First Kiss (Oneshoot)

Cast: Lee Taemin-Cha Ryu Jin (OC)

other cast:- Yun Ri + Han In as Ryu Jin’s friends

-Choi Minho, Krystal Jung

Genre: Romantic

Length: oneshot

Rating: PG-13/PG 14

Anyeong, Ryu Jin imnida. Siswi kelas 2 ChungNam high school. Ada satu hal yang ingin sekali kucoba. Yaitu berciuman. Aku ingin sekali merasakannya. Dan akupun sudah memiliki target, Choi Minho, siswa kelas 3, yang juga merupakan namja populer di sekolah ini. Hah, malang nian nasibku. sadarlah, Ryu, pacaran saja belum pernah, bagaimana mungkin kau bisa berciuman dengan namja yang kau idamkan itu?? apalagi namja itu banyak sekali penggemarnya.

* * *

@sekolah

Kriiiiiiiiiiiing, kriiiiiiiiiiing

Akhirnya jam istirahat dimulai, kalau tidak, mungkin suara genderang diperutku ini bisa didengar seluruh anak dikelas. Segera aku berlari ke kantin lalu membeli beberapa makanan. Roti dan jus, ya, itulah menu yang biasa kumakan saat istirahat. “kyaaaaaa~! Kyaaaaa~! Minho sunbae~!!”teriak yeoja-yeoja disekitarku. Aaahh, namja itu, benar-benar sempurna. Sudah kaya, tampan, pintar, populer, ramah, hidup pula (?). Tak salah banyak sekali yang mengaguminya, termasuk aku.

“anyeong, boleh aku duduk disini? Sepertinya meja-meja lain sudah penuh”tanyanya, Choi Minho. “ne, silakan”kataku mulai salting. “gamsahamnida”katanya lalu duduk dihadapanku sambil tersenyum. Omo~! Kumohon, jangan sampai dia mendengar detak jantungku yang kelewat kencang ini. “err, mian, tapi aku harus pergi, anyeong”kataku lalu berlalu meninggalkannya. Aku tak tahan terus-terusan berhadapan dengannya apalagi dia terus tersenyum. Tapi aku juga cukup menyesali perbuatanku tadi, padahal itu kesempatan bagus untuk ngobrol dengannya! Aissh, pabbo, ryu! Kutengok kebalakang untuk melihatnya lagi, tapi dia sudah dikerumuni fans-fansnya. ‘huh, sepertinya berat nih saingannya’batinku

* * *

“aku pulang”kataku saat masuk rumah. “ah, ryu, kau sudah pulang. Lihat vas biru, tidak?”tanya eomma. “ng, mungkin di kamar haraboji. Biar kucari dikamarnya”kataku lalu berjalan menuju kamar haraboji. Akupun membuka pintu kamarnya hingga menimbulkan bunyi berderit. Kulongokkan kepalaku kedalam. Benar saja, banyak sekali benda-benda unik dikamarnya. Haraboji memang agak eksentrik. Mataku menangkap suatu benda bulat, seperti teko, tapi bukan teko. Duh, bagaimana menyebutnya ya?

Ng, benda itu seperti mangkuk dan memiliki tutup. Warna biru. Saking terpesonanya, aku lupa akan tugasku. “omo~! Bagusnya. Buatku saja deh. Iiihh, banyak debunya”kataku sambil menyingkirkan debu-debu itu.

BHUUSSSHHH!!!!

BUUUMM!

tiba-tiba teko itu mengeluarkan asap tebal. “uhuk, uhuk!”akupun terbatuk-batuk. “ada apa, ini?”tanyaku kebingungan. Seketika itu juga muncul satu makhluk dengan menggunakan baju abu-abu dan celana panjang hitam berdiri tegap didepanku.

“nuguseyo?”tanyaku. “tadi kau memanggilku, kan?”tanyanya balik. “mwo?”tanyaku bingung. “kau tadi menggosok ini?”tanyanya lagi.”ah, ne..”jawabku. Jadi dia keluar karna aku menggosok benda itu? Ah, ini persis seperti film kartun Aladin!

“ya! Kau jin lampu, ya?”tanyaku senang. *taemin jadi jin lampu~?!**dikemplang fans Taemin* “bukan, aku peri dupa”jawabnya santai. “mwo? Apaan tuh?”tanyaku –masih- bingung. “kalau tidak ada permintaan, aku pulang saja”katanya mulai kesal. “aniyo!! Aku punya! Banyak malah!”kataku. “jadi, aku majikan mu, nih?”tanyaku lagi. “akan kukabulkan 3 permintaan, sebutkan saja”kata jin itu. Omo~! Aku beruntung sekali. Tapi sepertinya ‘makhluk itu’ terlihat ogah-ogahan.

“oh ya, kau belum menjawab pertanyaanku tadi, siapa namamu? Aku ryu jin”kataku. “Taemin”jawabnya singkat. Huh, orang ini pelit ngomong banget sih! “aku tidak suka basa-basi”katanya seolah bisa membaca pikiranku. “ng, apa haraboji pernah memanggilmu?”tanyaku mengubah topik pembicaraan. “aku tidak keluar”jawabnya. “mwo? Kenapa?”tanyaku kaget. “aku hanya menurut pada yeoja”jawabnya sambil berjalan kearah lemari pakaianku lalu membukanya. “ya! Jangan buka-buka! Tidak sopan!”kataku sambil menutup lemari itu lagi. Bagaimana tidak malu? Disana ada pakaian dalamku -_____-

Sniff sniff

Aku mencium sesuatu yang wangi didekatku. Oh, ternyata bau badannya toh. Wangi, wanginya lembut sekali. “hmm, enak juga ya kalau aku bisa seharum tubuhmu, aku jadi mau”gumamku. Sriiiing. Seberkas cahaya muncul didepan mataku. Seketika itu juga tubuhku seharum tubuhnya. “tinggal 2 permintaan lagi”katanya. “mwo?! Aku kan tidak memintanya!! Jangan-jangan kau ingin cepat-cepat kembali ke dupa, ya?!”tebakku asal. “ah, kok kau tahu?”katanya santai. Aisshh, mana ada peri (atau mungkin malaikat) se-cuek dia!

“kalau begini sih, pakai parfum juga bisa, pabbo!”kataku. “tapi ini berbeda dari parfum”katanya. “eh?”tanyaku dengan wajah cengo. “wangi ini akan abadi seumur hidupmu”katanya. “ini sama sekali ga lucu, tau!”geramku. “mau kuhapus?”tawarnya. “aniyo! Dengar baik-baik ya, Taemin, jangan bikin hal-hal yang tidak bisa dihapus, dan jangan menyihirku!”kataku tambah geram. “harusnya kau bilang dari tadi, Ryu. Ternyata kamu ini pabbo ya”ledeknya dengan senyum penuh kemenangan.

“kuberi tahu kenapa aku menurut pada yeoja, karna yeoja gampang ditebak, kau tahu?”katanya. uuhh, makhluk ini benar-benar menyebalkan. Gara-gara dia aku kehilangan 1 permintaanku!

* * *

Esoknya disekolah..

“ryu, kau pakai parfum apa? Harum sekali”kata chinguku, Yun Rii. “aniyo..”jawabku sekenanya. Akupun keluar kelas lalu bertemu dengan namja itu, Choi Minho! Aha! Akhirnya aku tahu apa permintaan kedua ku! Segera mungkin aku mencari Taemin dan menemukannya ditangga. “Taemin-ah!”panggilku. Diapun menengok kearahku. “waeyo?”tanyanya datar. “permintaan kedua! Aku mau dicintai!”kataku antusias.

“kau yakin? Banyak lho yang minta itu”kata Taemin. Tap tap tap. Terdengar suara langkah kaki. “gawat, ada murid yang datang, cepat pura-pura jadi murid!”perintahku. sekejap, diapun sudah memakai seragam yang sama denganku.

“ah, ryu, sedang apa kau disini?”tanya Yun Rii. “ah, lagi ngobrol ngobrol aja kok”jawabku. “siapa dia? Namjachingu mu? Kenapa aku baru melihatnya?”tanyanya penasaran. Ottohkae?! Aku bingung harus menjawab apa. “Yun Rii ah! Kau dipanggil Kim songsaenim!”panggil Han In. “ne!”Yun Rii pun meninggalkan kami berdua. “hufffttt”akupun bernapas lega.

“permintaan kedua terkabul”kata Taemin disebelahku. “mwo?! Tinggal satu lagi?! Enak saja!!”omelku lalu berbalik kearah Taemin. O’ow, wajah kami pun berjarak kurang dari 10 senti. DEG! Dekat sekali. Kenapa aku jadi berdebar begini sih? “itu namja yang aku sukai, ya? Namanya Choi Minho?”tanyanya sambil menunjuk kebawah. Kulihat Minho sedang berduaan dengan Krystal, yang juga merupakan yeoja populer di sekolah ini. Apa mungkin mereka pacaran? “kau cemburu ya?”ledek Taemin. “asshh! Ayo pergi!”kataku kesal lalu pergi meninggalkan Taemin.

* * *

Dikamar Ryu..

“mungkin saja mereka pacaran ,lagipula mereka pasangan yang serasi, kok”kata Taemin. “tidak usah terlalu jujur seperti itu!”kataku dengan muka loyo. “aku lebih suka gadis yang menangis daripada tersenyum, kalau lihat wajah sedih, hatiku jadi berdebar”katanya. “eh?” aku tak percaya dengan pendengaranku tadi. “kan tidak seru kalau tidak nangis!”lanjut Taemin. Makhluk ini, benar-benar deh. Tidak hanya aneh, tapi juga ‘sarap’ *dikemplang fans Taemin*

“kalau permintaanmu itu kukabulkan, apa tidak merasa aneh? Dalam sekejap saja, tiba-tiba dia jadi menyukaimu. Apa kamu tidak merasa dia jadi orang yang berbeda? Terserah kau saja, tugasku hanya mengabulkannya”kata Taemin. Ku telaah kata demi kata yang diucapkannya. Ada benarnya juga sih. Tapi.. “aku.. ingin merasakan ciuman, tapi aku ga yakin apa aku benar-benar mencintai Minho”kataku. Aku yakin, wajahku pasti sudah seperti kepiting rebus.

“jadi itu maumu, ya? Baiklah, akan kulakukan”katanya sambil memegang daguku. Wangi yang lembut menyelimuti tubuhku, seolah-olah sedang mendekapku dalam pelukannya yang hangat, aku tidak bisa bergerak. Perasaanku campur aduk, antara takut dan ingin lari. Kurasakan hembusan napasnya. Wajah kami pun berjarak tidak lebih dari 5 senti.

Tok tok tok

“ryu..”panggil eomma sambil membuka pintu. Sontak aku mendorong wajah Taemin menjauh dariku. Aku panik, takut eomma marah padaku. Tapi biasanya ‘makhluk aneh’ sepertinya tidak bisa dilihat orang lain kan? Iya kan? “lho? Temannya Ryu, ya?”tanya eomma. “ne, ahjumma”kata Taemin manis. “kenapa tidak diberi makanan atau minuman, Ryu?”tanya eomma. “ne, aku baru saja mau mengambilnya”kataku lalu keluar kamar. Kuhembuskan nafas lega.Sungguh memalukan. ‘untung saja eomma tidak menyadarinya’

* * *

Dikelas..

‘norak, tolol, pabbo! Aisshh’ runtukku dalam hati menngingat kejadian kemarin. “Ryu, ada yang nyari, tuh”kata Han In “nugu?”aku pun menengok ke arah pintu dan melihat Taemin berdiri diambang pintu memakai seragam sekolahku. “asshh, mau apa dia kesini?”gumamku. “dia siapa, ryu? Tampannya..”tanya Yun Rii masih terpesona dengan sosok Taemin. “bau badannya persis dengan bau mu, Ryu”celoteh Han In. kuhiraukan 2 yeoja pabbo itu lalu menghampiri Taemin. Kubawa Taemin ke atap sekolah. “untuk apa kau datang ke kelasku?”tanyaku.

“apa permintaan terakhirmu?”tanyanya balik. “hee?”aku tidak mengerti apa maksudnya. “katakan permintaan terakhirmu itu, akan kukabulkan”katanya lagi. Terakhir? Setelah terkabul, berarti dia akan pergi? “huh, rupanya kau mau cepat selesai”kataku ketus. “benar, katakan saja apa maumu”katanya lagi. Aku benar-benar, marah, sedih, kecewa, campur aduk. Emosiku membuncah. “KENAPA KAU BILANG BEGITU SIH?!”bentakku lalu meninggalkannya yang masih berdiri mematung.

* * *

Aku tidak mengerti, dia datang lalu pergi. Seenaknya saja! Padahal aku sudah mulai menyukainya. Aku tidak mau dia pergi. Aku bingung, apa yang harus kulakukan? Satu hal yang kuinginkan, hanya ‘itu’. Oh iya, ‘itu’!!

* * *

Dikamar Ryu..

“aku sudah memutuskan permintaan ketigaku”kataku mantap. “apa?”tanyanya. “cium aku! Anggap saja itu Ciuman perpisahan”pintaku dengan seburat merah dipipiku. Tidak mungkin akan terkabul kalau aku meminta agar Minho mencintaiku, aku ingin Taemin menciumku. “hanya itu? Baiklah..”katanya santai. Diapun berjalan mendekatiku dan menarik tubuhku agar lebih dekat lagi. “ma.. mau apa kau?”tanyaku gugup. Taemin pun memegang daguku dan mulai melumat bibirku. Ciuman ini.. tidak seperti yang kubayangkan. Tidak manis, dan juga tidak panas. Napasku seperti berhenti. Aku tidak mau kau pergi dariku, Taemin.

Setelah beberapa menit kunikmati ciuman itu, dia pun mulai melepaskan bibirku. “hahahahaha, kenapa kau malah minta dicium, sih? Kau ini emang aneh!”ledek Taemin. “kenapa tidak memintaku untuk tetap disini?”tanyanya. “tapi itu ga mungkin terjadi, kan?”tanyaku berusaha menahan air mata. “katakan saja, pasti akan kukabulkan”katanya santai masih dengan senyum manisnya itu. “benarkah?”tanyaku.

“kau itu majikanku. Mengabulkan 3 permintaan lalu pergi, itu hanya alasanku saja. Kamu boleh minta lebih dari 3, kok”kata Taemin sambil memainkan dupa itu. PRANG! Aku tersentak dengan perbuatannya barusan. Dia memecahkan dupa itu? “ngga perlu pakai ini lagi”kata Taemin sambil tertawa sehingga matanya hanya terlihat tinggal segaris. “bisa-bisanya kau tertawa, padahal aku susah payah menahan air mata!”kataku geram. “aku memang ingin membuatmu menangis, kok”katanya. Taemin, kau benar-benar cari ribut denganku, ya? “sebutkan keinginanmu, pasti akan kukabulkan”lanjutnya. “ne, aku punya satu permintaan, jangan pernah pergi dariku”pintaku. “ne, nona manis”jawabnya sambil memelukku.

Dalam keharuman serta hangat tubuhnya

Dialah orang yang pertama kali memberiku ciuman

Ciuman yang lembut dan takkan pernah kulupakan

Dan dari itulah, cinta pun bersemi

Menyatukan kedua hati kami

-FIN-

Hufft, bahasa gue ancur banget dah -__- bacanya aja bikin mual. Ga biasa sih bikin kata-kata romantis kayak gitu. Jadi, mianhae kalo readers kecewa dengan kata-kata aneh author satu ini. Author Cuma punya 1 permintaan “PLEASE DON’T BE SILENT READERS AND PLAGIATORS”

Gamsahamnida ^^

Advertisements

42 responses to “First Kiss (Oneshoot)

  1. aigooo taemin jadi sama gue aja ye -_-” . bagus lo thor feelnya kerasa banget wkwkw bikin sequel nya dong ‘-‘ hhe. good work thorrrr 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s