Iam Boy not Girl part 1

Character:  

-Lee Taemin SHINee

-Choi Minho SHINee

-Kim Jonghyun SHINee

And other character in this story.

Sebelumnya kami minta maaf jika kalian tidak menyukai cerita ini karena ini adalah fanfic pertama kami di sini.. Enjoy….^^

——————————————————————————————



PlOKK…….!!!
Suara riuh tepuk tangan menandakan berakhirnya pentas tari terbaik di daerah itu. Sang penari menuruni panggung dengan anggunnya. Hiasan wajah dan aksesoris serta pakaiannya yang simple membuatnya nampak anggun saat menari.

“Hai manis, Mau bersenang senang?”, tanya seorang pria pada gadis itu.

“Heh! Manis-manis… Kamu kira aku cewek apa?? Aku cowok tau!!”, bentak penari itu
Sang pria penggoda itu hanya terdiam mendengar teriakan penari tadi.

“Wah aku lelah sekali”, ucap penari itu saat sudah sampai di ruang ganti.

“Sekali lagi, penampilan yang sangat mengagumkan Taemin”, ucap seorang pria dari balik tirai merah.
Taemin hanya memandang pria itu dengan malas.

“Ya, dan sekali lagi juga kau selalu memujiku seperti itu Jonghyun hyung”, lanjutnya.
Pria yang bernama Jonghyun itu hanya tersenyum. Taemin menyenderkan punggungnya di dinding ruang ganti itu.
Tak lama Jonghyun mendekati Taemin.

“Kau mau apa Hyung?”, tanya Taemin bingung.
Namun Jonghyun tak menjawab, ia semakin mendekati Taemin.

“Hyung jangan gila, aku ini Taemin, temanmu, aku ini laki-laki”, ucap Taemin mulai ketakutan.

Jonghyu masih tak mendengarkan kata-kata magnaenya itu, ia tetap mendekati Taemin, dan saat benar-benar dekat Jonghyun mulai bertatapan dengan Taemin dan mendekatkan wajahnya.

“Hyung, aku mohon jangan!!”, ucap Taemin mulai menutup matanya.

“Ha….Ha…Ha…”, terdengar tawa lepas sesaat setelah Taemin menutup matanya.

“Taemin~ahh, tidak mungkin aku berbuat yang tidak-tidak padamu. Jangan ketakutan seperti itu, ya setidaknya aku masih lebih suka wanita”, ucap jonghyun agak terkikik.

Taemin hanya merengut dan berjalan menuju kamar ganti. Setelah selesai mengganti bajunya, Taemin lalu bersiap-siap untuk pulang.

“Aku duluan pulang ya Hyung, sudah malam”, ucap Taemin lalu berjalan melewati Jonghyun.

“Iya, hati-hati”, ucap jonghyun.

Taemin lalu keluar dari ruangan itu dan menuju ke jalan raya. Namun saat di pintu gerbang ia melihat sesosok lelaki sedang berdiri dan sepertinya mencari seseorang. Dan saat lelaki itu melihat Taemin, lelaki itu tersenyum dan segera berjalan menghampiri Taemin.

“Hai”, sapa orang itu pada Taemin
Taemin hanya tersenyum bingung.

“Ternyata benar, kau memang manis sekali. Saat kau menari kau terlihat anggun, namun jika dilihat dari dekat kau tampak amat manis”, ucap lelaki itu lalu tersenyum.

“MANIS????? Pasti orang ini menganggapku wanita”, gumam Taemin dalam hati.
Namun saat Taemin inging membenarkan KESALAHPAHAMAN ini, lelaki itu tersenyum. Senyuman polos yang belum pernah dilihat oleh Taemin.

“Waduh, kok aku jadi gak enak ya ngasih tau yang sebenarnya kepada Sunbae ini”, ucap Taemin dalam hati.

“Oya, siapa namamu?”, ucap lelaki itu lagi.

“Ehmmm, Hye Soo, Lee Hye Soo”, ucap Temin BERBOHONG.

“Owh, nama yang indah”,ucap lelaki itu lagi.

“Nama Sunbae sendiri siapa?”, tanya Taemin yang mulai memberanikan diri.

“Oh iya aku lupa, perkenalkan aku Minho, Choi Minho. Bisakah kita berteman Hye Soo”, ucap lelaki itu.

“Tentu Minho Sunbae”, ucap Taemin.

“Panggil saja aku Oppa, kalau Sunbae kedengaran formal sekali”, ucap Minho

“Baiklah Minho Oppa, kalau begitu aku pulang dulu ya oppa sudah malam”, ucap Taemin berusaha menghindar.

“Biar kuantar saja ya, tidak baik lho, wanita pulang sendirian malam-malam”, ucap Minho lalu menggandeng tangan Taemin masuk ke mobilnya.

Taemin kini hanya bisa berpasrah, karena jika ia mengatakan semuanya ia tidak tega, sebab Taemin yakin bahwa Minho adalah lelaki baik-baik, tidak seperti lelaki hidung belang lainnya.

“Nah, kita sudah sampai Oppa. Itu rumahku yang di depan”, ucap Taemin sambil menunjuk sebuah rumah.

“Jeongmal Gomawo Oppa”, ucap Taemin sambil membuka pintu mobil.
“Cheonmanayeo”, ucap Minho.

Kemudian Taemin menutup pintu mobil dan berjalan menuju rumahnya. Tak lama ia sudah berada di dalam rumah.

“Aduhhhh….. Nomu Baboya Taemin~ah….”, ucap Taemin sambil memukul-mukul kepalanya sendiri.

“Seharusnya tadi aku jujur saja dengan Minho hyung, tapi aku tak tega juga melihatnya kecewa, jadi aku harus bagaimana???”, gerutu Taemin kesal.

Setelah itu Taemin memutuskan untuk tidur dan mencari ketenangan.

*Keesokan Harinya*
“Ha…ha…ha….”, terdengar kembali sura tawa lepas Jonghyun saat Taemin menelponnya pagi itu dan menceritakan kejadiannya semalam.

“Kenapa ketawa hyung? Apa ada yang lucu”, tanya Taemin yang sudah mulai kesal

“Ah aniyo, hanya saja kau begitu polos, atau lebih tepatnya bodoh”, ucap Jonghyun lagi

“Kenapa?”, tanya Taemin

” Ya habisnya siapa suruh kau berbohong pada si Minho itu, kalau sudah begitu ya mau gimana lagi, jalani saja Taemin babo!?!”, ucap Jonghyun

Tok…tok..Tok….!!!

Terdengar pintu rumah Taemin diketuk oleh seseorang.

“Nanti lagi aku ceritain ya hyun, soalnya ada yang datang ke rumahku sampai nanti”, ucap Taemin lalu menghentikan komunikasinya dengan Jonghyun.

Taemin berjalan malas menuju pintu rumahnya. Dan saat ia buka…..

“Anyeongaseo”, ucap seorang lelaki.
Taemin terbelalak melihat muka orang itu.
“Anyeongaseo Minho Oppa”, ucap Taemin kemudian.

Lalu Minho tersenyum.

“Kau baru bangun?”, tanya Minho

“Ya, memangnya kenapa?”, lanjut Taemin

“Aniyo, hanya saja walaupun baru bangun kau tetap terlihat manis”, ucap Minho.
Taemin hanya tersenyum.

“Oya, kau ada acara pagi ini?”, tanya Minho

“Tidak ada Oppa, memangnya kenapa?”, tanya Taemin lagi.

“Hmhmhm… Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja”, ajak Minho
Taemin terdiam sejenak, seakan mamikirkan segalanya.

“Ya kalau kau sibuk tidak mau juga tak apa”, ucap Minho lalu tersenyum.
SENYUM yang membuat Taemin tidak tega untuk menolakknya.

“Baiklah Oppa, tapi aku siap-siap dulu”, ucap Taemin spontan.
Minho tersenyum dan mengangguk.

Tak lama Taemin pun kelauar dengan mengenakan Gaun putih sederhana dan sepatu putih yang memiliki hak(kaki sepatu yang tinggi itu) yang lumayan tinggi.
Saat Taemin keluar Minho hanya dapa terdiam memandangi Taemin.

“Ada yang anehkah Oppa”, tanya Taemin bingung

“Tidak kok”, jawab Minho

“Jadi, kenapa kau memandangiku seperti itu?”, tanya Taemin lagi.

“Kau begitu cantik Hye Soo”, jawab Minho.
setelah itu Taemin merunduk. Iya merasakan bahwa sekarang pipinya mulai memerah kayak udang rebus.

“Ayo kita pergi sekarang”, ucap Minho yang langsung menarik tangan Taemin.
Taemin hanya bisa mengikuti Minho.

—————————————————————————————

Minho Menuntun Taemin dan membawa Taemin dengan mobilnya yang melaju pesat menuju ke sebuah tempat.
“Nah sampai”, ucap Minho lalu membuka pintu dan keluar lalu membukakan pintu Taemin.
“Dimana ini Oppa”, tanya Taemin yang mulai khawatir.
“Baca saja tulisan itu”, ucap Minho menunjukkan sebuah spanduk yang memiliki Backgroun hijau di depan mereka.
“Taman Kota?”, tanya Taemin.
“Ne, dan aku baru pertema kali ke sini”, ucap Minho dengan nada datar.
“Aku juga belum pernah ke sini Oppa”, sambung Taemin.
“Kalau begitu ayo kita masuk”, ajak Minho lalu menggandeng tangan Taemin.
Taemin mengikuti Minho dan masuk kemudian melihat-lihat taman kota.
Karena sama-sama baru pertama kali mereka masuk ke taman kota ini, jadinya mereka agak kikuk gitu deh jalan-jalan di sekeliling taman ini. Namun, seperti taman pada umumnya, taman ini ditumbuhi banyak bunga dan disempurnakan dengan danau di tengah taman tersebut, tak lupa taman ini juga diperindah dengan berbagai kursi yang dihiasi bunga di setiap sudut-sudut taman juga di sekeliling danau.
Setelah lelah Minho mengajak Taemin makan di cafe di taman itu.
“Kau mau pesan apa?”, tanya Minho
“Hmhmhm… aku ikut kau saja Oppa’, ucap Taemin yang memang sudah lapar.
“Baiklah aku pesan dulu ya”, ucap Minho lalu berdiri dan menuju ke counter makanann.
Taemin hanya duduk dan melamun.
“Ternyata menyenangkan juga ya jalan-jalan bersama orang seperti Minho Hyung”, gumam Taemin dalam hati.
“Tapi tetap saja aku risih jalan dengan keadaan seperti ini”, lanjut Taemin yang semakin berdebat dalam hatinya.
“Hye Soo… Le Hye Soo..”, Ucap Minho sambil menjentikkan jarinya di depan muka Taemin.
“Eh iya”, ucap Taemin Spontan setelah bangun dari lamuunannya yang cukup lama.
“Kau Melamun?”, tanya Minholalu meletakkan makanan mereka berdua di atas meja.
“Ah, aniyo”, jawab Taemin berbohong.
Minho hanya tersenyum.
“Ya sudah makanlah, nanti keburu dingin makanannya”, ucap Minho.
Taemin lalu mengangguk dan memakan makanannya bersama Minho.
Setelah makan Taemin pun meminta Minho untuk pulang.
“Oppa, bisa kita pulang sekarang”, ucap Taemin saat ia dan minho telah keluar dari cafe tersebut.
“Sekarang?”, tanya Minho sambil mengangkat sebelah alisnya.
“Iya Oppa, aku mau istirahat lagi pula ini sudah siang, nanti malam kan aku akan menari lagi”, ucap Taemin polos.
“Baiklah, tapi aku akan mengantarmu pulang kalau kau bisa menangkapku”,ucap Minho lalu mulai berlari.
“Ah…. Oppa”, ucap Taemin yang terpaksa mengejar Minho.
Minho berlari agak cepet dan hampir meninggalkan Taemin. Taemin pun mau tidak mau mengeluarkan kekuatan laki-lakinya untuk mengajar Minho.
Namun sialnya kaki sepatu pada High Hils Taemin patah dan membuat Taemin terjatuh.
“Argh!”, teriak taemin saat ia jatuh.
Minho langsung berbalik dan menghampiri Taemin.
“Gwenchana Hye Soo~ahh?”,ucap Minho dengan nada panik lalu menolong Taemin berdiri.
Taemin lalu melepas sepatunya dan meringis.
“Kakiku sakit sekali Oppa”, ucap Taemin sambil memegangi bagian kakinya yang sakit.
“Mianhe, gara-gara aku kau jadi begini”, ucap Minho dengan raut mukanya yang menyesal.
“Sudahlah Oppa, yang penting sekarang kita pikirkan caranya agar aku bisa pulang, soalnya aku yaj=kin, aku tak sanggup lagi berjalan dengan kondisi kaki yang sakit ini”, ucap Taemin lembut.
Minho memasang tampang berfikirnya lalu berjongkok di depan Taemin.
“Biar aku gendong”, ucap Minho.
Taemin membelalakkan matanya menatap Minho dengan tatapan tak percaya.
“Ah andwe Oppa”, ucap Taemin dengan cepat.
“Ck, ayolah, kau mau pulang atau tidak?”, tanya Minho sambil menatap Taemin.
Taemin menghaela nafas. ‘Aduh, apa yang harus kulakukan’, gumam Taemin dalam hati.
“Kau mau atau tidak Hye soo, kalau tidak nanti aku tinggal lho!”, ucap Minho lalu tersenyum.
” Baiklah Oppa”, jawab Taemin.
Kemudian Minho menggendong Taemin sampai ke mobilnya, sesudah itu membukakan pinyu dan menduduukkan Taemin. Setelah itu Minho duduk di kursinya dan menghidupkan mesin mobil.
“Kita ke dokter dulu ya, memeriksakan keadaanmu”, ucap Minho
“Tapi Oppa, aku baik-baik saja kok”, sambung Taemin.
“Aku hanya memastikan bahwa kau benar-benar berkondisi baik”, lanjut Minho kemudian mengemudikan mobilnya ke rumah dokter spesialis tulang (Bener gak ya?).
***

“Dia baik-baik saja kok Minho, hanya saja ia sedikit keseleo, itu saja”, jelas dokter itu.
“Benarkah dokter?”, tanya Minho yang masih ragu.
Taemin hanya dapat duduk di sebelah Minho.
“Ia, pacarmu hanya keseleo, nah ini obatnya”, ucap dokter itu lalu memberikan sebuah salep oles pada Minho.
Taemin dan minho agak terkejut saat mendengar dokter itu menyebut PACARMU!
“Dia bukan pacarku kok dok”, ucap Minho sambil mengambil obat dari dokter itu.
“Oh Mianhe, habis sepertinya kalian cocok”, lanjut dokter itu lalu tersenyum.
Taemin dan minho hanya tersenyum lalu mereka berdua pamit dan Minho menuntun Taemin menuju ke mobilnya.
“Bisa antar aku pulang sekarang Oppa”, ucap Taemin.
“Tentu, akan kuantar kau pulang Hye soo”,ucap Minho lalu mengantar Taemin pulang.

Sesampainya di depan ruamh Taemin, Minho tetap menuntun Taemin sampai Taemin tiba di depan rumahnya dengan selamat.
“Jongmal Gomawo Oppa”, ucap Taemin sambil membungkukkan badannya.
“Cheonmanayo”, ucap Minho sambil tersenyum lalu kembali ke mobilnya dan pulang.
Taemin masuk ke rumahnya lalu merebahkan dirinya di kasur.
“Dasar anak Bejat kau Taemin, pertama kau membohongi seorang pria baik, kedua kau memakai nama noonamu yang telah tiada menjadi nama samaranmu, ketiga kau memakai baju almarhumah Noonamu seenaknya, dan yang terakhir kau berhasil dengan sukses mematahkan sepatu Noonamu!!!!”, ucap Taemin.
“Aku yakin Hye Soo Noona akan marah padaku, dan apabila aku mati nanti dia pasti akan mengejarku dan memukuliku di alam sana”, lanjut Taemin yang berbicara sendiri di kamarnya.
“Mianhe Umma, Appa aku telah mengecewakan kalian, Mianhe Hye soo Noona, dan Mianhe Minho Hyung”, ucap Taemin dengan nada menyesal.
Taemin kemudian menghela nafas dan tertidur.

Tbc

Advertisements

17 responses to “Iam Boy not Girl part 1

  1. aaaaah akhrinya dapet yang part 1nya pas wktu itu aku baca part 2 nya duluan nyari part 1nya gak ketemu, keke… aku suka cerita 2min couple, bagus deh, bkin senyum” sendri di pagi hari keke, sering” buat cerita 2min couple yah… hehe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s