Saranghaeyo Nae Dongsaeng!

Genre : Romance

Length: Oneshoot

Cast:

  • Yesung Super Junior
  • Kim Richan
  • Kim Heerin
  • Kim Jonghyun
  • Geulrin, Minhyo, Minyoung, etc.

Richan poV-

Aku, Kim Jong woon atau yang lebih dikenal dengan Yesung, dan Kim Jongjin adalah 3 bersaudara. Aku adalah perempuan satu-satunya di keluarga ini, ah~ dengan eomma juga tentunya!

Aku menyayangi semua keluargaku walau tak pernah menunjukannya pada mereka. Tapi
jujur saja diantara kedua oppaku, aku lebih dekat dengan Yesung oppa daripada Jongjin oppa, entah kenapa? Padahal umurku dengannya terpaut 10 tahun sekarang,
Dia juga memiliki sifat yang 360derajat berbeda denganku!

Hmm.. Mungkin karena  aku jarang bertemu dengan Jongjin oppa yang sekarang lebih sering berada di China daripada Korea, membantu appa menjalankan bisnis barunya.

Sedangkan aku, eomma dan Yesung oppa berada di Korea. Yah~ walaupun Yesung oppa lebih sering berada di Seoul daripada disini, menjalankan pekerjaannya menjadi sebuah member boyband terkenal di Korea, Super Junior.

Ah.. Boleh dibilang jika aku akan lebih rindu dengan Yesung oppa daripada Jongjin oppa jika kami bertiga sedang tidak bersama. Walaupun dia sangat menyebalkan dengan sikap lebay dan over protektif nya itu, aku sangat menyayanginya..

Yesung poV-

“Eomma, aku rindu sekali padamu!” aku memeluk eomma setelah sudah hampir beberapa bulan aku berada di Seoul dan tak pernah pulang ke cheonahn.

“Ah Jongwoon, kau tambah tampan saja” pujinya sambil mengelus kepalaku.

“Tentu saja eomma! Aku kan semakin tampan setiap waktu” Kusunggingkan senyum kemenangan pada eommaku, membuatnya menoyor kepalaku. Aish!~ aku kangen juga ditoyor seperti ini.

“Richan belum pulang eomma?” tanyaku seraya merebahkan tubuh ke kursi goyang tua milik halaboji.

“Paling sebentar lagi. Kau sudah kangen dengan dongsaeng mu ya?” sindir eomma sambil mencubit tanganku yang sudah lebih berotot sekarang.

“Anhiyoo!” balasku mengeluarkan suara bariton milikku yang indah.
*narsis amat*

Anhiyoo! Sebenarnya aku kangen sekali dengannya, sudah beberapa bulan lebih aku tak melihat wajahnya secara langsung. Biasanya kami hanya sms-an atau saling menelepon, tapi tetap saja itu tidak bisa membuat rasa rinduku padanya hilang!

“Aku pulang” suara lembut seseorang terdengar dari arah pintu.
Tapi dia berjalan dengan lemas dan menutup matanya.
Ia mencium tangan eomma yang menyambutnya di depan pintu, lalu berjalan ke arah kamar tidur tanpa melihat keberadaanku.

“Aku capek eomma, aku mau langsung tidur” Ujarnya sambil menutup pintu kamarnya. Ada apa dengan anak itu?
Aku menoleh ke arah eomma dengan muka penuh tanya, sementara ia hanya menggeleng tak mengerti sepertiku.

“Eomma mau masak makan malam dulu, kau beristirahatlah dulu~ perjalanan dari Seoul kemari pasti cukup melelahkan” perintahnya padaku, sementara aku hanya mengangguk malas menuju kamar tidurku.

Hmm.. aku sedang tidak mood untuk tidur, lebih baik aku nonton tv saja! Aku bangun dari tempat tidur dan pergi menuju ruang tengah.

“Eommaaa~”

“Ne Jongwoon.ah?”

“Bagaimana little sweet potato? Apa ia baik-baik saja?”

Aku berteriak ke arah dapur yang memang tidak seberapa jauh dengan ruang tengah, menanyakan keadaan kura-kura yang kutinggal disini. Walaupun aku jauh dari little sweet potato *elah ribet banget* aku tetap menyayanginya seperti ddangkoma dan semua kura-kura ku di dorm.

“Tenanglah, Richan merawatnya dengan baik” balas eomma membuatku lega. Dongsaeng kesayanganku itu memang bisa diandalkan, yah~ walaupun ia terkadang menyebalkan juga!

Aku memindah channel tv ku ke reality show yang dibawakan oleh Kang Hodong.
“HUAHAHA” aku tertawa terbahak-bahak setiap kali melihatnya melawak!

*author: padahal kaga’ ada yang lucu*

Setelah jeda iklan, tatapanku berhenti di sebuah kamar yang berada di samping ruangan tengah.
Aku ingat sekarang! Jika ia langsung tidur seperti itu, pasti ia sedang ada masalah yang membuatnya stress.
Richan.ah~ kau tidak berubah! Selalu menyimpan masalahmu sendiri.

Kuputuskan untuk melihatnya sebentar, lagipula aku juga ingin melihat wajahnya setelah beberapa bulan tidak pulang.

Aku membuka pintu kamarnya yang tidak terkunci. Kulihat seseorang yang sedang tidur pulas dengan muka polosnya.

“Bogoshipo-yo nae dongsaeng” Aku mengecup bibirnya lembut lalu mengelus rambutnya yang semakin panjang.

Aku pun segera keluar, tak ingin membangunkan tidurnya.

18.30 KST

“Yeee! aku rindu sekali dengan masakanmu eomma!” aku bersorak gembira menatap makanan yang dihidangkan di meja.
Umma tersenyum dan duduk di sebelahku.

“Emm, eomma? Aku ingin tanya, Richan kenapa tadi?” tanyaku sambil mengunyah ikan bakar yang sekarang penuh di mulutku.

“Mungkin dia sedang bermasalah dengan organisasi yang baru ia ikuti”

“Uhmm, ne ne” aku mengangguk setuju, daridulu memang ia tak pernah cocok dan bertahan lama di sebuah organisasi. Dia anak yang sensitif sekali.

“Satu lagi ! Apa dia sudah memiliki namja?”

“Ne, ia pernah memperkenalkan namjanya pada eomma, namanya Hwang Taekyung” Jawaban eomma tadi membuatku tersendak dan batuk. Seketika itu juga wajahku muram dan marah.

“Hooahm! Wah eomma masak ikan bakar!” Richan yang telah bangun dari tidurnya dan tiba-tiba sudah ada di meja makan.

“Hey hey! Mandi dulu sana baru makan!” teriakku padanya seraya memukul tangannya yang akan mengambil makanan di meja.

“Oppa? Kau pulang? Bukannya kau sedang ada SS3? Dan sebentar lagi SMTown Concert kan? Kenapa ada disini?”

“Hyaa~ Richan.ah! Satu-satu lah kalau bertanya”

“Ah okee, jelaskan padaku nanti ya? Aku mau mandi dulu”

“Cepat mandi sana!” seruku sambil melempar handuk yang dibawa eomma ke arahnya.
Ia mengerutkan muka dan berlari ke kamar mandi, sementara Eomma tertawa melihat tingkah kami berdua.

19.00 KST

Setelah selesai makan malam, aku kembali ke ruang tengah dan melanjutkan acara menonton tv yang sempat terganggu.

“Yesung oppa! Sekarang jawab pertanyaanku yang tadi” Richan tiba-tiba datang mengagetkanku lalu duduk di sebelahku.

“Manajer memberikan libur 3 hari pada kami semua setelah SS3 Seoul kemarin. Soal SMTown concert, ya tentu saja setelah liburan
Aku dan yang lain akan latihan lagi”

“Emm, ne ne” ia mengangguk mengerti sambil memainkan handphonenya.
Sementara aku sibuk dengan acara reality show di tv.

“Richan.ah?”

“Hmm?”

“Siapa Hwang Taekyung itu? Namjamu?”

“Darimana oppa tau? Ne, dia namja baruku”

“Kya~ Richan.ah! Kenapa kau tidak bilang padaku? Dan kenapa kau harus punya namja?”

“Maksud oppa?”

“Emm.. Emm.. maksudku harusnya aku dulu!”

“Haha, kupikir apa! Makanya segeralah cari yeoja? Jangan cuma ngayal dengan Moon Geun yeong!” serunya sambil memukul pundakku. Aish! Bukan itu masalahnya!

“Biarkan saja!” Balasku sambil menjulurkan lidahku. Kurasakan wajahku yang memanas penuh emosi dan amarah. Masalahnya adalah aku tak mau ada namja lain di hatimu selain aku!

Sepertinya ia menyadari raut mukaku yang cemberut dan marah. Sesaat kemudian, ia menidurkan kepalanya di pahaku.
“Bagiku oppa tetap yang nomor satu di hatiku” ia tersenyum ke arahku. Kata-katanya tadi membuat hatiku bergetar.

Aku mengacak-acak mukanya sambil terkekeh.

“Oiya, Richan.ah~ kau bersiap-siaplah. Besok kita semua akan ke Seoul”

“Waeyo?”

“Kim ahjjuma sedang masuk rumah sakit, dia meminta tolong pada eomma dan kau agar mau menjaga ketiga anaknya. Kau tau kan jika ahjjusi sedang dinas di Prancis, lagipula sebentar lagi kau libur kan?”

“Oh begitu! ne ne, aku akan bersiap-siap dulu” Ia berdiri lalu bergegas ke kamarnya. Aku senang sekali eomma dan Richan akan berada di Seoul untuk beberapa lama, jadi aku tidak perlu pergi jauh jika sedang kangen dengan mereka.

-Keesokan harinya-

“Richan.ah~ cepatlah sedikit!” teriakku padanya karena aku dan eomma sudah menunggunya di taxi dari tadi.

“Ne ne, sabar” Akhirnya ia keluar. Kami berangkat ke Seoul pagi ini juga.
Hanya butuh waktu sejam dari Cheonahn ke Seoul.

Setibanya kami di Incheon, aku langsung memesan taxi agar kami cepat sampai di rumah Ahjjuma, mengingat kondisi eomma yang kurang baik setiap naik pesawat.

Richan poV-

Yesung oppa memesan kan sebuah taxi untuk kami.
Tidak ada yang berubah dari kota ini ! Tetap ramai dan indah sejak setahun terakhir aku kemari.

Sementara Yesung oppa masih sibuk berselca dengan eomma di belakang, aku sibuk dengan buku di tanganku. As usual, buku adalah teman terbaikku dimanapun dan kapanpun.

“Richan.ah~ kau tidak mau ikut berfoto bersamaku dan eomma?”

“Anhi!” tolakku keras.

“Kau ini aneh sekali”

“Ah Jongwoon~ kau itu juga aneh” sahut eomma membuatku terkekeh senang, sementara oppaku memasang muka cemberutnya.
Haha! Sudah lama aku tak melihat wajahnya yang seperti itu.

Setelah kurang lebih setengah jam kami mengendarai taxi, akhirnya kami tiba di sebuah rumah besar bernuansa tradisional. Rumah kim ahjjuma masih sama, tetap indah dan menawan.

Satu-persatu aku dan Yesung oppa menurunkan koper-koper dari garasi mobil masuk ke rumah.

“Ahjjumaa! Ahjjusi! Richan onnie!” sebuah suara cempreng dari arah  rumah mengagetkan kami semua.
Geulrin, anak Kim ahjjuma yang paling kecil menyambut kami dengan muka sumringah.

“Wah, Geulrin sudah besar sekarang! Dimana onnie onnie mu sayang?” tanya Eomma seraya menggandeng tangan anak perempuan imut yang berumur 7 tahun ini.

“Mereka ada di dalam, ayo masuk ahjjuma” tariknya begitu bersemangat. Dia memang anak yang begitu ceria.

Aku dan Yesung oppa pun menyusul eomma dan Geulrin masuk ke dalam. Meskipun anak-anak kecil ini cuma tinggal bertiga, mereka dapat menjaga rumah dengan baik !

Sementara Yesung oppa dan eomma melihat keadaan rumah, aku duduk di ruang tamu dan kembali membaca bukuku.

“Richan onnie? Yesung ahjjusi tambah cakep yah?” Geulrin yang tiba-tiba duduk di sebelahku kembali menceplos asal.

“Jinjja?”

“Ne, kemarin aku melihatnya di tv. Wah ganteng sekali” jawabnya jujur membuatku tertawa dan mengelus rambutnya. Lucu sekali anak ini !

16.00 KST

Aku, Yesung oppa, Geulrin, Minhyo dan Minyoung sedang berkumpul di ruang tengah sementara eomma memasak makanan di dapur. Eomma memang tak mau dibantu jika untuk urusan dapur.

“Hey, Geulrin.ah~ kenapa kau memanggilku ahjjusi sementara kau memanggil Richan onnie?” Yesung oppa tiba-tiba memecah suasana dengan pertanyaan yang membuatku terkekeh menahan tawa.

“Habis muka ahjjusi seperti ahjjusi ahjjusi” celetuk Minyoung yang daritadi diam membuat Yesung oppa cemberut dan muram. Minyoung, anak kedua dari Kim ahjjuma yang tomboy tapi juga manja, jika sudah berceletuk dia akan membuat sakit hati orang di sekitarnya.

Sementara aku dan Geulrin tertawa terbahak-bahak, dengan muka polosnya Minhyo bertanya “Kalian sedang bicara apa sih?”

“Dasar unnie babo!” seru Minyoung dan Geulrin bersamaan. Aku dan Yesung oppa pun hanya bisa tertawa melihat kelakuan mereka.

“Hmm.. Apa kalian mau beli eskrim? Ayo kita pergi keluar” ajakku pada ketiga kakak-beradik itu.

“NE!!”

“Tapi unnie yang bayar kan?”

“Ne, Minyoung.ah~”
Tidak lama kemudian aku pun mengajak mereka jalan-jalan setelah berpamitan dengan Yesung oppa dan Eomma.

Karena tidak mengetahui jalanan kota ini dengan baik, mereka bertigalah yang menunjukkan jalan dan toko eskrim padaku.
Hari masih sore, sementara sepupu-sepupu kecilku masih memakan segelas penuh eskrim mereka, aku hanya memperhatikan dan melihat ekspresi lucu mereka yang membuatku senang.

Hari memang selalu indah pada sore dan malam hari di Seoul. Aku memperhatikan keluar jendela restoran, mendapati pemandangan yang tetap sama seperti terakhir aku datang kemari.

Hmm… Aku berharap bisa lama tinggal di kota indah ini bersama eomma, appa, Yesung dan Jongjin oppa nanti.

“Ih ! Apa yang mereka lakukan?” Minhyo yang mulutnya masih penuh dengan eskrim menunju ke arah sebuah toko.

Dua orang yang sedang berpelukan mesra di depan sebuah toko. Tunggu dulu? Orang itu?
Orang itu Hwang Taekyung!

17.30 KST

Yesung poV-

Kuselonjorkan kakiku ke meja dan bersantai di sofa lalu menyalakan tv. Indahnya dunia ! Tapi semuanya hanya berlangsung 3 hari. Setelah itu aku akan kembali ke dorm suju lagi.

Kupindah channel tv dan menonton acara favoritku yang dibawakan oleh Kang Hodong! <— hodong biased*

Hmm.. Sepertinya mereka asyik berjalan-jalan, sekarang sudah hampir jam 6 sore.

BRUAKK

Suara pintu yang terbuka keras mengagetkanku yang sedang menonton tv.

“Waeyo Richan.ah~?” tanyaku pada Richan yang tiba-tiba pulang dengan muka penuh amarah.

“Aku capek! Mau tidur!” balasnya sambil berlalu ke kamar. Dan BRUAKK!
Kudengar suara pintu kamar yang ia banting.

Aku menatap kepergiannya dengan penuh tanda tanya. Pasti ada masalah lagi !
Aku segera pergi ke arah Geulrin, Minyoung, dan Minhyo yang datang belakangan.

“Ada apa dengan Richan?”

“Molla~ aku hanya menunjuk ke arah dua orang yang sedang berpelukan” balas Minhyo.

“Lalu tiba-tiba Richan unnie pergi dan menghampirinya” terus Minyoung membuatku bingung.

“Dan kemudian memukul laki-laki itu! PLAKK!” sambung Geulrin sambil memperagakan gerakannya menampar mukaku.
Aish~!

“Siapa nama laki-laki itu?”

“Hwang Taekyung!” seru mereka bertiga sangat kompak.
Jadi, Pria sialan itu yang membuatnya marah!

KLEKK

Aku melihat ke arah seseorang yang berjalan ke belakang.
Kenapa dia bangun? Ah~ apakah masalahnya begitu berat hingga membuatnya tidak bisa tidur?

Aku mengikutinya ke belakang rumah. Karena Rumah Kim ahjjuma yang terletak di dataran tinggi, membuat taman belakangnya seperti bukit di atas kota. Pemandangan indah dapat terlihat jelas dari sini.

Aku berjalan ke arahnya yang sedang duduk menatap pemandangan di bawah, lalu duduk di sebelah.

“Richan.ah gwenchana-yo” tanyaku begitu cemas. Tapi ia tak menjawab pertanyaanku, ia hanya tersenyum dan menatap lurus ke depan.

“Oppa benar!  Aku memang tidak seharusnya berpacaran dulu. Mereka semua jahat kepadaku”

“Berani sekali dia menyakitimu, akan kuhajar dia!”

“Andwae oppa~! Aku sudah memukulnya. Aku tak ingin dia menghajarmu oppa” Ia menatapku dengan kedua matanya yang bening.

Aku mengelus kepalanya dan tersenyum ke arahnya.
Beberapa detik kemudian, dongsaeng manjaku ini meletakkan kepalanya di bahuku.
Aku merasakan hatiku bergetar ketika ia berada di dekatku sekarang. Rasanya nyaman sekali melihat ia sedekat ini.

Kurasakan hari semakin malam dan langit semakin gelap. Meski begitu, tempat kami duduk sekarang tetap terang dan hangat. Richan masih terus menyadarkan kepalanya di pundakku, aku yakin jika ia mengantuk sekarang. Dongsaengku selalu begitu jika sedang banyak masalah.

“Oppa?” suaranya terdengar lirih dan lelah.

“Ne?”

“Aku tidak mau kau punya yeojachingu” Ia berkata semakin pelan sambil menguap. Aku yakin pasti ia sudah tertidur sekarang.
“Aku tidak mau punya yeojachingu, dan mungkin tidak akan pernah, karena aku hanya mencintaimu” balasku setelah yakin jika ia memang sudah tertidur lelap.
Aku tidak tau perasaan apa yang melandaku sekarang, dan entah sejak kapan aku mulai merasakannya. Aku ingin selalu melindungi dongsaengku, menjaganya, menemaninya dan aku ingin jika hanya ada aku di hatinya..

Udara sudah semakin dingin, aku tidak ingin membuatnya sakit dan kedinginan. Aku mengangkat tubuhnya dan menggendongnya di punggungku.
Seandainya saja aku bukan oppa kandungmu!

~~~~~~~

Sudah tiga hari dari hari libur pertamaku. Sekarang saatnya kembali ke dorm, dan meninggalkan mereka berlima. Walau sedikit berat, aku sudah cukup merasa lega karena setidaknya mereka berada satu kota denganku untuk beberapa waktu yang lama.

“Aku berangkat dulu eomma, Geulrin, Minhyo, Minyoung dan Richan.ah”

“Ne, hati-hati oppa” Aku tersenyum menatap Richan yang sudah terlihat gembira sekarang.

~~~~~~~

Richan poV-

Sudah seminggu lebih aku dan eomma berada di Seoul. Aku memang senang sekali berada disini dan bermain bersama ketiga anak yang membuatku tertawa gemas , walau kadang aku merasa bosan karena tak ada Yesung oppa yang bisa kuajak bertengkar.

“Richan.ah~” suara eomma membangunkanku dari lamunan.

“Ne eomma?”

“Kau tolong antarkan ini ke dorm oppamu ya? Dia kemarin telepon dan meminta eomma memasakkan makanan untuknya dan teman-teman yang lain”

“Tapi ini kan masih pagi eomma” balasku malas begitu melihat jam dinding yang masih menunjukkan pukul 5 pagi.

“Justru karena itu! Kau harus mengantarkan ini pagi-pagi, saat sarapan sebelum oppamu latihan. Arasseo?”

“Ara.. Ara.. Aku akan ganti baju dulu dan naik taxi kesana”

Aku pergi ke kamar dan mengganti bajuku dengan malas. Meski aku sedikit kangen pada oppaku, tapi aku malas juga jika harus pergi kesana sepagi ini!

Setelah berpamitan dengan eomma dan ketiga sepupu kecilku, aku segera pergi naik taxi ke alamat dorm yang diberikan Yesung oppa.

Sudah lama juga aku tidak kemari setelah dua tahun lalu! Saat aku sampai di gerbang dorm, satpam dan anggota pengamanan dorm itu menyapaku ramah lalu mempersilahkanku masuk. Hmm.. Sepertinya mereka masih mengingatku sebagai dongsaeng salah satu member Super Junior, Baguslah!

Aku masuk perlahan dan mengetuk pintu dorm di depanku.
“Annyeonghaseo” sapaku sambil mengetuk pintu, aku berharap mereka sudah bangun.

“Annyeonghaseo” sapa seseorang berambut pirang yang membukakan pintu.

“Richan.ah? Dongsaeng Yesung?”

“Ne, Leeteuk oppa. Untunglah kau masih mengingatku”

“Haha tentu saja! Ayo masuk, ada apa kau kemari?”

“Eomma menyuruhku mengantar makanan yang dipesan oppa untuknya dan kalian” balasku sambil menunjukkan dua buah kotak makanan besar.

“Makanan?” Kyuhyun dan Shindong oppa yang semula duduk di kursi ruang tamu datang dan menghampiri kami bersemangat.

“Wah berarti aku tidak perlu masak untuk sarapan pagi ini” ujar seseorang berwajah imut, Ryeowook oppa yang keluar dari arah sebuah kamar.

“Jeongmal gumapsahamnida” seru Siwon dan Sungmin yang sepertinya habis jogging, melihat tubuh mereka yang berkeringat.

“Cheonmaneyo oppa” aku membungkuk ke arah mereka.

“Hmm.. Yesung oppa dimana?”

“Dia masih tidur, sebaiknya kamu bangunkan dia gih” sesosok pria cantik bernama Heechul oppa menunjuk ke arah sebuah kamar dan menyuruhku masuk kesana.

Akupun mengangguk dan pergi ke kamar yang ditunjukkan Heechul oppa tadi.
Kubuka pintu kamar itu perlahan dan melihat seseorang sedang memeluk guling dan menutupi badannya dengan selimut. Aish oppa!

Pertama-tama aku membuka jendela kamar yang tertutup rapat, membuat sinar matahari menerangi kamar ini. Tapi sayangnya oppaku ini tak bergeming dari tidurnya!

Aku membuka selimutnya dan berteriak di telinganya, “Oppa bangunlaah!”
Ia tidak membuka matanya tapi mengeluarkan suara-suara tidak jelas yang menandakan ia sudah setengah sadar sekarang.

Saat akan kembali berteriak, tiba-tiba ia menarik tanganku ke kasur dan memelukku.
“Oppaaa! Bangunlah! Dan lepaskan aku!” teriakku padanya berusaha melepaskan tangannya dari badanku yang didekapnya.

Yesung poV-

“Wookie.ah~ ini masih pagi” balasku setengah sadar pada seseorang yang sekarang kupeluk. Aku biasa melakukan ini pada siapapun yang berani mengganggu tidurku!

“Aissh oppa! Apa kau selalu memeluk setiap orang yang membangunkanmu!” sebuah suara perempuan yang tak asing membuatku sadar dan membuka mataku.

“Richan.ah? Kenapa kau ada disini?”

“Nanti saja bertanya nya, sekarang lepaskan aku dulu” Aku melihat ke tanganku yang sedang memeluk badannya, spontan kulepaskan tanganku dari tubuhnya. Aish babo! Pantas saja terasa berbeda saat aku memeluknya!

“Mianhae Richan.ah~”

“Gwenchana oppa, ayo cepat mandi lalu makan masakan yang dibuat khusus oleh eomma!”

“jinjja? Ah eomma memang baik hati! Ne, aku mandi dulu. Kau jangan mengintip ya?” godaku padanya yang sukses membuat tanganku merah karena cubitannya.

~~~~~

“Kau beruntung sekali memiliki eomma yang pintar masak hyung!” Shindong dan Kyuhyun yang berada di meja makan melahap setiap makanan dengan cepat.

“Hyung, boleh kan jika dongsaengmu untukku?” Eunhyuk yang duduk di seberangku menanyakan hal yang membuatku begitu marah.

“Kau pilih piring atau mangkuk yang melayang ke kepalamu?” seruku dengan nada tinggi ke arahnya. Dari dulu playboy cap monyet ini mengincar adikku, hah! Kau mau bersaing denganku!?

“Richan.ah~ kau tahan sekali punya oppa yang super protektif seperti dia” ia kembali berujar membuatku kesal.

“Tak akan kuserahkan adikku pada playboy cap monyet sepertimu!”

“Bagaimana denganku hyung?” tanya Siwon padaku, Siwon memang tampan, baik, mapan, berkarisma dan taat beragama, tapi..

“ANHI”

“Aneh! Lalu tipe laki-laki yang kau setujui seperti siapa hyung?” tanya Donghae begitu serius.

“Hanya aku yang boleh” ucapku lirih.

“Mwo?”

“Gwenchana” untung mereka tak dengar apa yang kukatakan tadi.
“Untuk saat ini, aku tak mengijinkannya berpacaran dulu”

Jawabku santai sambil mengunyah makanan yang dibuatkan eomma. Sementara kulihat Eunhyuk menatapku bingung, sedangkan Richan terkekeh pelan di sampingku.

~~~~~

“Kau seharusnya tidak perlu mencuci piring kami semua, biarkan saja Shindong, Kyu atau pembantu di dorm ini”

“Ah, gwencana oppa”
jawabnya masih berkutat dengan piring-piring kotor bekas sarapanku dan member Super Junior lain.

“Richan.ah~ kau tidak mau menemaniku latihan pagi ini?”

“Memang ada gunanya?” tanyanya polos ke arahku. Babo! Tentu saja ada! Dengan melihatmu disana, aku akan lebih bersemangat latihan.

“Yah, lumayan untuk membawakan minum dan mengelap keringatku”

“Aish oppa!”
Balasnya dengan muka datar lalu kembali mengelap piring-piring di bak.
Sementara menunggunya aku bermain dengan ddangkoma yang sedang kupegang. Sayangnya, ia masih tidur di balik cangkangnya yang keras.

“Ddangkoma! Kau bujuk Richan gih, agar mau menemaniku! Kau kan teman terbaikku” ucapku yang bermaksud menyindirnya.

“Baik.. Baik.. Aku akan menemanimu oppaku sayang”

“Kau bilang apa tadi? Ulangi lagi !”

“Oppaku yang jelek!” Ia meledekku kemudian kabur keluar dapur.
Huh, padahal baru saja aku senang ia berkata sayang padaku (>.<)

~~~~~

Aku dan kedelepan member Super Juniorpun memulai latihan seperti biasa. Namun, bagiku hari ini sedikit berbeda karena seorang perempuan sedang duduk di seberang dan tersenyum padaku.

Senyuman yang membuatku bersemangat latihan, senyuman yang menenangkanku, senyuman yang membuatku jatuh cinta pada dongsaengku sendiri.

“Kita istirahat dulu sebentar” perintah Leeteuk hyung pada kami. Aku mengangguk dan duduk sambil merentangkan kakiku, seluruh badanku penuh keringat sekarang.

Wookie tiba-tiba datang dan duduk di sebelahku,
“hey hyung! Kau beruntung sekali punya dongsaeng perempuan, seumur-umur aku juga ingin punya dongsaeng”

“Kau kan punya kyu dan ki..bum.. Ah ada henry juga kan?”

“Ne, tapi aku merasa seperti dongsaeng bagi mereka” jawabnya sambil menunjukkan muka cemberut. Aku tertawa seraya memukul pundaknya, ‘seandainya saja Richan adalah dongsaengmu, bukan dongsaengku’

Pembicaraan tadi membuatku ingat pada Richan. Kuedarkan pandanganku ke sudut ruangan mencarinya, pandanganku tertuju di sebuah kursi dimana Eunhyuk sedang duduk bersama Richan.
Aih~ kau mau mendekatinya lagi ? Tak akan kubiarkan!

“Hey monyet pergi sana!” aku yang tiba-tiba datang langsung mengambil posisi duduk di tengah-tengah mereka.
Aku juga mengusir Eunhyuk dari kursi, menyuruhnya menjauh. Kulihat dia sempat mengomel ke arahku, tapi tak kuperhatikan.

“Richan.ah cepat lap keringatku!”

“Tidak mau!”

“Ayo cepat!” perintahku padanya yang masih menolak, akhirnya kupaksa ia membasuh leher dan wajahku yang penuh keringat walaupun tanganku harus ikut memegang handuk di tangannya.

Perlahan-lahan aku melepaskan tanganku dari tangannya membiarkannya melakukan sendiri. Ia membasuh leher dan wajahku lembut, aku terus melihat ke arahnya. Aku semakin ingin memilikinya!

“Yesung.ah~ cepat kembali latihan!” teriak Heechul hyung dengan suara nyaring mengagetkanku. Aduh hyung! Kau mengganggu saja!

~~~~~

Richan poV-

Sementara Yesung oppa latihan, praktis aku tidak punya kegiatan apapun selain melihatinya. Ah oppaku sekarang punya badan yang indah, badan dan wajah yang diimpikan setiap yeoja pada namjanya, begitu juga aku.
Aissh! Apa yang kau bicarakan Richan? Dia itu oppamu sendiri !

Aku menghilangkan pikiran aneh yang tiba-tiba merasukiku. Aku berdiri dan keluar bermaksud pergi ke kamar mandi karena sudah kebelet.

BRUAKK

Aku menabrak seorang pria di depanku, “Mianhae” ujarku pada seorang laki-laki berambut jabrik, tunggu dulu kalau tidak salah dia Jonghyun SHINee kan? Salah satu artis yang berada semanajemen dengan oppa.

“Gwenchana, hmm kau dongsaeng Yesung hyung kan?”

“Ne, darimana kau tau?”

“Yesung hyung sering menceritakanmu pada kami” jawabnya sambil menunjuk empat member SHINee lain yang berada di belakangnya.

“Richan imnida. Hmm permisi oppa, tapi aku harus ke kamar mandi” aku membungkuk dan berpamitan ke arah mereka semua, karena sudah tidak tahan ingin ke kamar mandi!

~~~~~

Aku keluar dari kamar mandi dan bergegas kembali ke ruangan dimana member Super Junior sedang latihan.
Aku berjalan pelan sambil memandang ke bawah, barangkali ada  uang yang bisa kutemukan.

Pandanganku terhenti pada sebuah benda yang berada di lantai.
“Dompet siapa ini?” tanyaku sembari membuka isi dompet tadi, mencari identitas pemilik yang bisa kutemukan.

“Kim Jonghyun” Kubuka sebuah kartu nama yang berada di dalamnya. Oh jadi ini dompet milik Jonghyun oppa!
Kumasukkan kembali kartu nama dan beberapa kartu yang ada disana bergegas mencarinya.

“Onnie, dimana ruang latihan SHINee? Tanyaku pada seorang staff SM yang lewat di depanku.

“Disana!” tunjuknya pada sebuah ruangan yang terletak di ujung.
Aku mengangguk dan berterimakasih padanya.

Sesaat kemudian, aku sudah tiba di depan pintu ruangan itu.
“Annyeonghaseo” kuketuk pintu tadi lalu membukanya perlahan.
Aku melihat lima namja yang sedang latihan, untuk kemudian menghentikannya ketika melihatku.

“Ne? Waeyo Richan.ah?” Jonghyun oppa datang menghampiriku. Aigoo~ dia tampan sekali ! Dan terlihat begitu sexy.
Anhi anhi ! Aku tidak boleh berpikir aneh-aneh.

“Aku hanya ingin mengantar ini, tadi aku menemukannya terjatuh di lantai.”

“Dompetku? Ah jeongmal gomawo Richan.ah” ia tersenyum padaku membuatku kagum melihatnya. Yesung oppa pernah bilang jika dia suka sekali dengan kemampuan vocal Jonghyun oppa.

“Cheonmaneyo oppa, aku permisi dulu” sekali lagi, aku bergegas pergi dan berpamitan pada mereka karena ingin segera kembali ke tempat member Super Junior latihan.

~~~~~~~

17.00 KST

Yesung poV-

Richan sudah pamit pulang sejak  sejam lalu, karena eomma menyuruhnya membantu menjaga tiga sepupu kecil kami.
Latihan hari ini juga sudah selesai agar kami dapat beristirahat sebelum konser digelar.

Aku berjalan bersama Wookie dan Kyuhyun sebelum tiba-tiba seseorang menepuk pundakku.

“Annyeong hyung” sapa Jonghyun yang datang dari belakang.

“Annyeong, habis latihan?”

“Ne hyung, ah iya~ aku mau tanya sesuatu”

“Mwo?”

“Dongsaengmu cantik hyung, dia juga baik. Hmm aku berharap bisa kenal dekat dengannya, apa ia sudah punya namja?”

DEG!
Dadaku seakan dipukul oleh benda keras. Lagi-lagi seseorang menyukainya! Lagi-lagi seseorang menginginkannya! Aku menatap Jonghyun tajam, anhiyo! Aku tak akan menyerahkan Richan pada siapapun!

“Molla~ mungkin iya”

“Jinjja? Ah sayang sekali!” wajahnya terlihat lesu dan kecewa. Yah~ setidaknya aku tidak membiarkan siapapun mendekati adikku, aku hanya ingin menjaganya.

“Jonghyun.ah! Cepatlah kemari !” suara Onew yang memanggil Jonghyun membuat kami berdua mengakhiri pembicaraan. Ia berpamitan lalu pergi dengan Onew.

~~~~~

Sudah seminggu lebih berlalu, aku dan kedelapan member Super Junior, serta semua artis SM masih menjalani latihan mengingat konser akan digelar tidak lama lagi.

Sudah dua minggu lebih Eomma dan Richan berada di Seoul, tapi tak seharipun aku bisa mengunjungi mereka. AH! Bogoshipoyo!
Aku rindu masakan eomma, dan juga rindu senyum dongsaengku yang itu.

Bagaimana kabarmu saeng? Kenapa tidak pernah menelepon oppamu? Kau tau tidak jika aku sangat merindukanmu!

“Sudah heenim, berhentilah menangisi hangeng” suara Leeteuk hyung membuatku bangun dari lamunan.

“AKU TIDAK BISA! Aku sangat merindukannya!” Heechul hyung berteriak membuat semua member mendekati mereka berdua.

“Kenapa partnya harus diganti? Biarkan saja kosong! Tak satupun yang bisa menggantinya!” pekik Heechul membuat kami semua terdiam melihatnya. Akhir-akhir ini hyung ku yang satu itu sungguh sensitif, ia selalu meluap-luap penuh emosi ketika menyangkut Hangeng. Apalagi sebentar lagi SMTown, kepergian Hangeng membuat kami harus menutup banyak ruang.

Aku menatap Heechul hyung yang matanya mulai merah dan berair.
“Aku juga merindukan Kangin! Apa kabarnya dia disana?” kata-kata Shindong membuat kami diam.

“Omona~ kapan Kibum kembali bersama kita? Aku merindukan Kihae!” Donghae, member secerianya pun sekarang matanya berair mengingat Kibum. Kedekatan mereka berdua sudah tidak bisa disangkal lagi, selain dengan Eunhyuk dia juga sangat dekat dengan Kibum.

Leeteuk hyung yang semula berdiri kini  duduk lemas di lantai. Kulihat raut muka yang penuh kesedihan disana.

“Hyung?” aku mendekatinya dan memeluk pundaknya.

“Aku memang leader babo! Aku tidak bisa menjaga semua dongsaengku!” Ujarnya sambil berkaca-kaca, suaranya yang lirih dan bergetar membuat kami semakin tau jika Leader kami ini menanggung beban yang sangat berat.

“Anhiyo hyung! Kau tidak boleh berkata seperti itu! Kau adalah leader terbaik bagi kami”
Aku dapat melihat raut muka semua dongsaengku yang muram dan begitu sedih, mata mereka tak bisa berbohong! Mata mereka menunjukkan sebuah kerinduan akan kebersamaan 13 orang dalam satu panggung!

“Lebih baik latihan selesai sampai disini saja hyung, kita perlu menenangkan diri sejenak” Siwon yang berusaha terlihat tegar memecah suasana tegang diantara kami.

“Ne, Siwon benar. Lebih baik kita menenangkan diri” Sungmin angkat bicara dan menyetujui usulan Siwon.
Satu-persatu berjalan keluar ruangan untuk menenangkan diri, kami memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri dulu sampai benar-benar tenang.

Sama halnya dengan yang lain, akupun berjalan keluar meninggalkan Leeteuk  hyung sendirian. Ia hanya tersenyum dan menyuruhku pergi juga.
Aigo hyung! Berat sekali beban di pundakmu sekarang!

~~~~~

Kuputuskan untuk pergi ke rumah Kim ahjjuma. Mengunjungi eomma, Richan dan tiga sepupuku. Aku yakin mereka akan membuatku merasa lebih baik.

Kupacu mobilku dengan kecepatan sedang, membuatku sampai di depan rumah mereka dalam waktu 15 menit.

“Mobil siapa itu?” tanyaku pada diri sendiri, ketika melihat sebuah mobil audi hitam juga parkir di depan rumah.

“Annyeonghaseo” aku mengetuk pintu rumah yang terlihat sepi itu.

“Annyeonghaseo, eh Yesung ahjjusi!” sapa seorang anak berambut pendek yang tak lain adalah Minhyo.

“Dimana yang lain?”

“Minyoung dan Geulrin ada di ruang tamu, Ahjjuma tadi berbelanja di supermarket”
Aku mengangguk mengerti lalu mengikutinya ke dalam rumah.

“Richan onnie mana?”

“Ada di taman belakang, bersama seseorang” sambung Minyoung.

“Namja or yeoja?”

“Namja” sahutnya dengan muka innocent, jawabannya tadi membuatku panik dan penasaran. Siapa yang berani datang kesini dan menemuinya hah?

“Siapa namanya? Apa ia sering datang kesini?”

“Kau harus membelikan kami coklat dulu ahjjusi, baru kami beritau” suara cempreng seorang bocah membuatku menggelengkan kepala. Dasar Geulrin!

“Ne, akan kubelikan besok”

“Janji?” akupun mengangguk setuju menyanggupi permintaan mereka.

“Namanya Jonghyun oppa, dia lumayan sering datang kemari” jawab Minyoung membuatku kaget. Jonghyun? Aish~ dia benar-benar ingin bersaing denganku!

Setelah mendengar cerita dari Minhyo, Minyoung dan Geulrin aku bergegas pergi ke halaman belakang.

“Mianhae Jonghyun.ah aku perlu bicara berdua dengan Richan” seruku begitu aku berada diantara mereka. Jonghyun dan Richan menatapku heran, tapi kuacuhkan pandangan mereka.

“Tentu saja hyung, silahkan?” Jonghyun mengangguk setuju. Tentu saja ! Ia harus setuju!

Setelah berpamitan sebentar dengan Minhyo, Minyoung, dan Geulrin, aku mengajaknya ke taman dekat sini.

Aku merebahkan tubuhku ke kursi panjang di taman itu. Richan duduk di sebelahku, masih diam dan tak bersuara. Kupejamkan kedua mataku mencoba menenangkan diriku dan mendinginkan kepalaku yang panas memikirkan semua masalah yang terjadi hari ini.

Udara segar dan angin berhembus dengan kencang disini. Aku masih memejamkan mataku merasakan udara di taman ini.

“Waeyo oppa? Kau ada masalah?” suara lembut Richan membuatku membuka mata.
Aku mengambil napas dalam-dalam dan mulai menceritakan semua masalah yang terjadi siang tadi.

Aku memulai ceritaku dengan rinci, tanpa kurang suatu apapun.
“Beban yang ditanggungnya berat sekali ! Aku merasa menjadi hyung yang tak berguna! Aku adalah orang yang paling dipercayainya, tapi aku tidak bisa melakukan apa-apa! Aku memang babo!”

“Anhiyoo~ kau tidak bodoh oppa! Kau adalah orang yang paling mengerti Leeteuk oppa, kau adalah dongsaeng yang paling ia percayai karena kau mampu menggantikan dan membantunya menjaga semua dongsaengmu! Berhentilah berkata bodoh! Kau oppa terbaik yang pernah kukenal”

Aku tersenyum mendengar kata-katanya barusan, walaupun masih ada perasaan sedih yang kurasakan, keberadaannya di dekatku membuatku tenang.

“Kau memang tidak berubah oppa. Berhentilah merasa bersalah! Seharusnya kau menghibur mereka, membuat mereka tetap bersemangat walaupun telah banyak kehilangan, arasseo?”

Aku mengangguk setuju, yang dikatakannya barusan benar juga.

“Lalu apa yang bisa kulakukan untuk menghiburmu?” Ia kembali bertanya, tapi hanya kubalas dengan senyuman.

“oppa menghadaplah ke arahku” aku mengikuti perintahnya dan menghadap ke arahnya.
Ia mulai meletakkan jari telunjuknya di keningku. Aku tau apa yang akan ia lakukan! Richan selalu melakukan ini setiap kali aku sedang ada masalah, dan hal itu selalu berhasil membuatku tenang.

Aku mulai memejamkan mata dan membiarkannya. Ia menurunkan telunjuknya ke hidungku, menyentuhnya lembut dari atas sampai bawah, kemudian turun ke phyltrumku untuk beberapa lama. Dan sekarang telunjuknya berada di bibirku mengusapnya lembut berulang kali. Hal itu membuat hatiku berguncang hebat.

~~~~~

Richan poV-

Aku menyapukan jari telunjukku di bibir Yesung oppa lembut. Perlahan aku menarik tanganku dan ia membuka matanya juga.

Aku dapat melihat kedua matanya yang indah, melihat jelas wajah oppaku yang semakin tampan. Sesaat ia tersenyum padaku untuk kemudian menatap mataku dalam-dalam.

Ia mulai mendekat ke tubuhku, mencondongkan wajahnya ke wajahku, merengkuhku mendekat.
Ia menempelkan bibirnya lembut ke bibirku, membuat hatiku bergejolak tak mengerti. Wajahku memanas seketika saat ia melakukannya, tapi entah kenapa aku tidak bisa menolaknya. Aku membiarkan diriku berada dalam pelukannya, membiarkan bibirku dicium oleh bibirnya, bibir oppa kandungku!

“Saranghaeyo nae dongsaeng” kudengar suaranya lirih saat mengucapkannya. Aku menatap wajahnya lekat-lekat. Jadi ini alasan sifat over protektifnya? Alasan kenapa ia tak pernah suka dengan namja yang dekat denganku?
Alasan kenapa aku dan dia begitu dekat?

“Jeongmal mianhaeyo, tapi aku tak bisa menahan perasaanku ini. Perasaan yang dirasakan seorang pria pada wanita, bukan seorang oppa pada dongsaengnya” aku dapat melihat sebuah ketulusan di matanya. Membuat hatiku seakan luluh melihatnya. Ia menarik tubuhku dalam pelukannya, membuatku merasakan sebuah kehangatan.

Aku tau jika ini salah, tapi “Aku juga mencintaimu oppa” balasku tak kalah lirih, kali ini aku berkata sambil menangis.

Yesung oppa mengangkat wajahku untuk menatap matanya, ia mengusap air mataku dengan jarinya lembut.
Ia kembali mengecup bibirku hangat dan mendekapku semakin erat.

~~~~~~~~

24 Agustus 2017

Richan poV-

“Hyunri.ah~ kemari kita makan dulu” panggilku pada seorang anak perempuan yang lahir dari rahimku 2 tahun lalu. Seorang anak perempuan yang cantik, berkulit putih dan punya bibir indah seperti appanya yang tak lain adalah suamiku.

“Sepertinya Hyunri senang sekali bermain bersama Juno” seorang laki-laki yang sangat kucintai memeluk pinggangku.

“Keurae Jonghyun.ah! Mereka berdua akrab sekali seperti Richan dan Yesung dulu” ujar Heerin, yang tak lain adalah istri dari Yesung oppa.

“Andwae!! Jangan sampai mereka seperti kami!” teriak suara yang tak asing lagi di telingaku, suara lead vocal Super Junior.

“Keurae! Yesung oppa benar!” balasku seraya mengerlingkan mataku ke arahnya. Sementara Juno dan Hyunri menatap kami dengan tatapan bingung.

Haha! Yah aku dan Yesung oppa memang saling mencintai, tapi itu semua dulu! Kami sadar jika hubungan ini salah. Walaupun berat, perlahan aku dan Yesung oppa mulai berusaha melupakan perasaan yang kami rasakan karena itu adalah keharusan! Dengan berjalannya waktu, takdir telah mempertemukan kami pada seseorang yang sekarang menjadi pendamping hidup kami. Aku dengan Jonghyun, sedangkan Yesung oppa dengan Heerin unnie.

Aku menatap ke arah Yesung oppa. Ia pun melihat ke arahku, kami saling berpandangan lalu tersenyum bersama, senyuman yang bermakna:

“Kau akan tetap jadi pria nomor satu di hatiku oppa.. Bersama naempyonku, Kim Jonghyun”

“Kau akan tetap jadi wanita nomor satu di hatiku saeng.. Bersama istriku, Kim Heerin”

____The End___

Jelek ya? Atau geje? Kepanjangan atau kependekan mungkin?
Ah mianhae kalo gitu..
Gomawo udah mampir ^^
Jangan lupa coment ya chingu 😀

Advertisements

18 responses to “Saranghaeyo Nae Dongsaeng!

  1. laik dis …

    keren euyy ceritanyaa~~~

    rimaa~ lanjutan destiny to kill cpt di lanjutin yeaa .. uda penasaran bgt !!!

  2. waaah.. kurang panjang.. [ nyindir ato apa nih ? ]
    tapi bagus onn. aku suka.
    all thumbs up ! dd^^bb
    oh iya lupa. salam kenal.. kekekeke… ^^

  3. aku sering susah kalo cment, mga aja ini masuk…

    Seperti yg dikatakan teman2 diatas * elah emg gue temen mereka?
    Kalo ff nya kurang panjaang!!

    Tp ttep keren kok d^^b lanjut next ff !

  4. Rimaaaa…
    Aku datang kawan hahaha

    Aigoo, ada NC nya +.+
    Eh gue jadi anaknya nyonya kim.
    Siapa tuh nyonya kim ?
    Jadi sodaranya babo leader ama babo maya (?)
    Cuman anak yg paling kecil ga babo… Wkwkwkwk

    Apik rim.. Apik rim.. Sumpah! *ala pak reza*

  5. ih rima bakat bikin NC wuuu /plakplakicked #abaikan

    aku udah pernah comment kan ? ya pake yg itu aja ya ._.
    jempolku lg gaisa dipake ngetik soalnya #ganyambung
    ayoo next ff ._.

    @littlewings21 heh kagak ada julukan babo maya itu –“

  6. Aku ini langsung comment gapake baca loooh ._.
    Bagus. Ceritanya ngenaa banget dihati saya. Huks Hiks.
    Itu heerin ama jjong kasian banget~

    b^o^d

  7. sukaaaaaaaa,,,,,,ihiiirr,,#author:apasih reader satu ini?? wkwkwkw,,tapi aku suka sama ceritanya chingu,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s