bingung

“jangan! Aku tidak mau kau mati! Biarkanlah kita mati bersama-sama…”ujarnya dingin. Aku hanya berdiri mematung, tak mengerti apa maksud dari perkataanya itu.

“ayo kita masuk!!!”ujar Jeany noona sambil menarik tanganku dan akhirnya aku terbangun dari renunganku.

***

Jeany P.O.V

Baru kali ini aku memindahkan 6 buah koper besar dan berat seperti itu. Kalau mereka bukan client dan idola ku, ogah deh kaya gitu. Tapi lumayan, tadi di bantuin sama Jonghyun oppa!!! Melayang deh…

RITZ CARLTON, omona!! Aku baru inget… semoga mereka tidak mengetahui kejadian di hotel ini. Tapi aku melihat kecurigaan di diri Onew oppa, ia mulai terlihat gusar sejak kami memasuki gerbang parker. Sepertinya ia sudah tau tentang kejadian itu. Ia kembali meyakinkan ku ketika ia mencegat Taemin masuk terlebih dahulu.

“ayo kita masuk!!!”ujarku sambil menari tangan Taemin yang mematung di depan pintu lobby hotel

Aku pergi ke meja receptionist dan check in. tunggu, 2 family room? 1 untuk SHINee dan 1 untuk menejer dan para crew, lalu aku? Ada yang gawat ini. Aku harus segera menelepon si bos…

“halo?!”ujarnya dari balik telepon

“pak?”

“ada apa? Ada yang engga beres? Kamu udah jemput mereka kan?”

“udah pak, tapi ini…”ujarku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal

“ini apa?”

“masalah kamar, bapak cuma pesen 2 kamar, terus saya tidur dimana?” ujarku sambil menyembunyikan pembicaraan ku dari kelima lelaki yang dari tadi mengamati ku bingung.

“oh, itu,..hahahaha. saya sengaja engga pesen kamar buat kamu, hemat biaya, kamu kan anak kerja praktek. Kamu pesen kamar sendiri aja deh yah?”

“bayarnya?”

“ya, bayar aja sendiri…”ujarnya datar

“mwo?! Bayar sendiri? Bapa tau kan, semalem disini itu bisa gaji sebulan saya kerja, pak…”

“kalau gitu kamu usaha gimana kek, biar bisa tinggal sama mereka, oke?”

“tapi pak…”

“tut…tut…tut…”belum aku menyelesaikan pembicaraanku, ia sudah menutup teleponnya. Huh!!! Beginilah, dasar bos killer!!! Ujarku sambil mengepalkan tanganku kesal.

“kau kenapa noona? Ayo masuk kamar, kami lelah…”tegur Minho. Memang wajah mereka menampakkan kelelahan.

“yasudahlah…”aku berjalan gontai mengisyaratkan agar mereka mengikutiku

“noona, sepertinya kita harus cepat-cepat…”ujar Key gusar

“kenapa memangnya?”ujarku dengan kepala yang masih tertunduk

“itu!!!”ujar Jonghyun oppa sambil menunjuk ke belakang. omona!!! Segerombol wanita, sepertinya bukan yang di bandara tadi, ini lebih sedikit, tetapi sama saja banyak.

“kajja!!!”ujarku mengajak mereka berlari dan memasuki lift secepatnya.

“untung saja tadi kau melihat mereka…”ujar Jonghyun oppa kepada Key sambil mengelus dadanya

“ya, untung saja… kalau kita tidak, aku bisa habis dicakari oleh mereka…”ujarku dengan napas yang terengah

“bersyukurlah kau bisa sedekat ini dengan kami…”ujar Key dengan wajah genitnya sambil tersenyum nakal. Omona!!! Ternyata mereka sifat aslinya genit juga…

“Onew oppa, kau kenapa?”tanyaku polos, aku yakin ia masih gusar dan khawatir.

“mwo?! Anni… aku tidak apa-apa…”ujarnya sambil tersenyum simpul

‘ting…’bunyi lift yang menandakan bahwa kita sudah sampai di lantai 17.

“1701… ini dia!!!”ujarku sambil menunjuk kamar nomor 1701 yang tak jauh dari lift. Aku membuka kunci kamar itu, membuka pintunya dan mulai melihat ke dalam ruangan.

‘omona!!! Besar sekali…’batinku

“kelihatannya bagus…”ujar Minho sambil memasuki ruangan besar yang megah.

“semoga kalian suka dan betah…”ujarku sambil tersenyum, aku masih tercengang melihat ruangan kamar, tetapi lebih pantas di sebut apartemen.

“akhirnya aku bisa duduk juga…”ujar Jonghyun oppa sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa besar yang empuk

“hyung, mengapa kau tidak masuk?”tanya Key pada Onew yang masih terpaku di depan pintu

“ayo masuk…”ujarnya lagi sambil menarik tangan Onew oppa dan menyuruhnya dudukk di samping Jonghyun oppa. Aku masih bisa melihat kekhawatiran di mata Onew oppa.

“satu kamar tidur dengan lima tempat tidur, dan kamar mandi didalamnya. ruang tamu ini dengan tv. dapur lengkap dengan semua peralatan dan meja makan. balkon, jika kalian ingin menghirup udara segar.”ujarku sambil ikut duduk di sofa besar yang ternyata empuk juga.

“hyung, kau ini kenapa? Dari tadi diam saja, seperti yang khawatir, terus tadi, mengapa kau tidak membiarkan aku masuk sendirian?”ujar Taemin sambari ikut duduk di sebelah Onew oppa

“noona, apakah aku harus mengatakan semuanya?”ujar Onew oppa berbisik padaku *kenapa dia manggil aku noona sih?! Padahal aku kan lebih muda dari dia!! huh!!!*

“apa yang kau maksud?! Dan jangan panggil aku noona, aku lebih muda dari mu tau!!! Huh!!!”ujarku pura-pura tak mengerti tapi sekaligus kesal

“ayolah, aku yakin kau mengerti apa maksudku, aku serahkan pada mu ya, noona… eh, Jeany-ah…”ujarnya lagi dengan muka datar

“hyung!!! Mengapa kau malah berbicara dengan Jeany noona, bukannya menjawab pertanyaanku…”

“mianhae… Jeany-ah akan menjelaskannya padamu… Minho-ah, ke sini dulu!!!”ujar Onew oppa sambil mengisyaratkan pada Minho agar ia ikut duduk bergabung bersama kami.

“waeyo? Koq jadi tegang begini?”ujar Minho yang sekarang terduduk bersama kami semua

‘aduuuhhhh, bagaimana caranya aku menjelaskan pada mereka? Tapi aku harus jujur tentang ini, baiklah, hwaiting Jeany!!!’batinku dalam hati

Aku menaruk napas panjang dan mulai berbicara.

“jadi begini, sebenarnya, pada tahun 2009 lalu, sebelum kedatangan tim sepak bola MU, hotel ini… hotel ini…”aku tak kuasa mengatakannya

“hotel ini kenapa, noona?”tanya Taemin penasaran

“hotel ini…”ujar Onew oppa menambahkan

“memangnya hhotel ini kenapa? Ayo katakan!”ujar Jonghyun oppa yang sekarang duduk tegak

Aku mengisyaratkan agar mereka mendekat dan aku mulai berbisik pada mereka, “hotel ini di bom!!!”

“yyyyyaaaaaaaaaaa…………………”Key berteriak histeris sambil berdiri

“sssssttttt…!!! Jangan ribut!!!”ujar Jonghyun oppa dengan datarnya

“maka dari itu, berhati-hati lah…”ujar Onew oppa

“uuuuuuuuu, seram juga lama-lama”ujar Taemin sambil memegang leher belakangnya

“dan tau kah kalian?”ujarku sedikit berbisik

“mwo?! Apa lagi?”ujar Minho kaget

“hyung, duduklah…”ujar Taemin pada Key

“kalian yakin mau mendengarkan ini?”tanyaku cemas

“tentu saja, ayo katakan…”ujar Onew oppa

“para teroris itu merakit bomnya di kamar ini dan katanya banyak korban jatuh di kamar 1701 ini…”ujarku sangat pelan sampai-sampai tidak terdengar. Mereka hanya terdiam, aku yakin bukan karena mereka tidak mendengar perkataanku.

“jadi, jadi kamar ini……”ujar Minho tidak melanjutkan kata-katanya

“aku tidak mau tinggal di sini!!! Ayo pindah!!! Aku tak mau!!!”ujar Key berteriak saking kerasnya kaca jendela hampir pecah

“tenanglah, aku belum selesai bercerita…”ujarku lagi sambil mengisyaratkan agar mereka tenang

“ayo lanjutkan!!”ujar Jonghyun oppa penasaran

“dan di kamar ini, 5 orang lelaki telah menjadi korban penipuanku!!!hahahahahahahaha”aku tertawa lepas

“yyyyaaaaaaa, noona!!! Kau ini!!! Jadi kau menipu kami?”ujar Key sambil mencoba memukul ku, tetapi terhalang oleh Minho dan Jonghyun oppa di sampingnya.

“hahahahahahahaha, ternyata kalian gampang aku tipu ya!!!”ujarku lagi sambil tertawa seenaknya

“Jeany-ah, kau sungguh-sungguh menyebalkan!!!”ujar Jonghyun oppa sambil memukul pelan kepalaku

“hihihihihi, mianhae… tapi soal hotel ini pernah di bom itu benar, tapi di lantai bawah, selebihnya itu karanganku…”ujarku lagi yang sekarang sudah mengurangi intensitas tertawaku

“berani sekali kau menipu kami, kami ini khan SHINee!!!”ujar Key dengan nada yang sedikit tinggi

“memangnya kenapa? Kalian juga manusia, sama sepertiku… kecuali kalau kalian adalah sekumpulan singa, baru aku tak berani menipu kalian, bisa-bisa aku dimakan…haha”ujarku kembali memecah keheningan

***

Jonghyun P.O.V

Aku hanya bisa terduduk lemas di sofa empuk ini, mengamati keempat sahabat yang sudah aku anggap sebagai saudara ku itu sibuk membereskan barang-barang mereka bersama seorang wanita yang baru saja kami kenal beberapa jam yang lalu, tetapi rasanya kami seperti sudah kenal lama, mereka begitu akrab.

Hari menjelang malam, kami bergegas mandi dan bersiap menyantap makan malam. Tapi kami akan makan malam apa ya? Apa Jeany-ah akan memasak? Setelah selesai mandi, aku pergi mengunjungi dapur, ku lihat beberapa peralatan masak yang cukup lengkap dengan kulkas yang cukup besar. Tetapi aku tidak melihat adanya tanda-tanda makanan di sana…

“hyung, kau mau masak? cepatlah, aku sudah lapar…”ujar Taemin yang diikuti Minho sambil menghampiriku dan memasang wajah kekanakannya

“anni. Tidak ada apa-apa di sini, ramyun sebungkus pun tak ada…”ujarku menunjukan kekosongan bahan makanan

“Jeany-ah!!!”panggil ku tepat saat ia keluar dari kamar mandi, masih dengan handuk dan peralatan mandinya

“waeyo?”ujarnya berbalik ke arah ku

“lapar…”ujarku manja

“hhmmhh, sebentar, aku simpan ini dulu di tas ku…”ujarnya sambil menaruh handuk dan peralatan mandinya kedalam kopernya yang tidak terlalu besar

“biar aku lihat ada apa yang bisa kita masak”ujarnnya sambil menghampiri ku dan Taemin

“tak ada apa-apa…”ujarku

“kalau begitu, kita tidak usah makan malam saja!!!”ujarnya datar

“mwo? Kau ingin kami mati kelaparan?”ujar Key yang ternyata mendengarkan pembicaraan kami

“anni, aku hanya bercanda…hehe”

“bersiaplah, aku akan mengajak kalian makan di luar… kita berwisata kuliner makanan khas Jakarta, setuju?!”ujarnya bersemangat

“setuju!!!”ujar kami berlima serentak

***

Jeany P.O.V

Sebenarnya aku bingung mau mengajak mereka makan di mana. Sebisa mungkin aku mencari restoran khas Jakarta dan tempat itu sebaiknya tidak banyak dikunjungi oleh para shawol. Bisa-bisa bukannya mereka makan, tetapi malah jadi ajang minta tanda tangan dan foto bersama.Hhmmhh, aku punya ide!!!

“ini dia tempatnya…”ujarku sambil memarkir mobil di pinggir jalan, kami berada di pecenongan

“kau tidak mengajak kami makan di restoran?”ujar Minho sedikit arogan

“anni!!! Kalian mau makan dengan tenang kan? Disini lah tempatnya…”ujarku sambil bergegas turun

“ayo para pangeran, cepat turun…”ujarku lagi yang sekarang membukakan pintu mobil untuk mereka. Mereka turun dengan ragu-ragu kecuali Onew oppa dan Jonghyun oppa, sepertinya kelaparan mereka berdua menghapuskan semua kekhawatiran mereka.

“walau pun tempatnya sederhana, tetapi aku jamin, kalian suka makanan di sini, dan kalian akan makan dengan tenang. Sebelum aku merekomendasikan makanan untuk kalian, apakah ada yang alergi atau tidak suka pada makanan tertentu?”tanyaku

“hhhmmhhh, sepertinya tidak, kami ingin mencoba makanan khas Jakarta…”ujar Onew oppa mewakili semuanya

“baiklah kalau begitu, pesan soto betawi 3 mangkok, kerak telur 2 porsi, gado-gado 3 porsi sama nasi putihnya 6 piring yah mas… oh ya, minumnya es cendol aja 6…”ujar ku pada pelayan yang dengan segap mencatat semua pesanan kemudian pergi dan membuat semua makanan yang aku pesan tadi

“noona, kau tidak salah? Sepertinya tadi kau memesan banyak sekali, kau memesan apa saja?”ujar Taemin dengan wajah yang sedikit bingung

“sudahlah, soal makan memakan, serahkan saja padaku…”ujarku sambil mengacungkan jempolku padanya

Secepat kilat, pesanan kami datang. Seketika meja yang tadinya kosong menjadi penuh dengan mangkok dan piring berisi makanan.

“ini nasinya, kalian pasti sudah tidak asing kan dengan benda ini?”tanyaku sambil menestafetkan piring berisi nasi pada mereka semua

“yang berkuah ini namanya soto betawi, terbuat dari daging sapi, aku yakin kalian menyukainya. Dan yang ini adalah gado-gado, isinya berbagai macam sayuran dengan saus kacang yang lezat. Dan yang satu ini berbahan dasar telur namun mengandung nasi juga, renyah dengan taburan kelapa diatasnya.”ujarku menjelaskan semua makanan yang ada di meja *sedikit promosi makanan jakarta yang vy tau…haha*

“ooooo…”serentak, mereka hanya bisa mengatakan itu dengan mulut yang membulat.

“selamat makan…”ujarku sambil menuangkan beberapa sendok soto kedalam piring nasiku dan mulai menyuapkannya ke mulutku. Mereka masih bingung dan raguragu untuk menyentuh sendok dan garpu yang masing-masing ada di piring mereka.

“hhmmhh,, aku tau…!!!”ujarku mengagetkan lamunan mereka, entah apa yang mereka lamunkan. Aku merogoh tasku dan mulai mengeluarkan suatu benda yang pasti sangat mereka butuhkan

“ini!!!”ujarku sambil membagikan sumpit kayu yang sengaja aku bawa.

“ternyata kau mengerti… gamsahamnida noona…”ujar Minho dengan ramahnya

“ternyata kau yoja yang sangat perhatian ya…”ujar Jonghyun oppa menggoda

“sudahlah, cepat makan…”ujarku cepat sambil menyantap makananku

***

“aku kenyang sekali… jeongmal gamsahamnida kau sudah mentraktir kami…”ujar Onew oppa saat perjalanan kami menuju kamar hotel

“makanannya enak, ternyata makanan Jakarta tidak begitu buruk…”ujar Key

“ya, aku juga suka…”ujar Taemin menyusul

“aku yakin akan tidur pulas malam ini…”ujar Jonghyun oppa sambil menusap perutnya

“jeongmal gomawo ya, noona…”ujar Minho sambil membuka pintu kamar

“apa aku bilang, kalian pasti suka… benar kan…hoho”ujarku sambil tersenyum senang sambil segera duduk di sofa yang empuk itu

“terima kasih untuk hari ini… kau boleh pulang, Jeany-ah…”ujar salah satu dari mereka dan itu adalah leader Onew oppa

‘mwo? Pulang? Bagaimana ini? Aku harus pulang ke mana?’ batin ku berkelut saat itu. ‘apa aku harus jujur pada mereka? Waaaa, aku bingung… Tuhan, tolong aku…’ gumamku dalam hati sambil memejamkan mataku dan berdoa

—–tbc—–

mian klu part yang ini mulai rada aneh…hehe

tapi moga ajah suka…

gomawo dah baca…

jngan lupa comment yah!!!

di tunggu!!!hehe 😀

Advertisements

20 responses to “When They Come… (part 2)

  1. @lee-eunda
    Udah taw skrg nmanya…
    Relynda khan?
    *baru bca + blz comment yg d part 1…hehe. mian*

    Umur brapa niy?
    *jdi klu lbih tua, biar sopan bsa d panggil onnie…hehe*

  2. biarlah telat comment,, saya bukan silent rider chingu..
    haha.. 😀
    kamu tau kan knapa saya baru komen skrang..
    wkakaka..
    aku tungguin deh lanjutan’a 😀

  3. Pingback: When They Come… (part 6) « FFindo·

  4. Pingback: When They Come… (part 7 -end-) « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s