A NOTE TO GOD

Author : Dubuesty

ini adalah sekuel dari You’re my dream..

Mian, lw gaje.. 🙂

and please don’t be silent readers..

Cast : Song Jesang, Choi Min Ho, Kim Ki Bum aka Key.

Disclaim : i don’t know Song Jesang, Choi Min Ho, or Key. Song Jesang belong to Keychand, Choi Min Ho and Key belongs to SM ent. And SHINee..

Enjoy it.. 🙂

* * *

(Jesang’s POV)

annyeong…

Tuhan…,

apa kau bisa membaca tulisanku yang berantakan ini..?

Bisakah Kau menyempatkan waktu untuk membaca sedikit ceritaku, Tuhan..?

Maaf bila aku lancang padaMu…,

maaf bila aku tak pernah hormat padaMu..

Tapi bisakah Engkau mengabulkan permohonanku ini..?

Tuhan..,

Engkau pasti selalu mendengarkanku berdoa untukMu..

Aku yakin, Engkau pasti juga bosan mendengarku meminta hal-hal yang aneh padaMu..

Tapi walaupun begitu, Engkau selalu mendengarkanku bukan..?

Tuhan…,

bagaimana kabarnya ‘dia’ di sana..?

Apa ‘dia’ baik-baik saja..?

Apa ‘dia’ masih sering bertingkah aneh, Tuhan..?

Apa ‘ia’ masih berada di sisiku..?

Menjagaku, melindungiku seperti yang ‘ia’ janjikan padaku..?

Karena jujur, aku tak bisa melihatnya, aku tak bisa lagi mendengar suaranya, bahkan menyentuhnya lagi..

Tuhan..

bisakah Engkau mengirimkannya kembali padaku..?

bisakah Engkau membuatnya mengingatku walau cuma sedetik..?

Bisakah itu Tuhan…?

Tuhan..,

aku tahu, ‘dia’ selalu berada di sisimu.

Tapi mengapa Tuhan, Kau tak membiarkannya kembali ke hadapanku…?

bahkan hanya untuk mendengar kabarku..

Mengapa Engkau memonopolinya..?

Aku tahu, Engkau mengetahui perasaanku..

Aku tahu itu..

Tapi mengapa Engkau tak membiarkannya menemuiku lagi..?

Ia mimpiku..

Harapanku..

Seluruh hidupku..

Ia cahayaku..

Ia yang membuatku menyadari semuanya..

Ia yang membuatku banyak belajar..

Dan ia yang benar-benar ku cintai..

Tuhan..,

Kini, bolehkah aku merubah takdir yang telah kau buat untuknya dan diriku..?

Bolehkah itu Tuhan..?

Aku ingin…,

di kehidupanku dan ‘dia’ selanjutnya, kami bisa bersama-sama..

Tanpa ada batasan seperti sekarang..

Tak akan ada lagi ‘ia’ yang notabennya adalah malaikat penuntunku, dan aku yang hanya manusia yg di jaga.

Bolehkah itu Tuhan..?

Tuhan..,

biarkanlah surat ini sampai padaMu..

Agar Engkau bisa membaca perasaanku yang sebenarnya..

Agar Engkau membiarkannya bertemu denganku lagi..

Maafkan aku yang lancang padaMu..

Maafkan aku…

Tuhan..,

aku mencintaiMu..

Tapi, maafkanlah aku.., karena ternyata aku memang mencintainya..

Mencintai malaikatku..

Karena ia telah membawa separuh jiwaku pergi bersamanya..

Jadi, biarkan rasa ini terus tertanam dalam hatiku.. ^^

“dokter.. Kau sedang apa di sini..?” aku membalikkan badanku dan menemukan pasienku, Choi Min Ho sedang berdiri di belangku.

“haha.. Anio. Hanya ingin menerbangkan balon ini..” jelasku sambil menunjukkan balon berwarna biru langit padanya.

“dokter seperti adikku saja, suka menerbangkan balon..” ledeknya. “itu apa..?” ia menunjuk kertas yang ku gantung di tali balon.

“mmm, surat..” jawabku singkat.

“untuk siapa..?”

“untuk Tuhan..” jawabku tanpa membohonginya. Biarkan saja ia menilaiku seperti anak kecil, yang penting aku bisa membuat surat ini dan semoga surat ini benar-benar sampai di tanganNya..

“he..? Dokter benar-benar …” ia menggantung pernyataannya.

“aku ingin meminta sesuatu yang penting padaNya.. Jadi, lebih baik, aku langsung memberikan surat seperti ini bukan..?” jelasku.

“memangnya dokter meminta apa..?” tanyanya penasaran.

“agar aku dikirimi seorang malaikat..” jelasku sambil memandang langit di atasku.

“jagiya.. Oops.. Dokter maksudku..” ia langsung membekap mulutnya dengan kedua tangannya sedangkan aku menyenggol tulang rusuknya, “jangan panggil aku jagiya. Di sini, kau pasienku, dan aku doktermu. Ara..?”

“ne..” jawabnya mengerti.. “ayo kita terbangkan kalau begitu..” perintahnya. Ia membantuku memegang tali balonku dan mengarahkannya ke langit luas.

“apa bisa sampai..?” tanyaku sedikit pesimis.

“pasti. Kalau kau percaya..” ia mengacak pelan rambutku.

“hana, dul, seht..” kami bersama-sama melepaskan pegangan balon itu dari tangan kami dan terus memandang balon itu yang sekarang terus terbang ke langit atas.

“Key, kau melihatku bukan..? Bawalah balon itu bersamamu. Jangan biarkan balon itu pecah sebelum sampai di tanganNya.. Aku mohon..” ucapku dalam hati sambil terus memperhatikan balon biru itu di langit.

* * *

(Key’s POV)

“ne.. Aku selalu melihatmu. Tenang saja, aku akan membawa balon itu padaNya..” jawabku.

“Jesang, Tuhan sudah mengirimkanmu malaikat.. Ia yang akan selalu berada di sisimu.. Ia yang akan selalu menjagamu, menyentuhmu, menghela air matamu kala terjatuh.. Dan itu bukan aku..” aku memandang Jesang dan Min Ho yang sedang menatap langit di atas mereka. “aku tak akan pernah bisa melakukan semua seperti yang ia akan lakukan padamu. Walaupun aku juga merasakan hal yang sama denganmu, tapi aku yakin, perasaanmu akan semakin memudar dengan kehadiran lelaki itu.. Tapi tenang saja, aku akan terus menjagamu dari mimpi burukmu. Karena hanya itu yang bisa ku lakukan. Hanya itu satu-satunya hal yang bisa ku lakukan untukmu…” aku memandang Jesang untuk terakhir kalinya dan kemudian pergi menghilang ke tempat seharusnya aku berada..

THE END…

* * *

Sekuel yang aneh.. -.-‘

but, yasudahlah..

Kritik dan saran d’tunggu ya..

Kamsahamnida.. 🙂

Advertisements

14 responses to “A NOTE TO GOD

  1. @ree onnie : *pdahal cemburu tuch d’dalem hati..*
    Wkwkwkw*
    *kabur pake jet*

    Ne..
    Seperti yg onn bilang, malaikat ma manusia mank gak bakal bsa sama”.. 🙂

    @ivy : he..?
    Ipot..?
    Ipot itw yg bsa dengerin lagu itw ya..?
    *ipod itw nama’a..*
    Cheonmaneyo saii.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s