‘PRINCE IN CASTLE’ PART 2 ending chapter

yahhhh aku kembali lagi untuk mengepost part 2…
sudah banyak yg mencaciku karna ga jadi negpost..wkwkwkw
*pissss

yahh ini cerita akhir dari semua cerita..halah opo to bahasane..
langsung yook

Title      : PRINCE IN CASTLE
Genre    : THRILLER???MULLA??Romance
Rate      : PG
Length  : 2Shoot
Cast       : NICKHUN, WOOYONG, TAECYEON, JUNSU, CHANSUNG, DAN JUNHO, Ni ra, Minhyo, Shunyoung, dan Kyungmin

PART 2

langsung Flash back

Kota mati itu awalnya bernama kota Lester, kota penuh kedamaian dan ketentraman. Namun setelah ada sebuah keluarga yang kembali menempati sebuah kastil tua yang sudah lama tidak ditempati di daerah perbukitan kota itu penduduk mulai tidak merasakan kenyamanan. Mereka resah, mereka semua mengira orang baru yang menempati kediaman kastil itu adalah salah satu keturunan pemilik kastil yang dulu pernah terdengar memiliki ilmu hitam yang akan menghancurkan kota – kota yang telah mereka bangun dengan susah payah itu.

Dan ternyata anggapan mereka benar, sayuran – sayuran yang mereka tanami di ladang tiba – tiba mati semua, air menjadi surut dan kering, banyak hewan ternak yang mati secara mendadak dan banyak penyakit yang melanda desa. Karena kejadian itu, muncul beberapa kelompok pemberontak yang dendam dengan orang – orang yang tinggal di dalam kastil. Mereka semua berniat akan menghabisi para penghuni kastil yang mereka kira membawa malapetaka ini semua.

Akhirnya semakin tidak tahan dengan situasi para pemberontak kota itu langsung membunuh semua penghuni kastil, mereka ingin segera mengakhiri semua bencana ini. Mereka menghabisi dari pengawal depan sampai belakang, semua juru masak, pelayan, serta pemiliknya sendiri mereka habisi tanpa ampun. Tapi ternyata mereka semua melupakan beberapa orang yang menyaksikan pembunuhan itu dari balik tembok. Tembok rahasia yang didalamnya ada beberapa pria yang melihat kejadian itu dari lubang pengintaian.

“apa yang mereka lakukan pada keluargaku, apa salah kita!!” ucap seseorang gemetaran yang ternyata adalah nickhun dengan air mata sudah banjir di pipinya.
”nickhun,.. bagaimana ini..bagaimana kalau mereka menghabisi kita?” ucap wooyong ketakutan
“ini bukan salah kita, tetapi mengapa mereka membunuh paman dan bibi.” Geram taecyeon
“, ya tuhan apa salah kita tinggal disini?mengapa mereka melakukan semua ini kepada kita?” junho ikut ketakutan

“bukankah bencana itu memang muncul karena sekarang adalah musim terburuk bulan ini. Bukankah mereka sendiri yang tidak bisa menanggulanginya sehingga membuat semua menjadi kacau dan menyebar menjadi berbagai macam penyakit..” geram chansung juga
“mereka mengira kita memiliki ilmu hitam dan merusak semuanya…” saut junsu

“entah apa alasanya, aku tidak akan membiarkan mereka semua hidup.. aku akan menghabisi mereka semua!!PASTI!!” lalu tersirat kemarahan dan dendam di mata Nickhun.

Nickhun mulai nekat untuk menghampiri para pemberontak itu namun dicegah oleh kelima saudaranya.
“bagaimana mungkin kau bisa menghabisi mereka semua sendirian??bagaimana jika nanti kau yang terluka?” ucap Junho khawatir
“meskipun aku mati, aku tidak akan menyesal sudah menghabisi mereka!!” nickhun mulai nekat keluar tapi dicegah kembali.

“yaak!!apa kau mau mengorbankan dirimu sia – sia!!apa kamu tidak menganggap kami semua!!” bentak Taecyeon, dan nickhun hanya terdiam “aku tau kau dendam, aku tau kau marah, tapi kita semua tidak ingin kau juga ikutan terluka karena mereka!” lanjut taecyeon.
“kita semua akan membantumu!!” ucap wooyong.

“andwe!!aku tidak mau kalian ikut terlibat..aku tidak mau kalian ikut mengorbankan diri kalian karna aku!!”
“Nickhun!!kita saudara!!kakek sudah memberi wasiat kepada kami untuk hidup setia mendampingimu.!” ucap junsu menasehati.

“kita semua hidup disini karna siapa??kita semua kini di sampingmu karna apa??karna kau, kedua orang tuamu, dan kakekmu! Kalian sudah mau menampung kami semua dari kejadian kebakaran yang menimpa di inggris dulu!!kita semua tidak mungkin meninggalkanmu, seburuk atau sesulit apapun. kita semua pasti setia mengorbankan diri hanya untukmu NICKHUN” terang chansung .

Nickhun pun terdiam. Dia langsung membasuh kedua air matanya. “baiklah, kita akan lakukan ini sama – sama. Kita habisi semua penduduk itu karna sudah menghancurkan orang tua kita, KELUARGA KITA!! jangan beri mereka sedikit ampun.!!” lainnya pun mengangguk setuju.

Meskipun ketakutan sudah mengancam di diri mereka sedari tadi namun setelah melihat Nickhun, mereka semua berusaha menjadi berani dan tegar. Mereka semua harus menjadi pembunuh berdarah dingin. Membunuh tanpa ampun. “jangan sampai ada yang mengenali kalian, tutupi wajah kalian dengan cadar. Jika pun ada yang tau seret mereka, bunuh saja mereka semua!!” suruh nickhun.

“baiklah, kita ambil belati yang berada di ruang persembunyian kakek!” suruh junho

Akhirnya mereka semua berpencar dan segera berganti kostum, mereka langsung keluar menghabisi para pemberontak itu tanpa ampun. Dan ternyata pemberontakan itu tidak habis di tempat kastil. Mereka berjumlah sangat banyak, Nickhun dan lainnya kewalahan menghadapi tiap pemberontak itu. Mereka semua langsung turun bukit untuk menghabisi beberapa orang yang lari dari kejaran mereka, jadi terpaksa mereka harus ikut menghabisi semua penduduk. Dari yang termuda sampai yang tertua. Hati mereka benar – benar sudah terselimuti es. Bayi pun mereka buang ke dalam sumur, yang tua pun mereka penggal. Benar – benar sadis. Benar – benar malam itu adalah malam pembantaian. Dendam benar – benar sudah menggerogoti tubuh mereka semua.

Disamping itu ada beberapa gerombolan gadis SMA yang sedang liburan ke rumah salah satu nenek mereka di kota lester. Mereka adalah shunyoung, kyungmin, nira, dan minhyo yang dulunya ternyata bersahabat dekat. Tanpa sengaja pun mereka menyaksikan adegan pembantaian itu dengan mata mereka sendiri. Karna keributan itu terjadi begitu saja akhirnya mereka semua terpisah dan kehilangan satu sama lain.

Shunyoung bertemu dengan taecyeon yang sedang menghabisi salah satu penduduk di daerah hutan, taecyeon langsung menangkapnya. Kyungmin bertemu dengan chansung dan junho ketika menyelinap di sebuah kincir angin. Minhyo bertemu dengan junsu dan nickhun ketika memasukkan para penduduk yang mati itu kedalam sebuah sumur. Sedangkan nira bertemu dengan wooyong ketika nira bersembunyi di bawah meja salah satu rumah penduduk.

Mereka berempat ditangkap dan akan dihabisi oleh para pangeran pembantai itu karena sempat melihat wajah mereka yang sesungguhnya, namun para penduduk luar kota lester tiba – tiba ikut muncul. Mereka datang untuk ikut menghabisi para pangeran pembantai. Mereka datang sebagai pemberontak bantuan yang di mintai tolong penduduk lester. Sebelum Nira, minhyo, kyungmin, dan shunyoung dihabisi, mereka jadi ikutan terseret oleh mereka berenam.

Mereka berempat malah ikut melawan penduduk – penduduk luar itu. Tanpa sadar mereka malah menolong masing – masing pangeran pembantai itu.

“mengapa kau membantuku??” tanya wooyong pada nira yang saat itu sedang menangkis serangan dari penduduk – penduduk luar. “karna aku juga tidak ingin dibunuh di tempat ini!!siapa kau??mengapa kau menghabisi para penduduk??” tanya nira yang sedang berdiri memunggungi wooyong.

“Kyaa..awas!!” teriak minhyo pada junsu yang saat itu akan dipukul dari belakang dan junsu akhirnya bisa menghindar. “yaak!!mengapa kau berteriak?” teriak junsu namun minhyo hanya diam ketakutan

“yaak!!!ambil ini!!” teriak shunyoung sambil memberikan mata pisau yang tergeletak di rumput kepada taecyeon yang sedang dikeroyok penduduk. “minggir kau!!” peringat taecyeon langsung menarik shunyoung di belakangnya. “mengapa kau membantuku?” tanya taecyeon dan shunyoung hanya diam memegangi pakaian taecyeon.

“yaak lepaskan dia!!” teriak junho kepada salah satu penduduk yang sedang menawan kyungmin. Kyungmin memberi aba – aba kepada chansung yang saat itu berada jauh di sebelahnya untuk memukul orang yg menangkapnya di saat tepat, kyungmin terlebih dulu memukul kepala penduduk itu dengan kepalanya dan membuat penduduk itu melepaskan kyungmin. “zraaattt..” chansung langsung menebasnya dari samping. “terima kasih..” kata kyungmin pada chansung.

Setelah pembantaian itu berakhir para gadis itu tetap dibawa mereka semua ke dalam kastil. Mereka dimasukkan ke dalam penjara yang dipisahkan masing – masing sel. Mereka berempat hanya menangis dan merintih kesakitan karena efek perkelahian dan penarikan paksa tadi.

“nickhun apa kau akan membunuh mereka?” tanya taecyeon
“ya!karena mereka bagian dari penduduk – penduduk tadi.”
“apakah tidak ada pengampunan, gadis itu sudah sempat menolong ku, “ ucap wooyong
“iya, gadis itu juga menolong ku,” ucap taecyeon kini
“begitu juga denganku..” ucap junsu

“bagaimana denganmu chansung, junho..” tanya nickhun

“meskipun gadis itu tidak menolongku namun terlihat dia tidak jahat..” jawab chansung. Dan junho mengiyakan.

“mereka semua sudah melihat wajah kita semua..jika mereka dilepaskan pasti mereka akan melaporkan kita semua, dan itu tidak boleh terjadi…”

“jadi…apakah kau akan membunuh mereka atau…” tanya junho

“baiklah, aku akan mengampuni mereka namun mereka harus tetap dikurung di dalam penjara, masing – masing dari kalian yang akan mengurus para gadis itu. biarkan mereka menjadi tawanan seumur hidup di penjara sana.” Tatap nickhun ke semua saudaranya. “Jadi apakah ada yang tidak setuju!!” Kata nickhun menajam, taecyeon dan lainnya hanya menunduk setuju.

“junho awasi mereka semua!!” suruh nickhun kepada junho untuk mengawasi tiap orang.

Karna keputusan nickhun itulah menjadi sebuah bencana bagi dirinya sendiri. Seiring berjalannya waktu nickhun telah ditinggalkan oleh keempat saudaranya. masing – masing dari mereka telah jatuh cinta kepada tawanan itu. Dan junho, junho tidak ingin memberitahukan pada nickhun, karena dia takut Nickhun akan membunuh para gadis itu dan melukai saudara – saudaranya. Para gadis itu pun sebenarnya ragu untuk mencintai pembantai itu. mereka berpikir cinta mereka semua salah, namun tidak demikian ketika masing – masing orang berhadapan dan terkurung dalam situasi kasihan dan peduli untuk kurung waktu yang lama.

Aku tau cinta memang tidak bisa dipaksa dan dipisah, tapi bukankah mereka berjanji untuk setia bersamaku. Bukankah mereka berjanji akan bersamaku. Mereka semua sudah tak mempedulikanku. Ketika aku sedih dan kesepian, mereka kini sudah tidak memperhatikanku. Sudah tidak!!Aku tidak akan melepaskan mereka dari tanganku. Karna mereka semua adalah satu – satunya yang kumiliki saat ini.

Lalu Nickhun berniat mempelajari ilmu hitam kembali yang dulu sempat dia lupakan dari pengasuh kakek buyutnya di inggris. Diam –diam dia belajar dan membuat rencana agar mereka semua dapat berpisah.

Aku mempelajari ilmu yang mustahil bagi mata yang akan melihat. Apakah akan baik – baik saja?

Beberapa bulan kemudian, para tawanan itu masih terkurung di dalam penjara.

“kapan aku bisa keluar dari tempat ini junsu?” tanya minhyo menangis dalam pelukan junsu yang saat itu tangan dan kakinya masih terikat dengan rantai. “mian, minhyo. Aku tidak tau sampai kapan. Tapi aku akan berusaha membebaskanmu!” balas junsu

“taecyeon, apakah aku akan hidup disini selamanya?” tanya shunyoung yang saat itu sedang menangis di pangkuan taecyeon. “jika pun nickhun membiarkan begitu, aku akan menemanimu disini selamanya bersamamu shunyoung!”

“ayolah makan, aku tidak ingin kau sakit!” pinta chansung pada kyungmin yang tidak ingin membuka mulutnya sama sekali. “ aku tidak ingin hidup di penjara selamanya, aku ingin mati saja!!” kyungmin memalingkan wajahnya bersandar tembok dan menangis. “aku mohon makanlah. Jika kau mati bagaimana denganku??” ucap chansung melas.

“nira, apakah kau tidak apa – apa??” ucap wooyong khawatir sambil memegangi tubuh nira yang lemas itu. “wo..wo..youngg~” ucap nira gemetar karna badannya sangat panas. “aku akan cari obat, aku tidak ingin melihatmu tersiksa seperti ini..” wooyong lalu pergi dari tempat itu namun ditahan nira. “temani saja aku disini,”

Empat pasang itu memang sangat tersiksa dengan hubungan mereka yang seperti itu. junho yang sedang mengawasi di luar pun juga tidak tega harus berdiri menyaksikan pemandangan yang menyedihkan itu. di balik itu nickhun juga melihat saudara – saudaraya. Rencanannya akan mulai ia laksanakan.

“Mereka semua akan dibenci tanpa harus membenciku..” ucap nickhun sinis dibalik tembok.

Lalu nickhun langsung melaksanakan rencananya. Dia menyuruh Taecyeon dan lainnya untuk berburu serigala di hutan, dan menyuruh mereka pulang tengah malam saja. Nickhun beralasan ingin memakan daging serigala, maka dari itu mereka harus menangkap hewan itu untuknya.

Setelah itu nickhun akan menghasut nira, kyungmin, minhyo, dan shunyoung. Dengan ilmu yang baru dia pelajari itu, dia akan membuat ilusi dimana dia akan memperlihatkan sebuah kebohongan kepada masing – masing gadis itu.

“kalian keluarlah” suruh Nickhun setelah membuka masing – masing sel dan menyuruh gadis – gadis itu keluar.
“apa yang kau inginkan” kata Ni ra dingin sambil keluar dari sel bersama dengan lainnya.
“dasar picik!!mengapa kau mengurung kami disini lama!!” Shunyoung pun ikut menatap Nickhun dengki.

“diamlah kalian, aku hanya ingin memberikan tontonan menarik kepada kalian”
Nickhun lalu mengeluarkan sebuah gumpalan asap yang didalamnya terdapat gambaran ketika kedua orang tua mereka sedang dibunuh oleh wooyong, chansung, junsu, taecyeon, dan junho. Sesaat mereka berempat sangat kaget melihat ilusi di depan mata mereka. Mereka tidak percaya Nickhun memiliki hal – hal yang ajaib. Tetapi ketidak percayaan mereka tidak hanya sekedar dari melihat ilmu yang nickhun keluarkan tetapi mereka lebih tercengang melihat gambar di balik gumpalan itu.

“A..apa ini..mengapa mereka??” ucap Shunyoung tidak percaya melihat gambaran itu
“percaya atau tidak percaya terserah kalian, yang jelas mereka semua sedang menghabisi orang tua kalian..”
“ti..tidak..tidak mungkin..mengapa junsu…”Minhyo mulai menitikkan air mata
“tidak??bagaimana tidak mungkin!!”
“ini pasti ulahmu..ini pasti kau yang menyuruh KAN!” teriak Nira marah
“aku??buat apa aku menyuruh mereka??apakah tidak mungkin bagi mereka membunuh orang yang akan mengambil kekasih mereka?”
“a..apa??apa yang kau maksud??” tanya kyungmin
“orang tua kalian tau kalian disini. Mereka datang untuk mengambil kalian, dan jelas Taecyon dan lainnya tidak mungkin membiarkan itu terjadi..kehilangan kekasih mungkin akan membunuh setengah jiwa mereka juga..”

“Taecyeon, junho, wooyong, junsu, dan chansung akan tersakiti. Tapi tidak sakit karena aku yang memisahkan mereka tapi mereka sendiri akan sakit karena dibenci oleh gadis yang mereka cintai.”

Gadis – gadis itu benar tidak percaya, namun akhirnya ketidak percayaan mereka benar – benar berubah 360 derajat. Setelah mendengar perkataan nickhun mereka melihat taecyeon, wooyong, chansung, junsu, dan junho muncul di hadapan mereka dengan bersimbah darah. Padahal darah itu adalah hasil dari mereka berburu malam itu.

Gadis – gadis itu benar – benar membenci mereka berlima. Mereka sama sekali tidak ingin menemui taecyeon dan lainnya. Meskipun mereka memaksa masuk ke dalam penjara, para gadis itu mendiamkan dan mengacuhkan mereka. Mereka semua sama sekali bingung dan tidak mengerti dengan perubahan sikap kekasih mereka yang secara tiba – tiba itu. lalu akhirnya perasaan cinta itu berubah menjadi perasaan benci dan dendam,

‘aku tidak tahan..aku tidak tahan..mengapa kalian sangat jahat..” ucap Nira dengan raut wajah mengerikan.

Setelah perasaan benci itu semakin menjadi dan memuncak. Para gadis itu akhirnya membunuh kekasih mereka masing – masing. Mereka membunuh menggunakan rantai yang mereka kenakan masing – masing, mereka mencekik dan memukul kepalanya dengan besi rantai. Begitu juga dengan junho yang masuk ke dalam penjara kyungmin jadi juga ikut dihabisi oleh kyungmin, sama halnya dengan taecyeon.

Mereka berempat sudah merencanakan pembunuhan ini setelah kejadian pembunuhan yang dilakukan kekasih mereka kepada orangtua mereka masing – masing. Perasaan Dendam telah menyelimuti hati para gadis itu, sangat tebal. Dendam memang benar – benar membutakan mata. Tidak pandang bulu meskipun itu adalah seseorang yang dicintai. Dendam memang sebuah senjata pembunuh yang mematikan.

“maafkan aku wooyong. Aku memang mencintaimu tetapi kebencianku melebihi cintaku padamu..” ucap nira terisak menatap wooyong dan mengelus kepala yang berdarah itu.

“kau berjanji akan membebaskanku dari semua ini, tetapi mengapa kau..mengapa kau mengkianatiku..” ucap minhyo menggengam tangan Junsu

“kau bilang akan menemaniku taecyeon. Iya benar..kau akan menemaniku di dalam penjara ini, tapi sekarang aku tidak ingin kau temani!!” shunyoung hanya menatap tajam taecyeon yang saat itu matanya terbuka karna cekikan rantai.

“aku bilang lebih baik aku mati daripada aku harus mati di penjara ini, tetapi sepertinya kau yang lebih baik mati daripada aku!!” kata kyungmin menatap chansung. “dan junho, sepertinya kau tidak salah, tetapi aku tidak tahan melihatmu diam melihat mereka menghabisi orang tua kami!”

Lalu mereka semua membawa masing – masing mayat itu keluar dari penjara yang bisa dibuka setelah kyungmin mengambil kunci dari badan Junho. Mereka meletakkan kekasih mereka di beberapa ruangan agar nickhun tidak tau bahwa mereka yang melakukannya.

Nira membawa wooyong ke sebuah ruangan seni dimana banyak sekali patung – patung pahat putih bertengger berserakan di meja dan di lantai. Nira meletakkannya di bawah lantai. Dan meninggalkannya pergi.

Minhyo membawa junsu ke sebuah meja makan panjang. Dan meletakkan di salah satu sudut tempat duduk dan menaruh kepalanya di atas meja seperti orang tertidur.

Shunyoung membawanya ke sebuah kamar mandi dan menidurkannya di sebuah bath tub yang terisi dengan air serta dengan mata taecyeon yang masih dalam keadaan terbuka itu.

Kyungmin lalu membawa chansung ke sebuah ruangan belajar dan mendudukannya di sebuah kursi yang berdiri di tengah ruangan itu. yang lainnya pun juga membantu kyungmin untuk membawa junho ke ruangan itu juga dan menidurkannya di bawah lantai bersandar kursi yang didudukki chansung.

“maafkan kami semua.. karna dendam, kami semua melakukan ini pada kalian.” Kata shunyoung menatap chansung dingin setelah membantu kyungmin meletakkan junho

“kita pergi..” ajak Nira

Lalu mereka semua pergi dari ruangan – ruangan itu, tetapi di belakang itu nickhun telah menyaksikan kejadian yang tidak dia sangka itu dengan matanya. Dia tidak menyangka kalau saudaranya akan dibunuh oleh para gadis itu. Dia menangis, hatinya benar – benar hancur,apa yang ku rencanakan malah membuat kejadian ini semua terjadi. Saudaraku mati!!lalu aku..aku bagaimana??

Amarah Nickhunpun memuncak karena ditinggal oleh saudaranya, dia langsung menghalangi para gadis itu pergi.

“ni..nickhun..” ucap minhyo kaget melihat Nickhun tiba – tiba berada di depan mereka

“kalian sudah membunuh mereka!!kalian sudah membuat mereka meninggalkan aku!!YAAK!!!APA YANG KALIAN LAKUKAN!!” teriak nickhun di hadapan gadis – gadis itu. Shunyoung dan lainnya terlihat sangat ketakutan karena melihat nickhun yang berubah menakutkan. “INI KARNA ULAH KALIAN, INI KARNA KALIAN SEMUA SUDAH MENGHABISI KELUARGA KAMI!!” teriak nira ketakutan.

“membunuh!!KALIAN BILANG MEMBUNUH” nickhun langsung menundukkan kepalanya menyadari bahwa dia yang salah tapi, “hah~baiklah karna sudah terlanjur..kalian harus kubunuh juga!! KALIAN AKAN KUBUNUH!!” teriak nickhun sambil menyeret mereka dengan angin yang dia suruh ke arah kolam air. “KYAAAAAAAAAAAA~~” teriak Nira dan lainnya. Mereka semua dibiarkan tersiksa tak bisa bernafas di dalam air itu dengan kaki yang sudah di rantai di bawah.

“kalian harus mati, harus!!” ucap Nickhun penuh emosi dengan mata yang sudah merah padam itu.

Tiba – tiba Nickhun mendengar bisikan – bisikan sayup saudaranya yang bergema di ruangan itu..

“nickhun~~aku tau mereka semua salah paham..lepaskan mereka”

“jangan siksa mereka nickhun~”

“aku mohon…ini bukan salah mereka~”

“nikhun aku mencintainya..jangan bunuh dia..”

“kami rela akan bersamamu dan melupakan mereka~”

“nickhun, mereka kehidupan kami…”

“Jangan kau bunuh..aku akan tersiksa…”

Setelah menajamkan pendengarannya nickhun langsung membuka matanya. Air matanya mengalir.

“mengapa kalian begitu mencintai mereka..” tangan Nickhun mengepal gemetaran. Kepalannya pun kembali tenang,

Nickhun menarik keempat gadis itu ke daratan. Dan terlihat para gadis itu sudah pingsan semua.

“aku akan membiarkan kalian hidup seperti halnya yang diinginkan saudara- saudaraku…meskipun akan menyakitkanku “

Nickhun hanya terdiam menunduk diantara kesepian itu. air matanya terus – terusan mengalir. Kastil sebesar itu langsung berubah menjadi kosong, hatinya pun menjadi kosong pula. Dia benar – benar merasakan kehilangan. Dia berjalan sempoyongan menelusuri ruangan demi ruangan untuk melihat saudaranya. Masih terdengar suara – suara kebersamaan mereka di ingatan masa lalunya. Keadaan Nickhun sangat menyedihkan. Dia masuk ke dalam kamarnya, dia hanya duduk nelangsa di atas lantai. Sampai suatu hal merubah semua keadaan.

Sebuah buku jatuh dari rak meja Nickhun. Nickhun memungutnya, dan membaca sekilas buku itu. Matanya terperanjat membaca kalimat per kalimat di dalam buku itu.

‘”apakah ini jawaban dari semua hidupku..apakah aku akan melakukannya?” Nickhun hanya terdiam dan meyakinkan apa yang dia pikirkan.

“baiklah, aku akan menghidupkan mereka semua. Aku akan membuat saudara – saudaraku hidup meskipun jiwanya masih tetap mati.”

Nickhun lalu kembali ke bawah. Dia akan membuat sebuah ritual. Buku yang dia buca ternyata buku ilmu yang dia pelajari akhir – akhir ini, dia menemukan beberapa ilmu untuk membangkit orang mati. Yaitu ilmu kebangkitan.Lingkaran zeux!!

Dia menarik Nira ke sebuah ruangan dimana wooyong diletakkan. Dia membawa lilin, sebuah cawan, dan sebuah pisau. Dia menggoreskan pisau itu di kulit dada nira dan mengambil darah itu di cawannya lalu dicampur dengan darah dari nadinya sendiri. Dia memberikan tetesan lilin ke dalam cawan itu dan mengaduknya sambil membacakan sebuah mantra.

“kau kuhidupkan dan kau harus bersumpah.. hidupmu hanya untukku, hidupmu harus kau buang demi aku, hidupmu akan abadi jika dentang jam 12 itu bergerak. Bersumpahlah untuk tidak mencintai gadis yang sudah memberikan darahnya untukmu. Jika kau melanggar sumpahmu sendiri, hidupku akan tersiksa di neraka selamanya…tidak akan pernah dihidupkan kembali…hiduplah karna kehendakku..” nickhun lalu meminumkan cawan itu ke mulut wooyong.

“lingkaran zeux..lingkaran kebangkitan…kebangkitan itu akan datang ketika mereka kembali..”

Lalu angin – angin pun mulai mengitari tempat itu. Ruangan itu menjadi gelap dan berantakan. Raut wajah wooyong yang pucat pasi itu pun akhirnya tergerak, matanya terbuka. Dan dia pun bangkit.

“nickhun~~~~” ucapnya serak.

“kau kubangunkan, dan sekarang hapuslah memori gadis ini. Jangan buat dia mengingat kejadian semua ini. Jangan buat dia mengingat pernah mencintai dirimu dan membuatku kehilanganmu.”

Wooyong hanya menunduk tanpa ekspresi. Dia menurunkan kepalanya tepat di depan wajah nira dan mencium gadis yang sudah pingsan itu. itulah satu cara untuk menghapus memori yang pernah nira ingat. Memori nira akan teringat sampai sebelum dia berada ke kota ini.

Nickhun pun melakukan hal sama kepada gadis lain. Dia membawa minhyo kepada junsu, shunyoung kepada taecyeon, dan kyungmin kepada chansung. Dia pun meritualkan hal sama dan menyuruh mereka semua melakukan penghapusan memori itu juga.

Setelah berkali – kali nickhun menggores nadinya untuk pengorbanan darah itu, akhirnya dia jatuh lemas juga di lantai.

“disaat itu..kalian akan diuji…mereka semua akan mati..”

“mereka…, para gadis yang kalian cintai itu akan kembali dan saat itulah kalian akan dibangkitkan lagi. Mereka akan mati menjadi bangkitnya kalian, gadis – gadis itu kujadikan sebagai pengganti nyawa kalian. Ini hanya sebagai awal dari bangunnya kalian. Darahku kukorbankan, setialah padaku…” dan nickhun pun akhirnya tertidur. Nira, minhyo, shunyoung, dan kyungmin akhirnya membuka mata mereka. Mereka berjalan keluar dari tempat mereka seperti tak bernyawa. Tatapan mata mereka kosong, mereka meninggalkan kastil itu dan pergi entah kemana sampai akhirnya mereka kembali lagi ke kastil itu.

End Flash back

Kembali ke cerita,

“BUKANKAH SUDAH KUKATAKAN!!buang semua perasaan itu kalau kau tidak ingin aku mati!!”
“maafkan aku Nickhun!!aku masih tidak bisa membuang perasaan begitu saja!!” ucap wooyong
“bukan maksud kita ingin membuatmu mati, namun perasaan ini muncul begitu saja!”
‘JADI KALIAN INGIN AKU MUSNAH SETELAH BERSUSAH PAYAH MENGORBANKAN DIRIKU UNTUK KALIAN!!!” teriak nickhun

Dari kejauhan Nira dan lainnya hanya menatap nickhun ketakutan sambil mengelus beberapa memar dan luka pada tubuh masing – masing.

“si..siapa mereka semua??mengapa pria itu sangat ingin membunuh kami??dan mengapa kedatangan kami membangunkan mereka semua” ucap nira

“Mengapa??mengapa ini bukan keinginamu taecyeon??mengapa kau ingin membunuh kami tapi bukan keinginamu?? Siapa kau? Ucap shunyoung

“junsu…siapa..siapa sebenarnya kalian..mengapa tidak mungkin??mengapa tidak mungkin kau membunuhku??bukankah kau membenciku..tetapi harus mengapa membunuh kami..siapakah kau??” ucap minhyo.

“apakah kau mengenalku sebelumnya chansung??tapi dimana??kapan??dan bagaimana??aku benar – benar tidak mengerti…” ucap kyungmin

SIAPAKAH MEREKA SEBENARNYA??

“apakah kalian tau..mereka..” tunjuk Nickhun ke arah gadis – gadis itu. “mereka harus mati penjadi pengganti nyawa kalian, tidak hanya aku yang mati tetapi kebangkitan kalian akan sia – sia saja..”

“Jleeeep” tiba – tiba aurora menusuk dada Nickhun dengan jari – jarinya yang tiba – tiba muncul kuku – kuku tajam.

“NICKHUN!!” teriak yang lain,

“me..me..mengapa kau lakukan ini~” ucap nickhun tersedat – sendat sambil memegangi tangan aurora.
“kau melakukan kesalahan, kau tidak boleh membunuh mereka..kau dululah yang memanipulasi pikiran gadis – gadis itu dengan pembunuhan orang tua mereka karena ulah saudaramu, padahal itu semua BOHONG, itulah awal dari semua dendam yang kau lakukan..!!!!”

“..jadi..jadi..itulah mengapa membuat mereka membenci kami… nickhun?” tanya Junsu yang tidak mengerti mengapa Nickhun melakukan itu semua,

“hahaha..memang..argh..itu

yang kulakukan..karna..,arghh.. karna kalian mengkhianatiku dan membuatku kesepian…jadi aku dendam dengan mereka…kyaaa~” nickhun melepaskan serangan diam – diam kearah nira, minhyo, shunyoung dan kyungmin. Dia mengangkat mereka semua dan melemparkannya ke arah tembok – tembok itu dan membuat para gadis itu berdarah dan pingsan. Yang terlebih parah nira karna dia mendadak langsung tertimpa reruntuhan tembok

“NIRA,!!!!” teriak wooyong.

“Jleep~” aurora makin menekankan cenkramannya. “SIALAN!!mengapa kau begitu ingin memusnahkan mereka..INI SEMUA SALAHMU!!” teriak aurora.

“nickhun cukup!!!jangan siksa mereka lagi..aurora hentikan!!!” teriak chansung.

“nickkhun~~..aku mohon jangan siksa dia..meskipun dia berbuat seperti ini.. tapi ini bukan salah dia..ini salah kami!!” mohon wooyong.

“arghh…aku tau kalian mencintai mereka…tapi..aku tidak bisa melepaskan kalian semua..”

“jadi..apakah kita akan musnah apabila kita membiarkan mereka hidup, dan kau akan lebih tersiksa daripada kami Nickhun?” tanya Wooyong sambil mengoyak – ngoya tubuh Nickhun

“yaah…aku akan tersiksa..lebih tersiksa dari kalian.. Mereka semua harus mati sebagai pengganti nyawa kita..jika tidak hidupku tidak akan pernah dilahirkan kembali..dan kalian..aku tidak tau bagaimana dengan kalian..jadi aku mohon bunuhlah gadis – gadis itu untuk diri kalian sendiri..aku tidak ingin kalian mati dan berpisah dariku selamanya.., serta sumpah kalian untuk tidak mencintai mereka lagi itu akan lebih membuatku terisksa setelah kalian melanggarnya..” Nickhun tiba – tiba menangis, Taecyeon dan lainnya ikut meneteskan air mata. Mereka benar – benar tidak tau apa yang harus mereka lakukan.

“kau bodoh!!kalian bodoh!!ini bukan tempat kalian!!” ucap Aurora lirih sambil melepaskan jari – jarinya yang sudah berlumur darah.

“nickhun~…” Taecyeon dan lainnya langsung memeluk Nickhun yang sudah dilepas oleh Aurora.

“ini janji kami, ini sumpah kami..kami harus setia padanya..aku mohon lepaskan dia..ini bukan urusanmu, biar kami semua yang menanggungnya.” mohon junsu

“kalian ini pria lemah…kalian tidak sepantasnya selemah ini…. gadis – gadis itu tidak boleh mati.KAU TIDAK AKAN MATI MESKIPUN PARA GADIS ITU HIDUP!!” teriak Aurora di wajah Nickhun

“apa??apa maksudmu??mengapa seperti itu..nickhun~” ucap Wooyong sambil menyadarkan Nickhun

“haah~..apa yang nickhun kira semuanya salah!!dia berpikir jika sumpah itu kalian langgar dan tidak membunuh para gadisi itu sebagai pengganti nyawa kalian, dirinya dan kalian akan musnah begitu saja…maka dari itu dia ingin membunuh para gadis itu ”

“jadi…ini semua..”

“iya..tidak akan ada yang mati..tidak akan yang musnah…ilmu dan sumpah itu belum sempurna…..”

“jadi kita..apakah kita akan baik – baik saja..jadi kita akan seperti ini..” kata chansung mendapatkan sebuah titik terang.

“yah, begitulah…”

“nickhun…dengar..kau dengar bukan..tidak akan yang mati meskipun kau tidak membunuh mereka…nickhun jangan kau lakukan lagi…” mohon junsu disamping Nickhun.

“kita semua akan hidup..dan kembali seperti semula lagi..” saut wooyong

“tidak…tidak seperti semula lagi..”kata aurora tiba – tiba membuat yang lainnya kaget

“tidak apa maksudmu?? Tanya Taecyeon berubah kesal

“…tidak karna aku sudah terlanjur menusuk jantung Nickhun dan menaruh jari – jari ku sebuah ramuan kematian..”

“APA!!” Teriak mereka bersamaan..

“mengapa kau lakukan itu..mengapa kau tidak berpikir panjang..YAAK AURORA KAU!!” ucap Chansung kesal

“maafkan aku..karena aku terlanjur emosi melihatnya..mengapa dia harus melakukan ini semua??mengapa dia harus membunuh kakekku agar dapat menguasai ilmu ini..”

“membunuh??”

“dia membunuh kakekku, pengasuh Raja Alfred. Raja yang mengangkat kalian menjadi pangeran untuk mendampingi Nickhun…”

“tidak mungkin!!tidak mungkin nickhun seperti itu, “ ucap wooyong tak percaya

“TAPI ITU BENAR – BENAR TERJADI…” teriak Aurora kesal “semata – mata hanya ingin mempelajari ilmu ini..hah~” Aurora langsung terdiam menunduk..

“nickhun~mengapa kau lakukan ini pada kami semua!!mengapa??” Junho mulai menangis merangkul nickhun yang mati lemas itu.

“apakah kau tau, pengorbananmu tidak sebanding dengan kesetiaan kami…Nickhun apa yang harus kami lakukan..” saut wooyong ikutan terisak.

“kau bodoh, kau pangeran bodoh!!mengapa harus demi kami!!mengapa??kau tidak pantas melakukannya demi kami.. kami hanyalah seorang pengawalmu..” ucap taecyeon terisak pula.

“cinta memang membutakan kami..tapi kami tidak akan pernah meninggalkanmu. Tidak akan pernah!!meskipun separuh hati kami ada yang memiliki kami!!” lanjut junsu

“aku mohon, sadarlah kembali nickhun…aurora!!aku mohon selamatkan dia.. aku mohon!!” mohon chansung

“aku tidak bisa berbuat apa – apa..aku hanya bisa mencoba mencegah Nickhun tidak membunuh gadis yang tidak bersalah itu..”

Airmata pun mulai banjir menetes di diri nickhun. Nickhun pun hanya terdiam dibalik tubuhnya yang lemas itu. “kami tidak akan membiarkan dirimu pergi begitu saja..aku mohon sadarlah kembali….aurora aku mohon!!..meskipun kau dendam tapi tolong cari cara lain” mohon wooyong.

“AKU TIDAK TAU HARUS BAGAIMANA..” teriak Aurora kembali “apa mungkin…bisa dengan cara itu??” tambahnya

“cara apa?cara yang apa???” tanya Junsu tidak sabar.

“Cara Nickhun kepada kalian..pengorbanan juga..tapi dengan kekuatanku yang sempurna ini kalian tidak akan bisa hidup seperti layaknya Nickhun…”

“tidak akan hidup layaknya Nickhun?” kata mereka mengerti sesuatu.

Mereka berlima saling memandang…

“baiklah kami setuju..” jawab Wooyong setuju

“ARGHHHHH!!!” teriak seseorang dari balik bebatuan itu

“NIRA!!!” wooyong terbelalak kaget melihat nira tersadar dan muncul dari balik reruntuhan itu. dia berjalan sempoyongan dengan tangan terlungkai sebelah.

“Nira…kau….!!!” ucap wooyong terputus ketika Nira sudah berada di depannya “PLAAAK~” Tiba – tiba Nira menamparnya. Suasana di tempat itu langsung sunyi.

Nira menatap Wooyong dengan sebuah tangisan…”mengapa kau membunuh kedua orang tuaku!!mengapa kau masih belum mati!!”

“Ni..r..ra~” wooyong pun menatap tidak mengerti. “kau jahat..mengapa aku masih mencintaimu meskipun kau sudah membunuh orang tuaku…arghhh~” tiba – tiba Aurora memukul Nira dari belakang

“apa yang kau lakukan??” ucap wooyong marah

“kita tidak punya banyak waktu.. sebentar lagi akan pagi..ilmu ini tidak bereaksi jika di pagi hari…”

“wooyong sudahlah, ini demi Nickhun dan Nira juga..” suruh Junho memegang lengan Wooyong yang akan menghajar Aurora

“jadi apakah kita akan kehilangan mereka lagi?” tatap Wooyong melas kepada Junho dan lainnya “apakah tidak bisa membiarkan mereka mengingat sedikit saja tentang kita,” air mata wooyong kembali turun menatap saudaranya.

Aurora hanya menggelengkan kepalanya. “hanya kita saja yang harus tau..”

“hatiku pun sebenarnya sakit menerima keputusan ini lagi..” kata Taecyeon

“tapi disisi lain kita harus mengakhiri semua ini demi nickhun..” tambah Junsu

Wooyong hanya terduduk lemas menatap Nira yang sudah pingsan itu.

“sekarang saatnya..” suruh aurora

Aurora pun mengeluarkan kekuatannya, dia mengangkat batu – batu yang menimpa para gadis itu. dan menarik mereka di hadapan nickhun dan lainnya.

“sekarang..” suruhnya lagi

“aku tau apa yang harus kulakukan..” ucap wooyong sambil mendekat ke arah Nira. “ maafkan aku nira, sekali lagi aku harus menghapus ingatanmu tentangku. Belum kita mengenal kembali tetapi aku harus menghapus semuanya..maafkan aku..aku benar – benar mencintaimu..” wooyong pun mengecup bibir nira

“minhyo…ingin rasanya hidup normal seperti orang biasa dngan dirimu..namun ini bukan kehidupanku..ini bukan tempatku..maafkan aku…” minhyo pun dikecup oleh junsu

“Maafkan aku..maafkan aku tidak bisa menjagamu..sebenarnya aku ingin hidup bersamamu..namun jarak kita kini terlalu jauh. Sangat – sangat jauh. Dan ini bukan kuasaku, aku ingin kelak kita bertemu lagi..” taecyeon pun kini mengecup shunyoung

“aku mencintaimu kyungmin, dulu, sekarang, dan besok perasaan ini akan pasti tertinggal untukmu. Selamanya.” Chansung lalu mencium kyungmin terakhir dan mengakhiri penghapusan memori itu.

Lalu mereka berempat kembali ke samping nickhun.
“maafkan aku telah memisahkan kalian semua..” ucap Aurora

“..kalian bersiaplah, jantung kalian akan kuambil…” ucap Aurora menatap Taecyeon dan lainnya, sedangkan mereka langsung menatap nickhun.

Aurora langsung mengeluarkan sebilah pisau dan siap – siap akan menghunuskan ke tubuh masing – masing pria itu untuk mengambill jantung mereka.

“t..t.u…n..gg..u!!” cegah nickhun terbata.

“nickhun!!” taecyeon terkaget melihat nickhun sedikit tersadar.

“nickhun!!” Aurora pun iku terkaget melihat nickhun sadar. “ba..bagaimana racun itu..!!” tanya aurora.

“ja..jangan…”

“mengapa??mengapa??”

“aku tau aku salah, akulah penyebab ini semua.. aku lah yang memulai semua. Dendam ini.. mereka semua hanya sebagian bidak yang ikut dalam permainanku. Aku sudah menghancurkan semua, kesetiaan, pengorbanan, dan cinta. Aku tidak tahan lagi. Biarkan aku mati, biarkan saja aku mati…aku tidak ingin hidup tanpa saudara – saudaraku, percuma jika aku hidup namun aku kesepian. Lebih baik kita mati bersama, memang sepantasnya kita harus mati, kita bukanlah manusia..ini bukan kehidupan kita saudaraku…” ucap nickhun menatap sedih yang lainnya.

“nickhun~~”ucap mereka bersamaan..

“Aurora, akhirnya aku tau siapa kau sebenarnya. Kau adalah cucu pengasuh dari kakek buyut Alfred. Maafkan aku dulu pernah membunuh kakekkmu. Karna dia benar – benar tidak ingin mengajari ilmu itu kecuali pada keturunannya sendiri. Dan akhirnya aku tau kau adalah keturunannya..sekali lagi maafkan aku….”

Aurora hanya diam tak bisa berekspresi berpaling dari tatapan nickhun, raut wajahnya sudah mulai nampak kesedihan. Matanya mulai berkaca – kaca.

“aurora..hari akan segera terang…inilah akhir keinginanku..setelah pagi nanti aku tidak ingin hidup kembali..dan ini juga bukan sebuah kehidupan bagi saudara – saudaraku, biarkan kami semua tertidur di kastil ini…tidurkanlah kami..setelah itu bakar saja kastil ini..aku mohon..”

“Nickhun…kami hanya ingin kau hidup..tidak apa – apa kami semua musnah..” ucap Junho

“tidaak…ini memang bukan kehidupan kita..tidak seharusnya kita hidup..ini melawan takdir alam..mari kita kembali ke dunia yang semestinya” nickhun langsung mengenggam erat tangan Junho dan yang lainnya langsung menggengam tangan Nickhun.

“baiklah..akan ku lakukan…” Aurora segera berdiri dan mencoba menahan air mata yang akan menetes itu.

Dia kembali mengeluarkan kekuatannya. Sebuah cahaya muncul dari tangannya, cahaya itu diselimuti asap hitam yang terus berputar, dia langsung melemparnya dan mengenai ke enam pria itu.

“jleep… jleep… jleep… jleep… jleep… jleep… jleep…” maisng – masing cahaya itu langsung menusuk Taecyeon, Wooyong, Junsu, Junho, Chansung, dan Nickhun. Mereka langsung jatuh lemas di lantai.


Sebelum memulai semua, Aurora mengangkat Nira, Minhyo, Shunyoung, dan Kyungmin ke luar kastil. Ufuk cahaya pagi sudah mulai menampakkan cahayanya. Aurora segera bergegas masuk ke dalam kastil dan meletakkan pangeran pembantai itu di taman batu kastil.
“ini memang tempat kalian..maafkan aku melakukan ini semua kepada kalian. Ini jalan terbaik..ini memang bukan tempat kalian. Waktu kalian salah… aku akan menjaga para gadis itu…Taecyeon, Wooyong, Junsu, Chansung kupastikan kekasih kalian akan bahagia dan bisa mendapatkan cinta seperti kalian.” Lalu Aurora mengeluarkan sebuah api dari jarinya, dan hanya dengan satu sentuhan Kastil itu langsung terbakar..

“semoga kalian tenang disana..”

Di luar kastil, Minhyo yang sedikit merasa tersadar ia bergeliat dan membuat jaket mantelnya terbuka. Dan camera tustelnya yang bersembunyi di balik jaketnya itu ternyata dalam keadaan hidup tiba – tiba memotret kastil yang sebelum dibakar itu.

“jpreett~~”

————————– —————————————————————————————————
Sebelum pesawat lepas landas,

“Kyaaaaa asikkkkk kita liburaaaannnn…” seru Nira dan Shunyoung

“shuut berisik!!kalian pikir ini gratis..nanti setelah disana kalian harus ikut bantu – bantu membersihkan rumah!!” suruh Hajung, yang ternyata adalah kakak perempuan Minhyo.

“haiss..kau ini mengapa galak sekali…kita kan mau honeymoon jangan pikirkan mereka!!” ucap Jaebum nakal

“hahahahaha…Minhyo!!kaka

k iparmu mengelikan sekali bersikap seperti itu di depan kita.” Ucap Shunyoung geli melihat Jaebum.

“Oppa!!memang di inggris ada tempat untuk berhoney moon??” goda Nira

“haiss…kau ini malah…” Ucap Hajung Kesal hendak memukul Nira

“yaah!!!jangan berisik, nanti penumpang yang lain marah!!” suruh Kyungmin.

Mereka berenam duduk di barisan tengah. Nira, hajung, dan jaebum duduk di deretan depan sedangkan minhyo, kyungmin dan shunyoung duduk di belakang mereka.

“kau mengapa diam saja!!masih mengamati foto itu??” tanya Nira melongo ke belakang melihat Minhyo yang sedari tadi menatap sebuah foto.

“hemm..” minhyo hanya berdehem “niatku ikut hajung onnie memang ingin mencari tau kastil apa ini, apa mungkin di daerah inggris??”

“ya sudahlah..yang penting kita nikmati saja liburan ini sekalian mencari apa itu..ehm yah kastil itu…” saut Shunyoung “tidak usah bingung begitu, santai saja..” tambahnya

“arhhh…begitulah..”

Tiba – tiba foto itu terjatuh, dan terhembus ke bawah belakang.. dan seseorang mengambilnya.

“ini punyamu?” tanya orang itu dari kejauhan.
“wauwww… ada cowok ganteng…!!”Nira pun langsung berisik sendiri mengomentari pria yang memungut foto Minhyo.

“yaak!!kau ini sudah punya yoseob!!jangan mulai deh!!” bentak Kyungmin.

“iyah – iyah…” ucap nira menurut sambil duduk mengintip cowok itu bersama yang lainnya.

“iya..itu punyaku..” jawab Minhyo sambil menghampiri pria itu. Pria itu pun juga langsung menghampiri Minhyo. “foto kastil ini bagus, sepertinya aku pernah kesana..” ucap pria itu.
“benarkah??emmm memang kastil ini sangat unik..apa kau ingat dimana tempat ini??”
“emm mungkin akan coba kuingat – ingat jika kau memang ingin tau…”
“hehehe..tidak apa – apa jika kau tidak ingat kok..”
“tidak apa – apa..emm mungkin untuk lebih enaknya kita berkenalan lebih dulu..”
“hahaha..baiklah aku minhyo..” ucap minhyo sambil menjulurkan tangannya
“kalau aku junsu” jawabnya lagi sambil membalas jabatan tangan Minhyo.

“hwaaah…minhyo dapat pria tampan!!,,kyaa…” saking girangnya Kyungmin hampir terjatuh dari pinggir kursi namun ada seseorang yang saat itu sedang lewat di sampingnya menolongnya “ hati – hati nanti kau bisa jatuh,” ucapnya sambil tersenyum manis. “arhh mian, aku memang terlalu senang, terima kasih emmm…”

“chansung..” jawab pria itu langsung
“yah..terima kasih chansung..” kyungmin langsung tersipu – sipu menatap orang yang menolongnya
“dan kau?” tanya pria itu
“ahh aku…aku kenapa??”tanya kyungmin bingung
“maksudku namamu..” tanya pria itu kembali sambil tersenyum manis lagi
“ahh…iya..aku kyungmin..” kyungmin kembali tersipu – sipu

Disamping itu shunyoung hanya menatap laki – laki yang berdiri di belakang chansung. Sesekali shunyoung hanya melirik dan tiba – tiba pria itu mengedipkan matanya. Sekejap Shunyoung langsung shock dan menutup mulutnya spontan..laki – laki itu pun langsung pergi mendahului chansung.

“tunggu aku taecyeon, emm kyungmin nanti kita bisa berhubungan lagi..” katanya pada kyungmin langsung mengejar taecyeon.

“ahh~” jawab kyungmin terputus melihat Chansung sudah pergi duluan.
Kyungmin dan shunyoung langsung bertatapan. Tiba – tiba mereka saling meringis pelan.
“kau lihat pria yang dibelakang itu..” tanya shunyoung girang
“iya…tapi aku lebih memperhatikan yang di depan..hehehehe” balas Kyungmin senang pula
Mereka berdua malah senang sendiri tak sadar nira sudah memperhatikan mereka berdua dengan muka cemberut.

“haiss..apa – apaan mereka ini..huuhh…mengapa tiba – tiba mereka dapat kenalan cowok – cowok tampan sih..huuh…” nira hanya mendengus di balik kursinya sambil menatap iri teman – temannya. “dasar kyungmin!!kalau teman ingin senang saja tidak boleh, mumpung yoseob baru di korea kan tidak apa – apa cari –cari…” Ni ra berubah kesal, lalu dia pergi ke kamar mandi sebentar sambil mengangkat gelas minuman. Tiba – tiba dia tersandung dan jatuh ke kursi sebelah. Matanya membelalak besar menatap ketiga pria yang sedang menatapnya dengan alis menyatu.

“hehehe…maafkan aku..aku tersandung dan minuman ini…!!” ucap nira salah tingkah masih di pangkuan ketiga pria itu.

“sudahlah bangunlah..kau tidak apa – apakan?” ucap salah satu pria sambil menolong Nira berdiri

“yaak wooyongah..kamu tidak lihat aku dan nickhun basah kuyub seperti ini??” ucap salah satu dari mereka kesal

“haiss..kau ini..ayo junho kita kekamar mandi!!” kedua orang itu langsung pergi..”

“aiihh kalian ini….apakah kakimu terluka??” tanya wooyong.

Sekejap Nira langsung kaget mendengar kata – kata itu. “aku pernah mendengarnya” batin Nira

Nira hanya tersenyum dan kembali ke tempat duduknya. Sesekali dia melirik ke arah wooyong, dan kadang – kadang tertangkap mata wooyong dan mereka hanya bisa saling tersenyum satu sama lain. Nira menjadi salah tingkah.

Itulah awal pertemuan mereka kembali. Mereka adalah orang yang sama. Orang yang terbakar hidup – hidup di kastil itu. Aurora lupa kalau mereka sudah terlanjur menjadi mayat hidup, mereka semua tidak akan bisa mati sebelum dunia runtuh.

Nickhun, Junho, Wooyong, taecyeon, Chansung, dan Junsu hanya tersenyum di tempatnya masing – masing.

Apakah Pertemuan kembali akan membawa sebuah cinta itu kembali….

THE END
ah akhirnya selese jughaa…

kekekeke endingnya sesuai imajinasi para reader sendiri yeehh..kekeke
gantung dkit kegna..tp menurutku udah selese
hahahaha

emg author atu ini emg ga jelas banget..

semua cerita selalu berakhir gantung klo aku yang bikin..hihihi

yoohhh yang suka boleh dong jempolna klo yang comment wajib!!hahahah
thx udah mo baca part ini mpe akhir ^^
Kota mati itu awalnya bernama kota Lester, kota penuh kedamaian dan ketentraman. Namun setelah ada sebuah keluarga yang kembali menempati sebuah kastil tua yang sudah lama tidak ditempati di daerah perbukitan kota itu penduduk mulai tidak merasakan kenyamanan. Mereka resah, mereka semua mengira orang baru yang menempati kediaman kastil itu adalah salah satu keturunan pemilik kastil yang dulu pernah terdengar memiliki ilmu hitam yang akan menghancurkan kota – kota yang telah mereka bangun dengan susah payah itu.

Dan ternyata anggapan mereka benar, sayuran – sayuran yang mereka tanami di ladang tiba – tiba mati semua, air menjadi surut dan kering, banyak hewan ternak yang mati secara mendadak dan banyak penyakit yang melanda desa. Karena kejadian itu, muncul beberapa kelompok pemberontak yang dendam dengan orang – orang yang tinggal di dalam kastil. Mereka semua berniat akan menghabisi para penghuni kastil yang mereka kira membawa malapetaka ini semua.

Akhirnya semakin tidak tahan dengan situasi para pemberontak kota itu langsung membunuh semua penghuni kastil, mereka ingin segera mengakhiri semua bencana ini. Mereka menghabisi dari pengawal depan sampai belakang, semua juru masak, pelayan, serta pemiliknya sendiri mereka habisi tanpa ampun. Tapi ternyata mereka semua melupakan beberapa orang yang menyaksikan pembunuhan itu dari balik tembok. Tembok rahasia yang didalamnya ada beberapa pria yang melihat kejadian itu dari lubang pengintaian.

“apa yang mereka lakukan pada keluargaku, apa salah kita!!” ucap seseorang gemetaran yang ternyata adalah nickhun dengan air mata sudah banjir di pipinya.
”nickhun,.. bagaimana ini..bagaimana kalau mereka menghabisi kita?” ucap wooyong ketakutan
“ini bukan salah kita, tetapi mengapa mereka membunuh paman dan bibi.” Geram taecyeon
“, ya tuhan apa salah kita tinggal disini?mengapa mereka melakukan semua ini kepada kita?” junho ikut ketakutan

“bukankah bencana itu memang muncul karena sekarang adalah musim terburuk bulan ini. Bukankah mereka sendiri yang tidak bisa menanggulanginya sehingga membuat semua menjadi kacau dan menyebar menjadi berbagai macam penyakit..” geram chansung juga
“mereka mengira kita memiliki ilmu hitam dan merusak semuanya…” saut junsu

“entah apa alasanya, aku tidak akan membiarkan mereka semua hidup.. aku akan menghabisi mereka semua!!PASTI!!” lalu tersirat kemarahan dan dendam di mata Nickhun.

Nickhun mulai nekat untuk menghampiri para pemberontak itu namun dicegah oleh kelima saudaranya.
“bagaimana mungkin kau bisa menghabisi mereka semua sendirian??bagaimana jika nanti kau yang terluka?” ucap Junho khawatir
“meskipun aku mati, aku tidak akan menyesal sudah menghabisi mereka!!” nickhun mulai nekat keluar tapi dicegah kembali.

“yaak!!apa kau mau mengorbankan dirimu sia – sia!!apa kamu tidak menganggap kami semua!!” bentak Taecyeon, dan nickhun hanya terdiam “aku tau kau dendam, aku tau kau marah, tapi kita semua tidak ingin kau juga ikutan terluka karena mereka!” lanjut taecyeon.
“kita semua akan membantumu!!” ucap wooyong.

“andwe!!aku tidak mau kalian ikut terlibat..aku tidak mau kalian ikut mengorbankan diri kalian karna aku!!”
“Nickhun!!kita saudara!!kakek sudah memberi wasiat kepada kami untuk hidup setia mendampingimu.!” ucap junsu menasehati.

“kita semua hidup disini karna siapa??kita semua kini di sampingmu karna apa??karna kau, kedua orang tuamu, dan kakekmu! Kalian sudah mau menampung kami semua dari kejadian kebakaran yang menimpa di inggris dulu!!kita semua tidak mungkin meninggalkanmu, seburuk atau sesulit apapun. kita semua pasti setia mengorbankan diri hanya untukmu NICKHUN” terang chansung .

Nickhun pun terdiam. Dia langsung membasuh kedua air matanya. “baiklah, kita akan lakukan ini sama – sama. Kita habisi semua penduduk itu karna sudah menghancurkan orang tua kita, KELUARGA KITA!! jangan beri mereka sedikit ampun.!!” lainnya pun mengangguk setuju.

Meskipun ketakutan sudah mengancam di diri mereka sedari tadi namun setelah melihat Nickhun, mereka semua berusaha menjadi berani dan tegar. Mereka semua harus menjadi pembunuh berdarah dingin. Membunuh tanpa ampun. “jangan sampai ada yang mengenali kalian, tutupi wajah kalian dengan cadar. Jika pun ada yang tau seret mereka, bunuh saja mereka semua!!” suruh nickhun.

“baiklah, kita ambil belati yang berada di ruang persembunyian kakek!” suruh junho

Akhirnya mereka semua berpencar dan segera berganti kostum, mereka langsung keluar menghabisi para pemberontak itu tanpa ampun. Dan ternyata pemberontakan itu tidak habis di tempat kastil. Mereka berjumlah sangat banyak, Nickhun dan lainnya kewalahan menghadapi tiap pemberontak itu. Mereka semua langsung turun bukit untuk menghabisi beberapa orang yang lari dari kejaran mereka, jadi terpaksa mereka harus ikut menghabisi semua penduduk. Dari yang termuda sampai yang tertua. Hati mereka benar – benar sudah terselimuti es. Bayi pun mereka buang ke dalam sumur, yang tua pun mereka penggal. Benar – benar sadis. Benar – benar malam itu adalah malam pembantaian. Dendam benar – benar sudah menggerogoti tubuh mereka semua.

Disamping itu ada beberapa gerombolan gadis SMA yang sedang liburan ke rumah salah satu nenek mereka di kota lester. Mereka adalah shunyoung, kyungmin, nira, dan minhyo yang dulunya ternyata bersahabat dekat. Tanpa sengaja pun mereka menyaksikan adegan pembantaian itu dengan mata mereka sendiri. Karna keributan itu terjadi begitu saja akhirnya mereka semua terpisah dan kehilangan satu sama lain.

Shunyoung bertemu dengan taecyeon yang sedang menghabisi salah satu penduduk di daerah hutan, taecyeon langsung menangkapnya. Kyungmin bertemu dengan chansung dan junho ketika menyelinap di sebuah kincir angin. Minhyo bertemu dengan junsu dan nickhun ketika memasukkan para penduduk yang mati itu kedalam sebuah sumur. Sedangkan nira bertemu dengan wooyong ketika nira bersembunyi di bawah meja salah satu rumah penduduk.

Mereka berempat ditangkap dan akan dihabisi oleh para pangeran pembantai itu karena sempat melihat wajah mereka yang sesungguhnya, namun para penduduk luar kota lester tiba – tiba ikut muncul. Mereka datang untuk ikut menghabisi para pangeran pembantai. Mereka datang sebagai pemberontak bantuan yang di mintai tolong penduduk lester. Sebelum Nira, minhyo, kyungmin, dan shunyoung dihabisi, mereka jadi ikutan terseret oleh mereka berenam.

Mereka berempat malah ikut melawan penduduk – penduduk luar itu. Tanpa sadar mereka malah menolong masing – masing pangeran pembantai itu.

“mengapa kau membantuku??” tanya wooyong pada nira yang saat itu sedang menangkis serangan dari penduduk – penduduk luar. “karna aku juga tidak ingin dibunuh di tempat ini!!siapa kau??mengapa kau menghabisi para penduduk??” tanya nira yang sedang berdiri memunggungi wooyong.

“Kyaa..awas!!” teriak minhyo pada junsu yang saat itu akan dipukul dari belakang dan junsu akhirnya bisa menghindar. “yaak!!mengapa kau berteriak?” teriak junsu namun minhyo hanya diam ketakutan

“yaak!!!ambil ini!!” teriak shunyoung sambil memberikan mata pisau yang tergeletak di rumput kepada taecyeon yang sedang dikeroyok penduduk. “minggir kau!!” peringat taecyeon langsung menarik shunyoung di belakangnya. “mengapa kau membantuku?” tanya taecyeon dan shunyoung hanya diam memegangi pakaian taecyeon.

“yaak lepaskan dia!!” teriak junho kepada salah satu penduduk yang sedang menawan kyungmin. Kyungmin memberi aba – aba kepada chansung yang saat itu berada jauh di sebelahnya untuk memukul orang yg menangkapnya di saat tepat, kyungmin terlebih dulu memukul kepala penduduk itu dengan kepalanya dan membuat penduduk itu melepaskan kyungmin. “zraaattt..” chansung langsung menebasnya dari samping. “terima kasih..” kata kyungmin pada chansung.

Setelah pembantaian itu berakhir para gadis itu tetap dibawa mereka semua ke dalam kastil. Mereka dimasukkan ke dalam penjara yang dipisahkan masing – masing sel. Mereka berempat hanya menangis dan merintih kesakitan karena efek perkelahian dan penarikan paksa tadi.

“nickhun apa kau akan membunuh mereka?” tanya taecyeon
“ya!karena mereka bagian dari penduduk – penduduk tadi.”
“apakah tidak ada pengampunan, gadis itu sudah sempat menolong ku, “ ucap wooyong
“iya, gadis itu juga menolong ku,” ucap taecyeon kini
“begitu juga denganku..” ucap junsu

“bagaimana denganmu chansung, junho..” tanya nickhun

“meskipun gadis itu tidak menolongku namun terlihat dia tidak jahat..” jawab chansung. Dan junho mengiyakan.

“mereka semua sudah melihat wajah kita semua..jika mereka dilepaskan pasti mereka akan melaporkan kita semua, dan itu tidak boleh terjadi…”

“jadi…apakah kau akan membunuh mereka atau…” tanya junho

“baiklah, aku akan mengampuni mereka namun mereka harus tetap dikurung di dalam penjara, masing – masing dari kalian yang akan mengurus para gadis itu. biarkan mereka menjadi tawanan seumur hidup di penjara sana.” Tatap nickhun ke semua saudaranya. “Jadi apakah ada yang tidak setuju!!” Kata nickhun menajam, taecyeon dan lainnya hanya menunduk setuju.

“junho awasi mereka semua!!” suruh nickhun kepada junho untuk mengawasi tiap orang.

Karna keputusan nickhun itulah menjadi sebuah bencana bagi dirinya sendiri. Seiring berjalannya waktu nickhun telah ditinggalkan oleh keempat saudaranya. masing – masing dari mereka telah jatuh cinta kepada tawanan itu. Dan junho, junho tidak ingin memberitahukan pada nickhun, karena dia takut Nickhun akan membunuh para gadis itu dan melukai saudara – saudaranya. Para gadis itu pun sebenarnya ragu untuk mencintai pembantai itu. mereka berpikir cinta mereka semua salah, namun tidak demikian ketika masing – masing orang berhadapan dan terkurung dalam situasi kasihan dan peduli untuk kurung waktu yang lama.

Aku tau cinta memang tidak bisa dipaksa dan dipisah, tapi bukankah mereka berjanji untuk setia bersamaku. Bukankah mereka berjanji akan bersamaku. Mereka semua sudah tak mempedulikanku. Ketika aku sedih dan kesepian, mereka kini sudah tidak memperhatikanku. Sudah tidak!!Aku tidak akan melepaskan mereka dari tanganku. Karna mereka semua adalah satu – satunya yang kumiliki saat ini.

Lalu Nickhun berniat mempelajari ilmu hitam kembali yang dulu sempat dia lupakan dari pengasuh kakek buyutnya di inggris. Diam –diam dia belajar dan membuat rencana agar mereka semua dapat berpisah.

Aku mempelajari ilmu yang mustahil bagi mata yang akan melihat. Apakah akan baik – baik saja?

Beberapa bulan kemudian, para tawanan itu masih terkurung di dalam penjara.

“kapan aku bisa keluar dari tempat ini junsu?” tanya minhyo menangis dalam pelukan junsu yang saat itu tangan dan kakinya masih terikat dengan rantai. “mian, minhyo. Aku tidak tau sampai kapan. Tapi aku akan berusaha membebaskanmu!” balas junsu

“taecyeon, apakah aku akan hidup disini selamanya?” tanya shunyoung yang saat itu sedang menangis di pangkuan taecyeon. “jika pun nickhun membiarkan begitu, aku akan menemanimu disini selamanya bersamamu shunyoung!”

“ayolah makan, aku tidak ingin kau sakit!” pinta chansung pada kyungmin yang tidak ingin membuka mulutnya sama sekali. “ aku tidak ingin hidup di penjara selamanya, aku ingin mati saja!!” kyungmin memalingkan wajahnya bersandar tembok dan menangis. “aku mohon makanlah. Jika kau mati bagaimana denganku??” ucap chansung melas.

“nira, apakah kau tidak apa – apa??” ucap wooyong khawatir sambil memegangi tubuh nira yang lemas itu. “wo..wo..youngg~” ucap nira gemetar karna badannya sangat panas. “aku akan cari obat, aku tidak ingin melihatmu tersiksa seperti ini..” wooyong lalu pergi dari tempat itu namun ditahan nira. “temani saja aku disini,”

Empat pasang itu memang sangat tersiksa dengan hubungan mereka yang seperti itu. junho yang sedang mengawasi di luar pun juga tidak tega harus berdiri menyaksikan pemandangan yang menyedihkan itu. di balik itu nickhun juga melihat saudara – saudaraya. Rencanannya akan mulai ia laksanakan.

“Mereka semua akan dibenci tanpa harus membenciku..” ucap nickhun sinis dibalik tembok.

Lalu nickhun langsung melaksanakan rencananya. Dia menyuruh Taecyeon dan lainnya untuk berburu serigala di hutan, dan menyuruh mereka pulang tengah malam saja. Nickhun beralasan ingin memakan daging serigala, maka dari itu mereka harus menangkap hewan itu untuknya.

Setelah itu nickhun akan menghasut nira, kyungmin, minhyo, dan shunyoung. Dengan ilmu yang baru dia pelajari itu, dia akan membuat ilusi dimana dia akan memperlihatkan sebuah kebohongan kepada masing – masing gadis itu.

“kalian keluarlah” suruh Nickhun setelah membuka masing – masing sel dan menyuruh gadis – gadis itu keluar.
“apa yang kau inginkan” kata Ni ra dingin sambil keluar dari sel bersama dengan lainnya.
“dasar picik!!mengapa kau mengurung kami disini lama!!” Shunyoung pun ikut menatap Nickhun dengki.

“diamlah kalian, aku hanya ingin memberikan tontonan menarik kepada kalian”
Nickhun lalu mengeluarkan sebuah gumpalan asap yang didalamnya terdapat gambaran ketika kedua orang tua mereka sedang dibunuh oleh wooyong, chansung, junsu, taecyeon, dan junho. Sesaat mereka berempat sangat kaget melihat ilusi di depan mata mereka. Mereka tidak percaya Nickhun memiliki hal – hal yang ajaib. Tetapi ketidak percayaan mereka tidak hanya sekedar dari melihat ilmu yang nickhun keluarkan tetapi mereka lebih tercengang melihat gambar di balik gumpalan itu.

“A..apa ini..mengapa mereka??” ucap Shunyoung tidak percaya melihat gambaran itu
“percaya atau tidak percaya terserah kalian, yang jelas mereka semua sedang menghabisi orang tua kalian..”
“ti..tidak..tidak mungkin..mengapa junsu…”Minhyo mulai menitikkan air mata
“tidak??bagaimana tidak mungkin!!”
“ini pasti ulahmu..ini pasti kau yang menyuruh KAN!” teriak Nira marah
“aku??buat apa aku menyuruh mereka??apakah tidak mungkin bagi mereka membunuh orang yang akan mengambil kekasih mereka?”
“a..apa??apa yang kau maksud??” tanya kyungmin
“orang tua kalian tau kalian disini. Mereka datang untuk mengambil kalian, dan jelas Taecyon dan lainnya tidak mungkin membiarkan itu terjadi..kehilangan kekasih mungkin akan membunuh setengah jiwa mereka juga..”

“Taecyeon, junho, wooyong, junsu, dan chansung akan tersakiti. Tapi tidak sakit karena aku yang memisahkan mereka tapi mereka sendiri akan sakit karena dibenci oleh gadis yang mereka cintai.”

Gadis – gadis itu benar tidak percaya, namun akhirnya ketidak percayaan mereka benar – benar berubah 360 derajat. Setelah mendengar perkataan nickhun mereka melihat taecyeon, wooyong, chansung, junsu, dan junho muncul di hadapan mereka dengan bersimbah darah. Padahal darah itu adalah hasil dari mereka berburu malam itu.

Gadis – gadis itu benar – benar membenci mereka berlima. Mereka sama sekali tidak ingin menemui taecyeon dan lainnya. Meskipun mereka memaksa masuk ke dalam penjara, para gadis itu mendiamkan dan mengacuhkan mereka. Mereka semua sama sekali bingung dan tidak mengerti dengan perubahan sikap kekasih mereka yang secara tiba – tiba itu. lalu akhirnya perasaan cinta itu berubah menjadi perasaan benci dan dendam,

‘aku tidak tahan..aku tidak tahan..mengapa kalian sangat jahat..” ucap Nira dengan raut wajah mengerikan.

Setelah perasaan benci itu semakin menjadi dan memuncak. Para gadis itu akhirnya membunuh kekasih mereka masing – masing. Mereka membunuh menggunakan rantai yang mereka kenakan masing – masing, mereka mencekik dan memukul kepalanya dengan besi rantai. Begitu juga dengan junho yang masuk ke dalam penjara kyungmin jadi juga ikut dihabisi oleh kyungmin, sama halnya dengan taecyeon.

Mereka berempat sudah merencanakan pembunuhan ini setelah kejadian pembunuhan yang dilakukan kekasih mereka kepada orangtua mereka masing – masing. Perasaan Dendam telah menyelimuti hati para gadis itu, sangat tebal. Dendam memang benar – benar membutakan mata. Tidak pandang bulu meskipun itu adalah seseorang yang dicintai. Dendam memang sebuah senjata pembunuh yang mematikan.

“maafkan aku wooyong. Aku memang mencintaimu tetapi kebencianku melebihi cintaku padamu..” ucap nira terisak menatap wooyong dan mengelus kepala yang berdarah itu.

“kau berjanji akan membebaskanku dari semua ini, tetapi mengapa kau..mengapa kau mengkianatiku..” ucap minhyo menggengam tangan Junsu

“kau bilang akan menemaniku taecyeon. Iya benar..kau akan menemaniku di dalam penjara ini, tapi sekarang aku tidak ingin kau temani!!” shunyoung hanya menatap tajam taecyeon yang saat itu matanya terbuka karna cekikan rantai.

“aku bilang lebih baik aku mati daripada aku harus mati di penjara ini, tetapi sepertinya kau yang lebih baik mati daripada aku!!” kata kyungmin menatap chansung. “dan junho, sepertinya kau tidak salah, tetapi aku tidak tahan melihatmu diam melihat mereka menghabisi orang tua kami!”

Lalu mereka semua membawa masing – masing mayat itu keluar dari penjara yang bisa dibuka setelah kyungmin mengambil kunci dari badan Junho. Mereka meletakkan kekasih mereka di beberapa ruangan agar nickhun tidak tau bahwa mereka yang melakukannya.

Advertisements

8 responses to “‘PRINCE IN CASTLE’ PART 2 ending chapter

  1. Wuih… G30s PKI,, nyeremin pada dibunuh. Bagus2,tp ada beberapa yg blm ngerti *readernya lg loading*. Aku kasih 13 thumbs… ^^

  2. hua.. akhirny keluar jga…
    bagus bget.. bget..
    endingny T.O.P bget…
    g’ nyangka ternyata mereka idup ge..
    kr_in hbisny wktu kastil t dh terbakar,,,,
    eee… ternyata…..

  3. Hmmm…bagus-bagus. Jadi sebenarnya keenam pria itu gak mati dan masih ingat tentang 4 gadis itu?
    terus gimana ceritanya kok bisa satu pesawat? *gak penting banget*
    wah, pas jari-jarinya aurora panjang, yang ada dalam bayanganku kok kuntilanak ya? hehehe…*ketahuan suka film horror*
    anyway, tetep bagus. seru!

  4. Kerren bnget ceritanya.. Tapi kok mr.horvejkul jahat bnget ya dstu..huhu
    aha..aku tau..adegan pas mati” dibunuh cewek” trus ditaruh diruangan itu diambil dari video 2pm intro heartbeat dari SBS Gayo Daejun kan??
    Hehe..keren tuh video.. Mendadak jdi pengen nonton dvd sbs itu lgi..*loh kok*

  5. @Qaleia : jiahahahha G30SPKI..gag ngerti yah??pasti belum bc yg part 1..hihihihihi

    @keyabum_mut2 : hahahha emang ga nyangka..pdahal uda modar dan gag ada harapan sama sekali..eh nongol2 uda ada di 1 pesawat ajah..hihihihihi…gag bingung kan??

    @jovathha : iya…jadi 4 cewek itu dalam hidupya ga pernah inget sama sekali ttg mereka..tp yg cowok selalu inget dr masa ke masa..yah sampai beberapa kali di hapus memori mereka tetep aja takdir..sampai di pertemuan ke tiga namanya jodoh yah ketemu lagi..hihihihi…aku ngebayangin mak lampir malahan..hahahah *sesama pecinta horror

    @arrahyunhorvejkul : ho.o itu dari yg sbs itu..karna itulah aku terinspirasi bkinnya..abisnya yg cocok sepertina mister thai itu..hihihihi..karna ga ada castnya juga soalnya..hahahaha

    @all : yooh buat hihihihh buat comment sm jempolna…thx yorobun….^^

  6. waaaaa daebak thor!! ^_^b
    suka suka suka bgt lah ni ff >.<
    bner2 berbobot critanya,ga gampangan! ditunggu ff2 slanjutnya ya thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s