[FF] DongBang VS ShinKi -part 1-


Annyong cingu…

Haiii…hai…lam kenal

Pagawayo…

Aq hanya author baru yang masih amatiran jadi klo FF ini geje harap ma

klum iiaakk…hehe

Dpet inspirasi dri salah satu MV na ZE:A yg All day long…

Lngsung deh bikin nih FF…

Please coment n LIKE…

Chekidoooott

Cast :               Jung YunHo (U-know), Kim JaeJoong (HERO), Jung YunHee, Leeteuk, Heechul, Shindong, Eunhyuk, Kangin, Yuri, Hyunha, Jieun, Mira, Dabie, Member SHINee

Genre :            Action, Romance,

Rated :            PG+15

Length :          Series

“Tae min, lewat sini saja. Geng ShinKi sudah melihat kita.” Teriak Min ho yang sudah berlari kencang meninggalkan Taemin yg masih terkejut dibelakang. Mereka berhasil kabur dari Geng ShinKi yang tadi memukuli mereka.“yak! Tunggu aku. Kenapa kau tak bilang dari awal.” Teriak Taemin marah dan ikut berlari berusaha menyeimbangkan Minho yg sudah di depannya.

Mukanya sudah bonyok karena di keroyok oleh anak SMA ShinKi.Mereka berlari sekuat tenaga. Dan beberapa siswa dari SMA ShinKi sudah mengejar dibelakang mereka. “bagaimana ini. Kita bisa habis jika tertangkap lagi oleh mereka.” Taemin terlihat was-was.”kenapa kau lewat sini segala sih. Kau kan tau ini sudah masuk wilayah ShinKi.” Kata Minho kesal. “tapi lewat sini paling cepat.” Taemin berusaha membela diri. “dasar bodoh. Cepat apanya. Kalau seperti Ini kita jadi buang2 waktu. Pasti kita di tinggal oleh anak2 yang lain.” Minho masih terlihat kesal sekali. Mereka terus berlari.

“ayo kejar. jangan sampai lepas lagi!” Teriak salah seorang anak SMA Shin

Ki. Dan akhirnya kejar2an pun terjadi cukup jauh. Minho dan Taemin sudah terlihat kelelahan. Napas mereka terengah2 gak karuan. “Taemin kesini.” Minho menarik tangan Taemin dan bersembunyi di belakang Tong sampah yang besar. “aduh bau sekali.” Gerutu Taemin. “sudah kau diam saja nanti kita bisa ketauan” bisik Minho.

“mereka kamana? Wah cepat juga larinya.” Kata salah satu siswa SMA ShinKi yang berkepala agak pelontos. “mereka pasti belum jauh dari sini. Cepat kejar.” lalu mereka berlari lagi meninggalkan tempat persembunyian Minho dan Taemin. Minho dan Taemin terlihat lega. Mereka berhasil lolos dari anak SMA ShinKi. “ayo cepat kita ketempat Hyungnim.” Minho beranjak.
“apa kita masih sempat?” Tanya Taemin. “mudah2n saja.” Minho berlari dan Taemin mengikuti dibelakang. Mereka berhenti di sebuah gedung tua yang sudah tak terpakai. Temboknya sudah di hiasi berbagai gambar2 tak karuan. “sepertinya mereka belum pergi.” Minho masuk ke sebuah ruangan dan didalam ruangan itu ada beberapa siswa lain yang sedang berkumpul.

“yak! Kalian kemana saja. Kami sudah menunggu dari tadi.” Kata Onew marah2. “mian, gara2 anak bodoh ini kami di pukuli Geng ShinKi.” Minho menjitak kepala Taemin. “aduh, kenapa kau memukulku?” kata Taemin kesal sambil mengusap kepalanya. “apa? Geng ShinKi? Kenapa kalian bisa dipukuli oleh mereka?” Tanya Jonghyun. “ceritanya panjang. Nanti saja aku ceritakan.” Jawab Minho. “sudahlah. Hyungnim ada di dalam tuh. Kelihatannya dia marah.” Key menunjuk ruang sebelah. Mendengar itu Minho dan Taemin langsung diam. “apa benar?” Tanya Taemin takut. Semua orang yang ada disitu hanya angkat bahu tanda tak tau. Mereka berdua masuk perlahan dengan hati was2. Seorang lelaki yang terlihat lebih tua dua tahun dari mereka sedang duduk dan membaca sebuah buku dan dikelilingi beberapa wanita. Wajah lelaki itu terlihat dingin dan berkarakter tegas. Dia adalah Pemimpin Geng DongBang. Namanya Jung Yun Ho. Dan lebih di kenal dengan sebutan U-Know. Dia terkenal dengan jiwa kepemimpinanya. Dan tak lupa dia sangat jago berkelahi. Dia legenda di SMA DongBang. Dia mampu melawan 20 orang seorang diri. Jika dia memberi perintah, 500 orang siswa SMA DongBang akan siap sedia.

“Maaf Hyungnim, kami baru datang.” Kata Minho hormat dan terdengar bergetar karena takut. U-know menutup bukunya dan melepaskan kaca matanya. Dia bangun dan mengambil sebatang rokok. Dia duduk di atas meja Biliard dengan rokok ditangannya. Lalu dia melihat kearah kedua anak itu yang berdiri di depan pintu dengan tampak takut. U-know tak berkata satu katapun. Hanya tatapan mata elangnya yang serasa menusuk Jantung Minho dan Taemin. Mungkin sekarang jantung dua anak itu berirama sama. mereka terlihat sangat takut. “maaf Hyungnim, tadi kami sempat di pukuli anak SMA ShinKi dan untungnya kami berhasil melarikan diri.” Minho berusaha menjelaskan. U-know menghembuskan asap rokoknya. “aaah~ SMA ShinKi?” dia membuka suara. “iya, sekitar 5 orang.” Jawab Taemin. “tadi kami tidak sengaja lewat daerah mereka dan kami di pukuli. Tapi kami berhasil lolos dan melarikan diri.” MinHo kembali menjelaskan. “berani sekali mereka menyentuh anak buahku.” Kata U-know kesal, dia meremas rokok di tangannya. Wajahnya terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya. Minho dan Taemin tambah takut. U-know beranjak dan berjalan menuju kearah mereka berdua yang diam tak berkutik. “ayo jalan! kita balaskan dendam kalian.” U-know menepuk dua bahu anak itu dan berjalan keluar. Minho dan Taemin hanya bisa melongo tak percaya. Mereka berjalan mengikuti U-know di belakang. “ayo anak2, ada misi buat kalian.” U-know memberi perintah dan semua anak2 langsung berdiri siap.

Sekitar 25 orang anak Geng DongBang yang sedang berkumpul di situ langsung menyerbu daerah Geng ShinKi yang tadi memukuli MinHo dan Taemin. Anak Geng ShinKi langsung panik dan berusaha melarikan diri karena tak mungkin bagi mereka untuk menang melawan anak Geng DongBang yang berjumlah puluhan orang sedangkan mereka sendiri hanya berjumlah 6 orang. Tapi mereka tak berhasil lolos dan terjadilah perkelahian tak seimbang antara Geng DongBang dan Geng ShinKi. Jelas  yang menang adalah geng DongBang. “rasakan kalian semua. Ini balasan dari pukulan2 tadi. Hahahaha” Taemin meresa senang sekali. Anak Geng ShinKi menahan kesal. U-know maju kedepan. Dia menghampiri salah satu anak Geng ShinKi yang sudah tergelepak di tanah dengan muka bonyok. “oh jadi ini yang tadi berani menyentuh anak buah ku! “ U-know menarik rambutnya. Anak itu meringis kesakitan. “hahaha…sepertinya anak ini terlihat marah. Kenapa? Kalian ingin melaporkan ke pimpinan kalian? laporkan saja sana ke pimpinan kalian. Kami akan menunggu.” Lalu U-know beranjak pergi dan seluruh  anak buahnya mengikuti.

“sial, mereka terlalu banyak. Liat saja pembalasan kita. Ayo kita laporkan ke Hero.” mereka pergi dan segera melapor ke pimpinannya. Sesampainya di gerbang sekolah mereka disambut oleh beberapa siswa yang kebetulan sedang berkumpul disana. “ada apa dengan wajah kalian?” Tanya Kyuyhun. “kami di keroyok oleh Geng DongBang.” Jawab KiBum kesal. “APA? Geng DongBang?” SiWon terkejut dan marah. “iya, sial mereka terlalu banyak.” leeteuk bercerita kesal. “Hero ada dimana? Kami ingin melapor.” Tanya Eunhyuk. “entahlah, kami juga tak tau. Mungkin dia ada di atas loteng.” Jawab Dong hae. “kami akan mencarinya kesana.” 6 orang itu langsung berjalan memasuki sekolah dan pergi kearah loteng. Mereka mencari sosok cowok putih nan ganteng dan berotot yang tak lain dan tak bukan adalah pimpinan mereka. “Hero kemana sih? Kenapa dia suka sekali menghilang?” gerutu Hee chul. “dia kan tak suka di ganggu. Mungkin dia tidur di suatu tempat.” Kata Kibum. “apa dia ada di gudang ya?” Tanya Eunhyuk. “ahh~ benar juga, kalau tidak di loteng dia pasti di gudang.” Mereka segera pergi ke gudang.

Saat mereka membuka pintu Seorang lelaki sedang tidur nyenyak di matras gudang olahraga. Wajahnya seperti anak kecil yang sedang tertidur pulas. Mereka tak tega untuk membangunkannya. Dan alhasil mereka semua jadi ikutan tidur.

2 jam kemudian…

“aduh kaki siapa ini?” Hero terbangun oleh sebuah kaki di wajahnya. Sepertinya itu kakinya eunhyuk. Dia bangun dengan kesal. “yak! Sedang apa kalian disini?” Teriak Hero kesal. Satu persatu anak2 tadi bangun dan ngulet2. Pas nyawa mereka sudah pada nyatu barulah mereka sadar dan berdiri tegap karena takut. Hero memasang tampang judesnya. “sorry, tadi kami tak berani membangunkanmu.” Kata kang in sedikit panik. “ada apa kalian mencariku?” Tanya Hero dingin dan kembali tidur di matras. Tangannya menutupi wajahnya. Sepertinya dia masih belum puas dengan tidur siangnya. “hm…itu Hero…itu…” kang in jadi tergagap gara2 takut mengganggu Hero lagi. Hero memang paling tak suka di ganggu jika dia sedang sendiri apalagi tidur. Heechul menyikut kangin. “cepat katakan.” Bisiknya. “kau saja deh.” Balas kangin. “dasar kau ini” gerutu Heechul. “begini Hero, kami ingin melapor dan menyampaikan pesan dari ketua Geng Dongbang.” Kata Heechul mencoba menjelaskan dengan tenang. “ketua Geng Dongbang?” Tanya Hero. “iya geng DongBang. kami juga di keroyok oleh mereka tadi dan U-know mengatakan kami harus melapor padamu dan dia akan menunggu  pembalasan kita.” Jelas Heechul lagi. Hero bangun, wajahnya tampak kesal. Tangannya mengepal menahan amarah. “kenapa dia selalu membuat masalah denganku. Sial!” umpat Hero. “terus apa yang harus kita lakukan?” Tanya Shindong. “baiklah. Kita tak boleh berdiam diri saja. Kita harus balas. Besok kita serang. Perintahkan semua anak2.” Perintah Hero. “oke. Siap Bos!” dengan siap sedia mereka menerima perintah. Mereka semua keluar meninggalkan Hero sendiri. Hero merebahkan kembali tubuhnya. Lengannya menutupi setengah wajahnya. “U-know, apa kau masih menyimpan dendam 3 th lalu?” gumam Hero. Dan masa 3 th lalu berputar mulus di kepalanya. “aaiissh…sial!”

Esok hari…

“wah…wah…wah…sepertinya malaikat Shinki sudah turun dari langit.” Kata U-know dengan tampang meremehkan. Mereka sudah berhadap-hadapan. Siap dengan atribut perang masing2.  Sepertinya perang antar Geng ini sebentar lagi akan terjadi. Kedua belah pihak mengerahkan semua pasukannya. “sudah lama kita tak bertemu.” sapa Hero berusaha tenang. Kedua pimpinan ini mempunyai sifat dan karakter yang sangat mirip. Keduanya selalu tenang jika bertemu. Tapi di balik ketenangan itu tersimpan sesuatu yang berbahaya. “sepertinya begitu. Terakhir kali kita bertemu di kantor polisi bukan?” kata U-know. “sepertinya kau memiliki ingatan yang bagus sekali.” Hero tetap tenang. “tentu saja. Ingatan ku masih sangat bagus. Kisah 3 th yang lalu aku juga masih sangat mengingatnya dengan jelas.” Ada menekanan di kata terakhir U-know. Dan kata2 itu mampu membuat Hero terpancing emosi. Hero diam Manahan amarah. Tangannya mengepal kencang. “hahaha…apa kau sudah melupakan kisah 3 th lalu? Sayang sekali jika kau melupakan kisah menarik itu.” U-know terus memancing amarah Hero. Semua anak buah dari kedua belah pihak tak ada yang mengerti apa maksud kisah 3 th yg lalu itu. Sepertinya mereka berdua punya masa lalu yang suram. Tak ada yang mengetahui masa lalu itu.

“memang benar aku sudah melupakannya. Kisah tak menarik itu buat apa di ingat kembali. Hahaha…tak berguna sekali” sekarang giliran U-know yang terpancing emosi. U-know mempunyai tabiat buruk yaitu mudah terpancing emosi dan tak bisa mengendalikannya. “Brengs*k kau.” U-know langsung meninju wajah Hero. Tapi untungnya Hero menghindar cepat. Dan di mulai lah pertarungan sengit antara dua Geng ini. Mereka saling baku hantam. Tak ada yang mau mengalah dan terlihat seimbang.  U-know dan Hero saling meninjukan pukulan. Mereka berdua sama2 kuat. Pertarungan berlangsung sengit. Tak lama terdengar suara sirene polisi. Secepat kilat mereka berhamburan dan berusaha melarikan diri. “sepertinya bertarungan ini harus kita lanjutkan lain hari. Aku akan menunggunya.” U-know berlari meninggalkan Hero. Hero diam menahan kesal. “Shit…!” dia memukul tanah dengan kesal. “Hero lari!!!” teriak Leeteuk menyadarkan Hero. Polisi sudah mulai mengejar. Hero langsung berlari menyelamatkan diri. Lumayan jauh dia berlari dan akhirnya Dia berhenti di pinggir sungai Han. Dia merebahkan tubuhnya. Menahan sakit di seluruh tubuhnya. Dan yang paling sakit adalah hatinya. Masa lalu itu kembali berputar2 di ingatannya. Dia menahan air matanya. “ku mohon lupakanlah masa lalu itu.” Gumamnya pelan.

Sedangkan U-know berdiri diam di atas atap gedung tua tempat perkumpulan Gengnya sambil memandang jauh pemandanngan malam kota Seoul. Perasaannya sama kalutnya dengan Hero. Masa lalu dua anak muda itu bagaikan lubang hitam. Bunyi getaran HP menyadarkan lamunannya. Dia mengangkat teleponnya. “yoboseyo?” jawabnya. “Oppa” terdengar suara lembut gadis di seberang sana. “Oh~ kau.” ternyata yg menelepon adalah adik satu2 nya. Wanita kedua yg sangat berarti setelah ibunya. Mungkin dialah satu2 nya kelemahan U-know. “Oppa, apa malam ini kau tak pulang lagi?” Tanya adiknya. “sepertinya begitu.” Jawab U-know. “oh~. Baiklah.” Suara gadis itu terdengar sedih. “maaf, membuatmu khawatir. Oppa akan pulang besok.” U-know tak bisa mendengar suara adiknya bersedih. Sebenarnya sekarang ini juga dia akan pulang tapi kondisinya tak memungkinkan. Malah akan membuat adiknya tambah khawatir. “apa kau berkelahi lagi?” Tanyanya. “annio. Aku hanya sedang menemani teman saja.” Jawab U-know berbohong. “benarkah?” sepertinya adiknya itu masih curiga. “benar. Sudah malam. Lebih baik kau segera istirahat.” U-know mengalihkan pembicaraan. “baiklah. Kau juga jangan terlalu lelah. Beristirahatlah walau hanya sebentar. Selamat malam Oppa.”  Gadis itu menutup HPnya. “apa Oppa  berkelahi lagi ya?” gumamnya.

Seminggu pasca kejadian…

“KiBum kau ikut kan ke perjodohan dengan siswi SMU SHerin?” Tanya Eunhyuk. Mereka sedang berkumpul di atap sekolah. “sepertinya aku tak bisa. Aku harus bekerja paruh waktu,” jawab Kibum menyesal. “apa?? Kau tak bisa lagi?” Tanya Kangin kesal. “maaf. Mau bagaimana lagi. Aku tak bisa bolos kerja.” KiBum memang selalu jarang bisa berkumpul bersama karena dia selalu sibuk bekerja paruh waktu. “lalu bagaimana ini. Kita kekurangan satu orang dong?” Shindong tampak sedih. “siapa lagi yang bisa kita ajak ya?” Mereka semua mulai mencari mangsa. “jam segini siapa yang masih ada di sekolah? Mereka sudah pulang semua.” Kata Heechul. “ADA!!!”  teriak shindong semangat. Yang lain langsung semangat lagi dan penasaran. “sapa sapa sapa??” Tanya Heechul semangat. “Hero.” Jawabnya polos. Yang lain pada bengong. “yak!! Yg benar saja kita mengajak Hero!” kata Heechul menjitak Shindong. “aduh sakit. Memang benarkan kalau jam segini pasti Hero masih ada di sekolah.” Shindong membela diri. “jika kita mengajaknya yang ada kita yang di ajak berantem olehnya.” Kata kangin. Yang lain mengiyakan. “siapa tau dia mau ikut.” Kata Shindong polos. “yak! Ndut. Aku jamin Hero tak akan mau ikut. Lagi pula kalau dia ikut aku tak setuju. Nanti semua wanita malah terpikat olehnya dan kita terlihat paling jelek jadinya.” Kata Eunhyuk. Dan lagi2 yang lain mengiyakan.

“sepertinya diam2 ada yang membicarakanku dibelakangku.” Tiba2 ada suara yang mengagetkan ke lima namja itu. Pas pada nengok mereka diam mematung. HERO!!

“kau masih belum pulang?” Tanya Eunhyuk gugup. Yang lain pada panik. “kelihatannya ada acara rahasia yang tak ingin mengajakku.” Tanya Hero dingin. “ah~ bukan seperti itu kok. Sebenarnya Kami baru saja ingin mengajakmu.” Kata Heechul panik. “benarkah?” jawab Hero datar. “tentu saja. Kami akan mengajakmu.” Jawab Leeteuk gugup. “Hm…baiklah aku ikut.” Hero langsung berjalan dan yang lain masih bengong tak percaya. “kau yakin mau ikut?” Tanya Kangin memastikan. “kenapa? Aku tak boleh ikut?” tanyanya dingin. “oh~tentu saja kau boleh ikut. Kenapa tidak.” Jawab Kangin. Sebenarnya Hero tak tau acara apa yang akan dia datangi itu. dia asal ikut saja karena mendengar percakapan mereka barusan. Hero ingin memberi sedikit pelajaran pada kelima namja itu. Jika dia tau acara apa yang akan dia datangi itu di jamin dia akan menolak mentah2.

Di Café…

Hero, Leeteuk, Kangin, Heechul, Shindong, Eunhyuk 6 cowok itu sekarang sudah duduk berhadapan dengan 6 cewek cantik dari siswi SMU Sherin. Benar saja semua gadis manis itu terlihat terpesona dengan wajah Hero yang bak malaikat. Tapi Ke lima namja yang lain juga tak mau kalah mereka  memasang senyum paling terindah berharap ada yang terpikat dengan senyumannya itu. Hanya satu orang yang terlihat tak menikmatinya. Siapa lagi kalau bukan Hero. Hero tampak menyesal telah ikut. Dia memasang tampang terbetenya. Tak ada sapaan apalagi senyum darinya. 5 namja lainnya jadi resah dan bingung harus melakukan apa. Suasananya menjadi dingin dan mencekam. Heechul menyikut lengan Leeteuk yang ada disebelahnya. “mwoo?” Tanya Leeteuk pelan. “lakukan sesuatu.” Bisik Heechul. “hahahahahaha…” tiba2 Shindong tertawa maksa bermaksud mencairkan suasana. Yang lain terkejut dan semua mata memandang kearah Shindong. Si Shindong jadi malu sendiri. “ah~ lebih baik kita memperkenalkan diri masing2. Namaku Leeteuk. Aku sudah tingkat 3 di SMA Dongbang.“ Leeteuk mengawali perkenalan. Suasana mulai mencair. “aku Heechul, aku sekelas dengannya.” Kata Heechul dengan senyum menawannya. “aku Eunhyuk. Aku juga tingkat yang sama dengan mereka berdua.” Eunhyuk juga tak mau kalah dia nyengir lebar. “Namaku SHINDONG. Sekarang aku sudah Tingkat 3 di SMA Dongbang. Makanan kesukaanku Ttopokki.” Shindong memperkenalkan diri dengan semangat 45. Siswi SMA Sherin menahan tawa. “aku Kangin. Aku juga tingkat tiga dan kami semua satu kelas.” Kangin memperkenalkan diri dengan ramah.

“……………..”  ~sunyiiiiii…~

Semuanya memandang kearah Hero yang hanya diam. Kelima cowok yang lain terlihat panik dan salting. Suasana kembali mencekam gara2 Hero. “hahaha…aduh maaf ya, dia memang seperti itu. Mohon di maklumi.” Kata Eunhyuk sambil membungkuk yang lain mengikuti. “namanya JaeJoong. Kami biasa memanggilnya Hero. Dia lagi sakit gigi jadi dia seperti itu.” Kata Eunhyuk lagi. Hero melirik dingin ke arah Eunhyuk dan si Eunhyuk jadi diam dan menunduk takut. Kini giliran siswi SMA Sherin. “namaku Yuri. Aku tingkat 1 di SMA Sherin.” Cewek manis itu memperkenalkan diri. “aku Da Bie. aku juga tingkat 1” kata cewek di sebelahnya yang berambut pendek. “aku Mira. Aku sekelas dengan mereka.” Cewek berambut panjang memperkenalkan diri. “aku JiEun. Aku juga di tingkat 1.” Kata Cewek mungil yang memakai kaca mata. “Aku Hyun ha. Aku juga sama di tingkat satu.” Kini cewek berambut ikal dan cantik. Ada sedikit jeda. Cewek terakhir terlihat malu2. Hyunha menyenggol pelan cewek  yang terlihat kalem itu lalu cewek tersebut membuka suara dengan pelan dan sangat lembut. “aku YunHee. Aku juga tingkat satu.” Cewek itu memperkenalkan diri sambil menunduk malu. Suaranya seperti bergumam. Gadis itu tampak malu2 dan hanya diam menunduk. “maaf juga ya, dia baru pertama kali ikut perjodohan seperti ini.” Kata Yuri. Semua cowok minus Hero memandang gadis manis itu. “sepertinya kita sudah ada Couple serasi nih.” Dalam hati kelimanya. Hero tetap diam tak bersuara. Sebenarnya dia ingin sekali pergi dari sini. Tapi dia tak ingin mengacaukan suasana hati kelima temannya yang lain. Dengan berat hati dia menahannya. Dia berniat mendamprat semuanya jika pulang nanti.

Di tempat Karaoke

[bo peep bo peep] by T-ara

Shindong dan beberapa pasangan yang lain sibuk bernyanyi didepan.

Mereka sudah beralih ketempat karaoke. Dan kini masing2 orang sudah memiliki pasangannya. Ke lima pasangan lain tampak menikmati. Hanya satu pasangan yang terlihat aneh di ujung bangku. YunHee hanya menunduk diam sedangkan Hero sibuk menenggak minuman Alkoholnya. Kelima pasangan yang lain sibuk bernyanyi dan berjoged2 senang seakan dua makhluk itu kasat mata. mereka berdua hanya diam. 1 jam berlangsung dan suasana keduanya tetap sama. Kemudian Suara Shindong memecahkan suasana dua pasangan itu. “ayoo…sekarang giliran Couple serasi kita untuk bernyanyi kedepan.” Kata Shindong bersemangat. Yang lain bertepuk tangan dengan senang. Hero diam, YunHee juga diam

“…………..”

Suasana tiba2 jadi sunyi.

“hahaha…sepertinya Couple kita  hari ini sedang tak mood untuk bernyanyi.” Shindong tertawa maksa. Tiba2 ada suara yang membuat suasana kembali sunyi. “kami… ingin bernyanyi.” Dengan memberanikan diri YunHee membuka suara. Semua mata memandang kearahnya. Suaranya tadi mampu membuat yang lain bengong. Hero memandang kearah YunHee dengan sedikit terkejut. “apa kau ingin bernyanyi denganku. Aku tak ingin kita merusak suasana.” Kata YunHee lembut. Hero diam masih sedikit terkejut. “hm…jika kau tak ingin tak apa, aku tak akan memaksamu.” Katanya lagi dengan lembut. Tapi raut wajah YunHee terlihat sedikit sedih. Hero jadi serba salah. Dia jadi tak tega untuk menolaknya. Tiba2 dia bangun dan membuat semuanya kembali terkejut. “baiklah hanya satu lagu saja.” Hero menarik lengan YunHee ke depan. Ke lima namja pada mangap. Bengong tak percaya. “apa Hero sudah mabuk?” bisik Heechul ke Leeteuk. “sepertinya begitu.” Jawab Leeteuk yang masih belum percaya dengan apa yang dia lihatnya. HERO BERNYANYI!!

Hero menyambar mic ditangan Shindong.

[Midoyo] by DBSK

Hero bernyanyi dengan lembut. Suara dan perasaannya menyatu. Suara merdunya memikat semua wanita yang hadir disini. Mereka tak menyangka Hero mempunyai suara semerdu itu. Dan ke lima namja yang lain hanya bisa mangap semua. “itu Hero bukan sih?” Tanya Shindong tak percaya. “sepertinya bukan Hero deh” jawab Eunhyuk masih melihat Hero dengan takjub. “ Apa dia benar2 sudah mabuk?” kangin juga terkejut tak percaya. Yunhee yang di sampingnya pun hanya diam terpanah memandang Hero . dia terpanah dengan suara merdunya itu. Tak lama kemudian. Adegan yang tak terduga pun terjadi. “yak !! Shindong berani2 nya kau menipuku!!” tiba2 Hero loncat ke atas meja sambil menunjuk muka shindong yang sedang duduk di sofa dan berteriak kencang di mic. Wajahnya sudah memerah. Semuanya pada loncat kaget dan ketakutan. Apalagi si Sindong yang namanya barusan di sebut. Sepertinya Hero benar2 sudah mabuk. “kalian semua telah menipuku dan membawaku ketempat seperti ini. Awas kalian akan ku habisi satu persatu.” Hero mengejar ke limanya. Kelimanya lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Suasana jadi kacau balau mereka berlari-larian tak karuan di dalam ruang karaokean itu. “yyiiaakkk!! Kenapa jadi seperti ini sih?” teriak Eunhyuk sambil berlari menyelamatkan diri. “tak tau lah. Lebih baik kita menyelamatkan diri saja.” Jawab Leeteuk. Cewek2nya pun ikut berlarian. “Oppa kenapa jadi seperti ini?” kata Hyunha sedikit kesal. “mian. Aku juga tak tau akan jadi seperti ini. Dia itu monster.” Jawab Heechul. YunHee hanya diam mematung  di depan. Dia masih terkejut.

*Gubrak *

Ada suara orang terjatuh. Mereka melihat kebelakang. Dan ternyata Hero sudah ambruk tak sadarkan diri. “ahh~syukurlah.” Mereka semua menghela napas lega. “apa yang harus kita lakukan dengan anak ini?” Tanya Shindong bingung. Mereka menghampiri hero dan merebahkan tubuhnya di sofa. “Dia benar2 sudah mabuk berat. Mungkin  dari tadi dia hanya sibuk minum saja. “ kata Leeteuk. Entah berapa gelas yang sudah dia tenggak. “apa lebih baik kita sampai disini saja. Lain hari kita lanjutkan lagi.” Kata Leeteuk lagi. Mereka memapah tubuh Hero ke dalam taksi. “kenapa tak ada yang mau masuk? Kalian mau membiarkan dia pulang sendiri seperti ini?” Tanya Leeteuk. Yang lain saling memandang. Sepertinya tak ada yang mau mengantarnya. “aku sudah berjanji mau mengantar Hyunha.” Jawab Heechul mencari alasan. “benarkah Oppa?” Hyunha tersenyum senang. “aku juga, aku tak mau membiarkan Mira pulang sendiri.” Eunhyuk gak mau kalah.  “Oppa akan mengantarmu.” Shindong menarik Jieun. “Dabie, aku juga akan mengantarmu pulang.” Kangin juga ikut2an. Dan tinggallah satu orang yang tersisa. Yup! Yunhee. Mereka semua memandang kearah YunHee. Yunhee terlihat bingung. “sepertinya kau yang harus mengantarnya.” Kata Shindong. “kenapa aku.” Tanya Yunhee bingung. “karena kau pasanggannya.” Jawab Yuri. Dan dengan terpaksa YunHee masuk kedalam taksi dan mengantar Hero pulang. Leeteuk memberi alamat Hero.

Taksi berhenti di depan sebuah gedung apartemen. Dengan susah payah Yunhee memapah tubuh kekar Hero kedalam apartemen. “Yoona~a…Yoona~a…” Hero mendesahkan sebuah nama. YunHee melirik kearah wajahnya. Wajahnya terlihat sedih sekali. Sampai didepan pintu kamar 509 YunHee melepaskan papahannya dan mendudukan Hero di depan pintu. Dia bermaksud meninggalkan Hero  di sana. Tapi baru beberapa langkah dia kembali lagi.  Dia tak tega meninggalkannya disana dengan udara sedingin ini. Kemudian dia merogoh kantung jaketnya. Ada ID card yang bernomer sama di pintu itu.  “mungkin ini kuncinya.” Gumam Yunhee sambil  mencoba kartu itu. Pintu terbuka dan YunHee kembali memapah tubuh Jaejoong masuk kedalam. Tiba2 Hero membuka matanya. Yunhee langsung melepaskan papahannya. “apa kau sudah sadar?” tanyanya. Hero hanya memandang wajahnya. Yunhee jadi bingung. “ada app…” belum dia menyelesaikan pertanyaannya itu tiba2 Hero menarik tubuh Yunhee kedalam pelukannya. Yunhee terkejut bukan main. “Yoona~a kau kembali. Kau kembali lagi Yoona~a..” Hero terus mendekapnya dengan kencang. “Yoona?” Tanya Yunhee bingung. Yunhee berusaha melepaskan pelukan Hero. “Jaejoong~ssi aku bukan Yoona. Tolong lepaskan.” YunHee terus berusaha melepaskan diri. Terdengar suara isakan di telinga YunHee. Yunhee terdiam.  “apa dia menangis?” gumamnya dalam hati. Dia membiarkan tubuhnya dalam dekapan Hero beberapa saat. Setelah isakannya mereda dia memberanikan diri bertanya. “Jaejoong~ssi apa kau menangis?” Tanya Yunhee hati2. Hero melepaskan pelukannya perlahan. “maaf… maaf kan aku.” Hero menjauh dan menunduk menyembunyikan wajahnya. Wajahnya tampak sedih dan kesepian. Ada rasa aneh di hati Yunhee. Entah itu perasaan kasian atau apa. “terima kasih sudah mengantarku. Maaf telah menyusahkanmu.” Hero merebahkan tubuhnya di atas sofa. Tangannya menutupi wajahnya. Yunhee tak berkata apapun dan langsung pergi meninggalkan apartemen Hero. Dia terus berlari. Hatinya jadi kalut. Baru kali ini dia melihat seorang pria yang begitu menyedihkan. Entah kenapa air matanya jatuh perlahan. Dia berhenti di halte untuk menunggu bus nya. “kenapa dia terlihat begitu menyedihkan.” Gumam Yunhee. Tak lama bus pun datang.

Sesampainya di rumah Yunhee langsung menuju ke kamarnya. Saat menuju kearah kamarnya tiba2 sebuah pintu kamar terbuka dan keluarlah lelaki jangkung bertelanjang dada. Sepertinya lelaki itu habis selesai mandi. “oh~kau sudah pulang.” Sapa lelaki itu. “iya, Oppa.” Jawab Yunhee. Dia menunduk dan segera pergi ke kamar. Dia takut kakaknya itu melihat wajahnya yang tadi sempat menangis. Pasti kakaknya akan khawatir. “anak itu terlihat aneh. Apa sudah terjadi sesuatu.” Gumam lelaki tadi. Dia berjalan ke kamar Yunhee. “Yunhee, kau sudah tidur?” tanyanya. “Oh~ Oppa, ada apa?” jawab Yunhee dari dalam. “apa tadi terjadi sesuatu?” Tanya lelaki tadi. Yunhee diam beberapa saat. “tidak ada apa2 Oppa. Aku hanya lelah saja.” Jawab Yunhee. Kakaknya memang sangat perhatian padanya. Dia adalah satu2 nya orang yang di miliki Yunhee karena kedua orang tuanya sibuk bekerja di luar negeri. Mereka selalu tak ada di rumah. Jadi kakaknya lah yang selama ini menjaganya. “benarkah. Kalau begitu kau cepat istirahat. Selamat malam.” Kakaknya beranjak pergi. Yunhee tidur dalam balik selimut. Entah kenapa dia terus memikirkan kejadian tadi. “kenapa aku terus mengingatnya.” dia memaksa memejamkan mata.

Advertisements

7 responses to “[FF] DongBang VS ShinKi -part 1-

  1. gomawo dah bca ff geje ku ini.. 😀
    Waww..
    Kq tw ci yunhee ade na u know?dah ktauhan iaa??hehehe..pdhal author na mw bkin suprise tuh..hoho

  2. kerennnnnnn >O<
    aye uda baca ampe selesai nih ,tapi komen nya numpuk di sini aje ya?
    bole kan neng author yg yeppo bini nya xiah [stlah gw pastinya] *puppy eyes*

    dari 1-4 aye masi kasian" gmn gt ma jeje ,tapi pas di 5 gantinan kasian ma akang uno 😦
    mami JJ kan dpet cewe tuh ,Lha papi uno?
    T^T
    pgen dah punya cwo setia kyk papi *cipok papi uno* XD

    intnya ff chingu rancak banar dah ^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s