U-Kiss Series [Soohyun – Part 2]

Title: Red Rose

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: Shin Soohyun (U-Kiss), Park Ahra, Han Sooyoo, Shin Soohyun (Junior)

Genre: friendship, romantic, tears, comedy(?)

Rating: T

Length: Series

Last Part: Alexander = Part 1, Part 2, Part 3
Soohyun = Part 1

Sooyoo meninggal (hiks T,T). Bagaimana kelanjutan kisah Soohyun yang kehilangan Sooyoo? Apakah dia bisa mencintai yeoja lain? Lalu Hyunnie si Shin Soohyun junior? Udahlah mending baca aja langsung (reader: authornya loba bacot)!


One Month Ago …

Soohyun POV

Daesung mengatakan padaku bahwa ujian sudah dekat. Aku hanya diam mendengarkannya sambil lirik kanan kiri. Semenjak kepergian Sooyoo, aku makin terkenal di kampus. Setiap orang yang berpapasan denganku pasti tersenyum, kenapa sih?

“Daesung-ah,”

“Wae?” tanya Daesung setelah menghentikan langkahnya.

“Kenapa sih, semua orang senyum ke aku terus? Risih liatnya!” aku mulai merinding saat seorang namja gendut senyum padaku, senyumnya genit, ihhh! 😛

Daesung mendesah panjang, lalu berkata, “Mereka bermaksud baik, Soohyun-ah! Mereka ingin kamu gak terus menerus sedih, mereka pengen kamu ceria kayak dulu!”

“Jinjja? Memang sekarang aku seperti apa?” tanyaku datar (watados). Daesung ngeloyor meninggalkanku yang kebingungan.

+ + +

Senin sore, sudah jadwalku untuk menemui Hyunnie dilapangan tempat bermainnya. Saat aku datang, ia langsung menghampiriku. “Hyung!” panggilnya.

Aku membalasnya dengan senyuman. Ya, Hyunnie, cuma dia yang bisa membuatku tersenyum tulus. Semenjak kepergian Sooyoo aku tidak pernah tersenyum tulus. Pada fans-ku pun, terpaksa. Dan kadang member-member U-Kiss bisa membuatku tersenyum.

“Aku bawa cemilan untukmu.” ujarku sambil mengangkat kantong plastik yang berisi makanan ringan. Ia loncat-loncat kegirangan lalu menarikku ke bangku untuk duduk.

“Wahh! Ini kesukaanku!! Gomawo, hyung!” lagi-lagi aku tersenyum melihat tingkahnya, ia benar-benar sepertiku.

“Hyunnie-ah…” panggilku sambil mengelus kepalanya.

“Wae, hyung?”

“Kita jenguk Sooyoo yuk.”

“AHH! Kajja!!” Hyunnie menarik tanganku pergi dari lapangan. Lalu aku membukakan pintu mobilku untuknya. Setelah itu mobilku melaju menuju tempat Sooyoo disemayamkan.

“Sooyoo-ah…” kami berdua jongkok disebelah makam Sooyoo (awas, ntar ada yang keluar lewat bawah, hehe /jorok).

“Noona..! Hari ini hyung memberikanku cemilan!” seru Hyunnie bersemangat. “Noona mau tidak?” lugu sekali dia, masa Sooyoo mau dikasih, gimana caranya coba?

“Hyunnie-ah, bagaimana caranya?” tanyaku penasaran, sejauh mana imajinasi anak ini?

“Aku pernah kasih noona kue, aku taruh disini. Besoknya udah tinggal piringnya, berarti noona yang makan!” jelas Hyunnie polos, lalu aku tertawa.

“Hahahahaha!” aku masih saja tertawa, dasar anak kecil!

“Waeyo, hyung?” tanya Hyunnie yang heran melihatku tertawa.

“Ah, anni!” aku langsung berhenti, takut melukai perasaannya.

Author POV

Soohyun pulang larut sekali. Setelah mengantar Hyunnie pulang, dia pergi ke makam Sooyoo lagi dan menangis disana. Menumpahkan semua isi hatinya. Penjaga ditempat makam itu (bukan hantu lho!) sudah hafal jika ada suara tangisan, berarti itu suara tangisan Soohyun, jadi ia tidak takut lagi.

Saat sampai di dorm, Dongho keheranan melihatnya. Mata Soohyun sembab. “Hyung, kau kenapa?”

“Kau anak kecil, hah! Kenapa belum tidur?!” teriak Soohyun, Dongho menunduk lalu ngacir ke kamarnya (takut ceritanya).

Soohyun POV

“Hyung, kenapa lagi?” ia menepuk bahuku, aku menepisnya pelan. Kulangkahkan kakiku ke kamar dan mendapati Kiseop sudah mendengkur. Aku menepuk punggunya, meminta ia bangun.

“Ah, hyung. Baru pulang?” tanyanya sambil ngucek-ucek mata. “Hyunnie sudah kau pulangkan ke rumahnya kan?” tanyanya lagi, aku mengangguk lemah. Kiseop berbaring lagi, lalu aku berbaring disebelahnya. Mataku menatap langit-langit kamar.

Sooyoo, aku benar-benar tidak bisa melupakannya. Setiap Daesung memperkenalkan yeoja padaku, aku tidak mempedulikannya. Aku masih menginginkan Sooyoo, aku masih setia padanya.

Soohyun yang dulu telah hilang, kini berganti dengan Soohyun yang baru. Yang jarang tersenyum, cuek, suka melamun, dan cengeng. Namja macam apa itu!?

+ + +

“Soohyun-ah, hari ini aku tidak bisa belajar bersamamu. Aku harus menjemput Minji (2NE1), bye!” Daesung yang baru saja menghampiriku sudah pergi lagi. Aku hanya melambai padanya lalu melangkah menuju tempat parkir.

BRUKK!
Entah karena dia yang tidak lihat-lihat atau karena aku yang sedang melamun, kami bertabrakan. Aku tidak tahu siapa dia, yeoja. Cih, menyusahkan saja. Ia membereskan buku-bukunya yang berjatuhan. Lalu menunduk lalu membantunya.

Ahra POV

Ternyata yang aku tabrak itu seorang namja. Ia membantuku mengambil buku-bukuku lalu memberikannya padaku. Aku membungkuk padanya, “Jeongmal mianhae,” ia tidak bilang apa-apa dan langsung pergi.

Saat ia mengangkat kepalanya, wajahnya sangat familiar. AH! Itu Soohyun U-Kiss. “SOOHYUN-SSI!” babo, aku seperti orang gila saja, ia berhenti lalu menoleh padaku. “Gomawo!” lanjutku sambil melambaikan tangan. Ia tidak tersenyum, tidak mengangguk, atau apalah, malah langsung pergi. Wajahnya seperti wajah orang mati, tidak ada ekspresi sama sekali. Uh, sebel! >_<

Soohyun POV

Dasar yeoja norak! Baru dibantuin gitu aja, udah girang. Ogah ah, kalau harus berurusan dengan dia lagi. Aku langsung pergi meninggalkannya, daripada dikira orang-orang aku berurusan sama yeoja aneh!

Hari ini aku ingin sekali menemui Hyunnie, tapi dia tidak ada dilapangan. Tentu saja, hari ini bukan jadwal kami bertemu. Aku pulang dengan hati sedih.

+ + +

Daesung sedang asyik membicarakan pelajaran dengan Onew, leader SHINee yang kata fans-fans-nya, imut, padahal masih imutan aku (Soohyun langsung ditimpukin sendal ama fans Onew). Aku hanya melamun disebelahnya sambil menatap halaman kampus.

Tiba-tiba dari arah gerbang, terlihat sosok anak kecil yang sangat kukenal. Tapi, bagaimana dia bisa ada disini? Aku berlari menghampirinya, Daesung dan Onew mengikutiku.

Semakin dekat, aku semakin yakin kalau itu Hyunnie. Tapi kenapa dia bisa disini? “HYUNG!” teriaknya lantang, ia melambai padaku. Akhirnya aku sampai.

“Hyunnie-ah, bagaimana kau bisa disini?” tanyaku cemas. Ia mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Omo, kartu tanda pengenalku? (Di Korea ada KTP ga ya?)

“Hehehe!” Hyunnie hanya cengengesan, aku mengacak-ngacak rambutnya sambil tersenyum.

“Bagaimana ini bisa ada padamu, hah?”

“Terjatuh didepan rumahku, mungkin terjatuh saat hyung mengantarku pulang!” ujarnya dengan tampang polos, agyeo. “Penjaganya mempercayaiku, makanya ia memperbolehkanku masuk! Aku bilang, aku dongsaeng-nya hyung.” lanjutnya, lalu menyerahkan kartu itu padaku.

“Kau kan memang dongsaeng-ku. Dongsaeng kembarku, hahaha!” kami tertawa bersamaan.

“Hyung, aku ingin menjenguk Sooyoo noona!” pintanya tiba-tiba.

“Besok saja ya, kau harus pulang. Nanti eomma mencemaskanmu.” tolakku secara halus.

“Ayolah!” paksanya, aku hanya bisa mengangguk melihat tingkahnya yang benar-benar memaksaku. Aku bangkit lalu menoleh pada Daesung dan Onew yang berada disebelahku.

“Aku pergi dulu ya!” ujarku sambil tersenyum, Daesung terperajat melihatku. Peduli amat, aku sudah ditarik Hyunnie menuju mobilku.

Dijalan, Hyunnie sempat menyuruhku berhenti, lalu ia keluar dan berjalan ke sebuah taman. Ia memetik setangkai mawar, “Auww!” aku langsung turun dari mobil dan menghampirinya.

“Hyunnie-ah, waeyo?” tanyaku cemas karena mendengar teriakan Hyunnie.

“Jariku tertusuk duri!” jawab Hyunnie, suaranya bergetar. Saat aku melihat wajahnya, ia ingin menangis. Pasti sakit sekali.

“Sudah, jangan nangis, Hyunnie. Kau namja!” seruku memberi semangat. Aku menghisap darah yang masih ada dijarinya lalu membersihkannya dengan sapu tanganku.

Hyunnie diam memperhatikan jarinya yang kubalut dengan plester. Aku selalu sedia plester didompetku (plester kok didompet sih!?). “Sini, biar hyung saja yang bawa bunganya.” aku meraih mawar itu, sambil memperhatikan kalau aku tidak menyentuh durinya.

+ + +

Kami melewati beberapa nisan hingga akhirnya sampai ditempat Sooyoo. Aku meletakkan mawar itu didepan nisan Sooyoo. Hyunnie jongkok disebelahku.

“Sooyoo-ah, kami…”

“datang menjenguk noona.” Hyunnie memotong kata-kataku.

“Hyunnie memetikkan mawar untuk mu tadi, tapi…”

“jariku tertusuk duri!” lagi-lagi Hyunnie memotong ucapanku.

“Tadi dia datang ke kampusku, aku kaget sekali. Ia mengajakku…”

“untuk menjenguk noona.” arrrgghhh! I’m so mad! (dalam hate)

“Sooyoo-ah…”

“Bogoshippeoyo…” sangking kesalnya, aku bangkit dan berencana meninggalkannya.

“Hyung, kenapa diam saja?” tanya Hyunnie dengan wajah polosnya.

“Aissh! Bagaimana mau bicara, selalu saja dipotong olehmu!” protesku sambil mengacak-ngacak rambutnya, ia nyengir lalu mengisyaratkanku untuk jongkok lagi disebelahnya.

“Sooyoo-ah, saranghaeyo.” ucapku lirih.

“Noona, neomu johahae.” ini kata Hyunnie.

“Aku harap kau masih hidup.”

“Aku ingin noona berada didekatku.”

“Sooyoo-ah..”

“Saranghae..” aku terperajat, Hyunnie melanjutkan kata-kataku dan memang itu yang ingin aku katakan. Lagi-lagi ia nyengir padaku.

“Ah, kau ini! Kau masih kecil tauk!” aku menariknya lalu menjitaknya pelan.

“AHH! Hyung! Sakit!!”

Author POV

Seminggu sudah sejak Soohyun dan juniornya datang ke makam Sooyoo. Berkali-kali Hyunnie datang ke kampus Soohyun. Beberapa orang mengatakan itu dongsaeng-nya, dan ada juga yang mengatakan itu anaknya dengan Sooyoo (makin aneh aja?).

Daesung merasa Hyunnie yang membangkitkan semangat hidup Soohyun. Kemarin Soohyun bilang, Hyunnie berulang tahun. Dan dia mengajak Hyunnie ke taman bermain, tanpa sepengetahuan orangtua Hyunnie (penculikann!!!).

“Ini.” Daesung memberikan sebuah kado pada Soohyun.

“Apa ini?” tanya Soohyun setelah menerimanya.

“Berikan pada Soohyun junior. Katamu dia berulang tahun kemarin.”

“Oke. Akan aku berikan.” Soohyun memasukkan kado itu ke tasnya.

“Jangan lupa sampaikan terimakasihku padanya.”

“Waeyo?” tanya Soohyun penasaran.

“Dia bisa membuatmu tersenyum lagi, dan bertahan hidup. Aku harus berterimakasih padanya karena telah menyelamatkan sahabatku.” Daesung menepuk bahuku lalu pergi. Aku hanya bengong mendengar kalimatnya. Hyunnie memang berjasa.

Sorenya aku pergi ke lapangan. Aku lihat teman mainnya tapi aku tidak melihatnya. Kemana dia? Lalu aku bertanya pada salah satu temannya, namun mereka bilang tidak tahu.

1 jam kemudian

Matahari hanya menyisakan cahayanya, matahari itu sudah tidak terlihat lagi. Aku kecewa, kuletakkan kado itu di bangku, berharap Hyunnie menemukannya. Lalu aku pulang.

+ + +

Sudah seminggu semenjak Daesung menitipkan kado untuk Hyunnie. namun bocah itu tetap tidak muncul. Kemana dia?

Kakiku melangkah menuju lapangan. Kuangkat kepalaku dan melihat ke bangku. Kado itu masih ada disana, bagaimana bisa? Hyunnie belum datang juga, kemana dia?

Sambil terus memandang kado itu, perlahan aku duduk. “Bogoshippeo, Hyunnie-ah..” gumamku lalu meraih kado itu.

“HYUNGG!!!!!!!” saat aku menoleh, seorang bocah melompat lalu memelukku.

“Hyunnie-ah! Kemana saja kamu?!”

“Bogoshippeo, hyung!” (asa geuleuh ^^)

Lalu Hyunnie menceritakan semuanya padaku. Kenapa dia tidak ke lapangan. Ternyata eomma-nya melarang Hyunnie untuk main selama ujian. Dan Hyunnie jadi sering pulang sore karena aku, aku memutuskan untuk memperkenalkan diriku pada eomma-nya nanti.

“Ini.” aku menyodorkan benda yang setia menunggunya.

“Untukku?” tanya Hyunnie ceria, aku mengangguk sambil tersenyum. Ia langsung membuka kado itu, dan isinya…..

“Waahhhh!!!! Hyung, ini mirip seperti milikmu kan?!” aku terperajat. Hoodie itu, milik Sooyoo!? Kenapa bisa ada di Daesung?!

“Hyunnie, boleh pinjam sebentar?” tanyaku lirih. Mulanya ia bingung, namun ia tetap menyerahkan benda itu padaku. Aku melihat dibagian bawah hoodie itu, dibagian dalam, ada tulisan yang sangat aku kenali.

♥ Hyunnie U-Kiss

Lalu aku melirik ke tempat yang sama dihoodie-ku. Ada tulisan juga, tapi itu tulisanku.

♥ My angel Sooyoo, muachh

Aku mulai merasakan air mataku yang ingin jatuh. Aku langsung menghilangkan air mataku keburu Hyunnie melihat. Dulu, saat aku dan Sooyoo masih SMA, dia memanggilku Hyunnie dan menganggapku sebagai adiknya. Padahal berdasarkan bulan kelahiran, lebih tua diriku daripada dia.

Aku memakaikan hoodie itu pada Hyunnie. “Haha, kegedean!” ujarnya lugu, aku hanya tersenyum mendengar celotehnya.

+ + +

Sesuai keinginan hatiku, aku mengantarkan Hyunnie sampai rumah dan menunjukkan diriku pada eomma Hyunnie, biar dia tau kalau Hyunnie sedang bermain dengan orang yang baik. (Narseees!)

Ting Tong

“Hyunnie-ah! Kenapa baru pulang sekarang?!” eomma Hyunnie langsung memeluk anaknya itu.

“Mianhae, eomma. Aku kangen sekali dengan hyung, makanya aku pulang malam.” ia berterus terang sambil tersenyum manja, persis sepertiku jika eomma memarahiku.

Eomma Hyunnie menoleh padaku, aku langsung membungkuk. “Annyeong haseyo, saya hyung yang dimaksud Hyunnie.”

“Kau? Soohyun U-Kiss?!” eomma Hyunnie nampak terkejut, aku mengangguk lalu tersenyum padanya.

“Hyunnie selama ini selalu bersama saya. Saya yang memintanya untuk bermain dengan saya. Mianhae, ahjumma,.”

“Ah, gwaenchana, ternyata anakku main dengan orang hebat sepertimu. Kau sudah tahu kan, nama kalian berdua sama?” tanya eomma Hyunnie yang sedang menggandeng tangan anaknya itu.

“Ne, saya sudah tahu.” setelah beberapa menit berbincang dengan eomma Hyunnie yang ternyata sama baiknya dengan eomma-ku (keluargamu ada kembarannya semua), aku pulang ke dorm dengan hati senang.

Ahra POV

Wajah Soohyun terus mampir dipikiranku. Aku fans-nya, tapi kalau cuma fans gak mungkin sampai kayak gini kan?

Aku sudah memutuskan untuk mencari Soohyun besok. Harus! Dan sesuai dengan tekadku, aku langsung mencari Soohyun di kampus keesokan harinya. Ternyata tidak susah mencarinya, ia berada di kantin dengan sobatnya di kampus, Daesung Big Bang! Kenapa sih, temenannya sama artis?

“Soohyun-ssi!” panggilku sambil tersenyum lebar. Ia menoleh padaku dengan tatapan aneh. Seperti, KESAL!?

“Ya, siapa kamu?” tanya Soohyun galak. Kok idol favoritku bisa galak gini sih!?

“Aku yeoja yang kau tabrak waktu itu!” jawabku semangat, ia terkejut mendengar jawabanku. Lalu ia menggeser duduknya menjauhiku. “Waeyo?” tanyaku sedikit kesal.

“Mau apa kau? Lagipula siapa yang menabrakmu!? Bukannya kau?” jahh, ni anak, nyebelin banget sih!!!

“Terserah lah! Ternyata kamu bukan Soohyun yang di tipi-tipi, itu semua cuma palsu! Ternyata kamu namja aneh kayak gini!” aku menjulurkan lidah padanya lalu pergi dari situ.

“YA! Kau yang aneh! Aisshh,” Soohyun mengamuk sendiri, ia mengacak-ngacak rambutnya lalu berlari mengejarku. Karena takut, aku berlari juga. Namun Soohyun berhasil menghadangku, aku pasrah didepannya menanti perlakuan yang ia berikan.

“Heh, yeoja aneh! Berani-beraninya kau mengejekku?!” ia nampak marah, mukanya merah padam. Aku menunduk setelah melihat wajahnya. Mau marah tetep aja ganteng, huehehehhe

“Biarin, wee!” aku menjulurkan lidahku padanya lagi. Aku melesat pergi dari situ. Ternyata aku terlalu nekat untuk mencarinya tadi.

Soohyun POV

Sial! Kemana yeoja itu? Menyebalkan sekali, benar-benar yeoja aneh!

Aku kembali ke tempat Daesung menungguku. Ia bengong saja melihatku kembali. “Woi, awas kesurupan!” seruku asal. Ia langsung menjitak kepalaku.

“Yeoja itu benar-benar berani padamu.” komentar Daesung yang sedang menulis sesuatu dibukunya.

+ + +

Sepertinya hari ini dijadwalkan untuk aku balas dendam dengan yeoja aneh itu. Pagi-pagi aku sudah menemukannya bengong di kantin. Aku melangkah mendekatinya lalu menggebrak meja didepannya.

BRAAKK!

“AHHHHHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”

TE-BE-CE ^^

Part yang ini lebih banyak isinya tentang Soohyun ama Soohyun junior, jadi mian ya kalo kalian kecewa. Kayaknya Soohyun bakal sampe part 4, soalnya masih panjang nih imajinasiku, sabar aja ya buat yang udah nunggu bagiannya! See you all!

Advertisements

13 responses to “U-Kiss Series [Soohyun – Part 2]

  1. hhhmmmmm .,.,.,smpe part 10 juga gpp .,.,asalkan jgn bikin mulutu qu copot .,,yooo .,,.keyyy….

    • big bang, hahaha

      ntar mau bikin songfic big bang, yg haru haru

      ntar kalo udah diposting, baca ya!

  2. ah, mian chingu baru sempet baca + comment –”
    aah~ gpp chiinguuu dipanjangin aja biar seru~ kekeke XD
    tapi, cepet lanjuut yaaa :3

  3. Pingback: U-Kiss Series [Soohyun - Part 3] « FFindo·

  4. Pingback: U-Kiss Series [Soohyun - Part 4 end] « FFindo·

  5. Pingback: U-Kiss Series [Kibum - Part 1] « FFindo·

  6. Pingback: U-Kiss Series [Kibum - Part 2] « FFindo·

  7. Pingback: U-Kiss Series [Kibum - Part 3 end] « FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s