RIVAL [Part 1/3]

AUTHOR: Avyhehe

LEGTH: Threeshoot

GENRE: ½ Friendship, General, Little bit romance (??)

RATED: PG-13

Tokoh: Main (Kim Jonghyun, Kim Jiyoung/avyhehe, Im Ha Jae/Imas) Other (Kim Kibum, Lee Taemin, Choi Minho, Lee Jinki)

Disclaimer: ehm, yang ngerasa…

A/N: agak-agak kisah nyata sih, dan tokohnya saya sendiri (kim jiyoung) sama tmen seperjuangan saya yang juga tetangga saya, si Imas (im ha jae). Dari satu kelas juga cuma kita berdua yg kpop, jadi berniat menyebarkan virus-virus berbau sara ini ke satu sekolahan. Biar semua temen2 pada berubah jadi ababil (baca: remaja labil) gara2 kpop, heheheh….

~RIVAL~


.

Jiyoung PoV

Klik! Klik!

Aku terus-terusan memfoto orang macho itu dari balik tumpukan semak-semak. Aku benci sembunyi di semak-semak! Kalian mau tahu rasanya? gatal banget! biasanya aku sembunyi dibelakang gerobak sampah, tapi berhubung gerobak itu sekarang hilang entah kemana—dan sepertinya hari itu memang jadwalnya pak sampah bertugas—jadi aku terpaksa bergumul dengan semak-semak bau setinggi satu meter ini. Tuhan! kenapa sih aku tidak punya keberanian menghampirinya dan memberondong berbagai pertanyaan, ataupun meminta tanda tangan padanya?

Namaku Kim Jiyoung. Aku akan memperkenalkan diriku meskipun aku tahu kalian tidak memintanya, karena aku ini memang narsis. Aku seorang anak gadis berusia 14 tahun, duduk di tahun terakhir SMP Youngshin yang bertempat persis di distrik kota Seoul. Seharusnya sekarang aku sedang berkutat di meja belajar dan bermesraan dengan buku paket tebal membosankan untuk mempersiapkan ujian kenaikan. tapi bodohnya, aku malah terperangkap untuk terus-terusan menguntit namja itu.

Namja itu bernama Kim Jonghyun. Sekarang dia tengah bercakap-cakap dengan kedua temannya di samping lapangan parkir sekolahannya, tepat lima meter dari posisiku sembunyi sekarang ini. Dia adalah seorang model majalah Gogirl terkenal di kota Seoul, dan aku ini stalker sejatinya. Aku adalah seorang blingers. Dan blingers adalah nama untuk fansclub si namja bernama Kim Jonghyun ini.

NGIIING…!

“AISH!” teriakku. dan aku berusaha menampar makhluk sialan yang sekarang nemplok dipipiku itu, tapi dia berhasil lari duluan dan membuatku menampar pipiku sendiri. PLAK!

“Wadaow!”

NGIIING…! Dia terus-terusan berputar-putar dan tebar pesona di sekitar kepalaku.

“Kau! nggak pernah diajar sopan santun sama ibumu ya?!” bentakku keras-keras pada makhluk bernama nyamuk itu. Dia masih berputar-putar di sekeliling kepalaku dan aku yakin dia pasti menertawakanku sekarang. sok ngeksis banget sih! Sori ya, aku nggak pernah napsu sama nyamuk! aku napsunya sama Kim Jonghyun!

“Siapa itu?” Jonghyun langsung kaget mendengar teriakan-teriakanku dan dia langsung berbalik menoleh ke arah semak-semak persembunyianku yang bergerak-gerak heboh sendiri. Oh Tuhan… selamatkan diriku! semoga mereka tidak menganggapku penguntit!

“Siapa itu?!” ulangnya lagi. Kedua teman sekolahnya—yang setahuku juga model—Key dan Taemin juga penasaran dan sama-sama melirik ke arah yang dimaksud Jonghyun. Tubuhku panas dingin. Aku berusaha menutupi wajah indahku ini dengan menarik-narik dedaunan ke arah mukaku, dan berusaha menahan napas. tapi karena ketiga namja itu terus-terusan memandangi ke tempatku bersembunyi, aku lalu menjawab pertanyaan Jonghyun dengan jawaban yang benar-benar bodoh.

“Anu, kucing,” jawabku.

Setelah itu, Jonghyun, Key, dan Taemin hanya ber-“ooh” ria. Aku lega dan bersyukur pada Tuhan YME karena telah menyelamatkanku kali ini. Mereka kembali bercakap-cakap dan berdiri tenang didepanku seperti yang barusan mereka lakukan. Tapi kelegaanku langsung pudar ketika teman si Jonghyun yang bernama Key itu menoleh lagi ke arah semak-semak persembunyianku.

“Ya! Harusnya kucing kan mengeong! mana bisa dia mengeja namanya sendiri?! dasar penipu!” katanya seraya menunjuk ke arahku. “Kau penguntit ya?!”

Itch, entah aku harus bersyukur atau malah panik ketika mengetahui dia tidak sebodoh itu untuk dikelabui. Jonghyun dan Taemin juga kembali mengalihkan perhatian padaku. Setelah berangkulan dan berbisik-bisik mesra, ketiga orang itu mendekat ke arahku dengan perlahan-lahan.

“Jangan! jangan kesini!” jeritku dalam hati. Aku memeluk lututku dan menutup mata sambil berdoa agar sesuatu membantuku sehingga Jonghyun cs menjauh dari tempatku ini. Tepat ketika tangan Jonghyun mendekat dan hendak menyibak semak-semak yang menutupi tubuhku, seorang Yeoja berambut gelombang sepunggung menubruknya dan langsung memeluknya.

“JONGHYUUN~!” teriak yeoja itu dan membuatku ingin muntah ditempat. Key dan Taemin langsung mundur dua langkah dengan muka horor.

“Er—siapa ya?” Jonghyun melepaskan tangan yeoja yang melingkar di lehernya tersebut. Yeoja itu melepas pelukannya dan berdiri dihadapan Jonghyun lalu tersenyum.

“Aku blingers lho,” katanya sambil masih malu-malu. “Aku mau minta tanda tanganmu, Kim Jonghyun. Boleh?”

Mata si Jonghyun langsung bersinar-sinar gembira. “Ooh… boleh, boleh,”  dan dia menerima uluran kertas beserta ballpoint dari tangan yeoja itu kemudian menggoreskan tanda tangan sucinya. Jantungku berdebar keras dan keringatku berjatuhan. Sudah sekitar setahun aku menguntit Jonghyun diam-diam seperti ini, tapi belum pernah mendapatkan satupun tanda tangannya! sedangkan yeoja ini… datang-datang langsung main samber aja, dan dia mendapat tanda tangan keramat itu. aku tak terima! aku sebal sekali!

Tanpa kusadari tanganku mengepal-ngepal dibalik balutan semak-semak dan tubuhku bergetar hebat.

“Aih, gomawoyo~” kata yeoja itu seraya merebut kertas yang telah ditandatangani Jonghyun, tanpa memperdulikan pulpennya yang disodorkan namja itu.

“Kalau boleh tahu, siapa namamu?” tanya Jonghyun sambil nyengir lebar pada yeoja berambut sepunggung itu dan memamerkan sederetan giginya. Aish, gigi Jonghyunnie benar-benar bersinar! inikah bling-bling effects?

“Aku? ah ya, kenalkan. Aku Im Ha Jae, fansmu dari SMP Sarang.” jawab yeoja genit yang ternyata bernama Ha Jae itu. “Jonghyun, kalau aku boleh tahu kau nanti mau melanjutkan SMA dimana? aku mau satu sekolahan denganmu!” lanjutnya seraya mengatupkan kedua tangannya dan berkedip dengan centilnya. huweks…!

“Oh, SMP Sarang? sekolahmu berarti dekat sini ya? hm… aku maunya sih ngelanjutin pendidikanku di SMA Shawol, memangnya kamu ini kelas tiga juga?” tanya Jonghyun balik.

“Iya!” jawab Ha Jae mantap. Ingin sekali rasanya aku menimpuk dia dengan kamera digitalku karena tingkahnya sok kenal banget dengan Jonghyun. Tapi berhubung kamera ini hasil tabunganku bertahun-tahun dan dari jerih payahku memalak anak tetangga, jadi lebih baik kuurungkan saja niat baikku itu. Aku tak mau kehilangan kamera mahalku! apalagi foto-foto didalamnya.

“Taemin, kayaknya kita dikacangin nih.” kata Key sambil memandang kedua orang yang asyik berbincang itu dengan tatapan suram.

“Iya nih, padahal kita kan ngga kalah eksis juga,” tanggap Taemin dan mereka berdua pun langsung pundung dibawah pohon beringin terdekat dengan tampang mengenaskan. pemuda bernama Taemin itu mengusap-usap separuh rambut botak milik key, persis di bagian botaknya guna menghibur temannya yang tengah dirundung duka itu. Aku sih kasihan sama mereka berdua, tapi lebih baik mereka menanti para lockets dan taemints saja untuk menghibur mereka. ha…ha… kesannya munafik banget, tapi dulu aku ini lockets lho. Fansnya si Key. Dia itu model majalah yang seksi abis. Tapi berhubung Key sekarang membotak habis separuh kepalanya, dan menurut sebagian besar orang dia malah semakin seksi, tapi bagiku tidak!

Aku jadi ilfil dan berpindah hati ke Jonghyun.

“Kyaaa…! foto bareng aku dulu dong Jjong!” teriakan binal Ha Jae membuyarkan lamunanku. Dia mengeluarkan ponsel berwarna ungunya dan berfoto dengan pose merangkul-rangkul Jonghyun. Jonghyun sih biasa saja, tapi berhubung bawaan dia demam kamera dan punya penyakit narsisme yang berlebih, jadi dia langsung ikut-ikutan berpose sok imut. Semua itu membuatku muntah! bukan Jonghyunnya sih, bibirnya mau diapa-apain dan dibuat berpose apapun tetap seksi! tapi… si Ha Jae itu… nyadar dong! bibir kamu jontor banget tau!

dan emosiku pun kembali meluap-luap.

Entah apa yang ada dibenakku saat ini, tapi aku dengan nekat langsung keluar dari tempat persembunyianku. Taemin dan Key yang pertama sadar langsung menatap takjub pada sosokku yang tiba-tiba keluar dari semak-semak dan merangsek maju ke arah Ha Jae beserta Jonghyun.

“Key! ada siluman tuh! aku takut…” Taemin bergidik ngeri.

“Iya, tadi katanya kucing tapi kok sekarang berubah jadi manusia, ya?” Key juga ikutan-ikutan bergidik ngeri. Mereka berdua berpelukan. Aku hanya memandang mereka dengan tatapan membunuh, tapi kemudian tidak menggubris dua orang yang ketakutan itu. kulanjutkan langkahku kearah Im Ha Jae dan Kim Jonghyun yang tengah berfoto-foto alay.

“Hei! jangan berfoto dimuka umum dong!” teriakku sambil menyambar HP ungu milik Ha Jae dengan kasar. “Kelakuanmu itu bisa bikin nenek yang lihat jantungan tau!”

“Ish! siapa sih kamu? kesiniin hp-ku!” teriak Ha Jae dan dia berusaha meraih hp dari pegangan tanganku dan agak kesusahan karena tubuhnya tujuh senti lebih pendek dariku. Aku tidak memedulikan usahanya meraih-raih ponselnya dengan sekuat tenaga itu.

“Kim Jonghyun, kenalkan! Kim Jiyoung imnida! aku juga mau foto-foto denganmu! boleh ya…?” kataku seraya menoleh ke arah Jonghyun yang masih melongo. Entah setan atau malaikat apa yang merasukiku hingga aku punya keberanian seperti ini. Jonghyun menyeringai sebentar dengan senyuman khasnya, lalu berjalan mendekat ke arahku. “Boleh,”

“Ih! nggak bisa! kan aku duluan!” Ha Jae masih berusaha meraih-raih tangan kananku yang menggenggam hp miliknya. Kasian banget ya nasibmu, ho…ho…ho…

KLIK! KLIK!

Aku memfoto diriku dan Jonghyun memakai Handphone Ha Jae. Setelah puas berfoto, aku melempar HP ungu norak itu kearah pemiliknya dan Ha Jae menangkap HP itu dengan muka sangat frustasi.

“Simpan saja fotoku sama Jonghyun itu. Anggap sebagai kenang-kenangan! hahaha…” aku cekikikan dan berlari meninggalkan Ha Jae yang masih cemberut sambil memutar-mutar Hp ungunya ditangan kanan.

“Sialan! siapa juga yang mau nyimpen foto penampakanmu!” teriak Ha Jae seraya mengacung-acungkan bogemnya. “Kim Jiyoung! kubunuh kau!” dan dia menderapkan langkahnya untuk mengejarku, meninggalkan Jonghyun dan juga kedua temannya yang terpana dengan kelakuan kami.

Ya ampun! cewek genit itu mengejarku! hihihi… biarkan saja, orang pendek mana bisa lari cepat! coba kejar aku kalau bisa!

Normal PoV

Jonghyun masih terbengong-bengong menatap dua orang yeoja yang kini berlari semakin menjauh darinya. Dia menoleh ke arah dua temannya yang juga melongo dengan pose jongkok dibawah pohon beringin.

“Mereka kenapa sih?” tanya Key yang mengalihkan pandangannya pada Jonghyun.

“Iya nih, blingers emang pada sinting semua!” kata Taemin. Mereka berdua lalu berdiri dari posisi jongkoknya secara serempak.

Jonghyun pura-pura garuk kepala. “Tidak tahu. it’s too difficult to be a famous person…” jawabnya penuh percaya diri, padahal bahasa inggrisnya belepotan dan sangat medok.

“Ish, belom fasih aja banyak gaya!” Key menusuk hidung Jonghyun dengan jempolnya, dan itu membuat hidung Jonghyun yang lebar menjadi mekar seperti bunga tulip.

“Ah, sudahlah! ayo kita pulang saja, terus langsung main futsal. Choi Minho udah nungguin kita dari tadi tahu!” Taemin mengibaskan tangan kanannya lalu menyeret kedua temannya itu.

“Semua itu gara-gara fansmu, babo! membuang waktu!” Key menuding-nuding Jonghyun dan membiarkan tubuhnya diseret Taemin. “Sekarang Minho pasti sudah dikerubungi lalat!”

“Arasseo!” Jonghyun memalingkan mukanya. Mereka bertiga lalu bergegas meninggalkan sekolah dengan tergesa-gesa.

~~~

Jiyoung PoV

“Kim Jiyoung… Kim Jiyoung…” aku menelusuri papan pengumuman penerimaan siswa baru itu dengan hati berdebar bercampur cemas. Peluh mengalir perlahan di seluruh tubuhku terutama di bagian ketiak. Oh, no… ketiakku menangis! aku lupa pakai deodorant!

“KYAAA…! AKU DITERIMA…!”

seorang yeoja bersuara cempreng dan sangat berisik berteriak persis disebelah telingaku. Aku menolehkan kepalaku yang serasa mau pecah karena teriakan yeoja itu ke arah asal suara. Dan mataku langsung membelalak. Tepat di sebelahku, berdiri dengan pose mengatupkan tangan yang sama persis dengan pertama kali aku bertemu dengannya, yeoja itu tersenyum-senyum najis sambil terus memandangi namanya yang terpampang di daftar pengumuman.

Yeoja itu, tak salah lagi, Im Ha Jae! sainganku dalam memperebutkan Kim Jonghyun!

Merasa diperhatikan dengan tatapan sinis orang di sebelahnya, Ha Jae menolehkan pandangannya ke arahku.

“Astaga! kau—” dan dia membelalakkan matanya ketika melihatku, persis seperti reaksiku ketika menyadari kehadirannya barusan.

“Ne, ne. Kim Jiyoung imnida. Dan ternyata kita sekelas di SMA Shawol ini ya? Benar-benar jodoh deh,” tanggapku ketus sambil mendengus dan memutar bola mataku keatas.

“Kamu! mukjizat apa sih yang bisa membuatmu diterima SMA ini?!” katanya sambil memandangiku dari atas kebawah. “Memangnya nilai UN-mu berapa?”

Ugh! aku ingin sekali mencolok mata sapinya itu. Harusnya aku yang bertanya begitu, dasar babo! soalnya mukamu saja sudah kelihatan seperti orang idiot! mana mungkin bisa masuk ke SMA Shawol ini yang notabene berisi anak-anak pintar?

“Ah, sudahlah,” Ha Jae mengibaskan tangan kanannya dan itu membuat gelang emas gadungan yang dipakainya bergemerincing. Ish, betapa noraknya. Selera aksesorisnya pun seperti ahjumma-ahjumma. Dia lalu menelusuri ke arah daftar nama murid baru sekali lagi. “Ada yang lebih penting.” lanjutnya.

Dan kami berdua pun berpandangan. “KIM JONGHYUN!” teriak kami bersamaan. Jari-jari kami berebut menelusuri daftar nama itu dengan ganas sampai-sampai papan penyangga daftar nama penerimaan siswa baru itu nyaris rubuh. Calon siswa-siswi baru lainnya memandangi kami dengan tatapan heran.

“Ketemu! ketemu!” aku berkacak pinggang dan langsung melambung tinggi karena berhasil menemukan nama ‘Kim Jonghyun’ lebih dulu dari Ha Jae.

“Mana? mana?” tiba-tiba Ha Jae menubrukku hingga tubuhku doyong ke samping. Dia terus mencari-cari nama Kim Jonghyun dan tidak menggubrisku sama sekali padahal dia hampir menabrakku sampai jatuh! bukannya minta maaf, dasar yeoja biadab!

Aku tidak mau kalah dengan Ha Jae. Kemudian kembali memusatkan pandanganku pada nama Kim Jonghyun di papan itu karena aku belum melihat kelasnya. Ha Jae sepertinya sudah menemukannya juga, karena tubuhnya mendadak mematung seperti batu. Kami terdiam dan seperti terhipnotis selama beberapa detik, masih memandangi papan, lalu kemudian…

“TIDAAAK…!” teriak kami serempak untuk kedua kalinya.

“Tidak mungkin! Kim Jonghyun… Kim Jonghyun…” kataku terbata-bata.

“Dia nggak sekelas sama kita!” Ha Jae meraung-raung dan menggedor-gedor papan dengan ganas. “Kenapa nasibku apes banget sih!”

“Kita?! lo aja kali, gue nggak!” balasku dengan ucapan yang sangat sinis. Seenaknya saja dia bilang ‘kita’! er–padahal… sebenarnya aku juga bagaikan disambar petir di siang bolong. Tujuan utamaku masuk SMA ini, karena ingin sekelas dengan Kim Jonghyun. Tapi ternyata dia masuk di kelas 1-C, sedangkan kami berdua di kelas 1-A.  Ha Jae pasti punya tujuan yang sama denganku, tak diragukan lagi. Namun sekarang…

“Semua ini gara-gara kau, tahu!” Ha Jae menunjuk-nunjuk ke arah dadaku.

“Sembarangan! semua ini bukan salahku! lagian ngapain kamu tunjuk-tunjuk belahan dadaku? dasar manusia cabul!” aku menepis tangan Ha Jae dan menarik segempol rambut gelombangnya. Dia berteriak kesakitan dan balas menarik poni rambut bowl-cut ku.

kami terus baku hantam hingga bahuku dan bahu Ha Jae menyenggol papan pengumuman hingga roboh ke belakang.

BRUAKH!

“GYAAA….!” teriak seseorang dibalik papan.

“Aigo! teriakan siapa itu?!” Ha Jae langsung meloncat kaget dan melepas gigitannya dari tangan kananku. “Jiyoung, kita membunuh seseorang!”

“Kita? udah aku bilang, lo aja kali!” kataku tak terima.

“GYAAA….!” orang itu masih berteriak-teriak dibalik papan tulis. Dari suaranya bisa ditebak orang itu adalah seorang namja. Auh, pasti rasanya sakit sekali ditindih sebuah papan tulis berukuran 3×1,5 meter. Aku mendekat ke arah papan tulis itu secara perlahan-lahan, dengan diikuti Ha Jae dibelakangku. Semua mata menatap ke arah kami.

“K—kau duluan…” kata Ha Jae sambil menyodok-nyodok punggungku dengan telunjuknya, seperti orang yang menyodok tahi.

“Ish! diamlah!” aku menodongkan ranting pohon ke arah papan itu dengan gugup, bagaimana kalau yang tertindihi itu songsaenim atau bahkan wali murid? hilang sudah harapanku untuk dicap sebagai anak teladan!

Aku menyuruh Ha Jae memegang ujung papan itu dan aku ujung satunya. Siap atau tidak, papan ini harus diangkat. Jika tidak mungkin saja orang yang tertindih ini bakal mati. Pikiranku memang berlebihan sih, tapi mungkin saja kan?

Lagipula, semua orang malah terbengong-bengong dan tidak ada satupun yang berinisiatif menolong! dasar para orang-orang zholim!

“Siap?” komadoku.

“Ne!” kata Ha Jae mantap.

“ANGKAT!”

.::BERSAMBUNG::.

He…he… gimana? Jalan ceritanya aneh ya? Mian… x__x

er- sifat yang dicerita ini bertolak belakang, sbenernya aku cerewet dan agresif, cocoknya jadi Ha Jae. yah, sudahlah. kerenan begini kok.

Udah, segitu aja dulu. Lagi nggak bersemangat nih, ffindo pada sepi-sepinya. orang2 pada mudik ke rumah eyang kakungnya sendiri-sendiri kali ya?

Mo bikin ff bertema idul fitri, kayaknya sekuel dari ‘tarawih’, cuman takut ngga ada yang ngerespon… T_T

Ya udah, nglanjutin ff ini aja dulu.

Komen! Kalo nggak saya hiatus loh! *nodongin bebek karet*

Advertisements

39 responses to “RIVAL [Part 1/3]

  1. avy..aq dtg.. cm mo numpang eksis d ffmu..
    whoah, jd slama ini u tak muncul2 krn bertapa n bwt nih ff..?
    lucu, vy.. aq pling suka bag kmx yg kringetan n mlh khawatirin KETEK km..bwahaha, emg dsr y..
    stalker hutan belantara..ckck
    *avy: emgx eonni kgk?*

    jiaaah, aq suka ffx. apalg maen castx slingkuhan sy..
    ojong kok narsis bgt y dsni..?
    tp aq suka (karna castx ojong)
    eh, kekx tuh pnglmn pribadi y, vy?
    km dah pndh ati k bang ojong..?
    t’xta, km bnr2 stalker sjatix dy y..?
    ayo dong, psg gravatar ojong dgn bibir sekseex itu..
    or ketekx tuh..aq kgn ama gravatar km yg it..

    sori, nyepam d sni..

    • dasar… eonni terkena wabah eksis! hoho, nggak apa, nggak apa, silahkan numpang eksis sampai jelek disini~ 😀
      iyo un,, hiks… akhirnya ff ini kelar di part 1 nya, aku terharu… *sroot!*
      hohoho,, bagian yang itu emang khusus kupersembahkan buat trio hutan… gimana? gimana? suka? suka? *ndamprat chira eonni*
      btw rara un blom muncul tuh, wkwk~

      ye! ojong slingkuhanmu yang keberapa? dia bias kedua saya un, wkwkwk~ tapi kok kita sering ngehina dia ya? *gelen2 kepala*
      nggak! aku tetep prioritaskan sama abang Key! koko jeha itu yang nomer 2, kekeke~
      haha… aku geli sama gravatar keteknya jeha un, makanya kuganti. gimana sih! kan gravatar key yang ngupil ini un yang minta! masa minta diganti lagi? anda bener2 tidak punya prinsip! *nyabuti bulu ketek chira unni*
      gomawo un~

  2. aigo…
    nie crita cool banget…
    ngomong2 chingu aq juga blingers lho..
    *ga nanya..
    khe3x
    oke chingu d tunggu episode brikut na ia…

  3. AVY!!!!
    mian baru komen,,, huhuhu..
    ffmu banyol bnget vy!! seru bgt + lucu, kok… ceritanya tentang saingan ama cewe yg kesengsem ama jeha jg yah?? ahahaha
    ah, masa sih bertolak berlakang dgn kearktermu? menurutku karaktermu disini lumayan cerewet ma agresif, lho.. tp ga seagresif ha jae.. palingan takut berdekatan ama jeha doang..rr
    aku ngakak bgt pas “Aku berusaha menutupi wajah indahku ini” narsisme tingkat tinggi! hahahaha!!
    apalgi pas jeha ngomong inggris trus medok.. hahaha.. tu juga teminnie ngelus2 pala botak key.. kkk~
    eh, emg kmu udh pindah ke jeha yh? bukan locket lagi? setuju.. aku jg ilfil liat style botak 1/2nya key.. hiiyy
    siapa namja yg ketubruk papan itu..? kyknya jeha deh.. hahaha
    yup! tunggu aj deh lnjutannya 😀

    • jangan-jangan…
      ini pembalasan dendammu ya un??
      gara-gara aku telat ngomen ffmu! wakakakak…! hoy, ini bulan puasa, ngga baek nyimpen dendam kesumat!
      yah, kita impas deh. 😛
      masa? klo berdekatan sama jeha mungkin udah aku ciumin hidungnya… *MESUM!* kekeke~ nggak ding, saya masih punya harga diri~ *GAYA!!!*
      ho…ho… tau aja. saya emang narsis (?) bertahanlah dengan segala bentuk kenarsisanku un!
      jeha emang nggak bisa bhs inggris kan? trus yg taemin itu… aku terinspirasi waktu dia lagi ngelus2 kepala key di pengumuman mubank! XDD saeng durhaka!
      nggak, nggak, aku tetep lockets! ih, botaknya sekseh tau! hoho… aku berpindah ke ojong klo key lagi jelek-jeleknya. *pengkhianat*
      iya, tungguin yang bener lho! makasih un~

    • widi eonni~
      kamu kok jarang nongol… x___x
      ntar minhomu aku culik… *mbius minho pakai spirtus*
      yang soal ketek itu, soalnya disini ketek lagi jadi hot topic, wkwkwk~~
      mau gabung di perkumpulan stalker bulu ketek un?? *narik-narik*
      gomawo un 😀

  4. Wah,seperti biasa. Ditulis dgn gaya khas Avy! Hehehe. Siip,lanjoot! Sekuel tarawih juga nih!
    Eh,udah berpaling dari key ya? Ckck..
    *hug key erat2* :p

  5. Pingback: RIVAL [Part 2/3] « FFindo·

  6. ngiri sama taemin! ngelus elus botaknya key itu kan cita2 mulia aku! ih, jd inget wkt dia ngelus2 botak si key, smp mencak2 sendiri ngeliat kelakuan magnae satu itu. gak rela saya diduluin.
    ff-nya okeee.. jarang2 nemu crita yg kalimatnya rapi plus bs bikin ketawa

    • ha…ha…
      emang klo ngusap2 botaknya si key sensasinya apa sih?? O.O
      oh, kamu nonton pas yg di mubank itu? kekeke~ taemin emang kaco!!!
      iyah. gomawo ya cassie~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s