Hello, Ms. Coordinator ! day 2.

Cast:

Kim Ji Yeon (author’s)

Kim Ji Myeon (author’s)

All SHINee member

Choi Han Eun (author’s)

And others…

Genre : serial

Baru kali ini bikin cerita enerjik kyk gini.. hehe. Miane kalo jelek.. J

———————————————————————————————–

Jeone aldeon naega anya brand new style

Saerowojin nawa hamkke one more round

dance dance dance ‘Till we run this town.

Oppa oppa I’ll be I’ll be down down down

(Oh! – SNSD)

Sebuah kesalahan besar memilih lagu Oh! sebagai nada dering hp.

Apalagi jika ada orang yang meneleponmu terus menerus dan orang itu adalah tuan Lee.

Sejak aku tiba di rumah, sampai aku (berusaha) memejamkan mata, lalu bangun dengan keadaan terburuk, lagu Oh! tidak pernah berhenti berkumandang di hp-ku.

Dengan terpaksa aku membangunkan badan dan membuka kelopak mata selebar mungkin.

Hp ini masih saja berbunyi.

Apa tuan Lee tidak tidur?

Memangnya dia drakula…

Aku meraih hp dari meja lampu dengan sebal.

“Yoboseyo..” sapaku lemas.

“Ji Yeon-a, kau dimana?” balas suara seorang perempuan yang rasanya kukenal baik.

“Ng? nuguseyo?” kurasa gara-gara pekerjaan menumpuk kemarin, otakku menjadi lumpuh tiba-tiba.

“Nugu? Aku Han Eun. Masa kau lupa dengan temanmu sendiri?” jawabnya.

Ah… Han Eun rupanya.

Batinku sambil mengangguk-angguk tidak jelas.

“Wae?” tanyaku polos. “Kau mengganggu tidurku tahu!”

“Wae!? Kau mulai gila? Ini sudah jam 7 dan kau belum tiba di sekolah?”

“Mwoo!?? Jam 7!?” pekikku terkejut.

Aku menoleh pada jam di meja lampu. Jam 7 kurang 5 menit.

Tanpa berpikir panjang lagi, aku menutup sambungan teleponku dengan Han Eun dan beranjak turun dari kasur.

Meski badan dan pikiranku belum bisa diajak kompromi untuk bergegas ke tempat yang bernama sekolah itu.

Aigoo, I’m still loving you my bed !

***

Rasanya.

Rasa-rasanya nih… ada yang kelupaan deh! Sesuatu yang penting.

Apa ya?

“Ji Yeon!” panggil Han Eun dengan penuh semangat.

Gadis berambut lurus itu menghampiriku yang lemas dengan membawa sebuah majalah di tangannya.

Aku memutar kepalaku yang sudah terletak tak berdaya di atas meja ke arahnya.

“Mm?” tanyaku lemas.

“Lihat! Lihat! Jong Hyun oppa disini keren banget!” ujarnya seraya mencium foto Jong Hyun di majalah itu.

“Weeh, kau membangunkanku hanya untuk mengatakan itu?”

Han Eun mengangguk.

Aku segera menyembunyikan wajahku di balik kedua lenganku.

Sumpah, aku butuh tidur sekarang.

Dan keberadaan Han Eun disini sudah seperti tuan Lee yang menerorku dengan telepon tadi malam.

“Yaa, Ji Yeon-a, setahuku unnie-mu bekerja di SM kan?” Han Eun mendekat ke telingaku.

Aku mengangguk dua kali.

Aku memang bercerita padanya tentang unnie-ku. Dan dia membuat janji untuk tidak menceritakannya kepada orang lain.

“Sekali-sekali, kita main ke sana yuk?” ajaknya.

Dengan ogah-ogahan aku mengangkat kepala dan menatapnya dengan tatapan melecehkan.

“Yaa! Kenapa menatapku seperti itu?” ujarnya dengan memasang wajah sebal.

“Fans tidak diijinkan masuk ke dalam kantor.” Kataku. “Sudah kubilang berapa kali padamu, Han Eun-a…”

“Aku tahu… tapi apa unnie-mu tidak bisa berbuat sesuatu untuk kita?”

Gila, anak ini masih saja punya harapan optimis untuk bertemu face-to-face dengan SHINee…

“Aniyo, Han Eun. Sudahlah, aku mau tidur dulu…” jawabku.

Aku kembali menyembunyikan wajahku diantara kedua lengan dan berusaha untuk tidur sebelum pelajaran selanjutnya dimulai.

Tapi ada sesuatu yang mengganjal di kepalaku.

Sejak tadi pagi, aku sudah kepikiran tentang sesuatu yang tidak bisa kuingat ini.

Jeone aldeon naega anya brand new style

Saerowojin nawa hamkke one more round

dance dance dance ‘Till we run this town.

Lagi-lagi hp sial ini berdering.

Kesadaranku sudah hampir melayang sebelum aku mengangkat teleponnya.

Telepon dari tuan Lee.

Percuma juga kalau kuangkat teleponnya.

Aku tidak bisa ke kantor SM sekarang dengan pakaian begini.

Pakaian.. pakaian..

Ng…

5 buah jas kulit hitam muncul di benakku.

Ommoh!!

Aku menghentakkan tangan ke meja, hingga Han Eun melonjak terkejut.

Pagi ini aku harus mengambil jaket kulit SHINee yang dititipkan unnie di laundry untuk dipakai mereka dalam acara KBC Star Meeting!

Aku beralih pada jam kelas yang menunjukkan pukul 11.15.

Satu jam lagi acaranya dimulai.

Mungkin cukup bagiku untuk pulang, ganti baju, mengambil jas lalu meluncur ke kantor KBC.

Oke!!

“Han Eun, tolong katakan pada seonsaengnim tiba-tiba kepalaku pusing dan perutku sakit! Gumawo!” ujarku seraya keluar kelas.

“Hah? Ji Yeon-a! odiegayo (mau kemana)?” tanyanya setelah mengejarku di depan pintu kelas.

“Aku ada urusan tiba-tiba. Tolong ya! Jebal!” ujarku yang tidak berhenti berjalan.

Han Eun menatapku bingung untuk sekian detik lalu kembali masuk ke kelas.

Tenggelam dalam dunia indahnya dengan Jong Hyun.

***

“Aduh, aduh, pakai baju apa nih!?” tanyaku cemas pada diri sendiri.

Sebagai seorang koordinator SM, aku dituntut untuk memakai pakaian modis seperti unnie.

Makanya sekarang aku sedang berkutat di dalam kloset unnie untuk memilih pakaian yang akan kupakai.

Akhirnya kupakai blazer krem yang sedikit girly, vest rendah ungu, kemeja putih, rok berenda hitam, stocking tipis hitam, dan tinggal memakai sepasang boots putih.

Tak lupa kupakai intercom canggih yang difasilitaskan SM untuk para koordinatornya.

Keren juga…

Aku berputar saat akan menutup pintu kloset.

Sialnya, foto Jong Hyun terinjak olehku sehingga tubuhku kehilangan keseimbangan.

“Yaa, Jong Hyun-a!! Jinjja sekya!!!” Jeritku.

Jeone aldeon naega anya brand new style

Saerowojin nawa hamkke-

Aku buru-buru mengangkat panggilan ini sebelum pikiranku tambah stress.

“Yoboseyo?” sapaku terburu-buru.

Aku duduk di kursi cokelat untuk mengenakan boots ini.

“Yoboseyo?” ulangku mendengar tidak ada balasan dari sang penelepon.

“Kim noona?” tanya seorang cowok.

“Ne, ne. nuguseyo?” sudah dua kali aku menanyakan hal ini di telepon.

“Onew imnida.”

Sedetik, seluruh syaraf-syaraf motorikku berhenti mendengar jawaban itu.

Bagaikan mimpi, Onew meneleponku!

“Ne, ne. waeyo?” tanyaku setelah tersadar.

“Noona odie issoyo (ada dimana)?” tanyanya.

“Miane, aku masih di apartemenku. Tadi aku baru dari seko, eh, se..se…ah, aku baru saja menyusun seukeojul (pelafalan bahasa Korea untuk skedul) kalian.” jawabku berantakan.

Onew terdiam sebentar, lalu membalas, “Oo.. araso..”
Syukurlah, ternyata gossip tentang Onew yang sedikit terlalu pabo untuk dibohongi benar.

“Noona, kau sudah mengambil jaket kami, kan? setengah jam lagi Star Meeting dimulai lho.” Lanjutnya.

“Araso, araso. Ini aku sudah di jalan kok. Sabar ya!” balasku.

Kali ini aku jujur padanya.

Karena aku sudah ada di luar apartemen dan segera menuju ke tempat laundry sekarang. Dan stress-ku hilang mendadak mendengar suara Onew ♥

“Ah, noona, bisa tolong belikan cokelat hangat dan susu putih?” tanya Onew, terdengar ragu-ragu.

“Mm? untuk apa?”

“Ee, begini, Jong Hyun…”

Anak itu lagi!

“Jong Hyun sedang bad mood sekarang, dia mau cokelat hangat. Lalu Tae Min sekalian nitip susu putih. Miane, merepotkan noona!” jelasnya.

Aku menjauhkan hp sebentar untuk menghela napas berat dan cepat agar Onew tidak bisa mendengar.

“Ne, baiklah.” Kataku sambil tersenyum.

“Gumawo noona, jinjja gomawo.” Kata Onew dengan nada yang tenang.

“Ok, kau sendiri mau apa?”

“Naega? Aku tidak usah noona, nanti tambah merepotkan.”

Nah, begini dong! Jong hyun dan Tae Min harusnya belajar dari hyung mereka yang satu ini!!

“Oh, ok.”

Mendadak, suara Key dan Min Ho terdengar dari tempat Onew berada.

“Hyung, aku titip bakpau daging dong!” ujar Key dengan suara yang cukup kencang.

“Aku sup rumput laut!” ujar Min Ho.

Sebentar Ji Yeon, jangan meledak dulu.

Sebentar…

Kemana koordinator Cho dan staff lainnya !?

“Noo..noona, apa bisa titip…”

“Bakpau daging dan sup rumput laut. Ne, ne, akan aku belikan.” Potongku cepat.

“Tidak apa-apa, noona? Gumawoyo. Jeongmal miane merepotkanmu!”

“Iya, tidak apa-apa. memang sudah tugasku. Asalkan, Jong Hyun sudah harus memakai make up-nya saat aku tiba disana!” balasku.

“Mm! aku akan berusaha noona. Gumawo sekali lagi. annyong.” Ucap Onew sebelum menutup teleponnya.

ARRGHHHH!!!
ini sih namanya bukan koordinator!

Tapi babu!!

***

“Jeogiyo, tolong pakaian yang ini ya!” ucapku pada pelayan laundry.

Pelayan wanita itu mengangguk sekali dan berjalan masuk ke ruangan penyimpanan pakaian-pakaian laundry.

Tanganku sudah berkeringat memegangi tas jinjing putih ini.

Cepat, cepat.

Tidak ada waktu lagi untuk menunggu hal-hal sepele seperti ini.

Koordinator Cho tiba-tiba masuk ke dalam saluran intercom-ku.

“Unnie-“

“Stop! Stop! Stop!” potongku cepat. “Kalau ini berita bagus katakan, kalau berita buruk, tunggu sampai aku tiba disana.”

Koordinator Cho terdiam seribu bahasa. “Kalau begitu, yang bisa kusampaikan padamu hanya… Cepatlah datang!”

“Ne!” balasku singkat dan langsung menutup saluran intercom.

Pelayan tadi menyerahkan 5 kemeja kulit hitam dalam kantung khusus kemeja lengkap dengan hanger-nya.

“Gumawo.” Ujarku cepat sambil berlalu.

Disaat seperti ini, aku ingin punya tangan empat.

Bagaimana tidak?

Tangan kanan-ku sibuk dengan 1 gelas kardus cokelat hangat, satu kantung berisi pesanan Key, Min Ho dan Tae Min.

Tangan kiri-ku penuh dengan kemeja.

Belum lagi tas jinjing yang beberapa kali turun dari bahuku.

Mataku segera tertuju pada taxi kuning yang melintas di jalan raya dengan perlahan.

Kuhentikan taxi itu dan meluncur menuju kantor KBC dalam waktu 15 menit.

Syukurlah aku tiba di KBC tepat 10 menit sebelum SHINee tampil di panggung.

Jadi mereka bisa mengenakan jaket tadi dan aku masih bisa memeriksa ulang seluruh persiapannya.

Dan yang paling aku syukuri, Jong Hyun sudah memakai make up-nya sehingga aku tidak perlu berkeringat lagi untuk mengejar-ngejarnya.

“Noona, mana cokelatku?” tanya Jong Hyun dengan wajah garangnya.

“Nih!” jawabku sambil memberikan segelas cokelat padanya.

Aku mendekati Tae Min dan memberikan sebotol susu putih, lalu berjalan ke Min Ho untuk memberikan sup rumput laut instannya, Key untuk bakpau dagingnya, dan sebelum aku berjalan ke tempat Onew, mereka mulai mengkomplain tentang pesanan mereka.

“Yaa, noona, cokelatku sudah dingin, nih!” ujar Jong Hyun setelah menyeruput cokelatnya.

“Noona, aku tidak bisa membuka tutup botol susu ini tanpa pembukanya.” Ujar Tae Min sambil menggoyang-goyangkan botol susu itu.

“Noona, tolong tuangkan air hangat di sup ini.” pinta Min Ho.

“Noona, ini isinya daging sapi,ya? Aku tidak makan daging sapi.” tanya Key.

Aku menghela napas lalu memutar badan ke arah mereka.

“Yaa. Apa kalian tidak bisa minta tolong pada staff yang lain?” tanyaku kesal.

Keempat pemuda itu saling bertukar pandang.

“Aku tahu ini bukan pekerjaanku, jadi jangan mencoba mengerjaiku. Kalian tidak menyuruh-nyuruh unnieku seperti ini kan?” lanjutku masih dalam nada kesal.

Keempatnya memandangku tanpa membalas perkataanku.

Uwah, baru kali ini aku merasa mau meledak.

“Tapi noona, nona Kim selalu mengabulkan permintaan kami dengan sempurna. Jadi kami tidak meminta-nya untuk melakukan hal lain.” Kata Tae Min polos.

“Maksudmu?” tanyaku.

“Seperti sudah membukakan tutup botol susu untukku sebelum diberikan padaku, menyeduh sup rumput laut instant untuk Min Ho dan membeli bakpau isi daging ayam untuk Key. Kau tidak bisa melakukan itu seperti nona Kim kan?” jawab Jong Hyun dengan gaya yang paling menyebalkan.

Entah kenapa aku ingin menonjok wajah cowok ini.

Aku mengambil napas dalam-dalam.

“Aku bukan nona Kim. Miane, aku masih baru disini. Jadi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan untuk kalian.” balasku dengan tegas. “Tapi sekarang aku koordinator kalian. Tolong hormati aku seperti kalian menghormati nona Kim, tapi bedakan aku dengan nona Kim karena aku bukan nona Kim, aku Kim Ji Yeon.” Aku menatap tajam pada Jong Hyun.

Seorang staff KBC mengetuk pintu ruangan yang terbuka dan mengumumkan bahwa SHINee harus segera berada di balik panggung sekarang.

“Mianhamnida, kalian bisa tampil di panggung dulu dan biarkan aku menyelesaikan pekerjaanku.” Kataku sambil menunduk pada keempatnya.

“Ah, noona, tidak perlu seperti itu. gwaenchana..ahaha.” ujar Tae Min sambil tertawa garing.

Oke!

Aku mengumpulkan semangat yang masih tersisa dari dalam diriku dan mengepalkan tangan kananku.

“Oke, SHINee, hwaiting!” kataku dengan penuh semangat pada mereka berlima.

Melupakan semua kekesalan dan penat dalam kepalaku.

Tae Min tersenyum lebar dan mengepalkan kedua tangannya. “Hwaiting! Do Kim, ah aniyo, Ji Yeon noona hwaiting!” ujarnya tak kalah semangat.

Aku membalas senyum manisnya.

Onew bangkit dari duduknya dan ikut mengepalkan tangan kanannya ke atas.

“Ayo semuanya, HWAITING!” teriaknya tak kalah semangat.

Aku memperhatikan cowok yang berdiri disampingku ini.

Matanya tertutup rapat saat melafalkan kata ‘hwaiting’.

Nomu gwiyeopda ! > <

“Hwa..hwaiting..” Key dan Min Ho mengikuti hyung mereka ogah-ogahan.

Sedangkan Jong Hyun hanya diam.

“Ya, ya ya! Semangat apa itu? ayo sekali lagi, HWAITING!” kata Onew mengulangi gerakan ‘hwaiting’nya.

“Hwaiting!” kali ini Tae Min, Key dan Min Ho melakukan gerakan ‘hwaiting’ mereka dengan kompak dan semangat.

“Jong Hyun, kau tau akibatnya jika tidak mengikuti-ku.” Ujar Onew pada cowok tertua kedua di SHINee itu.

“Ne, hwaiting.” Ucapnya malu-malu.

Uhh, dasar menyebalkan! Batinku.

Tapi mulutku pura-pura tersenyum padanya.

Oke, aku akan kehilangan kewibawaanku kalau begini terus.

“Nah, cepat ke belakang panggung!” perintahku pada mereka.

Jong Hyun, Key, Min Ho dan Tae Min mulai berjalan meninggalkan ruangan. Diikuti aku dan Onew lalu beberap staff kami yang berjalan paling belakang.

“Onew ssi, gumawo.” Ujarku.

Aku mengucapkannya dengan nada tegas.

Ingat, masih harus jaga image lho!

Huehehehe.

Onew tersenyum manis. “Gwaenchana. Ji Yeon noona, hwaiting!”

Kali ini Onew melakukan gerakan ‘hwaiting’nya disertai aegyo (gaya imut) yang benar-benar menggemaskan.

“Ah, aku tidak ingkar janji tentang make up Jong Hyun kan?” ujarnya.

Aku tersenyum dan mengangguk. “Gumawo sekali lagi.”

“Gwaenchana, gwaenchana. Sampai jumpa noona!” balasnya sebelum naik ke atas panggung.

Ommoh! Kurasa aku akan pingsan melihat gayanya tadi…

Ring ding dong ring ding dong ring

Diggi ding diggi ding diggi ding ding ding

Ring ding dong ring ding dong ring

Diggi ding diggi ding diggi ding ding ding

Ring ding dong ring ding dong ring

Diggi ding diggi ding diggi ding ding ding

(Ring Ding Dong – SHINee)

Aku memperhatikan SHINee dari samping panggung.

Keren, mereka memang benar-benar keren.

Kalau mereka tidak keren, mana mungkin aku menjadi SHAWOL (untuk sekarang).

Dulu kupikir aku akan teriak sampai kehabisan suara jika bisa melihat live mereka dalam jarak sedekat ini.

Tapi setelah bekerja menjadi koordinator mereka, aku tidak merasa begitu special bisa berdiri disini.

Bahkan dengan adanya beberapa artis yang sedang siap-siap tampil di belakangku.

Ayo tebak ada siapa saja!

2pm, t-ara, Kara, SNSD, Beast, 2AM dsb dst dll…

Aigoo, aigoo, aku harus banyak berterima kasih pada unnie setelah ia pulang nanti!

“Noona!” Tae Min yang entah sejak kapan sudah berdiri di depanku berusaha mengagetkan-ku dengan wajah imutnya.

“Ommoh, kalian sudah selesai ya?” ujarku.

Tae Min mengangguk. “Bagaimana penampilan kami?”

“Bagus, kalian sudah berusaha dengan baik.” Jawabku.

“Itu berkat ‘hwaiting’ noona!” katanya sambil mengepalkan kedua tangannya.

Suara lembut koordinator Cho masuk ke dalam saluran inter-comku. “Unnie, saatnya ke kantor untuk acara selanjutnya SHINee.”

“Araso, tolong siapkan semuanya terlebih dahulu.” Balasku lalu memutuskan salurannya.

Aku kembali tersenyum pada Tae Min. “Oke, sekarang kalian cepat ke ruang ganti. Setelah ini ada jadwal yang lain.” Ujarku pada SHINee.

Aku memimpin mereka untuk berjalan cepat menuju ruang ganti, ketika aku melihatnya berdiri di depanku.

Ya, melihatnya. Melihat Choi Han Eun.

Han Eun temanku, fans sejati Jong Hyun.

“Ji Yeon-a?” ucapnya dengan tatapan tak percaya.

Mulutnya masih terbuka setelah mengucapkan kata ‘a’ pada akhiran namaku.

Aku menunduk dan berusaha menutupi wajah dengan file jadwal SHINee.

Han Eun tidak boleh mengetahui hal ini!

Dia tidak boleh mengetahui kalau aku adalah koordinator boygroup tercintanya.

SHINee bisa habis di tangan seorang Han Eun.

Ommoh…apa cobaanku masih terus berlanjut??

To be continued ^^

Mian kalo yang kedua ini kurang bagus *bowing V.V

Advertisements

11 responses to “Hello, Ms. Coordinator ! day 2.

  1. Aku lucu bgt onn d kata” :” SHINee bisa habis di tangan seorang Han Eun.” Hahahahahaha~ Kocak…. Lanjut^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s