When They Come… (part 4)

Title: When They Come

Author: hyunvy

Main Cast: SHINee Member, Jeany

Other Cast: Patrice

Rating: PG-13

Genre: Comedy, Romance, Friendship, Mystery

***

preview:

Baby,, Negae banhae beorin naegae wae irae
Dureopdago mulleoseoji malgo
Geunyang naegae matgyeobwala eoddae
My lady’
bunyi ringtone handphone ku, aku segera mengangkat telepon itu

***

“halo?”

“halo, Jeany? Apa benar wanita yang aku lihat dan aku teriaki itu kau?”tanya seseorang nan jauh di sana

“Patrice?”

“iya ini aku… tadi aku ada di pintu samping…”

“iya, itu aku… ternyata aku ditugaskan menjadi guide tournya SHINee…”

“omona!!! Beruntung sekali kau!!! Mengapa kau tidak member tahuku? Sekarang kau dimana?”ujarnya sedikit berteriak

“aku di pintu samping panggung, kau dimana?”tanyaku

“aku sudah melihat mu. Baiklah, aku segera ke sana…”ujarnya sambil dengan segera menutup telepon

Baru selang beberapa detik,

“Jeany-ah!!!”ujar seorang wanita yang aku yakini adalah Patrice

“Patrice!!!”ujarku sambil merebahkan tanganku dan memeluknya. Cukup lama aku memeluknya dan aku pun melepaskan pelukanku

“mian aku tidak memeberitahu mu…”

“gwenchana, kau pasti sibuk, mengabariku saja tidak pernah…”ujarnya sambil menarik kedua sisi pipiku

“aaaawww, appoyo!!!”ujarku meringis kesakitan

“sebagai balasan kau tidak mengabariku, biarkan aku bersamamu sampai konser ini berakhir dan sampai aku bisa bertatap muka 10cm dengan Key!!!”ujarnya panjang lebar

“mwo?!”aku terbelak kaget

“jadi begitu? Ya sudah, aku kira kau sahabat terbaik ku…”ujarnya marah dan berbalik pergi

“eeeiiitttssss, baiklah…!!!”ujarku sambil menahannya agar ia tidak pergi

“aku sudah menyangka kau akan melakukan ini. Lagi pula walaupun kau tidak mengijikan ku, aku akan memohon padamu sampai kau bosan…haha”ujarnya sambil tertawa lepas

“jadi kau pura-pura marah?”ujarku sedikit tinggi

“mian!!! Sudahlah, ini, aku bawa cemilan kesukaan kita, ayo makan…”ujarnya sambil mengeluarkan sebungkus keripik singkong kesukaan kami.

Dengan keripik singkong dan Patrice, aku yang sedari tadi berdiri di samping panggung, mulai menikmati lantunan suara indah mereka. Tak sedikit lagu yang mereka bawakan. Tak sedikit pula teriakan dari para fans yang jujur saja membuat ini sangat ribut. Tapi aku yakin, jika aku seperti mereka aku pun akan berteriak sekencangnya,,hehe. Namu aku berpikir, dengan lagu sebanyak itu, dance yang begitu melelahkan mereka masih bisa tersenyum dan aku yakin senyuman mereka tulus, sebagai penghargaan bagi para fans mereka.

***

“plok,, plok,, plok.. konser yang sangat hebat!!! Fantastis!!!”ujarku pada mereka berlima yang terlihat kelelahan tetapi masih tersenyum tulus menanggapi omonganku

“dia siapa noona?”tanya Taemin, ternyata ia menyadari kehadiran Patrice

“annyong, Patrice imnida, aku temannya Jeany…”ujarnya memperkenalkan diri dengan bahasa Korea yang terbata

“annyong…”balas mereka berlima, ramah sekali, jauh berbeda saat bertemu denganku…

“Key-ah, kemari sebentar…”ujarku. berjalan 5 langkah, ia sudah ada di hadapanku

“Patrice sangat menyukaimu, buat dia lebih jatuh cinta. Jangan sampai ia berpaling…”bisik ku padanya dan ia tersenyum genit padaku sambil mengacungkan jempolnya

“annyong, Kibum imnida…”ujarnya pada Patrice, mendekatkan wajahnya, menatapnya dalam-dalam kemudian berbisik “noona neomu yeppo…”  mengerlingkan matanya dan kembali duduk di sofa back stage

***

“gomawo untuk semuanya, aku pulang dulu… terima kasih untuk hari ini dan untuk obrolannya tadi…”ujar Patrice membungkukan badannya pada mereka dan beranjak pergi

“Jeany, aku hutang budi padamu banyak sekali. Aku pulang dulu, jangan lupa ingatkan Key membalas pesanku…hehe”bisiknya padaku. ia pun perlahan menghilang dari pandangan kami

“Patrice noona lumayan juga ya…”ujar Minho genit

“ia milikku…”ujar Key sambil tersenyum, senyum kemenangan

“sudahlah, ayo pulang, kalian pasti lelah sekali…”ujarku perhatian

“ayo, aku ingin segera tidur…”ujar Onew oppa

“kalau begitu cepatlah bergegas… jangan ada yang ketinggalan…”ujar Key

Mereka segera bersiap, begitupun aku. Seperti biasa, aku lebih sibuk dari pada mereka dan bukan sibuk mengurus diriku sendiri, tetapi sibuk mengurus mereka. Aku seperti pembantu saja. Dan lagi-lagi, aku yang membawa semua perlengkapan mereka yang sangat banyak itu.

***

“hooooaaaammmm, selamat tidur…”ujar Taemin dan segera masuk ke kamar

“Taemin-ah, jangan langsung tidur!!!”ujarku sedikit berteriak

“kenapa? Aku lelah sekali, noona…”tanya nya bingung

“cuci dulu kaki, tangan dan mukamu… jangan lupa ganti baju dan sikat gigi…”ujarku panjang lebar, (kaya mamah-mamah ajah)

“aigooooo…”ujarnya mengacak-acak rambutnya karena kesal sambil berjalan ke kamar mandi

“Jeany-ah, terima kasih untuk hari ini…”ujar Jonghyun oppa yang sedang membereskan barangnya tanpa melihat ke arahku

“sama-sama…”ujarku sambil tersenyum kemudian duduk di sofa

“terima kasih juga noona sudah membawakan barang-barang kami ini…”ujar Key

“sama-sama, memang tugasku membantu kalian… tapi jangan anggap aku sebagai pembantu kalian!!”ujarku

“hahahaha, tentu saja tidak… noona tenang saja…”ujar Minho dengan lembutnya

“hoooaaammmm… ayo tidur…”ajak Onew oppa

“ayo, kami tidur dulu ya…”ujar Key

“ok, selamat tidur…”ujarku

“kau tidak tidur?”tanya Jonghyun oppa

“belum, masih ada yang harus aku lakukan…”jawabku

“baiklah kalau begitu, jangan sampai larut…”ujarnya lagi dengan nada yang sangat lembut

“sip!”ujarku sambil mengacungkan jempol ku padanya. Mereka berlima pun memasuki kamar, menutupi pintunya dan aku pun mendapatkan keheningan.

***

Minho P.O.V

Mataku mulai terasa panas, sepertinya ada sinar yang dari tadi menusuk mataku. Aku mencoba membuka mataku. Benar saja, untuk pertamakalinya di hari ini aku tak kuat menahan cahaya matahari. Namun berangsur, indra lihatku mulai menyesuaikan. Ku atur nafasku dan gerakan tubuhku, meyakinkan seluruh nyawaku sudah benar-benar berkumpul. Aku duduk di samping tempat tidurku.

“jam 12 siang?!”aku berteriak cukup keras saking kagetnya

“mwo?! Jam 12 siang?”Jonghyun hyung langsung terbangun dan terduduk dari tidur lelapnya

“hyung, bangun!!! Sudah jam 12 ini…”ujarku pada Key hyung yang kasurnya berada di samping kasurku

“Taemin-ah, bangun!!”ujar Jonghyun oppa sambil mengguncangkan tubuh Taemin

“bisa kah kalian tidak ribut?”ujar Onew hyung dari balik selimutnya

“bangunlah hyung!!”ujarku sambil membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya

“eeemmmhhh, ternyata sudah pagi ya?”ujarnya malas

“bukan pagi, tapi sudah siang, tengah hari…”ujar Jonghyun hyung agak berteriak

“pantas saja aku lapar…”ujar Taemin polos

“iya, Key hyung, buatlah makanan untuk kami..”ujar Minho

“ya sudah, ayo…”ujar Key hyung sambil mengajak kami semua ke dapur

“Jeany-ah ada di mana? Koq tidak ada?”ujar Jonghyun hyung cemas saat ia tidak ada di sofa ruang tamu

“kita cari saja…”ujar Taemin

“Jeany noona?”ujar Key hyung sedikit berteriak kaget setelah melihat sesosok wanita yag membelakangi kami semua sedang berkutat dengan kompor dan peralatan lainnya

“kalian sudah bangun? Kalian pasti lapar… aku sudah siapkan makanan untuk kalian… makanlah…”ujar Jeany noona sambil mengisyaratkan agar kami segera pergi ke meja makan

“makanannya banyak sekali…”ujar Temin senang dan langsung duduk di kursi meja makan

“hanya nasi goreng, capcay, ayam kecap, cumi goreng tepung dan udang asem manis… mian, hanya itu yang bisa aku buat… semoga kalian suka…”ujar Jeany noona sambil menunjuk satu persatu makanan yang menggoda selera itu

“sumpitnya sudah ada kan? Apa lagi yang kalian tunggu?”ujar Jeany noona menyadarkan kami semua dengan kejutan pagi ini

“selamat makan…”ujarnya sambil mulai mengambil sepotong cumi goreng tepung, sedikit mayonese dan mulai menyantapnya. Tangan kami pun belum beranjak dari tempatnya.

“tenang lah, aku tidak akan menaruh racun di makanan itu… kalau kalian tidak makan juga, akan kau habiskan semuanya…”ujarnya lagi

“tidaaaakkk, jangan di habiskan!!”ujar Taemin memecah keheningan kami berlima dan mulai mengambil sepotong ayam dan menyantapnya

“eeemmmm, lumayan juga masakan mu, noona…”ujarnya setelah menyantap sepotong ayam kecap itu. Kami yang tak mau kalah pun mulai mengambil dan mencicip satu persatu

Jeany P.O.V

Akhirnya mereka mulai menyantap semua masakan itu. Aku memang tidak terlalu pandai memasak, tapi aku dapat sedikit ilmu memasak dari ayah, ibu dan kakak ku… kami memang keluarga memasak. Raut wajahnya menampakan kalau masakanku tidak terlalu buruk. Semoga saja mereka menyukainya

“kalian ini, aku belum makan… jangan di habiskan!!!”aku langsung merebut potongan terakhir ayam kecap yang akan di serbu Onew oppa

“mian…hehe”ujar Onew oppa malu

“tapi tak apa lah… ini berarti masakan ku tidak terlalu buruk kan?”tanyaku yakin

“tentu saja tidak… masakan mu enak sekali…”ujar Jonghyun oppa dengan mulut penuh nasi

“ya sudahlah, aku senang jika memang begitu”ujarku sambil kembali berkutat dengan makanan

***

“kenyaaaang…”ujar Taemin sambil mengusap perutnya

“aku juga…”ujar keempat hyungnya

“ada yang ingin aku bicarakan…”ujar ku  memanggil mereka agar duduk di sofa ruang tamu

“ada apa?”ujar Jonghyun oppa sambil merjalan malas dan segera duduk di sampingku, diikuti oleh Minho, Key, Taemin dan Onew oppa

“aku sudah mengatur jadwal kalian selama ada di Indonesia. Aku merekomendasikan Lombok, Bandung, Yogya dan Bali tentunya. Bagaimana menurut kalian?”ujarku menjelaskan panjang lebar dengan catatan yang aku punya –aku sering menyebutnya kertas keramat, karena isinya penting semua-

“aku setuju saja, asalkan tempatnya meyenangkan…”ujar Onew oppa

“ne, aku juga…”ujar yang lainnya bersamaan

“kalau begitu bersiaplah, pukul 5 pagi besok kita berangkat ke Bali…”ujarku yakin

“benarkah?”tanya Minho sedikit kaget

“tentu saja… jangan sampai terlambat…!!!”ujarku lagi

“yipppiiiii!!!”ujar Taemin kegirangan

***

Onew P.O.V

Kami semua sudah siap, namun aku masih merasa sangat ngantuk. Kami pergi ke bandara, mulai menaiki pesawat dan duduk tenang melanjutkan tidurku.

“OPPA!!! BANGUNLAH, KITA PENUMPANG TERKAHIR DI SINI!!!”aku mendengar sayup-sayup suara seorang wanita. Sepertinya ia, Jeany-ah…

“emmhh, sudah sampai?”ujarku pelan sambil menggosok mataku

“sudah sejak setengah jam yang lalu, untung saja tidak ada penerbangan lain, bisa-bisa kau aku seret-seret untuk keluar dari pesawat ini…”ujar Jonghyun yang terlihat sangat kesal

“mian, aku kan tidak tau… entah mengapa aku ngantuk sekali…”ujarku sambil menggaruk kepalaku yang tak gatal

“biasanya juga begitu, sudah lah, ayo cepat turun!!!”ujar Key sambil bergegas pergi

“hhhooooaaammm, ayo…”ujarku sambil berdiri dan kemudian mengikuti mereka turun dari pesawat.

Udara di sini panas, mulai terasa aroma pantai melalui angin yang meniupi muka ku. Aku terus menikmati tiupan angin itu sampai akhirnya kami mendapati hotel yang akan kami tempati. Nuansa natural tetapi tetap modern. Sepertinya awal yang bagus.

“taraaaaaa… semoga kalian suka…”ujar Jeany-ah sambil membuka pintu kamar. Aku melihat satu tempat tidur berukuran cukup besar, ruang tamu dengan sofa yang cukup besar pula, sebuah kamar mandi dan balkon. Ruangan tersebut tanpa sekat. Dan ketika aku Jeany-ah membuka pintu balkon, omona!!! Kolam renang pribadi dengan beberapa kursi yang disediakan khusus untuk berjemur dan bersantai. Aku benar-benar menyukai ini.

“kolam renang pribadi!!!”teriak Taemin setelah melihat apa yang ada di balik pintu balkon

“mewah sekali… aku benar-benar menyukainya…”ujar Key

“aku juga suka… awal yang bagus…”ujarku menambahkan

“Jeany-ah, kau benar-benar tau selera kami…”ujar Jonghyun

“jeongmal gomawo, noona…”ujar Minho

“sudah-sudah, sekarang siapkan baju pantai kalian, kita akan segera berjalan-jalan dan bermain-main di pantai”ujar Jeany-ah

“ne!”ujar kami serentak dan segera bersiap dengan cepat

Jeany P.O.V

Aku yang tak mau kalah pun segera bersiap, menyiapkan baju pantai terbaik ku.

“oh ya, jangan lupa pakai ini…”ujarku sambil menyodorkan sebotol lotion anti uv agar kulit mereka tidak terbakar

“baiklah…”ujar Key dan langsung merebutnya dari tanganku

“ayo pergi, kami sudah siap…”ujar Onew oppa diikuti anggukan keempat dongsaengnya

Kami mulai beranjak meninggalkan kamar, mengunci pintunya dan berjalan menuju lobby hotel. Sepertinya mereka sudah melupakan semua kelelahan mereka saat perjalanan di pesawat tadi. Tunggu, ada apa ini ramai-ramai? Omona, jangan katakan bahwa…

“permisi, benar mereka semua anggota SHINee?”tanya seseorang dari recepcionist hotel

Aku harus menjawab apa? Berbohong kah?

Tapi, tidak, sebaiknya aku jujur saja…

“ya, memang benar…”ujarku sambil mengangguk yakin

“kalau begitu ada suatu hadiah special dari kami…”ujarnya sambil mengambil sesuatu

“welcome to Bali…”ujarnya sambil mengalungkan serangkaian bunga kepada mereka, dan ternyata aku pun mendapatkannya…hoho, lumayan juga…hehe

“ada acara special ulang tahun hotel kami, kami sangat mengharapkan kalian semua bisa datang…”ujarnya sambil memberikan secarik kertas undangan

“malam ini ya?”tanyaku padanya saat melihat waktu yang tertera pada undangan tersebut

“iya…”jawabnya yakin

“kalau begitu akan aku bicarakan terlebih dahulu pada mereka… terima kasih…”ujarku padanya dan mengisyaratkan pada kelima namja dengan muka bingungnya untuk segera pergi

“tadi kalian membicarakan apa? Kertas itu apa?”tanya Onew oppa sambil menunjuk kertas undangan yang masih ada di tanganku

“mereka menyadari bahwa kalian adalah anggota SHINee dan ini adalah undangan ulang tahun hotel nanti malam, mereka ingin kalian datang… bagaimana?”ujarku menjelaskan

“boleh juga tuh…”ujar Jonghyun oppa

“lumayan kan, makan gratis…”ujar Minho

“apa lagi akan banyak wanita di sana…”ujar Key genit

“hey, ingat pada Patrice noona!!!”ujar Taemin berteriak di telinga Key

“hehe, aku kan hanya bercanda.. kau ini polos sekali…”ujar Key sambil mencubit pipi Taemin

“aaawww, appoyo…”ujar Temin manja. Di sungguh seperti anak kecil

“hahahahahaha…”kami berlima hanya bisa tertawa melihat tingkahnya itu

Tak lama kami berjalan menyusuri jalan raya, kami pun segera mendapati Kuta beach. Aku melihat keadaan yang mulai meramai. Aku segera berlari kearah air, menikmati deburan ombak. Sudah lama aku tidak merasakan suasana seperti ini lagi. Mereka yang sedari tadi di belakangku pun sepertinya menikmati suasana indah ini juga.

“ayo…”aku menarik tangan Jonghyun oppa, Jonghyun oppa menarik tangan Onew oppa, Onew oppa menarik tangan Minho, Minho menarik tangan Key dan Key menarik tangan Taemin. Aku berjalan menuju tempat penyewaan banana boat, masih dengan tangan kami yang berantai.

“hey,, hey,, mau kemana?”tanya Key yang jalan terseret-seret

—–tbc—–

***

mian telat update…

kalo mulai geje pula..haha

niy ff udah dicoba di panjangin, moga pada puas dewh…hehe

gomawo yah yang udah baca…

inget, jngan jdi silent reader…

😀

11 responses to “When They Come… (part 4)

  1. Aneyong gee imnida.
    .
    ceritanya seru ^^
    tapi gendre yg ditampilin.a kebanyakan yg friendship n comedy sementara romance n mistery.a belum menggigit *author : koment.a ga je amat ini reader atu*
    Hehe

    • annyong, ivy imnida…

      gomawo…
      hehe, iyah, yang mistery + romance ada d part sblumnya, nnti d bnerin lagi dewh…hehe

      gomawo yah!!!
      🙂

  2. Annyeong..
    Esti imnida..
    Hhe*

    Kereennn chingu…
    jadi nggak sabar nunggu mereka k’indo..
    Hhi* 🙂

  3. Pingback: When They Come… (part 6) « FFindo·

  4. Pingback: When They Come… (part 7 -end-) « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s