My Favorite Voice (part 5)

Main casts     : Han Seo Kyo, Kim Jong Woon (Yesung)

Other casts    : Kim Ryeo Wook, Lee Seo Hyeon, Han Hyun Ri, Cho Kyu Hyun


Yesung’s POV

“Uhm.. Aku tidak punya pacar. Pernah sih dulu, tapi ya begitulah.” aku mencoba menjawab dengan senormal mungkin. Pertanyaan Seo Kyo membuatku gugup dan sedikit ingin tahu apa yang dipikirkannya.

“Oh.. Pasti mantan pacarmu banyak ya. Haha..” kata Seo Kyo. Aku menggigit biskuitku pelan-pelan.

“Tidak juga ah. Biasa saja kok.” ucapku. Lalu kami diam.

Seo Kyo’s POV

Entah mengapa aku lega mengetahui Yesung tidak punya pacar. Padahal kan aku biasa saja dengannya. Maksudnya, ya aku rasa kami hanya akrab, tidak ada yang lebih.

Biskuitnya sudah hampir habis. Tiba-tiba suara bel terdengar. Ada tamu. Aku beranjak ke pintu depan diikuti oleh Yesung. Aku membuka pintu dan terkejut melihat dua orang yang ada di hadapanku.

“Annyeong.. Kami ke sini, karena kami dengar kau sakit ya? Bagaimana keadaanmu sekarang?” kata perempuan yang tersenyum ramah di depanku ini. Aku terdiam, masih kaget. Kenapa mereka ke sini?

“Annyeong.. Bagaimana keadaanmu?” tanya pemuda yang di samping perempuan itu.

“Ehm.. Aku.. Baik-baik saja kok. Di sini ada temanku, Yesung, yang menemaniku. Kalian tidak usah khawatir.” aku menjawab mereka dengan sedikit senyum yang dipaksakan. Mataku panas, seperti ingin menangis.

“Seo Kyo-ah.. Apa kau masih marah pada kami? Kami kan sudah minta maaf. Maafkan kami..” kata perempuan itu lagi.

“Hyun Ri, sudahlah. Aku malas membahas masalah itu lagi..” suaraku mulai bergetar. Aku benar-benar sedang tidak ingin bertemu, apalagi berbicara dengan mereka. Kenapa sih mereka tidak mengerti keadaanku?

Yesung’s POV

Dua tamu ini, sepertinya bermasalah dengan Seo Kyo. Aku tidak mengenal perempuan ini, tapi tadi Seo Kyo memanggilnya Hyun Ri. Aku tahu dia. Dia Han Hyun Ri, anak jurusan seni tari yang disukai Hee Chul. Tapi.. Untuk apa dia datang bersama Cho Kyu Hyun?

“Tapi.. Benarkah kau tidak apa-apa? Perlukah kami tinggal di sini untuk menemanimu juga?” tanya Hyun Ri.

“Ah, tidak usah. Aku baik-baik saja. Ada Yesung kok.” Seo Kyo berbicara sambil menatap ke bawah. Sepertinya dia sedang tidak baik-baik saja.

“Kalau begitu, kami pamit ya. Kyu Hyun harus latihan setengah jam lagi. Kalau butuh apa-apa kabari aku saja ya. Annyeong..” Hyun Ri pamit.

“Jaga kesehatanmu.” Kyu Hyun mengucapkannya dengan dingin tapi sepertinya dia khawatir juga dengan keadaan Seo Kyo. Ck..

Hyun Ri menggandeng lengan Kyu Hyun, lalu mereka berdua menaiki motor yang dikendarai oleh Kyu Hyun. Seo Kyo mengajakku masuk ke dalam rumah.

“Yang tadi itu siapa?” aku bertanya pada Seo Kyo yang sedang mengeluarkan sekotak es krim dari kulkas. Biskuitnya sudah habis, jadi kami makan es krim.

“Mereka?” Seo Kyo meletakkan kotak es krim itu di atas meja makan dan mengajakku untuk memakannya bersama. “Itu.. Kyu Hyun dan Hyun Ri.”

“Hyun Ri itu siapa? Anak jurusan seni tari?” tanyaku lagi.

“Iya. Dia juga.. Sepupuku dan.. Pacar Kyu Hyun.” aku sedikit tersentak. Jangan-jangan.. Kyu Hyun meninggalkan Seo Kyo dan menjadi pacar Hyun Ri. Kenyataan yang lebih menyakitkan dari yang aku bayangkan sebelumnya.

“Oh.. Apa.. Kau marah dengannya karena dia menjadi pacar Kyu Hyun?” tanyaku dengan sedikit takut, aku takut menyinggung perasaan Seo Kyo.

“Uhm.. Aku tidak marah sih, cuma belum siap untuk menerima kenyataan.” Seo Kyo menatap lantai sambil memainkan sendoknya. “Tapi mereka cocok kok. Dibandingkan denganku, Hyun Ri pasti lebih pantas untuk Kyu Hyun. Dia kan lebih sporty, tidak kaku sepertiku. Dia juga bisa menemani Kyu Hyun di lapangan. Haha.. Iya kan?”

Aku benci mendengarnya. Terdengar jelas bahwa Seo Kyo sangat tidak bisa menerima bahwa Kyu Hyun memutuskannya lalu berpacaran dengan sepupunya sendiri. Jadi itu sebabnya dia menjadi dingin pada Hyun Ri dan Kyu Hyun. Padahal dia masih menyayangi Kyu Hyun, tapi karena sekarang dia sudah bersama Hyun Ri, Seo Kyo hanya bisa melihat dari jauh. Saat jam makan siang. Uh..

“Yesung-ah..” tiba-tiba Seo Kyo menyapaku. Ia menyendokkan es krim cokelat-stroberi di hadapannya lalu memakannya.

“Ya?”

“Apa menurutmu.. Aku sebaiknya menyukai seseorang saja?” aku kaget, tapi berusaha bersikap biasa. “Agar bisa cepat melupakan Kyu Hyun..”

“Iya. Betul. Benar sekali. Tepat. Sukailah seseorang, Aku yakin kau dapat melupakan dia. Dia kan bukan laki-laki terbaik di muka bumi ini.”

“Kalau begitu.. Apa boleh aku menyukaimu?” kali ini aku tidak bisa menyembunyikan kekagetanku. Ya Tuhan, apa-apaan ini?

“Uh? Uhm..”

“Soalnya, aku tidak punya banyak teman. Banyak sih yang kukenal dan kutahu, tapi yang benar-benar menjadi temanku cuma sedikit. Cuma Ryeo Wook, Seo Hyeon, dan kamu. Aku tidak mengenal banyak orang dengan baik.” jelasnya.

“Hm.. Yasudah. Sukailah aku. Dekat-dekat saja denganku. Perhatikan aku saja terus.” aku ingin cekikikan, tapi kutahan saja deh.. -,-

“Begitu ya..” Seo Kyo manggut-manggut sendiri sambil memandangi kotak es krim dan memakani es krimnya.

Pertanyaannya memang terdengar agak bodoh, Jawabanku juga. Tapi aku senang sekali kalau dia menyukaiku. Karena aku juga menyukainya.

Seo Kyo’s POV

Aku seperti tidak sadarkan diri. Masa tadi aku bilang ke Yesung kalau aku akan menyukainya. PABO. Mana ada orang mau menyukai orang lain terus bilang-bilang dulu? Ah~ percakapan macam apa tadi itu? >.<

Hari sudah malam. Yesung menawarkan ingin menemaniku, tapi aku menolak. Aku sudah merasa baikan kok, jadi dia tidak perlu repot-repot berada di sampingku terus. Yesung pulang mengendarai mobilnya. Aku menelepon ibuku sebentar, mengabari keadaanku. Dia bilang, aku harus sering-sering ke rumahnya, soalnya Hanna sering pergi untuk bekerja. Dia jadi kesepian, tidak ada yang memainkan piano untuknya. Jadi aku mengundangnya untuk datang ke acara pentas sekolah nanti. Pasti akan seru kalau ada ibu! Aku jadi tambah bersemangat.

Keesokan harinya

Yesung’s POV

Di Sekolah..

Sekarang aku sedang bermain-main dengan Ryeo Wook dan Hee Chul. Jam istirahat. Kami memilih untuk pergi ke taman belakang sekolah, dekat lapangan tempat Kyu Hyun biasa berlatih. Aku masih memikirkan percakapanku dengan Seo Kyo kemarin. Benar-benar aneh. Aku takut saat itu Seo Kyo sedang sangat putus asa lalu berbicara begitu. Ah, bodoh.

“Hei, Ryeo Wook, Hee Chul. Menurut kalian, bagaimana ya caranya membuat orang yang kita sukai, supaya juga menyukai kita?” tanyaku pada Ryeo Wook dan Hee Chul. Aku tahu mereka lebih berpengalaman.

“Hah? Yesung bertanya masalah percintaan nih? Haha.. Momen bersejarah.” Hee Chul yang sedang jongkok sambil memainkan rumput mengejekku. Dasar..

“Hush! Harusnya kau senang kalau teman kita ini normal! Hm.. kalau menurutku sih, kau harus sering-sering berada di sampingnya, membantunya, menjaganya. Jangan sampai dia sakit, sedih, apalagi sakit hati. Dan kalau dia terluka, kau harus bisa menyembuhkannya. Mengerti tidak maksudku?” si Ryeo Wook malah tambah bikin sebal, tapi akhirnya buka suara untuk menjawab pertanyaan tadi. Aku manggut-manggut dan memasukkan tanganku ke saku celana.

“Oh.. Heh, bagaimana denganmu?” aku menendang perut kiri Hee Chul yang masih jongkok pelan.

“Hm.. Kau.. Harus berusaha membuatnya tertawa. Tunjukkan dirimu yang sebenarnya di hadapannya. Jangan jaim. Itu membuat dia menjadi benar-benar suka padamu. Tunjukkanlah ketulusanmu.” Hee Chul yang mantannya banyak akhirnya memberikan pendapatnya juga. Teman-temanku ini..

“Memang kau suka siapa sih?” Ryeo Wook tiba-tiba bertanya. Mau tau aja sih ini anak. -_-

“Rahasia ah..” jawabku singkat.

“Dasar curang. Setiap aku menyukai seseorang pasti aku cerita padamu. Nah, ini apa coba? Huu..” Hee Chul menyahut.

“Pada waktunya semua orang juga akan tahu.” aku menjawab. Ryeo Wook dan Hee Chul senyum-senyum sendiri. Dasar aneh..

Aku berjalan pelan-pelan sambil memikirkan kata-kata Ryeo Wook dan Hee Chul tadi. Mereka mengikutiku di belakang dan saling bercanda, sementara aku sibuk dengan pikiranku sendiri. Aku sangat ingin membuat Seo Kyo tenang. Jadi dia tidak perlu merasa tidak rela kalau Kyu Hyun memutuskannya karena trauma yang dialaminya itu. Ah, aku tahu!

Aku memisahkan diri dari Hee Chul dan Ryeo Wook dan berlari ke kelas Seo Kyo.

Seo Kyo’s POV

“Seo Kyo!” sebuah suara memanggilku. Aku menoleh ke arah pintu kelas. Yesung!

“Ada apa?” aku menghampirinya.

“Nanti pulang sekolah, temui aku di taman belakang ya!” kata Yesung.

“Mau ngapain?” tanyaku.

“Main.” Yesung senyum-senyum.

“Main? Main apa?”

“Ah, sudahlah. Datang saja. Oke?” dia meninggalkan kelasku. Kok aneh sih dia?

Saat pulang sekolah

Aku berjalan ke arah taman belakang sekolah. Mencari Yesung. Dimana ya anak itu? Pakai main petak umpet segala..

“Seo Kyo! Aku di sini! Ayo, kejar aku!” aku menoleh ke kanan, ada Yesung. Dia tersenyum jahil lalu berlari. Sebenarnya aku sedang malas, tapi mana sudi aku kalah dalam permainan ini? Apalagi lawannya Yesung. Haha..

Aku berlari mengejarnya. Sebentar-sebentar dia menoleh ke arahku, terus tersenyum, lalu terus berlari. Anak ini mau apa sih?

“Seo Kyo! Ayo, dong, cepat! Kau ini kayak kura-kura peliharaanku deh!” ejek Yesung. Dasar..

“Hei! Tunggu! Kau mau apa sih?” aku berteriak kepada Yesung. Dia sudah berhenti berlari. Jadi aku juga. Aku baru saja ingin menghampirinya. Tapi.. Tunggu. Ini dimana? Lapangan sepak bola!

Aku terdiam. Badanku gemetar. Aku ingin menangis. Lalu Yesung menghampiriku.

“Seo Kyo-ah. Gwenchanayo?” dia merangkul bahuku. Aku mengelak.

“Apa-apaan sih kau ini?! Kau kan tahu kalau aku tidak bisa ke sini!” aku membentaknya. Aku marah sekali padanya. Mataku mulai basah.

“Hei, dengarkan aku dulu. Aku cuma ingin membantumu.” dia berbicara dengan lembut.

“Apanya yang membantuku? Kau hanya membuatku takut! Aku benci tempat ini! Aku benci!!” aku berteriak lagi, melangkah menjauh dari Yesung. Sekarang aku benar-benar menangis.

“Aku ingin membantumu, agar kau tidak perlu membenci tempat ini lagi! Agar kau tidak usah mengingat trauma itu lagi! Dan kau tidak akan mengingat Cho Kyu Hyun itu lagi!” Yesung juga berteriak padaku.

“Tidak perlu. Itu semua tidak perlu!!”

“Yah! Seo Kyo-ah!”

“Diam kau! Aku tidak mau mendengar suaramu lagi! Aku benci padamu! Kau orang jahat!” aku meninggalkan Yesung dan berlari ke tempat parkir, lalu pulang.

Kenapa dia memaksaku ke sana? Kenapa dia harus membantuku?

Yesung’s POV

Seo Kyo pergi meninggalkanku. Tapi kakiku seperti tidak bisa digerakkan. Aku tidak mengejarnya. Mungkin dia butuh ketenangan. Aku melihat ke sekeliling lapangan sepi ini. Apa sekarang Seo Kyo benar-benar benci padaku? Apa aku bisa benar-benar membantunya? Ya ampun..

Kyu Hyun’s POV

”Aku pulang duluan ya..” kataku pada teman-teman yang masih ada di dalam ruang ganti. Lagi-lagi pulang malam. Ah, badanku rasanya sakit semua. Sambil berjalan ke tempat parkir, aku membuka handphoneku. Ada sms, dari Hyun Ri.

Message:

Oppa, aku pulang duluan ya. Aku harus ke rumah Risa untuk latihan dance. Jangan lupa makan ya! ❤

Aku memasukkan handphoneku ke dalam saku celana. Semua ini.. Rasanya ada yang berbeda. Dulu, biasanya ada yang menungguku di tempat parkir, dan mengobrol denganku sebelum pulang. Ah..

Aku sedang berjalan tidak jauh dari lapangan sepak bola tempat aku biasa berlatih. Aku memandanginya sesaat. Dan.. Apa itu? Aku melihat sesosok perempuan berlari. Seperti sedang menangis. Di pinggir lapangan juga ada seorang laki-laki. Itu.. Seo Kyo!

To Be Continued..

Author’s message:

Maaf baru update, sibuk sih. Hihi..

Makasih udah baca, dan jangan lupa comment ya! 😀

7 responses to “My Favorite Voice (part 5)

  1. Ayo lnjut lg .. Plis.. >/\<
    pnasaran pa yg bkl d lkuin kyu, pa dy msh pu'y prsa'n ma seokyo?? O.o
    aaah.. Pko'y dtgu y.. ^^v

  2. Eh ternyata gue udah baca deh part 4 nya~ haha
    Yaaah kyuhyun nya setengah hati tuh suka sm gue T__T
    Woo hyunri pabo! Malah mentingin dance!*gaje*

  3. @hyu rin: haha iya ditunggu aja yaa, gomawo udah baca
    @sheila: fufufu maap ye icul gue pinjem di sini wkwk
    @hyun ri: yaudah kalo gamau sama heechul, huh! *sembunyiin heechul dari hyun ri* hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s