When They Come… (part 7 -end-)

Title: When They Come

Author: hyunvy

Main Cast: SHINee Member, Jeany

Rating: PG-13

Genre: Comedy, Friendship, Romance

***

preview:

“akhirnya kalian!!!”ujar Jonghyun langsung memeluk Jeany sambil melompat-lompat. Jeany dan keempat namja lainnya hanya menatapnya bingung

“Jonghyun hyung!!!”panggil Taemin tiba-tiba

***

“wae?!”tanya Jonghyun sambil melepaskan pelukannya

“kenapa kau hanya memeluk Jeany noona, sedangkan aku tidak…”ujarnya polos sekali

“ya, sudah, sini aku peluk…”ujar Jonghyun sambil memeluk Taemin

“anni, tidak mau, kau terlambat, aku terlanjur marah padamu!!!”ujarnya sambil menunjukan wajah kesalnya

“hhmmhh, bagaimana kalau aku ganti dengan sebatang coklat, jangan marah ya!!!”ujar Jonghyun memelas

“dua batang coklat!!!”ujar Taemin sambil mengacungkan 2 jarinya

“hahahahahahahahaha”Jeany dan keempat hyungnya hanya dapat tertawa melihat tingkahnya itu. Sedangkan Taemin hanya memandang bingung dan polos pada mereka

***

“oh, jadi kau mencoba mencari Taemin yang menghilang…”tanya Onew setelah mendengarkan cerita dari Jeany dan Taemin yang panjang lebar itu

“dan Taemin pergi untuk mengambil beberapa foto, namun tersesat…”ujar Key menambahkan

“tapi mengapa kalian tidak memberitahu kami??”tanya Minho

“aku takut kalian tidak mengizinkan aku untuk mengambil foto, jadi aku kabur saja dulu. Niatnya hanya sebentar, tapi ternyata aku tersesat… Mianhae hyung…”ujar Taemin sambil membungkukan badannya

“dan sebenarnya aku hanya berniat mencari, aku kira Taemin tidak jauh, jadi aku tidak memberitahu kalian, tapi ternyata aku pun berjalan terlalu jauh dan akhirnya, begitulah…”ujar Jeany menjelaskan

“ya sudah kalau begitu kita harus lebih hati-hati dan jangan pernah berpisah!!!”ujar Jonghyun

“tumben sekali kata-kata mu itu bijak, hyung…”ujar Key sambil bergegas berdiri

“apa maksudmu?”ujar Jonghyun yang berdiri dari duduknya dan mulai mengejar Key. Mereka berdua hanya berputar-putar di ruang tv. Pemandangan ini sudah tidak aneh lagi bagi Jeany sekarang. Seperti biasa, ia hanya tertawa bahagia.

***

Jeany P.O.V

“semuanya bangun!!!”teriak ku seraya aku membuka pintu kamar mereka

“eeemmhhh, sudah pagi ya?”ujar Jonghyun oppa bangun dari tidurnya dan mengubahnya menjadi posisi duduk sambil mengacak rambutnya

“kita akan pergi belanja!!! Kalian tidak ingin kehabisan kan??”ujarku sedikit berteriak agar mereka bisa mendengarnya dengan jelas sambil melipat kedua tangan ku di dada.

“mwo?! Belanja? Baiklah!!!”ujar Key yang langsung bangun, matanya langsung segar dan langsung memasuki kamar mandi

“asyik, jalan-jalan lagi!!!”ujar Taemin senang

“anni, kau tinggal saja, nanti nyasar lagi…”ujar Jonghyun oppa bercanda

“hyung!!!”ujar Taemin lagi dengan muka menjanya sekarang

“tenang, ia hanya bergurau, cepatlah bersiap…”ujar ku melemparkan sehelai handuk miliknya

“siap bos!!!”ujar Taemin sambil hormat dan segera ke kamar mandi luar. Selangkah aku berbalik,

“Hyunwon-ah, aku pinjam kamar mandi yang ada di kamar mu ya…”ujar Jonghyun oppa yang sekarang berada 10 cm di belakangku

“silahkan saja…”ujarku sambil beranjak ke kamarku, sedikit membereskan barang-barang ku yang agak berantakan

“gomawo Hyunwon-ah…”ujar Jonghyun oppa seraya memasuki kamar mandi

***

“kita akan pergi belanja kemana?”tanya Key semangat sambil menutup kaca jendela. Kami sudah memasuki jalan yang cukup ramai

“beberapa outlet baju, tas dan sepatu, hari ini khusus untuk belanja…”ujarku sambil tetap focus menyetir jalan

“aku sudah tidak sabar…”ujar Key lagi

“aku juga sudah tidak sabar…”ujar Taemin

“kalian ini memang suka belanja ya..”ujarku sambil sedikit tersenyum

“aku kira semua lelaki tidak menyukai belanja…”ujarku lagi

“ah, kau ini, kami semua memang suka belanja, tapi taraf keinginan belanjaku tidak sebesar Key…”ujar Jonghyun oppa

“ne, Key kalau sudah belanja sepertinya lupa waktu…”ujar Onew oppa

“hyung, kau keterlaluan sekali…”ujar Key sambil menyenggol lengan Onew oppa

“hehehe…”balas Jonghyun dengan ketawanya yang khas

“kita sudah sampai…”ujarku sambil memberhentikan mobil di tempat parkir di depan sebuah outlet elite yang cukup terkenal

“selamat berbelanja…”ujarku seraya turun dan memandu mereka memasuki outlet.

“sepertinya au tidak perlu memandu kalian di dalam sini…”ujarku, belum selesai aku berbicara mereka sudah melesat bepergian, menjarah semua barang yang ada. Lagi-lagi aku sedikit geli melihat tingkah mereka yang benar-benar lucu. Aku berjalan santai sedikit melihat-lihat dress yang tergantung. Lucu sekali… tapi tidak!!! kau jangan ikut belanja juga!!! Niatnya kan hanya mengantarkan mereka, lihat-lihat saja… tapi tas ini lucu sekali, sepatu ini juga. Aduh, jiwa belanjaku sedang menguasaiku sekarang. Tapi sebisaku aku menahan diri untuk tidak belanja. Tapi apa daya, sekeras apa pun aku berusaha menahan diri, pada akhirnya aku tetap membeli sepotong dress berwarna ungu, tas casual dan boot bludru berwarna hitam.

***

“apakah sudah selesai?”tanyaku pada mereka berlima dengan tangan penuh kantong plastic

“sudah…”ujar mereka serentak

“belum…”tambah Key pelan

“ah, kau ini, sudahlah, sudah sore ini, sudah 7 jam kita berada di sini tanpa makan, aku sudah lapar sekali…”ujar Jonghyun oppa

“ayo kita pergi makan…”ujarku pada mereka sambil jalan menuju mobil

“kita akan makan dimana, noona?”tanya Taemin sesaat kami memasuki mobil

“makanan khas Sunda…”ujarku

“Sunda? Apa itu Sunda?”tanya Onew oppa

“Sunda adalah suku di Bandung sini… semoga lidah kalian cocok dengan makanannya…”ujarku penuh harap. Karena akan ada sambal terasi, ikan asin dan makan menggunakan tangan.

***

“nasi liwet 6 porsi, karedok, ayam kampung goreng 3 potong, yang bakar 3 potong, gurame goreng 1 ekor, gurame bumbu cobek 1 ekor, sayur asem 3 porsi, tumis genjer, tumis kangkung, ikan asin jambal roti, tahu dan tempe, lalab sama sambelnya jangan lupa. Munimnya es carpur 6 porsi.”ujarku panjang lebar. Semoga saja sang pelayan mencatat semua pesananku yang sangat banyak itu.

“tempat ini etnisnya kental sekali ya, apakah ini music khas Sunda?”tanya Minho sambil melihat-lihat

“tentu, rumah makan ini sangat menjaga kekentalan etnis Sunda, dank au benar sekali, ini adalah lagu tradisional Sunda…”ujarku menjelaskan

“aku dengan kau memesan makanan sepertinya banyak sekali…”tanya Onew oppa

“sengaja, aku sangat lapar, dan aku yakin kalian juga lapar…hehe”ujarku sambil sedikit terkekeh

“makanannya sudah datang… banyak sekali…”ujar Minho kaget

“omona, banyak sekali…”tambah Key

“sudah lah, cepat makan… tapi pakai ini dulu…”ujarku sambil memberikan cairan antiseptic untuk tangan. Sudah mereka semua memakainya, aku memulai acara makan kami itu.

“apa tidak ada sumpit atau sendok?”tanya Jonghyun bingung

“anni, gunakan tangan kalian… seperti aku ini…”ujarku sambil mencontohkan pada mereka bagaimana cara makan menggunakan tangan. Pada saat awal mereka terlihat sangat kesusahan, tetapi sepertinya mereka sangat bekerja keras dan alhasil mereka mulai terbiasa. Tangan-tangan kami bergelut diatas meja yang penuh dengan makanan. Kami lahap sekali, dan mereka sangat serius dengan makanan mereka. Mereka mencoba semua makanan tanpa ragu sedikit pun. Sepertinya mereka menyukainya. Syukurlah…

***

“sepertinya berat badanku akan terus bertambah jika di beri makan sebanyak ini terus…”ujar Key

“wah, benar juga kau… makanan di sini enak-enak sih…”ujar Jonghyun oppa

“baru kali ini aku makan dengan tangan…”ujar Minho

“aku suka makanannya…”ujar Taemin

“eeeeuuuu…”Onew oppa bersendawa

“hyung, kau ini, tidak sopan sekali…”ujar Jonghyun oppa menyenggol lengan Onew oppa

“hehe, mian, aku benar-benar kenyang…”balasnya lagi

“ya, syukur lah kalau kalian semua menyukainya…”ujarku yang kekenyangan juga

“selain outletnya, makanannya juga mantab, aku suka…”ujar Key sambil mengacungkan jempolnya

“ya sudahlah, cepat cuci tangan kalian, kita akan segera pulang…”ujarku sambil pergi ke wastafel

***

“malam ini malam terakhir kita di Bandung…”ujarku pada mereka

“ya… lalu kita akan kemana lagi?”tanya Minho kecewa

“ke Jakarta lalu kalian kembali ke Seoul…”ujarku dengan nada kecewa juga

“ah, sudahlah, aku sudah menyiapkan api unggun, cepat ke teras belakang…”ujarku lagi sambil pergi menuju teras belakang

“waaaaa, ayo…”ujar Taemin semangat

“ini, romantis sekali…”ujar Jonghyun oppa

Memang sengaja aku membuat suasananya sedikit romantis. Aku menggelar tikar di mengelilingi api unggun. Pemandangan kami tepat kea rah kota bandung dengan banyak sekali lampu. Aku menyediakan coklat panas dan jagung dan marsmellow yang siap kami bakar. Tak lupa, aku membuat tulisan ‘I love SHINee’ dengan menggunakan lilin di sepan api unggun kami.

“malam memang dingin, tetapi semoga semua ini bisa menghangatkan kalian semua…”ujarku sambil mengambil posisi duduk

Jonghyun P.O.V

Waktu kami memang tidak banyak lagi di tempat ini. Maka dari itu sebaik mungkin kami mempergunakan waktu kami. Dengan semua yang sudah Jeany siapkan, kami mulai mengambil posisi duduk, membakar jagung dan marsmellow, memakannya. Walaupun udara terasa sangat dingin, tapi tetap tidak menjadi hambatan untuk kami tetap menceritakan kehidupan kami. Tentu saja diselingi dengan canda tawa kami. Malam pun makin larut, tetapi obrolan kami makin asyik saja.

“eeemmmhhh…”gumamku saat kau mulai merasakan udara yang hangat dan sepertinya terik menusuk mataku

“wwwwaaaaaa, kita tertidur di sini…”ujarku sambil duduk setelah menyadari bahwa kami tertidur di teras belakang

“ah, pantas saja aku kedinginan…”ujar Jeany yang ternyata sudah tersadar juga

“sudah pagi ya…”ujar Minho

“ne! sudah jam 9 pagi…”ujarku sambil melihat kearah jam tanganku

“MWO?! Jam 9? Kita harus segera bergegas, pesawat kita berangkat jam 11… cepatlah…”ujar Jeany tiba-tiba, membuat kami terhentak dan mulai bersiap.

***

Jeany P.O.V

Dengan cepat aku menancap gas setelah memastikan tidak ada barang atau apapun milik kami yang tertinggal. Sesampainya di bandara aku segera melapor dan untung saja, 10 menit lagi pesawat kami berangkat.

“ayo cepat naik…”ujarku pada mereka yang masih terpaku di bawah tangga menuju pesawat.

“tunggu!!!”ujar Key menghentikan langkahku yang sudah setengah jalan menaiki anak tangga

“wae?”tanyaku bingung

“keluarkan kameramu…”ujarnya. Aku tahu maksudnya apa sekarang. Aku bergegas turun, mengeluarkan kamera ungu ku dan kemudian mengambil gambar mereka.

“kemarilah noona, ikut foto…”ujar Taemin. Aku menghampiri mereka dengan senang dan mulai mengambil gambar kami berenam.

***

Minho P.O.V

Akhirnya kami sampai juga di Jakarta. Jeany noona bilang tiga hari lagi kami pulang ke Korea. Hhhaaaahhhh, rasanya kami tidak ingin pulang, tapi kami harus pulang. Kami tetap harus kembali pada rutinitas kami di Korea.

“noona, ajak kami berkeliling Jakarta…”ujarku saat kami kembali sampai di hotel RITZ CALTON, di kamar yang sama saat kami pertama kali datang di Indonesia

“baiklah, beristirahatlah dulu, nanti malam kita bergi berkeliling Jakarta…”ujarnya sambil merebahkan tubuhnya di atas sofa

“oh ya, kita belum pernah pergi ke mall, besok kita ke mall ya…”ujar Key hyung semangat

“sip…”ujar Jeany noona sambil mengacungkan jempolnya

“kau ini, pasti mau belanja lagi!!!”ujar Onew hyung

“hehe, kau tahu saja hyung…”balas Key hyung sambil terkekeh

“aku mau ke mall yang ada tempat bermainnya…”ujar Taemin polos

“ah, kau ini seperti anak kecil saja…”ujarku menanggapi

“ingat, belajar jadi dewasa!!!”ujar Key hyung

“kalau belanja jangan lupa waktu, harus ingat…”ujar Taemin

“YYYYYAAAAAAAAA, kau ini!!!”ujar Key hyung berteriak

“hahahahahahahahahaha”selalu berakhir dengan tawa

***

Key P.O.V

Memang aku benar-benar lupa waktu saat berbelanja dan entah sudah berapa banyak uang yang aku habiskan. Omona, aku harus segera berhenti, tetapi tidak bisa.

“Key, apa yang kau lakukan di toko tas wanita ini?”tanya Jeany noona tiba-tiba

“anni… aku hanya melihat-lihat saja…”ujarku terbata

“ya sudahlah, ayo cepat selesaikan, Taemin sudah merengek kelaparan, begitu juga aku…”ujarnya lagi

“ne!!”ujarku sambil segera bergegas ke kasir, membayar dan mengikuti mereka ke salah satu resto ala eropa, masih tetap di mall itu.

“besok kalian sudah kembali ke Korea, sedih rasanya…”ujar Jeany noona sambil menunggu makanan kami datang

“iya, tidak terasa sudah hampir setengah bulan kita ada di sini…”ujar Onew hyung serius

“sudahlah, kau jangan terlalu bersedih noona…”ujar Minho yakin

“ah, kenapa jadi sedih begini… sudahlah, ayo makan…”ujar Jeany noona setelah makanan datang

***

Jeany P.O.V

Ya, ini malam terakhir mereka di sini. Sepertinya sudah lama sekali kami bersama, sampai-sampai berat aku melepas mereka. Bukan saja karena mereka adalah idolaku, tetapi sifat mereka yang unik, membuatku ingin mereka selalu ada di kehidupanku. Aku masih termenung di sofa ruang tv. Ah… Good bye my idol, my friend and my love…

“hap…”ujar seseorang yang aku kira ia adalah Jonghyun oppa menutup mataku dengan kedua telapak tangannya

“aduh, oppa, apa-apaan ini??”tanyaku sambil berusaha melepaskan tangannya yang menutupi mataku

“kami punya kejutan untukmu…”ujarnya lagi

Mwo?! Kejutan?! Kira-kira kejutan apa yang akan mereka berikan?

“tara…”ujar mereka berlima yang sekarang ada di hadapanku

‘Juliette ohh
Yung ho neul ba chil ggeh yo
Juliette ohh
Jeh bahl nahl ba da jwa yo
Juliette ohh
Dahl kom hee jom duh dahl kom ha geh
Sok sa guh na eh serenade’

Mereka menyanyikan lagu Julliet sambil satu persatu memberikan sesuatu padaku. Aku sungguh tercengang, terpaku duduk menatap mereka. Aku masih tidak percaya, apakah ini kenyataan atau kah ini hanya khayalanku dan hanya mimpiku?

“ayo buka…”ujar Taemin setelah mereka selesai bernyanyi

“noona, ayo buka…”ujar Key

“Jeany-ah…!!!”teriak Jonghyun oppa membangunkan aku dari lamunanku

“ne! baiklah…”ujarku sambil mengambil salah satu dari lima hadiah itu. Aku mulai membuka bungkusnya, ternyata berisi sebuah baju pantai.

“aku sengaja membelikan itu untukmu agar kau tetap mengingat kami saat ada di bali…”ujar Minho dengan senyuman mautnya

“omona, bagus sekali… jeongmal gomawo Minho-ah…”ujarku sambil mengambil hadiah yang lainnya dan kemudian membukanya. Dan ternyata isinya adalah sebuah gaun berwarna putih selutut, sangat simple tetapi sangat lucu sekali.

“kau menyukainya?”ujar Jonghyun oppa.

“jadi ini hadiah darimu?”ujarku kaget

“ne…”ujarnya mengangguk yakin

“seleramu bagus juga…”ujarku sambil menyocokan gaun itu di tubuhku

“sebenarnya Key yang memilihkannya…hehe”ujarnya sambil terkekeh

“tak apa lah… jeongmal gomawo oppa… aku sangat menyukainya…”ujarku sambil mengambil hadiah lainnya dan membukanya. Sebuah tas bermerk ‘versace’ berwarna hitam dan aku kira ini adalah pemberian dari Key, dan benar saja

“Key, jeongmal gomawo…”ujarku, ia membalas senyuman bahagiaku

“ini pasti dari Onew oppa…”ujarku sambil menatap sebuah sepatu ‘snikers’ berwarna-warni yang sungguh bagus. Omona, sepatu ini…

“aku benar-benar menyukainya… jeongmal gomawo oppa!!!”ujarku

“cheonmaneyo Jeany-ah…”ujar Onew oppa

“dan ini… wangi sekali…”ujarku sambil membuka sebuah kotak berisi parfum beraroma mawar, banyak sekali kelopak mawar merah dan putih menghiasi sebuah botol bergaya artistik di dalam kotak itu

“jeongmal gomawo Taemin-ah…”ujarku dan langsung memeluknya

“noona…”ia bingung sepertinya dengan perlakuanku ini

“ganti dari pelukan Jonghyun oppa waktu itu…”ujarku berbisik padanya

“hehe, baiklah…”ujarnya membalas memeluk ku

“kalian, berpelukan hanya berdua saja…”ujar Jonghyun oppa sambil berkacak pinggang

“kau cemburu ya hyung…”ujar Taemin genit

“hahaha, ya sudah kemarilah…”ujarku sambil merangkul mereka berlima. Kami berpelukan cukup lama karna kami sadar, kami tidak akan bisa melakukan ini di bandara besok. Bisa gawat nanti…

“sudahlah, sekarang aku ingin kalian menyanyikan lagu ‘replay’ untuk ku… kajja!!!”ujarku kemudian duduk kembali di sofa ku

Noonan nomu yehpuh
Geu geunyuhreul boneun naneun michyuh
Ha hajiman ijehn jichyuh
Replay replay replay

Choouki nae mameul halkwiu
Ah apesuh ijen mameul
Gochyuh da dagaohl ibyuleh nan
Replay replay replay’

***

Noonan nomu yehpuh
Geu geunyuhreul boneun naneun michyuh
Ha hajiman ijehn jichyuh
Replay replay replay’

Lagu itu menyadarkan aku kembali ke dunia nyata. Aku membuka mataku, mengumpulkan pandanganku yang masih kabur, menatap layar handphone ku.

“alarm…”ujarku sambil menaruh kembali handphoneku ke bawah bantal

Aku kembali memeluk gulingku, tersenyum melihat sebuah pakaian pantai, gaun putih, tas ‘versace’ berwarna hitam, sepatu ‘snikers’ warna warni, sekotak parfum mawar mawar merah dan aku kembali dalam khayalan mimpi indahku.

(^^)The End(^^)

akhirnya beres juga ff series pertamanya author…hehe

moga pada suka aja dewh…

mian kalo akhirnya geje, cuz authornya lagi geje…haha

than’x yang udah baca yah, jngan lupa comment juga… 😀

part1

part2

part3

part4

part5

part6

13 responses to “When They Come… (part 7 -end-)

  1. walaupun belum baca selama masih OL saya komen duluan aja lah,,
    hehe.. 😛
    udh baca bagian akhirnya kok..
    jadi imti’a itu teh mimpi ya buu???
    kasian amat..
    haha.. 😛

  2. Bneran mmpi yc?Klo iya. . . .trz knpa brang2 pninggalan’a*cieelah kya pel sjrah*nyata se?
    Waduh ngrasa trtipu ini saya. . . .Haha. . . .

    • itu dia…
      bingung yah???
      sebeneernya authornya juga bingung napa akhirnya kepikiran kaya gitu… *ditimpuk reader*

      weq, tertipu napa???

      gomawo yah udah baca…

    • hahahahahahaha…
      mau di bilang beneran boleh juga…
      itu sih terserah reader nganggepnyanya gimana, kalo ngarepnya g mimpi brarti ngga mimpi ajah…hehe
      aq juga pengen sih kaya dia tapi ngga mimpi..hihi

      gomawo yah…
      😀

  3. chinguuuuuuuuuuuu, enak banget ya… aku pengen ngalamin itu semua walaupun hanya mimpi… hiks hiks hiks 😥
    ga bisa lepas dari pesona mata Key… hahaha *gaje*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s