The Bloody Birthday Party [The Beginning of Everything]

Tittle: The Bloody Birthday Party [The Beginning of Everything]

Author: Lee Joong Da a.k.a DheelfAKTF

Length: Series [2shot]
Genre: Romance/Action
Rate: PG-15
Disclaimer: Tokoh dalam cerita ini (kecuali Jung Hwang Ri) bukan merupakan ciptaan Author. Tokoh tersebut diambil dari artis-artis Korea dengan image yang diusahakan dibuat sama dengan aslinya.
Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada kesamaan jalan cerita itu ada diluar kendali author. Cerita ini murni milik author. So don’t sue me and don’t to steal it. I made it just for fun.

A/N: Mianhae, Jeongmal Mianhae, mungkin ceritanya terlalu berlebihan dan aneh. Karena cerita ini muncul begitu saja di otak saya, tanpa memberikan rincian yang jelas. FF ini sebenarnya saya ciptakan untuk ulang tahun Kim Hee Chul, tapi setelah dipikir-pikir ff ini lebih menceritakan saya dari pada Heechul. Untuk kalimat yang diketik miring itu berarti kalimat diucapkan dalam bahasa Jepang.
Hey, remember, don’t be a silent reader. After you read, please comment. Thanks.

Cast:
Jung Hwang Ri (OC)
Kim Hee Chul (Super Junior’s member)
Ahn Chil Hyun

Other Cast:
Choi Si Won (Super Junior’s member)
Kim Jong Hyun (SHINee’s member)
Park Yoo Chun (DBSK’s member)


8 July 2010
10 a.m. at Street

Hwangri POV

Seperti biasanya, hari ini aku sedang berjalan di komples pertokoan di dekat rumah. Tapi kali ini tidak untuk pergi bekerja, ataupun mengantarkan makanan untuk ibu ku, melainkan untuk menemui partner ku, emh… mungkin lebih tepatnya partner yang juga merupakan kekasih ku.
Oh ya, perkenalkan, namaku Jung Hwang Ri atau juga Ryuzuka, usia ku 23 tahun. Aku sebenarnya adalah warga negara Jepang, tapi semenjak ayah ku meninggal aku dibawa ibu merantau ke Korea. Semenjak itu pula keluarga kami hidup dalam kemiskinan, jadi aku memutuskan untuk tidak melanjutkan pendidikan ku, melainkan memilih untuk bekerja.
Pekerjaan ku?
Ehm… kalian percaya kalau pekerjaan ku adalah sekertaris perusahaan yang selalu berdandan modis dan cakap dalam berbicara itu?
Yaph, aku tahu, itu hanya impian ku. Tidak mungkin gadis yang tidak mememiliki ijasah sarjana sepertiku bisa menerima jabatan sekertaris.
Tapi, apa kalian percaya kalau aku ini adalah pembunuh bayaran?
Ayolah, jangan katakan TIDAK lagi, karena memang itulah pekerjaan ku. Aku tidak bercanda, ini memang pekerjaanku. Semuanya dimulai sejak 10 tahun yang lalu.

~flashback~
Seoul, musim dingin tahun 1999
Gadis kecil itu berdiri terpaku di atas salju, kakinya yang tidak beralaskan apapun kini sudah berwarna putih pucat. Berkali-kali ia berusaha menghalau hawa dingin dengan membalutkan selendang tipis ditubuhnya, tapi itu semua sia-sia. Dan keramaiapun tak mampu meredam apa yang ia rasakan.
Ya, malam ini adalah malam natal, disaat semuanya berbondong-bondong untuk berdoa gadis itu justru berdiri di dekat pintu gereja, meminta belas kasihan dari orang yang berlalu lalang, sekeping uang saja, untuk makan adik dan ibunya di malam natal ini.
Acuh tak acuh, semuanya bersikap seperti itu kepadanya. Tubuhnya yang menggigil, wajahnya yang pucat dan suaranya yang parau tetap saja tak berhasil mempengaruhi orang-orang disekitarnya.
Hingga pada akhirnya datanglah sepasang tangan halus seorang pria yang mengkerudungkan sebuah jubah ke tubuhnya. Membawa tubuh kecil yang lemah itu ke tempat yang lebih hangat.
“namamu siapa?” ucap pria itu ramah.
Gadis kecil itu tidak menjawab, ia justru mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Berdecak kagum melihat ruangan sebesar ini, sangat indah dan anggun.
“namamu siapa?” ulang pria itu lagi sambil membimbing gadis itu ke dekat perapian.
“ryuzuka,” ucapnya lirih sambil menunduk. Memperhatikan pantulan api perapian digelas yang sedang ia genggam.
“ah, aku Ahn Chil Hyun, panggil saja Chilhyun. Jadi kau orang jepang?”
Sang gadis mengangguk
“maaf, sebenarnya aku tidak terlalu pintar berbicara bahasa Jepang, tapi aku akan berusaha,” ucap pria itu terbata-bata. “apa yang kau lakukan di sana?” lanjutnya
“aku mencari uang”
“kau? Sekecil ini?”
Gadis itu mengangguk lagi. “aku tidak punya pekerjaan jadi aku menjadi pengemis saja” lanjutya
“pekerjaan? Untuk membiayai siapa?”
“ibu dan adikku”
Pria itu berpikir sejenak, “bagaimana kalau kau bekerja untukku,” lanjutnya
“benarkah?”
“ya, aku rasa kau akan senang, karena pekerjaan ini tidak sulit”
“ah, baiklah tuan, terimakasih”
Mulai saat itulah Ryuzuka selalu bersama Ahn Chil Hyun, bekerja untuk Chilhyun.
~end flashback~

Kau tahu siapa gadis kecil itu? Ya, itu adalah aku, dan Chilhyun, dia adalah ayah tiriku, hahaha… aku yang memintanya.
Semenjak itu Chilhyun appa mengajariku bekerja, bekerja seperti caranya. Ia memperkenalkan ku pada senjata, segala bentuk senjata. Kalian tidak usah berfikir kenapa aku tidak mau menolaknya. Terlalu panjang jika harus ku jelaskan.
Chilhyun appa adalah pemimpin organisasi mafia di Korea dan aku adalah anak buahnya, bersama dengan puluhan orang lainnya. Tugasku, ehm… yang jelas tugas ku adalah menghilangkan nyawa orang. Tapi perlu kalian ingat, aku membunuh demi kebaikan. Tidak sembarangan orang yang dijadikan target oleh appa. Target kami adalah orang jahat yang tidak mendapatkan hukuman.
Tidak ada yang tahu mengenai pekerjaan ku ini, ibu ku, adik ku, teman-teman ku, semuanya menganggap aku bekerja sebagai seorang penjaga toko. Kecuali Kim Hee Chul, kekasihku, yang juga partnerku dalam… dalam membunuh…
“sudah selesai?” suara itu membuyarkan lamunanku. Seorang pria tinggi berambut pirang berdiri dihadapan ku. Senyum tersungging di bibirnya, memampangkan deretan gigi yang tersusun rapi, semakin memperindah wajah tirusnya yang rupawan.
“sekarang kita bisa memulainya?” lanjutnya sembari memperbaiki letak kaca mata yang membingkai mata jernihnya.
“ehm, kapan kau datang?”
“mungkin 10 menit yang lalu,” ucap pria itu sambil menyandarkan diri ke mobilnya.
Aku hanya meringis menanggapinya. Dia, Kim Hee Chul, orang yang paling aku sayangi. Mungkin kalian berpikir mahkluk ini terlalu sempurna jika ada disampingku, ya, aku juga berpikir seperti itu.
“masuklah,” ucapnya sembari membukakan pintu mobil untuk ku.
“terimakasih,”
“aku punya dua kabar, kau mau kabar buruk atau kabar baik?,” ucap Heechul beberapa saat setelah ia menjalankan mobilnya.
“kurasa kabar buruk dulu,”
“baiklah, Chilhyun hyung memintamu membereskan seseorang,”
Aku mencium bau tidak enak dari kabar ini “lalu?”
“targetnya kali ini adalah orang pemerintahan,” ia menghentikan sejenak kata-katanya. “dan…”
“dan apa?” kusela ucapannya itu. Apa yang salah dengar kabar itu? Aku sudah terbiasa melakukannya.
“maaf sebelumnya, sepertinya kita harus membatalkan rencana itu, karena kau harus membereskannya lusa,” ia menyelesaikan kata-katanya dengan cepat, takut apabila aku memotongnya lagi.
Kucerna satu persatu kata-katanya, lalu “apa? Lusa? Lusa kan ulang tahunmu, kenapa harus lusa?” kuserang dirinya dengan berbagai pertanyaan.
“jangan ta…”
Lagi-lagi aku memotong ucapannya, “bawa aku kerumah appa” ucapku lantang.

End Hwangri POV

———————————

Heechul POV

Aku menghantarkannya menemui Chilhyun hyung. Harus kuakui sikapnya itu memang terlalu kekanak-kanakan. Ia gampang sekali meledak saat semuanya tidak berjalan sesuai dengan rencananya. Dan kau tahu, mencegahnya adalah suatu hal yang sia-sia.
“kau belum mendengar kabar baiknya,” ucapku mencoba membuatnya tenang.
“memangnya apa?”
“setelah kau selesaikan misi itu kita tetap bisa merayakannya,”
“maksudnya?”
“tanggal 11 mungkin atau 12?” perlahan-lahan aku menjelaskan maksud dari kata-kataku itu.
“tidak. Tidak akan ada yang ditunda. Ingat itu,” ucapnya ketus
Baiklah, aku tahu ini semua sia-sia, tak akan ada kabar baik untuk orang yang sedang marah. Aku mengalah, jadi kuputuskan untuk diam, sesekali mencuri pandang kearahnya. Wajahnya saat marah benar-benar menggoda.
Ponselku tiba-tiba berdering, dilayarnya tertulis nama Chilhyun hyung.
“yoboseyo hyung,”
“kau sudah menatakannya?” ucap suara di sebrang
“ya, dan kau pasti tahu reaksinya”
Hwangri memberikan isyarat kepada ku yang seakan-akan berbunyi ‘aku mau berbicara dengan ayahku’.
“kau bicara sendiri saja hyung,” kusodorkan ponselku kepada Hwangri.
Ia menarik ponselku kasar, “appa, aku katakan tidak,” sekali lagi ia berkata lantang, seperti orang berteriak.
Bla… Bla… Bla… Aku tidak tertarik mendengar percakapan itu. Kuteruskan menyetir sambil mendengarkan musik, hanya sesekali mendengar namaku dijadikan perdebatan.

End Heechul POV

———————————

Hwangri POV

Aku menutup ponsel itu kasar, “cepat ke markas,” lanjutku.
“sekarang?”
“ya,” Aku sudah mulai bisa mengontrol emosi ku, “appa mengatakan padaku bahwa aku bisa melakukan misi itu malam ini.”
“apa tidak terlalu mendadak? Kau yakin?” tanya Heechul khawatir
“setidaknya ini lebih baik, percayalah padaku.”
‘percayalah padaku’ kata-kata itu terngiang di kepalaku, seolah-olah terlalu fatal untuk diucapkan.

8 July 2010
1 p.m. at Chilhyun’s Office

“Hwangri ini targetmu berikutnya,” ucap appa sembari memberikanku beberapa berkas.
Di berkas pertama terpampang foto seseorang yang masih sangat muda, “Park Yoo Chun?”
“ya, keluarga Park adalah sindikat pengedar narkoba yang sedang di incar, terutama Park Yoo Chun anak dari Mr. Park,” terang appa.
Kubuka berkas kedua, ini kasusnya. “Menyelundupkan narkoba ke dalam Korea selama 3 tahun tanpa mendapatkan hambatan sedikitpun, karena ayahnya Park Hyung Wan adalah orang pemerintahan,” kubaca kalimat itu perlahan-lahan kemudian berdecak kagum beberapa saat. “hebat, untuk anak berusia 24 tahun, ini adalah prestasi yang hebat.”
“Hwangri, berhati-hatilah dengan orang itu,” ucap Heechul, aku menimpalinya dengan angguka.
“aku sudah mengatur pertemuan dengannya malam ini, di restoran Jepang. Kau menjadi seorang geisha yang melayaninya, mengerti?” ucap appa menjabarkan rencananya.
“ya, aku mengerti.”

End Hwangri POV

———————————-

Inilah awal dari segalanya. Saat dimana sesuatu telah salah diputuskan. Menimbulkan sesuatu yang tak pernah ada dipikiran siapapun.

    *TBC*

Next chapter The Bloody Birthday Party [And Finally You Leaving Me]
Rencananya besok release, tepat ultahnya Heechul, tapi aku ngga janji juga. Mianhae…

Please comment, because author need criticism…
Gomawo >.<

Ahn Chil Hyun
Ahn Chil Hyun

Advertisements

8 responses to “The Bloody Birthday Party [The Beginning of Everything]

  1. Omo~~ chingu..Gw ska bgt ma crita.y..Kereen..Apa lg yg kea genre action bgini..Suka..Suka..Suka..*gaya upin ipin*

    ow iya bsok ultah.y chullie kan..Brw ingt gw..Hehe

    uah pnasaran gw,kira2 pa yg trjadi saat hwangri mau ngbunuh yoochun yah?..pa kah dia tak brhsil mnyelesaikn misi.y..
    d tnggu lnjtn.y chingu..^^

    • Hehehe…
      Makasi… Makasii… Makasi… *ngikut gaya upin ipin*

      Daripada penasaran, Mendingan tanya Hwangrinya aja, hehehe… *drajam hyunchan*

      Hehehe… Hayo, bakal begiman ni crita XD

      Gomawo udah nyempetin buat baca >,,<

    • Whekeke…
      Kya… Sehati
      *tos*

      Oke… Oke…
      Tungguin ya.
      Makasi lho chingu uda sempetin baca >.<

  2. Pingback: The Bloody Birthday Party [And Finally You Leave Me Alone] « FFindo·

  3. Halo~
    Aku reader baru d sini. Salam kenal~ ^^
    Wow!!
    Pembunuh bayaran?? Kereen >.,< slain bsa ngedance ala girlband, ternyata chul jg bsa jd pembunuh bayaran juga toh /plak *d tabok petals* hehe ^^v #kabur

    Aish, suami ku knp jd sindikat pengedar narkoba gtu?? *nunjuk2 chun* T,T

    Tp sudahlah hwangri, bunuh aja org jahat kyk chun si sindikat pengedar narkoba itu *langsung d cerai chun*
    Hahaha XD

    Chapter 2 nya udh ada kan? Ok deh, langsung aku baca aja drpda penasaran~ ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s