Haru Haru [Songfic]

Author: Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts: G-Dragon Big Bang (Kwon Jiyong), Park Minyoung, and other Big Bang member

Genre: Romantic, friendship, tears

Length: Oneshoot

“Selalu terHARU kalo lihat mv HARU HARU. Sedihdihdih …HIKS! Makanya aku mau bikin ff tentang ini. Special for my birthday, hadiah untuk diriku sendiri, hahaha! Aku ultah lho *pamer! Park Minyoung itu bukan bikinan, emang dari mvnya sendiri nama ceweknya tu Park Minyoung. So, cekidot!”


G-Dragon POV

Cuma Minyoung dihatiku. Dia yeoja pertama yang dapat meluluhkan hatiku, Park Minyoung, yeojachigu-ku yang paling aku cintai.

“Jiyong-ah! Ayo cepat!” ia berlari menjauhiku, aku menyusul lalu memeluknya dari belakang.

“Ya, kena kau! Kau tidak bisa lari dariku, jagi!” Minyoung berusaha lepas dariku. Saat keseimbanganku tidak pas, kami terjatuh dalam posisi Youngi di atasku. Dan wajah kami berhadapan.

Setelah beberapa saat kami saling pandang, Minyoung menyikir dariku. “Ah, mianhae, Jiyong-ah!” serunya sambil menepuk-nepuk kaosku yang kotor.

“Aku yang salah.” ujarku sambil tersenyum. Aku menariknya ke sebuah tangga, lalu kami duduk disana. Minyoung tampak sedang menepuk-nepuk lengannya yang juga kotor. Lalu dia menoleh padaku.

“Jiyong-ah, aku bawa kamera.” ia tersenyum bangga padaku. Memang jarang bagi seorang Minyoung membawa kamera, biasanya aku. Ia mengeluarkan kameranya yang persis seperti milikku. Tunggu, itu kan……

“Ya! Itu milikku!” aku berusaha merebut kamera itu dari Minyoung, ia hanya menghindar sambil tertawa-tawa. Setelah asyik rebutan kamera (GD menang!!), kami duduk lagi.

“Aku juga membawa sesuatu. Untukmu.” seruku tak mau kalah. Aku merogoh saku celana jeansku lalu mengeluarkannya. Namun aku mengepalkan tangan sehingga Minyoung tidak bisa melihat apa yang aku genggam. “Coba tebak!” tantangku.

Minyoung berusaha membuka genggaman tanganku. Aku tertawa melihat kelakuannya. Berkali-kali ia menyuruhku untuk membukanya. “Buka!! Jagi, buka!”

“Baiklah.” perlahan aku membuka tanganku. Dan…TARAAA tidak ada apa-apa disitu!

“YA! KWON JIYONG!!!!” teriak Minyoung tepat didepan telingaku. Otomatis, aku langsung menutup telinga.

“Ya ya ya, yang ini beneran.” aku merogoh sakuku sekali lagi dan melakukan hal yang sama seperti tadi. Bedanya, sekarang aku benar-benar menggenggam sesuatu.

“Buka…” pinta Minyoung lemas. Aku membukanya perlahan, dua buah cincin muncul. Minyoung terlihat senang saat melihat cincin itu. Lalu kami saling memakaikan cincin itu.

“Ayo foto!” kami berpose terus-menerus. Memperlihatkan cincin atau pose lainnya. Mimik wajah cute-ku selalu kuperlihatkan. Foto-foto berlanjut hingga kami menyebrangi danau lewat batu-batu yang disediakan untuk dipijaki.

+ + +

1 Tahun Kemudian …

Hubungan kami menjadi tidak terurus. Setiap Minyoung kuajak jalan-jalan selalu saja ada alasan untuk menolaknya. Sampai pada akhirnya aku mendapat pesan singkat dari Minyoung yang membuatku berubah.

From: Park Minyoung ♥

Kita berpisah saja
Kau bukan namja yang pantas untukku
Mianhae

Aku tidak membalasnya atau langsung menemuinya. Aku menangis saat itu juga. Aku tau namja tidak boleh menangis, namun hati ini sakit sekali saat membaca 3 kalimat yang menyakitkan itu.

Yeah
Finally I realized
That I’m nothing without you
I was so wrong
Forgive me

Semenjak itu pula aku tidak pernah bertemu dengan Minyoung lagi. Aku menghabiskan waktuku dengan sahabat-sahabatku saja dan berusaha untuk tidak mengingat Minyoung lagi. Namun, semakin ingin aku melupakannya semakin besar rasa cintaku.

“Mana Seungri dan Seunghyun?” Daesung yang duduk disebelahku mengangkat bahu sambil menatap Yongbae atau aku lebih senang memanggilnya Taeyang.

“Ayo kita cari mereka.” ajak Taeyang sambil menarikku. Aku bangkit dengan terpaksa. Saat kami keluar dari gang. Aku mendapatkan pemandangan yang menyiksaku. Seunghyun dan MINYOUNG!

Namja itu menyentuh rambut Minyoung lalu meraih jemarinya. Emosiku bergejolak. Amarahku sudah tidak bisa ditahan lagi. Namun, aku berusaha untuk tidak membuat keributan. Hingga Minyoung memberikan sesuatu pada Seunghyun dan pergi. Aku langsung menghampiri Seunghyun.

“Apa maksudmu, HAH!?” bentakku sambil menghadangnya.

“Dia tidak mencintaimu lagi.” ujar Seunghyun datar.

“Kau sahabatku apa bukan?”

“Kau kan tau aku juga mencintainya.”

“Kau menghianatiku!”

“Kau bukan siapa-siapanya lagi.” (kok depannya ‘KAU’ semua yahh ??) amarahku memuncak, tanpa ragu-ragu aku melayangkan kepalan tanganku ke pipinya. Ia membalasnya, sama kerasnya. Taeyang, Daesung, dan Seungri (yang sudah turun dari mobil) mencoba menghentikan kami. Aku diseret ke pintu ruko yang tertutup. Sambil menendang tong sampah, aku pergi meninggalkan mereka semua.

Padocheoreom buswojin nae mam
Baramcheoreom heundeullineun nae mam
Yeongicheoreom sarajin nae sarang
Munshincheoreom jiwojiji anha
Hansumman ttangi kkeojira shwijyo
Nae gaseumsogen meonjiman ssahijyo (say goodbye)

+ + +

PRAAKKK!!!

Cermin didepanku retak karena kupukuli. Cermin kamar mandi yang suram itu menambah efek kesedihanku. Mengalun lagu Haru Haru yang kusetel diruangan tengah. Volumenya kukeraskan, rasa sakit ini benar-benar tidak bisa disembuhkan. Aku memang namja yang payah, namja yang tak pantas untuk Minyoung. Dia lebih menyukai Seunghyun yang memang lebih baik dariku. Tampan, tinggi, pintar, hebat… Seunghyun memang pantas untuk Minyoung, bukan aku.

Yeah
Nega eopshineun dan harudo mot sal geotman gatatdeon na
Saengakgwaneun dareugedo geureokjeoreok honja jal sara
Bogo shipdago bulleobwado neon amu daedap eopjanha
Heotdwen gidae georeobwado ijen soyong eopjanha

Ne yeope itneun geu sarami mwonji hoksi neol ullijin anheunji
Geudae naega boigin haneunji beolsseo ssak da ijeotneunji
Geokjeongdwae dagagagi jocha mareul geol su jocha eopseo ae taeugo
Na hollo bameul jisaeujyo subaekbeon jiwonaejyo

+ + +

Hari ini Seungri mengajakku untuk melepas penat yang menyiksaku. Mereka, Seungri, Taeyang, dan Daesung, mengajakku kesebuah pusat perbelanjaan. Mungkin mereka ingin membeli sesuatu.

Di tempat parkir, tepatnya di basement. Taeyang mendadak berhenti dan pandangannya mengarah keluar. Ia terlihat kaget. Saat aku menoleh kearah tatapan matanya, kudapati sebuah mobil yang didalamnya terdapat Minyoung dan Seunghyun.

Gireul geotda neowana uri majuchinde haedo
Mot bon cheok hagoseo geudaero dadeon gil dajwo
Jakkuman yet saenggagi tteooreumyeon amado
Nado mollae geudael chajagaljido molla

Neon neul geu saramgwa haengbokhage
Neon neul naega dareun maeum an meokge
Neon neul jageun miryeondo an namge kkeum jal jinaejwo na boran deushi
Neon neul jo haeulgati hayahge tteun gureumgwado gati saeparahge
Neon neul geurae geureohge useojwo amuil eoptdeushi

Aku membuka pintu mobil dengan kasar. Setan telah merasukiku, aku ingin memperingatkan Seunghyun, ingin menghajarnya sekali lagi. Namun, Taeyang dan Seungri keburu menahanku. Akhirnya aku pergi meninggalkan mereka yang nampak puas.

“Jiyong-ah, kendalikan dirimu!” tegur Daesung saat aku memasuki menutup pintu mobil dari dalam.

“Diam kau.” ucapku datar. Setelah itu tidak ada yang berkata-kata lagi.

+ + +

Daesung POV

“AARRRRGGGGHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Kursi melayang dan menabrak cermin sehingga cermin itu pecah. Vas bunga dipecah dengan stik baseball. Buku-buku beserta raknya dia jatuhkan. Bantal-bantal melayang dan sebagian bulu-bulunya terbang kemana-mana.

Aku dan Seungri prihatin sekali melihat Jiyong yang mengamuk dirumahnya. Seungri yang hendak menghentikan aksi Jiyong kutahan. “Biarlah, biar dia puas.” ujarku yang memegang bahunya.

“Jiyong-ah, aku benar-benar sakit melihatnya. Tega benar Seunghyun.” kami menatap Jiyong yang meraung dan mengacak-ngacak seisi ruangan.

“Kita harus minta penjelasan Seunghyun sekarang. Jiak tidak, Jiyong mungkin akan bunuh diri nantinya.” Seungri mengangguk lalu mengikutiku pergi mencari Seunghyun.

+ + +

Minyoung POV

Jiyong-ah, hanya ini yang bisa aku lakukan. Mian, jika aku menyakitimu. Aku memang sangat kejam, membiarkanmu sakit hati karena aku. Tapi aku memang tidak bisa memberitahu yang sebenarnya padamu.

Aku sakit. Hidupku mungkin tidak lama lagi dan aku tidak ingin Jiyong mengetahuinya. Aku tidak ingin ia menangis untukku. Aku tidak ingin ia memintaku untuk tetap hidup. Aku tidak ingin melihatnya sedih. Tapi aku baru sadar, tindakanku sekarang malah membuatnya sedih juga. Ditambah sakit hati yang membuatku merasa bersalah.

Aku menatap cermin. Cermin itu menampilkan wajahku yang pucat dan penuh air mata. Aku menyesali semuanya. Aku ingin hidup, ingin hidup bersamamu, Jiyong-ah. Aku tidak bisa melupakan G-Dragon ku.

Saat aku menyentuh rambutku, beberapa helai rambutku terbawa oleh tanganku. Oh, tidak. Rambutku rontok. Perlahan-lahan aku merosot ke bawah dan menangis sejadi-jadinya. Aku menghubungi Seunghyun dan memintanya untuk datang. Setelah itu, pandanganku gelap.

+ + +

Seungri POV

Saat kami menemukan Seunghyun dirumahnya, ia nampak terburu-buru. “Seunghyun-ah…” panggilku lirih. Ia menoleh lalu diam.

“Mau apa kalian kesini?” Seunhyun langsung kembali pada aktivitasnya.

“Kami ingin meminta penjelasanmu, mengapa kamu menyakiti Jiyong?” tanya Daesung sambil melipat tangan.

“Tidak ada waktu! Ayo ikut aku!” Seunghyun menarik kami dan membawa mobilnya melesat meninggalkan rumahnya.

“Kita mau kemana?” tanyaku setelah membenarkan sabuk pengaman.

“Rumah Minyoung.”

“Untuk?” tanyaku lagi.

“Ia memintaku untuk kesana.” jawabnya datar. Ia benar-benar konsentrasi pada jalanan.

“Untuk apa kau mengajak kami? Kalau mau pacaran, jangan ajak-ajak kami.” protes Daesung sambil mendorong bahu Seunghyun.

“Tidak. Minyoung, kita harus menolongnya.”

“Mwo?” tanyaku dan Daesung serempak. Seunghyun membawa mobilnya ke rumah Minyoung. Sesampainya disana, kami mendapati Minyoung yang tergeletak di lantai.

“MINYOUNG-SSI!” teriak Seunghyun lalu menghampirinya. Walaupun kita dekat dengan Minyoung, hanya Jiyong yang tidak memanggilnya dengan embel-embel ssi.

“Bantu aku membawanya ke mobil.” kami menggotongnya masuk ke mobil. Lalu aku menyetir mobil menuju rumah sakit.

Nareul tteonaseo mam pyeonhaejigil
Nareul itgoseo saragajwo
Geu nunmureun da mareulteni yeah
Haruharu jinamyeon

Charari manaji anhatdeoramyeon deol apeultende um
Yeongwonhi hamkkehajadeon geu yaksok ijen
Chueoge mudeodugil barae baby neol wihae gidohae

+ + +

T.O.P POV

Minyoung sudah siuman. Dan Taeyang menyusul kami ke rumah sakit. Hingga sekarang, aku maupun Minyoung belum memberitahu Jiyong bahwa Minyoung sakit.

“Daesung-ah, waeyo?” tanyanya pada Daesung dengan suara manisnya.

“Ah, anni. Apakah Jiyong belum tahu tentang ini?” tanya Daesung sambil melirikku. Aku menggeleng pelan.

“Kalian harus memberitahunya.” ucap Seungri tegas. “Poor Jiyong. Dia harus tahu!” lanjutnya.

“Jangan!” kami menoleh ke sumber suara. Minyoung menatap kami satu persatu lalu menggeleng. “Jangan beritahu dia, aku tidak ingin dia sedih.”

Aku membelai rambutnya lalu tersenyum. Senyum pahit ini, aku benar-benar takut jika Minyoung akan mati.

Taeyang POV

Aku tak tahan dengan suasana ini. Akupun keluar ruang perawatan tempat Minyoung dan yang lain berada. Sepertinya Jiyong benar-benar harus mengetahui ini. Aku pun langsung menghubunginya.

“Yeoboseyo.”

“Jiyong-ah, cepat kemari.”

“Waeyo, Taeyang-ah?”

“Minyoung….”

“Wae?!”

“Cepat kemari. Minyoung, dirumah sakit.” setelah itu yang kudengar hanya nada yang menandakan panggilan sudah diputus. Aku memasukkan ponselku ke saku sambil menatap jalan didepan rumah sakit lewat jendela.

Minyoung POV

Aku tersenyum melihat Daesung yang nyengir padaku. Aku tau, itu terpaksa. Mereka semua pasti sedang bingung, sedih, dan marah. Bingung karena harus memberitahu Jiyong atau tidak, sedih karena aku yang mungkin sebentar lagi akan pergi meninggalkan mereka, dan marah karena aku tidak ingin sahabat mereka tahu keadaanku sekarang.

Seunghyun menatapku penuh sayang. Dia sudah kuanggap oppa-ku sendiri. Dia selalu perhatian padaku dan yang pertama mengetahui aku sakit adalah Seunghyun. Yang berusaha menutupi hal ini dari Jiyong, dan yang berkorban demi kebahagiaan aku dan Jiyong.

Seungri tidak berani menatapku. Sepertinya ia marah karena aku sudah berbohong kepadanya juga pada sahabatnya yang paling dia sayangi. Wajahnya terlihat sedih. Mianhae Seungri-ah, aku sudah mengecewakanmu.

Daesung yang tampak ceria dihadapanku namun terlihat lesu jika sedang tidak menatapku. Daesung selalu membuatku tersenyum atau tertawa disaat seperti ini. Gomawo, Daesung-ah.

Taeyang keluar dari ruangan. Terdengar dari luar ia memukul dinding. Sepertinya ia juga kesal padaku karena aku tidak memberitahu Jiyong. Namun ia masuk lagi ke ruangan dan mendekatiku.

“Jiyong…,” ia menunduk, “ia akan kesini sebentar lagi.” aku tersentak. Taeyang memberitahunya?! Aku hendak memaki Taeyang yang tampak amat bersalah saat ini, namun kubatalkan niatku.

G-Dragon POV

Aku berlari menyusuri jalanan yang luas ini. Saat aku sampai ke rumah sakit, aku menaiki tangga sambil tengok kanan-kiri. Dalam hati, perasaanku campur aduk tidak keruan. Antara kecewa, sedih, dan marah.

Disebuah lorong, aku berpapasan dengan Seunghyun. Aku menunduk sambil terus berjalan. Saat melewatinya, ia menarik lenganku. Lalu ia merogoh sakunya dan meletakkan sesuatu ditelapak tanganku.

“Geojitmalhaeseo mianhanda (Maaf aku salah).” cincin yang harusnya ada di jari Minyoung, kini ada ditelapak tanganku. “Minyoungi, neomanhi saranghadeora (Minyoungi, sangat mencintaimu).”

Seunghyun meninggalkanku yang menggenggam cincin itu. Hatiku benar-benar terluka. Minyoung berbohong padaku demi aku sendiri. Babo, kenapa kau melakukannya, Minyoung-ah?

Daesung, Seungri, dan Taeyang menghampiriku ketika aku melangkah menuju pintu ruang operasi. Mereka memelukku dan membisikkan kata-kata untuk menenangkanku. Aku hanya bisa menangis tanpa suara. Hingga akhirnya pintu ruang operasi terbuka dan aku melihat Minyoung yang memejamkan mata.

“Minyoung-ah….” panggilku sambil mendekatinya. Aku menunduk disebelahnya. Minyoung-ah…neomu saranghae…..

Minyoung POV

Jiyong-ah, aku benar-benar bersyukur bisa hidup bersamamu. Mungkin ini memang akhir hidupku. Aku akan selalu berada disisimu kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun. Jangan taku Jiyong-ah, aku akan selalu ada disampingmu. Jiyong-ah…neomu saranghae…..

Doraboji malgo tteonagara
Tto nareul chatji malgo saragara
Neoreul saranghaetgie huhwe eopgie
Johatdeon gieokman gajyeogara
Geureokjeoreok chama bolmanhae
Geureokjeoreok gyeondyeo naelmanhae
Neon geureolsurok haengbokhaeyadwae
Haruharu Mudyeojyeogane

Oh girl
I cry cry
You’re my all
Say goodbye bye
Oh my love
Don’t lie lie
You’re my heart
Say goodbye

“Huaaaaaaaa, ceurik abdi nulis ieu (kacau basa sunda na). Semoga kalian juga ceurik kayak aku, biar impas, huahahahahahahhaha Annyeong! ^^”

Advertisements

16 responses to “Haru Haru [Songfic]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s