OUR BABY – CHAPTER 8 (FF/SERIES/PG13)

Image and video hosting by TinyPic

OUR BABY

Author : Noriko Kaoin

Previous Chapter : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Cast :

-Choi Hae Rin

-Lee Jinki a.k.a Onew

-Kim Kibum a.k.a Key

-Another SHINee’s member

Length : Series (chaptered)

Rating : PG13

Genre : General, Romance, Family, Friendship

Disclaimer : The cast is not mine, but this fanfic is MINE!!!

Inspired by : from fanfic with title “Mommy, Baby, and Daddy” and the sequel, the other fanfic with tittle “The Only Reason”

Summary : Bagaimana kalau seseorang dengan image cute, manly dan dikagumi oleh semua orang, Onew tertangkap basah menghamili seorang model yang ternyata kekasihnya selama ini diam-diam menjalin hubungan?


XxXxXxX

ENJOY

SEBELUMNYA

Key pun melepaskkan kecupannya dan menatap mata Hae Rin yang masih terbelalak itu. Ia tersenyum lembut.

“Saranghae…”

Ia pun mundur dan meninggalkan Hae Rin yang berdiri terpaku dengan keterkejutan yang luar biasa. Sungguh di luar pemikirannya selama ini. Hae Rin yang selalu menganggap Key adalah kakaknya sendiri, sahabatnya, yang selalu membantunya, menenangkannya, menggantikan sosok Onew yang justru tidak bertanggung jawab. Key justru menyatakan rasa cintanya di saat rasa cinta Hae Rin pada Onew semakin menguat.

Apa yang harus ia lakukan?

Benarkah kata ‘saranghae’ tadi dikatakan karena Key mencintainya sebagi seorang gadis bukan seorang adik atau teman dekat?

Benarkah itu?

Bagaimana ini?!

XxXxXx

Chapter 8 – Sorry and Another Scandal

Suasana nan riuh selalu saja terjadi jika 5 orang tampan yang baru keluar dari pintu kedatangan di bandara internasional itu. Sebagian yang membuat keributan itu adalah teriakan gadis-gadis muda yang memanggil masing-masing idolanya. Sedangkan 5 orang yang merasa namanya di panggil itu hanya tersenyum seadanya. Mereka sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Cukup berikan senyuman manis maka mereka akan puas, mungkin? Tapi sepertinya ada yang nekat untuk mendekati 5 orang itu, tapi salah satu orang yang nekat itu hanya bisa menggigit bibir kembali. Langkahnya dihalangi beberapa orang berbadan besar dan bertampang kriminal.
Salah satu dari mereka yang paling muda berusaha menahan tawanya, tapi yang dibelakang dengan tinggi melebihi dari 4 orang lainnya, memukul bahu si paling muda agar tidak tertawa.

“Respect your fans, Taemin!” ujarnya dengan suara tegas setengah berbisik.
“Ugh, sorry, Hyung. Aku hanya sering merasa itu lucu kalau melihat mereka senekat itu. Padahal bodyguard sudah di depan matanya,”ujar Taemin sambil melambaikan tangannya kearah fans-nya itu.

Dan tampak sang leader berjalan cepat sambil menundukkan kepalanya. Tampaknya ia kurang berminat untuk menyapa fans-nya untuk kali ini. Entah ia merasa lelah atau apa, ia tampak berjalan lebih cepat dari member lainnya.

Minho memelankan langkahnya hingga sejajar dengan seseorang yang asyik dengan ponselnya, “Kibum, kenapa dia?”
“Apa? Onew hyung? Ah, aku tidak tahu. Tanya dia saja langsung.”

“Hey, kenapa kau tidak peduli? Dia hyung kita bukan?”

“Aish, bukan begitu. Dia tadi berkata—duh! Bukan, tadi dia… Ah, entahlah! Nanti saja, aku sedang sibuk.”

“Jangan ganggu dia dulu, Minho,” ujar seseorang lagi dengan seringai khasnya. “Dia, sepertinya sedang sibuk dengan… Ehem! HaeRin. Yah, begitulah. Seseorang yang—Aduh! KIBUM!” Jonghyun bisa merasakan sakitnya pukulan di perutnya.

“Jangan berlebihan,” ujar Key sambil menyembunyikan noda merahnya lalu berjalan lebih cepat.
“Yah, aku cuma bercanda, Key!” teriak Jonghyun sedangkan Minho masih tidak mengerti.

“Kenapa memang dengan HaeRin?” akhirnya Minho bertanya.

“Oh, dia. Hari ini HaeRin ke Seoul. Menarik bukan?”

XxXxXxX

“Benarkah?!”
Minho dan Jonghyun segera menoleh pada suara tadi, mereka berdua langsung memukul pelan pemilik suara itu. Taemin yang dipukul pun mengaduh pelan.

“Jadi benar HaeRin akan ke Seoul?” tanya Minho.
Jonghyun mengangguk, “Ya, sepertinya ini bulan dimana ia harus memeriksakan kandungannya. Yah, mungkin seperti itu. Aku juga diberitau oleh Kibum.”

Jonghyun pun berjalan lebih cepat sambil menghampiri Key, sesekali ia menggoda Key yang sibuk dengan ponselnya itu tapi Key selalu membantahnya. Tapi tak mungkin Key menyembunyikannya, raut wajah yang bersinar-sinar itu tak bisa disembunyikan.

Minho yang berjalan lebih lambat sekali lagi melambai pada fans-nya yang sedari tadi memanggilnya. Lalu kembali fokus berjalan.
“Hhh, sepertinya ini memang menarik.”

XxXxXxX

“Ya, sebentar. Aku berada di luar rumah sakit sekarang. Tunggu sebentar.” Key pun memutuskan sambungan ponselnya lalu memasang beberapa aksesoris yang biasa ia pakai untuk menghindari publik.
Dengan hati-hati ia keluar dari mobilnya dan berjalan dengan tempo cepat. Ia berjalan menuju resepsionis. Beberapa pertanyaan ia sampaikan pada perawat yang menjaga. Tapi tak lama kemudian ada yang menepuk pundaknya.
“Kibum?”

Key pun menoleh dan ia agak terkejut saat melihat sosok di depannya itu. “Umma?”

Nyonya Kim pun tersenyum lalu menarik tangan Key menjauh dari resepsionis. “Umma sudah tau apa yang ingin kau lakukan disini. Ia sedang diperiksa. Tunggu saja. Umma akan mengambil tas dulu, kita akan pulang bersama.”

Beberapa menit Key menunggu di kursi tunggu. Tak lama kemudian keluarlah gadis dengan rambut dikuncir tinggi dengan perut buncitnya. Ia seperti kewalahan membawa beban itu. Key pun segera berdiri dan membantu gadis itu berjalan. Tak lupa ia tersenyum sopan pada wanita yang berjalan di belakang gadis itu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Key sambil memapah HaeRin menuju mobilnya dan membukakan pintu mobil untuknya.
Key pun berjalan menuju pintu kemudi, tapi bibinya terseyum jahil padanya hingga membuatnya tersenyum geli seperti ia sudah biasa dengan situasi ini. Key pun mulai membuka pintu kemudi dan menyalakan mesin setelah ibu dan bibinya naik ke kursi penumpang. Ia pun mulai mengemudikan mobil itu menuju hotel dimana HaeRin dan bibinya menginap.
Tanpa mereka sadari, sesosok manusia berdiri di depan pintu rumah sakit dengan jaket biru, kepalanya tertutupi oleh hoodie sehingga tak banyak yang mengenali sosoknya. Ia berdiri tegang dengan kedua tangannya terkepal keras. Bahkan ia beberapa kali menggertakan giginya saking geramnya. Dengan langkah cepat ia menuju mobil yang diparkirnya lalu mengemudikannya dengan cepat. Pikirannya terlalu berat, ia ingin menumpahkan segalanya. Dan biasanya ia tumpahkan melalui minum-minum di club hingga ia mabuk.

“Sial!” geramnya sambil menaikkan pedal gas mobilnya.

XxXxXxXxX

Hingar bingar suara musik yang dimainkan DJ dalam club itu terdengar hingga keluar jalan. Beberapa orang memasuki club elit itu sambil tertawa keras dan sebagian bagi yang kaum hawa berlomba-lomba menampilkan pakaian terbaik dan sexy mereka. Beberapa laki-laki hidung belang menggandeng perempuan yang ia suka dan membawanya ke hotel terdekat hanya untuk memuaskan nafsu belaka.
Di dalam club terlihat orang-orang yang asyik dengan dunia mereka sendiri, mabuk-mabukan, taruhan, transaksi barang-barang terlarang, berdansa, yang laki-laki berhidung belang mencoba menggoda beberapa wanita atau mungkin sebaliknya wanitanya lah yang menggoda para hidung belang itu.
Masih ditempat hingar bingar itu, seseorang duduk di depan bartender yang asyik menunjukkan aksinya. Ia hanya menatap minumannya dengan tatapan kosong. Otaknya seperti sudah kehilangan arah, ia bahkan sudah menghabiskan beberapa gelas untuk menghilangkan stresnya itu.
Tiba-tiba ponselnya berdering nyaring tapi tetap saja musik yang dimainkan kalah dengan suara ponsel itu. Dengan gerakan tubuhnya sudah dibilang tidak teratur kerena ia sudah mabuk berat, ia mengambil ponselnya dengan malasnya langsung mengangkatnya tanpa memperhatikan siapa yang menelepon.

“Halo?” jawabnya dengan suara parau.

“Psff… Kau, mabuk lagi, Onew hyung?” tanya suara disana, Onew yang kurang mendengar dengan apa yang dikatakan diseberang sana, segera mencari tempat yang agak sunyi.

“Halo? Ini kau, Jonghyun?” tanya Onew sambil menyandarkan kepalanya di tembok, ia merasa kepalanya berputar-putar. “Ada apa? Oh, hei, Jjong. Bisa kau jemput aku? Di tempat club seperti biasanya.”

“Hah? Lagi?! Hyung, kau sudah menegak berapa gelas? Aku tidak mau tahu bagaimana Kibum mengetahui kalau kau mabuk berat lagi,” omel Jonghyun.

“KIM JONGHYUN!”

Jonghyun di seberang sana tersentak ketika hyung-nya itu justru meneriakkan namanya. Ia menggumamkan kata maaf pada Onew, ia mengerti keadaan Onew kalau ia sedang depresi atau sedang mabuk seperti itu.
“Maaf, hyung. Ya, ya. Baiklah. Kau di tempat club seperti biasa? Jangan berkeliaran kemana-mana, aku tidak mau image artis-mu jatuh karena kau mabuk berat, hyung.”

Tanpa menjawabnya Onew segera mematikan ponselnya lalu berjalan terhuyung-huyung menuju meja bar yang ia tempati tadi. Ia kembali memesan satu gelas minuman tapi kali ini ia lebih memilih air putih. Ia sudah merasa hampir pingsan, tapi mulutnya masih menggumamkan kata-kata kasar dikarenakan frustasinya.

Seorang perempuan mendekat padanya dengan sengaja, dengan pakaian yang cukup menggoda setiap laki-laki, ia memesan satu gelas vodka pada bartender. Onew sama sekali tidak memperhatikan perempuan di sebelahnya itu hingga perempuan disebelahnya itu menyapanya terlebih dahulu.

“Kau sendiri?” ujar perempuan itu tanpa memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.

Onew melirik sedikit pada perempuan yang rambutnya dibiarkan tergerai panjang itu. Onew memperhatikan gaya pakaian perempuan itu, black mini dress-nya sangat membentuk badannya, langsing, seperti kebanyakan model-model korea lainnya. Wajahnya dengan make up tipis tapi bibirnya tampak penuh dengan lipstick merah muda. Ia menoleh pada Onew dan menebarkan senyum menggodanya.

Perempuan itu mendekatkan badannya pada Onew dan tangannya mencoba menyentuh wajah Onew, dengan segera Onew menangkisnya.

“Aku tidak mengenalmu,” katanya dengan suara dingin.
Perempuan itu tertawa pelan tapi masih memberikan kesan angkuh. Dengan senyuman yang masih terpasang di wajahnya ia memundurkan badannya dan menegak sekali vodka-nya.

“Katakan masalahmu, Onew-ssi. Mungkin aku bisa membantumu. Oh, ya.Aku lupa memperkenalkan namaku, namaku HyunSa. Park HyunSa, seorang model iklan terkenal. Kau mengenalku? Yeah, aku rivalnya HaeRin, mantan kekasihmu itu.”

XxXxXxX

Entah apa yang ada dipikiran Onew saat itu, mulutnya dengan lancar menceritakan seluruh masalahnya saat ini, bahkan member-member yang lain sama sekali tidak tahu masalahnya ia tumpahkan pada perempuan itu. Sedangkan perempuan itu hanya sesekali mengangguk dan menyesap minumannya tanda ia mengerti.

“Jadi, kau sekarang mencari pelarian?” tanya perempuan itu yang sekali lagi mendekatkan badannya pada Onew. Onew hanya diam memperhatikan minumannya, antara sadar dan tidak ia Onew merasakan jari-jari lentik perempuan itu berada di dagunya dan menariknya hingga wajah mereka berdua; terutama bibir mereka hampir bersentuhan.
Onew menajamkan matanya disaat pandangan didepannya mulai kabur. Perempuan itu mulai memiringkan kepalanya sedikit dan saat ia hampir mengecup bibir laki-laki tersebut, ia malah memindahkan bibirnya ke bagian pipi kiri laki-laki itu dan mengecupnya cukup lama.

Tepat bersamaan perempuan itu mengecup bagian pipi kiri Onew, sebuah cahaya flash kamera mengarah kepada mereka, tepat disaat itu juga HyunSa menyeringai puas. Puas dengan akting yang baru saja ia lakukan.

Dalam batin perempuan itu, kecupan sedikit dibagian pipi kiri itu sudah akan membuat kejadian selanjutnya akan lebih menarik. Tepat saat perempuan itu berdiri dari tempat duduknya, Onew sudah kehilangan kesadarannya.

XxXxXxX

Jonghyun POV

Dengan tergesa-gesa aku memasuki club itu, dengan memarkirkan mobilku secara begitu saja karena aku rasa menjemput laki-laki itu takkan lama. Aku yakin ia sudah jatuh di depan meja bar sambil bertelungkup.

Suara dentuman musik disko yang kurang aku sukai itu segera menusuk kedua telingaku. Aku mengomel dalam hati, aku sungguh tidak suka keadaan seperti ini. Aku lebih memilih mendengarkan mendengarkan musik klasik di gedung opera daripada datang ke tempat ribut-ribut seperti ini.

Aku yang tanpa memperhatikan jalanan lagi, beberapa kali bertabrakan dengan orang yang berada dalam club itu dan beberapa kali juga aku mengucapkan minta maaf.
Payah, sepertinya percuma aku mengucapkan kata maaf kalau mereka dalam keadaan setengah sadar begitu.

Dan sekali lagi, aku bertabrakan dengan orang, lebih tepatnya seorang perempuan. Ugh, wow! Dia sangat cantik dan tanpa sadar aku bersiul sedikit. Dengan black mini dress yang membentuk tubuhnya nan langsing, kakinya yang jenjang dan ramping, rambutnya yang dicat warna kemerahan; tampak sangat glamour dan menunjukkan kesan angkuh. Ia tersenyum sedikit lalu kembali berjalan menuju keluar club.
Dan bodohnya aku, aku melupakan kata maaf karena sudah menabraknya. Sial!

Dengan segera melupakan kejadian itu aku segera berlari kecil di sekitar club itu. Duh, aku benar-benar benci keadaan seperti ini. Menemukan Onew-hyung di dalam club yang sempit dan penuh manusia ini membutuhkan waktu yang banyak. Belum lagi saat para perempuan penggoda mendatangiku dan mengajakku berdansa. Tidak, terima kasih. Aku masih sayang dengan nyawaku kalau tidak aku akan dibunuh oleh manajerku sendiri.
Tapi tak lama kemudian aku menemukan sosok yang kucari sedang bertelungkup diatas meja bar, warna rambutnya yang sudah tidak asing lagi itu memudahkanku untuk mencarinya. Seperti yang sudah kukira, ia sudah tidak sadarkan diri sambil bertelungkup.

Aku menghela nafas sambil memapah laki-laki itu keluar dari club. Aku tidak tahu nanti saat kami pulang ke asrama, siapakah yang akan terkena omelan Key. Aku atau dia?

Sialan kau, Hyung!

Jonghyun POV end

XxXxXxX

Suara ketokan dari pintu itu mengalihkan pandangan HaeRin yang sedari tadi menatap pemandangan Seoul dimalam hari. Suara dibalik pintu itu memanggil namanya dan dengan senyuman geli ia menuju pintu tersebut.

“Hei, HaeRin, kau sudah tidur? Maaf, kalau aku menganggangu,” ujarnya.

HaeRin menggeleng pelan, “Tidak apa. Aku masih belum mengantuk. Kau sendiri, kenapa belum pulang, Key? Member-member yang lain mungkin saja mengkhawatirkanmu.”

“Tidak apa, aku sudah terbiasa pulang lebih lambat,”kata Key sambil tertawa pelan. “Bolehkah aku masuk?”

HaeRin memperlebar pintu dan menyilahkan Key untuk masuk. Dan sepertinya HaeRin sengaja menggiring Key menuju balkon kamar hotelnya yang dipakainya untuk melihat pemandangan Seoul dimalam hari.

“Kau akan masuk angin kalau masih berdiri di depan balkon seperti ini, kasihani bayimu itu,” ujar Key sambil berdiri di samping HaeRin. HaeRin tampaknya tidak peduli dengan kata-kata Key, ia hanya tersenyum dan menghirup udara malam sebanyak yang ia mau. Udara di bulan Maret memang masih dibilang dingin, tapi rasa rindu HaeRin pada kota itu tidak bisa dipungkiri. Terlalu banyak memori yang ia buat di kota ini.

“Aku sangat merindukan kota ini, aku ingin kembali menjelajahinya. Aku merindukan pekerjaanku, aku rindu cahaya flash kamera yang dihadapkan padaku, aku rindu pada staff yang selalu membuatku tertawa, aku merindukan semuanya.”

“Kau belum siap kembali? Ke kota ini? Dan menjelaskan semuanya?”

HaeRin menahan nafasnya saat Key berkata seperti itu. Ia tampak berpikir sebentar hingga dengan senyuman pahit keluar dari bibirnya.
“Sepertinya belum. Semuanya belum selesai. Tapi aku akan menyelesaikannya sebelum aku melahirkan.”

Dengan pelan Key menepuk pundak HaeRin dan tersenyum lebar, “Fighting!”
Dan tak lama kemudian mereka tertawa hingga mereka merasakan sakit diperut mereka karena terlalu lama tertawa. Rasanya dengan tertawa seperti itu, beban yang ada di pundak HaeRin agak ringan. Ia merasa dengan ini ia bisa menyelesaikan permasalahannya. Walau yang ia lakukan tak ada hasil sama sekali hingga saat ini.

Setelah tertawa, mereka kembali ke menatap pemandangan di depan mereka. Suara klakson mobil yang samar-samar terdengar, hembusan angin yang memasuki musim semi, kerlap kerlip lampu malam di kota Seoul, such a romantic scene, batin HaeRin.

“Key, aku sudah memikirkannya,” ujar HaeRin tiba-tiba.

“Huh? Maksudmu?”

“Maaf,” Key yang mendengarnya hanya bisa mengangkat alis keheranan. Ia tidak mengerti dengan yang dikatakan oleh HaeRin. “Aku tidak bisa membalasnya—“

“Tunggu! HaeRin, bicaralah dengan jelas. Langsung saja ke topik, aku tidak mengerti,” potong Key tiba-tiba.

HaeRin menarik nafasnya dan mulai mengatakan kata-kata yang sebelumnya ia katakan tadi, “Key, maaf. Aku tidak bisa membalasnya. Aku tidak bisa menerimanya. Ya, aku tidak bisa menerima cintamu. Aku masih—“

“Oh, itu… Tak apa, aku juga sudah menyerah.”

Bohong, sangat bohong, batin Key. Ia masih sangat berharap HaeRin membalas cintanya, ia masih berharap HaeRin akan mengganti posisi Onew dihatinya dengan dirinya. Tapi, ternyata…

“Maaf, Key.”

“Hei, tidak apa. Lagipula aku sudah menyerah terlebih dahulu bukan? Yah, tapi ada rasa sakit. Tapi tidak apa, lama kelamaan aku akan terbiasa.”

HaeRin mengubah posisi berdirinya dan sekarang berhadapan dengan Key. Ia tersenyum lembut lalu menghempaskan tubuhnya ke tubuh Key. HaeRin memeluknya dengan erat sambil terus menggumamkan kata maaf dan tangisan HaeRin menghambur diatas t-shirt Key.

“Tidak apa, HaeRin. Aku mengerti, kau masih mencintainya. Kau tidak kehilangan harapan padanya. Aku salut padamu. Maka dari itu aku membiarkanmu berjuang, aku yakin laki-laki itu juga masih mencintaimu.”

“Aku memang tidak bisa mendapatkanmu, tapi suatu saat aku pasti akan menemukan wanita setegar seperti dirimu. Aku yakin itu.”

XxXxXxX

Minho duduk sambil menyandarkan kepalanya di kursi café tempat ia bersantai saat ini, di depannya ada seorang laki-laki yang lebih tinggi daripadanya. Wajah tirus laki-laki didepannya itu mengarah pada gadis-gadis yang sedang berkumpul di satu meja.

Minho tersenyum, “Changmin Hyung, kau tertarik salah satu dari mereka?”

“Eh? Maksudmu? Aish, tidak, tidak. Aku sudah mempunyai seseorang yang lebih cantik dari mereka,” ujarnya cuek.

“Hmm, perkenalkan padaku, Hyung! Aku penasaran dengan gadis yang sudah berhasil mendapatkan hatimu itu.”

Changmin tergelak hingga seorang pelayan mendekati mereka. Minho dan Changmin memesan makanan mereka masing-masing dan melanjutkan obrolan ringan mereka. Beberapa dari pengunjung itu mungkin mengetahui sosok Minho dan Changmin yang sedang bersantai saat itu. Tapi tidak dengan para gadis itu, mereka terlalu asyik dengan obrolan mereka. Bahkan salah satu dari mereka ada yang berteriak histeris dan hampir menangis?

“Hei, hei, hei. Kau kenapa?” salah satu dari mereka mencoba menenangkan gadis yang berteriak histeris tadi.

“Oh, tidak. Apa-apaan ini?!” teriak salah satu dari mereka lagi. Dan mereka sontak mengarah pada notebook yang membuat kedua gadis itu berteriak histeris.

Disaat bersamaan, mereka sangat terkejut saat melihat gambar di depan notebook itu.

“Hyung, berani taruhan? Apa yang mereka lihat di sana?” ujar Minho. Changmin yang sedang meminum minumannya sedikit tersedak lalu mengarahkan pandangannya ke arah gadis-gadis itu.

“Hmm, sepertinya mereka melihat salah satu idola mereka bersama wanita lain. Karena tadi aku agak sedikit mendengar pembicaraan mereka tentang idola mereka. Guess what? Mereka adalah fans grup kalian.”

“Hah? Benarkah?” Kali ini Minho merasa geli dan salang tingkah karena perkataan Changmin. “Yah, mungkin saja. Tapi kenapa mereka sampai berteriak histeris begitu hingga salah satu dari mereka menangis.”

“Hei, bukannya sudah kubilang. Salah satu dari kalian mungkin tersandung skandal dunia entertainment. Tapi entahlah siapa. Perlukah aku menanyakannya?”

Minho menggeleng dan mencoba mendengarkan obrolan gadis-gadis itu. Entah mengapa perasaanya tidak enak dan ia merasa harus was-was. Minho membetulkan posisi topinya dan sambil meminum minumannya ia mendengarkan mereka.

Tapi baru sedikit Minho mendengarkan pembicaraan mereka, ia tersedak hingga terbatuk-batuk. Ia mendengar dari suara yang sangat polos keluar dari salah satu mulut gadis-gadis itu.

“Kenapa Onew oppa bisa berciuman dengan salah satu bintang model, Park HyunSa itu?”

Dengan segera Minho mengambil ponselnya dan menelepon salah satu member yang sangat ia percayai saat itu juga.

“Taemin-ah, kau sudah pulang dari sekolah?”

“Ya, memang kenapa hyung?”

“Kau ada dimana sekarang?”

“Dirumah tepatnya di depan komputer, ada apa?”

Minho menarik nafasnya, sangat kebetulan, pikirnya. Dan ia segera menyuruh Taemin membuka fan café grup mereka dan mencari apa benar yang dikatakan oleh gadis itu bahwa Onew terperangkap dalam skandal; berciuman dengan Park HyunSa?!

Onew Hyung, apa lagi yang kau lakukan kali ini? Kau benar-benar sedang menggali kuburanmu sendiri.

XxXxXxX

TBC

Advertisements

29 responses to “OUR BABY – CHAPTER 8 (FF/SERIES/PG13)

  1. Onew’a benar benar sudah kehilangan akal rupanya
    aigooo
    penasaran apa saja yg onew ceritain k model itu yg tidak diketahui membernya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s