Birthday Card

Title : Birthday Card
Author : mikimaxmin
Rating : PG-13
Genre : Romance
Lenght : Oneshot
Pairing : Hyunjoong/Jaekyung
Casts : SS501, Rainbow, KARA
Disclaimer : I don’t own SS501, Rainbow, KARA or any other casts here. They belongs to theirself. But the plot is mine.

***

Kim Jaekyung sedang sibuk membereskan isi kamarnya Minggu pagi ini. Segala barang yang menurutnya penting ia masukkan ke dalam kardus besar. Tumpukan koleksi CD dan DVD-nya sudah ia masukkan ke dalam kotak khusus dan isi lemarinya sudah ia masukkan semua ke dalam koper. Besok pagi-pagi sekali ia akan berangkat ke Kyoto, Jepang karena pekerjaannya.

Jaekyung mengambil tumpukan bukunya di meja belajar dan meletakkannya di lantai. Setelah itu ia membuka laci kecil khusus tempat pakaian rumahnya dan mengeluarkan semua isinya. Jaekyung terpengarah ketika melihat sesuatu di pojok laci itu. Rasanya ia tidak pernah menyimpang kotak hijau itu. Karena penasaran, Jaekyung membuka kotak hijau itu terkejut melihat isinya. Di dalamnya terdapat beberapa foto dirinya semasa SMA dulu, foto seorang namja bersama teman-temannya dan sebuah kartu ucapan ulang tahun. Jaekyung membuka kartu persegi dari amplopnya yang berwarna krem dan membaca isinya.

Selamat ulang tahun, Jaekyung-ah!
Semoga ulang tahunmu kali ini diberkahi Tuhan dan diberi kebahagiaan sepanjang hidupmu.
Semoga kamu suka dengan hadiahnya.
Kim Hyunjoong

Kim Hyunjoong. Jaekyung menahan nafas. Nama itu yang selalu Jaekyung hindari selama ini. Nama itu pula yang Jaekyung hapus dari daftar temannya. Orang itu adalah cinta pertama Jaekyung, orang yang paling dicintai sekaligus dibenci Jaekyung.

Semoga kau suka dengan hadiahnya.

Jaekyung keluar kamar dan menuju ruang keluarga, disana terdapat sebuah rak coklat yang berisi boneka-boneka masa kecilnya. Ia mencari sesuatu di antara boneka-boneka besar dan menarik benda yang dicarinya. Sebuah teddy bear putih dengan pita pink. Inilah hadiah yang diberikan Hyunjoongg saat ulang tahun Jaekyung kedepalan belas.

Jaekyung buru-buru kembali ke kamarnya dan membuka kembali kardus yang telah tertutup rapih dan mengeluarkan sebuah album pink. Ia membuka halaman terakhir, disitu terselip sebuah amplop biru muda dan Jaekyung mengeluarkan semua isinya. Terdapat belasan surat warna-warni yang terlipat dan tampak sudah lama. Di halaman depan tertulis dengan kecil, To: Jaekyung, From: Hyunjoong. Jaekyung tersenyum tipis ketika mengingat semua surat ini berasal dari masa SMA-nya, dari cinta pertamanya. Tetapi senyuman tipis itu mendadak hilang ketika Jaekyung mulai membaca setiap isinya dan tergantikan dengan sebuah tangis. Saat itulah bayangan cinta pertamanya yang selama bertahun-tahun sudah ia hapus dan lupakan terulang kembali di kepalanya. Setiap adegan manis dan pahit yang ia lalui bersama Hyunjoong mulai berputar seperti film.

7 Years Ago
Jaekyung menjadi murid baru pindahan di SMA Daesung pada pertengahan semester. Ia masuk di kelas 1 B. Dan kini ia harus mempekenalkan dirinya di depan kelas seperti yang biasa dilakukan setiap murid baru. Ia sudah sering melakukan ini, karena selama ini ia sudah tiga kali pindah sekolah.

“Annyeonghaseyo. Choneun Kim Jaekyung imnida. Bangapseumnida. Mohon bantuan dari kalian semua.” Jaekyung membungkukkan badannya.

“Jaekyung-ssi, pindahan dari mana?” tanya sonsaengnim.

“Saya dari USA.”

Seisi kelas ber-‘whoa’ dan menatap Jaekyung dengan takjub. Ia duduk di samping Park Jungmin, persis di depan meja sonsaengnim. Jaekyung benar-benar kesulitan bicara bahasa korea dan tidak mengerti pelajaran. Untunglah ia dibantu oleh Jungmin.

“Seunga-ah, kesini sebentar.” Sonsaengnim menyuruh seorang anak dari barisanku untuk ke depan.

Seorang namja melewatiku dan mendekati sonsaengnim, menanyakan sesuatu pada pelajaran. Saat pertama kali melihatnya, Jaekyung merasa terpesona melihat namja itu. Tampan sekali, itu anggapan pertamanya pada namja tersebut. Namanya Seunga, pikir Jaekyung.

“Seunga! Kesini sebentar!”

“Ne, sam.” Seorang yeoja mungil mendatangi sonsaengnim dan berdiri di sebelah namja tampan itu.

“Kau dan Hyunjoong kenapa bisa salah seperti ini?” tanya sonsaengmin.

“Miyanhe, sam. Kami keliru,” kata namja yang Jaekyung pikir kini bernama Hyunjoong. Lalu Hyunjoong dan Seunga melewati Jaekyung dan kembali ke meja mereka.

Itulah pertama kalinya Jaekyung melihat Hyunjoong dan ia menyukainya dari sejak pandangan pertama sekaligus salah mengetahui namanya. Dari beberapa kabar yang Jaekyung dapat, Hyunjoong adalah ketua kelas, ketua klub kesehatan, juara umum sekolah. Dan banyak juga yeoja yang menyukainya, mereka pikir Hyunjoong terlalu sempurna, tampan, anak orang kaya, dan religius, sering ke gereja. Tetapi hanya seorang yeoja yang menjadi perhatian Hyunjoong, yaitu Gyuri. Gyuri memang cantik, sangat cantik malah, dan pintar. Pantas saja Hyunjoong menyukainya. Dan Gyuri juga memiliki ketertarikan pada Hyunjoong. Semua seisi sekolah hanya akan menunggu kapan mereka akan resmi berpacaran.

***

Tiga hari sebelum ulang tahun Jaekyung yang keenam belas, ia membagikan undangan pesta ke semua orang di kelasnya, khususnya pada Hyunjoong. Berhari-hari ia membujuk orang tuanya untuk merayakan ulang tahunnya dengan niat mengundang khusus pada Hyunjoong. Bukan Jaekyung yang memberikan undangannya langsung pada Hyunjoong, tetapi Jisuk, salah satu teman Jaekyung selama ini. Jisuk membujuk Hyunjoong untuk datang, dan namja itu mengatakan ‘ya’. Tetapi Hyunjoong tidak kunjung datang, bahkan sama sekali tidak mengucapkan selamat. Alhasil, Jaekyung mengacaukan pestanya sendiri dengan mendekap di kamar.

***

Kelas 2, Jaekyung masuk ke kelas yang berbeda dengan Hyunjoong. Tetapi Jaekyung sengaja mengikuti kelas khusus pulang sekolah karena Hyunjoong mengikutinya juga. Tetapi Jaekyung terlalu pengecut untuk berbicara pada Hyunjoong. Ia lebih banyak menunduk dan tidak banyak bicara jika di dekat Hyunjoong. Karena itu, Hyunjoong berpikir Jaekyung adalah yeoja yang pemalu dan menyeramkan.

Semuanya Jaekyung jaga diam-diam, tidak ada seorang pun yang mengetahui rasa sukanya pada Hyunjoong. Kecuali Woori, seorang murid baru dari Mokpo. Ia mengetahui rahasia Jaekyung itu karena gadis itu tidak sengaja mengatakannya.

“Kau tahu Kim Hyunjoong? Anak kelas 2 A itu,” kata Woori saat istirahat.

“Ya, memang kenapa?” tanya Jaekyung.

“Sepertinya aku menyukainya.”

“Mworago?” tanya Jaekyung tidak percaya.

“Aku akan menjadikannya pacarku,” ujar Woori kemudian.

“Andwae! Andwae!” teriak Jaekyung.

“Kenapa?” tanya Woori.

“Karena aku menyukainya juga,” jawab Jaekyung tanpa sadar.

Woori tersenyum sinis. “Kalau begitu, kita bersaing.”

Tetapi Jaekyung sama sekali tidak ada niat untuk bersaing dengan Woori. Karena ia tahu Hyunjoong hanya menyukai Gyuri, tanpa melihat yeoja lain. Jaekyung terlalu benci pada Gyuri, karena ia memberikan harapan Hyunjoong yang tidak pasti. Kalau menurut Jisuk, Gyuri berniat ‘jual mahal’. Toh, sikap dingin Gyuri tidak mengubah perasaan Hyunjoong. Seperti saat Gyuri mengalami kecelakaan, Hyunjoonglah yang menjaganya 24 jam di rumah sakit.

Setelah itu, Jaekyung seakan melupakan Hyunjoong. Ia sudah tidak terlalu mengharapkan Hyunjoong. Karena Jaekyung terlalu malu mengungkapkan perasaannya. Bicara pada Hyunjoong pun ia tidak berani. Selama sisa kelas 2, Jaekyung berusaha keras melupakan Hyunjoong. Untunglah, tahun selanjutnya mereka tidak sekalas, jadi Jaekyung dapat dengan mudah melupakan Hyunjoong.

***

Kelas 3, tahun terakhir Jaekyung di SMA. Selama satu tahun itu pula Jaekyung mengikuti kelas khusus. Tidak tahu harus bagaimana, Hyunjoong dan Gyuri juga mengikuti kelas khusus.

Jaekyung menjalani satu semester seperti biasa, hingga ia mendengar dari dari seseorang kenyataan yang pahit.

“Jaekyung-ah!” panggil Hyungjun dari mejanya.

“Wae?” tanya Jaekyung.

“Pinjam buku catatanmu boleh?” tanyanya.

Jaekyung menuju meja Hyungjun dan memberikan buku catatannya. Saat beranjak pergi, Hyungjun menahan tangan Jaekyung tiba-tiba.

“Wae?” tanya Jaekyung.

Hyungjun membisikan sesuatu di telinga Jaekyung. “Ada seseorang yang menyukaimu.”

“Siapa?” tanya Jaekyung.

Hyungjun tampak menimbang-nimbang apakah akan memberitahunya apa tidak, tetapi akhirnyaia tetap tidak memberitahunya juga. Jaekyung tidak peduli, jadi ia tidak menanyakannya secara lanjut.

Tetapi bukan perkataan Hyungjun yang merubah Jaekyung. Jisuk mendatangi Jaekyung saat istirahat dan tanpa basa-basi menanyakan siapa namja yang Jaekyung suka.

“Kenapa aku harus mengatakannya padamu?” tanya Jaekyung.

“Ada namja yang menyukaimu,” kata Jisuk.

“Siapa?” tanyaku.

“Beritahu dulu siapa namja yang kamu suka,” ujar Jisuk.

“Tidak ada,” jawab Jaekyung jujur. “Swear.”

“Benarkah?” tanya Jisuk percaya.

“Kau tidak percaya? Ya sudah.” Jaekyung berlalu tidak peduli.

“Baiklah-baiklah, kuberi tahu siapa namja itu.” Jisuk membisikan di telinga Jaekyung. “Hyunjoong.”

Hati Jaekyung mencelos. Ia tidak percaya bahwa orang yang dua tahun ini dicintainya tiba-tiba datang saat dirinya mulai melupakan sosok itu. Tetapi walaupun begitu, di dalam hati kecil Jaekyung masih terdapat perasaan cinta tersebut. Karena itu ia sangat bahagia saat mendengarnya.

Dan ia tidak dapat berkata apa-apa saat Youngsaeng memberikan surat cinta Hyunjoong padanya, dengan isi, Kim Jaekyung SARANGHAE. Jaekyung merasa tidak memerlukan apa-apa lagi saat ia dan Hyunjoong saling berkirim pesan. Walau mereka sama-sama malu untuk saling menyapa di sekolah, seisi sekolah tahu bahwa Kim Hyunjoong, pangeran sekolah menyukai Kim Jaekyung, murid pindahan yang tidak lancar berbahasa korea.

Tetapi hubungan mereka tidak selancar yang orang pikirkan. Mereka sama sekali tidak berstatus pacaran. Entah kapan Hyunjoong akan memintanya menjadi pacarnya. Tetapi orang ketiga selalu ada muncul dalam setiap hubungan orang. Gyuri dan Hyungjun, orang yang menyelip di hubungan Hyunjoong dan Jaekyung. Tanpa seorangpun tahu, Hyungjun juga menyukai Jaekyung diam-diam. Namja itu menyatakan perasaannya saat mereka pulang dari kelas khusus. Hyungjun sengaja menunggu murid lain pulang, hingga ia bebas mengatakannya.

“Miyanhe, Hyungjun-ah,” kata Jaekyung saat itu.

“Kau menyukai Hyunjoong, kan?” tanya Hyungjun.

Jaekyung mengangguk takut-takut.

“Aku mengerti. Aku tidak apa-apanya dibandingkan dengan dia. Aku mengerti.”

Setelah kejadian itu, Hyungjun sama sekali tidak mau berbicara pada Jaekyung dan Hyunjoong, bahkan menatap pun ia tidak mau. Jaekyung merasa bersalah, karena telah kehilangan seorang teman baik. Selama ini, Hyungjunlah yang menjadi tempat semua curahan hati Jaekyung. Tetapi sekarang Hyungjun malah menjauhinya.

Di satu sisi, Gyuri masih mengharapkan Hyunjoong kembali padanya. Ia dengan terang-terangan mengibarkan bendera perang dingin pada Jaekyung. Tetapi semuanya berhenti saat Hyunjoong mengetahuinya dan meminta Gyuri menghentikan perbuatannya.

Hyunjoong adalah namja yang manis. Saat itu sedang musim ujian kelulusan, dan Jaekyung terlalu capek dengan kegiatannya, ia pingsan di depan kelas. Teman-temannya membawanya ke ruang kesehatan. Saat tersadar, Hyunjoong sudah ada di sebelahnya dan tampak khawatir.

“Gwaenchana?” tanya Hyunjoong.

“Gwaenchana,” kata Jaekyung.

Tapi terkadang ia bisa berubah dingin sekali. Saat kaki Jaekyung terkilir karena klub cheerleader, Hyunjoong hanya berlalu tanpa menoleh pada Jaekyung meringis kesakitan.

Terkadang pula Hyunjoong mempunyai beberapa permintaan aneh. Dia selalu meminta Jaekyung mengikat rambutnya, karena menurutnya, Jaekyung lebih manis saat rambutnya diikat.

Satu hal yang Jaekyung benci dari Hyunjoong adalah teman-temannya. Ia bergaul dengan orang yang sama seperti dirinya. Pintar, kaya, mewah, dan sombong. Jaekyung benci orang seperti itu. beberapa teman wanitanya selalu berusaha mendekati Jaekyung dan memanas-manasinya.

Saat pengumuman kelulusan, bertepatan pula dengan ulang tahun Jaekyung yang kedelapan belas, Hyunjoong memberikannya sebuah hadiah istimewa. Hadiah itu sekarang dipeluk erat oleh Jaekyung, teddy bear putih dengan pita pink.

***

Satu kalimat dari Hyunjoong yang Jaekyung ingat sampai sekarang adalah, “Aku tiidak akan mencintai yeoja lain selain kamu. Aku janji tidak akan menyukai yeoja lain.”

Jaekyung hafal kalimat itu, karena menurutnya itulah janji Hyunjoong terhadap hubungan mereka, yang tetap saja tanpa hubungan pacaran.

Mereka masuk ke perguruan tinggi yang berbeda, tetapi mereka tetap saling mengontak. Setelah tiga bulan tidak bertemu, mereka memutuskan untuk bertemu di sekolah mereka yang lama. Tetapi, Jaekyung harus kecewa, karena Hyunjoong tidak datang.

Pertama kalinya, Jaekyung dibuat kecewa oleh Hyunjoong. Kedua kalinya, membuat Jaekyung membenci Hyunjoong sekaligus para namja lainnya. Saat itu Jaekyung sedang jalan di mall dan tanpa sengaja bertemu dengan Hyunjoong yang sedang menggandeng seorang yeoja.

“Jaekyung-ah!” Hyunjoong tampak sangat senang bertemu Jaekyung.

“Annyeong,” kata Jaekyung. “Pacarmu?”

“Ya. Kenalkan, Seungyeon,” kata Hyunjoong.

Jaekyung seakan ingin menampar Hyunjoong saat itu juga, tetapi ia menahannya. Tidak disangkanya, setelah lama mereka tidak bertemu dan mulai kehilangan kontak, Hyunjoong muncul dengan gandengan baru, seakan lupa masa-masa mereka dulu dan janjinya. Jaekyung benci Hyunjoong, saat itu. Tetapi hubungan mereka tetap baik, walau mereka hanya saling berkirim pesan dua sampai tiga kali dalam sebulan.

***

Setelah lulus kuliah, Jaekyung benar-benar kehilangan kontak dengan Hyunjoong. Yang ia tahu hanya Hyunjoong bekerja di sebuah perusahaan besar. Jaekyung tidak menyangka bahwa ia tidak menghubungi Hyunjoong selama tiga tahun. Dan namja tersebut juga tidak ada keinginan untuk menghubunginya. Dengan takut, Jaekyung mengontak Hyunjoong terlebih dahulu.

“Yoboseyo?” tanya Hyunjoong di seberang sana.

“Yoboseyo. Hyunjoong-ah, kamu masih ingat padaku? Jaekyung.”

“Kim Jaekyung?”

“Ne. Kau ingat?” tanya Jaekyung.

“Aku ingat, teman SMA-ku kan.”

Jaekyung terdiam. Teman SMA. Hanya teman SMA, katanya.

Jaekyung tidak pernah menyesali karena ia mengontak Hyunjoong duluan, karena setelah itu hubungan mereka dekat lagi. Hyunjoong bercerita bahwa ia sudah punya kekasih baru, namanya Yoonhye. Dan mereka satu perusahaan, teman kuliah Hyunjoong juga. Sedangkan Jaekyung juga bercerita bahwa ia masih single dengan alasan belum menemukan yang cocok. Tetapi dari nada Hyunjoong, sepertinya ia punya masalah dengan kekasihnya itu.

“Dia terlalu posesif padaku,” kata Hyunjoong tentang Yoonhye.

Sebulan kemudian, Hyunjoong bercerita bahwa ia dan Yoonhye sudah putus. Merasa iba, Jaekyung mengajaknya jalan-jalan dan Hyunjoong setuju.

Saat itulah, pertemuan kembali Hyunjoong dan Jaekyung selama tiga tahun tidak bertemu. Dia tambah tampan, ujar Jaekyung pada dirinya sendiri saat bertemu dengan Hyunjoong. Mereka berdua menonton film berdua, makan es krim berdua, dan mencari CD berdua. Bahkan, Hyunjoong mengantarkan Jaekyung pulang dengan mobilnya.

“Hyunjoong-ah,” kata Jaekyung saat di dalam mobil.

“Ye?”

Jaekyung menahan ludah. Sebenarnya ia ingin membicarakan janji Hyunjoong saat dulu dan menanyakan kenapa ia bisa melupakannya. Tetapi ia tidak mau memalukan dirinya sendiri.

Akhirnya ia berkata, “Kamu tahu bahwa kamu adalah cinta pertamaku?”

Hyunjoong tersenyum tipis dan membalas, “Kamu juga cinta pertamaku, Jaekyung. Bahkan aku masih menyimpan fotomu saat di SMA dulu.”

Bohong, pikir Jaekyung, lalu Gyuri itu siapa?

“Jaga kesehatanmu,” kata Hyunjoong saat Jaekyung turun mobil dan Hyunjoong melaju pergi.

Keesokan harinya, mantan kekasih Hyunjoong, Yoonhye mengirim pesan pada Jaekyung bahwa ia tahu semuanya yang terjadi pada Jaekyung dan Hyunjoong kemarin dari video yang diberikan teman-teman wanita Hyunjoong, mereka membuntuti Hyunjoong dan Jaekyung. Yoonhye menuduh Jaekyung sebagai perusak hubungan ia dan Hyunjoong. Karena Hyunjoong mengatakan bahwa Jaekyung mengejar-ngejarnya. Jaekyung membela dirinya sendiri dan mengatakan bahwa ia tidak mengejar-ngejar Hyunjoong dan namja itu masih menyukai dirinya karena masih menyimpan foto dirinya. Yoonhye lalu bilang bahwa semua barang-barang mantannya termasuk foto Jaekyung sudah dibuang sendiri oleh Hyunjoong.

Saat itu Jaekyung merasa kesal dan marah sekali pada Hyunjoong. Ia benci sekali pada Hyunjoong. Dengan kesal Jaekyung mengirim pesan pada Hyunjoong berisi, ‘Hyunjoong-ah! Kau jahat sekali!’. Empat jam kemudian, Hyunjoong membalas, ‘Maaf, ini siapa? Saya kenal Anda?’.

***

Sejak itu, semua hal yang bernama Kim Hyunjoong dibenci oleh Jaekyung. Semua kenangan akan Hyunjoong disimpan Jaekyung di dalam sebuah kotak. Tetapi menurutnya, menyimpannya saja tidak cukup.

Jaekyung bangkit dari duduknya setelah menangis beberapa jam mengingat kenangannya bersama Hyunjoong. Ia mengambil semua surat cinta dari Hyunjoong dan menarik foto Hyunjoong bersama teman-temannya yang diambil di sebuah taman bermain. Semua ituu ia sobek sampai sobekan kecil. Lalu ia keluar rumah dengan membawa robekan-robekan kertas tersebut dan membakarnya. Setelah selesai, ia kembali ke kamarnya, mengambil teddy bear putihnya dan membuangnya ke tong sampah.

Jaekyung ragu saat memegang kartu ucapan ulang tahun dari Hyunjoong. Ia ingin sekali membuangnya juga, tetapi ia menyimpannya rapat-rapat. Biarlah ada sedikit kenangan dari Hyunjoong. Tetapi Jaekyung berjanji tidak akan pernah membuka kartu itu lagi seumur hidupnya. Ia tidak mau membaca kalimat manis buatan Hyunjoong. Semua perkataan manis Hyunjoong sudah menjadi pahit di dirinya. Hanya Hyunjoong namja yang dicintai Jaekyung. Eommanya sudah berkali-kali menyuruhnya mencari seorang calon suami, tetapi Jaekyung tidak bisa menyukai apalagi mencintai namja lain. Jaekyung tahu ia terlalu bodoh karena masih mencintai namja yang telah menyakiti hatinya, tetapi semua kenangan manisnya selalu menutupi luka hatinya.

Cinta pertama sama manis dan pahitnya seperti cinta terakhir. Tetapi cinta pertama tidak akan pernah terlupakan hingga kapanpun.

THE END

Advertisements

11 responses to “Birthday Card

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s