Better Than Life… (oneshot)

Title: Better Than Life

Author: Hyunvy

Cast: Kim Kibum, Song Jesang, Lee Jinki

Length: Oneshot

Rating : PG-13

Genre: Angst, Romance

***

Kibum P.O.V

“oppa, apa kau tahu kalau yang kita lakukan adalah salah?”

“tentu saja aku tahu…”

“lalu mengapa kita masih melakukannya?”

“karena kita salang mencintai, bukan?”

“ya, tapi…”

“tapi kenapa?”

“tapi…”

“kau takut?”

“anni…”

“lalu?”

“appa dan umma? Ahjusshi dan ahjuma, bagaimana?”

“sudahlah, tak usah kau pikirkan…”

“sudah hampir 2 tahun, oppa… aku rasa mereka perlu curiga…”

“ah, sebenarnya aku tidak ingin memikirkannya. Aku masih ingin terus bersama mu… aku mencintaimu…”

“aku juga…”

Seperti percakapan kami di atas, perlu kalian tahu, kami sepasang kekasih yang tentu saling mencintai. Tetapi cinta kami terhalang oleh sesuatu, ikatan persaudaraan. Kami memang bukan saudara sedarah, tetapi sepupu kami masing-masing lah yang menjadikan kami mempunyai hubungan persaudaraan.

Flashback:

Jesang adalah dongsaeng dari chinguku, Onew hyung. Pertama kali kami bertemu saat aku menghadiri acara ulang tahun Onew hyung. Pertama kali itu pun aku mengenalnya dan mulai merasakan sesuatu yang berbeda dengan dirinya.

“perkenalkan, ini chingu baik oppa…”ujar Onew hyung

“annyeong, Kim Kibum imnida…”

“annyeong, Song Jesang imnida…”balasnya lembut sambil membungkukkan badannya “bangapseumnida, oppa…”sahutnya lagi

“ne, bangapseumnida Jesang-shi…”

Kira-kira begitulah perkenalan singkat kami. Sangat singkat bukan? Tetapi entah ada angina pa yang membuatku ingin sekali mendekatinya, mengenal pribadinya lebih dalam lagi.

“hyung, boleh kah aku minta nomor handphone Jesang?”tanyaku hati-hati sekali, takut-takut Onew hyung menganggap yang tidak-tidak

“ne, tentu saja… tapi ngomong-ngomong ada apa? Jangan-jangan……….”ujar Onew hyung menyelidik

“aku tertarik dengan yeodongsaengmu, hyung…hehe”aku yakin muka ku sudah menjadi merah seperti kepiting rebus saat itu

“ya sudah, ini nomornya… hati-hati, jangan bermain-main dengan yeodongsaengku… kau tahu kana pa akibatnya??”ujarnya sambil tersenyum penuh arti dan mengepalkan tangannya

“araseo… gomawo hyung-ah…”

Dan begitulah caraku mendapatkan nomor handphonenya. Begitu mudah, seperti semuanya sudah diatur dengan sempurna

“yoboseo…”

“yoboseo… nugu?”jawabnya dengan lugu di balik sambungan telepon

“Kibum imnida…”

“Kibum oppa… aku kira siapa…”

Begitulah kira-kira permulaan obrolan kami, permulaan bagaimana kami saling mengenal sama satu sama lain. Mengenal bahwa cita-citanya adalah menjadi seorang jurnalis atau pekerjaan appaku sebagai seorang arsitek.

Jesang P.O.V

Hubunganku dengan Kibum oppa semakin dekat, sampai suatu saat terjadi hal yang membuat kami benar-benar terkejut.

“Jesang-ah, jangan lupa daftar pada tamu undangannya!!!”ujar Onew oppa. Saat itu kami sedang menghadiri acara pernikahan salah satu sepupu perempuanku, Song Jaeni onnie. Aku dan Onew oppa bertugas menjadi penerima tamu undangan saat itu.

‘dddrrrttt, dddrrrttt’ getaran handphone Onew oppa terdengar cukup keras

“yoboseo…”

“nde?!”

“jinjayo?”

“baiklah aku tunggu di meja penerima tamu…” Onew oppa bercakap dengan seseorang di ujung telepon sana

“nugu, oppa?” tanyaku saat ia sudah memutuskan sambungan teleponnya

“Kibum…”

“mwo?! Kibum oppa?”

“nde…”

“kenapa ia bisa ada di sini?” jujur aku shock, karena setahuku Jaeni onnie hanya mengundang sedikit orang dan hanya keluarga terdekat saja

“entahlah, tapi dia akan segera menuju ke sini…”ujar Onew oppa tenang, sedangkan aku? Jantungku berdebar kencang. Selalu saja begini…

“annyeong…”ujar seseorang yang aku yakini betul adalah Kibum oppa

“annyeong Kibum-ah…”balas Onew oppa

“annyeong oppa…”ujarku kikuk

“kenapa kau bisa berada di sini?”tanya Onew oppa

“Kim Hyun Jun hyung adalah sepupuku…”

“mwo?! Song Jaeni onnie adalah sepupuku…”

“hahahahaha, dunia memang sempit ya…”ujar Onew hyung, sedangkan kami berdua hanya tertawa renyah. Entah aku harus berbahagia atau bersedih atas kejadian ini

“kenapa kau bisa tahu kami??”tanya Onew oppa

“tadi aku melihat mobil mu terparkir, hyung… Jadi langsung saja ku hubungi kau…hehe”

Kibum P.O.V

“dimana orang tuamu, oppa?”tanya Jesang

“itu ada di sana…”jawabku seadanya, ternyata mereka sedang mengobrol dengan ahjuma dan ahjushi, entah siapa, aku tidak mengenali mereka

“itu? Yang itu?”tanyanya meyakinkan

“nde, memangnya kenapa?”

“yang sedang mengobrol dengan orang tuaku?”ujarnya sedikit mengecilkan volume suaranya

“mwo?! Orang tuamu?”

“Kibum…”panggil seseorang yang ternyata adalah ummaku

“ye…”ujarku sambil menghampirinya

“perkenalkan, ini Song ahjushi dan Song ahjuma…”ujar appa semangat

“Jesang …”panggil Song ahjuma. Tepat!!! Mereka berdua adalah orang tua Jesang

“ye umma..”jawabnya yang sekarang sudah ada di hadapanku

“kenalkan, ini Kim ahjushi dan Kim ahjuma…”ujar Song ahjushi semangat, gawat…

“sepertinya kalian sudah saling kenal…”ujar Song ahjuma yang sepertinya  memperhatikan kami

“nde, dia adalah teman Onew oppa…”

“oh, pantas saja… sekarang kalian sudah menjadi saudara…”ujar umma semangat

Sungguh kejadian yang membuat hatiku bercampur aduk rasanya. Antara perasaan kaget, senang, sedih, kecewa, atau apapun lah itu. Yang pasti sekarang kami –aku dan Jesang- adalah sepasang saudara.

“Jesang -ah…”

“nde, oppa?”

“ijinkan aku menjadi seseorang yang selalu ada di sampingmu, yang selalu menjagamu…”

“maksudmu, oppa?”

“maukah kau menjadi kekasihku?”

“sure… tapi……”ia menggantungkan kalimatnya

“karena kita sudah menjadi saudara?”

“nde…”

“huft… aku tahu itu, tapi aku benar-benar mencintaimu… lagi pula kita bukan saudara sedarah kan? kita tidak mempunyai hubungan darah sama sekali…”aku berusaha untuk meyakinkannya

“tapi oppa, umma dan appa, ahjuma dan ahjushi, mereka sudah dekat sekali dan aku yakin mereka menjalin hubungan persaudaraan, bukan untuk menjalin hubungan besan…”

“aku tahu itu, tapi aku tidak sanggup mellepaskan perasaan ini…”

“aku pun oppa… lalu kita harus bagaimana?”ia mulai cemas. Tubuhnya bergetar, air matanya hampir keluar

“jangan menangis…”ujarku mengusap air mata yang sudah jatuh di pipi lembutnya

Hening. Hanya terdengar suara isak tangisnya. Sepersekian detik kemudian ia memeluk ku erat, aku membalas pelukkannya, berusaha menenangkannya dan mencium keningnya lembut

“saranghaeyo oppa…”ujarnya lirih

“nado saranghaeyo…”jawabku sambil terus mendekapnya erat

Sungguh tragis bukan? Cerita kami seperti drama yang penu dengan tangis, tapi memang begitu adanya. Perjuangan cinta kami tidak mudah.

Flashback End

Jesang P.O.V

“oppa, Onew oppa, aku harus bagaimana?”tanyaku cemas setelah aku menceritakan semuanya. Hanya Onew oppa satu-satunya anggota keluargaku yang mengetahui tentang hubunganku dengan Kibum oppa

“entahlah… tapi menurut pandanganku sih hubungan kalian sah-sah saja… toh hubungan persaudaraan kalian bukan hubungan saudara kandung yang sedarah…”kata-katanya membuat hatiku setidaknya menjadi sedikit lebih tenang

“kalau kami saudara sedarah, aku pun tidak akan menjalani hubungan ini… tapi apakah umma dan appa akan mengerti seperti pengertian yang oppa dapat?”hatiku kembali menjadi cemas, lebih cemas dari sebelumnya

“ah, oppa juga bingung… tapi sepertinya mereka…… tidak akan mengerti… kau tahu kan bagaimana sifat umma dan appa yang benar-benar menghargai hubungan persaudaraan walaupun saudara jauh sekalipun?”ujar Onew oppa mengingatkanku. Dan sekarang, jantungku berdegup sangat cepat, keringat digin mulai mengucur dari pelipisku, cemas, bingung, kalau begini terus aku bisa mati karena cemas

“tenanglah…”ujar Onew oppa yang sepertinya bisa membaca sikapku. Ia mngelus kepalaku lembut lalu membawaku dalam dekapannya

“aku bingung oppa… aku takut… apalagi umma dan appa sudah mulai menanyakan siapa kekasihku, aku harus jawab apa?”air mataku perlahan mengalir jatuh membasahi pipiku dan langsung turun ke pundak Onew oppa, membuat t-shirt yang digunakannya perlahan basah

“kalau begitu, menurutku, sebaiknya kau dan Kibum menceritakan semuanya kepada umma dan appa, juga pada Kim ahjushi dan Kim ahjuma… walau bagaimanapun, kalian tidak bisa terus menerus menyembunyikan ini…”Onew oppa berkata dengan sangat hati-hati, pelan dan sangat lembut. Walaupun agak sulit untuk mencernanya, tetapi akhirnya aku pun mengerti tentang apa yang ia katakan dan semuanya benar. Aku tidak bisa terus-terusan menyembunyikan ini semua, bagaimana pun resikonya, akan aku tanggung.

***

Tidak butuh waktu yang lama untuk menjelaskan apa yang aku bicarakan kemarin dengan Onew oppa kepada Kibum oppa. Dia mengerti, sangat mengerti malah, dan kami memutuskan untuk menceritakan semuanya hari ini, tepat 2 tahun kami menjalani hubungan ini.

“oppa, bagaimana kalau mereka meminta kita untuk memilih, mempertahankan keluarga kita masing-masing, atau mempertahankan cinta kita, kau akan pilih yang mana?”tanyaku pelan tetapi aku yakin pertanyaanku ini berhasil menohok tenggorokannya. Benar saja, ia tidak menjawab pertanyaanku itu

Kibum P.O.V

Sial!!! Aku harus menjawab apa? Jujur saja aku sangat mencintai Jesang, sangat mencintainya, tapi aku pun tidak bisa mengabaikan keluargaku. Umma dan appa yang selama ini sudah merawatku sehingga aku sebesar ini. Aku bingung…

“aku tahu kau pasti tidak bisa menjawabnya, aku pun begitu oppa… tapi aku yakin kalau mereka akan menawarkan 2 pilihan menyulitkan itu…” ujarnya lagi yang membuatku semakin bingung… karena pasti apa yang ia katakan tadi itu benar.

“ah, sudahlah, yang penting sekarang kita harus mengatakan yang sebenarnya, masalah apa akibatnya, lebih baik nanti saja kita pikirkannya… sudah pukul 6.30, ayo kita berangkat, nanti kita terlambat…”ujarku kembali memasang wajah ceriaku dan senyum terbaikku

“kajja…”balas Jesang dengan senyumnya yang tak kalah manis

Aku pun memacu mobilku menuju sebuah villa di pinggiran kotadan diatas sebuah gunung. Itu adalah villa milik appa, sengaja aku meminta villa itu karena suasananya yang aku harap bisa membuat suasana hati mereka menjadi lebih tenang dan bisa berpikir lebih jernih lagi.

“annyeong…”ujarku saat kami sudah ada di ambang pintu. Keluargaku dan keluarga Hyunwon sudah berkumpul. Umma, appa, Song ahjushi, Song ahjuma dan Onew hyung. Mereka menyambut kami dengan sangat baik. Tetapi sepertinya ada yang membuat pandangan mereka tidak nyaman. Mata mereka tertuju pada tangan kananku yang menggenggam erat tangan kiri Jesang.

“ah, akhirnya kalian datang juga…”ujar Onew oppa memecah keheningan. Omo, gomawo hyung, kau menyelamatkanku

“hehe, mian kami terlambat…”ujar Jesang

“duduklah, memangnya ada apa kalian meminta kami berkumpul di sini?”tanya appa dengan wajah dan nada bicaranya yang masih tenang. Tapi aku jamin, 7-10 menit dari sekarang, wajah nada bicaranya akan berubah drastis.

Aku dan Jesang pun terduduk lemas. Aku masih menggenggam tangan Jesang erat dan mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan semuanya. Baiklah aku akan mengungkapkan semuanya sekarang, apapun respon mereka, yang penting kami sudah berusaha untuk jujur

“jadi begini….”aku mulai angkat bicara, sekali lagi aku mengeraskan genggaman tanganku untuk lebih meyakinkan diriku. Aku melirih Jesang, ia pun mengangguk kecil, mengisyaratkan bahwa ini adalah saat yang tepat.

“emh, kami tahu kalau apa yang kami lakukan ini salah, dan kami pun salah telah menyembunyikan hal ini pada kalian semua, mianhae, jeongmal mianhaeyo…”aku dan Jesang pun membungkukkan badan kami dalam

“tunggu, memangnya kalian melakukan apa?”tanya Song ahjuma sedikit bingung

“emh, aku dan Jesang adalah sepasang kekasih, tepat 2 tahun kami menjalankan hubungan ini…”aku melirik kearah Jesang, bisa kulihat ia menundukkan kepalanya dalam

“sepasang kekasih? Tolong jelaskan kepada kami semuanya, tanpa terkecuali…”ujar umma yang sepertinya masih sangat bingung

“pertama kali kami bertemu saat acara ulang tahun Onew oppa, Kibum oppa adalah teman dari Onew oppa, dan saat itu belum ada ikatan persaudaraan seperti sekarang…”jelas Jesang yang membuatku mengingat kejadian itu, semuanya seperti terputar kembali di dalam otakku

“kami semakin dekat sampai akhirnya kami saling jatuh cinta, tetapi kami belum mengungkapkannya sampai saat pernikahan Kim Hyun Jun hyung dan Song Jaeni noona. Kami sempat shock mengetahui kalau kami sekarang telah terikat oleh jalinan persaudaraan, tapi rasa cinta kami berdua ternyata lebih besar dari rasa takut dan cemas kami, sehingga kami memutuskan untuk menjalin hubungan kekasih…”akhirnya aku mengungkapkan semuanya dengan sangat rinci dan jelas. Benar apa yang aku perkirakan, wajah appa sudah mulai berubah marah. Umma sepertinya masih bingung menerima ini semua. Song ahjushi, wajahnya ikut berubah menjadi merah. Sedangkan Song ahjuma, menundukkan kepalanya dan sepertinya perlahan mulai menitikan air mata. Kulirik Jesang, hampir sama dengan ummanya, ia menundukkan kepalanya sangat dalam dan perlahan mulai jatuh setetes demi setetes cairan bening dari mata indahnya. Onew hyung, ia hanya menatap kami nanar.

Hening

“aku tidak habis pikir kalian bisa melakukan ini semua, menyembunyikannya selama 2 tahun? Betapa bodohnya kami tidak menyadari hal ini…”Song ahjushi mulai angkat bicara. Aku mempererat genggaman tanganku pada Jesang yang sekarang mulai terisak

“sudahlah yang penting sekarang kami minta kalian putuskan hubungan kekasih kalian itu atau aku tidak akan menganggapmu, Kibum, sebagai anggota dari keluarga Kim…”ujar appa yang sekarang sudah naik darah

“kau juga Jesang, putuskan! Aku tidak mau mempunyaii anak perempuan yang berani-beraninya menjalin hubungan dengan saudaranya sendiri…”

“tapi appa, kami kan bukan saudara kandung sedarah… tolong mengerti, appa…”Hyunwon mencoba meyakinkan appanya diiringi dengan isak tangisnya itu

“tidak!!! tetap saja kalian ini saudara dan aku jelas tidak akan merestui hubungan kalian!!!”ujar Song ahjushi sangat kesar, semakin membuat Hyunwon menangis lebih keras lagi

“sudahlah…”ujar Song ahjuma terisak sambil menenangkan suaminya

“aaaarrrrggghhhh!!!”tiba-tiba Jesang mengerang, memecah suasana kaku dan panas.

“Jesang!!!”pekikku saat melihat tubuhnya mulai kejang-kejang

“Jesang … apa yang terjadi padamu??”tanya Song ahjuma dengan tangisnya yang semakin mengeras

“sekarang apa yang kau perbuat pada anakku? Hah?”Song ahjushi menyemprotku, padahal aku tidak tahu apa-apa

“sungguh aku tidak tahu apa-apa…”ujarku

“Jesang!!!”teriak umma. Saat aku menoleh, aku melihat mulutnya sudah penuh dengan busa. Dengan cepat Onew hyung yang adalah mahasiswa kedokteran, menghampiri Jesang, dan mulai memeriksa matanya dan ia merogoh saku Jesang, tak ada apapun. Lalu ia memeriksa tas yang dibawa oleh Jesang

“sial!!! Ini arsen…”ujar Onew hyung sambil menatap sebuah botol kecil

“arsen?”tanyaku bingung

“racun hama… kita harus segera membawanya ke rumah sakit…”jawab Onew hyung. Dengan sigap aku menggendong Jesang masuk ke dalam mobilku dan segera melesat ke rumah sakit terdekat yang aku ketahui, sialnya sekarang kami ada di atas gunung, butuh perjalanan yang cukup lama untuk mencapai kota.

“pabboya, kenapa kau meminum racun itu?? Bodoh!!”ujarku sambil menggenggam tangannya cemas

“ternyata reaksi racunnya tepat yah??”ujar Jesang lirih

“Jesang, kau sudah sadar??”ujarku sambil menatapnya sekilas

“nde, tapi sebentar lagi aku akan mencapai ajalku… aku memang bodoh telah mencintaimu dan memilih mengakhiri hidupku…”ujarnya lagi, sekarang lebih pelan dan semakin sayup tersenyum

‘tttiiiiiinnnnnnn’

‘bbbrraaaaakkkkk!!!’

Sepertinya aku melayang, aku menggenggam tangan Jesang erat.

“kau juga bodoh, tidak hati-hati sampai mobil ini masuk jurang…”ujar Hyunwon sambil tersenyum manis sekali kemudian menutup matanya. Aku pun ikut tersenyum dan menutup mataku.

Entah mengapa mobilku ini melayang cukup lama, apakah jurang ini dalam sekali??

‘bbbbrrrruuukkkkk’

‘jjjdaaaarrrrrr’

Dan sekarang yang dapat kulihat hanyalah wajah Jesang dan putih. Mungkin sekarang kami sudah mencapai surga?

Aku memang bodoh, tepatnya kami. Bodoh karena kami saling mencintai dan bodoh karena kami memilih jalan kematian.

(^^)The End(^^)

Hohohohoho, akhirnya bikin ff ber’genre angst juga, walaupun cuma dikit n genre utamanya tetep romance, tapi ga papa yah???haha *maksa*

Buat chand, utang vy lunas yah???ekekekek

Mian kalo jadi korban ff angst vy yang pertama…ekekekekekek

Buat para reader, suka ngga suka comment yah??? Untuk perbaikan masa depan… *apaan sih?!*

Gomawo buat yang udah mau baca…

😀

Advertisements

9 responses to “Better Than Life… (oneshot)

  1. itu kamu! masa nama aku jadi hyunwon?! *nunjuk2 ivy*
    curiga dulu’a cast’a jongie sama kamu da, cuma di edit jadi aku sama key!
    ckckck~
    kebiasaan kamu mah ngedit’a ga pernah baca ulang,,dassor *udah dbkinin masi nyemprot pula~*
    edit neng, reader jadi bingung..
    saya song jesang sudah mengkritik dan comment ini *sesuai permintaan ivy kan* 😛

    gomawo sudah dibuatkan ff’a~

    • hahahahahahahaha
      asalnya hyunwon ama key…hihi
      tapi ngga jadi lah…
      biarin jesang ama key ajah…

      mian yah, kebiasaan…haha
      tapi udah di edit kq…
      tenang… tenang…
      😀

  2. lo?? jadi mereka berdua meninggal bareng2?? O.o
    omo..tragisnya….
    cinta dibawa sampai mati.. hiks…
    bagus banget ffnya…
    kasi jempol yang banyak buat author…. =)

  3. oww..jdi trnyta ada ksalahan dr pihak author yah..pantesan aku agk bngung2 gtu dgn kmunculan nama hyunwon..hehe

    uah,tragis.y kea remeo n juliet..
    jesang n kibum,Ttp sling mncintai hngga mreka mati..bner2 cnta sejati..salut ma prjuangan mreka..

    ff.y keren sangad..aku suka ma jalan crita.y^^

  4. hyunvy un…~
    astaga… key… kamu… kamu…
    sama aku aja (lho?) *merusak suasana berkabung*
    mianhae baru baca un, tadi aku ngobrak-abrik ffindo. 😛
    btw un, jgn berhenti jadi author ya… aku masih pengen baca ff-mu yg ada key sama jjong~ XD
    un ini lahir taun 94? harusnya sekarang 2 sma dong, kok udah kuliah? aksel ya??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s