You Save My Life…

Title: You Save My Life

Author: Hyunvy

Main Cast: Taemin (SHINee) Song Yumin (yulin)

Other Cast: Song Hyunwon (author), Hwang Jiyeon (ike onnie)

Length: Oneshot

Rating : PG-13

Genre: Romance

Desclaimer: ff niy terispirasi dari drama ‘General Hospital’ tapi soal plot, pemain, dll itu imajinasi author sendiri… enjoy ^^

***

Hari pertama menjadi dokter praktek. Atau bisa dikatakan aku sedang menjalani koas agar aku bisa lulus dari akademi kedokteran. Aku memang bukan seorang dokter praktek pintar, aku murid yang biasa-biasa saja. Sepertinya, aku bisa praktek di Seoul National University Hospital, rumah sakit sekaligus akademi kedokteran terbesar dan terbaik di Korea saja sudah menjadi sebuah keajaiban dan aku tak mungkin akan menyia-nyiakannya.

“Taemin-ah, tolong kau atasi pasien ini…”ujar Jiyeon noona sambil memberiku papan data pasien. Aku mulai membacanya perlahan, mempelajari secara mendetail.

Nama: Song Yumin
Umur: 19 tahun
Keluhan: sakit bagian ginjal
Riwayat: Kanker ginjal stadium 2, dioperasi 12 Desember 2008

Ternyata ia seorang gadis. Masih muda sekali tapi sudah pernah menjalani operasi kanker ginjal. Huft, kasihan sekali. Apa mungkin sekarang kankernya kambuh lagi?

Dengan segera aku berjalan ke kamar 307, kamar pasien pertamaku itu. Jujur aku sedikit gugup. Bagaimana tidak? ia adalah pasien pertamaku! Telapak tanganku mulai basah karena keringat.

‘hwaiting, Taemin-ah!!!”ujarku menyemangati diriku sendiri. Aku pun mempercepat langkahku, aku tidak boleh menggagalkan hari pertamaku ini.

“annyong…”sapaku tepat saat aku berada di ujung pintu kamarnya. Ia sedang tidak melihatku, ia asik melihat ke jendela yang terbuka lebar gordennya

“Song Yumin-sshi?!”ujarku melafalkan namanya

“ah, ne?!”ujarnya yang akhirnya menyadari keberadaanku

“Taemin imnida, aku akan menjadi dokter jagamu selama kau dirawat di sini…”ujarku sambil membungkukkan badanku

“kau dokter praktek ya?”tanyanya langsung

“ah, ne, mohon bantuannya..”ujarku lagi sambil membungkukan badanku lagi

“hahahaha, pantas saja, kau muda sekali untuk seorang dokter, jangan lalu begitu, aku bisa menjadi pasien yang baik untuk hari pertama mu di sini…”ujarnya sambil tersenyum tulus sekali

“hehe, tapi mengapa kau bisa tahu kalau ini hari pertamaku di sini?”tanyaku heran

“sekarang tahun ajaran baru, pasti name tagmu belum jadi…”ujarnya sambil menunjuk ke dada kiriku tempat seharusnya name tag ku berada

“wow, analisismu baik sekali…”ujarku sambil menghampirinya dan mulai memakai stetoskopku yang sedari tadi aku kalungi. Aku memeriksanya dengan aturan standart memeriksa. Mulai dari detak jantung, bunyi napas, tekanan darah, mata, mulut, semuanya baik-baik saja. Sampai aku ingat keluhannya. Aku mulai menjalar ke perutnya, aku sedikit menekan ke ginjal kanannya, tak ada respon. Saat berpindah ke ginjal kiri, ia berteriak cukup keras

“aigoo, sakit…”ujarnya meringis pelan

“mianhae, aku memeriksa pusat rasa sakitmu, ternyata benar, ginjalmu bermasalah lagi…”ujarku serius

“hah, jangan bilang kankerku kambuh lagi…”ujarnya dengan nada kecewa sekarang

“banyak berdoa saja, semoga bukan kankermu yang kambuh…”ujarku berusaha menghiburnya

Aku menarik kursi kesamping tempat tidurnya dan mulai dengan pembicaraan ringan. Entah kenapa gadis ini membuatku sangat tertarik untuk mengenalnya lebih jauh lagi. Ternyata ia seorang mahsiswi jurusan ilmu teknologi. Ia tinggal di sebuah apartemen bersama onnienya, orangtuanya? Entah mereka ada dimana, ia pun bingung mencari mereka.

Makanan kesukaan, jjangmyeon, susu pisang, bulgogi sapi. Bunga azalea, origami burung, boneka polar bear, coklat. Ternyata ia orangnya supel juga. Baru beberapa saat kami saling mengenal, tapi ia bisa membawa suasana menjadi tidak canggung. Aku semakin betah saja mengobrol dengannya…

“ehem, Taemin-ah…”ujar seseorang dari ujung pintu

“hyunwon-ah, wae?”tanyaku

“kau dipanggil Kim songsaenim…”ujarnya sambil berlalu pergi

“Yumin-ah, aku pergi dulu ya, aku akan menemuimu nanti…”ujarku bergegas pergi

“ne oppa…”ujarnya sambil tersenyum, senyum tulus itu lagi

***

“annyong, songsaenim memanggil saya?”ujarku sebaik mungkin saat sudah ada di hadapan Kim songsaenim. Dokter senior pembimbingku

“kau sudah tangani nona Song?”tanyanya

“ne, ternyata memang ada kesalahan di ginjalnya…”ujarku menjelaskan

“kalau begitu, siapkan CT scan…”ujarnya cepat

“nde…”ujarku sambil berlari ke ruang CT scan dan mempersiapkan segala sesuatunya. Setelah siap, Yumin langsung melaksanakan CT scan, ia dimasukkan ke dalam tabung besar dengan posisi tertidur. Dengan itu, akan terlihat semua orhan di dalam tubuhnya, sehingga kami dapat melihat kesalahan apa dalam ginjalnya. Sepertinya kegugupan ku mengalahkan kegugupan Yumin. Ia yang menjalani CT scan, mengapa harus aku yang gugup?

“kau gugup sekali, baru pertama kali?”tanya Kim songsaenim memecah lamunanku

“ne, songsaenim… mohon bantuannya…”ujarku sambil membungkukan badanku

“tenang saja, lama-lama kau akan terbiasa… dibawa santai saja…”ujarnya sambil menepuk pundakku pelan, pemeriksaan tidak berlangsung lama. Hanya sekitar 10 menit. Tetapi kita harus menunggu hasil selama kurang lebih 1 jam. Dan selama itu, aku sedikit mengobrol tentang operasi kanker yang pernah dijalani oleh Yumin.

Tak terasa kami sudah mengobrol terlalu banyak, hasil pemeriksaan CT scan pun sudah keluar, Kim songsaenim mulai meneliti gambar ginjal Yumin. Memang betul, terdapat beberapa bulatan kecil yang berwarna kehitaman.

“memang, kankernya kambuh lagi, ia kembali menjalar, sudah terlalu banyak memakan ginjalnya…”ujarnya dengan wajahnya yang sangat serius

“huh, apakah kau yakin, songsaenim?”tanyaku sambil tetap memperhatikannya

“ye, kau lihat ini? Ini adalah kankernya yang tumbuh kembali…”ujarnya sambil menunjuk pada bulatan –bulatan kecil itu

“tapi…”ujarku menggantungkan kalimatku

“sudahlah, jangan memperhatikan ini terus, kita harus segera memeberithukan pasien dan walinya…”ujar Kim songsaenim beranjak dari kursi kerjanya, membawa hasil CT scan dan mulai berjalan menuju kamar 307, kamar Yumin

‘tap tap tap’ bunyi langkah Kim songsaenim diikuti aku dibelakangnya. Di pikiranku masih saja terbayang mengenai hasil CT scan tadi, mengapa aku merasa ada yang aneh? Ah, tidak mungkin… analisis Kim songsaenim tidak mungkin salah, pengalamannya sudah sangat banyak, sedangkan aku? Lulus saja dengan nilai pas pasan…huhu

“annyong…”ujar Kim songsaenim sambil membungkukan badannya, tetap diikuti aku di sampingnya

“annyong…”balasnya dengan senyuman tulus

“hasil CT scan mu sudah keluar dan aku juga sudah menganalisisnya…”ujar Kim songsaenim mengeluarkan hasil CT scan Yumin

“bagaimana hasilnya dok? Ginjalku tak apa-apa kan?”tanyanya penuh harap. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana air mukanya kalau ia tahu bahwa kankernya kambuh lagi

“maaf, kankermu memang kambuh lagi…”ujar Kim songsaenim langsung tanpa basa basi

“lalu, lalu, apa aku bisa di operasi seperti dulu lagi?”tanyanya tetap dengan penuh harap tapi sekarang matanya sudah berkaca-kaca

“tidak, kondisimu tidak memungkinkan untuk melaksanakan operasi…”ujar Kim songsaenim lagi sambil menundukkan kepalanya

“jadi, aku hanya menunggu kematianku saja?”tanyanya sedikit emosi

“kau masih bisa bertahan dengan menjalani kemo terapi, itu satu-satunya cara agar kau bisa bertahan hidup, walau hanya selama 6 bulan…”ujar Kim songsaenim lagi, sekarang kepalanya semakin tertunduk. Dan aku? Aku benar-benar kaget mendengarnya, hatiku serasa dihujami beribu tombak.

Yumin P.O.V

Kankerku kambuh lagi? Tidak, tidak mungkin!!! Ini tidak boleh terjadi!!! Aku hanya tinggal menunggu kematianku??? Sisa hidupku hanya tinggal 6 bulan? Tidak!!! aku tidak boleh mati sekarang!!! Kalau aku pergi, lalu onnie bersama siapa?

Pertahananku ambruk. Aku tak kuat lagi menahan ini semua. Aku menutup mulutku tak kuasa menahan tangis. Aku menangis sejadi-jadinya, tidak peduli kalau aku berada di rumah sakit, dan tentu saja di rumah sakit tidak boleh berisik.

Perlahan Kim songsaenim membungkuk, mulai meninggalkan kamarku, begitu pula dengan Taemin. Hah, aku benar-benar sedang butuh seseorang di sampingku sekarang. Onnie? Tidak mungkin, ia pasti sama terpukulnya denganku. Kalau aku pergi, bagaimana dengan onnie?! Selama ini kami hanya tinggal berdua.

Perlahan, punggung Kim songsaenim menghilang di balik pintu, tetapi tidak untuk Taemin. Sepertinya ia mengerti hatiku yang saat ini benar-benar membutuhkan seseorang untuk bersandar. Ia membalikkan tubuhnya, berjalan pelan sekali menghampiriku.

Taemin P.O.V

Aku merasa tak perlu meninggalkan Yumin saat ini juga. Aku yakin saat ini ia sangat terpukul setelah mengetahui semuanya. Aku yakin ia sedang membutuhkan seseorang untuk menyemangatinya. Semoga aku bisa sedikit menghiburnya. Aku berbalik dan berjalan perlahan menuju dirinya yang sedang terduduk sambil menangis kencang. Dengan ragu aku meraih pundaknya, mengelusnya lembut. Ia membenamkan kepalanya ke dadaku. Sebisa mungkin aku menenangkannya, walaupun hanya lewat elusan lembut di kepalanya.

***

Kurebahkan diriku yang sangat lelah ini di kasur empukku, di kamar kost ku karena rumahku tidak berada di Seoul, semua keluargaku ada di Busan. Baru hari ini aku bisa pulang setelah 3 hari aku menginap di rumah sakit. Ingin rasanya aku memejamkan mataku untuk beristirahat dan tidur cukup, mumpung hari ini aku libur, tapi sepertinya tidak bisa. Pikiranku selalu tertuju pada Yumin, wajahnya saat pertama kali aku bertemu dengannya, sampai saat kemarin ia mengetahui kabar buruk tentang dirinya. Mengenai hasil pemeriksaan ginjal Yumin. Gambar itu selalu terbayang-bayang di otakku, seakan meminta untuk diungkap. Memangnya aku harus mengungkap apa lagi? Kim songsaenim telah menganalisisnya dan mengatakan bahwa itu memang kanker yang kambuh. Aaarrrggghhh!!! Tapi hatiku tidak bisa menerimanya!!! Dengan segera aku kembali ke rumah sakit, mengambil data hasil CT scan dan mengambil beberapa buku di perpustakaan. Seharian itu aku berusaha untuk menemukan ganjalan dihatiku mengenai warna bulatan itu yang menurutku agak ganjal untuk warna kanker yang bentuknya agak lunak. Terlalu hitam digambar ini.

***

Yumin P.O.V

Sudah 1 minggu aku menjalani kemo terapi. Selama itu pula Taemin selalu ada menemaniku. Setiap ada waktu kosong, ia selalu menyempatkan dirinya untuk sekedar menemaniku, menyuapiku saat aku sedang malas makan atau sekedar mengajakku ke taman rumah sakit saat aku sedang bosan. Hah, entah apa jadinya kalau tidak ada dia. Bisa-bisa aku mati bosan di sini…

Dia selalu menyemangatiku saat aku merasa terpuruk dan menyerah, entah bagaimana hidupku kalau ia tidak terus menyemangatiku?? Ah, aku tidak mau membayangkannya…

“Yumin-ah!!!”panggil seorang namja yang aku yakini adalah Taemin

“waeyo, Taemin-ah?”tanyaku padanya yang sekarang sudah tepat dihadapanku. Ia menarik kursi dan mulai duduk di samping tempat tidurku

“aku ingin menunjukkan sesuatu padamu…”ujarnya dengan semburat wajah yang senang

“apa?”tanyaku antusias

“ayo ikut aku…”ujarnya sambil memapahku menuju kursi roda dan mulai mendorangnya kearah taman

“ke taman?”tanya ku, ia hanya membalasnya dengan senyuman tulusnya

“chankaman!!!”ujarnysa saat tepat di depan pintu keluar menuju taman. Ia mengeluarkan sehelai kain dan ia menutupi mataku dengan kain itu

“eh, apa yang kau lakukan?”

“ada kejutan kecil untukmu…”ujarnya dengan nada senang. Kejutan? Aku suka kejutan, tapi tentu saja kejutan yang menyenangkan. Tak lama kursi rodaku berhenti, aku yakin kami benar-benar sedang berada di taman sekarang.

“Taemin-ah, apa aku bisa membukanya sekarang?”ujarku tak sabar sambil berusaha melepaskan ikatan kain yang menutupi mataku itu

“boleh…”ujarnya sambil membantuku melepas kain itu. Perlahan ku buka mataku. Aku mengerjapkannya beberapa kali agar bisa melihat dengan jelas. Hamparan bunga azalea, bunga kesukaanku

“aku baru tahu kalau ada bunga azalea di sini…”ujarku sambil tetap menatap bunga-bunga indah itu

Taemin P.O.V

Aku berhasil!!! Ternyata ia menyukainya, baguslah…

“haha, kau baru menyadarinya saja mungkin…”ujarku sambil tertawa garing

“tidak mungkin… ini seperti yang baru di tanam…”ujarnya sambil menghampiri salah satu bunga dengan akar yang sedikit keluar. Aigoo, aku memang buruk dalam tanam menanam.

“kau menanamnya?”tanyanya sambil menatapku serius. Aku hanya menjawab dengan satu anggukkan ragu

“hahahahahaha, kau ini rajin sekali…”ujarnya sambil tertawa lugu sekali

“chankaman, kau tidak boleh menanam bunga di dalam batu, kau hanya bisa merusaknya…”ujarnya menghampiri salah satu bunga yang asal ku timbun akarnya dengan batu. Tunggu, batu?! Apa mungkin…

Dengan segera aku berlari menuju perpustakaan. Aku hanya sempat mengucapkan maaf karena aku ada keperluan pada Yulin. Selebihnya aku hanya berlari kencang, seakan aku menemui titik terang untuk masalah yang selama ini menggangguku.

Batu ginjal?! Itu adalah sebuah batu dan bukan kanker? Segera aku membawa gambar hasil CT scan ke ruangan Kim songsaenim

“batu ginjal?!”ujar Kim songsaenim kaget

“ne, ada yang janggal… warnanya terlalu hitam untuk kanker yang cukup lembek

“ya sudahlah kalau begitu, tanyakan pasien apakah ia mau di operasi untuk memastikan ini semua atau tidak…”ujar Kim songsaenim tegas

“nde…”ujarku semangat langsung menuju kamar Yumin

“kau ini kemana saja? Kau tega meninggalkanku sendiri di taman…”ujarnya langsung saat aku baru saja ada di ujung pintu kamarnya

“mianhae, tapi ada hal serius yang ingin aku bicarakan…”ujarku serius

“waeyo?”tanyanya tak kalah serius

“apa kau mau di operasi untuk memastikan benda aneh di ginjalmu itu, aku mempunyai hipotesis bahwa kau hanya menderita batu ginjal, tapi dengan kondisi tubuhmu yang seperti ini, aku harus benar-benar memastikan kesediaanmu…”ujarku langsung dengan hati-hati

“kalau begitu, ada aku kemungkinan sembuh, kan?”tanyanya berbinar

“ne, tetapi kalau terbukti hipotesisku salah, itu sama saja memperpendek sisa hidupmu…”ujarku lagi dengan sedih, aku tidak ingin ia meninggal

“oppa, aku yakin denganmu, lakukanlah yang menurutmu benar…”ujarnya sambil menggenggam tanganku erat sekali

***

“songsaenim, ini, benar-benar batu?!”tanyaku tidak percaya. Kami sekarang sedang di ruang operasi, operasi Yumin untuk meyakinkan benda apa yang ada di ginjalnya itu

“ne, cepat angkat semuanya…”ujarnya dengan nada senang. Dengan semangat akupun mengerjakannya. Operasi pertamaku pada orang yang sungguh aku cintai

“untung saja cepat ditangani, kalu tidak sama saja, ia akan meninggal…”ujar Kim songsaenim bersyukur. Aku hanya membalas kalimatnya itu dengan senyuman dan kerja kerasku menyelesaikan operasi itu tanpa kesalahan sedikitpun

***

Yumin P.O.V

Aku mencoba membuka mataku, sepertinya berat sekali. Apa aku sudah ada di surga? Tidak, tidak, Taemin oppa?! Ia tertidur di sampingku, sambil memegang tanganku… Apa operasi ku berhasil? Apa benar itu adalah batu ginjal dan bukan kanker?

“Yumin-ah, kau sudah bangun?”tanya Taemin oppa saat melihatku tampak bingung

“nde…”jawabku pelan

“tenanglah… operasimu berhasil, kau akan sembuh dalam 1 minggu…”ujarnya dengan semburat senang di wajahnya. Aku, sembuh? Syukurlah!! Terima kasih Tuhan, gomawo Taemin-ah…

***

“besok kau sudah boleh pulang, kita ke taman yu…”ajak Taemin. Sekarang aku sudah bisa berjalan normal, infusku juga sudah dicopot

“hah, aku akan merindukan bunga-bunga ini…”ujarku sambil memandangi hamparan bunga azalea yang Taemin tanam itu

“kau hanya merindukan bunga-bunga itu? Kau tidak akan merindukanku?”tanyanya dengan nada yang sedikit manja

“mwo? Maksudmu?”tanyaku polos

“aku menyukaimu, Yumin-ah…”ujarnya langsung. Mwo?! Berani sekali dia… Dengan cepat ia meraih tanganku, membantuku berdiri dan mulai menatapku lekat-lekat

“saranghaeyo…”ujarnya pelan tetapi sangat jelas, muncul semburat merah di wajahnya, tapi sepertinya wajahku juga begitu

“nado saranghaeyo…”balasku. Ia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Omona, apa dia akan menciumku?

“apa kau mau coklat ini?”tanyanya sambil mengeluarkan sekotak coklat dari sakunya. Hahahaha, pabbo mengiranya akan menciumku

“tentu saja…”ujarku sambil menerima coklat darinya

“kau kenapa? Tidak suka?”tanyanya mungkin melihat perubahan air muka ku

“anni, aku suka sekali coklat…”ujarku berusaha tersenyum

“aku akan menciummu saat kau benar-benar menjadi istriku, aku pastikan itu…”ujarnya berbisik. Omona, apa ia bisa membaca pikiranku?

“mwo?! Apa maksud kalimatmu itu?”ujarku marah, karena malu tentunya. Ia mencoba berkilah dan menghindariku, tapi sekuat tenaga aku mengejarnya.

Gomawo Taemin-ah… Entah apa jadinya kalau aku tidak bertemu denganmu… You save my life!!!

(^^)The End(^^)

NB: Mianhae yulin-ah kalo misalnya aneh, geje, dll…hehe

Advertisements

28 responses to “You Save My Life…

  1. Keren bgt onn, sesekali Taemin jd dokter-ku dnk…! Hhahahahaha

  2. emh…
    neng yulin berasa jadi the mostly cast with taemin deh,,
    haha..
    ntar aku cast am taetae ah,,* digorok yulin.. 😛

    pngen liat taetae pake jas putih trus ada nametag’a ‘lee taemin’
    ckckck…

    • hehehe, mintanya begitu sih dia…haha
      jiahahahahaha, aku ajah lah…
      *digorok yulin + ike onn*

      sama!!!haha
      keren banget kayanya…
      😀

  3. jeongmal mianhae onni!!! baru bisa comment sekarang huhuhu…
    sumpah aku sukaaaaaa bangeeeeeet ceritanya.
    taemin disitu keren dan pinter banget (oh my husband)
    makasih ya onni, udah dibuatin ff yg bagus gini *hugs onn*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s