Noreul Sarangghae ^____^

title                        : Noreul Sarangghae
author                  : Thata
Cast                       : Park Jineul aka Thata, Park Jiri aka chici *she is my oenni* Lee Jungshin CN BLUE,Han Hajoon aka cyn, Lee Taemin SHINee, Choi Dongrim aka zhuzu *she is my chingu*

Genre                  : Friendship , Family
Lenght                : Oneshoot
Rating                 : PG-13
Disclaimer        : ini adalah FF oneshoot pertama thata, gatau deh aneh rebong atau apalah? kisahnya terkilas dari kejadian2 aneh hari ini loh.

nah dari mulai chici mngsms thata, dari si cyn yang minta berguru HARPOT, dari yang thata belom makan dr td pagi hanya makan kue bolu/TAR,

trus tiba-tiba digembar-gemborkan si suck @alena0407 dan mbak baik hati @Afsuper itu juga diikut-ikutt sertakan, tebak deh dipart ini

mereka siapa-siapa aja namnya *plak malah maen tebak2an* nah terusss tiba2 Jungshin? aghh~ itu sudah agak lama, gara2 desy oennni.

dia bilang dia suka sama bg minhyuk trus thata dijodohi sm jungshin si itnggi itu,yaudah deh akhirnya terjadilah ni epep oneshoot. *plak curhat hbsi2an*

marilah baca dan meninggalkan comment, karena ini gak thata tag dr FB hbisnya UPS babo, aghhh~ *nendang2 UPS*

DON’T SILENT READER PLEASE, I HOPE PLEASE

(ini pun pikunya asal comot aja, anggaplah ini si Park Jineul yang malang itu ^__^)

aku melompat-melompat dan melompat, permainan lompat tali ini
sangat aku gemari. aku dan Jiri oenni senang melakukan permainan ini.
aku lompat, melompat dan melompat lagi sampai aku terjatuh.

brukkk

menit menit kemudian aku melihat sosok teman-temanku yang sedang mengeremumiku
“Jineul~ah? gwaenchana?” tanya Taemin

“kau lupa makan pagi lagi ya?” tanya Hanjoon

“pasti ini gara-gara kau sering bergadang ya?” tebak Dongdong

“apa Jiri Noona kita beritahu saja?” tanya Jingshun kepada Hanjoon

“err ,” Hanjoon berfikir sejenak dan melihatku kembali dengan perasaan yang was was

“untuk apa kalian bilang? dia lagi sibuk,” ucapku dengan sebuah senyuman,Dongdong menangis

“jangan buat tampang seperti itu agh~” rengek Dongdong

Jiri oenni tengah sibuk dengaan pekerjaannya hari ini, dia sedang asik diruang kerja memakai kacamata
dan juga menatap serius Tamachan,Laptopnya. aku berdiri mematung didepan pintu ruang kerjanya.

“ada apa chagiya?” tanyanya, yang masih sibuk mengetik-ngetik diTamachan

“engg~ Noona?” panggilku manja, aku mendatanginya dan melihat hasil kerjaannya, sebuah
design yang cukup indah, dia adalah designer alat-alat rumah. semua bentuk perlengkapan rumah dia buat,
dia sangat bekerja giat. dia sekarang sudah mempunyai 2 anak buah,hebat.

“itu apa?” tunjukku kepada lembar-lembar kerjanya

“kau mau yang ini?” dia mengambil lembar itu, lembar itu adalah lembar gambar chibi gaara

“ne oenni,itu apa?”

“ini adalah gantungan kunci,oenni lagi ada projek buat gantungan kunci ni.ehmmm~” jelasnya

“bolehkah aku membantu?” tanyaku sambil mengambil kursi pendekku dan segera duduk disebelahnya

“ne Jineul~ah” jawabnya lembut

aku hanya menggambar disebelahnya, menggambarkan bentuk-bentuk gantungan kunci yang akan
dibuatnya ke aplikasi 3D, katanya itu sudah cukup membantu.dia benar-benar oenni yang baik.
sakit kepalaku tiba-tiba muncul lagi, tapi aku bersikukuh untuk menahannya. aku gak mau buat oenni
sibuk lagi gara-gara sakit kepala ini. saranghae, Oenni ^___^

“gomawo chagiya, chu~” dia mengecup keningku,”ini benar-benar gambar yang bagus”
dia tersenyum senang, sudah lama aku tidak melihatnya tersenyum, selama dia bekerja tentu saja.

hari ini adalah hari Minggu. tapi dirumahku sangat sepi. tidak ada Jiri oenni karena dia lembur bekerja.
hari ini aku tidak makan lagi, oenni melupakan sarapannya,dia akan sarapan dikantor. hemm~
aku lupa lagi bilang ke oenni kalau persediaan makanan dikulkas sudah habis. dia sibuk bekerja, waktu pulangpun
dia langsung merebahkan badannya kekasur dan tidur. dirumah waktunya hanya 5 jam dan itu untuk tidur saja.
selebihnya dia dikantor, tapi itu tidak apa-apa, toh aku sudah dikasih uang untuk oenni, buat beli persedian makanan.

ting tong~ bel berbunyi

“ANNYEONGHASEYO” ucap serempak teman-temanku. ada Hanjoon dan Dongdong yang adalah tetangga sekaligus
sahabatku dari TK, ada Taemin yang adalah sahabat SMPku, dan ada Jungshin yang adalah pacarku.

“wahh, kalian datang. bawa apa?” tanyaku bahagia, mereka langsung menyeludup masuk kerumah

“ini ada Galbi, kesukaanmu Jineul~ah” jawab Hanjoon yang sudah ada didapur

“Noona mu mana?” tanya Jungshin, aku melihatnya keatas. namja ini benar-benar tinggi jadi kalau mau melihatnya
harus mendongak dulu. aku tersenyum seperti biasanya

“dia sudah pergi bekerja Jungshin ^___^”

“ckck~ padahal ini hari minggukan?” tanya Jungshin dengan wajah kesal, aku hanya menggengam tangannya
dan tersenyum lagi kepadanya, dia segera membuang jauh-jauh wajah kesalnya itu, dan segera tersenyum

“Gyaaa~” jerit Taemin dari kamarku, Hanjoon yang ada didapur langsung berlari kearah suara itu

“ada apa sih taemin?” tanya Hanjoon panik, Taemin segera menunjuk-nunjukkan buku setebal 991 halaman itu
ke hadapannya Hanjoon, dia berlari-lari kearahku

“jineul~ah? aku pinjam ya?” pintanya

“harry potter and the dealthy hallow?” bacaku ,”ne ne, tapi pulangi ya” ucapku, dia mengangguk-angguk.

“HANJOON? MASAKANMU SUDAH PANAS” jerit Dongdong yang sudah ada didapur

“ne ne, tolong dimatikan,” pinta Hanjoon, dia langsung pergi kedapur begitu juga Taemin.
tanpa sadar kami sudah bergandengan tangan sejak tadi, dan tiba-tiba dia melepaskan tangannya dari genggamanku.
aku tahu kalau dia malu, dia segera pergi kearah dapur.

senin kembali,begitu juga sekolah kembali. kali ini Noona sudah berjanji akan menjemputku pulang sekolah nanti.
aku sengaja menyuruh teman-temanku untuk pulang deluan dan begitu juga Jungshin. dia memaksa untuk menemaniku
untuk menunggui Jiri oenni datang, tapi aku memaksanya untuk pulang. dia benar-benar sedih ketika aku menyuruhnya untuk
pulang. mianhe Jungshin, tapi aku tidak apa-apa sendirian. saranghae Jungshin ^___^

“ssst~ sttt~ itu kan dongsaengnya kan?” bisik-bisik seseorang

“ne ne, ighhh~ dia sama aja kayak Oenni-nya itu,isss~” balas seseorang lagi

“eerr~ kau dongsaeng-nya Park Jiri ya?” tanya salah seorang dari yang berbisik-bisik itu

“wahh~ Lennsi oenni? Seunta oenni?” sapaku kaget, ternyata mereka teman bekerjanya Jiri Oenni

“ckk~ ngapain sok sok manis gitu? cuih~” Lennsi oenni meludah didepanku

“apa Donghae masih sering datang kerumahmu,HHA?” bentak Suenta oenni

“bukan begitu suen,tapi begini” PLAK tamparan panas mengenai pipiku, Lennsi oenni tersenyum senang

“ada apa ya oen?” tanyaku masih melemah, Lennsi oenni menamparku lagi dengan perasaan jijik

“kenapa kau menamparnya Len? kita hanya butuh informasinya aja,” ucap Seunta oenni

“agh~ aku ingin menamparnya, kau tanya saja informasinya. biar aku puas2i menamparnya. aku benci kakaknya”

“kenapa kalian membenci Jiri oenni?” tanyaku

PLAK tamparan lagi, kali ini benar-benar kuat. tiba-tiba kepalaku sakit lagi seperti kemarin-kemarin

“dulu aku gak membencinya, malah aku memujanya” jawab Seunta oenni

PLAK, “aku tidak begitu,dulu aku suka dia tapi dasar busuk, dia itu busuk TAU?” bentak Lennsi oenni

“kenapa? apa salah Jiri oenni?” tanyaku, pipi kiriku sudah sakit karena tamparan-tamparan itu

“dia itu busuk tau! keong racun dia,” ucap Seunta oenni kesal

“DIA REBUT DONGHAE KU TAU” bentak Lennsi oenni dan dia menamparku lagi

“ighhh~ kau itu mirip banget sama dia, sifat sok lembut kau itu ighghh~” geram Lennsi oenni,
dia menjambak-jambak rambutku dan aku terjatuh sangking jambakan itu sangat kuatnya. aku tersungkur,
entah mengapa aku melemah effect jambakan itu membuat kepalaku semakin sakit dan menjadi-jadi

“kau mau memohon ampun hha?” tanya Seunta oenni,sambil menyenggol-nyenggolku dengan kakinya,
aku tidak bisa bangkit, karena kepalaku semakin berat dan tak tahan untuk membalas kata-kata mereka
aku masih tersungkur dan tidak bisa bangkit,kepalaku benar-benar berat rasanya. ada apa ini?

“HAH SOK SUCI, ANJING SAMA SUCI LO ITU” *maaf reader ini adalah kata2 kasar yang tak pntas dicontoh*
dia menendang perutku dan pergi begitu saja, begitupun Seunta oenni.

tak ada yang bisa aku perbuat, tiba-tiba semua anggota tubuhku tidak bisa bergerak. sakit kepalaku sudah
memuncak, ini benar-benar terjadi.

“oenni? tadi siang kenapa tidak bisa menjemputku? sibuk lagi ya?” tanyaku pada jam 12 Malam. Jiri oenni baru pulang
dari kantornya. dia merebahkan dirinya dikasur, dia buka kacamata bulatnya dan menatapku dengan mata penuh

“mianhe chagiya~ oenni sibuk sekali. bahkan memegang Handphone saja tidak, mianhe” ucapnya kecewa,aku
hanya tersenyum lembut kepadanya. aku bawakan tea hangat untuknya.

“ini minumlah aku tau oenni sangat lelah hari ini” ucapku, dia menyeduh tea hangatnya

“ne chagiya, baiklah minggu depan oenni akan menjemput. promise!” janjinya dengan wajah yang bahagia, aku hanya tersenyum

“ne oenni, tapi minggu depan oenni benar-benar liburkan?” tanyaku, dia mengangguk-angguk

“nah kalau begitu baiklah,minggu depan.” ucapku senang, dia kembali merebahkan badannya kekasur dan tidur.

rabu, sudah dua hari oenni tidak pulang-pulang kerumah karena tiba-tiba dia ada tugas mendadak di Tokyo/Jepang.
sudah dua hari juga kepalaku semakin menjadi-jadi sakitnya, perutku kosong. aku mencoba membuat bubur tapi
hasilnya, bahan-bahannya bergemetar ketika aku pegang dan buyar langsung terjatuh kelantai. aku harus
mengulang-ngulang beberapa kali untuk membersihkannya, alhasil aku sekarang lagi berdiam diri dikamar dengan selimut tebal.

ting tong~ bel lagi.

pasti teman-temanku, kebiasaan burukku adalah mengunci pintu rumah. baiklah itu sebenarnya bukan kebiasaan buruk
tapi bagaimana bisa aku membukakan pintunya sedangkan aku tidak kuat untuk berjalan tunggu untuk mengangkat
kepala saja rasanya tidak bisa, sangat berat.

“JINEUL~ah?” panggil-panggil mereka, aduhh~ aku tidak bisa membalasnya

“chingudeul, aku disini” jawabku pelan, mana bisa mereka mendengar suara pelanku apalagi aku sedang dikamar.

“JINEUL~AH?” panggil mereka lagi dan lagi, aku ingin sekali berlari dan membuka pintunya atau juga menjerit untuk
membalas panggilan mereka tapi seluruh tubuhku tidak bisa bergerah bahkan suaruku menghilang dengan tiba-tiba.

“APA KAU ADA DIDALAM RUMAH CHAGIYA?” tanya Jungshin, aku mendengarnya. dia pasti sangat malu memanggilku
dengan nama chagiya pasti teman-teman yang lain menggodanya, andai aku bisa menjawabnya

“aku disini chagiya!~” jawabku pelan, benar-benar tidak ada harapan

“KAU DENGAR ITU? DIA MEMANGGILMU CHAGIYA. APA KAU TIDAK SENANG?”jerit Taemin, aku senang Taemin bahkan
sangat senang, kau ini menjerit-jerit ternyata suara mu besar juga.

“JINUEL~AH? AKU BAWA GALBI DAN SUP TANG LOH” tawar Hanjoon, yeoja ini memang benar-benar mengenaliku.
dia benar-benar tau makanan kesukaanku, aku ingin menjawabnya aku ingin makan galbi dan sup tang itu. tapi…!!

“JINEUL~AH!!!! APA KAU TIDAK MENDENGARKAN KAMI?” tanya Dongsong kesal, mianhe Dongdong bukannya
aku tidak mau menjawab tapi pita suaraku sepertinya sedang rusak. mianhe chingudeul T____T

“hufft~ tenggorokanku sakit, sepertinya dia sedang tidak ada dirumah deh” keluh Taemin

“ck~ ga mungkin. dia kan ga pernah keluar rumah,” ucap Hanjoon sedih

“atau dia sedang pergi dengan Jiri oenni?” tebak Dongdong

“ehmm~ mungkin saja,” lanjut Jungshin ,”bagus kalau begitu, kita tidak perlu mengkhawatirkan dia hari ini, lebih baik kita pulang,”

“hemmm~ tapi aku lapar T__T” sela Taemin, aku juga lapar Taemin.

“ckk~ yasudah kita makan dirumah Dongdong saja,” ucap Hanjoon, akhirnya mereka pergi dari rumahku, suara mereka sudah sepi.
kenapa mereka harus pergi? huffftt~ padahal aku lagi lapar T____T

Minggu, yaampun aku benar-benar kuat tidak makan selama hampir seminggu. rekor terbesar ku.
tapi apa dayaku? mataku sekarang sudah setengah rabun, pernapasanku sudah setengah-setengah.
pendengaranku mulai terbesing-besing, maksudnya ngilu. suaraku semakin melemah tidak setitikpun.
tanganku sangat melemah, aku melihat ada bintik-bintik merah dikulitku, pasti ini bekas gigitan nyamuk.
kakiku kebas tidak benar-benar bisa bergerak, perutku Yammpun sudah dari seminggu yang lalu sakit
dan kosong, sekali-sekali aku ingin muntah dan kepalaku semakin ingin mau pecah.

ting tong~ bel berbunyi

“CHAGIYA? KAU DIRUMAH?” panggil Jungshin, aku meneteskan air mata. sejak hari rabu hingga sekarang
dia mengunjungi rumahku. dia kira aku benar-benar sedang berlibur atau pergi dengan Jiri oenni. dia sangat
merindukanku, terbukti HP ku lowbattery dan HP Jiri oenni tidak pernah aktif, dia hanya bisa menggunjungi
rumahku saja ketika dia sangat merindukanku.

“AKU TAHU KAU TIDAK DIRUMAH, SENANG YA KAU BISA BERMAIN-MAIN LAGI DENGAN OENNI-MU,
AKU SENANG MENGETAHUINYA,”ucapnya, dia sepertinya duduk didepan pintu. selama hari-hari ini
dia sering datang kerumah hanya untuk curhat denganku maksudnya rumahku, betapa dia rindu denganku.

“CHAGIYA? KAU INGAT BESOK ADALAH SEBULANNYA JADIAN KITA, YAMMPUN” serunya, aku tersenyum
dia benar-benar mengingat lamanya jadian itu, ckckk~ Lee Jungshin ^___^

“CHAGIYA, KAU TAHU RESTORAN AHJUMMA JUNG ITU? YANG TERKENAL DENGAN COKLAT-COKLATNYA
ITU? KAU TAHUKAN?” serunya antusias ,”AKU AKAN MEMBAWAMU KESANA, RAHASIA SIH” kekehnya

“EHMMM~ BUKAN ITU SAJA, AKU AKAN NG-RAPP UNTUKMU, KAU MAU DENGAR? AKU SUDAH
MENGARANGNYA LOH,” serunya lagi ,”KAU PASTI SUKA” lanjutnya

“AKU TAHU CHAGIYA, KAU SUKA CHOCOMILKMOW KAN? KATA TAEMIN SIH BEGITU, KATANYA
KALAU KAU DATANG KE RESTORAN AHJUMMA JUNG ITU, KAU AKAN MEMESAN ITU,” serunya lagi

“AKU AKAN PESAN DOMDOMMILKCHO, KATANYA SIH LEBIH ENAK CHAGIYA, KAU MAU?” tanyanya

“BAIKLAH, BESOK AKU AKAN DATANG LAGI, KU HARAP KAU BENAR-BENAR ADA DIRUMAH,
SARANGHAEYO PARK JINEUL” ucapnya, aku menitihkan air mata lagi, dia pergi. aku tak bisa apa-apa,
dia sangat bersemangat, kalau aku mendengar suaranya aku sangat senang, tapi aku ingin mendengar suaranya
Jiri Noona, Tuhan sekali saja. aku ingin dengar, mungkin dengan itu aku bisa sehat kembali. ^__^

detik detik memasuki hari senin, kenapa begitu lama? kepalaku semakin ingin pecah, aku tidak kuat lagi. Ya Tuhan
tolonglah sedikit ini saja, aku ingin menghadiri hari Senin. dimana kedua orang yang aku cintai datang untuk menemuiku.
aku mohon, sakit kepala ini tolong kau redamkan beberapa jam saja. aku mohon. pelan-pelan air mataku keluar,
memanas dipipiku. aku tahu ini sangat pedih, tapi ku coba bertahan, bibirku sudah kering. aku benar-benar tidak sanggup.

beberapa jam kemudian, sudah jam 7 pagi. dan aku tidak bisa tidur apapun tidak bisa aku hanya bisa menangis dan
menagis, aku ingin mendengar suara Jiri Oenni, suara Jungshin dan teman-temanku yang lain.aku mohon Tuhan.

ting tong~

seseorang datang, dan bunyi ceklek terdengar. siapa yang membuka pintu rumahku? hanya seseorang yang bisa membukanya
dan orang itu tak lain tak bukan adalah….

“CHAGIYA? OENNI PULANG” panggilnya, suara lembut dengan khasnya itu, hatiku tiba-tiba deg deg deg kan.
aku bahagia, aku senang, tiba-tiba mataku tertutup. tiba-tiba kepalaku berhenti sakit, tiba-tiba perutku berhenti mual.
semuanya tiba-tiba berhenti begitu saja, dan detak jantungku pun berhenti begitu saja.

AUTHOR POV

Jiri mengepak koper-kopernya kedalam kamarnya, dia tersenyum sumringah karena membawa boneka kucing
besar untuk Jineul,adiknya. dia menduga-duga bahwa Jineul belum bangun dari tidurnya.

“baiklah pemalas, kali ini aku akan membuat bubur ayam untukmu ^___^” ucap Jiri, dia beranjak kedapur dan
membuat bubur ayam untuk Jineul,adiknya itu.

tok tok….bunyi ketukan pintu

“MASUKLAH” jerit Jiri dari belakang dapur

“he~ Noona?” sapa Jungshin kepada Jiri didapur, Jungshin sudah berpakaian rapi

“ckckck~ kau mau kencan ya?”tebak Jiri, dia sambil menunjuk2 kearah Jungshin dengan pisaunya

“ne,”

“pasti selama tidak ada aku, kerjaannya kau selalu datang kerumahku ya?” tanya Jiri lagi

“loh? darimana Noona tau?” tanya Jungshin tidak percaya

“yaiyalah, Jineul kan ada dirumah, pasti setiap hari kau mengunjunginya, ckckkk~ awas kalau ada apa-apa dengan Jineul”

“HHA?”

“ada apa hha? hha?” tanya Jiri

“ku kira dia pergi dengan Noona,” sela Jungshin tidak percaya

“mana mungkin,lihat deh dikamar. dia dirumah tahu. ckcck~” ucap Jiri dengan pedenya, Jungshin berbalik arah. dia membuka
kamarnya Jineul dan melihatnya dari kejauhan.

“kau benar Noona, dia sdang tertidur pulas, tapi…” dia mengingat-ngingat ,”jika dia tidak pergi denganmu? kenapa setiap kali
aku datang kerumah tidak ada orang ya?”

“cckk~ kau kira Jineul anak rumahan hha? dia pastinya pergi dengan Hanjoon atau Dongdong.ckckk~”

“aniya, Hanjoon dan Dongdong tidak pernah pergi dengan Jineul selama beberapa hari ini,” kini dia mulai menghidupkan
lampu saklar kamarnya Jineul. dia mulai mendekati sosok Jineul, yang dikelilingi boneka-bonekanya.

“dia tertidur pulas Noona, ^____^” senyum Jungshin, dia menggapai pipinya Jineul dan mengelus-elusnya.
dia segera mengambil remote AC dan mengecilkan Suhunya.

“kau tidak mau membangunkannya?” tanya Jiri, yang sudah berdiri tepat didepan pintu kamarnya Jineul, Jungshin
menggeleng-gelengkan kepalanya.

“dia tertidur pulas sekali, aku tidak tega” ucap Jungshin, dia menghampiri Jiri

“kalau begitu ada baiknya kau makan dulu saja, sambil menunggunya bangun,” tawar Jiri, Jungshinpun mengangguk-angguk.

Jungshin dan Jiri sarapan pagi dengan bubur Ayam, Jiri sudah menyiapkan satu mangkuk besar untuk Jineul dibagian
lain meja makannya. Mereka mengobrol-ngobrol bahagia. Jiri menceritakan tentang pengalaman kerjanya diJepang
dan apa rencananya untuk Jineul, yaitu mengajak jalan-jalan Jineul ke Jepang. sedangkan Jungshin bercerita tentang
acaranya hari ini, untuk memperingati hari jadian mereka yang ke sebulan. mereka benar-benara bahagia, senin
yang dipengang kukuh janjinya Jineul ternyata tidak sia-sia, tapi mereka tidak tahu apa dibalik semuanya.

PARK JINEUL kau sudah tenang disisinya, kau harus tersenyum melihat ini karena mereka menepati janjinya
by: auhtor

nb:

bagaimana? anehkan? hahahah~ ini kejadian-kejadian disatuin. mau coba oneshoot.tapi ini kayaknya aneh ya? yasudahlah.

terimakasih sudah mau membca dan pastinya comment, seperti judul ni epep Noreul Saranghae ^___^

Advertisements

6 responses to “Noreul Sarangghae ^____^

  1. Agak bingung si. Masa jiri ama jungshin gak nyadar klo jineul udahg meninggal? Tp bagus kok. Agak kesian ama jineul yg jarang makan :S

    • iya benar, thata wktu buatnya aja bingunya setengah mampus (?)
      iya mereka berdua ga nyadar, karena jineul matinya kayak org bner2 tdur (?)
      hehehe, kasian ya chingu? heheh gomawo
      thata dong, thata jrg makan jg.hehehe
      gomawo 4 read n comment,saranghae

  2. aduhh . . kasian banget jineul . . satu hal yg cukup janggal di otak akum sebenernya jineul sakit apa ??? kok sakit kepala terus ???

    • iyaiya kasihankan? *dkat2 carien/plak dgampar*
      hha? iyayaaa? sbenarnya dy itu insomnia, ehh bkn apa tu yg
      buat skit kepala mnyeluruh it? thata lp nm pnyakitnya *agh~ si thata payah*
      thata jg sring skit kepala tp g mati *plak begonya mncul*
      tp gomawo udh read n comment this FF,saranghae

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s