Wedding Dress

Tittle: Wedding Dress

Genre: Romance

Length: Oneshoot

Main Cast: Han Min Mi
Kwon Ji Yong
Taeyang


Ku ketuk-ketukan jariku ke sebuah piano yang tepat dihadapanku, dengan sebuah kertas yang bertuliskan not sebuah lirik lagu. Aku mencoba untuk memainkan notnya, tapi rasanya tidak ada tenaga untuk memainkannya. Tanganku serasa lemas untuk memainkan piano yang ada di hadapanku sekarang. Rasanaya otot dan urat-uratku sudah tidak dapat berfungsi. Lemas sekali, dan tidak bertenaga. Terlintas di pikiranku seorang wanita yang sangat cantik, berambut panjang terurai dan mempunyai senyuman yang sangat manis.
Ku usap-usap tanganku mencoba mengumpulkan tenaga. Ku coba memainkan not lagu tersebut, akhirnya aku dapat memainkannya. Alunan nada piano itu sangat indah.
Ya, hari ini aku sedang berlatih untuk hari dimana orang yang kucintai melaksanakan pernikahan. Aku sungguh tidak percaya sebenarnya dengan hal ini, seseorang yang kucintai beberapa hari lagi akan di persunting seorang pria. Yang tak lain adalah sahabatku dengannya.

**********

Flasback

Aku memang sudah bersahabat dengannya sejak 3 tahun lalu. Tepatnya saat kami masih duduk di bangku kelas 12 SMA. Ya, namaku Teayang. Han Min Mi adalah sahabatku. Kami kemana-mana selalu bersama-sama. Bahkan orang lain mengira kalau aku dengannya berpacaran.

“Taeyang, kau mau makan apa?” Tanyanya kepadaku yang sedang asik menulis lirik lagu.
“Heem.. Apa yaa? Ramen saja. Cuaca seperti ini memang cocok makan yang hangat-hangat.” Aku menjawab sambil menengok kearah jendela yang mulai tertutupi salju.
“Ok! Akan kubuatkan, tunggu ya!” Min Mi beranjak pergi ke dapur.

10 menit kemudian.. Min Mi muncul dari pintu dapur sambil membawa sebuah panci kecil berwarna perak.

“Sudah jadi. Ayo makan.” Min Mi mulai membuka tutup panci yang seketika mengeluarkan asap.
“Waaah. Sepertinya enak. Ini untukmu saja.” Aku memberikan tutup pancinya.
“Ahh.. Ne. Mari makan. Huh huh. Panas sekali.” Ia mencoba memakan ramen yang masih panas itu.
“Heey.. Hati-hati. Masih panas. Ini makan! Yang ini sudah dingin.” Aku memberikan segumpalan mie di sumpitku yang sudah kutiupi.
“Aaah.. Gomawoyo.” Sambil membuka mulutnya. Wajahnya begitu manis, bahkan saat sedang makan.

**********

Besok adalah hari kelulusan untuk semua murid kelas 12. Aku bahagia sekali akhirnya aku dapat lulus, begitu juga Min Mi serta semua murid Shinwa Senior High School.

Malam Harinya..

“Chukae untuk semua murid Shinwa Senior High School. Semoga kalian semua dapat melanjutkan ke Universitas favorite. Silahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia, selamat bersenang-senang merayakan malam kelulusan kalian.” Seorang lelaki yang adalah ketua OSIS.
“Waah.. Selamat yaa. Akhirnya kita lulus juga.” Min Mi memelukku bahagia.
“Ne, aku juga sangat bahagia. Semoga kita bisa satu kuliah lagi.” Kataku membalas pelukannya.

**********

Hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah. Akhirnya aku bisa diterima di sini, di KEIMYUNG UNIVERSITY. Yang lebih membahagiakan lagi wanita itu, bersamaku lagi sekarang. Rasanya seperti mimpi bisa satu tempat kuliah lagi dengannya dengan jurusan yang sama.

“Ayo kita masuk, kelas akan segera di mulai. Jangan sampai kita terlambat.” Min Mi menarik tanganku. Kita duduk bersebelahan.

Seorang pria datang membawa tas dan langsung duduk di samping Min Mi saat itu juga. Itu membuatku sedikit risih. Memang aku sudah lama menyukai Min Mi, dari sejak pertemu malah. Tapi akau tidak pernah berani mengutarakan perasaanku kepadanya. Aku hanya dapat bungkam.

“Kenalkan, namaku Kwon Ji Yong imnida.” Lelaki itu menjulurkan tangannya kepada Min Mi.
“Han Min Mi imnida. Senang berkenalan denganmu. Oh ya, kenalkan. Dia sahabatku, namanya Taeyang.” Min Mi menyambut tangan lelaki yang bernama Ji Yong itu dan memperkenalkanku padanya.
“Ne, Teayang imnida. Senang berkenalan denganmu.” Ku hanya tersenyum.

**********

Hari-hari kulali dengan berat. Kenapa? Kerena aku mulai risih dengan lelaki itu yang selalu saja mengikuti kami. Tapi akhirnya aku mulai bisa menahan egoku ini. Aku juga mulai dekat dengan lelaki itu. Dan sudah hampir 1 tahun kami berteman, mungkin sekarang bisa dibilang bersahabat. Itu lebih tepat. Aku, Min Mi, dan lelaki itu selalu bersama-sama. Seperti perangko yang selalu menempel. Ji Yong, sepertinya ia menyukai Min Mi dan Min Mi sepertinya sama. Aku selalu terpikir hal ini.

**********

Suatu ketika..

“Yang ini saja. Video Last Farewellnya Big Bang.” Min Mi memencet I-Podnya yang berwarna silver. Kita memang mempunyai banyak kesamaan. Contohnya dalam hal music. Aku dan Min Mi sangat menyukai jenis music Hip Hop, yang membuat semangat.
“Oke! Pakai ini.” Aku memberikan sebelah headsetnya kepada Min Mi.

Sedang asik-asiknya melihat Video Last Farewellnya Big Bang, tiba-tiba Ji Yong datang mendekati kami sambil membawa majalah dan menutup wajah Min Mi mesra. Aku yang melihatnya hanya bisa diam, karena aku tidak mempunyai hak untuk melarangnnya. Aku bukan siapa-siapa Min Mi. sedangkan Min Mi tersenyum bahagia. Itu baru yang pertama. Aku masih ingat, ketika kami pergi bermain ke sebuah taman.

**********

“Kau tau Kang Daesung Taeyang? Dia sangat lucu ya?” Tanya Min Mi ketika kami sedang duduk di atas atap mobil.
“Heem. Ne, member Big Bang kan?” Mengangkat halisku.
“Ne, Kang Daesung. Dia lucu sekali. Wajahnya sangat kucu kalau sedang tertawa. Matanya yang sipit, jadi semakin sipit ketika dia sedang tertawa. Bahkan hanya segaris. Hahahaha.” Min Mi membuka lebar mulutnya, dan tertawa geli sambil memegang lututnya.
“Kalian sedang menertawakan apa sih? Sepertinya lucu sekali. Boleh aku gabung.” Tanya Ji Yong yang kepalanya keluar dari kaca mobil.
“Silahkan.” Kataku mepersilahkan.
“Gomawo.” Langsung naik ke atap mobil dan dia mulai meluncurkan jurusnya untuk membuat orang tertawa. Min Mi terlihat sangat senang mendengar candaan Ji Yong.
“Heem.. Sudah sudah.. Ayo kita pulang. Matahari sudah mulai tenggelam.” Ji Yong turun dari atap mobil, diikuti aku dan Min Mi.
“Kau pulang denganku saja ya Min Mi.” Ji Yong menawarkan.
“Heem.. Boleh. Ayo!” Min Mi tersenyum, sepertinya sangat bahagia.
“Aaah.. Yee. Hati-hati. Aku duluan. Anyeong.” Aku beranjak mengahampiri motorku. Begitu juga Min Mi dan Ji Yong. Mereka langsung memasuki mobil dan pergi meninggalkan taman.

**********

Setiap hari aku selalu berfikir bagaimana caranya, agar aku dapat mengutarakan isi hatiku kepada Min Mi. Sampai-sampai aku pusing di buatnya. 2 bulan telah berlalu, setelah dari taman waktu itu, Ji Yong dan Min Mi semakin dekat. Aku hanya dapat menerima kenyataan saja. Tapi aku tak akan menyerah sampai sini. Suatu hari aku pergi ke sebuah toko.

“Mau mencari apa tuan?” seorang wanita itu bertanya kepadaku.
“Aaah.. Boleh aku lihat yang ini? Sepertinya cocok dengannya.” Aku menunjuk salah satu cincin emas putih yang bermata bening.
“Aah. Baik. Ini!” wanita itu memberikan sebuah cincin yang tadi ku tunjuk. “Untuk kekasihmu?”
“Aaah. Ne, aku akan melamarnya. Apa menurutmu ini cocok?” tanyaku sambil memutarkan-mutarkan cincin itu dengan ibu jari dan telunjukku.
“Heem. Sepertinya. Apa ini muat ditangannya?” Wanita itu bertanya lagi.
“Aaah.. Anio, molla.” Aku menggelengkan kepalaku.
“Heem.. Begini saja, kau bawalah dulu. Kalau tidak pas boleh di tukar lagi.” Wanita itu tersenyum. “In kotaknya. Semoga kau beruntung tuan.”
“Ne. Ini uangnya. Kamsahamnida.” Aku beranjak meninggalkan toko perhiasan itu.

**********

Aku pergi bersama Min Mi dan Ji Yong menghadiri pesta ulang tahun teman kami yang di selenggarakan di sebuah gedung diskotik. Aku melihat Min Mi sedang asik minum dengan seorang wanita di sebuah meja bar. Aku menariknya terburu-buru, wanita itu hanya melihat heran kepadaku karena menarik Min Mi tiba-tiba. Lalu ku bawa Min Mi menjauhi keramaian. Kua ajak dia ke sebuah tempat di pojokan. Ku ambil cincin yang berada di saku celanaku. Dan Min Mi hanya memegangi pergelangan tangannya yang sepertinya sakit setelah ku tarik paksa tadi sambil menatapku seolah-olah bertanya “ADA APA?”
Aku rogoh sakuku dalam. Saat ingin mengeluarkan cincin itu untuk ku berikan pada Min Mi, tiba-tiba Ji Yong datang dengan senyumannya yang khas. Aku begitu kaget. Ku urungkan niatku untuk memberikan cincin itu. Mungkin di lain waktu, pikirku. Aku tersenyum menatap Ji Yong, begitu juga dengan Min Mi. Tapi, terjadi sesuatu yang tidak ku harapkan. Ji Yong memberikan mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, ya itu cincin. Dia langsung melingkarkan cincin itu di jari manis Min Mi. Wajah Min Mi sangat kaget ketika menerimanya, ia merasa tidak percaya kalau Ji Yong melamarnya.
Wajahku berubah pucat, aku diam seketika melihat jari manis Min Mi yang sudah melingkar sebuah cincin. Bukan cincinkulah yang melingkar di jari manisnya. Melainkan sebuah cincin yang dilingkarkan oleh Ji Yong dihadapanku, di depan mataku! Sejak saat itu aku mulai merasa sangat bodoh!! Sekarang wanita cantik itu telah menjadi milik orang lain.

Flashback off

**********

Ku kancingi dan kurapihkan kemeja putihku sembari mengaca. Kupakai rompi berwarna hitam gelap sama seperti celanaku. Dengan wajah lemas, aku pergi keluar kamarku sambil membawa sebuah buku yang berisikan not lagu yang kumainkan sejak seminggu yang lalu. Ya, hari ini aku akan memainkan piano dan menyanyikan lagu di pernikahan Min Mi dan Ji Yong.
Aku berjalan menuju sebuah gereja dimana pemberkatan Min Mi dan Ji Yong akan dilaksanakan. Aku sedikit berlari memasuki gerja tersebut, sepertinya aku sudah di tunggu Min Mi. Akhirnya aku sampai di dalam gereja . Aku melihat sesosok wanita yang menjelma seperti bidadari. Dengan gaun putih yang dikenakannya serta sebuket bunga mawar putih di genggaman tangannya. Raut wajahnyanya sangat bahagia. Ia melambaikan tangannya kepadaku yang baru saja datang. Ya, itu Min Mi. orang yang sangat kucintai sebentar lagi akan dipersunting oleh seorang pria yang sangat kukenal, bahkan lebih. Aku membalas lambaian tangannya sambil tersenyum. Padahal rasanya sangat perih.
Aku menyempatkan untuk mengobrol sebentar dengan Min Mi, lagi-lagi Ji Yong datang menghampiri kita sambil menyunggingkan senyuman khasnya itu.

“Gomawo kau sudah datang untuk mengiringi pernikahanku ini dengan alunan suara piano dan suaramu yang merdu.” Ji Yong menepuk bahuku.
“Ne, cheonmaneyo.” Aku tersenyum kecil. Min Mi ikut tersenyum, sepertinya sangat bahagia.

**********

Acara pemberkatan sudah dimulai. Aku sudah duduk manis di depan piano. Min Mi datang bersama seorang lelaki separuh baya, yang menggangdeng tangannya. Ya, itu adalah Han Seung Hyun. Ayah Min Mi. Wajah Min Mi begitu sumringah, begitu juga dengan Ji Yong yang segera menyambut tangan Min Mi. Aku yang melihatnya hanya mengerutkan kedua halisku, rasanya aku ingin keluar dari tempat itu.
Min Mi menggandeng lengan Ji Yong yang berada di sebelahnya dan membalikkan badan ke arahku memberikan sebuah kode. Ya, kode untukku memainkan pianoku. Wajah mereka berdua terlihat senang dan bahagia. Setelah menerima kode, aku langsung menyanyikan lagu ini khusus untuk pernikahan Min Midan Ji Yong. Rasanya begitu berat mengeluarkan kata-kata itu.

Alunan piano yang sangat indah mengiringiku bernyanyi..

niga geuwa datugo
ttaeron geu ttaeme ulgo
himdeureo hal ttaemyeon nan huimangeul neukkigo
amudo moreuge mam a-a-apeugo
nijageun misomyeon tto damdamhaejigo

niga hoksina nae maeumeul alge doelkkabwa
arabeorimyeon uri meoreojige doelkkabwa
nan sumeul jug yeo
tto ipsureul kkaemureo
jebal geureul tteona naege ogil

Baby
Baby jebal geuui soneul japjima
Cuz you should be my Lady
oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo

noraega ullimyeon ije neoneun
geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo
oneuri oji ankireul
geureoke na maeil bam gidohaenneunde

nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu

nae mameul mollajwotdeon
nega neomu miwoseo
gakkeumeun nega bulhaenghagil nan baraesseo
imi nae nunmureun da ma ma mareugo
beoreutcheoreom honja neoege malhago

maeil bam geureoke buranhaetdeongeol bomyeon nan
ireoke doelkkeoran geon aranneunjido molla
nan nuneul gama
kkeuchi eomneun kkumeul kkwo
jebal geureul tteona naege ogil

Baby
Baby jebal geuui soneul japjima
Cuz you should be my Lady
oraen sigan gidaryeo on nal dorabwajwo

noraega ullimyeon ije neoneun
geuwa pyeongsaengeul hamkkehajyo
oneuri oji ankireul
geureoke na maeil bam gidohaenneunde

nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu

budi geuwa haengbokhae
neoreul ijeul su itge
nae chorahaetdeon moseupdeureun da ijeojwo
birok handonganeun no oh
na jugeul mankeum himi deulgetjiman no oh

neomu oraen siganeul chakgak soge
hollo babocheoreom saratjyo
ajikdo nae geunyeoneun nal bogo
sae hayake utgo inneunde

nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu
nega ibeun wedingdeureseu

Itulah, hasil dari kerja kerasku selama menuliskan lirik lagunya. Lagu ini berjudul “Wedding Dress” tepat sekali aku menyanyikannya. Sesekali aku melirik ke arah Min Mi sambil menyanyikan lagu ini. Aku membayangkan bahwa akulah yang berdiri di samping Min Mi untuk mengucap janji setia di hadapan Tuhan. Tapi rasanya itu tidak mungkin, Ji Yonglah sekarang yang berada di sampingnya. Bukan aku!
Setelah selesai melakukan pemberkatan, Min Mi da Ji Yong berkumpul dengan sanak saudaranya. Wajahnya begitu sangat bahagia dengan diiringi senyuman manisnya. Begitu juga dengan Ji Yong. Aku yang melihatnya dari kejauhan hanya bisa pasrah. Aku rogoh saku celanaku, ku ambil cincin yang akan ku berikan pada Min Mi saat di pesta ulang tahun teman kuliah. Tapi sekarang hanya sia-sia saja. Aku beranjak pergi meninggalkan semua kisah pahitku, dan ku jatuhkan cincin itu kelantai dan mencoba melupakan semuanya.

THE END..

Advertisements

16 responses to “Wedding Dress

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s