WHO??? Chapter 4(ending)

Author: Park MinChi

Character:

-Park MinChi

-Choi Minho SHINee

-Kim Jonghyun SHINee

-Park Ran-Ran

-Lee Taemin SHINee

Nb: Sory kalau endingnya kelamaan….

 Enjoy..

 

 “Kau pembohong! Apa maksudmu?! Kau mengaku-ngaku kalau kau yang membuat bintang ini! Di bintang ini bukan namamu! Tapi Minho! Aku saja tidak mengenalnya. Kau jahat!”ucap MInchi.

“Maafkan aku Minchi. Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku hanya..”

“Hanya apa?! Hanya ingin membohongiku?! Jahat!”teriak Minchi.

“MinChi aku mohon, jangan membenciku. Aku hanya ingin melihat senyumanmu lagi. Plis…”, pinta Jonghyun.

“Dengan cara seperti ini? Kau bukan membuatku tersenyum, tapi malah membuatku menangis. Jadi, siapa yang membuat ini? Siapa orang yang bernama Minho?”, tanya MinChi.

“Aku tidak tau. Mungkin dia mengenalmu. Oh ya tadi aku bertemu dengan dokter katanya kau sudah boleh pulang lusa”, ucap Jonghyun mulai  mengubah topik pembicaraan.

“Oh ya? Kenapa tidak besok saja? Aku sudah bosan disini?”, tanya MinChi

“Kau belum sembuh sepenuhnya. Jadi, bersabar saja. Ran-Ran tidak menjengukmu?”, tanya Jonghyun lagi.

“Nanti katanya. Dia harus bertemu dengan seorang namja bernama Taemin. Apa kau mengenalnya?”, tanya MinChi dengan nada curiga.

“Oh, dia satu kelas denganku. Memang mereka ada hubungan apa?”, selidik Jonghyun.

“Aku juga tidak tahu, tapi dengar-dengar mereka sering berjalan berdua. Apa kau tidak pernah melihat mereka berdua?”, lanjut MinChi yang dibalas dengan gelengan Jonghyun.

“Wah ternyata mereka Backstreet! Dasar Ran-Ran!”, ucap MinChi.

“Lebih baik kamu istirahat aja, cepetan berbaring”, suruh Jonghyun.

“Haha.. Tapi, nyanyikan aku satu lagu, bagaimana?”, tanya MinChi.

“Baiklah, lagu apa?”, sambung jonghyun.

“Romantic!”, jawab MinChi semangat.

“Oke”, ucap Jonghyun kemudian mulai bernyanyi.

MinChi tersenyum manis, kemudian MinChi memejamkan matanya perlahan. Jonghyun mengelus kepala MinChi hingga tertidur. Setelah MinChi tertidur, Jonghyun mencium dahi MinChi dan pergi keluar dari kamarnya.

***

“Ran-Ran, aku ingin bertanya, apa kau mengenal seseorang yang bernama Minho?”, tanya MinChi.

Ran-Ran terdiam sejenak.

“Nama itu sepertinya tidak asing di otakku. Memang kenapa?”, jawab Ran-Ran.

“Bintang itu bukan Jonghyun yang membuatnya, Tapi seorang namja bernama Minho, Apa kau tahu?”, tanya MinChi lagi.

“Sebentar, aku pikir-pikir dulu”, jawab Ran-Ran. Ia terdiam sejenak sambil berfikir. Office boy itu pernah berkata bahwa ia sering membersihkan kamar MinChi, dan namanya……. Minho, Choi Minho.

“Aku tahu! Dia adalah office boy. Dia bernama Choi Minho. Apa kau ingat? Waktu pertamma kali kau sadar, ada seorang office boy yang membersihkan kamarmu?”, tanya Ran-Ran. MinChi memincingkan matanya lalu mengangguk.

“Itu orangnya! Jadi selama ini, dia yang telah membuat bintang-bintang ini, dan Jonghyun mengaku-ngaku membuatnya! Dasar Namja tidak tahu malu!”, ucap Ran-Ran kesal.

“Kau ini, dia kan juga sudah menyesal. Apa kau tau orangnya?”,tanya MinChi.

“Ya, apa kau ingin bertemu dengannya?”, usul Ran-Ran.

MinChi mengangguk semangat.

“Baiklah tunggu sebentar”, ucap Ran-Ran kemudian meninggalkan MinChi. Ran-Ran menelususi setiap ruangan di rumah sakit. Sampai akhirnya Ran-Ran ,menemui Minho di tempat anak-anak yang mengidap kanker. Minho sedang bermain dengan mereka.

“Maaf, apa aku boleh berbicara denganmu?”, tanya Ran-Ran. Minho tersenyum, lalu menghampiri Ran-Ran.

“Ada apa?”, tanya Minho.Ran-Ran tidak banyak bicara dan menarik tangan Minho.

“Hei! Ada apa? Apa ada yang kecelakaan? Atau ada yang ingin bunuh diri?”, tanya Minho dengan nada terkejut.

“Ini lebih gawat! Kau ikut saja denganku!”, jawab Ran-Ran. Minho mengikuti Ran-Ran dari belakang.Akhirnya mereka sampai di ruangan MinChi, Minho dan Ran-Ran pun langsung masuk.

“Ini dia orangnya”, ucap Ran-Ran. MinChi menatap Minho lekat-lekat, sedangkan Minho hanya tersenyum karena tidak tahu apa-apa.

“Apa kau mencariku?”, tanya Minho pada MinChi. MinChi pun mengangguk.

“Ada perlu apa?”, tanya Minho lagi. Ia semakin bingung dengan tingkah laku 2 yeoja di depannya.

“Ran-Ran, apa boleh tinggalkan kami berdua?”, tanya MinChi pada Ran-Ran. Ran-Ran kemudian tersenyum dan meninggalkan ruangan tersebut.

“Kenapa?”, tanya Minho lagi.

“Apa kau yang membuat bintang ini?”, tanya MinChi.

“Benar, kenapa? Kau tidak suka?”, tanya Minhho dengan wajah kecewa.

“Aku suka sekali. Tapi kenapa kau tidak memberitahuku bahwa kau yang membuat ini semua?”, tanya MinChi.

“Apa perlu?”, ucap Minho, disusul dengan anggukan kepala MinChi.

“Baiklah aku akan mengaku, selama kau tak sadar, aku selalu menceritakan sebuah cerita dan  membuat bintang ini. Aku melihatmu selalu sendiri. Jadi, aku ingin menemanimu. Kalau kamu tidak suka, aku minta maaf”, ucap Minho sejujur-jujurnya.

“Siapa yang bilang aku tidak suka? Justru aku berterima kasih, kau selalu menemaniku. Dan mungkin, aku akan menjadi temanmu”, ucap MinChi.

“Jinja? Baiklah! Aku setuju!”, lanjut Minho. Sedangkan MinChi hanya tersenyum.

“Oh ya, ada kabar baik dari rumah sakit”, sambung MinChi.

“Apa?”, tanya Minho.

“Besok aku akan keluar dari rumah sakit. Dan saat itulah yang menyenangkan”, ucap MinChi bersemangat. Minho terdiam sejenak, kemudian memaksa dirinya untuk tersenyum.

“Kau tidak suka?”, tanya MinChi.

“Aniyo, aku suka kok, semuga kau tidak melupakanku”, ucap Minho sedikit pelan.

“Tidak mungkin akuu lupa. Kita kan teman!”, ucap MinChi yang langsung membuat Minho tersenyum.

“Ya sudah, aku bekerja dulu ya? Sampai nanti”, ucap Minho. MinChi hanya mengangguk sambil tersenyum.

***

Malam harinya, Jonghyun dan MinChi sedang asyik berduaan. Mereka merasa bahagia sekali.

“Jonghyun, kau tau tidak, saat-saat seperti inilah yang aku rindukan”, ucap Minchi

“Aku juga. Aku sangat merindukan tawamu. Aku selalu mencintaimu Minchi”, seru Jonghyun. Jonghyun mulai merapatkan pelukannya. Minchi benar-benar bahagia.

“Malam ini, tidak akan pernah aku lupakan. Akan kubawa sampai hariku tiba”, ucap Minchi.

“Maksudmu?”, tanya Jonghyun tidak mengerti.

“Ehm, tidak, lupakan!”, jawab Minchi. Minchi menggenggam tanga Jonghyun. Dan Jonghyun membalasnya.

Tiba-tiba pintu terbuka, dan wajah polos Minho pun terlihat. Minchi melihat Minho dengan tatapan senangnya.

“Hei, Masuklah, ada apa?”, tanya Minchi.

“Oh, ehm tidak. Aku hanya ingin berbicara sesuatu padamu”, jawab Minho.

“Kemarilah, aku perkenalkan, ini Jonghyun. Dan Jonghyun, ini Minho”, ucap Minchi. Jonghyun menerima uluran tangn Minho dengan perasaan terganggu.

“Bicara apa?”, tanya Minchi.

“ehm, aku keluar dulu ya? Aku ingin menelpon temanku dulu, sebentar ya?”, ucap Jonghyun. Sepertinya Jonghyun tau diri bahwa ada pembicaran penting antara Minchi dan Minho.

“Kau terlihat manis dengan kaus ini dan dengan gaya rambutmu”, seru Minchi, Minho pun tersipu malu.

“Mau membicarakan apa?”, tanya Minchi penasaran.

“Aku…. Apa kamu… ehm.. apa ya…? Aku…”, ucap Minho terbata-bata.

“Ada apa?”, tanya Minchi yang makin penasaran.

“ehm.. Kamu.. Kamu kan besok pulang? Apa boleh aku mengantarmu?”, tanya Minho berbohong. Minho takut untuk jujur.

“Oh, Cuma itu, ya tentu boleh.justru aku ingin kamuu mau mengantar kepulanganku”, jawab Minchi.

“Terima kasih, kalau begitu aku pulang dulu ya? Sampai jumpa”, ucap Minho dengan meninggalkan Minchi. Minho mengutuk dirinya sendiri. Dan saat dijalan Jonghyun dan Minho berpapasan. Minho memberikan senyuman sedangkan Jonghyun hanya melewati Minho. Minho menghembuskan nafas kekesalannya. Dia hanya duduk termenuung di bangku Rumah sakit. Sambil menutup muka penuh penyesalan. Tiba-tiba pundaknya disenyuh seseorang, Ran-Ran.

“Hai..”, sapa Minho.

“Hai, sedang apa?”, tanya Ran-Ran.

“Aku hanya ingin pulang”, jawab Minho ragu.

“Ada masalah?”, tanya Ran-Ran lagi. Ran-Ran memang tau kondisi seseorang.

“Kalau kau ada masalah, boleh cerita denganku”, lanjut Ran-Ran.

“Kita ke taman Rumah sakit saja, aku akan bercerita di sana”, jawab Minho.

“Baiklah”, ucap Ran-Ran. Mereka pun berjalan ke arah taman Rumah Sakit. Banyak lampu yang menghiasi taman itu. Minho juga sering menyendiri di taman itu.

“Ceritakanlahh”, ucap Ran-Ran.

“Apa Minchi suka dengan seorang yang bekerja sebagai Office Boy?”, tanya Minho.

“Setahuku, Minchi tidak pernah menilai seseorang dari penampilan luarnya. Memang kenapa? Kau menyukainya?”, selidik Ran-Ran.

“Tapi, apa dia menyukaiku?”, ucap Minho tak yakin.

“Bagaimana kau tau kalau kau belumm bertanya padanya?”, jelas Ran-Ran.

“Dia sudah mempunyai seorang namjachingu, apa aku harus menghancurkan hubungan mereka?”, tanya Minho.

“Percuma mereka berhubungan, tapi tidak ada kebahagiaan diantara mereka. Justru aku ingin mereka tidak berhubungan lagi. Aku tidak suka dengan Jonbghyun, ia sering membuat Minchi menangis, lebih baik ia dengan orang yang bisa membuatnya tersenyum”, ucap Ran-Ran.

“Apa aku pantas?”, tanya Minho lagi.

“Kenapa tidak? Kau baik. Saat ia sakit, kemana Jonghyun? Dia sibuk. Dan kau selalu ada untuk Minchi. Rebut hati Minchi, aku mendukungmu!Fighting!”, ucap Ran-Ran memberikan semangat. Minho seakan mendapatkan hadiah dari surga.Wajahnya berseri-seri seketika, Ran-Ran juga ikut senang.

“Jeongmal Gomawo Ran-Ran~ah”, ucap Minho kemudian pergi.

***

Keesokan paginya, Minchi sudah bersiap-siap untuk pulang ke rumahnya. Ran-Ran dan Minho sudah  ada di sana untuk membantunya. Jonghyun tidak ikut, katanya dia sedang ada urusan. Minchi memakluminya. Sedangkan untuk Minho, itu adalah sebuah peluang besar untuknya. Dia mulai mendekati Minchi.

“Minchi”, panggil Minho. Saat Minchi melihat Minho, Minho sedang menampakkan ekspresi yang jelek sehingga Minchi tertawa.

“Hahahahaha… Kau ini, ada-ada saja, Jelek tau!”, ucap Minchi. Minho yang melihat Minchi tersenyum semakin senag. Ia telah membuat Minchi tersenyum.

“Sudah siap semua!”, seru Ran-Ran.

“Ayo pulang!”, lanjut Minchi semangat.

“Yeah!”, sambung Minho. Mereka bertiga pun tertawa.

Minchi, Minho dan Ran-Ran masuk ke dalam taksi. Mereka masuk dan Minho duduk di samping supir.

“Jalan  Sir!”, ucap Minho. Dengan semangat mereka tersenyum di dalam mobil taksi. Tiba-tiba Handphone Minchi berbunyi, Jonghyun menelfon.

“Yoboseo”, sapa Minchi.

“Bukit? Baiklah, jam 7 ya? Yes sir! Bye..”, ucap Minchi.

“Ada apa?”, tanya Minho penasaran.

“Jonghyun mengajakku bertemu di bukit nanti malam jam 7”, jawab Minchi. Minho langsung lesu. Tangan Ran-Ran memegang pundak Minho. Mencoba untuk menyemangatinya. Minho pun hanya tersenyum.

***

Malamnya Minchi langsung menunggu di bukit. Dengan semangat tinggi ia menunggu Jonghyun. Tiba-tiba dari belakang mata Minchi ditutup oleh seseorang, dan Minchi memaksa untuk membukanya.

“Minho? Sedang apa?”, tanya Minchi yang terkejut.

“Minchi, aku beranikan diri untuk menyatakan Aku sayang padamu!”, teriak Minho. Minchi kaget bukan main. Ia sampai terdiam beberapa saat.

“Aku sayang pada Park MinChi!”, teriak Minho lagi. Tiba-tiba dari belakang tubuh Minho ditarik dan satu pukulan menghantam perut Minho.

“Beraninya kau mencintai yeojachinguku!”. Bukk!! Pukul jonghyun lagi, kini di muka Minho.

“Kalau benar aku mencintainya kau mau apa??”, tantang Minho. Jonghyun pun semakin marah. Muka Minho dipukul lagi. Kini Minho mulai membalas pukulan itu. Minchi mencoba untuk memisahkan mereka. Tapi, Jonghyun dan Minho malah semakin beradu. Minchi berusaha memisahkan mereka sekali lagi, dan Jonghyun menjolak Minchi hingga terjatuh. Karena rumput disana basah, maka jadinya licinn. Minchi terpeleset dan terjatuh kebawah. Tubuhnya terombang-ambing. Jonghyun dan Minho diam sesaat.  Mereka syok.

“Minchi!”, teriak Minho. Mincho terpelanting dan kepalanya membentur batu besar. Tubuh Minchi kini dipenuhi dengan darah. Minho mengejar Minchi ke bawah. Dan mengangkat tubuh Minchi ke pangkuannya.

“Minchi bangun, ku mohon, Minchi buka matamu. Minchi, aku mohon! Minchi!”, teriak Minho.

“Minggir kau!”, Jonghyun mendorong tubuh Minho hingga terduduk.

“Minchi maafkan aku! Minchi bangun! Jangan tinggalkan aku, Minchi! Minchi bangun, Minchi!”, isak Jonghyun.

‘Ini semua gara-gara kau! Kau mendorong Minchi! Awas kau!”, dorong Minho. Minho mengangkat tubuh Minchi dan membawanya ke atas. Minho berusaha menyadarkan Minnchi, tapi sia-sia.

“Minchi jangan tinggalkan aku, Minchi…”, isak Minho. Minho berlari dan membawa Minchi ke Rumah sakit. Minho meninggalkan Jonghyun yang terduduk lemah. Jonghyun  menyesali perbuatannya. Ia memukuli dirinya sendiri.

“Hey cepat bawa mobilmu ini! Kita bawa Minchi ke rumah sakit!”, seru Minho. Jonghyun langsung berlari dan membawa ngebut mobilnya. Jalan disana sangat licin. Jonghyun tidak bisa berfikir lagi. Ia hanya ingin Minchi sadar.Minho masih berusaha untuk menyadarkan Minchi. Joonghyun melihat Minchi. Saat di tikungan, Jonghyun ttidak terkendali. Sebuah mobil membuat Jonghyun kaget. Ia tak sempat lagi untuk berbelok dan akhirnya mereka menabrak trotoar dan mobil mereka masuk jurang. Jonghyun dan Minho tidak sempat menyelamatkan diri.

“Minchi, aku selalu mencintaimu…”, ucap Minho kemudian menutup matanya.

“Minchi, maafkan aku… Aku mencintaimu”, ucap Jonghyun kemudian menutup matanya.

***

“Tidak! Tidak mungkin! Itu bukan mereka! Tidak!”, teriak Ran-Ran histeris saat melihat Minchi, Minho dan Jonghyun terbaring di kamar mayat.

“Ran-Ran, kau harus sabar. Ini sudah menjadi takdir”, ucap Taemin mencoba menenangkan Ran-Ran.

“Tidak! Minchi jangan tinggalin aku! Minchi!”, isak Ran-Ran.

“Tenang, kau tidak sendirian. Tenanglah..”, ucap Taemin dengan nada suara lembutnya.

“Taemin, kasihan Minchi, dia baru sembuh dan sekarang kenyataanya, Tuhan tidak mau memberikan kesempatan untuknya lagi. Ini semua salahku! Kenapa aku mengijinkan Minchi pergi! Ini salahku!”, tangis Ran-Ran makin jadi.

“Ini bukan  salahmu Ran-Ran, kau harus tabah, biarkan mereka semua bberistirahat dengan tenang. Ikhlaskan mereka’, ucap Taemin.

“Kau berkata seperti itu karna kau belum pernah merasakannya! Hanya Minchi sahabatku satu-satunya! Dan kini ia sudah tidak ada”, isak Ran-Ran.

“Sudahlah! Lebih baik kita siapkan semuanya, ayo?”, ajak Taemin. Ran-Ran mengikuti Taemin, dan Taemin meminjamkan pundaknya serta menghapuus air mata Ran-Ran.

***

Keesokan paginya, pemakaman Minho, Minchi dan Jonghyun dijalankan. Ran-Ran tidak henti-hentinya menangis. Dan Taemin masih setia mendampingi Ran-Ran. Pemakaman mereka disengaja bersamaan, agar mereka selalu bersama. Minchi, Minho, dan Jonghyun dibaringkan dipeti dan dimasukkan kedalam tanah. Ran-Ran mencoba menahan tangisannya, sampai akhirnya acaranya selesai. Ran-Ran menghampiri makam Minchi.

“Minchi, aku tidak akan pernah melupakanmu. Aku akan selalu mengingatmu, karna kau, aku akan menjadi Ran-Ran yang tegar. Aku tidak akan melupakan bahawa aku pernah mempunyai sahabt yang selalu mendukungku.  Semoga kau tenang disana. Dan untuk Minho juga Jonghyun, maafkan semua kesalahanku. Aku harap kalian di sana baik-baik saja”, ucap Ran-Ran.

Setelah itu Taemin dan Ran-Ran  meninggalkan pemakaman. Ran-Ran menjalani hidupnya kini dengan Taemin, namja yang menyayanginya dan juga sayang padanya. Hujan pun menghantarkan mereka bertiga, orang-orang yang saling mencintai.

THE END

 

Nah, selesai sampai di sini deh chingu….

Moga-moga pada suka deh ya…

Mianhe kalau endingnya tidak sesuai dengan yang chingu inginkan *bowing 90 drajat*

Gomawo buat yang udah mau baca, and jangan lupa komentnya ya chhingu…

^^

Advertisements

13 responses to “WHO??? Chapter 4(ending)

  1. omo.. tragis bener..
    mereka btiga mati bersama.. w kira minho ato jjong yg harus ngalah..
    taem so sweet bgt, ngehibur ran-ran yang lg sedih dtinggal sahabat’a..
    nice ff saengi…, 😀
    ditunggu ff laen’a ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s