LOVE YOURSELF [FF ONESHOT/PG15]

Photobucket

Title : Love Yourself, Girl !!!
Rating/Genre : 1Shot/PG15/S/Romance
Cast : Lee Joon, Shin Sungyoung, Choi Kyungmin, Jung Byunghee


“Kumohon, kau harus berjuang untuk hidup. Mulai sekarang, biar aku yang menjagamu.”

Laki-laki itu terus mengikuti gadis yang sedang dibawa menuju ruang UGD oleh para perawat. Sepanjang perjalanan, tangannya terus menerus menggenggam jemari sang gadis yang lemah dan telah kehilangan kesadarannya itu.

***

“Joonie-ah, apa skenario film itu sudah kau baca hingga selesai?” Tanya seorang gadis pada seorang laki-laki yang sedari tadi duduk dihadapannya.

“Yang mana?” Tanya laki-laki itu.
“My Dream” jawab gadis itu kesal.

“Ah…yang itu, sepertinya sudah.” Jawab laki-laki itu santai.
“Baguslah, shootingnya akan dimulai besok, jangan sampai terlambat ke studio yah.”

“Kyungmin-ah, maksudku, aku sudah lupa untuk membaca naskah itu. Jadi artinya, aku sama sekali belum membacanya.” Jawab joon terpingkal-pingkal.

“Kau….i-ni…..” kyungmin yang semakin terlihat murka akhirnya memukul kepala joon dengan beberapa file yang berada di tangannya.

“Aduh….sakit tahu..” ujar joon sambil mengelus lembut kepalanya.

Kyungmin adalah manager dari Joon, seorang aktor terkenal sekaligus sahabatnya dari kecil. Karir joon yang semakin menanjak di tahun ini, membuatnya beberapa kali mendapat penghargaan bergengsi di dunia perfilman. Begitu juga kali ini, seorang produser terkenal, Rain, mengajak Joon bermain di film terbarunya.

“Aku tidak mau tahu, malam ini juga, kau harus sudah selesai membaca seluruh naskah itu.” Desak kyungmin pada Joon.

Walaupun mereka berdua bersahabat, dalam urusan pekerjaan, kyungmin selalu bersikap tegas pada Joon, ia selalu bertindak sebagai manajer yang baik dan bertanggung jawab pada artisnya.

“Kyungmin-ah, kau mau kemana?? Temani aku mambaca naskah setebal ensiklopedia ini donk.!!!” Pinta joon sambil memelas.

“Mianhae, Joonie-ah, aku sudah ada janji sama Byunghee oppa. Bubye….” Ujar kyungmin yang langsung meninggalkan joon sendiri di ruangan itu.

Joon yang merasa kesal karena ditinggalkan, akhirnya dengan gontai mengambil naskah yang dimaksud dan membacanya.

“Awas, si byunghee itu, berani-beraninya dia mendekati kyungmin. Sejak bersama dia, kyungmin jadi jarang menemaniku berlatih.”

Sambil membaca naskah yang ada di pangkuannya sekarang, tak henti-hentinya joon mengumpat byunghee, salah seorang seniornya di agensi dan juga kekasih baru kyungmin, manager sekaligus sahabatnya.

***

~ Keesokan Harinya ~

“Kyungmin, kau lama sekali.” Tegur joon yang memang sudah hampir sejam menunggu kyungmin di kantor agensinya.

“Mianhae…..joonie…” jawab kyungmin yang masih tersengal-senagal karena berlari ke tempat itu.

Joon melihat sedikit keanehan pada sahabatnya itu, tidak biasanya seorang kyungmin yang perfeksionis bisa terlambat datang di suatu acara penting seperti shooting pertama filmnya.

“Kyungmin-ah, tidak biasanya kau memakai kaos turtle neck di balik blazermu, di udara sepanas ini?” Tanya joon iseng.

Kyungmin yang sedang sibuk merapihkan file yang akan dibawanya ke studio tersentak kaget dengan pertanyaan joon. “A-a-k-ku sedang ingin memakainya saja. Lagipula ini sedang trend sekarang, apa kau tidak pernah membaca majalah fashion?” elak kyungmin menutupi sesuatu.

“Apa benar?” joon semakin curiga dengan tingkah laku sahabatnya yang aneh itu. “Kau memakainya karena sedang trend atau memang….karena….ingin…menutupi sesuatu.” Lanjut joon yang kini telah menyibak kerah turtle neck kyungmin.

“Joonie-ah, pabo” kyungmin berusaha merapihkan kerah bajunya, ia semakin salah tingkah saat joon berhasil melihat lehernya yang dipenuhi dengan kissmark itu.

“Jangan bilang kau sudah melakukannya dengan byunghee?” tanya joon
“…” kyungmin hanya mengangguk.

“ANDWEEEEE……” joon berteriak keras lalu berjalan mendekati kyungmin. “Bukankah kau berjanji tidak akan melakukannya sampai dia serius padamu?” lanjutnya.

Kyungmin memperlihatkan sebuah cincin yang tersemat di jari manisnya pada joon.
“Mianhae, joonie-ah, ternyata aku memang mencintainya seperti dia mencintaiku, terbukti dia melamarku tadi malam. Tahun depan kami akan menikah.”

“Lihat saja, aku yang akan menikah lebih dulu darimu. Aku tidak rela kalau kau mendahuluiku.” Joon yang terlihat kesal, langsung meninggalkan kyungmin dan berjalan sendiri menuju minivan-nya.

“Aishh…anak itu sampai kapan mau dewasa? Selalu saja seperti itu, tidak pernah rela jika aku lebih dulu melakukan sesuatu daripada dirinya.”

Kyungmin berjalan menyusul joon ke minivan mereka. Selama perjalanan, joon tetap diam. Sepertinya dia benar tidak rela kalau kyungmin menikah lebih dulu darinya, karena setiap kyungmin bertanya, ia selalu diam. Kyungmin yang tahu bagaimana sifat joon, hanya tertawa dan sesekali mempermainkan joon.

Setibanya di studio, ternyata bukan hanya mereka yang terlambat, pemeran utama wanita di film ini juga terlambat.

Joon yang kesal menunggu akhirnya memutuskan untuk berjalan-jalan di sekeliling studio. Laki-laki yang satu ini memang mempunyai hobi yang sedikit aneh. Setiap kali ia shooting di tempat baru, dia akan terlebih dahulu menelusurinya, dan berharap menemukan tempat prbadinya untuk bersantai saat break shooting, begitu juga kali ini.

Di tengah penelusurannya kali ini, tidak sengaja ia mendengar dua orang yang sedang bertengkar. Karena penasaran, akhirnya ia mengintip mereka berdua dari balik jendela.

“Aku sudah bosan padamu. Lebih baik kita berpisah.”
“Tapi, oppa…”

Joon menatap heran pada dua orang yang ada dihadapannya. “Bukankah laki-laki itu Seungho? Penyanyi terkenal itu?” tanyanya pada diri sendiri. “Dan kalau tidak salah, perempuan itu adalah sungyoung, model dan aktris pendatang baru yang jadi lawan mainku di film kali ini? Jadi mereka pacaran?” lanjut joon yang keheranan.

Joon melihat seungho meninggalkan sungyoung yang masih menangis di tempat itu. Bermaksud untuk tidak mencampuri urusan mereka berdua, akhirnya joon memutuskan untuk segera pergi dari temapt itu dan kembali ke tempat shooting. Namun naas, saat berusaha meninggalkan tempat itu, tidak sengaja ia menabrak sebuah kaleng, yang membuatnya terjatuh dan menimbulkan suara kelontang yang sangat nyaring.

“Siapa itu?” ternyata sungyoung tersadar, kalau ia tidak sendirian di tempat itu.

Joon yang kaget akhirnya berusaha menirukan suara kucing, “Miaaaawwww…”

Sungyoung yang tidak percaya dengan suara yang didengarnya, akhirnya berjalan menuju sumber suara, yaitu tempat di mana joon terjatuh dan masih tersungkur.

“Lee Joon-sshi? Sedang apa kau di sini?” Tanya sungyoung heran.

”Ternyata sungyoung-sshi, itu….anu….aku mengejar seekor kucing yang membawa lari badge kesayanganku tadi, karena serius mengejarnya, aku tidak tahu ada tumpukan kaleng di sekitar sini dan menabraknya hingga jatuh.” Joon berbohong. Tidak ada seekor kucingpun di situ.

Beruntung sungyoung sepertinya percaya dengan kebohongan aneh yang dikatakan joon.

“Mianhae, aku ada urusan sebentar. Ayo kita kembali ke studio, semua kru pasti sedang menunggu kita.” Ajak sungyoung yang berusaha membantu joon berdiri.

“Gomapta.”

Joon sesekali memandangi wajah sungyoung yang masih terlihat sayu karena tangisannya tadi. Sebenarnya, ia ingin bertanya tentang masalah tadi pada gadis itu, tapi ia urungkan niatnya, karena jelas-jelas itu bukan urusannya. Dan sepanjang perjalanan itu, mereka berdua hanya diam.

Sesampainya di studio, wajah galak kyungmin sudah menanti joon yang baru saja datang dengan sungyoung. Dan tidak ayal, sebuah pukulan ringan dari kyungmin melayang di kepala joon.

Shooting pertama pun tetap dilakukan, walau dengan sedikit keterlambatan. Sungyoung beberapa kali melakukan kesalahan, hingga mereka harus berkali-kali mengulang scene yang sama. Beberapa kru memaklumi, karena sungyoung adalah aktris pendatang baru yang masih harus banyak belajar. Tapi joon tahu, kalau itu terjadi karena masalahnya tadi dengan seungho.

***

~ Tiga Minggu Kemudian ~

Sudah hampir tiga minggu shooting berjalan, dan selama itu juga, joon menjadi akrab dengan sungyoung. Yang akhirnya mau sedikit bercerita tentang hubungannya dengan seungho dulu.

Walaupun kyungmin selalu mengejeknya sedang cinlok, joon tidak perduli. Yang ia tahu, saat bersama sungyoung, ia selalu merasa nyaman dan bahagia. Dan ia mulai sadar, kalau benih-benih cintanya pada sungyoung mulai tumbuh.

Hingga suatu hari ia melihat sesuatu hal yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Siang itu, seperti biasanya, para kru dan artis beristirahat bersama di tengah ruangan. Tapi sudah beberapa hari ini, sungyoung memilih untuk memisahkan diri saat istirahat. Karena merasa ingin tahu kemana sungyoung saat istirahat, akhirnya joon mengikuti kemana sungyoung pergi saat itu.

Tanpa menimbulkan suara sedikitpun, joon mengikuti kemana sungyoung pergi. Hingga akhirnya dia berhenti di suatu tempat yang ia tahu adalah kamar mandi wanita.

“Aish…ternyata sungyoung mau ke kamar mandi. Untuk apa aku mengikutinya hingga ke tempat ini, joonie pabo” ujar joon sambil memukul kepalanya sendiri.

Tapi joon teringat akan suatu hal, untuk apa sungyoung membawa makanan hingga ke kamar mandi? Karena hal tersebut masih mengganjal di pikirannya, joon kembali mengikuti sungyoung yang kini sudah masuk ke dalam kamar mandi tersebut.

Joon yang semakin ingin tahu apa yang terjadi, mengintip sungyoung dari balik jendela yang terletak cukup tinggi. Karena tingginya tidak sampai, joon menjadikan sebuah meja yang berada tidak jauh dari situ sebagai pijakannya.

Saat itu, joon bisa melihat sungyoung yang sedang makan dengan lahapnya di sebuah kursi yang ada di kamar mandi itu. Joon merasa beruntung bisa melihat sisi lain dari sungyoung, karena ia tidak pernah melihat sungyoung makan seperti itu sebelumnya.

Tidak beberapa lama, sungyoung telah menghabiskan jatah makanannya. Saat itu, joon yang merasa sudah cukup puas dalam penguntitan hari ini, mulai beranjak meninggalkan tempat itu. Tapi tiba-tiba, ia melihat perempuan itu terburu-buru menuju wastafel yang ada tidak jauh dari tempatnya makan.

Sungyoung mulai memasukkan salah satu jari tangannya ke mulut dan berusaha memuntahkan kembali makanan yang baru saja dimakannya. Joon yang baru pertama kali melihat kejadian ini, menjadi tercengang karenanya.

“Apa yang sebenarnya dilakukan sungyoung? Kenapa dia melakukan hal seperti itu?”

Di dalam kepala joon, terlintas berbagai pertanyaan serupa. Berbagai pertanyaan tentang perbuatan sungyoung yang baru saja dilihatnya.

Hingga hari terakhir shooting, setiap istirahat, joon selalu mengikuti kemana sungyoung pergi dan selalu berakhir di tempat yang sama. Kamar mandi wanita. Dan sungyoung pun selalu melakukan hal yang sama. Kembali memuntahkan makanan yang baru saja dimakannya.

Joon sempat mencari tahu tentang perilaku sungyoung, tapi tetap saja, penjelasan yang didapatnya belum bisa menjawab semua pertanyaan yang masih saja berkeliaran di kepalanya. Karena putus harapan, akhirnya ia bertanya pada kyungmin, mungkin dia menjawab karena sama-sama seorang perempuan, pikir joon.

“Kyungmin-ah, aku mau tanya donk!” Tanya joon di sela-sela kegiatannya menandatangani pictorial book perdananya.

“Waeyo?” jawab kyungmin yang sedang sibuk mengatur jadwal joon selanjutnya.

“Apa kau pernah memuntahkan kembali makanan yang baru saja kau makanan?”
“Eehhh???” kyungmin kaget dengan pertanyaan yang diajukan joon. “Mengapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?” lanjutnya.

“Aku hanya ingin tahu, apa perempuan punya kebiasaan seperti itu?”
“Tentu saja tidak. Tapi mungkin bagi sebagian orang itu sering dilakukan.”
“Apa maksudmu?”

“Apa kau pernah melihat sungyoung melakukannya?” Tanya kyungmin kemudian.
“Tte, darimana kau tahu?”

Tanpa menjawab pertanyaan joon, kyungmin langsung saja memulai penjelasannya.
“Kau tahu aku pernah kuliah di jurusan kesehatan kan? Sedikit banyak aku tahu tentang masalah itu. Bagi seorang model seperti sungyoung, menjaga berat badan adalah segalanya. Karena jika berat badannya bertambah, karirnya sebagai model akan terpuruk. Banyak model seperti dia menyiasati persoalan mereka dengan cara seperti itu. Mereka tetap bisa merasakan makanan enak tanpa khawatir berat badannya naik, dengan kembali memuntahkan makanan yang baru saja dimakannya.” Jelas kyungmin.

Joon yang serius mendengarkan, hanya mengangguk-angguk mendengar penjelasan itu. “Apa kau tidak khawatir dengan berat badanmu, kyungmin?” Tanya joon tiba-tiba.

“Aniya….selama tubuhku sehat, mau kurus atau gemuk aku tidak perduli. Aku tetap bisa menikmati semua makanan yang aku sukai selama itu masih dalam batas wajar. Dan aku tidak perlu berdiet ketat, karena byunghee oppa menyukaiku apa adanya.” Ujar kyungmin yang kembli memamerkan cincin pemberian byunghee pada joon.

“Arrrggghhh….jangan perlihatkan cincin itu lagi.” Tukas joon kesal.

Joon terdiam dengan perkataan kyungmin tadi. Di dalam pikirannya, ia kembali berkutat dengan alasan mengapa sungyoung melakukan itu. Apa tidak ada orang yang menyukai dia apa adanya? Apa karena seungho memutuskannya, perilakunya menjadi seperti itu?

Karena merasa ingin tahu apa yang menjadi alasan sungyoung, akhirnya joon berinisiatif untuk langsung bertanya padanya apa yang sebenarnya terjadi, hingga ia melakukan perbuatan seperti itu.

Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya menandatangani photobook, joon mengarahkan mobilnya menuju apartemen sungyoung yang ia ketahui dari manajernya. Karena saat ia datang ke kantor agensi, sudah beberapa hari sungyoung tidak datang ke agensi karena sedang sakit.

~Apartemen G.O.O.D , kavling LOVE ~

“Sepertinya ini apartemennya.” Kata joon yang sudah tiba di depan pintu apartemen sungyoung.

Tiiiiit……Tiiiiiit……

Beberapa kali joon memencet bel, tapi tidak ada jawaban dari dalam. Namun, karena merasa perasaannya kali ini tidak enak, joon akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu apartemen itu. Dan usahanya berhasil.

Setelah pintu apartemen itu terbuka, joon tercengang melihat banyaknya foto seungho tertempel dan berserakan di dinding, atap, hingga lantai apartemen itu. Beberapa diantaranya foto seungho dengan sungyoung, ataupun foto seungho yang berasal dari pictorial book-nya, dan ada sebuah foto berukuran cukup besar yang berada di lantai.

Di dalam foto itu, seungho sedang bermesraan dengan seorang gadis cantik yang tidak dapat dikenali lagi, karena wajanya sudah tertutup oleh coretan. Yang pasti gadis itu adalah seseorang dari dunia hiburan, karena foto itu diambil saat acara red carpet Seoul Drama Award yang pernah dihadirinya beberapa hari yang lalu.

“Sungyoung-sshi….” Joon mulai memanggil-manggil si pemilik apartemen yang tidak juga terlihat hingga saat ini.

Dan akhirnya joon sadar telah mendengar suara air yang menyala dari shower yang terus menerus terbuka. Dalam pikirannya saat itu, ahhh…mungkin sungyoung sedang mandi, tapi hingga beberapa menit kemudian, tidak ada bunyi apapun selain suara kucuran air itu. Karena semakin khawatir terjadi sesuatu dengan sungyoung, joon langsung menerobos masuk ke dalam kamar mandi sungyoung dan tersentak kaget dengan apa yang ditemukannya.

Sungyoung telah tergeletak tak sadarkan diri di bawah kucuran shower yang masih menyala. Dari salah satu pergelangan tangannya mengalir darah segar hingga membuat air yang mengalir berubah warna menjadi merah. Dan tidak jauh dari situ, joon melihat beberapa pil berserakan dari sebuah botol obat di samping sungyoung.

“Apa dia bermaksud bunuh diri?” joon yang masih kaget, berusaha mematikan shower, kemudian mengangkat tubuh sungyoung yang basah dan berlumuran darah menuju mobilnya. Seketika itu juga ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

“Mengapa kau melakukan ini, sungyoung?” Tanya joon pada sungyoung yang masih tak sadarkan diri. Secara tidak sengaja, joon melihat selembar kertas di tangan kanan sungyoung yang masih menggengamnya cukup erat. Karena penasaran, joon mengambil kertas itu dan membacanya.

Jangan pernah menemuiku lagi. Aku sudah menemukan pengganti dirimu yang lebih cantik dan sempurna daripada dirimu. Walau kau berusaha membunuh dirimu, aku tidak akan pernah kembali padamu.

Seung Ho

“Kau masih begitu mencintai seungho, yah?” ujar joon yang menatap sedih ke arah tubuh sungyoung yang pingsan di kursi belakang mobilnya.

Mobil joon akhirnya tiba di rumah sakit terdekat, dan dengan cekatan beberapa perawat memindahkan sungyoung ke dalam ruang UGD.

“Kumohon, kau harus berjuang untuk hidup. Mulai sekarang, biar aku yang menjagamu.”

Joon itu terus mengikuti sungyoung yang sedang dibawa menuju ruang UGD oleh para perawat. Sepanjang perjalanan, tangannya terus menerus menggenggam jemari sungyoung yang lemah dan telah kehilangan kesadarannya itu. Hingga akhirnya ia berhenti mengikuti sungyoung tepat di depan pintu UGD, karena selain tim medis orang lain tidak diperbolehkan masuk ke ruangan itu.

~ beberapa jam kemudian ~

Setelah beberapa jam dilakukan pemeriksaan terhadap sungyoung, dokter akhirnya keluar dari ruang UGD dan membawa serta sungyoung untuk di pindahkan ke ruang perawatan khusus.

“Bagaimana keaadannya dokter?” tanya joon cemas.
“Kita bicarakan di ruanganku saja.” Jawab dokter itu sambil mengajak joon ke ruangannya.

“Apa kau pacarnya?” tanya dokter itu kemudian.
“Aniya…aku hanya temannya. Siang ini, aku bermaksud menjenguk dirinya yang sedang sakit, tapi malah menemukannya dalam keadaan seperti itu. Memang apa yang terjadi padanya.”

“Temanmu itu banyak sekali kehilangan darah, dan saat memeriksa tubuhnya ia juga mengalami kurang gizi, cadangan lemaknya banyak sekali berkurang, apa pekerjaannya?” tanya dokter lagi.
“Kurang gizi?” tanya joon.

“Apa dia seorang model?”
“…” joon mengangguk. “Apa ada hubungannya dengan kebiasaannya yang selalu menuntahkan kembali makanan yang baru saja dimakannya?”

Dokter yang mendengar penjelasan joon hanya mengangguk-angguk, sepertinya ia sudah tau mengenai hal itu.

“Temanmu itu menderita anoreksia nervosa. Di mana penderita ingin menjadi kurus karena kegemukan dianggap tidak menarik, tidak sehat dan tidak diinginkan. Karenanya ia selalu kembali memuntahkan kembali makanan yang baru saja dimakannya, agar makanan itu tidak menambah berat badannya.”

“Sepertinya sudah beberapa hari ini, tidak ada makanan yang masuk ke dalam tubuhnya, hingga ia mengalami kurang gizi, tapi apa kau tahu apa alasannya hingga mengiris pergelangan tangannya seperti itu? Kalau menurutku, itu karena masalah pribadinya.” Lanjut dokter itu lagi.

“Sepertinya, aku tahu alasannya dokter. Tapi sungyoung baik-baik saja kan?” tanya joon

“Tte, kondisinya memang masih lemah, tapi beruntung, kami masih sempat menyelamatkannya. Kau bisa menjenguknya sekarang.”
“Kamsahamnida, dokter.”

Setelah itu, joon berjalan menuju ruang perawatan sungyoung. Dan menghampiri tubuh gadis masih terbaring lemah dengan infus di sekujur tubuhnya itu. Pergelangan tangannya yang terluka sudah terbalut perban.

“Sungyoung-ah, kalau saja kita bertemu lebih cepat, kau tidak akan mengalami hal seperti ini.” Ujar joon lirih di samping sungyoung yang masih tak sadarkan diri.

***

~ Tiga Hari Kemudian ~

“Kau sudah sadar?” kata joon yang senantiasa menemani sungyoung yang masih terbaring. Ia meminta pihak rumah sakit dan agensi merahasiakan kejadian ini.

Jika hal ini di ketahui publik, akan ada sebuah skandal di antara mereka dan juga akan menghancurkan karir sungyoung sebagai model, karena telah berusaha membunuh dirinya sendiri.

“Joon-sshi?” ujar sungyoung yang heran mendapati joon berada di hadapannya.
“Syukurlah, sudah tiga hari kau tak sadarkan diri, aku akan segera menelepon managermu.”

“Kenapa kau menyelamatkan aku?”
“Ehhhh??? Apa maksudmu?”

“Kenapa kau biarkan aku hidup? Aku sudah tidak punya siapapun lagi di dunia ini. Untuk apa aku hidup? Tidak ada satu orangpun yang mencintaiku. Bahkan, satu-satunya laki-laki yang kusayangi telah mencampakkan diriku. Untuk apa?” sungyoung berusaha melepaskan infus yang berada di sekujur tubuhnya. Dan dengan seluruh tenaganya, melemparkan semua barang yang berada di dekatnya.

Melihat hal tersebut, hati joon miris. Tanpa pikir panjang lagi, laki-laki itu langsung menghampiri sungyoung dan memeluknya erat.

“Masih ada aku.”
Pada awalnya sungyoung meronta-ronta karena pelukan joon, tapi akhirnya gadis itu menyerah dan menangis di pelukan joon.

“Mulai saat ini, biarkan aku yang merawat hati dan tubuhmu yang terluka itu.”
“Joon-sshi….” Ucap sungyoung di tengah tangisnya.

“Saranghaeyo, sungyoung. Jongmal saranghaeyo. Lupakan seungho dan belajarlah mencintaiku.” Kata joon yang sudah melepas pelukannya dan kini mendaratkan sebuah ciuman hangat di kening sungyoung.

In the middle of this road that goes on endlessly, I wonder what you are thinking
Don’t ever forget, let me softly stay by your heart

I have decided that I would be the one to stand by your side in times of sadness
Don’t ever forget, that I love you…

Even if I lost you tonight,
I won’t ever forget, because I love you
Don’t ever forget, because I love you

Setelah kejadian itu, selama beberapa minggu, joon selalu mengunjungi sungyoung di rumah sakit. Dan tidak terasa, kesehatan sungyoung semakin membaik, berat badannya yang sempat turunpun sudah berangsur-angsur naik, dan selama di rumah sakit itu, sungyoung sempat beberapa kali melakukan konsultasi dengan ahli gizi untuk membahas kebiasaannya memuntahkan makanannya.

“Lee joon-sshi, kau datang lagi? Apa kau tau besok aku sudah bisa keluar dari sini?” ujar sungyoung saat joon datang menjenguknya.

“Baguslah, tapi sayang, aku tidak bisa menjemputmu. Ada tawaran main dari produser favoritku, dan kami berjanji bertemu besok. Apa tidak apa jika kau hanya pulang dengan manajermu?” ujar joon.

Sungyoung yang sudah mulai menerima kehadiran joon terlihat sedikit menyesal dengan hal tersebut, tapi ia tahu kesibukan seorang publik figur, jadi ia hanya bisa membiarkan joon pergi.

Setelah menyampaikan berita itu pada sungyoung, joon langsung menghubungi seseorang di telepon.

“Dia percaya dengan semua perkataanku.”
“…”
“Tentu saja, akan ku buat dia menyesal karena perbuatannya dulu.”
“…”
“Sampai jumpa besok.”

***

~ Keesokan harinya ~

Sesuai dengan jadwal, Sungyoung telah meninggalkan rumah sakit dengan manajernya. Karena merasa bersalah pada agensinya, ia berniat untuk mampir sebentar ke agensinya. Tapi di tengah perjalanan, ia tercengang dengan berita tentang Lee joon di layar besar yang berada di tengah kota.

“Lee Joon, aktor yang sedang terkenal saat ini, mengadakan konferensi pers tentang kedekatannya dengan seorang model dan aktris pendatang baru yang belum lama bermain dengannya di film my dream, shin sungyoung.”

“Sungyoung-sshi, saranghaeyo. Jongmal saranghaeyo.” Kata joon singkat.

Sungyoung benar-benar kaget dengan pernyataan blak-blakan dari joon. Sekarang, seluruh korea tahu kalau joon mencintainya, dan ia semakin kagaet dengan berita yang di dengarnya kemudian.

“Lupakan laki-laki itu. Beruntung kau sudah tidak bersamanya, dia hanya laki-laki mata keranjang yang haus akan kekuasaan dan uang. Liahat apa yang terjadi padanya sekarang.”

Kali ini tv besar itu menayangkan sebuah scene, di mana seornag laki-laki sedang diboyong menuju kantor polisi. Dan laki-laki itu tidak lain dan tidak bukan adalah seungho, yang terlibat dalam kasus penggelapan uang dan perdagngan gelap.

“Kalau kau menerima cintaku, datanglah ke tempat di mana pertama kali kita bertemu.”

Manager sungyoung yang ikut menyaksikan kejadian itu langsung memandang sungyoung yang sedang menangis.
“Sungyoung-ah, mau kemana kita sekarang?” tanyanya.

“Aku akan pergi menemuinya.” Jawab sungyoung.

Sesampainya di tempat yang dimaksud, sungyoung langsung berlari ke tempat di aman ia dan joon pertama kali bertemu. Tapi hasilnya nihil, ia tidak menemukan siapapun di sana. Hingga suara kelontang kaleng yang terjatuh mengagetkannya, persis seperti saat pertama kali ia bertemu dengan joon.

“Siapa itu?” tanya sungyoung. Kembali mengulang kejadian saat itu.
“Miaaaawwwww..” jawab suara joon yang bersembunyi entah di mana saat ini.

“Oh…tenyata seekor kucing. Pak kucing, apa kau yang mengambil badge seorang laki-laki baik hati beberapa bulan yang lalu?
“Mungkin, miaaw….” Jawab joon kemudian.

“Kali ini, kau berusaha mengambil apa lagi?”
“Mungkin aku akan mengambil hatimu, miaaaw. Karena laki-laki baik hati itu selalu memikirkanmu, miaaaww.”

“Apa kau tahu di mana laki-laki itu, pak kucing?”
“Apa yang ingin kau lakukan saat bertemu dengannya, miaaaw?”

“Mulla….akan kupikirkan nanti.”

Tidak lama, joon muncul dari balik dinding di belakang sungyoung.

“Apa kau mencariku?” tanya joon
“Mengapa kau lakukan hal itu? Itu bisa jadi skandal besar, tahu?”
“Tidak masalah selama semua itu benar. Buktinya kau datang ke tempat ini, kan?”

Joon semakin berjalan mendekati sungyoung, dan akhirnya berlutut di hadapannya dan memberikan dua buah kotak pada sungyoung.

Salah satu kotak berisi coklat dan beberapa buah-buahan, sedangkan kotak yang lain berisi sebotol pil penghilang nafsu makan dan peluruh lemak.

“Kotak mana yang akan kau pilih sekarang?” tanya joon.

Saat tahu apa isi dari kedua kotak tersebut, sungyoung hanya tersenyum kecil ke arah joon. Dan akhirnya ia membuang slah satu kotak di tangannya, memberikan kembali kotak yang dipilihnya pada joon.

“Aku akan memilih ini. Sejak mengenalmu, aku belajar untuk lebih mencintai diriku sendiri. Gomawoyo, lee joon-oppa.”

Sungyoung memilih kotak yang berisi coklat dan buah. Karena ia sudah benar-benar meninggalkan cara dietnya yang aneh. Dan belajar berdiet dengan sehat dan juga berolahraga dengan teratur, untuk mempertahankan berat badannya.

Joon tertawa menerima kotak pilihan sungyoung dan memberikan sebuah coklat pada sungyoung. “Makanlah.”

Karena sudah tidak terikat dengan kebiasannya, ia dengan senang hati menerima coklat pemberian joon dan langsung memasukkannya ke dalam mulutnya.

Dan setelah beberapa detik menikmati coklat itu dimulutnya, sungyoung merasa ada suatu benda aneh yang berada di mulutnya selain coklat. Karena merasa tidak enak, iapun mengeluarkan benda itu dan betapa terkejutnya ia melihat benda yang dimakannya adalah sebuah cincin.

Joon yang hanya tertawa melihat kejadian itu langsung berbicara, “Maukah kau menikah denganku, sungyoung?”

“Yak…Oppa!!!! Kau sudah gila menaruh sebuah cincin di dalam coklat. Bagaimana kalau cincin itu tertelan?” sergah sungyoung yang terlihat agak kesal dengan perbuatan iseng joon.

“Mianhae, sungyoung-ah, aku hanya ingin melamarmu dengan cara yang tidak biasa, dan hanya hal itu yang terintas di pikiranku. Dan sebenarnya, itu bukanlah cincin asli, tapi hanya sebuah cincin mainan yang terbuat dari permen, kau bisa memakannya kalau kau mau. Cincin yang asli, ada di sini.” Kata joon seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil dari dalam saku kemejanya.

“Shin Sungyoung, maukah kau menikah denganku? Melahirkan anak-anakku dan selalu menemaniku hingga takdir memisahkan kita?”

“Ne, oppa. Aku mau.” Ujar sungyoung sambil mengulurkan salah satu lengannya.

Melihat hal itu, dengan cekatan joon memasangkan cincin yang dibawanya pada jari manis sungyoung dan memeluk erat gadis yang dicintainya itu.

“Gomawo, sungyoung. Aku berjanji akan melimpahkan kasih sayang yang tak akan pernah habis padamu.”

Joon mendaratkan bibirnya pada bibir sungyoung dan keduanya berciuman untuk pertama kalinya, ciuman hangat berasa coklat yang terasa manis dan pahit secara bersamaan.

Tiga bulan kemudian, joon dan sungyoung melangsungkan pernikahan mereka. Dan terbukti, joon melakukan pernikahan lebih dulu dari pada kyungmin. Karena kyungmin dan byunghee tetap melaksanakan pernikahan mereka seperti rencana mereka sebelumnya.

Love Yourself
Come on, don’t overdo yourself
As your heart is, as you are
Realize this love that can shine
I love this you that you hate

Other people are not worth caring about
What’s important it’s yourself
Now you don’t need things such a customary “Do your best”
Because that’s what hurts you the most

I believe in my love to you
So won’t you tell me what you feel like

THE END

Advertisements

16 responses to “LOVE YOURSELF [FF ONESHOT/PG15]

  1. Weiss si joon romantisnyaaaa..
    Kirain si joo bakal jadian ma kyungmin..
    Ternyata cinlok..

    Cinta yg menerima pasangan apa adanya..
    Cerita romantis..
    Judulny jg daleeem bgt..
    Love your self..
    Bwt apa cinta ma org tp ga cinta ma diri sendiri..
    Mantep lah..
    2thumbs..
    🙂 🙂 🙂

    • wah…thx udah baca ff buatanku…
      lam kenal….author baru nih…

      emang kita harus cinta sama diri sendiri dulu baru bisa mencintai dan dicintai orang lain..hehehe…..

  2. onni…!!!
    siapa sungyong, anii yooo.
    lee joon is mine a.. huks..hukss.. T___T

    onni!! request!! buatin aku mah lee joon juga donk… plz…i like him so much..much..much..much….^^

    ceritanya mendidik, soalnya skrg byk bgt cew yg suka menyiksa diri untuk diet
    i dont like it!!
    klo mau makan, yy makan…

    kirain td lee joon mo ngapain nelpon org soal pembalasn sgla, w kirain dia bakal mainin tuh cewek
    ternyata..miauw…haha^^ kawaiii… “pengen dgr suara miaw..asli na”

    • sungyoung itu si chindii….
      hahaha….

      aduh…kalo mau req tar deh enn…
      project epep onnie masih banyak….
      gara2 kemaren hiatus, banyak req yang blm dibuat…

      tar deh kalo udah agak lowong…onnie kasih tau kamu..
      ok???

      miaw2nya lucu yak???
      yah…onnie sekalian sharing aja…kan sesuai dengan jurusan yang onnie ambil di bidang kesehatan….

  3. kereeeen…….romantisnya~

    tapi ngomong2,, eonnie yang bikin tetralogy cheondeok itu ya??

    bisa minta password gak? habis itu diprotect. penasaran sama ceritanya nih ^^

    gomawo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s