MYSTERY 5 (Chap. II)

“hey , kenapa kau menampakan dirimu pada dia?”
“lihatlah apa yang kau lakukan? Kau membuatnya ketakutan setengah mati”
“jangan menuduhku! Aku tidak menampakkan diriku padanya! Dia sendiri yang melihatku. lagian hanya kau yang bisa menampakkan wujudmu pada orang lain”
“tunggu dulu! Kau bilang apa tadi? Dia yang melihatmu?”
“ya, Dia yang melihatku..”
“itu berarti.. Kau telah menemukannya! Dia milikmu!”
“jadi dia……”

Glekk-
suara pintu terbuka, “annyeonghaseo” sapa seseorang dari arah pintu.
“itu siwon dan minyoung datang!” sambut eunhyuk dan langsung berdiri menarik siwon.
“hey ada apa?” tanya siwon kebingungan karena tangannya langsung ditarik masuk eunhyuk, minyoung yang berada di belakang siwon pun ikut ditarik tangannya oleh siwon, sedangkan donghae yang tiba-tiba ada di belakang minyoung juga ikut ditarik tangannya oleh minyoung.
“STOP STOP! Kalian seperti sedang main kereta-keretaan saja” ucap heechul sebal,
“aku kan juga mau!” lanjut heechul mengeluarkan puppy eyes nya (*^*)
“hey sudah sudah! Kalian ini childish sekali! Bukan saatnya main tauk?” kali ini geul rin ikut angkat bicara yang kemudian langsung dipelototin smua member,
“dasar anak kecil! Ngatain orang lain childish padahal dia gak lebih childish dari kyuhyun” eteuk membatin sambil menatap sinis.
“Apa?” ucap geul rin judes pada eteuk yang daritadi melihatinya.
“gwenchana” jawab eteuk singkat, “aduh ni anak mentang-mentang dongsaeng kesayangannya kyuhyun, sifatnya mirip banget, hobbynya! judesnya! Ktawanya! Dasar magnae!” batin eteuk di dalam hati, karena merasa harga dirinya sebagai leader terinjak oleh dua orang magnae itu.

*oke, kembali ke cerita*

setelah heerin menceritakan semuanya pada siwon dan minyoung yang telah pulang sesudah membeli sate ayam (?) mereka berduapun kaget, dan tidak menyangka.
“kau harus tanggung jawab won! Pulang pulang pulang!” sorak heechul memanfaatkan kesempatan supaya dapat kembali ke seoul, karena merasa terintimidasi berada di gangnam.
-pletakk-
suara sendok meluncur ke arah kepala heechul, “aduh! Siapa tadi yang ngelempar?” tanya heechul sinis, tapi sayangnya tidak ada yang menjawab pertanyaannya.. *Oh poor heechul!*
clingg~ terdengar suara kedipan dari donghae kepada minyoung.. Ah aku mengerti sekarang! ;D
Minyoung pun membalas dgan mengangkat jempolnya ke arah donghae b^^d
“mianhae heerin.ssi~ aku benar benar tak mengerti jika akan ada hal-hal seperti itu, jika memang kita harus menghentikan liburan, besok kita akan berkemas” jawab siwon lesu karena merasa bersalah pada kejadian tadi.
“Siwon.ssi~ ah jangan jangan! Gwenchana, aku baik-baik saja! Kita jangan pulang dulu” sergah heerin mencoba menenangkan siwon yang tampak merasa bersalah.
“tapi aku tak mau lagi membuat kamu, geul rin, richan, minhyo atau istriku menjadi ketakutan karna melihat sesuatu yang aneh lagi” ucap siwon sambil memeluk pundak minyoung.
“tapi aku sudah melihatnya chagi, saat kita membeli makanan tadi aku melihat seseorang oh bukan! Lebih tepatnya aku melihat sesuatu.. Dan sesuatu itu mengawasi kita, suatu bayangan laki-laki.. Bahkan dia sempat tersenyum padaku” ucap minyoung dalam hati , iapun ikut tertunduk lesu seperti siwon.
“aah! Aku tak mau membuat siwon tambah sedih, lebih baik aku merahasiakannya dan meyakinkan kalau disini tidak ada apa-apa..” minyoung kembali meyakinkan hatinya, ia tak ingin suaminya itu semakin merasa bersalah.
“tenanglah chagiya~ kau tak perlu merasa khawatir begitu” min young menghela nafas dan mencoba menghibur siwon yang berada di sebelahnya.
“ya, tentu saja! Kita tak mungkin hanya menginap di desa seindah ini selama sehari bukan?” hangeng yang berada di dapur tiba-tiba angkat bicara sambil membawa saringan masak.
“hankyung hyung! Cepat kemari! Kita belum selesai masaak!” teriak ryeowook berkomando dari dapur menggunakan suara high pitch miliknya.
“ne, wookie! Aku kembaliii” kali ini hangeng membalas dengan suara tinggi miliknya yang pas-pasan *^^v* dan meninggalkan mereka ke dapur.
“benar sekali kata hangeng hyung! Aku masih belum ingin kembali ke seoul” sambung sungmin mencoba membuat siwon membatalkan rencananya.
“yah, lagipula selama ia tak mengganggu kita.. Itu bukan masalah hyung!” sela kibum menepuk pundak siwon sambil mengeluarkan ‘killer smile’ miliknya.. *awawaw*
“ya, kibum benar” semua menganggukkan kepala pertanda setuju dengan perkataan kibum.
“hei hei, tunggu dulu bum! Kau bilang apa tadi? Tidak mengganggu? ia sudah menggangguku dengan heerin yang sedang….. Mmmm mmm” kata-kata yesung langsung terputus setelah heerin membekap mulut yesung yang akan berkata bodoh dengan membeberkan rahasia perusahaan itu (?)
“heerin.aa~ aku tidak bisa bernafas” ucap yesung sambil melepas kedua tangan heerin.
“sekali lagi kau membuka mulutmu dan mencoba mengatakan itu lagi, ddangkoma dan little sweet potato tak akan kuberi makan selama kau sedang sibuk konser. MENGERTI Jong woon?” heerin mengancam yesung sambil mengepalkan tangan kanannya.
Seketika itu pula, yesung langsung diam seribu bahasa.

“lupakan soal yang tadi oppa, aku benar-benar sudah baik. Lagipula aku masih ingin berlibur disini” lanjut heerin.
“jadi, siapa yang setuju untuk tetap tinggal disini?” Kangin bangkit dari tempat duduknya dan berdiri sambil mengangkat tangannya.
“Aku” minyoung angkat tangan..
“aku juga!” kyuhyun dan donghae juga ikut angkat tangan, diikuti semua member kecuali kim heechul dan shin donghee.
“hey hyung, kenapa kau tak ikut angkat tangan?” donghae bertanya pada shindong.
“aku akan tinggal kok, tenang sajaa. Tapi aku lapaaar” jawab shindong sambil menunjukkan muka laparnya.
“hahaha” semua terkekeh mendengar perkataan shindong.
“kamsahamnida semuanya karna masih mau tinggal” siwon tersenyum bahagia melihat semuanya ternyata masih mau menghabiskan waktunya di gangnam. Ah mereka semua memang baik hati 😀
“hey kau heechul! Angkat tangan cepat!” perintah eteuk pada heechul yang masih cemberut.
“kenapa harus?” jawab heechul judes se judes-judesnya (?)
“jadi kau mau pulang sendiri?” perkataan jungsoo a.k.a leeteuk langsung membuat heechul terdiam. Akhirnya,
dengan sangat terpaksa, heechul pun akan ikut tinggal.
“nasib megangin antena lagi gue!” batin heechul kesal dan penuh kebencian. *ah mianhae heenim ^^v*
Dua hari setelah kejadian itu, keadaan di villa kembali normal seperti biasanya, tidak ada hal aneh yang muncul, tidak ada lagi “penampakan” atau kejadian-kejadian yang bisa membuat bulu kuduk merinding.. Semuanya berjalan sangat baik, hingga semua member super junior + yeoja mereka bisa melupakan segala sesuatu yang sedikit membuat mereka kaget kemarin. sekarang mereka sangat menikmati liburan yang diidamkan di desa indah itu.

Hari ini hari minggu, kedelapanbelas orang yang menikmati liburan di gangnam memutuskan untuk membagi tugas.
Kyuhyun,donghae,eunhyuk,ge

ul rin,minhyo dan sungmin bertugas menjaga sekaligus merapikan vila; siwon,yesung,kibum,minyoung,heerin,dan richan akan memancing ikan,udang dkk untuk makan malam; sedangkan ryeowook, hangeng, dan heechul akan berbelanja bahan makanan serta keperluan dapur untuk beberapa hari ke depan; sisanya leeteuk, kangin, shindong akan berburu kelinci dan beberapa hewan yang ada di hutan tidak lupa membeli beberapa oleh-oleh ketika mereka kembali ke seoul nanti.*curahan hati penulis: gara2 kebanyakan cast jd pusing bagi tugasnya (=,=)*

– pasar xxxxx –

“hankyung hyung,. sebaiknya kita membeli banyak sayur karena siwon, kangin, shindong, eunhyuk, dan leeteuk hyung bisa menghabiskan persediaan sayur 1kg dalam sehari” usul ryeowook sambil menunjuk ke sebuah warung penjual sayur.
“ne wook! Kita memang sedang butuh banyak sayur dan bumbu dapur” hangeng menyetujui perkataan dongsaeng paling imut itu.
“tumben sekali bahasa koreamu nggak ancur? ” celetuk heechul yang muncul dari belakang.
“sudahlah heechul.aa~ ini masih terlalu pagi untuk menggodaku, sebaiknya kau membawa buah-buah ini, oke? Daripada hanya menguap dan ngedumel!” balas hangeng dengan ejaan yang baik dan benar.
“wah kau sudah faseh sekali hyung, bahkan intonasinya juga!” sela ryeowook ikut senang ^o^
setelah tiba di salah satu penjual sayur, tawa terbahak dan segala macam ejekkan tak kunjung berhenti keluar dari mulut heechul pada hangeng.. Karena apa? Baru saja hangeng dipuji telah lancar berbicara bahasa korea,
tapi saat berhadapan dengan sang penjual sayur, pantun dan puisi tak sengaja keluar diantara interaksi mereka (?) Intinya, karena si penjual bingung dengan ucapan hangeng. ~^o^~

– sungai xxxxx –

“hei yesungie~ berhentilah berbicara dengan ikan! Percuma.. Mereka tak akan mengerti apa yang kau bicarakan!” heerin berteriak pada yesung yang daritadi bukannya menangkap ikan tapi malah mencoba bicara dengan ikan..
* heerin: kurang aneh apa coba suami gue? –” *
“ssst chagi~ aku tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan” balas yesung sambil meletakkan jari telunjuk di atas bibirnya menyuruh heerin diam.
“oppa! Bisakah kau waras sedikit?” kali ini minyoung juga ikut geregetan melihat kelakuan yesung itu..
Sementara yesung tetap pada posisinya, jongkok di dekat aliran air dan melihati ikan-ikan yang berenang disana.

“bagaimana chagi? Kau sudah dapat berapa ikan?” tanya minyoung pada siwon yang masih setia duduk di batu, menopang dagu sambil memegang pancingnya.
“nihil chagi! Padahal banyak ikan yang lewat, tapi tak ada satu pun yang memakan umpanku” balas siwon sedikit prustasi.
“bagaimana dengan kau kibummie? Ada udang yang sudah berhasil kau tangkap?” tanya minyoung pada kibum yang juga sedang berusaha menangkap udang-udang.

“anhi ! Yang ada aku malah digigit udang (?)” balas kibum sambil menggeleng-gelengkan kepala.
“MWO??” terdengar suara teriakan seriosa dari heerin yang mengagetkan mereka.
“oh tidak, apakah dia melihat hantu lagi?” tanya kibum dan siwon bersamaan.. Mereka bertiga pun cukup khawatir dan segera menghampiri heerin yang ternyata sedang bersama richan.
“kau hebat skalii!” kali ini heerin tersenyum dan bertepuk tangan.
“ada apa?” tanya kibum dan siwon bersamaan lagi (?)
“lihat!” heerin menunjuk dua buah ember hitam yang berada di sebelah richan. Siwon, kibum dan minyoung mengikuti perintah heerin dan melihat ke dalam ember-ember itu. Setelah melihatnya, siwon dan kibum pun terkejut karena dua ember itu penuh ikan dan udang..
“bagaimana bisa?” tanya kibum dan siwon bersamaan lagi dan lagi (?)
“aku juga tidak tau, mereka yang datang sendiri padaku” jawab richan santai sambil memegang dua ikan emas besar dan menaruhnya di salah satu ember.
Siwon dan kibum sangat tidak percaya pada apa yang dilihatnya padahal mereka baru saja memancing 10 menit! sementara heerin masih terus bertepuk tangan, yesung kini mencoba berinteraksi dengan udang (+.+)
“yang satu ngobrol ama ikan, yang satu lagi ratu ikan.. Kurang aneh apa lagi mereka berdua?” celetuk minyoung heran.

-di hutan xxxx-

“ah aku tidak tega dengan kelinci ini. Lepaskan saja kangin!” perintah sang leader kepada anak buahnya.
Oiya, mereka berburu tidak membawa senjata, jadi jika melihat kelinci atau hewan apapun yang lewat disana secepat kilat mereka langsung mengejar dan menangkapnya. Kaya waktu kita nangkep ayam atau kucing yang kabur abis nyuri ikan itu lho?
“ah tidak mau hyung! Ini sudah kelinci kesepuluh yang kau minta untuk dilepaskan” jawab kangin tak mau menuruti perintah jungsoo kali ini.
“ya betul sekali ! Aku dan kangin bisa bisa kurus jika harus berlari-lari mengejar kelinci yang endingnya malah hyung lepaskan!” kali ini shindong juga ikut membantah perintah sang leader.
“tapi kan tapi…” leeteuk berkata terbata-bata
“tapi apa? Kau selalu saja berkata dengan alasan yang sama! Karna alasan kasihan” sela kangin mengeluarkan mimik heran sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“dengarkan aku ya hyung, bukan berarti karena julukan angel without wings yang kau sandang.. Hyung bisa seenaknya saja melepas semua kelinci yang susah payah kita dapat.. Oke?” shindong akhirnya kesal juga dengan kelakuan park jungsoo.

-di vila-

“ah, akhirnya selesai juga semua pekerjaan rumah!” minhyo berucap sambil memutar pinggangnya hingga mengeluarkan bunyi ‘kretek kretek’
“pasti semua udah capek habis beres-beres vila segede ini” gumam minhyo sambil menganggukan kepalanya dan melihat sekeliling..
Sudah setengah jam lebih, mereka yang kebagian tugas membereskan vila bekerja. Walaupun nggak terlalu kotor, tapi ya tetap saja harus dirapikan.. Ada 18 orang aneh dan hiper aktif menghuni vila itu, sudah pasti akan membuatnya ‘sedikit berantakan’ ,benar?
“ah, aku akan membuatkan roti untuk kyuhyun, sepertinya tadi dia belum sarapan” minhyo kini beranjak untuk pergi ke dapur sebelum donghae, sungmin dan eunhyuk mengagetkannya.
“minhyo.aa~ kyuhyun beruntung sekali memiliki kamu yang sangat perhatian dengannya” ucap sungmin sambil memakan roti bakar buatan donghae dan kemudian di muntahkannya lagi.
“donghae.aa~ kau memasukkan garam di roti bakar! Cuih! Benar-benar as.. Assin!” sungmin berkata sambil memuntahkan roti yang telah ia makan tadi.
Donghae yang tadinya akan memakan roti buatannya langsung membuangnya.
“hey! Eunhyuk.aa~ kau membohongiku ya! Kau memberiku toples garam! Sini kau!” donghae kini bersiap menjitak eunhyuk yang sudah berancang-ancak akan berlari.
“1-0 hahaha” eunhyuk mehrong lalu berlari sambil tertawa puas. Tak mau kalah donghae pun melempar kepala eunhyuk dengan sepatu miliknya.
*Dasar Eunhae!*

“hmm.. tapi, aku kasihan juga pada kau ! Kau sungguh tidak beruntung sekali mendapatkan seorang cho kyuhyun! haha ” lanjut sungmin meledek sambil terkekeh geli.
“Oppa.ah~!” minhyo memukul pundak sungmin sembari ikut tertawa kecil
“hey, tapi sungmin oppa bener juga ya?” imbuh minhyo dalam hati sambil berjalan menuju ruang tv, tempat nongkrong biasanya kyuhyun.
“kyu, aku bawakan roti untukmu” minhyo membuka pintu ruangan dan melihat kyuhyun sedang asyik bertanding game dengan geul rin.
“ah, oke!” jawab kyuhyun singkat, tanpa sedikitpun menoleh ke minhyo.
“ah oppa jangan curang!” teriak geul rin sambil mencubit lengan kyuhyun, sedangkan kyuhyun hanya mehrong ke arah geulrin :p
“onnie! Namjamu nakaal!” geulrin kembali berkata manja ke arah minhyo.
“dasar gamekyu! Dan Gamegeul” minhyo membatin sambil menggelengkan kepalanya.
ia pun menaruh roti itu di meja tanpa mau mengganggu mereka yang sebentar lagi pasti akan ribut.
“Dasar kakak dan adik penggila game!” pikir minhyo dan pergi keluar bermaksud mencari udara segar. Kesabaran minhyo memang tak perlu diragukan lagi, tapi terkadang ia bisa menjadi sangat cuek di saat-saat tertentu.

“hmm… bagaimana aku dulu bisa menyukainya ya?” tanya minhyo bingung dalam hati, mencoba mengingat pertemuannya dengan kyu sembari berjalan ke depan vila menikmati udara hari minggu pagi yang sangat segar.

@Flashback@@@
-minhyo poV-

“ah, eomma! Sudah berapa kali ku katakan, aku tidak suka matematika! Aku akan tetap benci matematika siapapun gurunya” kataku sambil menunjukkan wajah ngambekku pada eomma yang akan mendatangkan guru privat untukku.
“dengar ya minhyo? Eomma tidak mau kamu nggak lulus ujian masuk beasiswa sekolah tinggi ekonomi hanya karna nilai matematikamu C, mengerti?” paksa eommaqu yang masih tetap ngeyel untuk mendatangkan guru privat matematika.
“dengar ya eomma? Semua nilaiku A jadi tak akan menjadi masalah jika hanya satu pelajaran saja yang nilainya C” elakku masih berusaha menolak keinginannya. Siapa coba yang ingin guru les hanya untuk pelajaran matematika itu? Uggh! Tidak!
“kau ini keras kepala sekali minhyo! Ah eomma tidak mau peduli, nanti sore ia akan datang kesini, sementara eomma mau menjenguk appamu dulu di rumah sakit. Dengar ya sayang? Appa mu sangat ingin kau mendapat beasiswa ke aussie itu” eomma kini merayu, lalu mencium keningku dan kemudian pergi ke rumah sakit. Ah aku sudah tak bisa berkata apa-apa jika sudah menyangkut appa.
Yah, kim minhyo anak kelas 3 SMA yang sedang mengejar beasiswa ke aussie, semua predikat nilaiku tergolong A tapi tidak untuk matematika, paling bagus aku dapat C.
Ah mungkin pepatah “no one can be perfect” benar juga! Kesempurnaan hanya milik Tuhan , benar? 😀

16.00 KST
TOK TOK TOK
Suara pintu rumah terdengar, aku yang sedang menonton tv pun langsung berlari membukakan pintu.
“cepat sekali eomma pulang” pikirku, karena baru saja 59 menit lewat 59 detik ia ke rumah sakit.
Ketika aku membuka pintu , aku sedikit kaget karena seorang laki-laki berbaju kuning berdiri di depan pintu.
“ah maaf, apakah eommaqu belum membayar listrik pak?” tanyaku bingung pada sosok laki-laki yang tampangnya mirip seperti petugas PLN itu.
“apa kau bilang? Listrik? Kau kira aku petugas PLN apa? Apa tampangku tampak seperti itu?” tanyanya dengan nada yang semakin tinggi.
“sedikit.. Mirip..” jawabku jujur, karena memang itu yang kulihat.
“kau kim minhyo kan?” dia bertanya semakin membuatku bingung! Bagaimana dia bisa tau? Oh tidak! Jangan jangan dia mau menculikku! Pikirku mulai panik.
“cho kyuhyun imnida. Aku guru les barumu” lanjutnya sambil memberikan telapak tangannya, mengajak berkenalan. Oh jadi orang ini yang mau memberi pelajaran matematika? Kenapa tampangnya seperti petugas PLN?
Belum sempat aku menjabat tangannya, ia sudah menariknya kembali dan masuk seenaknya saja ke rumah. HEY! Kurang ajar sekali dia!
“hmm.. Baik, kita mau belajar dimana? Tanyanya sembari melepas sepatu dan masuk rumah, walaupun aku belum mempersilahkan -zzz-
“disitu!” tunjukku kepada sebuah ruangan yang adalah ruang santai keluarga dimana ada meja belajar, dan beberapa laptop milik appa dan milikku.
“oh baiklah” jawabnya singkat sambil melenggang ke arah kamar yang kutunjukkan.
“apa yang akan kau ajarkan padaku?” tanyaku sedikit judes padanya yang sekarang sedang melihat ruangan itu.
“kamar ini boleh juga. Oh iya, ini aku membawa beberapa buku.. Kerjakan saja soal-soal di halaman 150 ada sekitar 50 soal” jawabnya ringan sambil menaruh beberapa buku setebal novel JK Rowling itu di meja.
“hey! Apa maksudmu? Kau ini mau mengajarkan aku matematika bukannya memberi ujian tulis!” teriakku sangat kesal padanya setelah melihat banyak sekali buku yang ia taruh di meja.
“sudah! Kerjakan saja! Jangan banyak komentar” jawabnya ringan sambil duduk di sampingku lalu mendorongku untuk duduk di depan meja belajar.
“aku tidak mau! Siapa kau? Seenaknya saja menyuruhku” elakku, dasar anak kurang ajar! Seenaknya saja dia berani mengaturku 😮
“aku ini cho kyuhyun, guru les mu. Hwang mi Ahjjuma yang mengutusku. Jadi mau tidak mau kau harus menuruti perintahku” dia berkata sangat percaya diri membuatku semakin sebal, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa, perkataannya tadi benar juga.
Aku pun berjalan malas ke meja, membuka buku yang ia tunjukkan.
“hey! Soal apa ini? Susah sekali” pikirku dalam hati ingin bertanya pada kyuhyun tapi ku batalkan niatku. Aku melihatnya sedang asyik bermain PSP.
“helloo! Apa-apaan ini? Aku susah payah harus mengerjakan soal ini tapi kau malah asyik bermain game! Kau seperti penjajah yang menyiksa kaum perempuan” omelku pada laki-laki yang berusia sama denganku itu, tapi percuma saja dia tetap asyik dengan PSP di tangannya.
“oh tidak! Malangnya nasibku hari ini” aku berteriak sekencang-kencangnya di dalam hati.
Aku pun mulai berpikir untuk tidak mengerjakan soal-soal ini atau hanya asal-asalan saja menjawabnya. Ya! Benar jugaa! Dia kan tidak memperhatikanku, aku akan pura-pura serius mengerjakan sambil menunggu dia pulang. Ide bagus b^^d

19.00 KST
“Hey, ini kan sudah malam! Kenapa kau tidak pulang juga” tanyaku memecah keheningan yang tercipta selama 3 jam.
“aku tidak akan pulang sampai kau selesai mengerjakan 50 soal itu” jawabnya santai sambil menyunggingkan senyum termanis yang pernah kulihat. Aissh! Itu sama sekali tidak manis minhyo.
“APA Kau bilang?” bentakku padanya. Gila saja aku baru menyelesaikan 20 soal yang itupun aku tidak yakin 100% kebenarannya. Eomma? Kenapa kau meninggalkan anakmu dengan pria autis sepertinya! Keluhku sambil ngebut mengerjakan 30 soal sisanya agar dia cepat segera pulang!

Seminggu sudah kyuhyun menjadi guru privatku, tapi metode belajarnya ya tetap itu itu saja! Lama lama aku menjadi bosan.. Hey tapi tunggu dulu? Nilai matematikaku meningkat dari C ke B ! Bagaimana bisa?

“ah tidak! Ini kekalahan pertamaku!” dia berteriak dari kursi kesayanganku , sementara aku masih sibuk mengerjakan soal-soal sialan ini. Dia masih terus saja ribut dengan permainan di PSP nya, lama-lama aku gemas juga padanya! (=,=)
PLETAKK! Kulemparkan bulpen milikku dan tepat mendarat di kepalanya. Haha puas sekali rasanya!
“aduh! Knapa kau melemparku? Sakit tauk” dia mengeluh sambil mengusap-usap kepalanya yang kulemparkan bulpen tadi.
“maaf, aku tidak sengaja! Dia tiba-tiba lepas dari tanganku begitu saja” jawabku santai lalu kembali mengerjakan soal dengan pensil. Terdengar suara geraman dari arahnya, sepertinya ia kesal dan kesakitan. Yes!
Suasana kembali tenang, tapi tidak dengan otakku yang tiba-tiba stuck dengan soal logaritma satu ini.. Ah~ aku benar-benar tak bisa mengerjakannya!
Akupun berusaha meminta bantuan juara olimpiade matematika itu, “kyuhyun.ssi~ bisakah kau membantuku?” tanyaku memanggilnya, tapi dia sama sekali tak menghiraukanku.
“kesabaranku habis! Bagaimana bisa orang seperti dia menjadi juara olimpiade? Kerjanya hanya main saja!” amarahku mulai memuncak, aku berjalan menuju ke arahnya dan langsung mengambil paksa PSP miliknya.

“hey, apa apaan kau? Aku sedang main!” bentaknya sambil mencoba mengambil PSP yang kusembunyikan di balik punggungku.
“kau yang apa-apaan! Bisakah kau memperhatikanku sedikit!” bentakku padanya, aduh bodoh sekali kata-kata yang kuucapkan barusan! Oh tidak! (>///<)
“kau bilang apa tadi? Memperhatikanmu? Kau.. Kau suka padaku yaa?” tanyanya genit membuatku semakin malu.
“aish! bukan bodoh! Maksudku, bantulah aku mengerjakan soal itu? Aku benar-benar tak bisa. Jebal?~” pintaku padanya. Untung dia mau mengerti juga, ia pun beranjak ke meja belajar dan duduk di sampingku.
Ia mengajariku dengan baik, walaupun masih tetap menyebalkan! Aku merasakan jarak antara dia dan aku dekat sekali. Mata kami bahkan sesekali bertemu sebelum akhirnya aku mengalihkan pandanganku darinya. Omoo~ aku baru menyadari jika dia tampan sekali! Kau tau sesuatu?
Kali ini aku tak bisa memungkiri jika aku mulai suka dengan matematika dan yang lebih mengejutkan, aku mulai suka dengan cho kyuhyun? 😮
“kenapa kau melihatku seperti itu? Kau naksir padaku ya?” ia bertanya lagi membuat wajahku memanas.
“yang benar saja! Yang ada kau yang naksir kepadaku!” jawabku berusaha membantah pertanyaannya dan tiba-tiba ia langsung diam.
“sudah cukup aku mengajarkanmu.. Aku akan menantangmu! Jika kau berhasil menyelesaikan soal ini kurang dari 2 menit, aku akan mengajakmu keluar setelah ini, deal?” tantangnya yang langsung ku setujui! Ini kesempatanku mengalahkan cho kyuhyun!
“1..2..3.. Mulai!” ia menyalakan stopwatch dari hapenya dan aku langsung mengutak-atik soal itu.. 50 detik aku mencoba! Dan akhirnya aku menemukan cara untuk menyelesaikan soal itu. Tak butuh waktu lama ! 30 detik aku berhasil menyelesaikan soal itu.
“hasilnya 2x+5y !” jawabku puas karena aku berhasil mengalahkannya 40 detik!
“bagaimana bisa?” tanyanya masi tak percaya, karena dulu ia membutuhkan waktu 2 menit untuk menyelesaikannya.
“janji adalah janji” tagihku lalu menyunggingkan senyum padanya. Kira-kira dia akan mengajakku kemana ya?
“oke oke, cepat pakai jaketmu kita keluar sekarang” ajaknya
“memang kita mau kemana?” tanyaku sambil memakai jaket yang aku ambil dari lemari.
“kita hanya akan jalan-jalan diluar. Jika kau ingin membeli makanan, kau harus mentraktirku! Karna aku tidak membawa uang” ucapnya santai tanpa dosa.
“HEY! Kau! Kau ini Benar-benar! Aish..” balasku sebal mendengar ucapannya tadi. Dasar kyuhyun! Dia tetap saja tidak berubah! Tidak mau rugi!
Aku terus saja mendumel kesal, sementara dia tertawa bahagia.
Saat aku akan membuka pintu rumah tiba-tiba saja secara bersamaan tangan kyuhyun juga akan membuka pintu.. Jadi, secara tidak sengaja tangan kami saling berpegangan. Kami sempat saling melihat beberapa detik. Aduh! Mukaku pasti merah sekarang.
“ah mianhae!” ucapnya sambil melepas tangannya dengan cepat..
Ah knapa aku jadi salah tingkah ?
“ayo kyu! Kita pergi sekarang” ajakku berusaha mengalihkan keadaan yang membuatku dan dia sama-sama gugup.
Aku pun bergegas keluar dari rumah sebelum ia menarik tanganku.
“bagaimana jika yang kau katakan itu benar?” ia bertanya sambil memandang wajahku dengan serius, belum pernah aku melihat wajahnya seperti itu.
“bagaimana jika aku benar-benar menyukaimu?” kata-kata itu langsung membuat jantungku serasa berhenti.

@@@@@@@@@

“kyuhyun.aa~” minhyo tersenyum setelah mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu itu.
“sebenarnya aku sempat beberapa kali ingin mengakhiri hubunganku dengan dia, kesabaranku juga ada batasnya! Pada satu hari aku meminta agar kita lebih baik putus saja. Tapi kyuhyun benar-benar meluluhkan hatiku, pada malamnya saat suju sedang live di SBS Inkigayo, tepatnya pada saat menyanyikan bagiannya ia membentuk hati dengan kedua tangannya tepat di depan jantungnya. Setelah itu dia mengirimkan pesan padaku this heart just for you. Saranghae! ♥ ” minhyo kembali tersenyum mengingat semua kejadian itu.
Tanpa ia sadar, ia telah berada di tempat aneh yang belum pernah ia datangi.
“hey, dimana aku?” tanya minhyo bingung, kini mimik mukanya berubah 400 derajat menjadi ketakutan dan bingung.
Ia terus memandangi ruangan itu melihat sekeliling.
“bukankah aku tadi berada di depan vila? Kenapa.. Kenapa? Aku bisa sampai ke ruangan ini?” minhyo kembali merasa ketakutan dan bingung karena tidak ada siapa-siapa disini. Ruangannya pun cukup gelap, pikiran aneh-aneh langsung berputar di otaknya.
“kenapa ini? Jangan jangan…” ia tak berani melanjutkan kata-katanya. minhyo masi terus berusaha mencari jalan keluar, tapi percuma saja semua hanya dinding yang berdebu dan gelap.
Tubuhnya sudah mulai gemetaran karena takut, tetapi mulutnya masih terus berdoa pada Tuhan. Ia terus berusaha menenangkan dirinya sendiri, walaupun tak bisa dielak jika dirinya sangat ketakutan.
Matanya masih terus melihat ruangan, sesekali ia menunduk dan menutup mata untuk meredam tekanan dalam dirinya.
kenapa semuanya menjadi seperti ini? tanya minhyo lemah tak kuasa menahan tangis yang mulai mengucur dari matanya.
Sebelum akhirnya, ia melihat sebuah bayangan laki-laki di ujung ruangan.
“hey kau!” Minhyo berusaha memberanikam diri dan mendekat pada sosok itu, tapi belum sempat ia melangkah terlalu jauh bayangan pria itu telah hilang.
“kemana dia? Oh tuhan! Apakah dia…” kata-kata minhyo kembali terputus saat merasakan bulu kuduk di leher belakangnya tiba-tiba merinding.
Dengan penuh keberanian yang tersisa, ia menoleh ke belakang secara perlahan.
“aigoo~~” minhyo melihat seseorang sudah berdiri di belakangnya dengan wajah yang sangat pucat, bibir yang sangat putih dan dua bola mata yang memancarkan sebuah keanehan. Mata itu terus menatap minhyo. Sosok seorang laki-laki yang badannya sangat putih, ia mencoba meraih tangan minhyo. Namun minhyo langsung tersentak karena tangan sesosok hantu itu begitu dingin.
“oh tuhan~” min hyo langsung tergeletak pingsan setelah apa yang dilihatnya barusan. Ia benar-benar melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang selama ini ia takutkan dan dengan jarak hanya setengah meter di hadapannya, hantu itu berhasil membuat yeojachingu kyuhyun itu pingsan tak berdaya…Sendirian…

…..To Be Continue…….

Thengs for read this ^^
just comment and wait for the next chapter!
Kamsahamnida 🙂

Advertisements

19 responses to “MYSTERY 5 (Chap. II)

  1. Hai rimaaa~
    aku datang lho~ *melambai2* XD

    ak ada beberapa kritikan ini,
    mau kan ya? XD
    *uda janji lho* wkwk
    tp janji lho ya, JANGAN TERPEROSOK SETELAH BACA KRITIKAN SAYA !, ini cuma pendapatku, 🙂

    komen cerita.ny dulu lah, *pemanasan* XD
    ini fic bner2 bertabur bintang!
    Rame bgt~~
    ini anak2 suju masih artis ga sih?,
    ak sih nangkep.ny uda ga artis, tp persahabatan.ny tetep, XD
    *digelundungin ke got*

    –mulai kritik–
    *devilsmile* :/

    ini fic.mu sbner.ny genre.ny apa?
    Mystery, Horror, Comedy, atau apa??,
    klo mystery/horror, feel menegangkan.ny ga dapet,
    tp klo comedy, ga dapet jg feel lucu.ny,,
    *oke, masalah genre ga prlu terlalu dipikir, bisa aja horror-comedy/mystery-comedy* 🙂
    tp yg penting, gmana cara.ny penulis mengekspresikan tulisan.ny sedemikian rupa, shingga bisa bkin seorang reader ga cuma MEMBACA, tp juga MERASAKAN apa yg dirasakan sang Tokoh,
    yg diakhir2 pas part.ny minhyo itu uda kerasa suasana mencekam.ny, 🙂

    trs yg kedua, dari pertama baca, smpe akhir,
    pendiskripsian scra narasi dikit bgt,
    *itu mungkin emg gaya penulisan.mu bntuk dialog,
    tp coba tambah lagi narasi.ny,
    misal dibikin Tokoh PoV (dari salah satu tokoh, jd ga cuma Author PoV aja), atau diskripsikan dulu latar tempatnya,

    trs yg terakhir, cara penulisan,
    gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! XD
    dimana2, stelah tanda baca (titik, koma, tanda seru, dkk), PASTI diikuti dgan SPASI,
    coba dibener.in itu, baca.ny ga enak jg klo lurus terus tanpa jeda, 🙂
    tulisan NAMA TOKOH, NAMA TEMPAT, harus diawali huruf KAPITAL!,
    misal ‘Donghae’ atau ‘DongHae’,
    *ini bahasa Indonesia paling dasar lho ya~
    apalagi td ada ‘oh tuhan~’, T.ny kecil?! :O
    trs klo ada selipan bahasa Korea, bisa ditulis bgni,
    ‘Kyuhyun a~’ atau ‘Kyuhyun ah~’,
    huruf ‘a’.ny cukup satu aja,

    sbner.ny ada lagi, tp uda lupa, wkwk
    *author: alhamdulillah* XD

    lanjut dekk~
    klo update blg2 ya, 🙂

    ps: JANGAN TERPEROSOK !!, meluncur aja (?)
    yolshimhi!~

  2. Hai rimaaa~
    aku datang lho~ *melambai2* XD

    ak ada beberapa kritikan ini,
    mau kan ya? XD
    *uda janji lho* wkwk
    tp janji lho ya, JANGAN TERPEROSOK SETELAH BACA KRITIKAN SAYA !, ini cuma pendapatku, 🙂

    komen cerita.ny dulu lah, *pemanasan* XD
    ini fic bner2 bertabur bintang!
    Rame bgt~~
    ini anak2 suju masih artis ga sih?,
    ak sih nangkep.ny uda ga artis, tp persahabatan.ny tetep, XD
    *digelundungin ke got*

    –mulai kritik–
    *devilsmile* :/

    ini fic.mu sbner.ny genre.ny apa?
    Mystery, Horror, Comedy, atau apa??,
    klo mystery/horror, feel menegangkan.ny ga dapet,
    tp klo comedy, ga dapet jg feel lucu.ny,,
    *oke, masalah genre ga prlu terlalu dipikir, bisa aja horror-comedy/mystery-comedy* 🙂
    tp yg penting, gmana cara.ny penulis mengekspresikan tulisan.ny sedemikian rupa, shingga bisa bkin seorang reader ga cuma MEMBACA, tp juga MERASAKAN apa yg dirasakan sang Tokoh,
    yg diakhir2 pas part.ny minhyo itu uda kerasa suasana mencekam.ny, 🙂

    trs yg kedua, dari pertama baca, smpe akhir,
    pendiskripsian scra narasi dikit bgt,
    *itu mungkin emg gaya penulisan.mu bntuk dialog,
    tp coba tambah lagi narasi.ny,
    misal dibikin Tokoh PoV (dari salah satu tokoh, jd ga cuma Author PoV aja), atau diskripsikan dulu latar tempatnya,

    trs yg terakhir, cara penulisan,
    gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar! XD
    dimana2, stelah tanda baca (titik, koma, tanda seru, dkk), PASTI diikuti dgan SPASI,
    coba dibener.in itu, baca.ny ga enak jg klo lurus terus tanpa jeda, 🙂
    tulisan NAMA TOKOH, NAMA TEMPAT, harus diawali huruf KAPITAL!,
    misal ‘Donghae’ atau ‘DongHae’,
    *ini bahasa Indonesia paling dasar lho ya~
    apalagi td ada ‘oh tuhan~’, T.ny kecil?! :O
    trs klo ada selipan bahasa Korea, bisa ditulis bgni,
    ‘Kyuhyun a~’ atau ‘Kyuhyun ah~’,
    huruf ‘a’.ny cukup satu aja,

    sbner.ny ada lagi, tp uda lupa, wkwk
    *author: alhamdulillah* XD

    lanjut dekk~
    klo update blg2 ya, 🙂

    ps: JANGAN TERPEROSOK !!, meluncur aja (?)
    yolshimhi!~ 😀

    • Wuakakak iya mbak, makasih buat kritiknya 😀
      Kalo masalah tulisan itu gara-gara aku ngetik di hape (maklum kompie lagi rusak) 😛

      Masalah genre: Sebenernya iki nggak horor se ;P nanti pasti atu dewe kenapa aku bilang gitu (baca aja nanti di last chapt heho)
      Dibilang comedy yo enggak karena emang gitu aku ngungkapinnya.wekeke

      Masalah narasi atau latar tempat bakal tak perbaikin deh 😀
      Kamsahamnida ^^

  3. whoaaaa kesoan minhyo dicuekin mulu ma kyu,eum rasanya sy setuju ma komen yg pertamax,horrornya krg mencekam ^^v
    nice ff

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s