message from the stars part 5

Author: pricill93

Length: Seried

Genre: romance, family, friendship

Main Cast:

-Key

-Nicole

-Kara members

-SHINee members

-Yirang Noona

Key P.O.V

“Key! Kau baik-baik saja?” tahu-tahu sudah ada Taemin di sebelahku setelah aku membuka mataku. Aku heran memang ada apa yang terjadi. Aku memakai baju rumah sakit dengan infus yang menusuk tanganku juga perban tebal di kepalaku yang membuatku merasa sakit.

Aku ingat. Aku melindungi Nicole dari buku-buku yang jatuh dari atas rak perpustakaan itu. Dan karena aku tidak mau Nicole terluka, aku buru-buru menghalanginya dan buku itu jatoh memukul keras kepalaku. Akibatnya sekarang aku ada dirumah sakit dengan kepala berdarah. Sementara sampai sekarang aku masih memikirkan keadaan Nicole. Nicole tidak kenapa-kenapa kan?

“Taeminnie, Cola tidak apa-apa kan?” tanyaku tanpa memikirkan kepalaku yang sakit ini. Aku benci darah. Aku benci terluka. Bukan centil tapi, aku benci melakukan sesuatu kekonyolan seperti itu.

Tapi, aku rela berdarah agar Nicole tidak apa-apa. Aku tahu aku bukan  namja seperti Minho yang terlihat manly atau kuat, tapi aku tahu aku akan melindungi dia walaupun aku harus terluka sekalipun.  Aku memang bukan orang yang romantis.

Aku bukan orang yang suka mengada-ngada atau menggombal menyenangkan hayi seorang cewek. Aku bukan tipe cowok seperti itu. Makannya aku senang ketika aku bertemu dengan Nicole. Perempuan satu-satunya yang kuat dengan omelanku juga dengan kata-kata blak-blakan ku itu, hanya dia.

“Hyung, jawab dulu pertanyaanku. Jangan nggak nyambung. Keadaanmu saja belum baikan masih nanyain orang lain!” kata Taemin sewot. Otomatis tangannya sudah memegang pinggangnya marah dan heran melihat Hyungnya yang isi otaknya ternyata cuman Nicole.

Aku cuman tertawa dan memintanya mengambil air minum di sebelah ranjang. Aku bukannya manja tapi, aku tidak bisa menarik tubuhku karena suntikan infus sialan itu. ” Yang lain mana, Taem?” tanyaku selagi meminum air putih yang ada di botol itu.

“Mereka sedang membeli makanan untukmu dan untukku. Sementara onnie sudah pulang duluan tadi.”

“Oh. Sudah pulang yah? Arasheo.” kataku seketika menjadi lebih lemas daripada biasanya karena Nicole sudah pulang. Tapi, aku merasa ada yang kurang dari ingatanku. Aku merasa ada sesuatu terjadi. Apakah aku mengatakan yang macam-macam?

“Hyunggg!! Tenang saja kali. Onnie sangat cemas karena keadaanmu tadi. Tapi, karena ia juga tidak boleh keluar rumah, Onnie dipaksa untuk pulang ke rumah. Hyung hyungg. Aku tidak mengerti deh. Kedua hyungku sudah berubah jauh sikapnya karena seorang cewek saja.” katanya polos dan cemberut.

Seperti ia kesal melihat hyung-hyungnya menjadi begitu aneh karena mereka mencintai cewek ini. Aku ber ‘oh’ ria kepada respon Taemin dan melihat ke tiga member lainnya sudah masuk ke kamar membawa begitu banyak makanan. Mereka masuk dengan rusuh dan ribut lalu langsung memelukku erat membuat aku tidak bisa bernafas.

“KEEEEYYYYYYYYY!!!!”teriak mereka bertiga dan membuatku tidak bisa bernafas karena pelukan mereka yang sekuat tenaga gorilla. Mungkin gorilla aja kayaknya kalah deh.

“Ya~~! Kalian mau aku mati yahh.” kataku mendelik mereka dengan tatapan yang tajam sebal. Aku melihat kamarku yang tadinya bersih menjadi kapal pecah ketika mereka datang. Makanan-makanan bermacam-macam penuh di taruh di semua meja yang ada di kamarku ini.

Bagaimana tidak berantakan, teman-temanku tidak ada yang mau membereskan makanannya sendiri kecuali kalau aku yang ngomel-ngomel. Tapi, aku sedang tidak ada mood untuk ngomel-ngomel karena aku tidak mempunyai tenaga seperti. Biarlah. Teman-temanku ini memang semuanya monster abis.

“Hah! Kami menghawatirkanmu tahu! Bisa-bisanya malah teriak-teriak.” kata Jonghyun yang masih memelukku lalu melepaskanku dengan muka cemberut. Maaf, hyung hari ini aku tidak minat memulai sesuatu drama denganmu. Tidak punya kekuatan yang maksimal. Mengomel saja sudah malas.

“Ne..ne…ne.. Coba ada makanan apa saja memangnya?Awas tidak enak!” kataku bertanya dan mengancam mereka. Hari ini mereka semua harus melayaniku karena aku masih terluka dan tidak bisa melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti membersihkan bekas bekas makanan. Aku terkikik tanpa sepengetahuan mereka. Jarang-jarang aku bisa sesantai ini dan menyuruh mereka bekerja.

“Lihat sendiri donk, Hyung! Kau licik nih.” Minho entah darimana suaranya sudah protes karena kelakuanku. Entah darimana di sampingnya sudah ada Minji dengan manis tersenyum ke arahku. Aku tersenyum ke arahnya dan ia menghampiriku.

“Oppa. Genchana? Oppa benar-benar hebat. Aku tidak percaya Oppa akan melakukannya loh!” Minji memujiku dan tersenyum penuh arti yang aku tidak mengerti apa maksudnya.

“Apa maksudmu, Minji?” tanyaku lagi tidak mengerti. Melakukan apa? Melindungi Nicole? Bukannya aku memang sudah biasa melindunginya? Kalau soal melindungi seorang perempuan aku memang sudah jadi masternya. Melindungi Minji yang sakit hati karena Minho, atau Nicole yang suka lelah sendiri. Yah seperti itu lah yang aku perbuat.

“Oppa mengatakannya kan??Oppa sudah bilang kan??” katanya semangat sambil memukul-mukul pundakku tanda kesemangatannya itu.

Aku melihatnya dengan bingung karena memang tidak tahu apa yang ia katakan. Memangnya aku bilang apa? Apa aku yang bego sendirian karena kepalaku kepukul keras atau memang tidak ada yang tahu. Dan aku menatap teman-temanku yang lain tapi, mereka lebih tidak tahu apa yang sedang dibicarakan. Minho saja tidak mengerti.

“Kau tidak tahu? Bukannya Oppa mengatakan cinta kepada Nicole tadi?” kata Minji dengan hati-hati juga tidak keras-keras biar tidak ada yang tahu. Aku tersenyum karena ia tahu juga maksudku untuk menyembunyikannya sebelum ada kenyataan yang pasti. Sayangnya walaupun Minji bisik-bisik keempat temanku sudah ada dibelakang Minji mendengarkan pembicaraan kami baik-baik.

“Hyunggg~~Kau sudah mengatakannya!? Kapann? Kok tidak cerita-cerita sihh?”kata Taemin kembali mengomeli aku karena tidak memberi tahu kabar apapun. Padahal aku memang belum memberi tahu siapa-siapa tentang ini. Aku sendiri saja tidak tahu. Bagaimana caranya mau cerita-cerita.  Keempat temanku ini malah terkejut dan mulai mengerecoki aku lagi-lagi dengan suara mereka yang keras.

“Aku melihat muka Nicole malu-malu. Dan aku bertanya kepadanya ada apa. Lalu ia bercerita kalau kau mengatakannya. Mukanya menjadi sangat merah, Oppa. Sepertinya ia juga menyukaimu.” cerita Minji mengapa ia bisa mengira aku sudah bilang.

Aku terdiam sebentar berusaha mengingat sesuatu. Sesuatu yang hilang dari otakku. Tapi,aku tidak dapat mengingat apa-apa. Entah lah. Memangnya apa yang aku lakukan. Aku harap tidak ada yang macam-macam atau membuat Nicole ngeri. Walaupun aku tidak bisa mengingat apa yang terjadi, aku tersenyum mendengar Minji menceritakan respon Nicole yang malu-malu itu. Berarti ia juga mempunyai perasaan yang sama denganku kan?

“Wahh Key kau benar-benar yahh..Masa hal sepenting ini tidak memberi tahu, hyungg?” kata Onew Hyung berjalan ke arahku siap mempites leher ku dengan tatapan tajam. Bercanda maksudnya.

“Mian, Hyung. Aku saja tidak tahu kapan aku melakukan itu. Bagaimana aku mau cerita?”

“Mwo? Kau tidak tahu!?” teriak mereka berempat berbarengan terkejut karena aku mengatakannya tanpa aku sadari dan aku melupakannya begitu saja.

“Katanya kau mengatakannya saat kau mengigo, Oppa. Kau memanggil namanya waktu pingsan. Makannya Nicole tahu.” Minji menimbrung di kerumunan kami tentunya di sebelah Minho dengan badannya yang kecil itu. Sudah terlalu kecil dan semakin kecil karena berkerumun di antara kami bereempat. Minho memeluknya karena si mungil ini kedinginan karena kamar rumah sakit memang daebak ACnya.

“Hh..aku tidak tahu harus bagaimana. Apa aku pura-pura tidak tahu saja?” tanyaku kepada semuanya, berharap ada yang memberi saran kepadaku.

“Key! Kau pabo atau bego?” kata Jonghyun hyung meneriakiku persis di depan telingaku. Sehingga aku menutup telingaku yang hampir tuli karena suaranya yang cempreng.

“Aku bertanya bukan buat di sebut-sebut begooo!!” aku membalas teriakannya dan melemparnya dengan bantal. Ia hanya menatapku dengan tajam dan tidak jadi menggubrisku.

“Jelas-jelas kau bego! Sejak kapan ada seorang namja pura-pura tidak tahu! Adanya kau menyatakan perasaanmu sekarang? Jelas-jelas ia juga menyukaimu. Kalian sahabatan tapi, dua-duanya bodoh yah.” katanya mengomel sampai malah mengatai Nicole pabo. Aku menatapnya dengan menahan kesal ku karena ia mengatai kami bodoh. Terutama ia mengatai Nicole bodoh. My angel, Nicole.

“Jangan mengejek-ejek Cola yah, hyung! Arasheoo. Aku akan mengatakannya.” kataku dengan pasrah. Sementara yang lain kecuali Minho tersenyum geli melihat aku malu-malu karena seorang wanita yang mempunyai sikap sepertiku. Dan walaupun begitu, aku yang selalu kalah karena pesona yang dimiliki perempuan ini.

Minho P.O.V

Aku keluar menyusul Minji yang keluar dari kamar rumah sakit. Mungkin ia sedikit bosan, tidak tahu harus bersikap seperti apa. Aku mengejarnya dan memegang tangannya. Ia tersenyum dan berjalan entah kemana jadi aku mengikutinya. Tapi, aku merasakan ada sesuatu yang tidak beres dengannya. Minji menangis. Aku bingung kenapa ia menangis. Padahal apa yang aku lakukan memangnya?

“Hey..hey..hey..Minji waeyo, chagiya?” tanyaku sambil mengelap air matanya yang mengalir merusak muka cantik pacarku ini. Ia menggeleng pelan dan lanjut berjalan sendirian meninggalkanku di belakang. Entah aku jadi bingung kalau Minji ngambek seperti ini. Tapi, aku harus menyusulnya juga mau tak mau.

“Chagiyaa??? Aku salah ya? Aku minta maaf yah.” kataku merangkulnya dan menatap matanya dekat dengan puppy eyes yang selalu aku pakai untuk merujuknya. Dan walaupun aku sering menggunakan puppy eyes ini, Minji pasti akhirnya tidak dapat mengelak.

Tentu benar dugaanku. Ia tidak dapat menolaknya dan cuman menunduk dengan muka yang merah padam. Aku suka tertawa geli melihatnya yang malu-malu. Aku sendiri tidak tahan bila melihatnya malu-malu seperti ini. Walaupun aku sedang marah sekalipun, aku bisa tertawa ngakak kalau melihatnya malu-malu begini. Padahal dulu ia sering sekali menggangguku dengan sikapnya yang manja. Tapi, sekarang aku yang ingin ia bersikap manja kepadaku. Aku senang kalau ia mengandalkanku.

“Kamu tahu kan aku pasti bantuin kalau ada masalah? Tell me.” kataku dengan lembut di depan wajahnya yang sedang menatapku malu-malu. Aku mendekatkan bibirku ke bibirnya dan mengecupnya lembut. Sudah lama sekali aku tidak merasakan bibir mungilnya melumat bibirku ini. Aku menciumnya dengan lembut tapi, dalam membuatnya terhenyak pelan dan nafasnya terengah-engah ketika aku melepaskan bibirku.

“Opp..aaa..ini kan rumah sakit.” katanya dengan malu-malu melihat ke samping-sampingnya yang untungnya ternyata tidak ada orang.

“Habis aku gemas. Kamu nggak mau kasih tahu aku apa-apa. Kamu tiba-tiba nangis. Satu-satunya yang bikin kamu tenang, ya cuman ini.” kataku sambil menunjuk bibirnya sambil tersenyum menggodanya. Ia mengerucutkan bibirnya sampai monyong lalu memalingkan mukanya dariku tapi, aku menahan dagunya dan menciumnya kembali. Kali ini lebih lama. Aku merindukannya, aku merindukan ciumannya dan semua yang ada di dalam Minji.

Aku terlalu sibuk karena kegiatan SHINee yang mulai menggila lagi. Aku harus latihan untuk comeback juga berbagai photoshoot lainnya. Sekarang rambutku yang panjang sudah menjadi pendek cepak karena tuntutan comeback baru. Aku memang senang dengan gaya rambutku. Aku tidak merasa gerah dan merasa lebih rapih karena rambutku dipotong. Sehingga karena kepadatan kegiatanku dan kepadatan jadwal sekolahnya, kami jarang bertemu. Dan hari ini aku senang sekali karena ia bisa bersamaku sepanjang hari karena ia libur dari sekolahnya.

Aku senang merasakan ada bibir mungilnya yang berusaha melumat bibirku yang berukuran lebih besar dari bibirnya itu.Bukan hanya itu. Ciumannya itu adalah energiku. Aku akan lebih bersemangat karena ia menciumku .Tentunya aku dengan gampang melumat bibirnya yang lebih kecil daripada aku. Kami berciuman untuk beberapa menit entah aku seperti kerasukan ketika menciumnya. Dan aku menutupnya dengan kecupan cepat di bibirnya. Ia memegang rambutku yang cepak sambil terengah-engah kehabisan nafas.

Aku mengelap bibirnya yang basah dengan tanganku lalu tersenyum nakal melihatnya. Aku menggodanya dengan tatapanku itu.

“Oppaaaa~~Jangan mesummm dehh!” katanya memukul kepalaku pelan dan aku bergumam sakit. Rasanya sakit walaupun di pukul pelan oleh pacar sendiri. Beda rasanya kalau dipukul oleh pacar sendiri tidak peduli kalau pelan atau kasar sekalipun. Rasanya tetap sakit.

“Sakit tahu, sayang.” kataku manja dan merangkulnya balik ke kamar Key. Aku memang ingin berduaan dengannya saja mungkin aku culik dia dan aku bawa pergi liburan. Tapi, aku dapat merusak nama baik SHINee dan juga persahabatanku ini. Sehingga aku membalikkan badanku ke arah kamar Key, menarik gadis kecilku ini.

Key P.O.V

Aku melihat Minho yang masuk lagi bersama gadis kecil ini dengan wajah yang lebih cerah. Aku mengetahui sesuatu telah terjadi padanya dengan Minji. Wajahnya menjadi lebih terang dari piring yang baru dicuci pakai sabun sunlight.( maaf saya lagi error.. maklum yahh).

“Kenapa kau keluar tiba-tiba? Dasar pacaran saja!” aku mengomelinya dan Minho hanya tertawa malu-malu.  Minji hanya menundukkan mukanya merasa tidak enak.

“Genchana, Minji. Tidak perlu merasa tidak enak kok.” kataku mengelus puncak kepalanya layaknya seorang kakak laki-laki. Aku tidak melihatnya seperti seorang cewek yang bisa dijadikan pacar. Semua orang juga tahu kalau perasaanku hanya tertuju untuknya saja.

“Hyungg~ Kau licik. Apa-apaan dengan sikap pengertianmu itu? Kau cuman baik kepada perempuan saja. Licik!” Minho memprotes kelakuanku yang tidak adil menurutnya. Jelas menurutku adil. Masa aku mau memarahi seorang cewek sih? Kan rasanya tidak gentle! Lagian Minji hanya ditarik Minho saat pergi.

“Siapa suruh kau sangat-sangat playboy, Minho?” kataku dan ia terdiam tidak tahu harus membalas apa. Lebih baik ia diam daripada memakan ludahnya sendiri. Aku tertawa licik melihatnya mati kutu seperti ini.

Aku merasa sangat bosan berada di rumah sakit. Kalau mereka berempat tidak datang, aku pasti sudah mati bosan. Sayangnya mereka berempat + Minji harus meninggalkanku sendirian karena jadwal SHINee. Tidak mungkin juga Minho rela meninggalkan Minji berduaan denganku doank. Ia kan orangnya sebenarnya sangat cemburuan. Posesif tepatnya.

Mereka berlima sebenarnya tidak ingin meninggalkanku tapi, karena tuntutan pekerjaan mau tak mau mereka harus meninggalkanku. Aku tersenyum melambaikan tanganku lalu tertidur di ranjang kembali dengan memakan sisa-sisa makanan yang belum habis ini tentunya daripada mati bosan, aku menonton siaran di tv yang biasa ada di tv. Aku terkejut hampir mengeluarkan makananku lagi, karena melihat Nicole dengan seorang lelaki tak di kenal dengan gembiranya tertawa sangat senang. Mungkin di KARA idol show? Aku lupa namanya. Tapi, entahlah lelaki itu dekat sekali dengan Nicole dan sepertinya aku mengenal lelaki itu. Aku menghela nafas kesal karena melihat Nicole dekat dengan lelaki itu. Aku kesal. Aku tidak suka.

Aku juga tidak tahu kenapa. Mungkin aku memang cemburu yah? Ahh aku kesal. Aku pusing. Aku tidak pernah sebingung ini. Biasanya aku dapat menyelesaikan semua masalah. Kenapa cinta susah banget diselesaikannya? Sampai sekarang, walaupun aku bilang aku akan menyatakannya, aku masih tidak yakin untuk mengatakannya. Susah sekali rasanya mengatakan perasaanku kepada sahabatku sendiri. Kalau dia meninggalkanku, aku bisa apa?

“Key..kau tidak apa-apa?”tanya seorang cewek di belakang pintu yang ternyata adalah Yirang Noona. Yirang Noona adalah guru masakku waktu di Raising Idol. Walaupun jadwal syuting kami sudah habis, kami masih suka sekedar bertemu atau ngobrol-ngobrol. Jadi, bisa di bilang kami memang dekat. Hanya saja perasaanku untuk Noona bukan perasaan yang sama dengan yang aku alami dengan Nicole.

Aku segera mematikan tv yang menyiarkan wajah Nicole dan wajah lelaki itu dan menoleh ke arahnya berpura-pura tidak ada apa-apa. Tapi, rasanya ia tahu aku sedang ada rahasia yang sedang disembunyikan.

“Noona!!~~Masuk saja!” kataku semangat melihatnya ada disini. Jelas aku semangat. Yirang Noona sudah kuanggap sebagai Noona asliku. Ia menjagaku dan suka membuatkan ku makanan. Tentu buat keempat temanku yang lain. Ia juga mempunyai karakter yang keras sama sepertiku. Jadi, kami lebih sering bertengkar daripada berdamai.Yirang Noona masuk ke dalam kamarku sambil membawa sekotak buah. Ia menyodorkan kotak buah itu kepadaku dan aku tersenyum lebar seperti anak kecil mendapatkan permen.

“Wahhh, Noona! Ini semua buah kesukaanku.” kataku dan mulai memakan buah-buahnya. Ia hanya tersenyum ke arahku tanpa berbicara apa-apa. Dan aku sibuk memakan buah tapi, Yirang Noona melihat ke arah tv lalu ke arahku.

“Apa yang tadi ada di tv, Key?” tanyanya dan melihatku dengan tatapan curiga. Aku menggeleng tidak tahu apa yang ia katakan sambil memakan buahku.

“Noona kok bisa kesini?” tanyaku mengganti topik.

“Jangan mengganti topik Key.” katanya berkacak pinggang melihatku ngotot tahu bila ada sesuatu yang aku rahasiakan darinya.

“Hhh..Aku tidak tahu harus bagaimana.”

“Bagaimana apanya?” tanyanya bingung sambil mengambil kursi duduk di sampingku. Ia dengan santai mengambil remote tv dan menyalakannya. Aku kaget segera mengambil remotenya lalu mematikannya kembali.

“Yaa! Jangan sembarangan! Aku kan mau nonton! Kau tidak sopan pada, Noona yah?”

“Bukan begitu, Noona! Kau tidak akan mengerti.”

Yirang Noona tanpa mengatakan apa-apa menyalakan tv lagi dan melihat wajah Nicole dan lelaki itu sedang bermain entah apaan. Aku tidak minat melihatnya karena sudah terbakar cemburu. Aku mengerucutkan bibirku dan menggembungkan pipiku karena kesal. Yirang Noona tertawa melihatku dan segera mengerti kenapa aku sangat tidak ingin menyalakan siaran tv lagi. Entah aku sangat heran, kenapa Yirang Noona dapat mengerti aku dengan begitu cepatnya? Aku saja tidak mengerti apa-apa tentang diriku. Tapi, Noona tahu langsung situasinya.

“Kau menyukai sahabatmu itu kan?” tanyanya langsung membuatku tertusuk dengan benda yang tajam.  Tahu lah yah rasanya, kalau kau ditanyai sesuatu yang memang benar-benar terjadi kepada dirimu sendiri. Rasanya ada sesuatu yang mendorong kalian mengakui iti kan? Yah itu yang aku rasakan sekarang karena aku memang sedang jatuh cinta kepada Nicole.

One response to “message from the stars part 5

  1. akhrnya yg ditngu post ug
    hehehehehehe

    mkn seru nich crtanya…key,trnyta cmbruan ug,masa liat nicole snym” ma co aj cembru..0h’0
    truz co’a cpa?jinwoon ya
    *reader sotoy*

    minho and minji..ap yg kalian lakukan..0h,n0..*tu”p mata*
    di tngu next part…^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s