Yesung oR Young Saeng ??? (chapter 3)

Title : Yesung oR Young Saeng ??? (chapter 3)
Author : viinHankYuwOn
Casts : Yesung, Young saeng, Hye na, Sa-ram
genre : Romance
Length : chaptered

Bounce to you, Bounce to you Nae gaseumeun nuhl hyanghae jabhil soodo uhbseul mankeum ddwigo inneunguhl
Kulihat layar Hpku.
Yesung, ternyata Yesung yang menelefonku. Kuangkat Hpku,
“ada apa Yesung ?”

“Hye na kau sedang ap ?” kudengar suara Yesung di seberang sana.

“tidak ada yang ku lakukan, kenapa kau menelefonku yesung ? ada perlu kah ?”
“benarkah ? tidak, hanya mau menelefon saja. Salahkah ? kau begitu jahat padaku, masa temanmu ini menelefon kau tidak boleh ?”
“hahahaha … kau baru tahu aku jahat ?”
“tidak juga , hhe .. oh iya kenapa tidak ada yang kau lakukan ? mana pacarmu ? apa dia tidak menelefonmu ?” huh akhirnya datang juga pertanyaan yang paling ku benci ini.
“tentu saja ada. Mana mungkin dia berani tidak menelefonku.”
“oh begitu. Baiklah. Hye na… minggu ini kau ada acara ?”
“hem.. kurasa tidak. Mengapa ?”
“hhe hhe … kau tidak punya janji dengan pacarmu ?” ah, mengapa ia harus terus bertanya tentang Young Saeng?? Sangat mengesalkan.
“ne, dia ada janji lain dengan temannya”
“oh bagus kalau begitu , gimana kalau kita jalan?”
“mwo ? kemana ?”
“hem kurasa kita bisa pergi ke taman bermain ? gimana ?” apa taman bermain ? huh , Young saeng aja tidak pernah mengajakku kesana. Pernah kutanya katanya taman bermain adalah tempat untuk anak-anak. Padahal aku sangat suka pergi kesana. Bagaimana ya ? kupikir tidak apa pergi dengan Yesung.
“baiklah”
“oke aku akan menjemputmu hari minggu”
“ne”
“annyoung Hye na”
“annyoung” kukutup telefonku. Akhir-akhir ini sangat berat bagiku. Kenapa ? karena Young saeng. Bagaimana bisa dia menghilang tidak tahu kemana perginya seperti ini. Tak tahukah dia seberapa rindunya aku padanya. Tapi setelah bertemu dengan Yesung, sedikit demi sedikit aku bisa mengobati rasa sakitku. Namun sampai saat inipun aku masih menunggu Young Saeng.
*Young Saeng Pov*
Entah sudah berapa minggu aku terdampar di sini. Terdampar ? mengapa aku katakan terdampar ? bagaimana tidak terdampar, apapun tidak ada di sini. Lampu, ac, semuanya. Semua makanan yang kami makan disini ditanam sendiri oleh mereka. Bahkan pasar saja tidak ada. Akupun terus berusaha untuk menyembuhkan kakiku. Untung ada Sa-ram dan keluarganya yang menerimaku dan selalu membantuku. Aku berjalan keluar dengan dibantu Sa-ram. Sungguh menyedihkan jalanpun aku tidak bisa. kami telah sampai diluar. Kami duduk dibawah. Kupikir disini tidak terlalu jelek. Malah suasananya sangat tenang. Udara yang bersih, danau yang bersih dan banyak bunga dimana-mana. Sangat tenang disini. Kututup mataku dan akupun mulai bernyanyi
Jogumdo gakkai noui gyothe gago shipho yeah yeah
bul kojin ne bang chang are ne mam nwa dugo onun gol
I Thinking of you whatever you do
Norul nukkigo inun nal
I just loving you whatever you are

“waw…waw…waw… Young Saeng kau pandai bernyanyi. Indah sekali suaramu. Kau harus banyak-banyak bernyanyi untukku”
“haha benarkah. Baiklah, jika kakiku sembuh aku akan bernyanyi khusus untukmu”
“araso. Kakimu pasti sembuh, appa lagi membuat obat untuk kakimu. Mungkin 2 hari lagi selesai. ”
“jinja ? jadi kalo aku minum obat itu bisa langsung sembuh ?”
“pabo , mana mungkin ! hanya mempercepat saja. Mana mungkin bisa cepat sembuh”
“ooo, mian. Aku hanya ingin cepat-cepat bisa sembuh”
“waeyo ? apa kau mau cepat-cepat pergi dari sini? Ya pasti saja. Disini kan tidak enak tidak ada apa-apa. Tidak seperti di seoul.”
“ani, bukan gitu maksudku. Aku hanya ingin cepat-cepat bertemu dengan pacarku. Dia pasti sangat cemas denganku. Bagaimana tidak, aku tiba-tiba menghilang. Aku takut dia berpikir yang macam-macam. Dan aku sangat takut jika dia akan melupakanku.”
“oh, kau punya pacar? Siapa dia? Bisa kau ceritakan padaku?”
“Hye na namanya. Aku sudah lama berpacaran dengannya. Tidak ada wanita lain yang aku cintai selain dia. Makanya aku sangat takut jika dia meninggalkanku”
“kau tidak perlu sedih, aku yakin dia juga pasti sangat mencintaimu. Jadi, mana mungkin dia meninggalkanmu”
“jinja ? wah lega sekali mendengarnya, aku pasti akan mengenalkanmu padanya”
“pabo, mana bisa, seoul sangat jauh.”
“tentu saja bisa. Jika aku sudah sampai di seoul, nanti aku akan menjemputmu dan aku akan membawamu keliling seoul”
“ha? Benarkah ?”
“tentu, makanya bantu aku menyembuhkan kakiku”
“ne, wah sudah sangat gelap mari kita pulang”
“ne” sungguh hangat keluarga Sa-ram. Dia anak tunggal. Dia tinggal dengan ayah dan ibunya. Kupikir tidak seburuk yang aku kira tinggal disini. Meski tidak ada apa-apa, bahkan lampupun harus dinyalakan dengan api unggun di malam hari, namun kehidupan disini sangat hangat. Mereka berbaur satu sama lain. Tidak pernah repot memikirkan untuk mencari uang. Setiap hari mereka bekerja sama untuk menanam makanan yang menjadi makanan meraka sehari-hari. Tapi kadang aku kasihan pada sa-ram. Sungguh, suatu saat aku pasti akan mengenalkan kota seoul kepadanya.
*Sa-ram Pov*
Aku duduk di api unggun yang dinyalakan di depan sebuah rumah kecilku. Semua sudah tidur. Sebenarnya hatiku sangat sakit sekarang. Saat aku mendengar dari Young saeng kalau dia sudah punya pacar tiba-tiba hatiku sangat sakit. Sebenarnya aku sudah suka pada Young Saeng saat pertama aku menemukannya di jurang. Saat aku lebih mengenalnya aku makin suka dengannya. Ingin tahu semua tentangnya, namun, dia sudah punya pacar. Young Saeng sangat mencintai pacarnya di seoul. Pabo, aku terlalu berharap padanya. Seharusnya aku tahu mana mungkin namja kota seperti dia mau dengan youja kampung sepertiku.
“TA-DA”
“OMO!!! Kau mengangetkanku Young Saeng ! bukannya kau sudah tidur? Dan bagaimana kau bisa jalan dari kamarmu?”
“hha hha hha…. kau terlalu banyak melamun. Kau sendiri mengapa tidak tidur? Aku tidak berjalan”
“he ? lalu?”
“hha aku menyeret kakiku kemari.”
“mwo? Kau gila? Buat apa? Hanya membuatmu lelah, masuklah mari kubantu”
“hha tidak apa. Kita duduk dulu sembentar. Aku masih ingin ngobrol denganmu” pabo, jangan berkata seperti itu, kau malah membuatku semakin berharap. Aku tidak mau sakit hati Young Saeng…
*Hye na Pov*
TING TONG…
Bel dirumahku berbunyi, pasti Yesung. Kubuka pintu rumahku, dan benar Yesung sudah berdiri di depan pintu rumahku. OMO, betapa gantengnya Yesung. Baru kali ini aku menyadarinya. Kulihat ia dari atas sampai bawah. Ia memakai celana jens panjang dengan kaos hitam menempel di badan bidangnya, rambutnya yang pirang juga membuatnya semakin tampan. HYE NA !!! apa yang kau pikirkan. Kau sudah punya Young Saeng!
“kau kenapa ? ada yang salah denganku?” sial, ternyata dia sadar sudah aku perhatikan. Dengan segera aku menggeleng, tanda bahwa aku tidak berpikir yang aneh-aneh tentangnya.
“annyo, mana mungking ada yang salah denganmu. Mari pergi.” Dia hanya mengangguk disertai senyuman mautnya. Kami tiba di taman bermain. Aigoo, entah sudah berapa lama aku tidak kesini. Di otakku sudah banyak dipenuhi oleh permainan-permainan di taman bermain ini.
“hye na kau ingin main apa”
“yang itu” sangat lama dan banyak permainan yang kami main. Hari sudah sore, kami sangat lelah. Kamipun mencari sebuah bangku untuk tempat kami duduk.
“Hye na mari berfoto”
“mwo?” tanpa aba-aba darinya, tanganku langsung ditariknya. Aku dan yesung masuk di sebuah tempat foto box di depan tempat kami duduk tadi.
“wah, aku tidak mau”
“mengapa Hye na? Hanya berfoto saja. Hanya untuk kenang-kenangan”
“ani, aku habis bermain tadi, mukaku pasti sangat jelek” aku sangat kaget, Yesung tiba-tiba memegang pundakku dengan kedua tangannya. Ditatapnya aku lekat-lekat.
“kau sangat cantik sekarang”. Sumpah, aku yakin mukaku pasti sangat merah sekarang. Bahkan semerah udang yang baru direbus. Akhirnya aku setuju untuk berfoto denagnnya. 10 foto kami ambil. Dengan pose aneh dari Yesung. Setelah selesai kami pun kembali ketempat duduk yang kami duduki tadi.
“omo, pose kita tidak ada yang bagus” oceh Yesung.
“mwo? Aku pikir semuanya bagus”
“ha ? kau bilang ini bagus? Aku lupa memberitahumu tentang tehnik berfoto tadi. Huh, tapi tidak apa lah. Aku akan mengajarkannya padamu nanti” apa katanya? Hhahha aku lansung tertawa mendengar kata-katanya. Tehnik berfoto katanya. Hahaha. Kami pun pulang , aku sangat senang bersama Yesung.
Young Saeng kau sedang apa sekarang. Apa kau sekarang bahagia ? dimana sebenarnya dirimu ?
Meski ada Yesung yang menemaniku sekarang, tapi aku tetap tidak bisa melupakan Young saeng. Dan betapa jahatnya aku, menjadikan Yesung sebagai pengganti Young Saeng untuk saat ini. Sebenarnya aku tidak mau seperti ini. Namun hatiku terlalu sakit. Aku tidak berani sendiri.

comment iia …

Advertisements

8 responses to “Yesung oR Young Saeng ??? (chapter 3)

  1. ckckck
    ribet banget nie ff
    sa-ram suka hyung saeng, hyung saeng n hye na masih cinta, sepertinya yesung suka ama hyena *reader banyak bacot lo*

    makin banyak konflik (?) makin seru

    lanjut 🙂

  2. La La La La La!
    saya muncul lagi!

    Sip.sip *apa’an? =.=a saya juga gk tau*

    Young Saeng buat aku aja, ya *diusir author krna bawel*

    ditunggu klanjutanny sajalah~
    hbisny bngung mau comment apa’an -_-‘

  3. Ya ampuun…Rumit nih crita.y kea bnang kusut…ckck
    yesung suka hyena,trur sa ram suka young saeng,tp hyena n young saeng msih ttp sling mncintai..duh bner2 ribet..
    gmana yah end.y entar..mmm..pnasaran..

    lanjut…^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s