[CHAPTER] All About Us (part 2)

PLEASE LEAVE YOUR COMMENT. DON’T BE A SILENT READER

Title : All About Us (part 2)

Author : Sun Hee 이하라

Main Cast : Choi Minho (SHINee), Kim Jonghyun (SHINee), Lee Kiseob (UKISS), Lee Hara (OCs), Lee Soohyo (OCs)

Length : Series

Rating : PG-16

Genre : Romance, Friendship

Previous Part : Part-1

***

Soohyo’s POV

Kulirik kearah kursi Hara. Dia tidak ada. Begitu juga Minho. Perasaan dan pikiranku mulai tidak karuan.

 “Hei, dimana Hara? Kenapa dia tidak ada?” tanyaku pada teman sebangkuku.

“Hara? Owh, dia izin pulang. Katanya sih sakit” jawab temanku sekenanya.

“Lalu Minho?” tanyaku lagi.

“Dia juga izin. Katanya mau mengantar Hara. Tapi anehnya dia juga membawa tasnya”

Aku kembali melihat kearah kursi Hara dan Minho.

‘Apa dia melihat kejadian tadi?’ tanyaku dalam hati.

Aku kembali teringat kejadian saat jam istirahat tadi.

“Aku merasa tidak enak pada Hara. Aku sering merasa yang kita lakukan ini salah. Tidak seharusnya kita melakukan ini. Aku benar-benar jahat. Aku teman yang jahat” aku mulai menangis dipelukan Jonghyun.

“Chagi, tenanglah. Tidak ada yang salah disini. Aku ataupun kau. Kita sama sekali tidak salah. Sudahlah berhentilah menangis” ujarnya sambil terus menenangkanku.

Aku terus saja menangis di pelukannya, hingga tiba-tiba saja dia mengecup bibirku lembut.

Aku sontak langsung berhenti dari tangisanku. Pikiranku mendadak menjadi kosong. Aku bisa merasakan wajahku memanas. Aku merasa malu karena tiba-tiba saja dia menciumku, tapi aku juga menikmatinya.

“Bagaimana? Sekarang kau sudah tenang kan?” ujarnya sambil tersenyum setelah menciumku.

Aku masih diam menatapnya.

“Kenapa diam saja?” tanyanya heran.

“Apa yang barusan kau lakukan?”

“Mencium pacarku” ujarnya santai.

“Tapi ini kan disekolah. Kalau ada yang melihat bagaimana?”

“Tenang saja. Tidak akan ada yang melihat kita disini” ujarnya sambil tersenyum padaku.

“Karena tempat ini adalah tempat persembunyian kita berdua” tambahnya.

Aku hanya diam menatap Jonghyun. Aku senang bisa memilikinya sebagai pacarku. Dialah orang yang bisa membuatku tenang disaat aku sedang sedih.

Dia menatap lekat kearahku. Hanya melihat tatapan matanya saja, jantungku bisa berdegup sangat kencang dan serasa mau copot.

“I love you Soohyo” ujarnya lalu kembali menciumku.

Jonghyun menciumku cukup lama, hingga akhirnya ia melepaskan ciumannya begitu kami mendengar seseorang berteriak.

“Hara, tunggu!”

Jonghyun langsung berdiri dari duduknya dan melihat kearah asal suara itu. Aku juga melakukan hal yang sama.

Dari jauh aku melihat seorang laki-laki berlari mengejar seorang gadis yang telah berlari jauh darinya.

Aku melirik Jonghyun. Dia hanya diam menatap lurus kearah asal suara tadi berasal. Meskipun laki-laki dan gadis tadi sudah menghilang jauh, dia masih tetap memandangi mereka. Terlihat raut sedih dimukanya. Meskipun hanya dari samping, tapi aku bisa melihat dengan jelas raut muka sedih itu dari wajahnya.

“Sebaiknya kita segera kembali ke kelas” ujarnya kemudian.

Aku menghela nafas panjang mengingat kejadian tadi.

‘Dia benar-benar melihatnya. Sekarang apa yang harus aku lakukan?’ ujarku dalam hati.

Minho’s POV

Aku memandang takjub kearah gadis yang ada dihadapanku. Gadis itu, Hara, makan dengan lahapnya. Dia bahkan tidak perduli dengan sekitarnya. Dia terus saja melahap semua makanan yang dipesannya. Dan jangan ditanya seberapa banyak makanan-makanan itu. Aku rasa semua makanan itu cukup untuk memberi makan orang-orang sekampung.

“Hei, kau yakin bisa menghabiskan makanan ini semua sendirian?” tanyaku khawatir.

“Tentu saja” ujarnya sambil terus mengunyah.

“Lagipula, kan ada kau. Kalau aku tidak bisa menghabiskan makanan ini, kau yang harus menghabiskannya” tambahnya lagi.

“Apa? Kau gila menyuruhku menghabiskan makanan ini sendirian? Lagipula, kenapa mesti aku? Kan kau yang memesannya” kesalku.

Dia sama sekali tidak perduli dengan ucapanku dan terus melahap makanan yang ada dihadapannya.

Sambil melihatnya, aku kembali teringat kejadian di sekolah tadi. Kami berdua, aku dan Hara, melihat Jonghyun mencium Soohyo dengan mesranya. Hara terlihat begitu shock. Hal itu benar-benar membuatnya terpuruk. Dia langsung mengambil tasnya dan meninggalkan kelas sambil menangis. Dan entah kenapa aku malah mengikuti apa yang dilakukannya. Sepanjang jalan dia hanya diam dan menangis. Aku tidak tau harus melakukan apa, jadi aku hanya diam sambil mengikutinya dari belakang. Betapa kagetnya aku ketika kami berhenti di sebuah rumah makan. Hara langsung tersenyum padaku dan menarikku masuk kedalam. Dan seperti yang terlihat sekarang, dia memesan banyak makanan dan memakannya dengan lahap.

Aku tau dia melakukan ini hanya untuk menghilangkan kesedihannya. Selama dia tidak melakukan hal yang aneh-aneh, tidak jadi masalah buatku.

“Minho, apa rencanamu besok?” tanyanya tiba-tiba.

“Besok? Tentu saja sekolah. Besok kan bukan hari libur” ujarku asal.

Dia terlihat berfikir sejenak, lalu melanjutkan kata-katanya,

“Bagaimana kalau besok kita bersenang-senang?” ujarnya sambil tersenyum.

Kiseob’s POV

Sudah 2 hari dia tidak masuk sekolah, tepatnya sejak hari itu, hari dimana aku melihatnya menangis. Minho juga ikut-ikutan tidak masuk sekolah. Apa mereka janjian? Berbagai macam pertanyaan muncul dikepalaku.

Jujur, aku merasa kesepian karena Hara tidak masuk sekolah. Walaupun kami belum begitu dekat, tapi dialah yang paling sering mengajakku mengobrol. Aku benar-benar merasa tergantung padanya. Aku juga menjadi tidak semangat belajar.

‘Ada apa sebenarnya padaku? Kenapa aku merindukan gadis itu ya?’ tanyaku dalam hati.

 ***

“Hei, kalian tau tidak siapa yang aku lihat semalam?” ujar seorang gadis di kantin sekolah pada teman-temannya.

“Siapa? Siapa?” tanya gadis-gadis yang lain semangat.

“Semalam aku melihat Hara dan Minho jalan berdua. Sepertinya mereka habis dari bioskop” ujar gadis tadi lagi.

“Benarkah? Jadi mereka berdua tidak sakit? Aku dengar mereka berdua tidak masuk sekolah karena sedang sakit” tanya gadis yang lain.

“Entahlah. Aku juga tidak tau. Tapi semalam mereka berdua terlihat sangat mesra. Asal kalian tau saja, mereka bahkan saling bergandengan tangan” ujar gadis itu besemangat.

“Benarkah?” koor yang lainnya serempak.

“Wah, ada apa ini? Apa mereka berpacaran?” oceh gadis yang lain lagi.

“Ah, beruntung sekali Hara kalau dia benar-benar berpacaran dengan Minho, si Pangeran Es itu. Tapi, aku setuju saja sih kalau mereka berpacaran. Mereka cocok kok. Lagipula, hanya saat berbicara dengan Hara, kita bisa melihat Minho tersenyum dan tertawa” ujar gadis itu menambahkan.

Gadis-gadis itu masih terus bergosip, dan jujur saja, telingaku mulai panas mendengar ocehan mereka.

‘Minho dan Hara pacaran? Benarkah?’ pertanyaan itu terus-menerus muncul di kepalaku.

Hara’s POV

Sudah 3 hari aku dan Minho izin masuk sekolah. Sebenarnya kami membolos dan malah pergi jalan-jalan. Sejujurnya aku masih ingin izin, tapi Minho melarang dan memaksaku untuk masuk sekolah. Dan sekarang, aku sudah berada di sekolah, bersamanya.

Entah kenapa, dari tadi aku merasakan murid-murid yang lain memandang aneh kearah kami berdua. Setelah melihat kami, mereka sibuk berbicara satu sama lain sambil sesekali kembali melirik kearah kami.

“Hei Minho, apa ada sesuatu yang aneh dengan penampilanku?” tanyaku pada Minho.

Dia diam memperhatikanku.

“Tidak. Tidak ada yang aneh darimu. Kau tetap Lee Hara sang Tuan Putri yang berwajah dua” jawabnya santai.

“Berwajah dua? Maksudmu?” tanyaku tak mengerti. Tapi pertanyaanku sama sekali tak dijawab olehnya.

Sesampai di kelas, hal yang sama terjadi lagi. Teman-teman sekelas langsung heboh begitu kami memasuki kelas.

‘Sebenarnya ada apa sih? Bikin penasaran saja’ ujarku kesal dalam hati.

Jujur, aku sangat tidak suka dengan situasi seperti ini. Situasi dimana orang-orang melihat aneh kearahku dan membicarakanku.

Minho? Jangan ditanya. Dia tidak akan perduli dan tidak akan ambil pusing dengan masalah ini. Benar-benar orang yang tidak peka terhadap lingkungan sekitar.

Minho’s POV

“Hei Minho, apa benar kau berpacaran dengan Hara?” tanya seseorang teman padaku.

“Apa? Berita dari mana itu?” tanyaku kaget mendengar pertanyaan itu.

“Semalam ada yang melihat kau jalan-jalan berduaan dengan Hara, dan kalian terlihat mesra, bahkan sampai berpegangan tangan” ujar yang lain.

Aku hanya diam mendengar omongan teman-temanku. Aku mencoba mencernanya semua omongan mereka.

‘Jadi ini alasan kenapa kami menjadi pusat perhatian hari ini?’ ujarku dalam hati.

Aku kembali teringat dengan obrolan teman-teman sekelasku saat istirahat tadi. Aku tersenyum menahan tawa. Rasanya lucu saja. Hanya karena ada seseorang yang melihat aku dan Hara jalan sambil berpegangan tangan, mereka menyangka kami berpacaran.

Aku melirik kearah Hara yang sedang asyik mengobrol dengan Kiseob.

‘Kalau Hara tau hal ini, kira-kira bakal seperti apa ya reaksinya? Pasti akan semakin seru’ ujarku dalam hati sambil tersenyum.

Entah kenapa, aku merasa sifat ‘nakal’ku tiba-tiba muncul. Mungkin aku bisa memanfaatkan situasi ini untuk membuat sebuah sensasi. Paling tidak, ini mungkin bisa menjadi hiburan untukku dan Hara.

Aku merubah posisi dudukku agar bisa berbicara dengan Hara.

“Hei Hara, kau mau tau kenapa kita menjadi pusat perhatian hari ini?” ujarku padanya.

Dia langsung terlihat tertarik dengan ucapanku barusan. Hara memang tipe gadis yang mudah penasaran. Aku sering menggodanya karena sifatnya itu.

“Apa? Apa? Apa?” tanyanya bersemangat.

Kiseob juga terlihat penasaran mendengar ucapanku.

“Ternyata semalam ada yang melihat saat kita sedang berpegangan tangan dan mereka mengira kalau kita berpacaran” ujarku pelan agar tidak terdengan oleh Kang songsaengnim yang terkenal garang itu.

“Mwo? Jadi semalam ada yang melihat kita?” tanyanya sedikit kaget.

Aku hanya menjawabnya dengan anggukan.

Terlihat ia mengerutkan keningnya, seperti sedang berfikir. Ekspresi yang lucu. Sekarang, akan aku mulai bagian yang paling menyenangkan.

“Hei, bagaimana kalau kita benar-benar berpacaran?” ujarku tiba-tiba.

Jonghyun’s POV

Aku sudah mendengar kabar itu dari temen-teman sekelasku. Mereka mengatakan bahwa Minho dan Hara sempat terlihat berjalan bersama sambil berpegangan tangan. Mereka juga menyimpulkan bahwa Minho dan Hara berpacaran.

‘Apa-apaan itu? Menyebalkan. Hara dan Minho berpacaran? Huh, benar-benar kabar sampah’ ujarku kesal dalam hati.

Entah kenapa aku merasa sangat kesal mendengar kabar itu. Dan aku harus mencari tau kebenarannya.

“Ada apa memanggilku?” tanya laki-laki yang dari tadi kutunggu itu, Minho.

“Tidak ada. Hanya kangen saja padamu” jawabku mencoba santai, karena jujur saja, saat melihat laki-laki itu, aku merasa sangat marah.

“Sudahlah, to the point saja. Sebenarnya ada apa?” tanya Minho santai.

Aku terdiam sejenak, memikirkan kata-kata yang pas untuk menanyakan tentang kebenaran gosip yang sedang beredar itu.

“Tentang gosip aku berpacaran dengan Hara kan? Kau ingin menanyakan itu kan?” tanyanya telak padaku.

Sepertinya aku tidak perlu lagi mengelak dan berbelit-belit. Toh, memang itu yang ingin aku tanyakan padanya.

“Iya. Jadi, apa kabar itu benar?” tanyaku padanya.

Dia diam sambil menatapku. Tatapan mata yang sangat tidak aku suka. Seolah-olah dia sedang menatap seseorang yang membuatnya jijik.

“Kenapa kau menanyakan hal itu?” tanyanya kemudian.

“Entahlah. Aku hanya ingin tau saja” jawabku sekenanya.

Dia kembali diam menatapku. Lalu tiba-tiba saja tersenyum sinis padaku.

“Aku rasa itu sama sekali bukan urusanmu. Kau kan bukan siapa-siapanya lagi. Jadi aku rasa, kau tidak perlu lagi mencari tau tentangnya. Urusi saja pacarmu itu. Lagipula, sekarang Hara kan milikku, jadi kau tidak perlu ikut campur urusan kami” ujarnya santai lalu meninggalkanku.

“YA! CHOI MINHO BRENGSEK! URUSAN KITA BELUM SELESAI!” teriakku geram padanya.

Hara’s POV

Minho, lagi-lagi, melingkarkan tangannya di pinggangku. Murid-murid langsung heboh begitu melihat kami datang ke sekolah sambil ‘beradegan mesra’. Sudah lebih dari seminggu ini dia selalu bersikap manis dan mesra padaku.

Tapi sayangnya, itu hanya berlaku di sekolah. Setelah sampai di rumah, dia sering kembali ke sifat aslinya, dingin dan tidak perduli dengan yang lain.

Sejujurnya, aku tidak tau apa yang sedang direncanakannya. Dia hanya mengatakan padaku untuk mengikuti semua yang dikatakannya dan jangan banyak tanya. Aku juga tidak boleh berontak atau menolak. Dan aku juga harus bersikap ramah dan manja padanya.

Aku sempat merasa seperti budaknya, karena harus mengikuti perintahnya. Tapi sudahlah, sekali-kali membantunya (?) tidak apa-apakan. Toh, sepertinya apa yang sedang direncanakannya itu hal yang menarik. Semoga saja aku bisa merasa terhibur.

Kiseob’s POV

Lagi-lagi mereka mengobrol dengan mesranya. Benar-benar membuatku kesal. Hara sekarang jadi jarang mengobrol denganku. Aku selalu didahului oleh Minho. Bahkan Minho sempat ingin bertukar duduk denganku, tapi aku menolak, dengan alasan aku tidak suka duduk dipinggir jendela. Alasan yang aneh memang. Tapi apapun akan aku lakukan agar aku bisa tetap dekat dengan Hara.

Dan kabar kalau mereka berpacaran itu sepertinya benar. Hal itu tambah membuatku sakit hati. Yeoja yang aku sukai sejak pertama kali aku bersekolah disini akhirnya mempunyai pacar, dan laki-laki beruntung itu adalah Choi Minho, orang yang sangat tidak aku suka.

“Kiseob, kau tidak apa-apa?” tanya Hara membuyarkan lamunanku.

Wajahnya sangat khawatir saat melihatku diam saja.

“Kau sakit? Aku antar ke UKS ya?” tanyanya lagi sambil menempelkan tangannya di dahiku.

“Aku tidak apa-apa. Hanya sedikit lelah” ujarku lemah.

“Kalau kau sakit, bilang padaku ya? Aku tidak mau kau kenapa-kenapa” ujarnya lagi, masih dengan wajah khawatir.

Aku hanya tersenyum lemah melihatnya.

‘Gadis yang baik. Beruntung sekali laki-laki yang menjadi kekasihmu’ ujarku dalam hati.

Aku mengalihkan pandanganku kearah Minho. Dia juga memandangku. Aku diam saja melihatnya, dan dia juga melakukan hal yang sama. Tapi kemudian dia membuang pandangannya dariku sambil melengos.

‘Sialan. Aku sangat benci padamu Minho’ kesalku dalam hati.

Hara’s POV

“Tidak apa-apa kau pergi sendirian? Apa perlu aku temani” tawar Minho padaku.

“Ya! Kau kira aku mau kemana? Aku itu mau ke WC. Jadi tidak usah kau temani. Aku bisa pergi sendiri kok” ujarku kesal.

“Kau kan pacarku. Jadi aku harus terus ada didekatmu dan menjagamu” ujarnya sambil tersenyum.

Aku hanya mencibir dan berlalu meninggalkannya.

‘Dasar. Sudah tau aku kebelet pipis, tapi dia masih terus menggodaku. Kalau sampai aku buang air kecil di kelas bagaimana? Dasar cowok gila’ kesalku dalam hati.

5 menit kemudian, aku sudah selesai dengan ‘urusan’ku.

“Ah, leganya.. sebaiknya aku segera kembali ke kelas”

Tapi langkahku terhenti karena tiba-tiba saja ada yang menarik tanganku.

“Jonghyun?”

Aku begitu kaget melihatnya.

“Ikut aku” ujarnya sambil menarik kasar tanganku.

“Jonghyun, kau mau apa? Cepat lepaskan aku” pintaku padanya.

Dia sama sekali tidak mendengarkanku dan terus saja menarik tanganku dengan kasar.

“Jonghyun, lepaskan. Tanganku sakit” pintaku lagi.

Aku mencoba melepaskan tanganku dari genggamannya. Tapi gagal. Dia terlalu kuat menarikku. Dan itu benar-benar membuatku kesakitan.

Dia terus menarikku menuju halaman belakang.

Dan setibanya di halaman belakang, dia langsung mendorongku kasar hingga tubuhku membentur kursi yang ada disana.

“Aww, sakit” ujarku sambil meringis kesakitan.

Kupandangi Jonghyun yang masih berdiri dihadapanku. Dia terlihat sangat marah. Tidak pernah aku lihat dia semarah ini. Dan jujur saja, dia terlihat sangat menakutkan saat ini.

“Apa yang sedang kau rencanakan?” tanyanya sambil mendekatkan dirinya padaku.

Aku tidak mengerti dengan apa yang dia katakan, jadi aku diam saja. Dan sepertinya dia semakin marah dengan sikapku itu.

“Aku tanya apa yang sedang kau rencanakan, hah? Kau mau mempermainkanku ya?” bentaknya sambil menggenggam lenganku kuat.

Aku meringis kesakitan. Dia terlalu kasar. Dan sikapnya itu benar-benar bisa melukaiku.

“Jonghyun, aku tidak mengerti apa yang kau katakan. Jadi tolong lepaskan aku” pintaku padanya.

Tapi usahaku gagal. Dia tetap tidak melepaskan genggamannya, malah dia semakin menguatkan genggamannya.

“Jelaskan padaku, apa maksudnya kau berpacaran dengan Minho?”

Minho’s POV

Sudah 15 menit berlalu, tapi dia tidak kunjung muncul juga.

‘Dia buang air kecil atau buang air besar sih?’

“Ya! Choi Minho! Apa yang kau lakukan disini?” ujar Kiseob tiba-tiba sambil berteriak.

Dia terlihat terengah-engah, seperti orang habis berlari.

“Hei, kenapa kau bisa santai disini disaat pacarmu sedang bersama laki-laki lain” ujarnya lagi.

Aku hanya mengerutkan keningku tanda tidak mengerti.

“Tadi aku melihat ada laki-laki yang menarik paksa Hara. Aku tidak tau siapa. Tapi dia berpenampilan aneh. Dia mengecat pirang rambut bagian depannya” tambahnya lagi.

“SIAL!”

Aku segera berlari meninggalkan kelas. Kiseob mengikutiku di belakang.

“Mereka kemana?”

“Entahlah, sepertinya ke halaman belakang sekolah” jawabnya.

Aku berlari secepat mungkin dan berharap semoga Hara baik-baik saja. Tidak terbayangkan olehku, entah apa yang akan dilakukan laki-laki itu pada Hara.

‘Sial. Apa dia sebegitu marahnya dengan kata-kataku semalam? Kalau memang iya, berarti ini semua adalah salahku’ ujarku didalam hati.

Dari jauh aku bisa melihat mereka. Jonghyun terlihat seperti sedang membentak Hara. Dia juga menggenggam lengan Hara dengan kuatnya. Hanya dengan melihatnya saja, bisa kurasakan betapa sakitnya genggamannya itu. Apalagi bagi Hara. Aku merasa sangat marah. Pertama, karena aku tidak bisa menjaga Hara. Kedua, karena Jonghyun menyakiti Hara. Ini urusanku berdua dengannya, tapi kenapa dia harus melibatkan Hara.

Aku langsung menarik kemeja sekolah Jonghyun begitu sampai di halaman belakang dan memukulnya. Jonghyun jatuh tersungkur ke tanah.

Kulihat Hara menangis sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya.

“Kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir.

Dia tidak menjawab sedikitpun dan terus menangis.

“Kiseob, bawa Hara pergi dari sini” perintahku pada Kiseob.

Aku kembali memukuli Jonghyun. Rasanya seperti sedang dirasuki oleh setan. Aku begitu emosi dan terus-terusan memukulinya.

“Minho, berhenti. Jangan pukuli dia lagi” teriak Hara, tapi sama sekali tidak aku tanggapi. Aku tetap melanjutkan aksiku, hingga akhirnya Hara menarikku agar aku menjauh dari Jonghyun.

Yang membuatku bertambah kesal, Hara malah berlari kearah Jonghyun.

“Kau baik-baik saja?” tanyanya pada laki-laki itu.

“Hara! Kau bodoh ya? Untuk apa kau berbaik hati pada laki-laki itu, hah?” teriakku penuh emosi.

“Diam kau Minho. Lihat perbuatanmu! Kau hampir saja membunuhnya! Kau tau itu” balasnya dengan berteriak juga.

Aku melihat kearah Jonghyun. Darah keluar dari sudut bibirnya. Tapi yang membuatku semakin bertambah kesal, dia melihatku dengan tatapan dan senyuman sinis seolah-olah mengatakan ‘aku-menang-Choi-Minho-karena-Hara-masih-sangat-mencintaiku’.

Entah setan apa yang merasukiku. Tapi melihat Hara yang begitu perhatian pada Jonghyun, dan melihat Jonghyun yang tersenyum puas itu, membuatku benar-benar marah.

“Akan aku buktikan padamu, Jonghyun, bahwa Hara benar-benar milikku”

Aku lantas langsung menarik tangan Hara dan tanpa pikir panjang lagi, aku menciumnya didepan Jonghyun dan Kiseob.

(to be continued)

Advertisements

50 responses to “[CHAPTER] All About Us (part 2)

  1. Pingback: [CHAPTER] All About Us (part 4) | FFindo·

  2. Wah.. jadi cinta segi.. berapa ya? satu..dua..tiga…empat…. Ohya! Segi empat… eh, lima ya,, yah, udah lah bersegi-segi aja lah… (?) Tatpi keren lah onn biarin kebanyakan segi…. Hehehehe garing yha?! lanjut yah! ^^

  3. Pingback: [CHAPTER] All About Us (Part 5) « FFindo·

  4. Pingback: [CHAPTER] All About Us (Part 6) « FFindo·

  5. waaaaa… jonghyun ga sekejam itu onn.. sedih gue bacanya.. dia kan orangnya HOT plus ROMANTIS.. fufufu

    gue suka cewek kayak hara dan mau niru dia.. kalo setress mengalihkannya dengan makan.. kalo berhasil gue bisa menaikkan berat badan nihh.. boleh dicoba kayaknya.. *lah jadi inspirasi nih FF*

    kok gue jadi suka kiseob ya onn.. dia misterius gimana gituuuu.. jadi ngerasa mirip sama hwang taekyung-nya YAB,, si younghwa.. KYAA suami ketiga gue..

    pas yang elo nyeritain hara ditarik jonghyun trus kiseob liat dan lapor ke minho trus dia dipukul dan hara ngebela gue suka banget.. adegannya sih kayaknya pasaran banget tapi suka aja.. hehe

    • Sabar tik..
      Sifat romantis si Jjong bakal ada di part 6..
      Makanya buruan baca *promosi tingkat tinggi*
      Eh, btw, lo juga merasa Jjong itu HOT ya?
      HUWAAAAAAAA..
      Sama dong kita..
      Jjong HOT banget..
      Ampe sesek napas gue dibuatnya *otak pervert kambuh lagi*

      ANDWAE!!
      KISEOP IS MINE!! *egois kambuh*

      Hahaha. syukur deh kalo lo suka ama ceritanya..
      Andalan gue banget nih FF, hahaha 😀

  6. Pingback: [CHAPTER] All About Us (Part 12 – ENDING) « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s