U-Kiss Series [Kibum – Part 3 end]

Title : Love Problem

Author : Cho Sunghee a.k.a Summer

Casts : Kim Kibum (U-Kiss), Kim Yoora, Shin Raekyung, Kim Yoonjae

Genre : romantic, tears, comedy (?)

Rating : T

Length : Series

Last Part : Alexander = Part 1, Part 2, Part 3
Soohyun = Part 1, Part 2, Part 3, Part 4
Kibum = Part 1, Part 2

Waaahhhh!!! Part terakhir Kibum, akhirnya selesai juga walaupun aku ga ngerti ma critaku sendiri, hahahhha


2 Hari Kemudian …

Orang-orang disepanjang lorong tidak kupedulikan. Dongho berlari lebih dulu dariku, begitu juga dengan Kiseop. Aku langsung mencari mobil silverku, setelah kutemukan kami bertiga naik dan langsung pergi ke tempat yang harus kita dtaangi. Disepanjang perjalanan, tidak ada yang berbicara. Semua sibuk dengan pikiran masing-masing, dan aku pun sibuk nyetir.

Aku memarkirkan mobilku ditempat yang agak sepi. Dongho dengan semangat turun tanpa memakai penyamaran dulu. Hah, dasar. Aku membawakan hoodie-nya.

“Ya! Babak belur kau nanti.” gumamku sambil meletakkan jaket itu di bahu Dongho. Ia mengangguk lalu memakaunya.

Wah, pasti kalian penasaran ya kita ada dimana? Ya, kita kan orang-orangnya rada gimana gitu, kesini aja pake buru-buru, habis…

“Paket 1. Yang ayamnya ada 7.” seru Dongho kegirangan. Haha, kami ada di KFC (Korean Fried Chicken). Tadi kami disuruh sang manager jajan, uangnya pun dari dia, hahahah.

Kami mampir dulu ke minimarket disebelahnya untuk membeli minuman. Setelah itu kami pergi lagi ke suatu tempat. Tempat yang menjual makanan juga, kali ini kami belu bulgogi pesanan Soohyun hyung dan Kevin. Setelah itu, kami pulang dengan hati gembira. Waktu makan, kami datang !!! 😉

Aku tertawa melihat Dongho yang makannya lahap sekali, sampai-sampai ia tersedak. “Arghh, pedes! Hyung..,” aku langsung memberikan minum padanya. Ia meneguknya sampai habis.

Lalalalala~ neol bureuneun noraega
Ireon noraega Lalalalala~
Lalalalala~ neol bureneun noraega
Ireon noraega Lalalalalala!

From: Shin Raekyung

Oppa, kau sudah menemukan eonnie?

Aku belum menemukannya sampai sekarang. Tapi entah kenapa, aku santai-santai saja. Aku juga bingung dengan diriku sendiri. Aku mengambil tisu lalu membersihkan tanganku dari saos. Setelah itu aku membalas pesan Raekyung.

For: Shin Raekyung

Blm
Aku sedang mencarinya

Ah, kenapa kesannya aku berbohong ya? “Kibum-ah, simpan dulu ponselmu, atau kau akan kehabisan!” seru Xander hyung yang tengah menyicipi bulgogi milik Kevin. Aku langsung menghampiri mereka dan ikut merasakannya. Nyam nyam, delicious!

Raekyung POV

Dengan kesal, aku melempar ponselku ke kasur. Tanganku mengepal, sangking kesalnya. Benarkah Kibum sedang mencari eonnie? Lalu apa yang kulihat tadi? Dan yang kulihat kemarin? Ia berlari sambil tertawa-tawa dengan teman-teman kampusnya dilapangan, dan tadi dia asyik membeli makanan dengan Kiseop dan Dongho. Tanpa rasa sedih atau apapun! Itukah namanya Kibum yang sudah sadar seberapa berartinya eonnie untuknya? Itu lebih menggambarkan bahwa Kibum tidak peduli pada eonnie dan ia hanya peduli dengan dirinya sendiri.

Perlahan aku yang bersandar pada pintu kamar merosot kebawah. Aku menangis, karena kebohongan Kibum. Artis memang seperti itu. Slalu mempedulikan dirinya sendiri. Bukan orang lain. Eonnie….

Kami memang bukan saudara kandung. Eomma kandungku meninggal lalu appa menikah dengan eomma-nya Yoora eonnie. Awalnya aku selalu jutek padanya, tapi karena keramahan dan kebaikan hatinya, aku jadi luluh dan mulai akrab dengannya. Ia benar-benar sosok eonnie yang pengertian pada dongsaengnya.

Eonnie hampir tiap hari menceritakan tentang namjachingu-nya padaku. Tapi ia tidak menyebutkan namanya, hanya dengan panggilan oppa. Hingga akhirnya eonnie mengaku padaku bahwa dia hamil, ia menyuruhku untuk merahasiakan ini pada eomma dan appa. Aku hanya menurut padanya. Tak kusangka ia malah menggugurkannya. Dan yang membuat eonnie menderita, aku tak habis pikir bagaimana bisa Yoo…

“Raekyung-ah, katamu Yoora akan kembali hari ini. Tapi dimana dia?” appa tiba-tiba datang dan membuyarkan lamunanku. Apa aku harus jujur pada appa tentang masalah sebenarnya? Tapi itu akan membahayakan eonnie, takut appa tidak akan menerimanya lagi nanto.

“Tadi eonnie menelepon, ia baru pulang besok. Dia sibuk sekali, biarkanlah eonnie dengan dunianya appa.” jawabku sambil menundukkan kepala.

“Masa menginap dirumah teman sampai 3 hari? Yang benar saja! Merepotkan temannya dia nanti.” yah, appa, banyak kale yang nginep dirumah temennya 3 hari, lebih malah! Appa mengetikkan sesuatu di ponselnya lalu menempelkan ponselnya ke telinga, mungkin appa ingin menelepon eonnie.

“Percuma, appa. Ponsel eonniedimatikan.” seruku setelah appa mencoba beberapa kali. Beliau mendesah, lalu pergi.

+ + +

Yoora POV

Aku diam terpaku diruangan itu. Ruangan yang gelap,hanya ada satu pintu dan jendele. Jendelanya pun hanya bisa dibuka gordennya. Sebuah baki berisi sepiring nasi dan lauknya serta segelas air putih kubiarkan tetap disamping pintu. Aku hanya duduk diam di lantai yang berdebu itu. Sesak, aku hampir tidak bisa bernafas karena kehabisan udara.

Aku dikurung disini. Dikurung oleh saudara kandungku sendiri, oppa-ku, Kim Yoonjae. Saat appa dan eomma bercerai, aku ikut eomma, tapi appa tidak mau mengasuh Yoonjae oppa yang katanya selalu menyusahkan. Oppa pernah tawuran sampai ditahan di penjara, pernah dikeluarkan dari sekolah, di skors, hingga memakai obat terlarang.

Tapi oppa sangat berbeda jika dihadapanku. Ramah, lembut, pengertian, cerdas, humoris. Bagiku dia adalah oppa yang paling perfect dari oppa-oppa yang pernah ada. Entah mengapa oppa bisa sebandel itu jika bukan dihadapanku.

~Yoora Flashback~

“Kau tahu?”

“Wae?”

“Aku menyayangimu lebih dari sekadar dongsaeng.”

“Maksud oppa?”

“Neomu saranghae, Yoora-ah. Sebagai seorang yeoja, bukan dongsaeng.”

~Yoora Flashback End~

Karena saat itu aku merasa kehilangan cinta Kibum, diam-diam aku menjalanaihubungan dengan oppa. Hingga saat itu kita mabuk. Dan kita melakukan apa yang seharusnya tidak kita lakukan. Beginilah jadinya, aku hamil.

KRIEET…

“Saengie…” aku tersentak, Yoonjae oppa tiba-tiba datang Aku langsung mundur. Yoonjae oppa tertawa melihat tingkahku. “Yoora-ah.., ga ada yang perlu kamu takutkan. Aku oppa-mu.”

“Oppaku bukan seperti ini!” bantahku keras, “Oppaku baik, tidak seperti kau!” perlahan aku mulai menangis.

Oppa mendekat kearahku lalu duduk didepanku. Ia mengangkat daguku lalu berkata, “Saengie, mianhae..” ia menunduk. “Mian karena sudah membuatmu hamil, mian juga karena aku sudah meninggalkanmu, dan mian sudah membawamu kesini. Aku akan menebus kesalahanku.”

“Kenapa oppa jadi seperti ini? Dulu oppa kuat, tampan, tapi sekarang apa? Kenapa oppa langsung membawaku kesini saat mendengar aku menggugurkan kandunganku? Memangnya oppa mau menerima bayi itu?”

~Yoora Flashback~

Jam 9 malam, pintu rumah diketuk. Saat aku membukanya, muncul sosok yang paling kubenci tapi juga paling kusayangi. Ia tersenyum padaku, manis sekali.

“Annyeong, Yoora-ah…”

“Yoonjae oppa..” ia tersenyum lagi. Tubuhnya dibalut kaos putih dan cardigan hitam dengan gambaran-gambaran biru. Ia memakai kacamata frame putih, inilah oppa-ku yang paling tampan.

“Ini.” ia memberikan seikat mawar padaku.

“Gomawo, oppa.”

“Haha, apa sih yang enggak buat calon istriku!”

“Mwo? Calon istri?” bunga yang kupegang jatuh begitu saja, oppa langsung menatapku heran.

“Em, aku kesini untuk menjemputmu.”

“Menjemputku? Memangnya kita mau kemana, oppa?” tanyaku heran, aku benar-benar bingung!

“Kita tidak mungkin minta izin pada eomma dan appa untuk menikah, lebih baik kita pergi keluar negeri lalu menikah disana.” jawabnya bersemangat, jadi dia sudah merencanakan ini?

“Karena apa oppa ingin menikah denganku?” tanyaku masih kebingungan, oppa tersenyum padaku dan membelai rambutku.

“Karena oppa mencintaimu dan…” ia diam sejenak, “bayi itu harus mempunyai appa.”

“Mianhae, oppa. Aku tidak bisa.”

“Wae?!” oppa sepertinya sangat kecewa padaku. Aku menunduk, takut untuk mengakui hal ini pada oppa.

“Aku sudah menggugurkannya dan.. aku yakin aku mencintai oppa bukan sebagai namja, tapi sebagai oppa kandungku.” tiba-tiba tanganku terasa ditarik, oppa menarikku keluar dari rumah. “Oppa, lepaskan!” oppa tidak menghiraukanku. “Setidaknya kita tinggalkan pesan dulu untuk eomma, nanti beliau mencariku!”

“Tidak perlu.” wajah oppa seram, suaranya pun dingin sekali.

“Oppa!”

~Yoora Flashback End~

“Aku selalu menerima kenyataan. Tapi, aku tidak bisa terima kalau kau berbuat seperti itu.”

“Oppa kita saudara kandung! Ini tidak boleh diteruskan, aku mau pulang!” aku bangkit dan melangkah kearah pintu, namun oppa menahan kakiku sehingga aku terjatuh.

“Jika anak kita mati, kita harus menemaninya di surga.” Yoonjae oppa merogoh sakunya, ia mengeluarkan benda yang berkilauan. Omo, itu…pisau lipat. “Kau tak ingin kan anak kita menangis sendirian disana?”

“Oppa, apa yang akan kau lakukan..,” kini aku benar-benar ketakutan. Oppa mau bunuh diri atau membunuhku atau mau bunuh diri dan membunuhku? Ya tuhaaan, kumohon cepat kembalikan Yoonjae oppa yang berperi kemanusiaan, usir Yoonjae oppa yang sudah menjadi iblis ini.

“Mungkin besok. Jadi nikmatilah hidupmu.” oppa melipat pisaunya lalu pergi dari ruangan itu.

+ + +

Kibum POV

Aku melangkah ke parkiran mobil di kampusku. Aku menemukan mobil silver yang tidak asing dimataku. Saat aku hendak membuka pintu, sebuah teriakan terdengar, “KIM KIBUM!” aku menoleh, Raekyung berjalan menghampiriku. Omo, apakah dia akan memarahiku karena sampai sekarang aku masih belum menemukan Yoora? Tapi aku sudah menyewa dua detektif untuk mencarinya. Raekyung-ah, aku masih punya hati!

“Raekyung-ah!” aku melambaikan tangan padanya. Ia malah memasang tampang semasam mungkin dihadapanku.

“Kapan kau akan mencari eonnie?” tanyanya dingin.

“Aku sedang mencarinya.”

“Jalan-jalan bersama teman-temanmu apakah itu bisa disebut mencari!?” Raekyung berteriak, aku tertegun.

“Raekyung-ah, itu…”

“Main basket dengan wajah ceria apakah itu bisa disebut mencari juga?”

“Memangnya kenapa?! Hak-ku dong menikmati hidup, kenapa aku harus hidup hanya untuk mencari Yoora?” emosiku terpancing.

“Yoora eonnie belum kembali sampai sekarang! Kenapa kau tidak pernah peduli?!”

“Aku juga sedang mencarinya! Jangan salah sangka dulu, kau belum tahu apa yang aku lakukan untuk mencari Yoora!”

“Apa?! Usaha apa yang kamu keluarkan?! Gak ada sama sekali, NAMJA PAYAH!”

We wanna go rocka, rocka, rocka, rocka, rocka, rock
So fantastic
Go rocka, rocka, rocka, rocka, rocka, rock
So elastic
Fantastic, fantastic, fantastic, fantastic
Elastic, elastic, elastic, elastic

Aku menahan mulutku untuk mengeluarkan kalimat yang sudah kupersiapkan. Raekyung merogoh saku mantelnya lalu menjawab telepon itu.

“Yeoboseyo?” tanpa terkendali aku berteriak sekencang-kencangnya meluapkan emosiku, Raekyung tersentak.

“AAARRRGGGGHHHH!!!!!!!!”

Raekyung POV

“AAARRRGGGGHHHH!!!!!!!!” aku terlompat, Kibum berteriak kesal dihadapanku.

“Annyeong, dongsaeng-ah…” terdengar suara seorang namja dari ponselku.

“Siapa ya?”

“Kim Yoonjae,” aku tersentak sekali lagi, Kim Yoonjae? Yoonjae oppa yang sudah membuat Yoora eonnie hamil?

“Oppa…” suaraku melembut.

“Apa kabar?”

“Baik. Oppa bagaimana?”

“Emm, aku hanya mengatakan ini sekali jadi dengarkan baik-baik.” aku mengangguk walaupun oppa tidak bisa melihatku. “Keadaanku sudah terdesak, sebentar lagi nyawaku mungkin melayang. Tapi, aku tidak ingin sendirian mengurus baby-ku di surga, aku mengajak seseorang…”

“Jangan bilang kalau orang itu….” kalimatku tak kulanjutkan.

“Yeah, yeoja dongsaeng-ku, Kim Yoora.”

“Oppa! Jangan! Apa yang oppa lakukan?!”

“Tunggu besok, pasti ada beritanya di ponselmu bahwa aku dan Yoora sudah mati. Coba kalau bisa selamatkan Yoora.”

“Oppa dimana?! Oppa harus beritahu aku!”

“K.J. Home Sweet Home.” K.J. ?

“Oppa!” percuma, telepon terputus. Aku menoleh kearah Kibum yang ternyata sudah ada didalam mobilnya dan bersiap untuk pergi. Aku langsung menghadangnya.

“Kibum!! Berhenti!!” seruku sambil merentangkan tangan didepan mobil Kibum.

“Minggir!” teriak Kibum kasar. Aku menurunkan tanganku tapi aku tidak beranjak dari depan mobil Kibum. Berkali-kali dia membunyikan klakson. Pokoknya aku pengen Kibum turun!

Akhirnya Kibum turun juga, ia membanting pintu lalu berjalan kearahku dengan wajah merah padam. Sepertinya Kibum marah besar. “Kenapa sih?! Masih pengen bentak-bentak aku? Nyuruh aku cari Yoora sampe dapet hari ini gitu!?”

Kibum POV

Benar-benar yeoja yang menyebalkan. Ia hanya diam saat aku nyerocos didepannya. Apakah dia sudah sadar? Merasa bersalah? Baguslah!

“Hiks….” aku berhenti nyerocos, Raekyung menangis. MENANGIS!? Gawat!

“Raekyung…” aku terpaku, Raekyung menangis, ia menutup wajahnya. Aku jadi merasa bersalah, kupegang bahunya, mengguncang-guncangkannya sedikit.

“Mianhaeyo, Kibum-ah…” tutur Raekyung disela tangisnya.

“Salah, seharusnya aku yang minta maaf.”

“Eonnie dalam bahaya…”

“Mwo?”

+ + +

Kami hanya mengelilingi kota Seoul tanpa arah tujuan. Detektif yang kusewa masih mencari-cari siapa yang berinisial K.J. itu. Raekyung sendiri berusaha mencarinya.

Dimobil, Raekyung duduk disampingku. Kakinya naik ke kursi dan ia sibuk mencoret-coret sesuatu di bukunya. “Kalo eonnie Kim Yoora, ga mungkin! Oppa Kim Yoonjae, bukan juga. Kamu…” Raekyung menoleh padaku. “Lebih gak mungkin lagi.” ia melanjutkan celotehannya.

Kalo home sweet home, berarti rumah. K.J. itu siapa sih? Coba telusuri keluarga Yoora.

Kim Yoora, Kim Yoonjae, Shin Raekyung, Ma Heena (eomma Yoora), Kim Jang….Hee ? (appa yoora)

CKIIIITTTTTTTTTT!!!!!!!

Refleks aku mengerem mobilku. Klakson-klakson saling berteriak memaki. Kim Janghee? Appa Yoora? Berarti itu dirumah Yoonjae juga, rumah baru appa Yoora saat eomma dan appa Yoora cerai.

“Kyungie, appa Yoora!” seruku girang. Raekyung masih bingung.

“Appa Yoora eonnie namanya siapa?” tanya Raekyung polos.

“Kim Janghee.”

“Mwo!?” Raekyung menjerit-jerit senang. Setelah itu aku baru sadar kalau aku tidak tahu dimana rumah itu berada.

“Kyungie, kau tahu rumahnya dimana?” tanyaku datar. Semoga dia jawab iya.

“Tidak.” BLAAARRRR!!!! Seakan ada petir yang menyambar kita, dasar BABO!!!!

+ + +

Yoora POV

Cit Cit Cit…

Aku terbangun karena nyanyian burung yang berada di depan jendela. Ia seakan membangunkanku untuk menghadapi mimpi buruk. Hari ini, oppa akan bunuh diri dan akan membunuhku. Aku pasrah, sudahlah kalau memang aku harus mati. Kuharap ini bisa menebus kesalahanku pada bayi yang sudah kugugurkan dan juga kesalahanku pada Raekyung dan Kibum.

Sepertinya aku telat tidur, jadinya aku bangun saat matahari sudah berada diatas. Aku mencoba duduk, tapi tubuhku terasa pegal sekali! Omo, ternyata aku tidur dilantai! Yoora-ah, kenapa kau tidur dilantai? Kan ada kasur!

Aku bangkit lalu melangkah menuju jendela berada. Burung itu masih menari-nari disana, aku tersenyum lalu mengetuk jendela dengan jari telunjukku. Dan burung itupun pergi meninggalkanku.

Aku menikmati pemandangan siang itu lewat jendela ini. Dibawah, terlihat banyak kendaraan hilir-mudik memadati jalanan. Pandanganku beralih ke langit. Langit itu begitu biru tanpa awan satu pun. Sinar matahari yang terik itu hampir membutakan mataku. Aku menunduk, agar mataku tidak bertatapan dengan sinar matahari lagi.

Tok Tok Tok

Aku menoleh, perlahan pintu terbuka dan muncul Yoonjae oppa yang membawa sebuah tart anggur yang kelihatannya sangat lezat. Tiba-tiba perutku terasa lapar. Dia tidak hanya membawa tart itu, dia juga membawa kantong plastik yang entah apa isinya.

“Mau?” tanyanya sambil mengangkat tart dan kantong plastik itu, aku mengangguk sambil menggigit bibir bawahku, untuk menahan lapar.
Yoonjae oppa duduk dilantai diikuti olehku, lalu ia langsung memberikan sendok padaku. “Makan saja langsung.” aku mengangguk lalu memotong tart itu dengan sendok.

Aku hampir memakan seperempat tart itu, tapi Yoonjae oppa tidak makan sama sekali. Ia hanya melihatku makan. Setelah sadar, aku meletakkan sendokku lalu menunduk. Ia malah tertawa. “Hahahha, makan saya, Yoora-ah! Aku tahu kau pasti lapar.” ia menyodorkan sendokku. Sebelum aku menerimanya, aku mengambil sendok Yoonjae oppa lalu menyodorkan sendok itu padanya, kami tertawa bersamaan dan akhirnya kami bertukar sendok.

Oppa mengeluarkan isi kantong plastik yang dibawanya tadi. Dua kaleng Pepsi Twist dan sebungkus keripik kentang. Hah? What are you doing, oppa?

“Aku ingin merayakan pesta kematian kita dulu sebelum kita mati.” DEG! Aku merinding melihat Yoonjae oppa mengatakan kalimat itu sambil tersenyum. Ia membukakan kaleng Pepsi-ku lalu menggesernya hingga dekat dengan lututku. “Ini.”

“Oppa, apa kau serius?”

“Seorang Yoonjae tidak pernah bebohong, Yoora-ah.”

“Tapi, oppa….” Yoonjae oppa mengelus kepalaku lembut.

“I’ll promise I will protect you,” serunya sambil terus tersenyum. Keadaannya hari ini lebih rapih dibandingkan kemarin. Kemeja hitam dibalut blazer abu-abu yang tidak dikancing. Black jeans dan syal abu-abu. Dia paling suka warna hitam, abu, dan putih. Jadi hampir setiap pakaiannya berwarna itu-itu saja. Tapi ia memang cocok dengan warna-warna itu.

Rambutnya pun disisir rapi tidak seperti kemarin. Kemarin berantakaaaannn sekali. Aku benar-benar ngeri melihatnya kemarin. Apa hari ini, ia berpakaian rapih karena ingin mati?

Seakan oppa bisa membaca pikiranku, ia berkata, “Aku pakai baju hitam, turut berduka cita atas kematianku yang tidak lama lagi.” ia meneguk Pepsi-nya sampai habis, lalu ia mengeluarkan benda lagi dari kantong plastik. Pisau lipat yang kemarin dan sebuah pisau dapur.

“Kau pilih yang mana?” tanyanya setelah menjejerkan kedua pisau itu.

“Oppa…”

“Ya sudah.” Yoonjae oppa mengambil pisau lipat lalu membukanya. Ia seakan memamerkan cara bunuh dirinya padaku. Ia mulai menggoreskan mata pisau itu di urat nadinya. Darah segar mengucur dari tangan kiringnya.

“Oppa! Hentikan!” aku menarik tangannya menjauh dari pisau itu. Ia diam sejenak menatapku.

“Aku tidak akan memaksamu. Semoga Kibum bisa selalu disisimu dan membuatmu bahagia. Aku akan bahagia bersama anak kita jika kamu juga bahagia.” ia masih memiliki tenaga untuk mengatakan itu, aku menangis didepannya.

“Oppa…jangan pergi…” ucapku disela tangis.

Oppa tersenyum, “Neomu saranghae, Yoora-ah…” ia terus menatapku. Tiba-tiba ia menancapkan pisau itu tepat ke jantungnya. Ia langsung muntah darah.

“OPPA!!”

BRUKKK!!!

Author POV

Setelah dapat informasi dari sang detektif, Kibum langsung pergi ke alamat yang dimaksud. Tanpa mengetuk, dia langsung membuka pintunya dan langsung berlari ke lantai atas.

Sebuah pintu yang tertutup rapat, Kibum tergerak untuk membukanya. Saat ia membuka pintu itu, ia mendapati Yoora memeluk Yoonjae yang berlumuran darah. Kibum mendekati Yoora lalu memeluknya dari belakang.

“Oppaa…..” tangis Yoora makin keras.

“Jangan takut, ia selalu ada untukmu.” bisik Kibum tepat ditelinga Yoora.

Suasana itu membuat Raekyung ikut menangis. Yoonjae sudah tidak bernyawa. Dan setengah jam kemudian, polisi datang.

+ + +

Yoora meletakkan bunga mawar di samping nisan Yoonjae. “Tenanglah…” tutur Kibum lembut.

“Oppa…na do saranghae…” Yoora tersenyum. Setelah itu ia meninggalkan komplek pemakaman bersama Kibum. Kibum merangkul bahunya, terkadang mereka berhenti sebentar lalu berpelukan. Kibum merasa ia harus bertanggungjawab. Karena dia juga kejadian ini terjadi. Ia tidak akan menyia-nyiakan Yoora lagi. Sampai mati…

The End ^^

Rame gak rame gak rame gak????? Komen yaahh, buat yang ga ngerti mianhae, aku juga ga ngerti ma critaku sendiri.
Aku udah ngebet pengen nulis yang Kiseop!!!! Soalnya yang Kiseop itu waaahhhh……..ntar aja baca sndiri ya! (readers: author bikin penasaran nihh!!!)

Advertisements

3 responses to “U-Kiss Series [Kibum – Part 3 end]

  1. kiseop?? b2st??
    wua…..penasaran, yup! yup! i know him

    oke…bahas FF ini
    jadi, akhirnya yoora sama kibum-kan??
    em…nth kenapa aku mrsa kibum tuh tdk tll mencintai yoora?
    bgtu juga dg yoora yg-lbh suka sama yoonjae
    ngmg2 soal yoonjae, sapa y? artis or cuman fiction?

    sadis rr!! masa matiiii, iiihhhhhhh
    so, bgmn dg raekyung? ini namanya y?? haha.lupa!!

    oke, dinikmatin az d biar rame, wkwww

    • ituu kiseop u-kiss kalo b2st yoseob hehhe

      yoora mah akhirnya ma kibum
      aku juga bingung nih, ceritaku maksudnya apa? *author macam apa kau!?
      yoonjae bikinan, hehehehe

      raekyung melepaskan kibum untuk eonnie-nya …

  2. wua….salah total!!! kirain sih u-seop
    mian…aku g gt mengenal nama2 mereka, cuman kenal ditampang az
    hwkkkkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s