Tears and Jealous of Kwan Nami

Title:Tears and Jealous of Kwan Nami

Author: Vdlitanasuciara

Cast: Kim Heechul (Super Junior) ; Kwan Nami and Hankyung (ex- Super Junior) << maap, ga maksut. tp ak ngikut keadaan -.-

NO SILENT READERS PLEASE !!

***

Aku terkadang cemburu akan kehadiranmu.

Namun, jika kau menghilang bagai ditelan bumi, aku lebih membenci keadaan itu.

Karena, duniaku berubah.

Hankyung, kembalilah.

Aku memintamu kembali bukan karenaku,

tapi karena namjachinguku, Kim Heechul.

***

Lagi lagi aku dicuekin. Dia masih asyik dengan Heebum – nya. Aku hanya bisa duduk di sofa sambil melihat tingkahnya itu.

“Ya! Kwan Nami, kenapa tidak bilang kalau kau sudah datang ?” teriakan Heechul mengagetkanku.

“Tadi aku sudah menyapamu. Tapi, kau tetap saja asyik sendiri dengan kucingmu” jawabku dengan nada kesal.

Gimana nggak kesal, pacarnya dateng bukannya disambut atau apa, tapi malah di cuekin.

“Chinja ? Ah. Mianhae, chagiya” Aku rasa dia kaget dengan jawabanku. Setelah Heechul membelalakkan matanya, dia meminta maaf padaku. Selalu saja T.T

“Ne. Arra arra. Aku mau pulang dulu ya. Sudah terlalu lama aku disini” pamitku. Moodku hancur. Tuhan, kenapa aku bisa berpacaran dengannya.

“Pu..Pu..Pulang ?” tanya Heechul.

“Ne” jawabku pendek.

“Jangan” Heechul mencegahku pulang.

“Wae ? Percuma juga kan aku disini” tanyaku ketus.

“Ya maap tadi. Jangan ngambek lagi dong. Ya ya ya ?” Heechul meminta maaf.

“Arra arra” jawabku pasrah.

“Chagiya, senyum dong. Jangan cemberut gitu” kata Heechul sambil merangkulku mesra.

“Iya sudah terserah kamu lah” jawabku. Aku masih kesal.

***

“Heechul. Sekarang aku datang dan memberi tahumu. Jangan sampai kau tidak dengar” aku berteriak keras saat sampai di dorm Suju.

“Hei hei, apaan apaan kau ini ? Teriak teriak segala ?” tanya Leeteuk oppa.

“Eh? Oppa. Aku ngasih tau Heechul kalau aku udah dateng” jelasku.

“Ne ne, chagiya. Nggak usah teriak, kenapa sih ?” suara orang yang aku tunggu pun terdengar. Namun, nada bicaranya terdengar kesal.

“Minhae. Aku cuma pingin kamu tahu kalau aku sudah dateng. Aku nggak mau seperti kemarin lagi” aku menjelaskan alasanku beteriak teriak.

“Ah, arra arra. Hei, sudah makan ?” tanya Heechul.

Aku hanya menjawabnya dengan gelengan cepat.

“Kebetulan. Ayo, makan denganku” ajak Heechul.

Dengan semangat, aku menganggukkan kepalaku sebagai tanda setuju.

“Hei chul, mau kemana ?” panggil seseorang.

“Mau makan sama Nami. Wae ?” tanya Heechul pada laki laki yang memanggilnya tadi.

“Yah, padahal aku sudah menyiapkan makanan untukmu” kata Hankyung, orang yang memanggil Heechul tadi. Hankyung, kau terus terusan mengganggu. Huft !!

“Baiklah. Nami, kita makan disini aja ya ?” tanya Heechul.

“Aku sih terserah” jawabku.

“Hahaha. Ayo” Heechul menarikku ke arah meja makan.

Di atas meja makan, makanan sudah tertata rapi.

Akupun duduk di kursi makan.

“Ayo chul, kamu makan. Aku ambilin ya” kata Hankyung ‘mesra’.

“Boleh, han” jawab Heechul ‘mesra’ juga.

Aish, mereka membuatku cemburu saja.

Heechul selalu bersikap baik pada Hankyung. Sedangkan dengan namjachingunya, cuek.

“Makan yang banyak ya, Chul” pesan Hankyung sambil terus terusan melototin Heechul yang lagi makan.

“Chagiya, nggak makan ?” tanya Heechul sambil terus mengunyah makanannya. Mulutnya penuh dengan makanan.

“Nggak. Ntaran aja” jawabku datar.

Akupun ikut ikutan Hankyung untuk melototin Heechul yang lagi makan.

Ternyata, lucu sekali kalau dia makan.

Imutnya keluar deh. Sudah 3 tahun pacaran, cuma baru nyadar.

Heechul kalau makan seperti anak kecil deh. Ya ampun, kyeopta !!

Mana nasinya nempel nempel di sekitar mulutnya. Kaya anak kecil banget deh.

Aku berusaha mengambil nasi nasi yang berkerumunan di sekitar mulut Heechul.

Namun, ketika tanganku baru kuangkat, Hankyung sudah terlebih dahulu menyingkirkan nasi nasi itu.

“Heechul, aku pulang dulu ya” aku berpamitan pada Heechul dan langsung berlari pergi.

Semua member kebingungan melihatku yang sibuk lari kearah pintu.

SRET …

Ada yang narik tanganku dan

“Ahhh~” teriakku kesakitan.

“Sakiitt” erangku.

“Maaf, minhae. Aku nggak berniat bikin kamu jatuh” kata Leeteuk oppa.

“Ne Ne, gwenchana oppa” kataku sambil berdiri.

“Kamu kenapa lari lari ?” tanya Leeteuk oppa sambil membantuku berdiri.

“Mau pulang” jawabku pendek.

“Tapi, nggak harus pake lari” kata Leeteuk oppa sambil menyuruhku duduk. Ah, pantatku masih sakit gara gara jatuh T.T

“Ndak oppa, sakit masih” tolakku.

“Ya aku lari lari karena aku mau cepet pulang” lanjutku. Nggak mungkin dong, aku menjelaskan alasanku yang sesungguhnya.

“Kau bohong” sambung Leeteuk oppa cepat.

“Aniyo. Aku nggak bohong” aku mengelak.

“Ayo, ikut aku” Leeteuk oppa langsung menarikku keluar.

Sesampainya diluar dorm, Leeteuk oppa memintaku menjelaskan alasan sesungguhnya.

“Aku cuma pingin cepat pulang” ulangku.

“Kenapa harus bohong sih ? Kau lari lari seperti itu karena Heechul kan ?” tanya Leeteuk oppa.

“Iya iya. Sudah ya oppa, aku sudah laper ni” aku menghindari pertanyaan pertanyaan lain dari Leeteuk oppa.

“Yasudahlah. Hati hati dijalan” pesan Leeteuk oppa.

“Ne. Annyeong oppa” pamitku sambil berlari meninggalkan Leeteuk oppa.

“Jangan lari lari” pesan Leeteuk oppa lagi.

***

BIP BIP …

Siapa sih yang SMS pagi pagi ?!

From: Heechul~~~

‘chagiyaa~ saengil chukkae hamnida. Hohoho. Semoga nggak tambah cantik, supaya kamu nggak menyaingi aku’

MWO ?

Ucapan selamat apa itu ?

Di doain kaya gitu. Huh !

Shining Star! like a little diamond, makes me love

Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo

Hangsang hamkke halgeora till the end of time

Siapa lagi yang nelpon ?

Ini masih setengah sadar tau.

“Yeoboseyo ?” angkatku. Aish, gara gara baru bangun, suaraku sengau nih.

“Chagiyaa” teriak orang diseberang sono.

“Jangan teriak ah” pintaku halus.

“Mianhae” ucap Heechul pelan.

“Chagiya chagiya, udah terima SMS ku ?” Heechul melanjutkan kata katanya.

“Alhamdulillah sudah” jawabku sambil mengambil bantalku.

“Oh, yasudah” kata Heechul datar.

“Mau hadiah apa, chagiya ? Baju ? Tas ? Sepatu ?” cerocos Heechul semangat.

“Nggak nggak” jawabku pelan.

“Aku cuma mau, kamu lebih PERHATIAN sama aku” sambungku sambil memberi penekanan pada kata kata ‘perhatian’.

“Baiklah. Mulai detik ini aku bakal perhatian sama chagiya ku” janjinya.

“Iya iya. Sudah makan sana, pasti belum makan kan ?” tanyaku.

“Iya, belum. Nanti kamu kesini ya” pinta Heechul dengan nada manja.

“Iya” jawabku pendek.

Setelah mendengar jawabanku, Heechul menutup telponnya.

“Gak romantis banget” protesku pelan sambil kembali tidur.

***

“Hai semuaa” teriakku saat sampai di dorm.

“Hai, noona” sapa member member Super Junior -dari Yesung sampe Kyuhyun-.

“Heechul mana ?” tanyaku semangat.

Semua member menunjuk kamar Heechul yang ada di pojok sendiri.

“Oh, gomawo” ucapku sambil membungkukkan badanku.

Aku langsung menuju kamar Heechul.

“Ha..” aku tidak melanjutkan sapaanku.

Yang kulihat, Heechul sedang menangis.

“Nami” panggil Leeteuk oppa.

“Heechul kenapa, oppa ?” tanyaku khawatir.

“Kau tahu kan kalau Hankyung tersandung masalah dengan SM ?” tanya Leeteuk oppa.

“Tau” jawabku sambil duduk disamping Heechul.

“Gara gara itu, Hankyung keluar dari Super Junior” jelas Leeteuk oppa.

“Oppa, jangan bercanda. Memang hari ini aku ulang tahun, tapi jangan membuat kejutan yang seperti ini. Nggak lucu” aku tidak percaya akan kata kata Leeteuk oppa.

“GR amat lu ! Aku serius, Nami” Leeteuk oppa kesal.

“Serius ? Ya ampun” aku mulai percaya akan kata kata Leeteuk oppa. Tapi, aku masih kaget dengan apa yang dilakukan oleh Hankyung.

“Heechul, jangan menangis. Aku selalu ada untukmu, sayang” kataku sambil memeluk Heechul.

“Nami” panggil Heechul lirih.

“Wah, romantis. Aku mau menelpon Seung Ri” kata Leeteuk oppa sambil berjalan keluar.

***

Seminggu setelah kejadian itu, Heechul belum tersenyum sama sekali. Sekali saja dan sedikit saja. Aku benar benar rindu akan Heechul yang riang gembira.

“Chagiya, apa Hankyung menelponmu ?” tanya Heechul ketika aku melihatnya dari pintu.

“Belum, mungkin nanti” jawabku seadanya.

Matanya terus terusan memandang jauh kedepan.

Jangan menangis lagi.

Aku mohon.

“Kau belum tidur semalaman. Tidur ya” aku berjalan mendekatinya. Lihat, lingkaran matanya.

Kenapa harus begini.

“Tidak. Aku ingin menunggu Hankyung” tolaknya.

“Kau tidur dulu. Nanti kalau Hankyung datang, aku bangunkan” kataku sambil menahan tangisku.

“Baiklah. Kalau dia datang, bangunkan aku ya” dia mengulang kata kataku sambil terus memegang foto Hankyung (Author: BONUS POTO^^)

“Ayo, tidur” aku menemaninya (Author: jangan mikir yang negatif. Nemenin dalam artian positif loo~). Aku membelai rambutnya sambil terus menahan tangisku yang hampir pecah.

Kim Heechul, cepatlah kembali. Aku merindukanmu.

***

Shining Star! like a little diamond, makes me love

Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo

Hangsang hamkke halgeora till the end of time

HPku bunyi.

Aku mau mengangkat telponnya, tapi Heechul keburu mengambil HPku dan membantingnya.

Apa yang dia lakukan ?

Kenapa seperti ini ?

“Heechul !” teriakku.

“Kenapa harus membanting HPku ? Memang aku salah apa ?” tanyaku.

“Kenapa harus Shining Star ? Lagu itu, mengingatkanku pada Hankyung” jawab Heechul. Entah dia menjawab pertanyaanku atau bertanya balik padaku. Aku juga tidak mengerti.

“Tapi nggak harus melempar HPku” kataku sambil menangis.

“Kenapa selalu Hankyung yang kamu ingat ? Apa kamu pernah ingat sama aku ? Kamu selalu cuek sama aku. Aku capek harus kaya gini. Kau terus terusan mengingat Hankyung dan tidak perduli akan aku” kataku kasar sambil terus menangis. Aku benar benar tidak tahan dengan semua ini.

“Aku peduli sama kamu” hanya itu kata kata yang keluar dari mulutnya.

“Kau bilang peduli sama aku ? Mana ? HP yang aku tabung dengan susah payah, kamu hancurkan dengan begitu gampangnya. Apa itu peduli namanya ?” tanyaku. Emosiku tidak terkontrol. Tangis ku masih belum berhenti.

Aku mengambil foto yang ia pegang dan merobeknya (Author: BONUS POTO sebelum di robek)

Setelah aku merobek foto itu, aku langsung pergi sambil terus menangis.

***

“Kwan Nami” panggil seseorang didepan pintu rumaku.

Aduh, apa orang itu nggak tau jam apa ?

Masih jam 6 pagi. Aku kan masih tidur jam segini. Lagi lagi, masih setengah sadar.

“Nami” panggil orang itu lagi.

“Ne. Sebentar” kataku sambil berjalan ke arah pintu.

Kemudian, kubuka pintu.

“Leeteuk oppa ? Kenapa ke sini ?” tanyaku.

Ngapain coba ni orang satu pagi pagi kesini.

“Kamu kebangun ya. Maaf ya” kata Leeteuk oppa sambil menggaruk garuk kepalanya.

“Ah, gwenchana oppa. Ayo masuk” aku mempersilahkan Leeteuk oppa masuk.

“Ne, gomawo” kata Leeteuk oppa.

“Rumahmu bagus sekali. Rapi dan minimalis” puji Leeteuk oppa.

“Ah, gomawo oppa. Ayo duduk oppa” kataku.

“Ada apa oppa ? Kok pagi pagi begini sudah mampir ?” tanyaku.

Bukannya menjawab pertanyaanku, Leeteuk oppa malah memberiku satu kotak.

“Ini” kata Leeteuk oppa sambil menyodorkan kotak itu.

“Apa ini ?” tanyaku.

“Hadiah dari Heechul. Ada suratnya kok didalamnya” jawab Leeteuk oppa.

Hadiah ? Tumben oang itu ngasih hadiah ?!

“Buka deh” kata Leeteuk oppa.

Akupun menuruti apa yang dikatakan Leeteuk oppa. Aku membuka kotak itu dan isinya adalah … (jengjengjengjeng)

Handphone ?!

“HP ?” tanyaku heran pada Leeteuk oppa.

“Ne” jawab Leeteuk oppa singkat.

“Kenapa dia tidak mengantarnya sendiri ?” tanyaku lagi.

“Dia takut kamu tidak mau menerima ini. Dia juga takut kamu nggak mau ketemu sama dia” jawab Leeteuk oppa.

“Terima saja. Kemarin dia sampai nangis nangis. Dia menyesal dan merasa bersalah sama kamu, jadi dia membelikanmu HP baru” jelas Leeteuk oppa.

“Baca aja suratnya. Dia menulis surat itu dengan sepenuh hati dan konsentrasi tingkat tinggi. Semua member disuruh keluar dari kamarnya dan kamarnya dia kunci. Heebum aja sampe dikunci diluar” sambung Leeteuk oppa panjang lebar.

Dan kubaca surat yang ada di kotak itu.

From: Kim Heechul

To: Kwan Nami

Nami, mianhaeyo.

Aku nggak bermaksut buat kamu marah atau apapun.

Aku tertekan akan keputusan Hankyung.

Aku belum bisa terima dan aku depresi.

Tapi, aku tahu sekarang

Saat Hankyung tidak ada ataupun ada disisiku, kau selalu hadir menemaniku.

Bodohnya aku,

kenapa baru sekarang aku sadar akan hal itu.

Maafkan aku yang selalu cuek akan dirimu.

Aku janji, mulai sekarang aku akan menyayangimu seperti aku menyayangi Heebum.

Eh bukan, Hankyung maksutku.

Bahkan aku akan lebih sayang 1000 kali lipat.

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

P.S : HP yang aku beli, sama seperti yang kamu inginkan kan? ^^*

Heechul, kau membuatku tersentuh hari ini.

“Nami, aku pulang dulu ya” pamit Leeteuk oppa.

“Oh ? Iya, oppa. Hati hati dijalan” pesanku.

“Ne, gomawo. Udah aku keluar sendiri. Kamu disini aja” Leeteuk oppa tidak ingin diantar ke depan. Yasudah, nggak apa kok oppa. Aku seneng. Hohoho.

Yo Man Yo . Kim Heechul calling ~~

Hah ?

Nada dering macam apa ini ?

Hahaha.

Lucu.

“Yeoboseyo” angkatku.

“Namii~~~” teriak Heechul.

“Mwo ?” jawabku dingin.

“Kenapa dingin seperti itu sih ? Kau masih marah ya ? Kan sudah dibeliin HP baru, kok masih marah ?” tanya Heechul bertubi tubi.

“Mas mas, bukan wartawan kan ? Nanya nya banyak amat ?” tanyaku balik.

“Hehehe. Ya maap” Heechul hanya bisa tertawa cengengesan.

“Nami, nada deringnya bagus kan ?” tanya Heechul.

“Ne. Lucu” jawabku sambil tertawa.

“Oiya, ke sini nggak nanti ?” satu pertanyaan yang selalu dilontarkan padaku setiap hari.

“Mungkin. Wae ?” jawabku.

“Aku kangen” kata Heechul.

“Kangen sama siapa ?” tanyaku bingung.

“Ya sama Kwan Nami aku lah” jawabnya kesal.

“Oh, sama aku toh. Aku kira sama siapa” kataku sambil menggaruk garuk kepalaku yang tidak gatal.

***

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

SMS ?

Nada dering SMS nya begini ?

Ahhh !

Lucu bangett ~

From: Kwan Nami’s Husband

‘Nami, nada dering SMS nya lucu kaan ?’

Kenapa kontaknya Kwan Nami’s Husband sih ? Dasaarr.

To: Kwan Nami’s Husband

‘Lucu^^ Gomawo ya Kwan Nami’s husband. Kim Heechul’s wife Loves Youu ~~~’

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

Eh? Ada SMS lagii.

From: Kwan Nami’s Husband

‘Hohoho. Chuu~~’ (Author: *nari Chu by f(x)*)

Ada ada aja nih orang satu.

To: Kwan Nami’s Husband

‘*menghindar* *bawa panci*’

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

From: Kwan Nami’s Husband

Ko menghindar sih ? Pake acara bawa bawa panci lagi.

To: Kwan Nami’s Husband

Aku gak mau di chu sama kamu. Aku takut kamu melakukan yang lebih

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

From: Kwan Nami’s Husband

Ya nggak mungkinlah, Kwan Nami. Kan kita sama sama cewek ~~~ No no no no no ~~~

MWO ?

Sama sama cewek ?!

To: Kwan Nami’s Husband

Kenapa penyakit ‘cewek’ mu kambuh sih ? Aduh, sana pergi Heesica. Aku jijik ~~

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

From: Kwan Nami’s Husband

:*  :* Hahaha. Ayo cepat mandi, dan segera berangkat

Berangkat ?

Memang aku mau kemana ?

To: Kwan Nami’s Husband

Kemana ?

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

From: Kwan Nami’s Husband

Dorm Super Junior. Hahaha. Kesini dong, please. I miss you. Bogoshipo, Kwan Nami ~~

Oh, aku kira kemana. Hohoho.

To: Kwan Nami’s Husband

Aku nggak kangen kamu tapi. Jadi aku ke dorm nya kapan kapan aja, kalau aku kangen padamu. Hahaha.

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

From: Kwan Nami’s Husband

MWO ? Nggak kangen ? Sudah aku belikan HP baru lo, masa nggak kangen ?

Niat nggak sih anak ini menggantikan HPku yang dia banting kemarin –”

To: Kwan Nami’s Husband

Hahaha. Bercanda ko. Tapi kalau aku serius, HPnya nggak akan kamu ambil kan ?

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

From: Kwan Nasmi’s Husband

Ya aku ambil balik lah ~~~ Ayo sudah cepat mandi dan berangkatlah. Aku rasa reader sudah bosen baca SMS kita

To: Kwan Nami’s Husband

Arra arra. Ya biarin aja, salah siapa reader baca SMS kita ~~~

***

Saranghaeyo, Kwan Nami~~~

SMS ?

Bukannya Heechul lagi siaran ya ?

Ah, ngapain bingung bingung.

Langsung buka aja sms nya.

From: (no name)

Annyeong, Kwan Nami. Bagaimana keadaanmu ? Baik baik saja kan ? Kalau Heechul bagaimana ? Aku kangen sama kalian berdua. Nami, aku mohon jaga Heechul ya. Jaga dia, untukku. Terima kasih, Kwan Nami. H~~

H ?

Siapa H ?

Kenapa dia memintaku menjaga Heechul ?

Apa dia …

Aku menelpon orang itu.

Namun, telponku di reject.

Waeyo, Han ?

Kenapa kamu nge reject telponku ?

Aku mau bicara.

Aku coba telpon Hankyung lagi.

Dan hasilnya tetap sama.

Aku harus bagaimana sekarang ?

***

“Hai, chagiya” sapa Heechul saat aku memasuki dorm Super Junior.

“Hai” sapaku balik.

“Chagiya, kamu kenapa ? Kok wajahmu pucat gitu ? Sakit ya ?” tanya Heechul bertubi tubi.

“Nggak kok” jawabku.

“Ohyasudah. Ayo, makan. Pasti kamu belum makan” ajak Heechul.

Aku hanya tersenyum.

Akhinya, dia bisa perhatian sama aku.

Terima kasih Tuhan ^^

“Jangan berdiri saja, ayo ke meja makan” protes Heechul sambil menarikku.

***

“Enak ?” tanya Heechul semangat.

Aku mengangguk senang sambil terus mengunyah makananku.

“Kamu yang masak ?” tanyaku sebelum aku memasukkan sesendok nasi kemulutku.

“Iya. Aku di ajarin Hankyung” jawab Heechul semangat.

Hankyung ?

“Lo ? Kenapa diem ?” tanya Heechul heran.

“Nggak. Aku mau telpon sebentar ya” kataku.

“Iya iya” jawab Heechul.

Aku langsung beranjak menjauh dari Heechul.

Aku mulai mencari nomer yang aku ingin hubungi.

Tak lama kemudian, aku menemukannya.

“Semoga kau mengangkat telponku” kataku pelan.

Tuhan mengabulkan permintaanku.

“Yeoboseyo” sapaku terlebih dahulu.

“Yeoboseyo. Ada apa Nami ?” angkat Hankyung.

“Bisakah kamu mampir ke dorm Super Junior ?” aku mengawali perbincangan dengan bertanya.

“Tapi, aku akan kembali ke China” jawab Hankyung.

“Kapan ?” tanyaku cepat.

“Minggu depan. Memang kenapa ?” Hankyung balik bertanya padaku.

“Aku ingin kau bertemu dengan Heechul. Aku ingin membuat Heechul kembali ceria. Ya, walaupun akhir akhir ini dia ceria tapi, beda dengan cerianya yang dulu” jelasku.

“Sekalii saja” tambahku.

“Baiklah, aku pikir pikir dulu ya” kata Hankyung dan dia mengakhiri telpon.

Apa mau dikata. Saya sudah mencoba.

***

3 Hari kemudian …

Hankyung belum menelponku lagi.

Apa dia nggak mau ketemu Heechul lagi ?

Untuk terakhir kalinya ?

Tega !

Yo Man Yo . Kim Heechul calling ~~

“Yeoboseyeo” angkatku.

“Kwan Nami, hari ini kesini ya. Harus ! Aku punya kejutan buat kamu” cerocos Heechul.

“Arra arra. Satu jam lagi, aku kesana” jawabku.

“Aku tunggu. Dada chagiyaa” kata Heechul sebelum menutup telponnya.

Wah, hari ini dia kenapa ?

***

“Kwan Nami, aku punya sesuatu untukmu” kata Heechul girang saat aku masuk ke dorm Suju. Dia langsung berlari masuk dan kembali dengan kotak ditangannya.

“Ini untukmu” Heechul menyodorkan kotak yang ada ditangannya itu.

“Buatku ? Apa ini ?” tanyaku.

“Sudah buka aja” paksa Heechul.

“Iya iya” kataku pasrah.

Karena aku penasaran banget, jadi aku langsung membuka kotak itu.

Ternyata isi kotak itu adalah kalung.

Tapi kenapa tulisannya harus ‘Namchul’ ?

“Namchul ?” tanyaku bingung sambil memperlihatkan kalung itu pada Heechul.

“Ne. Nami-Heechul” jawab Heechul.

“Nggak ada singkatan yang lebih bagus ?” tanyaku lagi.

Heechul menggelengkan kepalanya sambil memasang muka polos.

Ish, kyeopta deh.

“Kamu nggak suka ya ?” suara Heechul membuyarkan lamunan singkatku.

“Suka banget kok” aku menjawab dengan semangat.

“Terima kasih” ucapku sambil memeluk Heechul.

“Ini pelukan pertama dalam 2tahun terakhir” kata Heechul pelan.

“Aku bisa mendengarmu, tau” kataku kesal sambil memukul kepalanya pelan.

“Tapi memang benar” kata Heechul polos.

Kemudian kami berdua tenggelam dengan keindahan kalung yang bertuliskan nama kami berdua.

Walaupun singkatannya aneh, tapi berarti banget.

Namun, aku mulai menyadari sesuatu yang aneh.

“Dorm kenapa sepi ? Yang lain pada kemana ?” tanyaku saat menyadari kesunyian dorm Suju.

“Mereka aku suruh pergi. Jadi dorm ini, hanya untuk kita berdua” jawab Heechul.

“Kamu nggak melakukan hal hal aneh kan ?” tanyaku curiga.

“Kamu mau ya ?” tanya Heechul balik dengan tatapan menyelidiknya.

“Ya, nggaklah” jawabku.

“Oh, aku kira mau” kata Heechul.

“Hei, kata authornya ini bukan FF NC, jadi nggak boleh ada begituan” jelasku.

Aku berpihak pada author.

Hohoho.

“Ugh! Author ga seru deh” protes Heechul.

(Author: Lu ngomong macem2, gua bikin lo nggak bareng Nami lagi.

Heechul: Ampun, mbah )

Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu saat si author dan Heechul lagi tengkar.

Kemudian, pintu terbuka dan si pengetuk pintu memunculkan kepalanya.

Aku dan Heechul spontan menoleh ke arah pintu dan kami berdua sama sama terkejut akan kehadiran orang tersebut.

“Hai” jawab orang itu.

“Hangkyuuuunngg” Heechul berlari kearah laki laki itu dan langsung memeluknya erat.

“Heechul. Kamu baik baik aja kan ?” tanya Hankyung.

“Tentu. Kan sejak nggak ada kamu, ada Nami” kata Heechul senang.

Tuhan, terima kasih.

Terima kasih semuanya.

Dari Heechul yang perhatian dan Hankyung yang mau mengabulkan permintaanku.

“Nami, kau menepati janjimu. Terima kasih ya sudah menjaga Heechul. Kau benar benar cocok menjadi yeojachingu nya Heechul” kata kata Hankyung membuyarkan lamunanku.

Aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Janji ? Kau janji apa, Nami sayang ?” tanya Heechul.

“Aku mengirim SMS pada Nami mu tersayang ini. Kemudian, aku memintanya untuk menjagamu. Ternyata, setelah dia menerima SMSku dia menelponku dan memintaku untuk bertemu Kim Heechul” jelas Hankyung panjang lebar.

“Jadi, kamu kesini karena keinginan Nami ?” tanya Heechul lagi.

Hangkyung menjawabnya dengan anggukan mantab dan senyuman yang aku rindukan.

Karena senyuman itu, bisa membuat Kim Heechulku kembali.

“Uwaaaaa .. Kwan Nami, terima kasih banyak ya” teriak Heechul sambil berlari kearahku dan memelukku erat.

Tubuhku hampir jatuh karenanya.

Tidak terasa aku menitikkan air mata.

Air mata bahagia ^^

Semua kembali normal dan ini lebih baik dari pada keadaan normal.

Tuhan, sekali lagi terima kasih.

“Heechul, minggu depan aku akan kembali ke China. Nanti kalau ke China main ke rumahku. Kau juga ya, Nami” kata Hankyung.

“Oh iya ada lagi. Kemarin kemarin, Nami sudah menjagamu. Sekarang kau harus menjaga Nami. Nami segalanya untukmu kan ? Jadi, jaga Kwan Nami” pesan Hankyung.

“Pasti Hankyung. Ini semua kan berkat Kwan Nami ku sayang, jadi aku akan menjaganya” balas Heechul.

“Kalau aku tidak melakukan ini semua, kamu nggak akan menjagaku ? Huh !” protesku kesal sambil menjatuhkan diriku disofa yang empuk ini.

“Ya aku pikir pikir dulu lah” jawab Heechul datar.

“Astagfirullah. Sabaarr” kataku sambil mengelus elus dadaku.

Memang harus sabar jika menjadi pacar dari seorang Heechul.

***

Seminggu kemudian …

Heechul dan Nami datang ke bandara untuk mengucapkan selamat tinggal pada Hankyung.

“Hankyung, ntar rinduin aku ya. Trus jangan lupa mimpiin aku juga” pesan Heechul.

“Iya kok, chul. Tenang aja. Inget, jaga Nami lo” jawab Hankyung.

“Ne. Aku akan menjaga Kwan Nami. Karena, aku sayang Kwan Nami” kata Heechul sambil merangkulku.

Tak lama setelah itu, mbak pramugari memanggil para penumpang, dan salah satunya adalah Hankyung.

Hankyung terus berjalan memasuki bandara bagian dalam.

“Nah, Hangkyung sudah berangkat. Sekarang, kita jalan jalan berdua yukk” ajak Heechul.

Belum aku menjawab ajakannya, dia sudah menarikku duluan.

Ya saya pasrah~

(Author: Duh, author di tinggal sendirian ~~ Abang Kyu, temenin T.T)

***

Dan pada akhir cerita,

aku bisa bahagia sekarang.

Bukan karena Hankyung pergi ke China,

tapi karena Heechul bisa kembali ceria dan bisa perhatian denganku.

Benar benar sempurna.

Hohohoho~

***

mian yah klo jelek ~~~

comment please ^^

Advertisements

4 responses to “Tears and Jealous of Kwan Nami

  1. wah.. complicatednya berhubungan dengan Heechul oppa =_____=
    kangen Hankyung oppa… TT.TT
    nice ff… =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s