You’re My Destiny..My Boo~[ONESHOOT]

Author : Dashu Junmin

Cast:

*Kim Shoo Bin

*Kim JongHyun

Disclaim: the cast belongs to their life,but the plot belongs to my crazy imagination

Inspired by: Butterfly_G-Dragon, Love Like Oxygen_SHINee, Hit Me_SHINee, Shine_DBSK, and everything around me^^

***Enjoy***

Even if you stay far from me..

You always in my heart…you still be the one who I Love..

You must stay there forever…

Because you’re my destiny…


********

“disini rupanya kau bersembunyi,Nona Kim Shoo Bin”

Aku mendongakkan sedikit kepalaku,kulihat seorang pemuda berambut keperak-perakkan berdiri disana.aku menautkan kedua alisku..tadi dia memanggilku apa?! Nona..?!

Aku merubah posisiku yg tadi rebahan menjadi duduk,pemuda itu ikut mengubah posisinya menjadi berdiri dihadapanku.

“siapa kau..”tanyaku dingin.

Dia membungkukkan badannya dengan sopan seraya tersenyum.

“aku Kim JongHyun..”dia memperkenalkan dirinya dengan amat sopan,seperti seorang pengawal pada jaman kerajaan.

Aku sedikit geli melihat dirinya tadi meletakkan tangannya didepan dada dan membungkuk dalam,hanya untuk menyebutkan namanya saja..gayanya seperti seorang pangeran ingin mengajak dansa putri-nya.

Dia menyebutkan namanya Kim JongHyun,aku tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya..tentu saja,karena kami baru bertemu sekarang..

Tunggu,tapi dia tadi memanggil namaku dengan lengkap dan tepat,

hey..bagaimana mungkin dia tahu namaku..?!

Pemuda yg bernama JongHyun itu duduk disampingku,sekarang tatapanku padanya berubah aneh,tapi dia malah mendekatiku lalu membisikkan sesuatu…”you’re my destiny”

“APA?!”aku terlonjak berdiri,saking terkejutnya mendengar kata-kata yg dibisikkannya tadi.

Pemuda itu bersikap santai dan tenang saja melihat diriku yg terkejut dan melotot kearahnya.dalam keadaan berdiri seperti ini aku menggaruk-garuk kepalaku,stik ice cream yg sedari tadi kugigit-gigit sudah kubuang.aku berkacak pinggang dihadapan pemuda aneh itu yg masih dalam posisi duduk.

“ya…J-Jong..jong..aish-siapapun kau…bagaimana bisa kau tahu namaku,bahkan selengkap itu,padahal aku tidak mengenalmu,dan kita baru bertemu pertama kali disini,dan lagi juga aku tidak mengerti kata-kata aneh darimu barusan,terakhir..kau sudah merusak acara bersantaiku disini”

aku menghirup udara dalam-dalam,dan menghembuskannya sekali dengan keras,rupanya aku marah-marah tidak jelas pada pemuda itu tanpa sempat bernafas.

Aku sendiri heran..tadi itu aku bertanya atau marah-marah padanya?!!

Dia berdiri..mendekatiku,aku melangkah mundur seiring kakinya yg melangkah maju kearahku..

“yaa..jangan mendekat,kau membuatku takut!!”ancamku sambil menyilangkan tanganku kedepan dada.

Dia malah ketawa,memamerkan sederet gigi putihnya…melihat tingkahku barusan.

“biar ku perjelas,namaku Kim JongHyun…jadi panggil saja aku JongHyun,atau lebih bagus jika kau memanggilku oppa..mengenai aku tahu namamu..bukankah tadi sudah kusebutkan,bahwa kau adalah takdirku..jadi bukan hanya namamu saja yg kuketahui tapi semuanya,semua tentang dirimu,dan untuk acara bersantaimu..aku minta maaf jika kehadiranku justru merusaknya”dia berhenti melangkah dan melempar sebuah senyum padaku.

Aku tercengang,pemuda itu berbicara lancar dan cepat sekali,bahkan nafasnya masih teratur sampai selesai bicara,berbeda dengan diriku yg berbicara cepat tapi setelahnya pasti akan ngos-ngosan karena kehabisan nafas.

Heh..kenapa aku justru mengkritik cara bicaranya==’’

**+++++**

Setelah berhasil merusak acara santaiku dua minggu yg lalu,pemuda bernama Kim JongHyun itu seperti beredar dimanapun aku berada,didepan rumahku,didepan tempat les-ku,bahkan didepan supermarket yg sering kukunjungi,dan kali ini aku kembali melihat sosoknya itu,mungkin entah untuk yg keberapa kalinya..dan kali ini membuatku lebih shock.

Dia berdiri tegak dengan senyum tersungging dan memandangku dari tempatnya berdiri.

Dan tempatnya berdiri tersebut adalah didepan gerbang sekolahku.

Sekali lagi DEPAN GERBANG SEKOLAHKU.

Sontak kumenepuk jidatku,lalu mengerjap-ngerjapkan mataku beberapa kali,berharap yg kulihat hanya halusinasi saja,atau aku hanya bermimpi..tapi berapa kali pun dilihat dia masih saja berdiri disana,bahkan sekarang melambai-lambaikan tangannya padaku..

Berarti ini nyata..bukan halusinasi maupun mimpi…

Melihat dirinya itu membuat lollipop yg sedari tadi bertegger dimulutku,jadi berasa hambar.

Aku masih berdiri terpaku dengan lollipop dimulutku,sampai akhirnya kudengar dia meneriaki namaku berkali-kali.

“YA..NONA KIM SHOO BIN”teriakannya itu membuat beberapa orang disekitar gerbang sekolah memandang padanya,dan tentu saja aku juga kena imbasnya..

Sekitarku mulai berbisik-bisik,bahkan beberapa teman sekelasku yg kebetulan lewat dan mendengar teriakannya tadi..menatap curiga padaku..

Aishh…orang ini apa tidak ada rasa malu sama sekali,atau jangan-jangan urat malunya sudah putus,baguss..jika itu terjadi,maka selanjutnya aku tinggal memutus urat nadinya~

Dengan langkah lebar,aku segera menghampirinya…

Tepat ketika dia ingin memanggilku lagi,aku sudah berdiri dihadapannya dan membekap mulutnya itu..

“Nona Kim~ mphhh..”suaranya tidak jadi keluar,karena bekapan tanganku dimulutnya.

Sedetik kemudian aku langsung menurunkan tanganku,dan menarik lengannya..pergi menjauh dari depan gerbang sekolahku,menghindari tatapan bertanya-tanya dari orang-orang disekitar kami,termasuk teman-teman sekelasku.

**+++++**

Setelah kupastikan kami sudah berjalan jauh dari sekolahku,kulepaskan tanganku dari lengannya,dan langsung menatapnya dengan perasaan jengkel,marah…

Lagi..lagi,dia hanya tersenyum menanggapi tatapan dariku,dan balas menatap mataku.

DDEG….dua minggu aku berturut-turut bertemu dengannya,baru sekarang aku bertatapan dengan matanya secara langsung,bahkan dengan jarak sedekat ini.aku baru sadar jika pemuda ini memiliki mata berwarna abu-abu bening.

“kau memakai soft lens..”tanyaku asal.

“nde?!”dia tampak kebingungan dan menarik sebelah alisnya keatas.

Great!! Apa yg barusan kau bilang Shoo Bin?!kenapa malah menanyakan hal konyol seperti itu padanya..

“aish~ sudahlah…” aku membuang arah pandangku,menghindar dari tatapan matanya..

aku jadi tak bernafsu tuk memarahinya,karena kata-kata yg akan kuucapkan sudah menghilang,semuanya buyar..hanya karena matanya.MATANYA.

Aku berpaling membelakanginya,bermaksud tuk melangkah..dan pergi dari hadapan pemuda itu…kurasa jika berlama-lama bersamanya bisa-bisa aku jadi ikutan aneh.

Namun baru juga akan melangkah…

“kau tidak jadi memarahiku..Nona?!”suaranya menghentikan gerak langkah kakiku.

Aku terdiam..dengan posisi yg masih membelakanginya.detik berikutnya kurasakan lenganku ditahan oleh tangan lain.

Mau tidak mau,aku kembali berpaling dan menatap wajahnya lagi..

Wajah itu tidak lagi menampakkan senyuman,namun berubah dengan semburat kekecewaan.

“jangan pergi..kuminta jangan pergi!!”pintanya dengan wajah memohon.tangannya menggenggam lenganku lebih erat.

Matanya yg keabu-abuan itu sarat dengan kesungguhan namun menatapku dengan serius dan tajam,seolah-olah matanya  dapat melihat langsung kedalam hatiku,dan menjatuhkan semua pertahanan yg telah kubangun.

Baik sekarang kuakui aku kalah dan dia menang,lalu apa selanjutnya yg harus kuperbuat..

Marah padanya?!tidak..nafsuku sudah hilang untuk hal yg satu itu.Bicara padanya?!tidak mungkin..mulutku saja terkunci rapat saat ini.

Tersenyum..ya,mungkin hal pertama yg harus kulakukan adalah memberikan sebuah senyum pada pemuda aneh ini.

semoga saja dia tidak berpikir bahwa senyumku ini aneh,karena aku terbiasa memasang wajah datar pada orang-orang dan jarang sekali tersenyum,jika pun ada..aku hanya tersenyum saat melihat anak-anak kecil,dan sekarang aku membagi-senyum untuk anak-anak kecil itu-pada dirinya.

“So..sekarang,apa maumu..?! aku bertanya dengan nada sebiasa mungkin padanya.

**+++++**

“So..sekarang,apa maumu..?! aku bertanya dengan nada sebiasa mungkin padanya.

“aku hanya ingin kau memanggil namaku..JongHyun,,JongHyun oppa..”

“baiklah..JongHyun oppa…nah,apa sekarang kau puas?!” aku ingin melepaskan genggaman tangannya pada lenganku,namun dia malah menarikku kedalam pelukannya.

“lebih dari puas”sahutnya dibalik tubuhku.

“you’re my destiny..” ucapan terakhirnya,yg sudah kudengar berkali-kali setiap aku bertemu dengannya.

Kim JongHyun..Kim JongHyun..

Aku berguling-guling diatas kasurku sambil memukul-mukul kepalaku dengan guling yg ada ditanganku.

Sudah tiga jam berlalu,dan kuhabiskan hanya dengan berguling-guling diatas kasur sambil menyebut-nyebut namanya-Kim JongHyun-.

Aku bangkit dari kasurku,dan berjalan gontai kedalam kamar mandi.

Kuputar kran air yg ada diwastafel,air yg segar langsung mengalir menyentuh kulit tanganku,tanpa basa-basi kubasuh wajahku,dan mengusap-usapnya beberapa kali.

Setelah itu kuangkat wajahku hingga menatap cermin yg terpampang disana.

Wajahku yg basah terpantul jelas dicermin yg berukuran sedang itu.

Sekilas saja aku memperhatikan wajahku, karena menit berikutnya pikiranku kembali melayang teringat dengan sosok pemuda aneh itu,Kim JongHyun,bahkan sekarang aku menyebut namanya didalam hatiku.

Kim JongHyun…kuakui pemuda itu sangat tampan,tubuhnya cukup tinggi-karena saat berbicara padanya aku harus mendongakkan kepala terlebih dahulu-.Perawakannya pas..aku bilang begitu karena dia tidak gemuk ataupun kurus,malah terlihat sedikit berotot pada lengannya,suaranya merdu-entah darimana datangnya pemikiran ini,tapi yg pasti bagiku,suaranya jernih-walaupun dulu saat pertama kali aku bertemu dengannya,dia berbicara begitu cepat.Dan terakhir..matanya..untuk hal yg satu ini,aku bingung harus bilang apa,karena matanya cukup membuatku terpesona..sampai jantungku pun ikut berdetak tidak normal.

Kim JongHyun,siapa dia sebenarnya…pemuda yg selalu mendadak muncul dihadapanku tanpa pernah kusadari.Datang dan pergi begitu saja..bagai angin yg bertiup cepat dan kemudian menghilang.dia,pemuda aneh yg datang kekehidupanku..dan mengulang perkataan yg sama setiap kali bertemu.

“kau adalah takdirku….”

Darimana dia tahu kalau aku adalah takdirnya..?! bahkan aku tidak mengenalnya,tidak pernah bertemu dengannya sebelum dua minggu yg lalu,itu kali pertama aku dan dia bertemu.

Aku tidak mengetahui kehidupannya…asal-usul pemuda itu,dan tempat tinggalnya…

Mungkin dia salah mengira orang..atau dia berbohong,atau jangan-jangan sebenarnya dia seorang penjahat yg berpura-pura mengikutiku,padahal ingin menculikku..atau…

arghh..kenapa aku jadi penasaran sedemikian rupa padanya.

“YA..KIM JONGHYUN..KAU MEMBUATKU GILAA..SIAPA KAU SEBENARNYA?!!!!”

Aku mengacak-acak rambutku dan berteriak pada cermin diwastafel.tapi dalam hati aku mengutuki diriku sendiri,karena seorang Kim JongHyun berhasil membuatku penasaran,bingung..dan gila!!!!

**+++++**

“annyeong Nona Kim..”suara merdu seseorang merayap masuk ketelingaku,saat baru saja aku melangkah keluar dari pagar rumahku,suara inilah yg dua minggu terakhir ini sudah akrab keluar masuk telingaku.aku mendengus lelah,ketika melihat wajah sang pemilik suara tersebut.

“ya..Kim JongHyun-ssi,mau apa kau pagi-pagi buta begini..datang kerumahku” tanyaku,berusaha agar sikapku terlihat dingin didepannya.

“tidak boleh-kah?!aku hanya ingin melihat bidadari cantikku dipagi hari ini..” jawabnya santai dengan senyuman yg bagiku sungguh menawan.

DDEG..Tuhan..bagaimana ini?jantungku kembali berdegup kencang tanpa bisa kukendalikan.

Ayo..Shoo Bin,jangan sampai dia mendengar detak jantungmu yg berdetak dengan cepat ini.

“terserahmu sajalah,tapi maaf yah..sekarang aku ingin berangkat kesekolah..dan bisakah kau tidak menghalangi jalanku…dan satu lagi..berhenti memanggilku dengan sebutan Nona,aku merasa aneh jika dipanggil seperti itu”

Astaga..aku kembali mengoceh banyak,rasanya jika bertemu dengan JongHyun mulutku tak bisa berhenti tuk terus berbicara,apa pemuda ini menularkan virus bicara cepatnya padaku?!

Dia kembali tersenyum..

“kau ini lucu sekali..jika sudah bicara” dia tertawa renyah,lalu berjalan mendekatiku dan mencubit hidungku pelan.

God!! Hentikan ini..atau aku akan mati jantungan..karena dia.

“baiklah,,kalau begitu kau ingin kupanggil apa?!” dia bertanya dengan jarak yg hanya beberapa inci dari wajahku,bahkan dapat kurasakan hembusan lembut napasnya menyapu wajahku.harum…hampir saja aku pingsan dibuatnya,tapi beruntung akal sehatku masih bekerja dengan baik..dan menyadarkanku pada duniaku kembali.

“err….terserah kau saja mau memanggilku apa..” aku mengutuki jawaban dari mulutku barusan.dia tersenyum nakal lalu menjentikkan jarinya.

“oke..kalau terserah padaku,maka aku akan memanggilmu..”dia menunda ucapannya sambil mengusap-usap dagunya yg berbentuk runcing.

“apa itu yg ada disampingmu..!!”pekiknya tiba-tiba,dan dengan spontan aku menoleh kesampingku mengikuti arah tunjuk JongHyun.

Dan saat itu juga..Chu-rasanya sesuatu yg lembut menyentuh pipiku-

“my boo…”

Sedetik..dua detik..tiga detik..aku terpatung,mencoba mencerna kejadian barusan.

“sampai bertemu nanti My Boo..” dia melangkah mundur sambil melambaikan satu tangannya padaku,kemudian menghilang dipersimpangan jalan.

Aku baru sadar beberapa menit kemudian,setelah sosoknya sudah betul-betul menghilang dari hadapanku.

Wait..barusan tadi dia..dia..tidak!!

Dia mencium pipiku dan memanggilku My Boo~

Rasanya aku harus kedokter jantung sekarang juga,untuk memeriksakan..apakah jantungku masih berada pada tempatnya..atau sudah menghilang dibawa oleh Kim JongHyun.

Aku sangsi jika nanti..tiap jam,tiap menit..bahkan tiap detik…jantungku akan terus berdegup tak karuan..bila mengingat namanya.

Sialan kau..Kim JongHyun-

**+++++**

I am yours..

You are mine

Of this we are certain..

You are lodged in my heart

The small key is lost..

So..you must stay there forever..

Sebulan berlalu…dan musim dingin telah datang..karena hari ini butiran-butiran salju mulai turun..sedikit demi sedikit.

Aku menengadah melihat langit biru yg menurunkan butiran salju ini.

Indah..aku menyukai moment ini,itu sebabnya aku berjalan-jalan sebentar,hanya untuk melihat pemandangan ini,dimana langit sedang menurunkan butiran-butiran putih bak berlian yg dingin jika menyentuh kulitku.

“My Boo…”bisik seseorang sambil memeluk leherku dari belakang dengan kedua tangannya.

Sudah sebulan ini juga Kim JongHyun yg selalu muncul mendadak..menemani hari-hariku,bahkan tanpa kuminta…karena dia datang dengan sendirinya menemuiku tiap hari.

Sikapku yg cuek dan dingin padanya semakin hari semakin luntur,dan tergantikan oleh rasa rindu yg dalam.

Aku akan merindukannya jika sehari saja dia tidak muncul dihadapanku.

Aku akan merindukannya jika sehari saja aku tidak dapat melihat senyum dari bibirnya.

Aku akan merindukannya jika sehari saja aku tidak mendengar suaranya memanggilku My Boo

Aku akan merindukannya sampai kapanpun..

Dan aku akan tetap merindukannya…tak peduli seberapa banyak waktu yg terlewati..aku akan terus merindukannya..

“Kim Shoo Bin…I Love you..”sebuah kecupan mendarat dipipiku bersamaan dengan salju yg terus turun tanpa henti.

“me too..”balasku sambil menggenggam lengannya yg memeluk leherku.dan tersenyum bahagia..

Dia memberitahuku bahwa aku adalah takdir atas dirinya..

Maka aku akan menjawabnya..bahwa dia pun adalah jalan hidupku..

Biarkan sekarang hanya ada aku,kau dan masa depan…

**+++++**

Flashback—

“kau tahu JongHyun..jika takdirmu adalah seorang manusia..”ujar seorang lelaki paruh baya yg duduk disamping JongHyun.

JongHyun,pemuda yg tadi disebut lelaki paruh baya itu..sekarang menoleh pada lelaki paruh baya tersebut.

“heh..apa yg barusan kau bilang ayah..?!”

Lelaki paruh baya,yg ternyata adalah ayahnya menepuk pundak JongHyun tanpa menoleh padanya.

“takdirmu nanti adalah seorang manusia JongHyun..”perjelas ayahnya,namun JongHyun tak juga mengerti maksud dari pembicaraan sang ayah.

“m-manusia…maksud ayah,makhluk bumi yg ada dibawah itu…”JongHyun menunjuk kearah bumi dengan dagunya.

Ayahnya mengangguk sambil menepuk-nepuk pundak JongHyun kembali.sedangkan JongHyun mulai merasa tertarik dengan arah pembicaraan ayahnya.

“kau tahu..apa artinya itu..?!”ayahnya menatap JongHyun dengan serius.

JongHyun yg mendapat tatapan dari ayahnya hanya menggelengkan kepalanya sekali.

“kadangkala..tidak selamanya seorang malaikat penjaga seperti kita,memiliki jodoh dengan sesama malaikat lainnya,tapi terkadang bahkan ada segelintir dari sekian banyak malaikat yg memiliki jodoh dengan manusia..bahkan iblis,dan sepertinya kau termasuk dari segelintir malaikat yg berjodoh dengan seorang manusia”

“eh..lalu,apa yg akan terjadi nanti..

“keputusannya ada ditanganmu sendiri.kau tahu peraturan yg berlaku atas diri malaikat..bukan?!bahwa jika jodohnya bukan dengan sesama malaikat,maka dia harus mengikuti arah jalan takdirnya nanti membimbingnya,dan melepaskan predikat malaikatnya..ketika sudah menemui dan memilih hidup bersama jalan takdirnya itu”

Ayahnya bangkit dari tempat duduk,dan berdiri sambil membelakangi JongHyun.

“a-ayah..kau bilang takdir yg akan membimbingku nantinya,lalu bagaimana bisa itu terjadi,bukankah seorang malaikat tidak memiliki takdir?!”

“hmm..kurasa pertanyaan ini akan keluar dari mulutmu,baiklah Kim JongHyun..jika seorang malaikat ditetapkan berjodoh dengan makhluk bumi ataupun langit,selama itu bukan berstatus malaikat juga,maka malaikat itu akan memiliki takdir..jalan takdirnya..yaitu jodohnya tersebut”

Ayahnya berpaling menghadap JongHyun,lalu menyentuh puncak kepala anaknya itu dengan lembut.

“Kim JongHyun,ayah yakin kau sudah cukup dewasa untuk menentukan segalanya atas dirimu sendiri,dan aku percayakan sepenuhnya padamu bahwa..apapun itu keputusanmu nanti,ayah akan mendukungnya”

“kau yakin..ayah..”

“bukan ayah yg harus yakin,tapi dirimu..hatimu sendiri yg harus yakin..”ayahnya membungkuk,mensejajarkan wajahnya dengan wajah JongHyun yg dalam keadaan duduk,lalu menepuk-nepuk dada JongHyun,dimana disana ada sebuah hati yg mengendalikan perasaan JongHyun.

“kau tinggal mengikuti kata hatimu..”ujar ayahnya lagi.JongHyun tersenyum dan mengganguk dengan pasti.

“tapi..bagaimana aku dapat mengetahui..dimana takdirku itu berada..”

Ayahnya tersenyum hangat.”ayah hanya akan mengucapkannya sekali,dan takkan mengulanginya…Dia adalah manusia yg selama ini kau jaga..kau lindungi dan kau terus berada didekatnya..kau pasti mengetahuinya..”

JongHyun menopangkan dagunya diatas tangannya,lalu berpikir keras,dan berusaha mencerna setiap perkataan yg barusan diucapkan ayahnya.

Setahunya hanya ada satu orang yg ditugaskan padanya untuk dijaga oleh dirinya..

“seseorang yg selama ini kujaga..hmm..HAH!” sekelabat bayangan muncul dikepala JongHyun tanpa perlu dia menyebutkan nama tersebut.Dan dia adalah…

“maksud ayah..perempuan itu..Nona Kim Shoo Bin?!!!!”seketika jawaban itu ditemukannya,JongHyun mengangkat kepalanya dan mendapati ayahnya sudah melangkah pergi meninggalkannya.

“tunggu ayah..lalu selanjutnya..apa yg harus kulakukan..”

Sambil berjalan menjauh ayahnya samar-samar berkata.

“kau hanya perlu menyakinkan diri perempuan tersebut,bahwa kau adalah takdirnya..yakinkan sebisa mungkin,hingga dia percaya denganmu…dan mengakui bahwa kau pun adalah takdir dari perempuan itu”

JongHyun berdiri dan kemudian menyeringai sendiri.

“ternyata orang yg selama ini kucintai adalah takdirku sendiri-…Nona Kim Shoo Bin..tunggulah aku,kali ini aku akan menemuimu bukan dengan diriku yg sebagai malaikat penjagamu yg kasat mata,tapi sebagai takdir yg memang sudah terikat diantara kita”batin JongHyun dalam hatinya.

Love hath a language of his own

A voice that gose from heart to heart

Whose mystic tone

Love only knows..

FIN

20 responses to “You’re My Destiny..My Boo~[ONESHOOT]

  1. pantesan dr awal aku udh curiga klo jonghyun dsitu psti bkn manusia, trnyata malaikat thoo 🙂
    tp enak banget ya, jonghyun tau siapa takdirnya.hehehh.
    jdi g perlu galau2 mikirin jodohnya siapa ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s