When They Come… (part 6)

Title: When They Come

Author: hyunvy

Main Cast: SHINee Member, Jeany

Rating: PG-13

Genre: Comedy, Friendship, Romance

***

preview:

“semua sudah siap??”tanyaku pada mereka berlima yang kelihatannya sudah sangat siap

“kalian yakin benar-benar akan melakukan ini? Tadinya aku hanya berpura-pura…”ujarku yang muali cemas

“tentu saja, ayolah noona!!!”ujar Minho semangat

***

“ya sudahlah… makanan, minum, obat nyamuk, baju ganti sudah??”tanyaku lagi

“sudah…”ujar mereka yang sekarang menggendong sebuah ransel yang cukup besar

“ini, kau pegang ya…”ujarku pada Onew oppa sambil melempar sebuah kompas

“hap!!!”ujarnya sambil menangkap kompas itu dan menyimpannya di saku celananya

“kalian sudah benar-benar siap?”tanyaku sekali lagi

“kalian yakin benar-benar mau pergi?”tanyaku lagi untuk kesekian kalinya

“tentu, kami ingin sekali hiking di sini… iya kan??”ujar Key sambil meyakinkan para hyung dan dongsaengnya

“baguslah, semoga kita selamat nanti… berdoa mulai!!!”ujarku sambil menundukan kepalaku dan melipat tanganku

‘Tuhan semoga kami semua selamat dan tidak terjadi sesuatu apa pun yang tidak di inginkan, aku mohon Tuhan, lindungi kami semua. Amin…’aku berdoa di dalam hati

“selesai”ujarku sambil melangkahkan kakiku dengan ragu, tersenyum simpul dan berharap semua akan baik-baik saja

“ini petanya…”ujarku sambil memberikannya pada Minho

Kami mulai menyusuri perkebunan teh, walaupun sudah lumayan siang tetapi terik matahari tidak mengalahkan sejuknya udara di sini. Tak juga mematahkan kelima namja untuk pergi menyusuri gunung. Untuk kesekian kalinya aku menarik nafas panjang. Lantaran udara di sini memang benar-benar enak di hirup sekaligus menutupi kegugupanku. Aku gugup!!! Baru kali ini aku akan pergi hiking dengan aku sebagai pemandunya. Aku belum berpengalaman, kalau di mall sih tidak apa-apa. Tapi ini di pegunungan, hutan!!!

“aaaaaaaaaaa…….” aku berteriak keras sekali, saking seriusnya aku melamun, aku tidak memperhatikan jalan, aku tersandung akar pohon, ternyata sudah berada di mulut hutan. Tubuhku, serasa melayang, mengapa aku tidak terjatuh???

“noona, cepatlah berdiri, beraaattt!!!”ujar Key yang ternyata menahan tubuhku dengan menarik ranselku. Aku merasakan posisiku kira-kira bersudut 60 derajat dari tanah

“mwo, gomawo Key-ah…”ujarku segera berdiri dan membungkukan badanku padanya

“cheonmaneyo noona…”ujarnya sambil tersenyum manis sekali

“untung saja ada kau… kalau tidak, wajahku yang cantik ini akan terluka terkena ranting-ranting itu…”ujarku sambil tertawa lepas

“mwo, narsis sekali kau noona…”ujar Taemin sambil menyenggol lenganku

***

“kita hampir sampai… hwaiting Taemin-ah!!!”ujar Minho sambil mengulurkan tangannya membantu Taemin menaiki puncak gunung

“aku lelah sekali hyung…”ujarnya sekali lagi dengan nafas yang terengah

“kita sudah sampai koq…”ujarku sambil tersenyum pada Taemin

“cepatlah, indah sekali di sini…”ujar Jonghyun oppa yang memang sudah berada di puncak

“hap, akhirnya…”ujar Taemin sambil mengelap dahinya yang penuh lesuh

“semua sudah berkumpul? Onew oppa?”

“ada”ujarnya sambil mengacungkan tangannnya

“Jonghyun oppa?”

“aku di sini…”ujarnya berdiri di sampingku, dekat sekali

“Key-ah?”

“ne!”

“Minho-ah?”

“ada…”

“Taemin-ah?”

“kenapa aku selalu yang terakhir?”bukan jawaban yang aku dapatkan, malah pertanyaan menjebak yang seperti itu

“mianhae, Taemin-ah…”ujarku menghampiri sambil menarik bibirnya yang tadinya melengkung ke bawah menjadi melengkung keatas, tersenyum

“dia mengurutkan dari umur yang paling tua… wajar saja…”ujar Onew oppa bijak

“ya sudah lain kali aku akan mengabsen mulai dari yang termuda…”ujarku sambil memberikan senyuman terbaiku pada Taemin. Syukurlah, air mukanya sudah mulai berubah, lebih baik.

“kalau semua sudah lengkap, ayo!!!”ujarku sambil mengeluarkan sebuah kamera digital berwarna ungu kesayanganku. Menyalakannya dan mulai mengarahkan lensanya ke arah kami

“ayo, say chizzzzzzz!!!”ujarku

‘jepret’lensa kamera ku pun berhasil mengambil gambar kami di atas gunung. Rambut kami yang tertiup angin dan senyuman yang manis sekali

“sekarang, berdiri lah di sana, aku akan mengambil foto kalian…”ujarku sambil melangkah mundur, mencari posisi yang pas agar menghasilkan foto yang bagus

‘jepret’bunyi kedua lensaku. Mereka langsung mengahampiriku menyerbu kameraku melihat gambar diri mereka. Wajah mereka benar-benar manis. Tak salah jika aku saat itu melting dibuatnya

“bagus sekali fotonya, pemandangannya bagus sekali…”ujar Minho

“langitnya biru, aku suka…”ujar Taemin

“udaranya, aku benar-benar menyukai ini…”ujar Jonghyun oppa

‘brubuk brubuk’ sebuah seuara bersumber dari Onew oppa

“maaf, perutku sudah tidak bisa di ajak kompromi, bisa kita makan sekarang?”tanyanya dengan wajah yang sungguh sangat polos

“hahahahaha, tentu saja, aku siapkan dulu ya… Minho, tikarnya, tolong gelar di sini ya…”ujarku sambil menunjuk ke salah satu bidang tanah yang datar

“ne!”ujarnya yang mulai menggelar tikar.

Aku mulai menyiapkan makanan, ya, sebagai seorang wanita, menyiapkan makanan untuk para lelaki. Sementara itu mereka sedang asyik menikmati pemandangan dan mengambil beberapa gambar diri mereka dan juga pemandangan yang ada. Ya, semuanya sudah siap, aku tinggal memanggil mereka. Tetapi mereka sedang asyik sekali sepertinya, aku biarkan saja dulu, melihat tingkah mereka yang ternyata sama seperti remaja lainnya. Jeany kau tidak bermimpikan selama ini bisa dekat dengan idolamu itu? Apa selama ini hanya bermimpi panjang dan sebentar lagi akan tersadar?

‘plaaaaakkkk’ setelah aku berpikir cukup lama aku pun memutuskan untuk menampar pipiku.

“aaaawwww…”aku berteriak cukup keras

“kau memang yoja yang aneh…”ujar Jonghyun oppa membangunkan aku dari lamunanku

‘omona!!!’batinku dalam hati. Untuk kesekian kalinya aku dikelilingi oleh kelima namja itu dengan dihiasi pandangan aneh mereka.

“kenapa kau masih diam saja?”ujar Onew oppa

“pipimu merah, noona… pasti sakit sekali…”ujar Taemin polos. Aku mulai merasakan lagi sakit di pipiku, sepertinya tadi aku terlalu keras menampar pipiku sendiri. Aku mulai mengusap pipiku.

“sudahlah, ayo kita makan…”ujarku sambil tersenyum pada mereka dan mengisyaratkan mereka agar segera duduk.

Mereka makan lahap sekali, apalagi Taemin, aku bisa melihat nafsu makannnya yang meningkat karena terlalu lelah. Sekali lagi aku tersenyum melihat tingkah mereka tetapi tetap focus dengan makananku. Sengan cepat mereka menghabiskan semua makanan yang aku bawa. Walaupun sangat sederhana, tapi aku rasa mereka menikmatinya. Semoga saja

“huuuaaaa… kenyang sekali…”ujar Taemin sambil mengusap perutnya

“syukurlah, kalian suka makanannya?”tanyaku

“tentu saja, tidak ada makanan yang tidak kami suka…haha”ujar Minho sambil tertawa kecil

“aku jadi ngantuk…”ujar Onew oppa sambil merebahkan kepanya ke paha Key

“yyyaaaa, hyung, apa-apaan ini??”ujar Key sedikit berteriak

“aku mengantuk…”ujarnya sambil terlaelap

“hyung, kau ini!!!”ujar Key lagi

“terlambat, ia sudah tidur pulas…”ujar Jonghun oppa

“secepat itukah Onew oppa bisa tidur??”tanyaku sambil mengecek kebenaran itu

“tentu saja, kau tidak lihat, dia sedang tertidur pulas…”ujar Minho

“omona, Onew oppa, kau ini…”ujarku sambil menggelengkan kepalaku

***

Taemin P.O.V

“sudah hampir malam, ayo kita pulang…”ujar Jeany noona

“ne!”ujar Minho hyung sambil beres-beres

“hyung, bangunlah, kita sudah mau pulang!!!”ujar Key yang sudah kesal

“ia tidak bangun juga…”ujarku pada Key hyung, air mukanya mulai berubah

“aaaaaaaa,,, dia tidak bangun juga, bagamana ini??”ujar Key hyung mulai cemas

“Onew oppa, sudah mau malam, bangunlah, kita harus pulang sekarang…”ujar Jeany noona berbisik dan alhasil, kata-katanya bagaikan mantra yang sangat manjur, Onew oppa langsung terbangun dari alam mimpinya

“owh, sudah mau malam ya, baiklah kalau begitu…”ujarnya sambil berdiri dan meregangkan tubuhnya

“kau berhasil membuat kaki ku keram, hyung…”ujar Key ketus dengan pandangan tajamnya, aku yakin jantung Onew hyung berdebar-debar

“semoga akan lebih baik…”ujar Jeany noona sambil sedikit memijit kaki Key hyung

“gomawo noona, kaki ku berangsur normal…”ujar Key hyung mencoba berdiri, tetap di bantu oleh Onew hyung yang merasa bersalah

“Jeany noona memang hebat, dalam sekejap menyelesaikan 2 masalah…”ujarku sambil tersenyum memandangnya, ia membalas senyumanku, benar-benar manis

“sepetinya gelar almightmu akan diambil, Key…”ujar Jonghyun hyung memasang muka pura-pura cemas. Air muka Key hyung mulai berubah, kelihatannya ia mulai berpikir dan mulai cemas kalau-kalau gelarnya benar-benar akan di curi

“tenang saja Key, aku tidak akan merebut gelar mu itu…” ujar Jeany noona seakan tahu apa yang sedang dicemaskan oleh Key hyung

Sebenarnya aku masih ingin ada di sini, aku suka tempat ini, sepertinya kau malas pulang. Tapi apa daya, kami benar-benar harus pulang, lagi pula aku takut kalau sendirian di hutan ini.

“ayo!!!”ujar Onew hyung mendahului kami

“ayo…”ujar yang lainnnya, termasuk aku

“Taemin-ah, ayo…!!!”ujar Jeany noona yang menyadari aku masih saja tidak bergeming dari tempatku berdiri

***

Aku yakin kami sudah berada di tengah perjalanan sekarang, langit sudah mendung. Aku melihat jam tangan yang menempel di tangan kiriku, melihatnya dan ternyata sudah jam setengah 6 sore. Aku ingin mengambil beberapa gambar dulu, sebelum akhirnya gelap.

“nah, ada pemandangan bagus…”ujarku berbisik setelah melihat kearah kanan, terdapat pohon-pohon tinggi, beberapa jenis bunga, sungguh indah sekali. Cukup banyak foto aku dapatkan, sebaiknya aku cepat kembali.

“MWO?! Aku ada di mana?”aku tercengang dan sedikit berteriak ketika tidak menemui jalan yang menjadi jalan keluar bagi kami. Sepertinya aku sudah terlalu jauh berpaling dari jalan yang benar

“addduuuhhhh, bagaimana ini?!”aku mulai cemas karena langit mulai gelap, apa yang harus aku lakukan? Mencari jalan pulang? Tidak mungkin, aku tidak membawa senter, bisa-bisa aku makin tersesat… Tuhan tolong aku…

Jeany P.O.V

Setengah jalan lagi kami sampai ke vila, langit sudah mulai gelap. Aku berjalan paling belakang, ah, tidak ada Taemin di belakangku.

“Taemin-ah…”ujarku sambil berbalik ke belakang.

‘mwo, dia tidak ada… dimana dia?’batinku sambil mencarinya. Aku mulai cemas dengan maknae SHINee itu. Apakah ia tersesat? Aku terus berjalan mengikuti kata hatiku.

“Taemin-ah!!! Aku dimana???”aku muali berteriak, berharap ia mendengan teriakanku. Langit sudah mulai gelap, kasihan dia, pasti takut sekali.

“Taemin-ah!!!”teriakku lagi

Taemin P.O.V

“Taemin-ah!!!”ada yang memanggil namaku, sepertinya itu Jeany noona

“Jeany noona, aku disini, aku tersesat…”aku membalas teriakannya dan mulai mencari sumber suara itu. Itu kah dia? Seorang wanita sedang membelakangiku, sepertinya ia sedang mencari

“Noona!!!”aku langsung memeluknya dari belakang

“Taemin-ah, kau kemana saja?”ujarnya cemas

“mian, tadi aku berniat mengambil beberapa foto, tapi aku malah tersesat…”ujarku menjelaskan, aku merasakan mataku mulai memanas

“kau ini, benar-benar nakal ya…”ujarnya berbalik dan memukul kepalaku pelan, matanya memerah, setetes air jatuh dipipinya. Baru kali ini aku melihatnya menangis

“mianhae, noona…”ujarku sambil membungkukan badanku, aku rasakan juga setetes air membasahi pipiku

“sudahlah, ayo kita pulang…”ujarnya sambil menghapus air matanya dan kemudian menghapus air mataku

“ayo…”ujarku bahagia

“tapi, kita harus jalan kemana?”tanyaku

“kita sudah terlalu jauh dari jalan kita, kompas!!!”ujarnya sambil mencari

“bukannya kau berikan pada Onew hyung?”tanyaku. ia tersadar, air mukanya mulai berubah.

“kau bawa senter?”ia beranya kepadaku

“anni, kalau tidak salah ada di Minho hyung… kau bawa membawanya kan?”tanyaku mulai cemas

“aku berikan pada Key tadi…”ujarnya sambil menggeleng

***

Minho P.O.V

“sebentar lagi kita sampai, hwaiting Taemin-ah…”aku mulai melihat vila kami, hari memang sudah cukup gelap

“Taemin-ah, mengapa kau tidak membalas ucapanku?”tanyaku masih focus ke depan

“Taemin-ah…”ujarku lagi, namun sekarang sambil berbalik

“mwo, tidak ada siapa-siapa… hyung, Taemin tidak ada…!!! Jeany noona juga!!!”ujar Minho berteriak membuat ketiga hyungnya berhenti kemudian berbalik

“kau bercanda kan?”ujar Jonghyun hyung

“anni!!!”ujarku sambil menggelengkan kapalaku

“mereka ke mana? Jangan-jangan tersesat…”ujar Key hyung

“ayo cari mereka…”ujar Jonghyun hyung sambil mengarah kembali ke hutan

“jangan!!!”ujar Onew hyung tiba-tiba

“kenapa?”tanyaku bingung

“kalian tidak ingin kita ikut tersesatkan? Hari sudah gelap, kita cari mereka besok pagi saja. Aku yakin Jeany bisa menjaga Taemin…”ujarnya tenang namun aku yakin ia pun cemas

“aku setuju dengan Onew hyung…”ujar Key hyung

“baiklah kalau begitu, kita banyak berdoa saja…”ujar Jonghyun hyung

“ayo, cepat-cepat kita pulang…”ujarku sambil kembali berjalan pulang

***

Jeany P.O.V

“mau bagaimana lagi, kita bermalam saja di dini, kalau sudah pagi baru kita cari jalan, ottokhe?”ujarku sambil duduk bersandar disebuah pohon besar

“ne!’ujarnya sambil ikut duduk di sampingku. Udara malam semakin terasa, hening, hanya ada suara-suara binatang hutan.

“disini dingin sekali…”ujarnya sambil menggosok-gosokan telapak tangannya ke lengannya. Ia memakai t-shirt pendek.

“bukankah kau membawa baju ganti? Gunakanlah itu…”ujarku sambil mengeluarkan baju ganti ku dan juga jaket yang sengaja aku bawa. Ia memakai baju gantinya yang sama-sama t-shirt lengan pendek.

“bbbbrrrrr….”aku yakin ia sangat kedinginan, tubuhnya mengigil

“ini, pakailah…”ujarku sambil memakaikan jaket yang aku bawa

“tapi noona…”ujarnya ragu

“sudahlah, pakai lalu tidurlah…”ujarku sambil menenggelamkan kepalanya dalam pelukanku

“aku takut, noona, jangan tinggalkan aku…”ujarnya masih dengan suara yang bergetar

“tenang saja… aku tidak akan meninggalkanmu… tidurlah, aku akan selalu menemanimu…”ujarku menenangkannya

“janji?”

“janji… sudahlah, cepat tidur…”ujarku

“tapi…”ujarnya lagi

“nina bobo, ooo, nina bobo…”aku menyanyikan lagu nina bobo sambil mengelus lembut kepalanya. Dan ternyata manjur juga. Aku rasa ia sudah terlelap sekarang.

***

Seberkas cahaya menyilaukan, membangunkan aku dari lelapnya tidurku. Ternyata sudah pagi, kami bisa mencari jalan pulang sekarang

“Taemin-ah, sudah pagi… ayo bangun, kita pulang…”ujarku sambil mengelus kepalanya lembut

“eeemmmhhh, sudah pagi ya…”ujarnya sambil bangun dan meregangkan tubuhnya

“bagaimana tidurmu?”tanyaku sambil berdiri dan mengulurkan tanganku membantunya berdiri

“tidak terlalu buruk, jeongmal gomawo noona…”ujarnya sambil membungkukan badannya dan melepas jaketku

“cheonmaneyo, Taemin-ah…”ujarku sambil mengacak rambutnya pelan

“ayo kita pulang…”ujarku lagi sambil mulai berjalan ke arah kiri

“tunggu noona…”ujarnya sambil menyibak semak-semak yang ada dihadapan kami tadi

“Taemin-ah, hati-hati, tanganmu bisa terluka…”ujarku menghampirinya

“ternyata kita tidak jauh dari villa…”ujarnya gembira

“benar, ayo segera pulang!!!”ujarku sambil menarik tangan Taemin dan segera menuju villa, setelah mengetahui dimana posisi kami berada sekarang

Pabbo ya… ternyata kami hanya berjarak sekitar 500 meter dari villa, gelap malam benar-benar menutupi pandangan kami. Tapi ini adalah sebuah pengalaman sekaligus pelajaran bagiku.

***

Author P.O.V

“semua sudah siap?”tanya Onew pada ketiga dongsaengnya

“sudah!!!”ujar mereka serentak

“senter, kompas, peta, jaket, makanan dan minuman sudah??”tanya Jonghyun

“sudah, kami sudah benar-benar siap…”ujar Minho

“ya sudah, kalau begitu , mari kita berangkat!!!”ujar Key sambil mendahului yang lainnya ke luar villa

“kita harus terus bersama dan harus menemukan Taemin-ah dan Jeany-ah!!!”ujar Jonghyun mengingatkan, mereka sudah berada di teras sekarang

“eits, jangan lupa berdoa dulu, berdoa mulai……………. berdoa, selesai….”ujar Onew

“ayo kita pergi, hwaiting!!!”ujar Jonghyun berteriak

“kalian mau pergi kemana?”tiba-tiba ada suara seorang wanita dari balik tubuh Jonghyun

“Jeany noona, Taemin-ah?!”teriak Key sambil menutup mulutnya yang menganga

“ne! ini kami!!!”ujar Jeany sambil tersenyum, diikuti Taemin dengan senyumannya pula

“akhirnya kalian!!!”ujar Jonghyun langsung memeluk Jeany sambil melompat-lompat. Jeany dan keempat namja lainnya hanya menatapnya bingung

“Jonghyun hyung!!!”panggil Taemin tiba-tiba

—–tbc—–

mian banget kalo makin geje, tapi ini part-part terakhir…

moga suka…

jngan lupa comment yah…hehe

😀

part 1

part 2

part 3

part 4

part 5

Advertisements

9 responses to “When They Come… (part 6)

  1. Kau bawa membawanya kan? Tanyaku mulai cemas

    ak berikan pada key tadi. Ujarnya sambil menggeleng

    yg dibawa maksudx?
    Hehe..
    Maaf, tp saia penasaran..

    Lanjutanx keren..
    Tau ga.. Saia jg pernah membayangkan tersesat d hutan bareng tae.. Tp saia bayangin tae digi2t ular! Haha..
    Kita sehati author..
    *hugs

    • maksudnya senter…hihi

      wahwah???
      di gigit uler???
      parah, kacian iwh tae’nya…haha
      ternyata….haha
      *hug balik

      gomawo dah baca + comment…
      😀

  2. Untung jeany trsesat’a breng taemin bkan minho*dlirik sinis sma istri2 mreka*
    ff nie bntr lgi brakhr yc?*sedih*dtnggu loch klanjutan’a. . . .

    • klu ama minho cemburu yah???wkwkwkwkwk
      iyah…
      part kedua terakhir…
      sip”…
      baca yang terakhirnya yah…
      jngan lupa comment juga…hehe
      gomawo!!!
      😀

  3. chingu, 1 kata yang aku rasa saat baca ini.. *jiahh*
    KEREN!!!
    lanjutannya ya, yayayayayayayaya???? 🙂

  4. Pingback: When They Come… (part 7 -end-) « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s