Behind The Mirror (4)

Title : Behind The Mirror (Part 4)

Author : shineeisland

Rating : T

Genre : Mystery, Romance

Length : Mini Drama

Casts : Kim Yuri, Lee Taemin

Disclaimer : I do not own Lee Taemin, he belongs to the God. But I do own the story and Kim Yuri, and I also own Lee Jinki (LOL Just kidding, okay?).

A/N : Semua cerita di sini didasarkan pada Kim Yuri’s Point of View.

Ia pun mulai membuka halamannya satu persatu. Sesekali ia mengisyaratkan tanda ‘wow’ di mulutnya. Matanya pun berbinar-binar kagum. Aku tak habis pikir, apa sih istimewanya buku itu? Memangnya siapa pula yang membuat buku itu?

Setelah Taemin sudah selesai membaca, aku segera memberondonginya dengan pertanyaan bertubi-tubi.

“Taemin-sshi, sebenarnya itu buku apa? Siapa pengarangnya? Apa isinya? Dan apa hubungan buku itu denganku? Sungguh aku tak mengerti. Jelaskan padaku!” pintaku padanya. Taemin menutup buku itu perlahan dan menatap mataku dalam. Omona, aku tak bisa membayangkan aku dan Taemin bertatap-tatapan sangat dekat seperti ini >.<. Ya, walaupun hanya bayangannya saja sih.

“Pengarang buku ini adalah manusi yang hidup sekitar enam abad yang lalu. Ia adalah orang pertama yang menemukan portal antara dunia manusia dan dunia cermin. Ia pula manusia pertama yang menginjakkan kaki di dunia cermin. Namanya adalah Arthur Spiderwick—“

“Tunggu!” potongku segera. “Ar—arthur Spiderwick? Jadi, selain membuat buku Spiderwick tentang makhluk-makhluk aneh, ia juga membuat buku tentang portal dunia cermin?”

“Tepat sekali. Arthur Spiderwick adalah kakek moyang kami juga. Karena dia manusia pertama yang menikah dengan rakyat dunia cermin. Aneh sekali bukan? Ia juga lah yang membuat perjanjian antara rakyat dunia manusia dan rakyat dunia cermin. Karena sebenarnya saat itu, Arthur Spiderwick akan dibunuh karena dengan beraninya menikah dengan rakyat Mirotophya. Namun ia dimaafkan karena akhirnya ia membuat perjanjian dengan kami.”

“Per—perjanjian apa?”

“Namanya adalah perjanjian Grovern. Arthur Spiderwick tahu betul kalau rakyat dunia cermin bisa musnah jika manusia asli yang memiliki bayangan itu di dunia cermin memasuki Mirotophya. Ia juga tahu betul jika ada manusia yang tak pernah berkaca, maka ia tak memiliki bayangan di dunia cermin. Ia berjanji pada bangsa kami, takkan pernah ada orang yang melakukan hal itu. Namun nyatanya enam abad kemudian, kau datang sebagai pelanggar perjanjian kami yang pertama… Dan itu membuat Mirotophya gempar. Mereka semua ingin membunuhmu, mereka semua memburumu!”

“Tapi…” gumamku pelan. “Kenapa kau tidak ikut membunuhku? Kenapa kau malah membantuku? Bukankah kau rakyat Mirotophya juga?”

Taemin terdiam sejenak. Suasana terasa canggung sesaat.

“Ah, baiklah. Ayo kita tidak usah bahas itu lagi. Oke?” kataku. “Nah, Taemin, ceritakan padaku lebih jelas lagi mengenai Mirotophya…”

Taemin nampak berpikir sejenak, lalu berkata, “Ada hal-hal yang perlu kau ketahui tentang Mirotophya.”

“Apa itu?”

Taemin mendesah pelan, dan melanjutkan penjelasannya.

“Pertama. Semua yang ada di Mirotophya itu terbalik keadaannya. Jarum jam yang berputar ke kanan, malah berputar ke kiri. Orang berjalan maju, tapi di Mirotophya orang-orang berjalan mundur…”

“Setelah itu apa lagi?”

“Kedua. Semua di Mirotophya ini semu alias tidak nyata. Benda-benda yang kau lihat dan orang-orang yang kau lihat nampak seperti animasi, itu karena mereka semu. Mereka tidak nyata. Keberadaan mereka hanya karena kebetulan pemilik mereka yang sebenarnya masih ada di dunia manusia, dan tidak mati atau sakit. Jika pemilik bayangan meninggal, maka tak lama setelah itu bayangannya akan turut meninggal. Namun sebaliknya jika bayangannya yang meninggal duluan di dunia cermin, si pemilik bayangan tidak akan meninggal.”

“Mengapa begitu?”

“Entahlah. Yang jelas itulah yang kulihat di buku Arthur Spiderwick. Nah, sekarang jangan potong aku dulu. Dengarkan poin ketiga. Ini adalah yang paling penting yang perlu kau ketahui. Oke?”

“Hm… baiklah…”

“Oke. Yang ketiga, satu-satunya yang tidak terbalik antara dunia cermin dan manusia adalah sifat mereka dan perasaan mereka. Jika di dunia asli ia adalah orang yang jahat, maka di dunia cermin bayangannya juga jahat. Jika pemilik bayangan baik, maka bayangannya juga baik. Dan bila di dunia asli si pemilik bayangan mencintai seseorang, makan di dunia cermin bayangannya juga akan mencintai bayangan dari orang yang dicintai si pemilik bayangan itu di dunia cermin. Pokoknya semua yang menyangkut sifat dan perasaan, tetap sama sesuai dengan yang asli…”

Aku mengangguk-angguk pelan tanda mengerti.

DUGH DUGH DUGH!!!

Tiba-tiba ada suara pintu digedor. Aku dan Taemin tersentak kaget.

“Hah? A—apa itu?” tanyaku terbata-bata. Taemin menoleh ke arahku, kami bertatap-tatapan mata. Ia memberikan isyarat padaku untuk menghampiri pintu yang digedor-gedor. Aku mengangguk padanya pertanda aku mengerti isyarat matanya.

Kami berdua melangkah perlahan mendekati pintu. Aku mengintip sedikit dari celah jendela kamarku, tidak ada apapun di luar.

“Taemin-sshi, tidak ada apa-apa di luar…” kataku pelan padanya. Ia menoleh.

“Ka—kau yakin?” Taemin menghampiriku, turut mengintip dari celah kecil jendela.

“Omona!” Tiba-tiba Taemin tersentak kaget. “Bayanganmu… menunggu di luar…” katanya bergetar. “Kita takkan bisa lari dari sini…”

“Kenapa aku tak bisa melihatnya?”

“Err… itu karena kau tak punya mata berlian seperti kami…” jelasnya. “Ayo ke sini!” Taemin menarikku ke balik sebuah lemari. “Setidaknya ia takkan bisa melihat kita disini, ia pasti akan mengintip dulu sebelum masuk…”

Sekujur tubuhku merinding hebat. Aku menggigit bibir bawahku sampai berdarah. Oh God, apa memang umurku sampai di sini saja? Kini aku baru menyadari kalau aku masih mau hidup… Aku menyesal selama ini bilang kalau aku ingin menyusul umma dan appa saja…

“Aish, ottoke, Taemin-ah? Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanyaku gugup. Taemin menggenggam erat tanganku, eraaat sekali. Ia berkeringat dingin, nampaknya ia juga begitu ketakutan terhadap bayanganku yang seperti iblis itu.

Taemin berpikir keras.

“Aha! Aku tahu satu tempat yang pastinya aman untuk kita! Ayo, ikuti aku!” Taemin beranjak pelan dari duduknya, ia mengulurkan tangannya padaku. “Ayo bangkit!” katanya. Aku menggenggam tangannya dan turut bangkit dari dudukku.

Taemin mengajakku keluar dari cerobong asap. Kami memanjat cerobong asap itu perlahan, lalu keluar di atas atap rumahku.

“Sekarang, apa yang akan kita lakukan?” tanyaku, masih sambil memegang tangannya erat.

“Kita akan naik kereta api…”

“Ke—kereta api? Tapi kita kan di atap, berarti kita harus turun dulu ke bawah? Ah tidak tidak, aku tidak mau bertemu bayangan gila itu lagi…” gerutuku.

“Lagi-lagi kau lupa sesuatu…” gumam Taemin pelan.

“Apa itu?”

“Ini dunia cermin, Yuri-ah!”

Sesaat kemudian terdengar bunyi kereta api mendekat ke arah kami. Dan… oh my god. Lagi-lagi hal aneh yang kutemui. Ada kereta api yang melayang di udara bagaikan pesawat -___-

“Sudah kubilang, ini dunia cermin…” kata Taemin. “Ayo naik!” Taemin menarikku naik ke atas kereta itu. Setelah kami naik, kereta langsung bergerak mundur.

“Err, Taemin… kita mau kemana?” tanyaku saat kereta sudah mulai berjalan. Ternyata naik kereta dunia cermin enak juga ya, tidak ada guncangan dan sebagainya. Jadi, walaupun posisiku kini berdiri, aku takkan jatuh atau apa. Hehehe.

“Kita ke rumah Arthur Spiderwick…”

“Ru—rumah Arthur Spiderwick?! Dia punya rumah juga di dunia cermin?!”

“Tentu saja. Dia kan pernah menjadi warga dunia cermin sementara…”

Setelah kepenasaranku terselesaikan, aku tak menanyakan apa pun lagi kepada Taemin. Kini aku hanya bertanya pada diri sendiri. Kenapa ya Taemin mau menolongku? Kenapa ia tidak ikut membunuhku layaknya warga dunia cermin lain? Kenapa dia membiarkan dirinya di dalam bahaya untuk menolongku?

Aku terpaku sejenak.

Jangan-jangan… Taemin menyukaiku!

“Ahh, tidak mungkin, Yuri… TIDAK MUNGKIN!” teriakku tiba-tiba. Semua orang di dalam kereta itu termasuk Taemin langsung menoleh ke arahku.

“Ada apa, Yuri-ah?” tanyanya.

“Ah, tidak… tidak ada apa-apa…” kataku. Ia kembali berdiri membelakangiku. Kuraba kedua pipiku. Panas! Oh tidak, pipiku pasti memerah sekarang >//<

“Nah, kita sudah sampai…” Taemin meraih tanganku dan menggenggamnya kembali. “Ingat, jangan jauh-jauh dariku, nanti kau tersesat…”

Aku menggenggam tangannya semakin erat, dan tersenyum padanya.

Akhirnya kami pun sampai di rumah Arthur Spiderwick. Rumahnya sangat besar, namun agak kotor dan terkesan menyeramkan. Apa sampai sekarang rumah ini masih ada penghuninya ya? Sepertinya tidak. Karena saat aku dan Taemin melangkahkan kaki kami ke dalam rumah, tak ada sahutan apa pun dari dalam rumah.

Aku mencoba berjalan di rumah itu, tapi saat aku berjalan mundur, aku malah bergerak ke belakang, padahal biasanya kalau kita mundur bergerak ke depan, dan maju bergerak ke belakang. Mengapa ini?

“Hahaha, kau mau mencoba berjalan mundur? Ayolah, berjalanlah seperti biasa. Di rumah Arthur Spiderwick ini tidak berlaku peraturan-peraturan itu…”

Aku mengangguk-angguk pelan tanda mengerti.

Taemin terus menuntunku ke lantai dua rumah itu. Ia membawaku ke sebuah ruangan.

“Ru—ruangan apa ini?” tanyaku bingung.

“Ini ruang kerja Arthur Spiderwick…” jawab Taemin. “Di sinilah dulu kakek moyang kami bekerja dan meneliti hal-hal tentang penghuni dunia cermin…”

Aku mengangguk pelan tanda mengerti. Kuperhatikan barang-barang yang ada di situ satu persatu, sesekali barang-barang itu kusentuh dan kupegang untuk diteliti.

“Nampaknya barang yang ini sudah tua sekali…” Aku mengangkat sebuah pedang yang panjangnya sekitar satu meter. Pedang itu masih mengkilap, namun aku tahu umur pedang itu sudah tua karena tempat pedangnya sudah rapuh dan berdebu.

“Ya, memang barang itu sudah tua… Sekitar 5 abad yang lalu…” jelas Taemin. “Kau tahu, Yuri-ah? Pedang itu adalah pedang ajaib yang hanya ada satu di seluruh jagat raya ini. Pedang itu adalah pedang rancangan Arthur Spiderwick. Pedang itu bisa digunakan untuk membunuh siapa saja, dan dijamin orang yang dibunuh dengan pedang itu akan mati seketika. Satu-satunya yang tidak bisa dibunuh oleh pedang itu adalah… orang yang dicintai oleh si pemilik pedang…”

Taemin mendekat ke arahku. Ia mengambil pedang di tanganku, memandanginya, lalu meletakkannya lagi di atas kedua tanganku.

“Ambil ini untukmu, Yuri-ah… Kau pasti sangat membutuhkannya…” kata Taemin seraya memberikan senyum malaikatnya. Ahh… Taemin… kau manis sekali >.<

Aku masih sibuk meneliti pedang ajaib di tanganku sehingga tanpa kusadari Taemin sudah memegang sebuah pedang panjang yang entah datang dari mana. Ia mengacungkan pedang itu tepat di depan wajahku.

“Tae—taemin-ah… bisakah kau jauhkan pedang itu dari wajahku?” pintaku gugup. Omo, apa sih yang akan Taemin lakukan? Jangan-jangan sebenarnya dia bersekongkol dengan bayanganku itu, dan sekarang dia akan membunuhku?

“Hati-hati terhadap orang asing… Yuri-ah…” kata Taemin seraya melangkah maju. Saat Taemin berjalan maju satu langkah, maka aku mundur satu langkah.

“Tae—taemin… siapa kau se—sebenarnya?” tanyaku terbata-bata.

“Aku… bersekongkol dengan bayanganmu itu, Yuri-ah…” gumam Taemin pelan. “Dan kini kurasa sudah saatnya untukku membunuhmu…” Taemin mengangkat pedangnya, siap untuk melibasku. Aku semakin berjalan mundur sehingga tanpa kusadari kakiku tersandung kaleng minuman hingga aku jatuh terduduk di lantai.

“Stop, Taemin… Jangan main-main…”

“Aku-tidak-main-main-Yuri-gadisku-yang-cantik…” ejanya. “KAU HARUS MATIIIII!!!” Taemin mengangkat pedangnya semakin tinggi di atas kepalaku.

Yeah, sekarang kau tahu mengapa Taemin mau menolongmu, Yuri. Dia hanya ingin membuatmu terlena padanya dan akhirnya kau jatuh di dalam perangkapnya. Hitung mundur dan kau akan segera mati… Yuri!

“Tiga…” Taemin mulai menghitung mundur.

“Dua…” Aku memejamkan mataku erat.

“Sa………”

TBC

Advertisements

33 responses to “Behind The Mirror (4)

  1. taemin meluk yuri~hahahha.
    ahh tu bayangan so misterius amat sih *emang misterius oon* hahah jadi pngen bunuh tu bayanganmbak yuri.hahaa

    • kekeke iya chingu, yuri pasti seneng bgt dah hhehe
      hehehe iya aku jg kesel sama tuh bayangan *lho?!*
      tenang aja, terakhir tuh bayangan gila mati kok.. heheh hanya sekedar bocoran~~~ lol

  2. WOOOO~ SUGOI!!! >.<
    Bnr2 mencerminkan sifat cermin. Meskipun smuany bertolak belakang,tp hanya tabiat dan perilaku sja yg sama. Cool~ bnr2 nyambung jdinya!
    Eittss~ kok Taem justru malah mau bunuh Yuri sih? Hmmm~ kita liat part selanjutny,apakah Taem bnr2 mau bunuh Yuri ato cm mau menguji keberanianny saja? kkkk~

    • waaaaaaw chingu benar2 pandai meramal hehehe
      tebakan chingu udah bener sih hohoho
      gomawo atas complimentnya, dan juga karna udah baca dan komen ;DD
      gyaaaaa~~~ *gila sendiri*

  3. Haa….
    Bingung. Kan kt temin sift byngan mrka sama kaya di dunia asli. Tp sft bygn yuri sm temin kok jahat? Di dunia asli mrka gk jahat kn?
    Omo.. Byangan Temin. Andwae!!
    Jgn bunuh Yuri!
    Ah.. Lanjut ke part akhir ah, mgkn disana jelas smuanya. Ffnya keren bgt chingu. 😀

  4. Pasti Yuri ga mati, abisnya Taemin suka ma Yuri..Hahahahaha Reader sok tau deh..eheheheheheh^^ lanjut deh onn^^

  5. yuri gag bsa liat bayangannya sndri
    tpi bsa liat bayangannya taemin
    trus taemin bsa liat bayangan yuri
    bukannya bayanganny yuri itu transparan?
    yuri bsa liat bayangan taemin tanpa perlu mata khusus itukan?
    ahh bingung >„<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s