[FF] DongBang VS ShinKi -part 3-

FF ini Dpet inspirasi dri salah satu MV na ZE:A yg All day long…

Lngsung deh bikin nih FF…

Please coment n LIKE…

Chekidoooott

Cast :               Jung YunHo (U-know), Kim JaeJoong (HERO), Jung YunHee

Leeteuk, Heechul, Shindong, Eunhyuk, Kangin, Yuri, Hyunha, Jieun, Mira, Dabie

Member SHINee

Genre :            Action, Romance,

Rated :            PG+15

Length :          Series

Hubungan Hero-Yunhee kini resmi menjadi sepasang kekasih. Walau hubungan mereka masih terlihat canggung satu sama lain tapi Yunhee yang lembut dan pemalu berusaha mengimbangi Hero yang dingin dan jarang bicara. Teman2 mereka pun belum mengetahui hubungan mereka saat ini. Jika mereka tau entah bagaimana reaksi teman2nya itu.

Di loteng

Hero sibuk dengan  HP nya. Terkadang dia senyam senyum sendiri. Ke lima namja dan beberapa temannya yang lain melihat heran dan bingung. “ada apa dengan hero hari ini?” Tanya Heechul. “apa dia itu Hero?” kata Eunhyuk menunjuk kearah Hero. “apa tadi saat berangkat sekolah kepalanya terbentur sesuatu?” ini pertanyaan Shindong. “kenapa perasaanku tidak enak ya?” kangin meraba dadanya. Berbagai pertanyaan muncul di semua benak teman2nya. Mereka hanya bisa melongo melihat sikap Hero yang tidak seperti biasanya itu. Wajahnya yang selalu dingin dan tak bersahabat kini hanya dengan sebuah HP dia bisa begitu berbeda. Dari hari kehari sikap Hero mulai berubah dan sangat di rasakan oleh teman2nya. Mereka semua mulai curiga dengan sikap Hero akhir2 ini. Dan dimulai lah penyelidikan 5 namja.

“ Shindong cepat ambil!” perintah Eunhyuk. Shindong hanya diam berjongkok di samping Hero yang sedang tidur di gudang. Mukanya tampak takut dan gugup. Sesekali dia mengelap keringatnya karena nervous. Penyelidikan ini di awali dengan barang yang menjadi sumber informasi. Yup HP Hero. Mereka sedang berusaha mengambil diam2 Hp Hero. Dan yang menjadi korbannya adalah Shindong. “cepat ambil!” kini giliran Leeteuk yang geregetan. Ke empat namja yang lain hanya melihat dari kejauhan saja. Dengan perlahan Shindong mengambil HP di samping Hero dengan sangat hati2. Semuanya tampak gugup dan deg2n. Rencana pertama berhasil dengan lancar. Buru2 Shindong ngacir kearah 4 namja yang sudah tak sabar menunggu. “kerja bagus!” kata Kangin menepuk bahu Shindong. Shindong nyengir bangga. Lalu mereka segera mengutak atik HP Hero. “bagaimana ini? Ada passwordnya.” Kata Leeteuk bingung. Yang lain juga bingung. “apa ada yang tau passwordnya?” Tanya Leeteuk. Semua menggeleng kompak. “kau coba2 saja!” suruh Heechul. Leeteuk mencoba beberapa kata tapi hasilnya tetap tidak bisa. “sini aku coba” Shindong langsung menyambar dari tangan Leeteuk. Leeteuk kaget dan kesal “yak! Kau jangan sembarang menco…” “wah bisa!!” teriak Shindong senang. Eunhyuk langung membekam mulutnya. “pabbo! Dia bisa terbangun oleh suaramu itu.” Bisik Eunhyuk kesal. “mian aku lupa.” Jawab Shindong terkekeh. “memang tadi kau memasukkan kode apa?” Tanya kangin heran. “aku hanya memasukan angka 12345 saja.” Jawab Shindong polos. Ke empatnya melongo.

Secepat mungkin mereka memeriksa isi HP tersebut. “cepat periksa inboknya!” Eunhyuk berkomando. Saat mereka membaca semua pesan dalam HP tersebut mereka semua hanya bisa bengong, melongo, kaget, dan segala macam ekspresi lainnya. “apa maksudnya ini?” Tanya Kangin. “apa mereka sudah resmi pacaran?” sambung Eunhyuk. “sungguh sulit dipercaya.” Leeteuk geleng2 kepala. Karena mereka sudah selesai dengan penyelidikannya buru2 mereka mengembalikan HP itu seperti semula. Lagi2 Shindong yang menjadi korban.

Ke 5 namja masih belum percaya apa yang barusan mereka lihat. “apa ini benar2 trjadi?” Kangin masih tak percaya. “aku tak menyangka dampak Yunhee begitu besar terhadap Hero.” Kata Leeteuk. Mereka berlima sedang berkumpul  dan masih memikirkan hal yang terjadi barusan. Tak lama Hero datang dengan wajahnya yang berbeda dari biasanya. Kini wajahnya tidak ada lagi kesan angker  dan dingin. Ke limanya hanya bisa melihat dengan tampang heran. Tak ada satupun yang berani bertanya. “kenapa kalian melihatku seperti itu?” Tanya Hero bingung. Dia tidak menyadari perubahan atas dirinya sendiri. Kelima namja hanya bisa menggeleng dan tak sanggup berkata apa2.

Di kelas…

Ke empat wajah namja terlihat kaget dan panik. Sedangkan Wajah Shindong sudah pucat. Dia tidak sengaja menjatuhkan PSP nya Hero. Karena ketakutan dia menangis terisak. Tidak lama Hero datang dan bingung mendapati Shindong yang sedang menangis sambil memegang PSP nya. “ada apa denganmu?” Tanya Hero bingung. Yang lain ikutan panik dan tidak mau ikut campur. Entah apa yang akan di lakukan Hero jika dia tau PSP kesayangannya itu telah terjatuh. Shindong hanya terisak dengan tampang memelas. Hero tambah bingung. “kau ini kenapa?” tanyanya lagi. “huaaaa…” tangisnya pecah. Hero kaget. Shindong menangis seperti anak kecil. Dia duduk memohon sambil memberikan PSP ke arah Hero. Hero hanya memasang wajah tidak mengerti. “hiks…hiks…Mian…hiks…aku…hiks…aku menjatuhkannya…hiks…” kata SHindong terisak. Ke empat temannya tidak ada yang berani melihat wajah Hero. Wajah Hero tampak terkejut. Dia hanya diam tak berbicara apapun. “mianhae Hero’ssi.” Kata Shindong memohon. Sebenarnya Hero sangat marah tapi dia berusaha menahannya. Dia selalu mengingat pesan Yunhee padanya “sikapmu itu tanpa sadar bisa melukai orang lain. Berusahalah merubah sifatmu itu perlahan. Lihat bagaimana orang lain merasakan perubahanmu itu.” Perkataannya itu selalu terngiang di benaknya.

Dia menghela napas panjang. Menahan sabar di hati. Shindong sudah siap menerima semua yang akan dia dapat. “sudahlah tak apa. kau bangun saja.” Jawab Hero dia mengambil PSPnya dan memeriksannya. Shindong hanya bisa melongo dan terkejut. Setelah meriksa tidak ada yang rusak dia tersenyum lega “untunglah tidak rusak.” Leeteuk,Eunhyuk,Heechul,Kangin, dan Shindong pada mangap tak percaya. Mereka terkaget2 melihat respon Hero yang di luar dugaan. “apa benar dia Hero yang kita kenal dulu?” gumam Heechul. “entah lah dia seperti buka Hero.” Balas Eunhyuk. “coba kau cubit aku.” Pinta Leeteuk. Kangin langsung mencubitnya. “AAUUUWW.” Teriak Leeteuk sambil mengusap2 lengannya. Kangin mencubit sepenuh hati. “sepertinya bukan mimpi.” Jawab Kangin.

Keadaan Yunhee pun tidak beda jauh dengan Hero. Kakaknya menjadi heran dan bingung atas perubahannya itu. Terkadang dia tiba2 tersenyum sendiri dan wajahnya memerah. “akhir2 ini sikapmu aneh sekali?” Tanya kakaknya saat mereka sedang makan malam. “sikapku kenapa?” tanya Yunhee bingung. “ sikapmu terlihat seperti orang sedang jatuh cinta. Apa kau sudah berpacaran tanpa sepengetahuanku?” tanya kakaknya menyelidik. Tiba2 wajah Yunhee memerah dan menunduk. Dia malu untuk menjawabnya. “sepertinya memang begitu.” Jawab kakaknya. Dia sudah dapat menebak dari ekpresi Yunhee. Rasa penasaran langsung menyelimuti kakaknya itu. “aku harus menyelidiki pria itu.” Gumamnya dalam hati.

Saat Pulang sekolah…

“Apa kalian melihat Hero?” Tanya Leeteuk. Semua anak2 yang sedang berkumpul menggeleng tak tau. “aneh kenapa dia tak ada dimanapun ya?” gumam Leeteuk bingung. Heechul menghampiri Leeteuk. “ada apa?” tanyanya. “apa kau melihat Hero?” Leeteuk langsung bertanya. “bukannya dia sudah pulang? Tadi aku melihatnya berlari kea rah gerbang sekolah.” Jawab Heechul. Leeteuk terkejut. “jam segini dia sudah pulang??”

Hero terus berlari. Sesekali dia melirik jam tangannya. Dia berhenti di sebuah gerbang yang besar sekali. “ah~ syukurlah belum terlambat.” Dia bersandar di dinding samping gerbang. Tak lama gerbang terbuka lebar lalu siswi2 keluar bersamaan. Beberapa siswi terlihat melirik kea rah Hero dan berbisik-bisik. Dia sedikit mencolok dan menjadi pusat perhatian para sisiwi2 itu. Hero memasang wajah cueknya. Dia terus melirik jam tangannya. “kenapa dia belum keluar ya?” dia terus celingak celinguk mencari sosok wanita manis itu. Dari kejauhan dia menangkap sosok wanita manis yang sedang dia tunggu itu berjalan munuju gerbang. Dia segera bersembunyi di balik dinding. Saat wanita itu melewatinya dia hanya mengikutinya saja. Yunhee tidak menyadari ada seorang pria mengikutinya di belakang. Hero menepuk pundak kiri Yunhee tapi dia berdiri di sebelah kanan Yunhee. Yunhee menoleh dan tidak mendapati siapapun di belakangnya. Wajahnya terlihat bingung. Dia kembali berbalik. Saat berbalik betapa kagetnya Yunhee mendapati sosok namja jangkung, putih nan tampan sudah berdiri di depannya. “Jaejoong’ssi?” kata nya kaget. “sedang apa kau disni?” tanyanya bingung. Hero tampak berpikir sejenak. “entahlah. Aku juga tidak tau. Yang aku ingat aku kesini hanya ingin melihat wajah seseorang.” Jawab Hero sedikit menggoda Yunhee. Yunhee tersenyum malu. “apa hari ini kau ada acara?” Tanya Hero. Yunhee menggeleng. “baguslah, ayo ikut aku.” Hero langsung menarik tangan Yunhee. Yunhee terkejut dan terus mengikuti Hero.

Di Taman Ria…

Yunhee tampak terkejut. “kenapa kita kesini?” tanyanya bingung. Jaejoong juga bingung untuk menjawabnya. Dia juga baru pertama kali kesini. Selama 3 th ini dia tidak pernah berkencan lagi. Gara2 masa lalu kelam itu dia terjebak dalam rasa sakit dan kesepian. Kini dia ingin perlahan melupakannya dan merubah semua sikapnya selama ini. Dia ingin sedikit demi sedikit membuka hatinya. Awalnya dia juga tak tau harus mengajak Yunhee kemana. Akhirnya karena dia bingung dia bertanya pada  Shindong. Satu2nya orang yang bisa dia tanya tanpa banyak komentar dan curiga. *karena Shindong terlalu polos maksud na*. “hm…kau tidak suka berkencan di sini?” jawabnya sedikit kecewa. “berkencan?” Yunhee terkejut tak lama dia tersenyum malu. dia menggeleng dan tersenyum senang. “baguslah. awalnya aku tidak tau harus berkencan dimana. Dan sebenarnya aku baru pertama kali kesini.” Jawab Hero malu. wajahnya memerah. Yunhee tersenyum geli. “jongmal??” tanyanya tak percaya. Hero mengangguk “selama 3 th aku tidak pernah kemanapun.” Jawabnya datar. Wajahnya sedikit berubah. Yunhee jadi panik dia takut membuat suasana hati Hero menjadi sedih. “baiklah hari ini kita harus bersenang2.” Jawab Yunhee semangat. Mereka kembali berjalan dan Hero mengandeng tangan Yunhee. Yunhee belum pernah merasakan perasaan bahagia seperti ini. “aku pernah kesini beberapa kali bersama uri Oppa.” Yunhee memulai pembicaraa. “jongmal? Kau memiliki Oppa?” Tanya Hero sedikit terkejut. Yunhee mengangguk. “mungkin Oppa ku seumuran denganmu. Dia juga tingkat 3.” Kata Yunhee bercerita. “aku tidak menyangka kau mempunyai Oppa.” Jawab Hero. “Oppa ku satu2nya orang yang ku miliki saat ini. Aku sangat menyayanginya.” Wajah Yunhee tampak berseri2. Hero tersenyum memandang wajah Yunhee. “sepertinya aku harus bertemu Oppa mu dan meminta restu padanya.” Kata Hero. Yunhee terkekeh.

Mereka memulai dengan wahana ringan. Yunhee tampak menikmati dan terlihat senang. Hero tampak lega melihatnya. Dia takut salah tempat kencan. Saat mereka ingin memulai ke wahana berat seperti roller coaster Hero tampak ragu untuk menaiki wahana itu. Melihatnya saja dia sudah malas apalagi menaikinya. Tapi karena Yunhee sudah antusias dan ingin sekali menaiki wahana itu terpaksa dia juga harus mengikutinya. Saat sabuk pengaman mulai melindungi tubuhnya dia langsung berdoa dalam hati. Wajahnya sudah pucat tapi dia menyembunyikannya dari Yunhee karena malu. Yunhee yang di sampingnya hanya tertawa senang dia sangat menikmatinya. Permainan di mulai. Yunhee berteriak senang tapi Hero berteriak takut. Tubuhnya seperti melayang, jantungnya sudah jumpalitan, perutnya terkocok2 gak karuan, dia meremas kencang sabuk pengaman di dadanya. Dalam hati dia terus mengumpat kesal. “awas kau Shindong. Kau menyuruh ku ke sini untuk mati ya.”

“jaejoong’ssi kau baik2 saja.” Tanya Yunhee khawatir. Saat turun Hero memegang perutnya yang mual dan kini dia sedang muntah di toilet. Dia tidak mau lagi naik permainan menyeramkan itu. “Shindong!! Awas kau nanti.” Katanya kesal. Dia keluar dengan lemas. Wajah Yunhee sangat khawatir. “kau baik2 saja?” tanyanya khawatir. “tidak apa2. Maaf aku baru pertama kali menaiki permainan itu.” Jawabnya lemas. “benarkah kau tidak apa2?” Tanyanya masih khawatir. “benar, kau tidak perlu khawatir. Lebih baik kita istirahat untuk makan.” Jawab Hero dan menggandeng Yunhee. Kemudian mereka kerestoran terdekat. Hari ini adalah kencan pertama mereka.  Perasaan keduanya mulai medalam. Hero perlahan melupakan masa lalunya. Dia baru pertama kali merasakan perasaan seperti ini. Perasaan senang luar biasa. Seharian ini mereka menghabiskan waktu bersama. Malamnya mereka melihat kembang api. “terima kasih kau sudah mau menemaniku  dan membantuku melupakan masa laluku.” Kata Hero lembut. Yunhee tersenyum dan mengangguk. Hero merangkul mesra tubuh Yunhee. Malam itu akan menjadi kenangan terindah untuk mereka berdua.

Di rumah Yunhee…

“kau dari mana? Kenapa malam sekali?” Tanya kakaknya Yunhee sedikit marah. Yunhee sudah tiba di rumahnya pukul 22.00. “tadi aku menemani teman dulu.” Jawab Yunhee berbohong. “benarkah?” jawab kakaknya curiga. Yunhee hanya mengangguk. “ya sudah. Cepat bersihkan diri lalu segera tidur.” Suruh kakaknya. Yunhee berjalan perlahan. Dia sedikit bersalah sudah berbohong pada kakaknya. Baru pertama kali dia berbohong pada kakaknya itu. “mian,Oppa.” Gumamnya pelan.

Di gedung Tua tempat perkumpulan Geng DongBang…

U-know sedang melamun memikirkan sesuatu. Dia terlihat sedang Bad Mood hari ini. Anak buahnya yang sedang berkumpul melihatnya dengan khawatir. “sepertinya hyungnim ada masalah ya?” Tanya Taemin. Yang lain mengangguk. “Yoo~~!! Kalian semua sudah berkumpul.” Seorang namja menyapa semuanya. Mereka berdiri dan menunduk hormat. Dia adalah teman baik U-know namanya Yoochun. Biasa di panggil Mickey. “dimana U-know?” tanyanya. “dia didalam hyung.” Jawab Key sopan. Mickey segera menghampiri U-know yang sedang melamun. “Yoo~  U-know!” sapanya riang *kya lirik awal lagu  O-jungbanhap*. U-know masih diam melamun. Dia belum sadar akan kedatangan Mickey. Mickey terlihat bingung. “Yak! U-know.” Panggilnya lagi. U-know tampak terkejut. “Oh~ kau sudah datang?” jawabnya kaget. “hari ini kau aneh sekali. Apa kau ada masalah?” Tanya Mickey memandang wajah U-know dengan bingung. “entahlah, aku sedang bingung.” Jawab U-know. Mickey duduk di atas meja billiard sambil memegang stick billiardnya. “ada apa?” Tanya Mickey. “akhir2 ini adikku bersikap aneh.”  Jawab U-know. “oh~ Yunhee~a.” kata Mickey. U-know mengngangguk “sepertinya dia sudah berpacaran tanpa sepengetahuanku.” Kata U-know dengan tampang curiga. “benarkah? Yunhee berpacaran?” kata Mickey tak percaya. “sepertinya begitu, aku harus menyelidikinya. Sebenarnya siapa lelaki yang berpacaran dengannya itu. Aku sungguh penasaran sekali.” U-know bangkit dan berdiri di balik jendela memandang kearah luar jendela. “ternyata Yunhee sudah besar ya. Terakhir kali aku melihatnya saat dia masih SD kan. Setelah itu dia di bawa orang tua mu dinas ke luar negeri.” Kata Mickey mengingat masa kecilnya. “iya setelah itu kau juga pergi dan pindah ke Amerika.” Jawab U-know kesal. “hahaha…mian. aku harus mengikuti ke dua orang tuaku. Masa aku tinggal di Korea seorang diri.” Katanya menyesal. “tapi untungnya kau kembali. Menggantikan seseorang yang telah mengkhianatiku.” Jawab U-know menahan kesal. Masa lalu kembali terlintas di ingatannya. “kisah 3 th lalu itu?” Tanya Mickey. U-know menjadi kesal dan marah. Dadanya kembali sakit seperti terhantam benda keras. “ dia sudah mengambil seseorang yang sangat berarti dalam hidupku.” Kata U-know. “aku juga tidak percaya mendengar kabar kematian Yonna saat aku berada di Amerika.” Kata Mickey. “dia yang telah membunuhnya.” Geram U-know.

Kisah 3 th yang lalu…

“Yonna~a kau tunggu disini bersama Jaejoong. Aku akan segera kembali setelah mengambil ember.” Kata U-know ke seorang gadis cantik. Gadis itu mengangguk. “yak! Jaejoong jaga dia baik2.” Pesan U-know. “tenang saja. Kau cepat kembali.” Jawab Hero yang sedang sibuk mengkailkan umpan. Mereka bertiga sedang berlibur di rumah neneknya Yoona di daerah Gwangju. Disana ada sebuah sungai dangkal yang arusnya lumayan deras. Mereka sedang memancing ikan. Dan embernya tidak sengaja tertinggal, jadi terpaksa U-know yang harus mengambilnya. Mereka bertiga adalah sahabat dari kecil. Sebenarnya mereka 4 bersahabat tapi salah satu temannya harus pergi ke Amerika ikut bersama orang tuanya. U-know segera berlari untuk mengambil ember.

“Yoona tolong kau pegang ini aku ingin mengambil umpannya.” Pinta hero. Yoona memegang pengngapungnya *klo kita mancing kan suka ada tuh yang ngapung di air, kalo ikannya terpancing benda itu bergerak. Karena gag tau namanya sebut aja pengngapung  ya..hehe jd ribet ngomongnya*. Tapi karena tidak berhati2 dia menjatuhkannya. “bagaimana ini.” Teriak Yoona panik. “ada apa?” Tanya Hero.”pengngapung itu jatuh.” Jawab Yoona panik. Pengngapung itu sudah mengapung mengikuti air yang deras. Tapi tak lama pengngapung itu tersangkut di bebatuan ditengah sungai. “kenapa bisa terjatuh. Aiissh…baiklah aku saja yang mengambilnya.” Kata Hero kesal. Saat dia bangkit ingin mengambilnya Yoonha mencegahnya. “biar aku saja yang mengambilnya. Itu kan akibat ulahku sendiri.” Kata Yoona. Dia langsung turun ke sungai. “Yoona~a  berbahaya biar aku saja.” Cegah Hero. “tenang saja airnya dangkal kok.” Jawab Yoona. Dia terus berjalan ketengah sungai menuju pengngapung yang tersangkut di batu. Hero terus melarang dan memintanya kembali. Tapi Yoona tak mengngubrisnya.

Tiba2 kaki Yoona terjebak dalam lubang besar. Ternyata di tengah sungai itu sangat dalam dan mereka tidak mengetahuinya. “aahhhrrgg~” teriak Yoona. Tubuhnya tenggelam dan terbawa arus. Wajah Hero berubah panik dan pucat. Dia terus meneriakan nama Yoona sambil menangis ketakutan. Dia bingung harus bagaimana. Dia ingin sekali menolongnya tapi tidak mungkin baginya untuk menolong Yoona dengan arus sederas itu yang ada dia juga akan ikut terbawa arus. Saat bersamaan U-know kembali dan terkejut bukan main melihat kejadian itu. Ember yang dia pegang terjatuh tanpa sadar dan dia berlari secepat mungkin kearah sungai. Dia panik luar biasa. “YOONA!!” teriaknya. Dia berlari kedalam sungai tapi langsung di tahan oleh Hero. “jangan Yunho!! Kau juga akan terbawa arus.” Cegah Hero sambil menangis. Mereka berdua menangis ketakutan dan gemetaran. “lepaskan aku! LEPASKAN!!!” U-know meronta2 sekuat tenaga. Hero hanya bisa menangis. U-know terus meronta2 tak terkendali. Dia teriak dan menangis tak karuan. Hero mendekap tubuh U-know sekuat tenaga. “Lepaskan aku. lepaskan. Kumohon lepaskan aku! Aku akan menyelamatkannya. lepaskan!” U-know teriak pelan dia sudah lemas tak bertenaga. Mereka berdua terduduk sambil melihat kearah sungai. Tubuh Yoona sudah tidak ada lagi disana. Mereka hanya bisa melihat sungai itu merengut nyawa seseorang yang sangat berarti bagi keduanya. “Yoona~a…” U-know menangis dia memukul air dengan kesal. Hero terduduk lemas. Dia masih belum percaya dengan apa yang terjadi.

2 jam setelah itu tubuh Yoona di temukan sudah tak bernyawa. Ke duanya sangat terpukul dan masih tidak percaya. U-know yang mendengar itu langsung berteriak seperti orang gila. Dia belum siap menerima kematian Yoona yang secepat itu. Hero hanya diam dengan wajah pucat. Rasa bersalah langsung menyelimutinya. Andai saja saat itu dia yang menggantikan Yoona. Mungkin Yoona yang akan ada disini bukan dirinya. Tiba2 pukulan mendarat di pipinya. “kau yang membunuhnya!! Kau membunuhnya.” Teriak U-know tak terkendali. Wajahnya berubah memerah karena emosi. Hero jatuh tersungkur. Dia tak sanggup berdiri. Pipinya langsung merah dan bibirnya robek. Rasa sakit itu tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya. U-know memandang Hero dengan tatapan kebencian. Dia berpikir bahwa Hero lah yang menyebabkan kematian Yoona. Dan sejak kejadian itu Hero pindah sekolah ke SMA Shinki dan hubungan mereka tambah memburuk. Sampai sekarang kisah 3 th yang lalu itu terus membekas dan menjadi mimpi buruk bagi kedua namja itu.

Sepulang sekolah Hero berniat akan menjemput Yunhee. Dia berjanji akan berkencan dengannya hari ini. Dia sudah tidak sabar menanti jam pulang sekolah. Dan setelah bel berbunyi dengan cepat dia melesat pulang. “lagi2 Hero pulang cepat. Benar2 Yunhee menbawa dampak yang luar biasa.” Gumam Leeteuk sambil geleng2.

Hero berlari dan saat ingin sampai di depan gerbang SMA Sherin dia langsung berhenti. Dia terkejut mendapati sosok pria yang sangat dia kenal. Dia bersembunyi di samping Gang yang hanya beberapa meter dari gerbang SMA Sherin. Dia terus mengawasi namja itu. “sedang apa U-know disana?” tanyanya bingung. Dia melihat dengan kesal. “sial,,kenapa dia ada disana!” umpatnya kesal. Dia terus mengawasi. Tak lama para siswi berhamburan keluar. U-know tampak sedang menunggu seseorang disana. Dan seorang wanita meenghampirinya. “bukankah itu Jieun?” kata Hero bingung. Dan di belakang Jieun ada Yunhee. Hero melihat dengan sangat terkejut. “Yunhee?” katanya kaget. Dia masih belum percaya apa yang dia liat saat ini.

“Oppa? Kau sedang apa disini?” Tanya Yunhee terkejut. “aku hanya ingin menjemput mu?” jawab U-know datar. “menjemputku? Ada apa kau menjemputku?” Yunhee masih bingung. Tak biasanya kakaknya itu menjemputnya. “apa aneh jika kakak menjemput adiknya?” jawab U-know. “yak! Yunhee~a seharusnya kau berterima kasih pada kakakmu yang mau menjemputmu.” Kata Jieun kesal kea rah temannya itu. “anni, hanya saja kau tidak seperti biasa.” Jawab Yunhee pelan. “baiklah ayo kita pulang!” U-know menarik tangan Yunhee. Yunhee mengikuti dan mengucapkan selamat tinggal pada temannya. “yak! Yunhee aku sungguh iri padamu!” teriak Jieun menggoda. Yunhee hanya melambai kea rah Jieun sambil tersenyum. Hero yang melihat itu terkejut bukan main. Segala pertanyaan muncul di benaknya. Rasa sakit langsung menjalar di seluruh tubuhnya. Dia meninju tembok dengan kesal.

“aku senang sekali Oppa menjemputku.” Kata Yunhee merangkul lengan U-know dengan manja. “benarkah?” jawab U-know senang. Yunhee mengangguk. “tapi sepertinya tadi kau terlihat tidak senang. Apa kau sedang menunggu seseorang?” Tanya U-know curiga. Yunhee langsung diam. dia langsung teringat Hero. Dia sempat lupa kalau Hero juga akan menjemputnya dan hari ini mereka berjanji untuk berkencan. U-know memandang Yunhee dengan bingung. “ada apa?” tanyanya. “ah~ annio!” jawabnya pelan. “apa kau sudah makan?” Tanya U-know. Yunhee menggeleng. “baiklah hari ini kita makan di luar.” Jawab U-know semangat. Mereka berjalan menuju restoran terdekat.

Di Loteng…

“kenapa dia kembali lagi?” bisik leeteuk. “entahlah. Tapi dia terlihat aneh.” Balas Heechul. Mereka mengamati dari kejauhan. Hero merebahkan tubuhnya di atas dinding pembatas. Dia menutup wajahnya dengan lengannya. Pikirannya kembali kacau. Hatinya sakit bukan main. Dia melihat gadis yang dia cintai bersama dengan lelaki yang selama ini telah memberikan luka dan masa lalu kelam. Hatinya terasa hancur berkeping2. Dia terus bertanya2. “ada hubungan apa mereka berdua? Apa Yunhee telah mengkhianatiku?” gumamnya. Dia bangkit dengan kesal. Segala sesuatu yang menghalangi jalannya dia tendang dengan kesal. Leeteuk dan Heechul yang tidak sengaja melihat kejadian itu kaget dan ketakutan mereka langsung berlari ke tempat teman2nya yang sedang berkumpul. “Monster telah kembali!!!!” teriak heechul. Beberapa teman yang lain tampak tidak mengerti. “apa maksdumu?” Tanya kangin. “Hero kembali seperti dulu dan sepertinya sekarang tambah parah.” Jelas Leeteuk. Semuanya terkejut. “apa dia ada masalah dengan Yunhee.” Gumam Shindong.

Hero menghampiri Shindong dengan wajah sedingin es. Si Shindong jadi ketakutan. Dia hanya diam menunduk. “aku ingin bertemu Jieun.” Katanya cepat. Shindong tidak mengerti sama sekali. Dia hanya diam melongo. “apa kau tidak dengar hah!! Aku bilang aku ingin bertemu Jieun sekarang juga!!” teriaknya kesal. Shindong ketakutan bukan main. “ba…ba..baiklah. aku akan menghubunginya sekarang juga.” Shindong mengambil HPnya dan segera menghubungi Jieun. “dia bilang bertemu di tempat kemarin.” Jawab Shindong gugup. “baiklah.” Hero langsung meninggalkan Shindong yang ketakutan. “benar2 monster telah kembali.” Shindong bergidik takut.

Di café…

“ada apa kau mencari ku?” Tanya Jieun. “apa kau mengenal YunHo?” Tanya hero tanpa basa basi. Jieun tampak terkejut mendengar nama U-know. “bagaimana  kau bisa mengenalnya?” Tanya Jieun bingung. “sudahlah tidak perlu banyak Tanya. Kau mengenal Yunho tidak?” Kata Hero dingin. Jieun terkejut mendengar  Hero yang menjadi dingin seperti itu. “Yunho adalah kakaknya Yunhee.” Jawab Jieun takut. Mendengar itu seluruh badan Hero lemas. Jantungnya seperti berhenti berdetak beberapa detik. Tubuhnya menegang. “mana mungkin?” Tanya Hero tak percaya. “memangnya ada apa?” Tanya Jieun hati2. Hero hanya diam dia meremas gelas di tangannya. Wajahnya terlihat menakutkan. Karena takut jieun pamit pulang. “baiklah jika tidak ada perlu lagi aku pamit pulang.” Jieun bangkit dan meninggalkan Hero di café itu. Hero tak sanggup berdiri. Seluruh badannya lemas. “Kenapa jadi seperti ini? Kenapa harus dia? Kenapa?” katanya sambil meremas rambutnya frustasi.

Shindong langsung menghubungi Jieun. “Jieun~a apa kau sudah bertemu dengan Hero?” tanyanya. “Oppa, temanmu itu sungguh aneh.” Jawab Jieun kesal. “memang dia ada urusan apa denganmu?” Tanya Shindong lagi. “dia hanya menanyakan U-know. Setelah dia ku beritahu wajahnya jadi berubah aneh dan menakutkan.” Jelas Jieun. “U-know?” Tanya Shindong kaget. “kenapa? kau juga mengenal kakaknya Yunhee itu?” Tanya Jieun. Shindong seperti tersambar petir di siang bolong. “MWO?? Kakaknya Yunhee??” teriak Shindong. “aauuww…kenapa kau teriak Oppa?” Jieun sangat terrkejut. “kau jangan bercanda! Apa benar U-know itu kakak kandungnya Yunhee?” Tanya Shindonng memastikan. “iya, dia itu kakak kandung Yunhee. Memangnya ada apa sih?” Tanya Jieun tambah bingung. “sekarang Hero dimana?” Tanya Shindong panik. “entahlah aku tak tau.” Jawab Jieun. Shindong langsung mematika HP nya dan berlari ke arah teman2nya berkumpul. “teman2 ada masalah gaawattt!!!!” teriak Shindong panik. Semua orang sangat terkejut mendengat suara Shindong. “kau ini mengngagetkan saja.” Kata Eunhyuk kesal. “ada berita gawat!!! Ada berita gawat!!!” shindong teriak panik. “ada apa sih?” Tanya Kangin. “U-know…” Shindong narik napas dulu. Yang lain mendengar dengan tampang penasaran. “cepat katakan” kata Heechul tak sabar. “U-know…U-know…” Shindong bercerita panik. Temannya mendengarkan dengan seksama. “U-know adalah kakaknya Yunhee!!!!!!!” teriak Shindong. Yang lain hanya mangap terkejut. Mereka masih belum percaya apa yang barusan Shindong katakan. “kau jangan mengada-ada!” jawab Leeteuk tak percaya. “sungguh. Tadi Jieun yang memberitahuku dan sekarang Hero sudah mengetahuinya.” Kata Shindong memastikan. “MWOOO?? Jongmal?? Maeldoandwe.” Tanya Leeteuk lemas. “bagaimana ini?” Eunhyuk ikutan lemas.

Sejak kejadian itu Hero tidak pernah kelihatan batang hidungnya. Dia sama sekali tidak bisa di hubungi. Seminggu dia tidak pergi sekolah. Teman2nya tampak sangat khawatir. Yunheepun sama. Dia tidak bisa menghubungi Hero. Hpnya tidak aktif sejak Yunhee lupa dengan janjian mereka untuk berkencan. Dia bingung harus berbuat apa. “Jaejoong’ssi ada apa denganmu? Kau sekarang lagi dimana? Aku merindukanmu.” Gumam Yunhee. Tak terasa air matanya jatuh. Dia menelukungkupkan wajahnya di pinggir ranjang sambil terisak menangis. Hatinya benar2 sedih. Dia tidak mengerti kenapa Hero menghilang tanpa kabar.

Ke lima temannya terus mencari Hero dimana2. Di café, di tempat karaoke, di bar, di tempat Game, dan di tempat yang biasa mereka datangi bersama Hero. semuanya nihil. Sosok Hero tetap tidak ada. Mereka hampir putus asa. Tidak ada yang tau ke beradaan Hero saat ini.

Di pinggir sungai…

“Yoona~a, sudah lama kita tidak bertemu. Apa kau beristirahat dengan tenang disana?” Hero berdiri di pinggir sungai sambil membawa buket bunga di tangannya. Tempat ini, sungai ini, semuanya mengingatkan kejadian 3 th lalu. Matanya memanas, hatinya sakit, seluruh tubuhnya lemas. Lalu dia meletakkan buket bunga itu di tanah. “Yoona~a, aku sangat merindukanmu. Sungguh merindukanmu.” Katanya lirih. Air mata tidak mampu lagi dia tahan. “kau baik2 saja bukan?” kata Hero sambil tersenyum memaksa. Sekuat mungkin dia menahan air matanya. “aku disini baik2 saja. sungguh aku baik2 saja.” Hero terduduk lemas. Air matanya tidak mampu dia tahan. “aku baik2 saja. hubungan kami tetap baik seperti dulu. Hiks…” dia terisak. “aku…aku…ingin sekali bercerita dan mengatakan itu dengan senyum bahagia tapi maaf Yoona~a, aku hanya datang dengan air mata.” dia menangis hebat.

“aku tidak tau harus bagaimana. seandainya saat itu aku yang menggantikanmu mungkin aku tidak akan menderita seperti ini. Kenapa harus kau yang pergi.” Katanya terisak dadanya terasa sakit tak tertahankan. “Yoona~a seandainya kau disini dan berada di sampingku aku tidak akan semenderita ini. Dimana lagi aku bisa bersandar.” Dia masih terisak. “hanya sebentar. Hanya sebentar saja aku bisa melupakan masa lalu itu dan bersandar pada seseorang. Hanya sebentar aku merasakan itu dan kini aku kembali sakit dan menderita. Apa yang harus kulakukan?” dia menunduk terisak. “selama 3 th aku menyimpan luka dan sakit dihati. Tidak ada yang bisa memberiku sandaran dan menemaniku.” Dia memandang ke sungai dengan tatapan sedih. “Tapi seseorang hadir dalam hidupku. Dia begitu lembut. Dia sangat mirip denganmu.” Dia diam.”berada di sampingnya membuatku sangat nyaman. Perasaan yang selama ini aku rindukan.” Dia terdiam lagi “dia mampu membuatku melupakan sakit dan masa lalu itu. Tapi hanya sebentar…hanya sebentar aku merasakan itu.” Dia kembali terisak. “kenapa harus dia? Kenapa jadi seperti ini? Apa yang harus kulakukan Yoona~a?” dia kembali diam dalam tangisnya. Dia terus menangis di pinggir sungai di bawah pohon. Di tempat dimana orang yang sangat berarti dalam hidupnya itu pergi untuk selamanya. Tangis yang selama ini selalu dia tahan. selama 3 th dia tidak pernah menangis. Menahan dan selalu dia tahan. kini dia tidak mampu lagi menahannya. Dia menangis hebat sampai akhirnya dia terjatuh pingsan. *hiks authornya jadi ikutan nangis*

Keadaan Yunhee pun sama buruknya. Setiap hari dia selalu diam melamun dengan wajah sedih. U-know yang melihatnya jadi khawatir dengan keadaan adiknya. Dia penasaran dan segera menyuruh seseorang untuk menyelidiki masalah yang membuat adiknya jadi seperti itu. “halo, kau ada dimana?” Tanya U-know di telepon. “ada apa hyung?” Tanya Minho. “ada yang ingin aku bicarakan. Cepat perintah anak2 untuk berkumpul sekarang juga.” Perintah U-know.

“ada apa Ya? Apa hyung benar2 ada masalah?” Tanya key pada Jonghyun. “sepertinya begitu.” Balas Jonghyun. “kalian semua sudah berkumpul?” tak lama U-know datang. Mereka berdiri dan menunduk hormat. “aku ada sedikit pekerjaan untuk kalian.” Kata U-know memulai pembicaraan. Mereka mendengar siap. “tolong selidiki adikku Yunhee. Kalian tau kan dia siswi SMA Sherin. Aku ingin mengetahui semua yang dia alami selama ini.” Perintah U-know. Yang lain tampak masih belum mengerti. “akhir2 ini adikku sangat aneh. Aku ingin mengetahui kenapa dia bisa berubah. Jadi tolong selidiki. Dan laporkan secepatnya padaku.” Perintah U-know. Yang lain menerima dengan sigap.

Hero terus menegak minumannya. Dia terus dan terus meminumnya. Entah sudah berapa gelas dia minum. Hanya dengan cara seperti ini dia bisa melupakan rasa sakit di hati, walau hanya sebentar. *bruk* kepalanya terjatuh  di atas meja. “Yunhee~a…” desahnya pelan lalu terjatuh tidur. Dia benar2 sudah tak sadarkan diri. Hingga malam larut Hero tetap tak sadarkan diri di sebuah Bar kecil. Pelayan bar sudah berkali2 membangunkannya tapi dia tak kunjung sadar. Lalu pelayan itu mengambil HP di gengaman Hero dan langsung menekan tombol 1 yang langsung tersambung ke no Yunhee. Saat itu Yunhee sedang terlelap tidur. Hp nya bergetar. Dia mengangkat dengan malas tanpa melihat nomer di layar HP nya. “hallo kami pelayan bar, pemilik Hp ini sudah mabuk dan tidak sadarkan diri dan kami sebentar lagi mau tutup. Bisakah anda menjemputnya?” kata seorang lelaki di telepon. Yunhee masih belum mengerti dia melihat nomer yang meneleponnya itu. Dia terkejut melihat nama yang tertera di layar Hp nya. Secepat kilat dia langsung bertanya. “tolong beritahu dimana alamatnya.” Setelah di beritahu dia langsung pergi. Dan ternyata U-know belum tidur. “kau mau kemana?” tanyanya. “Oppa aku keluar sebentar.” Yunhee berlari keluar. U-know tambah curiga akhirnya dia mengikuti Yunhee.

“kenapa dia masuk ke tempat seperti ini?” U-know berhenti di sebuah Bar yang di masuki Yunhee. Dia ikut masuk perlahan ke dalam bar itu. Yunhee masuk dan bertanya pada pelayan dan pelayan itu mengantarnya ke sebuah ruangan dan disana Hero sudah mabuk dan tak sadarkan  diri. Yunhee memandang sedih dan menghampirinya. “ada apa denganmu? Kenapa kau jadi seperti ini?” Yunhee menangis dia tak sanggup melihat wajah Hero. Wajah yang selama ini dia rindukan. Tak lama Hero membuka mata. dia tidak sadar Yunhee sudah di hadapannnya. Dia berdiri oleng. Dan hampir terjatuh, Yunhee langsung menangkapnya. “kau siapa?” Tanya Hero. Dia memandang baik2 wajah di depannya. Tak lama wajahnya terkejut dan dia melepaskan tangan Yunhee yang tadi menangkapnya. “kenapa kau kesini?” kata Hero tiba2 menjadi dingin. “Jaejoong’ssi ada apa denganmu?” Tanya Yunhee sedih. “pergilah! Tak perlu mengurusiku.” Jawab Hero dengan wajah dingin. Yunhee sangat sedih mendengarnya. “ada apa denganmu Jaejoong”ssi.” Hero mendorong tubuh Yunhee ke tembok. Yunhee meringis sakit karena cengkraman Hero yang kuat. “kau kenapa?” Tanya Yunhee bingung. Air mata terus mengalir. U-know yang sejak tadi terus mengikuti Yunhee berjalan menuju ruangan itu. Dia mengintip ke dalam ruangan itu. Betapa terkejutnya dia mendapati wajah orang yang sangat dia kenal sedang bersama adiknya. Rasa kesal dan perasaan dendam menyelimuti dirinya. Dia ingin segera masuk tapi dia menahannya. Dia mendengarkan dibalik tembok ruangan itu.

“kau kenapa Jaejoong’ssi?” Tanya Yunhee lembut. Hero hanya memandang wajah Yunhee. Hero mendorong  Tubuh Yunhee sampai merapat dengan tembok. Wajahnya kembali seperti dulu. wajah penuh perasaan terluka. “setiap aku melihat wajahmu. Entah kenapa rasa marah meliputi perasaanku.” Kata Hero pelan. “kenapa dia? Kenapa harus dia?” Hero memukul tembok di samping Yunhee dengan kesal. Yunhee terkejut dan menunduk takut. Wajah hero penuh dendam dan menakutkan. “kenapa harus dia? Kenapa harus dia. orang yang tidak lagi bisa memaafkanku. Kenapa dia?” Hero menyandarkan kepalanya di tembok. Tubuh Yunhee yang kecil tenggelam dibalik tubuhnya yang kekar. U-know mengepal tangan menahan amarah. Dia tidak menyangka orang yang selama ini berpacaran dengan adiknya adalah musuh bebuyutannya. Dia terus menahan diri di samping tembok ruangan itu. “aku benar2 sangat mencintaimu. Tapi…” Hero berhenti dan terdiam. Air matanya jatuh. “tapi…kita harus berpisah.” Jawabnya lirih. Perkataannya itu mampu membuat hati Yunhee hancur lebur. Dia masih belum mengerti. “apa maksudmu? Kenapa kita harus berpisah?” Tanya Yunhee. Air matanya tak terkendali. “karena kita harus berpisah. Kita tak boleh bersama.”  Jawab Hero. Yunhee hanya bisa menangis. “aku terlanjur mencintaimu Jaejoong’ssi.” Kata Yunhee lembut. “aku juga sangat mencintaimu karena itu kita harus berpisah.” Yunhee jadi tambah bingung. “karena kau akan menderita bersamaku.” Hero kembali menatap wajah Yunhee. “kalau aku tak mau melepaskanmu bagaimaana.” Jawab Yunhee mantab. Hero terdiam. Kepalanya sudah pusing tubuhnya melayang2. “tolong tinggalkan aku saja…” Hero terjatuh di pundak Yunhee. Dia kembali pingsan. U-know langsung berlari keluar bar. Perasaannya kacau balau. Dia masih mencerna kejadiian tadi. Dia melaju motornya dengan sangat cepat. Melawan angin malam yang dingin. Dia berhenti di sungai Han. Dia bersandar di motornya dan menghisap sebatang rokok. “kenapa harus Hero? Kenapa dia?” dia meremas rokoknya dengan kesal.

To Be Continue…

Advertisements

6 responses to “[FF] DongBang VS ShinKi -part 3-

  1. wakkkssssssssssssssssssssssss???
    napa ad foto tiff disini ????
    no no no ???

    itu di tiff jadi yunhee gitu ???
    alah alah kasian banget abangh jejoong iak ???
    ckckkckck
    part 4 ny mana ???
    ge pe el y author…

    bakal aku tungguin..

  2. gomawo ia dah bca ff geje ku ini.. 😀
    Hehe..tiffany na nyasar..
    Mian author na mles bgd ngedit..bis foto na dah pas bgd..
    Sbar iaa part 4 lg dlm proses..hhehe

  3. Untng bukax d hp. , jd g muncul gambr si tiff, . 😛

    Wah. . . Tmbh keren ffnya!! 26 thumbs up dah!

  4. ah~~~~~~
    npa ya part nie
    ceritax sedih banget
    q sampek terbawa suasana
    ampek mau nangis
    hiks hiks hiks
    setelah mendengar percakapan jae-yunhee, apa yg akn dilakukn u-know???
    kykx dia akn memaafkn hero n merestui *ceile bhsa gue* mereka *author :reader sotoy lo(sambil ngumpulin pasukan(?) dong bank n shinki) gue ajar lo*

    lanjut 😀

  5. @anggra : hahaha klo pansaran lanjot ia ke part 4..dah tamat loh..:D
    @dita : hahahaii.. ia nih dengan penuh perjuangan besar *halah lebaii*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s