super friendship! -6-


Taemin P.O.V

“APAAAA??!” Aku berteriak keras saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut minho hyung.
“Ne, wae?” Tanya minho hyung dengan polosnya, dan seketika itu juga jonghyun hyung memukul kepalanya pelan.

“pabboya! Kau tak lihat bagaimana tubuh taemin?so skinny minho-ah! Memangnya fisiknya kuat?!” jelas jonghyun hyung dengan berapi-api.

“memangnya kenapa kalau ia kurus?bukan masalah, yang penting kemampuannya dalam bermain basket bagus..” kilahku ikut berapi-api.

“hyung, aku ini tak bisa bermain basket! Belum lagi tubuhku memang kecil, mana mungkin aku bisa..” tambahku.

“ya! minho-ah, kau mau membuat dongsaengku semakin terlihat kurus gara-gara terus berlatih basket?lagipula pertandingan tinggal 2 minggu lagi..” ujar key hyung dengan tenang.

“aku tidak perduli dengan waktu, kalau kau mau berusaha pasti bisa! Ayolah, aku akan membantumu berlatih basket, jebal..” pinta minho hyung dengan mata bulatnya yang penuh harap.

“dengan kondisi kakimu yang masih seperti ini?”

“aku tak peduli..”

“hyung, aku..”

“jebal taemin-ah, aku mohon..” aku terdiam, menatap ketiga hyung-ku bergantian.

“baiklah kalau begitu, aku akan membantumu melatih anak ini..” akhirnya key hyung berbicara dengan menepuk-nepuk kepalaku pelan.

“maksudmu apa hyung? kau juga kan harus berlatih untuk kejuaraan..” kilahku menatapnya.

“bisa kuatur, yang penting sahabatku bisa kutolong..” jawab key hyung tersenyum manis.

“gomawo key-ah..” ujar minho hyung mengulurkan tangannya hingga key hyung dan minho hyung melakukan salam persahabatan mereka *silahkan bayangkan sendiri..^^

“apa boleh buat kalau begitu, aku mendukung saja..” ujar jonghyun hyung menaikkan bahunya, kuhembuskan nafasku pelan.

“baiklah.. aku mau..” jawabku akhirnya.

“yeahh!!! Gomawo taemin-ah! Jeongmal gomawoyo!” ia berteriak senang dan mengacak rambutku gemas. Bisa kulihat pancaran bahagia dari kedua matanya yang bulat, aku jadi ikut tersenyum melihatnya bahagia^^

***

Onew P.O.V

‘Umma.. appa.. doakan aku, semoga keputusan yang kuambil ini yang terbaik..’ gumamku dalam hati sebelum meng’klik’ kolom register now dihalaman pendaftaran beasiswa online itu.

Sekarang keputusannya,hari ini aku harus menentukan apakah aku akan ikut program seleksi beasiswa itu atau tidak. Dan kini aku sedang duduk didepan monitor komputerku dengan terpampang halaman pendaftaran online. Sudah hampir 10 menit aku hanya diam menatap layar monitor dengan ragu. Hingga akhirnya, aku mengklik kolom itu juga.

‘semoga..’ gumamku dalam hati sambil menutup kedua mataku, kulihat proses penerimaan pendaftaran sedang dalam proses dan dalam waktu beberapa detik keluar sebuah message bahwa aku sudah terdaftar sebagai siswa yang mengikuti seleksi beasiswa itu.

“huuufh..” kuhembuskan nafasku berat, menatap layar monitor dengan lelah.

‘dreett… dreeettt..’ getar hp-ku membuatku beranjak dari duduku dan membuka pesannya.

From : Hyunnie bling-bling

Hyung, bagaimana?sudah kau putuskan?

Semoga itu jadi keputusan yang terbaik.. =)

Aku tersenyum membaca pesan darinya, tanpa berlama-lama segera kubalas pesan darinya.

To : Hyunnie bling-bling

Ya, sudah kuputuskan aku mengikuti seleksinya..

Semoga.. doakan aku hyunnie-ah.. =)

Bagaimana keadaan minho?

‘dreeet.. dreett..’

From : Hyunnie bling-bling

Jadi kau benar-benar mengikutinya,

Tentu saja hyung, aku selalu mendoakan kita semua^^, hwaiting hyung.!

Keadaannya semakin baik, besok ia bisa masuk sekolah..

Dia meminta taemin untuk menggantikan posisinya dipertandingan nanti.!

To : Hyunnie bling-bling

Na do.. hwaiting hyunnie-ah! =)

Jinja? lalu taemin menyanggupinya?

Semoga ia berhasil..^^

Begitulah aku dan jonghyun terus saling membalas pesan hingga larut membicarakan yang terjadi dirumah sakit tadi. Aku merasa semakin menyayangi mereka, satu-satunya keluarga yang kumiliki didunia, setelah keluargaku yang asli berada diatas sana.

***

Key P.O.V

Mulai dari hari ini sudah kutekadkan untuk melakukan yang terbaik demi kejuaraan kali ini, bukan hanya untuk meraih kemenangan, tapi juga meraih kembali kasih sayang dari ayahku. Jujur, aku benar-benar merindukannya meskipun kami tinggal serumah, ia jarang sekali menganggapku selayaknya anak, ia hanya berbicara kalau aku melakukan kesalahan dan selalu membentakku. Aku benar-benar merindukkan mereka semua, merindukan keluargaku yang seutuhnya.

“YA! KEY-AH!” aku langsung mengerjapkan mataku terkaget dengan teriakan seseorang tepat ditelingaku, aku menoleh padanya dan jonghyun hyung sudah duduk disampingku.

“Ya! hyung! bisa tidak tak berteriak ditelingaku?! Kau mau aku tuli hah?!” protesku berteriak padanya, tapi ia malah menjulurkan lidahnya padaku.

“aiish! Kau ini..!”

“Hei..!” belum sempat aku memukulnya sebuah teriakan sudah mendahuluiku. Ternyata itu minho dan onew hyung disebelahnya. Sepertinya onew hyung membantu minho menaiki tangga mengingat kondisi minho yang mengharuskannya menggunakan tongkat untuk sementara.

“minho-ah, hyung! ayo kemari..” aku berteriak pada mereka dan mengayunkan tanganku semangat.

“akhirnya kau sekolah juga, jadi aku ada teman dikelas nanti, haha..” kupukul lengannya pelan dan tertawa lebar.

“yah, aku sudah siap menerima paksaanmu lagi key-ah..” sindir minho yang sudah duduk disampingku.

“sialan kau!” aku mendorong tubuhnya pelan dan ia tertawa senang.

“bagaimana hyung? “ tiba-tiba jonghyun hyung mengeluarkan sebuah pertanyaan,

“sudah, tinggal bersiap-siap menghadapi seleksinya..” jawab onew hyung tersenyum ringan, aku dan minho saling bertatapan bingung.

“seleksi apa hyung?” Tanya minho yang sama-sama bingung

“perguruan tinggi,” jawabnya singkat. Aku mengangguk tanda mengerti walaupun sebenarnya aku merasa ada yang aneh dengannya.

‘bruukk..’ kudengar suara pintu terbuka dan keluarlah taemin dengan berlari kearah kami,

“ya! kau kenapa taemin-ah?” Tanya jonghyun hyung yang kebingungan melihat taemin yang masih tersengal-sengal.

“aku.. aku.. aku bingung harus bagaimana, sebelumnya aku tak pernah ikut pertandingan basket..” jelasnya dengan wajah cemas. Sedetik kemudian suasana menghening, dan tak lama setelah itu tawa kamipun meledak.

“kenapa kalian malah tertawa?aku serius..” protes taemin yang menggembungkan pipinya.

“kau benar-benar seperti anak kecil, haha.. “ ucap onew hyung dengan mata yang segaris karna tertawa lebar.

“kau tak perlu sampai segitunya hanya karna bingung harus bagaimana taemin-ah, kau itu terlalu heboh sendiri..” jelas minho yang sudah berhenti dari tawanya.

“aigoo~, dongsaengku ini memang lucu sekali, seperti anak kecil saja..” aku mengacak rambutnya gemas dan kembali tertawa.

“aiish! Kalian ini..” ia semakin menggembungkan kedua pipinya dan kini berkacak pinggang. Aku hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkahnya, benar-benar mirip dengan sikap kira!

“aku harus pergi, sebentar lagi aku harus latihan..” aku beranjak dari dudukku dan melambaikan tanganku pada mereka yang masih tertawa.

“key!” seru onew hyung dari jauh, aku membalikkan badanku, kulihat ia tersenyum padaku,

“hwaiting key~!” teriaknya dengan mengacungkan tangan kelangit, aku tersenyum membalasnya dan mengacungkan ibu jariku tanda mengerti lantas berlalu meninggalkan mereka.

***

Minho P.O.V

Aku berjalan dengan tertatih menuju lapangan basket, saat ini sekolah sudah sepi karna memang sudah jadwal pulang. Tapi aku sudah janjian dengan taemin akan mulai latihan dari hari ini, aku sudah minta ijin pada pelatih basketku dan ia mengijinkan taemin mengganti posisiku.

“taemin-ah..” kupanggil namanya saat melihatnya tengah bersiap-siap dipinggir lapangan, aku menghampirinya dengan tertatih.

“hyung, aku akan berusaha sebaik mungkin. Hwaiting!” ujarnya dengan semangat dan mengepalkan tangannya kelangit, aku tersenyum menatapnya dan mengacak rambutnya lembut.

Kusimpan tasku dipinggir lapangan dan berjalan menuju tengah lapangan yang diikuti taemin. Aku berbalik hingga berhadapan dengannya,

“nah, sekarang kita pemanasan dulu, kau lari keliling lapangan 10 putaran lalu push up 20 kali dan sit up 20 kali.” Ujarku santai,

“MWO!?” ia membelalakan matanya kaget,

“wae? Kau kan harus pemanasan dulu biar otot-ototmu tidak kejang” jelasku dengan wajah datar, ia menampakan wajah mirisnya.

“itu bukan pemanasan namanya hyung, tapi penyiksaan. Kau gila menyuruhku melakukan itu semua?” protesnya masih membelalakan mata.

“kau itu mau bermain basket taemin-ah, bukan fashion show! Jadi itu hal yang wajar dilakukan! Sudah kerjakan saja!” perintahku mulai kesal, dengan malas ia berlari menjauhiku dan mengerjakan apa yang kuperintahkan.

Sesekali ia berhenti dari larinya dan membungkukan badannya yang mulai berkeringat, tapi aku langsung meneriakinya hingga ia melanjutkan larinya. Ia terlihat kesulitan melakukan push up dan sit up, mungikin karna belum terbiasa. Tapi aku terus meneriakinya agar ia bersemangat meskipun peluh sudah membanjiri tubuhnya.

“baiklah, sekarang kita latihan kecekatan. Kau lari dari ujung sana dan kembali lagi ke ujung sana dengan cepat” ujarku sambil menunjuk ujung kanan dan ujung kiri lapangan. Dengan malas taemin berjalan keujung kiri lapangan dan bersiap menerima aba-abaku.

‘priiit..’ kutiup peluit sekencang mungkin dan ia mulai berlari dengan cepat, sesekali ia kehilangan keseimbangan dan terjatuh, tapi seperti biasa, aku langsung meneriakinya hingga ia terbangun lagi.

“Oke, yang selanjutnya..”

“hyung, bisakah kita beristirahat sebentar?aku lelah dan sangat haus?” selanya sebelum aku melanjutkan kata-kataku. Aku terdiam sesaat dan akhirnya mengangguk pelan. Taemin langsung berjalan menuju tasnya dan mengambil sebotol air mineral.

“habis ini kau latihan melempar bola ya..” jelasku dengan datar, ia tak menjawabnya malah menghabiskan airnya dengan cepat.

***

Key P.O.V

“Key-ah, aku pulang duluan ya!” teriak teman se-klub ku sambil melambaikan tangannya dari jauh, aku tersenyum dan menganggukan kepalaku pelan. Kuambil hp yang tersimpan ditas dan mengirim pesan pada minho.

To :Freezy minho

Minho-ah, mianhe sepertinya aku tak bisa membantumu hari ini

Aku masih harus latihan..

‘dreet.. drett’ tak lama kemudian pesan balasan dari minho kuterima

From : Freezy minho

Gwenchana key-ah, aku masih bisa sendiri

Kau fokus latihan saja, hwaiting chingu!

Aku tersenyum kecil membaca pesan darinya dan kembali menyimpan hp-ku kedalam tas. Kembali aku berjalan menuju danau dan melanjutkan latihanku hari ini.

“Kau masih mau berlatih key-ah?ini sudah malam, kau bisa sakit” ujar seorang pelatih padaku saat aku hendak menuju papan selancarku.

“gwenchana sunbae, aku sudah biasa. Ayo kita lanjutkan..” jawabku tersenyum padanya. Kuambil papan selancarku dan bersiap melanjutkan latihanku.

Aku kembali berlatih dengan serius, meski sesekali aku terjatuh dari papanku dan tercebur kedanau. Tapi aku segera bangkit dan kembali berlatih hingga malam.

***

Sudah 3 hari lewat sejak taemin mulai berlatih dengan minho, tapi aku belum juga menghampiri mereka. Jujur saja jadwal latihanku semakin intensif dan aku sendiri harus berlatih dengan baik supaya bisa menang nanti. Tapi sudah kuniatkan pulang latihan nanti aku akan menghampiri mereka dan membantu taemin berlatih.

“Baiklah, latihan hari ini sampai disini saja. Sampai bertemu besok, annyeong..” ucap pelatihku sambil meninggalkan kami, aku langsung membereskan barangku dan berlari menuju lapangan basket.

Saat sampai dilapang basket dari pintu masuk kulihat taemin sedang berlatih begitu kerasnya. Bisa kulihat wajahnya yang memerah karna kelelahan, dan peluh sudah membanjiri tubuh kecilnya. Aku mengerutkan keningku menatap khawatir pada taemin,

“sepertinya anak itu terlalu keras pada adikku..” gumamku pelan dan berjalan menghampiri mereka.

“Ya! taemin-ah, minho-ah.. maaf aku baru datang” teriakku sambil berjalan menghampiri mereka.

“gwenchana, kau juga kan harus latihan..” balas minho menepuk lenganku pelan.

“kau tak pulang minho?biar aku yang melatihnya..” tawarku menatap minho.

“sebenarnya aku memang harus pulang, umma-ku sedang banyak pesanan. Kau tak apa kutinggal sendiri?” tanyanya balas menatapku.

“gwenchana, kan ada dongsaengku, hehe..” balasku tertawa padanya.

“baiklah, aku pulang duluan, annyeong key..” ia menepuk pundakku pelan dan berjalan meninggalkanku,

“aku pulang duluan taemin-ah, berlatihlah yang rajin..” ujarnya saat melewati taemin yang kelihatannya sedang berlatih mendribble bola.

“ne, hati-hati dijalan hyung..” jawabnya tetap fokus pada bolanya.

Beberapa menit kemudian minho sudah menghilang dari lapang, dan taemin yang menyadarinya langsung melempar bolanya sembarangan dengan kesal.

“Ini..” kulemparkan sebotol air mineral padanya, ia menangkapnya dan dengan cepat menghabiskan isinya.

“sepertinya kau lelah sekali dongsaeng-ah..”ujarku tersenyum padanya. Ia berjalan menghampiriku dan terduduk dilantai lapangan.

“tak lelah bagaimana, minho hyung memperlakukanku seolah aku ini robot yang tidak akan pernah lelah. Ia keras sekali!” protesnya kesal, aku tertawa ringan mendengar keluhannya dan melemparkan handuk kekepalanya yang posisinya lebih rendah dariku.

“dia hanya takut..” ujarku datar

“mwo?”

“dia takut kau tak bisa menguasai seluruh teknik basket dan dia takut kau kalah saat pertandingan nanti. Kau tau kan dia bagaimana?” jelasku tenang.

“aku tau, tapi kan tak usah sampai memperlakukanku seperti mesinnya. Aku juga kan lelah..” keluhnya sambil mengelap keringatnya yang sudah membasahi tubuhnya.

“sudah! Jangan mengeluh terus, diam saja! Biar latihannya bisa kita lanjutkan lebih cepat!” perintahku sedikit keras

“latihan lagi?aigoo~!” gerutu taemin kesal dan menggembungkan kepalanya. Aku hanya tersenyum membalas keluhannya. Hampir 15 menit kami beristirahat, dan latihanpun kami lanjutkan walaupun sebenarnya aku dan taemin sama-sama lelah.

“ayo taemin-ah, kau pasti bisa! Melangkah dengan pasti dan jaga pandanganmu!” teriaku dari pinggir lapangan saat ia tengah berlatih mendribble bola.

***

Taemin P.O.V

5 hari, 5 hari ini aku terus berlatih basket dengan minho hyung dan key hyung. Rasanya sangat melelahkan, lebih melelahkan dari menghadapi sikap protektif umma-ku. Tapi ini hari penentuannya, hari ini aku akan mulai bergabung dengan tim basket dan memulai latihan intensif pertamaku.

Masih ada waktu 1 jam sebelum latihan dimulai, tapi kelas sudah bubar. Kupilih untuk menghampiri key hyung yang tengah berlatih,

“sekali-sekali biar aku yang menemaninya, hihi..” gumamku pada diri sendiri saat berjalan menuju danau belakang sekolah. Saat tiba disana kulihat key hyung tengah berbasah-basahan seperti biasa. Terus terjatuh dari papannya dan kembali mengulang latihannya tanpa lelah.

Selesai satu putaran terlihat key hyung menepi ketepi danau dan berjalan menuju sebuah bangku, aku berlari hendak menemuinya.

“Hyung!” panggilku dengan semangat,

“taemin-ah, tumben sekali kau kesini..” jawabnya singkat dengan melempar seulas senyum.

“ne, aku ingin melihat hyung latihan..” jawabku membalas senyumnya, kuberikan air mineral yang kupegang sedari tadi padanya.

“gomawo..” jawabnya lantas duduk dibangku itu dan aku mengikutinya.

“bagaimana latihannya hyung?” tanyaku membuka percakapan.

“seperti yang kau lihat, aku harus berusaha sebaik mungkin supaya bisa menang nanti..”jawabnya kembali memberikan senyuman manisnya padaku.

“kau sendiri bagaimana?”

“hari ini aku akan mulai latihan dengan tim basket, aku benar-benar takut hyung, aku takut mempermalukan minho hyung dan juga hyung didepan mereka semua..” jelasku menundukan kepala.

“jangan takut taemin-ah, sudah kubilang kau harus yakin pada dirimu sendiri! Aku tau kau bisa! Hwaiting dongsaeng-ah!”  ucapnya menyemangatiku dan mengepalkan tangannya kelangit, aku menatapnya sekilas dan tersenyum padanya.

“ne, hwaiting~!” jawabku ikut mengepalkan tangan kelangit,

“begitu dong, itu baru dongsaengku..” ucapnya mengacak rambutku lembut, bisa kurasakan tangannya yang dingin akibat terlalu lama diair. Aku tersenyum lembut padanya, bisa kurasakan kehangatan dalam hatiku sekarang, entah mungkin karna key hyung, aku sendiri tak tau.

“yasudah, cepat sana, siap-siap, nanti kau terlambat..” ujarnya lagi,

“ne, aku pergi dulu hyung, hyung juga yang semangat berlatihnya, hwaiting!” ucapku kembali menyemangatinya.

Ia tak menjawab ucapanku dan malah membalas tersenyum dan mengepalkan tangannya kelangit, aku kembali tersenyum, tidak! Tertawa, lebih tepatnya tertawa, setelah itu aku berlari meninggalkannya menuju lapang basket.

***

Onew P.O.V

“Ini.. ini.. yang ini begini.. iya.iya.. emm..” aku terus berusaha menyelesaikan kumpulan soal trigonometri dalam buku matematika yang kubeli sewaktu itu. Sudah 2 jam aku berada diperpustakaan sekolah, kebetulan hari ini aku mendapat piket petugas perpustakaan, jadi aku bisa menggunakannya sebagai tempat belajarku juga jonghyun.

“Hyung..” panggilnya dengan suara frustasi,

“sebentar..” jawabku yang masih serius berusaha menyelesaikan soalnya,

“hyung..” panggilnya semakin merengek,

“wae hyunnie-ah?” tanyaku akhirnya menggubrisnya, ia menyodorkan sebuah buku padaku

“tolong jelaskan bagian yang ini, aku tak mengerti sama sekali..” pintanya sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah tak karuan.

Aku menghela nafas panjang, dan mulai menjelaskan semua yang kutahu padanya, jonghyun hanya manggut-manggut tanda mengerti sambil terus mendengarkan penjelasanku.

Setelah hampir satu jam menjelaskan padanya aku menghentikan penjelasanku karna memang bab yang ia tanyakan sudah habis.

“bagaimana?mengerti hyunnie-ah?” tanyaku yang sudah kelelahan, kulihat ia mengerang merebahkan lengannya keatas.

“ne, arasseo, tapi sepertinya otakku sudah tak muat menerima pelajaran hari ini. Kita pulang saja yu hyung..” ajaknya dengan sedikit merengek, aku menghela nafas panjang lantas menutup bukuku yang berserakan.

“ne, aku juga sudah lelah, kita pulang saja..” jawabku sambil membereskan barang-barangku.

Jonghyun langsung bangkit dari duduknya dan membereskan buku-bukunya, tak lupa aku kembali mengecek seluruh isi perpustakaan agar tak ada yang berubah, beberapa menit kemudian kami keluar dari perpustakaan setelah aku mengunci pintunya dan berjalan menuju gerbang sekolah.

“hyung, bukankah hari ini pertama taemin latihan dengan tim basket?bagaimana kalau kita melihatnya?siapa tau ia jadi lebih semangat?”  ajaknya saat diperjalanan menuju gerbang, aku terdiam memikirkan ajakannya, tidak buruk juga, lagipula sedikit refreshing melihat yang bermain basket.

“baiklah, ayo…” jawabku merangkul pundaknya,

Saat beberapa meter lagi kami sampai menuju lapangan basket, tak sengaja aku dan mungkin juga jonghyun mendengar teriakan –lebih tepatnya bentakan- seseorang dari arah lapang basket. Aku dan jonghyun saling bertatapan saat mendengar suara bentakan itu semakin jelas, aku yakin itu suaranya, aku dan jonghyun semakin mempercepat langkah kami,

“ya! aku kan sudah melatihmu dengan baik dan kita sudah sering berlatih! Kenapa kau bisa melakukan kesalahan yang amat memalukan itu hah?! Kau sudah mempermalukanku!” bentaknya dengan penuh emosi, aku semakin mempercepat langkahku.

“mianhe hyung..” jawab seorang yang lain dengan suara yang tercekat,

“mudah sekali kau bilang maaf, kau sudah membuatku malu didepan pelatih dan teman-temanku bodoh!” bentaknya lagi semakin emosi,

“sudah kubilang aku tak bisa bermain basket! Tapi kau tetap memaksa, kalau begitu hyung cari saja pengganti yang lain!” teriak orang itu dengan keras.

Saat aku sampai didepan pintu lapangan basket kulihat taemin berlari dengan cepat dan menubruk tubuhku yang tepat ada didepannya, tapi ia sama sekali tak menggubrisku dan terus berlari meninggalkan orang yang membentaknya barusan.

“ya! minho-ah!” bentak jonghyun saat dilihatnya minho berdiri didepan pintu lapang, sudah kuduga itu minho, aiish!

“aku mengejar  taemin dulu hyunnie, kau urusi dia..” ujarku pelan padanya, ia mengangguk serius dan aku langsung berlari mengejar taemin.

Aku terus berlari mengejar taemin yang sudah jauh didepanku, aku terus berteriak memanggil namanya, tapi ia sama sekali tak memalingkan wajahnya. Akhirnya aku mengambil  sebuah batu kecil dan melemparkannya pada taemin dan tepat sasaran! Ia menghentikan larinya dan membungkukan badannya, dengan tangan menahan dikedua lututnya. Aku berlari menghampirinya, saat semakin dekat dengannya bisa kudengar suara isakan dari taemin.

“taemin-ah..” panggilku pelan, ia terdiam dan beberapa detik kemudian

“minho hyung bukan sahabatku! Ia terus memperlakukanku seperti budak! Ia tak pernah memikirkan perasaanku!” teriaknya tepat didepan wajahku dengan airmata yang membasahi pipi putihnya.

“tenanglah taemin-ah..” aku berusaha menenangkannya dan kudekatkan tubuhku hendak memeluknya tapi ia malah melangkah mundur.

“tenang?tenang hyung bilang?!bagaimana mungkin aku bisa tenang sementara hatiku sakit! Minho hyung terus memarahiku padahal aku sudah berusaha sekuat mungkin sampai aku tak memperdulikan tubuhku yang kelelahan! Ia tak pernah memikirkan perasaanku! Tidak pernah hyung! TIDAK PERNAH!” bentaknya lagi tak memperdulikan diriku yang ada didepannya,

‘PLAAAKK!’ sejurus kemudian bisa kurasakan tanganku refleks menampar pipi basahnya.

-tbc-

Mian update’a lama,, kehalang TO seehh *npa jdi curhat?!,, mudah2an pada suka.. 😀

ttap ditunggu comment’a.. 😀

Advertisements

14 responses to “super friendship! -6-

  1. ih waw…
    mamen…
    keren lalala lah…
    c minho + taemin sama-sama odonk awh…
    *digampar istrinya minho+taemin*
    onew,,, ternyata kamu…haha

    lanjut chingu!!!
    😀

    yang mian update lama yakin gara” TO? ato gara-gara………..hahahaha *peace ^^*

    • knapa odong?? *wajah polos..
      onyu knapa? *wajah manis..

      bneran gara” TO,, dimarahin mulu sama c mamah,,tapi alasan ke2 emg itu,,hwahaha.. 😀

    • annyeong.. 🙂
      suka key juga yaa?? waahh oppa-ku disukai banyak cewe yaa,, *digetok keyholic

      okkeii,, yg sbar ya chingu.. 🙂
      gomawo udh baca n comment.. 🙂
      jgan lupa bca part slanjut’a yaa.. 🙂
      *ngarep.. 😛

  2. Omo… Minho kau trllu kras sma taemin.. Kn ksian dy… Dy da usha…
    Kau hrus tnang n’ jga emosimu..
    Taemin.. Sbar ma minho y .. Namjaku itu emang kras, tpi dy bae ko.. He,he,he.. Ayo taemin! Hwaiting!
    Ayo.. Lnjut… \^o^

    • waahh,, bnyak yg comment minho keras yahh,,
      haha..
      berarti rncana brhasil,, dipart 1 minho kn keliatan baik banget,, hehe.. 😛
      *evil smile.. 😛

      ok.!
      gomawo udah baca n comment hyurin-ah.. 🙂

  3. Pingback: super friendship! -6- « FFindo | ujian paket b·

  4. Waduh minho oppa ko gto bgt se??Ksian kan taemin’a
    Q jdi skit hti dech*loch ko….
    Ayo cpt dlnjut cz pnzran pa yg bkal dlakuin jonghyun oppa ke my minho oppa*dserbu istri2 minho

  5. Minho keras bgt ya sm tae, tapi bisa d mengerti kok kenapa dia kaya gitu..*author: sok tau lo!!*

    Taemin-ah.. kau jangan jadi namja yg cemen dong..*d tabok fansnya tae*
    gimana mau berhasil klo tantangan kaya gitu udah nyerah..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s