[Twoshots] Tell Me Once More -end-

Title : Tell Me Once More

Author : shinbitokiicecream (shinbi)

Cast: Seo Eunkyung, Choi Minho (SHINee), Kim Kibum (Key SHINee), Kang Eunri, Shin Raesang

Rating: PG-15

Length : Twoshots

Genre : Angst, Romance

Previous Part [Twoshots] Tell Me Once More

No silent reader please… jebal jebal jebal~

Ntar kalo tetep jadi silent reader aku gigit pake giginya Taecyeon 2PM loh.. grawr~ =p

“Bagaimana? Berhasil tidak?” tiba-tiba orang itu duduk di pinggir pantai bersamaku. Aku tidak menghiraukan dan terus mengayun-ayunkan kakiku.

“Hahahaha… Sudah ku bilang, hal yang kau lakukan itu bodoh.”

“Iya aku memang bodoh. Melakukan hal sia-sia seperti itu. Puas?!” aku mulai menangis di hadapannya. Tiba-tiba ia meraih tubuhku dan memelukku begitu saja. Aku berusaha melepaskan diri dari dekapannya, tapi ia mendekapku dengan kuat. Akhirnya aku hanya bisa menangis di pelukannya.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Kau..kenapa kau selalu mengikutiku?”

“Hahahahaha, sudah kubilang. Aku ingin melihat hal bodoh apalagi yang akan kau lakukan.. Hahahahaha..” ia malah tertawa mendengar pertanyaanku.

“Ssst..” aku menempelkan jari terlunjukku di bibirnya. “Berhentilah tertawa. Pasti kau menyembunyikan sesuatu dibalik tawamu itu.”

“Hmpfft… yah.. aku memang selalu menyembunyikan diriku yang kejam dibalik tawaku. Karena dengan tawaku, aku merasa hidupku lebih bahagia.”

“Dirimu yang kejam?”

“Baiklah, aku mau mengakui sesuatu. Terserah kau akan marah atau apa. Sebenarnya aku yang merusak hubunganmu dengan Minho. Aku yang menaruh foto-foto Minho dengan perempuan itu di tasmu. Dan memang aku suka mengikutimu kemana-mana. Aku tidak kalah gila denganmu kan? Hahahaha..”

“Kenapa kau melakukan itu?”

“Hmm..tidak tahu. Mungkin aku jatuh cinta.”

“Jatuh cinta? Tapi kita tidak pernah saling mengenal sebelumnya…”

“Mungkin tidak. Tapi di mimpiku pernah. Aku sering sekali memimpikanmu. Padahal aku sendiri juga tidak pernah bertemu denganmu. Sampai akhirnya aku melihatmu di lab biologi untuk pertama kalinya. Hahahaha tidak keren ah.”

Aku memandangi wajahnya. Memang sepertinya aku sangat familiar dengan wajah itu. Dan aku tidak tahu perasaan apa yang ada di dalam hatiku. Kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi…

“Aku Kim Kibum.” Ia mengulurkan tangannya.

“Em..Seo..”

“Seo Eunkyung, ya kan?” ia langsung memotong pembicaraanku. Dan meraih tanganku yang ragu-ragu menerima tangannya. “Maaf ya aku membuatmu berpisah dengan Minho. Kau mau kembali padanya?”

“Hufth…sepertinya tidak. Ia membiarkanku melewatinya begitu saja. Itu artinya dia benar-benar…”

“Hei, jangan sedih begitu. Kan ada aku di sini.” Katanya sambil tersenyum lebar padaku. Benar-benar orang yang aneh. Dan aku rasa yang ia katakan tentang diriku yang sudah mulai gila juga benar. Aku mulai merasa nyaman berada di dekat orang seaneh dia.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Saat ini Key yang menggantikan posisi Minho dalam hidupku. Ia yang selalu melindungiku, memberikan keceriaan, dan pastinya kasih sayang yang lebih.

KEY     : yoboseyo?

EK       : Key, kau bisa ke rumahku sekarang?

KEY     : ada apa?

EK       : aku sedang membuat kue. Aku ingin kau mencicipinya

KEY     : wah..joayo! Tunggu aku! 5 menit lagi aku datang!

Ia langsung menutup teleponnya dengan semangat. 5 menit kemudian ia benar-benar ada di depan rumahku.

Tok..tok..tok..

Aku segera membukakan pintu.

“Eunkyung?” ia melangkah ke belakang.

“Mwoo? Kenapa?”

“Igoyo..” ia menunjuk-nunjuk pisau yang sedang kubawa.

“Oh..hehehe. Tenang saja. Aku tidak akan membunuhmu. Ayo masuk.” Kataku sambil berusaha meraih lengannya.

“Jauhkan itu dulu..”

“Oh iya iya..” akhirnya aku menyembunyikan pisau itu di balik badanku dan membawa Key masuk ke dapur. Sesampainya di dapur, aku melanjutkan aktivitasku untuk memotong keju. Key berdiri jauh dari tempatku berdiri.

“Key? Kau takut pada pisau?”

“Hehehe..” ia memaksakan tertawanya.

Aku meletakkan pisauku. “Baiklah, aku tidak akan memotong lagi. Tapi kau harus membantuku.” Akhirnya ia berani mendekat ke arahku.

“Asalkan tidak berurusan benda tajam.”

“Geurae, tolong aduk adonan ini ya?”

“Ne.” ia mengaduk adonan kue tersebut. Beberapa saat kemudian sepertinya ia mulai larut dalam kesibukannya mengaduk adonan. Aku segera memeluknya dari belakang. Ia sedikit kaget dengan perlakuanku.

“Eunkyung…” ia tersenyum jahil.

“Sudah, hentikan mengaduknya. Nanti adonannya terlalu matang.”

“Ne.” ia meletakkan adonan tersebut dan memegang tanganku yang sedang memeluknya. “Sekarang aku harus melakukan apa?”

“Sebentar.” Aku melepaskan salah satu tanganku yang memeluknya dan mengambil sesuatu di kantong celemekku.

“Igoyo…” aku meletakkan pisau di depannya.

“Eunkyung!!” ia berjingkat dan ingin melarikan diri setelah melihat pisau itu di depannya, tapi aku mendekapnya dengan erat.

“Jebal… Kalau kau bisa mengendalikan pisau itu, pisau itu tidak akan melukaimu. Karena itulah kau tidak boleh takut pada pisau.”

“Tapi…”

“Kalau kau takut pada pisau, bagaimana kau bisa melindungiku?!”

Ia terdiam mendengar nada bicaraku yang tinggi lalu menghembuskan napas panjang, kemudian mencoba memegang pisau tersebut perlahan.

“Pegangnya gini. Terus yang satunya gini. Gini caranya motong.” Aku membimbing Key dengan hati-hati. Sampai akhirnya ia bisa mengendalikan pisau dengan benar.

“Key mian… Aku tadi sempat marah padamu.”

Sekarang gantian Key yang memelukku dari belakang. Ia menyandarkan kepalanya di bahuku. “Harusnya aku yang minta maaf. Aku benar-benar terlihat bodoh di depanmu. Aku janji akan berusaha melindungimu. Saranghae…”

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Sebulan kemudian…

Tok..tok..tok..

“Eunkyung..” aku membuka pintu dan Key berdiri dengan senyumnya yang lebar. “Hari ini amma ulang tahun. Kau mau menemaniku membeli kado untuk ammaku?”

Aku mengangguk mengiyakan ajakannya. Dan akhirnya kami berdua berangkat ke sebuah pameran keramik import. Kata Key, ammanya suka mengoleksi bermacam-macam keramik.

Key mulai memilih-milih barang yang cocok untuk ammanya. Sedangkan aku melihat ke bagian barang-barang kecil seperti gelas, mug, dan piring. Pandanganku langsung tertuju pada sebuah mug hitam bergambar kelinci. Mug itu mengingatkanku pada pemberian Minho saat musim salju kemarin. Ia bilang aku bisa menghangatkan tubuhku di musim salju dengan membuat minuman hangat di mug itu sambil mengingatnya.

“Ada yang bisa dibantu?” tanya seorang petugas yang sedang menata dan membersihkan rak yang ada di sebelahku.

“Ah tidak. Kamsahamnida..” kataku sambil menaruh mug itu ke tempatnya. Petugas itu tersenyum padaku lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.

Saat aku melihat-lihat mug-mug yang lain, aku mendengar seseorang berteriak. Dan saat aku menoleh, ternyata petugas tersebut tergelincir dari pijakannya berdiri dan berpegangan pada rak mug yang ada di depanku. Rak tersebut tidak kuat menahan beban tubuh petugas itu dan jatuh secara perlahan. Barang-barang yang ada di rak tersebut berjatuhan dan pecah.

“Eunkyung!!” Key segera mendekapku erat dan menjauhkanku dari robohan rak tersebut. “Gwenchana?” tanyanya padaku.

Aku tersentak melihat darah menetes ke tanganku. Saat aku memandang Key, darah mengucur deras dari dahinya terkena pecahan kaca.

“Harusnya aku yang bertanya padamu. Kau mau mencelakakan dirimu sendiri?!”

“Aku kan sudah berjanji untuk melindungimu.”

Saat aku berusaha mengeluarkan sapu tangan dari tasku, tiba-tiba dekapan Key melemah dan ia jatuh begitu saja.

“Key!!” aku sangat panik karena ia tiba-tiba jatuh pingsan dan darah di wajahnya tidak berhenti mengalir. Aku benar-benar takut Key kehilangan banyak darah. “Cepat!! Panggil ambulan!!!” aku tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya menangis sambil memeluk Key.

Akhirnya Key dilarikan ke UGD. Aku duduk di luar menunggu keluarganya sambil berharap Key akan baik-baik saja.

“Eunkyung..!!” tiba-tiba seseorang memanggilku dari kejauhan.

“Eunri?” Eunri datang bersama kedua orang tuanya. Jangan-jangan.. “Kau dongsaeng Key?”

“Kau kenal oppaku?”

“Eunri..mian.. aku tidak bisa menjaganya dengan baik.” Aku tidak bisa menahan tangis lagi.

“Sudahlah, memang sudah saatnya…” kata Eunri tersenyum tegar.

“Sudah saatnya? Apa maksudmu?”

Eunri hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku.

“Apa kalian keluarga Kim Kibum?” tanya seorang dokter yang keluar dari ruangan Key.

“Kami orang tuanya.” Kedua orang tua Key bangkit menghampiri dokter tersebut.

“Maaf, ia tidak tertolong lagi….”

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

“Oppa mengidap penyakit hemofilia. Karena itulah orang tuaku melarangnya dekat-dekat dengan benda tajam. Sekali saja ia terluka, darahnya tidak akan bisa berhenti mengalir dan membuat hidupnya terancam. Karena itulah, aku dan orang tuaku sudah siap jika terjadi kenyataan seperti ini…”

“Eunkyung..” Minho membangunkanku dari lamunanku.

“Minho…”

“Aku turut berduka cita…” katanya sambil duduk di sampingku.

“Gomawo”

“Aku tidak menyangka ia jatuh cinta padamu. Kau juga mencintainya?” aku hanya tersenyum mendengar pertanyaannya.

“Kita sudah impas. Kau masih tidak mau mendengar penjelasanku?”

“Baiklah aku dengarkan. Maaf ya waktu itu aku belum bisa berpikir jernih.”

“Kau tahu Key dijodohkan dengan Raesang? Raesang begitu mencintai Key. Tapi ternyata ia malah jatuh cinta padamu yang jelas-jelas sudah menjadi milikku waktu itu. Karena penyakit yang diderita Key, Raesang ingin membuatnya bahagia dengan mewujudkan keinginannya agar bisa bersamamu sekali saja dalam hidupnya. Akhirnya Raesang memohon padaku agar merelakanmu bersama Key hanya untuk sementara waktu saja. Dan ternyata tindakan yang dilakukan Raesang sudah tepat.”

“Jadi..kau dan Raesang…”

“Iya Eunkyung. Aku hanya berusaha menolong Raesang karena ia sahabatku. Tapi ternyata kau benar-benar mencintai Key…”

“Minho… mian… Aku…”

“Kau mau kembali padaku?”

Aku segera memeluk Minho. “Ne…”

“Jangan pergi dariku lagi. Saranghae Seo Eunkyung…” kata Minho sambil balas memelukku erat.

-=-=-=-=-=-=-=-=-=-

Sekian…

Sebenernya ff ini udah pernah aku publish di blog lain..

Tapi aku publish lagi di sini special buat eunkyung… =)

Mian kalo geje n nggak suka sama endingnya… TT.TT

Segala bentuk comment,, aku terima dengan senang hati =)

Jeongmal neomu kamsahamnida buat yang udah baca+comment…. *bow berkali-kali* =D

Advertisements

66 responses to “[Twoshots] Tell Me Once More -end-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s