MINE

Author : Keychand

Cast : SHINee, readers

Rating : PG+16 – NC-17

Genre : Trhiller

Length : Oneshot

N.B : Bagi yang mau baca silakan baca, knapa chand pake rate sampe nc-17, ada adegan yang menurut author bisa merusak pemikiran yang dibawah umur kalo dibaca. author ga mau ngerusak fikiran readers semua. ini cuma fiksi, jadi ga mungkin terjadi. Ok! jangan bash saya karna cerita ini!peace^^


Your P.O.V


Sudah kukatakan berkali-kali, kalian milikku. Hanya milikku saja!

Aku hanya bisa berdecak kagum dan kesal, mereka menjadi bahan pembicaraan di sekelilingku. Rambut si almighty yang selalu dirahasiakan menjelang comeback mereka, bahkan si bling-bling juga ikut-ikutan. Flaming charisma yang memangkas rambutnya jadi pendek, atau si maknae yang rambutnya mendadak panjang entah menggunakan hair extention atau memang ia memanjangkan rambutnya secepat mungkin menggunakan alat khusus.

Mereka boleh mengelu-elukan mereka, tapi mereka takkan bisa mendapatkan idola mereka, SHINee hanya milikku. Dan sudah kutekankan berkali-kali, siapapun yang berusaha mendekati mereka, aku tak segan-segan membuat mereka hilang dari bumi.

Karna hanya aku yang pantas berada didekat mereka, aku yang selalu mengikuti mereka kemanapun mereka pergi. Aku yang terus mengikuti langkah mereka dan memperhatikan segala kelakar mereka, aku tau semuanya tentang mereka. Tak ada satupun berita yang terlewati olehku. Karna mereka milikku!

Aku akan melindungi mereka dari serangan fans anarkis dan antifans yang keterlaluan bodoh karna menganggap kalian jelek. Aku akan melakukan apapun supaya mereka tak diganggu dan merasa aman. Aku takkan membiarkan mereka lecet sedikitpun, karna mereka milikku!

Bahkan sekarang aku sedang menulis surat untuk mereka, mau kubacakan isinya? Dengan senang hati..

SHINee, apa kabar kalian semua? Tentu saja kalian baik, karna dari dulu aku selalu menjaga kalian, bukan? Aku selalu mengikuti kemanapun kalian pergi, aku selalu melindungi kalian dari serangan fans anarkis dan antifans. Bahkan aku sering membuntuti kalian saat kalian sedang jalan-jalan, saking sayangnya aku pada kalian.

Kalian tau, kalian ini milikku. Dan aku sudah berjanji, aku takkan membiarkan siapapun mendekati kalian, bahkan mengganggu kalian. Aku akan membuat orang itu menderita, bahkan sampai akhir hidupnya.

Kalian harus tetap bernyanyi hanya buatku, kalian hanya boleh tertawa buatku, kalian tak boleh memeluk siapapun! Karna kalian milikku!

Aku tak pernah main-main dengan semua ucapanku, aku selalu melakukannya sesuai dengan perkataanku. Jadi jangan menganggap aku bercanda.

Bagaimana? Bagus bukan? Bahkan suratku benar-benar special, aku menulisnya dengan tinta darahku sendiri. Saking cintanya aku pada mereka, aku akan menulis surat menggunakan darahku sendiri. Kau tahu kuambil darah ini dari mana? Dari pergelangan tangan yang kuiris menggunakan silet tajam. Dan kutampung darahnya didalam tabung kecil. Bagus bukan? Bahkan wangi darah segarnya masih tercium sampai sekarang. Aku yakin mereka akan merasa surprise dengan surat pemberianku ini.

—–

SHINee P.O.V


“hyung, ada surat. Tapi aku khawatir dengan isinya.”

“wae? Sini, biar kubuka”

“ah, benar dugaanku! Surat itu tidak ada nama pengirimnya, pasti suratnya aneh. Benar saja!”

“sepertinya si pembuat surat ini agak gila, ini pertama kalinya kita dapat surat darah seperti ini! Ottokhayo, hyung?!”

“cepat buang atau sembunyikan! Jangan sampai ada yang tau, aku tak mau kita kena masalah!”

“hanya fans yang terlalu fanatik, hiraukan saja kata-katanya!”

“baiklah, biar kubuang saja suratnya”

—–

Your P.O.V

Sudah kubilang jangan mengaggapku main-main, aku tidak gila, aku hanya terlalu sayang pada kalian. Bahkan sekarang aku sedang mengantri diantara fans kalian yang lain diacara fan signing. Seharusnya aku bisa mendapatkan satu kursi disamping kalian mengingat aku adalah orang yang selalu melindungi kalian.

“boleh aku mengambil fotomu?” aku menoleh pada sumber suara. Cih, berani sekali perempuan jelek itu berkata seperti itu pada onew. Hey, onew kenapa kau malah menyetujuinya? Sudah kubilang kalian tak boleh memberikan senyum kalian pada orang lain. Kalian tak menghargaiku, huh?! Kalian benar-benar menganggapku main-main?!

“gomawo” aku keluar dari antrian, mengikuti perempuan sialan yang sedang tertawa bahagia melihat foto onew di kameranya. Kupastikan itu akan jadi senyum terakhirnya.

“hey kau!” kataku memanggilnya, ia membalikkan badan , dengan cepat aku mendaratkan tanganku dipipinya.

“ya! apa yang kau lakukan, huh?!” ia membentak. Aku tersenyum kecil dan menjambak rambutnya dengan keras, kutarik rambutnya dan membenturkan kepalanya ke tembok gedung disampingku. Ia menjerit kesakitan, aku merasakan tanganku terkena cairan dingin yang pekat. Aku tersenyum senang dan semakin mempercepat gerakanku membenturkan kepalanya ketembok itu.

“aaargh! Lepaksan!” ia menarik tanganku dari rambutnya hingga terlepas, wajahnya sudah basah dengan darah. Aku tersenyum kecil dan mendorongnya dengan kuat sampai ia terjatuh dengan posisi terlentang. Aku mendudukinya dan kembali menampar wajahnya berkali-kali membuatnya kembali berteriak.

“hey, apa yang kau lakukan!” aku mendengar seseorang berteriak dari jauh, dengan cepat aku mencakar wajah gadis sialan itu dengan kuku milikku yang tajam. Ia menjerit kesakitan berusaha menutupi wajahnya, tapi dengan cepat aku menangkis tangannya dan terus mencakar wajahnya dalam sampai darah keluar dari bekas cakaranku itu.

“hentikan!” bentak seorang pria tua padaku. Aku diam duduk diatas gadis yang sudah tergeletak lemah itu, menyunggingkan senyum kecilku padanya.

“hey, apa yang terjadi?” aku mendengar suara si maknae mendekat. Aku mendongakkan wajahku yang tertutupi poni panjangku, kusunggingkan senyum pada mereka semua dan bangkit dari dudukku.

“agasshi, kenapa kau melakukan itu?!” bentaknya, aku hanya tersenyum dan berlalu dari tempat itu dengan santai.

***

Hari ini aku kembali mengirim surat pada mereka, aku takkan pernah absen mengirimi surat pada mereka. Karna persediaan tinta khususku tersedia banyak.

Berterimakasihlah padaku karna kemarin leader kalian sudah kuselamatkan dari gadis pengganggu itu. Sudah kubilang aku akan melindungi dan menjaga kalian dari siapapun yang mengganggu kalian.

Aku tak pernah main-main dengan ucapanku,

Oh, ya. aku kan sudah menjelaskan, kalian hanya boleh menyanyi untukku, tersenyum untukku, dan tak boleh memeluk siapapun, karna kalian itu milikku.

Jangan takut pada fans fanatic dan antifans, karna aku akan melindungi kalian walaupun sampai harus melakukan hal yang sama seperti kemarin, atau bahkan lebih.

Satu hal lagi, kalau kalian tetap nakal melanggar kata-kataku, aku akan nekat membuat kalian menjadi milikku selamanya dan menuruti semua perintahku.

Aku melipat surat milikku itu dan mengecupnya dengan bibirku yang sudah berlumuran darah bekas menghisap sisa darahku yang masih mengucur. Ini akan benar-benar menjadi kumpulan surat mereka yang paling istimewa.

Aku berjalan menuju dorm mereka, mengetuk pintu dan menyimpan suratnya dilantai kemudian pergi. Hari ini mereka ada jadwal manggung didaerah apgujeong. Dan sekarang aku diperjalanan menuju tempat itu, menunggu kedatangan mereka.

Sudah kuduga banyak sekali fans mereka yang datang, tapi mereka tetap milikku. Aku takkan memberikan mereka pada siapapun, tak akan.

“annyeong haseyo..” koor mereka serempak, aku memperhatikan mereka dari jauh. lagi-lagi mereka tersenyum senang didepan fans mereka semua. Nakal!

Mereka menyanyikan 2 lagu dan dilanjutkan dengan acara games yang dipandu si MC, aku paling benci acara ini. Diakhir games para fans akan dipeluk oleh mereka. Bukankah sudah kuterangkan bahwa mereka tak boleh memeluk siapapun?! Benar-benar pembangkang.

2 jam berlalu, acara selesai. Aku memburu perempuan-perempuan sialan tadi di tempat parkir basement.

“ya!” teriakku membuat mereka semua menoleh padaku, aku menghampiri mereka yang sedang cekikikan sambil menenteng tas yang tadi dihadiahkan.

‘brukk’ seluruh tentengan mereka jatuh kelantai waktu tadi kutarik dengan kasar.

“apa yang kau lakukan, huh?!” bentak salah satu dari mereka, aku menatapnya dengan tatapan kosong dan tersenyum padanya.

‘Plaaakk’ aku mendaratkan tanganku dipipinya dengan keras sampai sudut bibirnya mengeluarkan darah, ia memegangi pipinya yang masih terasa panas. Gadis lainnya saling merengkut takut melihat tingkahku tadi.

Aku mendorong gadis yang kutampar barusan hingga terjatuh. Aku menginjak wajahnya dengan keras hingga ia berteriak, aku terus menginjak wajahnya dengan sepatu stiletto-ku yang cukup tinggi dan runcing. Aku melihat wajahnya mengalirkan darah. Tangannya bergerak liar mencoba melepaskan kakiku, tapi aku menendang tangannya dan menginjak telapak tangan kirinya dengan kakiku yang satu lagi dan membuatnya kembali berteriak histeris.

Aku berjongkok disampingnya dan berbisik padanya sambil merobek bajunya, “ jangan membuat keributan!” kataku dan dengan cepat menyumpal mulutnya dengan robekan tadi. Ia meraung-raung,

“percuma, kau hanya akan membuat kainnya semakin masuk dan membuatmu susah bernafas” kataku enteng. Tapi ia kembali meraung-raung, aiiish! Sial! Berisik sekali gadis brengsek ini!

Dengan sekali gerakan aku menginjak lehernya dengan keras hingga hak stiletto-ku menembus lehernya dan darah segar muncrat dengan cepat mengotori sepatu dan kakiku sekaligus. Mata gadis brengsek itu membuka dengan lebar dan sepertinya nafasnya sudah terhenti. Baguslah, aku tak perlu mendengar raungannya lagi, tapi sial darahnya mengotori sepatu mahalku. Aku menarik kembali kakiku yang menancap dilehernya yang masih meyemburkan darah segar pekat, kutendang tubuhnya hingga berbalik menelungkup.

“k-kau, “ aku menoleh pada sisa gadis yang saling berpelukan ketakutan. Aku melempar senyum dinginku pada mereka dan mendekati mereka.

“m-mau apa kau?” kata salah satu dari mereka yang berambut panjang lurus. Aku menariknya kasar dan menjatuhkannya sampai ia duduk berlutut membelakangiku. Aku merogoh tas selendangku, menemukan barang yang kucari. Aku mengangkatnya keatas dan berjalan mendekatinya.

Kujambak rambut si gadis itu sampai ia mendongak dengan terpaksa. Aku tersenyum melihatnya yang bergetar hebat saking ketakutannya, matanya sudah mengeluarkan air mata dan bibirnya berdarah karna digigiti olehnya sendiri. Aku menelusuri wajahnya dengan gunting yang kuambil dari tasku tadi. Dan penelusuranku berhenti tepat dibagian lehernya. Aku menekankan ujung gunting itu membuatnya sedikit meringis kesakitan. Untuk yang kedua kalinya aku menjambak rambutnya keras dan menggunting asal rambut panjangnya itu. Aku mengacak-acak rambutnya, mengguntingnya dengan kasar dan acak sampai rambutnya benar-benar pendek seperti laki-laki. Ia terus meraung sambil menangis selama aku menggunting rambutnya, tapi aku menghiraukannya dan terus menggunting rambutnya sampai habis. Setelah selesai aku mendorongnya sampai terjatuh kelantai.

Oh, aku ingat. Ia memakai kaos yang tadi diberikan mereka. Gadis ini tak boleh menggunakannya, mereka tak boleh memberikan apapun pada orang lain kecuali aku. Aku mengangkat dagu gadis itu membuatnya terpaksa menatapku.

“kau tak pantas menggunakan baju ini” kataku datar dan menyunggingkan senyum. Lagi-lagi dengan cepat aku menggunting baju yang masih dikenakan olehnya dengan tak karuan, membuat bajunya sobek disana-sini dan terlihat seperti pengemis. Ia kembali menangis, kali ini tanpa bersuara. Aku selesai menggunting bajunya sampai benar-benar sobek disana-sini dan membuat baju dalamnya terlihat.

Aku bangkit dari posisiku dan menatap sisa gadis yang sekarang sudah jatuh terduduk disudut tembok. Aku tertawa kecil melihat pemandangan 2 gadis dihadapanku seperti anak kecil yang ketakutan dimarahi orang tuanya. Kurasa cukup main-main dengan gadis gelandangan ini.

Aku berjalan mendekati mereka berdua yang tersisa, mereka terus menempel ketembok selama aku medekati mereka, tapi percuma. Aku menjambak rambut mereka berdua dan menarik paksa mereka kedalam kamar mandi yang ada. Aku menjatuhkan mereka disudut kamar mandi dan merebut tas mereka. Sudah kuduga, pasti mereka membawa bedak, dasar gadis. Aku mengambil pocket bedak itu dan melemparnya kelantai sampai kacanya pecah. Aku mengambil potongan kaca itu dan menunjukkannya pada mereka.

“k-kau mau apa?” kata salah satu dari mereka, aku tersenyum dan dengan gerakan cepat aku mengiris wajahnya dengan pecahan kaca itu. Ia berteriak kesakitan didepanku dan memegangi wajahnya. Tapi aku menepis tangannya dan kembali mencorat-coret wajahnya dengan darah yang keluar dari wajahnya sendiri. Dan tanpa sengaja tanganku mencoret melewati matanya dan membuat ia berteriak keras untuk yang kedua kalinya.

“oops, sorry. Lebih baik kuselesaikan saja, ok!” kataku enteng dan merobek kelopak matanya satu persatu lantas menarik paksa kedua bola matanya sampai terlepas. Tak ada teriakan dari gadis itu, mungkin ia sudah lelah berteriak. Tapi satu gadis yang tersisa berteriak keras melihat pemandangan tadi, aku menoleh padanya yang sedang menangis tak karuan. Aku mendekatinya dan menyentuh wajahnya dengan tanganku yang sudah dilumuri darah.

“gwenchana?” tanyaku lembut, ia Cuma menangis sesenggukan. Aku tersenyum kecil dan menampar wajahnya dengan keras, ia memegangi pipinya yang panas. Aku bangkit dari posisiku dan menyalakan kran wastafel hingga penuh dan menutup saluran pembuangannya. Aku beralih pada gadis itu, menarik bajunya sampai ia berdiri, setelah wastafel itu penuh air, aku menenggelamkan wajah gadis itu dalam-dalam sedangkan tangannya meronta memaksa melepaskan, aku terus menjorokkan wajahnya lama.

Sesekali kutarik wajahnya keluar, memberinya sedikit udara, namun kubenturkan wajahnya pada keramik wastafel hingga mengalirkan darah kemudian kembali kumasukan wajahnya kedalam wastafel. Kulakukan hal itu berulang kali hingga ia benar-benar tak bernyawa saat kumasukan kedalam wastafel yang sudah berubah warna airnya menjadi merah pekat. Dan terakhir, aku memasukkan pecahan kaca itu kedalam perut gadis itu sepenuhnya.

“selesai” kataku datar dan tersenyum menatap bayanganku didepan cermin, aku mencuci tanganku yang berlumuran darah dan berjalan keluar kamar mandi.

Tapi tiba-tiba saja langkahku terhenti waktu kulihat mereka baru berjalan masuk kedalam van mereka, aku berjalan cepat menghampiri mereka dan duduk dikursi kemudi. Aku menyalakan mesinnya dan segera membawa van itu menembus jalanan seoul.

“Hey! Apa yang kau lakukan, agasshi! Hentikan mobilnya!” bentak si almighty padaku, aku hanya tersenyum kecil melihatnya lewat kaca pengemudi dan memakai masker yang sudah kubawa, kemudian melemparkan sebuah tabung yang sebelumnya sudah kubuka tutupnya.

“selamat tidur, tampan” kataku pada mereka, dan kembali mengemudikan dengan kecepatan tinggi.

Tak lebih dari 10 menit, mereka semua langsung tergeletak lemah dijok masing-masing. Aku tersenyum penuh kemenangan dan menepikan mobil van itu didepan rumahku. Kubuka pintu mobilnya dan membawa mereka satu persatu masuk. Aku melepas tshirt mereka satu persatu.

Kumasukan mereka masing-masing kedalam tabung transparan yang terbuat dari kaca dan memasukkan sebuah slang lewat lubang yang ada diujung tabung itu. Setelah selesai kututup tempat itu dan berjalan menuju kran air dan menyalakannya. Air mengalir lewat slang itu hingga mengalir ditabungnya. Aku tersenyum kecil dan duduk disebuah kursi yang berhadapan dengan mereka sambil menunggu mereka sadar.

“hey, dimana ini?” aku mendengar suara si flaming charisma  serak. Aku bangkit dari dudukku dan menghampirinya.

“hey, tampan” kataku padanya, ia menatapku dengan mata bulatnya.

“keluarkan aku dari sini gadis gila!” teriaknya padaku, aku tertawa kecil mendengarnya. Ia terus mendorong kaca penutup tabung itu dengan keras,

“hey, jangan berisik. Yang lain masih tidur” kataku menempelkan telunjukku dibibir, ia menatap tajam padaku sedangkan aku hanya tersenyum kecil dan melepas mantelku, sekarang aku hanya memakai hotpants jeans dan tshirt.

“hyung! kenapa aku ada disini?!” tiba-tiba si maknae berteriak kaget, aku menoleh padanya yang sudah menampakkan wajah takut dan pucat.

“tenanglah, tampan. Aku hanya ingin membuat kalian aman denganku.” Kataku enteng,

“kenapa kau masukkan kami dalam tabung seperti ini, huh?!” balas almighty dengan keras, aku sudah berhasil membuka topi key dan jonghyun yang dianggap misterius itu. Tapi kurasa mereka takkan melakukan comeback sama sekali.

“sepertinya lebih menarik kalau kita mengobrol sambil menikmati minuman” kataku berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil sebotol soju.

“apa maksudmu?! Keluarkan kami dari sini! Kau bisa dihukum karna menculik kami!” teriak jonghyun histeris. Aku kembali tertawa dan duduk dikursi seperti semula. Kutenggak setengah isi soju itu dengan cepat.

“siapa yang menculik kalian? Kalian ini milikku, jadi aku hanya mengambil kalian kembali dalam pelukanku. Tak ada yang menculik kalian sama sekali” kataku ringan, kumainkan kuku-ku dan sesekali menatap mereka yang ketakutan.

“matikan kran airnya!” bentak sang leader akhirnya, aku berdecak kecil dan menghampiri mereka.

“aku sudah mengatakannya pada kalian, bukan? Aku takkan membiarkan siapapun mengganggu kalian, karna kalian ini milikku. Aku juga melarang kalian untuk tersenyum pada orang lain bahkan memeluknya. Tapi kalian semua tak mendengarkan.”

“kami bukan milikmu!” teriak taemin, aku tersenyum kecil.

“sudah kubilang kalian milikku, aku tak pernah main-main dengan ucapanku.” Balasku datar,

“kau gila!” bentak key, aku berdecak kecil “memang, karna kalian semua tampan” kataku.

Air terus naik didalam tabung, sekarang sudah mengisi setengah isi tabung, kulihat mereka makin panik didalam tabung itu, sebagian tubuh mereka sudah terbasahi. Ditambah lagi sama sekali tak ada saluran udara yang menyalurkan masuknya oksigen. Nafas mereka semakin pendek, bahkan beberapa diantara mereka kulihat sudah mulai memegangi leher mereka karna kekurangan nafas. Dan kulihat taemin mulai kejang didalam tabungnya, aku tersenyum kecil melihatnya.

“cepat keluarkan kami! Kau mau membuat kami mati?!” teriak jonghyun keras, aku menatapnya.

“kalau itu bisa membuat kalian terus menjadi milikku. Aku akan membuat kalian terus ada untukku” jawabku datar,

“kau benar-benar gila!” teriak minho histeris, aku menangguk kecil padanya dan menikmati pemandangan yang ada didepanku.

5 tabung berisi manusia milikku yang sedang terisi air mengandung larutan sianida jenis asam hidrosianik. Kau tau apa kehebatan larutan itu? larutan itu bisa membuat manusia yang menghirup atau menelannya akan terkena serangan jantung dan mengalami kejang yang hebat. Dan yang lebih fantastis adalah bisa membuat mereka semua tertidur selamanya dalam hitungan menit. Hebat bukan?! Apalagi sianida yang kugunakan ini sianida yang sering digunakan para militer NATO.

Aku semakin menikmati pertunjukan didepanku. 5 Manusia yang sedang mengalami kejang-kejang didalam tabung berisi air sambil menahan nafas. Aku tersenyum menanti detik-detik mereka menjadi milikku seutuhnya. Beberapa saat lagi tabung itu akan penuh dengan air, dan dalam hitungan menit, mereka tak akan bernafas lagi. Itu lebih baik buatku, karna mereka sendiri yang sudah melanggar perintahku.

‘blup…blup..’ satu persatu dari mereka berhenti mengejang dan akhirnya mereka membuka mulut mereka berusaha mencari udara yang sia-sia. Ternyata mereka pintar juga, berusaha tak mengambil nafas dalam air supaya airnya tak masuk keparu-paru. Tapi sayang, mereka akan tetap meminumnya. Membuat larutan sianida itu masuk kedalam tubuh mereka.

Aku mendekati tabung yang berisi onew, membuka penutupnya dan menarik keluar tubuhnya. Kubaringkan tubuhnya diatas meja makan. Kuambil pisau yang tergeletak disampingnya dan mulai menngeluarkan bola matanya perlahan dari tempatnya. Aku memutuskan saraf-saraf yang menyambungkan matanya dengan tubuh dan otaknya. Cukup sulit karna aku tak ingin merusak mata sipitnya itu. Mata yang berhasil membuatku tersihir olehnya. Setelah berhasil, aku menyimpan bola mata itu didalam sebuah toples.

Kemudian aku beranjak membuka paksa mulutnya. Mencoba melepaskan rahang giginya dari mulutnya, aku ingin gigi kelincinya yang membuatku merasa gemas padanya. Aku menggunakan pisau untuk melepaskan rahang giginya, tapi tak berhasil. Akhirnya aku menggunakan tang untuk mencabutnya. Dengan sekali tarikan aku berhasil memisahkan rahang giginya dari mulutnya. Kembali kusimpan rahang giginya dalam toples tadi. Aku bergerak merobek lehernya. Darah segar yang sudah bercampur dengan air mengucur deras saat kurobek tenggorokannya. Aku mencari pita suaranya diantara banyak urat saraf dan pembuluh darah disana. Setelah berhasil menemukannya aku mencabutnya dan menyimpannya didalam toples tadi. Pita suara itu yang menghasilkan suara lembut onew selama ini, suara yang membuatku jatuh hati padanya, dan sekarang aku memilikinya, bahkan memegangnya. Aku bergerak menuju daerah dadanya, kembali merobeknya dibagian jantungnya. Lagi-lagi darah mengucur banyak, aku memasukkan tanganku dan memegang jantung onew yang selama ini membuatnya hidup dan sekarang aku memilikinya dan menggenggamnya. Aku melepaskan saraf-saraf dan pembuluh darah yang menempel dan menarik jantungnya keluar dan memasukkannya kedalam toples tadi. Setelah selesai semuanya, aku menjahit bekas robekan tadi dengan benang biasa dan jarum biasa. Menyebabkan benangnya terlihat tidak rapi dan berantakan. Kemudian kubaluri seluruh tubuh onew dengan lelehan lilin hingga bekas jahitannya tak terlihat, kupasangi mata palsu untuknya dan membuat wajahnya tersenyum seperti biasa. Kemudian kusimpan onew disamping tangga rumahku dengan posisi berdiri.

Selesai onew aku beranjak pada si maknae. Aku menariknya keluar, membaringkannya diatas meja makan. Aku memulainya dengan bola matanya dengan melepaskannya sama seperti onew tadi. Menyimpannya ditoples yang berbeda dari toples milik onew sebelumnya. Aku bergerak menuju tenggorokan taemin. Merobeknya dengan gunting membuat darah segar mengalir deras. Aku mengguntingnya secara melingkar mengikuti alur lehernya hingga setengahnya. Aku mengambil pita suara miliknya dan menyimpannya dalam toples. Agak sulit saat bagian pita suara, karna pita suara milik taemin agak susah dicabut, terpaksa aku harus memasukkan jari-jariku diantara banyak saraf dan pembuluh, tapi tetap sulit, akhirnya aku terpaksa mengguntingnya.

Selesai dengan pita suara, aku bergerak menuju jantungnya, merobek kulit dadanya dan menggunting setiap saraf dan pembuluh darah yang tersambung pada jantungnya. Lagi-lagi aku menemukan kesusahan, dan sekarang aku harus mencabut paksa jantungnya sampai-sampai jantungnya terjatuh kelantai karna licin. Aku segera mengambilnya dan menyimpannya ditoples tadi.

Selesai bagian jantung, aku bergerak menuju kakinya. Kaki yang selama ini menopangnya untuk menari sebaik mungkin diatas pangung. Aku merobek daging kaki bagian betisnya dan mencabut paksa tulangn keringnya hingga meninggalkan sisa saraf dan otot yang putus. Kusimpan tulang itu dipinggir tubuh taemin dan beranjak mengambil kayu berbentuk balok panjang. Aku memasukannya kedalam daging kaki taemin dan kembali menjahit bekas robekannya. Selesai dijahit, aku membalurkan lelehan lilin kebadan taemin dan membuatnya tersenyum sama seperti onew dan memposisikannya berdiri disamping onew.

Selesai dengan taemin aku beranjak pada key. Kutarik tubuhnya keluar dan bersiap dengan guntingku. Aku menggunting rambut key dengan asal. Rambut yang selalu menimbulkan kontroversial karna eksperimennya. Dan sekarang aku memilik rambutnya. Sisa rambut yang masih ada kupangkas menggunakan pisau tadi, dan tanpa sengaja sesekali pisauku mengiris kulit kepalanya hingga mengeluarkan darah. Setelah kepalanya benar-benar bersih dari rambut, aku menyimpan rambutnya dalam toples yang berbeda . Kemudian aku bergerak menuju matanya, mencabut bola matanya dan berlanjut menuju tenggorokannya. Mencabut sumber suaranya yang menghasilkan rap yang bagus selama ini. Selesai dengan pita suara, aku bergerak menuju bagian jantungnya, melepasnya dari tubuhnya dan mengumpulkannya dalam toples. Ah, ada yang terlewat. Aku memegang tangannya dan merobek kulit jarinya, mencopot ruas tulang jarinya dengan paksa atau harus menggunakan tang lagi. Selesai kulucuti satu persatu, aku memasukan paku-paku besar sebagai pengganti tulangnya dan menjahitnya dengan asal. Selesai semua, baru kululuri tubuhnya dengan lelehan lilin dan menyimpannya disamping taemin.

Aku beranjak pada minho, membaringkannya diatas meja. Dan bergerak cepat mencungkil bola matanya. Kemudian beralih menuju daerah tenggorokannya. Aku mencabut paksa pita suaranya yang selama ini menghasilkan suara berat yang hangat. Aku juga mencabut buah jakun miliknya, karna ia selalu memamerkan tenggorokannya pada orang lain, jadi sekarang aku memilikinya. Aku memasukan sebongkah batu kecil sebagai pengganti buah jakunnya dan menjahit bekas robekannya dengan asal. Selesai daerah tenggorokan, aku bergerak menuju daerah jantungnya dan melakukan hal yang sama seperti kulakukan pada onew dan key tadi. Mengumpulkan mata dan lainnya, melulurinya dengan lilin dan terakhir menyimpannya disamping key.

Selesai minho, aku terdiam sesaat, mengelap peluh yang membasahi dahiku dengan tangan yang berlumuran darah. Aku menyusutkan darah itu pada bajuku yang berwarna putih, membuatnya meninggalkan noda darah yang banyak. Merasa sudah tak lelah, aku menyelesaikan yang terakhir.

Menarik jonghyun keluar dan membaringkannya diatas meja makan. Lagi-lagi aku menggunting rambutnya yang kemarin-kemarin ia sembunyikan dengan topi. Aku mencukurnya sampai habis dan mengumpulkannya pada toples yang baru. Kemudian mencungkil bola matanya dan menggantinya dengan yang palsu sama seperti yang lain. Lantas bergerak mencabut pita suaranya yang selama ini terus melengkingkan nada tinggi dan suara yang lembut. Selesai bagian tenggorokan, aku bergerak menuju jantungnya, mencabutnya paksa tanpa alat apapun, membuat masih ada sisa putusan urat saraf dan pembuluh yang tertinggal. Aku menyimpan jantung itu dalam toples dan bergerak mengambil gunting. Dengan sekali tusukan aku menusuk lengan jonghyun dan merobek kulitnya dengan gunting. Membuat daging dan ototnya yang berhasil menyembul keluar diikuti darah yang mengalir deras. Mungkin sekarang lantai rumahku sudah banjir dengan darah.

Aku menarik paksa otot trisep dan bisepnya yang membuat lengannya berbentuk bagus dan ia selalu memperlihatkannya pada orang lain. Tapi sialnya ototnya sulit lepas dari tulang, terpaksa aku mengguntingnya dan sesekali mengoyaknya untuk mempermudah putusny otot. Dan akhirnya setelah beberapa menit mengoyak dan menggunting aku berhasil mendapatkan otot trisep dan bisep dari kedua tangannya. Aku mengumpulkan semuanya dalam satu toples khusus milik jonghyun, dan meluluri tubuh jonghyun dengan lelehan lilin dan menempatkannya paling pojok sebelah minho.

“haha..” aku tertawa kecil melihat hasil kerjaku yang benar-benar daebak. Aku bergerak menyimpan 5 toples itu dalam lemari pajang yang ada diruangan depan. Kemudian membawa setumpuk pakaian untuk mereka ber-5. Kupasangkan pakaian untuk show mereka yang sudah kubeli dari dulu, kurias wajah mereka sedemikian rupa sampai semirip mungkin dengan video klip mereka. Menyisir rambut mereka, semirip mungkin dengan aslinya, khusus untuk jonghyun dan key aku kembali memasangkan topi pada mereka untuk menutupi kepala plontos mereka. Selesai dengan mereka ber-5, aku memperhatikan tubuhku yang penuh dengan noda darah, aku tersenyum kecil dan berlari menuju kamar mandi membersihkan tubuhku.

Sekitar 15 menit kemudian aku keluar dengan rambut panjang tergerai yang masih basah menggunakan celana hotpants tadi dan kaos animal print yang sepertinya kebesaran dibadanku.

Aku kembali menghampiri mereka dengan membawa kamera, kuatur waktunya. Aku berjalan menghampiri mereka dan berdiri ditengah mereka, hitungan ke-5 lampu kamera menyala dan berhasil menangkap gambar kami ber-6. Aku terus berfoto dengan mereka sepuasku, karna sekarang mereka milikku, dan tak ada yang bisa mengganggu mereka. Di pose terakhir, aku mencium mereka satu persatu dengan lembut.

*fin*

credit :

  1. The lost Symbol – dan brown
  2. The house of wax

jangan fikir saya ini psikopat -.-‘ saya cuma mau berbagi fanfic yang tiba-tiba muncul dalam benak saya ini. shawol, please maafkan saya yang sama2 shawol,,huhu..

jangan lupa COMMENT!!! Gomawo^^

157 responses to “MINE

  1. Sumpahh ceritanya gilak banget .
    Aku sampe nangis loh bacanya , ngebayangin mereka digituin :”
    tapi ini cerita keren banget lah , 4 thumb buat author nya :))

  2. Ya Tuhan ini FF bener-bener…. ahh aku nggak bisa comment lagi.
    ini gila.. bener-bener gila.. beda dari ff ff kebanyakan
    jjang! penggambaran ceritanya dengan gamblang bikin rasanya perut diaduk-aduk terus di tumpahin gitu aja seisi2nya!
    daebak bgt! ide nya dahsyat.. mantab..
    tapi jangan lagi2 bikin yang begini nggak tega ngebayanginnya T.T
    daebak ^^

  3. Aku g anggup baca *pegang bantal

    hiaaah… Serem banget , seriusan deh…

    Tapi… Bagus kok, setidaknya kalo ada Fans kayak itu cewek, para idol bisa kejang sendiri.
    ,
    aku binguing mau bikin apa,, tapi ini beneran bikin mual loh..

    Mian yah kalo komentnya g berkenan 😦

    keep writting. Q g nge-bash. Karna.. Bisa jadi emang ada fans kayak itu cewek

    sekali lagi mian

  4. Annyeong, ini FF thriller yang paling sadis yang pernah gue baca *merinding*
    Gilaaa~~~ biasanya fans ga suka melukai idola apalagi fansnya didalam FF tapi ini FF….GILAAAA….D-A-E-B-A-K BANGET!
    Haduh, ga bisa coment, ide thriller yang sangat amat hebat deh pokoknya…. feel ‘kepemilikan’ si yeoja dapeeeettt banget, beberapa scene jadi ngerasa “Ih, kok pikiran gue sama ama nih yeoja?” tapi amit-amit dah gue nge-pens fanatik ke-horror-thriller-an (?) kayak gini ==”
    Kekurangannya cuma di EYD doang…sisanya The Best banget dah pokoknya… d^^b

  5. Emaap, kesalahan coment akibat efek FF yang melekat di otak gue bagai lem G xD

    maksudnya :
    Gilaaa~~~ biasanya fans ga suka melukai idola apalagi biasnya didalam FF tapi ini FF….GILAAAA….D-A-E-B-A-K BANGET!

  6. sampe nulis this komen pun, aku masih gemeteran!!!!!!!!
    lost of words, sumpah speechless…
    FF yang K-E-R-E-N!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s