did i fallin in love?!

Author : Keychand

Cast : Choi Minho, Park Minhyo

Rating : PG-13

Length : Oneshot

Genre : Romance

Credit song : when i fall – afterschool

——————————————————————–

Aiiish! Sudah jam 11 malam tapi pekerjaanku masih belum selesai juga. Banyak sekali barang yang datang hari ini, mana yang lembur hanya aku seorang. Aiiish! Beratnya hidup ini!

Aku terus berkutat dengan bahan-bahan menu di café sendirian hingga waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam. Dan akhirnya pekerjaanku selesai juga, aku mengelap peluh yang ada dikeningku dengan punggung lenganku dan menghela nafas panjang.

“let’s go home, Park Minhyo!” seruku pada diri sendiri, aku beranjak keruang depan café dan mengecek kembali semuanya, setelah merasa aman aku beranjak menuju ruangan loker pegawai dan mengambil tasku.

Aku berjalan meninggalkan café dan berjalan menuju halte bus, berharap masih ada bus yang beroprasi di malam larut begini. Kurapatkan jaketku dan memasukkan kedua tanganku kesakunya menahan dinginnya malam.

Aku berjalan melewati sebuah gang yang hanya diterangi lampu jalan yang remang-remang. Aku terus berjalan sampai aku merasa ada yang mengikutiku dari belakang. Aku menghentikan langkahku dan berbalik kebelakang. Lihat minhyo?! Tidak ada siapapun dibelakangmu!

Aku kembali berjalan dan lagi-lagi merasa dibuntuti, dengan tiba-tiba aku berbalik kebelakang. Dan yap! Tertangkap kau hai penguntit! He?kenapa penguntit yang ini tampan?apa ia stok baru yang dikeluarkan bos penguntit?

“nuguseyo?” tanyaku ketus, ia masih terdiam. Biarpun gang itu cukup gelap, tapi aku masih bisa melihat wajahnya dengan bantuan cahaya dari layar ponselku,hehe.. hebatkan aku?! 😛

“kenapa kau berjalan sendirian digang gelap seperti ini?” ia malah balik bertanya padaku, dan sama-sama dengan nada ketus.

“aku baru selesai lembur, kau sendiri?!kenapa membuntutiku,huh?!” jawabku sekenanya dan kembali bertanya padanya.

“aku melihatmu berjalan sendiri melewati gang ini, jadi kuikuti karna takut kau diganggu” jelasnya datar.

“huh?! Berlagak pahlawan kah?hebat sekali” seruku ketus, aku menutup flip ponselku dan membuat wajahnya jadi tak terlihat karna gelap.

“pulanglah, aku bisa pulang sendiri..” seruku datar, aku berbalik bersiap kembali berjalan meninggalkannya. Tapi tiba-tiba saja sebuah tangan menahan langkahku.

“biar kuantar, tak baik seorang yeoja berjalan sendirian ditengah malam seperti ini..” serunya menarikku menuju mobilnya mungkin?!Entahlah.

“minho imnida..” ucapnya pelan seperti bergumam saat diperjalanan. Aku yang tak mendengar dengan jelas merasa kalau ia menyebut namaku.

“MWO?!Kenapa kau tau namaku,huh?!” bentakku agak ketakutan. Ia menoleh kearahku bingung.

“hah?siapa yang tau namamu?menyebutkan namamu sendiri saja belum” serunya bingung,

“lalu kenapa tadi kau menyebut namaku,huh?” tanyaku agak meninggi.

“siapa yang menyebut namamu?! Kubilang MINHO! M-I-N-H-O! Choi Minho!” jawabnya kesal, ia melafalkan namanya dengan jelas seperti tengah mengajarkan anak TK membaca huruf. Aku langsung mengerut ditempatku duduk. Sial! Bisa-bisanya aku sampai salah dengar!

“habis tadi kau menyebutkannya pelan sekali, mana bisa kudengar dengan jelas. Namaku Park Minhyo!” balasku tak mau kalah, dan akhirnya kusebutkan namaku.

“ternyata nama kita memang hampir sama..” ucapnya datar. Aku hanya mendengus mendengarnya dan memalingkan mukaku darinya.

“kau ketus sekali, dari tadi selalu saja berbicara dengan nada ketus dan dingin..” protesnya dengan wajah datar.

“apa maksudmu,huh?!” tanyaku ketus, aku menatap tajam kearahnya.

“kau benar-benar dingin dan ketus, tak seperti yeoja yang seharusnya. Setidaknya sunggingkan sedikit senyuman dibibirmu itu, agar kau terlihat lebih manis..” jelasnya santai masih terus menyetir mobil.

He?apa maksudnya menyuruhku tersenyum? Yah! Kuakui aku memang orang yang ketus dan dingin, aku orang yang sulit bergaul dengan lingkungan.

“kenapa diam saja?” serunya memecah lamunanku, aku mengerjap bingung dan menatap polos kearahnya.

“anni” jawabku akhirnya, aku kembali terdiam dan memandangi jalan yang sudah sepi dan hanya diterangi lampu jalan dan bulan juga bintang yang terpasang dilangit.

“kau pasti belum punya namjachingu..” serunya lagi yang berhasil membuatku tertohok. Apa maksudmu heh?!

“MWO?!” tanyaku kaget, ia mengangguk santai dan menoleh kearahku melempar senyum innocentnya.

“ne, biasanya kalau yeoja yang ketus dan dingin itu karna dia tidak pernah punya namjachingu. Makanya dia seperti nenek lampir yang tidak punya hati, karna hatinya terlalu beku karna lama tidak merasakan hangatnya cinta..” jelasnya panjang lebar yang berhasil mengingatkanku pada dosen sastraku dikampus dulu, benar-benar romantis yang amat tak kumengerti.

“maksudmu aku seperti nenek lampir,heh?!” tanyaku bersiap menerkam. Ia mengangguk santai dan kembali fokus pada jalan didepannya.

“aissh! Sialan kau! Seenaknya menyamakanku dengan nenek lampir!” teriakku kesal, ia hanya tertawa renyah menanggapi kemarahanku ini. Aiiish! jinja!!!

Kuakui, aku memang tak punya pacar dan belum pernah pacaran sama sekali! Dan aku tak tau bagaimana rasanya jatuh cinta. Aku menoleh kearahnya yang masih tertawa lepas. Ia terlihat manis sekali saat tertawa begitu. Aiiish! Kenapa aku jadi berfikir seperti ini, dan kenapa jantungku rasanya berdegup cepat sekali. Apa aku terkena serangan jantung? Aiiish! Shiro!

*

“annyeong..” sapa suara seorang namja. Aku yang tengah sibuk merapikan uang dilaci langsung menoleh keasal suara. Dan betapa sialnya saat kulihat ternyata namja itu adalah CHOI MINHO yang sudah berani-beraninya menyamakanku dengan NENEK LAMPIR!

“mau apa kau kesini?” tanyaku dingin mencoba menahan emosi.

“hei, aku ini pelanggan, perlakukanlah aku dengan baik..” serunya dengan senyum licik. Aiiish! Jinjja! Awas saja kau CHOI MINHO!

“mau pesan apa?” tanyaku semakin ketus.

“satu nenek lampir dengan hatinya..” serunya santai, aku membelalakkan mataku,

“apa maksudmu CHOI MINHO?!” tanyaku menekankan saat pelafalan namanya. Tapi ia malah kembali tertawa renyah sama seperti malam.

“aku ingin mengajakmu jalan-jalan..” jelasnya disela-sela tawanya, aku menaikkan sebelah alisku.

“aku akan membayarmu dengan gaji lebih besar dari yang kau dapatkan dicafe ini selama satu hari lembur” tambahnya seolah mengerti maksudku. Berfikir aku gila uang? whatever! toh aku tak melakukan hal tercela atau hina. Ini soal bisnis dan hidup!

“baiklah, aku ambil tas dulu..” jawabku akhirnya. Aku mengambil tasku dan setelah itu menghampirinya yang sudah bersender pada pintu mobilnya. Ia tersenyum kearahku dan beranjak membukakan pintu untukku. Aku hanya masuk kedalam mobil tanpa mengucapkan kata terimakasih atau melemparkan senyum ala ‘yeoja ramah’ yang biasanya kalian lihat ditv.

“sudah siap?” tanyanya sambil memasangkan safety beltnya. Aku hanya mengangguk mengiyakan dan ia pun menancap gas meninggalkan café itu.

*

Ia memarkirkan mobilnya didepan sebuah gedung OLAHRAGA?! Dia mau mengajakku jalan-jalan atau berolahraga?

“ayo masuk..” ajaknya mendahuluiku memasuki gedung itu, aku yang masih bingung hanya mengikutinya dari belakang.

“duduklah disini, dan perlihatkan aku terus ya..” perintahnya memaksaku duduk dibangku jajaran penonton. Sedangkan ia berjalan meninggalkan aku, beberapa menit kemudian ia kembali dan memasuki lapangan dengan kostum pemain BASKET?!

Aku terus memperhatikannya bingung, ia menoleh kearahku dan tersenyum manis diikuti dengan kedipan matanya yang berhasil membuat kedua alisku terangkat bingung.

Peluit tanda permainan dimulai sudah berbunyi. Minho mulai memperlihatkan keahliannya dalam bermain basket, aku terus memperhatikan setiap gerakannya. Boleh juga dia, ternyata tak seburuk yang kukira. Sudah hampir 10 menit permainan berjalan dan skor yang dicetak oleh minho sudah banyak. Dan setiap kali ia berhasil menshoot bola ia selalu melakukan gerakan mencium telunjuk tangan kanannya dan mengacungkannya keudara layaknya pemain bola saat berhasil menjebol gawang lawan.

Dan setiap ia melakukan itu aku selalu menepuk jidatku bingung campur malu. Aiiish! Anak ini! Ditambah lagi ia selalu mengedipkan matanya kearahku. Dan itu membuatku semakin jijjik melihat kelakuannya itu. Huueekkk >.<

(tapi sebenarnya dalam hatiku jujur aku sangat senang dan jantungku berdebar kencang tiap melihatnya tersenyum padaku,,aiish! sebenarnya kenapa aku inih?!)

Dan akhirnya peluit tanda permainan berakhirpun berbunyi. Minho berjalan menuju tempat dudukku dan tiba-tiba saja dia mengulurkan telapak tangannya. Aku menatap bingung kearahnya,

“minum…” serunya kemudian.

“ya! aku ini bukan asistenmu yang selalu menyediakan minum dan handuk untukmu sehabis kau bertanding!” seruku kesal. Lagi-lagi ia hanya tertawa renyah dan berjalan menuju tumpukan botol mineral dan handuk kering. Mengambil dua botol dan satu handuk dan kembali berjalan kearahku.

“belajarlah memperhatikan orang lain, walaupun aku ini bukan namjachingu-mu..” serunya sambil melempar satu botolnya padaku.

“huh?!mencoba mengguruiku?!hebat!” seruku ketus. Tapi ia hanya mengacak rambutku lembut dan berjalan meninggalkanku. Dan entah kenapa rasanya jantungku kembali berdegup kencang saat melihatnya tertawa seperti itu dan mengacak rambutku, hatiku juga jadi bergejolak karnanya. Aiiish! Ada apa denganmu Park Minhyo?!

Beberapa menit kemudian ia sudah kembali dengan pakaiannya semula. Ia berjalan kearahku dan mengajakku keluar darisana. Aku menurutinya dan ia terus mengajakku berjalan menyusuri jajaran pertokoan yang rata-rata adalah toko souvenir dan aksesoris.

Aku terus berjalan disampingnya yang sesekali menunjuk barang-barang yang dipampang dietalase dan mengomentarinya, sedangkan aku?Aku hanya mengangguk kalau setuju atau menggeleng kalau tak setuju. Selebihnya hanya diam dan melipat kedua tanganku didada.

“tak bisakah kau sedikit ceria atau ekspresif ?” tanyanya tiba-tiba menghentikan langkahnya. Aku ikut menghentikan langkahku dan menoleh bingung kearahnya.

“maksudmu?”

“daritadi kau hanya diam, mengangguk, dan menggeleng. Tak bisakah kau mengeluarkan sepatah kata saja padaku?! Aku merasa tengah berjalan-jalan dengan robot super ekslusif. Padahal dari tadi aku mencoba ramah dan akrab padamu!” serunya agak emosi. Aku menatapnya dari atas sampai bawah, ada apa dengan namja bernama CHOI MINHO ini?!

“kau kesal karna aku tak menanggapi ucapanmu?” tanyaku datar, ia membelalakkan matanya menatapku.

“mianhaeyo minho-ah, tapi aku tak bisa seperti yeoja lain yang selalu tertawa riang saat ditunjukkan barang-barang seperti boneka atau lainnya..” jelasku kemudian. Ia menghela nafas panjang dan berkacak pinggang dihadapanku memandang langit sesaat.

“baiklah park minhyo, ayo kita lanjutkan acara jalan-jalan kita. Jangan sampai kau makan gaji buta..” serunya menarik tanganku kembali berjalan menyusuri pertokoan.

Tiba-tiba ia kembali menghentikan langkahnya dan menarikku masuk kedalam toko boneka. Ia mengambil satu boneka teddy bear besar berwarna putih. Bulunya halus sekali kelihatannya. Ia melepas genggaman tangannya dan beralih memeluk boneka itu erat.

“haah~ empuknya..” serunya manja, wajahnya terlihat seperti kanak-kanak sekali, dan tanpa sadar aku tersenyum melihat tingkahnya itu. Dan lagi-lagi kurasakan jantungku berdegup cepat, aiish! Jinja! Aku harus periksa setelah pulang dari sini1

“minhyo-ah, lihat ini, neomu kyeopta.!” Serunya memamerkan boneka itu. Aku tersenyum kearahnya dan mengangguk menyetujui. Ia tersenyum lebar dan kembali memeluk boneka itu.

Ada apa sih denganku?kenapa jantungku terus saja berdegup kencang dan hatiku bergejolak tiap melihat wajahnya yang tersenyum manis itu?! Kata orang ini tanda jatuh cinta, tapi apa mungkin?!

Setelah puas bermain-main dengan boneka itu, minho kembali menarik tanganku memasuki sebuah toko aksesoris. Ia menuju stand berbagai macam topi, dan mencoba salah satunya. Ia mengambil satu topi dan memakainya, so hiphop yeah!

“ottokhaeyo minhyo-ah?” tanyanya memamerkan topinya padaku. Beberapa waktu aku memperhatikannya, dan mengangguk mengiyakan. Ia beralih menuju stand berbagai bando. Dan mengambil satu bando berbentuk kucing padaku. Kenapa harus kucing?!

“neomu yeppoda..” serunya lantas menatapiku lama dengan senyuman manisnya. Aku yang tak terbiasa diperhatikan seperti itu oleh seorang namja langsung menunduk, aku jamin mukaku sekarang berubah merah padam, gara-gara malu tentunya.

Akhirnya ia membeli dua benda itu –topi dan bando- dan menyuruhku memakainya. Hey ayolah! Aku tidak yakin dengan bando itu, kau fikir aku ini yeoja yang menjadi salah satu member girlband yang wajahnya sangat manis itu?! Aku ini hanya Park Minhyo yang berkacamata.

“tak usah malu, kau sangat cantik dengan bando itu..” serunya dengan melempar senyum manisnya padaku. Aiiish!baiklah, demi kelancaran acara jalan-jalan kami dan kesehatan jantungku yang selalu dibuatnya berdegup kecang, kusetujui ucapannya dan balas tersenyum padanya.

“kajja,kita makan es krim..” serunya senang lantas menarikku menuju sebuah kedai es krim. Aku memesan es rasa strawberry dan ia memesan rasa chocolate. Setelah es krim itu dihidangkan tak ada satupun diantara kami yang berbicara, terutama aku. Aku hanya diam menghabiskan es krimku dan sesekali melirik kearahnya yang terus-terusan tersenyum senang.

Jinjja! Ottokhaeyo?! Sepertinya aku benar-benar menyukainya, aku menyukainya saat pertama kali melihatnya tertawa dimobil itu. Bisakah disebut fallin in love at first sight? Ah, apa peduliku. Aku hanya bisa menikmati pemandangan seorang namja yang dengan lahapnya tengah menikmati es krimnya dan sesekali tersenyum senang kearahku. Jinja! Choi minho! Kau sudah membuatku merasakan jatuh cinta!

Kalau benar ini mimpi, aku berharap tak pernah bangun dan terus berada dalam kebahagiaan ini. Ya! Choi Minho! Nan neomu jowaeyo! Bisakah kau berikan hatimu itu untukku?!

*

“kita pulang saja, kau pasti sudah lelah..” ajaknya kemudian. Aku mengangguk mengiyakan, kami berjalan menuju pintu keluar. Tapi sialnya hujan turun cukup deras, dan bodohnya lagi aku tidak membawa jaket atau payung. Berharap aku akan melakukan adegan di drama-drama itu?Jangan harap.!

“kenapa harus hujan?!” protes minho kesal, aku melirik kearahnya yang kini tengah melepas jaketnya. Aiish! Jangan sampai!

“ayo!” serunya kini sudah berdiri disampingku dan memayungiku dengan jaketnya.

“tak usah, aku berlari saja, ayo!” aku menepis jaketnya dan berlari mendahuluinya menerjang hujan. Tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang menarikku hingga aku hampir terjatuh, dan akhirnya aku pun terjatuh. Ya, terjatuh kedalam pelukan CHOI MINHO, aiish! Sial!

Tapi kenapa rasanya nyaman sekali, rasanya hangat dan nyaman. Terasa aman dan menenangkan, untuk sekejap aku menikmati perasaan ini, membiarkan rasa sukaku semakin bertumbuh padanya. Hey! Ayolah minho-ah, tak bisakah kau menyadari bahwa aku menyukaimu? Aku janji akan selalu menunggumu sampai kau merasakan hal yang sama denganku.

“ayo!” serunya menarikku berjalan, dan bodohnya aku hanya bisa menurutinya berjalan dengan terburu-buru menerjang hujan hingga kami bisa kembali masuk mobil.

“aiiish! Sial! Jadi basah semua!” pekiknya kesal, ia melemparkan jaket basahnya ke jok belakang dan mulai menyalakan mobil menuju apartemenku.

Aku terus memperhatikannya yang kini tengah sibuk menyetir, wajah seriusnya benar-benar tampan. Kutelusuri setiap lekuk wajahnya. Oh Tuhan! Betapa kuasanya engkau bisa menciptakan makhluk setampan ini, bisakah aku memilikinya. Aku janji akan selalu ada disampingnya dan menjaga cintanya padaku. Aku benar-benar jatuh cinta padanya, Tapi kenapa harus dengan namja yang seenaknya menyamakanku dengan nenek lampir.! Aiiish!

“sudah sampai! Gomawo untuk hari ini!” serunya memecah lamunanku, aku mengerjapkan mataku dan menatap padanya dan tanpa sadar aku menyunggingkan senyumanku padanya.

“cheonmaneyo..” jawabku kemudian hendak keluar dari mobil,

“minhyo-ah..” panggil minho menghentikanku, aku menoleh kearahnya.

“kalau sudah masuk apartemen cepat ganti bajumu dan minum coklat panas..” serunya dengan senyuman manis terpasang diwajahnya. Aku hanya mengangguk mengiyakan dan hendak keluar dari mobilnya tapi ia kembali memanggilku.

“apa lagi minho?”

“gomawo untuk semuanya, maaf kalau aku membuatmu kesal sejak kemarin…” ucapnya dengan wajah menyesal. Kenapa dengannya?seperti yang tak akan bertemu lagi saja.

*

“onnie!”seru seorang yeoja saat memasuki café tempatku bekerja. Sontak aku menoleh kearahnya, ia berjalan cepat kearahku.

“ini..” ia menyodorkan ponsel berwarna hitam yang kuyakin bukan miliknya, aku menatapnya bingung dan menerimanya. Setelah itu ia langsung berjalan meninggalkan café tanpa berkata apapun.

Aku menatapi ponsel hitam itu dengan bingung, apa maksudnya yeoja itu memberikan ponsel ini? Dia ingin memberiku hadiah? Mewah sekali hadiahnya, dapat uang darimana dia?! Lagipula kenapa harus diberikan padaku?!

‘JoJo! seulpeun eumagi heureul ttae neol saenggakhae (eh eh eh)‘

tiba-tiba ponsel yang kugenggam bergetar, dengan ragu aku membuka flipnya dan mengangkat panggilannya.

“yoboseo..” ucapku ditelefon.

“ya! lama sekali mengangkatnya..” teriak seorang namja yang menelfon, sampai-sampai aku harus menjauhkan ponsel itu dari telingaku.

“mian, nuguseyo?” tanyaku menahan kesal.

“ini aku nenek lampir, tumben sekali kau tak mengamuk kuteriaki..” serunya santai. Apa?! Jadi orang yang menelfon dan meneriakiku ini CHOI MINHO?!

“Ya!choi minho! Kenapa kau bisa menelfonku,huh?!” tanyaku kesal. Tapi ia hanya tertawa puas mendengar omelanku.

“sudah, dengarkan aku saja! Aku tak punya waktu lagi!” perintahnya menghentikan tawanya, aku hendak menyela ucapannya tapi ia sudah melanjutkan ucapannya.

“mianhae, dari kemarin aku sudah membuatmu kesal. Sebenarnya aku hanya ingin membuatmu bisa tersenyum lepas, tapi rasanya sulit sekali. Selama ini aku selalu melihatmu yang hanya bisa tersenyum pada segelintir orang, …” jadi selama ini ia selalu memperhatikan aku?!

“hei, tunggu-tunggu! Apa maksud ucapanmu itu huh?!” teriakku diponselnya, ia seperti terburu-buru sekali.

“mianhaeyo minhyo-ah, aku memang pengecut karna harus mengucapkannya lewat telfon, tapi waktuku sudah habis. Aku harus cepat pergi..”

“apa-“

“Nan neomu jowaeyo..” serunya membuat ucapanku terpotong. Aku terpaku ditempatku sekarang, tak pecaya dengan ucapannya. Dan setelah ia mengatakannya telefon kami langsung terputus. Aku bingung dengan keadaanku sekarang.

Minho menyukaiku? Apa aku tidak salah dengar? Tapi kenapa dia seperti mau pergi?! Terburu-buru sekali. Ah! Mungkin ia hanya bercanda, tak usah dipikirkan Park Minhyo! Kembalilah bekerja.

‘drrt…drrtt…’ tiba-tiba ponsel itu bergetar dan menunjukan satu pesan masuk. Aku langsung membacanya.

’mian, tapi pesawatku sebentar lagi take off. Aku masih berhutang gaji padamu, tapi aku harus pergi ke jepang untuk sementara waktu. Aku janji, 2 tahun lagi aku akan datang untuk membayar gajiku dan menagih jawabannya padamu! Tunggu aku Park Minhyo!

Nan neomu saranghaeyo^^ ‘
Aku terhenyak membaca pesan yang kuterima itu. Ini pesan dari Minho! Jadi dia benar-benar menyukaiku?Aigoo~ ternyata cintaku tak bertepuk sebelah tangan. Minho menyukaiku juga..

Tapi kenapa harus lewat telefon dan pesan?tak bisakah ia datang dan mengatakannya langsung padaku? Dan kenapa harus langsung pergi begitu saja?! Malang sekali nasibmu Park Minhyo! =3

*

2 tahun..

“gomawo, lain kali mampir lagi…” seruku dengan ramah pada pelanggan yang baru saja membeli. Kupasang senyum termanisku pada para pelanggan yang datang. Yah, entahlah, sekarang aku jadi lebih ceria dan tidak ketus seperti biasanya.

“annyeong haseyo..” seru seorang namja sopan. Aku menoleh kearahnya dan betapa terkejutnya saat kudapati namja itu adalah CHOI MINHO.

“Minho-ah?!” seruku kaget, ia hanya tersenyum manis dan melambaikan tanganya padaku. Aku tersenyum senang melihatnya sudah pulang. Kenapa aku bisa senang?entahlah, rasanya aku sangat rindu padanya.

“apa kabarmu?” tanyaku saat kami sudah berpindah tempat menjadi disebuah taman dekat café. Kami duduk dibangku panjang yang ada dibawah pohon yang rindang, saat ini tengah musim semi, jadi bunga-bunga tengah bermekaran dengan indahnya.

“baik, kau sendiri?” tanyanya balik, entah kenapa suasana jadi terasa canggung, padahal kami sudah saling kenal.

“baik..” jawabku singkat.

“ya, kau memang terlihat sangat baik sekarang. Wajahmu terlihat lebih manis dengan senyuman itu. Aku senang kau bisa tersenyum manis seperti itu..” serunya lantas melihat kearahku. Aku langsung tertunduk malu dibuatnya, tiba-tiba ia memasangkan sebuah bando padaku.

“eh?” aku menoleh kearahnya dengan bingung, ia hanya tersenyum menatapku yang sekarang sudah memakai bando kucing sama seperti waktu itu.

“aku merindukanmu minyo-ah~” ucapnya lirih, dan rasanya sekarang hatiku jadi panas dan bergejolak mendengar ucapannya itu, aiish! Perasaan itu muncul lagi,,benar-benar kau Choi Minho!

“hmm,, na do.. neomu bogoshippoyo..” jawabku menyunggingkan senyuman termanisku padanya. Ia balas tersenyum padaku dan kini beralih memandangi hamparan bunga yang cantik dihadapannya.

“rasanya lama sekali aku tak merasakan udara sesejuk ini..” serunya lantas menghirup udara sekuat-kuatnya. Aku mengikutinya memandangi hamparan bunga dan tersenyum,

“rasanya lama sekali aku menunggu kedatanganmu..” tanpa sadar aku mengucapkan kata-kata itu. Hingga akhirnya kami berdua tenggelam dalam diam.

Dan tiba-tiba saja aku merasakan pipiku hangat, dan ternyata minho mengecup pipiku tadi. Aku menoleh kearahnya dan membuat wajah kami hanya berjarak tak lebih dari 5 senti. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang hangat, aku juga bisa melihat matanya yang bulat itu, ia amat tampan. Lebih tampan dari 2 tahun yang lalu. Aiiish~ apa yang kau pikirkan minhyo-ah!

“nan neomu jowaeyo..” ucapnya lembut tepat dihadapanku.Aku mengedipkan mataku berkali-kali mencoba mencari ketulusan dari sorot matanya, ia amat serius menatapku, tapi tetap lembut dan hangat.

“kau tau..” aku mulai berucap padanya.

“selama ini, aku selalu berharap akan ada namja yang datang padaku dan menyatakan perasaan cintanya padaku. Tapi harapan itu kosong, aku tak pernah menemukannya..”

“dan sekarang aku datang untuk memenuhi harapanmu, Park Minhyo..” jawabnya menatapku lembut. Aku tersenyum padanya,

“aku tau minho-ah, aku senang kau menyukaiku dan berani menyatakan perasaanmu padaku. Tapi…”

“Park Minhyo! Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu percaya?” tanyanya menyela ucapanku. Aku kembali tersenyum padanya

“anni imnida..” jawabku singkat menggelengkan kepala.

“cukup biarkan aku merasakan jatuh cinta itu seperti apa, dan menikmati perasaan cinta ini denganmu..” tambahku dengan senyuman termanis yang pernah kusunggingkan.

“neomu saranghaeyo minho-ah..” seruku kemudian, ia balas tersenyum senang dan menarikku kedalam dekapannya.

“na do.. neomu saranghaeyo Park Minhyo” balasnya dengan lembut, ia semakin mengeratkan dekapannya padaku dan kubalas dekapannya.

‘Eodu weotdeon nae mame bichidwi eojun geudae

Chaga weotdeon nae mameul tta tteuthage hae

On sesangeul hayahge deopeo beorin nae sarangeul badajweoyo

Saranghae geudael yeongwonhi na yaksokhal kkeyo

Dareun sarameul andwae, dareun sarameun shilheo

when I fall, cheot nune banhae beorin geol

Cause when I fall, sarange ppajyeo beorin geol

Shigani meochun geot gata on sesangi naegeot gata

I’ll fallin love with u’

N.B : Ree onnie,,mian kelamaan bkin’a,,udh lama ga rame lagi.. jeongmal mianhae onn.. >.< maaf buat kegejean ff’a,, mudah2an suka… 🙂

Advertisements

32 responses to “did i fallin in love?!

  1. hahahahhaha…
    niy ff pasti bikin ree onn melayang”…hoho

    kirain bakal ada adegan kisseunya…
    tapi ternyata author belum berani…haha

    bagus bagus…
    😀

    • melayang2 di air??keke~ 😛 *kabur kebelakang minho*

      ah,,kisseu mulu yg dipikirin,,ntar lah,,ff berikut’a aku adain,,haha.. 😛

      gomawo vy =)

  2. hyaaa~~~
    romantis banget minho disini
    cute badboy (halah)
    aduuh, ree onnie nya malu malu tapi mau kekeke
    GOOD JOB!

    • haha,,tae nyah mau kaya gituh?! *jangan harap.! 😛
      halah,,apaan itu teh cenah!keke~ 😛
      haha,,nama’a juga lagu fallin in love,,keke
      gomawo saengi.. =)

  3. Hwaaah.. Romantis.a.. Minho yg biasa.a dapet karakter cuek, misterius dan bergelar ice prince skarang jadi romantis n hangat.. Jadi makin cinta ma Minho..

  4. Huaa Minho diff ni baik bnget hahaaa
    Untng dia blik dri jpang xlu ga blik ni reder susul k’jpang ahhaaa * reader sarap*
    hahaaa Keren!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s