And I’ll Know [OneShot]

THIS IS SPECIAL TAEMIN’S BIRTHDAY

17th July 2010

And I’ll Know

Dan di umurmu yang kedelapan belas, kau akan tahu segalanya

———————————————————————————————————

And I’ll Know by shineeisland aka rana rafidah giani

Lee Taemin & SHINee

G/Oneshot/Slight-Angst, Friendship

I don’t own anything in here except the story

—0 0—

Kau tahu? Jadi maknae tak selamanya menyenangkan.

Well, itulah yang kurasakan. Posisiku saat ini adalah sebagai maknae di grup band ternama bernama SHINee. Yah, SHINee.

Hahaha. Kadang aku tertawa mendengar nama aneh macam itu. SHINee. Terkesan terlalu cheesy. Ditambah lagi maknanya, yang berarti “orang-orang yang bercahaya”. Hahaha. Memangnya aku ini lampu senter, eh?

Dari awal aku ingin sekali jadi artis. Aku suka menari. Dan kuakui—aku memang pandai dalam hal itu. Setiap hari aku berlatih agar bisa lolos audisi agensi-agensi penyalur bakat ternama.

Orangtuaku tak suka aku menari. Seperti banci, katanya. Setiap saat aku menyetel lagu dengan radio butut di kamarku, ibuku pasti langsung menyeruak masuk sambil menggedor-gedor pintunya sangat keras sampai-sampai pintu rapuh itu mau copot. Dan kemudian dia akan mematikan radionya dan merusak semua kaset-kaset lagu hiphop yang selama ini kubeli dengan tabunganku. Dan kau tahu? Saat itu yang bisa kulakukan hanya terdiam. Oh—sebagai tambahan, aku juga menangis. Yah, menangis. Lalu aku akan memohon-mohon pada ibu. Namun yang ibu katakan hanyalah “berhenti jadi banci seperti itu! tidak ada laki-laki yang menangis sepertimu, kau tahu!”.

Aku muak dengan kehidupanku sekarang. Aku ingin maju, aku ingin kaya. Hingga akhirnya salah satu agensi besar yang terkenal meloloskanku di audisi untuk menjadi artis. Yeah, itulah satu-satunya cara agar aku bisa melepaskan diri dari orangtuaku yang berlebihan itu.

Namun gemerlap dunia keartisan tak sehebat yang kubayangkan. Dunia itu dipenuhi dengan kebohongan, pengkhianatan, saling adu domba, dan yang paling buruk adalah kau akan dibenci semua orang. Well, ada juga yang menyukaimu—tapi asal kau tahu, yang membencimu bahkan bisa lebih banyak dari yang kau bayangkan.

Aku mendapat gelar “maknae” alias “yang termuda”. Well, awalnya aku cukup puas dengan julukan tak muluk-muluk itu, jika dibandingkan dengan bolgot kariseuma atau bling bling atau apalah, jelas namaku jauh lebih baik. Namun semakin hari gelar itu menjadi beban bagiku.

Aku dituntut untuk berakting cute, selalu tampil imut-imut dan harus bisa menarik hati para noona. Cih, asal kau tahu saja, aku bukanlah tipe lelaki imut seperti yang kalian semua bayangkan. Aku muak menjadi maknae. Keempat member lainnya selalu memperbudakku secara tak langsung, dan juga memperlakukanku layaknya anak umur 7 tahun. Hey! Aku ini sudah besar! Setidaknya hari ini aku sudah delapan belas tahun!

Belum lagi ditambah “those-shit-thingy” di sekolah. Huh, yeah. Bully. Aku selalu dibully oleh sunbae di sekolah, atau anak-anak seangkatan. Mereka bilang, “berhenti berakting cute seperti itu! dasar murahan!” atau “kau tidak setampan yang kami kira”. Cih, memang aku tidak tampan. Memang aku tidak cute. Mau apa, hah? Mengapa setiap orang jadi membenciku? Apa salah yang kuperbuat? Sudah terlalu lama kupakai topeng kebohongan ini. Topeng yang dapat menutupi seluruh kekuranganku dan membuatku seakan menjadi namja yang sempurna. Hey, come on, aku ini juga manusia!

Dan mereka mulai melempariku dengan penghapus-penghapus ataupun alat tulis lainnya. Dan aku—diam. Yah, aku hanya diam. Aku tahu, diam adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah. Namun sepertinya hal itu tak berlaku bagi orang-orang macam mereka.

Pernah suatu kali, aku ulang tahun yang ke-17. Duh, kau tahu? Seluruh Korea meneriakkan saengil chukkahamnida kepadaku. Yeah, aku tahu. Aku kan nation’s little brother. Member SHINee pun merayakan ulang tahunku. Tapi kenapa? Kenapa wajah mereka terlihat kesal, terlihat sebal, saat aku meniup lilin ulang tahunku satu persatu? Mereka memandangku sinis seakan berkata ‘manager-yang-meminta-kami”. Shit.

Dan di sekolah, aku begitu kaget saat mendapati teman-teman sekelasku membawakanku kue tart ukuran mini dengan tujuh belas lilin di atasnya. Hey, apakah mereka sudah berubah? Apa mereka sudah sadar kalau aku memang tak bersalah? Hhh, nyatanya tidak. Saat mereka selesai membuaiku dalam kesenangan, lalu mereka campakkan kue itu ke wajahku. Aku seperti badut saat itu, kau tahu eh?

Dan lagi, kali ini, di ulang tahunku yang ke-18, aku mendapati wajah-wajah tak senang itu lagi di hadapanku.

“Saengil chukkahamnida~ Saengil chukkahamnida~ Saranghaneun uri Taemin~ Saengil chukkahamnida.”

Cih, palsu. Semua itu senyum palsu. Dan apalagi maksud dari “uri Taemin”, eh? Apakah aku milik kalian? Ehm, maksudku, apakah aku memang untuk kalian perbudak, hah?

“Semoga kau semakin tampan.”

Hah, doa macam apa itu. Belum lagi Minho hyung yang mengucapkannya. Tak perlu kau berucap seperti itu, hyung! Aku tahu kalau kaulah yang paling rupawan di grup ini! Aku tahu kau tak mau adik kecilmu ini menyaingi ketampananmu! Iya kan? Oke—baiklah. Kau memang paling tampan, Minho hyung. Tak perlu kau umbar-umbar doa palsu macam itu.

“Semoga kau semakin pandai bernyanyi.”

Apa-apaan ini! Apa maksud dari kata-kata Jonghyun hyung? Mau menyindirku, eh? Ya ya ya, aku tahu aku memang tak pandai bernyanyi. Suaraku fals dan keriting, dan tentunya sangat tidak enak didengar. Jauh sekali jika dibandingkan dengan suara emasmu, ya kan hyung? Kuakui suaramu memang yang terhebat, jadi kau tak perlu mendoakanku menjadi lebih pandai bernyanyi, karena aku pun takkan pernah sanggup menyaingi suara high pitchmu itu.

“Semoga kau sudah bisa menggosok seragam sendiri.”

Key hyung? Yah, aku tahu. Aku memang tak pandai. Aku tak telaten, tak pernah setelaten dirimu. Yang bisa kulakukan hanyalah mengumbar senyum palsu di layar kaca, dan berakting cute. Sedangkan kau bisa segalanya. Masak, mencuci, menggosok pakaian, ngerap, nyanyi, dance. Kau memang almighty, kuakui itu. Aku tahu aku memang anak yang tidak berguna yang hanya bisa menyusahkanmu dengan segala tetek bengek seragam sekolah damn shit itu, aku tahu dan sadar betul kalau aku hanyalah beban disini. Dan kata-katamu barusan… maksudnya ingin agar aku keluar kan? Agar aku mencoba mencari partner kerja lain yang sama tak bergunanya, yang sama-sama tak bisa menggosok pakaian.

“Semoga kau menjadi anak yang pintar dan intelek.”

Huh, tak perlu kau berkata begitu pun aku sudah tahu, Onew hyung. Aku sudah tahu kau itu pintar, jenius, rangking dua di sekolah, atau apalah… Sedangkan aku? Ya, aku hanya anak bodoh yang sama sekali tak bisa apa-apa. Sudah pernah mendengar kabar bahwa nilai IPA-ku tertinggi kedua di satu angkatan? Cih. Itu bohong. Itu hanya untuk memanipulasi netizen agar mereka berdecak kagum dan bergumam “wah ternyata Lee Taemin itu pintar yah”. Ya ya ya, aku tahu kau jauh lebih pintar dariku, hyung. Aku tahu di balik segala kedorky-anmu itu tersimpan sejuta kedewasaan dan kepintaran yang sama sekali tak kumiliki. Jadi kau tak perlu berkata bohong seperti itu. Kau tak mau kan otakku jadi lebih pintar darimu kan?

“Taeminnie~ ayo tiup lilinnya~”

Tak usah memakai embel-embel –nie seperti itu, hyung. Aku tahu kau juga muak mengatakannya.

Aku maju selangkah dengan wajah cerah. Senyuman palsu ini kembali muncul. Hhh, terpaksa. Asal kau tahu, ulang tahunku ini akan disiarkan di layar kaca dan aku harus bisa tampil seramah mungkin sebelum jumlah anti-fansku yang katanya muak dengan rambut jamurku itu bertambah.

“Fiuuuhh~”

Padam sudah. Padam sudah delapan belas lilin warna-warni yang ditata di atas kue cantik berwarna coklat itu. Hm, kuenya terlihat enak. Namun saat aku membayangkan kepalsuan itu lagi, seketika kue itu menjadi tak lebih baik dari segumpal lumpur yang dijilati babi.

“Saengil chukkahamnida, Taemin-ah~”

Mereka memelukku. Erat, erat sekali. Aku tak bisa melihat ekspresi mereka kali ini, karena aku membelakangi mereka berempat. Aku tak tahu apakah kali ini mereka benar-benar tulus memelukku, atau hanya karena ingin membuat badanku yang kurus ini semakin gepeng dan seisi Korea akan segera memintaku untuk makan lebih banyak?

“Semoga kau menjadi laki-laki yang lebih dewasa, yang akan semakin mengenal jati dirimu yang sebenarnya.”

Keempat hyung itu membisikkan kalimat samar-samar ke telingaku. Jati diri.

Yah, aku memang belum mendapatkan jati diriku.

Kau tahu, aku hanyalah seorang bocah berumur 18 tahun yang terjebak di kerumunan dunia gemerlap yang bahkan tak pernah kau tahu semengerikan apa dunia ini sebelumnya.

Yang bahkan tak pernah kau tahu sebanyak apa resiko yang kau dapat karenanya.

Yang bahkan tak pernah kau tahu sesulit apa untuk menjalaninya.

Tapi kini aku tahu.

“Kami yakin kau mengerti, Taemin-ah. Kami tak pernah memperbudakmu, memperlakukanmu sebagai anak kecil, atau semacamnya. Kami juga tak pernah berpalsu ria di hadapanmu—“

“—kami hanya ingin kau tahu, kalau kami menyayangimu the way you are. Kami menyayangi sebagai seorang Lee Taemin yang tidak dibuat-buat. Lee Taemin yang bisa tidak terlalu imut, yang tidak terlalu pandai menyanyi, Lee Taemin yang bahkan tak bisa menggosok pakaiannya sendiri—“

“—kami hanya menyayangimu dengan tulus karena kau adalah bagian dari kami…”

“Jangan pernah berpikir kalau kami tidak membutuhkanmu. Well, kami tahu semua yang kau pikirkan Lee Taemin. Dari raut wajahmu, dari gerak-gerikmu… come on, you’re just a 17 years old boy that is so easy to understand.”

“But… do you know? Do you know this, Lee Taemin? We’re uncomplete without you.”

Dan sekarang aku tahu.

Kalau selama ini aku hanyalah bocah labil yang belum mengerti arti dunia yang sebenarnya.

Kalau selama ini aku hanyalah bocah kecil yang egois dan penuh prasangka.

Akhirnya aku menyadari, seluruh pikiran aneh tentangmu hanyalah sebatas kecurigaan dari seorang anak berumur 17 tahun saja.

Akan kubuang seluruh prasangka yang menghantuiku.

Akan kumusnahkan segala macam pikiran negatif yang menaungi bayang-bayangku.

Karena sekarang aku bukan lagi seorang Taemin SHINee yang berumur 17 tahun, seorang nation’s little brother yang polos dan imut-imut.

Tapi kini aku adalah Lee Taemin, seorang pria dewasa berumur 18 tahun, yang baru akan memulai hidup yang sebenarnya.

“Selamat ulang tahun, Lee Taemin…”

FIN

Advertisements

11 responses to “And I’ll Know [OneShot]

  1. Hua.. hik-hiks..
    ffnya bikin aku terharu bgt..
    selama ini taem yg negative thinking pada semuanya, padahal shinee beneran sayang pada taem..
    beneran i2 kehidupan aslinya taem sebelum debut?? hoho^^
    yah, betul.. shinee tidak lengkap tanpa taemin.. ke ke ke~
    anyway.. saengil chukkae hamnida, bb..
    semoga tambah cute.. bukan cute yg palsu didepan kamera.. tapi cute yg bener2 dr diri taemin *apasih o_o*
    jgn lupa makan yg banyak, oke? *keak ngomong ama taem aja deh gw* n cepatlah comeback!! shinee.. kami menunggumu.. *nah lho?*

  2. wah, kalo pikiran nya taemin beneran gitu kasian amat yaaa
    ehm, happy birthday lee taemin
    kamu udah dewasa skarang bukan anak kecil lagi
    sedih sih tapi yaa gpp lah, smua org pasti berubah kan
    taemin, be yourself dan tetap percaya dengan kemampuanmu karena aku yakin kamu bisa mewujudkan apa yang kamu mau
    aku bakal doain yg terbaik buat kamu selalu
    *jiaaaaah berasa tua banget dah ngomong gitu, lebaaay plus gajeee haha
    niiiiiiiice ^^

  3. Akhr.Y taemin pun sdr klw pmikiran.Y slama ini hnylah prasangka buruk dr bocah yg msih 17 thn..
    Aku trharu pas bca ending.y,trnyta hyungdeul.y i2 tak sburuk pmikiran taemin,mreka smua syg dgn tlus ma taemin..

    saengil chukkae hamnida..
    smoga menjadi taemin yg brfkran dwasa,jdilah dri sndri,tdk mngambil ksimpulan yg cpt trhdp prilaku org lain,n lakukn apa yg mnurutmu trbaik bwt dirisndri n org2 dskitar yg mnyayangimu..n yg pzti jga n syangilah org2 trdkt mu..
    *halah..mrip umma2 aja gya bhasa aku,kea taemin tau aja ttg ini*hoho
    G.B.U.
    ^^

  4. bagus chingu ffnya . hehe .
    pikirannya taemin, bener juga sii . hahha ~
    tapi ternyata mereka tidak sepaah apa yg dibayangkan taemin selama ini kan . ehhe ~
    mreka bner2 peduli ma taemin ~ hhhe .

    saengil chukkae taemin ah ~

  5. RANAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA !!!!
    kenapa g bilang bikin ff buat taemin???
    huehhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….
    pikiran taemin picik banget iiah???
    childist banget…
    dasar yoebo…
    ekekkekkekekke

    bisa bisa nya berpikir klo hyung hyungnya g sayang am dia..
    dasar taeminnie nakal..
    #ngaku istri taemin tapi malah marah marah??

  6. oh.. hehehe.. dasar si taemin bocah baru gede… *pdhl seumuran sama taemin juga*
    hauh begitulah labilnya seseorang yg baru memasuki masa remaja..
    aku mengerti perasaanmu taemin… *tepuk2 bahu taemin*
    *ditabok shawol*
    bacanya berasa beneran taemin yg nulis curhatan deh..
    sampe tegang aku bacanya..
    untung aja itu cuma prasangkanya taemin doang…
    semuanya menyayangi taemin…. =)
    nice… d(^v^)b

  7. Aduh, kaget deh baca awalnya. Kirain beneran. Hehehe. Ternyata cuma prasangka Taemin aja ya?
    Haaa, Taemin jangan suka berprasangka yaaa __< hahaha.
    Wuo, endingnya bagus deh. Hiks. Terharu bacanya. Nice FF, chingu. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s