I said, STOP RACING Lee Chae Rin !! PART8 (Finally end)

Title: I said, STOP RACING Lee Chae Rin !!

Part: 8/8 ( disarankan membaca 1st part , 2nd part , 3rd part, 4th part + 5th part, 6th part dan 7th part supaya readers semua tidak bingung ^^ >>

1st part ; 2nd part ; 3rd part ; 4th part ; 5th part ; 6th part and 7th part)

Author: Vdlitanasuciara

Cast: Cho Kyuhyun (Super Junior) and Lee Chaerin

Other cast: Super Junior members and their pairs

NO SILENT READER , ok ?


“Kyuhyun, Sunghyun eonni mana ?” tanya Chaerin saat ia sadar.

“Ada di luar. Sebentar ya” kataku sambil berdiri.

Chaerin hanya bisa tersenyum.

Aku berjalan ke arah pintu dan memanggil Sunghyun noona.

“Noona, di cari Chaerin” kataku.

“Dia sudah sadar ?” tanya Sunghyun noona semagat.

Aku hanya mengangguk.

“Ayo masuk, Kyu” ajak Sunghyun noona.

Dengan semangat Sunghyun noona masuk ke ruang Chaerin di rawat.

“Chaerin” panggil Sunghyung noona senang.

“Eonni” balas Chaerin lemah namun senang.

“Kyuhyun, eomma” kata Chaerin.

“Sedang pergi. Hanya sebentar” jawabku.

“Aku panggil dokter sebentar ya” kataku.

“Jangan” cegah Chaerin.

Aku dan Sunghyun noona hanya bisa bertatapan heran.

“Wae?” tanyaku.

“Disini saja. Dokter tidak perlu tahu kalau aku sudah sadar” jawabnya.

“Baiklah” kataku pasrah.

“Eonni, tadi ada appa” kata Chaerin tiba tiba.

“Appa ?” Sunghyun eonni terkejut.

“Iya. Appa bilang kalau appa sayang sama Sunghyun eonni. Katanya eonni bukan pembunuh Namseo eonni” jelasnya lebar.

Apa yang dia katakan ?

Aku lo nggak ngerti ._.

Dan sepertinya, Sunghyun noona juga bingung.

Karena ekspresi di wajahnya menggambarkan kalau dia bingung.

“Kamu tau Namseo eonni ? Dan …” kalimat Sunghyun noona terpotong.

*Selalu Chaerin ini, memotong pembicaraan orang*

“Walaupun aku koma, aku bisa dengar semua pembicaraan kok” katanya santai.

“Noona kaya nggak tau aja” celetukku.

“Waaw, hebat” decak kagum terlontar dari mulut Sunghyun noona.

“Tunggu tunggu, Namseo itu siapa ?” tanyaku.

“Kakak pertamaku” jawab Chaerin.

“Kamu kan anak tunggal” tanyaku lagi.

“Aku bukan anak tunggal. Sunghyun eonni itu kakakku. Sebelum Sunghyun eonni, ada Namseo eonni. Hanya saja dia meninggal saat aku belum lahir” jelas Chaerin.

“Oh. Mudeng mudeng” balasku sambil mengangguk anggukkan kepalaku.

“Wah brati Sunghyun noona itu kakak iparku dong” kataku senang.

“Mbahmua ?! Aku nggak ngerestui adikku nikah sama kamu” teriak Sunghyun noona tiba tiba.

“Wae ?” tanyaku dan Chaerin bersamaan.

“Nanti kalau kamu nikah sama dia, dia cuek sama kamu cuma gara gara game gimana ?” tanya Sunghyun noona pada Chaerin sambil menunjukku.

“Yah, Sunghyun noona pelit” kataku.

“Chaerin, kita bakalan nikah kan ?” tanyaku melas.

“Iya kok. Nikah deh” jawab Chaerin dengan wajah imutnya.

“Ih, imutnya” kataku sambil mencubit pipinya.

“Sakit” bentak Chaerin pelan.

“Mian” kataku sambil cepat cepat melepas cubitanku.

“Lain kali, aku bawa Sungmin” omel Sunghyun noona.

Kami semua pun tertawa ..

~ ++ ~ ++ ~

Tuhan, kenapa kondisi Chaerin semakin hari semakin buruk ?

Seharusnya semakin baik.

Aku ingin seperti dulu lagi.

“Kyuhyun” panggil Chaerin.

Suaranya membuyarkan lamunanku.

“Ne, chagi ?” jawabku.

“Apa ada orang selain kita berdua ?” tanyanya.

“Sepertinya tidak. Kenapa ?” tanyaku balik.

“Tapi tadi diluar ada perempuan berambut panjang” kata Chaerin sambil menunjuk pintu.

“Aku lihat ya” kataku.

“Iya. Jangan lama lama” jawabnya.

Aku langsung mencek keadaan diluar.

Tapi, nggak ada apa apa.

Mungkin yang tadi ia lihat hanya orang lewat saja.

“Nggak ada siapa siapa, sayang. Mungkin tadi hanya orang lewat” jelasku.

“Nggak. Tadi berhenti di depan pintu. Cuman nggak masuk” bantahnya.

“Sayang, mungkin kamu kecapekan. Jadi tadi hanya halusinasihmu saja” kataku.

“Tapi … Ah, mungkin kamu bener Kyu” katanya sambil menatapku dalam.

Tatapan yang beda dari pada biasanya.

Tatapan yang menyakitkan dan menyedihkan.

Padahal wajahnya tidak menggambarkan kesedihan dan kesakitan.

“Kyu, kenapa menatapku seperti itu ?” tanya Chaerin.

“Nggak apa apa kok” jawabku cepat saat tersadar dari pemikiranku.

“Yasudah, kamu istirahat. Biar cepet sembuh” kataku sambil memasang senyum yang sepertinya agak aku paksakan.

“Ne” jawabnya sambil tersenyum.

“Kyu, saranghaeyo” lanjutnya.

“Naddo, Chaerin” balasku sambil mencium keningnya.

~ ++ ~ ++ ~

“Eonni, tadi ada yang mengintip. Perempuan berambut panjang. Pake baju putih dan wajahnya cantik sekali” jelas Chaerin saat Sunghyun noona baru datang.

“Iyakah ?” tanya Sunghyun noona.

“Iya. Beberapa hari ini dia ada di luar situ. Dia selalu melihat dari balik pintu. Nggak pernah masuk” jelas Chaerin lagi sambil terus terusan menunjuk pintu.

“Tapi aku tidak melihat apa apa, noona” bisikku pada Sunghyun noona.

“Ya mungkin hanya imajinasinya saja. Iyakan saja. Dari pada dia marah trus keadaannya tambah buruk” kata Sunghyun noona pelan.

“Oh, oke oke” kataku paham.

“Ya ampun” kata Chaerin tiba tiba.

“Ada apa ?” tanya Sunghyun noona.

“Perempuan itu datang dengan appa” kata Chaerin bingung.

“Appa ?” tanya Sunghyun noona.

Bukannya appa nya Chaerin udah meninggal ?

“Iya. Itu lo. Apa nggak ada yang ngeliat ?” tanya Chaerin dengan sedikit membentak.

Aku hanya menggeleng dengan memasang wajah polos -.-

“Babo kau!” kata Chaerin kesal.

“Chaerin, sudah” kata Sunghyun noona menenangkan Chaerin.

Chaerin kenapa sampe segitunya ?

Akhir akhir ini perilakunya semakin seperti anak kecil.

Manja, suka ngambek dan sering merengek rengek.

Itu bukan Lee Chaerin yang ku kenal.

Semakin buruk keadaannya, semakin aneh juga sikapnya.

Ada apa dengan Chaerinku tersayang ?!

~ ++ ~ ++ ~

[Chaerin POV]

Ih, orang orang ini kenapa sih.

Kenapa mereka nggak ngeliat cewek itu ?

Jelas banget cewek itu suka berdiri di depan pintu setiap hari.

Tapi yang aku heran,

dia itu siapa ?

Kenapa dia tidak masuk saja ?

“Chaerin” panggil seseorang.

“Ne ?” jawabku.

“Makanlah” katanya.

Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Nanti tambah sakit kalau kamu nggak makan. Makan sedikit saja” sambungnya.

“Kyu, aku nggak mau makan” bentakku.

“Baiklah kalau itu maumu” katanya kesal.

Ih,

dia kok ngomongnya gitu sih ?

Dia sedikit membentak padaku.

Baru sekali ini dia seperti ini.

Kemudian,

Sunghyun eonni masuk.

Sedangkan Kyuhyun keluar dan menutup pintu dengan membantingnya.

Aku dan Sunghyun eonni sama sama kaget gara gara bantingan pintunya.

“Kyuhyun babo” kataku kesal.

“Kenapa lagi ?” tanya Sunghyun eonni.

“Tau tuh. Dia marah marah” jawabku kesal.

“Sudah sudah. kamu sudah makan ?” kata Sunghyun eonni.

“Belum dan nggak mau” jawabku.

“Sekarang aku tau kenapa Kyuhyun seperti itu” omel Sunghyun eonni.

“Maksut eonni ?” tanyaku bingung.

Sunghyun eonni menghela nafas panjang.

“Kau ini. Kyuhyun kesal karena kamu seperti itu. Nggak mau makan. Susah dibilangin” jelas Sunghyun eonni.

“Minta maaf sana ke Kyuhyun” sambung Sunghyun eonni.

“Nggak mau. Gengsi dong” jawabku asal.

“Ya ampun. Anak ini, sakit sakit seperti ini masih aja gengsi” kata Sunghyun eonni gemas.

“Chaeriinn” teriak beberapa orang tiba tiba.

Aku hanya bisa melongo gaje gara gara teriakan mereka yang mengagetkanku.

“Yoomi eonni, Nami eonni, Hyesu eonni, Hyunchan eonni, Saerin eonni, Ryujin eonni, Shinbi eonni, Eunri eonni, Hyunjin eonni” sebutku satu persatu.

“Chaerin, aku nggak di absen ?” tanya Chunghhe eonni polos.

“Nggak. Nggak masuk itungan” kataku jahil.

“Ish, anak ini. Sakit sakit begini masih saja usil” omel Chunghee eonni.

“Chaerin, kamu kok nggak bilang kalau masuk rumah sakit” teriak Hyesu eonni.

“Maaf eonni, tapi kata Sunghyun eonni nggak usah woro woro” jawabku.

“Kau kira Chaerin ini adikmu seorang ? Hah ?” tanya Nami eonni sedikit gemas+emosi+kesal.

“Mianhae, eonni” jawab Sunghyun eonni.

“Tapi kan, Chaerin memang adik satu satunya Sunghyun” kata Saerin eonni polos.

Loh?

Tau dari mana mereka ?

“Eonni tau dari mana ?” tanyaku.

“Kyuhyun dan Sungmin. Alias Kyumin” jawab Saerin eonni.

“Dasaar tukang gosip” umpat Sunghyun eonni.

Semuapun tertawa mendenganya.

~ ++ ~ ++ ~

Ini sudah hari ke 3 sejak ‘pertengkaran’ terjadi.

Kyuhyun masih belum mengunjungiku.

“Chaerin” sapa seseorang tiba tiba.

“Ah, Donghae oppa” sapaku balik.

“Bagaimana keadaanmu ?” tanya Donghae oppa.

“Lumayan. Tidak dengan Chunghee eonni ?” tanyaku balik.

“Nggak. Dia sibuk sama ‘mas happy call’ nya. Ohiya ini, tadi aku lewat toko bunga. Aku belikan bunga kesukaanmu” jawabnya sambil memberiku satu buket bunga anggrek.

“Anggrek” kataku riang.

“Oppa masih ingat ya ?” tanyaku sambil tersenyum.

“Ya, masih” jawabnya singkat.

“Ternyata takdir mempertemukan kita lagi. Namun dengan jalan hidup yang berbeda” kata Donghae oppa sambil duduk di sofa sebelah ranjangku.

“Ne, oppa. Jangan bercerita tentang masa lalu. Aku nggak mau jatuh hati padamu lagi. Nanti Kyuhyun ngambek” balasku sambil terus melihat bunga yang diberi Donghae oppa.

“Selama Kyuhyun tidak tahu, dan Chunghee pun tak mengerti. Kita bisa kan seperti dulu ?” tanya Donghae oppa.

“Oppa ?” kataku kaget.

“Wae ? Paling nggak, sedetik saja” kata Donghae oppa santai.

“Aku takut semuanya akan berantakan” jawabku pelan.

“Semuanya akan baik baik saja” kata Donghae oppa sambil memegang kedua pipiku.

Wajah Donghae oppa semakin dekat.

Aigoo, bagaimana ini.

“Aww” teriak Donghae oppa.

“Kenapa memukul wajah tampanku ini dengan bunga itu ?” tanyanya kesal.

Aku hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajahnya.

“Sekali saja, Chaerin” katanya memelas.

“Nggak boleh” jawabku sambil menyodorkan bungaku ke wajahnya.

“Baiklah. Kalau begitu sebagai hukumannya, kau harus menceritakan semua masa lalu kita kepada readers” kata Donghae oppa.

“Mwo ? Nggak mau” tolakku.

“Cerita atau aku cium” ancamnya.

“Eh ? Nggak dua duanya oppa” kataku melas.

“Uh, pilih satu” kata Donghae oppa sambil memasang wajah cutenya.

“Baiklah, aku akan cerita” kataku pasrah.

“Yes” kata Donghae oppa semangat.

“Ish, senangnya menyiksaku” kataku kesal.

Donghae oppa hanya bisa tertawa.

~ ++ ~ ++ ~

[FLASHBACK]

“Aku Lee Donghae, kau ?” tanya laki laki itu.

“Aku ?” tanyaku balik.

“Ne. Kau” jawabnya sambil menunjukku.

“Chaerin. Lee Chaerin” balasku.

“Ah! Anak kelas 9 ya ?” tanya anak itu lagi.

“Ne. Kamu?” tanyaku balik.

“Aku kelas 12″ jawabnya.

Ah?

Berati dia lebih tua.

“Mianhae oppa, aku kira kau seumuran denganku. Wajahmu seperti anak kelas 9″ kataku sambil membungkukkan badanku.

“Gwenchana. Aku tau wajahku imut” kata Donghae oppa dengan bangga.

PD amat sih ni kakak kelas satu -.-a

~ ++ ~ ++ ~

5 bulan setelah itu …

“Chaerin” panggil Donghae oppa.

“Ne, oppa ?” tanyaku.

“Makan yuk” ajaknya.

“Apa tidak apa apa anak kelas 12 mengajak makan anak kelas 9 ?” tanyaku.

“Siapa yang melarang ? Aku nggak punya pacar dan kepala sekolah tidak pernah mengeluarkan peraturan seperti itu” jawab Donghae oppa panjang lebar.

“Ah, ne” kataku sambil menganggukkan kepalaku malu.

Aku pun makan dengan Donghae oppa.

“Hae, kau pacaran dengan anak ini ?” tanya seorang laki laki yang sepertinya sebaya dengan Donghae oppa.

“Ne” jawab Donghae oppa riang.

“Mwo ?” tanyaku kaget.

“Wah, chukkae. Semoga langgeng ya” kata laki laki itu lagi.

“Ne, gomawo hyuk” jawab Donghae oppa.

Sejak kapan aku pacaran dengannya ?

“Oppa, kita kan nggak pacaran” protesku.

“Mulai detik ini kita pacaran. Aku tau kau suka padaku kan ? Aku juga suka padamu kok” cerocos Donghae oppa.

Aku hanya terkejut dengan apa yang barusan Donghae oppa katakan.

“Nggak usah pura pura terkejut deh” kata Donghae oppa.

“Siapa yang pura pura ?” ambekku.

“Ih, masa baru pacaran beberapa detik, udah ngambek sama pacarnya ?” tanya Donghae oppa usil.

“Oppa, usil banget deh” kataku sambil memukul lengannya pelan.

~ ++ ~ ++ ~

Satu tahun kemudian …

“Maaf Chaerin, aku harus pindah ke Seoul” kata Donghae oppa.

“Ah, gwenchana oppa” jawabku lesu.

“Aku yakin, suatu saat nanti kita akan bertemu lagi” kata Donghae oppa lagi sambil memegang kedua pipiku.

“Saranghaeyo, Chaerin” lanjutnya.

Belum sempat aku membalas kata katanya,

Donghae oppa sudah mencium bibirku lembut.

“Mungkin ini akan menjadi yang terakhir, oppa” kataku sambil memandang Donghae oppa dalam.

Donghae oppa hanya memelukku erat dan tidak berkata apapun …

[FLASHBACK END]

~ ++ ~ ++ ~

“Dan itu benar benar menjadi yang terakhir” kataku.

“Kamu mau lagi ?” tanya Donghae oppa jahil.

“Nggak mau” jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua telapak tanganku.

“Ayolah, sekali” pintanya melas.

“Nggak mau. Sama Chunghee eonni sana lo” tolakku.

“Sudah sering dengannya. Ayolah sekali saja. Terakhir kalinya, Chaerin” pinta Donghae oppa lebih melas daripada yang tadi.

Puppy eyes nya yang ampuh itu selalu membuatku kalah dengannya.

“Baiklah oppa. Terakhir. Habis itu, jangan pernah ngungkit cerita apapun diantara kita” kataku sambil memberi syarat.

“Ne. Gomawo, Chaerin” kata Donghae oppa sambil memelukku erat.

“Ne ne” jawabku.

“Oppa, nggak jadi nih ?” tanyaku.

“Iya sebentar. Aku masih pingin meluk kamu. Kangen sama pelukanmu” jawab Donghae oppa sambil melepas pelukannya.

“Dari dulu sampai sekarang tetep aja gombal dan genit” kataku sambil mencubit pipi Donghae oppa.

“Kamu juga. Sukanya mencubit pipiku” balas Donghae oppa sambil menyentil hidungku pelan.

Tiba tiba kami sama sama terdiam dan saling menatap dalam.

Wajah Donghae oppa semakin dekat.

Ku pejamkan mataku dan akhirnya bibirnya menyentuh bibirku lembut.

“Singkat namun berkesan” bisik Donghae oppa.

Entah apa yang merasuki ku,

tiba tiba aku berbalas mencium bibir Donghae oppa.

Kemudian aku memeluk Donghae oppa erat.

Sedangkan Donghae oppa hanya diam dan membalas pelukanku.

~ ++ ~ ++ ~

“Eonni” sapaku saat Sunghyun eonni baru datang.

“Hai” sapa Sunghyun eonni sambil melambaikan tangannya.

“Aku ngajak seseorang lo” kata Sunghyun eonni semangat.

“Siapa eonni ?” tanyaku penasaran.

“Tunggu” kata Sunghyun eonni dan langsung pergi keluar menjemput ‘seseorang’ yang dimaksut.

“Chaeriinn” panggil ‘seseorang’ tersebut.

“Cho Kyuhyuunn” panggilku.

“Kau ini. Lama nggak kesini. Aku jadi bosen” protesku.

“Iya maaf. Pas itu aku kesel sama kamu. Tapi sekarang aku kangen banget sama kamu” jawa Kyuhyun.

“Aku juga” kataku senang.

“Kyuhyun, aku bosan di rumah sakit terus. Mau pulang” rengekku.

“Kamu harus cepet sembuh, baru boleh pulang” jawab Kyuhyun.

“Selalu seperti itu” protesku.

Kyuhyun hanya melihatku dengan gemas.

Sunghyun eonni malah ngitung duit.

Dan di dompetnya,

ada foto yang sepertinya aku kenal.

Itu bukan aku ataupun Sunghyun eonni.

“Eonni, fotonya siapa itu ?” tanyaku tiba tiba.

“Ini ?” tanya Sunghyun eonni sambil menunjuk foto yang aku maksut.

“Iya” jawabku.

“Ini Namseo eonni. Wae ?” kata Sunghyun eonni.

“Namseo eonni ?” tanyaku tidak percaya.

“Ne. Memang kenapa ?” tanya Sunghyun eonni bingung.

“Wajahnya sama seperti wanita yang sering di depan pintu” jawabku.

Kyuhyun dan Sunghyun eonni sama sama terkejut.

“Persis sekali” tambahku.

“Berarti yang setiap hari menemuiku itu Namseo eonni dong” lanjutku dengan ekspresi polos.

“Mungkin wajahnya persis. Kamu kan tau kalau Namseo eonni sudah meninggal” kata Sunghyun eonni sambil terus menghitung uangnya.

“Sudah Chaerin, istirahat deh” sambung Kyuhyun.

“Setiap hari selalu istirahat. Aku bosan, Kyu. Aku sudah 4 bulan di rumah sakit. Isinya cuma gitu gitu aja” protesku.

Kyuhyun menunjukkan senyum paling manisnya.

“Sabarlaah. Sebentar lagi pasti pulang. Mangkanya istirahat” ceramah Kyuhyun.

Aku hanya menggembungkan pipiku.

“Lucunya kalau sedang ngambek” kata Kyuhyun.

“Gombal ah” jawabku sambil menarik hidung Kyuhyun.

“Hei, nanti putus hidungku” protes Kyuhyun.

“Biarin. Lebih bagus kalau hidungmu melar kaya Pinokio” kataku gemas.

“Mwo? Seperti Pinokio ? Nanti aku jadi nggak ganteng lagi” jawab Kyuhyun.

“Emang nggak ganteng kok” ledekku.

“Trus kenapa kau bisa suka denganku ? Hah?” tanya Kyuhyun kesal sambil memalingkan wajahnya.

“Lo kok ngambek gitu sih” kataku heran.

“Habisnya kamu sih” Kyuhyun masih memalingkan wajahnya.

“Chaerin, Kyu, aku pergi dulu ya” pamit Sunghyun eonni.

“Kemana eonni ?” tanyaku.

“Pulang” jawab Sunghyun eonni.

“Aku juga mau pulang” rengekku.

“Iya iya. Cepet sembuh dong. Kalau cepet sembuh bisa cepet pulang” jelas Sunghyun eonni.

“Iya eonni. Aku tau” jawabku pasrah.

“Aku pulang ya. Kyu, jaga Chaerin baik baik” pesan Sunghyun eonni.

“Ne, noona” kata Kyuhyun nurut.

“Sampai kan salamku ke eomma ya” sambungku.

“Ne. Bye” Sunghyun eonni langsung menghilang tanpa jejak (?).

“Kyu, jam berapa sekarang ?” tanyaku.

“Jam 3, kenapa ?” tanya Kyuhyun balik.

“Jam 4 jalan jalan ya” tanyaku semangat.

“Ya ya ya ya ?” aku ingin sekali keluar dari kamar ini.

“Sekitar rumah sakit saja ya ?” tanya Kyuhyun.

Aku hanya mengangguk senang dan memeluk Kyuhyun.

“Aduh” jeritku.

“Kenapa?” tanya Kyuhyun khawatir.

“Infusku ketarik. Sakit” jawabku sambil memanyunkan bibirku 2 cm.

“Sini tangannya. Biar Pangeran Kyuhyun cium. Dijamin langsung hilang sakitnya” hibur (?) Kyuhyun.

Aku kira hanya candaannya.

Ternyata beneran ..

“I love you, Kyu” kataku *Romantis kaaan?*.

“Aku tahu” jawabnya santai.

“Ah, jawabnya kok gitu sih ?” kataku kesal.

“Seharusnya gimana ?” tanyanya.

“Ya kamu jawab I love you too, gitu” jawabku.

“Oke oke. Chaerin, I Love You too” kata Kyu sambil berpose hati.

Aku hanya tertawa melihat tingkahnya.

~ ++ ~ ++ ~

“Chaerin, kamu pucat lo. Jalan jalan nya lain kali aja ya” kata Kyuhyun khawatir.

“Aku baik baik aja, Kyu. Ayo keluar” rengekku sambil menarik lengan baju Kyuhyun.

“Yakin baik baik saja ?” Kyuhyun memastikan keadaanku.

Aku mengangguk yakin.

“Minta periksa dokter dulu ya ?” tanya Kyuhyun lagi.

“Jangan. Ayo Kyu. Kalau nggak aku jalan jalan sendiri aja” ambekku.

“Baik baik” kata Kyuhyun pasrah.

“Nggak mau pake kursi roda. Jalan aja” rengekku lagi.

“Ya ya. Terserah tuan putri saja lah” akhirnya Kyuhyun mengalah juga.

Akhirnya sore itu,

untuk pertama kalinya dalam 5 bulan,

perdana aku keluar dari kamar 113 (Ceritanya 113 nomer kamarnya si Chaerin).

Hahaha.

Aku benar benar menikmati sore ini.

[Chaerin POV ends]

~ ++ ~ ++ ~

Apa benar dia baik baik saja ?

Wajahnya pucat seperti itu kok.

Aku semakin khawatir.

Aku takut dia kenapa napa.

“Aku baik baik saja, Kyu. Tenanglah. Aku tau keadaanku sendiri kok” kata Chaerin tiba tiba.

Dia bisa membaca pikiranku ?

“Aku tau apa yang kamu pikirkan sayang. Jangan berlebihan ya” sambungnya.

“Aku cuma nggak mau kehilangan kamu” kataku sambil menatap matanya.

“Aku nggak akan kemana mana. Aku akan selalu ada disampingmu. Jika nanti aku memang benar benar pergi menyusul appa, aku nggak akan meninggalkanmu sendiri. Aku akan selalu ada di sini, dihatimu” jelasnya sambil menunjuk dadaku.

“Berjanjilah, kau tidak akan kemana mana” kataku.

“Aku janji. Kan aku dirumah sakit. Nggak akan kemana mana sampai sembuh” jawabnya cengengesan.

“Ya Tuhan, kau ini” kataku lega.

“Kau membuatku takut” sambungku.

“Takut aku akan pergi menyusul appa ?” tanyanya.

Aku mengangguk pelan.

“Kyu, suatu hari nanti aku akan menyusul appa. Cuma waktunya yang belum kita ketahui. Ah, sudahlah. Aku mengajakmu keluar bukan untuk membicarakan ini” jelasnya.

“Iya. Maaf” kataku pelan.

Kami terdiam cukup lama.

Setelah itu ada sesuatu yang menarik perhatian Chaerin sehingga dia berteriak semangat meminta sesuatu.

“Kyu, kupu kupu biru. Tangkepin dong” pintanya.

“Sakit sakit gini masih bisa menyiksa aku” omelku.

“Ayolah. Tangkepin yang biru ya” pintanya.

“Mau yang biru itu kan ?” tanyaku sambil menunjuk kupu kupu yang berwarna biru.

Dia mengangguk semangat.

“Tunggu disini. Jangan kemana mana” pintaku.

Dia mengangguk pasti dan tersenyum.

Kuturuti apa keinginannya.

Setelah dapat kupu kupunya,

aku berikan kepada Chaerin.

“Terima kasih, Cho Kyuhyun” katanya senang.

“Kembali, Lee Chaerin” jawabku.

“Kyu, nanti kalau aku pergi …” dia mulai membicarakan itu lagi.

“Katanya tadi nggak mau membicarakan itu lagi. Sudahlah. Aku yakin, Tuhan masih memberikan kita waktu lebih lama” aku mengakhiri topik itu.

“Iya” katanya pelan dan langsung memelukku.

~ ++ ~ ++ ~

Seminggu kemudian …

Setelah hari itu,

keadaan Chaerin memburuk secara tiba tiba.

Aku jadi merasa bersalah karena hari itu aku membawa Chaerin keluar kamar.

Aku tidak akan pernah bisa memaafkan diriku sendiri kalau Chaerin kenapa napa.

“Sudahlah, aku harus bilang berapa kali kalau ini bukan salahmu ? Dia kan yang memaksamu untuk keluar kamar. Jadi, ini semua bukan salahmu” Sunghyun noona menyemangatiku.

“Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri” lanjut Leeteuk hyung.

“Tapi hyung, setelah hari itu keadaannya semakin memburuk” kataku.

“Itu bukan salahmu. Memang tubuhnya sedang tidak stabil. Berhentilah menyalahkan dirimu sendiri. Kau tidak salah, Kyu” jawab Sungmin hyung dengan sedikit emosi.

“Sungmin” Sunghyun noona menenangkan Sungmin hyung.

“Donghae, aku takut Chaerin kenapa napa” Chunghee noona menangis tidak karuan.

“Dia nggak kenapa napa, Chunghee. Tenanglah” Donghae hyung berusaha menenangkan Chunghee noona.

“Tapi kalau dia kenapa napa, aku kan masih banyak hutang dan banyak salah sama dia” tangis Chunghee noona semakin menjadi jadi.

“Hei, Chunghee tenanglah. Aku juga sama. Aku belum menepati janjiku untuk mengajaknya ke salon” sambung Nami eonni.

“Sama, chagiya. Aku juga belum mengajaknya ke spa” lanjut Heechul.

“Kalian ini. Kenapa malah bicara seperti itu ?” tanya Leeteuk hyung.

“Oppa, aku juga. Aku belum mengajak dia ke Bali” celetuk Yoomi noona.

“Aduh terserah kalian deh” akhirnya Leeteuk hyung pun menyerah.

~ ++ ~ ++ ~

“Kyu, tidurlah. Kamu kurang tidur” kata Yoomi noona.

“Nggak noona. Aku mau nunggu Chaerin sadar” jawabku.

“Ya tapi kamu perlu istirahat juga, Kyu” sambung Hyunchan noona.

“Balik ke dorm sama Siwon dan Kibum sana lo” kata Saerin noona.

“Tapi nanti kalau Chaerin sadar ?” tanyaku.

“Aku telpon kamu” jawab Yoomi noona.

“Bener ya noona ?” tanyaku lagi.

“Ne” jawab Yoomi noona singkat.

“Ayo, pulang Kyu” ajak Siwon hyung.

“Ne, hyung” jawabku lemas.

Akhirnya aku kembali ke dorm bersama Siwon hyung dan Kibum hyung.

~ ++ ~ ++ ~

@Dorm …

Aku belum bisa tidur,

padahal Ryeowook hyung yang tidur satu kamar denganku sudah tertidur pulas.

Sampai sampai,

beberapa kali dia mengigau sambil memanggil nama Hyunjin noona.

Aku terus terusan mencek HPku.

Aku menunggu telpon dari Yoomi noona.

Aku terus terusan menunggu hingga larut malam …

~ ++ ~ ++ ~

[Author POV]

Pagi sudah menyapa para member member Super Junior.

Sang leaderpun membangunkan member member yang lain.

“Loh kok tinggal 12 ya ? Siapa yang kurang ?” tanya Heechul.

“Kau sudah menghitung dirimu sendiri ?” tanya Leeteuk.

“Wes eh sudah” jawabnya.

“Trus ?” tanya Hankyung.

“Pacarnya Chaerin belum bangun, hyung” jawab Eunhyuk.

“Siapa itu ?” tanya Heechul polos.

“Aku” jawab Donghae asal.

“Lo, kamu sama Chaerin ? Bukan Chunghee ?” tanya Heechul polos (lagi).

“Hahaha, hyung. Aku ini masih dengan Chunghee” jawab Donghae sambil tertawa.

“Brati pacarmu dua dong ?” tanya Heechul dengan nada gasante.

Donghae semakin tertawa tidak karuan.

“Hey, nanti bangun tuh anak” Eunhyuk memperingatkan supaya Donghae tidak tertawa terlalu keras.

“Ohiyaiya” kata Donghae sambil mengangguk angguk mengerti.

“Hae, kau punya pacar dua ? Aku juga ingin” kata Heechul melas.

“Hyung, kau ini masih setengah sadar ya ? Bangun hyung bangun. Pacarnya Chaerin itu ya si Kyuhyun” jawab Donghae panjang lebar.

“Oiyayaa” kaa Heechul super duper polos.

“Aku bangunkan ya ?” tanya Ryeowook.

“Jangan. Dia baru tidur. Kasian dia” jawab Leeteuk *ternyata dia leader yang baik*.

“Hyung, sudah ada kabar tentang Chaerin ?” tanya Donghae.

“Belum. Yoomi belum menghubungiku” jawab Leeteuk.

“Ini sudah hari kesepuluh dia koma, hyung” lanjut Siwon.

“Iya. Aku tidak tega melihat Kyu. Dia tidak tidur, tidak makan. Menyiksa diri” sambung Kibum.

“Ya kalian tahu kan seperti apa cintanya Kyu buat Chaerin. Dia menyayangi Chaerin melebihi dirinya sendiri” jawab Hangkyung.

“Tumben nasi gorengku pinter” celetuk Heechul.

“Apa kau bilang ? Tumben ? Malam ini kamu tidur diluar” ambek Hangkyung.

“Ah, Hankyung. Kau tega sekali pada Cinderella mu yang cantik jelita ini” jawab Heechul manis *lebih tepatnya manja*.

Tiba tiba saja terdengar bantingan pintu.

“Dia bangun” bisik Kangin.

“Hyuung” teriak Kyu.

“Ada apa, Kyu ?” tanya Leeteuk.

“Chaerin, memburuk. Ayo temani aku ke rumah sakit, hyung” jawabnya panik.

“Arra arra. Aku sama Kyuhyun duluan. Kalian kalau mau nyusul, nanti nyusul aja” kata Leeteuk cepat karena dia juga ikutan panik.

[Author POV ends]

~ ++ ~ ++ ~

[Chaerin POV]

Aku berdiri di taman hijau yang indah.

Tak seorangpun menemaniku disini.

Aku berdiri sendiri di taman ini.

“Coba ada Kyuhyun disini, aku pasti nggak akan kesepian seperti ini” keluhku pelan.

“Tapi aku ada disini sekarang. Aku menemanimu disini” seseorang menjawabku.

“Kakak yang cantik, sepertinya aku mengenalmu. Boleh aku tau namamu ?” tanyaku pada perempuan itu.

“Tentu. Namaku Lee Namseo” jawab perempuan itu.

“Namamu Lee Chaerin kan ?” tanya perempuan itu balik.

“Ne, eonni” jawabku.

Cantik juga eonniku.

Sama kaya aku kok.

“Eonni, kenapa aku disini ?” tanyaku.

“Menemaniku” jawabnya singkat.

“Tapi eonni, kalau aku nemenin eonni disini, eomma sama siapa ?” tanyaku (cerewet deh ah).

“Eomma kan sama Sunghyun sekarang. Tidak perlu khawatir” jawab Namseo eonni ramah.

“Kalau Kyuhyun ?” tiba tiba aku teringat Kyuhyun.

Namseo eonni tidak menjawab.

“Eonni kalau Kyuhyun bagaimanaaa ?!” teriakku.

“Eonni, aku mau kembali. Aku mohon eonni” teriakku sambil menangis.

“Tapi aku tidak bisa” jawab Namseo eonni dengan menangis juga.

“Nggak bisa ?” tanyaku.

“Iya. Aku tidak bisa mengembalikanmu kepada eomma ataupun Kyuhyun” jawanya sambil memelukku.

“Sudahlah, disini dengan appa dan eonnimu” suara appa tiba tiba menyapa telingaku.

“Appa, aku mohon aku ingin kembali ke eomma dan Kyuhyun” aku memohon pada appa.

“Tapi waktumu sudah habis” jawab appa.

“Ayo ikut appa” lanjutnya.

“Appa, beri aku waktu lagi. Sedikiit saja” pintaku memelas.

“Baiklah. Gunakan waktumu dengan sebaik mungkin” pesan appa.

“Ne appa. Terima kasih appa, eonni” kataku sambil berlari.

“Appa, eonni, arah buat mbalik ke rumah sakit ke mana ?” teriakku.

“Sana” jawab Namseo eonni sambil menunjuk satu arah.

“Gomawo eonni. Love you” kataku sambil berlari menuju arah yang ditunjuk oleh Namseo eonni.

[Chaerin POV end]

~ ++ ~ ++ ~

[Author POV]

“Gimana Chaerin ?” tanya Leeteuk panik pada Yoomi.

“Memburuk” jawab Yoomi pelan.

“Aku takut, hyung, noona” kata Kyu khawatir.

“Tenanglah. Semoga tidak terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan” kata Eunri *akhirnya keluar juga orang ini*.

“Dokter” panggil Kyuhyun ketika melihat dokter keluar dari kamar Chaerin.

“Bagaimana keadaannya ?” tanya Kyuhyun lagi.

“Tidak terlalu baik, tapi dia lebih baik dari pada tadi” jawab dokter.

“Kalau semakin membaik, mungkin sebentar lagi dia akan sadar” lanjut dokter itu.

“Baiklah. Terima kasih dok” kata Kyuhyun dan Leeteuk bersamaan sambil membungkukkan badan mereka.

15 menit mereka menunggu sampai seorang suster keluar dari kamar Chaerin dengan wajah yang sedikit sumringah.

“Nona Chaerin sudah sadar” kata suster itu kepada Kyuhyun, Leeteuk, Yoomi, Eunri dan Shinbi langsung masuk ke dalam.

“Chaerin” panggil Kyu.

“Eomma, kyu” kata pertama yang keluar dari mulutnya.

“Hyung, telpon eomma nya” pinta Kyu.

“Ne, sebentar” kata Leeteuk.

“Chaerin, ayo cepet sembuh. Kan katanya kita mau ke Bali” kata Yoomi pada Chaerin.

“Eonni ke Balinya sama yang lain saja. Aku nggak akan ikut ke Bali. Setelah ini aku pergi sendiri ke tempat appa dan Namseo eonni berada” kata Chaerin lemah.

“Kamu itu ngomong apa sih ?” tanya Kyuhyun sedikit emosi.

“Waktuku nggak banyak, Kyu” jawab Chaerin.

“Waktumu masih banyak. Sangat banyak” Kyuhyun masih belum bisa menerima apa yang dikatakan Chaerin.

“Kyu, sudah” Yoomi menenangkan Kyuhyun yang sudah mulai sedikit emosi dengan apa yang dikatakan Chaerin.

“Chaerin” panggil ibunya dan member member Super Junior yang lain serta pasangan mereka.

“Eomma .. Oppa .. Eonni” panggil Chaerin lemah.

“Waah, disini berasa pertunangan antara Kyuhyun dan Chaerin saja” celetuk Heechul.

“Heechul hyung !” Kangin dan Sungmin mengingatkan Heechul untuk tidak bercanda di saat seperti ini.

“Mian” kata Heechul sambil menundukkan kepalanya.

“Eomma, maaf aku nggak bisa lebih lama sama eomma. Aku harus menemani appa dan Namseo eonni. Eomma baik baik sama Sunghyun eonni ya” pesan Chaerin pada eommanya.

Sedangnya eommanya hanya bisa menangis.

“Sunghyun eonni, jagain eomma ya” sambung Chaerin.

“Kyuhyun” panggil Chaerin.

“Chaerin” panggil Kyuhyun balik sambil menangis.

“Aku pernah bilang kan, aku nggak akan ninggalin kamu. Aku akan selalu ada di hatimu” kata Chaerin sambil menggenggam tangan Kyuhyun.

“Chaerin” Kyuhyun hanya bisa memanggil nama Chaerin dan menangis.

“Saranghaeyo, Kyu. Jeongmal saranghaeyo” kata Chaerin pelan.

“Naddo, Chaerin” jawab Kyuhyun sambil mencium kening Chaerin.

Chaerin tersenyum dan menutup matanya.

Air matanya jatuh dan dia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Nggak mungkin. Ini nggak mungkin. Chaeriiinnn !!!” Kyuhyun berteriak.

Mengguncang guncangkan tubuh Chaerin yang terbujur kaku tanpa nyawa.

Sunghyun terlihat lebih tabah.

Eommanya pun terlihat seperti itu.

“Hyuuunngg , Chaerin masih ada. Dia masih hidup” teriak Kyuhyun lagi.

Tubuh Kangin, Shindong dan Siwon pun tidak kuat untuk menahan Kyuhyun yang terus meronta ronta.

“Chaeriinnn” Kyuhyun terus terusan memanggil nama Chaerin di dalam tangisnya.

~ ++ ~ ++ ~

Hari Minggu yang cerah menjadi kelam bagi Kyuhyun.

Karena hari itu,

dia harus bisa merelakan yeoja yang paling di cintainya untuk beristirahat dengan tenang selamanya.

Ketika Kyuhyun meneteskan air mata pertamanya,

hujan langsung turun dengan deras.

“Apakah kau tau, aku sangat kehilanganmu, Chaerin. Saat kau datang ke kehidupanku, kau benar benar merubah hidupku dan sekarang saat kau pergi, kau juga merubah hidupku. Dari yang berwarna menjadi kelam dan gelap. Bisa kah kau kembali dan mewarnai kehidupanku lagi ?” gumam Kyuhyun pelan.

“Aku juga, Kyuhyun. Seandainya kamu tau, aku juga kehilanganmu. Kau juga merubah hidupku. Apa yang kau rasakan, sama dengan apa yang aku rasakan. Aku mencintaimu melebihi apapun. Aku akan merindukanmu, Kyuhyun. Jaga dirimu baik baik” suara bisikan Chaerin terdengar ditengah tengah derasnya hujan.

“Jeongmal saranghaeyo, Kyuhyun” lagi lagi suara Chaerin terdengar di tengah tengah derasnya hujan.

“Saranghaeyo, Chaerin. Jeongmal saranghaeyo” teriak Kyuhyun ditengah hujan.

Badannya yang basah kuyup sudah tidak ia pikirkan.

Ia hanya bisa meneriakkan nama Chaerin beberapa kali.

“Aku mencintaimu melebihi apapun” kata Kyuhyun pelan dan akhirnya tubuhnya jatuh diatas tempat peristirahatan Chaerin yang terakhir.

~ ++ ~ ++ ~

“Pagi Kyuhyun” sapa Yoomi.

“Pagi, noona. Ada apa ?” tanya Kyuhyun.

“Ada titipan dari Sunghyun” jawab Yoomi sambil memberikan Kyuhyun sebuah Diary.

“Apa ini, noona ?” tanya Kyuhyun lagi.

“Diary” jawab Yoomi sambil menunjuk tulisan ‘Diary’ yang ada di sampul buku tersebut.

“Oh, gomawo,noona. Masuk noona. Aku panggilin Leeteuk hyung. Sebentar ya” kata Kyuhyun.

“Leeteuk hyuuunnggg” teriak Kyuhyun.

“Apa ?” tanya Leeteuk.

“Ada Yoomi noona tuh” jawab Kyuhyun santai sambil memperhatikan diary yang baru diberikan oleh Yoomi.

“Oh, iya iya” kata Leeteuk senang.

Kyuhyun masih terus memperhatikan diary yang ada di tangannya itu.

“Lebih baik, aku buka di kamar saja” gumamnya pelan.

Kyuhyun langsung berlari menuju kamarnya dan membaca diary yang baru ia dapatkan.

Ayo baca diary itu bareng Kyu di Diary, Letter and Dream

Advertisements

7 responses to “I said, STOP RACING Lee Chae Rin !! PART8 (Finally end)

  1. onnie cuma mo saran…….. kenapa yah setiap ff di ffindo pasti nama ce nya pake nama author….. menurut aku lebih enak pake nama artis laen ato pake you (reader) , kalo pake nma author tuh jadi lebih gimana gitu hehehe mian yah author cuma saran doang , itu meurut aku loh ……… mianhae sekali lagi

  2. @nina: yess ^^ haha. rame2in FFku gitu lo~~ hahaha
    @feliprizzchan: tengkiyuu sarannya ^^ cuma kalo aku pribadi lebih seneng pake nama ‘aku’ sendiri karen bisa dapet feel nya~ trus kalau pake ‘you’ si readers takutnya malah bingung. kalau nama member GB buat aku pribadi (lagi) kurang ngena aja. tp ya tgantung cerita juga sih~ hehe. tapi sekali lagi makasih ya masukannya ;DD

  3. 1 kata….
    sedddiiiiiiiihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh…………
    kyu yang sabar yah *sambil nepuk2 punggung kyu
    donghaaaaaaaaaeeeeeeeeeeeeeeeee………..nakal banget sih chaerinkan da sama kyuhyun…
    ckckckck
    gak nyangka !

  4. omo O.o
    jadi chaerin meninggal??
    huaaa…sedihnya…
    itu isi diarynya apa ya??
    jadi penasaran deh…
    nice ff…. =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s