[Oneshot] Our Soul

Title : Our Soul

author : ayamsaurus (Ree onnie, Dubuesty, Keychand, Hyunvy)

cast :

– Lee Taemin

– Song Yumin (Yulin)

– ayamsaurus members (Park Minhyo, Hwang Jiyeon, Park Shin Ri, Song Jesang, Song Hyunwon) *mengeksiskan ayamsaurus*

– Onew SHINee

p.s : special ff persembahan dari ayamsaurus untuk ulang tahun maknae tercinta kami, si Yulin 🙂

saengil chukkaehamnida, Yulin-ah.. 🙂

* * *

(TaeMin P.O.V)

helaan nafas yang berat..

Wajahmu yang kian menekuk..

Aku ingin melindungimu dari senyummu yang kian memudar..

Aku ingin menjadi sinar yang akan mengurangi kesakitanmu..

* * *

aku melihatnya dengan jelas..

Melihat senyum yang mulai memudar dari wajahnya..

Dan terkadang, aku melihat bulir air mata yang turun membanjiri pipinya..

Tapi, tak jarang pula ia bisa tertawa lebar saat teman-temannya mengunjunginya. Walau aku tahu, ia menyembunyikan rasa sakit yang teramat sangat di hatinya, tapi ia berusaha terlihat tegar dan tak mau membuat teman-temannya itu khawatir..

Dan Aku sendiri, mulai merubah perasaanku, dari sekedar rasa penasaran akan dirinya menjadi perasaan cinta yang mulai tumbuh di hatiku hingga membuatku harus selalu melihatnya. Simpelnya, dia sudah menjadi candu dalam hidupku sejak aku pertama kali melihatnya merenung dan membiarkan rambut panjangnya yang tergerai tertiup angin.

* *

kau tak akan tahu tentang diriku. Aku hanyalah seonggok jiwa yang terluntang lantung antara dunia nyata dan dunia arwah. Seonggok jiwa yang tak terlalu penting seperti malaikat, iblis, atau makhluk-makhluk lainnya di dunia ini. Aku tak memiliki julukan. Terkadang orang-orang tak mempercayai adanya keeksistensian makhluk sepertiku. Walau sebenarnya, koloni roh sepertiku eksis dalam hidup mereka dan berusaha menjaga keseimbangan dalam dunia mereka sendiri. Kau bisa menyebutku arwah, roh, jiwa, atau manusia tembus pandang, tapi jangan pernah samakan aku dengan hantu..! Aku dan dia berbeda, walau kami memiliki banyak persamaan sebenarnya.

Aku hanya roh biasa.

Tak ada yang bisa melihat wujud para roh sepertiku. Hanya saja, bila kau hampir mendekati akhir hidupmu, kau bisa melihatku nanti. Honestly, bukan hanya bisa melihatku, tapi kau juga bisa melihat malaikat kematian yang akan menjemputmu nantinya.

Tapi berbeda kasusnya dengan gadis yang sering ku lihat itu.

Ia memang hampir mencapai batas akhirnya, dan itu artinya ia bisa melihatku. Hanya saja, aku sering menghilangkan wujudku agar aku bisa melihatnya dengan santai.

* *

aku tahu, tak akan ada keabadian di dunia yang fana ini..

Aku tahu, penyakitnya akan membuatnya semakin melemah nantinya..

Aku tahu, ia akan pergi cepat atau lambat.. karena cahayanya yang semakin memudar. Cahaya yang menandakan keberlangsungan hidup di dunianya.

Tapi, aku tak pernah ingin hal itu terjadi. Membayangkannya saja, aku sudah tak mampu. Apalagi bila hal itu benar-benar terjadi..?

Apa yang bisa ku lakukan saat melihatnya semakin melemah..?

Semakin meringkuk di tempat tidurnya..?

‘ jadi, apa yang bisa kulakukan..? ‘ tanyaku pada salah seorang Hyungku.

‘ memberinya satu kesempatan hidup.. ‘ jawab hyungku, Onew. Sebenarnya, dia bukan salah satu roh sepertiku. Ia seorang malaikat. Itu terlihat dengan jelas karena di atas kepalanya terdapat sebuah lingkaran bersinar-nya sendiri. Dan walaupun ia tak memiliki lingkaran itu, kurasa semua orang juga akan tetap tahu bahwa ia adalah seorang malaikat karena kebijaksanaannya, dan rasa kasihnya yang tinggi itu.

‘ huh..? ‘

‘ kau bisa membantunya. Menikmati sisa hidupnya dengan melakukan apa saja yang tak pernah ia bisa lakukan dalam keadaannya yang sakit.. ‘

‘ err Hyung, bisakah kau menyederhanakan kalimatmu itu..? ‘ tanyaku semakin frustasi.

‘ well, Taemin, kau roh. Tubuhmu terbentuk dari udara kosong. Dan mungkin saja, kau bisa menjadi dirinya.. ‘

aku terdiam mendengarnya berkata seperti itu.

Menjadi dirinya..?

Melakukan semua hal yang tak pernah bisa ia lakukan saat ia sakit..

Aku tahu maksudnya..

Well, aku akan membuatnya bahagia, untuk sementara waktu..

* *

aku masuk kedalam kamarnya yang kian hari terasa begitu dingin sementara Aku bisa mendengar nafas gadis itu yang tenang dan teratur sedang meringkuk di atas tempat tidurnya tanpa selimut. Aku berusaha mengambil selimut itu untuk bermaksud menutupi tubuh ringkihnya. Tapi yang terjadi, tanganku terus menembus selimut itu.

Aku lupa satu hal sekarang. Aku hanya roh. Tubuhku tak akan mampu memegang benda-benda yang nyata.

Aku menghela nafas panjang, melihatnya yang sedang tertidur. nafasnya memang teratur dan tenang, tapi raut wajahnya sama sekali tak menunjukan bahwa ia tidur dalam keadaan tenang. Ia mimpi buruk, kurasa.. Atau mungkin, ia selalu berpikir bahwa saat ia menutup matanya malam ini, matanya tak akan membuka lagi esok harinya.

Aku semakin memperkecil jarak kami. Bahkan sekarang, aku bisa merasakan dingin nafasnya di wajahku.

Aku mengembangkan senyum saat melihat tangannya menembus tubuhku. Tapi ia sama sekali tak terbangun. Kurasa, tubuhku yang dingin ini membuatnya nyaman karena ia semakin mendekat ke arahku, ‘ aku akan membuatmu bahagia. Aku akan membuatmu bisa merasakan hal-hal yang tak pernah kau lakukan. Sebisa mungkin, aku tak akan menyakitimu.. ‘ kataku seraya berdiri di samping tempat tidurnya.

Aku menghela nafasku kembali. Aku mengambil ancang-ancang bersiap memasuki tubuhnya.

‘ tunggu.. ‘ kataku menghentikan diriku sendiri, ‘ hah, aku takut. Bagaimana bila tubuhnya menolak kehadiranku..? Apa yang harus kulakukan..? ‘ tanyaku sendiri.

‘ tidak.. Tidak.. Aku pasti bisa.. Oh ayolah Taemin. Ini untuk gadismu itu.. ‘ aku menyemangati diriku sendiri dan kembali mengambil ancang-ancang. Kemudian aku mulai berlari kecil ke arahnya. Dan setelah itu, aku merasa seperti tubuhku yang dingin ini terlapisi sesuatu yang hangat di dalam sebuah ruangan yang tak terlalu besar.

[End Of Taemin P.O.V]

* * *

(Yumin P.O.V)

kicauan burung terdengar bersahutan dari pohon di depan jendela kamarku.

Aku membuka mataku secara perlahan. Mencoba beradaptasi dari dunia mimpi ke dunia nyata.

‘ apa yang terjadi semalam..? ‘ gumamku.

‘ Yumin-ah, annyeong.. ‘ suara cempreng terdengar diluar pintu kamarku dan kemudian pintu kamarku menjeblak terbuka.

‘ oh, annyeong onnie.. ‘

‘ bagaimana keadaanmu..? Hari ini kau sudah bisa pulang.. ‘ jelas MinHyo onnie.

‘ jinja..? Baguslah, aku sudah bosan disini.. ‘ ucapku.

‘ yah, kalau begitu, ayo kita beres-beres.. ‘ kata Hyunwon.

* *

setelah mengepak kembali barang-barang milikku, dan membayar biaya perwatanku. Kami segera melangkahkan kaki kami untuk segera pulang ke rumah. Rumah kami. Rumah yang nyaman dan hangat.

Well, sebenarnya itu bukan rumahku. Itu rumah Minhyo onnie. Aku hanya seorang beruntung yang ia jadikan sebagai salah seorang adiknya.

Aku masih mengingat dengan jelas saat ia menemukanku meringkuk di bawah pohon besar. Saat itu aku seperti berusaha mengaburkan pandangan orang terhadapku. Aku memeluk lutuku erat dan semakin meringkuk di bawah pohon besar itu. Dan seperti yang kuduga, semua orang menganggapku tak ada, tapi Ia, Minhyo onnie mengulurkan tangannya ke arahku dan tersenyum manis padaku.

ia selalu memberikan yang terbaik untukku dan yang lain. 4 orang yang lain. Teman-teman yang sudah ia anggap keluarganya sendiri. mereka semua menyayangiku. sementara aku..? Aku datang dalam kehidupan mereka dan membawa bencana pada mereka dengan penyakitku. Membuat mereka harus bekerja keras untuk membiayai pengobatanku.

Rasanya aku ingin mati saja melihat mereka semua mengeluarkan keringat, bekerja keras hanya untuk diriku. Tapi kemudian, mereka hanya tersenyum dan menyemangatiku bahwa suatu hari nanti, aku takkan sakit lagi.

Aku Yumin. Song Yumin. Keluargaku bisa dikatakan sebagai keluarga yang kurang beruntung. Dan karena masalah penyakitku, orang tuaku tega membiarkanku tergeletak di pinggir jalan begitu saja. Simpelnya : mereka membuangku. Dan masalah penyakitku, entah apa namanya. Tapi yang jelas, dari kecil tubuhku sudah amat sangat lemah. Bahkan untuk berjalan jauh saja aku tak mampu. Dan sekalinya aku berobat, itu bisa memakan uang yang banyak.

‘ yah, kau kenapa..? Sudah lelah..? ‘ tanya Jesang onnie seraya menepuk pelan pundakku.

Aku menggeleng dengan perlahan.

‘ lihat, aku baru membeli banana split.. ‘ Shin Ri onnie berlari dengan membawa cup kecil ice cream di tangannya sementara Hyunwon onnie tengah mengejarnya.

‘ onnie ya, aku juga mau.. ‘ kataku. Dan tanpa sadar, aku mengikuti langkah mereka. Langkah lebar mereka.

‘ Yumin-ah, kau..? ‘ suara Minhyo onnie terpotong saat melihatku mengikuti Shin Ri onnie dan Hyunwon onnie.

‘ kau berlari..??? ‘ sekarang terdengar suara Jiyeon onnie yang sedari tadi hanya diam memperhatikan tingkah kami.

‘ memangnya itu tadi berlari ya..? ‘ tanyaku balik.

‘ kau tak apa-apa..? Kau sakit..? Atau mungkin.. Katakan sesuatu Yumin-ah.. ‘ kata Minhyo onnie frustasi.

‘ huh..? Aku.. Aku tak merasa sakit, onnie.. Aku malah merasa..lebih baik saat aku…berlari.. ‘ jelasku. Mereka semua menatapku dengan pertanyaan yang tercetak tebal di mata mereka.

* *

‘ kurasa aku sudah sembuh.. ‘ lima pasang mata mendelik ke arahku saat mendengar pernyataanku barusan. Mereka semua saling berpandangan satu sama lain.

‘ tapi ini terlalu cepat. Butuh keajaiban untuk menyembuhkanmu, Yumin-ah.. ‘ kata Jiyeon onnie dan mendapat anggukan dari yang lain.

‘ keajaiban itu pasti ada, bukan..? Dan mungkin, sekaranglah saatnya aku untuk sembuh.. ‘ kataku. Dan akhirnya mereka mengangguk. Walau sebenarnya, aku yakin mereka akan membawaku kembali ke rumah sakit untuk mengecek keadaanku, nanti.

* *

bulan berlalu dengan cepatnya.

Sekarang sudah memasuki musim panas yang penuh dengan sinar mentari.

Dan keadaanku semakin membaik setiap saatnya. Bahkan, tanpa kesadaranku sendiri, aku bisa menggerakkan tubuhku mengikuti alunan lagu. Bukan tarian jenis poppin, stomp, locking, atau apapun itu namanya. Hanya saja sebuah tarian biasa. Berputar, melompat, dan berbagai gerakan lainnya. itu saja… Dan aku suka itu. ^^

Aku tahu, ini sangat ajaib. Baru kemarin aku tak bisa berjalan jauh, berlari, melompat, bahkan menari. Tapi sekarang, aku bisa melakukan semua itu. Aku bisa melakukan semua hal yang dulu tak mungkin bisa aku lakukan. Aku normal. Itu yang terpenting sekarang.

‘ hi, Yumin.. ‘ aku menolehkan kepalaku ke kiri dan kanan mencari sumber suara itu. Tapi yang terlihat hanyalah keadaan kamarku yang kecil dan penuh dengan berbagai barang.

‘ aku senang jika kau menikmati keadaanmu yang sekarang.. ‘ suara itu terdengar kembali. Bahkan rasanya suara itu menggema di otakku.

‘ siapa..? ‘ tanyaku.

suara itu tertawa renyah, ‘ aku..? Mmm well, sekarang aku adalah dirimu.. ‘

‘ huh..? Apa kau malaikat..? ‘

ia kembali tertawa, ‘ yah, levelku tak setinggi itu.. ‘

‘ lalu..? Bahkan kau belum memperkenalkan namamu padaku. Padahal kau sudah tahu namaku.. ‘ kataku.

‘ senang saat kau tahu bahwa aku ada. Aku Taemin.. ‘

‘ ooh.. Siapapun dirimu, aku tahu, kau sudah turut andil membawa perubahan besar dalam hidupku. Terima kasih.. ‘

* *

sejak hari itu, suara yang mengaku namanya adalah Taemin itu selalu menemaniku. Kami selalu berbincang dengan hangat. Walau mungkin perbincangan kami sama sekali tak berbobot. Tapi itu menyenangkan saat ada seseorang. Well, taemin bukan seseorang juga sich sebenarnya. Tapi, menyenangkan saat kau bisa berbagi cerita dengan teman barumu.  Yah, walaupun terkadang, aku dianggap sinting oleh onnie-onnieku itu. Tapi well, yang penting aku sembuh, onnie-onnieku tetap menyayangiku, dan sosok tak tampak Taemin itu selalu ada untukku.

‘ jadi.. Maksudmu, kau ada dalam tubuhku. Mengendalikan diriku, begitu..? ‘ tanyaku frustasi setelah sebelumnya suara Taemin memberitahuku yang sebenarnya.

‘ well, aku tak mengendalikan sepenuhnya. Aku berbagi tempat dengan jiwamu, juga. Yah kurasa, aku hanya mengendalikan dirimu sekitar 70%. Jiwamu masih berpengaruh besar untuk mengendalikan otakmu. Aku hanya sarana untuk merepresentasikan keinginanmu. Jiwa yang kuat, yang bisa menopang tubuhmu sendiri. Dan itu cukup membuatmu merasa lebih baik, bukan..?  ‘

‘ yeah.. ‘

‘ hei, kau kenapa..? ‘ tanya Taemin.

‘ err, kau nyaman berada disana..? Tak berniat untuk keluar..? ‘

‘ aku punya risiko yang besar saat meninggalkan tubuhmu, nantinya. Dan itu bukan hanya berpengaruh pada diriku sendiri. Tapi dirimu juga.. ‘

‘ kenapa kau melakukan ini..? ‘

[End of Yumin P.O.V]

* * *

(Taemin P.O.V)

‘ kenapa kau melakukan ini..? ‘

degg..

Jantungku berdetak lebih cepat, sayangnya jika aku memiliki jantung pasti jantungku memang akan berdetak dengan cepat. Tapi, aku ini hanya sekumpulan udara hampa kosong yang tak berorgan. Jadi, itu tak mungkin terjadi.

Dan Pasti sekarang, pertanyaan kalian adalah mengapa bisa aku mencintai Yumin jika aku memang tak berorgan..? Entahlah, mungkin itu timbul dari perasaan ingin melindungi dirinya. Lagipula, sekarang ia adalah nafasku, udara yang kuhirup, dan tubuh yang akan selalu ku jaga karena kami berada dalam satu tubuh yang sama sekarang. Atau lebih gampangnya, sekarang :

nafas kami menjadi satu..

Langkah kami,

dan yang terpenting jiwa kami juga menjadi satu.

Dan dengan ia menyadari keberadaanku sekarang, itu juga menjadi salah satu alasanku untuk mencintainya.

‘ Taemin, kau belum menjawab pertanyaanku..? ‘ tanya Yumin kembali.

‘ aku tak punya alasan untuk masuk kedalam dirimu. Itu saja Yumin. ‘

dan kemudian, aku mendengar helaan nafas darinya..

Sorry..

I can’t explain my feeling..

I just want to stay in your body..

I just want to became your soul. Our soul. Soul that make you feel more better than before.

I don’t have the reason to stay in your body. Because one thing that i know is i just love you. I just want to make you happy while in your end of time.

That’s all..

Just because i love you, Yumin..

And that’s enough for me..

[End of Taemin P.O.V]

* * *

(Yumin P.O.V)

musim kembali berganti..

panas yang kemarin begitu menyengat terganti dengan hembusan angin musim gugur.

Dan Musim gugurpun mulai merajai hari demi hariku..

Sudah setengah tahun, Taemin berada dalam tubuhku. Menggantikan jiwaku yang lemah itu. Dan dalam kurun waktu setengah tahun itu, aku mulai merasa membutuhkan dirinya dalam hidupku. Mendengar senandung nyanyiannya dalam otakku sendiri, mendengar suaranya yang akan dengan siap menjadi teman berbagi ceritaku.

‘ Taemin, minggu depan adalah ulang tahunku. Bisakah aku melihatmu..? ‘

tawanya terhenti. Ia terdiam beberapa saat, ‘ maaf, aku hanya bisa terlihat oleh orang yang hidupnya tak akan lama lagi.. ‘

‘ itu aku. jika saja, kau tak masuk kedalam tubuhku. Kurasa aku akan mati bukan..? Toh, jika kau tak masuk kedalam tubuhku, seluruh organ dalam tubuhku akan kehilangan fungsinya satu persatu nantinya..? Jadi, apa bedanya sekarang..? ‘

‘ ada.. Tentu saja ada, Yumin. Maaf, aku tak bisa.. ‘

why..?

I just want to see you..

I just want to touch you..

but why..? is that so hard for you..?

Give me a reason, why i can’t meet you in my real life..? Just not in my mind. I want to talk with you.

Please..

i really want to meet you, Taemin because i need you..

I need your present in my real life..

* *

dua hari menjelang perayaan ulang tahunku..

Onnie-onnieku mulai sibuk mempersiapkan semuanya. Mulai mendesain seperti apa kue untukku..? Apa hadiah terbaik untukku..? bagaimana desain rumah ini saat hari itu tiba..?

Semua mulai mereka siapkan. Tapi aku..? Aku sama sekali tak memiliki niat untuk merayakannya.

‘ bersemangatlah.. ‘ ujar Hyunwon onnie riang.

‘ onnie, apa ini tak berlebihan..? ‘

‘ berlebihan apa..? Perayaan ini juga sebagai tanda syukur bahwa kau sudah sepenuhnya sembuh.. ‘ kata Shin Ri onnie seraya mencubit gemas kedua pipiku.

‘ berapa banyak yang akan kau undang..? ‘ tanya Jesang onnie.

‘ huh..? ‘

‘ pesta itu butuh tamu bukan..? Ada berapa banyak undangan kita nanti..? ‘

‘ aku.. Aku hanya ingin menghabiskan waktuku bersama kalian dan seorang teman.. ‘ ujarku penuh penekanan pada kalimat terakhir agar Taemin yang berada dalam tubuhku juga mendengarnya.

‘ yakin tak ingin mengundang siapapun lagi..? ‘ tanya MinHyo onnie.

‘ hmm.. ‘

* *

‘ maaf.. ‘ suara Taemin menggema kembali dalam otakku.

‘ untuk apa..? Kau akan datang ke pestaku. Jadi untuk apa meminta maaf..? ‘

‘ maaf Yumin.. ‘

‘ aku akan memaafkanmu bila kau datang. Tak perduli seberapa leceknya dirimu. Tak perduli seberapa tembus pandangnya dirimu. Aku tak perduli bila kau tak membawakanku hadiah.. Aku hanya ingin dirimu sebagai hadiahku… Apakah itu sulit Taemin..? ‘ mataku mulai memanas. Embun mulai terkumpul di kelopak mataku. Dan akhirnya embun-embun itu membentuk cairan bening yang menganak sungai dipipiku. Terlebih saat mendengarnya mengucapkan kata maaf kembali. Membuat cairan bening itu kian meluap dan mengalir dengan derasnya dari sudut mataku.

Is that so hard for you, Taemin..?

Leave my body, so i can meet you..!!!

Is that so hard..?

* *

bau dedaunan kering..

Angin yang berhembus perlahan..

Suara gemerisik daun yang berpadu dengan angin..

Terangnya rembulan yang menyinari acara kami..

Tepukan tangan..

Tawa..,

kegembiraan..

Aku menutup kedua mataku.. Berbicara dengan hati pada Taemin..

‘ ayo make a wish.. ‘ aku membuka mataku dan menemukan Jiyeon onnie menghadapkanku sebuah kue tart berukuran sedang dengan gambar diriku sebagai hiasannya.

‘ ayo.. ‘ ujar Minhyo onnie. Sementara yang lain masih tetap menyenandungkan lagu ulang tahun untukku.

Aku menutup kedua mataku kembali secara perlahan.

‘ aku hanya ingin, onnie-onnieku bahagia.. Aku ingin, Taemin hadir disini. Aku hanya ingin berterima kasih padanya secara langsung. Itu saja.. ‘

[End of Yumin P.O.V]

* * *

(Taemin P.O.V)

‘ aku hanya ingin, onnie-onnieku bahagia.. Aku ingin, Taemin hadir disini. Aku hanya ingin berterima kasih padanya secara langsung. Itu saja. ‘

aku menengang..

Ia tetap bersikeras memintaku hadir..?

Lalu bagaimana keadaannya nanti saat aku meninggalkan tubuhnya..?

Keadaannya akan lebih memburuk..

Dan bahkan, aku akan menghilang saat meninggalkan tubuhnya..

‘ tak adakah permintaan lain, Yumin..? ‘

‘ aku hanya ingin itu di hari ulang tahunku. Aku sudah siap menerima semua resikonya, kelak.. ‘

sebegitu kekehnyakah keinginanmu untuk melihatku..?

Sebegitu pentingnyakah kehadiranku di hari ulang tahunmu, Yumin..?

Aku menghela nafasku panjang..

Dan akhirnya, aku memutuskan untuk mengabulkan keinginanya.

Perlahan namun pasti, aku melangkah keluar. Rasanya berkali-kali lipat lebih susah dibanding aku harus menembus tembok baja sekalipun.

Tubuhku mulai keluar sedikit demi sedikit, hingga akhirnya aku benar-benar keluar dari tubuhnya. Tubuhku disambut oleh cahaya yang benar-benar menyilaukan. Hingga membuatku harus memfokuskan pandanganku.

[End of Taemin P.O.V]

* * *

(Yumin P.O.V)

aku menegang..

Sebagian dari diriku seperti tertarik keluar..

Dan layaknya burung yang kehilangan separuh sayapnya, aku terjatuh.

‘ Yumin-ah.. ‘ pekik semua onnieku.

Aku mencoba mengatur nafasku. Dan memfokuskan pandanganku.

‘ Yumin-ah.. Kau tak apa-apa..? ‘

aku mengangguk.. Walau sebenarnya hatiku menolak untuk mengangguk karena kenyataannya, aku tak baik-baik saja.

‘ kita masuk sekarang.. ‘ aku menahan tangan Jiyeon onnie yang berusaha memapahku.

‘ aku tak apa-apa, onnie.. Lanjutkan saja acaranya.. ‘ kataku. Aku menolehkan kepalaku ke arah kiri, dan menemukan sesosok manusia tembus pandang yang sedang menatapku khawatir.

‘ Taemin.. ‘ gumamku. Ia tersenyum kecil ke arahku menjawab panggilanku.

‘ onnie, nyalakan kembang apinya.. ‘pintaku. Mereka memandangku khawatir. Namun akhirnya mereka menuruti kemauanku.

aku menatap Taemin lekat-lekat. Seolah menggambar sosok dirinya dalam otakku, agar aku tak melupakannya. Agar aku terus mengingatnya dengan baik, atau mungkin aku ingin sekali merekam wajahnya dengan mataku ini. Aku melihatnya tersenyum manis. Namun ia sengaja memberikan jarak terhadapku. Ia tak melangkahkan maju kakinya, dan hanya berdiri, mematung.

Bunyi kembang api silih berganti..

Langit malam dipenuhi warna-warni..

Langit malam ditaburi warna pelangi di langit hitam itu..

Aku melihat tubuh Taemin semakin memudar cahayanya. Tapi ia masih sempat-sempatnya memberikanku senyum. Dan sebelum cahayanya semakin memudar, ia menggumamkan sesuatu yang tak ku dengar. Wajahnya terlihat tulus saat itu. Dan akhirnya, Ia memberikanku kiss bye, sedetik kemudian cahanya benar-benar menghilang..

Gelak tawa..

Angin malam di musim gugur yang dingin..

Bau dedaunan kering..

Tawa itu semakin sayup-sayup ku dengar.

Tatapan khawatir semua onnieku semakin kabur di pandanganku..

Suara mereka tertelan gemerisik angin..

Tubuhku ringan, Mataku berat.., aku lelah.., aku ingin tidur..

Dan ya, aku menutup mataku..

Bukan untuk membukanya keesokan harinya. Tapi, aku menutup mataku selamanya..

Tangis itu tak bisa ku dengar lagi..

Yang tertinggal sekarang, hanyalah kenangan manis..

Impianku terwujud.

Dengan perginya diriku, onnie-onnieku akan bahagia karena mereka tak akan kesusahan mencari uang lagi…

[End of Yumin P.O.V]

* * *

[Epilog]

bau pepohonan kering mewarnai pemakamannya..

Tangis itu semakin tak terkendali..

Dan ya..,

ia telah pergi..

Ia pergi saat hari jadinya..

Ia pergi saat separuh jiwanya juga menghilang..

Ia pergi saat jiwa barunya itu juga pergi..

Jiwa barunya itu ternyata sudah menjadi bagian dari dirinya sendiri, dan tanpa ia sadari..

mereka berdua memang saling membutuhkan..

Mereka akan bersatu disana.

Tak ada pengungkapan cinta layaknya kisah romantis lainnya.

Yang ada hanyalah perealisasian cinta itu sendiri.

Dan dengan bersatunya jiwa mereka itulah yang membuat cinta mereka lebih kuat dibanding cinta yang lain…

THE END..

** jangan gebukin saya, ayamsaurus dan readers sekalian.. Maaf.. Maaf gaje banget.. Huhuhu, cuma ini doang yang bisa direalisasikan dengan baik.. Ree onn, maaf telah merusak idemu TT.TT keychand, ivy maap ya.. Mana epilog’a gaje pula TT.TT, Yang penting, saengil chukkae hamnida Yulin.. ayamsaurus sayanglah sama yulin ^^ **

Advertisements

7 responses to “[Oneshot] Our Soul

  1. So sweet. Tapi menyedihkan banget TT^TT
    Endingnya agak ngegantung ya. Emang kenapa kalau Taemin keluar dari tubuhnya Yumin? Taemin pergi kemana?
    TTT0TTT huhuhu….
    but b^0^d

  2. lolo?? Yumin akhirnya meninggal??
    hua…. T.T
    Tapi dgn begini kan Yumin bisa ketemu Taemin lagi di alam sana…
    *ditendang author*
    Haish keren bgt ffnya…
    kasih banyak jempol buat author…. d(^v^)b

  3. waaah… ini nih yang namanya belahan jiwa..
    epilognya mendukung suasana banget. ‘Tak ada pengungkapan cinta, yang ada hanya perealisasian cinta’ gyaaaaaa~~~ suka banget!!! cinta memang gak butuh kata2, tapi tindakan

  4. sesek dadaku sesek….
    aku mati cemburu am yumin…
    taemin selingkuh di belakangku…
    oh salah ya??
    mian..
    #ditendang author…

    tapi emang beneran sesek kog pas bacanya…
    satu kata dah..
    R.O.M.A.N.T.I.S
    ^_________________^

  5. anyeong.. tQa imnida,, new reader..

    masih kurang ngerti ni,, jadi taeminnya itu udah g eksis lagi kayak dulu lagi ya?? (*maksudnya sebelum masuk ke tubuh yumin)..

    keren ceritanya..
    tapi sedih banget,,
    coba aj kalo taeminnya ga keluar,, pasti mereka sama2 terus,, yuminnya juga masih hidup..

    T.T

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s