[OnWriting/T]My Happy Ending Cp.2-2

Title : My Happy Ending. Author : MonicAqua a.k.a Jun Ji Hyun Rating : G-Straight Cast : Find it ~ Disclaimer : I don’t own any Super Junior or other artist characters here. I make no money from this. It just for fun, ^^ . Please don’t sue me.

Dia sedikit menurunkan kepalanya agar dapat melihat gadis itu, matanya terpejam. Dia sudah tertidur. Dia menyibakkan rambut gadis itu. Dan meletakkan kepalanya diatas kepala gadis itu.

Gadis itu membuka matanya perlahan, dan yg dilihatnya masih aula yg sama dengan semalam. Dia melirik kesebelahnya dan mendapati DongHae yg sedang pulas tertidur. Namun pria itu telah membuka matanya, karna gerakan dari JiHyun.
” Jam berapa sekarang ? ” tanyanya ketika melihat pria itu sadar.
” Molla. Mungkin sekitar jam empat. ” katanya.
” Dan aku ada disini dari semalam ? Astaga. “
” Ya, aku tidak mungkin membangunkanmu yg sedang tertidur kan ? ” dia sedikit mendonggakkan kepalanya, karna JiHyun sudah bangun dari duduknya.
” Nee. Gomawo kau sudah meminjamkan pundakmu, kurasa sekarang kita harus kembali ke kamar masing – masing. ” dia segera menaiki tangga dan meninggalkan DongHae yg masih disana.
JiHyun membayangkan apa yg akan terjadi jika dia tak sadar dan mereka akan berada disana sampai pagi. Untunglah dia sadar kalau tidak besok pasti akan heboh. Dia membuka pelan pintu kamarnya dan kembali menutup dengan pelan juga agar tak ada yg terbangun.
Pagi – pagi sekali mereka sudah dibangunkan oleh pembimbing mereka. Pagi ini tak ada jadwal memasak, mereka semua diharuskan membantu untuk pesta api unggun nanti malam, karna nanti adalah malam terakhir. Dan karna tidak mungkin untuk melaksanakan pesta dansa atau semacamnya, jadilah mereka mengadakan api unggun.
Semua siswa mempersiapkan halaman depan dengan menghiasnya dan menyiapakan kayu serta apinya. Sebenarnya bukan api unggun saja, mereka juga akan mengadakan BBQ party. Songsaengnim sudah menyiapkan peralatan untuk BBQ party, mereka tinggal menyusun dan merapikannya untuk nanti malam.
Beberapa jam kemudian pekerjaan mereka selesai. Tentu saja semua akan mudah jika yg mengerjakan banyak orang bukan ?
” Jangan lupa, aku menunggumu di depan aula. ” pria itu membisikkannya tepat ditelinga gadis itu. Dia sedikit terkejut dan menoleh kebelakang, sementara DongHae belum menjauhkan wajahnya. Dan jarak mereka sekarang tinggal beberapa inci. Dia tak menjawab apapun, dia bingung bagaimana harus bereaksi, entah kenapa saat ini badannya tak bisa bergerak.
***
Gadis itu menuruni tangga dan disana sudah ada seorang pria, dengan topi hitam khasnya, dia tahu benar siapa itu. DongHae. Dia menghampirinya dan berdiri dibelakang pria itu tanpa memanggil, ingin melihat apakah pria itu menyadari keberadaannya. Dari jarak sedekat ini, JiHyun bisa mencium parfum yg dipakai DongHae.
Beberapa detik terasa sangat lama baginya, sebelum tiba – tiba pria itu menoleh.
” Kau, kupikir kau tidak datang. ” katanya.
” Tentu saja aku datang, bukankah aku sudah janji padamu ? ” dia berjalan didepan DongHae dan membuka pintu besar itu. ” Kita mau kemana ? ” tanyanya.
” Ikut saja denganku. Kaja ! ” dia menarik tangan gadis itu dan mengandengnya. Namun, dengan perlahan, gadis itu melepaskan genggaman tangan DongHae, tapi masih berjalan disebelahnya. Tangannya, tangan seorang pria, besar dan hangat. Pikiran itu terlintas begitu saja ketika DongHae mengenggam tangannya. DongHae sedikit tersenyum, bukan senyum yg menggambarkan kebahagiaan, dia entahlah, wajahnya sedikit merasa sedih.
” Jadi, bagaimana menurutmu api unggun nanti malam ? ” tanya DongHae, mereka berjalan kearah jalan raya, berbeda dengan arah yg mereka kunjungi kemarin.
” Molla. Kuharap akan menyenangkan, ini pertama kalinya aku ikut dalam sebuah pesta api unggun. ” katanya.
” Nee, kuharap juga begitu. Bukankah sedikit mengejutkan ? Mengetahui songsaengnim sudah menyiapkan segalanya ? ” tanya DongHae.
” Benar ! Aku memikirkan hal itu juga. Sepertinya mereka memang merencanakan hal ini. “
” Kau pernah memancing ? “
” Ani, waeyo ? ” dia melihat DongHae yg sedang berpura – pura sedang memancing, dan dia tertawa.
” Gwaenchana. Itu, tempatnya sudah dekat. ” DongHae mempercepat langkahnya. Jarak dari tempat mereka menuju mercusuar  ini tak begitu jauh, kau hanya perlu jalan sekitar sepuluh menit menit. Mercusuar itu ada di dekat pantai. Mereka hanya perlu berjalan lurus melalui jalan raya, nanti akan ada sebuah jembatan yg membawamu ke mercusuar itu.
Tiiin .. Tiin ..
Sebuah mobil melintas dan JiHyun sedikit kaget, DongHae meraih pinggang gadis itu dan berkata dengan sedikit nada marah yg bercampur dengan khawatir, ” Kau, hati – hatilah. Jalan disebelah sini. ” DongHae menggeser JiHyun sehingga gadis itu berjalan disudut dalam jalanan. Baru kali ini ada seorang pria yg memegang pinggangnya, dia bingung bagaimana harus bersikap. Sebelum dia meminta DongHae untuk melepaskan, pria itu sudah melepaskannya lebih dahulu.
Mereka melewati mercusuar itu, tapi berhenti disebuah kedai kecil, DongHae masuk kedalam, JiHyun mengikutinya dari belakang, kedai itu kedai sederhana, disana ada sebuah meja dan dibelakangnya ada sebuah lemari kaca, didalamnya terdapat berbagai jenis kail dan pancingan. DongHae sibuk berbicara dengan haraboji yg ada disana, dia menyewa alat pancing. JiHyun sibuk melihat – lihat kesekeliling, ini pertama kalinya dia melihat kedai yg penuh dengan berbagai alat pancing.
” Kaja. ” DongHae membawa sebuah ember di tangan kanannya dan dua alat pancing di tangan kirinya. JiHyun mengambil ember kosong dari tangan DongHae dan mereka berjalan ke arah mercusuar putih itu.
” Kau pernah kesini sebelumnya ? ” tanya JiHyun, rambutnya berkibaran tertiup oleh angin laut.
” Beberapa kali. Pemandangannya bagus ketika nanti sore. Kau bisa melihat … ” DongHae menghentikan kalimatnya.
” Apa yg bisa kulihat nanti sore ? Matahari terbenam ? “
” Ya, dan segerombolan burung bangau yg terbang di langit. Benar – benar indah. Itu tempatnya. ” dia menunjuk ke suatu arah dan mempercepat langkahnya.
Dilihat dari jarak dekat, mercusuar ini terlihat sangat besar, dan beberapa dari catnya sudah mengelupas di sana – sini. Beberapa grafiti pun ada disana. Dari sini kau bisa melihat laut luas dan beberapa mecusuar putih lainnya. DongHae duduk diujung mercusuar itu dan sibuk mengurusi kailnya, JiHyun duduk dan mengambil tempat disamping pria itu. Meletakkan ember itu di tengah – tengah mereka.
” Ini. ” DongHae menyerahkan pancingan yg sudah diberi umpan. JiHyun menerimanya dan berdiri,  dia terlihat sedikit bingung bagaimana cara menggunakan pancingan ini. DongHae melihat gadis itu kebingungan. Dia memberi instruksi pada gadis itu.
” Lemparkan saja pancingannya. “
” Bagaimana caranya ? Aku tak mengerti. ” pria itu bangkit dan meletakkan pancingan yg sedang dipasangi umpan. Dia berdiri di samping gadis itu dan mengambil pancingan itu dari tangannya. Pria itu sibuk mempraktekkan cara melemparkannya. Sementara gadis itu memperhatikan dengan seksama.
” Bisa ? Cobalah. ” dia memberikan kembali pancingan itu.
” Begini ? ” dia mencoba mempraktekkan apa yg di ajarkan oleh pria itu.
” Aish ! ” dia berdiri dibelakang gadis itu dan memegang kedua tangan gadis itu, sekali lagi mempraktekkanya. ” Ara ? ” gadis itu menganggukan kepala dengan cepat. Padahal  dia belum sepenuhnya mengerti cara melempakan pancingan. ” Cobalah. ” dia kembali berdiri disebelah gadis itu dan meletakkan kedua tangannya di pinggangnya. Entah kenap tiba – tiba gadis itu bisa melemparkan pancingan itu dengan mudahnya. ” Gampang bukan ? “
” Mmh ! “
Gadis itu berdiri sambil menunggu pancingannya, dia mulai terlihat lelah, sementara pria disebelahnya hanya duduk sambil memegangi pancingannya dan melihat ke arah laut.
” Apa yg kau lakukan ? Kau tidak capek berdiri daritadi ? ” tanyanya.
” Hah ? Memangnya bisa memancing sambil duduk ? “
” Aish. Sini pancinganmu. ” JiHyun memberikan pancingan itu pada DongHae. DongHae mengambilnya dan langsung duduk ” Begini saja. Apanya yg tidak bisa ? Aigoo. Ini. ” JiHyun duduk dan megambil pancingan itu. ” Kau benar – benar tak bisa memancing ya ? “
” Aku kan sudah bilang aku tak pernah memancing sebelumnya. “
” Nee .. Ah ! Lihat ! Kail ku bergerak ! ” JiHyun langsung memutar kepalanya, DongHae sedang sibuk menarik pancingannya. ” Sepertinya ikannya cukup besar ! ” JiHyun terkesima, sekali lagi, ini pertama kalinya dia melihat secara langsung seseorang mendapat ikan dari kailnya. Dan sepertinya menyenangkan, menurutnya. Memancing adalah sebuah kegiatan yg akan menguji kesabaranmu. Tak semua orang ketika memancing mendapatkan ikan. Tapi ketika mereka mendapatkan ikan, akan muncul rasa senang dan puas. ” Ah ! Ikan yg lumayan besar kan ? ” DongHae melepas kail dari mulut ikan itu dan memasukkannya kedalam ember yg sudah diisi air. ” Tenang, kau pasti juga akan mendapat ikan nanti. ” katanya tersenyum.
***
Gadis dengan rambut bobnya yg sudah ditata rapi berjalan menuruni tangga. Di tangga dia melihat seseorang yg sedang berdiri mematung disana. Seorang pria, dia mengenakan headsetnya dan berdiri menghadap ke lukisan besar disana. Dia berhenti dan ikut memandangi lukisan itu. Bingung apa yg sedang dilihat oleh pria itu.
” Kau … “
” Ah, apa yg kau lihat ? Sepertinya tak ada yg menarik disini. ” kata gadis itu. Pria itu melepaskan kedua headsetnya.
” Aku hanya tertarik dengan caranya mencampurkan warna, terlihat indah. Dan, pemandangan dalam lukisan ini sangat indah. ” jelasnya. Gadis itu menganggukan kepalanya, dia bingung harus bereaksi bagaimana, dia tak begitu mengerti tentang lukisan atau seni lainnya. ” Kau lihat ini ? Pelukisnya berhasil mengabungkan warna sehingga warnanya jadi seperti ini. ” pria itu menunjuk pada warna yg ada disana. Gadis itu sedikit memegang lukisan itu. Sedikit kasar.
” Aku tak mengerti soal lukisan. ” kata gadis itu singkat.
” Kau tak harus mengerti tentang lukisan, jika menurutmu lukisan itu bagus, berarti memang demikian. Aku juga tak mengerti, hanya saja, aku suka melihat lukisan dan membayangkan apa yg dipikirkan pelukisnya ketika dia melukisnya. “
” Kupikir kau mengerti tentang lukisan. ” gadis itu masih menatap lukisan didepannya, sepertinya dia mulai mengerti apa yg menyenangkan dari menatap sebuah lukisan. Makin kau melihatnya, kau makin terbawa kedalam lukisan itu. Pria itu hanya tersenyum mendengar perkataan gadis itu.
Sebenarnya dia tak bisa banyak berbicara didepan gadis ini. Dia memang mengaguminya, kau tahu kan ketika kau mengagumi atau menyukai seseorang kau akan sulit berbicara dengannya, meskipun tak semua orang begitu. Tapi dia, Kim JongWoon termasuk dalam kategori itu.
Mereka diam beberapa saat. Pria itu bingung harus berkata apa, karna saat ini otaknya tak bisa benar – benar bekerja. Sedangkan gadis itu, dia juga tak berusaha mencari  topik. Sejak hari itu, dia merasa nyaman berada didekat pria ini meskipun mereka tak berbicara apa – apa dan hanya berdiri dalam diam. Lebih tepatnya, dia menyukai situasi ini.
” YunJae ah ! Aish, aku mencarimu kemana – mana ! ” teriak seseorang dari arah kamar wanita. Keduanya serentak menengok kearah suara. MinJung. ” Apa yg kau lakukan disini ? Ah … Mianhae, sepertinya aku … “
” Chakkan, waeyo ? Kau kenapa mencariku ? ” YunJae berjalan menghampiri MinJung yg merasa bersalah sudah menganggu kedua orang itu. ” JongWoon-sshi, Gomawo kau sudah mengajariku tentang lukisan. ” kata YunJae dan dia pergi bersama dengan MinJung menuju kamar mereka.
Pria itu masih disana, dia mencerna kalimat YunJae barusan. Gomawo ? Kenapa dia berterima kasih padaku ?

” Apa yg kau lakukan dengan JongWoon disana ? Bukannya kau tidak suka dekat dengannya ? Atau jangan – jangan … “
” Ya ! Lee MinJung ~ Bukankah kau sendiri yg mengatakan agar aku melupakan DongHae dan menyukai JongWoon ? Dan, setelah kupikir, sepertinya kata – katamu benar. “
” Jadi kau … “
” Chakkan ! Aku belum selesai berbicara ! Aku tidak tahu apakah ini perasaan suka atau bukan, yg pasti aku merasa nyaman berada didekatnya. Meskipun dia bukan tipe orang yg banyak bicara, tapi sekali dia berbicara dia mengajarkan sesuatu yg baru bagiku. Itu yg kusuka darinya. Ani, itu yg membuatku sedikit tertarik padanya. ” MinJung mendengarkan dan dia tersenyum, dia tahu sepertinya temannya itu sudah mulai menyukai JongWoon.
” Nee, nee, arasso. ” jawab MinJung, jika dia mengatakan bahwa YunJae suka pada JongWoon, gadis itu pasti akan menyangkalnya habis – habisan. Jadi lebih baik dia menunggu sampai YunJae menyadari sendiri perasaannya.
” Kenapa kau memanggilku tadi ? “
” Ohya, lihat ini. Aku menemukan sesuatu dan kurasa dia mirip sekali dengan HyukJae, tapi, molla. ” MinJung berjalan menuju laptopnya yg di taruh diatas ranjang dan menunjukkan sebuah artikel di internet kepada YunJae. Sebuah artikel mengenai juara lomba dance. Tapi pemenang lomba itu tak terlihat jelas wajahnya, hanya tertera nama disana, EunHyuk. ” Lihat orang ini. Bagaimana menurutmu ? Mirip dengan HyukJae kan ? ” dia menunjuk pada seseoarang yg ada di sana.
” Mmh, ini ? Molla, lagi pula ini kontes menari kan ? Sejak kapan seoarang HyukJae bisa menari ? Apalagi menang lomba seperti ini ? ” kata YunJae dengan yakin.
” Benar juga sih, hanya, entah kenapa dia terlihat mirip dengan HyukJae. Mungkin hanya menurutku saja. ” MinJung masih menatap layar laptopnya sementara YunJae sibuk dengan ponselnya.
***
” Bagaimana ? Kesanmu setelah memancing ? ” tanya pria itu, mereka sudah menghabiskan setengah hari disana. Matahari sudah mulai turun. Mereka membereskan peralatan mereka dan duduk menunggu matahari terbenam. DongHae bilang mungkin sekitar lima belas menit lagi matahari akan mulai turun.
” Aku suka memancing, meskipun pada akhirnya aku kalah darimu. Ikanmu lebih banyak dariku. ” gadis itu mengayun – ayunkan kakinya.
” Hahaha, gwaenchana. Lainkali ikanmu pasti akan lebih banyak dariku. “
” Nee, gomawo kau sudah mengajariku memancing, lain kali aku ingin memancing lagi. Tapi entahlah, tak ada yg bisa kuajak, HyukJae pasti tak mau pergi memancing. “
” Gwanchana, masih ada aku kan ? Kau bisa memintaku kapanpun, aku pasti akan menemanimu. ” DongHae menatap mata JiHyun, sekali lagi, seperti kejadian diruang kelas, tak ada yg berbicara dari mereka, yg terdengar hanya suara deburan ombak dan suara segerombolan burung bagau yg melintasi daerah itu. Gadis itu merasa aneh menatap mata pria di depannya. Dia melempar pandangannya kebelakang, ke mercusuar itu dan berusaha membuat sebuah topik pembicaraan.
” Lihat ! Mercusuar ini besar sekali kan ? “
” Kau tahu kan mercusuar itu tempat untuk menunggu dan memberi tanda. “
” Mmh, setiap pelaut pasti menunggu tanda dari mercusuar mengenai keadaan laut kan, mengenai adanya karang atau semacamnya. ” JiHyun menambahkan menandakan bahwa dia mengerti.
” Ya, kau tahu mercusuar Pharos Alexandria ? “
” Nee ? Mercusuar apa ? Pha ? Pha apa ? ” JiHyun tak begitu mengerti apa yg dikatakan DongHae barusan, itu karna dia menggunakan bahasa Yunani kuno.
” Pharos Alexandria. Konon katanya mercusuar itu memiliki tinggi sekitar 115 meter. Menurut cerita dongeng Yunani kuno, mercusuar ini dapat dilihat dari jarak lima puluh enam kilometer. Dan mercusuar ini memiliki tiga bagian, bagian segi empat tepat pada teras pusat, bagian delapan sisi tengah dan bagian bulat diatas. Ada sebuah cermin bulat besar tepat diatas sana, agar dapat memantulkan cahaya matahari, dan mereka akan menggunakan api pada waktu malam. Patung Posoidon didirikan diatas mercusuar itu. Kau tahu siapa Posoidon ? ” JiHyun sedang sibuk membayangkan bentuk mercusuar itu, ketika DongHae menanyakannya.
” Tahu, itu dewa laut kan ? Kau tahu darimana semua itu ? “
” Dulu ketika aku memancing bersama Appaku, dia akan menceritakan tentang berbagai macam hal. Aku tahu banyak dari Appaku juga. ” raut wajah DongHae seketika berubah, dari matanya terpancar bahwa dia rindu dengan Appanya, dan juga bangga.
” Ah, mianhae. ” JiHyun tahu kalau Appanya sudah tiada, dia merasa bersalah menanyakan hal itu.
” Gwaechana, aku ingin kau tahu tentang Appaku, kurasa dia akan senang memiliki menantu sepertimu. ” lagi – lagi kata – kata DongHae membuat gadis itu kebingungan, sehingga dia melanjutkan kata – katanya, ” Kau tahu ? Sekarang aku merasa aku berada di posisi yg sama dengan mercusuar ini. “
” Waeyo ? “
” Aku selalu berada disini, menunggu kedatanganmu, aku selalu member tanda padamu, dan kau tak kunjung datang. Entahlah, mungkin kau takut dengan laut yg dangkal itu, atau takut dengan keberadaan karang. Aku berharap suatu hari kau akan datang padaku JiHyun ah ~ ” DongHae mengungkapkan apa yg ada dipikirannya dengan membayangkan bahwa dia adalah mercusuar itu dan JiHyun adalah kapal yg tak kunjung datang. Matahari terbenam di saat yg tepat. Ketika pria itu mengungkapkan perasaannya untuk kesekian kalinya.
” Lihat ! Mataharinya terbenam ! ” JiHyun bersemangat menunjuk kearah matahari yg sedang terbenam itu. Moment yg berharga, karna itu hanya terjadi selama beberapa detik. Mereka menikmati matahari terbenam dalam diam selama beberapa detik, mengagumi betapa indahnya matahari terbenam itu. Kapan – kapan, aku ingin melihat matahari terbit ! pikir JiHyun.
” Kaja, kita kembali kesana. Aku sudah mengajakmu ketempat yg bagus lagi kan ? ” DongHae mengambil barang – barang dan berdiri. JiHyun menganggukan kepalanya dan ikut serta berdiri.
===== TBC =====
sekian . hhhe .
no silent reader pls . ><
jgn lupa kritik n sarannya juga . hhe.
tenkiuuuu . =]

6 responses to “[OnWriting/T]My Happy Ending Cp.2-2

  1. hhuah , keren .
    banyak yang mendam perasaan . donghae kalo di tolak jihyun ma aku aja . hhe
    thumbsup , author ditunggu kelanjutannya .

  2. @cho eunmi: hehe . thx udah dibaca chinguuu =]
    jiahaha, tau tuh, si JiHyun nolak2 dongee ajj, awkk . ntar nyesel lagi dah nolak2 dongee ~ xDD

    @haeternally : kekkke, dia emank romantiss, hhhe . hae biased juga yaa dirimu ? hhhe .
    thx dah dibaca dan di komen yaaa ^^

    @babykyu : iaa chinguu, ini ntar masih ada lanjutannya lagi, makanya kutulis TBC . kan belom tamat . hhhe ~

    @nicha_chan : kkke, thx dah dibaca dan dikomen yaaa ^^
    seeep, akan ku post sesegera mungkin . huehhhe .

    thx buat semua komen nyaaaa ~~~ *hugsss*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s