Successor for Your Soul [Part 3]

Main Cast        : Choi Minho, Kim Hyo Soo (You)

Other Cast       : Lee Jinki

Genre               : Romance, Mystery

Rating               : PG-15

“Kau tak serius kan?” tanya Minho marah. Mendengar dia yang marah karena menganggap serius perkataanku tadi, aku jadi ingin tertawa.

“Ya bercanda lah,” akhirnya tawaku lepas dengan sendirinya. Jinki pun ikut tertawa. Minho tampak mengatur nafasnya karena emosinya meluap. Melihat Minho yang sudah mulai tenang, aku dan Jinki berjalan menghampirnya.

“Minho perkenalkan ini Jinki,” jelasku pada Minho. Minho hanya manggut-manggut santai =_=.

“Apa benar Jinki itu malaikat?” tanya Minho dengan wajah serius.

“Ya, Jinki itu memang malaikat,” jawabku dengan yakin. Minho berjalan menghampiri Jinki. Kemudian, dia mengelus-elus sayapnya indah Jinki dengan kasar.

“Wow! Ternyata dia memang malaikat! *____*” seru Minho yang terdengar mengejek. Jinki spontan menangkis tangan Minho dari sayapnya. Merek berdua saling tatap-menatap dengan tajam.

“Hey! Sudah!” bentakku pada mereka berdua. Suasana menjadi tegang ~_~.

“Hem Hyo-ah, aku pergi dulu sebentar,” kata Jinki memecah ketegangan. Aku hanya mengagguk pelan. Sedangkan Minho, dia menatap sinis padaku dan Jinki. Kemudian, dalam sekejap Jinki menghilang dengan sekejap. Tak dapat dipungkiri lagi, bahwa malaikat memang HEBAT. Hilang dalam sekejap *__*.

“Heh kau!” panggil seseorang yang suaranya sangat familiar bagiku, Minho.

“”Wae?” tanyaku santai.

“Kau ini sebenarnya makhluk apa sih?” tanya Minho sinis. Aku mengangkat bahu dan pergi meninggalkannya. Berani sekali dia mengejekku X___X.

“Woy!” sahut Minho. Aku menoleh dengan santai seraya mengangkat alis *_*.

“WAEYO?” kataku dengan penekanan di setiap huruf.

“Kau itu manusia kan?” tanya Minho dengan wajah serius. Aku berjalan menghampirnya dan menyunggingkan senyuman manis.

“Ne,” kataku dengan santai. Minho menunjukkan wajah mengerti. Lalu, dia langsung pergi meninggakanku tanpa pamit dulu. Sangat SOPAN.

“Tunggu!” cegahku sambil menarik tangannya.. Sontak Minho menoleh dan langsung melepas tanganku dengan kasar. Dia menatapku dengan tatapan super sinis X_X.

“Apa lagi?” tanyanya sinis. Aku berusaha bersikap tenang walaupun sebenarnya aku agak takut.

“Hem, kau masih mau hidup atau tidak?” tanyaku dengan agak takut. Minho tampak kaget mendengar pertanyaanku dan terdiam sebentar. Aku hanya menunduk karena karena takut akan reaksinya. Habisnya, kalau aku tidak menanyakannya terlebih dahulu, aku akan sangat menyesal karena mengambil nyawanya -____-.

“Tidak, aku tak mau,” ujar Minho lirih. Kulihat wajahnya Minho yang tampak sedih. Ternyata Choi Minho yang dingin dan sinis bisa bersedih juga T_T.

“Oh, begitu,” kataku pelan. Sepertinya Minho menyimpan sebuah masalah. Aku jadi tak rela untuk menjadikannya pengganti nyawaku. Tapi dia sudah tak ingin hidup lagi, lebih baik kukorbankan saja nyawanya. Aku  minta maaf Minho karena telah menjadikanmu ‘pengganti nyawaku’.

“Ya sudah, aku pergi dulu,” kata Minho kembali dingin. Aku hanya menghela nafas. Ternyata suasana hati Minho cepat sekali berubah. Tadi sedih, sekarang dingin.

Minho langsung pergi meninggalkanku sendirian. Dia memang orang yang aneh sekaligus misterius. Tapi aku tak peduli, yang sedang kupikirkan hanyalah, DIMANA JINKI? Aku mengelilingi perpustakaan sepi ini untuk mencari Jinki. Tiba-tiba berhembus lagi angin aneh yang menurutku sudah tak asing lagi. Soalnya, angina itu pasti pertanda kedatangan Jinki.

“Hyo-ah,” panggil Jinki tiba-tiba muncul di hadapanku setelah angin itu menghilang. Tuh kan, angin aneh itu pertanda kedatangan Jinki. Benar-benar tidak keren, alias JELEK -,-.

“Waeyo Jinki-ah?” tanyaku santai. Kemudian, Jinki berjalan menghampiriku dengan wajah serius.

“Kau sudah menemukan ‘pengganti nyawamu’ itu?” tanya Jinki dengan wajah serius. Aku pun berpikir sejenak. Dan sebuah nama yang terlintas di pikiranku adalah Choi Minho. Kalau begitu, dialah yang akan menjadi ‘pengganti nyawaku’.

Aku melangkahkan kaki mendekati Jinki sambil tersenyum manis, “Choi Minho lah orangnya.”

“Semoga itu pilihan yang terbaik,” ujar Jinki lirih. Kulihat wajahnya yang tampak kecewa akan pilihanku. Apa aku salah? Apa pilihanku salah?

“Jinki-ah apa pilihanku salah?” tanyaku bingung. Dia mengangkat bahunnya dan pergi meninggalkanku sendirian.Jika memang pilihanku salah, aku hanya dapat pasrah. Karena sekali kau sudah memilih takkan pernah dapat diubah atau diganti (Peraturan 1).

“Lagipula aku tak terlalu peduli dengan nyawa laki-laki yang bernama Minho itu. Ya, aku sama sekali tak TERLALU PEDULI! Karena yang terpenting aku dapat kembali menjalni hidup

Aku berjalan keluar dari perpustakaan sepi ini dengan langkah perlahan. Sekarang suasana sekolah ini bernar-benar menyeramkan. Tapi aku tetap berusaha melangkah dengan tenang. Tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahuku dari belakang. Tangan orang itu sangat dingin, sehingga membuatku membeku sejenak.

Aku menoleh perlahan ke belakang dengan takut dan, “Jinki-ah?”.

“Dia tersenyum manis seraya mengelus-elus kepalaku lembut. ‘Untung saja Jinki yang menepuk bahuku, kalau orang lain… brrrr ~____~,’ batinku.

“”Hem, kapan aku harus merenggut nyawa Minho?” tanyaku dengan wajah polos.

“Dimulai dari hari ini,” kata Jinki. Aku mengangguk mengerti. Jika dimulai dari hari ini, berarti waktu yang tersisa hanya tinggal 2 hari. Jadi, aku harus menggunakan waktu yang sempit ini dengan sungguh-sungguh.

“Jangan sampai lupa peraturannya,” kata Jinki dengan tegas.

“Arasseo Jinki-ah!,” kataku sambil membungkkukkan badan. Kemudian, sebuah cahaya neh muncul dan tubuhku langsung tertelan ke dalam cahaya itu.

*****

Tubuhku terlempar keluar dari cahaya itu sehingga aku terjatuh. Sekarang aku berada di sebuah taman. Taman yang sangat indah namun sayangnya sepi. Aku berjalan mengelilingi taman itu dan tiba-tiba kutemukan sosok seseorang yang kukenal. ‘Choi Minho?’ batinku.

‘Aku berjalan menghampirnya dengan senyumn manis di wajah, “Annyong Minho.”

“Hem,” balas Minho dingin. Sepertinya dia marah karena pertanyaanku tadi.

“Mianhae Minho atas pertanyaanku tadi,” kataku dengan lembut.

Minho menatapku dalam dengan tatapan sedih dan berkata, “Ya sudah, kumaafkan.”

Daripada suasana menjadi tegang, aku memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi taman. Pikiranku mulai kemana-mana. ‘Kenapa Minho tampak sedih? Apa dia belum mau mati?. Lalu, kenapa Jinki kecewa mendengar pilihanku? Apa aku salah? Ah, aku bingung.

“Kau sebenarnya itu masih hidup atau tidak?” tanya seseorang sambil menepuk bahuku. Orang itu tak lain dan tak bukan adalah Minho. Aku merasa gugup karena tak tahu harus menjawab apa. Kalau aku jawab, aku sudah mati, Minho akan menjauh dariku sehingga ku tak dapat merenggut nyawanya. Tapi kalau aku jawab, aku masih hidup, itu adalah suatu kebohongan besar. Mana yang sebaiknya kupilih?

“A-a-aku…,” tiba-tiba muncul lagi sebuah angin aneh sehingga kalimatku terpotong. ‘Kenapa sih si Jinki datangnya selalu pake angin?’ pikirku. Tapi untunglah, aku jadi terselamatkan dari pertanyaan maut Minho.

Jinki keluar dari angin aneh itu lalu menyapaku dengan senyuman. Senyuman Jinki itu memang paling manis ^_____^.

“”Wow, si malaikat sudah datang rupanya!” seru Minho yang sangat jelas sedang menyindir. Baru saja suasana hatiku damai karena senyuman dingin sekarang menjadi badai menakutkan. Minho itu memang perusak suasana hati.

Menurutku, pilihanku tak salah. Pilihanku jatuh pada tanga orang yang sangat pantas untuk mati, Choi Minho. Sebelumnya maafkan aku Minho karena sebentar lagi nyawamu akan meghilang. Tunggu sebentar lagi.

To be continue

Not for writer : Gomawo udah baca untuk silent reader maupun reader yang meninggalkan comment ^_____^. Mianhaeyo karena ngepostnya telat, soalnya baru selesai ujian. Oh ya, buat reader yang paling sering ninggalin comment akan aku kasih hadiah loh haha. Don’t forget to leave a comment!

33 responses to “Successor for Your Soul [Part 3]

  1. Sheila*sok knal amt nie ank*
    Minho Jngan dbikin mti donk,
    eh ga pa2 se dbkin mti jga*tulalit lgi*cz q ga rela lyat swamikyu*dgampar flames*ma cwe lain
    lanjutan’a jngan lma2 yc!

  2. Lanjuuutt truzz…!!

    Eh..Btul jga kta keyholic_Yongwonhi,klo ftox minho yg diatas kok mrip vic zhuo f4 ya..Paz prtma kali d liat gw kra emang vic zhuo,tp tetap lbih cakep minho dunkz..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s