Baby, Stop Nagging! (FF/Drabble/PG13)


Baby, Stop Nagging!

Author : Noriko Kaoin

Cast :

-Choi Minho

-YOU

Length : Drabble

Rating : PG 13

Genre : Romance, Fluff

Disclaimer : The cast is not mine, but this fanfic is MINE!!!

Inspired By : Nagging by IU ft. Seoulong 2AM

ENJOY

XxXxXxX

Suara bel pintu beberapa kali dibunyikan, bunyinya seperti tak sabaran ingin dibuka. Aku yang baru bangun dari mimpi indah semalam terpaksa menemui orang dibalik pintu apartemen aku itu. Aku menguap lebar dan berjalan dengan gontai menuju pintu. Langkahku beberapa kali dihalangi oleh barang-barang yang berserakan di lantai ini. Apartemenku berantakan? Yeah, memang.

“Ya! Choi Minho! Buka pintunya! Sudah jam berapa ini?!”

Oh, well. Suara perempuan, suara yang sangat familiar, suara yang hampir setiap pagi membangunkan aku, suara yang hmmm—yah, aku mencintai suara itu sebenarnya. Siapa ia? Gadisku, kekasihku, tunanganku, belahan jiwaku, calon istriku, dan—Err, pokoknya ia adalah gadis yang kucintai sepenuh hatiku.

Tepat aku membukakan pintu apartemen, ia mendorong paksa pintu hingga aku terdorong ke belakang. Ia melepaskan sepatu boots-nya dan melepas mantelnya. Matanya mengelilingi setiap sudut ruangan ini dan suara gumamannya terdengar. Aku tahu mengapa ia mulai seperti itu, dalam hitungan ketiga ia akan mengomel, memprotes keadaan apartemenku yang mirip kapal pecah.

1…

2…

3…

“Ya! Minho-ah! Sudah kubilang beberapa kali, jangan taruh sepatumu di samping pintu. Letakkan di raknya. Dan ini! Kenapa bisa bunga layu masih kau pajang?!”

Jawabanku? Aku hanya mengangguk dan berjalan menuju dapur. Mengambil beberapa makanan instan untuk sarapanku. Aku sudah terbiasa makan yang instan seperti ini setiap pagi, tapi kalau hanya tidak bersama gadis itu saja sebenarnya. Kalau gadis itu ada, aku selalu memenuhi standar gizi dalam sarapanku.

“Jangan! Kau tidak boleh makan makanan yang instan untuk sarapan. Tunggu sebentar, aku akan memasakkan untukmu setelah aku selesai membereskan kapal pecah ini. Aigo…”

“Tapi aku lapar, dear,” protesku.

Ia tidak menjawabnya, ia sibuk mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan diatas lantai. Omelannya terus berkumandang ditelingaku. Aku muak mendengarnya? Tidak, biasa saja. Lagipula, aku sudah terbiasa dengan mulut cerewetnya itu. Aish, aku tidak boleh mengatakannya. Tapi memang kenyataannya ia cerewet bagaimana?! Suara omelannya setiap pagi sudah menjadi sarapanku. Ia selalu saja mempersalahkan hal sekecil apapun yang berhubungan dengan diriku. Aku hanya bisa diam menontonnya dan mendengarkan omelannya itu, bagaimana lagi? Inilah diriku, aku pendiam dan tak bisa berkutik kalau aku melawan dirinya.

“Minho, kau sudah berapa bungkus makan ramyun? Pokoknya kau tidak boleh makan makanan instan selama 1 minggu.”

“Minho, dimana kau menaruh kemeja pemberian Ibumu itu? Saat kau ulang tahun itu?”

“Minho, kenapa ada kecoa di sini?! Astaga, kau mempunyai apartemen besar dan kenapa masih ada kecoa di sini?!”

“Minho, kau meminum soju lagi? Aish, selama 1 minggu aku melarangmu untuk tidak menyentuh minuman alkohol. Jaga kesehatanmu!”

“Astaga, kenapa sepatumu bisa ada disini?! Kubilang taruh di rak!”

Nah,begitulah dia. Bukannya aku bermasalah saat ia berkata seperti itu. Entah mengapa hari ini aku merasa bosan dengan suara omelannya walau wajahnya terlihat lucu saat mengomel. Bisakah aku memberontak sekali ini saja? Tapi bagaimana caranya?

Ayolah, sekali saja!

“Ya! Cucian piringmu menumpuk semua. Jadilah orang yang bersih sedikit, Choi Minho. Kalau begini aku tidak ingin mempunyai anak saja kalau salah satu dari mereka mempunyai sifat berantakan sepertimu.”

Matanya yang bulat itu semakin membesar saat ia melotot padaku. Sekali-sekali ia merapikan rambutnya yang sepunggung itu dengan jari-jari lentiknya. Tangannya penuh dengan baju-baju kotorku. Kakinya bergerak kesana kemari, dengan jeli ia membereskan tempat ini hingga menjadi bersih dan rapi.

Tepat saat ia memasakkan sarapan untukku, aku menatap lurus padanya. Matanya membulat heran dan bibir itu ia moyongkan sedikit. Aduh, lucu sekali. Ia bertingkah seperti marah padaku tapi gagal. Ia tak cocok bertingkah seperti itu. Aku pun mendekatinya.

“Kau sudah selesai?” tanyaku sambil mendekatkan wajahku hingga beberapa centi padanya.

“Huh?! Maksudmu?!” ia merasa canggung dengan kelakuaanku yang tiba-tiba ini. Ia memutarkan matanya kearah kanan.

“Omelanmu. Sudah selesai bukan?” Telunjukku menyentuh dagunya yang lancip dan mendekatkan bibirnya hingga hanya beberapa centi saja lagi akan bersentuhan denganku.

Ia menggeleng dan saat ia hendak membuka mulutnya, itulah kesempatanku. Dengan lembut kusentuh bibirnya dengan bibirku. Awalnya ia tak membalas ciumanku, tapi setelah aku menekan ciumanku padanya, ia membalasnya. Aku tersenyum dalam ciuman itu.

Beberapa saat kemudian, aku melepaskan ciuman itu dan dengan nafas yang masih terhengal-hengal . Matanya menyiratkan keterkejutan dan kekecewaan?

Aku menyeringai dan mengecup pipinya sedikit.

“Baby, stop nagging.”

XxXxXxX

END

Advertisements

38 responses to “Baby, Stop Nagging! (FF/Drabble/PG13)

  1. short but sweet.
    tapi siapapun cewek yang pacaran sama cowok berantakkan pasti bawel. huhuhuhu.
    so sweet ceritanya 🙂

  2. wakakakakaka XD
    i will always be a nagger for youuuu :* *minta cipok* *maunya* *ditendang dari ff ini*
    ngebayanginnya minho bangun dengan rambut singa gitu *eh* maksudnya kayak di MV RDD getooooh 😮
    berasa ahjumma-ahjumma bawelnya wakakakaka XDD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s