Hello, Ms. Coordinator ! day 10. end-


Cast:
Kim Ji Yeon (author’s)
All SHINee member
Choi Han Eun (author’s)
Koordinator Cho (author’s)
And others…
Genre : serial

sampai pda akhir Eposide! ^^

Miane semuanya!!!
Ada satu part yang ketinggalan!! Mian ya, jadi pada bingung… hehe ^^
Part yang ketinggalan ada di bagian SHINee goes to schoolnya.. mian mian!!

————————————-

(Kali ini ceritanya dibuka oleh SHINee ^^)
“Hyung!” Jong Hyun memanggil Onew yang sedang asik mendengarkan musik melalui earphone yang menyumpal kedua telinganya dengan baik.
Awalnya cowok itu tidak menyadari Jong Hyun memanggilnya.
Tapi dengan sekali teriakkan, Key berhasil membuatnya mencopot earphonenya.
“Wae? Apa kau tidak puas mengagetkanku sekali saja?” ujar Onew yang memang benar-benar terkejut.
“Siapa suruh hyung pasang volume kenceng-kenceng?” Key membela dirinya sendiri.
Jong Hyun dan Key duduk disebelah kiri dan kanan Onew, dengan wajah yang sumringah.
“Yaa..ya… kenapa wajah kalian begitu?” tanya Onew curiga.
“Ada berita bagus hyung!” jawab Jong Hyun.
“Apa?”
“Hyung sudah dengar acara SHINee goes to school?” Key bertanya balik pada sang leader tak lupa dengan senyumnya.
Onew menggeleng dua kali tanpa suara.
“Ga up2date banget sih hyung! Itu acara live baru kita, lho!” balas Key.
“Ooh..lalu? kalian senang karena akan melihat cewek-cewek berseragam dengan rok mini?” ujar Onew menyepelakan info yang membuat kedua dongsaengnya bahagia.
“Enak aja! Memangnya kami om-om maniak yang suka melihat rok mini seperti hyung?” balas Jong Hyun.
“Siapa yang om-om dan maniak? Lagipula umur kita Cuma beda satu tahun, dasar ‘jongyeon’!” Onew meledeknya dengan menggunakan nama ledekan si jambul kuning.
“Sudah, sudah…” lerai Key sebelum pembicaraan melenceng lebih jauh. “Kok malah berantem sih. Kita kesini untuk membicarakan ‘itu’, kan hyung!” ucapnya pada Jong Hyun.
“Iya, iya.” Balas Jong Hyun. “Jadi begini, di SHINee Goes to School, kita akan tampil di 5 sekolah yang sudah direkomendasikan oleh SM. Dan salah satunya adalah Chung Nam High.” Jelasnya pada Onew.
“Oh…lalu?” balas Onew polos.
Kedua dongsaengnya menatapnya lemas.
“Biar kuulangi hyung, Chung Nam high!” ucap Key sebal.
“Chung Nam high…chung nam..Ah! chung nam high!” akhirnya Onew menyadari kalau itu adalah sekolah Ji Yeon dan Han Eun.
Dan—mungkin—ia menyadari mengapa Jong Hyun dan Key berwajah sumringah karena acara itu.
“Lalu apa yang akan kita lakukan di Chung Nam?” tanya Onew.
“Nah, kita bisa menggunakan acara ini sebagai kesempatan membalas Ji Yeon dan Han Eun!” jawab Jong Hyun semangat.
“Membalas?”
“Bukan seperti balas dendam yang kejam begitu. Tapi lebih tepatnya mengerjai mereka.” jelas Key yang juga terlihat sangat semangat.
“Bagaimana caranya?”
Jong Hyun menjelaskan rencana yang sudah dibuatnya matang-matang bersama Key.
Tapi sesekali Onew memotong penjelasannya dan menambahkan dengan ide gilanya.
Dan saat itu, Key akan menatap sang leader dengan dingin dan tajam.
Membuatnya mengurungkan diri untuk mengeluarkan ide gilanya yang lain.
“Araso?” tanya Jong Hyun selesai menjelaskan.
“Araji!” jawab Onew.
Kali ini wajahnya menjadi sama sumringahnya dengan kedua cowok yang lebih muda itu.
“Ah! kita melupakan Min Ho dan Tae Min! apa kita harus memberitahu si-ga-mau-tau-minho dan si-rada-lemot-taemin?” ujar Key sambil mengangkat telunjuknya agar didengar kedua hyungnya.
“Andwae.” Balas keduanya cepat dan bersamaan.
“Biar mereka ikutan kaget di acara itu. siapa suruh mereka tidak sadar-sadar juga dengan bukti-bukti yang susah payah kita berikan pada mereka.” tambah Onew.
“Aku setuju.” Tambah Jong Hyun. “Siapa suruh mereka lemot gitu?”
Key mengangguk-angguk lalu tertawa mendengar tanggapan kedua hyungnya.
“Oke, kita deal!”
Onew meletakkan tangannya di antara mereka, lalu diikuti oleh kedua dongsaengnya.
Mereka membentuk lambang persetujuan yang mutlak.
Tapi mendadak, “Siapa yang kau sebut si-ga-mau-tau-minho, Key?” ujar sebuah suara dari belakang Onew.
“Dan siapa si-rada-lemot-taemin, Key hyung? Aku tidak lemot kok!” tambah suara lain yang terdengar ngambek.
Ketiganya segera beranjak dari kursi masing-masing ketika melihat Min Ho dan Tae Min disana.
“Lalu apa maksud percakapan kalian tadi?” Min Ho menatap ketiga cowok di hadapannya dengan tajam dan penuh curiga. “Kalian menyembunyikan sesuatu dari kami?”
O o ow!
Akhirnya ketiga cowok itu tau bagaimana perasaan Han Eun dan Ji Yeon saat rahasia mereka hampir terbongkar seperti ini.
Dengan wajah tak berdosa, Onew berdiri dan berjalan melewati Min Ho dan Tae Min.
Tapi dengan kompak, kedua cowok itu menahan perutnya dan mendorongnya kembali ke duduk ke bangkunya.
“Kalian jangan menyalahkan orang yang tidak tau apa-apa, dong. Key dan Jong Hyun yang menyembunyikan rahasia. Aku sih, tidak tau apa-apa.” ucap Onew yang disambut pukulan Key dan Jong Hyun di kedua belah lengannya.
“Kenapa kau jadi tidak gentle begini hyung?” tuntut Jong Hyun.
Onew memandang Jong Hyun sebentar lalu beralih pada Min Ho. “Kalau kami punya rahasia apa mau-mu, punk?” ucapnya pada Min Ho.
“Hyung… ini bukan saatnya untuk Onew condition…” cela Key dengan suara pelan.
“Ahh… Tae Min, kurasa mereka bertiga tidak mau makan siang dengan AYAM GORENG nanti.” Ujar Min Ho yang merasa sedang ditipu oleh ketiga hyung-nya.
Tae Min mengangguk polos, “Ne, lebih baik AYAM GORENGnya kita makan berdua saja, hyung!”
Keduanya menegaskan kata AYAM GORENG dan melotot pada Onew dengan garang.
Yang dipelototi menelan air liurnya dalam-dalam dan membayangkan ayam goreng yang masih hangat di hadapannya.
“Hyung, jangan lakukan itu!” peringat Jong Hyun sebelum Onew lupa diri.
“AYAM GORENG TEPUNG hari ini akan diPERBANYAK DUA PORSI lho…” pancing Min Ho sambil tersenyum-senyum sebelum memenangkan hati Onew. “Jadi, bagaimana Onew hyung?”
“Onew hyung, akan kubelikan ayam goreng 10 kali lebih lipat dari mereka!” kata Key.
“Ne, kalau perlu kubelikan satu peternakan untukmu!” tambah Jong Hyun.
“Onew hyung~ AYAM GORENGmu sudah menunggu di ruangan kita~” panggil Min Ho manis.
Saat ini sang leader sedang mengalami dilemma.
Tapi ternyata nafsunya pada ayam lebih besar daripada rasa untuk menjaga rahasia yang baru dibuat mereka tadi
“Ji Yeon dan Han Eun itu murid SMA dan kita mau membuat kejutan untuk mereka!” kata Onew dengan suara yang lantang.
Tae Min dan Min Ho terlihat terkejut dengan pernyataan sang leader itu.
“MWO!?!?!?” ucap mereka berbarengan.
“Aa! Jinjaya! Kenapa kita bisa percaya pada orang ini!” keluh Jong Hyun.
Ia bersandar pada tembok dengan lemas setelah mendengar ucapan Onew.
“Aku benar-benar kasihan pada Ji Yeon yang disukai oleh orang seperti ini!” tambah Key.
“Yaa! kenapa kau bilang aku suka Ji Yeon?” balas Onew yang sudah mulai sadar.
“Ani. Makan saja ayam-mu itu sampai puas!” ujar Jong Hyun kesal.
Terpaksa ketiganya berbagi rahasia itu dengan Tae Min dan Min Ho.
Terpaksa karena Onew -.-

******************

Beberapa hari setelah seluruh anggota SHINee tau rahasia Ji Yeon dan Han Eun berakt Onew…
(Ji Yeon POV)

“Ji Yeon~”
Menurut kalian, siapa yang akan memanggil namaku dengan nada yang dibuat-buat pagi-pagi begini di depan gerbang sekolah?
Dia berlari-lari kecil untuk mendekatiku dan segera setelah ia tiba tepat disampingku, dipukulnya pelan kedua pundakku.
Ya, siapa lagi kalau bukan Han Eun.
Aku merintih kecil karenanya.
Pukulannya pagi ini paling keras dari yang pernah kurasakan selama ini.
Aku menatapnya tajam.
“Yaa… kalau pagi-pagi ada orang yang menyapa dengan senyum, harusnya kau juga membalasnya dengan senyum. Bukan dengan tatapan seperti itu.” ujarnya.
“Kau pikir siapa yang akan tersenyum padamu kalau kau memukul setiap pundak orang yang kau temui?” tanyaku sebal.
“Hehehehe~” Han Eun tertawa tanpa arti. “Jangan marah-marah gitu dong Ji Yeon, nanti nyunyu ga suka lagi lho…”
“Iya deeeeh.. yang dipeluk sama jeha…” balasku.
“Ooh… Ji Yeon-a… jinja haengbogae! (benar-benar bahagia)” ujar cewek ini seraya memegang kedua pipinya yang memerah.
Astaga, sampai kapan dia mau tersipu malu dengan kejadian itu?
“Oh iya, Han Eun-a apa Key bercerita padamu tentang acara baru mereka?” tanyaku setelah teringat suatu acara yang kesannya disembunyikan tuan Lee dan SHINee dariku.
Jadi merasa dicampakan ;(
Han Eun memiringkan kepalanya seakan sedang mengabrak-abrik isi kepalanya untuk menemukan jawaban pertanyaanku.
Kemudian, “Ani. Dia tidak bercerita apa-apa. lagipula dia tidak mengirimiku sms kemarin.” Jawabnya.
Aku mengangguk mengerti.
Haah.. jadi tambah penasaran nih.
Masalahnya, mereka bahkan sampai membuat rapat tentang acara itu tanpa mengundangku.
“Memangnya kenapa?” tanya Han Eun.
“Kemarin tuan Lee meminta SHINee untuk datang ke kantornya untuk rapat bersama tentang life show mereka. tapi aku tidak diikutsertakan dalam rapat itu. bahkan mereka tidak memberitahuku!” aku mengeluarkan seluruh perasaan dan isi hatiku padanya.
Han Eun menatapku heran karena aku jarang sekali ngambek seperti ini.
Namun kemudian ia malah memanas-manasiku.
“Mungkin sebentar lagi kau mau dipecat, Ji Yeon!” ledeknya.
“Enak saja! Memangnya aku sudah melakukan kesalahan apa?” balasku kesal.
“Telat masuk kantor, sering kabur saat kerja, tidak membanttu hubunganku dengan Jong Hyun. Kalau dihitung-hitung pasti banyak kesalahanmu, Ji Yeon-a.” ucapnya sambil cekikan kecil.
“Yaa! apa maksudmu dengan yang terakhir?!” balasku lagi.
Haah…
Aku menghela napas sejenak.
“Memang sih,” ucapku. “Aku memang melakukan hal yang kau katakan tadi, tapi tidak yang terakhir. Tapi kan, tuan Lee sudah setuju rekomendasiku dari unnie. Kenapa sekarang dia mau memecatku?”
Aku tau Han Eun tertawa kecil tanpa perlu menatap wajahnya.
Aku juga tau ia menggeleng dan mengangkat bahunya. “Hanya tuan Lee yang tau.” Ucapnya.
TENG! TENG! TENG!
ini lagi!
Satu diantara suara yang kubenci.
Bel masuk sekolah.
Pelajaran pertama hari ini matematika lagi…
“Sebaiknya kita bergegas ke kelas. Aku tidak mau hariku semakin buruk dengan dimarahi seonsaengnim!” ucapku pada Han Eun.
Wae?
Wae tuan Lee?
Apa kau benar-benar mau memecatku?

Ucapan Han Eun tadi pagi memenuhi kepalaku hingga siang ini.
Aku bahkan sampai tidak menyadari kalau para cewek di kelasku sibuk membicarakan SHINee.
Entah membicarakan apa tentang mereka, yang pasti para cewek itu lebih heboh dari biasanya.
“DORR!” suara lantang Han Eun tiba-tiba muncul dari belakang sambil mendorong pelan tubuhku. “Aku punya kejutan untukmu!”
Aku menghela napas mendengar ucapannya.
saat ini tubuhku tidak bisa merasa bahagia dengan kejutan apapun.
Han Eun mengeluarkan sesuatu seperti selebaran dari punggungnya
“Chajjan! SHINee goes to school!” katanya dengan girang.
Mataku terbuka lebar saat melihat selebaran itu.
Aku segera merebutnya dari tangan Han Eun.
Selebaran yang berwarna biru laut itu bertuliskan ‘SHINee Goes to SchooL’ besar-besaran dengan foto SHINee di bawahnya.
Lalu pada bagian paling bawah selebaran, tertulis kalimat ‘Be ready high school Shawols!!’.
“Kurasa ini acara baru SHINee yang membuatmu uring-uringan seperti ini.” ucap Han Eun yang sudah duduk di bangkunya.
Aku memperhatikan selebaran itu dengan sangat seksama.
Benar.
Sepertinya memang ini acara yang akan mereka jalankan.
Tapi kenapa tuan Lee tidak memberitahuku?
Bahkan dia sampai sudah membuat selebaran seperti ini!
“Sepertinya aku harus bertanya pada tuan Lee tentang acara ini sepulang sekolah.” Ujarku, lebih pada diriku sendiri.
“Uwoo!” Han Eun yang sedang menatap layar hp-nya terlihat terkejut.
“Kenapa?” tanyaku heran.
“Ini…di situs resmi SHINee diberitakan kalau, acara SHINee goes to school adalah acara kejutan yang langsung diadakan setelah selebaran dibagikan. Tidak ada yang tau sekolah beruntung mana yang akan didatangi SHINee untuk yang pertama kalinya, karena SHINee akan datang dengan tiba-tiba ke sekolah kalian. be ready Shawols!” jelasnya.
Hee?
Mendadak?
Apa maksudnya?
“Maksudmu mereka akan datang ke sekolah-sekolah tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu?” tanyaku padanya.
Han Eun mengutak-atik keypad hp-nya sebelum menjawab pertanyaanku, “Emm.. sepertinya begitu.”
Hah!
Jujur saja, sejak mendapat pekerjaan sebagai koordinator SHINee, aku tidak perlu mengobarak-abrik situs resmi SHINee di computer.
Dan sekarang aku merasa sangat aneh saat mengetahui berita ini di situs mereka.
Rasanya seperti kembali ke gadis SMU biasa yang normal.
“Hmm mereka datang ke sekolah kita ga, ya?” gurau Han Eun yang masih asik menjelajahi situs tadi.
Gurauan itu seperti sebuah alarm yang membangkitkan rasa cemasku lagi.
“Kuharap tidak.” Balasku pada Han Eun.
“Ng? wae?”
“Bertemu Jong Hyun dengan memakai seragam saja sudah cukup merepotkan. Apalagi bertemu yang lain saat memakai seragam ini.” jawabku.
“Oh iya, yang tidak tau hanya Min Ho dan Tae Min ya…” ujar Han Eun polos. “Tapi aku mau memperlihatkan seragam ini lagi pada Jong Hyun~ kyaa~”
‘Forever Love Jong Hyun’nya Han Eun muncul lagi…
“Uhh… jangan pasang tampang menjijikan seperti itu…” kataku dingin.
Tapi Han Eun hanya tertawa kecil padaku.
Jinja…
[“Annyonghaseyo!”] tiba-tiba muncul sebuah suara yang keluar dari speaker di dalam kelas. [“Semua murid diharapkan berkumpul di aula segera. Saya ulangi, semua murid di harapkan berkumpul di aula segera. Keluar dari kelas dengan tertib, ya! Selamat siang!”]
Percaya padaku, entah kenapa suara itu terdengar sangat bersemangat dan gembira.
Ada apa lagi di aula?
“Paling-paling cuma razia mendadak…” ucap Han Eun seakan mengetahui pertanyaan di kepalaku.
Aku mengangguk setuju lalu berjalan keluar kelas tanpa semangat.

Wuah…
Suasana dalam aula sangat ramai dan agak panas.
Padahal ada 6 AC yang menempel di sekeliling atap aula.
Tentu saja, ada berapa murid yang berkumpul di ruangan ini.
Dari kelas 10 sampai kelas 12.
Kurasa ada sekitar 100an orang.
Sebaiknya pihak sekolah cepat-cepat menambah AC di ruangan ini sebelum ada yang mati sesak napas disini.
{Ehem!}
Saat pikiranku sedang sibuk dengan AC-AC di aula ini, seseorang berdeham di belakang mic.
{Selamat siang semuanya!} sapa seorang guru perempuan yang aku lupa siapa namanya.
“Siang…” balas yang lain tanpa semangat.
Siang bolong begini, murid mana yang bisa menyapa gurunya dengan semangat?
{Kenapa lemas begitu?} candanya asal. {Oke, sepertinya kalian sudah mendapat tempat duduk masing-masing.}
Aku mulai berpikir ulang tentang sugesti Han Eun yang mengatakan kalau ada razia mendadak.
Sepertinya tidak.
Karena kami dipersilahkan duduk di bangku-bangku yang sudah dijejerkan dengan rapi sambil mendengar guru—yang kuingat adalah seorang guruBK— yang berdiri di atas panggung.
“Kurasa ini bukan razia.” Bisikku pada Han Eun.
“Mungkin ini jebakan.” Balasnya.
“Paboya.” Balasku cepat dengan gurauan tak lucunya.
Aku dan Han Eun memilih bangku di baris ketiga yang tidak terlalu dekat dengan panggung.
Sementara bangku di baris pertama hanya diisi beberapa murid.
{Kalian pasti heran kenapa dikumpulkan di aula ini kan?} tanya guru itu.
Kudengar beberapa siswa menjawab ‘ne’ dengan cukup lantang.
{Tenang saja, tidak ada razia mendadak kok!} ucapnya.
Benar kan, ini bukan razia.
{Sebenarnya, kami punya kejutan untuk kalian!} guru itu terlihat bersemangat dari bawah sini. {Kalian pasti lelah belajar, kan?}
Kali ini sebagian besar siswa menyetujui pernyataannya dengan lantang, termasuk Han Eun.
{Nah, karena itu, hari ini akan ada kejutan besar untuk kalian! khususnya para siswi!}
DEG!
Oow, kenapa firasatku tidak enak begini.
Semua murid terdengar tak sabaran setelah mendengar kata kejutan berkali-kali dari sang guru.
{Oke, bersiaplah siswi-siswi!}
Oke, aku sudah bersiap-siap.
Kejutan apa yang kalian simpan?
Firasatku semakin tidak enak.
{Mari kita sambut, SHINee!}
“WAAAA~!!!” sambut riuh para siswi setelah mendengar nama SHINee memenuhi seluruh aula sekaligus memekakan telingaku dan melumpuhkan otakku.
Tetapi siswa-siswa tampak tidak begitu tertarik, kecuali SNSD yang datang ke sekolah ini.
SHINee…
Aku sudah budek ya?
Ah…paling salah dengar…
“Oppa! Min Ho oppa!”
Kurasa aku belum budek ataupun tuli.
Para siswi mulai meneriaki nama personel SHINee satu persatu yang belum muncul di panggung.
Hello, soensaengnim~
Anda tidak salah menyebutkan nama kan?
Han Eun memandangku cemas, bercampur gembira, bercampur semangat.
“SHINee, Ji Yeon! SHINee!” ucapnya dengan nada yang merupakan campuran dari perasaannya yang bercampur aduk itu.
{Baby~ naega bara bonenun naega waeirae~}
Suara merdu Jong Hyun mulai terdengar seiring dengan nada lagu yang sudah akrab di telingaku, RING DING DONG.
Kelimanya pun muncul dari balik panggung.
“Annyonghaseyo, Chung Nam high!” sapa Onew.
Sementara Jong Hyun masih melantunkan liriknya.
“You’re in SHINee goes to School!” ucap keempatnya, kecuali Jong Hyun, dengan semangat tepat sebelum lagu Ring Ding Dong memasuki bagian reff.
“Ring ding dong ring ding dong ring
Digi ding digi ding ding ding
Ring ding dong ring ding dong ring
Digi ding digi ding ding ding”
Cewek-cewek mulai menjadi gila dengan berebutan mengisi bangku di baris pertama yang awalnya hampir kosong.
Bahkan beberapa guru menahan mereka agar tidak menempel di bawah panggung.
Kepalaku pusing.
Jantungku berdebar keras.
Teriakan yel-yel lagu Ring Ding DOong dari para siswi disekitarku memperburuk keadaanku.
Ji Yeon!
Mereka benar-benar muncul di depanmu!
“Ji Yeon!” panggil Han Eun. “Ottohge?”
“Menurutmu?” tanyaku balik.
“Mungkin kita bisa berpura-pura menjadi fans mereka juga agar tidak terlihat aneh?”
“Kurasa itu ide yang buruk.” Balasku.
“Lalu?”
“Satu-satunya cara.”
Aku dan Han Eun saling berpandangan.
“Kabur.” Ucap kami bersamaan.
Kami berusaha menerobos kerumunan cewek-cewek yang mengelilingi kami.
Tapi percuma, bagaimana pun usaha kami, kami tetap kembali ke titik awal.
Bagaikan ikan kecil di tengah ombak besar yang selalu membawa ikan itu kembali ke tepi pantai.
“Aw!” rintih Han Eun saat kepalanya terpukul seseorang entah siapa. “Apa mereka sudah gila!?” omelnya sambil mengelus-ngelus kepalanya.
“Kau juga pasti akan berbuat hal yang sama kalau tidak menjadi penata rias mereka, kan?” ujarku.
“Kau juga!” balasnya tak mau kalah.
“Kita tidak bisa keluar dari sini!” Ujarku cemas.
“Tentu saja. Kau tidak lihat mereka seperti berebut kue keju begini?” balas Han Eun.
Yaa…
Kupikir yang hanya berebut kue keju sampai seperti ini hanya Han Eun.
“Ugh!” Han Eun terlihat masih kesal.
“Sudahlah, dia pasti tidak sengaja memukul kepalamu.” Ucapku untuk mendinginkan kepalanya.
“Bukan karena itu! coba lihat Onew!” katanya.
Aku memandang Onew yang terlihat dengan luaran kemeja kotak-kotak merah.
“Itu kan, kemeja yang kupilih untuk Jong Hyun!” kata Han Eun lagi.
Ya ampun…kau masih ingat kemeja kotak-kotak yang kau pilihkan untuk Jong Hyun di day 5 (Baca ya ^^ hehehe)
“Biar saja! Onew ganteng kok, dengan kemeja itu!” balasku sambil menjulurkan lidah.
“Dan satu lagi!” Han Eun menggeram pelan.
“Apa lagi?” tanyaku acuh tak acuh.
“Penata rias mana yang berani mendandani Jong Hyun!? Jong Hyun itu milikku!” ucapnya kesal.
”Han Eun-a, aku sedang tidak ingin beradu mulut denganmu. Jadi sebaiknya kau diam.” Balasku dingin.
Bisa-bisanya anak ini memikirkan hal lain dalam keadaan terdesak seperti ini!
Tanpa kami sadari, lantunan lagu Ring Ding Dong telah berakhir dengan sukses.
Sehingga suara teriakan para cewek kembali jelas terdengar.
{Huff.. ternyata Shawol di Chung Nam high banyak juga ya!} kata Onew memulai percakapan.
Tapi suara hampir tenggelam dengan panggilan-panggilan namanya dari bawah panggung.
{Baiklah, bagaimana kalau kalian duduk di bangku masing-masing, sehingga kami bisa memperhatikan wajah kalian satu per satu?} kata sang leader lagi.
Rayuannya berhasil membuat para siswi kembali duduk di bangku meskipun harus berebutan terlebih dahulu.
Tidak!
Onew tidak boleh melihat wajah cewek lain!
Banyak cewek cantik di sekolah ini~
Andwae~ andwae!
{Nah, lebih enak kan, begini.} ucap Onew ramah sambil tersenyum.
Matanya mulai menjalar dari bangku di barisan pertama paling ujung lalu bergeser ke kanan, naik ke atas sampai ke barisan ke tiga.
Oow!
Dia pasti melihatku!
Aku memperingatkan Han Eun untuk menunduk sampai suara Key terdengar dari mic.
{Annyong!} ujarnya girang.
Aku kembali duduk tegak.
Onew ga liat kan~?
“ANNYONG!” balas cewek-cewek girang.
Dengan hati-hati aku menatap pada Onew.
Tanpa kuduga, ia balas menatapku dan menaikkan alis kirinya sambil tersenyum.
Dia melihatku.
{Kalian pasti sudah tau acara SHINee goes to school, kan?} ucap Key manis.
“NE!!”
{Tentu saja, karena Shawol pasti mengikuti berita terbaru kami, kan?} kata Min Ho.
“NE!!”
{Siapa yang senang kami datang kesini?} tanya Tae Min sambil mengarahkan mic-nya ke arah kami.
Kali ini sambutannya ada berbagai macam.
Ada yang berteriak senang sampai ada yang mengucapkan sesuatu yang tidak jelas.
{Shawol! Kami kesini untuk menghibur kalian!} kata Jong Hyun semangat.
Dia tidak terlihat seperti saat di belakang panggung.
Sosoknya yang menyebalkan berubah menjadi charming.
para penonton kembali riuh mendengar ucapan Jong Hyun.
{Kalau begitu, acara memperkenalkan diri dimulai!} ucap Key memberi aba-aba.
Onew berjalan ke tengah panggung, {Jo neun Leader Onew imnida!}
Ommmmmmmoohhhh~
Dia sangat manis dengan senyum seperti itu!
Yang lain pun sepertinya terlena dengan senyumannya.
Disusul kelima yang lain dengan peragaan memperkenalkan diri yang berbeda-beda.
Aku tidak peduli dengan yang lain.
Saat melihat senyum Onew tadi, aku lupa akan segalanya.
Lupa dengan rencana kabur kami dan lupa bagaimana keempat cowok yang lain memperkenalkan diri.
Onew!!!
{Nah, sekarang kami akan menyanyikan lagu debut kami, Noona Neomu yeppuh!} kata Tae Min.
{Tapi!} tambah Onew. {Kami akan menarik 2 cewek untuk naik ke atas panggung dan menyanyi bersama kami!}
Ucapannya kali ini membuat cewek-cewek berteriak gembira.
Woii.. padahal belum dipilih..
Meski seharusnya aku menghindar dari acara ini, dalam hati kecilku, aku ingin Onew memilihku daripada cewek yang lain.
Onew turun dari atas panggung dengan sekali lompatan dan berjalan mendekati bangku di barisan pertama.
Entah perasaanku saja atau tidak, matanya terus tertuju padaku sampai ia menunjukku sendiri dengan jarinya.
{Neo (Kamu).} panggilnya lembut.
Semua pasang mata cewek menatap padaku.
“Nae..naega?” tanyaku lagi.
“Ne.” jawabnya tanpa melalui mic.
Bagaimana ini?
Aku sangat deg-degan!
Onew menjemputku dari ujung barisan ketiga dan menuntunku ke atas panggung.
Kudengar, para siswi mulai berteriak iri meminta mereka juga diajak ke atas panggung.
Aduuh…
Min Ho dan Tae Min pasti terkejut melihatku!
Tapi anehnya, mereka tidak!
Mereka hanya tersenyum ramah padaku.
Aneh…
Apa wajahku berubah saat aku memakai seragam?
Jong Hyun dan Min Ho meraih gitar dan duduk di kursi yang sudah disiapkan di tengah-tengah panggung.
Key dan Tae Min ikut duduk di samping mereka.
Sementara Onew mempersilahkanku duduk sebelum ia duduk di sebelahku.
Ia juga meraih sebuah gitar dari sisi bangku.
“Annyong, Ji Yeon-a.” bisiknya lembut.
Aku menunduk seketika.
Wajahku pasti memerah!
{Tinggal seorang lagi! Jong Hyun hyung!} kata Key pada hyung yang duduk di sebelahnya.
{Yaa, yang berkuncir satu dengan poni miring.} panggilnya dengan gaya coolnya.
Yaa!
Banyak gadis berkuncir satu dan berponi miring disini!
{Ehem, maksudku, yang memakai kalung berbandul bunga} tambahnya.
Tidak salah lagi, dia memanggil Han Eun.
Awalnya Jong Hyun tidak menatap ke arah penonton.
Tapi setelah Han Eun berdiri, ia menatapnya.
{Ne, neo (kamu).} ucapnya.
Lagi-lagi terdengar suara iri para cewek saat Han Eun berjalan di ke atas panggung.
Apalagi saat ia dipersilahkan duduk di sebelah Jong Hyun.
{Karena kami memanggil dua cewek cantik ke atas panggung, kita akan menyanyikan ‘noona neomo yeppuh’ dengan iringan gitar. Semuanya ikut bernyanyi ya!} ajak Tae Min sambil tersenyum.
Onew membuka nada awal lagu romantis itu dengan lembut, diikuti Jong Hyun yang juga sambil bernyanyi.
Onew tersenyum kearah penonton.
Tapi sesekali wajah manis itu juga tersenyum kepadaku.
Lagu debut mereka itu mulai dinyanyikan bersama seluruh penonton di aula dengan kompak.
Onew-a…
Rasanya seperti Onew menyanyikan lagu itu hanya untukku…

nuh nan neo muh yeh bbeo seo nam jah deul ee gah man ahn dweo
heun deul ree neun keu nyeo ue mam sah sheel ahl goh eet seo
keu nyeo eeh geh sah rang eun han sun gan ue neu ggeem eel bbun
mwoh rah hae doh nah eeh gehn salm ue everything
ah mah keu nyeo neun eoh reen nae gah buh dang seu reo uhn gah bwa
nahl pah rah boh neun nun bee chee mahl hae juh jahn ah
and I think I’m gonna hate it girl
kkeu teh dah gah oo neun geol
gah seum ee mahl hae jun dah nuh gah mwoh rae doh
nuh nan neo muh yeh bbeo
(keu keu nyeo reul boh neun nah neun ) mee chyeo
( hah hah jee man ee jehn jee chyeo )
Replay Replay Replay
Replay Replay Replay

***********************

“Jadi Min Ho dan Tae Min sudah tau?” tanyaku.
“Ne! ini gara-gara Onew hyung!” jawab Key yang disetujui Jong Hyun.
Setelah acara SHINee goes to school di sekolahku berakhir, SHINee segera kembali ke kantor ini.
Begitu juga denganku dan Han Eun yang langsung melesat kesini setelah pulang sekolah.
“Kalian juga bersekongkol dengan tuan Lee untuk acara ini?” tanyaku lagi.
“Ne. kami menyusun acara ini agar kau tidak mengetahuinya.” Jawab Key mewakili semuanya.
Yes!
Jadi aku tidak dipecat kan?
Tidak kan?
Hehehehe.
“Tapi kalian semua jahat! Kenapa merahasiakan ini dariku dan Min Ho hyung?” tuntut Tae Mi.
“Salah kalian sendiri yang terlalu lemot!” balas Jong Hyun.
Key ikut menambahkan ledekkannya pada Min Ho dan Tae Min.
Keempatnya saling beradu mulut, meskipun tidak serius.
“Tapi, tapi!” potongku. “Kalian tetap menerimaku sebagai koordinator kalian, kan?”
Semuanya terdiam, saling memandang satu sama lain lalu tersenyum lebar.
“Tentu saja! Kau adalah koordinator terbaik yang pernah ada!”
Hooh….syukurlah…
Aku ikut tersenyum.
Tersenyum dengan lega.
“Ji Yeon-a,” panggil Onew pelan.
Aku menatap padanya.
“Bisa ikut aku keluar?”
Aku menangguk dan mengikutinya keluar ruangan.
Ia menggiringku sampai ke taman kantor SM yang tentu saja sepi.
“Mwo, Onew?” tanyaku.
Onew mengeluarkan scarf berwarna hijau tua dari balik mantelnya dan mengalungkannya di leherku.
“Ini…”
“Aku tidak bisa seromantis Key atau sekeren Jong Hyun. Aku jadi bingung bagaimana cara memberikan scarf ini padamu.” Ucapnya malu-malu.
aku tidak percaya ini…
“Kau juga menginginkan scarf itu kan?” tanya Onew dengan hati-hati.
Aku menatapnya.
Menatap mata hangat itu.
“Ne! jowahaeyo!” jawabku sambil tersenyum.
Waaa~!
Apa pun yang kau berikan padaku pasti aku akan menyukainya, Onew!
Dengan perlahan, Onew mendekat padaku.
Ia meraih kedua ujung scarf hijau ini untuk menarik wajahku kearahnya.
Sekarang, tidak ada seorang pun yang bisa melihat wajah kami > <
“Kau bisa memanggilku ‘oppa’, sekarang.” Ujarnya lembut.
Aku tersenyum geli, tapi kemudian, aku memanggilnya, “Oppa, Jin Ki oppa.”
Onew semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku.
Aigo!
Apa dia akan menciumku?
“Hyung! Apa yang kau lakukan!?”
Lagi-lagi suara itu!
Salah satu suara yang menempati suara nomor satu yang paling kubenci!
Suara Jong Hyun!
Ia meneriakki kami dari sisi lantai 3
Onew melepaskan scarf-ku dan menatap pada Jong Hyun dengan dingin.
“Hahahahahah!” tawa Jong Hyun menggelegar.
“Yaa~!” ucap Onew garang.
“Yaa! Jong Hyun! Kau pikir masalah ini selesai!? Kalau kau mengganggu lagi, tidak ada makan malam untukmu!” ancamku kesal.
Dasar!
Merusak suasana saja!
Jong Hyun menjulurkan lidahnya padaku lalu menghilang dari hadapan kami.
Ughh!!
Ingin rasanya kutendang-tendang wajah anak itu!
“Ji Yeon.” Panggil Onew.
Aku berbalik badan ke arahnya.
Dan tepat pada saat itu, bibir lembut Onew mendarat di atas pipiku dengan kilat.
“Saranghae~” bisiknya, kemudian tersenyum menatapku dengan wajahnya yang memerah.
Oppa!
Apa ini mimpi!?
Kalian tidak perlu mendengar apa jawabanku, kan?
Kalau begitu, scene selanjutnya adalah privasiku ^^

(Sementara itu Han Eun)
”Han Eun-a, aku sudah jahat memintamu untuk menjauh dari Jong Hyun. Tapi aku sadar, aku yang seharusnya merebutmu darinya.”
Cewek itu diam seribu bahasa mendengar ucapan Key.
Apa benar Key masih mengejar-ngejarnya?
Kemudian ia tersenyum iseng, “Coba saja kalau bisa! Aku akan tetap mencintai Jong Hyun oppa!”
“Lihat saja nanti! Aku tidak akan kalah!” ujar Key tak mau kalah.
Keduanya tertawa pelan.
Meski nanti Key tidak berhasil mendapatkan Han Eun, mereka yakin bahwa mereka akan terus menjadi sahabat.
Begitu juga dengan Key dan Jong Hyun.
Tidak ada yang lebih indah dari sebuah persahabatan yang menyayangi satu sama lain 🙂

“Ji Yeon! Bajuku dimana, ya?” tanya Min Ho.
“Ne, segera kubawakan!” balasku.
“Ji Yeon, ambikan susuku dimeja!” pinta Tae Min.
“Ne!”
Entah cuma perasaanku saja atau tidak, semenjak mereka mengetahui rahasiaku, nada bicara mereka jadi lebih kurang ajar dibandingkan dulu.
Sekarang aku tau kenapa tuan Lee memintaku untuk berpura-pura menjadi wanita berumur 21 tahun!
”Ji Yeon!” panggil Han Eun.
“Ji Yeon-a!” panggil Key.
”Ji Yeon!”
”Ji Yeon!”
“YAA!” akhirnya aku meledak. “Ji Yeon, Ji Yeon! Aku cuma ada satu. Pokoknya yang tidak selesai bersiap-siap dalam waktu 15 menit lagi, latihan gymnya akan kutambah!”
“Ne, ne Ji Yeon!” ucap semuanya patuh.
Tiba-tiba saja, mereka melakukan segala hal dengan cepat.
Hah!
Rupanya aku masih dihormati disini!
Jangan macam-macam denganku ya!
Hehehe.


***

Unnie, kisahku tidak berakhir disini.
Gumawo karena unnie telah memberikanku kesempatan untuk mendapat pengalaman berharga bahkan namjachingu yang kuidam-idamkan selama sebulan.
Aku jadi semakin ingin cepat-cepat lulus SMA dan meneruskan pekerjaanmu sebagai koordinator mereka
Dan kupastikan, aku akan sangat betah mengurus kelima personel SHINee itu bersama Han Eun.
Unnie, kamu baik-baik saja kan di Perancis?
🙂

The End-

Wait for Han Eun special story ^^

Advertisements

38 responses to “Hello, Ms. Coordinator ! day 10. end-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s